1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

140410: maju tak gentar … 14 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:12 am

Rabu, 14 April 2010 | 16:15

BURSA SAHAM

Aksi Ambil Untung Menggerus Penguatan IHSG

JAKARTA. Aksi untung menjelang penutupan pasar membuat indeks hanya naik tipis. Pada penutupan perdagangan hari ini (14/4), Indeks Harga Saham Gabungan hanya beringsut 0,01% menjadi 2.885,01.

Indeks sempat melemah di detik-detik akhir penutupan bursa. Ketika itu indeks sudah berada di level 2.880,68 atau turun 0,14%. Padahal, sebelumnya, indeks empat menguat hingga ke posisi 2.889,69.

Aksi ambil untung ini terjadi dalam perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA).

Harga saham BUMI sendiri tak berubah. Pada akhir perdagangan banderolnya tetap sebesar Rp 2.400 per saham.

Sementara saham BLTA mengalami kenaikan harga sebesar 1,54% menjadi Rp 660 per saham.

Total perdagangan hari ini mencapai Rp 4,9 triliun. Sebanyak 113 saham mengalami kenaikan harga, 83 menurun dan 67 tak berubah.

Saham yang mengalami kenaikan cukup besar yakni saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Harga saham produsen rokok ini naik 1,29% menjadi Rp 27.500. Selain itu harga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 1,61% menjadi Rp 300.

Sementara saham lapis kedua dan ketiga yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RMBS). Harga RMBS melonjak 33,77% menjadi Rp 103.

Selain itu ada juga saham PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL). Harga saham perusahaan jasa konstruksi ini melonjak 24,39% menjadi Rp 255 per saham.

Edy Can
kontan
IHSG Kembali Dekati 2.900
Rabu, 14 April 2010 | 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (14/4/2010) kembali melaju di jalur hijau. Indeks harga saham gabungan secara perlahan mulai kembali mendekati level psiklogis 2.900.

Pukul 09.45, sesi pertama naik 0,34 persen atau 9,87 poin menjadi 2.894,57. Sektor infrastruktur dan komoditas menjadi penopang indeks di awal sesi ini.

Sementara itu, indeks Kompas100 menguat 0,38 persen, indeks LQ45 meningkat 0,50 persen, dan Jakarta Islamic Index naik 0,31 persen.

Kemarin IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0,11 persen, di tengah tekanan profit taking terhadap saham bluechip dan melemahnya bursa regional.

“Kenaikan tipis ini didorong oleh naiknya saham pertambangan dan second liner. Di sisi lain, kami melihat kecenderungan bahwa indeks akan bergerak konsolidasi. Hari ini kami perkirakan hal itu akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.870-2.900,” sebut analis Riset Panin Sekuritas.
Rabu, 14/04/2010 07:03 WIB
Dow Jones Bertahan di Atas 11.000
Nurul Qomariyah – detikFinance

New York – Indeks Dow Jones ditutup masih bertahan di atas level 11.000. Namun penguatan saham-saham di bursa Wall Street mulai seret karena investor menantikan keluarnya laporan keuangan bank-bank besar dan sektor teknologi.

Setelah indeks Standard & Poor’s 500 menguat hingga 40% selama setahun terakhir, sejumlah analis mengatakan penguatan saham-saham menjelang musim laporan keuangna akan minimal. Ini karena saham-saham cenderung untuk memburuk pada periode musim laporan keuangan setelah menguat untuk mengantisipasi membaiknya laporan keuangan.

Pada perdagangan Selasa (13/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 13 poin (0,12%) ke level 11.019,42. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik tipis 0,81 poin (0,07%) ke level 1.197,29 dan Nasdaq naik tipis 8,12 poin (0,33%) ke level 2.465,99.

Saham Alcoa yang sempat melesat akhirnya terkoreksi 3,2% setelah produsen aluminium itu melaporkan pendapatan yang meleset dari ekspektasi.

“Alcoa hanya satu perusahaan, tapi jika itu normal, maka akan ada sejumlah resistensi,” ujar Paul Kasriel, senior vice president dari Northern Trust seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/4/2010).

Beberapa perusahaan besar yang akan mengeluarkan laporan keuangannya pada pekan ini adalah JPMorgan Chase & Co, Google Inc dan Bank of America Corp.

Perdagangan saham cukup ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,17 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil ditutup menguat tipis berkat dukungan saham-saham lapis kedua. Koreksi atas saham-saham unggulan sempat membuat IHSG terus tertekan di teritori negatif hampir sepanjang perdagangan, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis.

Pada perdagangan Selasa (13/4/2010), IHSG ditutup naik 3,367 poin (0,11%) ke level 2.884,700. Indeks LQ 45 juga naik 1,273 poin (0,22%) ke level 559,575.

