1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gw bukan kelasnya mama laureN(egatif) LAGI… 080610 25 Mei 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:24 pm

080610: selamat datang DEMAM PIALA DUNIA SEPAKBOLA 2010, sepi lah bursa dah …. 😛
Minggu, 06/06/2010 18:00 WIB
Dibayangi Krisis Eropa, IHSG Bercokol di Level 2.700
Angga Aliya – detikFinance
… krisis euro secara bertahap telah selalu memasuki BABAK KRISIS BARU … menurut analis pro, krisis euro telah menjambret keperkasaan ekonomi global dan amrik sehingga angka ketenagakerjaan amrik pun terimbas negatif, karena pihak swasta amrik TERLALU SEDIKIT MENAMBAH ANGKA PEKERJAAN BARU … ketidakyakinan pasar pun BERGEJOLAK … well, gw membaca ada yang menulis soal kiamat keuangan lagi, terutama sekarang disebabkan oleh krisis euro … boleh baca di posting ini :  http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/06/skenario-kiamat-keuangan-global/
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan sepekan ke depan diperkirakan berada di level 2.700-2.750 karena terkena tekanan global dan sentimen eksternal baik itu krisis Eropa maupun kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

“Pada perdagangan akhir pekan lalu di AS telah terjadi koreksi cukup dalam sekitar 3% atau 300 poin. Tentu ini mempengaruhi Indeks kita, juga regional,” kata Analis Kapita Sekurindo Hariyajid Ramelan kepada detikFinance, Minggu (6/6/2010).

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), IHSG ditutup naik 12,274 poin (0,43%) ke level 2.823,251. Indeks LQ 45 juga naik 2,504 poin (0,45%) ke level 548,114.

Menurutnya, kondisi internal RI masih cukup baik hingga tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap turunnya IHSG. Kinerja emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada triwulan-I 2010 juga memukau, atau mencatat laba.

“Pengaruh indeks lebih kepada faktor eksternal yang lebih dominan,” jelasnya.

Secara terpisah, Analis BNI Muhammad Fikri mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, bursa Amerika selalu menjadi acuan pergerakan IHSG. Investor asing pun masih menguasai 65% dari total kapitalisasi pasar bursa Indonesia, sehingga kondisi yang belum membaik akan berpengaruh ke IHSG.

“Kondisi uncertainty yang terjadi di Eropa dan Amerika dapat mendorong pihak asing mengalihkan asset mereka ke safe heaven seperti Treasury Bills, emas dan US$,” katanya.

Selain itu, secara teknikal, IHSG sedang mengalami kondisi downtrend, walaupun penurunan yang terjadi bukan karena capital outflow. Terlebih, menurutnya, kenaikan IHSG sejak akhir tahun 2009 sudah sangat tinggi dibandingkan indeks lainnya di dunia.

(ang/wep)
Penguatan IHSG Diprediksi Berlanjut
sp
[JAKARTA] Gerak indeks di bursa-bursa utama dunia diprediksi pekan depan akan terbuka untuk menguat kembali (rebound). Penguatan itu juga akan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluang itu seiring komitmen Pemerintah Tiongkok terhadap surat utang beberapa negara Eropa dan keyakinan atas minimnya penyebaran krisis fiskal di Eropa, sehingga hal itu memberi keyakinan kepada investor untuk membeli aset berisiko.
Demikian disampaikan pengamat pasar modal Felix Sindhunata kepada SP di Jakarta, Jumat (28/5). Di mana, dia memprediksi IHSG akan berada di batas bawah (support) 2.620 dan batas atas (resistance) 2.820.
Sementara, dalam sepekan terakhir ini, Felix mengatakan, tidak ada berita negatif baru dari Eropa, sehingga investor cukup tenang untuk sementara. “Rebound” sepekan ini lebih teknikal sifatnya. Tapi, menurut saya terlalu confidence kalau dikatakan krisis fiskal di Eropa segera selesai,” tukas dia.
Seperti diketahui, IHSG pada penutupan Jumat (21/5) lalu berada di posisi 2.623,22 berhasil menguat ke 2.713,92 pada Kamis (27/5). Di mana, IHSG pada Selasa (25/5) ditutup anjlok 3,66% ke level 2.514,119 atau lebih rendah dari penutupan bursa akhir tahun 2009 lalu yang berada di level 2.534,356.
Penurunan itu selain dipicu oleh memanasnya krisis Eropa juga dikarenakan pemberitaan dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI), salah satu dari tujuh emiten Grup Bakrie yang dikabarkan akan menerbitkan saham baru (rights issue).
Namun, sehari sesudahnya, Rabu (26/5), IHSG berhasil melakukan loncatan besar bahkan berhasil mengukir kenaikan spektakuler dibandingkan bursa-bursa Asia Pasifik lainnya. IHSG pada hari itu ditutup melesat tajam 182,661 poin (7,27%) ke level 2.696,780 akibat saham grup Bakrie melonjak setelah Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali Ditjen Pajak atas kasus penyidikan pajak PT Kaltim Prima Coal, anak usaha Bumi.
Sedangkan, indeks Dow Jones di Bursa Wall Street dalam sepekan ini ditutup dari level Jumat (21/5) 10.193,39 turun ke posisi 10.136,63 pada Jumat (28/5).
Bahkan, pada perdagangan Rabu (26/5), Dow Jones menempati level penutupan terendahnya dengan anjlok 69,30 poin (0,69%) ke level 9.974,45. Penurunan itu terjadi ketika investor mendapatkan sentimen negatif dari China yang kabarnya sedang mengkaji ulang kepemilikannya atas surat berharga Eropa.
Sementara, di bursa Asia, Nikkei yang Jumat pekan lalu ditutup di 9.784,54 akhir pekan ini melemah ke posisi 9,762.98, Straits Times dari 2.701,20 naik ke 2.739,70 pada Kamis ini, serta Hang Seng yang ditutup pekan lalu pada Kamis (20/5) di 19,545.83 berhasil naik ke 19,766.71 di Jumat kemarin. [O-2]

Kamis, 27/05/2010 12:19 WIB
Sesi Siang
Pelemahan Menyusut, IHSG Cuma Turun 2 Poin
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menyusut seiring dengan rebound bursa-bursa Asia. IHSG masih memerah namun tipis dan bertahan di level 2.600.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung bergerak melemah sejalan dengan bursa-bursa regional. Namun beriringan dengan membaiknya bursa regional, secara perlahan pelemahan IHSG mulai berkurang.

Pada perdagangan Kamis (27/5/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 2,53 poin (0,09%) ke level 2694,247. Indeks LQ 45 juga melemah 1,004 poin (0,19%) ke level 520,632.

Pagi tadi, seluruh bursa regional memerah. Pada penutupan sesi I, beberapa bursa regional berhasil mencetak rebound dan bergerak naik.

Pergerakan bursa Asia hingga siang ini adalah:
Indeks Shanghai turun 0,54 poin (0,02%) ke level 2.625,25.
Indeks Hang Seng naik 143,82 poin (0,75%) ke level 19.340,27.
Indeks Nikkei-225 naik 86,62 poin (0,91%) ke level 9.609,28.
Indeks Straits Times naik 11,05 poin (0,41%) ke level 2.707,07.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 80.770 kali pada volume 6.358 juta lembar saham senilai Rp 2.665 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 73 saham turun dan 39 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 34.250, Astra Internasional (ASII) naik Rp 850 ke Rp 40.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 17.500 dan Astra Autoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 12.250.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 35.050, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 700 ke Rp 14.900 dan Semen Gresik (SMGR) turun ke 550 ke Rp 8.350. (ang/qom)

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan I siang ini tersandung 2,53 poin atau 0,09% dari posisi penutupan kemarin sore menjadi 2.694,24.

Indeks bergerak pada kisaran 2.618,28 – 2.696,28.

Dari 402 saham perusahaan yang menopang indeks, sebanyak 98 menguat, 73 melemah dan 231 tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Unilever Indonesia memimpin penurunan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kontribusi sebesar 4,79 poin, disusul oleh Semen Gresik 4,47 poin, Indocement Tunggal Prakarsa 3,01 poin, dan Bank Mandiri 2,61 poin.

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks adalah Astra International dengan kontribusi sebesar 4,32 poin, disusul oleh United Tractors 3,34 poin, Telekomunikasi Indonesia 2,53 poin, dan Perusahaan Gas Negara 1,52 poin.

Penurunan IHSG juga tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh emmpat indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor consumer goods menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar 347,61%, diikuti oleh industri kimia dasar 304,79%, keuangan 145,52%, dan konstruksi properti 17,28%.

Pelemahan IHSG pada penutupan siang ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup turun 2,32 poin atau 0,30% dari posisi penutupan kemarin menjadi 251,35. BISNIS-27 bergerak pada kisaran 243,39 – 252,03.(er)

… selasa 250510 gw sebenernya ga ada niat mo ketemu siapa-siapa di bank … ekh, taunya gw ditegor oleh mantan Kepala Cabang yang sekarang sudah dipromosikan … orangnya low profile tapi cerdas … so pasti … nah, doi langsung gw terjang dengan isu pasar finansial domestik dan global saat ini … doi menjelaskan dengan rinci dan sistematis … gw mendengarkan dengan menyimak apakah ada info BARU yang keluar dari mulutnya … ternyata emang sebagian besar pernyataannya sesuai dengan info yang gw pahami … tapi ada satu info LUARBIASA PENTINGNYA, yaitu KONDISI KREDIBILITAS PERBANKAN INDONESIA … well, ternyata tingkat keyakinan pinjam meminjam antar bank indon TETAP TERJAGA dan STABIL TERKENDALI … beda sekali pada saat KRISFINALO 2008, saat SEMUA BANK SALING CURIGA dan MENJAGA LIKUIDITAS MASING-MASING dengan AMAT KETAT bak benteng Alamo di amrik dulu … saat ini rileks atmosfirnya … namun gw tetap meluncurkan peluru2 pesimisme terutama karena gw inves di saham dan reksa dana saham … gw malah melontarkan skenario terburuk ihsg @2000 … mereka (mantan kepala cabang dan kepala cabang) terdiam mendengar ekspektasi 2000 tersebut … malah sang kepala cabang menyatakan, bahwa AMUNISI MESTI BANYAK DISIAPKAN MENGHADAPI KEMUNGKINAN IHSG 2000 TERJADI lagi … well, gw seh sadar bahwa gw ini siapa 🙂

… terus terang gw hari selasa 250510 NGUTANG LUMAYAN GEDE (di atas 50 jt) BWAT BELI SAHAM2 YANG SUDAH MURAH ABIS harganya, terutama saham bumi (bole baca posting gw :    http://sahambumi.wordpress.com/2010/05/24/gw-beli-bumi1900-tx-2-rumours240510/)  … tapi hari ini Rabu 260510, gw balikin semua utang gw, karena harga saham bumi dkk yang gw koleksi MELEJIT 🙂 … jadi sekali lagi, gw ini siapa 🙂

… btw, gw juga maseh mengoleksi reksa dana saham 250510 … well, lumayan imbal hasilnya kayanya terutama kalo 2700 tertembus dan keyakinan pada ihsg kembali menyeruak di dunia maya investasi saham indon … semoga 🙂
… oooopsss, ternyata nyaris banget ditutup di 2700 … wadow UNSUR KEBETULANNYA TINGGI ABIS tukh 😛
Indeks Rentan Aksi Ambil Untung
KAMIS, 27 MEI 2010 | 07:26 WIB
TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Indeks Dow Jones yang turun dibawah dibawah level 10 ribu akan memberi dampak psikologis bagi investor sehingga bisa memicu aksi ambil untung di bursa regional hari ini.

Dan indeks harga saham (IHSG) Bursa Efek Indonesia yang kemarin melonjak tajam membuat bursa domestik juga sangat rentan akan terjadi tekanan jual dari para pemodal.

Indeks Dow Jones industri semalam ditutup tutun 69,30 poin (0,69 persen) ke level 9.974,45. Harga minyak pagi ini di pasar Asia diperdagangkan kembali turun US$ 0,74 (1,03 persen) menjadi 70,77 per barel.

Pada sesi pembukaan Kamis (27/5) pagi ini bursa regional juga turun. Bursa Tokyo jatuh 1,24 persen ke level 9.400,74, bursa Seoul juga melemah 0,83 persen, bursa Selandia Baru melemah 0,34 persen. Namun bursa Australai berhasil naik tipis 0,08 persen.

Analis dari PT Trimegah Securites Tbk., mengemukakan setelah dalam satu pekan terakhir mengalami penurunan yang sangat dalam, indeks akhirnya berhasil melakukan reli dengan penguatan sebesar 7,3 persen dan dibarengi dengan melonjaknya volume yang cukup signifikan.

“Namun demikian, indeks masih berada di bawah resistance (batas atas) dari tren kenaikannya. Sehingga patut diwaspadai bahwa hal ini akan membuka peluang terjadinya aksi profit taking dari pelaku pasar,” paparnya.

Untuk hari ini, pergerakan indeks diperkirakan akan berada di kisaran 2.616-2.714, dengan volatilitas yang masih tinggi.

Pada perdagangan Rabu kemarin indeks harga saham gabungan berhasil melambung 182,661 poin ( 7,27 persen) ke level 2.696,78 dibanding posisi Selasa lalu di 2.514,119. Dan kenaikan ini merupakan yang terbesar dalam poin sepanjang sejarah bursa.

VIVA B KUSNANDAR
27/05/2010 – 06:45
Di Balik Kenaikan Indeks 182 Poin

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG yang fantastis dengan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah mencapai 182,77 poin dari ternyata diiringi dengan berbagai hal yang terjadi kemarin. Meskipun ada yang sengaja dikait-kaitkan dengan rekor ini.

Meskipun indeks masih di level 2.600 tetapi kenaikan fantastis dari 2.514,91 ke 2.696,78 cukup melegakan. Kenaikan tersebut didukung baik faktor ekternal maupun internal. Dari eksternal, pasar saham di regional termasuk IHSG mendapat sentimen positif dari OECD (Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi) bahwa krisis utang Uni Eropa tidak akan membawa kasawan itu pada resesi kedua.

Sentimen positif dari internal dengan masuknya investor asing ke saham yang dinilai sudah murah. Mereka keluar dua hari lalu untuk melakukan profit taking. Walaupun mereka masuk lagi juga dipengaruhi pernyataan OECD tersebut.

Sentimen positif berikutnya adalah keputusan MA yang memenangkan KPC (Kaltim Prima Coal/anak usaha BUmi resources) dengan menolak pengajuan kasasi yang diajukan Dirjen Pajak tentang kasus pajak senilai Rp1,5 triliun. Dengan keputusan tersebut, otomatis mengembalikan kepercayaan investor terhadap saham BUMI yang telah tertekan selama 2 hari. saham BUMI bahkan sempat menyentuh 1.680. Tetapi setelah ada putusan MA, saham BUMI melambung ke level 2.050, melewati level psikologis 2000.

Dengan kenaikan saham BUMI yang menjadi salah satu penggerak IHSG, mendorong penguatan saham Grup Bakrie dan mengangkat indeks naik 182 poin. “Bakrie memang sensasional. Group Bakrie naik, semua portofolio terseret naik. Jangan lupa perbankan plat merah juga punya andil yang besar hari ini (kemarin) untuk penguatan index,” kata analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi, kepada INILAH.COM kemarin.

Dengan bangkitnya saham Bakrie 7, Ahmad memperkirakan hari ini indeks masih berpotensi naik. Sebab Grup Bakrie akan berusaha mempertahankan harga saham yang sudah dicapai sekarang.

Namun di dalam sebuah milist saham ada komentar anggota milist yang cukup menggelitik. Kenaikan IHSG kemarin bersamaan dengan hari kepergian mantan Menkeu Sri Mulyani ke Washington. Kenaikan indeks ini sebagai kado perpisahan Sri Mulyani. Angka kenaikan indeks 182 poin kalau dalam bahasa Inggris, 182 adalah one eight two yang kalau dibaca dengan nada-nada Alvin The Chipmunk yang mirip lafal Washington. [hid]
Kamis, 27/05/2010 06:47:52 WIB
Pasar akan kembali bergerak pada batas wajar
Oleh: Lahyanto Nadie

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks berpeluang terkoreksi 2% setelah kenaikan 7,27% kemarin.

Valbury Asia Securities mengatakan bahwa pasar akan kembali bergerak pada batas wajar setelah terjadi koreksi yang dibutuhkan.

Erdikha Sekuritas berpendapat bahwa saham unggulan mengindikasikan over sold sehingga memengaruhi rebound. Indeks berpeluang menguat terbatas, 2.620-2.745. Rekomendasi bagi investor adalah membeli saham TLKM, ELSA, dan PGAS.

Sementara itu, Trimegah Securities mengemukakan bahwa IHSG masih di bawah resistance dari tren naik. Patut diwaspadai hal ini akan membuka peluang terjadinya aksi profit taking. Pergerakan indeks diperkirakan 2.616-2.714.

26/05/2010 – 16:47
IHSG Melesat Fantastis di Atas 7%
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG berakhir melesat tajam di atas 7%, merajai penguatan di kawasan Asia. Pembalasan bursa atas koreksi beberapa sesi terakhir ini didukung sektor tambang, perkebunan dan industri dasar yang melonjak lebih dari 10%.

Pada perdagangan Rabu (26/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat tajam 182,661 poin (7,27%) ke level 2.696,780. Indeks saham unggulan LQ 45 juga menguat hingga 38,415 poin (7,95%) ke level 521,636.

Indeks sepanjang hari berada di teritori positif. Setelah dibuka menguat 2,71% ke level 2.582, indeks terus melesar naik, hingga pada sesi siang bertengger di 2.606 dan akhirnya ditutup di angka 2.696.

Kepala riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks berhasil menguat signifikan, setelah anjlok tajam beberapa sesi perdagangan kemarin. “Secara teknikal memang indeks saat ini sudah sangat oversold (jenuh jual) dan secara valuasi kembali menaik setelah indeks terjun cukup dalam,” katanya kepada INILAH.COM.

Kondusifnya bursa regional Asia dimanfaatkan investor kembali membeli saham unggulan yang harganya sudah sangat murah. “Hal ini memicu penguatan indeks, sehingga ditutup melonjak tajam,” ujarnya.

Terkait pemburukan situasi di Eropa, Edwin menilai, pasar saat ini sudah jenuh dengan persoalan utang Eropa. Terutama karena eksposur ke Indonesia sangat kecil. “Hal ini didukung defisit anggaran Indonesia yang kecil ketimbang negara kawasan Eropa,” paparnya.

Semua sektor membukukan kenaikan yang fantastis, dimana tiga sektor melonjak di atas 10%. Seperti sektor tambang yang naik 10,9%, perkebunan 10,7% dan industri dasar 10,1%. Demikian pula sektor industri dasar yang naik 9,7%, manufaktur 9,2%, konsumsi 8,25%. Sedangkan sektor properti naik 5,8%, finansial 5,3%, perdagangan 5,6% dan infrastruktur 4,5%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 11.219 juta lembar saham, senilai Rp 6,772 triliun dan frekuensi 164.042 kali. Sebanyak 203 saham naik, 27 saham turun dan 23 saham stagnan.

Asing mencatatkan nilai transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp413 miliar. Dimana transaksi beli asing mendominasi sebesar Rp2,247 triliun dan transaksi jual asing mencapai Rp1,834 triliun.

Saham-saham grup Bakrie masih melanjutkan penguatan, dipimpin saham PT Bumi Resources (BUMI) yang naik Rp 340 (19,8%) menjadi Rp 2.050, PT Energi Mega Persada (ENRG) melonjak tajam 52% (Rp39) dan ditutup di level ke Rp114.

Demikian pula PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) yang naik Rp80 (29,6%) ke level Rp350, PT Bakrie Telecom (BTEL) terangkat Rp13 (9,9%) ke Rp144, PT Bakrieland Development (ELTY) melambung Rp23 (19,3%) ke level Rp142, PT Dharma Henwa (DEWA) naik Rp23 (38,33%) ke Rp83 dan PT Bakrie & Brothers (BNBR) nakRp12 (23%) ke Rp64.

Beberapa emiten unggulan lain yang membukukan kenaikan antara lain PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp4.200 menjadi Rp36.000, PT Astra International (ASII) terangkat Rp3.650 ke Rp40.050, dan TB Bukit Asam (PTBA) menguat Rp1.200 menjadi Rp16.900.

Sedangkan emiten-emiten lain yang turun antara lain PT Lippo Karawaci (LPKR) melemah Rp30 menjadi Rp430, PT Berlian Laju Tanker (BLTA) terkoreksi Rp95 ke Rp415, dan PT Bayan Resources (BYAN) turun Rp50 menjadi Rp5.950.

Apresiasi IHSG menjadi yang terbesar di kawasan. Dimana indeks Shanghai naik 3,16 poin (0,12%) ke level 2.625,79, indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 210,95 poin (1,11%) e level 19.196,45 dan indeks Nikkei-225 di Jepang menguat 62,77 poin (0,66%) ke level 9.522,66. [mdr]
Rabu, 26 Mei 2010 | 16:28

BURSA

Indeks Menanjak Ke Level 2.600

JAKARTA. Rebound bursa di kawasan Asia juga melanda Indonesia seiring naiknya harga komoditas tembaga dan minyak. Perdagangan di BEI, Rabu, (26/5) ditutup dengan melesatnya gerak IHSG sebesar 7,27% ke level 2.696,780. Sebanyak 203 saham naik, 27 saham turun, dan 23 saham tidak berubah. Volume saham juga besar mencapai 11,219 miliar saham sementara total nilai transaksi mencapai Rp 6,772 triliun.

Saham-saham lapis atas melonjak nilainya dibandingkan penutupan kemarin saat indeks memerah. Gudang Garam (GGRM) terbang 13,21% ke Rp 36.000, Astra Internasional (ASII) naik 10,03% ke Rp 40.050, Indo Tambang Raya Megah (ITMG) naik 10,10% ke Rp 33.250, Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 12,50% ke Rp 13.500, dan Indocement Tunggal Prakarsa naik 10,64% ke Rp 15.600. Menguatnya saham-saham besar ini ikut mendongkrak indeks LQ-45 Tbk 38,415 poin ke 521,636.

Sementara itu, beberapa saham yang tergerus nilainya antara lain Darya-Varia Laboratoria turun 11,24% ke Rp 1.500 Berlian Laju Tanker turun 18,63% ke Rp 415, Lipo karawaci LPKR turun 6,52% ke Rp 430, dan Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) turun 6,49% ke Rp 360.

Astri Karina Bangun kontan
Rabu, 26/05/2010 16:16 WIB
Saham Bakrie 7 Berjaya, IHSG Paling Perkasa di Asia
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melakukan loncatan besar lebih dari 100 poin. IHSG bahkan berhasil mengukir kenaikan spektakuler dibandingkan bursa-bursa Asia Pasifik lainnya.

Penguatan IHSG antara lain ditopang oleh lonjakan saham-saham kelompok usaha Bakrie. Saham-saham grup Bakrie melonjak setelah Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali Ditjen Pajak atas kasus penyidikan pajak PT Kaltim Prima Coal, anak usaha PT Bumi Resources Tbk.

Mengawali perdagangan, IHSG tercatat langsung menguat mengikuti penguatan bursa-bursa regional lainnya. Bursa Asia menguat karena investor merasa penurunan sebelumnya sudah klimaks dalam merespons krisis di Eropa.

Pada perdagangan Rabu (26/5/2010), IHSG ditutup melesat tajam 182,661 poin (7,27%) ke level 2.696,780. Indeks LQ 45 juga menguat hingga 38,415 poin (7,95%) ke level 521,636.

“Saham grup Bakrie kemarin sudah turun tajam, nah sekarang juga pasti naiknya tajam karena kemarin terdorong oleh sentimen regional sehingga terjadi panic selling. Sekarang setelah tahu regionalnya bagus, terjadi lagi panic buying. Jadi saya kira wajar kenaikan hari ini,” ujar pengamat pasar modal Edwin Sinaga.

Bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat, namun tidak spektakuler seperti IHSG.

Indeks Shanghai naik 3,16 poin (0,12%) ke level 2.625,79.
Indeks Hang Seng menguat 210,95 poin (1,11%) e level 19.196,45.
Indeks Nikkei-225 menguat 62,77 poin (0,66%) ke level 9.522,66.
Indeks Straits Times naik 59,43 poin (2,24%) ke level 2.710,04.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 164.042 kali pada volume 11.219 juta lembar saham senilai Rp 6,772 triliun. Sebanyak 203 saham naik, 27 saham turun dan 23 saham stagnan.

Saham-saham grup Bakrie melonjak tajam. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bahkan melonjak tajam hingga 52% sebelum akhirnya kena halting.

Saham-saham yang menguat di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naikR p 340 menjadi Rp 2.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 4.200 menjadi Rp 36.000, Astra International (ASII) naik Rp 3.650 menjadi Rp 40.050, PTBA naik Rp 1200 menjadi Rp 16.900.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 30 menjadi Rp 430, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 95 menjadi Rp 415, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 50 menjadi Rp 5.950.

(qom/dnl)
Rabu, 26/05/2010 12:10 WIB
Sesi Siang
IHSG ‘Pulang’ ke Level 2.600
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil mencetak rebound yang cukup signifikan sekaligus kembali menembus level 2.600. Penguatan bursa-bursa regional membuat investor kembali berani mengkoleksi saham-saham unggulan.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung bergerak menguat seirama dengan bursa-bursa regional. Bursa Asia hari ini menguat karena investor menilai penurunan saham sudah klimaks dalam merespons dampak krisis Eropa.

Dan pada perdagangan Rabu (26/5/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan hingga 92,725 poin (3,69%) ke level 2.606,844. Indeks LQ 45 menguat 19,539 poin (4,04%) ke level 502,760.

