1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

kata F bwat I … hsg (simak MEI) : 300410 23 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:46 am

… berdasarkan grafik yang disajikan oleh sebuah penelitian ihsg, ternyata MEI ITU JAUH LEBE KINCLONG daripada April … semoga bukan MAY be YES may BE no …
ihsgbulananrata1989-2008.gif (499×394)
ihsg pada :
Dec 30, 2009 : 2,534.36
Jan 29, 2010 : 2,610.80
Naek = +3,01, sedangkan ihsg menurut tabel = +3,79%

Feb 25, 2010 : 2,549.03
Naek = -2,36%, sedangkan ihsg menurut tabel =+1,12%
Mar 31, 2010 : 2,777.30
Naek = +8,95%, sedangkan ihsg menurut tabel =+1,15%
Apr 23, 2010 : 2,924.73
Naek = +5,3 %, sedangkan ihsg menurut tabel =+1,31%

Total kenaekan ihsg secara persentase= +15,4% sementara secara penjumlahan persentase biasa dalam tabel terjadi kenaekan =+7,37% … ini berarti hampir 2 kali lipat kenaekan ihsg dibandingkan rata2 kenaekan ihsg dalam 2 dekade ini … well, ati2 terhadap koreksi besar seharusnya …

2 TANGGAL YANG PENTINK BWAT YUNANI, BWAT EURO, BWAT IHSG juga cek di :  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/04/28/geregetan-ayo-buruan-selamatkan-yuknangis-yunani-280410/

2 TANGGAL YANG PENTINK BWAT YUNANI, BWAT EURO,

BWAT IHSG

juga, secara GLOBAL cek di :  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/04/28/geregetan-ayo-buruan-selamatkan-yuknangis-yunani-280410/

300410:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat hingga 23 poin di tengah tekanan sentimen negatif penurunan peringkat Spanyol.

Pada perdagangan Kamis (29/4/2010), IHSG ditutup naik 23,541 poin (0,81%) ke level 2.926,860. Indeks LQ 45 juga menguat 4,039 poin (0,72%) ke level 563,822.

Berlanjutnya penguatan bursa-bursa utama akan kembali memacu penguatan IHSG pada akhir pekan ini. IHSG pada perdagangan Jumat (30/4/2010) diprediksi akan bergerak menguat, dengan sentimen positif dari cerahnya laporan keuangan sejumlah emiten.

Hingga kuartal I-2010, sejumlah emiten sudah menunjukkan kinerjanya yang cukup gemilang, terutama di sektor perbankan dan sebagian di sektor pertambangan.

Bursa Wall Street pun kemarin ditutup menguat karena laporan keuangan perusahaan yang sangat cerah, disamping sentimen negatif krisis utang Yunani yang sudah mulai memudar.

Pada perdagangan Kamis (29/4/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 122,05 poin (1,10%) ke levle 11.167,32. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik 15,42 poin (1,29%) ke level 1.206,78 dan Nasdaq menguat 40,19 poin (1,63%) ke level 2.511,92.

Bursa Jepang pun mengawali perdagangan hari ini dengan kenaikan yang cukup signifikan setelah kemarin libur. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Jumat ini dengan kenaikan 137,33 poin (1,26%) ke level 11.062,12.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari kamis IHSG menguat 23 point (+0.81%) dan ditutup di level 2926, pada hari kamis asing masih melakukan net sell sebesar 179 milliar, sekarang IHSG membentuk pola harami yang merupakan pola reversal yang cukup kuat dan jika kita lihat dari RSI terlihat mulai melakukan rebound. Sehingga pada hari ini indeks bergerak dalam kisaran 2916 – 2954

Panin Sekuritas:

Setelah sempat tertekan, IHSG akhirnya berhasil rebound dalam perdagangan kemarin. Investor berpandangan bursa Indonesia tidak terpengaruh secara langsung oleh penurunan peringkat hutang Yunani dan Portugal. Naiknya indeks kemarin juga didukung oleh menguatnya saham unggulan. Disisi lain perlu diperhatikan aliran dana investor asing masih terlihat keluar dalam beberapa hari terakhir (net sell). Untuk hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 2.897-2.940.

Sumber: detikcom
29/04/2010 – 09:33

IHSG Pagi Dibuka Naik 5,14 Poin ke Level 2.908,46
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (29/4) dibuka menguat 5,14 poin atau 0,18% ke level 2.908,46.

Penguatan indeks pagi ini didukung naiknya 18 saham emiten, sedang hanya 4 saham yang turun dan 17 saham masih stagnan.

Volume perdagangan pagi ini masih relatif sepi sebanyak 10,69 juta saham dengan nilai transaksinya mencapai Rp20,84 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 tercatat naik 1,29 poin ke level 561,07, sedang Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,63 poin ke level 466,41.

Saham yang naik di antaranya AALI naik 0,88% ke Rp22.850, ASII naik 0,55% ke Rp45.800, BBCA naik 1,83% ke Rp5.550 dan BBNI naik 1,03% ke Rp2.450. [cms]

ipot:

290410:

IHSG kemarin sempat menggelar diskon turun sampai sedalam 2,875 dan sempat balik arah setinggi 2,939, sebelum ditutup pada 2,903, turun 35 poin atau 1,22%.  Pasca mencetak rekor tertinggi di 2,958, terlihat IHSG kembali membentuk tingkat support IHSG perlahan meningkat dari periode sebelumnya ( 2,856 dan 2,830).  Saham yang menyeret pelemahan terbesar adalah BBCA (-Rp250), TLKM (-Rp150), ASII (-Rp650), BBRI (-Rp200), dan INTP (-Rp550).  Terlihat saham lapis kedua kemarin mendorong IHSG, antara lain, BKSL (+Rp6), SMRA (+Rp20), IDKM (+Rp75), dan ADMF (+Rp500).
IHSG hari ini kami perkirakan menguat dengan kisaran IHSG 2,885 – 2,917. Rekomendasi kami PTBA, ASII, INTP, PGAS, BBRI, INDF.
Author : Research Department

IHSG kemarin sempat menggelar diskon turun sampai sedalam 2,875 dan sempat balik arah setinggi 2,939, sebelum ditutup pada 2,903, turun 35 poin atau 1,22%.  Pasca mencetak rekor tertinggi di 2,958, terlihat IHSG kembali membentuk tingkat support IHSG perlahan meningkat dari periode sebelumnya ( 2,856 dan 2,830).  Saham yang menyeret pelemahan terbesar adalah BBCA (-Rp250), TLKM (-Rp150), ASII (-Rp650), BBRI (-Rp200), dan INTP (-Rp550).  Terlihat saham lapis kedua kemarin mendorong IHSG, antara lain, BKSL (+Rp6), SMRA (+Rp20), IDKM (+Rp75), dan ADMF (+Rp500).
IHSG hari ini kami perkirakan menguat dengan kisaran IHSG 2,885 – 2,917.  Rekomendasi kami PTBA, ASII, INTP, PGAS, BBRI, INDF.
Author : Research Department
Indeks diduga tembus 3.000 hari ini
Rabu, 28/04/2010 06:38:32 WIBOleh: Siti Nuraisyah Dewi
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diprediksi tetap menguat meskipun kemarin ditutup melemah 0,18% ke level 2.939,29 menyusul adanya potensi deflasi pada April.

