1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

$0r0$ talk$, market$ li$ten … 160410 16 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:15 pm

16/04/2010 – 16:00
George Soros Peringatkan Utang Spiral Yunani

George Soros
(istimewa)
INILAH.COM, London – George Soros memperingatkan bahwa paket penyelamatan Negara Eropa dan IMF untuk Yunani mungkin tidak cukup.

Reuters menyampaikan investor legendaris yang memaksa Poundsterling keluar dari Mekanisme Kurs pada tahun 1992 ini yakin paket penyelamatan hanya langkah kecil yang tidak dapat menghentikan Athena untuk jatuh ke utang spiral.

Dalam komentarnya kepada AFP di London, Soros mengatakan bahwa saat bunga 5%, di mana Uni Eropa bersedia memberikan pinjaman ke Yunani adalah lebih baik dari pasar yang bersedia menawarkan … paket penyelamatan harus menawarkan konsesi tarif. “Uni Eropa sekarang harus menempatkan mekanisme keamanan yang akan memungkinkan Yunani dan anggota lain dari zona euro untuk meminjam dalam kondisi yang menguntungkan,” ujar Soros.

Pandangan ini biasa di kalangan investor, Jane Foley, direktur riset Forex.com, mengatakan kepada Squawk Box Europe. Foley percaya bahwa fundamental ekonomi Yunani adalah buruk dan yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka bisa meminjam di spread yang rendah dalam waktu lama untuk membangun krisis kredit. “Melihat dasar-dasar yang perlu Anda tanyakan bagaimana pasar memungkinkan Yunani untuk lolos dengan ini begitu lama,” katanya.

Yunani mengejutkan pasar tahun lalu ketika mengakui telah berbohong tentang defisitnya untuk membuatnya sesuai dengan aturan zona euro. Analis telah menunjukkan bahwa ini mengguncang keyakinan tidak hanya di Yunani tetapi juga di zona euro. Foley percaya ada ruang untuk tekanan jangka panjang terhadap euro, kecuali orang-orang Yunani dapat memotong pengeluaran besar dan berada dalam posisi yang lebih baik tahun depan atau saat resesi berikutnya terjadi. Tanpa mengurangi pengeluaran, Foley memprediksi Yunani akan berjuang untuk menjual treasury jangka panjang (5 tahun) dan utang 10 tahun di pasar untuk skeptisisme tentang prospek default dalam jangka menengah. [cms]
IMF: Krisis Tahap Baru Naikkan Utang Publik
Rabu, 21 April 2010 – 11:08 wib

WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan krisis ekonomi global bisa memasuki “tahapan baru” berupa peningkatan utang publik yang dapat mengancam stabilitas sistem keuangan global.

Laporan dua tahunan stabilitas ekonomi IMF mengatakan bahwa bank sebenarnya mulai mendapatkan kembali pijakan di tengah pemulihan global yang baru lahir.

“Risiko terhadap stabilitas keuangan global telah mereda, seiring berjalannya pemulihan ekonomi. Tetapi keprihatinan tentang risiko utang negara maju dapat merusak stabilitas keuntungan dan memperpanjang waktu kejatuhannya kredit,” kata laporan itu seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/4/2010).

Menurut IMF, tanpa mengembalikan kesehatan keuangan dan neraca keluarga maka memburuknya keberlangsungan utang publik dapat merembet ke sistem perbankan atau lintas batas.

Dalam laporan Stablilitas Global, IMF merevisi estimasi penghapusan sebagian utang perbankan di 2010 menjadi USD,2,3 triliun dari posisi Oktober 2009 di USD2,8 triliun. Sementara penghapusan utang penuh menjadi USD1,5 triliun dari USD2,3 triliun.

Saat krisis ekonomi, utang luar negeri terus tumbuh. Sebab, banyak pemerintah negara yang harus melakukan bailout bank, menaikkan tunjangan pengangguran, dan membiayai program stimulus.

Yunani misalnya, dalam beberapa minggu terakhir berada di ambang kebangkrutan. Athena terpaksa menaikkan pajak dan memotong anggaran belanja untuk menurunkan utang pemerintah. Kekhawatiran melonjaknya utang pemerintah juga terjadi di Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

IMF memaparkan, ketika dunia berupaya menghindari tiupan depresi, risiko tetap meningkat karena kondisi pemulihan masih suram. Banyak negara maju juga sedang melakukan perbaikan neraca keuangan mereka.

“Perhatian (pemerintah) telah beralih kepada risiko utang, ini bisa mengancap stabilitas keuangan sehingga mendorong krisis kredit ke level baru. Sebab, kita mulai mencapai batas dukungan sektor publik kepada sistem keuangan dan ekonomi riil,” ujar lembaga peminjam yang bermarkas di AS tersebut.

IMF memperingatkan bahwa kekhawatiran jangka panjang tentang solvabilitas dapat menimbulkan guncangan jangka pendek di pasar pendanaan. Dan ini akan memberikan implikasi negatif untuk pemulihan kredit swasta. “Meskipun kebutuhan modal telah turun, bank tetap menghadapi berbagai tantangan,” ucap IMF.

Bank-bank di dunia membutuhkan pembiayaan jangka panjang yang cukup besar tahun ini. Sementara, investor ingin bank melakukan penambahan modal untum mengantisipasi reformasi regulasi. Investor juga tidak menginginkan semuaa kerugian dihapusbukukan.

“Semua faktor sepertinya membuat tingkat keuntungan tertekan. Seperti pada lingkungan, pemulihan kredit sektor swasta cenderung tenang karena permintaan kredit masih lemah dan suplai dibatasi,” papar IMF.

IMF menjelaskan, pemerintah-pemerintah negara maju akan menghadapi tatangan jangka pendek terberat berupa merencanakan aksi jangka menengah untuk mengontrol defisit anggaran belanja.

Aksi konsolidasi fiskal yang transparan dan reformasi struktural disebut-sebut bisa mendorong pertumbuhan karena dapat meningkatkan keyakinan publik. “Kebijakan tanggap daruran harus tersedia jika degradasi pembiayaan publik lebih besar dari yang diprediksi,” kata IMF.

Upaya lain, kata IMF, adalah memperbaiki bank-bank yang masih lemah. Langkah ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa program pengakhiran dukungan bank sentral kepada pembiayaan dan likuiditas bisa berjalan secara mulus.

“Kuncinya adalah apakah pengambil kebijakan dapat konsisten menjaga kompetisi yang lebih adil saat melakukan fungsinya dan menyelamatkan sistem perbankan,” ungkap IMF.

IMF juga mendesak agar pengambil kebijakan di dunia segera melakukan reformasi regulasi perbankan. Tidak ada yang meragukan atas kebutuhan reformasi perbankan dan mengantisipasi ambruknya institusi keuangan besar. Kebangkrutan institusi keuangan besar (too-big-to-fail) telah diyakini sebagai sumber krisis keuangan global.

“Mengatasi ketidakpastian regulasi saat ini akan membantu institusi keuangan menerapkan perencanaan yang lebih baik dan melakukan adaptasi bisnis mereka,” jelas IMF.

IMF berpendapat, reformasi harus berjalan secara seimbang, antara keamanan sistem keuangan dan memberikan inovasi dan efisiensi kepada institusi keuangan.(Achmad Senoadi/Koran SI/ade)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s