1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bukan bubble seh, koreksi doank … 090410 9 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:43 pm

Jumat, 09 April 2010 | 11:07

GEJALA BUBBLE

Goldman Sach: Saham Perbankan Masih Murah

JAKARTA. Saham-saham perbankan tampaknya masih jauh dari gejala bubble. Ini merupakan analisis dari Goldman Sach Group Inc.

Analis Goldman Sach Vincent Chang mengatakan saham-saham perbankan masih murah harganya. Bahkan, Vincet mengatakan perbankan Indonesia berpotensi cukup kuat meraih laba lewat pertumbuhan kredit seiring dengan perbaikan ekonomi.

Beberapa saham perbankan pilihan Goldman Sach adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hari ini, harga BBRI sudah berada di level Rp 8.150 sedangkan BMRI Rp 4.975.

Sebelumnya, Kepala Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Peter Warjiyo mengatakan indeks bursa sudah mengalami gejala pengelembungan harga. Dia menilai harga-harga saham di bursa sudah kemahalan akibat serbuan dana asing.

Edy Can Bloomberg

09/04/2010 – 16:24

09/04/2010 – 16:24
Akhir Pekan, IHSG Rontok 6 Poin
Ambil Untung di Saham Unggulan
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk di zona merah akhir pekan ini, dipimpin jatuhnya emiten unggulan. Upaya penguatan saham tambang pun, tak mampu menyelamatkan bursa.

Pada perdagangan Jumat (9/4), IHSG ditutup melemah tipis 5,823 poin (0,21%) ke level 2.845,011. Demikian pula indeks saham ungulan LQ45 yang turun 1,632 poin (0,30%) ke level 549,997.

Indeks saham di awal perdagangan masih terpantau menguat 0,57% ke level 2.866. Namun, desakan profit taking investor mendorong bursa melemah, hingga pada sesi siang bertengger di 2.837 dan akhirnya ditutup di 2.845.

Analis pasar modal dari Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah, mengatakan, IHSG hari ini terkoreksi, anomali dengan penguatan bursa regional Asia dan bursa Eropa. Investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham unggulan yang membuat indeks harga saham merosot cukup dalam. “Apalagi ini akhir pekan, investor engan mengambil posisi saat ini,“ katanya.

Menurutnya, faktor eksternal yang kurang mendukung dan berakhirnya sentimen positif dari rilisnya laporan keuangan emiten 2009, membuat reli indeks kembali terhambat. “Ditambah lagi investor asing juga turut melepas portofolionya yang terlihat dari besarnya penjualan bersih yang dibukukan membuat indeks terkoreksi,” kata dia.

Kendati demikian, penurunan ini dinilainya masih sangat wajar, karena indeks telah melesat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kebanyakan sektor mengalami koreksi, seperti sektor konsumsi yang turun 1%, disusul finansial yang melemah 0,9%, aneka industri 0,7%, manufaktur 0,6%, perkebunan dan infrastrukur yang terkoreksi 0,4%. Sedangkan sektor tambang memimpin penguatan dengan naik 1,8%, disusul sektor properti, perdagangan dan industri dasar yang terangkat sekitar 0,1%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume 5,049 miliar lembar saham, senilai Rp 4,926 triliun dan frekuensi 100.126 kali. Sebanyak 103 saham naik, 74 saham turun dan 105 saham stagnan.

Koreksi indeks didukung aksi jual asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih(foreign net sell) sebesar Rp 230,984 miliar. Terdiri dari aksi jual sebesar Rp 1,528 triliun, dan transaksi beli asing sebesar Rp 1,297 triliun.

Upaya penguatan saham tambang, tidak mampu menghalau koreksi bursa. Adapun saham tambang menguat seiring kenaikan harga minyak ke level $85.70 per barel, setelah meningkatnya penjualan retail AS, yang mengindikasikan sinyal semaikin membaiknya ekonomi.

Saham tambang yang menguat antara lain PT Timah () naik Rp225 ke Rp2.525, PT Bukit Asam () menguat Rp200 ke Rp17.650, PT International Nickel () terangkat Rp150 menjadi Rp4.700, PT Bumi Resources (bumi) melambung Rp50 ke Rp2.500 dan PT Adaro Energy (adro) yang menguat Rp25 ke Rp2.125.

Beberapa emiten yang melemah antara lain PT Gudang Garam () turun Rp500 ke Rp27.600, PT Astra International () melemah Rp350 menjadi Rp43.450, PT Astra Agro Lestari() drop Rp300 ke Rp24.200, PT United Tractors () turun Rp250 menjadi Rp18.550, PT Indosat (ISAT) turun Rp200 ke Rp5.900, PT Unilever () merosot Rp150 ke Rp12.250.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Goodyear () naik Rp900 ke Rp14.250, PT Indika Energy (indy) terangkat Rp250 ke Rp3.125, PT Samudera Indonesia () menguat Rp125 ke Rp3.350, serta PT Dian Swastatika () naik Rp100 ke Rp6.400.

IHSG anomali dengan bursa regional Asia yang didominasi penguatan. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 36,14 poin (0,3%) menjadi 11.204,34, indeks Shanghai naik 26,64 poin (0,85%) ke level 3.145,35 dan indeks Hang Seng melejit 341,46 poin (1,56%) ke level 22.208,50. Sedangkan indeks Kospi di Korsel turun 9,31 poin (0,5%) menjadi 1.724,47.

Bursa Eropa sore ini dibuka menguat. Indeks Stoxx 600 Eropa naik 1,0% ke 268,9, indeks FTSE 100 London naik 0,9% di 5.763,4, indeks DAX Frankfurt menguat 0,9% ke 6.230,4, dan indeks aris CAC-40 Paris naik 1,2% di 4.026,2. [mdr]

Iklan