Analis PT HD Capital Tbk Yuganur Wijanarko mengatakan masih terdapat rebound technical yang menyebabkan aliran dana asing masuk ke Tanah Air.

Pada perdagangan saham hari ini IHSG diprediksi berada di level 2.970 hingga kemungkinan dapat menembus level 3.000. “Penguatan rupiah dapat menandakan bahwa minat pemodal asing yang berinvestasi ke Indonesia masih besar sehingga IHSG masih berpotensi menguat,” ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan sentimen global yang akan menahan penurunan lebih lanjut yaitu datang dari AS. Pasar masih melihat kelanjutan akuisisi dari anak usaha Domba Mas.

Selain itu, menurut Yuganur, pada perdagangan hari ini saham-saham yang berbasis konsumer, properti, dan perbankan akan banyak dikoleksi pemodal.

Saham saham ini misalnya pada sektor konsumer seperti PT Indofood, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk.

Kemarin, IHSG akhirnya terkoreksi. Dibuka di level 2.943.67, IHSG terus melemah dan akhirnya melemah 0,18% ke level penutupan 2939.29.

Indeks BISNIS-27 yang bergerak di kisaran 270,49 – 272,38 melemah 0.40% ke level 271.43. Laporan keuangan kuartal I/2010 Astra Agro Lestari (AALI) yang mencetak kenaikan laba bersih 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu tidak membuat sahamnya terus menunjukkan kenaikan, justru sebaliknya, melemah 2,31%.

Jika pada minggu sebelumnya euforia membaiknya laporan keuangan sejumlah perusahaan kuartal 1/2010, menunjukkan pertumbuhan dalam laba bersih, menjadikannya sentimen positif pergerakan bursa, kini investor mulai melihat bahwa laba bersih yang dihasilkan ternyata lebih berasal dari keuntungan kurs dan kenaikan harga komoditas serta belum menunjukkan perbaikan yang signifikan secara fundamental. (ln)

28/04/2010 – 04:00

Sst..Cermati PTBA, ITMG, BMRI, ASRI & BSDE

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Kondisi indeks yang masih konsolidasi masih memberikan peluang terhadap sektor pertambangan, perbankan dan properti dalam perdagangan Rabu (28/4). Saham pilihan PTBA, ITMG, BMRI, ASRI dan BSDE.

Hal itu dikatakan analis saham Jakarta Securities, Tengku Hendry Andrian kepada INILAH.COM kemarin. “Ada beberapa saham yang sudah terkoreksi tajam di sektor pertambangan, perbankan dan properti disamping memiliki prospek bagus dalam jangka panjang,” katanya.

Saham-saham tersebut antara lain dari sektor pertambangan ada saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dari sektor perbankan saham Bank Mandiri (BMRI) dan saham properti seperti Alam Sutera Realty (ASRI) dan Bumi Serpong Damai (BSDE).

Sementara analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi merekomendasikan saham properti karena sektornya sudah mulai bergerak. Dorongan suku bunga yang rendah dan pembangunan infrastruktur dari pemerintah menjadi sentimen positif. “Jadi dunia porperti mulai bergerak memberikan dorognan ke saham sektor peroperti sebagai imbas dari sektornya,” katanya.

Riyadi merekomendasikan saham Summarecon Agung (SMRA), Adhi Karya (ADHI), Total Bangun Persada (TOTL), Wijaya Karya (WIKA), Bumi Serpong Damai (BSDE), Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dan Jasa Marga (JSMR). [hid]
Selasa, 27/04/2010 16:06 WIB
IHSG Kehilangan 5 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 5 poin menyusul semakin terkoreksinya sejumlah saham-saham unggulan. Meskipun saham-saham lapis dua cenderung menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.943,677 dan kemudian melemah hingga sempat menyentuh ke level 2.931,996, turun 13 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.944.709.

Sejak awal perdagangan, saham-saham unggulan didera tekanan jual meskipun dalam volume yang tidak begitu besar. Perdagangan berjalan stagnan dan tidak terlalu agresif.

Tidak terlihat adanya daya beli yang memadai pada saham-saham unggulan yang mengalami koreksi, sehingga akhirnya IHSG tidak mampu menembus zona positif.

Untungnya, saham-saham lapis dua cenderung menguat sehingga cukup mampu menahan IHSG dari penurunan lebih dalam. Ini bisa dilihat dari rasio penurunan IHSG yang jauh lebih kecil ketimbang rasio penurunan indeks LQ 45.

Indeks saham perkebunan, pertambangan, infrastruktur dan aneka industri memberikan tekanan paling besar dalam penurunan IHSG hari ini. Namun indeks saham pertambangan akhirnya ditutup menguat tipis.

Indeks saham konsumsi bergerak ragu-ragu di perbatasan positif dan negatif, namun akhirnya berhasil ditutup menguat. Indeks saham properti dan keuangan bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,056 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 968,811 miliar. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 87,852 miliar.

Pada perdagangan Selasa (27/4/2010), IHSG ditutup turun 5,410 poin (0,19%) ke level 2.939,299. Indeks LQ 45 juga turun 3,232 poin (0,57%) ke level 568,618.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.007 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 9.001 per dolar AS.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 120.575 kali pada volume 6,477 miliar lembar saham senilai Rp 3,945 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 108 saham turun dan 90 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia didominasi pelemahan.
Indeks Shanghai anjlok 61,58 poin (2,07%) ke level 2.907,93.
Indeks Hang Seng turun 325,27 poin (1,51%) ke level 21.261,79.
Indeks Nikkei-225 naik 46,87 poin (0,42%) ke level 11.212,66.
Indeks Straits Times turun 14,54 poin (0,48%) ke 2.988,08.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 80.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.050 ke Rp 40.300, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 ke Rp 18.950, Mayora (MYOR) naik Rp 225 ke Rp 4.825, Dynaplast (DYNA) naik Rp 150 ke Rp 1.050, Eatertainment (SMMT) naik Rp 90 ke Rp 450.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 800 ke Rp 46.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 23.250, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 15.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 27.450, Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.950.

(dro/qom)
27/04/2010 – 12:20
Sesi Pertama Koreksi Tipis 0,09%
Ada Peluang IHSG Menghijau
Mosi Retnani Fajarwati

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Kendati dibuka terkoreksi tipis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi kuat untuk kembali ke zona hijau hingga akhir perdagangan Selasa (27/4) ditopang sentimen internal.

