1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

aturan BARU @buy back @bei : 170410 17 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:00 am

Jumat, 16/04/2010 18:35 WIB
Bapepam Perkecil Porsi Penjualan Saham Hasil Buy Back
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Transaksi penjualan saham yang telah dibeli kembali (buy back) oleh emiten dipastikan menjadi semakin ketat. Dari sebelumnya 25% dari total keseluruhan saham yang ada dipublik yang berhak dilempar ke pasar, menjadi 20%.

Hal ini tertuang pada revisi peraturan Bapepam-LK yang baru, bernomor XI.B.2 yang mulai efektif Kamis (14/4/2010). Selain perubahan mekanisme penjualan saham buy back, dalam aturan ini juga ditetapkan mekanisme pembelian kembali saham itu sendiri, dari 25% dari total saham per hari menjadi 10%, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT).

“Penjualan saham buy back, dari 25% menjadi 20%. Alasannya untuk membatasi agar tidak terlalu banyak saham yang ada di pasar. Kalau buy back saham sendiri, tidak lagi diatur oleh Bapepam, tapi mengacu kepada UUPT, kalau tidak salah 10%,” ujar Kepala Biro Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Peraturan XI.B.2 yang baru ini didasarkan atas UU No. 40 Tahun 2007 yang sudah berlaku sebelumnya tentang UU PT. Selain pengaturan 10% dari porsi saham publik yang berhak di-buy back, juga ditetapkan bahwa perseroan hanya boleh menguasai sejumlah saham tersebut selama tiga tahun. Setelah itu, perseroan wajib menjual kembali saham buy back dengan jangka waktu dua tahun.

Waktu dua tahun dimaksudkan untuk memberi keleluasaan kepada perseroan untuk menjual saham, saat harganya di atas nilai beli. Jika tidak terjual juga, Bapepam masih memberi waktu satu tahun dan wajib hukumnya untuk menjual ke pasar. Mekanisme penjualan saham buy back ini sering dikenal dengan istilah 3-2-1.

Mekanisme ini, menurut Kepala Biro Sektor Jasa, Noor Rahman juga dimaksudkan untuk mencegah aksi “goreng saham” dari pelaku pasar modal. “Ini menjadi 3,2,1 sehingga totalnya 6 tahun,” ucapnya, saat ditemui ditempat terpisah.

Berikut perubahan pokok dalam peraturan XI.B.2:

1. Penegasan bahwa pembelian kembali saham emiten atau perusahaan publik wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS. Sedangkan pengalihan saham hasil pembelian kembali saham yang dilakukan dengan cara penjualan di BEI atau luar BEI tidak memerlukan persetujuan RUPS, dengan persyaratan harga saham yang telah diatur secara terperinci dalam peraturan ini.

2. Dalam hal emiten atau perusahaan publik telah menguasai saham hasil pembelian kembali selama tiga tahun, maka perusahaan wajib memulai mengalihkan saham dalam jangka waktu, paling lama dua tahun.

3. Dalam hal kewajiban pengalihan saham, sebagaimana dimaksud di atas, tidak dapat dilaksanakan atau belum dapat diselesaikan oleh emiten. Maka dalam jangka waktu satu tahun setelah berakhirnya jangka waktu sebagaiman dimaksud diatas, emiten wajib menyelesaikan saham dimaksud.

4. Ditetapkan pula, emiten yang sedang melaksanakan pembelian kembali saham dengan menggunakan peraturan XI.B.3, diberi kesempatan menyelesaikan pelaksanaan pembelian kembali sahamnya dalam jangka waktu tiga bulan sejak diterbitkannya peraturan ini.

(wep/ang)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s