1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

jangan lage OMDO dan gayus LOH … 200410 20 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:12 am

Apr 19th, 2010 | Rubrik BURSA
AOSEF MEETING 2010
Pasar Modal Butuh Reformasi Regulasi
– Cegah Krisis Keuangan Jilid III
NERACA
Nusa Dua – Pembenahan regulasi ini merupakan salah satu pesan yang disampaikan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati kepada seluruh jajaran direksi bursa Asia dan Pacific, para perserta (Asian and Oceanian Stock Exchanges Federation) AOSEF yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, 15-17 April 2010.
Menurut Menkeu, krisis ekonomi dunia akhir 2008 memberikan pelajaran bagi pelaku industri keuangan dunia. Pengetatan pengawasan melalui sejumlah regulasi merupakan salah cara untuk menghindari krisis selanjutnya. “Oleh karena itu, pembenahan regulasi harus segera dilakukan oleh otoritas pasar modal negara-negara Asis Pasifik,” kata Sri Mulyani.
Apalagi modal masuk (capital inflow) ke bursa kawasan ini sangat tinggi akhir-akhir ini, karena negara-negara asia dinilai masih paling atraktif. “Ini saatnya mmebuat peraturan, situasinya semua orang masih akan menikmati gain tahun ini. Ini saatnya kita membicarakan peraturan,” ujar Sri Mulyani.
Untuk perbaikan regulasi, pemerintah sudah mulai merevisi Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang akan dilanjutkan dengan pembenahan terhadap aturan-aturan dibawahnya. “Periode yang kedua ini memang kita mengkonsentrasikan reformasi dibidang sistem keuangan, dulu pada periode pertama kita fokus pada revisi UU pajak, cukai dan lain-lain, yang sekarang kondisinya lebih kondusif mengakomodasi perkembangan ekonomi yang ada. Sekarang yang terpenting adalah mereformasi pasar modal dan sistem keuangan,” ujar dia
Pemerintah menargetkan, pembahasan revisi UU Pasar Modal selesai tahun ini. Revisi ini diharapkan akan membentuk fondasi bagi korporasi untuk bertumbuh dan berkembang sehat dan betanggung jawab. Ini bisa memberikan perlindungan masyarakat, dimana pada akhirnya mereka bisa berpartisipasi menjadi investor. “Ini (revisi UU Pasar Modal) juga memberikan suatu landasan hukum bagi regulator untuk bisa membangun rambu-rambu yang kredibel,” imbuhnya.
Di kesempatan tersebut Sri Mulyani juga mempersilahkan masyarakat turut serta berperan aktif mengungkap makelar kasus pada industri pasar modal. Sri Mulyani menginginkan lingkungan pasar modal nasional lebih sehat agar bisa dimanfaat korporasi nasional dan bisa berkembang lebih matang.
“Prinsipnya sama (kasus Dirjen Pajak), kalau ada makelar kasus di pasar modal. Yang disampaikan jangan hanya rumor dan gossip saja, yang penting kalau ada informasi itu, kita akan respon,” ujar Sri Mulyani.
Untuk itu Sri Mulyani meminta para pejabat di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) agar tidak menjadi makelar dalam kasus-kasus pasar modal. Apalagi saat ini lembaga yang dipimpinnya tengah menjadi sorotan publik terkait kasus makelar kasus yang melibatkan sejumlah pejabat.
Ia juga meminta jajaran Kementrian Keuangan harus menanggapi rumor itu secara cepat, karena reputasi institusi jadi taruhannya. Secara khusus, dalam bidang pasar modal, ia berharap Bapepam-LK bisa menjadi regulator yang kredibel dan kompeten. Sebab, regulator yang bertindak sebagai makelar hanya akan menimbulkan masalah bagi industri
pasar modal. Eksesnya, bisa merugikan investor kecil atau masyarakat secara luas.
Ditempat yang sama, Fuad Rahmany, Ketua Bapepam-LK mengatakan untuk memberikan keleluasaan kepada publik mengungkapkan pelanggaran di pasar modal saat ini sedang disiapkan peraturan yang akan melindungi para pelapor (whistle blower). “Kita sedang siapkan, saat ini sedang kita bahas,” ujar Fuad.

Mou Bursa Vietnam
Sementara itu di tempat yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hanoi Stock Exchange (HNX), otoritas pasar modal Vietnam. Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama BEI, Ito Warsito, dan Chief Executive Officer HNX, MrTran Van Dzung.
Menurut Ito, penandatanganan MoU tersebut bertujuan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat antara BEI dengan HNX dalam rangka mengembangkan jalur komunikasi antara kedua bursa, menggali peluang bisnis untuk pelaku pasar di kedua bursa, dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan serta keahlian dalam rangka perlindungan investor dan penyelenggaraan pasar yang wajar, teratur dan efisien.
Diharapkan dengan MoU tersebut kedua bursa akan saling memberikan dukungan dalam mendapatkan akses terhadap kerjasama-kerjasama multilateral dan institusi-institusi internasional, melaksanakan berbagai program pelatihan terkait tata kelola dan operasional bursa termasuk kemungkinan pengembangan indeks dan instrumen derivatif di kedua bursa, pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan kerjasama di bidang lainnya.
Sementara itu, dalam acara The Asian and Oceanian Stock Exchanges Federation (AOSEF) General Assembly ke-29 di Bali tersebut, delegasi bursa yang hadir adalah Australian Securities Exchange, New Zealand Exchange, Bombay Stock Exchange Osaka Securities Exchange, Hanoi Stock Exchange, Philippine Stock Exchange, Hochiminh Stock Exchange, dan Shanghai Stock Exchange.
Selain itu, terdapat perwakilan dari Hong Kong Exchanges and Clearing, Shenzhen Stock Exchange, Indonesia Stock Exchange, Singapore Exchange, Korea Exchange, Taiwan Stock Exchange Bursa Malaysia, Stock Exchange of Thailand, Mongolian Stock Exchange, Tokyo Stock Exchange, dan National Stock Exchange of India.

Anggota AOSEF 2010
Australian Securities Exchange
Bombay Stock Exchange
Hanoi Stock Exchange
Hochiminh Stock Exchange
Hong Kong Exchanges and Clearing
Indonesia Stock Exchange
Korea Exchange
Bursa Malaysia
Mongolian Stock Exchange
National Stock Exchange of India
New Zealand Exchange
Osaka Securities Exchange
Philippine Stock Exchange
Shanghai Stock Exchange
Shenzhen Stock Exchange
Singapore Exchange
Taiwan Stock Exchange
Stock Exchange of Thailand
Tokyo Stock Exchange
(pph)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s