1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

kumpulan posting PEKA @investor pemula: 130410 13 April 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 11:07 pm

silakan baca2 bwat investor pemula hal2 yang terkait TEKNIK MAEN SAHAM sbb:

apa bisa menang?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/21/mulai-lah-dengan-benar-menang-lah/

apa itu ketidakpastian ekonomi dan PELUANG DI BURSA SAHAM?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/10/ketidakpastian-ujian-terburuk-investor-100310/

apa itu peluang laba di investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/27/sentimen-positif-ada-trus-2-270110/

apa ada keyakinan, bukan kah selalu ada keraguan dalam investasi saham? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/25/keyakinan-x-keraguan-investasi-harian250210/

APA LANGKAH PERTAMA seorang CALON INVESTOR SAHAM?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/11/langkah-pertama/

apa itu IHSG?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/teori-ihsg-lage-200110/

apa tujuan investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/13/selalu-ada-sasaran-untuk-setiap-investasi-130110/

apa selalu berhasil dalam menebak harga saham masa depan (market timing)?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/06/5694/

apa fakta bisa dipercaya dibandingkan data?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/05/fakta-lebe-akurat-daripada-data-050210/

apa itu trading saham?

http://sahamadaro.wordpress.com/2009/08/20/alat-utama-trading-saham/

apa itu laporan keuangan emiten? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/01/indikator-bejibun-di-dalamnya-010310/

apa itu price earning ratio?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/23/5480/

apa itu EVA Momentum?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/07/gadis-kinclong-bernama-em-070310/

apa itu mengubah atawa membatalkan transaksi saham sendiri?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/5161/

apa itu order transaksi beli atawa jual saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/28/order-transaksi-teoriiiiiiii-281109/

apa itu peluang berinvestasi yang menguntungkan di saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/17/daripada-jualan-bakso-mendingan/

apa itu cara menghindari kerugian dari investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/17/bwat-forex-tapi-juga-boleh-bwat-maen-saham-171109/

apa itu indeks saham islamik?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/saham-islamic-index-ada-bumi-tukh-041109/

apa itu divergen dalam analisis teknikal?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/03/trading-dibantu-analisis-teknikal/

apa itu RISIKO HOT MONEY dan HEDGE FUNDS ASIEN-k terhadap investasi saham/portofolio indo ?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/uang-panas-serius-full-masuk-indo-asia-200110/

apa ada saham yang bikin laba jangka pendek?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/04/waduh-semua-investor-juga-pengen-laba-jangka-pendek-lah/

laba 1% per trading per hari sejumlah 245 hari 2010 ini: https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/245-x-1-kalo-trading-cukup-ga-041109/

apa itu kaitan IHSG dan siklus bisnis dan ekonomi Indonesia dan amrik? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/14/siklus-bisnis-dan-ekonomi-terkait-maen-saham-140210/

Iklan
 

the RICH only, ’bout the POOR please … 130410

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 4:59 pm

Cara jitu menciptakan kekayaan
Senin, 12/04/2010 11:53:50 WIBOleh: Mike R. Sutikno
Carlos Slim Helu, namanya mungkin masih asing di telinga Anda. Pria Meksiko berusia 70 tahun ini telah memiliki nilai kekayaan bersih sebesar US$53,5 miliar, dan ini membuatnya berada di daftar teratas orang kaya di dunia pada 2010 versi majalah Forbes.
Pemulihan ekonomi global membuat kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan komunikasi termasuk America Movil, meroket. Mematahkan supremasi Bill Gates di urutan ke dua (US$53 miliar) dengan Microsoft dan Warren Buffet di urutan tiga (US$ 47 miliar) dengan Berkshire Hathaway.

Generasi yang lebih muda, Sergey Brin dengan Google-nya mengumpulkan US$17,5 miliar usianya baru 36 tahun, menempati posisi 24 dalam daftar Forbes.

Apakah 100 orang terkaya di dunia melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai kekayaannya? Dalam kesehariannya orang-orang kaya tidak berbeda dengan orang-orang biasa. Hanya saja mereka melakukan apa yang orang biasa lakukan dengan cara yang luar biasa, terutama perencanaan keuangan mereka.

Karakter orang kaya

Apakah kekayaan adalah sesuatu yang menurut Anda hanya bisa dicapai oleh orang yang sudah kaya saja? Atau sebaliknya Anda yakin bahwa orang biasa juga bisa memiliki kekayaan?

Orang kaya tidak berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Hanya saja mereka melakukan apa yang dilakukan orang-orang biasa dengan cara yang luar biasa. Anda dapat dengan segera mengenali perbedaan mereka dari apa yang mereka bicarakan.

