1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

harga saham2 yg gw ikutan … 270410 27 April 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:23 pm

ihsgw 300410 total:  25228/11=   2293.45

ihsgw stabil (adro, elsa, bbri, indy) 300410:  3686.25

^JKSE 5:00AM EDT 2,971.25 Up 44.39 Up 1.52% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,450.00 Up 75.00 Up 3.16% 29,165,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,200.00 Up 75.00 Up 3.53% 78,900,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,375.00 Up 50.00 Up 2.15% 75,063,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,950.00 Up 300.00 Up 3.47% 21,924,000
BNII.JK 5:00AM EDT 315.00 Up 10.00 Up 3.28% 16,508,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 128.00 0.00 0.00% 116,847,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 520.00 Down 10.00 Down 1.89% 18,168,500
INDY.JK 4:59AM EDT 3,075.00 Up 25.00 Up 0.82% 19,428,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,100.00 Up 50.00 Up 1.23% 37,346,000
MAPI.JK 4:52AM EDT 690.00 Down 10.00 Down 1.43% 1,598,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 425.00 Down 5.00 Down 1.16% 38,061,000

ihsgw total 290410 = 2242.54

^JKSE 5:00AM EDT 2,926.86 Up 23.54 Up 0.81% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,375.00 0.00 0.00% 15,639,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,125.00 Down 25.00 Down 1.16% 29,307,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,325.00 0.00 0.00% 65,297,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,650.00 0.00 0.00% 9,922,000
BNII.JK 5:00AM EDT 305.00 0.00 0.00% 10,545,000 .
TRUB.JK 5:00AM EDT 128.00 Up 5.00 Up 4.07% 285,383,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 530.00 Up 10.00 Up 1.92% 22,654,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,050.00 0.00 0.00% 21,774,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,050.00 0.00 0.00% 22,501,000
MAPI.JK 5:00AM EDT 700.00 Up 20.00 Up 2.94% 2,511,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 430.00 Up 5.00 Up 1.18% 48,472,000

280410 : ihsgw total  = 2216.63

^JKSE 5:00AM EDT 2,903.32 Down 35.98 Down 1.22% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,375.00 Down 75.00 Down 3.06% 31,751,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,150.00 Down 50.00 Down 2.27% 68,618,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,325.00 0.00 0.00% 127,803,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,650.00 Down 200.00 Down 2.26% 17,350,000
BNII.JK 4:59AM EDT 305.00 Down 5.00 Down 1.61% 21,990,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 123.00 Down 5.00 Down 3.91% 118,641,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 520.00 Down 20.00 Down 3.70% 35,757,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,050.00 Down 25.00 Down 0.81% 32,987,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,050.00 Down 75.00 Down 1.82% 21,382,500
MAPI.JK 4:45AM EDT 680.00 Down 10.00 Down 1.45% 116,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 425.00 0.00 0.00% 84,618,500

ihsgw total 270410  =25118/11= 2283.45

^JKSE 5:00AM EDT 2,939.30 Down 5.41 Down 0.18% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,450.00 Down 25.00 Down 1.01% 7,180,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,200.00 0.00 0.00% 44,070,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,325.00 Down 25.00 Down 1.06% 46,262,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,850.00 Down 50.00 Down 0.56% 8,661,000
BNII.JK 4:59AM EDT 310.00 Up 35.00 Up 12.73% 61,494,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 128.00 Down 2.00 Down 1.54% 69,444,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 540.00 Down 10.00 Down 1.82% 8,766,000
INDY.JK 4:59AM EDT 3,075.00 Down 50.00 Down 1.60% 26,649,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,125.00 Down 50.00 Down 1.20% 25,878,500
MAPI.JK 4:21AM EDT 690.00 Down 10.00 Down 1.43% 852,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 425.00 Up 20.00 Up 4.94% 77,351,000


2010-04-27
IHSG Uji Level 3.000, Rawan Aksi Ambil Untung Selasa Dibuka Terkoreksi

ANTARA/Rosa
Pialang beraktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/4). Pada perdagangan hari pertama awal pekan, IHSG ditutup naik 19,978 poin atau 0,68 persen ke level 2.944,709 seiring dengan laju penguatan bursa-bursa regional Asia yang juga didominasi penguatan cukup tinggi. Pada hari ini, Selasa (27/4), IHSG dibuka melemah.

[JAKARTA] Setelah mengukir rekor baru pada posisi 2.924, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menguji level 3.000 pada pekan ini. Namun, para pemodal perlu mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) yang berpotensi mengoreksi indeks. Hal ini sudah tampak pada pembukaan perdagangan sesi I Selasa (27/4), IHSG terkoreksi tipis 3,999 poin (0,14%) ke level 2.940,710.
Adapun, sektor pertambangan dan aneka industri merupakan sektor yang menekan laju indeks paling dalam. Pertambangan terperosok 11,505 poin (0,45%) dan Aneka Industri ambles 4,412 poin (0,56%). Sementara, rupiah pagi ini dibuka stabil di level Rp 9.010 per dolar AS.
Melihat berbagai data ekonomi dan kinerja emiten selama kuartal I 2010, sejumlah analis memprediksi, IHSG akan menembus level 3.000 pada pekan ini. Kenaikan IHSG itu sekaligus merefleksikan harapan pemodal atas kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
Sejak akhir Desember 2009-26 April 2010, penguatan IHSG sudah mencapai 16,96%, jauh melampaui kinerja indeks bursa regional yang umumnya di bawah 5%. Di kawasan Asia, posisi price to earning ratio (PER) bursa Indonesia yang kini mencapai 20,87 kali berada di urutan keempat, di bawah India (26,77 kali), Jepang (24,25), dan Tiongkok (24,12). Selama periode tersebut, nilai transaksi di BEI rata-rata mencapai Rp 4,05 triliun per hari.
Presiden Direktur PT Markasia Strategic Guntur Pasaribu menilai, penguatan IHSG tergolong agresif dibanding bursa regional. Kenaikan itu dipicu oleh masuknya dana-dana asing berjangka pendek yang memburu aset-aset finansial Indonesia. “Pemodal perlu mewaspadai aksi ambil untung investor asing. Mereka umumnya cermat memanfaatkan momentum,” jelasnya.
Ketika pemodal asing masuk, katanya, nilai tukar rupiah otomatis menguat. Kondisi ini kian memudahkan mereka memburu aset finansial seperti saham, surat utang negara (SUN), obligasi korporasi, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Dia mengingatkan, investor asing akan keluar saat rupiah menguat dan dolar AS melemah. Penguatan rupiah biasanya diikuti dengan penguatan aset-aset finansial. Mereka memanfaatkan kondisi itu untuk ambil untung. “Selanjutnya, mereka akan memburu dolar AS yang otomatis akan menekan rupiah. Saat bersamaan, harga saham dan SUN merosot. Investor lokal bisa gigit jari kalau tidak berhati-hati,” ujarnya.
Melihat penguatan indeks belakangan ini, analis PT Lautandhana Securindo Willy Sanjaya mengingatkan pemodal lokal agar mewaspadai kemungkinan terjadinya koreksi, baik secara teknikal maupun fundamental. Meski demikian, dia yakin IHSG bisa menembus level 3.000 pekan ini. “Semua data dan faktor positif memang sedang mendukung. IHSG bisa tembus 3.000 pekan ini,” ujarnya.
Willy memperkirakan, data inflasi April masih terkendali, sedangkan kinerja emiten kuartal I 2010 cukup menggembirakan. Di sisi lain, harga minyak bakal stabil di atas US$ 83 per barel. “Kondisi ekonomi AS dan indeks Dow Jones yang berada dalam tren menguat sangat positif bagi IHSG,” jelasnya.
Secara fundamental dan teknikal, menurut Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang, posisi IHSG masih berpeluang menguat ke 3.000 pekan ini. “Penguatan harga-harga komoditas, seperti minyak dan batu bara juga berpotensi memperkuat saham sektor pertambangan pekan ini,” katanya.
Dia juga melihat, perekonomian AS yang membaik ikut menunjang penguatan indeks. Secara teknikal, pasar saham sudah cenderung jenuh beli (overbought). Sejumlah saham sudah terlalu mahal dan berpotensi dikoreksi dalam waktu dekat.
“Ada sejumlah saham yang PER-nya sudah mencapai 20 kali. Ini berbahaya. Dari indikator relative strength index (RSI) memang menunjukkan kemungkinan indeks masih bisa menguat, hanya saja terbatas,” jelasnya.

Regional
Melemahnya IHSG, Selasa mengikuti bursa regional yang juga tengah berada di zona merah. Hang Seng anjlok 291,91 poin (1,35%) ke posisi 21.295,15, Nikkei-225 melemah 46,97 poin (0,42%) ke level 11.118,82, dan Straits Times turun 15,10 poin (0,50%) menjadi 2.987,52.
Sebelumnya, Indeks Dow Jones Selasa dini hari ditutup naik tipis 0,75 poin (0,01%) ke level 11.205,03.
Analis Dhanawibawa Artacemerlang Sekuritas Ketut Tri Bayuna saat dihubungi SP di Jakarta, Selasa pagi mengatakan, gerak indeks hari ini akan spekulatif, terutama buat saham lapis dua (second liner). “IHSG berpeluang terkoreksi seiring bursa regional yang melemah dan juga aksi profit taking. Koreksi ini hanya akan bersifat temporary. Secara historikal, terlihat indeks akan berada di support 2.900 dan resistance 2.960,” ujarnya. [ID/O-2]

Iklan
 

Pengungkit (2) : 140510

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:50 am

secara umum maen saham SEBAIKNYA = BRJT (beli rendah JUAL TINGGI) … artinya LABA SEBAIKNYA TERJADI …
… ada beberapa soal, pertama TIDAK SEMUA ORDER BELI atawa JUAL PASTI DILAKSANAKAN … minimal ada 2 hal yang menyebabkannya: TINGKAT HARGA BELI/JUAL TIDAK TERCAPAI, atawa URUTAN ORDER BELI/JUAL elo TIDAK TERCAPAI …

kedua SEBAIKNYA SELALU PASANG ORDER BELI DI BAWAH HARGA PENUTUPAN TERAKHIR (bisa harga penutupan kemarin, atau penutupan sesaat sebelumnya)
… ketiga SEBAIKNYA SELALU PASANG ORDER JUAL DI ATAS HARGA PENUTUPAN TERAKHIR (bisa harga penutupan kemarin, atau penutupan sesaat sebelumnya)

… kedua SEBAIKNYA SELALU PASANG ORDER BELI DI BAWAH HARGA PENUTUPAN TERAKHIR (bisa harga penutupan kemarin, atau penutupan sesaat sebelumnya) dengan terlebih dulu memperhatikan ANALISIS TEKNIKAL SEDERHANA baik harian mau pun yang jangka panjang dan ANALISIS FUNDAMENTAL
… ketiga SEBAIKNYA SELALU PASANG ORDER JUAL DI ATAS HARGA PENUTUPAN TERAKHIR (bisa harga penutupan kemarin, atau penutupan sesaat sebelumnya) dengan terlebih dulu memperhatikan ANALISIS TEKNIKAL dan FUNDAMENTAL

keempat, dalam tren harga turun, gunakan FOKUS LABA DALAM TREN TURUN

… keempat, dalam tren harga turun, gunakan FOKUS LABA DALAM TREN TURUN, sebaiknya gunakan taktik ini daripada langsung CUT LOSSES
… kelima, dalam tren harga naek, JANGAN TERLALU HEPI dah, TAKTIK APA PUN DI TREN NAEK INI ADALAH TAKTIK ANAK SD doank, CARA ORANG BODOH BANGET DAH … karena nyaris semua taktik di tren ini PASTI LABA, persoalannya BERAPA BESAR LABANYA …

keenam, SEBAIKNYA GUNAKAN PENGUNGKIT, yaitu SELALU MENCARI PERSENTASE LABA YANG LEBE BESAR, yaitu SELISIH DI ATAS 1 POIN, yaitu 2 poin ke atas antara Jual dan Beli (terutama bwat yang SUDAH trampil)

… keenam, SEBAIKNYA GUNAKAN PENGUNGKIT, yaitu SELALU MENCARI PERSENTASE LABA YANG LEBE BESAR, yaitu SELISIH DI ATAS 1 POIN, yaitu 2 poin ke atas antara Jual dan Beli …
… ketujuh, KALO ELO UDA BERLABA LEBE DARI 1 %, SEBAIKNYA berhenti maen saham beneran dulu, puasa beberapa jam, maen lage besok (itu kalo mau maen saham cara rajin)…
… kedelapan, KALO ELO UDA PUNYA NYALI dan CUKUP KOMPETEN MENJALANKAN TUJUH LANGKAH DI ATAS DENGAN INTUITIF (aka “tutup mata nyetir mobil”) maka ELO BOLE KUTAK KUTIK PENGUNGKIT PERSENTASE LABA dan BESARAN MODAL serta jenis SAHAM YANG DIPAKE … cheers
… kesembilan, memang tidak selalu bisa maen short selling, tapi taktik ini bisa diakali dengan cara maen short selling dalam 2 hari, yaitu menghabiskan seluruh lot beli dalam 2 hari trading, ini dimungkinkan … sehingga modal+laba sudah bisa dihitung, lalu sekaligus bisa dipake lage untuk trading berikutnya dengan ekspektasi pengungkit bunga berbunga …

ASIEN-K emang ASIN

china bikin aturan yang menahan GELEMBUNK PASAR dan INFLASI TINGGI:   http://iaminvestor.wordpress.com/2010/05/03/geregetan-ch-serius-menahan-laju-pasar-030510/

kecemasan euro MASEH KUAT, pasar maseh GA YAKIN :  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/05/04/geregetan-yuknangi-maseh-bikin-nangis-040510/

yellow bird flys across the screen animated gif
Jumat, 14/05/2010 07:27 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Dibayangi Koreksi Regional
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu lalu ditutup menguat lebih dari 1% seiring membaiknya bursa-bursa regional. IHSG tercatat memimpin penguatan bursa Asia.

Pada perdagangan Rabu (12/5/2010), IHSG ditutup menguat 34,731 poin (1,23%%) ke level 2.847,622. Indeks LQ 45 naik 7,844 poin (1,45%) ke level 548,713.

Setelah libur perdagangan Kamis, IHSG pada perdagangan Jumat (14/5/2010) diprediksi akan berjalan perlahan-lahan. Banyaknya investor yang libur di ‘hari kejepit’ ini akan membuat IHSG bergerak fluktuatif.

Namun koreksi yang menyambangi bursa-bursa utama dunia akan menyeret IHSG ke teritori negatif. Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah setelah keluarnya komentar dari perusahaan teknologi Cisco System Inc dan peritel Kohl’s Corp, yang memunculkan lagi keragu-raguan investor seputar pemulihan ekonomi AS.

Pada perdagangan Kamis (13/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 113,96 poin (1,05%) ke level 10.782,95. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 14,23 poin (1,21%) ke level 1.157,44 dan Nasdaq melemah 30,66 poin (1,26%) ke level 2.394,36.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Jumat ini dengan koreksi yang cukup besar. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 167,15 poin (1,57%) ke level 10.453,40.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG masih bergerak fluktuatif dalam perdagangan kemarin. Setelah sempat melemah, IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat setelah bursa Eropa dibuka menguat pada sore hari. Meski demikian, seiring dengan kenaikan volatilitas indeks, kami merekomendasikan agar investor masih tetap waspada. Kami memproyeksikan hari ini indeks akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 2.820-2.876. Saham pilihan : BMRI, ADRO, INTP.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan cenderung bergerak sideways dalam rentang 2,831,11 – 2,864.18 hari ini dengan daily risk yang masih dalam level toleransi yakni sekitar level 49.80 %.

Kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat diperkirakan jika IHSG tembus level 2,880.6 untuk menuju level 2,907.88, seperti yang diindikasikan pada indikator MFI Optimized , yang masih cenderung untuk naik dengan target berikutnya di sekitar level 2,900

Beberapa saham pilihan hari ini yang patut dicermati adalah ASII,INCO dan TBLA

eTrading Securities:

IHSG berhasil ditutup menguat 34 poin atau 1.23% ke level 2,847.62 pada perdagangan hari ini. Terlihat level 2,812 masih menjadi support kuat indeks dalam jangka pendek dan berpeluang menembus level tersebut yang dapat disebabkan oleh sentimen negatif dari kawasan regional. Pada perdagangan hari ini asing tercatat net buy sebesar 175 miliar dengan sektor pilihan mining dan perbankan. Untuk perdagangan besok kami perkirakan indeks berpeluang untuk bergerak di kisaran 2,806 – 2,860.

(qom/qom)
EKONOMI
12/05/2010 – 06:44
Bursa Masih Koreksi, ‘BoW’ INDF & BBTN
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham pada perdagangan Rabu (12/5) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan. Rekomendasi buy on weakness (BoW) pada saham INDF dan BBTN.

Muhammad Arif, analis Pacific 2000 memprediksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih melanjutkan koreksi. Sebab, aksi penyelamatan Uni Eropa (UE) dan Dana Moneter Internasional (IMF) atas Yunani dianggap hanya sementara dan menimbulkan euforia jangka pendek.

“Yunani dianggap sudah sulit keluar dari risiko gagal bayar (default) obligasi,” ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (11/5) petang. Menurutnya, ada potensi penularan ke negara lain, yang pengelolaan fiskalnya mirip dengan Yunani. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena sistem tersebut sangat mirip antar negara Eropa.

Kesamaan karakter itu juga didukung rasio utang yang tinggi terhadap produk domestik bruto (PDB), serta defisit anggaran yang besar. “Berkembang spekulasi Spanyol dan Portugal akan menyusul kesulitan Yunani,” lanjutnya.

Pada kondisi seperti ini, Arif merekomendasikan saham PT Indofood (INDF) dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN). Hal ini karena banyak yang melakukan realisasi keuntungan pada awal pekan lalu. Sehingga tak banyak yang bisa direkomendasikan. “Tunggu koreksi dan buy on weakness kedua saham itu,” paparnya.

INDF masih ada peluang trading karena secara fundamental tertolong apresiasi rupiah pada kuartal pertama 2010 yang lebih banyak dibandingkan periode sama tahun lalu. Kemudian juga didukung rencana penawaran saham publik perdana (IPO) anak perusahaan yang bisa lebih agresif dalam berakspansi modal. Potensi keuntungannya akan lebih besar dan akan dikonsolidasikan ke INDF.

Sementara BBTN, hanya bisa digunakan untuk trading karena berlanjutnya koreksi. Bank ini diunggulkan sebagai satu-satunya penyedia KPR. Selain itu, BBTN akan melakukan peningkatan modal dengan menambah jumlah obligasi.

Pada perdagangan Selasa (11/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 37,536 poin (1,32%) ke level 2.812,891. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5.715 juta lembar saham, senilai Rp 5,515 triliun dan frekuensi mencapai 135.339 kali. Sebanyak 67 saham naik, 138 saham turun dan 59 saham stagnan. [ast/mdr]
Selasa, 11/05/2010 16:10 WIB
Profit Taking Hentikan Laju IHSG
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berakhir di teritori negatif. Pelemahan bursa-bursa regional setelah lonjakan tajam kemarin membuat IHSG terus tertekan sepanjang perdagangan.

Mengawali perdagangan preopening, IHSG sempat menghijau mengikuti bursa Wall Street yang melonjak tajam. Namun setelah pembukaan perdagangan, IHSG terus menerus tertekan oleh besarnya arus profit taking. IHSG hari ini sempat menyentuh titik terendahnya di 2.808,568.

Pada perdagangan Selasa (11/5/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 37,536 poin (1,32%) ke level 2.812,891. Indeks LQ 45 juga melemah 8,550 poin (1,56%) ke level 540,869.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.070 per dolar AS.

Bursa-bursa regional juga akhirnya melemah setelah kemarin melonjak tajam. Euforia di pasar finansial Asia memudar pasca pengumuman penanganan krisis di Eropa senilai US$ 1.000 miliar.
Indeks Hang Seng tercatat turun 280,13 poin (1,37%) ke level 20.146,51.
Indeks Nikkei-225 melemah 119,60 poin (1,14%) ke level 10.411,10.
Indeks Straits Times melemah 12,90 poin (0,45%) ke level 2.867,58.
Indeks Shanghai melemah 51,18 poin (1,90%) ke level 2.647,57.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 135.339 kali pada volume 5.715 juta lembar saham senilai Rp 5,515 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 138 saham turun dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang masih berhasil naik harganya antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 menjadi Rp 36.450, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 42.700, Adaro (ADRO) naik Rp 50 menjadi Rp 2.050, PTBA naik Rp 300 menjadi Rp 18.200.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.650, PGN (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 3.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 menjadi Rp 18.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 menjadi Rp 5.200, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 8.000, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.425.
(qom/qom)

Selasa, 11/05/2010 12:07 WIB
IHSG Koreksi 18 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I hari ini dengan pelemahan 18 poin. Koreksi saham-saham BUMN memicu aksi jual saham-saham unggulan lainnya.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.850,427 dan langsung menguat ke level 2.865,478, naik 15 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.850,427.

Namun rupanya, penguatan tidak bertahan lama. Aksi ambil untung (profit taking) mewarnai perdagangan hari ini. Tekanan jual dipicu oleh penurunan saham-saham BUMN yang sejak awal perdagangan didominasi koreksi.

Tak lama kemudian, sebagian besar saham-saham unggulan lainnya ikutan didera tekanan jual dan mengalami koreksi. Hanya indeks saham pertambangan, perkebunan dan konsumsi yang masih bertahan di zona hijau.

Koreksi saham-saham sektor pertambangan logam, infrastruktur dan perbankan memberikan tekanan yang cukup berat bagi IHSG. Gerakan IHSG hari ini cukup bervolatilitas tinggi dalam rentang 2.827,047 di titik terendah dan 2.865,478 di titik tertinggi.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 424 miliar.

Pada perdagangan Selasa (11/5/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 18,521 poin (0,64%) ke level 2.831,906. Indeks LQ 45 juga turun 4,127 poin (0,75%) ke level 545,292.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 79.434 kali pada volume 3,638 miliar lembar saham senilai Rp 3,196 triliun. Sebanyak 68 saham naik, 141 saham turun dan 50 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia juga berbalik arah ke zona negatif setelah menguat di awal perdagangan.

Indeks Hang Seng turun 291,28 poin (1,43%) ke level 20.135,36.
Indeks Nikkei 225 turun 79,20 poin (0,76%) ke level 10.451,58.
Indeks KOSPI turun 7,43 poin (0,44%) ke level 1.670,12.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro (AALI) naik Rp 750 ke Rp 21.550, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 36.850, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 18.150, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 28.400.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bir Bintang (MLBI) turun Rp 4.000 ke Rp 165.000, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.550, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 13.050, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 5.300, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 7.700.

(dro/qom)

08/05/2010 – 09:02
‘Fat Finger’, Penyebab Jebloknya Wall Street
Vina Ramitha

(IST)
INILAH.COM, New York – Frustasi sempat melanda Wall Street ketika sempat anjlok hampir 1.000 poin pada perdagangan Kamis (6/5) waktu setempat. Penyebabnya tak lain adalah sindrom fat finger. Apakah itu?

Ketika indeks Dow Jones terjungkal dalam waktu kurang dari 30 menit, para pelaku pasar seakan terkesima. Mereka terpana menyaksikan indeks 30 saham terbesar di Wall Street itu menukik tajam. Meskipun setelah itu indeks membubung naik lagi ke posisi semula, aksi bungee jumping tersebut benar-benar menghebohkan.

Penyebabnya ternyata sangat sederhana, yaitu kesalahan minor dalam membedakan huruf B untuk billion (miliar) dan M untuk million (juta). Seorang trader, menurut kabar yang beredar, tanpa sengaja memasukkan US$16 miliar untuk US$16 juta dalam penjualan saham. Muncul dugaan, transaksi itu melibatkan perusahaan consumer goods Procter & Gamble.

Hal ini, kerap disebut sindrom fat finger. Terkait dengan komputer, berarti kesalahan input data via keyboard. Kondisi ini biasanya disebabkan pengguna yang tak berpengalaman menggunakan keyboard, faktor ketergesaan, tidak fokus atau kurang teliti, serta kelalaian.

Dalam konteks error di Wall Street kemarin, Bloomberg mencatat 19 trader yang bertransaksi dengan 100 saham dieksekusi pada satu sen dalam waktu tujuh detik, mulai pukul 14.47-14.48. Ini kira-kira satu menit setelah bursa terjun bebas. Kebanyakan dari transaksi ini dibatalkan dan saham pulih US$41.

Kesalahan pada indeks ini juga menjadi perdebatan di SEC dan otoritas bursa AS. Apakah benar sekumpulan mesin di Dow Jones itu melakukan kesalahan. Pasalnya, perdagangan yang seringkali menggunakan rumus algoritma ini kecil kemungkinannya melakukan kesalahan dalam hitungan detik.

“Saya dengar, transaksi error itu melibatkan perusahaan besar. Seseorang menekan tombol yang salah. Sudah lama kami tak melihat seperti ini. Kepanikannya luar biasa,” ujar seorang broker, Charlie Flood, di luar New York Stock Exchange, ketika pasar tutup, Jumat (7/5) WIB.

Senada dengan penasihat investasi di Manhattan Brad Pine yang mengatakan, lantai bursa langsung terlihat kacau. Panic selling hampir merata. Apalagi, ketika itu pasar sedang dipenuhi kekhawatiran, bahwa defisit anggaran Yunani akan menyebar ke seluruh negara pengguna mata uang tunggal kawasan Eropa, euro.

Indeks Nasdaq pun langsung mengeluarkan perintah pembatalan transaksi di atas 60% setelah kejadian itu. Aksi bungee jumping indeks ini terjadi setelah pukul 14.30 waktu setempat. Dow yang mulanya turun 400, berubah menjadi pelemahan 800 poin hanya dalam waktu semenit, ke 9,869.

Penasehat investasi lainnya, David Honigstock, langsung teringat pada krisis ekonomi 19 Oktober 1987 silam. Ketika itu, Wall Street anjlok 22,6% dalam hitungan menit. “Anda melihat layar dan menyaksikan pasar benar-benar terjun bebas,” ujarnya.

Beruntung, bursa saham AS itu langsung rebound dari terjun bebas 998 poinnya atau yang terbesar dalam sejarah. Pada pukul 15.09, pasar sudah naik 700 poin lagi. Secara total, hari itu Wall Street hanya turun 347,80 poin atau 3,2% dan ditutup pada 10.520,32. Sedangkan P&G yang dikatakan bermasalah, hanya mengalami penurunan 2,2%.

Perwakilan dari Bappepam AS (SEC) dan otoritas bursa langsung mengadakan pertemuan darurat untuk melihat seberapa dalam kasus ini. Mereka akan mengkaji, berapa banyak emiten yang terlibat dalam insiden ini. Hingga kini, Wall Street masih menantikan pengumuman mengenai siapa yang bertanggung jawab.

Selain grafik pada layar komputer itu, kasus Yunani itu juga menambah parah kepanikan pelaku pasar. Kebetulan, televisi di gedung bursa sedang menyiarkan unjuk rasa di Athena, Yunani, dipenuhi dengan kekerasan. Rakyat Yunani mengamuk dengan kebijakan pengetatan anggaran yang baru diterapkan pemerintahnya.

Menurut analis teknikal senior Schaeffer’s Investment Research Ryan Detrick, ada kekhawatiran fundamental mengenai benua Eropa. Dunia saat ini, katanya, menjadi tempat yang berbahaya. “Hingga kita bisa memecahkan situasi saat ini, volatilitas masih terus terjadi,” pungkasnya. [ast/mdr]

Tekanan Jual Masih Kuat, IHSG Makin Terpuruk
Sentimen negatif global maupun domestik masih menjadi pemicu kejatuhan IHSG.
JUM’AT, 7 MEI 2010, 16:30 WIB
Antique

Mencermati pergerakan saham (www.geckoandfly.com)
BERITA TERKAIT
Saham Unggulan Diburu, Pelemahan IHSG Mereda
Sri Mulyani Mundur, IHSG Ditutup Anjlok
IHSG Masih Berpeluang Rebound di Akhir Sesi
Tekanan Jual Tunda IHSG Sentuh 3.000
Regional Balikkan IHSG ke Area Negatif
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mampu melawan tekanan jual yang terjadi beberapa hari terakhir. Pada transaksi Jumat 7 Mei 2010, IHSG menutup transaksi dengan pelemahan cukup tajam. Sentimen negatif global maupun domestik tetap menjadi pemicu kejatuhan indeks.

Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk berpendapat, penurunan tajam IHSG akhir pekan ini terbawa sentimen negatif bursa regional maupun global. Selain itu, pelaku pasar masih melakukan wait and see paska mundurnya Sri Mulyani Indrawati dari jabatan menteri keuangan.

“Kami juga melihat, nilai tukar rupiah yang masih melemah, imbal hasil obligasi negara serta credit default swap (CDS) yang meningkat turut mendorong melemahnya IHSG,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini terempas 71,28 poin atau 2,54 persen ke level 2.739,33. Sedangkan di akhir sesi pertama turun 48,88 poin atau 1,74 persen ke level 2.761,73.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,67 triliun dan volume tercatat 8,70 juta lot, dengan frekuensi 93.160 kali. Sebanyak 33 saham menguat, 206 melemah, 45 ditutup stagnan, serta sebanyak 216 sedang tidak terjadi transaksi.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini juga sebagian besar bergerak negatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 213,12 poin atau 1,06 persen menjadi 19.920,29, Nikkei 225 turun 331,10 poin (3,10 persen) ke level 10.364,59, dan Straits Times melemah 22,44 poin atau 0,79 persen di posisi 2.817,21.

Di Bursa Efek Indonesia, saham papan atas yang mengontribusi pelemahan IHSG di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi Rp 1.700 atau 4,72 persen ke level Rp 34.300, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp 1.700 (4,05 persen) menjadi Rp 40.200, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp 750 atau 4,17 persen di posisi 17.200.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.225/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.255/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.293/US$. Pada perdagangan Kamis, 6 Mei 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.205/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Kembali Terpuruk, IHSG di Bawah 2.750
Jumat, 7 Mei 2010 | 16:51 WIB

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Pengunjung memonitor pergerakan harga saham di lobi Plaza Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/5). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 112,78 poin menjadi 2.846,24. Penurunan IHSG ini terpengaruh pelemahan harga saham bursa regional dan mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan jelang akhir pekan masih tergolek di jalur merah, mengikuti bertumbangannya bursa saham global akibat kekhawatiran krisis utang Yunani. IHSG pun kembali ke kisaran level 2.700.