Pada sesi I perdagangan Selasa ini, IHSG melemah 2,75 poin (0,09%) ke 2.941,96. Saham unggulan LQ45 juga turut melemah, dengan turun 2,44 poin ke 569,41.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 2.590.518.016 lembar saham dan senilai Rp1,63 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 92 turun dan 77 saham stagnan.

Secara sektoral, hanya empat sektor yang menguat, yaitu industri dasar naik 0,3 poin, keuangan naik 2,63 poin, pertambangan naik 2,6 poin dan sektor properti naik 0,26 poin.

Pengamat pasar modal, Willy Sanjaya, mengatakan, koreksi yang terjadi pada awal perdagangan hari ini masih bersifat wajar karena indeks telah masuk ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya. “Potensi ke 3.000 masih sangat terbuka, apalagi masih ada tiga hari kerja. Kita berharap minggu ini sudah tembus ke level itu,” ungkapnya kepada INILAH.COM, Selasa (27/4).

Sentimen berupa ekspektasi kinerja emiten untuk kuartal I 2010 serta pembagian dividen untuk tahun buku 2009, menurut willy, masih menjadi pemicu transaksi perdagangan hari ini.

Selain itu, kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia yang masih baik juga turut menunjang pergerakan bursa saham. “Inflasi kita untuk April ini juga diharapkan masih bagus,” ujarnya. Hal inilah yang akan mengundang aliran dana asing untuk terus masuk ke lantai bursa Indonesia.

Sementara mengenai sentimen harga komoditas, bursa regional dan Wall Street, Willy menyatakan, tidak begitu mendominasi perdagangan bursa pada hari kedua pekan ini. “(Sentimennya) lebih dari dalam,” ujarnya.

Pada perdagangan Senin (26/4), Dow Jones naik tipis 0,75 poin (0,02%) ke 11.205,03, Standard & Poor’s 500 melemah 5,23 poin (0,43%) ke 1.212,05 dan Nasdaq melemah 7,20 poin (0,28%) ke 2.522,95. Penguatan saham Caterpillar 4,2% seiring kenaikan proyeksi labanya, berhasil menopang Dow Jones ke zona hijau.

Sedangkan untuk bursa-bursa regional Asia cenderung melemah pada perdagangan pagi ini. Indeks Shanghai melemah 42,63 poin (1,44%) ke 2.926,87, Hang Seng turun 241,26 poin (1,12%) ke 21.345,80, Nikkei-225 turun 46,97 poin (0,42%) ke level 11.118,82, dan Straits Times melemah 15,69 poin (0,52%) ke level 2.986,93.

Willy memprediksikan, sepanjang hari ini IHSG akan berada pada kisaran 2.915- 2.967. “Hari ini tidak akan kalah hijau dengan kemarin. Kalaupun terjadi koreksi, akan sangat tipis,” ujarnya.

Beberapa saham yang mendapat rekomendasi positif adalah saham lapis kedua seperti PT Alam Sutera Realty (ASRI), PT Jaya Pari Steel (JPRS), PT Delta Dunia Makmur (DOID), dan saham PT Intiland Development (DILD), sehubungan dengan kinerja keuangan kuartal I 2010 yang membaik.

Ia juga merekomendasikan saham-saham blue chips, seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT International Nickel Indonesia (INCO), dan saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). “Semuanya buy. Untuk Telkom, itu karena sudah lama tertekan cukup dalam,” pungkasnya. [mdr]
Saham Unggulan Tertekan, IHSG Tergelincir
Peluang pelemahan IHSG sudah mulai terlihat sejak sesi prapembukaan.
SELASA, 27 APRIL 2010, 09:57 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Pada lima belas menit pertama transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) terus melanjutkan penurunan, setelah di awal sesi juga melemah.

IHSG terkoreksi 7,8 poin (0,27 persen) ke level 2.936. Sementara itu, pada pembukaan transaksi hari ini, Selasa 27 April 2010, IHSG melemah 4,09 poin (0,14 persen) menjadi 2.940,61.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam ulasannya di Jakarta yang diterima VIVAnews mengatakan, sentimen dari bursa regional Asia Pasifik pagi ini tidak cukup kuat untuk dapat mendorong kenaikan indeks.

“Hal itu di antaranya ditandai oleh penurunan mayoritas indeks, termasuk Nikkei,” kata Maxi.

Namun, di sisi lain yang dapat menahan penurunan indeks hari ini adalah penguatan harga logam di London Metal Exchange (LME) yang cukup signifikan, terutama nikel dan timah.

Demikian juga dengan kurs rupiah terhadap dolar AS yang masih stabil. Kurs rupiah sempat berada di posisi Rp 9.008/US$.

“Untuk hari ini kami perkirakan indeks bergerak fluktuatif dengan potensi untuk dapat mengalami penurunan,” tuturnya. Indeks akan bergerak di kisaran 2.920 hingga 2.960.

Sementara itu, saham-saham yang melemah pagi ini di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 350 (0,74 persen) ke posisi Rp 46.650, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi Rp 50 (0,63 persen) menjadi Rp 7.850, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah Rp 100 (1,12 persen) ke level Rp 8.800. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
IHSG Melemah Tergerus Bursa Regional
Selasa, 27 April 2010 – 09:38 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Pasar saham kembali dibuka terkoreksi, kendati bertahan di atas level 2.930. Sentimen negatif datang dari bursa kawasan Asia Pasifik yang seluruhnya memerah, sehingga mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah.

Tercatat, IHSG pada perdagangan Selasa (27/4/2010) pagi mengalami pelemahan sebanyak 6,481 poin atau 0,22 persen ke 2.938,78. Indeks LQ45 turun 2,530 poin ke 569,32 sementara JII terkoreksi 1,829 poin ke 473,478.

Di mana sebanyak 36 saham menguat, 44 saham melemah, dan 70 saham tidak mengalami perubahan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp138,1 miliar dan volume transaksi sebesar 233,0 juta lembar saham.

Sementara itu, di indeks Asia juga umumnya mengalami pelemahan. Indeks Nikkei turun sebanyak 46,97 poin atau setara 0,42 persen menjadi 11.118,82, indeks Hang Seng terkoreksi 308,59 poin atau 1,43 persen ke 21.278,47 serta indeks Straits Times naik 17,01 poin atau 0,57 persen ke 2,985,61.

Saham yang dibuka menguat (top gainer) antara lain adalah PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp1.000 ke Rp78.000, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 ke Rp18.500, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp100 ke Rp39.350, PT Eatertaiment International Tbk (SMMT) naik Rp90 ke Rp450, dan PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) naik Rp50 ke Rp9.850.

Sementara saham yang ditutup melemah (top losser) antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp350 ke Rp46.650, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terkoreksi Rp100 ke level Rp13.400, dan PT United Tractors TBk (UNTR) yang turun Rp100 ke Rp19.800.
(css)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan keperkasaanya sekaligus bertahta di titik tertingginya sepanjang sejarah. Penguatan bursa-bursa regional membuat investor terus memburu saham-saham ungulan.

