1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sejarah ciben mo dihapus, ihsg bergerak:130410 13 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:26 am

Pernyataan Obama Bikin IHSG Loyo
Selasa, 13 April 2010 – 12:08 wib

Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi pertama ditutup melemah mengikuti pergerakan bursa di kawasan Asia, kendati pagi tadi bursa global mencetak angka yang bagus.

IHSG, Selasa (12/4/2010) siang terpantau melemah 11,64 poin atau setara dengan 0,40 persen ke posisi 2.869,69. Nilai transaksi pun tercatat sebanyak Rp2,08 triliun dengan volume sebesar 2,84 miliar lembar saham.

Sementara sebanyak 116 saham melemah, 62 saham menguat, dan 75 saham tidak mengalami perubahan. Indeks LQ45 pun melemah 1,94 poin ke 556,36 dan begitu juga JII turun tipis 1,95 ke level 459,72.

Kendati tipis, pelemahan IHSG kali ini didukung oleh pergerakan saham di kawasan Asia yang terpantau memerah seperti indeks Nikkei turun 130,37 poin ke 11.121,53, indeks Hang Seng turun 124,39 menjadi 22.013,78, serta Straits Times terkoreksi 15,16 poin ke 2.962,01.

Pelemahan tersebut pun disinyalir karena adanya desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang meminta Presiden China Hu Jintao untuk mengadopsi kebijakan nilai tukar yuan yang lebih berorientasi pasar. Permintaan ini dikemukakan saat pertemuan antara keduanya di Washington Senin waktu setempat.

Saham-saham di beberapa sektor pun tercatat mengalami pergerakan mixed yang secara tak langsung mendukung pelemahan IHSG, di mana saham dari sektor unggulan seperti sektor pertambangan dan perkebunan tercatat melempem. Selebihnya, hanya saham infrastruktur, konsumer, dan perdagangan saja yang menguat.

Sementara saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp250 ke Rp15.100, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp250 ke Rp12.450, PT Indosprings Tbk (INDS) naik Rp250 ke Rp3.050, serta PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) naik Rp150 menjadi Rp3.650.

Sementara saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp800 ke Rp43.750, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 ke Rp24.400, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp300 ke Rp27.300, dan PT Smart Tbk (SMAR) turun Rp250 ke Rp3.500.
(ade)

Prediksi saham: Indeks bakal terkoreksi
Selasa, 13/04/2010 06:00:25 WIBOleh:
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksikan mengalami koreksi mengingat pasar telah menunjukkan pola bearish divergence.

Analis PT eTrading Securities Ishfan Helmy Arsad mengatakan analisis teknikal menunjukkan kenaikan IHSG kemarin diikuti dengan pola bearish convergence.

“Pola ini dapat dilihat ketika posisi indeks naik tapi sejumlah indikator justru menunjukkan penurunan. Pola ini sudah terlihat sejak pekan lalu. Kemungkinan indeks akan terkoreksi,” ujarnya, kemarin.

Ishfan menambahkan performa indeks pada hari ini juga akan ditentukan oleh hasil penutupan indeks Dow Jones, Amerika Serikat. Berbarengan dengan musim penerbitan laporan keuangan, pasar akan mencermati realisasi kinerja para emiten.

“Pasar AS sangat sensitif terhadap rumor jangka pendek dan konsensus yang sudah diproyeksikan sebelumnya. Perolehan emiten-emiten yang tidak melampaui konsensus akan sangat berpengaruh terhadap psikologi pasar. Memerahnya indeks Dow Jones akan mengerek turun IHSG,” katanya.

Saham-saham lapis kedua, menurutnya, mampu menopang koreksi indeks mengingat jika pasar terkoreksi maka para investor, khususnya investor asing akan mengerem transaksi pada saham-saham papan atas dan beralih ke saham lapis kedua.

IHSG kemarin ditutup naik untuk yang pertama kalinya sejak tiga hari terakhir sebesar 36,32 poin atau 1,28% ke posisi 2.881,33. Dari 399 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 115 saham harganya menguat, 86 saham harganya menurun, dan 196 saham stagnan.

Secara individual, saham Bank Central Asia menjadi penggerak indeks dengan memberikan kontribusi 7,81 poin. Saham lain yang juga memberikan kontribusi kenaikan indeks a.l. Bank Rakyat Indonesia 7,03 poin, Bank Mandiri 5,31 poin, dan Astra International 5,18.

Harga saham Bank Central Asia naik Rp300 atau 5,41% ke Rp5.850, saham Bank Rakyat Indonesia naik 6,13% ke level Rp8.650, Bank Mandiri naik Rp250 atau 4,95% ke level Rp5.300, dan saham Astra International naik Rp1.100 atau 2,53% ke level Rp44.550.

Kenaikan indeks terhambat oleh penurunan saham Telekomunikasi Indonesia sebesar 2,58 poin, Bumi Resources 1,86 poin, Jasa Marga 0,74 poin, dan Bank International Indonesia sebesar 0,71 poin.

Sektor keuangan jadi penggerak indeks dengan memberi kontribusi 74,01%, diikuti aneka industri 16,03%, perdagangan 7,03%, dan barang konsumsi 3,67%. Sektor yang menggerus indeks yaitu konstruksi, properti, dan real estate serta infrastruktur, utilitas, dan transportasi

Sebagian besar bursa Asia menunjukkan peningkatan. Kenaikan didorong paket penyelamatan dari Uni Eropa sebesar US$61 miliar untuk Yunani yang menghapus kekhawatiran atas kebijakan pengetatan pinjaman di China.(htr)
Selasa, 13/04/2010 08:30 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Disapa Profit Taking
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tajam, bersamaan dengan penguatan bursa-bursa regional lainnya. Saham-saham unggulan kembali menguat setelah pada pekan lalu mengalami koreksi.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), IHSG ditutup menguat 36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333. Indeks LQ 45 juga naik 8,305 poin (1,50%) ke level 558,302.