IHSG pada perdagangan Rabu (14/4/2010) diprediksi akan kembali bergerak fluktuatif dan diwarnai koreksi atas sejumlah saham unggulan. Investor menilai saat ini adalah waktunya melakukan konsolidasi setelah keluarnya laporan keuangan emiten.

Bursa Wall Street kemarin juga ditutup menguat tipis, investor menantikan keluarnya sejumlah laporan keuangan perusahaan besar. Namun indeks Dow Jones masih bertahan di atas level 11.000.

Pada perdagangan Selasa (13/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 13 poin (0,12%) ke level 11.019,42. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik tipis 0,81 poin (0,07%) ke level 1.197,29 dan Nasdaq naik tipis 8,12 poin (0,33%) ke level 2.465,99.

Sementara Bursa Tokyo dibuka masih bisa menguat lagi setelah kemarin terkoreksi. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Rabu ini dengan kenaikan 72,76 poin (0,65%) ke level 11.233,99.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari senin IHSG ditutup menguat 3 point (+0.12%) dengan tercatat asing melakukan net buy sebesar 46 milliar, indeks sempat melemah hingga 2856 sebelum akhirnya rebound dan ditutup menguat terlihat pada hari ini saham yang menjadi top gainer adalah MEDC dan group bhakti dan yang menjadi top loser adalah saham- saham bluechip seperti ASII, GGRM, AALI, pada perdagangan hari selasa ini IHSG lebih banyak didominasi oleh pergerakan saham-saham second liner sehingga hal ini dapat menandakan IHSG sudah mulai mencapai puncaknya dan kemungkinan untuk koreksi sehat sangat besar.

Pada perdagangan hari ini IHSG berkisar dalam range 2850-2900 dengan saham-saham yang perlu diperhatikan seperti MEDC dan saham-saham second liner.

Panin Sekuritas:

Ditengah tekanan profit taking terhadap saham bluechip serta melemahnya bursa regional, IHSG berhasil ditutup menguat tipis +0,11%. Kenaikan tipis ini didorong oleh naiknya saham pertambangan serta second liner. Disisi lain, kami melihat kecenderungan indeks akan bergerak konsolidasi. Hari ini kami perkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.870-2.900.

Sumber: detikcom
IHSG Diproyeksikan Masih Positif
Rabu, 14 April 2010 – 07:13 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Maraknya sentimen positif yang memayungi pasar saham diharapkan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak positif pada perdagangan kali ini.

Analis saham dari Eko Kapital Cece Ridwanullah ketika dihubungi okezone menjelaskan jika data-data konomi yang ada sekarang ini akan mempngaruhi indeks saham.

Yakni kinerja ekspor-impor yang berjalan relatif tidak ada hambatan, nilai tukar rupiah diprediksi akan tetap perkasa, serta harga komuditas seperti minyak yang diprediksi masih akan bergerak stabil.

Hanya saja, hal itu akan terjadi jika indeks Dow Jones tetap berada sesuai dengan ekpetasi plakupasar di level psikologis 11.000. “Kita lihat saja nantinya bursa global,” imbuhnya, di Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Di samping itu, dia mengatakan jika bantuan Uni Eropa terhadap negara Yunani juga memberi dorongan kepada pasar saham. Dia juga mngatakan jika secara jangka panjang indeks masih sangat menjanjikan. “Kalau melihat patokan itu, dalam jangka panjang indeks masih cukup,” ucapnya.

Hanya saja, akan ada hambatan yang datang dari harga sejumlah saham sudah masuk fase overbought. Selain hal tersebut, indeks masih akan bergantung pada pergerakan bursa regional dan harga minyak dunia.

Menurutnya, indeks hari ini akan bergerak pada level support rsistance di 2.860-2910. Dengan pilihan saham antara lain PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Enegry Tbk (ADRO), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Sementara itu analisa dari Trimegah Securities mengatakan indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.851-2.889. Di mana saham pilihan antara lain BBRI dan PTBA.

Sebelumnya, IHSG, Selasa 12 April akhirnya menguat 3,37 poin atau setara dengan 0,12 persen ke posisi 2.884,7. Nilai transaksi pun tercatat sebanyak Rp4,21 triliun dengan volume sebesar 5,30 miliar lembar saham.

“Sentimen yang positif di bursa regional ternyata tidak mampu menopang laju dari IHSG, sehingga ditutup hanya menguat tipis sebesar 0,12 persen dengan pergerakan yang cenderung mix sepanjang sesi,” jelas Trimegah.