Penguatan Indeks Sudah Terbatas
SELASA, 27 APRIL 2010 | 07:54 WIB

Bursa Efek Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Potensi penguatan indeks hari ini masih terbuka namun agak terbatas setelah bursa Wall Street ditutup beragam dan harga minyak kembali turun.

Indeks Dow Jones industri semalam ditutup hanya naik tipis 0,75 poin (0,01 persen) ke level 11.205,03. Indeks saham teknologi Nasdaq turun 7,2 poin (0,28 persen) menjadi 2.522,95, serta indeks S&P 500 juga melemah 5,23 poin (0,43 persen) ke level 1.212,05.

Harga minyak untuk kontrak bulan Juni pagi ini di pasar Asia juga kembali turun US$ 0,21 (0,25 persen) menjadi US$ 83,99 per barel. Dipasar New York Senin waktu setempat harga minyak jenis WTI Crude turun US$ 0,92 (1,08 persen) ke level US$ 84,2 per barel.

Pada perdagangan Senin kemarin indeks harga saham gabungan ditutup di level 2.944,709, atau naik 19,978 poin (0,68 persen) dari posisi akhir pekan lalu di 2.924,731.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk., Purwoko Sartono menjelaskan indeks kemarin berhasil ditutup pada level tertingginya lagi. Kenaikan indeks ini didukung oleh reli yang terjadi pada bursa regional seiring naiknya harga komoditas.” Pengutan bursa regional ini masih akan berlanjut meski agak terbatas pada hari ini,” ujarnya.

Indeks diperkirakan masih akan menguji ke batas atas 2.970 – 2.980. Sementara bila mengalami korkesi masih akan tertahan di batas bawah antara 2.923 – 2935.

Purwoko menilai saham pertambangan, barang konsumsi, masih akan menjadi incaran investor. Dan antisipasi dirilisnya laporan keuangan triwulan pertama 2010 dari saham – saham unggulan masih akan menjadi penopang perdagangan bursa hari ini.

Bursa Tokyo pagi ini turun 32,28 (0,29 persen) ke level 11.133,51, bursa Selandia Baru juga turun 10,95 poin (0,33 persen) menjadi 3.295,30.Sedangkan bursa seoul naik 1,52 poin (0,09 persen) menjadi 1.753,72, dan bursa Australia naik 24,5 poin (0,5 persen) menjadi 4.938,0.

VIVA B KUSNANDAR

Pada perdagangan Senin (26/4/2010), IHSG ditutup naik 19,978 poin (0,68%) ke level 2.944,709. Indeks LQ 45 juga menguat 3,870 poin (0,68%) ke level 571,850.

Namun untuk perdagangan Selasa (27/4/2010) ini, IHSG diprediksi akan bergerak melemah. Investor menilai saham-saham sudah terlalu mahal, disamping aksi profit taking yang juga melanda sejumlah bursa regional lainnya.

Bursa Wall Street pun kemarin hanya ditutup flat. Namun indeks Dow Jones berhasil positif berkat kenaikan saham Caterpillar, sementara saham-saham sektor finansial justru rontok seiring terus berjalannya rencana Obama mereformasi sektor finansial.

Pada perdagangan Senin (26/4/2010), indeks Dow Jones industrial average naik tipis 0,75 poin (0,02%) ke level 11.205,03. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 5,23 poin (0,43%) ke level 1.212,05 dan Nasdaq melemah 7,20 poin (0,28%) ke level 2.522,95.

Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 32,34 poin (0,29%) ke level 11.133,45.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari senin IHSG sempat menyentuh level 2954 (+0.99%) sebelum akhirnya ditutup di bawah resistance di 2944 (+0.64%) jika kita lihat IHSG membentuk negative divergence pada RSI dimana IHSG membentuk new high tapi indikator malahan menurun ini berarti bahwa IHSG uda mulai jenuh beli sehingga aksi profit taking dapat terjadi, IHSG sendiri pada hari ini berkisar pada 2916 – 2976 dengan saham – saham yang layak diperhatikan antara lain ASII, TLKM, BBRI

Panin Sekuritas:

IHSG kembali menguat pasca menembus rekor tertinggi pekan lalu. Menguatnya indeks didukung oleh rally yang terjadi pada bursa regional. Kami memperkirakan rally naik indeks masih akan berlanjut meski terbatas pada hari ini. Indeks diperkirakan akan menguji level resistance 2.970-2.980. Sementara range support berada pada 2.923-2.935. Saham pertambangan, consumer goods masih akan menjadi incaran investor. Sementara investor juga masih menanti laporan kinerja 1Q-10.

Sumber: detikcom
27/04/2010 – 06:42
Rekomendasi Saham
ASII Akan Topang Rally Bursa
Natascha & Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada transaksi Selasa (27/4) masih berpotensi menguat. Saham kapitalisasi besar ASII akan menjadi penopang kenaikan indeks.

Chandra Wijanarka, pengamat pasar modal dari Etrading Securities mengatakan, setelah kemarin sempat menembus level 2.950, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan menguji level resistan 2.973. “Bila ini tembus, maka akan mengarah ke level berikutnya di 3.000,” katanya kepada INILAH.COM.

Namun, lanjutnya, penguatan indeks ke 2.973, harus didukung apresiasi saham sektor perbankan yang merupakan index mover. Selain saham PT Astra International (ASII) yang merupakan saham berkapitalisasi pasar terbesar, menggantikan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Menurutnya, ASII lebih mudah membukukan kenaikan karena didukung komposisi pemainnya yang didominasi fund manager besar. Sedangkan saham big cap lain, seperti TLKM, kebanyakan diisi oleh pemain ritel, yang lebih mudah melakukan profit taking . “Alhasil, TLKM lebih berat melakukan penguatan,” paparnya.

Terkait hal ini, Chandra merekomendasikan saham ASII, terutama untuk mengantisipasi rally bursa hari ini. “Saham ini masih berpeluang naik, sehingga investor sebaiknya mengakumulasi saham ini,” katanya.

Saham lain yang menjadi pilihannya berasal dari lapis dua, seperti PT Bhakti Investama (BHIT) dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE). “Investor bisa trading buy pada emiten-emiten ini,” ucapnya.

Menurutnya, BHIT menarik karena secara teknikal, movering average-nya sudah mencapai 50, mengindikasikan harga emiten sudah berada di level support jangka menengah. “Berarti pasar tinggal menunggu reboundnya,” ujarnya.

Selain itu, BHIT dalam waktu dekat juga akan melakukan stock bonus. Adapun stock bonus ini mekanismenya mirip dengan stock split, dimana 3 saham baru akan ditukarkan untuk setiap satu saham lama. Dengan konsep ini, ada dilusi kepemilikan, sehingga valuasi harga sahamnya pun akan terganggu. “Namun, stock split ini juga akan menambah likuiditas saham,” paparnya.