Orang biasa sering mengeluhkan peristiwa yang mereka tidak punya kendali atasnya dan menyalahkan orang lain atas kemalangan mereka. Orang kaya memiliki kendali atas pikiran dan perasaan mereka yang tecermin dari sikap dan perilakunya, sedemikian rupa, sehingga memengaruhi lingkungan mereka. Uang mengikuti ke mana karakter luar biasa ini pergi.

Kekayaan memiliki arti, interpretasi dan konotasi yang berbeda untuk tiap orang. Mulai dari bagaimana mengatur pengeluaran sehari-hari agar tidak melebihi gaji, mempersiapkan masa pensiun, sampai bisnis miliaran dolar.

Pada akhirnya kekayaan secara keuangan harus bisa dibuktikan oleh akumulasi aset dalam jumlah melimpah. Namun, jika segala sesuatu berawal dari tiada menjadi ada, itu juga berlaku untuk kekayaan dan cara terbaik untuk memulainya adalah memenuhi pikiran-pikiran dengan perencanaan keuangan, sedemikian rupa sehingga menggerakkan Anda menuju realitas keuangan yang diinginkan.

Kekayaan dan perencanaan

Untuk mengetahui bagaimana menciptakan kekayaan, Anda harus memahami hubungan antara penciptaan kekayaan dan perencanaan keuangan. Siapa pun yang ingin membeli rumah, menyekolahkan anak, mempersiapkan pensiun, atau mencapai tujuan keuangan lainnya, sedang mengakumulasi kekayaan.

Jangan mengira bahwa akumulasi kekayaan merupakan semata-mata kegiatan investasi, tetapi sesungguhnya adalah perencanaan keuangan. Penciptaan kekayaan terjadi karena proses pengelolaan harta, utang, dan pemasukan.

Secara garis besar perencanaan keuangan dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, Anda harus mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan dan keinginan yang membutuhkan sejumlah uang.

Kedua, sesuaikan kebutuhan dan keinginan tersebut menjadi tujuan keuangan dan tentukan berapa dana yang dibutuhkan untuk masing-masing tujuan keuangan. Ketiga, mengalokasikan sejumlah dana baik secara rutin dari waktu ke waktu atau sekali saja sekaligus di depan sehingga tercapai sejumlah besar dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan keuangan tersebut pada waktu yang ditetapkan.

Aktivitas perencanaan keuangan akan melibatkan berbagai aspek dari keuangan Anda seperti menabung untuk dana pendidikan anak, menabung untuk dana pensiun, berinvestasi, perpajakan, juga perwarisan. Ini adalah proses yang berkelanjutan terhadap pembuatan, pelaksanaan, dan pengevaluasian dari rencana keuangan Anda.

Mengapa membutuhkan perencanaan keuangan untuk mengakumulasi kekayaan? Pertama, keseimbangan dalam hidup. Perencanaan keuangan akan membantu Anda mencapai kekayaan tanpa harus mengorbankan gaya hidup saat ini secara drastis. Misalnya, jika keputusan membeli rumah impian Anda diambil tanpa pikir panjang, Anda kemungkinan besar akan mengambil kredit rumah yang terlalu besar.

Penghasilan Anda bisa habis hanya untuk membayar cicilan rumah saja belum lagi biaya pemeliharaannya. Akibatnya tidak saja Anda kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari, bahkan tidak bisa menabung untuk mencapai tujuan keuangan lainnya. Padahal Anda tidak perlu ”bunuh diri” begitu jika berpatokan pada prinsip keseimbangan hidup dalam perencanaan keuangan.

Kedua, efisiensi dan efektifitas penggunaan uang. Dengan memiliki perencanaan keuangan, Anda akan mengarahkan uang tepat kepada tujuan–tujuan keuangan. Anda mengalokasikan baik harta, utang, penghasilan, dan pengeluaran sesuai dengan tempat dan porsinya masing-masing secara sistematis.

Dengan perhitungan yang yang lebih akurat, Anda semakin mampu membuat prioritas, mendapatkan lebih banyak dari uang yang dibelanjakan dan menghindari pemborosan yang tidak perlu. Misalnya, terjadi inflasi 8% per tahun, akibatnya nilai dari Rp100 juta anda akan tergerus menjadi Rp46,319 juta pada 2020.

Anda perlu merencanakan investasi agar Rp100 juta tetap bertumbuh lebih tinggi dari inflasi dan dengan perencanaan pajak Anda lebih dapat mengendalikan biaya-biaya investasi tersebut sambil tetap menjaga momentum pertumbuhan dana.