Sementara sebanyak 109 saham melemah, 93 saham menguat, dan 87 saham tidak mengalami perubahan. Indeks LQ45 pun ikut menguat 1,28 poin ke 559,58 dan begitu juga JII naik tipis 1,6 poin ke level 463,28.

Penguatan IHSG kali ini didukung oleh saham-saham di beberapa sektor seperti di sektor pertambangan yang memimpin penguatan sebesar 34,57 poin. Walaupun sektor perkebunan tercatat melempem 29,82 poin.(ade)
IHSG pada hari ini diprediksi bergerak mixed
Rabu, 14/04/2010 06:35:17 WIBOleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi bergerak mixed mengingat analisis teknikal menunjukkan sinyal penurunan dan kenaikan.

Analis Kresna Securities Aditiawarman mengatakan IHSG diproyeksikan bergerak dari titik topang 2.835 hingga titik resistan 2.880. Dua sektor, yaitu komoditas dan barang konsumsi diperkirakan berpeluang menopang indeks.

Tren harga komoditas terus menunjukkan kenaikan. Para investor masih berniat untuk memburu saham-saham di sektor ini. Sektor barang konsumsi juga akan dicari ketika margin untuk sektor-sektor yang lain turun,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

IHSG kemarin ditutup menguat 3,37 poin atau 0,12% ke level 2.884,70. Dari 399 saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 83 saham harganya naik, 113 turun, dan 203 saham tidak bergerak dari posisi penutupan sebelumnya.

Secara individual, saham-saham seperti Perusahaan Gas Negara, Unilever Indonesia, International Nickel Indonesia, dan Indocement Tungal Perkasa menguat dan menjadi pendorong indeks.

Saham Perusahaan Gas Negara naik Rp125 atau 3,18% ke Rp4.050, Unilever Indonesia naik Rp300 atau 2,40% ke Rp12.500, International Nickel Indonesia naik Rp225 atau 4,79% ke Rp4.925, dan Indocement Tunggal Prakarsa naik Rp500 atau 3,37% ke Rp15.350.

Adapun, saham penurun indeks adalah Bank Central Asia yang turun Rp150 atau 2,56% ke Rp5.700, Astra International turun Rp650 atau 1,46% ke Rp43.900, Bank Mandiri turun Rp50 atau 0,94% ke Rp5.250, dan Gudang Garam turun Rp450 atau 1,63% ke Rp27.150.

Sektor pertambangan menjadi motor penggerak indeks dengan memberi kontribusi sebesar 170,13%, diikuti sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi 121,61%, industri dasar dan kimia 88,54%, barang konsumsi 71,62%, serta perdagangan dan jasa 40,17%. (ln)
PREDIKSI
IHSG cenderung bergerak mixed

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi bergerak mixed mengingat analisis teknikal menunjukkan sinyal penurunan dan kenaikan.
Analis Kresna Securities Aditiawarman mengatakan IHSG diproyeksikan bergerak dari titik topang 2.835 hingga titik resistan 2.880. Dua sektor, yaitu komoditas dan barang konsumsi diperkirakan berpeluang menopang indeks.

“Tren harga komoditas terus menunjukkan kenaikan. Para investor masih berniat untuk memburu saham-saham di sektor ini. Sektor barang konsumsi juga akan dicari ketika margin untuk sektor-sektor yang lain turun,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

IHSG kemarin ditutup menguat 3,37 poin atau 0,12% ke level 2.884,70. Dari 399 saham yang melantai di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 83 saham harganya naik, 113 turun, dan 203 saham tidak bergerak dari posisi penutupan sebelumnya.

Secara individual, saham-saham seperti Perusahaan Gas Negara, Unilever Indonesia, International Nickel Indonesia, dan Indocement Tungal Perkasa menguat dan menjadi pendorong indeks.

Saham Perusahaan Gas Negara naik Rp125 atau 3,18% ke Rp4.050, Unilever Indonesia naik Rp300 atau 2,40% ke Rp12.500, International Nickel Indonesia naik Rp225 atau 4,79% ke Rp4.925, dan Indocement Tunggal Prakarsa naik Rp500 atau 3,37% ke Rp15.350.

Adapun, saham penurun indeks adalah Bank Central Asia yang turun Rp150 atau 2,56% ke Rp5.700, Astra International turun Rp650 atau 1,46% ke Rp43.900, Bank Mandiri turun Rp50 atau 0,94% ke Rp5.250, dan Gudang Garam turun Rp450 atau 1,63% ke Rp27.150.

Sektor pertambangan menjadi motor penggerak indeks dengan memberi kontribusi sebesar 170,13%, diikuti sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi 121,61%, industri dasar dan kimia 88,54%, barang konsumsi 71,62%, serta perdagangan dan jasa 40,17%.

Oleh Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s