1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

jadi, ngapain, maen, foreks, dah … 190410 19 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:16 am

Minggu, 18/04/2010 17:39 WIB
Arus Investasi Asing Tak Susut, IHSG Cetak 33 Poin Dalam Sepekan
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus mencetak poin sepanjang pekan kemarin seiring dengan terus masuknya investasi asing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi beli asing sebesar Rp 600 miliar, sedangkan IHSG naik 33 poin dalam sepekan.

Pada perdagangan 16 April 2010, IHSG ditutup di level 2.878,671, naik 33,660 poin dari penutupan pekan sebelumnya pada 9 April 2010 di level 2.845,011.

Kenaikan IHSG sepanjang pekan kemarin terutama didorong oleh penguatan saham-saham sektor pertambangan, baik saham batubara maupun saham logam yang dipimpin oleh kenaikan saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Bahkan IHSG sempat mengakhiri perdagangan 1 hari di level 2.900 pada perdagangan 15 April 2010. Penutupan ini sekaligus menjadi rekor baru IHSG dalam sejarah BEI.

Namun jika dibandingkan dengan kenaikan pada pekan sebelumnya, laju kenaikan IHSG pada pekan kemarin cenderung lambat. IHSG cenderung bergerak sideways yang memang merupakan pola yang biasa terbentuk usai rally naik yang cukup cepat. Aksi hit & run mewarnai perdagangan IHSG pekan kemarin.

Meski sempat menembus level 2.900, rupanya laju kenaikan IHSG tak mampu bertahan lama dan akhirnya kembali ditutup di bawah level 2.900. Pelemahan saham-saham sektor perkebunan menjadi kontributor terbesar dalam menahan laju kenaikan IHSG.

Indeks saham perkebunan turun 35,985 poin (1,82%) ke level 1.931,869 pada akhir pekan kemarin. Pada akhir pekan sebelumnya, indeks saham perkebunan masih di level 1.967,854.

Pelemahan indeks saham aneka industri sebesar 4,588 poin (0,63%) ke level 724,007 dari sebelumnya di level 728,595, dipicu pelemahan saham Astra International (ASII) juga ikut menahan laju IHSG.

Sedangkan indeks-indeks saham sektoral lainnya mengalami penguatan sepanjang pekan kemarin dengan rata-rata kenaikan antara 1-3% dipimpin oleh kenaikan indeks saham pertambangan yang naik 81,483 poin (3,22%) ke level 2.609,485 dari sebelumnya 2.528,002.

Indeks LQ45 juga naik 7,408 poin (1,34%) ke level 557,405 dari sebelumnya di level 549,997. Rasio kenaikan indeks LQ45 yang lebih besar dari IHSG menunjukkan adanya tekanan jual massal pada saham-saham lapis dua.

Sejumlah saham lapis dua memang mulai mengalami koreksi sepanjang pekan kemarin. Analis-analis memperkirakan, koreksi saham-saham lapis dua biasanya menandai akan terjadinya koreksi saham-saham unggulan.

Melihat adanya kenaikan tajam pada saham-saham sektor pertambangan pada pekan kemarin, boleh jadi sektor ini akan menerima tekanan jual cukup besar sepekan mendatang. Sebaliknya, saham-saham perkebunan diperkirakan bakal menjadi motor kenaikan IHSG pekan depan. Tentunya dikawal oleh penguatan saham ASII sebagai saham berkapitalisasi terbesar di BEI.

Sejumlah saham lapis dua diperkirakan bakal kembali menguat pada pekan mendatang yang akan memberikan dorongan naik bagi IHSG. Kelihatannya, perdagangan pekan mendatang akan digerakkan oleh pertarungan antara penguatan saham-saham grup Astra, perkebunan dan lapis dua, berdahapan dengan pelemahan saham-saham unggulan lainnya terutama batubara.

Arus investasi asing pun masih deras sepanjang pekan kemarin. Transaksi beli asing sepekan mencapai Rp 7,028 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 6,427 triliun. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 600 miliar sepekan kemarin.

Sementara terhitung 1-16 April 2010, aksi beli asing mencapai Rp 18,348 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 17,001 triliun. Net buy asing dalam periode ini sebesar Rp 1,346 triliun.

Sepanjang triwulan I-2010, aksi beli asing mencapai Rp 83,051 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 79,707 triliun. Net buy asing sepanjang triwulan I-2010 mencapai Rp 3,344 triliun.

Dengan demikian, total beli asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 101,399 triliun dengan aksi jual mencapai Rp 96,708 triliun. Net buy asing sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 4,690 triliun.

(dro/dro)
Transaksi bursa kuartal I meroket 130%
Perkuat sistem, penyedia JATS akan ditambah

JAKARTA: Respons positif pemodal terhadap Indonesia awal tahun ini berujung pada lonjakan rerata nilai transaksi harian per kuartal I/2010 sebesar 130%, menjadi Rp3,5 triliun dari posisi kuartal I/2009 senilai Rp1,5 triliun.
Ekspektasi pemulihan global dan stabilnya perekonomian Indonesia dinilai mendorong investor asing menyerbu bursa Indonesia, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melaju ke level 3.100.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan rata-rata nilai transaksi harian tertinggi awal 2010 tercapai pada Januari, dengan nilai Rp2,95 triliun. Posisi ini jauh meninggalkan rerata transaksi Januari tahun lalu yang hanya Rp1,65 triliun.

