1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pengungkit 4 … 310510 30 April 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:58 pm

gw uda selesaikan 1 file FORMULIR dengan RUMUS TRADING HARIAN untuk mencapai SASARAN Rp. 1 Milyar dalam waktu 470 hari dengan MODAL CEKAK Rp.10.500.000,- yang ditransaksikan setiap hari pada paling banyak 4 jenis saham (misalnya, elsa, bumi, trub, dan adro; saham dipilih sendiri)
coba perhatikan gambar tabel 1 :  perbandingan pengungkit modal dan frekuensi transaksi … maka jelas sekali bedanya antara modal 10 jt dan 5 jt dalam hal IMBAL HASILNYA (GAIN percentages) … lalu pada tabel yang paling bawah, itu contoh kalo setiap pekan (5 hari bursa) hanya terjadi 1 kali transaksi atau beberapa kali transaksi dengan hasil 5% setiap 5 hari sekali … ternyata jika dibandingkan dengan 5 kali transaksi dalam 5 hari transaksi per pekan yang berimbal hasil 1% masing-masing, maka secara bunga berbunga hasilnya LEBE GEDE daripada yang 5% per transaksi 1 pekan (5 hari bursa) … berikutnya gambar tabel 2 : perbandingan imbal hasil setelah 470 hari transaksi dengan modal 5jt dan 10jt dan 98 hari transaksi dalam 98 pekan … tabel ini jelas menggambarkan bahwa dalam 470 hari (CATATAN: BARIS YANG DIBERI WARNA HIJAU ADALAH TRANSAKSI PADA HARI KE 470 atau ke 94 untuk yang sekali sepekan)  dengan cara melakukan frekuensi yang lebih SERING (470 hari transaksi) tapi dengan GAIN lebih KECIL (1% per hari transaksi), maka imbal hasilnya LEBE GEDE daripada yang frekuensinya lebe SEDIKIT (94 hari transaksi) (ooopss, koreksi 98 hari seharusnya 94 hari …) dengan GAIN lebe gede (5% per hari transaksi) … lalu jika modalnya 10 juta maka 1 Milyar TERCAPAI dalam 470 hari 🙂  … nah supaya elo lebe mudah mencapai 1 M, maka gunakan FORMULIR RUMUS INVES TRADING GW YANG updated di file (yang bisa didownload/unduh) dari : https://sites.google.com/site/ekonomibanget/Selamat-Jumpa/ambil-file-rumus-inves-trading cari yang judulnya FORMULIR TRADING+INVES_1M_2TAON.xls (kalo bisa buka pake open office atau excel edisi 2000 atau yang lebe awal) atau versi excel 2003nya, lalu cari worksheet yang berjudul MENGEJAR 1M

… baca penjelasannya di tabel 3 (kutipan dari file tersebut di atas; worksheet berjudul PENJELASAN)  … kalo mo liat gambarnya dulu klik gambar tabel 3 di samping:  

Bapepam Dorong Percepatan Proses Transaksi Bursa
Senin, 31 Mei 2010 – 16:09 wib
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Niat PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi bursa melalui metode continuous settlement mendapatkan dukungan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

“Bapepam berharap KPEI bisa mempercepat transaksi sehingga lebih efisien lagi ke depannya,” ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida kepada wartawan saat penandatanganan perjanjian fasilitas intraday untuk penyelesaian transaksi bursa, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Akan tetapi, lanjutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan KPEI, yakni memberikan sosialisasi kepada anggota kliring agar mereka mengetahui investasi ini dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kedua, KPEI harus membuat peraturan yang jelas ke mana saja fasilitas ini diberikan. Selain itu, Bapepam juga berharap, langkah CIMB Niaga dan PermataBank ke depannya dapat diikuti oleh bank lainnya dalam memberikan fasilitas intraday.

Dia juga berharap ke depannya rekening nasabah dapat sampai kepada sub-rekening. Sehingga akan memudahkan percepatan single-investor Id.(ade)

Price to Book Value
Senin, 24 Mei 2010 – 11:23 wib

Dalam kegiatan sehari-hari di pasar modal, kita seringkali mendengar istilah nilai buku (book value). Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan book value sering kali dilontarkan pelaku pasar atau investor ketika mendiskusikan tentang performance suatu perusahaan atau emiten.

Berapa sih book value perusahaan X, berapa book value perusahaan Y. Pertanyaan senada itu kerap terlontar di pasar. Lantas apa yang dimaksud dengan book value?

Per definisi book value diartikan sebagai total ekuitas dibagi dengan total saham yang beredar. Jika sebuah perusahaan PT ABC memiliki total ekuitas senilai Rp100 miliar dengan jumlah saham beredar 100 juta, maka nilai book value dari PT ABC berarti Rp1.000 per saham.

Definisi tersebut terlalu sederhana dan bersifat stagnan karena tidak memperhitungkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Karena itu, pemahaman book value kini berkembang mengikuti perkembangan perusahaan, sehingga definisi nilai buku juga berkembang menjadi total aset dikurangi total utang dibagi total saham beredar.

Misalnya, PT ABC tadi memiliki total aset Rp500 miliar dan total utang Rp200 miliar, maka nilai buku dari PT ABC menjadi Rp3.000 per saham.

Nilai buku ini seringkali dijadikan tolok ukur untuk menilai tinggi rendah atau mahal murahnya saham perusahaan. Beberapa kasus, perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham (Initial Public Offering) seringkali menggunakan book value sebagai tolok ukur.

Misalnya, saham PT XYZ akan go public dan ditawarkan pada harga tiga kali book value. Dengan mengetahui book value dari PT XYZ, pelaku pasar bisa memprediksi berapa nilai jual yang akan ditawarkan oleh calon emiten tersebut.

Selain itu, nilai buku sering juga dimanfaatkan untuk mengukur apakah satu saham masih murah atau sudah jenuh beli (overbought) alias mahal. Caranya dengan membandingkan antara harga pasar dengan nilai bukunya sehingga muncullah apa yang disebut dengan price to book value (PBV).

Semakin besar nilai PBV berarti semakin mahal harga saham tersebut. Dengan begitu kita juga bisa menyimpulkan apakah saham tersebut overvalue atau undervalue.

Pertanyaan selanjutnya, apakah book value lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai pasar? Dalam realitas banyak sekali variasi tentang price to book value. Ini bisa dimaklumi mengingat harga pasar mencerminkan harga ekspektasi dari investor.

Jika ekspektasi investor terhadap satu jenis saham tinggi, maka permintaan terhadap saham tersebut juga tinggi sehingga harga di pasar juga relatif tinggi. Terhadap perusahaan seperti ini biasanya harga pasar memang lebih tinggi dari nilai buku. Harga pasar bisa dua kali, tiga kali bahkan lebih dari nilai bukunya.

Sebaliknya, harga pasar juga bisa saja lebih rendah dari nilai bukunya. Jika disimak cukup banyak emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang harga pasar sahamnya lebih rendah dari nilai buku.

Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa faktor yang ikut menentukan, seperti; likuiditas saham di pasar, jumlah floating share, dan lainnya. Bukan satu rahasia jika ada saham yang secara fundamental cukup bagus tetapi tidak likuid sehingga harga saham di pasar tidak mencerminkan nilai buku yang sebenarnya. Kemungkinan yang lain adalah bahwa harga pasar sama atau mendekati nilai buku.

Dari sini bisa diketahui bahwa harga saham yang berubah setiap saat di pasar tidak identik dengan nilai buku perusahaan. Harga saham itu bisa lebih rendah, lebih tinggi atau sama dengan nilai bukunya.

Nah, kondisi inilah yang mampu mengantarkan pada kesimpulan, apakah satu saham itu mahal atau murah dan masih layak beli? (Tim BEI)(//ade)

Sabtu, 22/05/2010 16:17 WIB
BEI akan Periksa Broker Yang Tak Transparan Pada Nasabah
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil Perusahaan Efek (PE), jika terdapat perbedaan data saldo nasabah antara yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan kustudian yang bersangkutan.

Demikian disampaikan Direktur BEI Supandi saat ditemui di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

Menurutnya, dengan inovasi single id dalam AKSes, memungkinkan nasabah mengecek rekening mereka secara langsung. Jika ternyata, saat nasabah melakukan cek saldo, ditemukan ketidaksesuaian jumlah dana yang tercatat maka nasabah harus menanyakannya.

“Kalau demikian terjadi harusnya tanya ke Anggota Bursa yang bersangkutan. Kenapa bisa berbeda dengan yang ada di rekening KSEI. Kalau mereka tidak, kita akan panggil dan tanyakan,” ujar Supandi.

Selain itu nasabah juga harus segera melaporkan, jika broker tidak menanggapi permintaan nasabah untuk memenuhi AKses.

AKSes merupakan fasilitas yang diberikan KSEI kepada nasabah pasar modal. Dengan fasilitas ini, nasabah memiliki kesempatan mengecek secara langsung perubahan portofolio maupun aliran dana mereka. Tujuan dari diluncurkannya fasilitas ini adalah mencegah terjadinya penyelewengan portofolio maupun dana nasabah oleh oknum nakal di sekuritas (broker)

Hingga saat ini, jumlah pengguna AKSes yang tercatat di KSEI sebanyak 12.500 nasabah. Padahal, jumlah investor mencapai 388.000.
Lonjakan drastis pengguna fasilitas ini terjadi pada bulan April lalu, dimana ada sekitar 1.000 nasabah baru yang menggunakan fasilitas ini.

