1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

jadi, ngapain, maen, foreks, dah … 190410 19 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:16 am

Minggu, 18/04/2010 17:39 WIB
Arus Investasi Asing Tak Susut, IHSG Cetak 33 Poin Dalam Sepekan
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus mencetak poin sepanjang pekan kemarin seiring dengan terus masuknya investasi asing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi beli asing sebesar Rp 600 miliar, sedangkan IHSG naik 33 poin dalam sepekan.

Pada perdagangan 16 April 2010, IHSG ditutup di level 2.878,671, naik 33,660 poin dari penutupan pekan sebelumnya pada 9 April 2010 di level 2.845,011.

Kenaikan IHSG sepanjang pekan kemarin terutama didorong oleh penguatan saham-saham sektor pertambangan, baik saham batubara maupun saham logam yang dipimpin oleh kenaikan saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Bahkan IHSG sempat mengakhiri perdagangan 1 hari di level 2.900 pada perdagangan 15 April 2010. Penutupan ini sekaligus menjadi rekor baru IHSG dalam sejarah BEI.

Namun jika dibandingkan dengan kenaikan pada pekan sebelumnya, laju kenaikan IHSG pada pekan kemarin cenderung lambat. IHSG cenderung bergerak sideways yang memang merupakan pola yang biasa terbentuk usai rally naik yang cukup cepat. Aksi hit & run mewarnai perdagangan IHSG pekan kemarin.

Meski sempat menembus level 2.900, rupanya laju kenaikan IHSG tak mampu bertahan lama dan akhirnya kembali ditutup di bawah level 2.900. Pelemahan saham-saham sektor perkebunan menjadi kontributor terbesar dalam menahan laju kenaikan IHSG.

Indeks saham perkebunan turun 35,985 poin (1,82%) ke level 1.931,869 pada akhir pekan kemarin. Pada akhir pekan sebelumnya, indeks saham perkebunan masih di level 1.967,854.

Pelemahan indeks saham aneka industri sebesar 4,588 poin (0,63%) ke level 724,007 dari sebelumnya di level 728,595, dipicu pelemahan saham Astra International (ASII) juga ikut menahan laju IHSG.

Sedangkan indeks-indeks saham sektoral lainnya mengalami penguatan sepanjang pekan kemarin dengan rata-rata kenaikan antara 1-3% dipimpin oleh kenaikan indeks saham pertambangan yang naik 81,483 poin (3,22%) ke level 2.609,485 dari sebelumnya 2.528,002.

Indeks LQ45 juga naik 7,408 poin (1,34%) ke level 557,405 dari sebelumnya di level 549,997. Rasio kenaikan indeks LQ45 yang lebih besar dari IHSG menunjukkan adanya tekanan jual massal pada saham-saham lapis dua.

Sejumlah saham lapis dua memang mulai mengalami koreksi sepanjang pekan kemarin. Analis-analis memperkirakan, koreksi saham-saham lapis dua biasanya menandai akan terjadinya koreksi saham-saham unggulan.

Melihat adanya kenaikan tajam pada saham-saham sektor pertambangan pada pekan kemarin, boleh jadi sektor ini akan menerima tekanan jual cukup besar sepekan mendatang. Sebaliknya, saham-saham perkebunan diperkirakan bakal menjadi motor kenaikan IHSG pekan depan. Tentunya dikawal oleh penguatan saham ASII sebagai saham berkapitalisasi terbesar di BEI.

Sejumlah saham lapis dua diperkirakan bakal kembali menguat pada pekan mendatang yang akan memberikan dorongan naik bagi IHSG. Kelihatannya, perdagangan pekan mendatang akan digerakkan oleh pertarungan antara penguatan saham-saham grup Astra, perkebunan dan lapis dua, berdahapan dengan pelemahan saham-saham unggulan lainnya terutama batubara.

Arus investasi asing pun masih deras sepanjang pekan kemarin. Transaksi beli asing sepekan mencapai Rp 7,028 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 6,427 triliun. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 600 miliar sepekan kemarin.