Aksi korporasi yang rencananya akan digelar Senin (3/5) mendatang, juga akan diikuti stock split dari emiten di grupnya. Seperti PT Media Nusantara Citra (MNCN) dan PT Global Mediacom (BMTR).

Sedangkan saham BSDE berpeluang rebound. Terutama setelah cukup lama tertekan akibat penjualan 30% sahamnya oleh Sinarmas. Saat ini BSDE sudah menyentuh level resistan di 260, yang menunjukkan emiten ini sudah overbought, “BSDE masih ada peluang penguatan, meski terbatas,” pungkasnya.

Pada perdagangan Senin (26/4) kemarin, IHSG ditutup naik 19,978 poin (0,68%) ke level 2.944,709. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 6,946 miliar lembar saham, senilai Rp 3,991 triliun dan frekuensi 128.973 kali. Sebanyak 142 saham naik, 84 saham turun dan 76 saham stagnan. [mdr]
27/04/2010 – 04:25
IHSG Uji Level 2.973 Kemudian 3.000

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (27/4) akan melanjutkan penguatan. Indeks akan menguji level 2.973 dan bila tembus, akan menuju 3.000.

IHSG hari ini berpotensi menguat. Namun investor harus berhati-hati karena potensi koreksi masih terbuka. Terlihat dari RSI (relative strength index) yang menunjukkan negatif divergen. “Ini mensinyalkan adanya koreksi jangka pendek,”ujarnya. Chandra Wijanarka, pengamat pasar modal dari Etrading Securities kepada INILAH.COM.

Indeks saham pada perdagangan kemarin sudah mencapai level resistan di 2.950, meskipun akhirnya ditutup di bawah angka tersebut. Menurut Chandra, dengan tersentuhnya level bolinger band up, terkonfirmasi dengan volume transaksi yang kuat, maka indeks hari ini akan menguji level resistan baru di 2.973.” Bila level ini tembus, maka indeks akan menuju level psikologis 3.000,” katanya.

Di tengah kondisi yang mensinyalkan penguatan ini, Chandra menyarankan investor untuk melakukan trading buy atas emiten berkapitalisasi besar seperti PT Astra International (ASII) dan saham-saham penggerak pasar dari sektor perbankan. “Didukung emiten-emiten ini, IHSG dapat melaju ke 2.973,” pungkasnya. [ast]
Senin, 26/04/2010 16:07 WIB
Cetak 19 Poin, IHSG Sentuh Rekor Baru Lagi
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak kenaikan 19 poin, meskipun telah menunjukkan adanya tekanan jual pada perdagangan hari ini. IHSG masih berpeluang menembus level 3.000 pada pekan ini.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.924,932 dan langsung menguat hingga sempat menyentuh level 2.954,829, naik 30 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 2.924,731.

Tren penguatan IHSG telah terjadi sejak awal perdagangan hari ini seiring dengan laju penguatan bursa-bursa regional Asia yang juga didominasi penguatan cukup tinggi.

Di awal perdagangan, seluruh indeks saham sektoral mengalami penguatan dipimpin oleh penguatan indeks saham sektor pertambangan. Indeks saham infrastruktur kemudian berbalik arah lantaran koreksi saham Telkom (TLKM).

Pada perdagangan sesi II pun, laju indeks saham pertambangan mengendur digantikan oleh indeks saham aneka industri memimpin kenaikan IHSG seiring dengan penguatan tajam saham Astra International (ASII).

Indeks saham konsumsi juga terus menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini ditemani oleh indeks saham sektor perkebunan. Indeks saham keuangan mulai mencolek-colek zona negatif lantaran sejumlah saham perbankan mengalami tekanan jual.

Pertarungan jual beli selektif mengindikasikan adanya tekanan jual pada perdagangan besok. Namun peluang IHSG menembus level 3.000 pada pekan ini tampaknya masih sangat mungkin terjadi. IHSG terus menerus mencetak rekor tertinggi baru.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 782,887 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 649,420 miliar. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 133,467 miliar.

Pada perdagangan Senin (26/4/2010), IHSG ditutup naik 19,978 poin (0,68%) ke level 2.944,709. Indeks LQ 45 juga menguat 3,870 poin (0,68%) ke level 571,850.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.973 kali pada volume 6,946 miliar lembar saham senilai Rp 3,991 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 84 saham turun dan 76 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia didominasi penguatan.

Indeks Shanghai turun 14,03 poin (0,47%) ke level 2.969,50.
Indeks Hang Seng naik 342,57 poin (1,61%) ke level 21.587,06.
Indeks Nikkei-225 melesat 251,33 poin (2,30%) ke level 11.165,79.
Indeks Straits Times menguat 16,94 poin (0,57%) ke 3.306,25.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 47.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 27.600, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 15.700, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 13.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 39.250, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 18.300.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900, BTPN turun Rp 100 ke Rp 7.750, Alfamart (AMRT) turun Rp 140 ke Rp 1.100, Medco (MEDC) turun Rp 75 ke Rp 2.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 5.250.

(dro/qom)
Selangkah Lagi Indeks Sentuh 2.950
Senin, 26 April 2010 – 12:13 wib
Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) semakin mantap saja melaju. Indeks pun, selangkah lagi bakal menembus level 2.950.

Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (26/4/2010), IHSG naik 22,35 poin atau 0,76 persen ke level 2.947,08. Indeks LQ45 naik 4,34 poin ke 572,32 dan JII naik 4 poin ke 475,33.

Dimana nilai transaksi tercatat Rp1,5 triliun dengan volume perdagangan 2,89 miliar lembar saham. Sebanyak 133 saham menguat, 60 saham melemah dan 73 saham belum bergerak.

Sektor tambang memimpin penguatan sebanyak 21,96 poin, lalu sektor pertambangan naik sebanyak 8 poin, dan sektor manufaktur naik 9,3 poin.

Saham yang bergerak menguat (top gainer) antara lain adalah PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 ke Rp46.550, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp700 ke Rp14.800, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp500 ke Rp39.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp450 ke Rp13.500 dan PT Astra Autoparts Tbk (AUTO) naik Rp400 ke Rp10.050.

Sementara saham yang ditutup melemah (top looser) antara lain saham PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) turun Rp200 ke Rp2.900, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp7.950, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) turun Rp100 ke Rp7.750 dan pT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) turun Rp50 ke Rp5.050.(wdi)
26/04/2010 – 12:04
Sesi I, IHSG Ditutup Melesat 22,69 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Pada penutupan sesi I perdagangan bursa Senin (26/4), IHSG ditutup menguat 22,69 poin atau 0,78% ke level 2.947,42.

Dari pantauan INILAH.COM, penguatan saham ini dipicu terangkatnya 132 saham siang ini, sedang 75 saham stagnan dan hanya 59 saham yang mengalami penurunan.