Direktur KSEI, Ananta Wiyogo menambahkan pencapaian itu masih jauh dari yang diharapkan. Hingga saat ini jumlah rekening sub-account yang tercatat di KSEI sebanyak 388.000, namun jumlah pengguna AKSes masih jauh dibawah itu. (wep/hen)
Investor Saham Lokal Baru 400 Ribu Orang
KAMIS, 20 MEI 2010 | 14:57 WIB

AP/Richard Drew

TEMPO Interaktif, Surakarta – Saat ini keterlibatan masyarakat di pasar modal dengan menjadi investor sangat minim atau baru sekitar 400 ribu investor. Padahal di negara-negara Asia seperti India, Malaysia, dan Singapura, investor pasar modal menembus angka jutaan.

“Masih sangat minim. Tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi di sela pembukaan pojok Bursa Efek Indonesia di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/5).

Untuk itu pihaknya menargetkan pada 2012 jumlah investor minimal 1 persen dari jumlah penduduk saat ini atau sekitar 2,3 juta orang. Karenanya Bursa Efek berusaha menyebarluaskan informasi seputar investasi dan pasar modal melalui pembukaan pusat informasi pasar modal di daerah-daerah.

“Ada 12 pusat informasi. Sengaja kami bangun di kota-kota yang selama ini masyarakatnya masih jarang terlibat di pasar modal, seperti Pontianak dan Banjarmasin,” katanya. Menurut dia, jumlah investor belum seperti yang diharapkan karena tingkat pemahaman masyarakat seputar investasi dan pasar modal minim.

“Tingkat pengetahuan masyarakat masih minim,” katanya. Sehingga, menurut Friderica, diharapkan kehadiran pusat informasi di daerah akan membantu masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang pasar modal.

Saat ini sudah diberlakukan perdagangan secara online pasar modal dengan memanfaatkan Internet untuk mempermudah masyarakat yang ingin bertransaksi di pasar modal. Pihaknya juga rutin menyelenggarakan road show ke daerah dan membentuk komunitas perempuan dan investasi, agar semakin banyak orang yang berminat menjadi investor.

UKKY PRIMARTANTYO

Back Door Listing

Senin, 17 Mei 2010 – 09:15 wib

Go public, meskipun ada juga perusahaan dan pengusaha yang tidak menyukainya, tetapi bagi sebagian perusahaan dan pengusaha go public adalah sebuah cita-cita, sebuah keinginan yang harus diraih apapun latar belakang yang melandasinya. Bagi yang menjadikan go public sebagai cita-cita dapat dimaklumi.

Pasalnya banyak benefit yang dapat diraih melalui langkah go public. Beberapa benefit itu misalnya, perusahaan semakin transparan, akuntabel, dikelola lebih professional, lebih dikenal oleh masyarakat sehingga memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber pendanaan untuk kebutuhan ekspansi dan sebagainya.

Lazimnya, go public melalui sebuah proses dan persiapan yang cukup panjang. Setiap perusahaan membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk bisa menyandang status sebagai perusahaan publik. Ada yang butuh waktu satu tahun, tapi ada juga yang menghabiskan waktu tiga tahun belum juga berhasil go public. Bisa dimaklumi, mengingat syarat menjadi sebuah perusahaan publik tidaklah mudah.

Persiapan yang paling rumit adalah dari sisi kultur perusahaan. Bukan perkara gampang merubah kultur perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Dalam perusahaan tertutup, manajemen dapat berbuat apa saja sepanjang disetujui dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pendiri atau pemilik. Sedangkan di perusahaan terbuka, manajemen tidak dapat berbuat seenaknya.

Setiap langkah perusahaan harus disusun dengan rencana yang matang, dilaporkan dan meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk transaksi yang material dan selalu bersedia untuk bersikap terbuka. Sikap terbuka inilah yang tidak semua perusahaan dan pengusaha bisa melakukannya.

Itu baru persiapan di satu sisi. Di sisi lain, perusahaan harus menata ulang organisasi, struktur usaha dengan anak perusahaan dan sebagainya sehingga struktur organisasi maupun usaha lebih efisien, berdaya saing dan profesional.

Dari sisi proses, selain menghabiskan waktu yang cukup panjang, juga harus melewati prosedur birokrasi misalnya calon emiten, harus menyampaikan pernyataan pendaftaran ke Bapepam-LK. Di sini perusahaan yang akan go public tidak bisa menghindari proses birokrasi.

Masih dalam kaitan prosedur, calon emiten juga harus menyampaikan proses pencatatan awal atau pendahuluan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sini, calon emiten akan menjalani proses verifikasi apakah memang pantas dan layak tercatat di bursa atau tidak.

Bagi sebagian kecil pengusaha atau perusahaan, proses go public seperti di atas bisa jadi dinilai terlalu ribet dan panjang. Perusahaan seperti ini biasanya mencari sebuah jalan pintas yang bisa ditempuh dengan lebih ringkas, cepat tapi akuntabel, tidak melanggar aturan dan prosedur. Salah satu alternatif jalan yang sering ditempuh adalah melakukan strategi back door listing.

Secara terminologi saja bisa dikatakan bahwa back door listing adalah menjadi perusahaan publik melalui pintu belakang. Tidak sedikit perusahaan yang menempuh jalan pintas ini. Namun, perusahaan yang memilih cara back door listing biasanya perusahaan yang berukuran besar, dari sisi aset, modal dan juga jaringan.

Bagaimana caranya? Teknik yang dimainkan biasanya dalam bentuk merger dan atau akuisisi. Untuk menjalankan tehnik ini biasanya pengusaha mengakuisisi mayoritas saham perusahaan yang sudah berstatus publik. Setelah akuisisi kelar, langkah selanjutnya adalah memasukkan aset usaha lainnya ke perusahaan publik yang baru dibeli tersebut.

Teknik memasukkan aset ke perusahaan publik tadi bisa ditempuh melalui aksi korporasi berupa merger dan atau akuisisi. Sebelumnya, pengusaha sudah menentukan perusahaan yang akan back door listing.

Perusahaan inilah yang akan dijadikan target merger atau akuisisi oleh perusahaan publik yang mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh pengusaha tadi. Langkah selanjutnya jika dipandang perlu perusahaan publik yang menjadi sarana back door listing tadi akan berganti nama sesuai dengan yang dikehendaki.

Gambaran singkatnya begini. Perusahaan PT ABC Tbk, sebuah perusahaan kecil yang berstatus perusahaan publik. Di sisi lain ada PT XYZ, perusahaan besar yang ingin back door listing yang dimiliki pegusaha X. Untuk menjalankan niat back door listing, pengusaha X membeli terlebih dulu mayoritas saham PT ABC Tbk.

Selanjutnya PT ABC Tbk ini akan mengakuisisi PT XYZ. Dengan cara ini secara tidak langsung PT XYZ telah berubah menjadi perusahaan publik karena mayoritas sahamnya sudah dikuasai PT ABC Tbk. Langkah selanjutnya jika dipandang perlu, PT ABC Tbk bisa berganti baju, misalnya PT XYZ International Tbk.

Melalui fenomena ini jangan heran jika ada perusahaan sebesar semut bisa mencaplok perusahaan sebesar gajah. Asal sesuai prosedur dan tidak melanggar aturan, semua itu bisa dilakukan. (Tim BEI)(//ade)

14/05/2010 – 16:13
IHSG Anomali, Respon Penguatan Global Kemarin
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini berhasil ditutup menguat, di tengah koreksi bursa regional. Pasar merespon kenaikan bursa global yang kemarin ditutup naik.

Pada perdagangan Jumat (14/5), IHSG ditutup naik 10,763 poin (0,37%) ke level 2.858,385. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menguat 2,285 poin (0,41%) ke level 550,998.

Setelah di awal perdagangan dibuka melemah 0,02% ke level 2.846, indeks berangsur-angsur pulih hingga pada sesi siang bertengger di 2.860. Namun, minimnya sentimen positif di pasar menahan laju indeks hinga akhirnya ditutup di 2.858.

Made Satya Guna, analis dari UOB Securites mengatakan, indeks saham hari ini berhasil naik tipis, setelah kemarin tutup karena libur nasional. “Pasar merespon penguatan yang dialami bursa Wall Street dan regional Asia, ketika IHSG libur kemarin,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Penguatan bursa global pada Rabu (13/5) kemarin terjadi karena meredanya kekhawatiran pasar akan krisis finansial Eropa. Demikian juga masalah kebijakan pengetatan likuiditas di China berhasil luruh seiring membaiknya laporan keuangan sektor teknologi.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup tipis, dimana volume transaksi 3,580 miliar lembar saham, senilai Rp 3,066 triliun dan frekuensi 70.253 kali. Sebanyak 87 saham naik, 106 saham turun dan 84 saham stagnan.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp205,05 miliar. Dimana nilai transaksi bersih mencapai Rp 1,067 triliun dan nilai transaksi jual sebesar Rp 862,521 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.150 ke Rp 14.200, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 37.950, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 15.500, Goodyear (GDYR) naik Rp 350 ke Rp 14.350, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 8.450, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.250.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 21.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 18.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.350, Inco (INCO) turun Rp 125 ke Rp 4.375, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 42.600.

Bursa saham regional Asia sore ini ditutup melemah. Indeks Shanghai di China turun 0,5% ke level 2.696,63, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 1,36% ke 20.145,43, indeks Nikkei di Jepang turun 1,49% ke 10.462,51 dan indeks Strait Times Singapura melemah 0,48% ke 2.854,17. [mdr]
Saham Pilihan Akhir Pekan Ini
Pada transaksi hari ini, Jumat, indeks harga saham gabungan diproyeksikan bervariasi.
JUM’AT, 14 MEI 2010, 07:26 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Setelah bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu 12 Mei 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali mixed pada transaksi akhir pekan ini.

