1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

apa kata loh dah … 200410 20 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:02 pm

Opini Akuntan
Senin, 19 April 2010 – 12:41 wib

MASA publikasi laporan keuangan baru saja lewat. Sebagian besar perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mempertontonkan hasil jerih payahnya, prestasinya, performance dan kerja keras yang telah dilakukan selama 2009. Sebagian kecil – karena berbagai alasan – belum bisa menunjukkan prestasinya.

Dari kacamata emiten, publikasi laporan keuangan (LK) tidak sekadar sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Lebih dari itu, LK tersebut sekaligus mencerminkan seberapa besar prestasi yang bisa disuguhkan kepada pemegang saham, dan bagaimana prospek yang akan dihadapi pada masa selanjutnya.

Dari sisi investor, publikasi LK ini merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu. Informasi yang terkandung di dalamnya mengalahkan berita penting lain yang menghiasi halaman muka surat kabar. LK memiliki muatan informasi yang amat material. Ia merepresentasikan atau menggambarkan bagaimana performance perusahaan sebenarnya. Ia akan menjadi dasar pengambilan keputusan investasi, apakah investor akan membeli sahamnya di pasar, atau melepas saja karena dinilai kurang prospektif.

Namun, sebagai investor, sebelum menyimak dan menggunakan LK sebagai basis pengambilan keputusan investasi, ada baiknya untuk menyimak lebih detil bagaimana opini akuntan terhadap LK yang disajikan. Apakah LK yang disajikan dan dipaparkan ke publik itu memiliki kualitas yang memadai, memenuhi standar akuntansi, ataukah ada sesuatu yang masih disembunyikan. Untuk itu simak dulu bagaimana pendapat akuntan publik yang melakukan audit terhadap LK bersangkutan.

Seperti diketahui, untuk perusahaan yang berstatus terbuka atau mencatatkan sahamnya di BEI, maka laporan keuangan tahunan wajib hukumnya diaudit oleh akuntan publik. Bukan hanya LK tahunan, tapi LK semesteran juga wajib diaudit oleh akuntan publik. Sedangkan untuk LK kuartalan, meski tidak wajib diaudit akuntan publik tapi wajib dilaporkan ke BEI dan juga Bapepam-LK. Dengan begitu, investor selalu bisa mengikuti perkembangan emiten dari waktu ke waktu.

Bagaimana opini akuntan publik kepada emiten yang diaudit? Hal ini tergantung dari keterbukaan emiten bersangkutan kepada auditornya, dan juga tergantung kejelian auditor dalam melakukan proses audit. Sebagai akuntan publik yang bertugas mengaudit LK perusahaan publik, mereka sudah semestinya mengetahui betul aturan main dalam proses audit. Tidak ada kong kalikong antara auditor dengan pihak yang diaudit. Di sisi lain, perusahaan atau emiten yang diaudit bertanggungjawab terhadap kebenaran informasi yang disajikan dan diaudit.

Dalam kaitan dengan hasil audit ada empat jenis opini akuntan yang diberikan. Pertama, wajar tanpa pengecualian. Istilah keren dari laporan keuangan yang memperoleh pendapat jenis ini disebut unqualified opinion. Dengan pendapat ini, auditor berpendapat bahwa laporan keuangan lembaga yang diperiksanya mulus, tidak memiliki hal-hal yang bertentangan dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Dengan kata lain, apa yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipercaya. Opini ini menunjukkan kualitas LK yang disajikan oleh perusahaan memiliki kualitas yang sangat baik dan bisa dipertanggung jawabkan.

Opini kedua adalah wajar dengan pengecualian (qualified opinion) terhadap sebuah laporan keuangan. Pendapat ini muncul akibat auditor merasa bahwa dalam laporan keuangan yang diauditnya, terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Opini ketiga adalah adverse. Artinya, akuntan memberi pendapat tidak setuju (adverse) terhadap sebuah laporan keuangan yang diauditnya. Akuntan menganggap laporan keuangan yang diaudit tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Opini akuntan yang derajatnya paling buncit adalah disclamer. Dalam hal ini, akuntan tidak berani memberikan opini atau pendapat sehingga disebut disclamer. Banyak faktor yang menyebabkan akuntan tidak berani memberikan opini karena itu, emiten yang LK-nya mendapat opini disclamer cenderung dijauhi investor karena secara substansi kurang bisa dipertanggung jawabkan. (Tim BEI).

(//rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s