IHSG Jumat (7/5/2010) ditutup melorot 71,28 poin atau 2,54 persen pada 2.739,33. Sektor pertambangan dan miscelaneous industry menjadi pemimpin keterpurukan indeks yang ketigakalinya secara berturut-turut sejak kabar Sri Mulyani ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Sementara indeks Kompas100 melemah 2,82 persen, kemudian indeks LQ45 terkoreksi 2,87 persen, serta Jakarta Islamic Index merosot 3,12 persen.

Perinciian perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini adalah, 185 saham turun, 30 saham naik, dan 43 saham stagna. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 5,67 triliun dari 93.160 kali transaksi dengan volume 4,35 miliar saham.
Jumat, 07/05/2010 11:38 WIB
Tekanan Jual Reda, IHSG Turun 48 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 48 poin, sedikit membaik dibanding penurunan tajam di awal perdagangan. Tekanan jual mulai mereda seiring dengan adanya aksi beli selektif pada sejumlah saham sektor konsumsi.

IHSG dibuka turun ke level 2.808,735 dan langsung merosot tajam ke level 2.705,205, anjlok 105 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.810,616.

Pada awal perdagangan, IHSG langsung melorot tajam lantaran adanya tekanan jual hebat pada seluruh saham unggulan tanpa diiringi adanya posisi beli yang memadai, sehingga harga-harga saham langsung terkoreksi tajam. Investor kelihatannya menunggu titik terendah (bottom) koreksi di awal perdagangan tadi pagi, sebelum akhirnya mulai melakukan pembelian selektif.

Beberapa saham unggulan sektor konsumsi seperti Gudang Garam (GGRM) dan Unilever (UNVR) mulai diburu investor yang membuat indeks saham konsumsi menjadi satu-satunya indeks yang berhasil lolos ke zona hijau. Penguatan dua saham ini, ditemani oleh penguatan sejumlah saham lapis dua cukup menahan laju penurunan IHSG.

Dan tentunya, munculnya daya beli pada sejumlah saham unggulan lainnya berhasil mengurangi besarnya penurunan, meskipun masih berada di zona negatif. Namun pengikisan koreksi lumayan mengangkat IHSG dari titik terendahnya hari ini.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 236 miliar.

Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), IHSG ditutup anjlok 48,883 poin (1,73%) ke level 2.761,733. Indeks LQ 45 juga turun 10,891 poin (2,01%) ke level 530,000.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 48.474 kali pada volume 2,324 miliar lembar saham senilai Rp 2,700 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 181 saham turun dan 34 saham stagnan.

Seluruh bursa regional Asia masih turun cukup dalam, namun sudah tampak adanya daya beli yang mengikis laju penurunan di awal perdagangan tadi pagi.

Indeks Shanghai turun 18,94 poin (0,69%) ke level 2.720,76.
Indeks Hang Seng turun 100,19 poin (0,50%) ke level 20.033,22.
Indeks Nikkei 225 merosot 287,28 poin (2,69%) ke level 10.408,31.
Indeks Strait Times turun 19,81 poin (0,70%) ke level 2.819,84.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 28.800, Smart (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 3.875, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 225 ke Rp 2.675, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 15.100, Matahari Putra Prima (MPPA) naik Rp 90 ke Rp 1.120.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 40.750, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 34.850, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 17.250, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 17.000.

(dro/qom)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup ‘hanya’ melemah 1,25% setelah sempat merosot jauh. Membaiknya sejumlah saham unggulan yang sempat kena tekanan jual membuat IHSG bertahan di level 2,800.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG ditutup turun 35,623 poin (1,25%) ke level 2.810,616. Indeks LQ 45 juga turun 7,404 poin (1,35%) ke level 540,891.

Kejatuhan saham-saham di bursa utama dunia tampaknya akan kembali menjungkalkan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG pada perdagangan Jumat (7/5/2010) diprediksi akan kembali mengalami tekanan jual yang besar di awal-awal perdagangan.

Sentimen negatif datang dari bursa Wall Street yang jatuh dilanda kepanikan menyusul jatuhnya indeks saham hingga 9% dalam 2 jam terakhir perdagangan, sebelum akhirnya membaik. Kesalahan teknis diduga menjadi pemicu jatuhnya bursa Wall Street, termasuk kekhawatiran masalah krisis utang di Eropa.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 347,80 poin (3,20%) ke level 10.520,32. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 37,75 poin (3,24%) ke level 1.128,15 dan Nasdaq anjlok 82,65 poin (3,44%) ke level 2.319,64.

Bursa Jepang pun langsung ikut merosot. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Jumat dengan kejatuhan 222,99 poin (2,08%) ke level 10.472,70. Namun kemerosotan Nikkei-225 terus berlangsung dan dalam 5 menit awal perdagangan tercatat sudah anjlok hingga 3,45%.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG sempat melemah hingga 2748(-3.3%) dan mengenai level MA 50 yang merupakan level support dan terjadi rebound hingga tutup di level 2810 (-1.25%), jika kita lihat dari stochastic dan RSI masih berada dalam trend menurun tapi pada hari kamis IHSG membentuk hammer dan perlu dikonfirmasi pada perdagangan hari ini sehingga kita dapat melakukan speculative buy. Asing pada hari ini mencatat net sell sebesar 857 milliar. Pada hari ini indeks berada pada kisaran 2779 – 2861.

Panin Sekuritas:

IHSG berhasil rebound pada sesi 2 perdagangan kemarin, meskipun masih ditutup diarea negatif (-1,25%). Meredanya tekanan jual berkat reboundnya bursa Eropa pada pembukaan kemarin sore. Disisi lain terlihat masih berlanjutnya dana asing keluar, dimana investor asing masih membukukan net sell Rp862M. Pasar masih melakukan wait and see pasca mundurnya Sri Mulyani dari jabatan Menkeu.

Kami juga melihat nilai tukar Rupiah masih cenderung melemah, imbal hasil obligasi negara serta CDS juga mengalami kenaikan. Untuk jangka pendek indeks masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance hari ini 2.790-2.840.

Sumber: detikcom
06/05/2010 – 18:41
Giliran Spanyol Guncang Pasar Finansial
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Spanyol menjadi salah satu negara di Eropa yang mendapat warning dari analis dan lembaga pemeringkat. Menyebarnya krisis Yunani pun menjadi fokus perhatian pasar saat ini.

Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, penyebaran krisis dari Yunani ke negara Eropa lainnya seperti Spanyol, Italia, dan Potugal telah menumbuhkan kembali risk aversion sehingga dolar AS menguat dan rupiah tertekan.

Karena itu, kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (6/5) ditutup melemah 110 poin (1,20%) menjadi 9.195/9110 dibandingkan kemarin di level 9.085/9.095.

Menurutnya, pasar mengkhawatirkan penyebaran krisis Yunani ke Spanyol. Sebab, negara ini meruapakan negara ke-4 terbesar di Eropa. “Saat ini, pasar fokus pada penyebaran krisis tersebut termasuk ke Portugal dan Italia,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (6/6).

Ariston menambahkan, yang paling menjadi perhatian pasar saat ini adalah kondisi Spanyol. Sebab, defisit utang negara ini sudah menjauhi angka yang telah disepakati pada saat pendirian Uni Eropa yaitu 3%. “Sedangkan saat ini Spanyol sudah mencapai 7,9%,” ucapnya.

Di sisi lain, rasio utang Spanyol juga sudah mencapai 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, pertumbuhannya mengalami penurunan menjadi minus 3,6%. “Hal ini diperparah dengan pengangguran yang bertambah besar mencapai 20%,” imbuhnya.

Sedangkan dari dalam negeri, pasar masih mendapat tekanan dari sikap wait and see atas mundurnya Sri Mulyani Indrawati dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan menyusul pengangkatannya sebagai pelaksana harian Bank Dunia.

Pasar masih menantikan siapa sosok yang akan menggantikan posisi Sri Mulyani. “Karena itu, mereka profit taking terlebih dahulu terhadap rupiah,” pungkasnya.

Sementara itu, Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan, negatifnya pergerakan bursa regional masih dipicu oleh Yunani yang mengalami tekanan secara ekonomi menyusul aksi demonstrasi warganya. Sebab, negara itu, melakukan pengetatan di sana-sana sini.

Di antaranya, kenaikan pajak, pemangkasan anggaran dan pemotongan gaji yang saat ini ditentang warganya sendiri. “Karena itu, meski bantuan baru telah disepakati senilai US$144 miliar, tidak otomatis memecahkan masalah Yunani,” ujarnya.

Sementara itu, pasar Indonesia juga masih mencermati mundurnya Sri Mulyani dari jabatan menteri keuangan menyusul pengangkatannya sebagai Managing Director Bank Dunia. Menurut Arga, hal ini telah memicu kekhawatiran sesaat. “Pasar wait and see, apakah akan ada perubahan kebijakan atau tidak,” ucap Arga.

Menurutnya, Sri Mulyani merupakan orang kepercayaan asing. Karena mundur, asing masih mencermati bagaimana kebijakan investasi di Indonesia ke depan. Pasar pun saat ini masih mencari arah. “Hal tampak dari grafik yang menunjukkan, bahwa perilaku investor saat ini masih konsolidasi,” timpalnya. [mdr]
Kamis, 06/05/2010 16:08 WIB
Asing Jual Saham Rp 800 Miliar, IHSG Kehilangan 35 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di atas level 2.800 seiring dengan sentimen positif pembukaan bursa regional Eropa yang menguat tipis. IHSG bergerak dalam volatilitas tinggi disertai aksi jual asing Rp 862 miliar hari ini.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.846,041 dan kemudian merosot tajam hingga sempat menyentuh ke level 2.748,679, turun 98 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.846,239.

Pada awal perdagangan, tekanan jual menerjang lantai bursa tanpa diiringi adanya daya beli yang memadai di antrian transaksi beli. Hal ini menyebabkan IHSG langsung mengalami koreksi tajam dalam waktu cepat serta volume dan nilai transaksi tipis.

Seluruh indeks saham sektoral sempat terpuruk tajam. Tak ada saham unggulan yang selamat dari koreksi, kecuali saham-saham lapis dua yang tampak masih menguat. Itu pun dalam jumlah sedikit.

Sentimen negatif bursa-bursa regional Asia yang masih didera tekanan jual akibat gejolak perekonomian Eropa memberikan pengaruh besar bagi penurunan IHSG hari ini. Investor asing sepertinya memilih melakukan penjualan portofolio dan menarik dana segar ketimbang memegang efek.

Penarikan dana secara bersamaan ini bahkan ikutan mempengaruhi nilai tukar rupiah merosot tajam hingga sempat ke level 9.200 per dolar AS tadi pagi.

Untungnya, bursa-bursa regional Eropa dibuka positif pada perdagangan hari ini, sehingga mulai tampak adanya dorongan beli di lantai bursa. Aksi beli selektif cukup mengangkat sejumlah harga-harga saham unggulan menjelang penutupan pasar.

Laju koreksi IHSG pun mengikis cukup besar dibanding penurunan terdalam tadi pagi. IHSG pun berhasil ditutup di atas level 2.800 setelah nyemplung ke level 2.700-an.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 2,271 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,408 miliar. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 862,631 miliar.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG ditutup turun 35,623 poin (1,25%) ke level 2.810,616. Indeks LQ 45 juga turun 7,404 poin (1,35%) ke level 540,891.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.190 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.115 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 133.189 kali pada volume 6,069 miliar lembar saham senilai Rp 6,197 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 148 saham turun dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya dalam tekanan jual. Indeks Shanghai anjlok tajam lebih dari 4%, sedangkan indeks Nikkei 225 merosot 3%.
Indeks Shanghai anjlok 117,45 poin (4,11%) ke level 2.739,70.
Indeks Hang Seng turun 194,13 poin (0,96%) ke level 20.133,41.
Indeks Nikkei 225 merosot 361,71 poin (3,27%) ke level 10.695,69.
Indeks Strait Times turun 18,64 poin (0,63%) ke level 2.842,17.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 600 ke Rp 10.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 13.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 20.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 28.200, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 ke Rp 2.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Anker Bir (DLTA) turun Rp 7.500 ke Rp 84.500, Astra International (ASII) turun Rp 1.550 ke Rp 41.900, Unilever (UNVR) turun Rp 1.300 ke Rp 14.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 36.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.550.

(dro/qom)
Kamis, 06/05/2010 12:05 WIB
IHSG Terkapar di 2.786
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I hari ini turun tajam 60 poin dipicu oleh aksi jual massif tanpa disertai adanya posisi beli yang memadai. IHSG kembali nyemplung ke level 2.700-an.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.846,041 dan kemudian merosot tajam hingga sempat menyentuh ke level 2.768,027, turun 78 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.846,239.

Sejak awal perdagangan, tidak tampak adanya daya beli yang memadai pada antrian transaksi, sehingga aksi jual dengan cepat menjatuhkan harga saham-saham unggulan di segala sektor. Tidak ada saham unggulan yang selamat dari aksi jual.

Sentimen bursa-bursa regional yang mengalami koreksi tajam akibat gejolak perekonomian di kawasan Eropa memicu aksi jual massif guna mengantisipasi dan mengamankan dana tunai ketimbang memegang portofolio efek.

Penarikan dana secara bersamaan ini bahkan ikutan mempengaruhi nilai tukar rupiah merosot tajam hingga sempat ke level 9.200 per dolar AS tadi pagi.

Seluruh indeks saham sektoral mengalami koreksi, dipimpin oleh penurunan indeks saham sektor Aneka Industri lantaran koreksi tajam saham Astra International (ASII), diikuti dengan koreksi indeks saham sektor pertambangan, perkebunan, konsumsi, infrastruktur dan keuangan.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 303 miliar.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG ditutup anjlok 60,146 poin (2,11%) ke level 2.786,093. Indeks LQ 45 juga turun 12,448 poin (2,27%) ke level 535,847.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 61.123 kali pada volume 2,623 miliar lembar saham senilai Rp 2,621 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 189 saham turun dan 50 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi cukup tajam. Indeks Nikkei 225 merosot tajam setelah libur 4 hari.

Indeks Shanghai turun 48,81 poin (1,71%) ke level 2.808,34.
Indeks Hang Seng turun 221,47 poin (1,09%) ke level 20.106,07.
Indeks Nikkei 225 merosot 342,07 poin (3,09%) ke level 10.715,33.
Indeks Strait Times turun 24,53 poin (0,86%) ke level 2.835,78.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 13.450, Inovisi (INVS) naik Rp 370 ke Rp 1.170, Jembo Cable (JECC) naik Rp 90 ke Rp 880, Fisrt Media (KBLV) naik Rp 60 ke Rp 900, SCTV (SCMA) naik Rp 30 ke Rp 1.200.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 41.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 16.950, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 36.000, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 15.650, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 350 ke Rp 12.950, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 20.400.

(dro/qom)
Kamis, 06/05/2010 06:46:53 WIB
IHSG hari ini masih melanjutkan penurunan
Oleh: Yuda Prihantoro

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan penurunannya lantaran terbawa sentimen negatif dari luar. Nilai valuasi indeks yang dinilai kian mahal turut menyumbang pengaruh terhadap pelemahan indeks

Sepanjang pekan ini indeks terus bergerak negatif. Kemarin, IHSG ditutup pada level 2.846,24 atau terkoreksi 3,81% dari penutupan hari sebelumnya yang bercokol di level 2.959,01. Jika dibandingkan pada penutupan awal pekan, indeks melemah 3,89%.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai penurunan indeks lebih disebabkan oleh valuasi bursa yang dinilai sudah terlalu mahal. “Indeks [harga saham gabungan] valuasinya sudah di atas indeks Hang Seng, indeks Singapura, dan Dow Jones. Karena itu, market kini mulai melakukan profit taking,” katanya, kemarin.