Penguatan IHSG tercatat paling besar dibandingkan bursa-bursa Asia. Pergerakan bursa Asia hingga siang ini adalah:

Indeks Shanghai naik 6,94 poin (0,26%) ke level 2.629,57.
Indeks Hang Seng naik 228,56 poin (1,20%) ke level 19.214,06.
Indeks Nikkei-225 menguat 105,90 poin (1,12%) ke level 9.567,79.
Indeks Straits Times naik 46,09 poin (1,75%) ke level 2.696,93.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 76.154 kali pada volume 4.682 juta lembar saham senilai Rp 2.572 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 29 saham turun dan 28 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.400 menjadi Rp 38.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 menjadi Rp 33.400, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 240 menjadi Rp 1.950, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.450.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp 110 menjadi Rp 350, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 120 menjadi Rp 390, Darya-Varia Laboratoria (DVLA) turun Rp 200 menjadi Rp 1.490.

(qom/qom)

Rabu, 26/05/2010 09:49 WIB
IHSG-Rupiah Duet Menguat
Nurul Qomariyah – detikFinance

… kayanya bener gw bukan sekelas dengan sang paranormal 🙂
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah langsung membuka perdagangan pagi ini dengan penuh cerah ceria. IHSG bahkan kembali merambat mendekati level 2.600.

Pada perdagangan Rabu (26/5/2010), IHSG dibuka langsung menguat 23,909 poin (0,9%) ke level 2.538,028. IHSG terus menguat dan pada pukul 09.45 waktu JATS berada di posisi 2.582,032, naik 67,913 poin (2,7%).

Sementara nilai tukar rupiah juga ikut menguat ke level 9.345 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.370 per dolar AS.

Saham-saham unggulan langsung bergerak menguat tajam. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat hingga Rp 210 (12,28%) menjadi Rp 1920 setelah munculnya kabar Mahkamah Agung (MA) membatalkan PK dari Dirjen Pajak untuk penyidikan kasus pajak Rp 1,5 triliun.

Saham unggulan lain yang membaik antara lain Astra International (ASII), Telkom (TLKM), Gudang Garam (GGRM) dll.

Bursa-bursa regional juga bergerak menguat pagi ini. Investor menilai aksi jual saham yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sudah mencapai klimaksnya.

Indeks Nikkei-225 menguat 25,57 poin (0,27%) ke level 9.485,46.
Indeks Straits Times menguat 31,525 poin (1,19%) ke level 2.682,13.

(qom/qom)

… well simak 2 lingkaran warna merah dan 1 berwarna biru di grafik analisis teknikal ihsg … ternyata mirip sekali dengan analisis candlestick :

Bearish Identical Three CrowsBearish Identical Three Crows

Psychology…

This formation could represent panic selling. Each closing price establishes the opening price for the next trading day. Additional downside price action should follow.

… panic selling … jelas abis SESUAI banget … nah, yang agak sedikit menggelitik adalah apakah hari ke4nya juga akan seperti 3 hari pertama? well, ternyata tidak sesuai … ini berarti akan terjadi perubahan sedikit pada hari ke4, tapi selanjutnya akan masuk “bearish trend” …

… 2 lingkaran merah bearish identical three crows didahului oleh sebuah doji (dalam lingkaran biru) yaitu ketidakpastian dalam pasar pada saat sedikit tren naek sedang terjadi …


 

gw bukan mama L0R(p)E(uro)N(egatif)… 250510 21 Mei 2010

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 10:33 am

… 1 hari setelah hari kebangkitan Nasional, ihsg AMBROL KE AREA 2500 … gw memang pernah berekspektasi bahwa ihsg akan ambrol ke 2500-an dan mengatakannya pada beberapa teman … nah, apakah ihsg akan tembus s/d di bawah 2500? well, tidak ada seorang pun yang tau pasti akan terjadi atawa tidak … tapi peluank taon macan logam memang mulai terbukti dengan kenaikan harga emas … loncatan macan pun seakan-akan diwakili oleh kenaikan dahsyat ihsg mendekati 3000 di 2995-an dari 2575 pada 4 Januari (gain + 16,3%)… pagi ini batas support 2570 sudah mulai didekati …
… terkaman macan sedang terasa pada bursa saham indon hari2 ini … well, gw bukan mama yang baru saja mendahului kita … tapi secara teknikal seharusnya ada selalu mantul naek, dan sudah terbukti dalam 2 hari terakhir, euro pun sudah mulai balek ke 1.25 dolar lage … perlahan-lahan SEMUA BANK SENTRAL UTAMA GLOBAL BEKERJASAMA MEMPERLANCAR LIKUIDITAS PASAR GLOBAL … imbasnya sudah mulai terasa, dolar pun tertekan secara bertahap, harga emas tertahan, dan kejatuhan bursa AKAN MEMASUKI AREA JENUH JUAL dan BOTTOMING UP … tapi NABI KRISIS ROUBINI SUDAH MULAI NGECAP2 LAGE TUKH … doi berekspektasi DOUBLE DIP RECESSION … well, gw memang tidak sekaliber Roubini … tapi kayaknya, KEPEMIMPINAN EURO YANG SERIUS DIBANTU BANK2 SENTRAL UTAMA GLOBAL DAN JIKA PERLU DIBANTU G20 AKAN MENGURANGI RISIKO RESESI GLOBAL BABAK DUA SETELAH KRISIS LEHMANN BROS … tapi tentu saja SPEKULATOR KUCIWA BERAT DENGAN PERATURAN2 FINANSIAL GLOBAL BARU YANG MENGURANGI EKSPEKTASI MAEN DAHSYAT DI BURSA GLOBAL, jadi koreksi akibat KABURNYA PARA SPEKULATOR SEJATI tetap akan terjadi … tapi itu juga berarti buat INVESTOR RASIONAL, ala WARREN BUFFETT akan MASUK KE PASAR WHEN BLOOD IN THE STREETS … mereka akan secara selektif membeli barang2 bagus yang murah … well, liat aja dah

… kalo maseh isenk juga, baca posting gw ini juga : http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/05/21/geregetan-emank-ada-yang-paling-aman-210510/

… tanda2 oversold di ihsg juga terlihat pada grafik teknikal berikut :

Chart forComposite Index (^JKSE)

Chart forComposite Index (^JKSE)
… persoalan baru setelah ihsg 2500 tercapai adalah tren turun (bearish trend) itu SUDAH TERJADI atawa LOM … well, ga ada yang tau pasti … tapi para analis pro yang terkesima oleh tren turun sesaat sudah semakin tertutup horizonnya oleh KECEMASAN yang memuncak di eropa dan komoditas … coba perhatikan lage grafik teknikal sederhana berikut:

… dari grafik 1 taon ihsg yang gw pungut dari Yahoo Finance, maka ada 3 skenario bearish trend ihsg yang mungkin terjadi, bahkan 4 skenario …yaitu : perhatikan garis merah 1 yaitu ihsg turun s/d 2000, yang pada saat taon 2009, terjadi sekira Juni 2009 (berarti sekira 10 bulan yang lalu) … garis merah 2 yaitu ihsg turun s/d 2250, seperti tercapai pada saat November 2009 (berarti sekira 6 bulan yang lalu) … garis merah 3 yaitu ihsg turun s/d 2400 (sekira Februari 2010, yaitu 3 bulan yang lalu) …
… well, skenario terakhir adalah tembus 2000 terjun bebas ke 1600 …
… lalu catatan lain adalah Rate of Change mencatat tingkat angka grafis -300an (huruf A), yang berarti betapa lemahnya daya beli di bursa saat ini, bahkan lebih rendah daripada daya beli pada saat krisis sidang paripurna bank Century …
… terakhir huruf B menunjukkan adanya sinyal JENUH JUAL yang amat kuat, karena lebih kuat daripada semua jenuh jual yang pernah terjadi pada 1 taon terakhir ini … namun secara grafis, bahkan jenuh jual masih berpotensi terus terjadi walau sudah semakin dekat bottom terdalamnya …
… kesimpulan sederhana: ihsg memang akan cenderung turun, yang paling optimis ihsg turun s/d bottom 2400 … yang paling pesimis ihsg terjun bebas ke 1600 … well, up2u lah, namanya juga analisis teknikal yang tidak ada 100% akurasinya … liat aja dah

Selasa, 25 Mei 2010 | 17:48

PREDIKSI BURSA

Tren IHSG Jangka Menengah Bearish

JAKARTA. Setelah pada hari Senin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak berhasil melakukan penguatan kembali. Di hari kedua bursa pekan ini, IHSG kembali turun di level 3,36% menjadi 2.522. Pelemahan indeks sepertinya didorong faktor regional dan global yang memang tidak bergerak positif.

Nah karena itu, IHSG hampir menyentuh level terendah sepanjang tahun ini. Esok hari, Rabu (26/5), sepertinya indeks akan kembali melemah dan mencoba level baru. “Penguatan indeks pada awal tahun yang cukup besar membuat pelemahan indeks juga cepat terjadi,” papar Chandra, analis eTrading Securities.

Defisit Inggris yang mengkhawatirkan masih akan terus dipantau oleh pelaku pasar bagaimana perkembangannya. “Defisit Inggris sudah mencapai 11% dari GDP,” kata Chandra. Belum lagi masalah Korea yang juga berpotensi ada perang.

Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih juga melihat potensi pelemahan indeks akan berlanjut. Dia menduga tekanan IHSG masih besar. Saham grup bakrie seperti ENRG dan BUMI masih akan menjadi penggerak. “Saat ini trend jangka menengah indeks sudah berubah menjadi bearish,” tuturnya.

Alfatih bahkan menduga kalau IHSG bisa menyentuh ke area 2.450-2.580. “Kalau indeks mau berubah trend dia harus mampu bertahan di level 2.580,” tuturnya. Hanya saja menurut Chandra saat ini sentimen bursa sangat rentang untuk melemah. Dia menduga IHSG bisa bermain di area 2.497-2.530.

Avanty Nurdiana
kontan
Selasa, 25/05/2010 06:31:56 WIB
Pasar memasuki kondisi jenuh jual
Oleh: Ratna Ariyanti

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi bergerak sideways. Nasib IHSG masih ditentukan oleh indeks global, khususnya Dow Jones.

Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani, mengatakan secara teknikal potensi penguatan sudah terlihat mengingat saat ini pasar telah memasuki kondisi jenuh jual (oversold).

“Memang potensi penguatan belum terlalu kuat tapi potensi tetap ada. Hanya saja jika indeks Dow Jones terkoreksi dalam imbasnya tentu akan membuat bursa regional dan IHSG kembali melanjutkan penurunan,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan saham-saham seperti barang konsumsi diproyeksikan mampu menopang penurunan indeks mengingat sektor ini umumnya lebih kuat di tengah indeks yang fluktuatif.

IHSG kemarin sempat berada pada teritori positif, tetapi tekanan yang begitu besar akhirnya memaksa indeks terkoreksi 0,51% ke level 2.609,61 sementara indeks BISNIS-27 terjatuh 0,23% ke level 242,20. (Indra, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit)
25/05/2010 – 06:23
Tutup Kerugian Bakrie Beralihlah ke Astra
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham pada Selasa (25/5) masih akan tertekan. Investor disarankan menutup kerugian di saham grup Bakrie dengan beralih ke emiten lain seperti saham grup Astra.

Demikian ungkap Chandra Wijanarka dari Etrading Securities. Menurutnya, potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih terbuka. Hal ini dipicu berkembangnya rumor bahwa saham PT Bumi Resources (BUMI) akan disuspen otoritas bursa.

“Setelah anjlok cukup dalam kemarin, beredar kabar bahwa BUMI hari ini akan disuspen untuk menghindari kejatuhan lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI anjok Rp345 (16,23%) ke level Rp1.780. Isu bahwa perseroan akan menggelar rights issue, disinyalir menjadi pemicu utama aksi jual massif investor-investor asing. Bantahan manajemen BUMI terkait aksi korporasi tersebut disikapi dingin.

Pasar menilai, peluang rights issue BUMI masih mungkin terjadi. Bahkan lebih besar dari nilai kapitalisasi pasarnya. Hal serupa sudah terjadi pada anak usaha Bakrie yang lain yakni PT Bakrieland Development (ELTY). “Pasar khawatir BUMI akan melakukan hal yang sama, sehingga indeks pun tertekan,”ujarnya.

Selain itu, imbuh Chandra, harga minyak mentah yang terpantau terus merosot ke level US$70 per barel, tidak mendukung penguatan harga komoditas lainnya. Saham berbasis tambang dan energi pun loyo.

Di tengah kondisi eksternal yang minim sentimen positif, indikator dalam negeri pun masih tidak pasti. Pasar menunggu aksi Menkeu baru, Agus Martowardojo, terkait merosotnya saham Bakrie.

Pasalnya, Sri Mulyani masih menjabat Menkeu, ia mengambil tindakan suspensi, hingga ada kejelasan aksi korporasinya. “Ada sebagian yang memperkirakan ada suspensi BUMI untuk menghindari gejolak di market. Namun, kalau tidak ada suspensi apapun, maka diperkirakan indeks masih tertekan,” paparnya.

Terkait koreksinya yang cukup tajam, Chandra pun menyarankan investor menghindari trading di saham grup Bakrie. Sedangkan bagi pelaku pasar yang belum bisa keluar dari kelompok saham ini, disarankan untuk beralih (switching) ke saham lain. Hal ini untuk mengurangi kerugian yang lebih besar.

Salah satu saham yang disarankan berasal dari grup Astra, yakni PT Astra International (ASII) dan PT United Tractor (UNTR). Menurutnya, indikator kedua emiten ini secara teknikal sudah menutup gap koreksi pekan lalu. Ini berarti ada peluang kenaikan lebih lanjut.

“Saham Astra pun menjadi bemper indeks sehingga tidak anjlok terlalu banyak,” katanya. Saham lain yang disarankan adalah Indofood (INDF), karena ada potensi penguatan pada emiten ini.

Pada perdagangan Senin (24/5), IHSG ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,341 miliar lembar saham, senilai Rp4,640 triliun dan frekuensi 113.428 kali. Sebanyak 84 saham naik, 139 saham turun dan 55 saham stagnan. [mdr]
Senin, 24/05/2010 16:10 WIB
Saham Bakrie 7 dan Komoditas Pukul Jatuh IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun poin pada perdagangan awal pekan ini. Koreksi tajam saham-saham Bakrie 7 dan saham-saham sektor komoditas membuat IHSG terjerembab ke zona negatif menjelang penutupan perdagangan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.623,716 dan langsung menguat ke level 2.672,862, naik 39 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.623,221.

Di awal perdagangan, IHSG naik cukup tinggi lantaran terbawa sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang menguat cukup tinggi. Hampir seluruh saham unggulan menguat dipimpin oleh saham-saham komoditas.

Namun di tengah perdagangan, mendadak IHSG berbalik arah. Ada dua sebab utama yang menyebabkan kejatuhan IHSG. Pertama koreksi tajam saham-saham Bakrie 7 dipimpin ambruknya saham Bumi Resources (BUMI) lantaran diterjang isu rights issue.

Meski SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava telah membantah kabar tersebut, aksi jual masih mendera saham BUMI dan saham Bakrie 7 lainnya.

Faktor kedua adalah pembalikan arah yang terjadi pada bursa-bursa regional Eropa yang mulai kembali menunjukkan sinyal-sinyal koreksi. Saham-saham perbankan yang semula memimpin kenaikan indeks saham Eropa mulai mengendur.

Kemudian sinyal bahwa perdagangan kontrak berjangka di AS yang diindikasikan koreksi nanti malam memicu penurunan saham-saham komoditas di Eropa yang kemudian diikuti dengan koreksi tajam saham-saham komoditas di IHSG.

Indeks saham sektor pertambangan memimpin koreksi diikuti oleh koreksi tajam saham sektor perkebunan dan infrastruktur. Penopang IHSG adalah saham sektor konsumsi dan perbankan yang masih berada di zona hijau.

IHSG pun sempat jatuh 23 poin ke level 2.600,852 akibat aksi jual saham-saham komoditas dan Bakrie 7. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini berkisar antara level 2.600,852 hingga 2.672,862.

Aktivitas investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,287 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,074 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 213,871 miliar.

Pada perdagangan Senin (24/5/2010), IHSG ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610. Indeks LQ 45 juga turun 2,498 poin (0,49%) ke level 500,311.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.240 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 113.428 kali pada volume 6,341 miliar lembar saham senilai Rp 4,640 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 139 saham turun dan 55 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat, kecuali bursa Jepang yang terjebak di zona negatif.

Indeks Shanghai naik tajam 89,90 poin (3,48%) ke level 2.673,42.
Indeks Hang Seng menguat 121,93 poin (0,62%) ke level 19.667,76.
Indeks Nikkei 225 turun 26,14 poin (0,27%) ke level 9.758,40.
Indeks Strait Times menguat 20,55 poin (0,76%) ke level 2.721,75.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 31.500, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 14.950, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 14.700, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 7.950, BNI (BBNI) naik Rp 75 ke Rp 2.375.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 30.900, Telkom (TLKM) turun Rp 350 ke Rp 7.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 345 ke Rp 1.780, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 12.300, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 37.900.

(dro/qom)
IHSG Awali Pekan dengan Semangat
Senin, 24 Mei 2010 – 09:40 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Pagi ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat dan kembali bertengger di atas 2.650. Penguatan IHSG kali ini, terimbas bursa kawasan global dibuka menguat sebesar 33 poin.

IHSG pada pembukaan perdagangan Senin (24/5/2010) pagi menguat 33,599 poin atau 1,28 persen ke 2.656,417. Indeks LQ45 naik 7,307 poin ke 510,116 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut menguat 5,539 poin ke 417,529.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp157,3 miliar dengan volume sebanyak 136,5 juta lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak tiga saham melemah, 100 saham menguat, dan 22 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham dari berbagai sektor-sektor di dalam negeri pun seluruhnya tercatat menguat, dengan penguatan terbesar dipimpin dari sektor perkebunan sebesar 31,04 poin. Diikuti dengan pelemahan dari sektor pertambangan sebesar 29,71 poin, sektor konsumer naik 7,08 poin, dan sektor manufaktur melonjak 6,8 poin.

Saham-saham yang dibuka menguat (top gainer), antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp550 ke Rp38.550, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp500 ke Rp16.750, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) naik Rp500 ke Rp12.950, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp450 ke Rp18.700, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp400 menjadi Rp32.550.

Sementara saham yang dibuka melemah (top losser), antara lain PT Adira Dina Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp500 ke Rp8.600, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp250 ke Rp5.000, PT Buana Finance Tbk (BBLD) naik Rp10 ke Rp230, dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) naik Rp10 ke Rp950.(css)

24/05/2010 – 09:34
IHSG Pagi Melesat 18,83 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (24/5) pagi melesat 18,83 poin (0,72%) ke level 2.642,05.

Kenaikan indeks awal pekan ini didukung loncatnya 8 saham.

Volume perdagangan sangat sepi masih sebanyak 2,23 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,38 miliar.

Indeks saham-saham unggulan LQ45 naik 4,77 poin ke level 507,58, sedang JII naik 3,36 poin ke level 415,35.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tajam adalah PTBA naik 2,76% ke Rp16.700, ASII naik 1,05% ke Rp38.400, UNTR naik 1,82% ke Rp16.700, AALI naik 1,36% ke Rp18.500, ITMG naik 0,77% dan GGRM naik 0,66% ke Rp30.100. [cms]
Koreksi di bursa bukan akibat pecahnya bubble
Minggu, 23/05/2010 21:12:04 WIBOleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku pasar modal menilai koreksi harga saham dan obligasi di pasar pekan lalu bukanlah akibat bubble harga yang sudah pecah dan mambawa serta pasar modal anjlok.

Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman menilai koreksi bursa yang terjadi hampir sepanjang pekan lalu belum dapat dikatakan sebagai pasar yang bubble karena nilai pasar saham di dalam negeri belum terlalu tinggi dibandinkan nilai bukunya.

Menurut dia, koreksi pasar modal yang tercermin dari penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) itu dipengaruhi pasar global sebagai faktor tunggal. “Saat ini belum dapat dikatakan bubble, sehingga tidak dapat dikatakan juga bubble itu sudah pecah,” ujarnya ketika dihubungi hari ini.

Menurut dia, mundurnya Sri Mulyani Indrawati yang akhirnya digantikan Agus Martowardojo sebagai menteri keuangan pekan lalu tidak berdampak langsung, sehingga hanya merupakan ketidaksengajaan karena waktunya yang saling bertepatan dengan anjloknya pasar global.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengatakan saat ini juga menilai faktor utama anjloknya pasar modal Indonesia lebih disebabkan oleh anjloknya bursa Dow Jones yang anjlok sebesar 3,6% pada Kamis.

“Koreksi Dow Jones sebesar itu sangat jarang dan sangat besar ukurannya. Kalau indeks Dow Jones dan IHSG sama-sama anjlok 3,6%, tentu berarti kejatuhannya sangat dalam karena pengaruh besar dan volumenya tidak dapat disamakan.”

Dia juga mengatakan dalam kondisi pasar modal yang belum stabil, banyak letupan-letupan kecil yang dapat membuat goncangan besar, terutama bagi pasar modal global. Apalagi, tuturnya, dampak krisis utang Yunani belum dapat diperkirakan dampak dan waktu penyelesaiannya hingga saat ini. (mrp)

Jumat, 21/05/2010 16:12 WIB
Aksi Jual Mengendur, IHSG Kikis Koreksi Jadi 71 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini turun tajam 71 poin, sedikit membaik ketimbang koreksi tajam tadi pagi yang mencapai 4%. Kendurnya aksi jual di bursa-bursa Asia dan Eropa membuat daya beli mulai tampak pada IHSG.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.692,665 dan langsung melorot tajam ke level 2.584,969, turun 110 poin atau 4% lebih dari penutupan kemarin 2.694,249.

Penurunan tajam IHSG terjadi secara mendadak di awal perdagangan. Koreksi tajam ini terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis. Aksi jual massal langsung menyerap habis posisi antrian beli tipis pada beberapa fraksi harga, sehingga harga-harga saham langsung melorot.

IHSG pun langsung anjlok tajam ke bawah level 2.600. Tak ada saham unggulan yang menguat, seluruhnya melemah dengan rata-rata di atas 3%, malah ada yang sampai koreksi 7%.

Koreksi saham-saham komoditas memimpin laju koreksi diikuti oleh saham-saham konsumsi, aneka industri, infrastruktur dan keuangan. Seluruh indeks saham sektoral anjlok tajam.

Situasi utang Yunani dan pengaruhnya pada perekonomian Eropa masih menjadi kekhawatiran investor-investor global, sehingga mereka memutuskan menarik dananya dari bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Rumor sejumlah negara Eropa bakal mengikuti langkah Jerman melarang perdagangan naked short selling atas surat utang 16 negara diperkirakan juga memicu aksi jual massif di Eropa yang kemudian diikuti di bursa Wallstreet.

Untungnya, pembukaan bursa-bursa Eropa siang ini sudah tidak mengalami koreksi terlalu dalam. Laju aksi jual di Eropa telah mengendur. Hal senada terjadi di kawasan Asia, aksi jual juga telah mengendur, bahkan bursa Shanghai telah masuk ke teritori positif.

Pada perdagangan pekan depan, indeks-indeks bursa global diperkirakan mulai rebound lantaran koreksi tajam selama pekan ini telah membuat harga-harga saham terlalu murah. Investor diprediksi memang tengah menunggu titik terendah dari sentimen negatif Eropa untuk kemudian melakukan aksi beli massif.

Namun perkembangan situasi Eropa dalam dua hari ke depan akan menentukan sinyal-sinyal bagi arah pasar pekan depan.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,835 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,066 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 769,167 miliar.

Pada perdagangan Jumat (21/5/2010), IHSG ditutup anjlok 71,028 poin (2,64%) ke level 2.623,221. Indeks LQ 45 juga turun tajam 13,922 poin (2,70%) ke level 502,809.

Sementara nilai tukar rupiah melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.270 per dolar AS.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.140 kali pada volume 5,060 miliar lembar saham senilai Rp 4,927 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 214 saham turun dan 29 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah, bursa Jepang dan Singapura anjlok cukup dalam:
Indeks Shanghai naik 27,58 poin (1,08%) ke level 2.583,52.
Indeks Hang Seng turun 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
Indeks Nikkei 225 anjlok 245,77 poin (2,45%) ke level 9.784,54.
Indeks Strait Times anjlok 58,27 poin (2,12%) ke level 2.695,24.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 450 ke Rp 3.000, Inovisi (INVS) naik Rp 30 ke Rp 880, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 25 ke Rp 255, Eatertainment (SMMT) naik Rp 20 ke Rp 500.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 32.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 29.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 18.250, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 650 ke Rp 12.450, Astra International (ASII) turun Rp 450 ke Rp 38.000. (dro/qom)

21/05/2010 – 11:34
IHSG Sesi Siang
Tekanan Jual, Bursa Ambruk 4%
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Lantai bursa masih memerah pada tengah sesi perdagangan akhir pekan ini. Derasnya aksi jual saham terus memukul saham unggulan. Indeks pun ambruk 4%.

Pada perdagangan Jumat (21/5) sesi siang, IHSG ditutup melemah tajam 107,69 poin (4%) ke level 2.586.56. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 22,469 poin (4,34%) ke level 494.26.

Koreksi indeks mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,275 miliar lembar saham, senilai Rp2,043 triliun dan frekuensi 48.802 kali. Hanya 7 saham menguat, sedangkan 219 saham melemah dan 15 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi signfikan pada koreksi indeks. Sektot perkebunan memimpin koreksi 5,29%, properti 4,91%, pertambangan 4,91%, aneka industri 4,04%, keuangan 4,49%, perdagangan 3,80%, infrastruktur 3,43%, manufaktur 3,16%, konsumsi 2,80%, dan industri dasar 2,71%.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan, indeks hingga penutupan sore nanti masih akan melemah. Hal ini terjadi seiring negatifnya sentimen regional. “Karena itu, indeks berpeluang mengarah ke level support 2.580 dan 2.614 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (21/5).

Bahkan, untuk beberapa waktu ke depan, indeks domestik masih akan terpengaruh negatif oleh faktor eksternal yang masih diselimuti krisis fiskal di Yunani. Para pelaku pasar saat ini sedang mengamankan posisi dengan melakukan aksi jual. “Karena itu, semalam pun, indeks global mengalami pelemahan,” ujarnya.