Sementara terhitung 1-16 April 2010, aksi beli asing mencapai Rp 18,348 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 17,001 triliun. Net buy asing dalam periode ini sebesar Rp 1,346 triliun.

Sepanjang triwulan I-2010, aksi beli asing mencapai Rp 83,051 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 79,707 triliun. Net buy asing sepanjang triwulan I-2010 mencapai Rp 3,344 triliun.

Dengan demikian, total beli asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 101,399 triliun dengan aksi jual mencapai Rp 96,708 triliun. Net buy asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 4,690 triliun.

(dro/dro)
Transaksi bursa kuartal I meroket 130%
Perkuat sistem, penyedia JATS akan ditambah

JAKARTA: Respons positif pemodal terhadap Indonesia awal tahun ini berujung pada lonjakan rerata nilai transaksi harian per kuartal I/2010 sebesar 130%, menjadi Rp3,5 triliun dari posisi kuartal I/2009 senilai Rp1,5 triliun.
Ekspektasi pemulihan global dan stabilnya perekonomian Indonesia dinilai mendorong investor asing menyerbu bursa Indonesia, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melaju ke level 3.100.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan rata-rata nilai transaksi harian tertinggi awal 2010 tercapai pada Januari, dengan nilai Rp2,95 triliun. Posisi ini jauh meninggalkan rerata transaksi Januari tahun lalu yang hanya Rp1,65 triliun.

Berbekal data tersebut, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Adikin Basirun optimistis rerata transaksi harian di bursa Indonesia tahun ini akan berkisar Rp4,5 triliun, atau naik tipis dari rerata transaksi tahun lalu, Rp4,06 triliun.

“Target Rp4,5 triliun itu dipatok berdasarkan optimisme kami, rekam jejak pada 2009, dan parameter ekonomi sekarang,” tuturnya di sela-sela rapat umum Asian Oceanic Stock Exchanges Federations (AOSEF) ke-29 di Nusa Dua, Bali, pekan lalu.

Menurut dia, pelemahan efek resesi global akan memicu gairah pemodal hingga akhir tahun ini. Pascakrisis, Indonesia dan China dinilai tumbuh lebih cepat dari negara lain hingga memberi sinyal positif di bursa.

Di sisi lain, online trading akan menjadi salah satu pendorong kenaikan transaksi, terutama di kalangan investor ritel. Adikin memperkirakan transaksi online akan mendominasi total transaksi bursa menjadi 70%, naik dari tahun lalu sebesar 50% dari total frekuensi transaksi.

Tembus 3.100

Berdasarkan data BEI, kenaikan rerata nilai transaksi harian per kuartal I/2010 mencapai Rp3 triliun, atau naik dua kali lipat dari capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,5 triliun.

Analis PT Erdikha Sekuritas Muhammad Reza memperkirakan maraknya transaksi saham awal tahun ini berpotensi berlanjut sampai akhir tahun, hingga indeks menyentuh level psikologi 3.100. Indeks pada akhir pekan lalu 2.878,67 setelah sempat menembus level psikologis 2.900.

Adikin menambahkan pihaknya menjajaki penambahan layanan data komunikasi sistem transaksi otomatis bursa Jakarta (Jakarta automatic trading system/ JATS), yang selama ini dijalankan PT First Media Tbk sebagai penyedia tunggal.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Adikin Basirun mengatakan penambahan penyedia layanan transaksi jarak jauh (remote trading) dalam sistem JATS tersebut memang terbuka, menyusul kenaikan frekuensi transaksi saham akhir-akhir ini. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
Indeks menuju level 3.000

JAKARTA: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks surat utang negara (SUN) pekan ini diprediksi menguat menuju level 3.000 lantaran kondisi pasar yang terus bergairah seiring dengan makin kinclongnya fundamental ekonomi Tanah Air.
Alfiansyah, analis PT Sinarmas Sekuritas mengatakan pekan ini IHSG berpotensi menembus rekor ke level 3.000 setelah menguat 4 hari berturut-turut pekan lalu, seiring dengan rencana pembagian dividen yang akan diumumkan sejumlah emiten pekan ini.