Indeks BISNIS-27 terkoreksi lebih besar dibandingkan dengan IHSG dengan turun 4,14% ke level 262.24. saham Unilever (UNVR) merupakan satu-satunya yang berada di area hijau, dengan naik 2,63% ke level Rp16.200, sementara 26 saham lainnya terjerembap, dengan koreksi terbesar terjadi pada saham bank Danamon (BDMN), jatuh 7,76% ke level Rp5.350. (ln)
Rabu, 05/05/2010 18:25 WIB
Sri Mulyani Mundur, Kapitalisasi Pasar BEI Merosot Rp 100 Triliun
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Pernyataan resmi presiden SBY mengenai mundurnya Menkeu Sri Mulyani telah menyebabkan IHSG anjlok tajam pada perdagangan hari ini. Nilai kapitalisasi pasar BEI bahkan merosot hampir Rp 100 triliun.

Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Rabu (5/5/2010), nilai kapitalisasi pasar BEI hari ini tercatat sebesar Rp 2.311 triliun, berkurang Rp 96 triliun atau turun 3,98% dari perdagangan kemarin sebesar Rp 2.407 triliun.

Penurunan kapitalisasi pasar secara drastis ini disebabkan adanya penurunan harga saham-saham unggulan cukup dalam pada perdagangan hari ini. Selain faktor regional yang memang sedang dalam tekanan jual, mundurnya Menkeu Sri Mulyani disinyalir menjadi penyebab utama aksi jual di pasar saham hari ini.

Seluruh saham unggulan mengalami koreksi dalam, kecuali saham Unilever (UNVR) yang masih mengalami penguatan. Koreksi tajam saham unggulan memukul jatuh IHSG sebesar 112,776 poin (3,81%) ke level 2.846,239.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.958,520 dan melorot hingga sempat menyentuh level 2.834,963, anjlok 124,052 poin (4,19%) dari penutupan kemarin 2.959,520.

Koreksi saham-saham sektor keuangan memberikan kontribusi penurunan terbesar 5,08%, kemudian saham pertambangan turun 4,67%, saham sektor aneka industri turun 4,33%, serta saham perkebunan turun 4,23%.

Indeks LQ 45 turun 23,920 poin (4,18%) ke level 548,295. Untungnya masih ada sejumlah saham lapis dua yang masih menguat, sehingga lumayan menahan laju penurunan IHSG.

Aksi beli asing tercatat sebesar Rp 1,329 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 1,975 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 645,637 miliar.

Penurunan tajam harga-harga saham unggulan yang memiliki jumlah saham maha banyak alias berbobot besar, sudah tentu membuat nilai kapitalisasi pasar merosot tajam mengiringi koreksi tajam IHSG.

(dro/dnl)
SMI KE BANK DUNIA
SMI Pergi, IHSG Anjlok 112 Poin
Rabu, 5 Mei 2010 | 16:14 WIB

Kompas/Lucky Pransiska

JAKARTA, KOMPAS.com — Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (5/5/2010) terpuruk setelah terkena sentimen negatif penunjukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi direktur operasional Bank Dunia.

Indeks harga saham gabungan ditutup melorot 3,81 persen atau 112,78 poin. Saham-saham komoditas dan perbankan memimpin keterpurukan indeks hari ini.

Sementara itu, indeks Kompas100 juga melorot 4,07 persen, indeks LQ45 anjlok 4,18 persen, dan Jakarta Islamic Index melemah 3,67 persen.

Sebanyak 210 saham turun mendominasi perdagangan hari ini dibandingkan hanya 29 saham naik dan 30 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 7,77 triliun dari 146.023 kali transaksi dengan volume 13,30 miliar saham.

Analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, mengungkapkan bahwa pada awalnya, pasar jatuh memang karena anjloknya bursa Eropa (kasus utang Yunani). Namun, tersiarnya kabar penunjukan Sri Mulyani menjadi managing director di World Bank menambah sentimen negatif terhadap bursa.

“Di luar kasus hukum yang tengah membelitnya, Sri Mulyani merupakan figur yang disukai oleh investor, tidak terkecuali di mata investor asing. Mereka sangat respek dengan kepiawaian beliau dalam melakukan reformasi di Depkeu dan juga mengawal Indonesia ‘selamat’ dari krisis moneter global,” papar Purwoko kepada Kompas.com.

Setidaknya, lanjut dia, kenaikan pasar modal Indonesia dalam 9-10 bulan terakhir merupakan indikasi tentang bagaimana kepercayaan pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia.

“Menurut saya, merupakan tugas berat bagi Presiden SBY untuk memilih menteri keuangan baru dengan kapabilitas seperti Sri Mulyani. Bahkan, bukan tidak mungkin investor (terutama asing) akan menunggu dulu sosok menkeu yang akan terpilih,” tambah dia.
Presiden SBY mengakui sudah menerima surat pengunduran diri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani karena telah ditunjuk menjadi Managing Director Bank Dunia.

“Hari ini saya telah menerima surat pengunduran diri dari Sri Mulyani terkait dengan penunjukan dirinya sebagai Managing Director dari World Bank (Bank Dunia),” kata SBY dalam pengumuman di kantornya, Jakarta, Rabu (5/5/2010).

SBY mengatakan dirinya sudah mengetahui niat Bank Dunia untuk menjadikan Sri Mulyani sebagai Managing Director. Namun SBY menunggu adanya surat resmi dari Bank Dunia berkaitan dengan penunjukan Sri Muilyani tersebut.

“Setelah rapat di Tampak Siring, Bali pada 30 April 2010, saya menerima surat resmi dari World Bank tertanggal 25 Aparil 2010 yang secara eksplisit berniat mengangkat Ibu Sri Mulyani,” ujarnya.

SBY menyetujui rencana Bank Dunia tersebut karena posisi itu menurut SBY sangat strategis dan penting. “Respons saya, saya setujui setelah mendengar permohonan Sri Mulyani, saya harap Ibu Sri Mulyani merampungkan tugas dan urusannya di dalam negeri,” jelasnya.

Sumber: detikcom
Presiden SBY telah memberikan persetujuan bagi pengangkatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director Bank Dunia. Persetujuan itu diberikan setelah Presiden SBY bertemu dengan Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick.

“Respons saya adalah, saya setujui setelah mendengarkan permohonan dari ibu SMI untuk menjabat sebagai Managing Director di Bank Dunia,” jelas Presiden SBY dalam konferensi pers di kantor presiden, Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Presiden menjelaskan, Bank Dunia telah menyampaikan niat untuk mengangkat Sri Mulyani menjadi orang nomer 2 di Bank Dunia tersebut baik kepada ibu Sri Mulyani dan dirinya.

“Respons saya adalah, saya menunggu permintaan resmi atau surat dari presiden Bank Dunia Robert Zoellick dengan posisi peran dan penugasan apa yang akan diberikan kepada ibu Sri Mulyani Indrawati,” jelasnya.

Setelah kita melaksanakan rapat kerja di Tampak Siring, Bali pada 30 April 2010, Presiden SBY akhirnya merima surat dari presiden Bank Dunia tanggal 25 April yang mencantumkan secara eksplisit niat untuk mengangkat Sri Mulyani sebagai Direktur Bank Dunia tersebut.

Dan setelah mempelajari surat dari Bank Dunia, sekaligus mempertimbangkan posisi Managing Director yang penting dan terhormat tersebut, presiden pun akhirnya memberikan restu kepada Sri Mulyani untuk menjadi Direktur di Bank Dunia.

Sumber: detikcom
Rabu, 05 Mei 2010 | 14:09

IHSG DAN RUPIAH

BI : IHSG dan Rupiah Anjlok Bukan Karena Sri Mulyani Effect

JAKARTA Isu mundurnya Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan langsung menyulut kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah. Pada sesi pagi perdagangan, IHSG ditutup di level 2.7876,843 atau sebesar 2,78%. Sedangkan nilai tukar Rupiah anjlok hingga Rp 9.095 siang tadi, merosot jauh dibandingkan penutupan Rabu kemarin di level Rp 9.020.

Namun, Bank Indonesia (BI) menegaskan, anjloknya Rupiah dan IHSG siang ini bukan karena “Sri Mulyani Effect”. Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono menuturkan, merosotnya IHSG dan anjloknya nilai tukar Rupiah kali ini adalah imbas dari krisis Yunani. “IHSG dan nilai tukar Rupiah memburuk karena faktor negatif dari Yunani,” kata Hartadi kepada KONTAN, Kamis (5/5).

Asal tahu saja, mayoritas bursa regional juga melemah terimbas sentimen negatif krisis utang Yunani. Investor banyak yang mengkhawatirkan krisis utang Yunani akan merambat ke negara Eropa lain. Bahkan, Spanyol dan Portugal telah turun peringkat terimbas ekspektasi meluasnya efek Yunani tersebut. IHSG tercatat sebagai bursa dengan penurunan terburuk di kawasan regional.

Ruisa Khoiriyah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hanya diberi waktu 72 jam untuk memberikan kepastian atas tawaran Bank Dunia menjadi Managing Director.

“Dari yang saya tahu, World Bank memberikan batas waktu 72 jam kepada Indonesia untuk memberikan jawaban, terhitung sejak tanggal 4 (Selasa, 4 April waktu AS),” ungkap Inspektur Jenderal Kementrian Keuangan, Hekinus Manao pada wartawan, siang ini (5/5/2010).

Hekinus menyatakan sejauh ini Sri Mulyani menanggapi secara positif atas tawaran tersebut dan dianggapnya sebagai hal yang lebih baik.

“Saya tidak tahu persis kalau ada proses semacam negosiasi. Namun tadi pagi saya bertemu dengan beliau (Menkeu), semuanya dikatakan for better good (untuk yang lebih baik),” ujarnya.

Mengenai pengganti posisi Sri Mulyani, Hekinus mengatakan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan dari Presiden SBY. Hekinus tidak mau berandai-andai dan menebak-nebak siapa yang pantas menggantikan posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang pernah terpilih menjadi Menteri Keuangan terbaik se Asia Tenggara tersebut.

“Itu kewenangan RI 1,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani telah ditunjuk menjadi penasihat Bank Dunia untuk 3 wilayah yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur dan Pasifik. Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.

Bank Dunia melakukan proses pemilihan secara internasional sebelum akhirnya menunjuk Sri Mulyani untuk menjabat posisi sebagai Managing Director itu.

Bank Dunia dalam siaran persnya memuji Sri Mulyani sebagai orang yang berperan penting menggawangi perekonomian Indonesia hingga sukses melewati krisis finansial, termasuk mengimplementasikan reformasi-reformasi kunci. Sri Mulyani juga berhasil mendapatkan respek dari berbagai belahan dunia.

Sumber: detikcom
Tekanan politik diduga menjadi salah satu alasan Sri Mulyani untuk memilih meninggalkan posnya sebagai Menteri Keuangan dan menjadi Direktur di Bank Dunia. Tekanan politik akan menyebabkan Sri Mulyani tak bisa menjalankan perannya sebagai Menkeu secara efektif.

Seperti diketahui, rapat pembahasan RAPBN-P 2010 sebelumnya sempat mengalami ‘gangguan’ karena sejumlah anggota DPR memrotes kehadiran Sri Mulyani. Sejumlah anggota DPR bahkan memilih walk out ketika Sri Mulyani hadir untuk membacakan pandangan ketika mengesahkan APBNP 2010.

“Proses pengesahan APBNP 2010 di parlemen misalnya, sepertinya telah menjadi hal yang menyakitkan, karena adanya penundaan setelah sebagian anggota fraksi keberatan dengan kehadiran Sri Mulyani seiring kontroversi kasus Bank Century,” ujar Johanna Chua, ekonom dari Citigroup dalam siaran persnya, Rabu (5/5/2010).

Tugas-tugas Sri Mulyani juga harus tersita karena adanya pemeriksaan oleh KPK dalam kasus bailout Bank Century. Seperti diketahui, KPK telah 2 kali memeriksa Sri Mulyani yakni pada Jumat, 30 April dan Selasa, 4 Mei 2010.

“Secara keseluruhan, kami pikir lingkungan untuk Sri Mulyani berfungsi secara efektif sebagai Menteri Keuangan akan terganggu oleh politik,” imbuh Johanna.

Seperti diketahui, Sri Mulyani akan menjadi penasihat untuk 3 wilayah yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur dan Pasifik. Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.

Bank Dunia melakukan proses pemilihan secara internasional sebelum akhirnya menunjuk Sri Mulyani untuk menjabat posisi penting itu.

Bank Dunia dalam siaran persnya memuji Sri Mulyani sebagai orang yang berperan penting menggawangi perekonomian Indonesia hingga sukses melewati krisis finansial, termasuk mengimplementasikan reformasi-reformasi kunci. Sri Mulyani juga berhasil mendapatkan respek dari berbagai belahan dunia.

Atas berita tersebut, IHSG langsung merosot. Pada perdagangan Rabu (5/5/2010) sesi I, IHSG ditutup merosot hingga 82,172 poin (2,78%) ke level 2.876,843. Indeks LQ 45 juga melemah 17,116 poin (2,99%) ke level 555,099.

Sementara nilai tukar rupiah melemah jauh ke level 9.095 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.020 per dolar AS.

Sumber: detikcom

Rabu, 05/05/2010 07:14 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Dibayangi Anjloknya Wall Street
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup melemah meski sempat menciptakan rekor tertingginya di sesi I. Profit taking atas saham-saham berkapitalisasi besar akhirnya memaksa IHSG mendarat di teritori negatif.

Pada perdagangan Selasa (4/5/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 0,317 poin (0,06%) ke level 572,215.

Namun kini IHSG kembali digerayangi sentimen negatif. IHSG diprediksi akan semakin menjauh dari titik tertingginya menyusul anjloknya bursa Wall Street. Kekhawatiran masalah krisis utang Yunani telah mendesak bursa Wall Street ke sisi negatif.

Hal itu akan memicu investor untuk melepas porfotolionya. Momentum ini juga akan dimanfaatkan investor untuk mengambil untung setelah kenaikan IHSG yang tajam sebelumnya. IHSG pada perdagangan Rabu (5/5/2010) diprediksi akan mengalami koreksi cukup besar.

Bursa Wall Street kemarin merosot tajam dengan indeks Dow Jones ambles 200 poin lebih. Investor kembali mengkhawatirkan masalah krisis utang Yunani akan menular ke negara-negara Eropa lainnya.

Pada perdagangan Selasa (4/5/2010), indeks Dow Jones merosot 225,06 poin (2,02%) ke level 10.926,77. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 28,66 poin (2,38%) ke level 1.173,60 dan Nasdaq merosot 74,49 poin (2,98%) ke level 2.424,25.

Sejumlah bursa regional pada hari ini masih libur perdagangan seperti bursa Jepang dan Seoul, memperingati libur nasional.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari selasa IHSG ditutup melemah 1.8 point (-0.06%) tapi IHSG sempat menyentuh 2996 yang merupakan leve resistance IHSG, setelah menyentuh aksi profit taking datang sehingga menyeret IHSG hingga melemah 1.8 point, pada hari selasa IHSG membentuk doji pada puncak sehingga harus dikonfirmasi dalam perdagangan hari ini, asing sendiri pada hari ini masih melakukan pembelian, tercatat asing melakukan net buy sebesar 204 milliar. Kisaran IHSG pada hari ini dalam kisaran 2903 – 3000.