Ketiga, bantalan pengaman atau upaya berjaga-jaga. Dengan minimnya fasilitas jaminan sosial di negara kita, Anda memerlukan rencana tindakan pengamanan untuk menghadapi kondisi darurat seperti PHK dan masa pensiun.

Misalnya, Anda sudah menetapkan dan sedang menjalankan sebuah rencana pensiun. Namun, sebelum mencapai usia pensiun, Anda didiagnosis menderita suatu penyakit kritis yang kemungkinan akan semakin parah karena usia tua dan tidak bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan. Anda harus mengkaji ulang rencana pensiun dan memperhitungkan kembali dana kesehatan hari tua yang dibutuhkan terkait dengan penyakit tersebut.

 

harga saham2 yg gw ikutan … 130410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:14 pm

ihsgw stabil = 3633.75
ihsgw ga stabil = 1312.75
ihsgw yang baru = 2375
ihsgw total = 2440.416

^JKSE 5:00am ET 2,884.7 Up 3.3669 Up 0.12% 0
ANTM.JK 4:57am ET 2,450 0 0.00% 48,471,500
ADRO.JK 4:57am ET 2,150 0 0.00% 74,214,000
BUMI.JK 4:57am ET 2,400 0 0.00% 97,200,500
BBRI.JK 4:57am ET 8,650 0 0.00% 6,707,000
BNII.JK 4:57am ET 285 Down 15 Down 5.00% 6,568,500
TRUB.JK 4:57am ET 116 Down 2 Down 1.69% 26,740,000
ELSA.JK 4:57am ET 610 Down 20 Down 3.17% 127,941,500
INDY.JK 4:56am ET 3,125 Down 75 Down 2.34% 37,310,000
PGAS.JK 4:57am ET 4,050 Up 125 Up 3.18% 68,172,500
MAPI.JK 4:56am ET 700 Down 10 Down 1.41% 471,500

Selasa, 13/04/2010 16:09 WIB
Saham Tambang dan Lapis Dua Giring IHSG ke Zona Hijau
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup naik 3 poin pada perdagangan hari ini dipicu oleh penguatan saham-saham sektor pertambangan dan saham-saham lapis dua.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.881,028 dibanding penutupan kemarin di level 2.881,333. IHSG sempat menyambangi zona positif di awal perdagangan. Namun akhirnya terjun ke zona negatif lantaran adanya serangan jual cukup masif pada saham-saham unggulan.

Sebagian besar saham-saham unggulan terjebak di teritori negatif sejak awal perdagangan. Hanya beberapa saham unggulan yang masih diburu investor, khususnya saham pertambangan seperti Bukit Asam (PTBA), Inco (INCO), Medco (MEDC) dan Aneka Tambang (ANTM).

Tentunya diiringi dengan beberapa saham unggulan lainnya seperti Unilever (UNVR), Indocement (INTP), PGN (PGAS) dan Bank Danamon (BDMN).

Saham unggulan lainnya mengalami koreksi dipimpin saham-saham grup Astra seperti Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), United Tractors (UNTR) dan raksasa perbankan seperti Bank Mandiri (BMRI) dan BCA (BBCA).

Sementara sejumlah saham unggulan ditutup stagnan. Saham-saham lapis dua tampak menjadi incaran investor seperti Rig Tender (RIGS), Agis (TMPI), Triwira (TRIL), Indospring (INDS) dan sebagainya. Penguatan saham-saham lapis dua turun menopang penguatan IHSG hari ini.

Indeks saham perkebunan yang anjlok cukup dalam memberikan tekanan paling besar bagi penurunan IHSG sepanjang perdagangan hari ini diikuti dengan indeks saham sektor aneka industri.

Untungnya, menjelang penutupan perdagangan, perburuan saham-saham pertambangan berhasil mengangkat level IHSG hingga menembus zona positif.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,499 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 1,361 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 138,326 miliar.

Pada perdagangan Selasa (13/4/2010), IHSG ditutup naik 3,367 poin (0,11%) ke level 2.884,700. Indeks LQ 45 juga naik 1,273 poin (0,22%) ke level 559,575.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.785 kali pada volume 5,574 miliar lembar saham senilai Rp 4,841 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 109 saham turun dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia didominasi koreksi pada perdagangan hari ini.

Indeks Shanghai naik 31,988 poin (1,02%) ke level 3.161,25.
Indeks Hang Seng turun 34,64 poin (0,16%) ke level 22.103,53.
Indeks Nikkei-225 turun 90,67 poin (0,81%) ke level 11.161,23.
Indeks Straits Times turun 6,31 poin (0,21%) ke 2.970,86.