Namun, Purwoko tidak sependapat, jika koreksi indeks ini dikaitkan dengan terpilihnya Agus Martowardojo (Direktur Utama Bank Mandiri) menjadi menteri keuangan. Ia menilai, menkeu baru sebenarnya sudah memberikan kepastian kepada pasar. “Pada saat pembukaan kemarin pun, indeks cukup positif menyambut menkeu baru,” imbuhnya.

Hanya saja, sentimen positif itu tidak mampu bertahan atas gempuran sentimen negatif regional sehingga terkoreksi di atas 1%, dan sekarang dibuka melemah di atas 3%. Pasar global saat ini menunggu kepastian penyelesaian krisis di Eropa. “Pasar khawatir krisis di Eropa akan berdampak juga pada negara-negara lain di Asia terutama China,” ucapnya.

Sebab, ekspor China yang terbesar ke Eropa. Pada akhirnya, Indonesia akan terimbas negatif. Sebab RI pun menjadikan China sebagai negara tujuan ekspor untuk barang-barang mentah (row material). Tapi, menurutnya, pengaruh negatif Eropa bagi Indonesia kadarnya tidak akan sebesar ke China. “Itulah yang memicu investor terutama asing wait and see sambil mengamankan aset-aset mereka,” tandasnya.

Dengan berkaca pada krisis 2008 lalu, di mana saham-saham bluechips yang menjadi trigger penurunan dan kenaikan indeks paling cepat, saham-saham yang masuk katageri tersebut direkomendasikan positif oleh Purwoko. “Saat ini, saham-saham tersebut sudah cukup rendah harganya, sehingga bisa untung pada saat market rebound,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Gudang Garam (GGRM).

Purwoko juga merekomendasikan positif saham yang memiliki news di grup Panin. Menurutnya, seiring rencana penjualan Bank Panin, pemodal bisa berspekulasi di saham PT Panin Life (PNLF). “Jika Panin Bank dijual, pemegang saham PNLF pun akan mendapatkan dividen,” pungkas Purwoko. [ast/mdr]

BEI Terus Jaga Pasar Tetap Liquid
Sabtu, 22 Mei 2010 – 15:29 wib
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Untuk menjaga agar pasar modal Indonesia tetap menarik dan sehat (liquid), maka Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan langkah-langkah penting. Yakni, menciptakan pilihan investasi yang lebih beragam dengan mengembangkan produk baru dan emiten baru yang berkualitas.

“Yang kedua, melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang berkelanjutan. Ketiga infrastruktur bursa dengan meningkatkan kapasitas transaksi dari saat ini sebanyak satu juta order dengan 500 ribu transaksi menjadi lima juta order dengan 250 ribu transaksi,” ujar Direktur BEI, Supandi dalam acara 3rd Anniversary of IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

Selain itu, lanjutnya, BEI juga akan mengembangkan sistem Disaster Recovery Center (DRC) untuk menjaga keamanan transaksi. Dan juga mengembangkan Straight Through Processing (STP) dan Single Investor Transaction.

“Prioritas BEI juga memperkuat basis investor domestik dan meningkatkan kapitalisasi pasar,” tambahnya.

Sekedar informasi, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terpantau merosot sebesar 71,03 poin atau 2,64 persen ke posisi 2.623,22. Indeks LQ45 turun 13,91 poin ke 502,81 dan JII turun 9,98 poin ke 411,99.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,46 triliun dengan volume sebanyak 4,61 miliar lembar saham. Di mana sebanyak 214 saham melemah, 27 saham menguat, dan 29 saham tidak berubah harga.(adn)
(rhs)

 

harga saham2 yg gw ikutan … 150610 12 Mei 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:42 pm

berikut tabel tren pergerakan ihsg, ihsgw, dan saham2 yang gw inves :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semua harga saham adalah harga penutupan pada hari ybs.
Tanggal IHSG bbri adro indy elsa ihsgw stabil bumi antm bnii trub ihsgw tak stabil mapi pgas wika ihsgw total
29-01-10 2610.8 7650 1890 2425 325 3072.5 2475 2125 305 123 1257
03/02/10 2604.55 7550 1920 2500 325 3073.75 2600 2100 305 123 1282
04/02/10 2593.22 7400 1930 2475 330 3033.75 2575 2050 300 127 1263
05/02/10 2518.98 7250 1860 2325 320 2938.75 2450 2000 295 124 1217.25
09/02/10 2489.49 7250 1830 2225 320 2906.25 2300 1950 285 120 1163.75
12/02/10 2534.14 7550 1840 2300 325 3003.75 2275 2025 270 120 1172.5
19/02/10 2554.38 7550 1800 2375 320 3011.25 2300 2075 270 115 1190
22/02/10 2564.26 7500 1810 2300 320 2982.5 2300 2075 265 114 1188.5
23/02/10 2583.65 7450 1840 2275 325 2972.5 2325 2100 265 116 1201.5
24/02/10 2579.42 7350 1860 2275 320 2951.25 2275 2075 260 116 1181.5
02/03/10 2576.59 7300 1830 2200 315 2911.25 2325 2100 260 114 1199.75
05/03/10 2578.77 7250 1850 2250 340 2922.5 2400 2125 265 115 1226.25
08/03/10 2626.45 7450 1860 2275 330 2978.75 2450 2150 260 117 1244.25
12/03/10 2666.51 7500 1880 2275 345 3000 2525 2150 285 117 1269.25
15/03/10 2669.61 7450 1870 2250 340 2977.5 2500 2150 290 116 1264
18/03/10 2737.24 7850 1900 2275 350 3093.75 2575 2200 290 118 1295.75
19/03/10 2742.97 8000 1880 2250 345 3118.75 2575 2200 290 117 1295.5 710 4225
26/03/10 2813.08 8400 1870 2275 480 3256.25 2350 2175 295 115 1233.75 730 4325
30/03/10 2798.27 8250 1910 2300 465 3231.25 2350 2350 305 115 1280 710 4175
31/03/10 2777.3 8250 1960 2325 470 3251.25 2250 2400 315 113 1269.5 700 4250

pada tgl 15 Juni 2010, indikasi harga penutupan adalah:

^JKSE 5:00AM EDT 2,826.84 Up 24.94 Up 0.89% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,970.00 Up 50.00 Up 2.60% 25,901,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,890.00 Up 20.00 Up 1.07% 24,821,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,810.00 Up 10.00 Up 0.56% 46,838,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,750.00 Up 50.00 Up 0.57% 4,196,000
BNII.JK 4:59AM EDT 270.00 Up 5.00 Up 1.89% 1,516,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 93.00 Down 1.00 Down 1.06% 17,305,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 440.00 Up 25.00 Up 6.02% 180,702,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 0.00 0.00% 12,813,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 Up 25.00 Up 0.65% 10,892,500
MAPI.JK 4:53AM EDT 680.00 0.00 0.00% 475,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 400.00 Up 20.00 Up 5.26%

ihsgw stabil = 3495

ihsgw total = 2098
14/06/2010 – 16:26
Bursa Lesu Tapi IHSG Masih Sentuh Level 2.800

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik berhasil menguat di tengah lesunya transaksi. Sentimen dari bursa regional dan harga minyak ikut menopang penguatan bursa hingga 0,89%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (14/6) ditutup naik 24,94 poin (0,89%) ke level 2.826,84. Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 6,5 poin ke 450,98 dan indeks saham LQ45 naik 5,5 poin ke 546,27.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 119 saham naik, 69 saham masih mengalami pelemahan dan 65 saham tercatat stagnan. Volume perdagangan sebanyak 2,6 miliar saham senilai Rp1,9 triliun.

Harga minyak Asia yang terkerek di atas US$74 menjadi sentimen positif bagi bursa Asia. Sehingga ikut berimbas kepada bursa saham domestik.

Selain itu, investor juga menyambut baik laporan periset swasta akhir pekan lalu yang menunjukkan kepercayaan konsumen AS Juni naik ke level terkuat sejak Januari 2008. Kepercayaan konsumen AS naik menjadi 75,5. Selama ini pengeluaran konsumen menyumbang 70% dari ekonomi Amerika.

Transaksi di lantai bursa memang cukup sepi. Sepanjang perdagangan hari ini tidak ada transaksi beli atau jual yang signifikan sehingga mengubah arah IHSG secara tajam. Apa yang terjadi di lantai bursa domestik ini berbeda dengan di bursa Asia yang naik dengan persentase yang lebih tingi. Bursa-bursa Eropa juga dibuka menguat cukup tinggi dengan rata-rata di atas 1% pada perdagangan siang tadi.

Sejumlah saham yang mengalami kenaikan di antaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp1.000 ke Rp170.000, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp500 ke Rp8.400, United Tractors (UNTR) naik Rp450 ke Rp18.800, Astra International (ASII) naik Rp400 ke Rp43.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp400 ke Rp34.400, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp250 ke Rp34.100.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah HM Sampoerna (HMSP) turun Rp300 ke Rp15.200, Mayora Indah (MYOR) turun Rp100 ke Rp6.950, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp100 ke Rp16.000, Indo Rama Synthetics (INDR) turun Rp70 ke Rp700. [cms/hid/mdr]
Senin, 14/06/2010 12:10 WIB
IHSG Menguat, Transaksi Lesu Kurang dari Rp 1 Triliun
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 18 poin ke level 2.820, bertahan di level resistance dalam transaksi yang sangat tipis tidak sampai Rp 1 triliun. Kemerosotan transaksi terjadi akibat adanya pagelaran Piala Dunia yang menyita perhatian dunia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.802,097 dan langsung menguat ke level 2.826,018, naik 25 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.801,899.

Sejak awal perdagangan IHSG langsung melesat cukup tinggi seiring dengan penguatan saham-saham sektor komoditas, infrastruktur dan konsumsi. Penguatan IHSG terjadi dalam volume dan nilai transaksi sangat tipis, tidak sampai Rp 1 triliun.

Dalam periode Piala Dunia memang biasanya transaksi berjalan lambat dan lesu. Dalam tipisnya volume dan nilai transaksi, pergerakan IHSG bisa sangat rentan dari adanya aksi jual atau aksi beli massif dadakan. Untuk mengantisipasi itu, kelihatannya sebagian investor memutuskan langsung mengangkat harga-harga saham dengan memanfaatkan tipisnya transaksi.

Transaksi investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 106 miliar.

Pada perdagangan Senin (14/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 18,337 poin (0,65%) ke level 2.820,236. Indeks LQ 45 juga naik 4,067 poin (0,75%) ke level 544,815.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 34.995 kali pada volume 1,310 miliar lembar saham senilai Rp 954,121 miliar. Sebanyak 112 saham naik, 64 saham turun dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat, bursa China libur.

Indeks Hang Seng melesat 174,76 poin (0,88%) ke level 20.047,14.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 157,84 poin (1,63%) ke level 9.863,10.
Indeks KOSPI naik 14,64 poin (0,87%) ke level 1.689,98.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 170.000, Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 8.400, United Tractors (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 34.100, Astra International (ASII) naik Rp 400 ke Rp 43.400.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 15.200, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.000, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 6.950, Bank Panin (PNBN) turun Rp 50 ke Rp 1.060.

(dro/qom)
14/06/2010 – 05:40
Sentimen AS & Eropa Siap Kerek IHSG Pekan Ini
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks saham pekan ini diprediksikan menguat. Pernyataan The Fed dan titik terang penyelesaian krisis utang Eropa menjadi pemicunya. Pilih saham-saham berfundamental kuat!

Pengamat pasar modal, N Jaganathan memperkirakan, pergerakan indeks pekan ini akan menguat. Sebab, persoalan krisis utang di Eropa sudah memiliki titik terang. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.900 dan 2.750 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/6).

Titik terang krisis Eropa, bisa dilihat dari penguatan euro terhadap dolar AS meskipun belum bisa dikatakan sudah selesai. Tapi, indeks akan menguat kembali meskipun tidak akan secepat sebelumnya.

Lebih jauh ia mengatakan, krisis AS diselesaikan dengan penurunan suku bunga, sedangkan Eropa dengan pengamanan obligasi negaranya. Artinya, Uni Eropa sekarang memiliki secure guarantee dalam bentuk penjadwalan utang-utang negara itu yang jatuh tempo. “Jaminan untuk itu, ECB (European Central Bank) berkomitmen membeli obligasi pemerintah zona euro,” tambanya.

Ia mencontohkan, utang yang jatuh tempo di 2010, diperpanjang menjadi 2020. Karena itu, sentimen regional berpeluang positif. “Sebab obligasi pemerintah di Eropa yang menjadi sumber masalah, saat ini dinilai pasar aman,” ucapnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini adalah telekomunikasi, komoditas baik pertambangan maupun perkebunan dan perbankan.

Saham-saham pilihannya adalah saham yang berfundamental kuat seperti PT Telkom (TLKM), PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan long term buy untuk saham-saham tersebut,” tuturnya.

Di sisi lain, Alfiansyah, analis Sinarmas Securities memperkirakan, pergerakan IHSG ^JKSE pekan ini akan fluktuatif dengan pola mixed cenderung menguat. Sebab, sinyal positif memang sudah terlihat dari AS seiring gubernur The Fed yang mengeluarkan pernyataan, ekonomi AS berpotensi tumbuh 3,5% di 2010.

Hal ini, lanjutnya, merupakan isyarat positif bagi indeks global dan regional sehingga berpengaruh positif juga bagi IHSG ^JKSE. “Dalam sepekan ke depan, indeks akan mengarah ke level resistance 2.859 dan resistance berikutnya di level 2.919. Sedangkan level support berada di posisi 2.695,” imbuhnya.

Namun, pasar saat ini masih mencermati perkembangan ekonomi di Eropa yang selalu menjadi ganjalan. Menurutnya, jika statement Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menunjukkan pemulihan ekonomi di AS (bukan hanya isyarat), akan menutup sentimen negatif dari krisis di Eropa. “Apalagi, pasar masih euforia atas pernyataan Bernanke, sehingga berdampak positif bagi pergerakan bursa global,” timpalnya.

Pernyataan Ben akan membawa indeks ditutup di zona positif setelah selama pekan ini berpeluang mixed. Sementara itu, fundamental ekonomi Indonesia sendiri sebenarnya mendukung penguatan indeks pekan ini. “Tinggal menunggu sentimen individual. Walaupun sifatnya parsial, bisa mendorong bagi pergerakan indeks,” tambahnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini adalah komoditas pertambangan dan konsumsi. Sebab, pada saat ekonomi pulih, permintaan terhadap komoditas meningkat. “Begitu juga dengan permintaan terhadap konsumsi,” ungkapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Adaro Energy (ADRO), PT Timah (TINS), PT Jasa Marga (JSMR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan long term buy dan buy on weakness untuk jangka pendek,” tandas Alfiansyah. [mdr]
Minggu, 13/06/2010 17:25 WIB
IHSG Masih Lanjutkan Pola Sideways Pekan Depan
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melanjutkan pergerakan mendatar (sideways) pada perdagangan pekan mendatang, terutama jika tidak ada sentimen positif yang membuat IHSG mampu menembus resistance di level 2.820.

Pada pekan kemarin, IHSG bergerak dalam kisaran 2.823,251 pada penutupan 4 Juni 2010 dan ditutup di level 2.801,899 pada penutupan 11 Juni 2010. Pergerakan IHSG cenderung tidak fluktuatif pada perdagangan sepekan kemarin.

Menurut analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih, rentang pergerakan IHSG pada pekan kemarin berada pada support 2.700 hingga resistance 2.820. Ia mengatakan, jika tidak ada sentimen yang mampu membuat IHSG menembus batas tersebut, maka kemungkinan besar IHSG akan melanjutkan pola sideways dalam rentang yang sama di sepekan mendatang.

“Kalau batas support dan resistance 2.700-2.820 tidak mampu ditembus IHSG, kelihatannya pekan depan masih akan sideways dan belum berfluktuasi,” ujarnya.

Alfatih juga mengatakan, pada dasarnya sentimen negatif kondisi utang negara-negara Eropa sudah mulai memudar alias tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Oleh sebab itu, seharusnya ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mengangkat IHSG menembus resistance 2.820.

Sayangnya, gelaran Piala Dunia 2010 sedang berlangsung pada saat yang bersamaan. Sebagai catatan, ajang Piala Dunia 2010 selalu membuat transaksi harian menurun drastis baik dari segi volume maupun nilai transaksinya.

“Berdasarkan sejarah perdagangan saham, memang setiap ajang Piala Dunia itu transaksi menurun. Kita tidak tahu persis penyebab pastinya, tapi memang selalu seperti itu. Pergerakan naik dan turunnya ya biasa saja, hanya transaksinya saja yang tipis,” ujar Alfatih.

(dro/dro)

12/06/2010 – 07:02
Gonjang-ganjing Finansial Global
IHSG Sepekan Tergelincir 0,8%
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, indeks saham membukukan penurunan tipis 22 poin atau 0,8%. Kendati demikian, IHSG di akhir perdagangan berhasil menembus level 2.800.

IHSG di awal pekan anjlok 73 poin (2,59%) ke level 2.750, menemukan support pada level 2.698. Koreksi ini terjadi seiring memburuknya bursa Wall Street sekitar 3% atau 300 poin dan pelemahan euro akibat kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa.

Data tenaga kerja AS sebesar 431 ribu pekerja, ternyata di bawah ekspektasi para analis sebesar 538 ribu. Hal ini membuat pasar kecewa.

Setelah Fitch menurunkan rating utang Spanyol ke AA+ dengan outlook stabil, kini Hungaria tertimpa masalah utang. Kondisi ini mendorong euro ke US$1,19, titik terendah 4 tahun terakhir dan Dow Jones terpuruk di bawah level 10 ribu. Hampir seluruh saham melemah termasuk saham defensif PT Unilever (UNVR) atau PT Gudang Garam (GGRM).

Sedangkan turunnya indeks harga metal di London (LME) ke level terendah sejak Oktober 2009 dan anjloknya harga minyak di bawah US$70/barel, memicu sektor tambang memimpin koreksi 4,03%. Beberapa saham lain yang melemah antara lain BMRI, ASII BBCA PGAS dan ADRO.

BTEL adalah salah satu saham yang berhasil menguat. Emiten telekomunikasi ini menguat 1,8% ke Rp162 atas konfirmasi TLKM untuk memiliki BTEL melalui opsi akuisisi atau merger.

BTEL dengan produk utama CDMA bermerek Esia, memperlihatkan keberhasilan strategi produknya pada kinerja keuangan kuartal I 2010 dengan pendapatan naik 8%, laba usaha menguat 42%, serta jumlah pemakai tumbuh 38% menjadi 11,05 juta unit.

Pada Selasa (8/6), indeks langsung dibuka di teritori hijau dengan resistance 2.781 untuk ditutup moderat pada 2,779, atau naik 29 poin (1,08%). “Meski cenderung minim sentimen, koreksi indeks yang cukup besar memicu aksi beli pasar,” kata analis Lautandhana Securindo Willy Sanjaya.

Sentimen positif lain berasal dari laporan keuangan emiten dan ekspektasi stabilnya nilai tukar rupiah atas dolar AS. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) Rp36 miliar. Saham-saham unggulan seperti TLKM, BBRI, BBCA, BMRI dan PGAS naik moderat, kecuali ASII, ITMG, PTBA dan LSIP yang melemah.

Momentum penguatan TLKM dan BTEL belum berakhir setelah pemerintah melalui Kementerian BUMN menyerukan perseroan dapat mengambil-alih bisnis BTEL. Diberitakan bahwa pemegang saham mayoritas BNBR belum menerima tawaran resmi, namun sudah menyatakan cenderung memilih opsi merger ketimbang akuisisi. Sedangkan manajemen TLKM belum memutuskan bentuk aliansinya.

Keesokan harinya Rabu (9/6), indeks berhasil terangkat setelah sepanjang perdagangan bergerak mixed dua arah. Indeks menemukan support pada 2.765 dan resistance pada 2.794, ditutup naik 5 poin pada 2.785.

Indeks bergerak fluktuatif di tengah mixed-nya bursa regional Asia. Apalagi Fitch Rating mengingatkan bahwa defisit anggaran Inggris menghadapi tantangan hebat. Namun, membaiknya Wall Street berhasil mengangkat kepercayaan investor untuk memburu saham.

Sentimen positif lain berasal dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke, bahwa AS dapat terhindar dari resesi kedua, meski tingkat pengangguran relatif tinggi. Pemulihan ekonomi AS dianggap berada di jalur yang tepat dan angka pengangguran akan tetap tinggi untuk waktu yang lama. Hal ini cukup menenangkan pasar finansial.

Saham unggulan yang naik dan turun hampir imbang. Sektor perbankan mendominasi kenaikan sedangkan sektor lainnya cenderung variatif. Beberapa saham yang mendongkrak pasar adalah BBRI, BMRI, ITMG dan SMRA.

Menguatnya saham BUMI juga cukup mengangkat sentimen pasar. Manajemen BUMI menepati janjinya mengeluarkan 10% saham baru untuk melunasi utang senilai hampir US$500 juta.

Namun, indeks saham Kamis (10/6) kembali ke teritori merah, menemukan support pada 2.758 dan ditutup pada 2.770 turun 15 poin (0,54%). Tekanan jual didominasi sektor perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI, yang rata-rata terkoreksi lebih dari 2%.

Sedangkan saham yang menguat berasal dari saham berkapitalisasi kecil. INDF dan GGRM menahan koreksi indeks yang lebih besar. Investor pun mendapat pilihan emiten baru yang kemarin menggelar paparan publik, yaitu produsen kimia untuk ethanol, pupuk, dan CO2 cair Molindo Raya Industrial (MRI).

Pada Jumat (11/6), indeks WallStreet kembali ke atas level 10.000, membawa sentimen positif pada bursa Asia dan IHSG yang ditutup naik 31,112 poin (1,12%) ke level 2.801,899.

Katalis utama berasal dari pertumbuhan ekspor Cina Mei 2010 sebesar 48,5% jauh di atas estimasi dan data pertumbuhan ekonomi Jepang yang meningkat 5% pada kuartal I 2010. Kedua data ini meredam kekhawatiran bahwa krisis utang negara Eropa belum berimbas pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Semua sektor terpantau menguat. Sektor industri dasar memimpin kenaikan 2%. Beberapa saham unggulan yang naik antara lain GGRM, UNTR, PTBA dan BMRI. Namun, transaksi akhir pekan ini cukup sepi. Salah satunya disebabkan faktor Piala Dunia 2010. [mdr]


^JKSE
5:00AM EDT 2,801.90 Up 31.11 Up 1.12%
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,920.00 Up 10.00 Up 0.52%
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,870.00 Up 10.00 Up 0.54%
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,800.00 Down 20.00 Down 1.10%
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,700.00 Up 50.00 Up 0.58%
BNII.JK 5:00AM EDT 265.00 0.00 0.00%
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00%
ELSA.JK 5:00AM EDT 415.00 Up 5.00 Up 1.22%
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 Up 50.00 Up 1.75%
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,850.00 Up 125.00 Up 3.36%
MAPI.JK 5:00AM EDT 680.00 Up 10.00 Up 1.49%
WIKA.JK 5:00AM EDT 380.00 Up 10.00 Up 2.70%

ihsgw stabil =  3471.25

ihsgw total =   2079.45

gain terhadap ihsgw stabil (elsa, bbri, indy, adro) 16-04-2010= – 1,3%

gain terhadap ihsgw stabil 19-03-2o10= 11,03%

gain terhadap ihsgw total 160410 = -7,21%

gain IHSG terhadap ihsg tgl 16-04-2010 = -2,6%

gain IHSG terhadap ihsg tgl 19-03-2010 =+2,1%

… berarti yang gainnya lebih baik dibandingkan IHSG adalah ihsgw stabil
Jumat, 11/06/2010 16:06 WIB
Asing Borong Saham Rp 600 Miliar, IHSG Bertahan di 2.800
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di level 2.800 pada perdagangan akhir pekan. Di tengah sepinya transaksi akibat sentimen Piala dunia 2010, investor asing borong saham Rp 600 miliar dan memicu kenaikan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.771,480 dan langsung menguat ke level 2.817,407, naik 47 poin dari penutupan kemarin di level 2.770,787.

Sejak awal perdagangan, IHSG menguat cukup tinggi dipicu oleh kenaikan saham-saham sektor perbankan, otomotif, semen dan konsumsi. Kenaikan terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak lambat dan kurang bergairah. Tidak ada aksi beli maupun jual signifikan yang mampu membuat IHSG menajamkan arah.

Menurut analis PT Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih, sepinya transaksi salah satunya disebabkan oleh adanya faktor ajang Piala Dunia 2010 yang akan mulai digelar nanti malam.

“Berdasarkan sejarah perdagangan saham, memang setiap ajang Piala Dunia itu transaksi menurun. Kita tidak tahu persis penyebab pastinya, tapi memang selalu seperti itu,” ujarnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (11/6/2010).

Kendati demikian, Alfatih mengatakan, pergerakan IHSG selama masa Piala Dunia 2010 akan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, volume dan nilai transaksi akan menurun dari biasanya.

“Pergerakan naik dan turunnya ya biasa saja, hanya transaksinya saja yang tipis,” ujarnya.

Alfatih memperkirakan, pada perdagangan pekan depan, IHSG akan cenderung bergerak stagnan pada support 2.700 dan resistance 2.820. Pola ini adalah pola yang terjadi pada perdagangan pekan ini yang diperkirakan bakal berlanjut pekan depan.

“Sentimen Eropa sudah berkurang, tapi kecenderungan IHSG masih sideways di support 2.700 dan resistance 2.820. Jika pekan depan IHSG bisa menembus batasan itu, mungkin akan terjadi pergerakan yang lebih fluktuatif. Namun jika tidak masih akan berlanjut sideways,” jelasnya.

Tak hanya pada IHSG, bursa Wall Street tadi malam juga bergerak serupa, yakni naik cukup tinggi dalam sepinya transaksi. Bursa-bursa Asia pada perdagangan hari ini juga bergerak identik.

Kendati demikian, transaksi investor asing didominasi pembelian sebesar Rp 1,316 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 723,250 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 593,633 miliar.