Panin Sekuritas:

Setelah melesat mendekati level 3.000, akhirnya IHSG justru ditutup melemah tipis menyusul aksi jual terhadap saham bluechip. Gain yang terjadi pada sesi 1 perdagangan terhapus oleh sentimen negatif dari melemahnya pembukaan bursa Eropa serta harga komoditas. Kami memproyeksikan untuk jangka pendek perdagangan masih cenderung volatile. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.920-2.982.

(qom/qom)
05/05/2010 – 04:00
Inilah Saham-saham Pilihan Hari Ini!
Agustina Melani

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan Rabu (5/5) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan melemah dengan level suport 2.927 dan level resistance 2.996.

Saham-saham yang direkomendasikan antara lain saham SMGR, JSMR, BBNI, BMRI, SMRA dan MPPA. Kepala Riset PT e-trading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, IHSG berpotensi melemah dipicu faktor eksternal, di mana, kondisi Eropa belum stabil. Betrand menilai, meskipun penyelesaian krisis fiskal Yunani hampir selesai tapi ada kekhawatiran pelaku pasar dengan kondisi ekonomi Eropa. Tapi koreksi tersebut akan terbatas. “Asing masih melakukan net buy sehingga koreksi akan terbatas. Selain itu sentimen dalam negeri tidak terlalu mempengaruhi karena laporan keuangan kuartal pertama dan inflasi direspon positif,” ujar Betrand saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (4/5).

Hal senada diungkapkan analis PT Asia Kapitalindo Securities Supriyadi. IHSG diprediksikan berpotensi melemah. Ia mengatakan, kecenderungan ketakutan pelaku pasar masih tinggi karena kondisi Eropa. Tapi, ketakutan itu hanya sementara karena dana pembayaran utang Yunani dari IMF dan Uni Eropa akan mencair.

Selain itu, Supriyadi melihat saham secara teknikal dan price earning atau PE sudah jenuh. Pelaku pasar juga cenderung mengambil untung pada bulan Mei. “Secara teknikal indeks sudah overbought dan

masing-masing sektor saham sudah jenuh,” tutur Supriyadi.

Supriyadi memprediksi IHSG akan berada di kisaran 2.922-2.974. Dia pun merekomendasikan beli saham antara lain Bank Mandiri Tbk (BMRI), Summarecon Tbk (SMRA) dan saham Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). “Saham perbankan perlu dilirik karena Bank Indonesia menyatakan BI Rate akan stabil sehingga penyaluran kredit akan tinggi dan bank mendapatkan interest income,” tambah Supriyadi.

Sementara itu, Betrand merekomendasikan saham Semen Gresik Tbk (SMGR), saham Jasa Marga Tbk (JSMR), dan saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). [mel/cms]
IHSG sore ini melemah 0,06% ke 2.959,01
Selasa, 04/05/2010 16:16:53 WIBOleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sore ini ditutup melemah tipis 0,06% atau 1,88 poin ke 2.959,01 setelah tadi pagi sempat naik 0,01% atau 0,04 poin ke 2.961,29.

Dari 402 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 55 saham naik, 149 saham harganya melemah, dan 198 saham stagnan.

Pelemahan IHSG sore ini tertekan oleh penurunan harga saham Astra International yang menyumbang 4,15 poin, Telekomunikasi Indonesia 2,58 poin, International Nickel Indonesia 1,91 poin, dan Smart 1,65 poin.

Namun, penurunan indeks saham itu ditahan oleh kenaikan harga saham Unilever Indonesia yang menyumbang 13,18 poin, Bank Rakyat Indonesia 2,35 poin, Bank Danamon 1,06 poin, dan Gudang Garam 0,98 poin.

Rupiah menguat 0,06% ke Rp9.025 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan kemarin Rp9.030.

Seiring dengan penurunan IHSG, indeks Hang Seng di Hong Kong menurun 0,23% atau 48,31 poin ke 20.763,05.

Indeks Taiwan Taiex melemah 0,27% atau 21,40 poin ke 7.930,77.

Indeks Kospi di Korea Selatan menurun 0,14% atau 2,46 poin ke 1.718,75.

Indeks Straits Times menurun 1,29% atau 38,02 poin ke 2.906,20.

Indeks Nikkei 225 di Tokyo justru menguat 1,21% atau 132,61 poin ke 11.057,40. (wiw)

Selasa, 04/05/2010 16:12 WIB
IHSG Mendadak Merah oleh Astra dan Telkom
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di rekor tertingginya. Merahnya saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Tbk (TLKM) menjerumuskan IHSG ke teritori negatif setelah sempat mengukir rekor tertinggi.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat ke titik tertingginya sepanjang sejarah. IHSG sempat menembus titik tertingginya di 2.996,419 berkat penguatan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BRI dan ASII.

Ini berarti rekor tertinggi baru. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 30 April, ketika IHSG secara intraday sempat menembus 2.972,916 sebelum akhirnya ditutup di level 2.971,25.

Memasuki sesi II, kenaikan IHSG secara perlahan mulai digelayuti oleh melemahnya saham ASII dan TLKM. IHSG pun gagal mempertahankan rekor tertingginya, meski angka 3.000 sudah diambang mata.

IHSG sempat melemah jauh dengan titik terendah di 2.946,419, namun pelemahan IHSG berhasil menciut pada menit-menit terakhir perdagangan.

Pada perdagangan Selasa (4/5/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 0,317 poin (0,06%) ke level 572,215.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.020 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.030 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas juga mengalami koreksi, setelah sempat menguat diawal perdagangan.
Indeks Hang Seng melemah 48,31 poin (0,23%) ke level 20.763,05.
Indeks Straits Times melemah 39,25 poin (1,33%) ke level 2.904,97.
Indeks Seoul melemah 2,46 poin (0,14%) ke level 1.718,75.

Perdagangan berjalan cukup moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 100.063 kali pada volume 5.189 juta lembar saham senilai Rp 3,865 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 141 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.850, Astra International (ASII) turun Rp 850 menjadi Rp 45.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 19.200, BUMI turun Rp 50 menjadi Rp 2.325.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 9.050, Bhakti Investama (BHIT) naik RP 68 menjadi Rp 265, Medco Energi (MEDC) naik Rp 50 menjadi Rp 3.000, Unilever (UNVR) naik Rp 1.350 menjadi Rp 15.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 28.100, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 menjadi Rp 5.800.
(qom/qom)
03/05/2010 – 20:41
Pajak Australia & Kebijakan China Tekan Bursa Asia
Vina Ramitha

(IST)
INILAH.COM, Sydney – Awal pekan ini, Senin (3/5), bursa Asia berakhir turun. Hal ini disebabkan kenaikan pajak pertambangan Australia dan kenaikan rasio cadangan perbankan China.

Indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) tanpa Jepang turun 1,2% ke 422,51 di Hong Kong. Indeks ini telah mengalami kenaikan 12% dari level terendahnya pada 8 Februari lalu. Level itu terjadi karena perekonomian membaik dan laporan keuangan dari seluruh dunia meredam kekhawatiran krisis Yunani akan mempengaruhi seluruh kawasan Eropa.

Bursa Hong Kong turun 1,4%, Australia 0,5%, bursa Kospi di seoul 1,2% dan Taiex di Taipei 0,7%. Sedangkan bursa saham Jepang, China, Thailand dan Filipina tutup karena libur nasional.

Koreksi hari ini menyeret PER emiten di MSCI APAC hingga 13,8 kali. Kecuali Jepang, indeks naik 0,6% pada April yang menandakan bulan kenaikan ketiga dengan PER 16 kali. Produsen tambang memimpin penurunan dengan 2,4% di antara 10 kelompok industri lainnya.

Perusahaan tambang terbesar dunia, BHP Billiton Ltd. terkoreksi 3% ke A$39.53. Pesaingnya yang terbesar ketiga dunia, Rio Tinto Group Ltd., anjlok 4,3% ke A$69. di Hong Kong, Yanzhou Coal Mining Co., perusahaan China yang mengakuisisi Felix Resources Ltd. senilai lebih dari US$3 miliar, turun 6,3% ke HK$20,90. Ini merupakan penurunan terbesar di bursa Hang Seng.

“Pajak sumberdaya Australia menambah beban baru yang tak diinginkan pelaku pasar. Ada kemungkinan permintaan dari China akan berkurang,” papar broker Pengana Capital Ltd. di Melbourne, Tim Schroeders, seperti dilansir Bloomberg.

Pemerintah Negeri Kanguru itu menerapkan pajak 40% untuk laba perusahaan pertambangan mulai 2012 guna memperoleh dana A$12 miliar (US$11,1 miliar) pada dua tahun pertama aturan itu diterapkan. PM Kevin Rudd mengatakan perubahan ini akan memberikan dana lebih bagi pemerintah untuk membayar rumah sakit, tunjangan pensiun serta pengurangan pajak perusahaan.

BHP yang memiliki 51% asetnya di Australia mengatakan, kenaikan pajak sebesar itu berarti potongan 57% pada earning mereka di Australia pada 2013, dari 43% saat ini. CEO BHP Marius Kloppers mengatakan, kenaikan pajak tersebut merupakan ancaman serius terhadap kompetisi perusahaan tambang di negara itu.

“Selain itu, mempertaruhkan masa depan investasi serta kekayaan dan standar hidup seluruh warga negara,” paparnya. Produsen batubara pulverized terbesar dunia, Mac Arthur Coal Ltd., ikut terperosok hingga 9,5% ke A$14 setelah perusahaan ini menyampaikan rasa kecewanya terhadap pengumuman dari Menkeu Wayne Swan.

Di Hong Kong, saham bank-bank besar China turun setelah bank sentral negara itu menaikkan rasio giro wajib minimum (GWM) sebanyak 50 basis poin per 10 Mei mendatang. Saat ini, GWM China berada pada level 16,5% untuk bank besar dan 14,5% untuk bank kecil.

Industrial & Commercial Bank of China Ltd., kreditur terbesar negara itu, turun 1,6% ke HK$5,68 di Hong Kong. Kreditur terbesar kedua, China Construction Bank Corp., turun 1,6% ke HK$6,32. Bank of China Ltd. terkoreksi 1,7% ke HK$4,01.

Analis Royal Bank of Canada cabang Hong Kong Brian Jackson berpendapat, China masih memilih menggunakan persyaratan kredit dan pasar properti ketimbang menggunakan instrumen yang langsung berdampak ke perekonomian negara itu. Seperti menaikkan suku bunga pinjaman dan memperkuat mata uang. “Pendekatan ini berbahaya karena tak cukup untuk menjaga tekanan harga, sehingga nantinya mereka makin agresif,” katanya.

Beberapa saham lainnya yang melemah adalah Samsung Electronics Co. di Seoul yang 26% penjualannya di China, hingga 2,4% ke 829.000 won. Produsen LCD terbesar dunia, LG Display Co., melemah 2,5% ke 46.700 won. Saham elektronik mencatat penurunan terbesar ketiga di MSCI APAC. [ast/mdr]
Aksi Ambil Untung Ganggu Indeks ke Level Tertinggi
SENIN, 03 MEI 2010 | 16:44 WIB
Tempo/Pamca Syurkani

TEMPO Interaktif, Jakarta – Antisipasi terhadap rendahnya laju inflasi pada April kemarin, serta naiknya harga minyak di atas US$ 86 per barel sempat menopang perdagangan bursa di sesi pertama. Kuatnya tekanan jual yang terus mendera saham-saham unggulan membuat indeks harga saham dalam negeri terpaksa lengser dari tampuk tertingginya.

Pada perdagangan Senin (3/5) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 10,357 poin atau 0,35 persen dari posisi akhir pekan lalu di level 2.971,252.

Sebanyak 137 saham harganya turun, dan hanya 66 saham yang naik, sisanya 72 saham tidak mengalami perubahan harga. Volume perdagangan mencapai 4,7 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 4,23 triliun, serta frekuensi 103,1 ribu kali. Investor asing masih mencatat pembelian bersih Rp 222,17 miliar

Kepala riset dari dari PT. Valbury Asia Nico Omer Joncheere mengemukakan, harga minyak yang kembali naik dan dirilisnya laporan triwulan pertama para emiten membuat investor masih enggan melepas saham. “Sehingga indeks masih sempat bergerak di area positif di sesi awal,” ujarnya.

Jatuhnya bursa regional dan kembali rontoknya bursa Eropa di sesi pembukaan sore ini akhirnya turut menyeret indeks harga saham lokal. “Ditambah lagi adanya laporan keuangan emiten pertambangan yang tidak sesuai harapan juga turut menekan indeks,” kata Nico.

Bila malam ini indeks saham di Wall Street menguat bisa menjadi katalis pergerakan indeks lokal esok hari. Untuk Selasa besok indeks diperkirakan berayun dalam rentang antara 2.916 sebagai batas bawah dan 2.970-3.000 sebagai batas atas. “Peluang indeks menggapai level 3.000 masih terbuka karena hanya menyisakan 40 poin saja,” tuturnya.

Saham-saham yang menahan laju indeks kali ini antara lain: Astra International jatuh Rp 750 menjadi Rp 46.400, Astra Agro Lestari turun Rp 400 ke level 21.800, Indo Tambangraya merosot Rp 250 menjadi Rp 38.800, PTBA turun Rp 200 ke level Rp 18.400, Bank BRI turun Rp 50 ke level 8.900, serta Bank Mandiri juga terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 5.750 per saham.

VIVA B KUSNANDAR
China Perketat Bank, Saham Asia Turun
Kabar itu meredam antusiasme investor di Asia atas bailout US$145 miliar bagi Yunani
SENIN, 3 MEI 2010, 15:37 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – Indeks harga saham di sejumlah bursa Asia bergerak turun dalam perdagangan di awal pekan, Senin 3 Mei 2010. Penurunan itu terjadi setelah China memerintahkan bank-bank di negaranya untuk menaikkan modal minimum dalam rangka menekan inflasi dan mengantisipasi penggelembungan harga properti.

Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 256,24 poin (1,2%) menjadi 20.855,21 dan indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) melemah 1,2% menjadi 1.721,21. Penurunan indeks juga melanda bursa Singapura (1%), India (0,6%), dan Australia (0,5%). Sedangkan bursa di Jepang, China, Thailand, dan Filipina hari ini tutup karena libur nasional.

Banyak investor melepas saham setelah Bank Sentral China hari ini menaikkan rasio kecukupan modal perbankan sebesar 0,05% atau setengah basis poin, yang akan berlaku mulai 10 Mei mendatang. Keputusan itu merupakan kali ketiga di tahun ini dimana bank sentral China menaikkan modal minimum bagi bank-bank di Negeri Panda itu.

Kabar dari China itu meredam antusiasme banyak investor di Asia atas keputusan negara-negara pengguna euro (eurozone) dan IMF yang memberi pinjaman darurat kepada Yunani sebesar US$145 miliar. Pinjaman itu berguna untuk membantu Yunani mengatasi krisis utang yang parah. Namun, pinjaman itu mensyaratkan Yunani untuk memperketat belanja anggaran dan menaikkan pajak.