Saham-saham yang berada di jajaran di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 15.350, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 12.500, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 18.050, Indospring (INDS) naik Rp 250 ke Rp 3.050, Mayora (MYOR) naik Rp 175 ke Rp 4.500.

Sedangkan saham-saham berada di jajaran top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 650 ke Rp 43.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 27.150, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 24.400, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 18.600, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.700.

(dro/qom)

 

peran investor ritel juga BESAR, seperti anda: 130410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:19 pm

Selasa, 13/04/2010 15:05 WIB
Asing Borong Saham Rp 4,291 Triliun di 2010
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Derasnya arus modal asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kunjung susut. Hingga perdagangan kemarin, dana asing yang mencatat pembelian bersih (net buy) telah mencapai Rp 4,291 triliun.

Demikian berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Selasa (13/4/2010).

Pada periode Januari 2010, total nilai beli asing sebesar Rp 21,666 triliun, sedangkan nilai jual asing sebesar Rp 21,236 triliun, sehingga transaksi beli bersih asing sebesar Rp 430,199 miliar.

Pada periode Februari 2010, aksi beli asing sebesar Rp 18,976 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 20,984 triliun. Nilai transaksi jual bersih asing (net sell) sebesar Rp 2,007 triliun.

Pada periode Maret 2010, asing melakukan pembelian sebesar Rp 42,409 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 37,487 triliun. Aksi beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 4,921 triliun.

Total nilai beli asing sepanjang triwulan I-2010 mencapai Rp 83,051 triliun, meningkat 229,77% dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 25,184 triliun.

Total nilai jual asing pada triwulan I-2010 sebesar Rp 79,707 triliun, meningkat 217,68% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 25,090 triliun.

Nilai beli bersih asing (net buy) di triwulan I-2010 mencapai Rp 3,344 triliun, meningkat 3.457,44% dari triwulan I-2009 yang hanya sebesar Rp 94 miliar.

Untuk periode 7 hari perdagangan sejak 1-12 April 2010, nilai beli asing mencapai Rp 12,932 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,985 triliun. Nilai beli bersih asing selama periode tersebut sebesar Rp 947 miliar.

Dengan demikian, hingga perdagangan kemarin, total nilai transaksi beli asing sepanjang tahun 2010 mencapai Rp 95,983 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 91,692 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing mencapai Rp 4,291 triliun pada periode tersebut.

Seiring dengan itu, IHSG ditutup di level 2.881,333 pada perdagangan kemarin, naik 13,69% dari penutupan akhir tahun 2009 di level 2.534,356. Kenaikan ini sekaligus menjadi yang tertinggi diantara seluruh bursa saham di dunia yang rata-rata hanya naik dalam kisaran 1-6% di sepanjang 2010.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun melejit tinggi. Pada penutupan tahun 2009, nilai kapitalisasi pasar seluruh saham masih sebesar Rp 2.019,00 triliun.

Pada perdagangan kemarin, kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI telah meningkat Rp 325 triliun (16,09%) menjadi Rp 2.344,00 triliun.

Nilai rata-rata transaksi harian pun meningkat cukup besar. Pada penutupan akhir tahun 2009, nilai rata-rata transaksi harian masih di level Rp 4,046 triliun. Pada perdagangan kemarin, nilai rata-rata harian telah meningkat Rp 302 miliar (7,46%) menjadi Rp 4,348 triliun per hari.

(dro/qom)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan sebesar 13,69% sejak awal tahun hingga kemarin. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi di dunia.

Data indeks perdagangan 13 bursa utama dunia seperti dikutip detikFinance, Selasa (13/4/2010), IHSG mengalami kenaikan tertinggi di atas 10% dibanding dengan bursa-bursa lainnya yang hanya naik di kisaran 1-6%. Malah bursa Shanghai dan Taiwan mengalami penurunan alias mencetak pertumbuhan negatif.

Pada perdagangan kemarin, Senin (12/4/2010), IHSG ditutup di level 2.881,333, naik 13,69% dari penutupan akhir tahun 2009 di level 2.534,356.

Peringkat 2 diduduki oleh bursa Inggris (indeks Financial Times 100) yang kemarin ditutup di level 5.777,65, naik 6,74% dibanding penutupan akhir tahun 2009 di level 5.412,90.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang menduduki peringkat 3. Pada perdagangan kemarin, Nikkei 225 ditutup di level 11.251,90, naik 6,69% dari penutupan akhir tahun 2009 di level 10.546,44.