“Pada transaksi Rabu, setelah sempat melemah, IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat setelah bursa Eropa dibuka menguat pada sore hari,” kata analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 14 Mei 2010.

Pada perdagangan Kamis 13 Mei 2010, bursa efek di dalam negeri libur terkait perayaan hari kenaikan Isa Almasih.

Meski demikian, dia menambahkan, seiring dengan kenaikan volatilitas indeks, investor disarankan untuk tetap waspada. “Kami memproyeksikan indeks hari ini akan bergerak bervariasi di kisaran support-resistance 2.820-2.876,” ujar dia.

Saham-saham yang masih dapat menjadi pilihan pemodal di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Pada transaksi Rabu, harga saham Bank Mandiri berada di level Rp 5.300 atau menguat Rp 100 (1,92 persen), Adaro naik Rp 50 (2,43 persen) menjadi Rp 2.100, dan Indocement terangkat Rp 350 (2,28 persen) ke posisi Rp 15.700.

Sementara itu, pada penutupan transaksi Kamis 13 Mei 2010 di bursa Wall Street, indeks Dow Jones melemah 113,96 poin (1,05 persen) ke level 10.782,95, Standard & Poor’s 500 turun 14,24 poin (1,22 persen) ke posisi 1.157,43, dan Nasdaq terkoreksi 30,66 poin (1,26 persen) menjadi 2.394,36. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
EKONOMI
14/05/2010 – 06:40
Rekomendasi Saham Hari Ini
‘Selective Buying’ Saham Unggulan
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan Jumat (14/5), bursa masih berpotensi menguat. Investor disarankan melakukan selective buying pada beberapa saham unggulan.

Pengamat pasar modal Valbury Securites Krishna Dwi Setiawan mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini masih berpeluang menguat. “Namun, pasar masih mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga China,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, masih ada kekhawatiran China harus menggunakan instrumen kenaikan suku bunga untuk meredam demand properti yang terus meningkat. Pasalnya, negara tirai bambu ini sudah 4 kali menaikkan giro wajib minimum (GWM), namun hingga April ini, harga properti masih saja meningkat. “Pasar pun mengantisipasi kenaikan suku bunga perbankan,” ujarnya.

China memang diekspektasikan akan menaikkan suku bunga, namun hal ini tidak mampu meredam konsumsi domestik. Apalagi imbasnya sudah sampai ke bursa Hong Kong. Sehingga investor tetap harus menunggu reaksi pasar selanjutnya.

Sementara di Eropa, pertumbuhan ekonomi (PDB) Jerman yang berada di atas ekspekstasi menunjukkan sentimen positif untuk proses pemulihan krisis di Eropa. Pasar Indonesia menurutnya masih akan mengalami aliran dana masuk dari Eropa yang belum pulih krisisnya, bahkan masih mengkhawatirkan. “Banyaknya data-data yang mixed, masih mewarnai pasar,” imbuhnya.

Di tengah kondisi ini, Krishna masih merekomendasikan selective buying terhadap beberapa saham unggulan yang belum rebound setelah terdiskon cukup besar. Seperti saham perbankan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Kemudian saham semen PT Indocement (INTP), saham properti PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dan saham tambang PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Fundamental emiten-emiten ini cukup solid dan belum ada pembalikan arah yang signifikan,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Irwan Ibrahim menilai, pasar masih akan mengalami rebound menuju level 2.900, seiring penguatan euro dan naiknya harga komoditas.

Ia merekomendasikan saham BUMN, terkait pembagian dividennya serta saham komoditas tambang dan energi, terkait harganya yang merambat naik. Beberapa emiten pilihannya antara lain PT TB Bukit Asam (PTBA), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).

Sedangkan saham swasta yang juga disarankan adalah PT Astra Argo Lestari (AALI) dan PT London Sumatra (LSIP).”Kalau emiten ini sudah naik, yang lain akan mengikuti,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (12/5), IHSG ditutup menguat 34,731 poin (1,23%%) ke level 2.847,622. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia hanya moderat, dimana volume transaksi tercatat sebanyak 3,687 miliar lembar saham, senilai Rp 3,182 triliun dan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham naik, 72 saham turun dan 74 saham stagnan. [mdr]
12/05/2010 – 04:00
Inilah Saham Pilihan Hari Ini

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pasar saham Rabu (12/5) diperkirakan mixed di kisaran 2.780-2.865. Saham pilihan ITMG, AGRO, AALI, POLY dan IKAI.

Menurut pengamat pasar modal, Satrio Utomo, pergerakkan saham masih susah ditebak meski cenderung mixed. “Kalau indeks tembus di level support 2.780 berarti menuju ke 2.600 tetapi kalau tembus level resistan 2.865 maka bisa ke 2.950 lagi,” katanya kepada INILAH.COM kemarin.

Sementara menurut analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi, saham masih kemungkinan terkoreksi tipis. Saham sektor manufaktur dan lapis kedua akan menjadi penggerak pasar yang sifatnya oneday trading. “Saham itu seperti POLY (Asia Pacific FIbers) dan IKAI (Intikeramik AlamSari Industri), tetapi saham komoditas CPO seperti AGRO (Bank Agro) dan AALI (Astra Agro Lestari) akan menggeliat,” katanya.

Saham AALI sedang diburu investor asing dan masih dapat menuju harga 23.000. Pada perdagangan kemarin, saham AALI ditutup naik Rp600 ke Rp21.400 dengan volume 5.114 unit saham senilai Rp55,03 miliar sebanyak 1.386 kali transaksi. [hid]
11/05/2010 – 09:35
IHSG Pagi Dibuka Hanya Lompat 1 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Berhasilnya Uni Eropa mengucurkan US$1 triliun untuk penyelamatan Yunani menggairahkan bursa Indonesia. IHSG pagi ini langsung dibuka loncat 1,29 poin (0,05%) ke level 12,851,72.

Nilai transaksi pun kembali bergairah dengan Rp286,987 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 26,268 juta lembar saham yang ditopang oleh 55 saham menguat, 16 saham koreksi dan 51 saham masih stagnan.

Indeks pendukung dan sektor di bursa pun dibuka bervariasi. Indeks JII dibuka naik 1,26 poin ke level 457,73,, namun indek LQ45 dibuka koreksi 0,10 poin ke level 549,31. Pagi ini, sektor tambang naik 9,17 poin ke level 2.437,61, begitu juga dengan sektor perkebunan pun dibuka naik 11 poin ke level 1.815,9. [san/cms]
Selasa, 11/05/2010 07:47 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Bakal Terus Melaju
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat tajam hingga 100 poin lebih. Paket penyelamatan krisis Uni Eropa yang mengangkat bursa-bursa regional lainnya membuat investor kembali percaya diri. Investor juga sudah mulai ‘sembuh’ dari efek mundurnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu.

Pada perdagangan Senin (10/5/2010), IHSG ditutup naik tajam 111,094 poin (4,05%) ke level 2.850,427. Indeks LQ 45 juga naik tajam 24,049 poin (4,57%) ke level 549,419.

Sentimen positif masih menaungi pergerakan saham pada Selasa (11/5/2010) ini. Investor masih mendapatkan dorongan dari penguatan bursa-bursa utama dunia setelah Uni Eropa dan IMF mengumumkan dana penanganan krisis hingga US$ 1.000 miliar.

Bursa Wall Street kemarin melonjak tajam mengikuti penguatan di bursa-bursa Eropa. Investor kembali mendapatkan kepercayaan dan yakin krisis tidak akan menjamur di Eropa.

Pada perdagangan Senin (10/5/2010), indeks Dow Jones melesat hingga 404,71 poin (3,90%) ke level 10.785,14. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 48,85 poin (4,40%) ke level 1.159,73 dan Nasdaq menguat 109,03 poin (4,81%) ke level 2.374,67.

Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan dengan penguatan lebih dari 1%. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 112,54 poin (1,07%) ke level 10.643,24.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin rebound besar setelah pada pekan lalu anjlok terdorong oleh sentimen negatif dari krisis hutang Yunani dan mundurnya Menkeu Sri Mulyani. Meski demikian perlahan sentimen tersebut mulai menghilang pada awal pekan ini setelah negara Eropa menyepakati dana pinjaman darurat untuk Yunani. Selain itu, ditunjuknya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Sekertariat Bersama koalisi parpol juga menjadi sentimen positif saham Bakrie 7. Kami memproyeksikan indeks masih berpeluang untuk menguat pada hari ini meski pasar regional masih menunggu perkembangan krisis hutang Yunani. Kisaran support-resistance 2.824-2.900.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung bergerak naik dengan perkiraan resistance berikutnya di 2,891.44 dan support di 2,858.11.Dengan daily risk saat ini sekitar level 31.12 % cukup menunjang bagi IHSG untuk naik lagi.

Jika hari ini IHSG mampu bertahan minimal di kisaran 2,861.44 s/d 2,876.50 maka besar kemugkinan target terdekat di 2,940.45 dapat tercapai bahkan lebih dalam waktu dekat

Namun perlu dicermati untuk hari ini khususnya, dari indikator W%R Optimized yang relatif sensitif terhadap pergerakan harian mulai mendekati resistance, maka disarankan untuk sementara SOS jika terjadi kenaikan IHSG diatas 2,907.78 hari ini. Demikian juga pada indikator MACD DEMA juga hampir memperlihatkan kecenderungan yang sama sebagaimana yang diindikasikan oleh indikator W%R Optimized diatas.