Pada perdagangan Jumat (11/6/2010), IHSG ditutup naik 31,112 poin (1,12%) ke level 2.801,899. Indeks LQ 45 juga naik 6,579 poin (1,23%) ke level 540,748.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.037 kali pada volume 3,609 miliar lembar saham senilai Rp 2,975 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 67 saham turun dan 66 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat

Indeks Shanghai naik 7,36 poin (0,29%) ke level 2.569,94.
Indeks Hang Seng melesat 239,68 poin (1,22%) ke level 19.872,38.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 162,60 poin (1,70%) ke level 9.705,25.
Indeks Strait Times naik 13,79 poin (0,50%) ke level 2.793,37.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 33.700, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 18.350, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 16.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.450.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Tri Polyta (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.050, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.100, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 50 ke Rp 1.250, Bayan (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 6.050.

(dro/qom)

11/06/2010 – 11:40
Sektor Konsumsi & Aneka Industri Pimpin Rebound IHSG
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pada sesi siang perdagangan akhir pekan ini, indeks berhasil menghijau. Saham-saham unggulan rebound, dipimpin sektor konsumsi dan aneka industri.

Pada perdagangan Jumat (11/6) sesi siang, IHSG ditutup menguat 39,77 poin (1,44%) ke level 2.810,56. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 8,82000 poin (1,65%) ke level 542,99.

Kenaikan indeks kurang mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat hanya mencapai 1,801 miliar lembar saham, senilai Rp1,315 triliun dan frekuensi 41.187 kali. Sebanyak 139 saham menguat, sedangkan hanya 48 saham melemah dan 52 saham stagnan.

Semua sektor menopang penguatan indeks. Sektor konsumsi memimpin penguatan 1,97%, aneka industri 1,92%, manufaktur 1,74%, perdagangan 1,73%, keuangan 1,47%, infrasturktur 1,33%, industri dasar 1,19%, perkebunan 1,12%, properti 0,96%, dan pertambangan 0,83%.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp273 miliar. Dimana nilai transaksi beli mendominasi sebesar Rp591 miliar, sedangkan nilai transaksi jual asing hanya Rp317 miliar.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan bertahan di zona hijau, seiring positifnya sentimen dari regional dan global. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.812 dan 2.789 sebagai leve support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/6).

Menurutnya, positifnya pergerakan bursa regional dipicu oleh penguatan indeks Dow Jones sebesar 2,76%. Hal ini seiring sentimen positif yang datang dari Eropa setelah Spanyol berhasil menjual obligasi senilai 3,9 miliar euro. “Dengan minat investor yang terlihat cukup besar, menjadi sebuah tanda yang positif di pasar,” ujarnya.

Hal ini membuat euro membaik 1,2% dan diperdagangkan di atas US$1,21 per euro. Penguatan euro, lanjutnya juga memicu melonjaknya indeks Nikkei 2% di level 9.733,06 sesi pagi dalam reli pasar setelah tadi malam saham AS naik dan euro menguat terhadap yen. Produsen gelas dan eksportir teknologi mandapat keuntungan dari penguatan euro terhadap yen Jepang hingga level 111.

Selain itu, pasar juga mendapat topangan positif dari laporan ekspor China yang sangat pesat sehingga memperkuat sentimen positif dari data properti China sebelumnya. Semua itu memberikan sinyal, perekonomian China bertambah baik.

Per Juni 2010, ekspor China mengalami kenaikan 48,5% dibandingkan Juni tahun lalu di level 30,5%. Padahal, seeblumnya harga properti sudah mengalami kenaikan sebesar 12,4%. Sedangkan nilai nominal neraca perdagangannya pada Juni mencapai US$19,5 miliar dibandingkan tahun lalu senilai US$1,68 miliar. “Itu semua positif bagi market,” ucapnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerakan indeks hari ini adalah pertambangan dan saham-saham yang bernaung di bawah grup Bakrie. Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Delta Dunia Petroindo (DOID), PT Bakrieland Development (ELTY), dan PT Panin Life (PNLF). “Saya rekomendasikan trading buy untuk saham-saham tersebut,” pungkas Pruwoko. [ast/mdr]
11/06/2010 – 06:53
Fluktuatif, SoS Saham Bank & Komoditas
Natascha & Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik masih berfluktuasi. Investor disarankan Sell on Strength (SoS) saham perbankan dan komoditas. Namun, indikasi koreksi, membuka peluang Buy on Weakness (BoW) di saham perbankan, consumer goods dan infrastruktur.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha mengatakan, indeks saham hari ini masih akan terus berfluktuasi, melanjutkan tren perdagangan kemarin. Hal ini akan terus terjadi hingga ada koreksi cukup besar untuk indeks, “Peluang beli masif pun terbuka,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi bursa yang cukup besar itu seharusnya bisa membuat indeks turun ke level 2.500. Pasalnya, pada level itu, price earning (PE) IHSG yang kini sudah tinggi di atas rata-rata bursa Asia, bisa diturunkan. “Kalau di level 2.780 dan 2.800, tidak akan ada pembelian masif yang dapat mengantar indeks menembus 2.800. Bursa butuh tekanan ke 2.500,” ujarnya.

Reza pun merekomendasikan investor yang sudah punya posisi untuk mengambil langkah jual di harga tinggi (sell on strength). Terutama untuk saham-saham di sektor perbankan dan komoditas. “Saya belum akan melihat bursa terkoreksi ke 2.500. Jadi investor sebaiknya sell on strength,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, kalau indeks mengalami koreksi besar ke arah 2.500, investor bisa melakukan aksi beli di harga rendah (buy on weakness) untuk saham yang cukup likuid. Tapi ia tetap menyarankan untuk menghindari saham berbasis komoditas. “Saat ini saham komoditas berisiko dan sulit diprediksi, dengan harga minyak yang fluktuatif,” katanya.

Adapun saham-saham yang disarankan untuk beil di harga rendah adalah saham consumer goods seperti PT Unilever (UNVR) dan PT Mayora Indah (MYOR). Kemudian saham infrastruktur seperti PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Indocement (INTP). “Saham-saham ini cukup defensif karena produknya dijual di dalam negeri,” ucapnya.

Saham pilihan lainnya adalah sektor perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI). Menurutnya, prospek saham perbankan masih solid dan menjanjikan, sehingga sulit terkoreksi hingga akhir tahun. Sedangkan secara teknikal, harganya sudah cukup tinggi, sehingga bisa segera terkoreksi. “Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 15,006 poin (0,53%) ke level 2.770,787. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi, dimana volume transaksi tercatat 4,610 miliar lembar saham, senilai Rp2,587 triliun dan frekuensi 81.159 kali. Sebanyak 88 saham naik, 109 turun dan 72 saham stagnan. [mdr]

harga saham2 gw 10 Juni 2010:

^JKSE 5:00AM EDT 2,770.79 Down 15.01 Down 0.54% 0 Chartmore…
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 10.00 Up 0.53% 22,497,000 Chartmore…
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,860.00 0.00 0.00% 27,144,000 Chartmore…
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,820.00 Down 20.00 Down 1.09% 127,031,000 Chartmore…
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,650.00 Down 200.00 Down 2.26% 3,534,500 Chartmore…
BNII.JK 4:57AM EDT 265.00 Down 5.00 Down 1.85% 148,000 Chartmore…
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00% 27,020,500 Chartmore…
ELSA.JK 5:00AM EDT 410.00 Up 5.00 Up 1.23% 114,675,000 Chartmore…
INDY.JK 5:00AM EDT 2,850.00 Down 75.00 Down 2.56% 7,420,500 Chartmore…
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,725.00 Down 50.00 Down 1.32% 8,398,500 Chartmore…
MAPI.JK 3:38AM EDT 670.00 0.00 0.00% 26,500 Chartmore…
WIKA.JK 5:00AM EDT 370.00 Up 20.00 Up 5.71%

ihsgw stabil =  3442.5

ihgsw total = 2056.72
Kamis, 10/06/2010 16:05 WIB
Saham Bank Seret IHSG Koreksi 15 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup koreksi 15 poin, berlawanan dengan tren bursa-bursa regional Asia yang justru menguat. Di tengah lesunya perdagangan, koreksi saham-saham sektor perbankan menjadi pemimpin laju penurunan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.786,189 dan kemudian melemah ke level 2.758,163, turun 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.785,793.

Meskipun sempat menguat 7 poin ke level 2.792,524, rupanya IHSG tak mempu mempertahankan posisinya di zona hijau. Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak lesu dan ragu-ragu. Tak tampak tekanan jual maupun daya beli yang berarti. Penurunan IHSG lebih disebabkan karena koreksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar yang membuat penurunan terasa cukup dalam.

Hanya saham sektor konsumsi yang menguat dan menahan IHSG dari koreksi lebih dalam, sedangkan saham-saham sektor perbankan memimpin laju penurunan. Saham-saham sektor komoditas bergerak ragu-ragu sepanjang perdagangan hari ini.

Padahal, bursa-bursa regional Asia berada dalam tren penguatan meskipun dalam rentang tipis. Ini membuat IHSG seolah bergerak melawan arus bursa-bursa regional. Bursa Eropa juga dibuka melemah tipis siang tadi.

Pelaku pasar di lantai bursa sepertinya belum berani melakukan aksi beli maupun jual yang signifikan. Kebanyakan masih menunggu konfirmasi perdagangan global sebelum memutuskan langkah investasi.

Kendati demikian, transaksi investor asing masih mencatat pembelian sebesar Rp 977,946 miliar dengan transaksi jual sebesar Rp 837,965 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 139,981 miliar.

Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), IHSG ditutup turun 15,006 poin (0,53%) ke level 2.770,787. Indeks LQ 45 juga turun 4,449 poin (0,82%) ke level 534,169.

Perdagangan berjalan lesu dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 81.159 kali pada volume 4,610 miliar lembar saham senilai Rp 2,587 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 109 saham turun dan 72 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan, kecuali bursa Shanghai yang berkutat di zona merah menemani IHSG.
Indeks Shanghai melemah 21,29 poin (0,82%) ke level 2.562,58.
Indeks Hang Seng naik tipis 11,46 poin (0,06%) ke level 19.632,70.
Indeks Nikkei 225 menguat 103,52 poin (1,10%) ke level 9.542,65.
Indeks Strait Times naik 28,75 poin (1,05%) ke level 2.774,55.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 35.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 32.300, BTPN naik Rp 400 ke Rp 7.800, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 13.350, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 200 ke Rp 2.250.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 8.650 ke Rp 43.300, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 169.000, Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 42.750, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.650, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.450, Bank mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 5.300. (dro/qom)
Kamis, 10/06/2010 07:32 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Diramaikan Aksi Beli Selektif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik tipis di tengah bursa regional yang juga bergerak hati-hati. Investor memilih untuk menunggu sebelum melanjutkan perburuan saham-saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu (9/6/2010) IHSG ditutup naik 5,810 poin atau setara dengan 0,21% ke level 2785,793. Sementara Indeks LQ45 juga naik tipis 0,125 poin (0,02%) ke level 538,618.

IHSG pada perdagangan Kamis (10/5/2010) tampaknya akan mulai diramaikan oleh aksi beli selektf. Investor mulai berani mengkoleksi lagi saham-saham di tengah bursa regional yang sudah mulai membaik setelah dihantam sentimen negatif krisis Eropa.

Bursa Wall Street sendiri memang kemarin masih ditutup negatif, namun lebih karena sentimen lokal akibat anjloknya saham BP seiring memburuknya masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Pada perdagangan Rabu (9/6/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 40,73 poin (0,41%) ke level 9.899,25. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 6,31 poin (0,59%) ke level 1.055,69 dan Nasdaq melemah 11,72 poin (0,54%) ke level 2.158,85.

Sementara Bursa Jepang juga sudah mulai pulih. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Kamis dengan kenaikan 59,67 poin (0,67%) ke level 9.498,80.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Ditengah reboundnya bursa regional, IHSG berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin. Terlihat pula indeks masih belum mampu keluar dari pola konsolidasi untuk jangka pendek. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.775-2.804. Saham consumer goods, pertambangan dapat menjadi pilihan untuk trading jangka pendek.

Samuel Sekuritas:

Dalam sentimen regional yang masih mixed antara kekhawatiran kondisi perekonomian Eropa dan perbaikan ekspor China, IHSG menguat tipis. IHSG masih berpeluang menguat tipis, masih dalam pola sideways dikisaran 2766-2820. Support berikutnya ada di 2720.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung konsolidasi dengan perkiraan support terdekat antara di S2 dan S1 atau sekitar level 2,763.75 dan resistance di R2 (2,824.24)

Daily risk saat ini sekitar level 42.86 % sehingga masih memungkinkan untuk IHSG naik lagi dengan target diatas. Dari indikator MFI Optimized terjadi pembalikan arah sehingga diperkirakan target di R2 diatas juga dapat tercapai dalam waktu dekat.

(qom/qom)

Nikkei rises, moving away from 6-month lows
TOKYO
Wed Jun 9, 2010 8:19pm EDT
(Reuters) – Japan’s Nikkei average rose 0.4 percent on Thursday, moving away from six-month lows hit the previous day, after news about better-than-expected Chinese exports boosted hopes for the global economic recovery.

Sources told Reuters on Wednesday that Chinese exports in May grew about 50 percent from a year earlier, a day before the data’s official release, sparking a broad rally in Shanghai and Europe.

The benchmark Nikkei gained 37.65 points to 9,476.78. It ended down 1 percent on Wednesday to its lowest close since late November.

The broader Topix added 0.4 percent to 853.33.

(Reporting by Aiko Hayashi)

Saham bank angkat Nikkei 225
Kamis, 10/06/2010 08:06:08 WIBOleh: Bloomberg
TOKYO (Bloomberg): Saham Jepang menanjak, yang dipimpin oleh sejumlah bank, setelah produk domestik bruto naik melampaui dari yang diperkirakan.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., yang merupakan bank terbesar di Jepang menurut nilai pasar, menguat 1,2%. Sementara itu, Mitsubishi Corp., pedagang komoditas terbesar Jepang, naik seiring meningkatnya harga komoditas.

Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,6% menjadi 9.499,97 pada pukul 9.08 a.m. di Tokyo.

Sementara itu, Indeks Topix naik 0,5% menjadi 854,33 dengan sekitar delapan saham yang naik untuk setiap lima saham yang turun.

Kemarin, Indeks Topix sempat melemah 0,9% untuk hari keempat, yang dipicu oleh menguatnya yen yang menyeret turun para eksportir Jepang dan adanya kekhawatiran kemungkinan memburuknya krisis utang Eropa setelah Fitch Ratings menyebutnya sebagai tantangan fiskal Inggris hebat. (t01)

09/06/2010 – 16:20
Detik Terakhir, IHSG Berhasil Menguat
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik berhasil berlabuh di teritori positif pada detik-detik terakhir perdagangan, Rabu (9/6). Penguatan bursa regional Asia menjadi katalisnya.

Pada perdagangan Rabu (9/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 5,81 poin (0,21%) ke level 2.785,79. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 juga naik 0,1 poin ke 538,62.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks hari ini bergerak fluktuatif di tengah mixednya bursa regional Asia. Apalagi Fitch Rating mengingatkan bahwa defisit anggaran Inggris menghadapi tantangan yang hebat.

Namun, membaiknya bursa Wall Street semalam, berhasil mengangkat kepercayaan investor untuk memburu saham. “Hal ini terjadi di tengah perdagangan yang lamban dan sepi, menyambut datangnya pertandingan Piala Dunia Jumat besok,” ujarnya.

Sentimen positif lain berasal dari pernyataan Gubernur Federal Reserve, bank sentral AS, Ben Bernanke, bahwa Amerika dapat terhindar dari resesi kedua, walaupun tingkat pengangguran masih relatif tinggi.

Pemulihan ekonomi Amerika dianggap masih berada di jalur yang tepat dan angka pengangguran akan tetap tinggi untuk waktu yang cukup lama. Hal ini cukup menenangkan pasar finansial global. “Sentimen inilah yang menopang pergerakan indeks lebih lanjut,” katanya.

Lantai bursa didominasi penguatan sektor-sektor, seperti sektor properti yang meningkat 1,9%, disusul sektor perkebunan 1,5%, tambang 0,8%, industri dasar dan finansial 0,6% serta perdagangan 0,4%. Sedangkan sektor konsumsi dan infrastruktur turun 0,5% serta manufaktur melemah 0,03%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau moderat, dimana volume transaksi mencapai 4,4 miliar saham senilai Rp2,4 triliun. Sebanyak dengan 129 saham naik, 74 saham masih mengalami pelemahan dan 64 saham tercatat stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) mencapai Rp29 miliar. Dimana transaksi beli bersih mendominasi sebesar Rp812 miliar dan transaksi jual bersih mencapai Rp783 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Sepatu Bata (BATA) naik Rp8.650 ke Rp51.950, PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp350 ke Rp31.700, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terangkat Rp250 menjadi Rp34.450, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melambung Rp150 ke Rp8.900, PT United Tractors (UNTR) meningkat Rp100 ke Rp18.000, PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp100 ke Rp13.000, dan PT Tunas Ridean (TURI) terangkat Rp100 menjadi Rp2.325.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp850 ke Rp20.150, PT Astra International (ASII) terkoreksi Rp450 ke Rp42.800, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) merosot Rp200 ke Rp7.750, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) tergelincir Rp90 ke Rp1.040.

Bursa regional asia bergerak variatif. Indeks Nikkei di bursa Tokyo turun 98,81 poin (1,0%) menjadi 9.439,13, sebagai penutupan terendah sepanjang 2010. Indeks Kospi di Korsel melorot 4.26 poin (0.03%) menjadi 1.647,22.

Sedangkan indeks komposit Shanghai ditutup naik 2,8% (69,92 poin) ke level 2.583,87. Indeks Hang Seng naik 133,76 poin (0,69%) ke level 19.621,24 dan indeks Strait Times naik tipis 6,75 poin (0,25%) ke level 2.753,36. [mdr]
Investor disarankan beli saham BKSL dan INTP
Rabu, 09/06/2010 06:42:37 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Rebound bursa Asia membawa sentimen positif bagi IHSG. Secara teknikal indeks berpeluang konsolidasi di kisaran 2.725-2.815.

Erdikha Sekuritas merekomendasikan kepada investor agar membeli saham BKSL dan INTP.

eTrading Securities berpendapat bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini kami perkirakan berada pada kisaran 2.694-2.822.

Saham rekomendasinya adalah SMGR dan ADRO.

Panin Sekuritas menilai indeks masih berada dalam area konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang. Pergerakan bursa regional masih membayangi pergerakan IHSG. Kisaran support-resistance 2.750-2.814.

^JKSE 5:00AM EDT 2,779.98 Up 29.75 Up 1.08% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,900.00 Up 30.00 Up 1.60% 22,456,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,850.00 Up 10.00 Up 0.54% 50,464,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,790.00 Up 40.00 Up 2.29% 187,817,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,750.00 Up 200.00 Up 2.34% 3,820,000
BNII.JK 4:50AM EDT 265.00 0.00 0.00% 80,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 Up 1.00 Up 1.08% 52,096,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 410.00 Down 5.00 Down 1.20% 93,847,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 Up 150.00 Up 5.45% 32,891,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,800.00 Up 75.00 Up 2.01% 15,579,000
MAPI.JK Jun 7 670.00 0.00 0.00% 576,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 335.00 Up 5.00 Up 1.52% 12,329,500

ihsgw stabil = 3477.5

ihsgw total = 2069.45

08/06/2010 – 16:28
Akhirnya IHSG Ditutup Naik 29,75 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (8/6) ditutup naik 29,75 poin (1,08%) ke level 2.779,98 karena mengikuti bursa regional yang rebound.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 151 saham naik, 50 saham masih mengalami penurunan dan 62 saham tercatat stagnan. Volume perdagangan sebanyak 4,9 miliar saham senilai Rp2,3 triliun. Indeks saham JII naik 2,6 poin ke 442,07 dan indeks saham LQ45 juga naik 6 poin ke 538,49.

Adapun saham-saham yang naik adalah Mayora Indah(MYOR) naik Rp450 ke Rp6.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp350 ke Rp30.900, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp300 ke Rp16.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp200 ke Rp13.050, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp150 ke Rp7.900.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra International (ASII) turun Rp650 ke Rp43.150, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp200 ke Rp16.250, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp50 ke Rp4.250, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp50 ke Rp8.150.

Selasa, 08/06/2010 09:40 WIB
Rupiah Stagnan, IHSG Melesat 28 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tajam pada perdagangan pagi ini berlawanan dengan sentimen bursa regional Asia yang cenderung stagnan dan ragu-ragu. Nilai tukar rupiah juga stabil di level 9.265/US$.

Pada perdagangan Selasa (8/6/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.750,353 dan kemudian langsung menguat ke level 2.778,000, naik 28 poin dari penutupan kemarin di level 2.750,233.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG dibuka naik tipis 8,379 poin (0,30%) ke level 2.758,612. Indeks LQ45 juga naik tipis 2,123 poin (0,39%) ke level 534,601. Sebagian besar saham-saham unggulan yang kemarin mengalami koreksi tajam mulai diburu investor dan mengalami kenaikan harga, meskipun masih tipis.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat cukup tinggi seiring dengan aksi beli pada sebagian besar saham-saham unggulan, khususnya di sektor komoditas dan konsumsi. Saham-saham yang kemarin sudah mengalami koreksi cukup dalam kini mulai diburu investor.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dan menampakkan keragu-raguan lantaran bursa Wallstreet tadi malam bergerak cukup fluktuatif dan ditutup minus 1%. Namun penguatan indeks Nikkei 225 tadi pagi membuat pelaku pasar di kawasan Asia masih menunggu konfirmasi arah perdagangan selanjutnya.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.773,214, naik 22,981 poin (0,83%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka stagnan ke level 9.265 per dolar AS seperti pada penutupan kemarin

Bursa-bursa Asia bergerak variatif dan ragu-ragu.

Indeks Shanghai turun tipis 1,89 poin (0,08%) ke level 2.509,84.
Indeks Hang Seng turun tipis 18,92 poin (0,09%) ke level 19.359,82.
Indeks Straits Times naik tipis 5,60 poin (0,20%) ke level 2.757,68.
Indeks Nikkei-225 naik tipis 35,47 poin (0,37%) ke level 9.556,27.

(dro/qom)
Senin, 07 Juni 2010 | 16:20

BURSA SAHAM

Indeks Anjlok 2,59%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit menguat apabila dibandingkan dengan sesi perdagangan pertama. Namun, IHSG masih melemah 2,59% ke level 2.750,23 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Jumlah saham yang bergerak naik hanya 23 saham sedangkan 192 saham turun dan 30 tidak berubah. Indeks semua sektor memerah dipimpin oleh sektor pertambangan dan pertanian.

Saham-saham unggulan juga ikut melongsorkan indeks LQ-45 sebesar 15,636 poin ke level 532,478. Harga saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun 2,56% ke Rp 43.800, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 3,80% ke Rp 16.450, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun 3,21% ke Rp 15.100, PT Gudang Garam Tbk(GGRM) turun 1,61% ke Rp 30.550, dan PT London Sumatra Tbk (LSIP) turun 4,65% ke Rp 8.200.

Sementara saham-saham yang mencoba menahan IHSG tak merosot terlalu dalam di antaranya, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 2,37% ke Rp 12.950, PT Indosiar Karya Megah Tbk (IDKM) naik 23,53% ke Rp 315, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) naik 7,69% ke Rp 700, PT Mayora Indah Tbk(MYOR) naik 0.86% ke Rp 5.850, dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) naik 8,89% ke Rp 490.

Transaksi perdagangan sore ini ditutup dengan volume sebanyak 5,246 miliar lembar saham dan total transaksi sebesar Rp 3,317 triliun.

Astri Karina Bangun
Senin, 07/06/2010 16:09 WIB
IHSG Terhempas 73 Poin
Indro Bagus – detikFinance
… ketika investor asien-K belum kabuuuuuuuuuuR(p)R(p)…
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 73 poin pada perdagangan awal pekan. Koreksi mulai menipis seiring dengan adanya aksi beli selektif terhadap saham-saham unggulan yang berpeluang rebound pada perdagangan besok.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka melemah 3 poin ke level 2.820,875 dan kemudian langsung anjlok tajam ke level 2.698,875, merosot 122 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.823,251.

IHSG terkoreksi tajam sedang awal perdagangan lantaran terseret sentimen negatif bursa-bursa regional Asia yang juga didera tekanan jual cukup massif. Penurunan indeks Nikkei 225 memicu aksi jual tersebut.

Bursa Wallstreet yang ditutup anjlok 3% lebih pada perdagangan akhir pekan kemarin membuat pelaku pasar di Asia hari ini ikutan melakukan aksi jual. Terlebih ditambah bursa-bursa Eropa yang dibuka melanjutkan koreksi pada perdagangan siang tadi.

Namun, daya beli berhasil mengangkat sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga koreksi tajam yang terjadi sejak awal perdagangan mulai menipis. Sejumlah saham komoditas kembali diburu pada perdagangan sesi II.

Pasar memiliki ekspektasi indeks Dow Jones akan diangkat hingga kembali ke atas level 10.000 pada perdagangan nanti malam. Proyeksi ini menimbulkan ekspektasi kemungkinan terjadinya rebound pada perdagangan besok.

Transaksi investor asing mencatat pembelian sebesar Rp 965,349 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 1,037 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 71,882 miliar. Tipisnya nilai net sell menunjukkan investor asing belum benar-benar mencabut dananya dari lantai bursa.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG akhirnya ditutup turun 73,018 poin (2,59%) ke level 2.750,233. Indeks LQ 45 juga turun 15,636 poin (2,86%) ke level 532,478.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 89.111 kali pada volume 5,246 miliar lembar saham senilai Rp 3,317 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 208 saham turun, dan 32 saham stagnan.

Koreksi bursa-bursa regional Asia masih terkoreksi cukup dalam.

