1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gelembunk ekspektasi positif @ihsg … 120410 12 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:28 pm

Analis Belum Khawatirkan Adanya Penggelembungan Aset
SENIN, 12 APRIL 2010 | 13:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kepala Riset Pasar Modal PT Samuel Sekuritas Indonesia, Christine Salim, menilai penguatan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan yang melaju cukup kencang dalam sebulan terakhir masih cukup wajar.

Menurut dia, kekhawatiran akan kemungkinan sudah terjadinya penggelembungan aset akibat tingginya arus modal yang masuk ke dalam negeri belum terjadi.

“Harga saat ini masih cukup wajar dengan PE sebesar 15,5x, masih lebih rendah dari posisi tertinggi yang pernah dialami Indonesia di awal 2008 lalu yang sempat mencapai PE 17x ketika indeks saham mencapai posisi tertingginya di 2.830,” kata Christine dalam analisis harian Samuel Sekuritas Indonesia.

Analis Ekonomi Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menambahkan kendati indeks saham sudah menyentuh posisi tertinggi terbaru di 2.850, tetapi arus modal asing yang terus masuk ke emerging market, termasuk Indonesia, dianggap masih di bawah normal.

Modal asing yang masuk ke emerging market tahun lalu mencapai US$ 348,7 milair, lebih rendah dari 2007 sebelum krisis keuangan global terjadi yang mencapai US$1,25 triliun. Tahun ini, dana asing yang masuk tersebut diperkirakan bisa mencapai US$ 671,8 miliar.

Selain kondisi internal pasar, dukungan fundamental ekonomi Indonesia masih positif. Bahkan potensi penguatan ekonomi Indonesia tahun ini masih terbuka.

“Perkiraan pemerintah dalam asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010 pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,5 persen. Kami melihat potensi ekonomi bisa mencapai lebih tinggi lagi yaitu 5,8 persen,” ujar Lana.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan didukung selain dari konsumsi masyarakat, juga dari ekspor dan investasi. Posisi Indonesia saat ini juga diuntungkan dengan ketidakstabilan politik di Thailand sehingga keputusan investor asing memilih Indonesia juga terkait dengan stabilitas politik dalam negeri.

Ditambah dengan naiknya peringkat utang Indonesia oleh S&P dan Fitch pada triwulan pertama tahun ini, Lana melanjutkan, semakin memperkuat posisi Indonesia dalam radar investor global.

“Karena itu, potensi kenaikan indeks saham dan penguatan nilai tukar rupiah masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

GRACE S GANDHI

 

jual BELI saham sehari-hari … 120410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:09 pm

Lending & Borrowing
Senin, 12 April 2010 – 10:59 wib

Dalam kaitan dengan perdagangan saham di bursa, setiap hari pihak bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), selalu menyajikan laporan transaksi saham harian ke publik. Isinya memuat seluruh transaksi yang terjadi di semua jenis pasar, dan semua jenis saham yang dilakukan oleh semua perusahaan efek.

Dari sana dapat diketahui, ternyata setiap hari terjadi puluhan ribu transaksi, jumlah saham yang harus berpindah tangan ratusan juta lembar bahkan miliaran yang diikuti oleh perpindahan uang triliunan rupiah. Semua itu terjadi setiap hari.

Jika melihat setiap hari terjadi miliaran saham yang berpindah tangan disertai triliunan dana yang juga berpindah tempat, mungkin Anda pernah bertanya dalam hati, “Kok bisa tidak terjadi kekacauan dalam proses transaksi itu? Kok bisa saham-saham yang jumlahnya miliaran lembar itu berpindah tepat sesuai transaksi? Kok bisa tidak ada kecurangan oleh pemain atau investor? Mungkinkah investor yang tidak punya saham berani menjual saham dan tidak ketahuan dalam transaksi?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu wajar saja. Bahkan, mungkin Anda masih menyimpan pertanyaan lain berkaitan dengan betapa rapinya transaksi yang terjadi di bursa saham.

