1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

saham BOBO (lage) versi vibiz … 200410 20 April 2010

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 8:43 am

Wahyu Sidarta
Associate Analyst Vibiz Research Center
Industri-industri Paling “Tidur” di IHSG, Hati-hati Terjebak
Kamis, 18 Maret 2010 16:32 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Memilih saham-saham yang memiliki potensi dan prospek yang cerah adalah tidak mudah. Dibutuhkan suatu upaya dan analisis yang komprehensif untuk mengidentifikasinya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya jumlah saham yang listing di Bursa Efek Jakarta yang terbagi dalam 9 sektor industri dan masing- masing industri ini mempunyai karakteristik yang berbeda.

Saham tidur bisa diibaratkan pisau bermata dua. Di satu sisi bisa sangat menguntungkan, di sisi lain sangat merugikan. Adapula risiko yang sangat tinggi di balik saham-saham tidur.

Dengan analisa yang matang, kita dapat memilih saham-saham tidur yang berprospek baik, sehingga pada saat harga mulai naik, kita dapat mendapat keuntungan maksimal. Namun risiko sangat tinggi, karena jika analisa kita salah, maka dana investasi kita akan terjebak di saham-saham tidur tersebut karena tidak likuid.

Tiga Besar Industri Paling Tidur di IHSG Tahun 2009

Industri mana yang paling tidur? Menurut data statistik BEI kuartal keempat 2009, dari sembilan industri (pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, barang konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, serta perdagangan), yang tampak pergerakan harganya cukup terbatas adalah industri properti.

Sedangkan industri paling tidur kedua diduduki oleh industri infrastruktur dan posisi ketiga oleh industri perbankan.

Berikut beberapa contoh saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan di periode Q4 2009:

Bagi anda yang ingin menginvestasikan dananya ke saham-saham tidur perlu berhati-hati karena saham-saham ini sangat tidak likuid dan berpotensi membuat dana investasi anda terjebak. Tetapi jika anda yakin betul kinerja keuangan dan prospek bisnisnya bagus, anda bisa saja mengoleksinya.

Mengapa Ketiga Industri Tersebut Tidur?

Dapat dilihat dari data historis bahwa indeks yang penguatannya tampak cukup terbatas adalah indeks properti dan infrastruktur yang hanya naik sekitar 40%-an sepanjang tahun 2009, di mana indeks lain rata-rata melesat sekitar 100%-an bahkan lebih.

Saham-saham properti memang lebih tergolong defensif, tetapi krisis yang terjadi di Amerika Serikat pada pertengahan 2008 lalu, di mana kasus subprime mortgage terjadi diakibatkan oleh ambruknya harga properti. Kasus tersebut menciptakan krisis ekonomi global, sehingga para investor tidak ingin menginvestasikan dananya ke investasi-investasi yang berhubungan dengan properti karena masih berisiko tinggi.

Sedangkan untuk indeks infrastruktur, pada tahun 2009 tampak ekspansi perseroan kurang agresif, terutama sektor telekomunikasi. Khususnya sektor telekomunikasi persaingannya tampak sudah cukup ketat.

Lalu indeks keuangan juga tercatat hanya meningkat 70%-an, hal ini karena pada tahun 2009 bank-bank swasta masih cukup hati-hati terhadap dampak krisis di Amerika Serikat sehingga masih cukup ketat dalam hal pemberian kredit, hanya saham bank-bank BUMN saja yang meningkat cukup signifikan karena lebih agresif memberikan kredit.

Kesimpulannya, lebih dianjurkan untuk tidak bermain saham-saham tidur karena berpotensi membuat dana investasi anda terjebak lantaran tidak ada pembelinya.

Selamat berinvestasi dan tetap waspada !!!

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s