Volume perdagangan mencapai 2,87 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,56 triliun.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 4,44 poin ke level 572,42, sedanga Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,69 poin ke level 474,98.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi AUTO naik 4,14% ke Rp10.050, UNVR naik 3,06% ke Rp13.450, PTBA naik 1,38% ke Rp18.250, GGRM naik 1,31% ke Rp27.050, ITMG naik 1,15% ke Rp39.350 dan ASII naik 0,98% ke Rp46.250. [cms]
Awal Pekan, Indeks Saham Bakal Bergerak Mixed
Senin, 26 April 2010 – 07:15 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Optimisme positifnya laporan keuangan kuartal I-2010 sejumlah emiten akan menjadi pendorong penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada awal pekan ini.

“Pergerakan pasar diperkirakan juga akan dipengaruhi oleh antisipasi investor atas laporan keuangan kuartal I-2010,” jelas analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta.

Walau demikian, ia mengatakan jika indeks bakal bergerak dua arah (mixed). Pasalnya, sentimen negatif dari global masih akan membayangi kinerja indeks. Dimana indeks regional masih akan terkena imbas negatif dari krisis Yunani.

“Ketidakpastian penyelesaian hutang Yunani masih membayangi pergerakan bursa regional,” ujarnya.

Purwoko memperkirakan indeks akan berada pada kisaran support resistance 2.903-2.940.

Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities mengatakan hal yang senada. Dia menuturkan jika indeks akan berada kisaran support resistance 2.900-2.928.

“Dengan pilihan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR),” kata Trimegah.

Sebelumnya, IHSG pada penutupan Jumat (23/4/2010) melemah tipis sebesar 9,6 poin atau 0,33 persen ke 2.916,93. Nilai transaksi pun ditutup hanya sebesar Rp2,08 triliun dengan volume sebanyak 3,6 miliar lembar saham. Sebanyak 89 saham bergerak melemah, 90 saham menguat, dan 100 saham belum menunjukkan pergerakannya.

Sektor tambang pun menjadi sektor yang memimpin pelemahan sebanyak 8,97 poin, sektor perkebunan juga anjlok 7,82 poin.

Pada akhir pekan kemarin juga, indeks Wall Street umumnya mengalami kenaikan. Indeks Dow Jones naik 9,37 poin atau 0,08 persen ke 11.134,29. Indeks 500 Standard & Poor’s naik 2,73 poin atau 0,23 persen, ke 1.208,67. Sementara indeks Nasdaq naik 14,46 poin atau 0,58 persen ke 2.519,07.(wdi)
Ruang kenaikan indeks masih terbuka
Senin, 26/04/2010 06:39:48 WIBOleh: Ratna Ariyanti & Rahmon Amri
JAKARTA (Bisnis.com): Proyeksi bahwa Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada level 6,5% diperkirakan mampu mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini.

Robby Has, analis PT Erdikha Sekuritas, mengatakan sektor keuangan diperkirakan tetap menjadi penopang penggerak indeks. Sektor komoditas juga diproyeksikan dapat memberikan kontribusi signifikan menyusul kenaikan harga komoditas.

“Berdasarkan analisa teknikal masih ada ruang terhadap kenaikan indeks meski terbatas karena saat ini pasar telah masuk ke overbought,” ujar Robby, kemarin. Dia memperkirakan IHSG bergerak dari titik topang 2.830 hingga titik resistan 2.910.

Survei yang dilakukan Bloomberg menunjukkan 16 dari 17 ekonom memproyeksikan bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia tidak akan berubah hingga 8 bulan mendatang. Satu ekonom memperkirakan BI Rate akan naik menjadi 6,75%.

IHSG pada Jumat pekan lalu ditutup dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa ke level 2.887,25, naik 2,02% atau 57,25 poin dari posisi penutupan pada Kamis pekan lalu.

Posisi tertinggi IHSG dalam sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 9 Januari 2008 di level 2.830,26.
Saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) masuk ke dalam gerbong penopang kenaikan IHSG dengan menyumbang 11,39 poin, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 9,37 poin, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) 5,16 poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 3,91 poin.

Laju kenaikan IHSG dihambat oleh sejumlah saham, seperti PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) yang menggerus indeks sebesar 1,27 poin, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) 0,63 poin, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) 0,40 poin, dan PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN) 0,32 poin.

Dari 399 saham yang ditransaksikan hari ini, sebanyak 116 saham harganya naik, 76 saham harganya menurun, dan 207 stagnan.
Indeks keuangan menjadi motor penggerak IHSG dengan menyumbangkan 39,04%, disusul dengan sektor aneka industri 19,46%, dan infrastruktur, utilitas, dan transportasi sebesar 15,82%.

Performa positif juga ditunjukkan oleh bursa regional. Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,47% atau 53,21 poin ke level 11.339,30, indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 21.537 atau naik 297,65 poin, indeks Straits Times Singapura naik 0,48% atau 14,08 poin ke level 2.957,46, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,09% atau 1,50 poin ke level 1.724,99.

Di sisi lain, indeks BISNIS-27 kemarin ditutup menguat 2,3% dari 262,6 menjadi 268,7 kemarin. Pergerakan indeks ini ditopang oleh kinerja saham dari berbagai sektor. Astra misalnya, mencatat gain 4,9% sedangkan PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan kenaikan sebesar 4,6%.

Selanjutnya indeks BISNIS-27 juga didongkrak oleh sektor keuangan yang diwakili oleh BBCA dengan peningkatan sebesar 5,5% dan BBRI yang menuai gain 2,9%.

Perkembangan serupa terlihat pada saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan gain sebesar 12,2% sedangkan PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kenaikan 4,3%, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan PT Semen Gresik (Persero) Tbk masing-masing membukukan gain 3,2%.

Pasar diselimuti sentimen positif yang didukung oleh kemungkinan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada level 6,5% di tengah prediksi pelambatan laju inflasi menjadi 3,43% pada Maret.

Penguatan indeks BISNIS-27 tidak terlepas dari perkembangan isu global dan regional. Bursa saham dan komoditas Asia menanjak menyusul laporan ekonomi AS yang memicu optimisme investor bahwa permintaan di perekonomian terbesar dunia itu dalam proses pemulihan.

Sebelumnya dilaporkan indeks Nikkei 225 menguat 0,5% menjadi 11.343,28 di tengah optimisme eksportir Jepang bahwa pelemaham yen akan mendongkrak penjualan ekspor negara itu.(htr)
26/04/2010 – 04:00
Laporan K1-10, Bisa Dorong IHSG ke 2.940

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakkan saham pada perdagangan Senin (26/4) diperkirakan akan bergerak mixed di kisaran 2.903-2.940. Laporan keuangan kuartal I 2010 diperkirakan masih menjadi penggerak pasar saham.

Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono, kemarin. “Awal pekan ini kami memproyeksikan indeks akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 2.903-2.940. Pergerakan pasar diperkirakan juga akan dipengaruhi oleh antisipasi investor atas laporan keuangan K1-10,” jelasnya.

Laporan keuangan sektor pertambangan dan perbankan diyakini masih akan dipublikasi oleh emiten. Hasilnya pun diekspektasikan masih positif sehingga dapat memberikan sentimen positif ke pasar. Hal ini sempat terjadi pada akhir perdagangan pekan lalu, indeks akhirnya berbalik arah menjaga momentum menuju level psikologis di 2.940.

IHSG ditutup di level 2.924,731 atau melemah tipis pada perdagangan Jumat pekan lalu . Indeks terlihat tertekan sepanjang perdagangan menyusul sentimen negatif dari melemahnya bursa regional. Ketidakpastian penyelesaian hutang Yunani masih membayangi pergerakan bursa regional.

Namun perkembangan terakhir, Komisi Eropa, ECB dan Dana Moneter Internasional (IMF) masih mempertimbangkan permintaan pemerintah Yunani yang berupa dana talangan sebesar US$56 miliar. Permintaan ini dilakukan setelah PM Yunani George Papandreou mengatakan negaranya bak kapal yang akan tenggelam. Walaupun ia sempat mengatakan Yunani bisa mengatasi masalahnya sendiri.

Pada akhir pekan lalu, indeks saham AS (Wall Street) naik ke level tertinggi 19 bulan terakhir. Hal ini berkat dorongan saham Merck yang berhasil menurunkan kekhawatiran mengenai dampak dari reformasi layanan kesehatan dengan mengatakan bahwa biayanya akan relatif rendah.

Saham energi memberikan dorongan menyeluruh pada pasar setelah harga minyak naik 1.7% diatas $85 per barel yang dipicu kuatnya data ekonomi. Indeks energi S&P 500 menguat 2.3%, sedangkan Chevron naik 1.8% di $82.67. [hid]
Indeks Saham Coba Perbarui Rekor Tertinggi
MINGGU, 25 APRIL 2010 | 15:20 WIB

Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Tempo/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Lantai saham di Wall Street, Amerika Serikat, yang ditutup positif dipicu oleh meningkatnya penjualan rumah di negeri Abang Sam, dan naiknya harga minyak kembali membuka peluang bagi indeks harga saham dalam negeri untuk memperbaiki rekor tertingginya lagi.

Indeks Dow Jones yang ditutup naik 69,99 poin atau 0,63 persen ke level 11.204,28 akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan bursa bursa regional di awal pekan ini. Harga minyak yang juga naik US$ 1,39 atau 1,66 persen)menjadi US$ 85,12 per barel akan menjadi penggerak saham di sektor pertambangan.

Meskipun Jumat (23/4) lalu indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, ditutup turun tipis, namun amulasi selama sepekan kemarin mencatat kenaikan sebesar 46,06 poin atau 0,6 persen menjadi 2.914,731 dibandingkan posisi pekan sebelumnya di 2.878,671.

Analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menjelaskan indeks harga saham di akhir pekan lalu terlihat tertekan sepanjang perdagangan menyusul sentimen negatif dari melemahnya bursa regional. “Ketidakpastian penyelesaian masalah utang Yunani masih membayangi pergerakan bursa Asia,” ujarnya.

Pekan ini, Purwoko memproyeksikan indeks harga saham akan bergerak bervariatif dalam kisaran antara 2.903 hingga 2.940. Dan pergerakan pasar masih akan dipengaruhi oleh antisipasi keluarnya laporan keuangan triwulan I-2010.

VIVA B KUSNANDAR
Meski Tertekan, IHSG Bertahan di Atas 2.900
Pergerakan negatif IHSG diperkirakan terpicu adanya aksi ambil untung pemodal.
JUM’AT, 23 APRIL 2010, 16:37 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Rekor Baru Lagi, IHSG Dekati Level 2.930
Perbarui Rekor, IHSG Kokoh di Level 2.912
Astra Bersinar, IHSG Masih Terbaik di Asia
Terimbas Regional, IHSG Tertekan 38 Poin
Tekanan Jual Ramai, IHSG Turun di Bawah 2.900
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih mampu bertahan di level psikologis 2.900, setelah kemarin berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru. Meski demikian, pada akhir transaksi Jumat 23 April 2010, IHSG ditutup terkoreksi.

Menurut tim riset PT Reliance Securities Tbk, pergerakan negatif IHSG pada perdagangan hari ini terpicu aksi ambil untung (profit taking) pemodal. Indikator teknis William%R dan volume perdagangan menurun, serta harga sejumlah saham sudah jenuh beli (overbought).

Namun, sekuritas itu mengakui, tren IHSG masih positif dalam jangka pendek dan jangka menengah, sehingga pelemahan yang terjadi diperkirakan masih wajar.

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini turun tipis 1,80 poin atau 0,07 persen ke level 2.924,73. Posisi IHSG itu masih lebih baik dibanding akhir sesi pertama yang terkoreksi 12,31 poin (0,43 persen) di level 2.914,22.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,2 triliun dan volume tercatat 9,29 juta lot, dengan frekuensi 96.675 kali. Sebanyak 95 saham menguat, 116 melemah, 84 ditutup stagnan, serta 203 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham senilai Rp 559,71 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 544,97 miliar.

Sementara itu, bursa Asia saat penutupan transaksi hari ini di BEI bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng melemah 210,45 poin (0,98 persen) ke level 21.244,49 dan Nikkei terkoreksi 34,63 poin atau 0,32 persen di posisi 10.914,46, namun Straits Times naik 2,41 poin (0,08 persen) menjadi 2.983,10.

Di Bursa Efek Indonesia, saham papan atas (blue chips) yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi Rp 300 atau 1,25 persen ke level Rp 23.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp 300 (1,11 persen) menjadi 26.700, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 75 atau 3,00 persen di posisi Rp 2.425.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.012/US$ seperti transaksi siang tadi.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.016/US$. Pada perdagangan Kamis 22 April 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran 9.005-9.010/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Jumat, 23/04/2010 16:17 WIB
IHSG Bertahan di Zona Merah
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di akhir pekan di zona merah, setelah pada sesi siang mengalami tekanan jual pada saham-saham unggulan. Penutupan IHSG di akhir pekan ini terdorong oleh sentimen bursa Asia yang juga berada di zona merah.

Hampir seluruh saham unggulan mengalami tekanan jual dari investor yang memutuskan mengambil aksi ambil untung (profit taking). Hanya saham Astra Internasional (ASII) yang masih tetap bertahan di zona hijau.

Aksi jual terjadi cukup kuat pada perdagangan saham akhir pekan ini mengikuti sentimen bursa-bursa regional Asia yang juga seluruhnya mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan Jumat (23/4/2010), IHSG ditutup turun 1,8 poin (0,06%) ke level 2.924,731. Indeks LQ 45 juga melemah 0,7 poin (0,14%) ke level 567,98.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 96.675 kali pada volume 4,645 miliar lembar saham senilai Rp 3,206 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 108 saham turun dan 75 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia hampir seluruhnya mengalami koreksi. Hanya indeks Strait Times saja yang berhasil berbalik arah menjadi positif.
Indeks Shanghai melemah 15,95 poin (0,53%) ke level 2.983,54.
Indeks Hang Seng turun 210,45 poin (0,98%) ke level 21.244,49.
Indeks Nikkei-225 turun 34,63 poin (0,32%) ke level 10.914,46.
Indeks Straits Times naik 2,41 poin (0,08%) ke 2.983,1.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Multi Bintang (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 169.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 ke Rp 45.800, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 13.050, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 200 ke Rp 9.650, Goodyear (GDYR) naik Rp 200 ke Rp 14.100.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 300 ke Rp 23.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 26.700, Indo Mobil (IMAS) turun Rp 100 ke Rp 760, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 ke Rp 2,425, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 5.300. (dnl/ang)
Jumat, 23/04/2010 09:41 WIB
IHSG-Rupiah Sama-sama Melemah
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dibuka langsung mengalami koreksi tipis. Koreksi yang melanda sebagian besar bursa-bursa regional langsung diikuti oleh pasar finansial Indonesia.

Saham-saham masih bergerak ragu-ragu di awal perdagangan akhir pekan ini, setelah kemarin IHSG mencapai titik tertingginya dalam sejarah.

Pada perdagangan Jumat (23/4/2010), IHSG dibuka melemah 4,916 poin (0,17%) ke level 2.921,616. Indeks LQ 45 juga melemah 1,227 poin (0,22%) ke level 567,545. Pelemahan IHSG terus berjalan, dan dalam 5 menit awal perdagangan tercatat turun 9,741 poin (0,33%) ke level 2.916,791.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.025 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.015 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas bergerak melemah terimbas sentimen negatif Yunani yang baru saja diturunkan peringkatnya oleh Moody’s. Pergerakan bursa regional hingga pukul 09.30 WIB:

Indeks Hang Seng melemah 55,36 poin (0,26%) ke level 21.399,58.
Indeks Nikkei-225 melemah 34,26 poin (0,31%) ke level 10.914,83.
Indeks Straits Times melemah 2,81 poin (0,09%) ke level 2.977,88.

(qom/qom)
Jumat, 23/04/2010 07:35 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Bergerak Fluktuatif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil berbalik arah dan ditutup menguat mengukir titik tertingginya sepanjang sejarah lagi.

Pada perdagangan Kamis (22/4/2010), IHSG ditutup naik 13,706 poin (0,47%) ke level 2.926,532. Indeks LQ 45 juga menguat 2,758 poin (0,48%) ke level 568,772.

Di perdagangan Jumat (23/4/2010) akhir pekan ini, IHSG akan kembali menghadapi tekanan koreksi. Apalagi sebagian besar bursa juga menghadapi koreksi akibat sentimen negatif dari krisis utang Yunani. IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Investor akan mencermati laporan keuangan sejumlah emiten yang sejauh ini menunjukkan tanda-tanda positif.

Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat meski sempat melemah di awal perdagangan setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat utang Yunani. Optimisme membaiknya laporan keuangan seperti ditunjukkan Starbucks dan SanDisk membuat investor tetap bersemangat.

Pada perdagangan Kamis (22/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 9,37 poin (0,08%) ke level 11.134,29. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik tipis 2,73 poin (0,23%) ke level 1.200,67 dan Nasdaq menguat 14,46 poin (0,58%) ke level 2.519,07.

Sementara Bursa Jepang membuat perdagangan Jumat dengan koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melamah 20,97 poin (0,19%) ke level 10.928,12.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari kamis setelah sempat melemah hingga ke level 2880 akhirnya IHSG ditutup di area positif dan berhasil menguat 13 point (+0.47%) menuju level new all time high pada level 2926, pada hari ini IHSG akhirnya berhasil melakukan break out dari resistance sebelumnya pada level 2916 dan berjalan dalam perjalanan untuk menuju level 2950 yang menjadi resistance selanjutnya. Asing sendiri pada hari ini masih melakukan net buy sebesar 32 milliar terutama di saham seperti BBRI, ADRO.

Sehingga untuk kisaran pada hari ini IHSG bergerak dalam kisaran 2880 – 2950 dengan saham yang layak dicermati seperti BBRI, ADRO, BISI.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin mencatat rekor tertinggi baru di level 2.926,532. Rekor baru ini terdorong oleh menguatnya saham pertambangan, perkebunan, meski pada awal sesi indeks justru tertekan oleh aksi jual saham bluechip. Hari ini kami perkirakan perdagangan masih akan fluktuatif ditengah antisipasi pemodal akan laporan kinerja 1Q-10. IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.905-2.953.

(qom/qom)
Jumat, 23/04/2010 07:06 WIB
Krisis Yunani Gelayuti Wall Street
Nurul Qomariyah – detikFinance
New York – Penurunan peringkat Yunani akibat defisit anggarannya yang membengkak sempat memberikan sentimen negatif pada awal-awal perdagangan. Namun optimisme membaiknya laporan keuangan perusahaan mampu mengangkat indeks saham di Wall Street hingga positif.

Lembaga pemeringkat Moody’s telah menurunkan peringkat utang Yunani satu notch dari A2 menjadi A3, sekaligus mengingatkan negara tersebut harus membayar biaya yang lebih tinggi untuk stabilitas utangnya dan bisa saja menghadapi penurunan peringkat baru.

Penurunan peringkat itu terjadi sesaat setelah Uni Eropa mengumumkan defisit anggaran Yunani mencapai 13,6%, lebih tinggi dari proyeksi pemerintah yang sebesar 12,9%.

Krisis utang Yunani itu sempat memberikan sentimen negatif di Wall Street. Namun sesaat kemudian, saham-saham berbalik arah setelah sejumlah perusahaan mengumumkan laporan keuangan yang melebihi ekspektasi.

Diantaranya adalah Starbucks dan SanDisk Corp yang mengumumkan perolehan laba kuartal I-2010 yang melebihi ekspektasi. Saham Starbucks langsung melonjak 7,3%, SanDisk juga menguat 12,3%.

Pada perdagangan Kamis (22/4/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 9,37 poin (0,08%) ke level 11.134,29. Indeks Standard & Poor’s 500 juga naik tipis 2,73 poin (0,23%) ke level 1.200,67 dan Nasdaq menguat 14,46 poin (0,58%) ke level 2.519,07.

“Laporan keuangan pada periode ini sangat kuat dan sisi positif yang sesungguhnya adalah pada sisi pendapatan. Anda benar-benar melihat pendapatan mulai masuk dan itu menunjukkan belanja sektor swasta,” jelas Tim Ghriskey, chief investment offincer dari Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/4/2010).

Selain SanDisk, produsen iPhone, Apple Inc juga memberikan sentimen positif pada saham-saham sektor teknologi. Saham Apple tercatat naik 2,8%.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim baru asuransi pengangguran turun pada pekan lalu. Klaim awal pengangguran tercatat mencapai 456.000, atau lebih rendah 5 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 10,64 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s