“Ada beberapa sentimen positif sehingga IHSG berpeluang menembus level 3.000, salah satunya peluang emiten membagi dividen. Penguatan rupiah yang mendekati Rp9.000 juga indikasi positif adanya aliran dana asing yang masuk,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penguatan rupiah mendekati level Rp9.000 memberi sinyal kian derasnya aliran masuk dana asing. Menilik perdagangan saham pekan lalu, selama 4 hari berturut-turut jumlah transaksi pembelian oleh asing selalu lebih tinggi dari penjualan.

Faktor lain yang juga mendukung penguatan indeks adalah ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2010 yang lebih baik dari tahun lalu, serta situasi makro yang kian kondusif ditandai dengan laju inflasi Maret yang terkendali dan cadangan devisa yang mencapai US$73 miliar.

Alfiansyah memprediksi saham berbasis pertambangan, infrastruktur dan perbankan akan banyak dikoleksi, dipicu menguatnya harga minyak yang berefek pada penguatan harga nikel, timah dan emas, membaiknya kinerja emiten, serta rencana ekspansi perbankan.

Indeks SUN

Analis PT Lautandana Securindo Willy Sanjaya menilai IHSG masih akan melanjutkan tren penguatannya pekan ini. Sebab, dari sisi eksternal, tidak ada sentimen negatif dari bursa regional, maupun dari AS yang menghambat potensi penguatan bursa.

Data Bloomberg menunjukkan harga indeks SUN pekan lalu menguat 0,59% dari 101,13% pada Senin ke 100,73% pada penutupan pasar pekan lalu. Bahkan indeks SUN sempat ditutup pada level tertinggi di 101,98% pada Rabu lalu.

Menanggapi pergerakan harga indeks SUN pekan ini, Willy mengatakan secara keseluruhan tren positif juga akan berlaku pada indeks harga SUN, didorong faktor yang sama seperti pada penguatan IHSG.

Sepanjang pekan lalu, terlihat pemodal asing mengalirkan dananya ke pasar surat utang. Porsi beli tertinggi pemodal asing pekan lalu terjadi awal pekan senilai Rp1,61 triliun, sedangkan porsi beli terendahnya terjadi awal pekan, Rp1,11 triliun.

“Dana asing tetap berputar kencang di Indonesia. Apalagi, di Thailand lagi ada konflik yang bisa mengakibatkan dana asing dari sana berlari ke Asia.” (08/10)

Bisnis Indonesia

 

siap koreksi, cash is the king … 190410

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:01 am

Terimbas Regional, IHSG Tertekan 38 Poin
Meski demikian, penurunan IHSG tidak sedalam bursa regional Asia yang melemah hingga 4,7%.
SENIN, 19 APRIL 2010, 16:29 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Tekanan jual yang melanda bursa regional Asia berimbas ke pasar saham domestik. Pada akhir transaksi Senin 19 April 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 38,24 poin (1,33 persen) ke posisi 2.840,42.

“Kasus Goldman Sachs masih mempengaruhi pergerakan bursa regional termasuk Indonesia,” kata pengamat pasar saham Willy Sanjaya kepada VIVAnews di Jakarta, Senin 19 April 2010.

Meski demikian, menurut dia, penurunan indeks di dalam negeri tidak sedalam bursa Asia lainnya, seperti Hang Seng yang terkikis 460,09 poin (2,1 persen) menjadi 21.405,17, Nikkei 225 melemah 193,41 poin (1,74 persen) ke posisi 10.908,77, dan Straits Times turun 46,26 poin (1,54 persen) ke level 2.960,93.

Selama transaksi hari ini, volume mencapai 9,69 juta lot senilai Rp 3,99 triliun dengan frekuensi 106.026 kali. Sebanyak 57 saham menguat, 176 melemah, 51 stagnan, dan 214 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham yang ikut memicu pelemahan IHSG di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp 650 (2,72 persen) menjadi Rp 23.200, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp 1.250 (3,16 persen) ke posisi Rp 38.200, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 550 (3,06 persen) ke level Rp 17.400.

Selama transaksi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.877,96 dan terendah 2.811,78.

