1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bincang2 santai, sedikit berkeringat: mana investasi yg unggul… 17 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:19 am

… gw dan teman berdiskusi soal2 imbal hasil investasi dari 3 bursa finansial yaitu saham, valas, dan komoditas … well, gw bilang bahwa yang paling rumit dasar dan informasinya adalah investasi saham … karena liat aja pola 3sila investasi saham gw : global, makro, mikro, teknikal, dan imbal hasil … sementara investasi valas dan komoditas lebe mudah analisisnya yaitu mengandalkan informasi dan analisis ekonomi global, dan makro negara2 utama valas dan penghasil komoditas tertentu serta pasar komoditas utamanya … doi tampaknya maseh meragukan pandangan gw, karena menurut doi faktor teknikal dan imbal hasil juga penting … oke gw setuju, karena itu gw mengatakan faktor mikro barangkali lebe terasa bedanya pada investasi saham, namun bukan berarti pada investasi valas dan komoditas tidak penting informasi ekonomi mikro … misalnya, pada kasus kejatuhan Lehmann Bros, jelas imbas valasnya terasa sekale di global, yaitu kurs US$ malah beranjak terevaluasi (naek) secara dahsyat dan sekaligus memukul harga komoditas global termasuk minyak dan emas … itu efek ekonomi mikro yang berdampak signifikan pada pergerakan valas utama global … tapi secara umum, jelas investasi saham sangat berkaitan erat dengan informasi ekonomi mikro, yaitu informasi fundamental perusahaan2 terbuka tersebut … misalnya, macam2 informasi aksi korporasi akan mempengaruhi minat beli dan jual saham yang bersangkutan … tapi untuk investasi valas, imbasnya tidak signifikan kalo memang efek makronya dan globalnya tidak terlalu dipertimbangkan …
… berikut contoh mutakhir, sekali-sekali, kasus mikro mengguncangkan pasar global :
Pengungkapan Skandal Goldman Sach Picu Tekanan Jual
SENIN, 19 APRIL 2010 | 17:33 WIB
Besar Kecil Normal
Petugas keamanan mengawasi tiap orang yang masuk ke kantor Goldman Sachs di Manhattan, New York. AP Photo/Diane Bondareff

TEMPO Interaktif, Jakarta – Rontoknya bursa regional dan turunnya harga minyak imbas dari dugaan Goldman Sachs melakukan kecurangan kepada investornya sehingga menyulut terjadinya krisis finansial 2008 lalu.

Turunnya harga minyak US$ 1,94 (2.33 persen) menjadi US$ 81,3 per barel di pasar Asia sore ini memicu tekanan jual terhadap saham pertambangan hingga turun lebih dari 3 persen.

Alhasil, pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) tergerus 38,246 poin (1,33 persen) ke level 2.840,425 dibanding pentupan akhir pekan lalu di 2.878,671.

Bursa hari ini dilanda tekanan jual, sebanyak 160 saham harganya turun, dan hanya 53 saham yang bisa naik, serta 48 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 4,85 miliar saham senilai Rp 3,99 triliun, dan frekwensi 106 ribu kali. Investor asing kali ini mencatat penjualan bersih senilai Rp 14,76 miliar.

Analis dari PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah menjelaskan Goldman Sachs yang dituduh melakukan kecurangan oleh badan pengawas pasar modal Amerika Serikat (SEC) memicu kepanikan jual yang bersifat global. “Alhasil harga saham di bursa seluruh penjuru dunia pun langusng berguguran,” tuturnya.

Harga minyak yang turun US$ 1,94 (2,33 persen) menjadi US$ 81,3 per barel turut memperparah kejatuhan bursa global, termasuk bursa Jakarta.

Menurut Alfian, kejatuhan ini sifatnya hanya sementara, karena ekonomi Amerika Serikat juga terus mengalami perbaikan. Bila kepanikan ini mereda tidak tertutup kemungkinan bursa global akan berbalik menguat. Sehingga bisa di manfaat oleh investor bursa lokal untuk melakukan akumulasi saham di harga murah.

Namun, “Apabila skandal kecurangan Goldman Sachs ini terbukti benar akan kembali mencoreng ekonomi Negeri Abang Sam lagi dan terus memicu kepanikan bisa kembali menenggelamkan bursa globa,” paparny.

Untuk hari selasa besok pergerakan indeks akan berada dalam rentang antara 2.831 hingga 2.882.

Saham–saham yang mengalami koreksi antara lain: Indo Tambangraya anjlok Rp 1,250 menjadi Rp 38.200, Adaro turun Rp 50 ke level 2.175, Bumi Resources melemah Rp 75 menjadi Rp 2.350, PTBA merosot Rp 550 menjadi Rp 17.400, Astra Agro Lestari turun Rp 650 menjadi Rp 23.200, PP London jatuh Rp 300 ke level 9.300, INCO turun Rp 225 ke level 4.875, serta Indocement juga melemah Rp 300 menjadi Rp 14.450 per saham.

Sore ini bursa Shanghai ditutup anjlok 4,79 persen memimpin kejatuhan bursa regional, diikuti brusa Taiwan turun 3,17 persen, lalu bursa Hong Kong 2,1 persen, bursa Tokyo terkoreksi 1,74 persen, bursa seoul melemah 1,68 persen, serta bursa Singapura juga merosot 1,54 persen.

VIVA B KUSNANDAR
… lalu soal imbal hasil, gw bilang bahwa investasi saham jelas sudah menghasilkan investor kelas global model Warren Buffett, nomor tiga terkaya global … lalu investasi di valas, punya champion yaitu $0r0$, yang rangkingnya jauh di bawah Buffett … walau pun teman gw juga bilang Buffett itu tidak semata maen saham cara umum, yaitu model gw sehari-hari, tapi gw bilang juga bahwa secara spesifik Buffett pasti juga lebe sering menggunakan teknik beli dan jual saham yang bisa diberlakukan melalui jalur2 transaksi bursa saham, misalnya, lewat jalur negosiasi, non-reguler lainnya … dan tetap saja imbal hasil Buffett jauh di atas $0R0$ …
… well, gw seh cuma pengen berdiskusi dan bertukarpikiran karena yang paling penting BUKAN SIAPA YANG PALING BENAR, tapi SIAPA YANG PALING MENIKMATI HASIL MAEN SAHAM/investasinya  :)… itu yang gw kejar, tapi diskusi kaya gini juga menarik bwat gw dah … itu sebabnya gw secara isenk pernah menawarkan (ga serius lho): http://sahambumi.wordpress.com/?s=copy+darat

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s