Setelah penguatan yang tajam, kini posisi IHSG mulai goyah. Investor akan melakukan aksi profit taking dengan memanfaatkan sentimen bursa regional yang mixed pada hari ini. IHSG pada perdagangan Selasa (13/4/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis.

Bursa Wall Street kemarin tercatat menguat tipis, namun indeks Dow Jones akhirnya berhasil menembus level 11.000. Ekspektasi membaiknya laporan keuangan membuat investor kembali berani memburu saham-saham sektor finansial, energi dan industri.

Pada perdagangan Senin (12/4/2010), indeks Dow Jones ditutup naik tipis 8,62 poin (0,08%) ke level 11.005,97. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik 2,11 poin (0,18%) ke level 1.196,48 dan Nasdaq naik 3,82 poin (0,16%) ke level 2.457,87.

Sementara Bursa Jepang dibuka langsung terkena koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 67,51 poin (0,60%) ke level 11.184,39.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada awal perdagangan minggu ini IHSG ditutup menguat 36 point (+1.28%) dengan tercatat asing melakukan net sell sebesar 201 milliar, yang menjadi pendorong penguatan IHSG pada hari ini adalah saham ASII dan sector bangking sehingga kita ditutup menguat. Penguatan ini dikarenakan sentiment positif dimana Yunani mendapat pinjaman sebesar 45 milliar Euro. Secara chart IHSG telah membuat reversal pattern yang dikonfirmasi pada perdagangan hari ini tapi garis trend ini merupakan garis trend jangka pendek sehingga jika kita lihat kisaran IHSG berada pada area 2850 – 2900 dengan saham-saham yang perlu diperhatikan BBRI, BMRI, BBTN, UNTR.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak menguat tajam menyusul aksi beli terhadap saham bluechip. Investor masih optimis bahwa perekonomian Indonesia masih akan tumbuh kuat hingga akhir tahun nanti. Selain itu investor juga berpandangan bursa Indonesia masih belum bubble karena didukung oleh stabilnya politik dan ekonomi nasional. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed menguat didukung oleh pergerakan saham pertambangan, infrastrutkur serta perbankan. Kisaran support-resistance hari ini 2.872-2.905.

(qom/qom)
13/04/2010 – 06:44
Jual Saham ‘Big Cap’, Buru Lapis Kedua
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (13/4) diprediksikan menguat. Investor disarankan melepas saham berkapitalisasi besar dan membeli saham lapis dua, seperti DOID dan AKRA.

Analis AM Capital Suryadi Chandra Kasih memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan menguat. Hal ini akibat koreksi tertunda yang seharusnya terjadi pada awal pekan ini. Sebab sektor finansial menopang penguatan IHSG kemarin. “Hari ini sektor perbankan juga masih menguat,” paparnya ketika dihubungi INILAH.COM, Senin (12/4) petang.

Saham perbankan pada perdagangan kemarin mengalami penguatan, karena ekspektasi Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 6,5%. Selain itu juga terimbas turunnya pertumbuhan kredit perbankan dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 20% sepanjang tahun ini. Dengan pertumbuhan kredit yang tinggi, maka sejumlah sekuritas akan merevisi prediksi earning perbankan. Jika direvisi naik, maka price by volume (PBV) akan turun. “Saham perbankan pun berpotensi terus menjadi penopang IHSG,” lanjutnya.

Namun, lanjut Suryadi, untuk jangka pendek, bursa masih mengalami konsolidasi. Ini berarti, masih akan ada koreksi, meski tipis. Hal ini disebabkan aksi ambil untung di sejumlah saham yang overbought. Menurutnya, koreksi seharusnya terjadi pada awal pekan. “Namun karena hampir semua saham kawasan Asia menguat, IHSG pun mengikuti pergerakan kawasan Asia,” katanya.

Pada kondisi seperti ini, Suryadi menyarankan investor ikut arus pasar untuk profit taking di saham berkapitalisasi besar. Menurutnya, investor baru bisa melakukan buy on weakness, jika saatnya tepat, “Yakni ketika pasar mencoba menembus level 2.800-an atau terjadi koreksi yang cukup dalam,” ulasnya.

Di tengah kondisi ini, Suryadi merekomendasikan beberapa saham lapis kedua seperti efek PT Delta Dunia (DOID) dan PT AKR Corporindo (AKRA). “Beli saham-saham ini untuk trading harian,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (12/4), IHSG ditutup menguat36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,823 miliar lembar saham, senilai Rp5,527 triliun dan frekuensi 125.706 kali. Sebanyak 131 saham naik, 87 saham turun dan 73 saham stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp1.100 ke Rp44.550, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp550 ke Rp24.750, PT Indo Tambang (ITMG) naik Rp450 ke Rp38.200, PT Bukit Asam (PTBA) menguat Rp100 menjadi Rp17.750 dan PT Indika Energy (INDY) menguat Rp75 di posisi Rp3.200.

Sedangkan saham perbankan yang menguat antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp500 ke Rp8.650, PT Bank Central Asia (BBCA) terangkat Rp300 menjadi Rp5.850, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 5.300, serta Bank Danamon (BDMN) naik Rp150 ke Rp5.300.

Adapun emiten-emiten yang melemah antara lain PT Goodyear (GDYR) turun Rp200 menjadi Rp14.050, PT XL Axiata (EXCL) terkoreksi Rp100 ke Rp3.500, PT Bumi Resources (BUMI) anjlok Rp100 ke Rp2.400, serta PT Jasa Marga (JSMR) turun Rp75 ke Rp1.950. [ast/mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s