Pemodal asing membukukan pembelian saham sebesar Rp 738,4 miliar dengan penjualan Rp 751,9 miliar. Berdasarkan data tersebut, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp 13 miliar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berdasarkan data Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 9.046/US$. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

IHSG sore ini terseret turun 1,33%
Senin, 19/04/2010 16:11:35 WIBOleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): Tuntutan Securities and Exchange Commission (SEC) AS terhadap dugaan penipuan yang dilakukan oleh bank investasi asing Goldman Sachs menyeret turun bursa Asia, termasuk Indonesia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sore ini terkoreksi 1,33% atau 38,25 poin ke level 2.840,43 setelah tadi pagi dibuka menurun 1,07 poin.

Dari 399 saham yang ditransaksikan pada IHSG, sebanyak 40 saham harganya naik, 168 saham menurun, dan 191 stagnan.

Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,36% ke posisi Rp9.040 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu Rp9.008.

Saham Bank Central Asia menyumbang penurunan IHSG terbesar yaitu 3,12 poin, Adaro Energy 3,07 poin, International Nickel 2,86. dan Telekomunikasi Indonesia 2,58.

Namun, penurunan indeks saham itu ditahan oleh kenaikan harga saham Indosat yang menyumbang 0,69 poin, Japfa Comfeed 0,37 poin, Delta Dunia Makmur 0,35 poin, dan Astra International 0,26 poin.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, hampir sebagian besar bursa saham Asia ‘memerah’ sore ini.

Indeks Nikkei 225 melorot 1,74% atau 193.41 poin ke 10.908,77.

Indeks Hang Seng menurun 2,10% atau 460,09 poin ke 21.405.17.

Taiwan Taiex terjun bebas 3,17% atau 257,35 poin ke 7.854,22.

Kospi melemah 1,68% atau 29,19 poin ke 1.705,30.

Indeks Straits Times menurun 1,33% atau 38,25 poin ke 2.840,43. (wiw)

19/04/2010 – 16:06
Terseret Koreksi, IHSG Ditutup Turun 38,24 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan saham pada perdagangan Senin (19/4) IHSG ditutup turun 38,24 poin (1,33%) menjadi 2.840,43 karena bursa Eropa negatif dan laporan keuangan emiten Wall Street negatif.

Demikian dikatakan analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi kepada INILAH.COM Senin (19/4). “Indeks sesi II terpengaruh bursa Eropa yang negatif dan laporan keuanan Wall Street yang negatif sehingga mendorong koreksi bursa,” katanya.

Harga minyak di perdagangan Asia terpuruk ke level US$82 per barel lantaran adanya kerugian besar dari letusan gunung berapi di Islandia yang merusak pemulihan ekonomi global dan perminyaan minyak mentah. Minyak jenis Benchmark untuk pengiriman Mei turun US$1,38 ke US$81,86 per barel pada waktu Nymex Singapura. Awan besar dengan abu vulkanik telah menutupi lalu lintas udara di sebagian besar Eropa selama empat hari, sehingga rencana perjalanan dan jasa angkutan bisa merugi hingga miliaran dolar.

Awal perdagangan bursa Asia rontok dipicu saham keuangan lantaran tuduhan yang dialamatkan SEC atas penipuan Goldman Sachs. Bursa Jepang Nikkei 225 kehilangan 1,8% ke 10.901,33 dan Kospi Korea Selatan mundur 1,3% menjadi 1.711,99. Bursa saham di Australia, Cina daratan, Taiwan dan Singapura juga melemah tajam.

Sentimen bursa hari ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang mempengaruhi bursa regional. Sedangkan faktor fundamental dalam negeri masih terjaga seperti cadangan devisa per Maret mencapai level US$75 miliar. Pergerakkan rupiah masih tetap terjaga di kisaran 9.000 per US$.