Menurut pengamat, setelah mengalami naiknya indeks harga saham secara signifikan dalam setahun terakhir, para pelaku pasar saham Asia dalam beberapa bulan mendatang cenderung mengambil sikap hati-hati sambil mengawasi perkembangan ekonomi di AS dan Eropa. Mereka memantau apakah pemulihan ekonomi AS dan Eropa terus berjalan saat pemerintah masing-masing mulai mengurangi program stimulus dan menaikkan suku bunga.

“Para investor tidak yakin katalis apa yang akan diandalkan untuk menggenjot indeks di pasar[saham],” kata Timothy Wong, pengamat dari DBS Bank di Singapura. “Bila pasar ingin naik lebih tinggi, pertumbuhan ekspor harus ditingkatkan dan itu menjadi kunci bagi AS dan Eropa,” lanjut Wong.

Dalam perdagangan valuta, kurs dolar atas yen naik dari 93,91 yen menjadi 93,99 yen. Nilai tukar dolar atas euro pun menguat, dari US$1,3338 menjadi US$1,3224 per euro. (Associated Press) (umi)

• VIVAnews
Senin, 03 Mei 2010 | 16:14

PASAR

Wah, IHSG Malah Melorot ke 2.960,90

JAKARTA. Perjuangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju rekor baru ternyata masih panjang. Pada penutupan perdagangan Senin (3/5) ini, indeks ditutup melemah 0,35% ke level 2.960,90. Hampir semua subsektor indeks memerah, kecuali sektor telekomunikasi, barang konsumsi, dan industri.

Saham-saham yang memimpin geliat indeks hari ini, antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menanjak 4,33% menjadi Rp 14.450 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 1,91% menjadi Rp 8.000. Kemudian, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menanjak 3,48% menjadi Rp 16.350, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,92% menjadi Rp 5.500, dan PT Smart Tbk (SMAR) melambung 6,21% menjadi Rp 4.275.

Adapun saham-saham yang mengalami tekanan jual adalah PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,59% menjadi Rp 46.400, PT Bank Mandiri tbk (BMRI) turun 0,86% menjadi Rp 5.750, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melorot 3,41% menjadi Rp 2.125. Lalu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 0,61% menjadi Rp 4.075, dan PT Panin Bank Tbk (PNBN) merosot 4,72% menjadi Rp 1.210.

Sepanjang perdagangan hari ini, total volume transaksi saham mencapai 3,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,54 triliun.

Hari Widowati kontan

Anggaran subsidi listrik pada APBN-P 2010 disahkan menjadi sebesar Rp 55,15 triliun, turun dari kesepakatan awal yang sebesar Rp 56,15 triliun. Untuk menutupi selisih Rp 1 triliun tersebut, pemerintah akan mencari tambahan pendapatan listrik lewat perubahan mekanisme tarif baru pelanggan listrik kaya dengan daya 6.600 VA ke atas.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono mengatakan, pemerintah akan mengubah skema tarif listrik untuk pelanggan kaya mulai Juli 2010. Sebelumnya, pemerintah menetapkan batas hemat untuk pelanggan kaya 50% dari rata-rata pemakaian listrik nasional. Artinya pelanggan kaya hanya akan menikmati subsidi 50% dari rata-rata konsumsi listrik nasional, sementara sisanya dikenakan tarif keekonomian yaitu Ro 1.380 per Kwh

Skema ini akan diubah, pemerintah menetapkan batas hemat pelanggan kaya ditekan menjadi hanya 30% dari rata-rata pemakaian listrik nasional. Artinya para pelanggan kaya hanya akan menikmati subsidi 30% dari rata-rata konsumsi listrik nasional.

“Subsidi listrik turun karena tarif listrik untuk golongan 6.600 VA (pelanggan kaya), batas hematnya diturunkan dari 50% menjadi 30% pada bulan Juli 2010, sehingga ada potensi pendapatan Rp 1 triliun untuk menutupi subsidi listrik yang seharusnya Rp 56,1 triliun,” jelas Purwono.

Purwono mengatakan, untuk membantu subsidi listrik tahun ini, setidaknya ada 3 komponen yang diandalkan oleh pemerintah. Pertama anggaran subsidi listrik itu sendiri yang sebesar Rp 55,15 triliun, perubahan skema tarif listrik pelanggan kaya, dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 10% mulai Juli 2010.

Ketua Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Aziz sebelumnya mengatakan, pihaknya memang menurunkan subsidi listrik Rp 1 triliun tersebut karena adanya penghematan dari subsidi listrik untuk orang kaya (6600 VA).

“Kami cabut subsidi untuk orang kaya 6.600 VA, kecuali Anda setuju. Di APBN 2010 untuk 6.600 VA subsidinya 80%, lalu pemerintah mengusulkan 50%, nah kami tetapkan 30%,” jelasnya.

Permasalahan subsidi listrik ini sempat memanas dalam Rapat Paripurna DPR RI saat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan keputusan Badang Anggara DPR yang mengurangi subsidi Tarif Dasar Listrik sebesar Rp1 triliun.

“Kami kecewa pada keputusan yang diambil oleh Badan Anggaran dan Pemerintah karena dalam perjalananya besaran subsidi listrik menjadi Rp 55,15 triliun atau berkurang Rp1 triliun,” jelas Anggota Komis VII DPR RI, Zainudin Amali, dalam sidang tersebut.

Sumber: detikcom
Dibuka Melemah, IHSG Mulai Berbalik Arah
Pada 15 menit pertama transaksi, IHSG kemudian berbalik menguat sekitar tiga poin.
SENIN, 3 MEI 2010, 09:48 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal transaksi Senin 3 Mei 2010 dibuka melemah 7,7 poin (0,26 persen) ke level 2.963,45.

Penurunan indeks di awal transaksi tersebut di luar perkiraan analis yang mengindikasikan masih adanya potensi kenaikan. Namun, pada 15 menit pertama transaksi, IHSG kemudian berbalik menguat sekitar tiga poin ke kisaran 2.973.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono mengatakan, IHSG pada perdagangan Jumat 30 April 2010 ditutup menguat menembus rekor tertinggi, setelah sempat anjlok pada awal pekan lalu, akibat penurunan peringkat utang Yunani.

“Menguatnya indeks mengindikasikan optimisme pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia,” kata Purwoko dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, akhir pekan lalu.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3 persen pada 2011, menurut dia, juga menjadi sentimen positif bagi pasar.

“Pekan ini kami perkirakan indeks masih berpeluang menguji resistance di area 2.980-3.000,” ujar dia. Sementara itu, untuk support berada di posisi 2.880-2.920.

Antisipasi pemodal terhadap keluarnya laporan keuangan emiten kuartal I-2010 masih akan dicermati pemodal. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Senin, 03/05/2010 07:25 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Diterpa Profit Taking
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu kembali menembus rekor terbarunya mendekati level 3.000 di tengah optimisme investor setelah keluarnya laporan keuangan emiten yang cukup positif.

Sentimen positif laporan keuangan emiten tersebut mampu menutup sentimen negatif dari penurunan peringkat utang Yunani dan Portugal yang sempat menghempaskan IHSG di awal pekan.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (26/4/2010), IHSG naik 19,978 poin (0,68%) ke level 2.944,709.
Selasa (27/4/2010), IHSG turun 5,410 poin (0,19%) ke level 2.939,299.
Rabu (28/4/2010), IHSG turun 35,980 poin (1,22%) ke level 2.903,319.
Kamis (29/4/2010), IHSG naik 23,541 poin (0,81%) ke level 2.926,860.
Jumat (30/4/2010), IHSG melesat 44,392 poin (1,51%) ke level 2.971,252.

Untuk pekan ini, investor masih akan mencermati pergerakan bursa-bursa global yang menantikan babak akhir penyelesaian krisis utang Yunani dan penyelidikan kasus kriminal Goldman Sachs.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu merosot sekaligus mencatat pekan terburuk sejak Januari, menyusul kabar penyelidikan kasus kriminal Goldman Sachs. Saham Goldman tercatat merosot hingga 9,4%.

Pada perdagangan Jumat (30/4/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 158,71 poin (1,42%) ke level 11.008,61. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 20,09 poin (1,66%) ke level 1.186,69 dan Nasdaq merosot 50,73 poin (2,02%) ke level 2.461,19.

IHSG pada perdagangan Senin (3/5/2010) awal pekan ini diprediksi akan mengalami tekanan jual yang cukup kuat karena dorongan pelemahan bursa utama dunia. Investor kembali melepas saham-saham unggulan yang juga sudah mengalami kenaikan besar sepanjang pekan lalu.

Sebagian bursa di Asia Pasifik libur perdagangan pada Senin ini, antara lain bursa Jepang, China, Thailand dan Filipina.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan minggu lalu IHSG sempat melemah hingga mencapai 2880 yang merupakan garis support dan level MA 20 dikarenakan kekhawatiran atas downgrade terhadap credit rating negara yunani, spanyol dan portugal.tapi IHSG melakukan rebound hingga ditutup di new high pada level 2971 dan jika dilihat dari dana asing yang masuk, asing melakukan net buy sebesar 531 milliar

Pada awal perdagangan ini IHSG akan mencoba mengetes level resistance indeks pada level 2990, kisaran pada hari ini indeks dalam kisaran 2954 – 2990.

Panin Sekuritas:

IHSG pada perdagangan hari Jumat akhirnya ditutup menguat menembus level rekor tertinggi setelah sempat anjlok pada awal pekan lalu akibat penurunan peringkat hutang Yunani. Menguatnya indeks mengindikasikan optimisme pasar akan prospek perekonomian Indonesia. Proyeksi Menkeu akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 6,3% pada 2011 juga menjadi sentimen positif bagi pasar.

Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan menguat menguji resistance area 2.980-3.000. Sementara untuk support berada di 2.880-2.920. Pergerakan indeks masih akan diwarnai oleh antisipasi pemodal atas keluarnya laporan keuangan K1-10.

(qom/qom)

Menkeu: Hati-hati Inflasi Tengah Tahun
Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mampu menjaga daya beli masyarakat.
MINGGU, 2 MEI 2010, 00:05 WIB
Arry Anggadha, Agus Dwi Darmawan

VIVAnews – Pemerintah masih mengkhawatirkan perihal tren angka inflasi yang terus berjalan sepanjang 2010. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah sangat hati-hati karena pada tengah tahun ini banyak faktor musiman yang menjadi penyebab penyumbang inflasi.

Sri Mulyani mengatakan dengan melihat tren inflasi itu, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mampu menjaga daya beli masyarakat. Pasalnya inflasi adalah indikator dimana kekuatan daya beli itu bisa terus digrogoti.

“Kami lihat tren inflasi selama 4 bulan ini terus meningkat, untuk itu kami masih harus waspada sampai menjelang pertengahan tahun nanti,” kata Sri Mulyani di DPR, Sabtu sore, 1 Mei 2010.

Bersama Anggota DPR, kata dia, pemerintah telah mengubah postur dan asumsi APBN yang lebih realistis, misalnya dengan pertumbuhan ekonomi naik dari 5,5 persen menjadi 5,8 persen. Tak hanya itu, harga minyak, nilai tukar, inflasi, dan SBI 3 bulan, juga telah disesuaikan semakin baik.

Rencananya Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN Perubahan) 2010 tinggal diparipurnakan Senin 3 Mei 2010.

Tentang inflasi itu, kata dia, polanya sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

Mengapa tengah tahun harus waspada? kata Sri Mulyani karena dilihat dari sisi faktor-faktor penyumbang inflasi, kontribusinya semakin meningkat. Ia mengambil contoh-langkah kehati-hatian kebijakan itu misalnya dalam hal penentuan harga pangan dimana musim panen sudah lewat.

Selain itu faktor menjelang Juni juga berpotensi meningkatkan inflasi karena biasanya musim masuk sekolah memperbesar kemungkinan harga naik. Musim menjelang liburan puasa, lebaran, natal dan akhir tahun juga menjadi faktor lain yang diperhitungkan. Tapi secara keseluruhan pemerintah yakin bahwa inflasi akan terjaga pada angka 5 persen. (hs)

• VIVAnews

    Sabtu, 01/05/2010 20:04 WIB
    Sri Mulyani Waspadai Peringatan IMF
    Ramadhian Fadillah – detikFinance 

    Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui peringatan dari lembaga internasional IMF (Internasional Monetary Fund) yang mengatakan perekonomian Indonesia berisiko mengalami overheating atau kepanasan bisa saja terjadi. Faktor utamanya adalah dari derasnya arus dana asing yang masuk.

    Hal ini disampaikan oleh Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (1/5/2010).

    “Kalau dilihat dari target inflasi kali ini dibanding tahun lalu, itu menggambarkan bahwa kita sudah memahami adanya kemungkinan dampak dari pemulihan ekonomi dan capital inflow yang bisa menciptakan kepada dampak uang beredar, dan bisa menimbulkan ekses dalam bentuk overheating atau tekanan terhadap beberapa harga dari aset baik itu likuid ataupun non likuid seperti properti,” tuturnya.

    Jadi, kata Sri Mulyani, risiko overheating yang diperingatkan oleh IMF ini memang disebabkan arus modal asing yang masuk. Seperti terlihat dari posisi cadangan devisa Indonesia yang sampai akhir April mencetak rekor di atas US$ 77 miliar karena derasnya arus modal asing ini. Bahkan nilai tukar rupiah pun mengalami penguatan yang cepat.

    “Overheating ini bukan disebabkan dari ekspansi permintaan. Overheating kan penyebabnya uang beredar karena capital inflow, itu yang dibilang IMF, bukan dari sisi permintaannya,” jelasnya.

    Meskipun begitu, menurut Sri Mulyani, overheating ini tidak akan menimbulkan bubble ekonomi.

    (dnl/dnl)

RI Diharapkan Waspadai Gejala Capital Inflow
Jum’at, 30 April 2010 – 19:46 wib
Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Maraknya dana asing masuk (capital inflow) ke Asia menyebabkan dugaan overheating yang dilayangkan oleh IMF. Indonesia juga tampaknya harus memperhatikan gejala tersebut.

“Itu peringatan dari luar yang harus diperhatikan,” jelas Pjs Gubernur BI Darmin Nasution usai konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (30/4/2010).

Dia menjelaskan, overheating tersebut terindikasi dengan capital inflow masih terus tumbuh. Bila tidak ada perusahaan yang go public (listing), maka kredit juga tidak berjalan. “Karena kalau perkembangan ekonomi tumbuh berarti akan banyak go public, kredit juga akan tumbuh,” jelasnya.

Sekadar informasi, IMF memperingatkan perekonomian Asia berisiko mengalami overheating seiring kuatnya aliran dana masuk. Kondisi tersebut bisa menyebabkan tekanan terhadap inflasi dan meningkatkan risiko pecahnya gelembung sistem keuangan.

IMF juga mendesak para pemimpin kawasan untuk kembali pada kebijakan moneter yang lebih normal pascakrisis keuangan global, dengan meningkatkan fleksibilitas nilai tukar uang untuk mengatasi dana spekulan yang masuk.

Dalam laporan terbaru IMF menyatakan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi yang cerah dan besarnya perbedaan suku bunga dengan negara maju kemungkinan bisa menarik lebih banyak modal ke kawasan Asia.

Sehingga hal ini dapat membawa ke gejala overheating di sejumlah perekonomian serta meningkatkan tingkat kerentanan kredit dan kenaikan harga aset dengan risiko kejatuhan tiba-tiba pada periode berikutnya.(ade)
Kamis, 29/04/2010 12:07 WIB
Tekanan Jual Kikis Kenaikan IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hanya naik 9 poin akibat munculnya aksi jual selektif pada sejumlah saham unggulan. Penurunan peringkat Spanyol oleh S&P disinyalir memicu aksi jual tersebut.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.903,520 dan langsung menguat hingga sempat menyentuh level 2.925,504, naik 22 poin dari penutupan kemarin di level 2.903,319.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat cukup tajam didorong oleh aksi beli pada sebagian besar saham-saham unggulan, terutama yang mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan kemarin.