Beberapa saham yang patut dicermati antara lain : ASII,INCO,PTBA dan TINS.

eTrading Securities:

Pada awal perdagangan pekan ini IHSG ditutup menguat 111 point (+4.06%) menuju level 2850 dikarenakan adanya berita dari euro dimana euro sedang membuat rescue package untuk negara2 euro yang dilanda krisis utang. Hal ini membuat IHSG dibuka menguat. IHSG membuat reversal pattern yaitu bullish engulfing sehingga kemungkinan besar besok kita masih mengalami penguatan dengan resistance terdapat pada level 2890, sehingga jika kita lihat IHSG pada hari ini akan berada pada kisaran 2816 – 2890.

(qom/qom)

RI economic fundamentals strong, investors shouldn’t worry
The Jakarta Post, Businesss | Mon, 05/10/2010 1:53 PM

(JP/P.J. Leo)
First quarter growth of 5.7 percent is an indicator that Indonesia economic fundamentals remain strong, and investors should not worry about economic prospects, says Danareksa Research Institute economist Purbaya Yudhi Sadewa.
“The GDP growth in the first quarter showed that economic fundamentals remain strong. Investors in the stock market should not panic despite the minister is replaced,” he said Monday.
Finance Minister Sri Mulyani Indrawati will move to the World Bank on June 1 as a managing director, the second-highest position in the bank, just under President Robert Zoellick.
JP Morgan analyst Sin Beng Ong said Indonesia’s economic fundamentals were “very strong” despite Mulyani’s departure. “Too early to say the reform is stopped. Indonesia is still in very good hands,” he said.
But “the market is taking a wait-and-see approach”, he added.

Efek Dividen
Senin, 10 Mei 2010 – 09:06 wib

EFEK memiliki kata sinonim dengan dampak atau akibat. Efek dividen berarti dampak atau akibat dari pembayaran dividen. Pertanyaannya, dampak atau akibat apa yang ditimbulkan dan terhadap apa?

Pembayaran dividen dilihat dari kacamata perusahaan tergolong sebagai tindakan atau aksi korporasi (corporate action). Setiap aksi korporasi, apapun bentuknya selalu dibatasi oleh waktu, kapan dilakukan, mulai kapan dan sampai kapan. Jika perusahaan melakukan akuisisi, kapan dilakukan.

Jika emiten menggelar penawaran umum terbatas (right issue), kapan dilakukan, jika emiten melakukan pemecahan saham (stock split) juga dibatasi waktu kapan dilakukan. Begitu juga jika emiten akan membagikan dividen kapan hal itu dilakukan dan pemegang saham mana saja yang berhak atas dividen tersebut.

Terkait dengan pemegang saham mana yang berhak atas dividen memang perlu ditegaskan. Sebab, dalam aktifitas jual beli saham yang berlangsung setiap hari di bursa, jumlah dan siapa saja yang menjadi pemegang saham sebuah perusahaan publik selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Saat ini si A menjadi pemegang saham PT ABC karena baru saja membeli dari pasar, bisa saja esoknya sudah tidak tercatat sebagai pemegang saham karena sudah dijual kembali. Sebaliknya, hari ini si B belum tercatat sebagai pemegang saham, esok hari bisa saja B sudah tercatat sebagai pemegang saham PT ABC.

Karena itu soal batasan waktu dalam pembagian dividen ini menjadi sangat penting. Karena itu investor yang selalu memburu dividen harus tahu betul kapan cum date dividen dan kapan ex date dividen bagi pemegang saham. Cum date dividen berarti batas tanggal terakhir bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen. Sedangkan ex date dividen berarti batas bagi pemegang saham yang tidak berhak untuk menerima dividen.

Ilustrasinya begini. Dalam pengumuman yang dikeluarkan emiten misalnya tertera cum dividen 10 Mei 2010, dan ex date dividen 11 Mei 2010. Artinya investor yang membeli saham PT ABC pada 10 Mei masih berhak untuk mendapatkan dividen karena pada tanggal tersebut ia sudah tercatat sebagai pemegang saham. Sedangkan investor yang membeli saham PT ABC pada tanggal 11 Mei 2010 sudah tidak berhak atas pembagian dividen dari PT ABC. Dari sini jelas bahwa ada batas waktu bagi investor untuk bisa tercatat menjadi pemegang saham yang berhak atas dividen.

Pada batas waktu ini pula efek dividen terlihat nyata. Gambarannya begini. Jika PT ABC berencana akan membagi dividen sebesar Rp100 per saham dan pada saat cum date dividen harga saham perusahaaham PT ABC ditutup di Rp2.100, maka pada saat ex date dividen, biasanya harga saham PT ABC akan terkoreksi sebesar nilai dividen yang akan dibayarkan, yakni Rp100. Penurunan harga saham yang terjadi pada ex date dividen inilah yang disebut dengan efek (pembagian) dividen (dividen effect).

Bagaimana menjelaskan fenomena efek dividen ini? Jika ditelisik lebih jauh sebenarnya pembagian dividen oleh perusahaan ke pemegang saham merupakan transfer aset secara tunai dari perusahaan ke pemegang saham. Jika jumlah total saham yang menerima dividen 1 miliar lembar berarti nilai aset (current asset) yang ditransfer mencapai Rp100 miliar.

Nilai perusahaan berkurang sebesar Rp100 per saham, tapi aset pemegang saham bertambah sebesar Rp100 per saham. Karena itulah, harga saham saat ex date dividen mengalami koreksi sebesar nilai dividen yang dibayarkan.

Namun, logika di atas hanyalah logika di atas kertas, teoritis. Dalam fakta di pasar, logika itu tidak bisa berjalan kongruen. Jadi jangan heran, jika saat ex date dividen ternyata harga saham PT ABC justru naik (bukannya terkoreksi).

Jika ini yang terjadi, maka investor mendapat durian runtuh, dividen dapat dan capital gain-pun dapat. Namun begitu, jangan heran juga jika ternyata saat ex date dividen harga saham mengalami koreksi senilai di atas dividen yang dibagikan. Inilah pasar, fakta tidak selalu berjalan di atas kerangka teoritis. (Tim BEI)
(//rhs)

IHSG Menguat Lebih dari 2%

IHSG Menguat Lebih dari 2%
Senin, 10 Mei 2010 – 12:06 wib
Widi Agustian – Okezone
JAKARTA – Pasar saham nampaknya sudah berangsur kembali menguat. Jika pada awal perdagangan tadi indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melesat diatas satu persen, pada akhir sesi I perdagangan kali ini kenaikan IHSG sudah melewati angka dua persen.

Terlihat IHSG pada akhir sesi I, Senin (10/5/2010) menguat sebanyak 58,68 poin atau 2,14 persen ke 2.798,01. Sementara indeks LQ45 naik 13,62 poin ke 538,99 dan JII naik 11,79 ke 446,61.

Sektor tambang menguat hingga sebesar 63,47 poin, sekto rperbkebunan naik 37,4 poin, sektor manufaktur naik 12,11 poin, dan sektir infrakstruktur naik 11,92 poin.

Dimana nilai transaksi terlihat sebanyak Rp2,27 triliun dan volume perdagangan 2,59 miliar lembar saham. Sebanyak 167 saham menguat, 48 saham melemah, dan 44 saham tidak mengalami pergerakan harga.

Saham yang menguat (top gainer) antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.350 ke Rp35.650, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 ke Rp41.200, PT United Tractor Tbk (UNTR) naik Rp850 ke Rp17.800, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp650 ke Rp15.400.

Saham-saham yang melemah (top losser) adalah PT Merck Tbk (MERK) turun Rp2.500 ke Rp72.000, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp400 ke Rp14.000, PT Gudang Garam tbk (GRGM) turun Rp100 ke Rp27.900 dan PT Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk (BTPN) turun Rp100 ke Rp7.300.

Sementara di Asia, indeks Nikkei mengalami kenakan hingga 147,5 poin atau 1,42 persen ke 10.512,09, indeks Hang Seng naik 267,3 poin atau 1,34 persen ke 20.187,59 dan indeks Straits Times naik 11,19 poin atau 0,4 persen ke 2.832,3.(wdi)
IHSG Anjlok, Pemerintah Tak Perlu Intervensi!
Jum’at, 7 Mei 2010 – 16:24 wib

Andina Meryani – Okezone

JAKARTA – Penurunan sejumlah indeks di bursa saham dunia yang berimbas kepada penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebaiknya tidak dilihat sebagai respons negatif terhadap berbagai peristiwa dalam negeri.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai bahwa penurunan indeks saham tersebut memang berlaku global dan dipengaruhi oleh sentimen global salah satunya akibat dari pengaruh Yunani.

“Penurunan IHSG hari ini memang dipengaruhi seluruh dunia yang juga mengalami penurunan. Dow Jones tadi pagi turunnya besar. Sama seperti di dunia, kita juga melihat terus perkembangannya yang terpengaruh yunani,” ujarnya saat temu wartawan di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Meskipun dalam beberapa hari ini indeks dan rupiah mengalami pelemahan namun menurutnya pemerintah tidak perlu mengintervensi otoritas pasar modal, Bapepam LK, untuk menormalisasi pasar. Pasalnya Bapepam LK telah memiliki sistem yang baik untuk menghadapi gejolak di pasar sehingga tidak perlu intervensi.

“Saya meyakini Bapepam sistemnya sudah baik sehingga tidak perlu intervensi, pasar modal kita kredibel dan Bapepam punya sistem yang baik,” tandasnya.

Pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (7/5/2010), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebanyak 71,29 poin atau 2,54 persen keposisi 2.739,33. Indeks LQ45 anjlok 15,52 pioin ke 525,37, dan JII turun 14 poin ke 434,82.