Indeks Industri Dow Jones (DJIA) di bursa AS menduduki peringkat 4 yang kemarin ditutup di level 11.005,97, naik 5,54% dari penutupan tahun lalu di level 10.428,05.

Peringkat 5 diduduki oleh bursa Malaysia. Pada perdagangan kemarin, indeks bursa Malaysia ditutup di level 1.339,61, naik 5,25% dari penutupan tahun lalu di level 1.272,78.

Bursa Singapura berada di peringkat 6. Indeks Strait Times kemarin ditutup di level 2.977,17, naik 2,74% dari penutupan akhir 2009 di level 2.897,62.

Indeks All Ordinaries di bursa Australia menduduki peringkat 7 yang kemarin ditutup di level 5.011,6, naik 2,64% dari penutupan tahun lalu di level 4.882,7.

Bursa New Zealand di peringkat 8. Kemarin indeks New Zealand ditutup di level 3.314,142, naik 2,6% dari penutupan akhir 2009 di level 3.230,15.

Indeks Bombay di bursa India berada di peringkat 9 yang kemarin ditutup di level 17.853,00, naik 2,22% dari penutupan tahun lalu di level 17.464,81.

Indeks KOSPI di bursa Korea menduduki peringkat 10. Pada perdagangan kemarin, KOSPI ditutup di level 1.710,3 naik 1,63% dari penutupan tahun lalu di level 1.682,7.

Bursa Hong Kong menduduki peringkat 11. Pada perdagangan kemarin, indeks Hang Seng ditutup di level 22.138,17, naik 1,21% dari penutupan tahun 2009 di level 21.872,50.

Indeks bursa Taiwan menduduki peringkat 12. Pada perdagangan kemarin, indeks Taiwan ditutup di level 8.117,75, turun 0,86% dari penutupan akhir tahun lalu di level 8.188,11.

Terakhir, indeks Shanghai yang menduduki peringkat 13. Pada perdagangan kemarin, indeks Shanghai ditutup di level 3.129,26, turun 4,51% dari penutupan tahun lalu di level 3.277,14.

Prestasi IHSG belum susut setelah berhasil pulih dalam waktu cepat usai krisis global tahun 2008-2009. Pada perdagangan 5 April 2010, IHSG malah menembus level tertingginya dalam sejarah.

Posisi tertinggi IHSG dalam sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 9 Januari 2008 di level 2.830,263. Selama dua tahun, rekor tersebut belum terkalahkan hingga akhirnya berhasil ditembus pada perdagangan 5 April 2010 yang ditutup di level 2.887,246.

Seiring dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun melejit tinggi. Pada penutupan tahun 2009, nilai kapitalisasi pasar seluruh saham masih sebesar Rp 2.019,00 triliun.

Pada perdagangan kemarin, kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI telah meningkat Rp 325 triliun (16,09%) menjadi Rp 2.344,00 triliun.

Nilai rata-rata transaksi harian pun meningkat cukup besar. Pada penutupan akhir tahun 2009, nilai rata-rata transaksi harian masih di level Rp 4,046 triliun. Pada perdagangan kemarin, nilai rata-rata harian telah meningkat Rp 302 miliar (7,46%) menjadi Rp 4,348 triliun per hari.

Tren penguatan IHSG diperkirakan masih terus berlanjut hingga akhir semester I-2010. Analis memprediksi level IHSG bisa menembus level 3.000 dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: detikcom

 

sejarah ciben mo dihapus, ihsg bergerak:130410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:26 am

Pernyataan Obama Bikin IHSG Loyo
Selasa, 13 April 2010 – 12:08 wib

Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pertama ditutup melemah mengikuti pergerakan bursa di kawasan Asia, kendati pagi tadi bursa global mencetak angka yang bagus.

IHSG, Selasa (12/4/2010) siang terpantau melemah 11,64 poin atau setara dengan 0,40 persen ke posisi 2.869,69. Nilai transaksi pun tercatat sebanyak Rp2,08 triliun dengan volume sebesar 2,84 miliar lembar saham.

Sementara sebanyak 116 saham melemah, 62 saham menguat, dan 75 saham tidak mengalami perubahan. Indeks LQ45 pun melemah 1,94 poin ke 556,36 dan begitu juga JII turun tipis 1,95 ke level 459,72.

Kendati tipis, pelemahan IHSG kali ini didukung oleh pergerakan saham di kawasan Asia yang terpantau memerah seperti indeks Nikkei turun 130,37 poin ke 11.121,53, indeks Hang Seng turun 124,39 menjadi 22.013,78, serta Straits Times terkoreksi 15,16 poin ke 2.962,01.