Untuk volume perdagangan mencapai 4,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp3,3 triliun dengan 57 saham naik, 176 saham turun dan 51 saham stagnan. Indeks saham JII turun 8,4 poin ke level 456,3 indeks saham LQ45 juga turun 7,7 poin ke level 549,62.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp3.000 ke Rp167.000, Delta Djakarta (DLTA) Naik Rp2.000 ke Rp77.000, Multibreeder Adirama Indonesia (JPFA) naik Rp230 ke Rp1.600, Astra International (ASII) naik Rp200 ke Rp43.100, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp200 ke Rp14.000, Indosat (ISAT) naik Rp100 ke Rp5.900, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp95 ke Rp510.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp1.300 ke Rp38.150, Indospring (INDS) turun Rp700 ke Rp2.100, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp650 ke Rp23.200, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp550 ke Rp14.400, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp550 ke Rp17.400, United Tractors (UNTR) turun Rp350 ke Rp19.100, Astra Autoparts (AUTO) turun Rp300 ke Rp8.500, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp300 ke Rp9.300, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp225 ke Rp4.875, Medco Energi International (MEDC) turun Rp200 ke Rp2.825. [hid]

Senin, 19 April 2010 | 09:58

EFEK SKANDAL GOLDMAN SACHS

Skandal Goldman Membuat Bursa Meleleh

JAKARTA. Skandal Goldman Sachs membuat bursa Asia meleleh. Pada pukul 09.31 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), salah satu bursa terbaik di Asia tahun ini melorot tajam 1,93% ke level 2.825.

Bahkan indeks sempat melemah di kisaran 2.819 pada pukul 09.34 WIB. Artinya jika dibandingkan penutupan di hari Jumat kemarin di level 2.878. Indeks melemah sekitar 2,04%.

Saham-saham sektor pertambangan merosot paling dalam, yakni hampir 3%. Maklum, harga minyak dan komoditas lain memang berjatuhan. Sementara, saham sektor keuangan menyusul dengan penurunan hampir 2%.

Sumber sentimen negatif pekan ini berawal dari tuntutan pengawas bursa Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commisions (SEC) terhadap Goldman Sachs Group Inc. SEC menuding Goldman Sachs telah menipu investor saat menawarkan surat utang dengan jaminan kumpulan surat utang lain atau yang dikenal dengan collateralized debt obligation (CDO) pada awal 2007. Menyusul SEC, otoritas Jerman dan Inggris juga mulai menelisik kasus Goldman ini.

Investor perlu waspada. Sebab, saat ini, IHSG telah melewati level 2.830. Jika level di bawah 2.830 ini bertahan sampai penutupan, konsensus analis mengatakan, koreksi IHSG akan berlanjut sampai beberapa hari ke depan. Tentu aja, perkembangan kasus Goldman Sachs menjadi penentunya.

Pelemahan juga terjadi di bursa Asia lainnya. Indeks Hangseng turun 1,39% ke level 21.560,63. Indeks Topix turun 1.89% ke titik 970.20. Indeks Nikkei 225 merosot 1,81% ke level 10.901,33.

Mata uang garuda juga terkulai. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah sudah anjlok 0,4% menjadi Rp 9.043 per dollar Amerika Serikat pada pukul 9.15 WIB. Ini merupakan angka penurunan terbesar sejak 5 Februari lalu. Padahal, rupiah sempat menguat hingga ke level Rp 8.990 per dollar AS.

Avanty Nurdiana, Astri Karina Bangun,
kontan
19/04/2010 – 09:33
Kasus Goldman Sach Seret IHSG Pagi Dibuka Anjlok 1,96%
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Anjloknya bursa-bursa regional akibat kasus Goldman Sach menyerat kejatuhan IHSG. IHSG pun terpental 56,41 poin (1,96%) ke level 2.822,26.

Guncangan kasus Goldman Sach membuat Indeks Nikkei 225 pun tenggelam 150,73 poin ke 10.95, indeks Kopsi pun melemah menjadi 1.718,65, MSCI Asia Pasific pun turun terparah dalam 2 bulan. Begitu juga dengan indeks Straits Times turun sebesar 1,31%

Nilai transaksi pun dibuka Rp150,221 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 13,199 juta lembar saham ditopang 6 saham menguat, 109 saham melemah, dan 27 saham stagnan. Sektor di lantai bursa pun semuanya memerah.