Indeks Shanghai turun 41,86 poin (1,64%) ke level 2.511,73.
Indeks Hang Seng melorot 401,92 poin (2,03%) ke level 19.378,15.
Indeks Nikkei 225 anjlok 380,39 poin (3,84%) ke level 9.520,80.
Indeks Strait Times turun 45,09 poin (1,61%) ke level 2.761,42.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.950, Indosiar (IDKM) naik Rp 60 ke Rp 315, Mayora (MYOR) naik Rp 50 ke Rp 5.850, SCTV (SCMA) naik Rp 30 ke Rp 1.370.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 43.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 16.450, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 34.600, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 15.100, gudang Garam 9GGRM) turun Rp 500 ke Rp 30.550.

(dro/qom)
Senin, 07/06/2010 09:39 WIB
IHSG Langsung Jatuh 100 Poin Lebih
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Mengikuti jatuhnya bursa-bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merosot tajam. Saham-saham unggulan berjatuhan bersamaan dengan merosotnya bursa Asia Pasifik akibat berbagai rentetan sentimen negatif.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka langsung 102,368 poin (3,63%) ke level 2.720,883. Indeks LQ 45 juga merosot 25,931 poin (4,73%) ke level 522,183. IHSG terus merosot dan dalam 5 menit awal perdagangan tercatat anjlok 120,350 poin (4,26%) ke level 2.702,901.

Jatuhnya bursa Indonesia kali ini mengikuti anjloknya bursa Wall Street pada Jumat akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 323,31 poin (3,15%) ke level 9.931,97. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 37,95 poin (3,44%) ke level 1.064,88 dan Nasdaq merosot 83,86 poin (3,64%) ke level 2.219,17.

Bursa Wall Street anjlok setelah keluarnya data jumlah tenaga kerja AS. Pemerintah US mengumumkan data pertumbuhan pekerjaan di Amerika yang mengecewakan. Angka pertumbuhan pekerjaan di Amerika memang meningkat menjadi 431.000 pada bulan mei, akan tetapi angka tersebut jauh dari ekspektasi pasar pada angka 536.000.

Selain itu juga masih ditambah dengan berbagai sentimen negatif dari krisis Eropa. Kabar negatif terakhir, Hungaria akhirnya meminta bantuan IMF untuk membantunya mengatasi krisis. Bursa-bursa Asia Senin pagi ini langsung merosot mengikuti jatuhnya bursa Wall Street akhir pekan lalu:
Indeks Hang Seng merosot 510,63 poin (2,58%) ke level 19.271,68.
Indeks Nikkei-225 merosot 396,95 poin (4,01%) ke level 9.504,24.
Indeks Straits Times melemah 60,98 poin (2,17%) ke level 2,745,53.

Bersamaan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia, mata uang tunggal euro juga merosot hingga di bawah level 1,19 dolar. Euro merosot karena kekhawatiran krisis Eropa yang diyakini sudah menyebar hingga Hungaria.

Pada perdagangan Senin di pasar Asia, euro sempat merosot ke 1,1882 dolar, sebelum akhirnya membaik ke level 1,19 dolar, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 1,1967 dolar.

Hal itu langsung memicu anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 70 per barel. Pada perdagangan di Asia pagi ini, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juli merosot 1,82 dolar ke level US$ 69,69 per barel. Minyak Brent juga turun 1,46 dolar ke level US$ 70,63 per barel.
(qom/dro)

Investor disarankan beli SMR, SMGR, dan INDF
Senin, 07/06/2010 06:55:51 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Reliance Securities memperkirakan indeks bergerak di kisaran resistan 2.835 titik resistan kedua di level 2.875 dan support di level 2.801 titik support selanjutnya di level 2.762.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas menilai angka employment rate AS akan menjadi katalis indeks global termasuk dampaknya terhadap IHSG. Kisaran gerak 2.728-2.868. Dia merekomendasikan untuk membeli saham SMR, SMGR, dan INDF.

Panin Sekuritas menilai indeks bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance 2.802-2.850. Dia mengingatkan agar investor mewaspadai volatilitas pada saham berbasis komoditas.
catatan harga saham2 yang gw inves : 04 06 2010

^JKSE 5:00AM EDT 2,823.25 Up 12.27 Up 0.44% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,950.00 Down 20.00 Down 1.02% 13,152,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,940.00 Down 10.00 Down 0.51% 39,245,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,860.00 Down 50.00 Down 2.62% 251,650,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,750.00 Down 100.00 Down 1.13% 5,399,500
BNII.JK 5:00AM EDT 265.00 Down 5.00 Down 1.85% 1,075,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 98.00 Down 1.00 Down 1.01% 72,695,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 435.00 0.00 0.00% 66,714,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,825.00 Down 25.00 Down 0.88% 10,603,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 0.00 0.00% 20,575,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 670.00 0.00 0.00% 50,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 345.00 Down 5.00 Down 1.43% 6,436,000

ihsgw stabil (elsa, adro, indy, bbri) = 3487.5

ihsgw total (11 saham) = 2092.09

Jumat, 04 Juni 2010 | 16:18

PENUTUPAN BURSA

IHSSG Rebound ke Level 2.800

JAKARTA. Sempat menyentuh level 2.791, pada penutupan bursa Jumat, (4/6) IHSG akhirnya rebound ke level 2.823,251 atau menguat 0,44%. Sebanyak 94 saham naik, 93 saham turun, dan 66 tidak berubah. Volume perdagangan 5,812 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,380 triliun. Selain infrastruktur dan pertambangan, sektor-sektor lain di bursa menghijau.

Saham-saham top gainers di antaranya Astra Agro Lestari (AALI) melonjak 9,14% ke Rp 21.500, Unilever Indonesia (UNVR) naik 1,25% ke Rp 16.250, Bank Mega (MEGA) naik 8% ke Rp 2.700, dan Mayora Indah (MYOR) naik 2,65% ke Rp 5.800

Sementara saham yang jadi pemberat laju indeks akhir pekan ini di antaranya, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 1,16% ke Rp 17.100, Indosat (ISAT) turun 2,88% ke Rp 5.050, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 1,25% ke Rp 7.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 1,13% ke Rp 8.750, dan London Sumatera Indonesia (LSIP) turun 0,58% ke Rp 8.600.

Astri Karina Bangun kontan
Jumat, 04/06/2010 11:37 WIB
IHSG Bertahan di Atas Level 2.800
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi akhir pekan ini di atas level 2.800, meskipun masih mengalami koreksi tipis 9 poin. Tarik menarik terjadi antara tekanan jual saham tambang versus aksi beli saham perbankan.

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), IHSG dibuka melemah tipis ke level 2.810,878 dan kemudian sempat turun ke level 2.791,092, turun 19 poin dari penutupan kemarin di level 2.810,977.

Sejak awal perdagangan IHSG terjebak di zona negatif dengan koreksi tipis. Sentimen bursa regional Asia yang juga dalam tekanan jual ringan memberikan pengaruh besar bagi penurunan IHSG pagi ini. Saham sektor pertambangan menjadi sasaran utama aksi jual, sedangkan saham-saham sektor perbankan menjadi buruan.

Koreksi bursa Wall Street tadi malam menimbulkan reaksi tekanan jual di Asia pagi ini. Namun secara umum, penurunan hanya merupakan aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah menguat cukup tajam pada perdagangan kemarin.

Daya beli masih memadai sebagaimana tekanan jual juga tidak terlalu besar, sehingga harga-harga saham tidak turun terlalu dalam. Menjelang penutupan sesi I, koreksi mulai menipis, seiring dengan penipisan koreksi bursa-bursa Asia. Untuk perdagangan akhir pekan, biasanya ada aksi beli mengangkat harga pada sesi II nanti.

Transaksi investor asing didominasi pembelian bersih sebesar Rp 117 miliar.

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 9,716 poin (0,34%) ke level 2.801,261. Indeks LQ 45 juga turun 2,425 poin (0,44%) ke level 543,185.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 49.700 kali pada volume 2,928 miliar lembar saham senilai Rp 1,490 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 131 saham turun, dan 51 saham stagnan.

Koreksi bursa-bursa regional Asia mulai menipis.
Indeks Shanghai turun tipis 4,16 poin (0,16%) ke level 2.548,49.
Indeks Hang Seng melemah 83,07 poin (0,42%) ke level 19.703,64.
Indeks Nikkei 225 turun 14,37 poin (0,14%) ke level 9.899,82.
Indeks Strait Times turun 6,32 poin (0,23%) ke level 2.787,15.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 2.700, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.200, XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 3.775, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.600.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 31.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 16.950, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 12.950, Lonsum (LSIP) turun Rp 200 ke Rp 8.450, Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.050. (dro/dnl)

04/06/2010 – 11:53
Pasar Menantikan Hasil Petemuan G20
Tambang Pimpin Koreksi IHSG Sesi I
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Penutupan sesi pertama IHSG gagal bertahan di area positif. Pasar menunggu perkembangan market selanjutnya terutama regional terkait data tenaga kerja AS dan pertemuan G20.

Pada perdagangan Jumat (4/6) sesi siang, IHSG ditutup melemah tipis 9,72 poin (0,35%) ke level 2,801,26. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 2,4299 poin (0,44%) ke level 543,17.

Kenaikan indeks kurang mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,600 miliar lembar saham, senilai Rp1,335 triliun dan frekuensi 49.700 kali. Sebanyak 58 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan 51 saham stagnan.

Semua sektor mendukung pelemahan indeks kecuali keuangan dan konsumsi. Sektor pertambangan memimpin koreksi 1,94%, industri dasar 0,62%, perkebunan 0,56%, properti 0,54%, perdagangan 0,42%, infrasturktur 0,35%, aneka industri 0,28%, dan manufaktur 0,25%. Sedangkan sektor konsumsi stagnan dan sektor keuangan mengalami kenaikan 0,41%.

Sementara itu, saham-saham yang turun di antaranya adalah PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp350 ke Rp34.650, PT Rig Tenders (RIGS) turun Rp180 ke Rp570, dan PT Tigaraksa Satria (TGKA) melemah Rp75 ke Rp1.330.

Adapun saham-saham yang naik adalah PT Taisho Pharmaceutical (SQBI) naik Rp8.000 ke Rp144.800, PT Astra Internasional (ASII) naik Rp1.600 ke Rp44.100, PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp1.150 ke Rp13.200, PT United Tractors (UNTR) naik Rp850 ke Rp18.100, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp800 ke Rp31.450, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp700 ke Rp19.700, dan PT Unilever (UNVR) naik Rp600 ke Rp16.050.

Budi Ruseno, Direktur Bhakti Capital Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan variatif cenderung melemah (mixed to lower) seiring variatifnya pergerakan bursa regional. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 2.780 dan 2.850 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (4/6).

Selain faktor regional, variatifnya indeks juga dipicu faktor teknikal setelah indeks mengalami penguatan tajam kemarin hampir 3%. Apalagi, ini merupakan perdagangan akhir pekan, di mana pelaku pasar tidak agresif memegang posisi dalam jumlah besar. “Itu juga memicu variatifnya pergerakan indeks,” ujarnya.

Pelemahan tadi pagi yang sempat menyentuh 17,57 poin, dinilai Budi sebagai koreksi tipis. “Nanti, juga mulai terangkat lagi,” tukasnya. Pada saat yang sama, pasar juga menunggu data-data ekonomi di AS yang akan dirilis di AS yaitu data tenaga kerja (non-farm payroll) dan pengangguran.

Data non-farm payroll di AS diperkirakan naik jadi 465 ribu orang dari sebelumnya 290 ribu. Sedangkan data pengangguran, diperkirakan turun dari 9,9% menjadi 9,8%. “Tapi, pergerakan indeks lebih dipengaruhi faktor regional daripada domestik,” timpalnya.

Di sisi lain, pasar juga saat ini masih tetap fokus pada proses penyelesaian pemulihan ekonomi Eropa. Pasar mencermati isu-isu yang mencuat dalam pertemuan G20 di Busan Korea Selatan, hari ini dan besok. “Hasilnya seperti apa, pasar kan belum tahu juga,” ucapnya.

Sementara itu, dari sisi internal, lanjut Budi, tidak ada hal-hal yang signifikan yang bisa berpengaruh pada laju IHSG ^JKSE. “Sebab, laporan keuangan perusahaan, aksi korporasi, dan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pembagian dividen semuanya positif,” tandasnya.

Dalam kondisi ini, Budi merekomendasikan positif saham-saham di sektor perbankan dan penunjang infrastruktur. “Short term trading saja di saham-saham sektor tersebut,” pungkas Budi. [mdr]
Waspadai Aksi Ambil Untung Di Akhir Pekan

JUM’AT, 04 JUNI 2010 | 07:10 WIB
TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Bursa Wall Street yang kembali positif serta naiknya harga minyak akan menjadi sentimen positif bursa domestik di akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones industri semalam ditutup naik tipis 5,74 poin (0,06 persen) ke level 10.255,28. Dan harga minyak di New York Mercantile Exchange kembali naik ke level US$ 74,61 per barel.

Namun, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sudah naik cukup signifikan kemarin bisa memicu investor melakukan aksi ambil untung guna merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk,. Purwoko Sartono menjelaskan indeks berhasil melanjutkan kenaikan jangka pendek didukung oleh melonjaknya indeks Dow Jones lebih dari dua persen sebelumnya.

Hari ini Purwoko memprediksikan minat beli akan sedikit berkurang karena menjelang akhir pekan. Namun demikian indeks masih bergerak on the track menguji ke batas atas 2.850. “Dan batas bawah indeks untuk jangka pendek berada di level 2.775,” imbuhnya.

Saham – saham yang masih bisa menjadi pilihan hari ini antara lain: Adaro, PTBA, Bakrie Plantations, Astra Agro, Bank Mandiri, serta Bank BTN.

Pada perdagangan Kamis kemarin indeks kembali melonjak 77,299 poin (2,83 persen) ke level 2.810,977 dari posisi sehari sebelumnya di 2.733,678.

VIVA B KUSNANDAR
Kamis, 03/06/2010 16:09 WIB
Bursa Global Rebound, IHSG Genggam 2.810
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di atas level 2.800 seiring dengan penguatan bursa global menyusul rebound bursa Eropa yang berlanjut pada pembukaan siang tadi. Asing borong saham Rp 400 miliar.

IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.734,173 dan kemudian langsung melesat ke level 2.811,832, naik 78 poin dari penutupan kemarin di level 2.733,678.

Penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan tren penguatan bursa-bursa regional Asia dipimpin oleh kenaikan tajam indeks Nikkei 225. Penguatan indeks-indeks Asia melanjutkan penguatan indeks-indeks saham Eropa dan kenaikan tajam bursa Wall Street tadi malam.

Saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sontak langsung diburu investor. Tak luput, sejumlah saham lapis dua juga menjadi incaran utama. Indeks saham perkebunan memimpin laju kenaikan diiringi dengan penguatan saham konsumsi, infrastruktur, perbankan, serta pertambangan.

Setelah sempat tertekan selama beberapa pekan, IHSG akhirnya berhasil menyentuh kembali level 2.800-an pada perdagangan hari ini. Bursa-bursa Eropa yang dibuka menguat di atas 1% pada perdagangan siang tadi, mendorong kenaikan indeks-indeks saham di Asia lebih tinggi lagi, termasuk IHSG.

Transaksi investor asing didominasi pembelian sebesar Rp 1,655 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,263 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 392,310 miliar.

Pada perdagangan Kamis (3/6/2010), IHSG ditutup naik tajam 77,299 poin (2,82%) ke level 2.810,977. Indeks LQ 45 juga naik 16,361 poin (3,09%) ke level 545,610.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 124.854 kali pada volume 7,363 miliar lembar saham senilai Rp 4,954 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 28 saham turun, dan 44 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat cukup tinggi.
Indeks Shanghai turun 18,77 poin (0,73%) ke level 2.552,66.
Indeks Hang Seng melesat 314,91 poin (1,62%) ke level 19.786,71.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 310,95 poin (3,24%) ke level 9.914,19.
Indeks Strait Times naik 62,38 poin (2,29%) ke level 2.789,95.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.600 ke Rp 44.100, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.150 ke Rp 13.200, United Tractors (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 18.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 31.450, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.050.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 34.650, Rig Tenders (RIGS) turun Rp 180 ke Rp 570, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 6.050, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 40 ke Rp 580. (dro/dnl)
Kamis, 03/06/2010 09:37 WIB
IHSG Dekati 2.800, Rupiah 9.190/US$
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam hingga mendekati level 2.800 seiring dengan tren penguatan bursa negara-negara Barat yang menguat di atas 1-2%. Nilai tukar rupiah juga menguat tajam ke level 9.190/US$.

Pada perdagangan Kamis (3/6/2010), IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.734,173 dan kemudian langsung melesat ke level 2.799,128, naik 66 poin dari penutupan kemarin di level 2.733,678.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 35,872 poin (1,31%) ke level 2.769,550. Seluruh saham unggulan yang dapat diperdagangkan pada pre-opening menguat tajam, kecuali saham Berlian Laju Tanker (BLTA) dan Lippo Karawaci (LPKR) yang stagnan. Tidak ada yang jatuh ke zona merah.

Penguatan saham-saham unggulan terjadi di semua sektor. Hanya tercatat 2 saham yang turun, sedangkan 112 saham naik.

Tren kenaikan ini dipicu oleh kenaikan tajam indeks Dow Jones pada perdagangan tadi malam yang diikuti dengan kenaikan tajam indeks Nikkei 225 tadi pagi. Seluruh bursa Asia pun ikutan naik tinggi.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.790,319, naik 56,641 poin (2,07%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat cukup tinggi ke level 9.190 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.250 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia seluruhnya menguat di atas 1% kecuali bursa Shanghai yang masih terkoreksi tipis.
Indeks Shanghai turun tipis 4,14 poin (0,16%) ke level 2.567,28.
Indeks Hang Seng naik 330,68 poin (1,70%) ke level 19.802,48.
Indeks Straits Times naik 47,67 poin (1,75%) ke level 2.775,24.
Indeks Nikkei-225 naik tajam 252,14 poin (2,63%) ke level 9.855,38.
(dro/dnl)

03/06/2010 – 09:09
Risiko ‘Profit Taking’
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, namun risiko profit taking masih cukup tinggi mengingat stochastic yang berada di area jenuh beli dan resisten 2.806-2.812 masih akan menahan pergerakan IHSG.

IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.700-2.780. IHSG kembali tertekan meskipun mencoba menguat di awal perdagangan, namun minimnya sentimen kembali membuat IHSG melemah pada akhir perdagangan. Stochastic yang mulai berada di area jenuh beli masih memungkinkan tekanan jual dengan resisten berada di level 2.806-2.812.

DJIA kembali menguat tajam terkait data pending housing sales April yang naik 6,0% di atas ekspektasi pasar sebesar 5% membuat DJIA kembali menguat 226 poin (2,2%). Meskipun mengalami penguatan yang signifikan, DJIA masih berada dalam tren turun jangka menengah dengan MA-50 berada di 10.768.

Selain itu, Prudential dikabarkan batal melakukan akuisisi terhadap AIA karena gagal menegoisasi ulang harga dan diharuskan membayar pinalti senilai US$223 juta. Dari Asia, Thailand dikabarkan tetap mempertahankan suku bunganya di 1,25 terkait kondisi politik yang masih belum stabil.

Sentimen regional yang positif dan suku bunga yang diharapkan tetap berada di level 6,5% memungkinkan IHSG untuk menguat pada perdagangan hari ini, namun risiko profit taking masih cukup tinggi mengingat stochastic yang berada di area jenuh beli dan resisten 2.806-2.812 masih akan menahan pergerakan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.700-2.780. [cms]
Saham Bank Perkuat Kenaikan IHSG
Penguatan IHSG ditopang pergerakan positif saham-saham perbankan dan telekomunikasi.
RABU, 2 JUNI 2010, 16:45 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya tetap bertahan di teritori positif. Meski demikian, selama transaksi hari ini, pergerakan IHSG sempat diwarnai pelemahan.

Menurut Gunawan Tjandra, pengamat pasar modal, indeks berakhir menguat meski di kisaran tipis karena ditopang pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) di sektor perbankan dan telekomunikasi.

“Seperti TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) yang tercatat nomor dua sebagai market caps,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 2 Juni 2010.

Analis PT Reliance Securities, Gina Novrina Nasution juga berpendapat IHSG masih kuat di zona hijau karena ditopang penguatan saham unggulan (blue chips) di sektor perbankan dan telekomunikasi.

“Kita tahu, laporan inflasi yang sudah diliris kemarin hasilnya sesuai perkiraan, sehingga BI Rate sepertinya masih tetap di kisaran level 6,5 persen. Nah, itu berdampak positif ke saham bank,” ujarnya.

Dia mengakui, saham-saham bank yang menopang posisi IHSG di area positif di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sedangkan bursa regional Asia, menurut Gunawan, meski ada yang bergerak positif, tapi rata-rata mengalami pelemahan atau berada di area negatif (bearish).

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini menguat 9,06 poin atau 0,33 persen ke level 2.733,68. Sedangkan pada akhir sesi pertama, indeks menguat tipis 2,54 poin (0,09 persen) di posisi 2.727,15.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,77 triliun dan volume tercatat 16,60 juta lot dengan frekuensi 126.977 kali. Sebanyak 109 saham menguat, 97 melemah, 68 stagnan, serta sebanyak 229 sedang tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham sebesar Rp 737,02 miliar, dengan penjualan mencapai Rp 853,82 miliar.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 25,15 poin (0,13 persen) ke level 19.471,80, Nikkei 225 melemah 108,59 poin atau 1,12 persen di posisi 9.603,24, tapi Straits Times menguat 12,13 poin (0,45 persen) menjadi 2.727,57.

Di Bursa Efek Indonesia, saham yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya TLKM terangkat Rp 400 atau 5,36 persen ke level Rp 7.850, BBCA menguat Rp 150 (2,83 persen) menjadi Rp 5.450, dan BMRI naik Rp 100 atau 1,94 persen di posisi Rp 5.250.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.245/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.265/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.235/US$. Pada perdagangan Selasa, 1 Juni 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.180/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rabu, 02/06/2010 16:10 WIB
Di Tengah Fluktuasi Bursa Asia, IHSG Bertahan di Zona Hijau
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona positif di tengah pergerakan indeks-indeks saham Asia yang sangat fluktuatif. Pelaku pasar masih menunggu konfirmasi perdagangan global sebelum mengambil langkah yang berani.

IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.725,011 dan kemudian langsung melesat ke level 2.771,281, naik 46 poin dari penutupan kemarin di level 2.724,615.

Pergerakan IHSG hari ini cukup bervolatilitas tinggi. Setelah sempat naik tajam di awal perdagangan, IHSG kemudian sempat terpuruk ke zona merah. Namun akhirnya berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis.

IHSG bergerak dalam keragu-raguan sepanjang perdagangan hari ini. Hal itu disebabkan adanya ketidakpastian situasi pasar saham global.

Tadi pagi, sebagian besar indeks saham Asia bergerak di zona negatif. Pada sesi siang, ramai-ramai bergerak ke zona hijau. Tak berhenti sampai situ, pergerakan bursa saham Asia kembali jatuh ke zona negatif. Terakhir, pada sesi sore, indeks-indeks saham Asia kembali bergerak ke zona hijau.

Investor saham global sepertinya belum dapat menentukan langkah investasi yang pasti. Baik kubu penjual maupun kubu pembeli belum berani memberikan posisi terlalu banyak.

Akibatnya, IHSG pun tak mampu mengangkat levelnya lebih tinggi lagi lantaran investor masih menunggu konfirmasi arah bursa global. Bursa Eropa dibuka anjlok cukup tajam pada siang tadi.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,038 triliun, sedangkan aksi jual sebesar Rp 925,385 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hanya sebesar Rp 113,529 miliar. Ini menunjukkan investor asing masih menggunakan strategi hit and run harian.

Pada perdagangan Rabu (2/6/2010), IHSG ditutup naik 9,063 poin (0,33%) ke level 2.733,678. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,973 poin (0,37%) ke level 529,249.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 126.977 kali pada volume 8,301 miliar lembar saham senilai Rp 3,768 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 97 saham turun, dan 68 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia mulai kembali ke zona positif
Indeks Shanghai naik 3,14 poin (0,12%) ke level 2.571,42.
Indeks Hang Seng turun 25,15 poin (0,13%) ke level 19.471,80.
Indeks Nikkei 225 turun 108,59 poin (1,12%) ke level 9.603,24.
Indeks Strait Times naik 12,84 poin (0,47%) ke level 2.728,28.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 6.000 ke Rp 36.150, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 15.450, Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 7.850, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.050.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.350 ke Rp 30.650, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 35.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 17.250, Astra International (ASII) turun Rp 250 ke Rp 42.500. (dro/dnl)
Rabu, 02/06/2010 09:38 WIB
Bursa Asia Balik Arah, IHSG Melesat 42 poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tinggi seiring dengan tren pembalikan arah bursa-bursa Asia ke zona positif. Nilai tukar rupiah juga menguat ke level 9.225/US$.

Pada perdagangan Rabu (1/6/2010), IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.725,011 dan kemudian langsung melesat ke level 2.765,381, naik 41 poin dari penutupan kemarin di level 2.724,615.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 10,395 poin (0,38%) ke level 2.735,010. Hampir seluruh saham unggulan mengalami penguatan dipimpin oleh saham-saham komoditas serta perbankan.

Semula, IHSG diperkirakan bakal bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif bursa Eropa dan Wallstreet yang ditutup koreksi tadi malam, terlebih ditambah sentimen negatif bursa Jepang yang perdana menterinya baru saja mengundurkan diri.

Untungnya, ada dorongan beli yang berhasil mengangkat indeks-indeks saham Asia ke teritori positif yang kemudian memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG pagi ini.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.767,371, naik 42,756 poin (1,56%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.225 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.255 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi penguatan setelah sempat terkoreksi pada awal perdagangan.
Indeks Shanghai turun 18,69 poin (0,73%) ke level 2.549,59.
Indeks Hang Seng naik 113,33 poin (0,58%) ke level 19.610,28.
Indeks Straits Times naik 16,27 poin (0,60%) ke level 2.731,71.
Indeks Nikkei-225 naik 35,71 poin (0,37%) ke level 9.747,54.
(dro/dnl)
02/06/2010 – 09:35
IHSG Pagi Menguat 12,36 Poin ke 2.736,97

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (2/6) pagi menguat 12,36 poin atau naik 0,45% ke level 2.736,97 didukung saham-saham lapis dua.