Namun di tengah perjalanan, laju kenaikan IHSG terkikis lantaran terjadinya pembalikan arah sejumlah saham-saham raksasa pertambangan, perkebunan, konsumsi dan infrastruktur hingga nyemplung ke zona negatif.

Kenaikan IHSG hanya ditopang oleh saham-saham aneka industri melalui penguatan saham Astra International (ASII) serta sejumlah saham-saham sektor keuangan.

Tekanan jual tampaknya kembali mendera sejumlah saham unggulan. Hal serupa terjadi di bursa-bursa regional Asia. Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) baru saja menurunkan peringkat Spanyol dari AA+ menjadi AA dengan outlook diubah menjadi negatif.

Penurunan peringkat ini disinyalir mendorong terjadinya aksi jual lanjutan pada perdagangan hari ini yang membuat harga-harga sejumlah saham unggulan berbalik arah ke zona merah.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 135 miliar.

Pada perdagangan Kamis (29/4/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 9,976 poin (0,34%) ke level 2.913,295. Indeks LQ 45 juga menguat tipis 1,743 poin (0,31%) ke level 561,526.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 71.545 kali pada volume 4,014 miliar lembar saham senilai Rp 1,935 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 66 saham turun dan 71 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia masih dalam tren penguatan meskipun dalam rentang tipis. Bursa Jepang hari ini meliburkan diri.

Indeks Shanghai naik 6,59 poin (0,23%) ke level 2.906,93.
Indeks Hang Seng naik tipis 1,02 poin (0,01%) ke level 20.950,42.
Indeks Straits Times naik 29,32 poin (1%) ke 2.961,36.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.250 ke Rp 12.800, Astra International (ASII) naik Rp 600 ke Rp 46.150, Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 15.150, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 40.100.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 27.100, Bank Mega (MEGA) turun Rp 350 ke Rp 2.100, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 13.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 22.500, Lonsum (LSIP) turun Rp 100 ke Rp 9.600.

(dro/qom)
Suku Bunga AS Tidak Naik, Saham pun Bangkit
Investor mengesampingkan dulu kekhawatiran atas krisis utang di beberapa negara Eropa
KAMIS, 29 APRIL 2010, 07:35 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – Setelah beberapa hari melemah, indeks-indeks harga saham di Wall Street kembali bangkit. Ini berkat jaminan Bank Sentral AS (The Fed) yang tidak menaikkan suku bunga dan munculnya kembali laporan positif pendapatan di sektor korporat.

Dalam transaksi Rabu sore waktu New York (Kamis dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones naik 53,28 poin (0,5 persen) menjadi 11.045,27. Indeks Standard & Poor’s 500 menguat 7,65 poin (0,7 persen) menjadi 1.191,36. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, naik 0,26 poin (0,01 persen) menjadi 2.471,73.

Tampaknya investor untuk saat ini mengesampingkan dahulu kekhawatiran mereka atas laporan Standard & Poor’s, yang sehari sebelumnya menurunkan peringkat utang Yunani dan Portugal. Walaupun lembaga itu kini juga menurunkan peringkat utang Spanyol, para investor saham di Wall Street tampak lebih antusias menyikapi perkembangan ekonomi domestik.

Maka, mereka menyambut gembira keputusan The Fed yang lagi-lagi mempertahankan tingkat suku bunga, yang mendekati nol persen. Setelah rapat selama dua hari, pimpinan The Fed juga menilai bahwa pasar tenaga kerja di AS kini “mulai menunjukkan perbaikan” walau perekrutan tenaga kerja baru belum sebesar yang diharapkan. The Fed pun mengungkapkan bahwa pasar perumahan juga mulai membaik.

Kabar-kabar semacam itulah yang selama ini ditunggu oleh para investor untuk menggenjot harga saham. “The Fed kembali menggairahkan pasar,” kata Burt White, pengamat dari LPL Financial di Boston. Menurut White, The Fed pada akhirnya harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, namun tindakan ini kemungkinan tidak akan terjadi hingga awal 2011.

The Fed juga mewanti-wanti bahwa krisis utang di sejumlah negara Eropa saat ini bisa berdampak negatif bagi aliran ekspor AS ke kawasan itu dan ini dapat mengganggu pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Wall Street juga menyambut baik laporan pendapatan sejumlah korporat yang menunjukkan hasil positif selama triwulan pertama tahun ini. Laporan kali ini muncul dari Comcast Corp., Northrop Grumman Corp., dan Dow Chemical Co. “Ini menandakan bahwa [belanja] konsumen kemungkinan mulai pulih,” kata Tim Courtney, pengamat dari Burns Advisory Group di Oklahoma City. (Associated Press) (umi)
Investor Khawatir, Bursa Saham Dunia Terus Anjlok
Kamis, 29 April 2010 – 07:24 wib
TEXT SIZE :
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

Ilustrasi. Foto: Corbis
LONDON – Bursa saham dunia terus mengalami penurunan akibat adanya kekhawatiran terkait dampak lanjutan dari krisis Yunani setelah lembaga pemeringkat Standard and Poor’s menurunkan peringkat utang Yunani ke status “junk” (sampah) dan juga memangkas rating Portugal.

Seperti yang dilansir dari Bloomberg, Kamis (29/4/2010), penurunan peringkat utang Yunani oleh Standard and Poor’s membuat investor takut untuk menanamkan modalnya.

Investor beranggapan bahwa pemimpin Eropa gagal untuk menanggulangi krisis Yunani dan sekarang krisis tersebut akan “menular” ke negara-negara Eropa lain yang lebih lemah.

“Investor khawatir krisis akan terus melebar, dan itu dijadikan alasan buat mereka untuk mengambil modalnya,” ujar seorang investor di Spreadex, Andrew Sykes.

Di Eropa, indeks saham terkemuka Inggris FTSE 100 turun 52,98 poin, atau satu persen pada 5.550,54. Sedangkan di Jerman Obligasi DAX tergelincir 107,20 poin atau 1,7 persen ke 6.052,31. The-CAC 40 di Prancis adalah 81,11 poin atau 2,1 persen ke 3.763,49. Menurut data Standard and Poor’s, ini adalah penurunan terdrastis.

Sebelumnya, saham Asia anjlok, yang ditandai dengan Jepang Nikkei 225 turun 2,6 persen, dan jatuh ke 10.924,79. Wall Street juga terkena dampaknya dengan penurunan saham Dow futures yang turun 27 poin atau 0,3 persen menjadi 10.928. Sementara 500 saham yang tercatat dalam data Standard and Poor’s turun dua poin, atau 0,2 persen pada 1.179 poin.

Penurunan paling dramatis hari ini terdaftar di Portugal, di mana 20 indeks utama di Lisbon, PSI, tergelincir 5,8 persen menjadi 6,736.26.

Indeks Athena, ASE bernasib lebih baik setelah regulator melarang penjualan saham perbankan selama dua bulan. saham ASE setelah lima hari menurun dramatis, indeks hanya turun 0,9 persen pada poin 1.682,24.
(ade)
REKOMENDASI SAHAM

Valbury Asia Securities
Koreksi indeks diperkirakan berlanjut hari ini untuk menguji support 2.840, setelah S&P memangkas peringkat utang Yunani. Investor khawatir setelah S&P mengungkap besarnya potensi default utang Yunani yang sebesar US$265 miliar. Trading sell : Saham perbankan dan Grup Astra.

Samuel Sekuritas

Indeks anjlok ke support 2.875 yang merupakan trendline yang menghubungkan harga terendah 4-29 Maret 2010. Setelah itu terjadi rebound intraday. Indeks kembali ke pola sideways yang terbentuk pada pekan pertama hingga ke-3 April 2010 di kisaran 2.830-2.930 dengan tendensi melemah ke support.

Panin Sekuritas

Tekanan jual kemungkinan masih akan berlanjut pada hari ini. Meski demikian beberapa saham second liner juga dapat menjadi pilihan untuk trading hari ini di tengah kecenderungan melemahnya saham blue chip. Indeks diproyeksikan bergerak pada kisaran support-resistance 2.882-2.920. bisnis
29/04/2010 – 06:42
IHSG Siap Rebound, Cermati UNTR, HEXA & BKSL
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Kamis (29/4) diprediksikan rebound, setelah terkoreksi cukup dalam pada perdagangan kemarin. Trading buy saham UNTR, HEXA dan BKSL.

Analis Philip Sekuritas Arif Budiman memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan menguat. Koreksi yang terjadi pada perdagangan karena sentimen dari Yunani dan Portugal, terkait masalah defisit anggaran yang tak kunjung usai.

“Namun pasar domestik tak perlu mengkhawatirkan masalah ini sebab ekspor kita ke pasar Eropa tak banyak,” paparnya kepada INILAH.COM, Rabu (28/4) petang. Dalam kondisi ini, Arif merekomendasikan saham-saham sektor alat berat seperti PT United Tractors (UNTR) dan PT Hexindo Adiperkasa (HEXA).

Menurutnya, sektor penjualan alat-alat berat menunjukkan perkembangan positif, terlihat pada sales revenue kuartal pertama 2010 yang melonjak ketimbang periode sama tahun lalu. Sentimen positif HEXA juga berasal dari order alat berat untuk pertambangan batubara. “Saya rekomendasikan trading buy untuk HEXA dengan target harga Rp5.500,” ujarnya.

Sedangkan saham UNTR diperkirakan juga dapat dilakukan trading, dengan target harga bisa mencapai Rp21.000. Ia menilai, anak usaha Astra ini diuntungkan dengan perkembangan sektor agrobisnis dan kehutanan, ditunjang ekspansi karena kenaikan harga komoditas. “Terutama batubara dan minyak kelapa sawit (CPO),” lanjut Arif.

Saham lain yang juga direkomendasikan adalah saham properti lapis kedua seperti PT Sentul City (BKSL). Menurutnya, setelah saham big cap, emiten ini menjadi pilihan karena harga sahamnya masih 80% diskon terhadap NAB (nilai aktiva bersih) pada Rp850.

NAB BKSL terus naik karena harga tanah sedang menanjak. Land bank juga meningkat setelah mengakuisisi PT Bukit Jonggol Asri. “Banyak potensi upside pada saham ini, dengan target harga di Rp250,” pungkasnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 35,98 poin (1,22%) ke 2.903,32 dengan jumlah saham naik 85, turun 140, dan stagnan 68. Sedangkan dari sisi nilai transaksi mencapai Rp3,99 triliun dengan volume 5,571 miliar lembar. Secara sektoral, sektor konsumer tetap bertahan di zona hijau walau sempat berada di zona merah pada siang tadi. Sektor konsumer naik 3,849 ke 811,8. [ast/mdr]
Rabu, 28/04/2010 16:06 WIB
Asing Jual Saham Rp 375 Miliar, IHSG Terhempas 35 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 35 poin lantaran adanya aksi jual asing cukup massif sebesar Rp 375 miliar. Aksi jual asing dipicu oleh sentimen negatif kasus Yunani dan Portugal yang juga dialami seluruh bursa global.

Hari ini, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.938,998 dan langsung merosot tajam ke level 2.875,668, anjlok 64 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.939,299.

Sejak awal perdagangan, aksi jual mendera sebagian besar saham-saham unggulan yang membuat IHSG sempat jatuh cukup dalam. Aksi jual asing memicu investor domestik ikutan melakukan aksi jual guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.

… well, ternyata

HAMPIR SEMUA SAHAM2 YG GW INVES MASEH PUNYA LABA, sebagai akibat 2 TAKTIK, yaitu TRADING HARIAN dan BELI DI HARGA LEBIH MURAH

selama 4 bulan terakhir … seandainya PASAR BENERAN PANIC SELLING, gw mah siap aja dah, baik JUAL maupun BELI … 🙂

Koreksi tajam terutama dialami oleh saham-saham komoditas di sektor pertambangan dan perkebunan yang memimpin laju penurunan. Maklum, investor asing banyak bermain di saham-saham komoditas. Koreksi tajam juga dialami oleh saham sektor infrastruktur dipicu koreksi Telkom (TLKM).

Untungnya masih ada saham-saham unggulan sektor konsumsi yang mengalami penguatan, diiringi oleh penguatan saham-saham lapis dua, IHSG berjuang mati-matian menutup perdagangan di atas level 2.900.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,356 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 981,475 miliar. Total nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 375,221 miliar.

Pada perdagangan Rabu (28/4/2010), IHSG ditutup turun 35,980 poin (1,22%) ke level 2.903,319. Indeks LQ 45 juga turun 8,835 poin (1,55%) ke level 559,783.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level 9.040 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.030 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 128.803 kali pada volume 5,879 miliar lembar saham senilai Rp 4,292 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 140 saham turun dan 68 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia juga seluruhnya terkoreksi cukup dalam.

Indeks Shanghai turun 7,60 poin (0,26%) ke level 2.900,33.
Indeks Hang Seng anjlok 312,39 poin (1,47%) ke level 20.949,40.
Indeks Nikkei-225 anjlok 287,87 poin (2,57%) ke level 10.924,79.
Indeks Straits Times turun 56,06 poin (1,87%) ke 2.935,62.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 82.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.350 ke Rp 11.550, Mandom (TCID) naik Rp 350 ke Rp 8.450, Goodyear (GYDR) naik Rp 200 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 13.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 ke Rp 27.550.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 650 ke Rp 45.550, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 22.650, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 14.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 39.850, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.550.
(dro/qom)

Tekanan Mereda, IHSG Masih Susut 20 Poin
Penurunan indeks tersebut masih lebih baik dibanding awal transaksi yang tertekan 50 poin.
Rabu, 28 April 2010, 12:30 WIB
Arinto Tri Wibowo
pialang di bursa saham (Rosa Panggabean)

VIVAnews – Beberapa bursa utama global dan regional menunjukkan arah pergerakan yang melemah. Kondisi itu mendorong terjadinya tekanan jual di pasar saham domestik, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) ikut terpuruk.

Pada akhir transaksi sesi pertama Rabu 28 April 2010, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 20,73 poin (0,7 persen) ke level 2.918,56.

Meski demikian, penurunan indeks tersebut masih lebih baik dibanding awal transaksi sesi pagi yang tertekan 50 poin.

Selama transaksi sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.938,99 dan terendah 2.875,66. Volume transaksi yang dibukukan mencapai 4,94 juta lot senilai Rp 2,11 triliun dengan frekuensi 64.603 kali.

Sebanyak 73 saham menguat, 121 melemah, 73 stagnan, dan 231 saham tidak terjadi transaksi.

“Aksi ambil untung yang terjadi pada beberapa saham berkapitalisasi pasar besar dan memiliki fundamental kuat serta telah ditransaksikan di atas nilai wajarnya ikut memicu sentimen negatif,” ujar analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi dalam ulasannya di Jakarta, hari ini.

Aksi ambil untung itu, dia melanjutkan, membuat potensi kenaikan indeks tertahan. “Kami memprediksikan indeks bergerak pada rentang 2931,66-2.945,68 dengan potensi melanjutkan pelemahan,” ujarnya.