Tapi begitulah faktanya, tidak pernah ada kekacauan dalam hal serah terima saham dan uang. Singkat kata, siapa yang beli saham, dia akan mendapat saham dan siapa yang menjual saham maka dia akan mendapatkan uang.

Bagaimana jika terjadi keterlambatan bayar oleh investor yang membeli saham dan bagaimana jika benar-benar ada investor yang tidak punya saham, tapi dia nekat menjual saham atau si investor melakukan kelebihan jual. Misalnya, investor mempunyai 20 lot, tetapi dia menjual sebanyak 30 lot sehingga sehingga kelebihan jual 10 lot.

Keadaan yang berpotensi menimbulkan masalah ini sudah diperhitungkan oleh regulator. Karena itu dalam sistem transaksi saham di bursa efek ada sebuah sistem yang disebut dengan istilah Lending & Borrowing (L&B).

Apa itu dan bagaimana sistem ini bekerja? L&B adalah kegiatan pinjam meminjam efek dan juga uang. Kegiatan pinjam-meminjam merupakan salah satu ciri dari ekonomi modern. Seseorang bisa membeli mobil, rumah dan barang kebutuhan lainnya tidak harus dengan tunai. Bank akan memberi pinjaman dengan jaminan tertentu.

Dalam sistem gadai pun begitu, pihak gadai memberi pinjaman uang dengan jaminan barang yang digadaikan. L&B dalam hal ini diperankan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk menjamin bahwa seluruh proses transaksi saham di bursa berjalan lancar.

Investor beli mendapat saham dan investor jual mendapat uang. Prinsipnya, KPEI harus menjaga bahwa tidak akan terjadi gagal bayar maupun gagal serah dari seluruh proses transaksi efek di bursa.

Kembali ke pertanyaan di atas tadi, jika ada investor yang terlambat membayar atas efek yang dibelinya maka KPEI akan memberikan dana talangan, dengan catatan transaksi efek yang dilakukan sah. Selanjutnya, KPEI akan menagih melalui perusahaan broker dari investor tersebut. Si investor harus membayar plus bunga keterlambatan yang harus ditanggung.

Begitu pula jika ada investor yang kelebihan jual saham atau sengaja melakukan short selling (menjual saham dengan harapan harga saham turun dan membelinya kembali pada harga lebih rendah) maka KPEI harus memberikan pinjaman efek untuk investor tersebut.

Dengan begitu, investor tidak mengalami gagal serah. Meski begitu, investor harus membayar dengan efek yang sama dalam kurun waktu yang ditentukan. Untuk ini investor juga harus membayar bunga kepada KPEI.

Dalam kasus-kasus terjadinya pinjam meminjam efek maupun uang untuk menghindari terjadinya gagal serah dan gagal bayar, biasanya investor akan berhadapan dengan perusahaan efek atau broker dan selanjutnya perusahaan broker berhadapan dengan KPEI.

Jadi, KPEI tidak langsung berhadapan dengan investor. Dengan adanya L&B, semua pihak diuntungkan baik investor maupun perusahaan broker, dan juga KPEI. (Tim BEI)(//ade)

 

harga saham2 yg gw ikutan … 120410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:25 pm
^JKSE 5:00am ET 2,881.333 Up 36.322 Up 1.28% 0
ANTM.JK 5:00am ET 2,450 Up 25 Up 1.03% 59,299,500
ADRO.JK 5:00am ET 2,150 Up 25 Up 1.18% 56,845,500
BUMI.JK 5:00am ET 2,400 Down 100 Down 4.00% 167,981,500
BBRI.JK 5:00am ET 8,650 Up 500 Up 6.13% 21,475,000
BNII.JK 5:00am ET 300 Down 10 Down 3.23% 3,763,500
TRUB.JK 5:00am ET 118 Down 3 Down 2.48% 38,781,000
ELSA.JK 5:00am ET 630 Up 80 Up 14.55% 369,910,000
INDY.JK 5:00am ET 3,200 Up 75 Up 2.40% 43,791,500
PGAS.JK 5:00am ET 3,925 Down 25 Down 0.63% 38,352,500
MAPI.JK 5:00am ET 710 Up 10 Up 1.43% 511,500