Pelemahan tersebut pun disinyalir karena adanya desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang meminta Presiden China Hu Jintao untuk mengadopsi kebijakan nilai tukar yuan yang lebih berorientasi pasar. Permintaan ini dikemukakan saat pertemuan antara keduanya di Washington Senin waktu setempat.

Saham-saham di beberapa sektor pun tercatat mengalami pergerakan mixed yang secara tak langsung mendukung pelemahan IHSG, di mana saham dari sektor unggulan seperti sektor pertambangan dan perkebunan tercatat melempem. Selebihnya, hanya saham infrastruktur, konsumer, dan perdagangan saja yang menguat.

Sementara saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp250 ke Rp15.100, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 ke Rp12.450, PT Indosprings Tbk (INDS) naik Rp250 ke Rp3.050, serta PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp150 menjadi Rp3.650.

Sementara saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp800 ke Rp43.750, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 ke Rp24.400, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp300 ke Rp27.300, dan PT Smart Tbk (SMAR) turun Rp250 ke Rp3.500.
(ade)

Prediksi saham: Indeks bakal terkoreksi
Selasa, 13/04/2010 06:00:25 WIBOleh:
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksikan mengalami koreksi mengingat pasar telah menunjukkan pola bearish divergence.

Analis PT eTrading Securities Ishfan Helmy Arsad mengatakan analisis teknikal menunjukkan kenaikan IHSG kemarin diikuti dengan pola bearish convergence.

“Pola ini dapat dilihat ketika posisi indeks naik tapi sejumlah indikator justru menunjukkan penurunan. Pola ini sudah terlihat sejak pekan lalu. Kemungkinan indeks akan terkoreksi,” ujarnya, kemarin.

Ishfan menambahkan performa indeks pada hari ini juga akan ditentukan oleh hasil penutupan indeks Dow Jones, Amerika Serikat. Berbarengan dengan musim penerbitan laporan keuangan, pasar akan mencermati realisasi kinerja para emiten.

“Pasar AS sangat sensitif terhadap rumor jangka pendek dan konsensus yang sudah diproyeksikan sebelumnya. Perolehan emiten-emiten yang tidak melampaui konsensus akan sangat berpengaruh terhadap psikologi pasar. Memerahnya indeks Dow Jones akan mengerek turun IHSG,” katanya.

Saham-saham lapis kedua, menurutnya, mampu menopang koreksi indeks mengingat jika pasar terkoreksi maka para investor, khususnya investor asing akan mengerem transaksi pada saham-saham papan atas dan beralih ke saham lapis kedua.

IHSG kemarin ditutup naik untuk yang pertama kalinya sejak tiga hari terakhir sebesar 36,32 poin atau 1,28% ke posisi 2.881,33. Dari 399 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 115 saham harganya menguat, 86 saham harganya menurun, dan 196 saham stagnan.

Secara individual, saham Bank Central Asia menjadi penggerak indeks dengan memberikan kontribusi 7,81 poin. Saham lain yang juga memberikan kontribusi kenaikan indeks a.l. Bank Rakyat Indonesia 7,03 poin, Bank Mandiri 5,31 poin, dan Astra International 5,18.

Harga saham Bank Central Asia naik Rp300 atau 5,41% ke Rp5.850, saham Bank Rakyat Indonesia naik 6,13% ke level Rp8.650, Bank Mandiri naik Rp250 atau 4,95% ke level Rp5.300, dan saham Astra International naik Rp1.100 atau 2,53% ke level Rp44.550.

Kenaikan indeks terhambat oleh penurunan saham Telekomunikasi Indonesia sebesar 2,58 poin, Bumi Resources 1,86 poin, Jasa Marga 0,74 poin, dan Bank International Indonesia sebesar 0,71 poin.

Sektor keuangan jadi penggerak indeks dengan memberi kontribusi 74,01%, diikuti aneka industri 16,03%, perdagangan 7,03%, dan barang konsumsi 3,67%. Sektor yang menggerus indeks yaitu konstruksi, properti, dan real estate serta infrastruktur, utilitas, dan transportasi

Sebagian besar bursa Asia menunjukkan peningkatan. Kenaikan didorong paket penyelamatan dari Uni Eropa sebesar US$61 miliar untuk Yunani yang menghapus kekhawatiran atas kebijakan pengetatan pinjaman di China.(htr)
Selasa, 13/04/2010 08:30 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Disapa Profit Taking
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tajam, bersamaan dengan penguatan bursa-bursa regional lainnya. Saham-saham unggulan kembali menguat setelah pada pekan lalu mengalami koreksi.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG ditutup menguat 36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333. Indeks LQ 45 juga naik 8,305 poin (1,50%) ke level 558,302.