Di Asia, indeks Nikkei anjlok hingga mencapai 331,1 poin atau 3,1 persen ke 10.364,59. Indeks Hang Seng turun 213,12 poin atau 1,06 persen ke 19.920,29, sementara indeks Straits Times juga turun 6,7 poin atau 0,59 persen ke 2.822,95.

Sementara indeks Dow Jones anjlok ke level 10.461,07, turun 407,05 poin atau 3,75 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, sedangkan Nasdaq turun 79,93 poin di level 2.322,36. Hal sama terjadi pada Indeks Standard & Poors 500 yang turun 41,90 poin ke posisi 1,124.(wdi)
Pasar tunggu menkeu baru
Sri Mulyani berlabuh ke Bank Dunia

JAKARTA: Sosok pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang mengundurkan diri untuk kemudian menjabat sebagai managing director Bank Dunia, akan menjadi salah satu hal penting yang ditunggu oleh para pelaku pasar modal dan investor asing.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk tidak membiarkan posisi menteri keuangan kosong dalam waktu yang lama, seperti yang terjadi pada posisi gubernur Bank Indonesia yang dibiarkan lowong hampir 1 tahun terakhir.

Adapun, saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers kemarin, Presiden sama sekali tidak menyinggung soal pengganti Sri Mulyani yang telah mengirimkan surat pengunduran diri kemarin.

Dia hanya menyebutkan pengganti Sri Mulyani harus melanjutkan apa yang telah dilakukan selama ini, terkait dengan reformasi perpajakan dan bea cukai, diplomasi di forum G20, serta mengamankan kebijakan pemerintah yang mengedepankan makroekonomi dan fiskal yang berhati-hati.

Presiden juga mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick yang telah menyampaikan permintaannya untuk memilih Sri Mulyani menjadi direktur pelaksana melalui surat resmi pada 25 April, pascarapat kerja di Istana Tampaksiring, Bali.

“Setelah saya pelajari, saya menganggap itu posisi strategis, penting, dan terhormat. Saya setujui setelah mendengarkan permohonan Ibu Sri Mulyani untuk menjabat managing director Bank Dunia. Dengan catatan, sebelum menempati posisi itu, menyelesaikan tugasnya di dalam negeri,” katanya.

Johanna Chua, analis Citigroup Global Markets Ltd, menilai kekosongan posisi menteri keuangan akan memperburuk sentimen pemodal, mengingat Indonesia juga hampir setahun ini belum memiliki gubernur Bank Indonesia.

“Lowongnya posisi di dua pos ekonomi nasional ini akan menimbulkan kekhawatiran terkait dengan kredibilitas kebijakan makro dan kelanjutan reformasi birokrasi,” tuturnya dalam laporan riset, kemarin.

Citigroup memperkirakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa akan bertindak sebagai menteri keuangan ad interim, hingga pemerintah menunjuk pengganti Sri Mulyani.

Dalam jangka pendek, dia menilai pasar merespons negatif kepindahan Sri Mulyani, terlebih karena kredibilitasnya yang kuat menjalankan reformasi birokrasi selama ini.

Sentimen negatif

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin anjlok 3,81% atau 112,78 poin ke level 2.846,24, terparah di antara bursa Asia Pasifik. Koreksi harian itu merupakan yang terparah 17 bulan terakhir.

David Cornelis, praktisi pasar modal, mengatakan pasar akan menunggu perkembangan selanjutnya untuk posisi menteri keuangan. “Kandidat yang diinginkan market adalah yang sevisi dan semisi dengan yang sudah dijalankan oleh Sri Mulyani.”

Namun, dia menilai penurunan IHSG kemarin tidak ada hubungannya dengan rencana pengunduran diri Sri Mulyani.

Sebaliknya, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai belum adanya kepastian seputar pengganti Sri Mulyani, yang memiliki reputasi kuat mereformasi birokrasi, menimbulkan sentimen negatif di pasar.

“Sampai sekarang tidak ada kabar mengenai pengganti beliau. Penerusnya tidak hanya harus memiliki pemahaman mengenai kebijakan makroekonomi, tetapi lebih penting lagi berkomitmen menjalankan reformasi, meski sensitif di ranah politik.”

Dia memperkirakan sentimen negatif bisa berlanjut jika pemerintah tidak segera memberikan kepastian kepada pasar mengenai pengganti Sri Mulyani.

“Selama masa transisi ini [sebelum bertugas di Bank Dunia bulan depan], Sri Mulyani harus ikut meyakinkan pasar bahwa penerusnya juga akan market friendly,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia Airlangga Hartarto juga menyatakan kekhawatiran senada. “Saat ini, gubernur Bank Indonesia belum ada, dan menteri keuangan mengundurkan diri,” ujarnya. Dia berharap Presiden bisa menangani masalah tersebut dalam waktu dekat.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono bahkan menyebutkan bukan tidak mungkin investor, terutama asing, akan menunggu sosok menteri keuangan yang baru, sebagai bagian dari rencana investasi mereka.

“Menurut saya, merupakan tugas berat bagi Presiden untuk memilih menteri keuangan baru dengan kapasitas seperti dia,” katanya.

Tidak hanya dari sektor keuangan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa juga meminta Presiden untuk segera mencari pengganti Sri Mulyani. “Penggantinya perlu segera disiapkan karena posisi ini sangat penting di dalam kabinet.”

Awasi tiga kawasan

Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick kemarin mengumumkan secara resmi pengangkatan Sri Mulyani sebagai managing director Bank Dunia di Washington.

Sri Mulyani akan mengawasi tiga kawasan, yaitu Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta kawasan Asia Timur dan Pasifik. Dia juga akan mengawasi kelompok sistem informasi.

Sri Mulyani akan bergabung dengan Bank Dunia pada 1 Juni 2010 dan menggantikan Juan Jose Daboub yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

“Dia [Sri Mulyani] telah menjadi menteri keuangan yang luar biasa dengan pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu pembangunan dan peran Bank Dunia,” kata Zoellick dalam situs resmi Bank Dunia kemarin.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef) Ahmad Erani menilai rencana pengunduran diri Sri Mulyani merupakan solusi terbaik di tengah tekanan politik mengenai kasus Bank Century.

Menurut Erani, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Sri Mulyani selama ini memang selaras dengan arah kebijakan yang dikeluarkan Bank Dunia. “Tak heran jika kemampuan dan keahliannya sangat berguna bagi Bank Dunia.”

Sri Mulyani hanya memberikan komentar singkat mengenai penunjukkan dirinya sebagai managing director Bank Dunia. “Berita itu benar dan saat ini saya masih akan tentu saja tergantung kepada persetujuan dan izin dari Bapak Presiden.”

Untuk sementara, lanjutnya, dia masih akan tetap menjalankan tugas selaku menteri keuangan.

Adapun, inisiator hak angket bailout Bank Century Akbar Faizal (Fraksi Hanura) menegaskan sebaiknya Sri Mulyani menyelesaikan terlebih dahulu penyelesaian kasusnya sehubungan bailout Century.

“Akan lebih terhormat dan namanya akan dikenang publik jika Sri Mulyani mau menyelesaikan dulu kasusnya di dalam negeri sebelum ke Amerika Serikat,” ujarnya. (08/10/A. Dadan Muhanda/ Achmad Aris/Agust Supriadi/Arif Gunawan S./Anugerah Perkasa/ Irsad Sati/ Yusran Yunus/Mulia Ginting Munthe /Neneng Herbawati/Linda T. Silitonga/John Andhi Oktaveri) (yeni.simanjuntak @bisnis. co.id)

Oleh Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia
05/05/2010 – 06:51
BoW Saham Infrastruktur, Alat Berat & Tambang
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Rabu (5/5) diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah. Buy on weakness (BoW) saham INTP, SMCB, UNTR, HEXA, PTBA dan ITMG.

Analis Valbury Nico Omer Jonckheere memprediksikan, bursa saham hari ini akan bergerak mixed. Potensi pelemahan ini disebabkan negatifnya bursa regional akibat situasi Eropa yang masih belum jelas dan penurunan harga minyak. “Selain bursa Dow Jones yang melemah akibat kecenderungan profit taking di Wall Street,” katanya ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (4/5) petang.

Menurutnya, investor mulai melakukan antisipasi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks pun akan kembali mencoba menembus level resistant 2.971. “Jika bisa tertembus hari ini, maka ada kemungkinan berlanjut ke 3.000,” paparnya.

Di tengah kondisi ini, Nico merekomendasikan sejumlah saham. Dari sektor semen, PT Indocement (INTP) dan PT Holcim (SMCB). Perusahaan alat berat seperti PT United Tractors (UNTR) dan PT Hexindo Adiperkasa (HEXA). Juga sektor batubara, PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Buy on weakness saham-saham ini, karena indeks kemungkinan koreksi,” lanjutnya.

Sektor semen dan batubara mendapat kekuatan dari program infrastruktur pemerintah. Kemudian juga karena industri properti yang mulai menggeliat. Hal ini membuat kebutuhan semen meningkat.

Sedangkan HEXA yang likuiditasnya di bawah UNTR, akan melakukan stock split yang bisa memperbesar likuiditas. Sehingga saham ini berpotensi naik. Juga karena penjualan tahun lalu yang masih baru. Ekspansi sektor pertambangan dan perkebunan membuat kebutuhan alat berat meningkat.

Hal ini tentunya menguntungkan bagi UNTR dan HEXA. Harga alat berat juga sudah mulai dinaikkan, meski seharusnya dilaksanakan tahun lalu. Namun tak bisa karena permintaan lemah. Saat ini permintaan kembali menguat, sehingga harga jual alat berat kemungkinan akan dinaikkan.