Riset Henan Putihrai meramalkan, hari ini kemungkinan akan bergerak melemah. Melemahnya mayoritas bursa global yang dipicu oleh kasus Goldman Sach dan penutupan bank di AS ditambah melemahnya harga komoditas global diperkirakan akan memberikan imbas negatif terhadap indeks.

“Secara teoritis indeks rentan akan aksi ambil untung,” risetnya, Senin (19/5).

Ramalan yang serupa pun tertulis dalam risetnya Indopremier Securities. Hari ini diperkirakan IHSG koreksi dengan kisaran 2.850 sampai 2.880. Investor boleh kembali mencermati pelemahan harga saham dengan fundamental baik yang terdapat dalam daftar rekomendasi beli misalnya, PGAS, SMGR, UNTR, PTBA, BMRI, INTP, GZCO, dan ITMG.

Adapun saham-saham yang melemah adalah ITMG anjlok Rp1.450 ke Rp38.000, ASII anjlok Rp850 ke Rp42.050, UNTR anjlok Rp650 ke Rp18.800, PTBA anjlok Rp550, AALI anjlok Rp450 ke Rp23.350, INTP anjlok Rp450 Rp14.500, GGRM turun Rp400 ke Rp26.650, UNVR turun Rp300 ke Rp12.300, BTPN turun Rp250 ke Rp7.200, SMGR turun Rp200 ke Rp7.950, AUTO turun Rp200 ke Rp8.600.

Sedangkan saham-saham yang menguat adalah RAJA naik Rp95 ke Rp510, JPFA naik Rp30 ke Rp1.400, JPRS naik Rp30 ke Rp415, SSI naik Rp10 ke Rp380, SPMA naik Rp5 ke Rp245. [san/cms]

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpotensi kembali mengalami tekanan jual investor. Sentimen bursa global maupun regional yang negatif akan menjadi pemicu. Namun, dari sisi teknis peluang menguat tetap mengikuti IHSG.

Indeks Senin, 19 April 2010, berpotensi bergerak di kisaran level batas bawah (support) 2.825 dan batas atas (resistance) 2.926.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali melemah karena berada di posisi 2.878,67, terkoreksi 21,86 poin (0,76 persen) dari perdagangan Kamis, 15 April 2010, yang naik 15,51 poin atau 0,53 persen ke level 2.900,53.

Sumber : VIVANEWS.COM
Tekanan Jual Terus Ancam Bursa Lokal
MINGGU, 18 APRIL 2010 | 20:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Melemahnya harga saham di bursa Wall Street akibat tuduhan kecurangan yang dilakukan oleh Goldman Sachs Group Inc, serta turunnya harga minyak, akan menjadi pukulan bagi pergerakan bursa regional, termasuk bursa lokal di awal pekan ini.

Indeks Dow Jones industri pada perdagangan Jumat lalu anjlok 125,91 poin atau 1,13 persen ke level 11.018,66. Harga saham Goldman Sachs langsung anjlok US$ 23,57 atau 12,79 persen ke level US$ 160 setelah dituduh melakukan penipuan terhadap investor oleh badan pengawas pasar modal Amerika Serikat (SEC).

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, mengemukakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan akhir pekan kemarin yang didorong oleh sentimen negatif dan melemahnya bursa regional, serta harga komoditas yang mulai berbalik arah setelah menguat sepanjang pekan lalu.

Sepajang perdagangan sepekan kemarin indeks berhasil mencatat kenaikan 33,66 poin atau 1,18 persen ke level 2.878,671 dari posisi pekan sebelumnya di 2.845,011. Adapun pada perdagangan Senin (19/4), indeks harga saham diperkirakan bergerak dalam kisaran antara 2.825 hingga 2.926.

“Kami perkirakan di awal pekan ini aksi ambil untung masih akan berlanjut dan bisa kembali menekan indeks,” kata Purwoko. Tapi untuk jangka menengah dan panjang, pola indeks masih dalam tren naik didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang kian membaik, rendahnya laju inflasi, serta dana asing yang masih terus mengalir.