ihsgw stabil= 3657.5

ihsgw ga stabil = 1317

ihsgw yang baru = 2317.5

ihsgw total =2430.66
Senin, 12/04/2010 16:09 WIB
Cetak 36 Poin, IHSG Melesat Tertinggi di Asia
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 36 poin pada perdagangan awal pekan ini seiring dengan penguatan saham-saham unggulan di sektor perkebunan, perbankan dan aneka industri. Kenaikan IHSG tertinggi di Asia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam hingga sempat menyentuh level 2.881,692, naik 36 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.845,011.

Penguatan IHSG didorong oleh aksi beli pada saham-saham unggulan hampir di semua sektor, terutama saham-saham sektor perkebunan, perbankan dan aneka industri. Hanya indeks saham infrastruktur dan properti yang melemah.

Kenaikan harga saham Astra International (ASII), Astra Agro (AALI) memimpin laju kenaikan IHSG diiringi dengan penguatan saham BRI (BBRI), Indo Tambang (ITMG), BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Danamon (BDMN) dan sebagainya.

Saham-saham unggulan yang berada di zona negatif antara lain Bumi Resources (BUMI), Jasa Marga (JSMR), Telkom (TLKM), Unilever (UNVR) dan saham-saham lapis dua seperti Goodyear (GDYR), Malindo 9MAIN), Citra Marga (CMNP) dan lain-lain.

Aktivitas investor asing masih tercatat melakukan pembelian sebesar Rp 1,612 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,411 triliun. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 201,075 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG ditutup menguat 36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333. Indeks LQ 45 juga naik 8,305 poin (1,50%) ke level 558,302.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 125.706 kali pada volume 5,823 miliar lembar saham senilai Rp 5,527 triliun. Sebanyak 131 saham naik, 87 saham turun dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan awal pekan ini

Indeks Shanghai turun 16,084 poin (0,51%) ke level 3.129,26.
Indeks Hang Seng turun 70,33 poin (0,32%) ke level 22.138,17.
Indeks Nikkei-225 naik 47,56 poin (0,42%) ke level 11.251,90.
Indeks Straits Times naik tipis 0,80 poin (0,03%) ke 2.972,41.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 44.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 24.750, BRI (BBRI) naik Rp 500 ke Rp 8.650, Indo Tambang 9ITMG) naik Rp 450 ke Rp 38.200, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 5.300.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 14.050, BTPN (BTPN) turun Rp 100 ke Rp 7.600, XL Axiata (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 3.500, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 2.400, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 75 ke Rp 1.950.

(dro/qom)

EKONOMI
12/04/2010 – 15:53
Unggulan Naik, IHSG Ditutup di Level 2.881

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan saham pada perdagangan Senin (12/4) IHSG ditutup naik 36,32 poin (1,28%) menjadi 2.881,33 karena sentimen positif bursa Eropa setelah sepakat membantu krisis Yunani.

Beberapa sentimen positif dari ekternal mendorong kenaikan beberapa saham unggulan. Antara lain bursa saham Eropa lebih tinggi Senin, mengambil isyarat dari sesi optimis di Wall Street, dan seiring investor bereaksi positif pada rincian paket bantuan potensi-zona euro untuk Yunani. Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman dan euro menerima dorongan, bergelombang dengan mata uang terhadap dolar dan yen.

Meskipuin bursa saham Hong Kong ditutup lebih rendah karena kekhawatiran baru Beijing akan mengambil langkah pengetatan lebih lanjut di sektor properti. Hang Seng Index turun 70,33 poin, atau 0,3%, menjadi 22,138.17 setelah diperdagangkan antara 22,131.93 dan 22,388.77 selama sesi. Pasar volume mencapai HK $ 71.22 miliar, turun dari HK $ 76.17 miliar Jumat.