UNTR, merupakan kelompok Astra yang memang menjadi lokomotif indeks, terutama saat indeks berusaha menembus level 3.000. Apalagi, saat ini belum ada pergerakan yang berarti dari saham kelompok Bakrie. Maka Astra dan saham pertambangan batubara mengambil alih kemudi indeks.

Saham batubara yang direkomendasikan, PTBA dan ITMG, akan membagikan dividen yang besar. Ini membuat kedua emiten tersebut menarik di mata pasar.

Pada perdagangan Selasa (4/5), IHSG akhirnya ditutup melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5.189 juta lembar saham, senilai Rp 3,865 triliun dengan frekuensi 100.063 kali. Sebanyak 66 saham naik, 141 saham turun dan 70 saham stagnan.

Pelemahan sektor saham mendominasi perdagangan, dimana sektor perkebunan dan aneka industri anjlok 1,9%. Disusul sektor properti yang turun 1,7%, tambang 0,8% dan industri dasar yang melemah 0,6%. Sedangkan beberapa sektor lain masih membukukan penguatan, seperti finansial perdagangan, manufaktur dan konsumsi. [ast/mdr]
Selasa, 04/05/2010 12:12 WIB
Sesi Siang
IHSG Makin Dekati 3.000
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertingginya hingga sesi I. IHSG pun kini semakin dekat dengan level 3.000.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat menciptakan rekor terbarunya. Selama sesi I, IHSG sempat menembus titik tertingginya di 2.996,419. Namun belum sempat mencapai 3.000, penguatan IHSG mulai tertebas.

Dan pada perdagangan Selasa (4/5/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat 29,855 poin (1,01%) ke level 2.990,750. Indeks LQ 45 juga menguat 6,424 poin (1,12%) ke level 578,956.

Ini berarti rekor tertinggi baru. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 30 April, ketika IHSG secara intraday sempat menembus 2.972,916 sebelum akhirnya ditutup di level 2.971,25.

Bursa-bursa regional bergerak cukup variatif. Bursa Jepang dan Shanghai tercatat masih libur memperingati hari nasional.

Indeks Hang Seng naik 18,84 poin (0,09%) ke level 20.830,20.
Indeks Straits Times melemah 28,25 poin (0,96%) ke level 2.915,97.
Indeks Seoul turun 3,07 poin (0,16%) ke level 1.718,14.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 51.084 kali pada volume 2.431 juta lembar saham senilai Rp 1,598 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 85 saham turun dan 72 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya antara lain Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 46.850, BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 9.050, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 8.450, Unilever (UNVR) naik Rp 1.700 menjadi Rp 16.150.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.950, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 menjadi Rp 3.000, International Nickel (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 4.950.

(qom/qom)

Selasa, 04/05/2010 07:21 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Punya Semangat Menguat
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup kemarin akhirnya ditutup melemah meski sempat menguat mencapai titik tertingginya di awal perdagangan. Bursa-bursa regional yang relatif sepi akhirnya membuat IHSG ikut terkulai.

Pada perdagangan Senin (3/5/2010), IHSG ditutup turun 10,357 poin (0,34%) ke level 2.960,895. Indeks LQ 45 juga 0,833 poin (0,14%) ke level 572,532.

Semangat untuk penguatan IHSG kembali hadir pada perdagangan Selasa (4/5/2010) ini. Penguatan yang cukup tajam di bursa Wall Street diharapkan bisa memberikan sentimen positif ke bursa Indonesia.

Namun investor menilai posisi saham-saham sebagian sudah terlalu mahal. Hal itu akan membuat IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis.

Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tajam berkat data-data perekonomian yang positif. Sentimen positif juga datang dari jelasnya masalah krisis utang Yunani.

Pada perdagangan Senin (3/5/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup melonjak hingga 162,34 poin (1,47%) ke level 11.170,95. Indeks Standard & Poor’s 500 menguat 16,93 poin (1,43%) ke level 1.203,62 dan Nasdaq menguat 40,69 poin (1,65%) ke level 2.501,88.

Sementara Bursa Tokyo masih libur perdagangan hingga Rabu besok. Namun bursa-bursa regional lainnya diprediksi akan mengikuti jejak Wall Street.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan awal minggu ini IHSG ditutup melemah 10 point (-0.35%) dikarenakan sentimen regional dimana ketakukan akan krisis utang yunani dan kemungkinan kebijakan pengetatan kredit di china sehingga membawa IHSG dalam zona negatif, IHSG pada hari ini membentuk spinning top yang merupakan tanda reversal dan harus dikonfirmasi pada perdagangan hari ini. Asing pada hari senin masih melakukan pembelian sebesar 226 milliar. Sehingga untuk kisaran IHSG pada hari in berada dalam kisaran 2920 – 2996

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak melemah -0,34% didorong oleh sentimen negatif dari anjloknya bursa regional. Meski demikian, kami melihat terjadinya selective buy sebagai antisipasi laporan kinerja emiten K1-10. Hari ini kami melihat indeks masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.943-2.980.

(qom/qom)
[ Senin, 03 Mei 2010 ]
Bukan Mustahil IHSG Tembus Level 3.000
JAKARTA – Pergerakan agresif indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu membuat level 3.000 tidak lagi lagi di awang-awang. Di akhir sesi perdagangan Jumat (30/4), IHSG ditutup dengan rekor baru level 2.971.

”Masih cukup besar peluang IHSG akan menembus level 3.000 karena optimisme dan beberapa sentimen positif di pasar modal,” kata pengamat pasar modal asal Universitas Airlangga Leo Herlambang kemarin (2/5).

Menurut Leo, peluang masuknya kembali modal asing ke Indonesia semakin besar. Apalagi masih ada beberapa emiten yang akan melakukan rilis laporan keuangan yang positif pekan ini. ”Sebenarnya, IHSG cukup mengkhawatirkan karena telah melewati Indeks Bursa Shanghai dan sebentar lagi berpeluang melewati Indeks Bursa Singapura. Tetapi, tidak bisa disalahkan juga jika masih banyak orang yang yakin dengan kondisi saat ini dan melakukan pembelian saham,” jelasnya.

Leo menyarankan investor agar melakukan aksi pembelian bijak dengan berbagai pertimbangan. Yakni, melihat PE (price-to-earnings) rasio suatu saham atau rasio harga saham suatu perusahaan terhadap laba bersih per saham. ”Sebab, ada kemungkinan saham terebut buble jika PE ratio-nya lebih dari 20. Artinya, saham naik bukan karena kinerja perusahaan yang membaik, tetapi karena orang mencari peluang di saham tersebut dan melakukan pembelian untuk menaikkan harganya,” tegasnya.

Sementara, rupiah mungkin juga akan bergerak mendatar dan memiliki kemungkinan kecil untuk menembus level 8.900 per dolar AS. (luq/c1/kim)

IHSG Menjulang, Bursa Belum Revisi Target
Nilai kapitalisasi pasar saham BEI sampai awal April 2010 telah menembus Rp 2.423 triliun.
SENIN, 3 MEI 2010, 17:55 WIB
Hadi Suprapto, Purborini

VIVAnews – Bursa Efek Indonesia (BEI) belum akan merevisi target pencapaian nilai kapitalisasi pasar pada 2010. Nilai kapitalisasi pasar saham BEI sampai awal April 2010 telah menembus angka Rp 2.423 triliun. Angka ini telah naik 20 persen dari penutupan bursa 2009 sebesar Rp 2.019 triliun.

Sebelumnya, BEI menargetkan nilai kapitalisasi pasar hingga akhir 2010 sebesar Rp 2.700 triliun. Sementara itu, sampai 2012 kapitalisasi saham di BEI mencapai Rp 3.000 triliun.

“Untuk revisi saat ini belum waktunya, karena belum genap satu semester,” kata Direktur Pengembangan Usaha Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi, di Jakarta, Senin 3 Mei 2010.

Sementara itu, Vice President PT Valbury Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan, pencapaian nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 2.400 triliun merupakan hal yang wajar. Ia berpendapat, pertumbuhan nilai kapitalisasi saham BEI merupakan cerminan kondisi pasar yang terus membaik.

Hal ini ditunjukkan dengan revisi pertumbuhan ekonomi nasional dari 5,8 persen menjadi 6 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010. “Selain itu, yield dan fundamental pasar modal juga kuat, sehingga mendorong kapitalisasi pasar terus naik,” ujar Nico.

Ia memprediksi penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terus berlanjut. “IHSG akan tembus di kisaran 3.000 hingga 3.150,” ujarnya.

Pada perdagangan 30 April 2010, IHSG ditutup pada level tertingginya dalam sejarah pasar modal Indonesia, yakni pada level 2.971,252, atau naik 436,896 poin (17,23 persen) dibanding posisi akhir 2009.

Nilai kapitalisasi pasar BEI pun telah menembus level Rp 2.423 triliun, naik Rp 404 triliun (20 persen) dari posisi akhir 2009 sebesar Rp 2.019 triliun. (art)

• VIVAnews
hari ini Senin 030510, imf dan eu SEPAKAT mem-BAIL-OUT YUkNANgI$ yunani dan ihsg langsung melonjak ke 2982 dari kemerosotan di bawah 2970 :  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/05/03/geregetan-pemenangnya-adalah-pasar-030510/
Senin, 03/05/2010 12:06 WIB
Hijau Sendirian di Asia, IHSG Salip Indeks Strait Times
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I awal pekan ini bertahan di zona hijau sendirian dibanding seluruh bursa Asia lainnya yang mengalami koreksi. Posisi IHSG baru saja melewati indeks Strait Times di bursa saham Singapura.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.971,747 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.971,252. Namun seiring dengan pelemahan sebagian besar saham-saham unggulan, IHSG langsung jatuh 14 poin ke level 2.957,980.