Berbekal data tersebut, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Adikin Basirun optimistis rerata transaksi harian di bursa Indonesia tahun ini akan berkisar Rp4,5 triliun, atau naik tipis dari rerata transaksi tahun lalu, Rp4,06 triliun.

“Target Rp4,5 triliun itu dipatok berdasarkan optimisme kami, rekam jejak pada 2009, dan parameter ekonomi sekarang,” tuturnya di sela-sela rapat umum Asian Oceanic Stock Exchanges Federations (AOSEF) ke-29 di Nusa Dua, Bali, pekan lalu.

Menurut dia, pelemahan efek resesi global akan memicu gairah pemodal hingga akhir tahun ini. Pascakrisis, Indonesia dan China dinilai tumbuh lebih cepat dari negara lain hingga memberi sinyal positif di bursa.

Di sisi lain, online trading akan menjadi salah satu pendorong kenaikan transaksi, terutama di kalangan investor ritel. Adikin memperkirakan transaksi online akan mendominasi total transaksi bursa menjadi 70%, naik dari tahun lalu sebesar 50% dari total frekuensi transaksi.

Tembus 3.100

Berdasarkan data BEI, kenaikan rerata nilai transaksi harian per kuartal I/2010 mencapai Rp3 triliun, atau naik dua kali lipat dari capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,5 triliun.

Analis PT Erdikha Sekuritas Muhammad Reza memperkirakan maraknya transaksi saham awal tahun ini berpotensi berlanjut sampai akhir tahun, hingga indeks menyentuh level psikologi 3.100. Indeks pada akhir pekan lalu 2.878,67 setelah sempat menembus level psikologis 2.900.

Adikin menambahkan pihaknya menjajaki penambahan layanan data komunikasi sistem transaksi otomatis bursa Jakarta (Jakarta automatic trading system/ JATS), yang selama ini dijalankan PT First Media Tbk sebagai penyedia tunggal.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Adikin Basirun mengatakan penambahan penyedia layanan transaksi jarak jauh (remote trading) dalam sistem JATS tersebut memang terbuka, menyusul kenaikan frekuensi transaksi saham akhir-akhir ini. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
Indeks menuju level 3.000

JAKARTA: Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks surat utang negara (SUN) pekan ini diprediksi menguat menuju level 3.000 lantaran kondisi pasar yang terus bergairah seiring dengan makin kinclongnya fundamental ekonomi Tanah Air.
Alfiansyah, analis PT Sinarmas Sekuritas mengatakan pekan ini IHSG berpotensi menembus rekor ke level 3.000 setelah menguat 4 hari berturut-turut pekan lalu, seiring dengan rencana pembagian dividen yang akan diumumkan sejumlah emiten pekan ini.

“Ada beberapa sentimen positif sehingga IHSG berpeluang menembus level 3.000, salah satunya peluang emiten membagi dividen. Penguatan rupiah yang mendekati Rp9.000 juga indikasi positif adanya aliran dana asing yang masuk,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penguatan rupiah mendekati level Rp9.000 memberi sinyal kian derasnya aliran masuk dana asing. Menilik perdagangan saham pekan lalu, selama 4 hari berturut-turut jumlah transaksi pembelian oleh asing selalu lebih tinggi dari penjualan.

Faktor lain yang juga mendukung penguatan indeks adalah ekspektasi pertumbuhan ekonomi 2010 yang lebih baik dari tahun lalu, serta situasi makro yang kian kondusif ditandai dengan laju inflasi Maret yang terkendali dan cadangan devisa yang mencapai US$73 miliar.

Alfiansyah memprediksi saham berbasis pertambangan, infrastruktur dan perbankan akan banyak dikoleksi, dipicu menguatnya harga minyak yang berefek pada penguatan harga nikel, timah dan emas, membaiknya kinerja emiten, serta rencana ekspansi perbankan.

Indeks SUN

Analis PT Lautandana Securindo Willy Sanjaya menilai IHSG masih akan melanjutkan tren penguatannya pekan ini. Sebab, dari sisi eksternal, tidak ada sentimen negatif dari bursa regional, maupun dari AS yang menghambat potensi penguatan bursa.

Data Bloomberg menunjukkan harga indeks SUN pekan lalu menguat 0,59% dari 101,13% pada Senin ke 100,73% pada penutupan pasar pekan lalu. Bahkan indeks SUN sempat ditutup pada level tertinggi di 101,98% pada Rabu lalu.

Menanggapi pergerakan harga indeks SUN pekan ini, Willy mengatakan secara keseluruhan tren positif juga akan berlaku pada indeks harga SUN, didorong faktor yang sama seperti pada penguatan IHSG.

Sepanjang pekan lalu, terlihat pemodal asing mengalirkan dananya ke pasar surat utang. Porsi beli tertinggi pemodal asing pekan lalu terjadi awal pekan senilai Rp1,61 triliun, sedangkan porsi beli terendahnya terjadi awal pekan, Rp1,11 triliun.

“Dana asing tetap berputar kencang di Indonesia. Apalagi, di Thailand lagi ada konflik yang bisa mengakibatkan dana asing dari sana berlari ke Asia.” (08/10)

Bisnis Indonesia

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s