Untuk volume perdagangan mencapai 5,3 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp4,2 triliun dengan 131 saham naik, 87 saham turun dan 73 saham stagnan. Indeks saham JII naik 2,8 poin ke level 461 indeks saham LQ45 juga naik 8,2 poin ke level 558.

Adapun saham-saham yang naik adalah Astra International (ASII) naik Rp1.100 ke Rp44.550, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp550 ke Rp24.750, Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp500 ke Rp163.000, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp500 ke Rp8.650, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp450 ke Rp38.200, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp300 ke Rp5.850, United Tractors (UNTR) naik Rp250 ke Rp18.800, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp250 ke Rp5.300.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp200 ke14.050, Bumi Resources (BUMI) turun Rp100 ke Rp2.400, XL Axiata (EXCL) turun Rp100 ke Rp3.500, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun Rp100 ke Rp7.600, Jasa Marga (JSMR) turun Rp75 ke Rp1.950. [hid]

 

lage, KOMODITAS calon primadonA : 120410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:37 am

Senin, 12/04/2010 12:07 WIB
IHSG Cetak 24 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak 24 poin pada perdagangan sesi I awal pekan ini. Aksi perburuan saham-saham unggulan kembali dilakukan investor setelah mengalami koreksi pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam hingga sempat menyentuh level 2.881,692, naik 36 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.845,011.

Penguatan tajam IHSG terutama didorong oleh aksi pembelian masif saham-saham unggulan di berbagai sektor. Penguatan saham-saham grup Astra memimpin laju kenaikan IHSG dikkuti dengan penguatan saham-saham sektor perbankan seperti BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Danamon (BDMN) dan BCA (BBCA).

Saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan juga memberikan dorongan kuat bagi kenaikan IHSG dan tentunya sejumlah saham lapis kedua ikut menopang kenaikan IHSG seperti Kentucky Fried Chicken (FAST), Indospring (INDS), Mayora (MYOR) dan sebagainya.

Sejumlah saham-saham unggulan sektor infrastruktur dan aneka industri terjebak di area negatif. Pelemahan saham Telkom (TLKM) dan Jasa Marga (JSMR) memberikan tekanan yang cukup kuat untuk menahan laju kenaikan IHSG. Saham Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), Bumi Resources (BUMI) serta sejumlah saham lapis dua seperti Goodyear (GDYR), Intraco Penta (INTA), Ramayana (RALS) turut memberikan tekanan.

Rentang pergerakan IHSG hari ini cukup lebar antara 2.845,614 hingga level 2.881,692.

Aktivitas investor asing masih tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 175 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat 24,551 poin (0,86%) ke level 2.869,562. Indeks LQ 45 juga naik 5,650 poin (1,02%) ke level 555,647.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 62.295 kali pada volume 2,862 miliar lembar saham senilai Rp 2,839 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 74 saham turun dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan awal pekan ini

Indeks Shanghai turun 17,78 poin (0,57%) ke level 3.127,56.
Indeks Hang Seng naik 34,79 poin (0,16%) ke level 22.243,29.
Indeks Nikkei-225 naik 119,68 poin (1,07%) ke level 11.323,51.
Indeks Straits Times turun 6,65 poin (0,22%) ke 2.965,32.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.300 ke Rp 44.750, BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 8.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 24.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.050, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 18.700, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.200.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 13.950, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 100 ke Rp 2.050, Hexindo (HEXA) turun Rp 75 ke Rp 4.075, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 55 ke Rp 1.970, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 8.050, BTPN (BTPN) turun Rp 50 ke Rp 7.650.

(dro/qom)
Senin, 12/04/2010 09:43 WIB
Rupiah Melesat, IHSG Merayap
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tajam seiring dengan aksi pebli saham-saham unggulan yang telah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan akhir pekan. Sementara nilai tukar rupiah langsung tembus 9.010 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam ke level 2.869,367, naik 24 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.845,011.

Aksi beli masif pada saham-saham raksasa yang telah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan akhir pekan kemarin, membuat IHSG terangkat cukup tinggi pada perdagangan pagi ini.

