1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lage, KOMODITAS calon primadonA : 120410 12 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:37 am

Senin, 12/04/2010 12:07 WIB
IHSG Cetak 24 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak 24 poin pada perdagangan sesi I awal pekan ini. Aksi perburuan saham-saham unggulan kembali dilakukan investor setelah mengalami koreksi pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam hingga sempat menyentuh level 2.881,692, naik 36 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.845,011.

Penguatan tajam IHSG terutama didorong oleh aksi pembelian masif saham-saham unggulan di berbagai sektor. Penguatan saham-saham grup Astra memimpin laju kenaikan IHSG dikkuti dengan penguatan saham-saham sektor perbankan seperti BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Danamon (BDMN) dan BCA (BBCA).

Saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan juga memberikan dorongan kuat bagi kenaikan IHSG dan tentunya sejumlah saham lapis kedua ikut menopang kenaikan IHSG seperti Kentucky Fried Chicken (FAST), Indospring (INDS), Mayora (MYOR) dan sebagainya.

Sejumlah saham-saham unggulan sektor infrastruktur dan aneka industri terjebak di area negatif. Pelemahan saham Telkom (TLKM) dan Jasa Marga (JSMR) memberikan tekanan yang cukup kuat untuk menahan laju kenaikan IHSG. Saham Gudang Garam (GGRM), Unilever (UNVR), Bumi Resources (BUMI) serta sejumlah saham lapis dua seperti Goodyear (GDYR), Intraco Penta (INTA), Ramayana (RALS) turut memberikan tekanan.

Rentang pergerakan IHSG hari ini cukup lebar antara 2.845,614 hingga level 2.881,692.

Aktivitas investor asing masih tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 175 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat 24,551 poin (0,86%) ke level 2.869,562. Indeks LQ 45 juga naik 5,650 poin (1,02%) ke level 555,647.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 62.295 kali pada volume 2,862 miliar lembar saham senilai Rp 2,839 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 74 saham turun dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan awal pekan ini

Indeks Shanghai turun 17,78 poin (0,57%) ke level 3.127,56.
Indeks Hang Seng naik 34,79 poin (0,16%) ke level 22.243,29.
Indeks Nikkei-225 naik 119,68 poin (1,07%) ke level 11.323,51.
Indeks Straits Times turun 6,65 poin (0,22%) ke 2.965,32.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.300 ke Rp 44.750, BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 8.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 24.550, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.050, United Tractors (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 18.700, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.200.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 13.950, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 100 ke Rp 2.050, Hexindo (HEXA) turun Rp 75 ke Rp 4.075, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 55 ke Rp 1.970, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 8.050, BTPN (BTPN) turun Rp 50 ke Rp 7.650.

(dro/qom)
Senin, 12/04/2010 09:43 WIB
Rupiah Melesat, IHSG Merayap
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tajam seiring dengan aksi pebli saham-saham unggulan yang telah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan akhir pekan. Sementara nilai tukar rupiah langsung tembus 9.010 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.845,614 dan langsung menguat tajam ke level 2.869,367, naik 24 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.845,011.

Aksi beli masif pada saham-saham raksasa yang telah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan akhir pekan kemarin, membuat IHSG terangkat cukup tinggi pada perdagangan pagi ini.

Saham-saham grup Astra seperti Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), United Tractors (UNTR) diburu investor, diiringi dengan saham-saham raksasa konsumsi Gudang Garam (GGRM) dan Unilever (UNVR).

Kemudian saham-saham sektor perbankan seperti BRI (BBRI), BCA (BBCA), Bank Danamon (BDMN) dan tentunya saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan seperti Bukit Asam (PTBA), Inco (INCO), Aneka Tambang (ANTM), Lonsum (LSIP) dan sebagainya.

Saham-saham unggulan yang berada di zona merah antara lain Indocement (INTP) dan Jasa Marga (JSMR). Sisanya merupakan saham-saham lapis dua seperti Summarecon (SMRA), Intiland (DILD), Ciputra (CTRA) dan sebagainya.

Penguatan IHSG terus berlanjut dan berpeluang menembus level 2.900 pada pekan ini. Hingga berita ini ditulis pukul 09.35 JATS, IHSG bertengger di level 2.876,220, naik 31,209 poin (1,09%).

“Hari ini kami perkirakan IHSG berfl uktuasi melemah pada kisaran 2814 – 2861 dengan pertimbangan : empat indikator teknikal bergerak turun, indikator klinger oscillator dead cross, menguji candle 3 Black Crows hari ini dan muncul candle Bearish Doji,” ulas Sucorinvest.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.030 per dolar AS. Posisi rupiah terkuat sejak 29 Februari 2008. Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan bisa menembus level 8.900-an.

Bursa-bursa Asia pagi ini didominasi penguatan.

Indeks Shanghai naik tipis 3,88 poin (0,12%) ke level 3.149,23.
Indeks Hang Seng naik naik 103,32 poin (0,47%) ke level 22.311,17.
Indeks Nikkei-225 naik 110,08 poin (0,98%) ke level 11.314,42.
Indeks Straits Times menguat tipis 5,42 poin (0,18%) ke level 2.977,39.

(dro/qom)

Senin, 12/04/2010 07:21 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Jajal Lagi 2.900
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki fase konsolidasi sepanjang pekan lalu. Koreksi atas saham-saham unggulan yang sudah menguat tajam membuat IHSG terus menerus mengalami tekanan pada pekan lalu.

Ditambah sentimen pelemahan bursa-bursa global, IHSG pun akhirnya memilih menjauh dari level psikologis 2.900 selama pekan lalu.

Pergerakan IHSG selama pekan lalu adalah:

Senin (5/4/2010), IHSG menguat tajam 57,250 poin (2,02%) ke level 2.887,246.
Selasa (6/4/2010), IHSG turun 6,277 poin (0,22%) ke level 2.880,969.
Rabu (7/4/2010), IHSG menguat 17,613 poin (0,61%) ke level 2.898,582.
Kamis (8/4/2010), IHSG melemah 47,748 poin (1,65%) ke level 2.850,834.
Jumat (9/4/2010), IHSG melemah tipis 5,823 poin (0,21%) ke level 2.845,011.

Sentimen positif tampaknya akan kembali mengangkat IHSG pada awal pekan ini. Dorongan penguatan dari bursa-bursa utama dunia akan membawa IHSG untuk menyentuh lagi level psikologis 2.900.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup menguat tajam, bahkan indeks Dow Jones juga sempat menyentil level psikologis 11.000 untuk pertama kalinya sejak September 2008.

Pada perdagangan Jumat (9/4/2010), indeks Dow Jones akhirnya ditutup menguat 70,28 poin (0,64%) ke level 10.997,35. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 7,93 poin (0,67%) ke level 1.194,37 dan Nasdaq menguat 17,24 poin (0,71%) ke level 2.454,05.

Sementara Bursa Tokyo juga langsung mengawali perdagangan Senin (12/4/2010) ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka melesat 96,45 poin (0,86%) ke level 11.300,79.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan minggu lalu IHSG membentuk rekor tertinggi terbaru menembus all time high pada level 2838 dan sempat menyentuh level tertinggi di level 2916 sebelum akhirnya IHSG mengalami koreksi. Pada perdagangan minggu ini diperkirakan IHSG berada dalam range 2790 – 2916. pada awal perdagangan minggu ini kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran 2790 – 2864 dengan saham-saham yang layak dicermati INCO, ANTM, TINS.

Panin Sekuritas:

IHSG terlihat mulai tertahan pergerakannya setelah 2 hari berturut-turut menjelang akhir pekan ditutup melemah. Turunnya indeks didorong oleh berlanjutnya profit taking terhadap saham unggulan. Kami melihat setelah 6 pekan berturut-turut menguat, laju indeks akan tertahan dan mulai bergerak konsolidasi dalam jangka pendek. Meski ada kecenderungan melemah, akan tetapi pemodal dapat mengincar saham-saham berbasis komoditas setelah reboundnya harga minyak mentah, kembali ke level US$86/barel. Kisaran support-resistance untuk hari ini 2.820-2.857.

(qom/qom)

Indeks cenderung menguat
Senin, 12/04/2010 06:00:44 WIBOleh: Siti Nuraisyah Dewi & Yudha Prihantoro
JAKARTA (Bisnis.com): Tren pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan harga indeks surat utang negara (SUN) pekan ini diprediksi menguat lantaran secara teknikal trennya masih positif.

Kepala riset BNI Securities Norico Gaman memprediksi tren pergerakan IHSG pekan ini berada pada level 2.800-2.900.

“Sektor perbankan, infrastruktur, energi, otomotif, dan konsumsi akan menjadi penopang IHSG pekan ini,” ujarnya tadi malam.

Menurut Norico, kalau dilihat secara moderat penguatan indeks hingga akhir tahun bisa berada pada level 3.050. Secara optimistis, dia menilai indeks bisa menggapai level 3.200. “Sebab ada potensi dukungan dari kinerja perusahaan publik yang diprediksi membaik.”

Lebih lanjut Norico menilai untuk potensi penguatan rupiah diprediksi bisa menyentuh level Rp8.900 per US$. “Apalagi dengan melihat kondisi ekonomi relatif bagus, laju inflasi bisa terukur sehingga pasar masih melihat suku bunga bisa dipertahankan di level 6,5%.”

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu sempat terlihat kalau porsi beli pemodal asing lebih kecil dari porsi jualnya pada Kamis dan Jumat (lihat tabel). Namun, Norico memprediksi aliran dana asing masih akan tetap deras membanjiri bursa pekan ini.

“Kredit rating Indonesia kecenderungannya membaik dan hal ini tentu sangat bagus untuk kondisi investasi. Karenanya, saya menilai pekan ini aliran dana asing yang masuk akan membesar.”

Analis PT Infovesta Utama Rudiyanto memprediksi pekan ini indeks harga SUN masih punya peluang untuk kembali memecahkan rekor. “Asalkan tidak ada berita yang terlalu berat dan suku bunga acuan tidak dinaikkan, pergerakan indeks harga SUN mendatar atau naik.”

Berdasarkan data Bloomberg, harga indeks SUN pekan lalu menguat 0,59% dari level 100,03% pada Senin ke level 100,62% pada penutupan pasar pekan lalu. Menurut dia, penguatan indeks harga SUN menunjukkan kepercayaan investor yang makin meningkat.

Rudiyanto menambahkan untuk tiga bulan ke depan, indeks harga SUN masih berada di zona nyaman. “Pergerakannya masih akan naik turun, namun persentase perubahannya tidak signifikan.”

Analis saham PT Danareksa Investment Management Aldo Perkasa mengatakan IHSG pekan ini kurang lebih berada pada kisaran Rp2.800. Menurutnya pada akhir bulan ini baru akan bergerak kembali seiring dengan rampungnya laporan keuangan konsolidasi kuartal I/2010.

“Pekan ini IHSG cenderung bergerak sideways, saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar sudah banyak dibeli. Pergerakan saham akan lebih bergairah pada akhir bulan dengan selesainya laporan keuangan kuartalan,” jelasnya ketika dihubungi, kemarin.

Menurutnya saham-saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar akan sedikit terkoreksi. Justru, saham-saham dengan berkapitalisasi pasar menengah akan bergerak naik terutama pada saham emiten dibidang komoditas dan pertambangan. (08/10/wiw)
Awal Pekan, Cermati Saham Komoditas
IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 2.820 dan resistance 2.857.
MINGGU, 11 APRIL 2010, 10:14 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Meski ada kecenderungan melemah, pemodal dapat mengincar saham-saham berbasis komoditas setelah rebound-nya harga minyak mentah ke level US$ 86 per barel.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak pada kisaran support 2.820 dan resistance 2.857 pada perdagangan Senin 12 April 2010.

“IHSG terlihat mulai tertahan pergerakannya setelah dua hari berturut-turut menjelang akhir pekan ini ditutup melemah,” ujar analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut dia, turunnya indeks didorong oleh berlanjutnya aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham unggulan. “Kami melihat setelah enam pekan berturut-turut menguat, laju indeks akan tertahan dan mulai bergerak konsolidasi dalam jangka pendek,” tuturnya.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat 9 April 2010, penguatan indeks pada mayoritas bursa Asia tidak mampu mendorong IHSG ditutup positif.

IHSG kembali tertekan dan melemah 5,82 poin (0,21 persen) ke level 2.845,01. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 2.870,96 dan terendah 2.833,24.

Volume transaksi mencapai 10,09 juta lot senilai Rp 4,92 triliun dengan frekuensi 100.126 kali. Sebanyak 103 saham menguat, 74 melemah, dan 105 saham stagnan. Sementara itu, 212 saham lainnya tidak terjadi transaksi.

Selama perdagangan Jumat di pasar reguler, pemodal asing membukukan pembelian senilai Rp 929,97 miliar dengan penjualan mencapai Rp 1,16 triliun. Berdasarkan data tersebut, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp 234 miliar.

Saham-saham yang masih memicu penurunan indeks di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 350 (0,79 persen) menjadi Rp 43.450, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 300 (1,22 persen) ke posisi Rp 24.200, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp 250 (1,32 persen) ke level Rp 18.550.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s