VIVA B KUSNANDAR

detikFinance » Bursa dan Valas

Senin, 19/04/2010 07:32 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Kembali dalam Tekanan
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyundul level 2.900 pada pekan lalu, meski kemudian susut lagi di akhir pekan. Dorongan penguatan bursa-bursa utama dunia membuat IHSG bisa ditutup di level 2.900 pada perdagangan Kamis.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (12/4/2010), IHSG menguat 36,323 poin (1,27%) ke level 2.881,333.
Selasa (13/4/2010), IHSG naik 3,367 poin (0,11%) ke level 2.884,700.
Rabu (14/4/2010), IHSG menguat 0,315 poin (0,01%) ke level 2,885,015.
Kamis (15/4/2010), IHSG naik 15,515 poin (0,53%) ke level 2.900,530.
Jumat (16/4/2010), IHSG melemah 21,859 poin (0,75%) ke level 2.878,671.

Namun sentimen negatif kembali menaungi perdagangan saham pada Senin (19/4/2010) ini. Merosotnya bursa-bursa utama dunia akan membuat IHSG semakin menjauhi level 2.900.

Investor akan mewaspadai gerak bursa-bursa regional menyusul anjloknya Dow Jones akhir pekan lalu. Saham-saham unggulan pun diprediksi akan melanjutkan koreksinya.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup merosot dalam transaksi perdagangan yang sangat besar. Saham-saham sektor finansial merosot setelah adanya dugaan kecurangan Goldman Sachs dan laporan keuangan yang mengecewakan.

Pada perdagangan Jumat(16/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot hingga 125,91 poin (1,13%) ke level 11.018,66. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 19,54 poin (1,61%) ke level 1.192,14 dan Nasdaq melemah 34,43 poin (1,37%) ke level 2.481,26.

Kemerosotan indeks saham terjadi dalam transaksi yang sangat ramai mencapai 13,7 miliar, tertinggi sejak 8 Mei 2009.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Senin (19/4/2010) dengan kemerosotan yang cukup dalam. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot hingga 172,54 poin (1,55%) ke level 10.929,64.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG hari ini ditutup melemah 21 poin ke level 2,878 pada pedagangan kemarin (16/4/2010). Hal ini dipicu salah satunya oleh aksi jual asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp. 80 miliar dengan nilai penjualan tertinggi pada sektor banking dan telco. Untuk perdagangan hari ini kami perkirakan indeks bergerak di kisaran 2,850 – 2,917 dengan saham pilihan BSDE, UNTR dan IKAI.

Panin Sekuritas:

Indeks ditutup melemah pada penutupan akhir pekan lalu didorong oleh sentimen negatif dari melemahnya bursa regional asia serta harga komoditas yang berbalik arah setelah menguat sepanjang pekan lalu. Kami perkirakan pada awal pekan ini aksi profit taking masih akan berlanjut. Meski demikian, untuk jangka menengah-panjang kami melihat indeks masih berada dalam pola uptrend didukung oleh kondisi perekonomian yang kian membaik, inflasi rendah, serta dana asing yang terus masuk. Kisaran support-resistance pekan ini 2.825-2.926.

(qom/qom)

Indeks BISNIS-27 naik 1,37% ke level 264,88
Senin, 19/04/2010 06:42:19 WIBOleh: Lahyanto Nadie

JAKARTA (Bisnis.com): Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu begitu atraktif. Indeks sampai pada level 2.900,53, rekor tertinggi sepanjang sejarah yang tercapai pada penutupan Kamis, naik 1,95%.

Secara umum tren pergerakan IHSG pekan lalu terbilang positif. Pada awal perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup pada level 2881,33 hingga bertengger pada level 2878,67 pada penutupan pekan lalu, terkoreksi 0,77% dari pencapaian Kamis.

Posisi tertinggi IHSG sebelumnya terjadi 9 Januari 2008 pada level 2.803,26, sebelum akhirnya tergantikan pada 5 April 2010 yang ditutup pada level 2.887,45, hingga berubah kembali pada 15 April 2010.