Saham-saham grup Astra seperti Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), United Tractors (UNTR) diburu investor, diiringi dengan saham-saham raksasa konsumsi Gudang Garam (GGRM) dan Unilever (UNVR).

Kemudian saham-saham sektor perbankan seperti BRI (BBRI), BCA (BBCA), Bank Danamon (BDMN) dan tentunya saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan seperti Bukit Asam (PTBA), Inco (INCO), Aneka Tambang (ANTM), Lonsum (LSIP) dan sebagainya.

Saham-saham unggulan yang berada di zona merah antara lain Indocement (INTP) dan Jasa Marga (JSMR). Sisanya merupakan saham-saham lapis dua seperti Summarecon (SMRA), Intiland (DILD), Ciputra (CTRA) dan sebagainya.

Penguatan IHSG terus berlanjut dan berpeluang menembus level 2.900 pada pekan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 09.35 JATS, IHSG bertengger di level 2.876,220, naik 31,209 poin (1,09%).

“Hari ini kami perkirakan IHSG berfl uktuasi melemah pada kisaran 2814 – 2861 dengan pertimbangan : empat indikator teknikal bergerak turun, indikator klinger oscillator dead cross, menguji candle 3 Black Crows hari ini dan muncul candle Bearish Doji,” ulas Sucorinvest.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.030 per dolar AS. Posisi rupiah terkuat sejak 29 Februari 2008. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa menembus level 8.900-an.

Bursa-bursa Asia pagi ini didominasi penguatan.

Indeks Shanghai naik tipis 3,88 poin (0,12%) ke level 3.149,23.
Indeks Hang Seng naik naik 103,32 poin (0,47%) ke level 22.311,17.
Indeks Nikkei-225 naik 110,08 poin (0,98%) ke level 11.314,42.
Indeks Straits Times menguat tipis 5,42 poin (0,18%) ke level 2.977,39.

(dro/qom)

Senin, 12/04/2010 07:21 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Jajal Lagi 2.900
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki fase konsolidasi sepanjang pekan lalu. Koreksi atas saham-saham unggulan yang sudah menguat tajam membuat IHSG terus menerus mengalami tekanan pada pekan lalu.

Ditambah sentimen pelemahan bursa-bursa global, IHSG pun akhirnya memilih menjauh dari level psikologis 2.900 selama pekan lalu.

Pergerakan IHSG selama pekan lalu adalah:

Senin (5/4/2010), IHSG menguat tajam 57,250 poin (2,02%) ke level 2.887,246.
Selasa (6/4/2010), IHSG turun 6,277 poin (0,22%) ke level 2.880,969.
Rabu (7/4/2010), IHSG menguat 17,613 poin (0,61%) ke level 2.898,582.
Kamis (8/4/2010), IHSG melemah 47,748 poin (1,65%) ke level 2.850,834.
Jumat (9/4/2010), IHSG melemah tipis 5,823 poin (0,21%) ke level 2.845,011.

Sentimen positif tampaknya akan kembali mengangkat IHSG pada awal pekan ini. Dorongan penguatan dari bursa-bursa utama dunia akan membawa IHSG untuk menyentuh lagi level psikologis 2.900.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup menguat tajam, bahkan indeks Dow Jones juga sempat menyentil level psikologis 11.000 untuk pertama kalinya sejak September 2008.

Pada perdagangan Jumat (9/4/2010), indeks Dow Jones akhirnya ditutup menguat 70,28 poin (0,64%) ke level 10.997,35. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 7,93 poin (0,67%) ke level 1.194,37 dan Nasdaq menguat 17,24 poin (0,71%) ke level 2.454,05.

Sementara Bursa Tokyo juga langsung mengawali perdagangan Senin (12/4/2010) ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka melesat 96,45 poin (0,86%) ke level 11.300,79.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan minggu lalu IHSG membentuk rekor tertinggi terbaru menembus all time high pada level 2838 dan sempat menyentuh level tertinggi di level 2916 sebelum akhirnya IHSG mengalami koreksi. Pada perdagangan minggu ini diperkirakan IHSG berada dalam range 2790 – 2916. pada awal perdagangan minggu ini kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran 2790 – 2864 dengan saham-saham yang layak dicermati INCO, ANTM, TINS.