Untungnya, penguatan saham-saham sektor konsumsi yang cukup tinggi, diiringi dengan penguatan saham Telkom (TLKM) yang membuat indeks saham infrastruktur naik hampir 1%, berhasil menggiring IHSG ke zona positif.

Kendati demikian, pelemahan saham-saham unggulan sektor pertambangan, perbankan serta saham Astra International (ASII) masih menjadi hambatan bagi IHSG. Tekanan jual pada 2 sektor ini cukup besar, sehingga menimbulkan gaya tarik menarik yang bisa membuat IHSG bertarung cukup keras untuk mempertahankan posisinya di zona hijau.

Sepertinya IHSG akan bergerak dalam rentang tipis sepanjang perdagangan hari ini, terutama jika tidak ada sentimen positif yang mampu membuat saham-saham pertambangan dan perbankan berbalik arah.

Namun keberhasilan IHSG menutup perdagangan sesi I di zona hijau menjadikan IHSG satu-satunya bursa di Asia yang mengalami penguatan, sedangkan seluruh bursa-bursa Asia lainnya mengalami koreksi lebih dari 1%.

IHSG juga berhasil membalap posisi indeks Strait Times di bursa saham Singapura.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli dengan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 179 miliar.

Pada perdagangan Senin (30/4/2010), IHSG ditutup menguat 4,529 poin (0,15%) ke level 2.975,781. Indeks LQ 45 juga menguat 1,949 poin (0,33%) ke level 575,314.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 55.890 kali pada volume 2,664 miliar lembar saham senilai Rp 2,189 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 128 saham turun dan 63 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi dengan rata-rata lebih dari 1%. Bursa China, Jepang, Thailand dan Filipina libur.
Indeks Hang Seng anjlok 313,41 poin (1,48%) ke level 20.795,18.
Indeks Straits Times turun 28,82 poin (0,97%) ke level 2.945,79.
Indeks KOSPI turun 25,35 poin (1,46%) ke level 1.716,21.
Indeks Taiwan turun 85,93 poin (1,07%) ke level 7.918,32.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 14.650, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 16.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 27.800, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 8.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 22.300.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 750 ke Rp 13.700, Astra International (ASII) turun Rp 550 ke Rp 46.600, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 38.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 19.400.

(dro/qom)

Indeks Jajal Level 3.000!
Senin, 3 Mei 2010 – 07:00 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Optimisme kondisi ekonomi Indonesia nampaknya bakal menjadi energi positif bagi pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal menjajal level 3.000 pada pekan ini.

“Menguatnya indeks mengindikasikan optimisme pasar akan prospek perekonomian Indonesia,” kata analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono kepada okezone di Jakarta.

Optimisme tersebut terlihat dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang optimis angka pertumbuhan ekonomi 5,8 persen bisa tercapai pada tahun 2010 ini. Bahkan, menurutnya realisasi angka pertumbuhan nantinya akan melebihi dari target tersebut.

Kondusifnya perekonomian juga terindikasi dari APBNP 2010 yang rencananya bakal disahkan hari ini, Senin (3/5/2010) dimana inflasi ditetapkan sebesar 5,3 persen, suku bunga sebesar 6,5 persen, nilai tukar Rp9.200 per USD, serta rasio pajak (tax ratio) sebesar 11,9 persen.

Masih terkait APBN, dari sisi target penerimaan, Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggejot penerimaan negara, yakni melalui penerimaan pajak maupun penerimaan cukai.

“Proyeksi Menkeu akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 6,3 persen pada 2011 juga menjadi sentimen positif bagi pasar,” jelasnya.

Selain itu, positifnya kinerja keuangan pada kuartal I-2010 juga menjadi vitamin bagi indeks saham. “Pergerakan indeks masih akan diwarnai oleh antisipasi pemodal atas keluarnya laporan keuangan Kuartal I-2010,” katanya.

Ditambah lagi dengan pengumuman inflasi yang bakal dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada siang hari ini. Dimana inflasi diproyeksikan masih akan berada pada level yang rendah.

Pekan ini, Purwoko memperkirakan indeks masih akan menguat menguji resistance area 2.980-3.000. Sementara untuk support berada di 2.880-2.920.

Sementara itu, Trimegah Securities menjelaskan jika tren positifnya indeks saham patut diwaspadai sebagai euforia sesaat. “Patut diwaspadai bahwa ini merupakan euforia semata,” jelas Trimegah.

Dia mengatakan jika terbitnya laporan keuangan kuartal pertama dari beberapa emiten menjadi katalis bagi penguatan IHSG. Hari ini, menurutnya indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran support resisitance 2.944-2.985, dengan saham pilihan PT Internasional Nickel Tbk (INCO) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Walau demikian, nampaknya akan ada sedikit halangan dari melemahnya Wall Street pad aakhir pekan lalu. Dimana rata-rata industri Dow Jones tercatat jatuh 158,71 poin atau 1,42 persen ke 11.008,61. Indeks 500 Standard & Poor’s merosot 20,09 poin atau 1,66 persen menjadi 1.186,69, sementara Nasdaq Composite Index turun 50,73 poin atau 2,02 persen ke 2.461,19.

Sebelumnya, IHSG Jumat (30/4/2010) sore ditutup melesat 44,39 poin atau 1,52 persen ke posisi 2.971,25. Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 6,87 poin ke posisi 474,8 dan indeks LQ45 naik 9,53 poin ke posisi 573,36.

Penguatan tersebut didukung oleh faktor dari seluruh sektor dalam negeri yang rata-rata mengalami penguatan tipis dan dipimpin dari sektor pertambangan dan sektor perkebunan.

Volume perdagangan ditutup sebanyak 5,83 miliar lembar, senilai Rp5,03 triliun. Saham yang ditutup menguat sebanyak 129 jenis saham, melemah 86 jenis saham, dan stagnan 86 jenis saham.(wdi)
03/05/2010 – 04:00
Cermati Saham BMRI, BBCA, ASII, INTP, PGAS, INDF
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG masih terus bergerak naik menuju batas atas dari kisaran target di 3.070. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika terjadi reversal, maka reversalnya adalah reversal jangka menengah.

“Penolong IHSG antara lain adanya sentimen positif dari harga batubara newcastle serta pengumuman inflasi hari ini,” urai analis Trimegah Securities Satrio Utomo dalam risetnya, Minggu (2/5).

Yang menarik sebenarnya untuk dilakukan posisi spekulatif adalah saham-saham sektor terkait suku bunga (perbankan+otomotif) terkait dengan angka inflasi di bulan April yang akan diumumkan Senin. Meskipun demikian, posisinya sebaiknya hanya posisi nambah karena resistennya sudah tidak jauh lagi, yakni BBRI di 9.300, BMRI di 5.900, dan BBCA di 5.700.

Pada saham BBCA terlihat adanya pola pergerakan harga berbentuk triangle yang terbentuk pada periode Oktober 2009 hingga Mei 2010. Tinggi dari pola pergerakan harga ini adalah sebesar Rp 1200. Maka ketika harga menembus resisten dari triangle pada Maret 2010, maka potensi kenaikannya adalah sebesar tinggi dari pola triangle yang terbentuk sebelumnya. [san/cms]
01/05/2010 – 16:20
Yes! Perekonomian AS Tumbuh 3,2%

(IST)
INILAH.COM, Washington – Belanja konsumen AS tumbuh tercepat selama tiga tahun belakangan ini, pada kuartal pertama 2010. Hal ini menyebabkan pertumbuhan PDB AS mencapai 3,2%.

Laporan Kementerian Perdagangan AS ini sesuai dengan prediksi sejumlah media ekonomi AS seperti Bloomberg dan Market Watch. Pertumbuhan PDB pada empat kuartal terakhir berada pada 2,5%, akibat pelambatan ekonomi global pascakrisis.

“Laporan ini menggembirakan,” tulis seorang ekonom Barclays Capital, Peter Newland, Sabtu (1/5). Senada dengannya, ekonom PNC Financial, Stu Hoffman, mengatakan hal tersebut merefleksikan pertumbuhan meski masih setengah kecepatan semula.

PDB AS naik 5,6% pada kuartal empat 2009, terutama karena investor yang swing. Belanja konsumen tahunan mencapai 3,6% dan investasi bisnis peralatan dan piranti lunak naik 13,4%. Penjualan domestik meningkat 2,2%, naik dari 1,4% pada kuartal empat.

Dalam enam bulan terakhir, PDB negara adidaya ini naik 4,4%, lebih cepat ketimbang rata-rata 2,8% untuk 25 tahun terakhir. Namun, angka tersebut gagal naik 7-10% karena resesi. [vin/ast]
Jebakan Sebuah Sukses
Jum’at, 30 April 2010 – 09:18 wib:

Prof Dr Komaruddin Hidayat
SETIAP orang pasti menginginkan sukses dalam hidupnya. Hanya saja, setiap orang memiliki keinginandan ukuran berbeda-beda mengenai sebuah sukses.

Yang sering menjadi ukuran sukses biasanya merujuk pada titel kesarjanaan, jabatan tinggi, dan kekayaan melimpah. Satu pelajaran penting yang pantas kita renungkan adalah setiap sukses itu mengandung risiko dan jebakan. Semakin tinggi jabatan seseorang dan semakin melimpah kekayaannya, derajat risikonya juga semakin besar.

