1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

KASINO aspal ala Indon … 220410 22 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:11 am

Manfaatkan momentum!
Indeks & rupiah tembus rekor baru
… mau tidak mau ihsg dan Rp sudah menjadi SARANA PERJUDIAN aspal tingkat GLOBAL … itu sebabnya para deposan GEMBIRA dan RELA (kaya judul lagunya mahadewi aja) MENGGADAIKAN NASIB BAGUSNYA pada TREN BULLISH (euforia, jelank bubble) ihsg dan Rp … deposan itu ORANG INDON YANG SUDAH BERNASIB BAGUS lalu NEKAD tanpa PERTIMBANGAN MASAK masuk KASINO dengan ekspektasi ASTRONOMIS sekale, yaitu 10% SEBULAN, bukan 10% p.a. seperti yang biasanya 2009 pernah dialami mereka saat maseh menyimpan doku di perbankan indon …
… kenapa gw tiba2 jadi cemas, karena SITUASI FINANSIAL GLOBAL ternyata MASEH GONJANG-ganjing terimbas EKOR KERUWETAN kebangkrutan sistem finansial saat ini YANG BELUM DIBENAHI SERIUS, bahkan oleh negara2 maju sekale pun … bila terjadi LETUSAN bak gunung berapi di islandia, maka DEBU dan ABU volkanik nya bisa MENGANCAM antusiasme PASAR yang SEDANG TINGGI-TINGGINYA seglobal, termasuk indon …
… well, uda terlalu sering gw mengalami KEBANGKITAN dahsyat dan KEJATUHAN luar biasa, sehingga secara intuitif gw merasa ada sesuatu yang TIDAK WAJAR dalam sistem finansial dan investasi portofolio indon … (jadi inget Bang Napi di salah satu TV swasta) : WASPADA lah, WASPADA lah 🙂
… apalagi sebagian besar analis pro cuma berekspektasi 3000 adalah ambang psikologis ihsg bwat 2010 … ada sebagian kecil yang percaya 3500 … namun secara rata-rata ekspektasi 3000 adalah WAJAR dan AMAN serta TERKENDALI … sehingga antara 2900 dan 3000 sudah TERLALU DEKAT … well, mau manuver apa lagi kalo uda begitu dekat, paling lambat 1 bulan ambang psikologis sebagian analis SUDAH TERSENTUH dah …
… tapi dasar MENTALITAS SPEKULATOR dan PENJUDI asien-K dan deposan lokal AMAT KEBAL intervensi logis dan persuasif serta konstruktif model peringatan gw ini … jadi, LIAT AJA dah 🙂

Situasi makro kondusif, dengan indeks harga saham dan nilai tukar yang terus mencetak rekor, telah menciptakan momentum untuk meraup dana besar di pasar.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,75% pada level 2.912,83, memperbarui rekor sepanjang sejarah yang tercapai 15 April, 2.900,53. Rekor sebelumnya tercapai 9 Januari 2008 pada level 2.830,26.

Penguatan indeks terutama didorong saham-saham blue chip seperti Bank Mandiri, Telkom, BRI, Tambang Batubara Bukit Asam, Indocement Tunggal Prakarsa dan Astra International.

Total pembelian bersih asing dalam perdagangan kemarin mencapai Rp275,09 miliar.

Dengan pembelian bersih asing US$512 juta sepanjang tahun ini, indeks telah melompat hingga 15%, jauh lebih tinggi dari kenaikan indeks saham di bursa regional lain seperti Korsel yang naik 3% atau bursa Filipina dan Thailand yang masing-masing naik 4,3%.

Merespons situasi tersebut, rupiah melanjutkan penguatannya hingga sempat menembus Rp8.994 per US$, mendekati level terkuat sejak Juli 2007 pada level Rp8.990. Namun, rupiah akhirnya tertahan pada Rp9.017, naik tipis dari level penutupan sehari sebelumnya.

Sejumlah analis yang disurvei Bloomberg memprediksi rupiah berpotensi terapresiasi 0,3% jadi Rp8.975 per US$ pada akhir 2010. Dari sisi total return, sepanjang tahun ini rupiah telah membukukan gain hingga 5,17%, nomor dua se-Asia Pasifik setelah ringgit Malaysia.