Penguatan indeks pagi ini dipicu terangkatnya 23 saham perusahaan, sedang hanya 3 saham yang turun dan 17 saham stagnan.

Volume perdagangan pagi ini juga relatif sepi hanya 12,84 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,59 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 3,12 poin ke level 530,4, sedang JII naik 2,86 poin ke level 434.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah EXCL naik 3,59% ke Rp3.600, RAJA naik 13,18% ke Rp1.030, BYAN naik 1,65% ke Rp6.150, DUTI naik 14,08% ke Rp810, SPMA naik 19,6% ke Rp305 dan TOWR naik 2,5% ke Rp2.050. [cms]
Investor disarankan beli BBTN, ASRI dan JPFA
Rabu, 02/06/2010 06:48:58 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Hari ini indeks masih akan terkoreksi ke level 2.714 yang merupakan garis 50% fibonacci retracement.

Valbury Asia Securities merekomendasikan kepada investor agar besikap buy on weakness terhadap saham BBTN, ASRI, dan JPFA.

OSK Nusadana Securities mengatakan bahwa IHSG hari ini cenderung bergerak dalam trading range 2.684,48-2.758,48. Belum ada indikasi kuat IHSG naik kembali secara signifikan, kecuali bertahan di atas 2,758.48.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas bependapat bahwa kecemasan terhadap krisis ekonomi Eropa yang terus membayangi indeks global dapat menjadi ganjalan bagi IHSG. Pergerakan IHSG diperkirakan masih rawan mengalami tekanan.

Rentang gerak indeks antara 2.684 dan 2.767. Speculative buy bagi saham BBNI, dan VRNA.


01/06/2010 – 16:12
Tambang Pimpin Koreksi IHSG 2,5%
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham melemah di tengah negatifnya bursa regional Asia. Semua saham unggulan turun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor
tambang.

Pada perdagangan Selasa (1/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 72,342 poin (2,59%) ke level 2.724,615. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 16,311 poin (3,01%) ke level 527,276.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, koreksi IHSG hari ini terjadi seiring pelemahan bursa regional Asia. Kendati kondisi dalam negeri sebenarnya tidak ada masalah yang berarti, investor terpengaruh isu eksternal. “Mereka memanfaatkan momen untuk profit taking,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pelemahan ini merupakan koreksi wajar, terutama setelah indeks melesat pekan lalu. “Indeks seharusnya turun dulu ke 2.600, baru mengkonfirmasi ada pembalikan arah,” katanya.

Seperti diketahui, bursa saham New York kemarin tutup untuk memperingati Memorial Day, sedangkan bursa saham London, termasuk London Metal Exchange, tutup Spring Bank Holiday. Kondisi ini menunjukkan minimnya sentimen bagi pasar.

Namun, pergerakan pasar Eropa turun rata-rata lebih di atas 1% akibat sentimen negatif dari penurunan rating Spanyol. Fitch memangkas rating Spanyol karena meningkatnya prospek pertumbuhan kemiskinan sehari setelah pemerintah mengumumkan bakal menghemat anggaran guna mengurangi kekhawatiran resesi ekonomi.

Semua sektor mengalami pelemahan, dimana sektor tambang memimpin penurunan sebesar 3,6%, diikuti sektor finansial yang terpuruk 3,1%, perkebunan dan konsumsi 2,7%, perdagangan dan infrastruktur 2,5%. Demikian pula sektor manufaktur yang turun 1,8%, properti tergelincir 1,6%, industri dasar 1,5% dan aneka industri 0,9%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 9,026 miliar lembar saham, senilai Rp 4,325 triliun dan frekuensi 117.541 kali. Sebanyak 54 saham naik, 164 saham turun dan 50 saham stagnan.

Asing membukukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp172 miliar. Dimana nilai transaksi jual mendominasi sebesar Rp1,080 triliun dan nilai transaksi beli mencapai Rp1,252 triliun.

Beberapa saham tambang yang melemah antara lain PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp600 ke Rp16.850, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah Rp450 ke Rp35.550, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp115 ke Rp1.910 dan Adaro (ADRO) melemah Rp80 ke level RpRp1.920.

Sedangkan emiten lain yang melemah adalah PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp850 ke Rp19.000, PT Gudang Garam (GGRM) merosot Rp700 ke Rp33.000, PT United Tractors (UNTR) terkoreksi Rp700 ke Rp17.650, serta PT Unilever (UNVR) melemah Rp 600 menjadi Rp15.000.

Adapun emiten-emiten yang menguat antara lain PT XL Axiata (EXCL) naik Rp125 ke Rp 3.600, PT Rukun Raharja (RAJA) terangkat Rp120 ke Rp1.030, PT Bayan Resources (BYAN) melambung Rp100 menjadi Rp6.150, dan PT Sarana Menara (TOWR) naik Rp50 ke Rp2.050.

Koreksi bursa mendapat dukungan dari pelemahan bursa regional Asia. Indeks Shanghai turun 23,86 poin (0,92%) ke level 2.568,28, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 268,24 poin (1,36%) ke level 19.496,95 dan indeks Nikkei 225 di Jepang turun 56,87 poin (0,58%) ke level 9.711,83. [mdr]
Selasa, 01/06/2010 12:06 WIB
Profit Taking Pangkas IHSG 35 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I menurun 35 poin lantaran sebagian besar pelaku pasar memutuskan mengambil keuntungan (profit taking) setelah kenaikan tajam pada perdagangan kemarin. Saham sektor pertambangan menjadi sasaran utama.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.796,660 dan langsung melemah ke level 2.757,035, turun 39 poin dari penutupan kemarin di level 2.796,957.

Sejak awal perdagangan, IHSG sudah berada di zona negatif akibat adanya tekanan jual dari aksi profit taking investor. Koreksi hari ini tergolong wajar, terutama mengingat IHSG telah naik cukup tinggi mencapai 3% pada perdagangan kemarin.

Koreksi saham-saham sektor pertambangan menjadi kontributor paling besar terhadap penurunan IHSG diikuti dengan saham-saham sektor lainnya. Transaksi juga berjalan tidak terlalu agresif. Investor sepertinya masih menanti perkembangan hasil pengumuman BPS terkait data-data keekonomian terkini yang baru saja diumumkan.

Transaksi investor asing didominasi aksi beli tipis sebesar Rp 22 miliar.

Pada perdagangan Senin (1/6/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 35,354 poin (1,27%) ke level 2.761,603. Indeks LQ 45 juga melemah 8,019 poin (1,48%) ke level 535,568.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 54.871 kali pada volume 3,196 miliar lembar saham senilai Rp 1,396 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 116 saham turun, dan 51 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya terkoreksi lantaran adanya aksi ambil untung.
Indeks Shanghai turun 26,20 poin (1,01%) ke level 2.565,95.
Indeks Hang Seng turun 130,80 poin (0,66%) ke level 19.634,39.
Indeks Nikkei 225 turun 67,47 poin (0,69%) ke level 9.701,23.
Indeks Strait Times turun 21,14 poin (0,77%) ke level 2.731,46.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 95.000, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 200 ke Rp 12.400, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp 120 ke Rp 1.030, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.400, Hexindo (HEXA) naik Rp 75 ke Rp 4.175.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 32.900, Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 42.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 18.050, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 35.750, BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 5.350. (dro/dnl)
Selasa, 01/06/2010 09:37 WIB
IHSG – Rupiah Kompak Melemah
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan aksi ambil untung (profit taking) pada sebagian besar saham-saham unggulan. Nilai tukar rupiah melemah ke 9.210/US$.

Pada perdagangan Selasa (1/6/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.796,660 dan kemudian melemah ke level 2.769,953, turun 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.796,957.

Pada perdagangan pre opening, IHSG langsung terkoreksi 17,863 poin (0,64%) ke level 2.779,094. Hampir seluruh saham unggulan mengalami koreksi dipimpin oleh koreksi saham-saham pertambangan, kecuali saham sektor konsumsi yang masih berada di teritori positif.

Aksi ambil untung (profit taking) mendera sebagian besar indeks saham di Asia, setelah mengalami tren kenaikan selama beberapa hari belakangan. Sentimen yang sama ikutan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.771,935, turun 25,022 poin (0,89%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level 9.210 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.180 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi koreksi pada perdagangan pagi ini.
Indeks Shanghai naik 4,99 poin (0,19%) ke level 2.597,14.
Indeks Hang Seng turun 101,04 poin (0,51%) ke level 19.664,15.
Indeks Straits Times turun 9,01 poin (0,33%) ke level 2.743,05.
Indeks Nikkei-225 turun 82,22 poin (0,84%) ke level 9.686,48.
(dro/dnl)

Pergerakan indeks masih berpeluang menguat
Selasa, 01/06/2010 06:40:29 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Pergerakan indeks masih berpeluang menguat tetapi rawan aksi ambil untung, sehingga diperkirakan pergerakannya cenderung berfluktuasi.

Erdikha Sekuritas mengatakan bahwa pergerakan indeks diperkirakan berkisar 2.728-2.840. Saham rekomendasinya adalah BBCA,BMRI, dan KLBF.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas berpendapat bahwa pengumuman angka inflasi Mei akan menjadi katalis bagi IHSG. Diduga angka inflasi terkendali akan mendorong indeks untuk kembali melanjutkan rally kenaikan, meski dibayangi aksi ambil untung pelaku pasar. Kisaran gerak IHSG 2.727-2.867. Saham yang direkomendasikan adalah TLKM, INDF, dan ASII.

Valbury Asia Securities mengatakan bahwa rebound spektakuler indeks diprediksi berlanjut kemudian tertahan di garis moving average 40 hari di sekitar level 2.838, yang berarti kenaikan sebesar 13,5% hanya dalam 4 hari bursa. Peluang beli terbaik hari ini ada pada saham TLKM yang baru saja mengakhiri pola downtrend-nya.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas mengemukakan bahwa kenaikan indeks BEI yang jauh di atas rata-rata regional, diperkirakan sebagai antisipasi pengumuman data inflasi awal bulan. Indeks diperkirakan menguat mendekati harga tertinggi indeks pertengahan bulan ini di sekitar 2.860 didorong oleh emiten-emiten yang sensitif terhadap data inflasi.
Bank dan Penjaminan Efek Pangkas Birokasi Transaksi
SENIN, 31 MEI 2010 | 21:17 WIB
TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menandatangani kerjasama Penyelesaian Transaksi Bursa melalui metode Continuous Settlement dengan Bank CIMB Niaga dan Bank Permata sebagai pihak pembayar. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memperpendek proses penyelesaian transaksi bursa harian dengan memberikan hak terima lebih awal kepada anggota kliring yang telah menyelesaikan kewajiban mereka.

Untuk pemberian penyelesaian transaksi lebih awal ini, KPEI membutuhkan bantuan dana. CIMB Niaga dan Permata memberikan fasilitas intraday dengan pembiayaan yang diberikan CIMB kepada KPEI sejumlah Rp 290 miliar dan Permata sebesar Rp 200 miliar. “Dengan fasilitas ini diharapkan bisa memacu transaksi lainnya,” ujar Nurhaida, Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK di Jakarta, Senin (31/5).

Catherinawati Hadiman, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, berharap dengan fasilitas intraday yang diberikan dapat membangun infrastruktur pasar modal Indonesia agar ke depan dapat lebih efisien dalam meningkatkan likuiditas. “Dengan capital market transaksi yang lebih liquid diharapkan benefit ini dapat dinikmati berbagai pihak,” ujarnya.

Direktur Utama KPEI, Husein, juga mengharapkan hal serupa dengan kerjasama fasilitas ini. “Tujuan kita agar pasar makin besar dan likuid sehingga dibutuhkan pengembangan infrastruktur. Waktu pembiayaan continuous settlement pada nantinya akan berlangsung pada pukul 6.30 sampai 13.30,” kata Husein.

Menurut Husein, kebutuhan pembiayaan transaksi jual dan beli KPEI per hari mencapai Rp 460-480 miliar. Penggunaan metode ini akan diberlakukan mulai per Juli, sementara saat ini sosialisasi fasilitas pembiayaan itu masih dilakukan kepada emiten bursa oleh KPEI.

RIRIN AGUSTIA
Senin, 31/05/2010 16:09 WIB
Asing Beli Saham Rp 927 Miliar, IHSG Naik Tertinggi di Asia
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini naik 83 poin seiring masuknya dana asing hampir sebesar Rp 1 triliun. Kenaikan IHSG hari ini menjadi yang tertinggi di Asia.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.714,319 dan langsung menguat ke level 2.799,453, naik 86 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.713,923.

Tren penguatan terjadi pada segala sektor dipimpin oleh saham-saham pertambangan, aneka industri, infrastruktur, perkebunan, perbankan dan sebagainya. Sepanjang perdagangan, tidak tampak adanya tekanan jual yang berarti untuk memukul mundur laju kenaikan IHSG.

Kenaikan IHSG sejalan dengan kenaikan sebagian besar bursa-bursa Asia. Bursa-bursa Eropa juga dibuka menguat pada siang tadi, sehingga membuat laju kenaikan IHSG semakin tinggi.

Aksi beli asing secara massif juga memberikan sentimen positif dan memicu aksi beli investor-investor domestik di segala sektor.

Aktivitas investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,969 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,042 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 927,560 miliar.

Pada perdagangan Senin (31/5/2010), IHSG ditutup naik tajam 83,034 poin (3,05%) ke level 2.796,957. Indeks LQ 45 juga menguat 18,004 poin (3,42%) ke level 543,587.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 131.479 kali pada volume 7,027 miliar lembar saham senilai Rp 5,076 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 46 saham turun dan 46 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan setelah sempat terkoreksi di awal perdagangan.
Indeks Shanghai turun 63,62 poin (2,40%) ke level 2.592,15.
Indeks Hang Seng melemah tipis 1,52 poin (0,01%) ke level 19.765,19.
Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,72 poin (0,06%) ke level 9.768,70.
Indeks Strait Times menguat tajam 68,46 poin (2,54%) ke level 2.764,48.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 170.000, Anker Bir (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 94.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 36.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 43.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 19.850.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 13.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 80 ke Rp 780, Darya Varia (DVLA) turun Rp 70 ke Rp 1.440, Adira (ADMF) turun Rp 50 ke Rp 9.200.

(dro/qom)

tgl 31 Mei 2010, posisi harga saham2 gw:

^JKSE 5:00AM EDT 2,796.96 Up 83.03 Up 3.06% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,025.00 Up 115.00 Up 6.02% 70,045,500
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,000.00 Up 90.00 Up 4.71% 140,424,500
BUMI.JK 4:59AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 149,478,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,600.00 Up 250.00 Up 2.99% 18,286,500
BNII.JK 4:58AM EDT 275.00 0.00 0.00% 463,000
TRUB.JK 4:59AM EDT 101.00 Up 4.00 Up 4.12% 144,183,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 445.00 Up 5.00 Up 1.14% 78,290,500
INDY.JK 4:59AM EDT 2,850.00 Up 175.00 Up 6.54% 22,247,500
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,900.00 Up 200.00 Up 5.41% 85,515,000
MAPI.JK 3:43AM EDT 650.00 0.00 0.00% 127,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 355.00 Up 10.00 Up 2.90% 18,930,500

ihsgw 310510 total= 2111,45

ihsgw 310510 stabil = 3473.75

31/05/2010 – 16:08
Mantap! IHSG Ditutup Naik Rp83,04 Poin

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE Senin (31/5) ditutup naik 83,04 poin (3,06%) ke level 2.796,96 melanjutkan penguatan sesi I.

Kenaikan IHSG ini dipicu naiknya 183 saham, sedang yang masih turun 46 saham, sedang 46 saham stagnan.

Volume perdagangan sebanyak 6,4 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. Indeks saham JII naik 13,5 poin ke 444,6 dan indeks saham LQ45 juga naik 18,01 poin ke 543,59.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp5.000 ke Rp170.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp94.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp2.000 ke Rp36.150, Astra International (ASII) naik Rp1.500 ke Rp43.000, United Tractors (UNTR) naik Rp750 ke Rp18.450, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp750 ke Rp15.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp550 ke Rp19.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp500 ke Rp17.450, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp450 ke Rp12.600.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Goodyear IndonesiaIndomobil CINILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE Senin (31/5) sesi I ditutup naik 80,9 poin (2,98%) ke level 2.794,83 meskipun sebagian bursa regional negatif.

Kenaikan IHSG ini dipicu naiknya 175 saham, sedang yang masih turun 32 saham, sedang 30 saham stagnan.

Volume perdagangan sebanyak 3,1 miliar saham senilai Rp2,3 triliun. Indeks saham JII naik 14,8 poin ke 445,94 dan indeks saham LQ45 juga naik 18,1 poin ke 543,72.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp5.000 ke Rp170.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp94.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp1.850 ke Rp36.000, Astra International (ASII) naik Rp1.650 ke Rp43.150, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp650 ke Rp19.850, United Tractors (UNTR) naik Rp650 ke Rp18.350, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp550 ke Rp7.900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp500 ke Rp17.450, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp450 ke Rp15.600, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp400 ke Rp8.300.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp300 ke Rp13.000, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) turun Rp100 ke Rp5.500, Indomobil (IMAS) turun Rp80 ke Rp780, BetonJaya Manunggal (BTON) turun Rp70 ke Rp300, Darya-Varia Laboratoria (DVLA) turun Rp70 ke Rp1.440. [hid]
Senin, 31/05/2010 14:47 WIB
Barito Pacific Hengkang, Lonsum Masuk Daftar Saham Marjin
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar saham yang dapat ditransaksikan secara marjin dan short sell untuk periode Juni 2010. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) hengkang, sedangkan saham PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP) masuk dalam daftar tersebut.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (31/5/2010).

BEI menetapkan 32 saham transaksi marjin dan 29 saham transaksi short sell. Daftar efek yang disebutkan dibawah, mulai berlaku tanggal 3 Mei 2010.

Berikut daftar saham transaksi marjin :

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indosat Tbk (ISAT).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP).

Berikut daftar saham transaksi short sell:

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP).

(dro/qom)

Senin, 31/05/2010 09:36 WIB
Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Melesat 43 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan ini menguat tajam sebesar 40 poin atau lebih dari 1,5% seiring dengan nilai tukar rupiah yang menguat ke 9.210/US$. Penguatan IHSG berlawanan dengan tren bursa-bursa Asia yang didominasi koreksi.

Pada perdagangan Senin (31/5/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.714,319 dan langsung menguat hingga tajam ke level 2.752,003, melesat 29 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.713,923.

Pada perdagangan pre opening, IHSG langsung menguat 19,469 poin (0,71%0 ke level 2.733,392. Sebagian besar saham unggulan menguat cukup tinggi kecuali beberapa saham saja yang berada di zona merah.

Indeks-indeks bursa Asia sebagian besar menguat kecuali indeks Strait Times yang menguat tajam. Kendati demikian, tren penguatan IHSG masih berlanjut setelah mengalami koreksi cukup dalam dua pekan terakhir.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.757,614, naik tajam 43,691 poin (1,60%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.210 per dolar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 9.260 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi koreksi pada perdagangan pagi ini.

Indeks Shanghai turun 27,80 poin (1,05%) ke level 2.627,96.
Indeks Hang Seng turun 44,53 poin (0,23%) ke level 19.722,88.
Indeks Straits Times naik tajam 59 poin (2,19%) ke level 2.755,40.
Indeks Nikkei-225 turun 20,27 poin (0,21%) ke level 9.742,71.

(dro/qom)
Alfred Pakasi
Market Outlook 31 May – 5 June
Minggu, 30 Mei 2010 21:45 WIB

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pergerakan pasar modal di Indonesia pada minggu lalu, bergejolak sesuai prediksi sebelumnya, yaitu ditekan sentimen kawasan oleh situasi hutang negara Yunani dan rebound di level sekitar support. IHSG sempat tergelincir lagi sampai level 2592, dan kemudian rebound dengan rekor kenaikan harian tertinggi pada 26 Mei sebesar 182,66 poin atau 7,27% dan ditutup di akhir pekan di atas level 2700. Untuk minggu ini (31 Mei sd 4 Juni), IHSG masih rawan koreksi pasar dari waktu ke waktu, terutama di awal minggu dengan berita terakhir turunnya rating negara Spanyol yang kembali memicu kekuatiran krisis di zona Eropa yang baru saja mulai reda. Pada kisaran support harian, pasar masih memiliki kekuatan untuk menanjak secara bertahap oleh aksi bargain buying investor. Ada teman yang bilang bahwa situasi seri pertandingan Piala Dunia akan berpengaruh ke pasar modal. Maksudnya? Sejumlah modal akan ditarik untuk dimainkan di arena pasar taruhan sepakbola yang menjadi sorot perhatian seluruh dunia, konon. Bagaimanapun, fundamental ekonomi Indonesia yang baik, masih menjadi daya tarik untuk investor asing dan lokal terjun kembali ke pasar modal Indonesia. Level support IHSG minggu ini di sekitar 2585 sementara resistance pada 2835.

Untuk indikator ekonomi global pada minggu ini, banyak rilis berita penting khususnya kawasan Amerika, di mana yang berikut ini perlu menjadi perhatian investor, di antaranya:
• Dari kawasan Amerika: pasar Amerika libur Memorial Day pada hari Senin, ISM Manufacturing PMI yang merupakan index sector manufaktur/industry di Amerika pada Selasa malam yang diperkirakan sedikit melemah, ISM Non-Manufacturing PMI yang merupakan index sector jasa di Amerika serta testimoni Bernanke pada Kamis malam, Non-Farm Employment Change –indikator yang seringkali menggerakkan pasar– yang menghitung penambahan karyawan yang masuk bekerja pada Jumat malam, di mana diperkirakan akan bertambah signifikan sebesar 465 ribu orang untuk bulan Mei 2010. Bersamaan itu dirilis Unemployment Rate yang diprediksi turun ke level 9.8%.
• Dari kawasan Inggris dan Eropa: terdapat rilis data Manufacturing PMI di Inggris pada Selasa sore, revisi GDP kuartalan Eropa pada Jumat sore.
• Dari Australia: terutama akan dirilis suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa siang yang diperkirakan pasar akan bertahan di level 4.5%, GDP kuartalan Australia pada Rabu pagi yang diperkirakan akan turun pertumbuhannya 0.6%.

Sesuai prediksi, minggu lalu pasar forex bergerak cenderung konsolidatif, dengan lebih redanya isyu krisis financial kawasan zona Eropa. Range pasar untuk mata uang euro pada minggu ini akan kembali terbatas masih dalam range antara level support pada 1.2155 dan resistance di 1.2670, dengan support berikut di level 1.1885, mengingat trend besarnya yang masih bearish. Mata uang poundsterling akan cenderung parallel dengan range pada support 1.4260 dan resistance 1.4725. Untuk USDJPY akan lebih stabil lagi pada minggu ini, dengan rentangan lebih sempit untuk perkiraan support pada 89.25 dan resistance-nya di 92.93.

Untuk pasar di stock index futures, bursa Jepang Nikkei minggu ini akan mixed dengan bias yang dapat kembali tertekan. Level support masih di sekitar 9270, yang kalau tembus akan bergerak ke arah support berikut di 9180,sementara resistance pasar tetap pada level 10160. Sedangkan Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu ini masih dalam rentangan pasar yang sama antara level support terdekat di level 18930, sementara level resistance pada 20375. Hang Seng nampaknya rawan terkena kembali aksi sell-off investor.

Bagaimana dengan pergerakan investasi pasar emas? Minggu lalu pasar nampak lebih konsolidatif, sesuai dengan prediksi. Pada minggu ini secara perlahan harga emas berpotensi menanjak kembali di atas level $1220-an per troy ounce-nya karena pertimbangan safe haven yang memasuki kembali pasar. Emas akan bergerak dengan level support sekitar $1185 dan resistance pada $1250.

Dalam berinvestasi, selalu jangan lupa: jadikan “the trend is your friend”. Investor terhormat, pembaca setia Vibiznews: Sukses bagi Anda! 31/05/2010 – 04:00
Ayo! SoS UNVR, INDF, UNTR, SMGR
Agustina Melani

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan ada di kisaran level support 2.680 dan level resistance 2.830.

Saham-saham yang direkomendasikan sold on strength antara lain saham UNVR, INDF, SMCB, INTP, SMGR, dan UNTR.

Hal itu disampaikan Vice President PT Valbury Securities Nico Omer J saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (28/5).

Nico mengatakan, IHSG diprediksikan menguat dipicu dari penguatan bursa saham global. Tapi, penguatan IHSG akan terbatas. Hal ini dipicu krisis ekonomi Eropa masih mempengaruhi bursa saham. IHSG diprediksikan akan berada di kisaran 2.680-2.830.

“Investor harus hati-hati dan waspada. Untuk sementara trading dulu dalam jangka pendek,” tutur Nico.

Lebih lanjut ia mengatakan faktor yang mempengaruhi bursa saham ke depan antara lain tingkat inflasi di Indonesia. Tingkat inflasi akan mempengaruhi suku bunga acuan. Sedangkan data ekonomi AS seperti data pengangguran, manufaktur dan sektor jasa akan ditunggu oleh pelaku pasar.

Nico merekomendasikan sold on strength atau jual pada saat naik antara lain saham konsumsi seperti saham PT Unilever Tbk (UNVR), saham PT Indofood Tbk (INDF), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan saham sektor semen seperti PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), saham Holcim Tbk (SMCB), saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan saham sektor alat berat yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR).