Panin Sekuritas:

IHSG terlihat mulai tertahan pergerakannya setelah 2 hari berturut-turut menjelang akhir pekan ditutup melemah. Turunnya indeks didorong oleh berlanjutnya profit taking terhadap saham unggulan. Kami melihat setelah 6 pekan berturut-turut menguat, laju indeks akan tertahan dan mulai bergerak konsolidasi dalam jangka pendek. Meski ada kecenderungan melemah, akan tetapi pemodal dapat mengincar saham-saham berbasis komoditas setelah reboundnya harga minyak mentah, kembali ke level US$86/barel. Kisaran support-resistance untuk hari ini 2.820-2.857.

(qom/qom)

Indeks cenderung menguat
Senin, 12/04/2010 06:00:44 WIBOleh: Siti Nuraisyah Dewi & Yudha Prihantoro
JAKARTA (Bisnis.com): Tren pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan harga indeks surat utang negara (SUN) pekan ini diprediksi menguat lantaran secara teknikal trennya masih positif.

Kepala riset BNI Securities Norico Gaman memprediksi tren pergerakan IHSG pekan ini berada pada level 2.800-2.900.

“Sektor perbankan, infrastruktur, energi, otomotif, dan konsumsi akan menjadi penopang IHSG pekan ini,” ujarnya tadi malam.

Menurut Norico, kalau dilihat secara moderat penguatan indeks hingga akhir tahun bisa berada pada level 3.050. Secara optimistis, dia menilai indeks bisa menggapai level 3.200. “Sebab ada potensi dukungan dari kinerja perusahaan publik yang diprediksi membaik.”

Lebih lanjut Norico menilai untuk potensi penguatan rupiah diprediksi bisa menyentuh level Rp8.900 per US$. “Apalagi dengan melihat kondisi ekonomi relatif bagus, laju inflasi bisa terukur sehingga pasar masih melihat suku bunga bisa dipertahankan di level 6,5%.”

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu sempat terlihat kalau porsi beli pemodal asing lebih kecil dari porsi jualnya pada Kamis dan Jumat (lihat tabel). Namun, Norico memprediksi aliran dana asing masih akan tetap deras membanjiri bursa pekan ini.

“Kredit rating Indonesia kecenderungannya membaik dan hal ini tentu sangat bagus untuk kondisi investasi. Karenanya, saya menilai pekan ini aliran dana asing yang masuk akan membesar.”

Analis PT Infovesta Utama Rudiyanto memprediksi pekan ini indeks harga SUN masih punya peluang untuk kembali memecahkan rekor. “Asalkan tidak ada berita yang terlalu berat dan suku bunga acuan tidak dinaikkan, pergerakan indeks harga SUN mendatar atau naik.”

Berdasarkan data Bloomberg, harga indeks SUN pekan lalu menguat 0,59% dari level 100,03% pada Senin ke level 100,62% pada penutupan pasar pekan lalu. Menurut dia, penguatan indeks harga SUN menunjukkan kepercayaan investor yang makin meningkat.

Rudiyanto menambahkan untuk tiga bulan ke depan, indeks harga SUN masih berada di zona nyaman. “Pergerakannya masih akan naik turun, namun persentase perubahannya tidak signifikan.”

Analis saham PT Danareksa Investment Management Aldo Perkasa mengatakan IHSG pekan ini kurang lebih berada pada kisaran Rp2.800. Menurutnya pada akhir bulan ini baru akan bergerak kembali seiring dengan rampungnya laporan keuangan konsolidasi kuartal I/2010.

“Pekan ini IHSG cenderung bergerak sideways, saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar sudah banyak dibeli. Pergerakan saham akan lebih bergairah pada akhir bulan dengan selesainya laporan keuangan kuartalan,” jelasnya ketika dihubungi, kemarin.