Di sisi lain, seiring dengan laju inflasi yang terkendali plus ekspektasi pertumbuhan ekonomi hingga 6%, imbal hasil surat utang negara berdenominasi rupiah yang mencapai 8,9% tercatat sebagai obligasi dengan penampilan terbaik di Asia menurut indeks HSBC Holdings Plc.

Dengan perkembangan terbaru itu, pantaslah bila Standard Chartered dan Bank Indonesia tidak ragu menyatakan negeri ini akan mencapai peringkat investasi sebelum 2012. “Situasi ini sangat menjanjikan. Ini momentumnya,” kata ekonom SCB, Fauzi Ichsan, kemarin.

Momentum yang datang dari situasi makro itu akan semakin terlihat benderang manakala diketahui price to earning ratio IHSG saat ini sudah mencapai 20,87 kali, jauh lebih tinggi dari capaian bursa lain yang sepadan di kawasan regional.

Namun, situasi ini juga membawa risiko. Sebab, kian tinggi rasio itu, potensi kenaikan return-nya kian mengecil. Itu berarti, dalam sekejap investor bisa memindahkan dananya ke bursa lain yang menjanjikan return lebih tinggi. Momentum itu bisa segera hilang

Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia Kahlil Rowter menambahkan momentum itu semakin kuat karena permintaan produk investasi di bursa belum diimbangi penawaran. “Ini harus dimanfaatkan BUMN untuk masuk ke bursa, guna memperoleh dana maksimal.”

Chandra Pasaribu, Kepala Equity Research PT Danareksa, menambahkan BUMN masih memiliki ruang cukup lebar untuk memaksimalkan kinerja keuanganya, karena rasio utang terhadap ekuitasnya masih di kisaran 52,6%, jauh di bawah perusahaan swasta yang 124%.

Ini berarti, emiten BUMN berada pada posisi under leverage atau para pengelolanya belum mengoptimalkan struktur keuangan dan permodalan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Segera IPO

Saran yang diberikan Kahlil atau Chandra itu bukannya tak didengar. Sejak lebih dari 7 tahun lalu bahkan rencana IPO sejumlah BUMN seperti PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, dan BUMN perkebunan, sudah digulirkan.

Akan tetapi, publik akhirnya harus menerima kenyataan rencana tersebut itu timbul tenggelam dan sering tanpa kejelasan. Rencana IPO BUMN perkebunan misalnya yang dirancang sejak 2003, toh tidak kunjung direalisasikan.

Dengan kenyataan itu, momentum kenaikan harga minyak sawit pada 2008 akhirnya gagal dimanfaatkan BUMN perkebunan guna meraup dana besar melalui IPO, hingga prioritas aksi korporasi itu pun terabaikan seiring terjadinya krisis keuangan global.

Sampai sekarang, tiga menteri BUMN dalam 5,6 tahun pemerintahan SBY baru meng-IPO-kan empat BUMN, dua anak usaha BUMN, serta sekali penawaran saham kedua. Pendahulunya, Megawati, dalam 5 tahun membawa tujuh BUMN, tiga di antaranya masuk lima emiten terbesar.

Memang, Kementerian BUMN terus mendorong BUMN untuk IPO. Akhir April ini misalnya, rombongan Menteri BUMN bersama 16 BUMN terbuka, berikut Krakatau serta Garuda, akan menggelar nondeal roadshow ke Hong Kong dan Singapura.

Akan tetapi, dua rencana IPO 2010, yakni Krakatau dan Garuda, belum jelas benar. IPO Krakatau memang lebih maju, yakni dengan ditunjuknya perusahaan penjamin. Namun, jadwal IPO bisa berubah akibat perdebatan soal pembentukan anak perusahaan. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)

Reportase: Bambang P. Jatmiko/ Ratna Ariyanti/ Irvin Avriano A. /Berliana Elisabeth S.

Oleh Bastanul Siregar
Wartawan Bisnis Indonesia

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s