“Sektor saham semen dan alat berat memiliki fundamental yang lebih bagus,” ujar Nico. [san/cms]
pada tgl 27 Mei 2005:

^JKSE 5:00AM EDT 2,713.92 Up 17.14 Up 0.64% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 110.00 Up 6.11% 100,773,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 20.00 Up 1.06% 112,036,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 25.00 Down 1.22% 219,877,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,350.00 Up 250.00 Up 3.09% 19,831,000
BNII.JK 4:30AM EDT 275.00 Up 5.00 Up 1.85% 184,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 97.00 0.00 0.00% 472,656,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 440.00 Down 15.00 Down 3.30% 156,827,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,675.00 Up 125.00 Up 4.90% 13,120,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,700.00 Up 225.00 Up 6.47% 67,589,000
MAPI.JK 4:59AM EDT 650.00 0.00 0.00% 35,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 345.00 Up 5.00 Up 1.47%

ihsgw total (11 jenis saham): 2034.27

ihsgw stabil (bbri, indy, adro, elsa): 3343.75
IHSG Akhir Pekan Ditutup Balik Arah
Kamis, 27 Mei 2010 – 16:04 wib
TEXT SIZE :
Ade Hapsari Lestarini – Okezone

Foto: AP
JAKARTA – Tak terduga, indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa berjuang menguat ketika tadi pagi hingga siang diterpa sentimen negatif dari bursa regional dan global. Kendati tipis, performance IHSG akhir pekan ini ditutup sempurna.

IHSG pada penutupan perdagangan Kamis (27/5/2010) menguat tipis 17,14 poin atau 0,64 persen ke 2.713,92. Indeks LQ45 menguat 3,94 poin ke 525,58 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut menguat 3,5 poin ke 431,07.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,02 triliun dengan volume sebanyak 11,23 miliar lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak 87 saham melemah, 133 saham menguat, dan 53 saham jalan di tempat alias stagnan.

Hal ini membuat saham dari berbagai sektor-sektor di dalam negeri pun seluruhnya tercatat menguat dan melemah. Sektor pertambangan memimpin penguatan sebesar 48,07 poin, begitu juga dengan sektor perkebunan yang menguat 14,53 poin.

Sementara sektor konsumer masih tercatat melemah 29,15 poin, sektor manufaktur turun 8,9 poin, serta sektor keuangan naik sebesar 2,23 poin menjadi 344,92.

Saham-saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp1.450 ke Rp41.500, PT Merck Tbk (MERK) menguat Rp1.000 ke Rp70.000, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp1.000 ke Rp17.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp900 ke Rp34.150, dan PT International Nikel Indonesia Tbk (INCO) menguat Rp275 ke Rp3.850.

Sementara saham yang ditutup melemah (top losser), antara lain PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp800 ke Rp90.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.500 menjadi Rp33.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp850 ke Rp14.750, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp600 ke Rp8.300, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp650 menjadi Rp15.150.(ade)
pada tgl 12 Mei 2005:

^JKSE 5:00AM EDT 2,847.62 Up 34.73 Up 1.23% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,125.00 Up 25.00 Up 1.19% 29,349,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,100.00 Up 50.00 Up 2.44% 54,026,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,500.00 Up 75.00 Up 3.09% 138,544,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,350.00 Down 50.00 Down 0.60% 8,151,000
BNII.JK 4:52AM EDT 285.00 0.00 0.00% 457,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 119.00 Up 2.00 Up 1.71% 24,469,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 460.00 0.00 0.00% 30,440,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,750.00 0.00 0.00% 20,784,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 Up 75.00 Up 1.97% 10,522,500
MAPI.JK 4:35AM EDT 670.00 Up 10.00 Up 1.52% 515,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 390.00 Up 5.00 Up 1.30% 15,704,000

ihsgw total 120510 = 23624/11 = 2147.63

ihsgw stabil (adro, indy, elsa, bbri) 120510 = 3415

12/05/2010 – 16:21
Technical Rebound Dukung Bursa
Asteria

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Menyambut libur nasional besok, indeks saham berhasil berakhir di zona hijau. Membaiknya sentimen dan faktor technical rebound menjadi katalis pengangkat bursa.

Pada perdagangan Rabu (12/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 34,731 poin (1,23%%) ke level 2.847,622. Indeks saham unggulan LQ 45 naik 7,844 poin (1,45%) ke level 548,713.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, indeks hari ini berhasil menguat karena faktor technical rebound, menyusul pelemahan bursa pada perdagangan kemarin. Membaiknya bursa regional juga menumbuhkan kepercayaan pasar. “Investor asing pun kembali melakukan pembelian di pasar dalam negeri,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pasar semula mencemaskan imbas negatif dari utang Yunani. Namun, pembukaan bursa saham Eropa, seiring penguatan euro dan naiknya kembali harga komoditas seperti minyak dan batubara, meredam kekhawatiran pasar. “Asing kebanyakan berinvestasi untuk jangka panjang, sehingga sentimen jangka pendek, cenderung diabaikan,” katanya.

Hampir semua sektor menguat, dipimpin sektor konsumsi yang naik 4,1%. Disusul sektor manufaktur dan tambang yang terangkat 2%, industri dasar 1,4%, finansial 1,2%, perkebunan 0,8%, properti 0,7%, infrastruktur 0,2% dan aneka industri 0,04%. Hanya sektor perdagangan yang terpantau melemah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia hanya moderat, dimana volume transaksi tercatat sebanyak 3,687 miliar lembar saham, senilai Rp 3,182 triliun dan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham naik, 72 saham turun dan 74 saham stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) mencapai Rp140 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi beli asing sebesar Rp955 miliar dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp815 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.000 ke Rp 31.400, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 73.000, Bank Mega (MEGA) naik Rp 575 ke Rp 2.875, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.100, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 15.700, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 36.800.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Alfamart (AMRT) turun Rp 190 ke Rp 1.000, First Media (KBLV) turun Rp 50 ke Rp 800, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 7.600, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 8.350, Indosat (ISAT) turun Rp 50 ke Rp 5.550.

Penguatan IHSG didukung kenaikan bursa regional Asia. Indeks komposit Shanghai ditutup menguat tipis 8,14 poin (0,3%) ke level 2.655,71, didukung aksi bargain-hunting di perusahaan pengembang real-estate dan keuangan. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 65,98 poin (0,33%) ke level 20.212,49 dan indeks Strait Times Singapura naik 21,76 poin (0,76%) ke level 2.879,43.

Hanya indeks Kospi di Korsel turun 7.21 poin (0.4%) ke level 1.663,03 di tengah kekhawatiran masalah hutang di Eropa selatan dan potensi pengetatan kebijakan dari China maupun dari Korea Selatan. Demikian juga indeks Nikkei di Jepang yang turun 17,07 poin (0,2%) ke 10.394,03. [mdr]
Saham Pertambangan Kerek IHSG Menguat 1,23%
Rabu, 12 Mei 2010 – 16:17 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,23 persen, dipicu oleh penguatan saham-saham unggulan terutama sektor pertambangan dan konsumer.

Pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (12/5/2010), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 34,731 poin atau 1,23 persen ke posisi 2.847,622. Indeks LQ45 naik 7,844 poin ke 548,713, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 5,361 poin ke 456,758.

Nilai transaksi tercatat Rp3,182 triliun dengan volume sebanyak 3,687 miliar lembar saham. Sebanyak 139 saham terpantau melemah, 72 saham menguat dan 74 saham tidak berubah.

Semua sektor tampak menguat dipimpin sektor pertambangan yang menguat hingga 47,73 poin, sektor perkebunan naik hingga 15,34 poin, sektor konsumer juga menguat 34,33 poin, dan sektor perbankan menguat 3,85 poin. Kendati demikian, saham sektor perdagangan malah turun sebanyak 0,07 poin.

Di Asia, indeks Nikkei melemah hingga 17,07 poin atau 0,16 persen ke 10.394,03. Indeks Hang Seng naik 65,98 poin atau 0,33 persen ke 20.212,49, sementara indeks Straits Times juga menguat 22,66 poin atau 0,79 persen ke 2.880,33.

Sementara saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp3.000 ke Rp31.400, PT Merck Tbk (MERK) naik Rp1.000 ke Rp73.000, PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik Rp575 ke level Rp2.875, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp500 ke Rp15.100.

Saham-saham yang terpantau melemah (top losser), antara lain adalah PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) turun Rp250 ke Rp2.400, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun Rp190 ke Rp1.000, PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) turun Rp100 ke Rp850, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) turun Rp85 ke Rp325 dan PT First Media Tbk (KBLV) turun Rp50 ke Rp800.(css)

Bursa Regional Rebound, IHSG Tambah Kuat
Pembalikan arah bursa Asia mendorong aksi beli investor di pasar domestik.
RABU, 12 MEI 2010, 16:40 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berakhir positif pada akhir transaksi Rabu 12 Mei 2010, setelah kemarin berakhir melemah.

Menurut pengamat pasar modal Gunawan Tjandra, pembalikan arah positif (rebound) bursa regional Asia yang sebelumnya melemah seperti indeks Hang Seng dan Straits Times mendorong pelaku pasar domestik terus melakukan pembelian saham meski menjelang libur Kenaikan Isa Almasih.

“Sepertinya, itu pemicu utamanya,” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Sedangkan tim riset PT Reliance Securities berpendapat, penurunan harga minyak yang berdampak positif terhadap saham-saham industri, perbankan, dan properti turut memicu bertahannya penguatan IHSG.

Selain itu, penurunan harga minyak akan berpengaruh terhadap melambatnya laju kenaikan inflasi tahun ini.

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini terangkat 34,73 poin atau 1,23 persen ke level 2.847,62. Penguatan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang naik 10,14 poin (0,36 persen) di posisi 2.823,03

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,18 triliun dan volume tercatat 7,37 juta lot, dengan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham menguat, 72 melemah, 74 ditutup stagnan, serta sebanyak 218 sedang tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham Rp 836,51 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 661,84 miliar.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini juga sebagian besar bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 65,98 poin atau 0,33 persen menjadi 20.212,49, KLSE Composite naik 3,38 poin (0,25 persen) ke level 1.344,10, dan Straits Times menguat 22,66 poin atau 0,79 persen di posisi 2.880,33.

Di Bursa Efek Indonesia, saham papan atas (blue chips) yang mengontribusi penguatan IHSG di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terangkat Rp 3.000 atau 10,56 persen ke level Rp 31.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat Rp 500 (3,42 persen) menjadi Rp 15.100, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 300 atau 1,40 persen di posisi 21.700.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.092/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.122/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.115/US$. Pada perdagangan Selasa, 11 Mei 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.073/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

 

setelah sepekan SENGSARA, nikmat itu TRANSPARAN: 100510 10 Mei 2010

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 7:25 am

… pagi ini (10 Mei 2010) sydney morning herald di oz memberitakan lewat catatan pagi 10 Mei 2010, bahwa telah terjadi kenaikan pada indeks saham oz (All Ordinaries)  sekira 1,1% … walau pun bwat investor oz maseh ada masalah dengan pajak 40% bwat pertambangan, tapi investor tampaknya GEMES liat KESATUAN masyarakat ekonomi eropa yang MENGGELONTORKAN $645 Milyar bwat MENYAPU BERSIH SPEKULATOR YANG NEKAD MENYAPU BERSIH EURO, sang mata uang tunggal eropa … well, liat aja apakah Nikkei juga ikutan, lalu STI, kemudian lain2nya, termasuk juga akhirnya IHSG, sang pedoman investasi di Jakarta pada pagi yang cerah setelah hujan mengguyur tadi malam 🙂
… UPDATED NEWS: besaran bail-out euro adalah US$ 962 B … kira2 1/14 total ekonomi eurozone …
… beneran khan, ihsg ikutan:
10/05/2010 – 16:09
Luar Biasa! IHSG Naik 4% ke 2.850,43

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (10/5) ditutup naik 111.1 poin (4,06%) ke level 2.850,43 karena sentimen positif bantuan Eropa untuk Yunani.

Penguatan saham siang ini dipicu naiknya 214 saham. Sementara saham 36 emiten masih turun. Sementara 45 saham masih terpantau stagnan.

Untuk volume perdagangan mencapai 6,2 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp5,7 triliun dengan Indeks saham JII naik 21,6 poin ke level 456,47, indeks saham LQ45 juga naik 24 poin ke level 549,42.

Adapun saham-saham yang naik adalah Astra International (ASII) naik Rp2.400 ke Rp42.600, Indo Tambaraya Megah (ITMG) naik Rp1.850 ke Rp35.150, United Tractors (UNTR) naik Rp1.700 ke Rp18.650, Indocement Tunggal Prakasa INTP) naik Rp1.850 ke Rp15.850, Tambang batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp700 ke Rp17.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp600 ke Rp20.800.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Merck (MERK) turun Rp2.500 ke Rp72.000, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun Rp200 ke Rp7.200, Inovisi Infracom (INVS) turun Rp80 ke Rp1.050. [hid]
May 10, 2010
European Aid Plan Propels U.S. and Global Markets
By CHRISTINE HAUSER and DAVID JOLLY
At least for one day, traders in the United States and around the globe were happy with the events surrounding the European debt crisis.

Major indexes closed at least 4 percent higher, the increase coming after European leaders and major central banks announced an array of emergency lending measures aimed at easing the sovereign debt crisis.

“There is this collective sigh of relief,” said Alan Gayle, the senior investment strategist for RidgeWorth Capital Management. “There is a clear rally going on in the financials. A lot of the credit risk has been relieved.”

A nearly $1 trillion financial support package from the European Union and the International Monetary Fund came just ahead of a pledge by the European Central Bank to intervene in the bond markets.

For traders, it was a time to reset portfolios and absorb the new measures. Market strategists held conference calls with institutional investors, investment analysts lined up meetings, the financial sector rallied and market indexes jumped.

But the market is still smarting from the memory of weeks of bad news about the debt crisis, and some investors waited on the sidelines, aware that there were still underlying problems.

“The mood is incredibly positive,” said Marc Harris, co-head of global research at RBC Capital Markets. “The agreement basically covers what could potentially be European debt payments for the next couple of the years. But at least for the moment it puts aside any concerns.”

At the close, the Dow Jones industrial average was up 404.71 points, or 4 percent, to 10,785.14. That was the Dow’s biggest gain since March 2009. The broader Standard & Poor’s 500 stock index rose 4.4 percent or 48.85 points, to 1,159.73, and the technology-heavy Nasdaq rose 4.81 percent or 109.03 points, to 2.374.67.

European shares also jumped. The Euro Stoxx 50 index, a barometer of euro zone blue chips, rose 10.35 percent, while the FTSE 100 index in London rose 5.16 percent. The CAC-40 in Paris rose 9.66 percent and the DAX in Frankfurt 5.3 percent.

Wall Street’s rally was across the board, led by the technology and industrial sectors. Citigroup gained 4.75 percent, Bank of America rose 6.5 percent and JPMorgan Chase 2.6 percent.

That, however, paled against European banks. In France, Société Générale soared 24 percent and Crédit Agricole rose 18.25 percent; Germany’s largest bank, Deutsche Bank, gained 10.2 percent.

In the technology sector, Apple rose 7.4 percent, Google 5.86 percent and Cisco, 8.87 percent.

Caterpillar rose 6.7 percent.

Traders were anticipating the jump when they “hit their desks” this morning, with bonds trading off and stocks gaining, said Tom di Galoma, United States head of fixed income rates trading at Guggenheim Partners.

“I would say that the reaction has been one of unwinding trades as the weekend news hit,” Mr. di Galoma said. “We are seeing a tremendous amount of money leave the bond market for stocks.”

As traders returned to riskier investments, gold and bond prices fell, though bond yields rose Crude oil rose $1.69, to $76.80 a barrel.

The move also took the pressure off the euro, which bounced back from 14-month lows. The 16-nation currency jumped above the $1.30 barrier for the first time in a week before settling back to $1.2784 in afternoon trading in New York.

While analysts welcomed the European measures, they retained a critical view Bruce McCain, the chief investment strategist for Key Private Bank, said the moves “lengthened the fuse on the bomb, “ but added that “the fuse is still burning, unfortunately.”

Mr. McCain said the Europeans have bought some time with the measures, allowing investors an opportunity to see what the longer term effects of the economic growth rate. “But they really haven’t solved the solvency issue,” Mr. McCain said.

But the move allows investors to focus more on company reports and fundamentals again, like the good employment figures that were largely brushed aside last week, said Howard Ward, the chief investment officer of the GAMCO Growth Fund.

Asian markets also rose. In Tokyo, the benchmark Nikkei 225 stock average rose 1.6 percent, while the Sydney market barometer S&P/ASX 200 rose 2.7 percent. In China, Hong Kong’s Hang Seng index gained 2.5 percent, and the Shanghai composite index added 0.4 percent.

The Bank of Japan also said after an emergency board meeting on Monday that it was prepared to pump 2 trillion yen, or $21.6 billion, into financial markets for the second time since Friday in a bid to avert a credit crunch.

In another sign that investors were more comfortable taking on new risk, the dollar rose against its Japanese counterpart, shooting up to 93.40 yen from 91.58 yen. The British pound also gained, rising to $1.5043 from $1.4804, despite continuing jockeying to form a new government following an election last week that produced no clear winner.

Greek bonds, which had taken a steady beating over recent months, soared. The yield on the Greek government’s benchmark 10-year bond, which moves in the opposite direction of the price, slid 5 percentage points to 7.4 percent.

The huge size of the lending facilities for troubled European nations — worth 750 billion euros, or nearly $1 trillion — was bigger than the markets had expected, while the European Central Bank’s pledge to step into the bond markets if needed also represented a large step forward, said Glenn Maguire, chief Asia-Pacific economist at Société Générale in Hong Kong.

“This has shown that Europe does have the ability to move quickly and resolutely, which has been a worry in the past,” he said.

Bettina Wassener, Jack Ewing and Hiroko Tabuchi contributed reporting.

Senin, 10 Mei 2010 | 14:40

DAMPAK KRISIS YUNANI

Asia Tidak Kebal Terhadap Krisis Eropa

JAKARTA. Asia tidak kebal terhadap krisis di Eropa karena gejolak yang bersumber di Yunani itu akan membuat bank-bank di wilayah Eropa untuk lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit, yang dapat menurunkan nilai ekspor impor.

Joseph Lau, ekonom Credit Suisse di Hong Kong, dalam wawancaranya kepada Bloomberg hari ini mengatakan, wilayah Asia tetap memiliki resiko dampak krisis Eropa, bahkan setelah pembuat kebijakan Eropa meluncurkan paket pinjaman belum pernah terjadi sebelumnya sebesar hampir $ 1 triliun dan program pembelian obligasi.

“Kami melihat risiko utama untuk regional Asia sebagian berasal dari efek tidak langsung seperti pelarian modal, dan jatuhnya permintaan impor dari pasar negara maju,” tulis Lau.

Sebab itu, Lau mengingatkan agar pemerintah di kawasan Asia masih harus berada dalam posisi untuk memberikan dukungan fiskal lebih lanjut jika terjadi gelombang kedua ketidakstabilan keuangan atau double-dip resesi.

Yohan Rubiyantoro
kontan
Sesi II, Pemodal Masih Mengacu Regional
Aksi beli saham unggulan di sektor bank, grup Astra dan Bakrie bisa memicu penguatan IHSG.
SENIN, 10 MEI 2010, 12:33 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bertahan di area positif hingga berakhirnya transaksi sesi I, Senin 10 Mei 2010.

Menurut analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto, pergerakan positif bursa regional Eropa maupun Asia menjadi pemicu terus membaiknya IHSG di akhir sesi pertama dari keterpurukan.

“Semua itu terkait rencana penyelamatan Yunani oleh Uni Eropa,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, awal pekan ini.

Dia mengakui, potensi pembalikan arah positif pada Dow Jones yang saat ini memasuki area jenuh jual (oversold) dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mendorong pergerakan positif IHSG.

Ikhsan memperkirakan, IHSG pada sesi II masih mengacu pada sentimen bursa regional Eropa maupun Asia, yang bisa mempengaruhi laju mata uang global. “Tapi, aksi pemburuan pemodal terhadap saham blue chips (unggulan) di sektor bank, grup Astra, dan Bakrie bisa mempertahankan penguatan indeks,” ujarnya.

IHSG pada akhir sesi I Senin terangkat 58,67 poin atau 2,14 persen ke level 2.798,01 dari awal transaksi pagi yang menguat 35,81 poin (1,31 persen) di posisi 2.775,14.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,38 triliun dan volume tercatat 5,86 juta lot, dengan frekuensi 60.436 kali. Sebanyak 167 saham menguat, 48 melemah, 44 stagnan, serta 241 saham tidak terjadi transaksi.

Sementara itu, bursa Asia saat IHSG sesi pertama ditutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 267,30 poin atau 1,34 persen menjadi 20.187,59, Nikkei 225 naik 135,48 poin (1,31 persen) ke level 10.500,07, dan Straits Times menguat 11,36 poin (0,40 persen) di posisi 2.832,42.

Di BEI, saham unggulan yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) yang terangkat Rp 1.000 atau 2,48 persen ke level Rp 41.200 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp 850 (5,01 persen) di posisi Rp 17.800.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.105/US$. Sedangkan data RTI menunjukkan mata uang lokal tersebut berada di level 9.095/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
10/05/2010 – 12:14
Linda Gumelar Minta Perempuan RI Bisa Aktif di Pasar Modal
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Untuk meningkatkan peran perempuan berinvestasi di pasar modal diperlukan pemahaman investasi pasar modal khususnya perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Linda Gumelar menuturkan, perempuan dapat turut aktif dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia. “Dengan meningkatnya jumlah perempuan bekerja, membuat dunia investasi perlu dipahami oleh perempuan. Padahal Ibu sebagai manajer keuangan di rumah tangga masih banyak yang tidak mengerti investasi di pasar modal,” ujar Linda pada acara diskusi ‘Perempuan dan Kemandirian Finansial’ di Jakarta, Senin (10/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, pemahaman investasi di pasar modal tersebut menjadi penting khususnya oleh perempuan untuk mengetahui risiko. Dengan pemahaman perempuan dalam berinvestasi di pasar modal membuat orang Indonesia membeli saham dan menjadi tuan rumah di Indonesia.

“Peningkatan pemahaman investasi sangat penting khususnya oleh perempuan. Perlu mempelajari dan menganalisis emiten untuk mengurangi resiko saham yang dibelinya,” kata Linda.

Sementara Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Friederica Widyasari Dewi mengatakan, perempuan menjadi salah satu manajer keuangan dalam rumah tangga. Diharapkan peran perempuan dalam investasi sangat besar. Friederica menuturkan dibandingkan negara lain, perempuan Indonesia berinvestasi di Indonesia masih sangat kecil. “Perempuan di Malaysia dan Korea berinvestasi di pasar modal masih lebih besar dibandingkan di Indonesia,” ujar Friederica pada acara diskusi ‘Perempuan dan Kemandirian Finansial’, Senin (10/5).

Program acara diskusi Perempuan dan Kemandirian Finansial sebagai salah satu kegiatan untuk sosialisasi dan edukasi pasar modal oleh BEI. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh solidaritas isteri Kabinet Indonesia Bersaru, jajaran kementerian negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI, komunitas Femina dan asosiasi perempuan lainnya. [mel/cms]
10/05/2010 – 08:59
Akhirnya, Bursa Asia Dibuka Menguat
Susan Silaban

INILAH.COM, Tokyo – Bursa saham Asia menguat untuk pertama kalinya dalam satu minggu lalu dihujani spekulasi dana pinjaman darurat untuk jaminan utang negara-negara di luar Eropa yang diperkirakan akan mengerus.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,6 persen menjadi 119,07 pada 09:49 di Tokyo, namun lebih dari dua kali sebagai banyak saham maju menurun. Enam kelompok pengukur’s 10 industri naik. Futures pada 500 Standard & Poor’s Index diperoleh 2,1 persen.

Menteri keuangan Uni Eropa bergerak ke arah kesepakatan untuk membuat €440 miliar ($ 570 miliar) yang tersedia bagi pinjaman darurat dengan 60 miliar € lebih dari anggaran Uni Eropa, menurut tiga pejabat dalam pembicaraan di Brussels. Tambahan, jumlah yang tidak ditentukan mungkin berasal dari Dana Moneter Internasional, para pejabat mengatakan.

The Nikkei 225 Stock Average naik 0,7 persen, Korea Selatan Kospi meningkat 1,1 persen dan Australia’s S & P / ASX 200 Index menambahkan 1,3 persen. S & P 500 jatuh 1,5 persen pada 7 Mei setelah kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa memburuk memicu terjun yang merusak kepercayaan dalam mekanisme perdagangan keuangan.

Tingkat pengangguran di AS tanpa diduga naik menjadi 9,9 persen bulan lalu dari 9,7 persen. Hal ini diproyeksikan untuk menyelenggarakan 9,7 persen. Payrolls di AS meningkat pada bulan April oleh yang paling dalam empat tahun, lebih dari perkiraan media ekonom yang disurvei Bloomberg News, setelah revisi kenaikan 230.000 di bulan Maret.

Linda Gumelar: Pasar Modal Pilihan Investasi
Dengan berinvestasi di pasar modal, keuangan keluarga terkelola dengan baik.
SENIN, 10 MEI 2010, 11:15 WIB
Arinto Tri Wibowo, Purborini

Linda Agum Gumelar (Antara/ Widodo S Jusuf)
BERITA TERKAIT
Bapepam Cemas Kenaikan Tinggi IHSG
Analis: IHSG Anjlok Karena Sentimen Regional
IHSG Menjulang, Bursa Belum Revisi Target
Semester I, Kapitalisasi Bursa Rp 2.500 T
BEI Raih Laba Rp 343,5 Miliar
Web Tools

VIVAnews – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amelia Sari Gumelar mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk mengelola sebagian keuangan rumah tangga di pasar modal.

“Ibu rumah tangga adalah manajer keuangan keluarga. Dengan berinvestasi di pasar modal, keuangan keluarga terkelola dengan baik,” kata Linda dalam pembukaan sosialisasi pasar modal bertajuk ‘Perempuan dan Kemandirian Finansial’ di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 10 Mei 2010.

Dia mengatakan, dengan berinvestasi, ibu rumah tangga dapat mendidik perempuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

“Perempuan bisa mengambil keputusan dengan cepat, ini akan membantu dalam menjalankan rumah tangga,” ujar Linda.

Linda menambahkan, kemampuan mengambil keputusan dengan cepat itu juga akan membuat anak-anak menjadi produktif.

“Anak-anak tidak menjadi konsumtif dengan melihat ibunya yang mengatur keuangan keluarga dengan teratur,” kata Linda.