Menurutnya saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar akan sedikit terkoreksi. Justru, saham-saham dengan berkapitalisasi pasar menengah akan bergerak naik terutama pada saham emiten dibidang komoditas dan pertambangan. (08/10/wiw)
Awal Pekan, Cermati Saham Komoditas
IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 2.820 dan resistance 2.857.
MINGGU, 11 APRIL 2010, 10:14 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Meski ada kecenderungan melemah, pemodal dapat mengincar saham-saham berbasis komoditas setelah rebound-nya harga minyak mentah ke level US$ 86 per barel.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak pada kisaran support 2.820 dan resistance 2.857 pada perdagangan Senin 12 April 2010.

“IHSG terlihat mulai tertahan pergerakannya setelah dua hari berturut-turut menjelang akhir pekan ini ditutup melemah,” ujar analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut dia, turunnya indeks didorong oleh berlanjutnya aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham unggulan. “Kami melihat setelah enam pekan berturut-turut menguat, laju indeks akan tertahan dan mulai bergerak konsolidasi dalam jangka pendek,” tuturnya.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat 9 April 2010, penguatan indeks pada mayoritas bursa Asia tidak mampu mendorong IHSG ditutup positif.

IHSG kembali tertekan dan melemah 5,82 poin (0,21 persen) ke level 2.845,01. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.870,96 dan terendah 2.833,24.

Volume transaksi mencapai 10,09 juta lot senilai Rp 4,92 triliun dengan frekuensi 100.126 kali. Sebanyak 103 saham menguat, 74 melemah, dan 105 saham stagnan. Sementara itu, 212 saham lainnya tidak terjadi transaksi.

Selama perdagangan Jumat di pasar reguler, pemodal asing membukukan pembelian senilai Rp 929,97 miliar dengan penjualan mencapai Rp 1,16 triliun. Berdasarkan data tersebut, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp 234 miliar.

Saham-saham yang masih memicu penurunan indeks di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 350 (0,79 persen) menjadi Rp 43.450, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 300 (1,22 persen) ke posisi Rp 24.200, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp 250 (1,32 persen) ke level Rp 18.550.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

 

saat krisis paripurna century, ihsg BERJAYA … 120410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:34 am

AAEI: Empat Bulan IHSG Tumbuh 14%
Indeks harga saham gabungan (IHSG) telah menembus level tertinggi 2.911.
MINGGU, 11 APRIL 2010, 13:57 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menilai pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali menembus rekor terbaru menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat. Pasar modal merupakan salah satu barometer ekonomi.

“IHSG yang mencapai level 2.911 (titik tertinggi) telah menguat lebih dari 14 persen sekitar empat bulan terakhir,” kata Ketua Umum AAEI Haryajid Ramelan dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Minggu 11 April 2010.

Untuk itu, menurut dia, perkembangan pasar modal yang cukup pesat membutuhkan banyak sumber daya manusia yang berkualitas. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan dunia kampus untuk mendidik dan menyalurkannya ke industri pasar modal.

“Melalui kesempatan ini, kami dari asosiasi pasar modal ingin berbagi dan menginformasikan peluang dan bagaimana menyiapkan diri untuk berkarier di pasar modal,” ujar dia.

AAEI dan Ikatan Alumni Magister Universitas Mercu Buana (Ikama UMB) serta Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek Indonesia (AWP2EI) pun bekerja sama menyiasati peluang tersebut melalui seminar pasar modal dengan tema ‘Prepare your potential (career) & how to winning in capital market’ pada Sabtu 10 April 2010 di Auditorium Gedung Universitas Mercu Buana, Kampus Meruya.

Seminar setengah hari itu merupakan kerja sama yang ditujukan kepada para mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin berkarier dan investor pemula yang akan berinvestasi.

“Seminar itu merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan AAEI dan AWP2EI dengan dunia kampus dengan tujuan meningkatkan daya saing perguruan tinggi dalam menghadapi pasar tenaga kerja di bidang pasar modal,” tuturnya.

Acara seminar itu juga melibatkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Valbury Asia Securities, dan PT Recapital Securities.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews