1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ketika PS berak$1 … 300111 24 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:36 pm

Rajawali Masuk, Saham KPIG Menuju Rp1.000

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Rabu, 26 Januari 2011 | 08:57 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Grup Rajawali dihembuskan akan masuk ke PT Global Land Development Tbk (KPIG) melalui pasar.

Berita ini langsung dimanfaatkan sejumlah bandar untuk mengakumulasinya. Bahkan dikabarkan bandar ini akan menggiring saham KPIG hingga menuju Rp1.000 dalam waktu dekat.

Pada perdagangan kemarin saham KPIG ditutup menguat 40 poin ke level Rp580.
Selasa, 24/08/2010 12:59 WIB
Garap Proyek Rel PTBA, Rajawali Siapkan US$ 3,84 Miliar
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Jakarta – PT Rajawali Grup akan membiayai 80% pendanaan untuk proyek mendanai proyek pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batubara di Tanjung Enim atau senilai US$ 3,84 miliar.

“Sisanya, masing-masing sebesar 10% berasal dari PTBA dan China Railway Engineering Corporation,” ujar Direktur Utama PTBA, Soekrisno di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Saat ini perusahaan patungan PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) tengah menyelesaikan detail desain yang diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini. Setelah desaai final selesai disusun, perseroan baru akan melakukan pembebasan lahan.

“Setelah 50% proses pembebasan lahan selesai, kita baru akan bangun lintasan kereta apinya sepanjang 307 kilometer bertahap,” ungkapnya.

Dia optimis penyelesaian proyek tersebut tidak akan tersendat proses pembebasan lahan sehingga diharapkan proyek bisa selesai tepat waktu pada tahun 2014.

“Karena dalam desain dibuat sedemikian rupa sehingga tidak lewat hutan lindung dan perkampungan,” tegasnya.

BATR sebelumnya juga telah mengikat kerjasama kontrakEngineering, Procurement and Construction (EPC) dan Kontrak Operator & Maintenance (O&M) dengan China Railway Group Limited. Kontrak jangka waktu 4 tahun sejak ditandatanganinya, dan termasuk jangka waktu pekerjaan desain.

Nilai kontrak untuk O&M disepakati sebesar US$ 3,5 miliar untuk jangka waktu 20 tahun dan pekerjaan EPC berjangka waktu 4 tahun senilai US$ 1,3 miliar.

Penyelesaian desain jalur kereta api serta pembebasan lahan sekitar 6 bulan sampai 1 tahun.

(epi/dro)
… 2 hari setelah P$ berak$i :  Chart forTambang Batubara Bukit AsamTbk (PTBA.JK)
… beberapa kali PS maen saham beneran TINGKAT GLOBAL @perusahaan tbk indon, dan SUKSES MERAUP IMBAL HASIL YANG RUAAAARRRRRBIASA dah : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/08/hikmah-dari-investor-dewasa-jual-saat-euforia-080410/ … kalo elo mau ikut AKSI PS, kayanya ekspektasi harga saham PTBA MELEJIT SUDAH AKAN TERBAYANG terutama dalam jangka lebih dari 1 taon … mau nunggu lebe dari 1 taon, masuk aja dan bobo dengan cerdas dengan mengantongi saham YANG BAKAL MELEJIT, seperti semua saham2 yang pernah digenggam PS (namun setelah dilepas PS maka keajaiban harganya pun menciut)  Chart forTambang Batubara Bukit AsamTbk (PTBA.JK)… menurut gw, kayanya PS seperti WB (Warren Buffett), yang selalu diawasi dan diikuti oleh para investor pengikutnya … well, gw liat aja dah …

Chart forSemen Gresik (Persero) Tbk (SMGR.JK)
Rajawali Ambil Alih 100% Saham Transpacific Railway Infrastructure
Senin, 26 April 2010 – 11:29 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Akhirnya, grup Rajawali mengambil alih kepemilikan 100 persen saham PT Transpacific Railway Infrastructure yang akan menggarap proyek pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batu bara di Sumatera Selatan.

Proyek tersebut diperkirakan akan membutuhkan investasi sekitar USD1,5 miliar.

Managing Director Rajawali Group Darjoto Setyawan menjelaskan bahwa transaksi pembelian saham Transpacific dilakukan pada akhir pekan lalu.

“Tepatnya Sabtu, 24 April kita sudah membeli 100 persen saham tersebut dari pemiliknya, Pak Suganda,” ujarnya, melalui pesan singkatnya kepada okezone, di Jakarta, Senin (26/4/2010).

Dia menjelaskan bahwa Transpacific adalah pemilik 80 persen sama PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Sedangkan pemilik yang lain adalah China Railway Group Limited (10 persen) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (10 persen).

Nantinya, BATR akan menggarap jalur kereta api sepanjang 307 kilometer dengan kapasitas angkut 27 juta ton per tahun. Batu bara yang diangkut dalam proyek pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batu bara itu berasal dari tambang Banko Tengah, Tanjung Enim, Sumatera Selatan hingga Srengsem, Lampung.

Menurut Darjoto, dengan transaksi tersebut Rajawali Group juga akan menguasai pertambangan batu bara di Banko Tengah tersebut. Mengenai berapa porsi dana yang akan dikeluarkan oleh Rajawali, Darjoto mengatakan, “Kalau investasi yang dibutuhkan proyek itu sekitar USD1,5 miliar, maka equity dari kami sekitar 30 persen dari jumlah itulah,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa setelah menjual saham di PT Semen Gresik Tbk, Rajawali akan aktif memasuki bisnis pertambangan.
(css)

Awal Transaksi, Saham Tambang Melejit
Saham-saham tersebut di antaranya Indo Tambangraya, Bukit Asam, dan Bumi Resources.
SENIN, 26 APRIL 2010, 09:52 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Pada awal transaksi Senin 26 April 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 12,06 poin (0,4 persen) ke level 2.936,79.

Tim riset PT Reliance Securities Tbk dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, hari ini mengatakan, IHSG diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan awal pekan ini.

Menurut tim riset itu, pengumuman laporan emiten di Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan Yunani memperoleh bantuan untuk mengatasi defisit fiskal menjadi faktor eksternal yang diharapkan mampu mendorong kenaikan IHSG.

“Sementara itu, dari dalam negeri, pengumuman laporan keuangan emiten dan aliran dana asing yang masih terus masuk ke dalam negeri turut memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar,” ujar tim riset itu.

Hingga enam menit pertama transaksi, IHSG terus melanjutkan penguatan hingga 21 poin ke kisaran 2.946. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.948 dan terendah 2.924.

Di bursa regional Asia, hingga delapan menit pertama transaksi di BEI juga bergerak positif. Indeks Hang Seng bergerak ke level 21.603,6 atau naik 359,11 poin (1,69 persen), Nikkei 225 naik 226,85 poin (2,08 persen) ke posisi 11.141,31, dan Straits Times menjadi 3.000,84 atau terangkat 12,35 poin (0,41 persen).

Saham-saham yang mendorong kenaikan IHSG di antaranya saham-saham tambang dan grup Astra. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp 400 (1,02 persen) menjadi Rp 39.300, PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp 400 (0,87 persen) ke posisi Rp 46.200, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 250 (1,05 persen) ke level Rp 23.900.

Selain itu, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp 250 (1,38 persen) ke posisi Rp 18.250 dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terangkat Rp 50 (2,15 persen) menjadi Rp 2.375. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rajawali caplok Transpacific
Peter Sondakh ‘telikung’ Prajogo Pangestu

JAKARTA: Grup Rajawali yang dikendalikan konglomerat Peter Sondakh menguasai proyek kereta batu bara PT Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) senilai total US$1,5 miliar.
Rajawali menguasai proyek itu setelah mengakuisisi 100% saham PT Transpacific Railway Infrastructure (TRI) dari pemiliknya Suganda Setiadi Kurnia. Selanjutnya, Rajawali bersiap menggelontorkan dana tunai US$360 juta untuk proyek tersebut.

TRI sendiri menguasai 80% PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), perusahaan yang akan menggarap jalur kereta batu bara tersebut. Sisa saham BATR dimiliki PTBA dan China Railway Engineering masing-masing 10%.

“Signing [penandatanganan] transaksi jual beli saham dengan Suganda dilakukan hari ini [kemarin],” kata Managing Director Grup Rajawali Darjoto Setyawan, saat dihubungi kemarin.

Dalam kesempatan itu, Darjoto tidak bersedia membuka nilai akuisisi dan identitas perusahaan afiliasi yang digunakan Rajawali dalam transaksi tersebut, termasuk keterkaitannya dengan Thelveton Global Asset Limited yang dikendalikan Prajogo Pangestu.

Pasalnya, Prajogo melalui Thelveton diketahui mengakuisisi 80% saham TRI yang dimiliki tiga perusahaan, yakni Coral Moon Resources, PT Handayani Bara Dinamika, dan PT Transpacific Investama. (Bisnis, 26 Maret)

Namun, Darjoto mengaku tidak tahu soal keterlibatan Prajogo Pangestu.

Di tempat terpisah, Presiden Direktur PTBA Sukrisno menyambut hangat kedatangan Rajawali. “Kami senang dengan masuknya Rajawali di TRI,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Chart forTambang Batubara Bukit AsamTbk (PTBA.JK)

Menurut Darjoto, dengan menghitung nilai teknik, pengadaan, dan konstruksi proyek rel sekitar US$1,5 miliar, termasuk tanah dan biaya lain serta asumsi rasio utang dan ekuitas 70%:30%, Rajawali akan menyetorkan dana US$360 juta. Total nilai proyek berikut perawatan selama 5 tahun Rp44 triliun.

“Dalam 6 bulan ini, proyek pembangunan rel kereta api batu bara itu dalam tahap pembuatan desain, setelah selesai baru tahap konstruksi,” katanya.

menurut bahana securities:

Weak 4Q09 results driven by higher costs Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) reported FY09 net profit of IDR2.7t (+59.7% y-y), inline with our estimate but 6% below consensus. On the top line, the company achieved sales of IDR8.9t, up 24% y-y backed by increase in ASP by about 27% y-y to IDR714k/ton (USD74/ton) while volume fell 2.7% y-y to 10.5m tons. However, 4Q09 performance was weaker, as revenues grew 6.4% y-y while COGS (cost of goods sold) were up 17.1% y-y translating to 5.4% drop in gross profit to IDR1.0t.

Akuisisi berlanjut

Pengambilalihan proyek kereta batu bara yang dilakukan Rajawali ini melanjutkan aksi korporasi yang dilakukan setelah penjualan 23,4% sahamnya di PT Semen Gresik Tbk senilai US$1,1 miliar pada akhir Maret lalu.

Hanya beberapa pekan setelah penjualan Semen Gresik itu, Rajawali memperbesar sahamnya di Archipelago Resources, perusahaan tambang emas berbasis di London, dari 39,6% menjadi 51,1%. Rajawali membeli saham Baker Steel Funds senilai 26,22 juta poundsterling.

Pekan lalu, Rajawali mengakuisisi 70,85% saham PT Eatertainment International Tbk senilai Rp 12,739 miliar. Rajawali akan mengalihkan bidang usaha Eatertainment dari hotel dan restoran ke perkebunan sawit.

Akuisisi itu dilakukan melalui perusahaan afiliasi Rajawali, yakni Green Palm Resources Pte Ltd dan PT Mutiara Timur Pratama. Mutiara Timur membeli 23,39% saham, sedangkan Green Palm membeli 47,46%.

Akuisisi Green Resources dan Mutiara Timur menyebabkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali Eatertainment. Oleh sebab itu, perseroan wajib menggelar tender offer atas sisa saham publik yang beredar.

Tan Tjoe Liang, salah satu Direktur PT Rajawali Corp yang juga direktur Green Palm dan Mutiara Timur, memastikan menggelar tender offer di harga Rp230 per saham. Dengan sisa saham publik 16,65%, dana yang harus disiapkan Rp3,064 miliar. (Bastanul Siregar) (bambang.jatmiko@bisnis. co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s