Setelah penguatan yang tajam, kini posisi IHSG mulai goyah. Investor akan melakukan aksi profit taking dengan memanfaatkan sentimen bursa regional yang mixed pada hari ini. IHSG pada perdagangan Selasa (13/4/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis.

Bursa Wall Street kemarin tercatat menguat tipis, namun indeks Dow Jones akhirnya berhasil menembus level 11.000. Ekspektasi membaiknya laporan keuangan membuat investor kembali berani memburu saham-saham sektor finansial, energi dan industri.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), indeks Dow Jones ditutup naik tipis 8,62 poin (0,08%) ke level 11.005,97. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik 2,11 poin (0,18%) ke level 1.196,48 dan Nasdaq naik 3,82 poin (0,16%) ke level 2.457,87.

Sementara Bursa Jepang dibuka langsung terkena koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 67,51 poin (0,60%) ke level 11.184,39.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada awal perdagangan minggu ini IHSG ditutup menguat 36 point (+1.28%) dengan tercatat asing melakukan net sell sebesar 201 milliar, yang menjadi pendorong penguatan IHSG pada hari ini adalah saham ASII dan sector bangking sehingga kita ditutup menguat. Penguatan ini dikarenakan sentiment positif dimana Yunani mendapat pinjaman sebesar 45 milliar Euro. Secara chart IHSG telah membuat reversal pattern yang dikonfirmasi pada perdagangan hari ini tapi garis trend ini merupakan garis trend jangka pendek sehingga jika kita lihat kisaran IHSG berada pada area 2850 – 2900 dengan saham-saham yang perlu diperhatikan BBRI, BMRI, BBTN, UNTR.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak menguat tajam menyusul aksi beli terhadap saham bluechip. Investor masih optimis bahwa perekonomian Indonesia masih akan tumbuh kuat hingga akhir tahun nanti. Selain itu investor juga berpandangan bursa Indonesia masih belum bubble karena didukung oleh stabilnya politik dan ekonomi nasional. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed menguat didukung oleh pergerakan saham pertambangan, infrastrutkur serta perbankan. Kisaran support-resistance hari ini 2.872-2.905.

(qom/qom)
13/04/2010 – 06:44
Jual Saham ‘Big Cap’, Buru Lapis Kedua
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/4) diprediksikan menguat. Investor disarankan melepas saham berkapitalisasi besar dan membeli saham lapis dua, seperti DOID dan AKRA.

Analis AM Capital Suryadi Chandra Kasih memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan menguat. Hal ini akibat koreksi tertunda yang seharusnya terjadi pada awal pekan ini. Sebab sektor finansial menopang penguatan IHSG kemarin. “Hari ini sektor perbankan juga masih menguat,” paparnya ketika dihubungi INILAH.COM, Senin (12/4) petang.

Saham perbankan pada perdagangan kemarin mengalami penguatan, karena ekspektasi Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 6,5%. Selain itu juga terimbas turunnya pertumbuhan kredit perbankan dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 20% sepanjang tahun ini. Dengan pertumbuhan kredit yang tinggi, maka sejumlah sekuritas akan merevisi prediksi earning perbankan. Jika direvisi naik, maka price by volume (PBV) akan turun. “Saham perbankan pun berpotensi terus menjadi penopang IHSG,” lanjutnya.

Namun, lanjut Suryadi, untuk jangka pendek, bursa masih mengalami konsolidasi. Ini berarti, masih akan ada koreksi, meski tipis. Hal ini disebabkan aksi ambil untung di sejumlah saham yang overbought. Menurutnya, koreksi seharusnya terjadi pada awal pekan. “Namun karena hampir semua saham kawasan Asia menguat, IHSG pun mengikuti pergerakan kawasan Asia,” katanya.

Pada kondisi seperti ini, Suryadi menyarankan investor ikut arus pasar untuk profit taking di saham berkapitalisasi besar. Menurutnya, investor baru bisa melakukan buy on weakness, jika saatnya tepat, “Yakni ketika pasar mencoba menembus level 2.800-an atau terjadi koreksi yang cukup dalam,” ulasnya.

Di tengah kondisi ini, Suryadi merekomendasikan beberapa saham lapis kedua seperti efek PT Delta Dunia (DOID) dan PT AKR Corporindo (AKRA). “Beli saham-saham ini untuk trading harian,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (12/4), IHSG ditutup menguat36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,823 miliar lembar saham, senilai Rp5,527 triliun dan frekuensi 125.706 kali. Sebanyak 131 saham naik, 87 saham turun dan 73 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp1.100 ke Rp44.550, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp550 ke Rp24.750, PT Indo Tambang (ITMG) naik Rp450 ke Rp38.200, PT Bukit Asam (PTBA) menguat Rp100 menjadi Rp17.750 dan PT Indika Energy (INDY) menguat Rp75 di posisi Rp3.200.

Sedangkan saham perbankan yang menguat antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp500 ke Rp8.650, PT Bank Central Asia (BBCA) terangkat Rp300 menjadi Rp5.850, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 5.300, serta Bank Danamon (BDMN) naik Rp150 ke Rp5.300.

Adapun emiten-emiten yang melemah antara lain PT Goodyear (GDYR) turun Rp200 menjadi Rp14.050, PT XL Axiata (EXCL) terkoreksi Rp100 ke Rp3.500, PT Bumi Resources (BUMI) anjlok Rp100 ke Rp2.400, serta PT Jasa Marga (JSMR) turun Rp75 ke Rp1.950. [ast/mdr]

 

kecepatan perubahan (momentum) dalam transaksi : 130410

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 7:09 am

Rate of change technical indicator

Rate of Change (ROC)
The Rate of Change (ROC) indicator measures the percentage change of the current price as compared to the price a certain number of periods ago. The ROC indicator can be used to confirm price moves or detect divergences; it can also be used as a guide for determining overbought and oversold conditions. The formula for Rate of Change is expressed below:

[(Current Price / Price n periods ago) – 1] x 100
Generally, the Rate of Change is calculated based on 14-periods for input n, but of course can be modified to any trader preferred period. A chart of the Nasdaq 100 ETF (QQQQ) is shown below with the 14-day Rate of Change indicator:

Calculating Rate of Change
The right side of the chart of the QQQQ’s shows how the Rate of Change is calculated. The closing price on Day #14 was divided by the closing price 14-days ago on Day #1 which netted 1.0467. One was then subtracted to get .0467 and then it was multiplied by 100 to get 4.67. That means there was a 4.67% increase in the price of the QQQQ’s over the 14-day period highlighted in the chart.

Numerous Uses of the Rate of Change Indicator
The Rate of Change indicator can be used to confirm price moves or detect divergences and can be used as a guide for determining overbought and oversold conditions.

Rate of Change as a Confirmation Tool
An example of the ROC indicator confirming price action occurred from Low #1 to Low #2: the stock price of the QQQQ’s made higher lows, generally a bullish sign; likewise, the Rate of Change indicator confirmed price action and made higher lows as well.

Rate of Change as an Overbought & Oversold Indicator
In the chart above, when the Rate of Change indicator surpassed the +3% mark, it would have been inadvisable to buy, as prices were in an overbought area; looking for sell signals would be more advisable. Similarly when the ROC entered oversold areas, it would not be smart to sell, as most of the downward move had been made, rather buy signals should be sought.

The Rate of Change (ROC) indicator is a helpful technical analysis tool for confirming price movements, detecting divergences, and determing levels of overbought and oversold. A similar indicator that should be investigated is the Momentum indicator (see: Momentum).

To learn about applying the concept of Rate of Change to volume see: Volume Rate of Change.

… informasi yang lebe sederhana dan praktis menurut pengalaman gw:

Rate of change indicator

The Rate of Change indicator (ROC) is a way of showing how rapidly the price of a particular share (or other financial instrument) is moving.

The theory is that if a price is rising (or falling) very quickly there will soon come a time when it is thought to be overbought (or oversold). When this occurs the price may still continue to rise (or fall), but not as rapidly as it was before.

This oscillator always has a value between 0 and 10 and is calculated from the average of all price rises in a given period divided by the average of all price falls in the same period. Again the choice of period is arbitrary and dependent on your position in the markets.

The rate of change indicator is :

ROC = 100 – 100/(1+X)
where X = (average of price rises) / (average of price falls)

The neutral position of this oscillator is at 50; if it rises above 50, the instrument is becoming overbought, if it falls below it is becoming oversold. Critical levels exist at 75 and 25. An ROC above or below these levels indicates the instrument is very overbought or very oversold, and a price reversal is imminent.

The charts below show the share price of Guardian Royal Exchange (top) and the ROC oscillator (bottom). Note how the Sell and Buy prompts at ROCs of 75 and 25 respectively would have resulted in handsome profits.

… kalo elo mengerti bahasa inggris, silakan baca2 di situs ini : http://www.incademy.com/pages/subject_index.htm?ginPtrCode=10002#Beginners