Gain tertinggi

Yang menarik, sepanjang pekan itu, indeks menguat 4 hari terakhir secara berturut-turut, hingga menambah gain yang terus menguat sejak Januari. Sepanjang tahun ini, penguatan indeks telah memberi gain 20,34%, tertinggi dibandingkan dengan bursa lain di Asia Pasifik.

Rally dalam bursa yang terjadi sepanjang pekan lalu didorong oleh membaiknya kinerja laporan keuangan perusahaan publik yang telah dirilis. Tekanan beli akibat membaiknya bursa menarik minat asing ambil bagian walaupun mereka mengincar saham lapis kedua.

Kinerja emiten pada tahun lalu mengindikasikan pertumbuhan laba bersih yang akan diikuti pada tahun ini. Hal ini tentu saja memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Pada penutupan Kamis, nilai beli investor asing mencapai Rp 173,283 miliar.

Sektor pertambangan menjadi penggerak rally indeks dalam sepekan tersebut, naik 3,22% dari penutupan akhir pekan sebelumnya, diikuti sektor perdagangan yang naik 2,86% dan sektor properti naik 1,49%.

Indeks BISNIS-27 bahkan mengalami kenaikan lebih besar dari IHSG. Indeks BISNIS-27 naik 1,37% ke level 264,88, sedangkan IHSG naik 1,18% ke level 2.878,67 dari penutupan akhir pekan, meski sehari sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi pada level 2.900,53. (Indra,
Analis Business Indonesia Intelligence Unit)
19/04/2010 – 05:56
Prediksi Bursa Sepekan
Lebih Aman Pegang Cash
Jagad Ananda

INILAH.COM, Jakarta – Ada sinyal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ketiga bulan ini kembali terkoreksi. Tapi masih ada beberapa saham yang bisa dimainkan.

Kendati banyak yang menentang, hasil riset Tim Bank Indonesia mulai mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Itu terlihat dari transaksi yang berlangsung akhir pekan lalu. IHSG, meninggalkan ‘tahta’ 2.900 gara-gara terkoreksi 0,75%.

Sejumlah analis memprediksi, pelemahan masih akan berlanjut di pekan ketiga ini. Indikator pendukungnya, cukup. Bursa Amerika misalnya, pada Jumat (16/4) lalu, mengalami penciutan yang cukup signifikan. Indeks Dow Jones (DJIA), kendati masih bertahan di atas 11.000, di akhir pekan kemarin melemah 1,13%.

“Biasanya, pelemahan yang terjadi di bursa AS menular ke manca negara,” kata seorang analis. Tapi, bukan hanya pasar luar negeri yang bakal mendorong IHSG menurun, banyaknya saham yang sudah kemahalan (seperti riset BI), boleh dibilang akan menjadi pemicu utama terjadinya koreksi.

Sang analis mengatakan, di antara saham-saham unggulan yang ada, hanya saham PT Telkom (TLKM) yang harganya masih di bawah wajar (Rp10.000). “Yang lain sudah over value,”katanya.

Sudah begitu, saat ini, nyaris tak ada sentimen positif dari dalam maupun luar negeri yang dapat membuat perdagangan bergairah. Malah kemungkinan besar muncul di Jakarta adalah sentimen negatif yang ditimbulkan oleh aksi sejumlah anggota DPR RI yang akan melanjutkan Kasus Skandal Bank Century.

Itu sebabnya, sejumlah analis menyarankan agar investor ritel segera melakukan aksi ambil untung. Menurut mereka dalam kondisi seperti sekarang, lebih aman memegang uang tunai ketimbang mengempit efek.

Namun bagi yang ngotot ingin membeli, ada beberapa saham yang patut dipertimbangkan. Selain TLKM, saham-saham pertambangan dan properti diramalkan masih mampu mendatangkan gain lumayan. Adapun pilihannya adalah, PT Bumi Resources (BUMI), PT Adaro Energy (ADRO), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Gas Negara (PGAS) dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE).

Hanya saja, seperti biasa, investor disarankan untuk melakukan pembelian secara selektif dan sabar. Soalnya, indeks di pekan ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.825-2.910 dengan kecenderungan menukik. [mdr]