Berbagai kasus mantan bupati, anggota DPR, gubernur, dan menteri yang sekarang masuk penjara setelah usai menjabat karena terbukti korupsi adalah contoh nyata risiko dan kegagalan dari sebuah sukses. Mereka sukses ketika berjuang dan merangkak menapaki tangga sukses setapak demi setapak, tapi ternyata gagal menjaga momentum dan prestasi yang telah diraih.

Banyak orang yang tahan menderita, tetapi tidak tahan ketika sudah berhasil menjadi kaya raya. Saya sering melihat beberapa orang ternama yang sewaktu mahasiswa menderita, tetapi setelah sukses secara materi lalu berubah drastis perilakunya. Mereka dendam dengan masa lalunya. Alih-alih bersyukur, mereka bertingkah dan hidup berfoya-foya untuk membalas derita masa lalunya. Sukses model seperti ini adalah sukses semu dan sifatnya hanya sesaat.

Sebuah nasihat lama mengatakan, kegagalan adalah guru yang mengajarkan kedewasaan hidup, sehingga dengan demikian secara potensial kegagalan menjanjikan sukses di hari esok. Nasihat ini sesungguhnya mempunyai pesan ganda. Pesan lainnya ialah bahwa di balik kesuksesan selalu menyimpan potensi kegagalan. Ibarat orang memanjat pohon, semakin tinggi memanjat, semakin kencang tiupan angin dan semakin tinggi jarak untuk turun atau kemungkinan jatuhnya.

Nasihat serupa datang dari kearifan China, yin-yang, bahwa gerak kehidupan itu tidak selalu bergerak maju, tapi bagaikan putaran bola yang menggulir ke berbagai penjuru. Di sini yin-yang mengajak kita untuk melihat persoalan hidup secara dialektis dan komprehensif, bukannya linier-parsialistik. Sebuah penelitian sosial di Amerika Serikat (AS) menyebutkan, kehidupan yang serbalinier, mewah, dan selalu memperoleh proteksi dari orang tua ternyata bukannya meningkatkan kualitas hidup remaja, tapi malah merusak mental dan moral mereka.

Berbeda dari generasi orang tuanya yang penuh semangat juang, generasi muda AS yang dimanjakan oleh kemewahan materi sangat rendah rasa tanggung jawab sosialnya. Jadi, implikasi sosial dari pembangunan yang terlalu memihak pada peningkatan GNP tapi kurang memperhatikan prinsip-prinsip moralitas seperti keadilan, kejujuran, demokrasi, dan hak asasi manusia sama halnya dengan mendirikan tiang bangunan yang tinggi, tapi melupakan fondasinya.

Sudah bisa diduga maka bangunan tadi sangat rawan guncangan dan tidak tahan lama. Sejarah banyak merekam cerita sukses yang bersifat sementara dan semu ini. Perasaan sukses yang ternyata mengantarkan malapetaka ini pernah juga dialami oleh para ilmuwan. Ketika awal mula bom atom ditemukan, masyarakat ilmuwan bersorak kegirangan karena sukses yang mereka raih.

Tapi kebanggaan tadi luluh lantak menjadi ratapan dan duka sejarah yang amat dalam ketika akhirnya Hiroshima dan Nagasaki hangus olehnya. Di sini kita menemukan paradoks- paradoks kebudayaan. Bisa jadi kita kagum terhadap kemegahan bangunan Taj Mahal di India. Tetapi, akal kritis akan bertanya, berapa uang rakyat dikuras hanya untuk memenuhi ambisi sang raja? Berapa ribu korban jiwa ketika bangunan piramid di Mesir itu dibangun?

Benarkah Borobudur yang megah itu dibangun secara suka rela oleh rakyat? Pertanyaan-pertanyaan senada tentu saja bisa diperpanjang. Di situ ternyata apa yang oleh penguasa disebut sebagai sukses, bagi masyarakat mungkin dilihat sebaliknya. Seorang camat, misalnya, bisa jadi merasa gembira dan sukses ketika meresmikan sebuah jalan aspal yang menghubungkan kota dan desa.

Tetapi pernahkah pak camat melakukan penelitian secara serius, adakah jalan tadi benar-benar berfungsi meningkatkan ekonomi orang desa ataukah malah sebaliknya, yaitu memperlicin dominasi tengkulak kota atas petani desa? Dengan menyimak kembali lembaran sejarah politik dan kekuasaan, apa yang disebut kemenangan dan kesuksesan rezim penguasa tidak selalu identik dengan kemenangan akal sehat dan nurani rakyat.

Bagaikan gerak dalam fisika kuantum, gerak pendulum kehidupan tidaklah selalu bersifat teleologis dan deterministis. Hanya mereka yang bisa menghindari sindrom “posisi puncak” yang tak akan pernah jatuh, sebagaimana juga mereka yang bisa mengelak dari jeratan ”posisi bawah” maka tidak akan pernah khawatir terinjak. Dalam hal ini perjalanan hidup Rasulullah Muhammad menarik sekali dijadikan teladan.

Dia pernah dalam posisi yang amat menderita, dikejar-kejar dan disayembarakan hendak dibunuh, namun pernah juga sebagai raja diraja yang amat sukses disegani kawan dan lawan. Meski pendulum hidup Nabi berayun dari kutub ekstrem yang satu ke kutub ekstrem sebaliknya, pribadi dan perilakunya tidak berubah, selalu berada di titik tengah, pada garis moderat. (*)

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah
(//rhs)

Iklan
 

One Response to “pengungkit 4 … 310510”

  1. […] … iya beneran, bahwa berinvestasi di saham ada BANYAK SEKALI CARANYA … saking banyaknya, sehingga BANYAK INVESTOR MENJADI KORBAN KERUGIAN MAEN SAHAM … lalu sebagai korban TENTU SAJA MEREKA KAPOK MAEN SAHAM … well, gw mah hepi dan sante aja tukh … karena gw tetap pada prinsip utama: MENCARI LABA … prinsip ini mengandung beberapa makna (atawa mungkin SEJUTA MAKNA … kaya saham sejuta umat dah ) … makna pertama: LABA ITU WAJIB HUKUMNYA, tanpa laba SAMA SEKALI TIDAK ADA GUNANYA MAEN SAHAM … makna kedua: LABA ITU HARUS LEBE GEDE DARIPADA SUKU BUNGA DEPOSITO, kalo sama dengan atawa di bawah suku bunga deposito, JANGAN MAU DIAJAK MAEN SAHAM, DAH … makna ketiga: LABA ITU BISA DICAPAI DENGAN BANYAK CARA, tapi gw uda MEMBUKTIKAN BAHWA CUMA CARA CERDAS dan RAJIN yang tingkat keberhasilannya LEBE GEDE dan LEBE TINGGI … catatan: cara cerdas yaitu inves minimum 3 taon (dengan catatan jika imbal hasil sudah di atas 100% kurang daripada 3 taon, bole dijual semua sahamnya itu)… cara rajin adalah trading ala WARTEG saham gw dengan meraup ATM HARIAN … CARA FENOMENAL ADALAH KEBERHASILAN EDY JOENARDI (DALAM 5 TAON: Rp. 62 Jt menjadi Rp. 5T, SERIUS BENERAN … makna keempat: PENGALAMAN MAEN SAHAM SEHEBAT APA PUN TIDAK ADA ARTINYA DIBANDINGKAN PENGALAMAN BERLABA WALAU CUMA 60% SETAON : MENGALAHKAN INFLASI JANGKA PANJANG DENGAN BUNGA 60% SETIAP TAON … makna kelima: SEMAKIN TINGGI TINGKAT LABA (investor pasti LEBE NGILER LABA 800 K %, yaitu seperti pengalaman EDY J, daripada 60%, yaitu batas minimum imbal hasil investasi per taon guna mengalahkan inflasi … investor pasti lebe ngiler imbal hasil tlkm yang dalam 5 taon terakhir sudah mencapai +1500%, walau pun saat ini terkoreksi lumayan dalam … investor pasti lebe ngiler imbal hasil astra internasional/asii: +1500% dalam 10 taon : imbal hasil VERSUS inflasi JANGKA PANJANG) SEMAKIN KUAT KESERAKAHAN investor … ini BAHAYANYA MAEN SAHAM … itu sebabnya makna pertama dan kedua HARUS DIUTAMAKAN … makna keenam: TALEB, seorang ahli statistik amrik yang PALING TERKENAL PASCA KRISIS GLOBAL 2008, pernah berujar BAHWA WARREN BUFFETT ADALAH INVESTOR YANG BERUNTUNG … itu artinya secara ilmu statistik YANG AKURAT, maka investasi APA PUN MENGANDUNG FAKTOR KEBERUNTUNGAN (walau pun gw telah menguraikan soal JUDI/uang panas dan MAEN SAHAM : UANG PANAS) … itu artinya LABA BISA DIPERKUAT LABA DARI INVESTASI JENIS LAEN (termasuk SIMPANAN dalam mata uang asien-K yang beragam) … HUKUM UTAMA INVESTASI: don’t put all your eggs in one basket … kiss u : keep it simple, stupid … artinya kalo semua telor kita taruh di satu keranjang telur, maka ketika keranjang telur itu jatuh terbalik, maka semua telur bisa pecah … ini adalah prinsip MENGURANGI RISIKO, MENAMBAH LABA melalui diversifikasi … well, diversifikasi ala gw termasuk inves reksa dana : LABA dari REKSA DANA dan inves emas : tren investasi emas … dll … makna ketujuh: laba dari maen saham beneran sederhana WARTEG SAHAM ala gw adalah secara relatif (dalam persentase) LEBE GEDE dan LEBE CEPAT … tergantung berapa besar pengungkit yang dipake : teknik pengungkit maen saham dan modal sebagai pengungkit […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s