Berdasarkan data transaksi BEI, hampir seluruh indeks sektoral terkoreksi, kecuali konsumer. Indeks sektor finansial mengalami penurunan paling tajam sebesar 1,1 persen, sedangkan perdagangan hanya 0,02 persen. Sementara itu, indeks sektor konsumer mampu menguat 0,44 persen.

Saham-saham yang mendorong pelemahan indeks di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp 150 (2,63 persen) menjadi Rp 5.550, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) terkoreksi Rp 125 (2,53 persen) ke posisi Rp 4.800, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah Rp 100 (1,88 persen) ke level Rp 5.200.

Di bursa Asia saat penutupan transaksi sesi pertama juga melemah dengan indeks Hang Seng ke level 20.994,27 atau turun 267,52 poin (1,26 persen), Nikkei 225 terkoreksi 281,23 poin (2,51 persen) menjadi 10.931,43, dan Straits Times melemah 44,58 poin (1,49 persen) ke posisi 2.947,10. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews
Rabu, 28/04/2010 12:05 WIB
Terseret Kasus Yunani dan Portugal, IHSG Terpangkas 20 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 20 poin akibat aksi jual asing cukup massif akibat sentimen negatif bursa-bursa global menyusul penurunan peringkat Yunani dan Portugal.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.938,998 dan langsung merosot tajam ke level 2.875,668, anjlok 64 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.939,299.

Sejak awal perdagangan, saham-saham unggulan mengalami tekanan jual cukup besar sehingga memukul IHSG jatuh ke bawah level 2.900. Sentimen bursa-bursa regional yang juga seluruhnya merosot cukup dalam memicu aksi jual massif, terutama oleh investor-investor asing.

Untungnya, saham-saham lapis dua masih banyak yang mengalami penguatan, didukung oleh penguatan saham-saham unggulan sektor konsumsi berhasil mengikis koreksi tajam IHSG dan kembali terangkat ke atas level 2.900.

Namun tekanan jual asing tampaknya masih belum mampu dilawan sepenuhnya, sehingga IHSG masih terjebak di zona negatif sejak awal perdagangan. Penurunan indeks saham tambang memimpin laju penurunan IHSG.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 252 miliar.

Pada perdagangan Rabu (28/4/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 20,732 poin (0,71%) ke level 2.918,567. Indeks LQ 45 juga turun 4,778 poin (0,85%) ke level 563,840.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 64.603 kali pada volume 2,470 miliar lembar saham senilai Rp 2,115 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 121 saham turun dan 73 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia juga seluruhnya terkoreksi cukup dalam.

* Indeks Shanghai turun 8,91 poin (0,31%) ke level 2.899,01.
* Indeks Hang Seng anjlok 267,52 poin (1,26%) ke level 20.994,27.
* Indeks Nikkei-225 anjlok 261,68 poin (2,33%) ke level 10.950,98.
* Indeks Straits Times turun 44,45 poin (1,49%) ke 2.947,23.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 82.500, Mandom (TCID) naik Rp 400 ke Rp 8.500, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 13.750, Indosiar (IDKM) naik Rp 75 ke Rp 375, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 ke Rp 27.500.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 23.050, Astra International (ASII) turun Rp 150 ke Rp 46.050, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.550, Inco (INCO) turun Rp 125 ke Rp 4.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 40.200.

(dro/qom)
28/04/2010 – 09:40
Astaga! IHSG Pagi Dibuka Anjlok 59,05 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (28/4) pagi dibuka anjlok 59,05 poin atau 2,01% ke level 2.880,25.

Anjloknya indeks ini didukung 78 saham yang langsung tumbang pagi ini dan hanya 2 saham yang naik. Sementara 13 saham masih stagnan.

Volume perdagangan pagi ini sebanyak 90,99 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp91,39 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 tercatat turun 13,97 poin ke level 554,65, sedang Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 10,55 poin ke level 462,17.

Saham-saham yang mengalami penurunan pagi ini adalah AALI turun 1,5% Rp22.900, ADRO turun 3,4% ke Rp2.125, ANTM turun 3,06% ke Rp2.375, ASII turun 2,16% ke Rp45.200, BBCA turun 2,63% ke Rp5.550, BBNI turun 2% ke Rp2.400, BBRI turun 2,8% ke Rp8.600. [cms]
… 280410: ada ekspektasi HARGA BELI RENDAH sebagai PENGUNGKIT juga :

Rabu, 28/04/2010 07:36 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Meluncur ke Bawah
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis di tengah bursa-bursa global yang juga sedang mengalami koreksi. Investor mengambil nafas sejenak setelah kenaikan IHSG hingga titik tertinggi pada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (27/4/2010), IHSG ditutup turun 5,410 poin (0,19%) ke level 2.939,299. Indeks LQ 45 juga turun 3,232 poin (0,57%) ke level 568,618.

Kemerosotan IHSG diprediksi akan berlangsung pada perdagangan Rabu (28/4/2010). IHSG diprediksi akan mengalami koreksi yang cukup dalam di tengah bursa-bursa global yang mengalami kemerosotan besar menyusul penurunan peringkat Yunani dan Portugal.

Bursa Wall Street kemarin ditutup merosot tajam dengan indeks Dow Jones terpangkas 200 poin lebih. Kombinasi masalah penurunan peringkat Yunani dan Portugal plus kecaman Senat AS terhadap kasus Goldman Sachs membuat saham-saham berjatuhan.

Pada perdagangan Selasa (27/4/2010), indeks Dow Jones anjlok 213,04 poin (1,90%) ke level 10.991,99. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 28,34 poin (2,34%) ke level 1.183,71 dan Nasdaq merosot 51,48 poin (2,04%) ke level 2.471,47.

Bursa Tokyo pun dibuka langsung merosot tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka anjlok 206,36 poin (1,84%) ke level 11.006,30.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari selasa IHSG ditutup melemah 5 point (-0.18%) dan ditutup di level 2939, terlihat asing masih melakukan net buy sebesar 88 milliar. Dari indikator stochastic terlihat IHSG masih berada di area overbought dan telah melakukan death cross yang menandakan berpotensi untuk pelemahan, pada bolinger band pun terlihat bahwa IHSG telah menyentuh Band atas. Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak dalam kisaran 2916 – 2976.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin ditutup melemah menyusul aksi jual terhadap saham bluechip. Rally indeks menuju target 3.000 tampaknya akan tertahan terlebih dahulu. Dari pergerakannya kami melihat indeks cenderung bergerak konsolidasi untuk jangka pendek. Investor asing terlihat juga mulai merealisasikan keuntungan dengan melakukan net sell pada perdagangan kemarin. Kisaran support-resistance hari ini 2.916-2.952.
(qom/qom)
Rabu, 28/04/2010 07:25 WIB
Dow Jones Anjlok 200 Poin Lebih
Nurul Qomariyah – detikFinance

Foto: Reuters New York – Bursa Wall Street kembali mengalami keterpurukan menyusul penurunan peringkat Yunani dan Portugal, yang selanjutnya menimbulkan kekhawatiran seputar stabilitas perekonomian Eropa.

Lembaga pemeringkat, Standard & Poor’s memangkas sovereign rating kedua negara tersebut, sehingga menyebabkan biaya untuk menjamin utang melawan gagal bayar melonjak drastis ke titik tertingginya.

Sentimen negatif bertambah dari memanasnya kasus Goldman Sachs di Senat AS. Para Senator di AS menuding para eksekutif Goldman Sachs Group Inc telah mengambil keuntungan dari bubble sektor kesehatan dan meraup keuntungan miliaran dolar dari kolapsnya pasar perumahan.

Dengar pendapat di Senat tentang masalah Goldman ini terjadi bersamaan dengan upaya DPR AS untuk memperketat aturan perbankan.

“Pasar benar-benar terjadi aksi jual akibat kombinasi meluasnya masalah krisis utang dan hal yang terjadi di Senat. Seperti tahun 2008, ketika Anda melihat sebuah perusahaan jatuh setelah yang lainnya, sekarang Anda melihat meluasnya masalah dari Yunani ke Portugal,” ujar Alan Lancz, president dari Alan B Lancz & Associates seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/4/2010).

Pada perdagangan Selasa (27/4/2010), indeks Dow Jones anjlok 213,04 poin (1,90%) ke level 10.991,99. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 28,34 poin (2,34%) ke level 1.183,71 dan Nasdaq merosot 51,48 poin (2,04%) ke level 2.471,47.

Kombinasi volume perdagangan di New York Stock Exchange sangat besar mencapai 12,77 miliar lembar saham, tertinggi kedua sepanjang tahun ini.

(qom/qom)

Stocks, Euro Plunge as Treasuries Gain on Greece, Portugal Debt

Share Business ExchangeTwitterFacebook| Email | Print | A A A
By Michael P. Regan

April 28 (Bloomberg) — Stocks worldwide tumbled, with the Standard & Poor’s 500 Index falling the most since February, and the dollar and Treasuries rose as credit-rating downgrades of Greece and Portugal fueled concern debt-laden nations are moving closer to default. Greek, Portuguese and Irish bonds sank.

The MSCI Asia Pacific Index declined 1.4 percent at 9:30 a.m. in Tokyo. The S&P 500 lost 2.3 percent yesterday in New York. The Stoxx Europe 600 Index slid 3.1 percent, the most since November, and the euro dropped below $1.32 for the first time since April 2009. Yields on 10-year Treasuries tumbled 12 basis points to 3.68 percent. Greek two-year note yields soared to almost 19 percent and Portugal’s jumped to 5.7 percent as credit-default swaps on Europe debt surged to a record. Oil sank 2.1 percent, while gold rallied 0.7 percent.

S&P lowered Greek debt to junk and Portugal was cut two steps as contagion from Greece’s debt crisis spreads through the euro region. The downgrades come as German officials insist Greece must outline further steps to cut its budget deficit before they will endorse the release of funds from a 45 billion euro ($60 billion) rescue package. Financial shares led U.S. stocks lower as the Senate’s interrogation of Goldman Sachs Group Inc. executives spurred concern of tighter regulation.

“It’s the fear that Greece or Portugal may affect other areas of Europe and derail this economic recovery,” said Burt White, chief investment officer at LPL Financial in Boston, which oversees $379 billion. “There’s now a perception that we might see Greece or Portugal failing. If that happens, we may see more headwinds.”

Goldman Hearings

The ratings downgrades for Greece and Portugal were a one- two punch for securities markets distracted by the congressional testimony of Goldman Sachs executives in Washington. U.S. trading volume slipped while Fabrice Tourre, an executive director at the New York-based firm, read a prepared statement on his role marketing a collateralized debt obligation, then surged after the headlines on Greece were released.

U.S. senators probed the bank’s mortgage business with Senator Carl Levin asked why it sold a set of investments the lender had itself labeled “shitty.”

“What’s punctuating the downside of the market is the tense exchange between the Goldman Sachs executives and Carl Levin and other legislators,” said Matthew Kaufler, a money manager at Federated Clover Investment Advisors in Rochester, New York, which manages $3 billion. “From Wall Street’s perspective, the timing couldn’t be worse because it raises the specter of financial reform being pushed through with perhaps sharper teeth than it otherwise would have had.”

Goldman Rises

Goldman Sachs shares rose 0.7 percent, posting the only gain among 79 companies in the S&P 500 Financial Index. Goldman Sachs has still lost 17 percent since the Securities and Exchange Commission sued the company for fraud on April 16.

“The damage is already built into the stock price,” said Jason Weisberg, director of institutional trading at Seaport Securities Corp. on the floor of the New York Stock Exchange. “Their ability to make money is unprecedented and if the rules change they’ll figure out a new way to do it.”

Greece’s benchmark ASE equity index tumbled 6 percent to a one-year low. The market in Athens closed before S&P cut the nation’s rating. Portugal’s PSI-20 Index slumped 5.4 percent, the most since October 2008, and Ireland’s ISEQ Overall Index declined 4.5 percent, the biggest decline since October 2009. Spain’s IBEX 35 fell 4.2 percent.

Yields on 10-year Portuguese bonds jumped 48 basis points to 5.69 percent and Irish 10-year yields surged 19 basis points to 5.10 percent. Japan’s bonds advanced, pushing 10-year yields to the lowest level in four months. The yield fell 2.5 basis points to 1.28 percent.

Debt Insurance

Credit-default swaps on European sovereign debt surged to records. Contracts tied to Greek government bonds climbed 111 basis points to 821, according to CMA DataVision. Portugal rose 54 basis points to 365.

The International Monetary Fund last week raised its forecast for global growth this year while cautioning that a failure to contain soaring public debt may have “severe” consequences for the world economy. Global economic expansion may hit 4.2 percent in 2010, the fastest rate since 2007, the Washington-based fund estimated. “Fiscal fragilities” pose the biggest threat to meeting the forecast, the IMF said April 22.

The S&P 500 retreated from a 19-month high for a second day as growing concern over European debt overshadowed better-than- estimated earnings and consumer confidence. The Chicago Board Options Exchange Volatility Index, the benchmark index for U.S. stock options known as the VIX, surged as much as 33 percent, the most intraday since October 2008.

Winning Streak

The sell-off in the U.S. follows eight straight weeks of gains for the Dow Jones Industrial Average, the longest streak since 2004, and a 9.2 percent rally in the S&P 500 through April 23 that gave the index the largest advance among the world’s 15 biggest markets. The S&P 500’s valuation of 18.2 times earnings in the past 12 months matches its average over the last decade.

The dollar rose against all 16 major counterparts except the yen as investors fled riskier assets. The euro sank to a one-year low of $1.3166 against the greenback.

S&P lowered Greece’s credit rating to BB+ from BBB+ and warned that bondholders could recover as little as 30 percent of their initial investment if the country restructures its debt. The downgraded marked the first time a euro member has lost investment grade rating since the currency’s 1999 debut. S&P also reduced Portugal by two steps to A- from A+.

Greece said the downgrade of its rating by S&P doesn’t reflect the “real facts” of the economy, according to an e- mail from the country’s finance ministry this evening.

‘Sustainable’ Plan

German Chancellor Angela Merkel said yesterday she won’t release funds to help Greece shore up its finances until the nation has a “sustainable” plan to reduce its budget deficit. Germany’s Economy Minister Rainer Bruederle said Greece needs to present a plan to overcome its debt crisis as soon as possible.

“I think it’s directly related to Germany’s indecisiveness and whether they’re going to participate in the bailout,” said Matthew DiFilippo, director of research at Stewart Capital Advisors LLC in Indiana, Pennsylvania, which manages $1 billion. “If Germany doesn’t stand behind Greece, are they going to stand behind Portugal? Greece isn’t significant enough contributor to the EU overall in terms of GDP but it’s maybe just an implication of how this all plays out in other countries like Portugal and Ireland.”

Basic resources stocks posted the largest losses among 19 industry groups in the Stoxx 600, losing 4.8 percent as a group. BHP Billiton Ltd., the world’s biggest mining company, fell 4.2 percent in London. Antofagasta Plc, which owns copper mines in Chile, retreated 3.7 percent. Banco Popular Espanol SA declined 6.1 percent in Madrid after the Spanish lender said first- quarter profit slipped.

Copper Dives

Copper for three-month delivery dropped as much as 1.6 percent to $7,373 per metric ton, the lowest level since March 26, extending a 4.1 percent slump yesterday.

The MSCI Emerging Markets Index fell for the first time in three days, tumbling 1.9 percent. Brazil’s Bovespa index sank 3.4 percent, the most in almost three months, and the real fell the most in three weeks versus the U.S. dollar.