Menteri juga mengatakan, masuknya perempuan terutama ibu rumah tangga ke pasar modal dapat meningkatkan perekonomian negara.

“Suatu negara dapat dikatakan maju dengan tingkat entrepreneurship yang mencapai dua persen,” kata dia. Saat ini, menurut dia, Indonesia baru sebesar 0,8 persen.

Tapi Linda mengingatkan jangan sembarang melakukan investasi. “Banyak perempuan yang tidak mengerti, maka gunakan jalur yang pasti,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi
mengatakan ibu rumah tangga merupakan calon investor yang potensial.

BEI meyakini, dengan menjaring ibu rumah tangga dapat meningkatkan
investor lokal. BEI tahun ini fokus memperbanyak investor lokal guna
meningkatkan likuiditas pasar modal. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Senin, 10/05/2010 07:20 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Menapak Hati-hati
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami guncangan yang sangat besar. IHSG bahkan akhirnya harus menutup pekan di bawah level psikologis 2.800.

Kejatuhan bursa-bursa utama dunia, plus ‘kejutan’ dari pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menkeu cukup kuat menyeret IHSG terus menerus tertekan di teritori negatif. IHSG bahkan tak pernah berakhir di teritori positif sepanjang pekan lalu.

“IHSG pada penutupan Jumat lalu kembali melemah melanjutkan penurunan besar yang terjadi sehari sebelumnya. Tercatat 3 hari perdagangan berturut-turut, investor asing melakukan net selling besar-besaran,” jelas Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas.

Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari krisis Yunani yang dikhawatirkan merambat ke negara lain seperti Portugal, Spanyol, dan Italia. Selain itu berita mundurnya Sri Mulyani pada pekan lalu menjadi berita terpanas dan secara langsung berpengaruh terhadap pasar finansial.

“Nilai tukar Rupiah melemah, imbal hasil obligasi dan CDS bergerak naik merefleksikan meningkatnya resiko Indonesia dimata investor asing,” jelasnya.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (3/5/2010), IHSG turun 10,357 poin (0,34%) ke level 2.960,895.
Selasa (4/5/2010), IHSG melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015.
Rabu (5/5/2010), IHSG merosot 112,776 poin (3,81%) ke level 2.846,239.
Kamis (6/5/2010), IHSG turun 35,623 poin (1,25%) ke level 2.810,616.
Jumat (7/5/2010), IHSG anjlok 71,283 poin (2,53%) ke level 2.739,333.

Sentimen negatif masih menaungi bursa Indonesia yakni dari berlanjutnya pelemahan di Wall Street. Namun sebagian bursa regional yang sudah pulih membuat IHSG akan mulai melakukan perlawanan. IHSG pada perdagangan Senin (10/5/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Investor akan terus mencermati gerak bursa regional lain, termasuk data PDB yang akan dirilis Badan Pusat Statistik hari ini. Investor juga akan mencermati perkembangan dari pemilihan menteri keuangan baru.

Bursa Wall Street akhir pekan lalu masih bergerak melemah, seiring berlanjutnya sentimen negatif dari krisis utang Yunani. Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 139,89 poin (1,33%) ke level 10.380,43. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 17,27 poin (1,53%) ke level 1.110,88 dan Nasdaq merosot 54 poin (2,33%) ke level 2.265,64.

Namun Bursa Tokyo sudah mulai pulih. Pada perdagangan Senin, indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 34,46 poin (0,33%) ke level 10.399,05. Pasar finansial Asia juga mulai stabil setelah IMF menyepakati pinjaman 30 miliar euro untuk Yunani.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Awal pekan ini kami melihat indeks masih akan melanjutkan penurunannya. Belum ada sinyal akan terjadinya pembalikan arah seiring belum adanya sentimen positif baik dari eksternal maupun internal dalam negeri. Meski demikian, kami juga melihat peluang untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham bluechip. Faktor sentimen seperti mundurnya Menkeu, diyakini hanya sementara. Disisi lain perlu diingat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik dan stabil. Kami proyeksikan kisaran support-resistance 2.702-2.780.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini akan memasuki fase penentuan, apakah mampu bertahan diatas level 2,700 atau tidak. Strong support IHSG jangka panjang akan diuji pada level 2,696.05 dengan batas toleransi koreksi ke level 2,677.41. Dan jika level ini tidak dapat dipertahankan maka IHSG berpotensi ke seperti 2,619.12

Namun jika kita perhatikan lebih lanjut pada pada indikator MACD DEMA Optimized, IHSG saat ini makin mendekati support trendline pada indikator seiring dengan daily risk saat ini sekitar level 28.81 % serta adanya kemungkinan DJIA akan segera mengakhiri negative divergence-nya .

Dan jika mampu bottom reversal maka resistance terdekat sekitar level Q (2,771.89) yang sekaligus indikator MACD DEMA cenderung untuk golden cross.

Beberapa saham pilihan hari ini adalah :

BBCA (4,925) ; S : 4,650, R : 5,250 , Buy on Weakness
BMRI (5,150) ; S : 4,900, R : 5,300, Buy on Weakness
INCO (4,225) ; S : 3,850, R : 4,850, Buy on Weaknes
LSIP (8,700) ; S : 8,500, R : 9,150, Buy on Weakness
PGAS (3,800) ; S : 3,600, R : 4,100. Buy on Weakness.

eTrading Securities:

Pada perdagangan minggu lalu IHSG sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi di 2996 yang juga merupakan level resistance trendline dan pada minggu lalu juga terdapat beberapa yang membawa IHSG dalam koreksi seperti potensi diturunkannya peringkat hutang portugal, krisis yunani dan juga koreksi hebat yang terjadi di dow jones yang menyebabkan terjadinya koreksi hingga mencapai 991 point sebelum akhirnya ditutup pada saat melemah 347.8 point. Pada minggu ini IHSG berada pada support 1 pada level 2689 dan support 2 pada 2643. Jika kita lihat dari stochastic yang masih dalam trend menurun dan belum menunjukan reversal dan dari RSI yang telah meninggalkan area bullish dan memasuki area bearish walaupun belum berada di area oversold, maka IHSG pada hari ini berada pada kisaran 2689 – 2776.

(qom/qom)
Exclusive: Waddell is mystery trader in market plunge

1:34am EDT
By Herbert Lash and Jonathan Spicer
NEW YORK (Reuters) – A big mystery seller of futures contracts during the market meltdown last week was not a hedge fund or a high-frequency trader as many have suspected, but money manager Waddell & Reed Financial Inc, according to a document obtained by Reuters.
Waddell on May 6 sold a large order of e-mini contracts during a 20-minute span in which U.S. equities markets plunged, briefly wiping out nearly $1 trillion in market capital, the internal document from Chicago Mercantile Exchange parent CME Group Inc said.
The e-minis are one of the most liquid futures contracts in the world, providing holders exposure to the benchmark Standard & Poor’s 500 Index. The contracts can act as a directional indicator for the underlying stock index.
Regulators and exchange officials quickly focused on Waddell’s sale of 75,000 e-mini contracts, which the document said “superficially appeared to be anomalous activity.”
More than a week after the incident, it was still not clear what impact the unusual trading in the futures contracts had on the broader meltdown in the stock market.
Waddell manages the $22.1 billion Ivy Asset Strategy fund, which is well-known for hedging with equity index futures when manager Mike Avery, who is also chief investment officer at the company, feels uneasy about the market.
The Asset Strategy fund has dropped 2.76 percent this quarter, compared with a 0.80 percent decline in the S&P 500, data from Lipper Inc, a unit of Thomson Reuters Corp show.
Gary Gensler, chairman of the U.S. Commodity Futures Trading Commission, said in congressional testimony on Tuesday that it had found one sale that was responsible for about 9 percent of the volume in e-minis during the sell-off in the U.S. markets.
Gensler said there was no suggestion that the trader, whom he did not identify, did anything wrong in only entering orders to sell. Gensler said data showed that the trades appeared to be part of a bona fide hedging strategy.
WADDELL SAYS WAS HURT TOO
It is unclear what impact the trading in the e-minis had on stock prices during the plunge, but regulators have scrutinized futures trading because the sharp decline in that market preceded the dive in the broader U.S. equities market.
The document said that during the sell-off and subsequent rally, other active traders in e-minis included Jump Trading, Goldman Sachs Group Inc, Interactive Brokers Group Inc, JPMorgan Chase & Co and Citadel Group.
During the 20-minute period, 842,514 contracts in e-minis were traded. The CME document did not provide a break-out of Waddell’s trading during that crucial time, but said from 2 p.m. EDT (1800 GMT) to 3 p.m. it traded 75,000 contracts.
Overland Park, Kansas-based Waddell declined to return calls seeking comment. But in a statement, the company said: “Like many market participants, Waddell & Reed was affected negatively by the market activity of May 6.”
Waddell said in its statement that it often uses futures trading to “protect fund investors from downside risk,” and on May 6 it executed several trading strategies including the use of index futures contracts as part of normal operations.
The notional value of the contracts sold by Waddell was $4.2 billion, according to document. How much Waddell paid for the contracts was not stated, but typically the cost would be far less than their notional value.
The company, which advises and distributes the Ivy Funds, has made a name with good results from its family of mutual funds.
Waddell’s shares fell after the Reuters report, and closed down 5.3 percent at $32.25. Volume was 1.28 million shares, more than triple the daily average this year.
Analyst Jason Weyeneth of New York brokerage Sterne Agee said he had not learned anything on Friday to lead him to change his “neutral” rating on Waddell stock.
The CFTC declined to comment.
A CME spokesman, who declined to comment on the document, said the Chicago-based futures exchange operator never discusses customer activity.
“We found no evidence of improper trading activity or erroneous trades by CME Globex customers,” said CME spokesman Allan Schoenberg.
Trading in e-minis takes place entirely on the CME’s Globex exchange. Hedge funds and high-speed trading firms often use the e-mini in an arbitrage strategy that seeks to capture the change in prices between the futures contract and the S&P 500.
Waddell’s contracts were executed at Barclays Plc’sBarclays Capital and later given up to Morgan Stanley, according to the document.
CME said it spoke to representatives from both banks on May 6 and planned to speak to Waddell representatives the following day. The firm oversaw $74.2 billion in assets as of March 31.
Morgan Stanley told CME that it did not have concerns regarding Waddell’s activity because it “would typically use equity index futures to hedge macro market risk associated with the substantial long exposure of its clients,” the document said.
‘QUITE A SHOCK TO THE MARKET’
Gensler said the contracts were sold between 2:32 p.m. and 2:51 p.m., the height of the meltdown.
The market for e-minis on May 6 fell more than 5 percent in a little more than 5 minutes starting at 2:40 p.m. — the height of the crash, the document said. The e-minis began to recover before stock prices turned higher.
An order the size of the Waddell contract would be a big trade to execute on a normal day, said a trader whose firm is active in the S&P 500 futures market. About 50,000 contracts are typically traded in an hour, the trader said.
“To get rid of 75,000 contracts, that’s a lot of trading even if the market is healthy,” the trader said. “But when suddenly the market changes and there’s not as many bids there to trade with, 75,000 is going to cause quite a shock to the market.
“That’s an enormous position for anybody, whether it’s a hedge or whether it’s a trade. It’s a big position, no doubt about it,” the trader said.
(Additional reporting by Matthew Goldstein, Ross Kerber and Aaron Pressman; Editing by Gary Hill).

 

EU ngerem KRISIS EURO … 210510 8 Mei 2010

Filed under: GREAT depression — bumi2009fans @ 8:59 am

Chart forEUR/USD (EURUSD=X)
What the naked short-selling ban means
Revealing why the German government has stopped naked short-selling of shares and credit default swaps

Germany has banned the “naked” short-selling of eurozone government bonds, their credit default swaps (CDS) and the shares of the country’s 10 biggest financial institutions.

Why have the German authorities taken this step?

BaFin, the German financial regulator, wants to crack down on the speculators it blames for destabilising financial markets and making the Greek debt crisis worse. The watchdog said that large-scale short-selling could have “endangered the stability of the entire financial system”.

What is short-selling?

Short-selling is selling borrowed shares in the hope their price will fall and that they can be bought back at a profit later on. In 2008 the British watchdog the Financial Services Authority (FSA) rushed in emergency rules to ban the short-selling of UK bank shares after a collapse in the HBOS share price was – wrongly as it turned out – blamed on the practice.

So what is “naked” short-selling?

The same as short-selling but without borrowing the shares first, or by just getting the nod to do so if necessary. When the seller does not obtain the shares in the required time, the result is known as a “fail to deliver”. However, the transaction generally remains open until the seller or seller’s broker can fill the order.

What is new about the ban?

The short-selling of shares of financial institutions is already banned in France but Germany is the first to extend the moratorium to eurozone government bonds and related CDSs.

Remind me what a CDS is?

Credit default swaps are insurance against defaults on corporate and government bonds.

How long will the German ban last?

It took effect from midnight on Tuesday and lasts until 31 March 2011.

Will it work?

It is not clear how Germany will be able to police the ban as the debt and CDS markets cross national borders, with most European trade in CDSs done in London. The FSA says the ban will not apply to branches of German institutions based here.

What was the reaction from investors?

World stock markets fell sharply and the news also hit the already fragile euro. Traders called the ban “draconian”, arguing that it was an attempt to buy time and take the heat off the EU economies in the wake of the Greek financial crisis.
Kamis, 20/05/2010 16:09 WIB
Asing Lepas Saham Rp 929 Miliar, IHSG Terhempas 35 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya anjlok 35 poin dan ditutup di bawah level 2.700 lantaran adanya aksi jual asing mencapai Rp 929 miliar. Rebound indeks-indeks Eropa dinilai masih rapuh.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.730,288 dan langsung menguat cukup tinggi ke level 2.763,881, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.729,484.

Pergerakan IHSG hari ini cukup fluktuatif. Setelah menguat cukup tinggi di awal perdagangan, IHSG kemudian berbalik arah ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.660,119, anjlok 69 poin. Penurunan ini terjadi secara bersamaan pada bursa-bursa regional Asia.

Pelemahan mata uang Euro terhadap dolar AS tadi pagi, membuat investor global memutuskan menarik dananya guna mengantisipasi kemungkinan koreksi berlanjut pada indeks Eropa. Untungnya, indeks-indeks Eropa dibuka menguat cukup tinggi seiring dengan terjadinya perburuan saham-saham sektor perbankan Eropa.

Sentimen positif ini sempat membuat koreksi IHSG mengikis. Namun kelihatannya, penguatan bursa-bursa Eropa masih rapuh dan mulai mengendur.

Akibatnya, indeks-indeks di Asia kembali didera tekanan jual, termasuk IHSG yang langsung melorot kembali mendekati 1,5%. Seluruh indeks saham sektoral terkoreksi cukup tajam antara 1-2% lantaran saham-saham unggulan tak mampu mengangkat harga.

Tekanan jual dipicu oleh aksi jual massif investor-investor asing yang membuat investor domestik ikutan melakukan aksi jual guna menghindari kerugian yang lebih besar.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,942 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,013 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 929,041 miliar.

Tekanan jual terutama dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 457 miliar.

Pada perdagangan Kamis (20/5/2010), IHSG ditutup anjlok 35,235 poin (1,29%) ke level 2.694,249. Indeks LQ 45 juga turun 7,739 poin (1,47%) ke level 516,731.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 139.794 kali pada volume 5,534 miliar lembar saham senilai Rp 4,872 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 171 saham turun dan 54 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya melemah
Indeks Shanghai turun 31,87 poin (1,23%) ke level 2.555,94.
Indeks Hang Seng turun tipis 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
Indeks Nikkei 225 turun 156,53 poin (1,54%) ke level 10.030,31.
Indeks Strait Times turun 22,91 poin (0,83%) ke level 2.751,63.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 500 ke Rp 31.300, Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 2.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 200 ke Rp 13.100, Smart (SMAR) naik Rp 125 ke Rp 3.325.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 70.000, Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 38.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 800 ke Rp 18.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 34.100, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 14.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 16.550. (dro/qom)
IHSG Melorot 1,29 Persen
Kamis, 20 Mei 2010 | 16:27 WIB

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com – Kompak dengan bursa regional lainnya, IHSG pada Kamis, (20/5/2010) ditutup melemah 1,29 persen atau 35,23 poin pada level 2.694,249.
Saham-saham yang menyeret laju indeks ke bawah di antaranya, Bumi Resources (BUMI) 2,20 persen turun ke Rp 2.225, Astra Internasional (ASII) turun 2,90 persen ke Rp 38.450, BAnk Mandiri (BMRI) turun 0,95 persen ke Rp 5.200, Adarao (ADRO) turun 1,54 persen ke Rp 1.920, dan United Tractor (UNTR) turun 2,94 persen ke Rp 16.500.

Sementara itu, saham-saham yang masih memberi daya bagi laju IHSG adalah Gudang Garam (GGRM) yang naik 1,62 persen ke Rp 31.300, Bank Mega (MEGA) lompat 19,05 persen ke 2.500, Smart (SMAR) naik 3,91 persen ke Rp 3.325, RAJA naik 16 persen ke Rp 870, PT Telekomunikasi (TLKM) naik 0,66 persen ke Rp 7.600, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 0,62 persen ke 8.150.

Volume transaksi hari meningkat dibandingkan kemarin dengan total saham yang beredar mencapai 5,534 miliar saham dengan total transaksi senilai Rp 4,872 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 155 saham turun, dan 28 saham lainnya tetap.
Bursa regional Asia yang mengalami penurunan di antaranya Indeks Nikkei 225 yang merosot 1,54 persen ke level 10.030,31. Hang Seng Indeks turun 0,17 persen ke 19.545,83, dan Strait Times 0,81 persen 2752,12. (Astri Karina Bangun/Kontan)
20/05/2010 – 09:37
Agus Jadi Menkeu, IHSG Naik 6,82 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (20/5) pagi langsung naik 6,82 poin (0,25%) ke level 2.736,3.

Kenaikan indeks ini didukung kenaikan 32 saham, sedang hanya 3 saham yang turun dan 13 saham stagtan.

Volume perdagangan memang masih relatif sepi sebanyak 9,03 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp26,04 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 1,68 poin ke level 526,15, sedang JII naik 1,66 poin ke level 432,58.

Saham-sasham yang naik antara lain AALI naik 1,01% ke harga Rp19.900, ADRO naik 2,05% ke harga Rp1.990, ANTM naik 1% ke harga Rp2.000, ASII naik 1,13% ke Rp40.050. [cms]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot tajam. Investor melepas saham-saham di tengah bursa regional yang berjatuhan setelah Jerman mengeluarkan larangan naked short selling.
Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), IHSG jatuh jatuh 104,702 poin (3,69%) ke level 2.729,48. Indeks LQ 45 turun 22,524 poin (4,12%) ke level 524,470.
Pelemahan bursa-bursa global masih akan menghantui pergerakan IHSG pada Kamis (20/5/2010) ini. Namun investor juga merasa pelemahan IHSG kemarin sudah terlalu dalam.
Apalagi ada sentimen positif setelah kemarin Presiden SBY mengumumkan penunjukan Agus Martowardojo sebagai menteri keuangan dan Anny Ratnawati sebagai Wakil Menkeu. Duet Agus-Anny dinilai cukup bisa diterima pasar.
“Ini merupakan paket yang baik. Agus Martowardoyo sangat mengerti sektor mikro ekonomi dan perbankan walaupun memang dari sisi makro ekonomi dan fiskal mungkin tidak terlalu kuat,” ujar Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa.
Bursa Wall Street kemarin masih melemah merespons keputusan Jerman yang secara spesifik melarang perdagangan sejumlah saham dan obligasi. Langkah Jerman itu langsung memicu ketidakpastian di pasar dan kewaspadaan investor.
Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 66,58 poin (0,63%) ke level 10.444,37. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 5,75 poin (0,51%) ke level 1.115,05 dan Nasdaq melemah 18,89 poin (0,82%) ke level 2.298,37.
Bursa Tokyo juga masih mengalami koreksi meski tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 58,79 poin (0,57%) ke level 10.118,05.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
OSK Nusadana Securities Indonesia:
Setelah terkoreksi cukup tajam pada perdagangan kemarin IHSG hari ini diperkirakan konsolidasi cenderung naik dengan menguji level resistance di 2,790.290, sementara support diperkirakan sekitar 2,759.56
Daily risk saat ini sekitar level 25.53 % sehigga secara teknikal IHSG cukup kondusif untuk naik. Lebih lanjut indikator MACD Optimized yang belum sempat golden cross kemarin,  memberi peluang untuk bottom reversal di support trendline.
Pada indikator W%R Optimized  juga terlihat potensi koreksi IHSG yang makin terbatas.
Panin Sekuritas:
IHSG anjlok -3,7% pada perdagangan kemarin didorong oleh melemahnya bursa regional. Kami melihat dalam beberapa waktu mendatang indeks masih akan tertekan oleh pengaruh dari krisis hutang Eropa. Sebagai salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia, krisis di Eropa dikhawatirkan akan berdampak terhadap negara-negara lain. Sementara hari ini kami perkirakan tekanan jual masih akan berlanjut seiring dengan minimnya sentimen positif. Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu penunjukkan Menkeu yang baru.  Kisaran support-resistance 2.680-2.760.
Sumber: detikcom

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot tajam. Investor melepas saham-saham di tengah bursa regional yang berjatuhan setelah Jerman mengeluarkan larangan naked short selling.
Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), IHSG jatuh jatuh 104,702 poin (3,69%) ke level 2.729,48. Indeks LQ 45 turun 22,524 poin (4,12%) ke level 524,470.
Pelemahan bursa-bursa global masih akan menghantui pergerakan IHSG pada Kamis (20/5/2010) ini. Namun investor juga merasa pelemahan IHSG kemarin sudah terlalu dalam.
Apalagi ada sentimen positif setelah kemarin Presiden SBY mengumumkan penunjukan Agus Martowardojo sebagai menteri keuangan dan Anny Ratnawati sebagai Wakil Menkeu. Duet Agus-Anny dinilai cukup bisa diterima pasar.
“Ini merupakan paket yang baik. Agus Martowardoyo sangat mengerti sektor mikro ekonomi dan perbankan walaupun memang dari sisi makro ekonomi dan fiskal mungkin tidak terlalu kuat,” ujar Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa.
Bursa Wall Street kemarin masih melemah merespons keputusan Jerman yang secara spesifik melarang perdagangan sejumlah saham dan obligasi. Langkah Jerman itu langsung memicu ketidakpastian di pasar dan kewaspadaan investor.
Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 66,58 poin (0,63%) ke level 10.444,37. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 5,75 poin (0,51%) ke level 1.115,05 dan Nasdaq melemah 18,89 poin (0,82%) ke level 2.298,37.
Bursa Tokyo juga masih mengalami koreksi meski tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 58,79 poin (0,57%) ke level 10.118,05.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
OSK Nusadana Securities Indonesia:
Setelah terkoreksi cukup tajam pada perdagangan kemarin IHSG hari ini diperkirakan konsolidasi cenderung naik dengan menguji level resistance di 2,790.290, sementara support diperkirakan sekitar 2,759.56
Daily risk saat ini sekitar level 25.53 % sehigga secara teknikal IHSG cukup kondusif untuk naik. Lebih lanjut indikator MACD Optimized yang belum sempat golden cross kemarin,  memberi peluang untuk bottom reversal di support trendline.
Pada indikator W%R Optimized  juga terlihat potensi koreksi IHSG yang makin terbatas.
Panin Sekuritas:
IHSG anjlok -3,7% pada perdagangan kemarin didorong oleh melemahnya bursa regional. Kami melihat dalam beberapa waktu mendatang indeks masih akan tertekan oleh pengaruh dari krisis hutang Eropa. Sebagai salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia, krisis di Eropa dikhawatirkan akan berdampak terhadap negara-negara lain. Sementara hari ini kami perkirakan tekanan jual masih akan berlanjut seiring dengan minimnya sentimen positif. Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu penunjukkan Menkeu yang baru.  Kisaran support-resistance 2.680-2.760.

Sumber: detikcom

JAKARTA (Bisnis.com): Investor kembali dicemaskan oleh prospek perekonomian Eropa menyusul langkah Jerman yang melarang transaksi credit default swap tanpa instrumen dasar karena dianggap dapat membatasi likuiditas kawasan.

Valbury Asia Securities berpendapat bahwa IHSG pun gagal bertahan di level support 2.780 dan berpotensi menuju support berikutnya di 2.650.

Pengamat pasar modal mengatakan bahwa penunjukkan Agus Martowardoyo sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati akan direspon positif oleh para investor di pasar modal.

Sementara itu, Panin Sekuritas melihat dalam beberapa waktu mendatang indeks masih akan terpengaruh oleh krisis utang Eropa.

Untuk hari ini, dia memperkirakan tekanan jual masih berlanjut seiring dengan minimnya sentimen positif. Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu penunjukan menkeu yang baru. Kisaran support-resistance 2.680-2.760.

Sementara itu, Samuel Sekuritas mengemukakan bahwa IHSG turun di tengah sentimen negatif global, setelah aturan baru naked short sell di Jerman. Indeks masih dalam pola upchannel, tetapi terkoreksi mendekati support trendline yang terbentuk dari harga terendah sejak Oktober 2009 pada kisaran level 2.700-2.650.

Trimegah Securities mengatakan bahwa pasar yang merespons negatif terkait dengan semakin rendahnya ekspektasi terhadap pemulihan ekonomi global membuat sebagian besar bursa global mengalami koreksi. Aksi jual yang terjadi hampir sepanjang sesi menambah tekanan pada IHSG. Dengan penurunan ini, indeks berpotensi menguji support di level 2.705. Hari ini indeks diperkirakan bergerak pada kisaran 2.705-2.782.

Erdikha Sekuritas mengemukakan bahwa indeks ditutup melemah 104,70 poin (3,69%) ke level 2.729,48. Sentimen bursa global yang masih negatif membuat pergerakan indeks masih memiliki kecenderungan turun. Secara teknikal indeks mencoba menguji level 2.700, dengan pergerakannya berkisar di 2.687-2.775. Saham rekomendasiny adalah ANTM, dan ELSA.

Rabu, 19 Mei 2010 | 21:13

KRISIS UTANG YUNANI

Yunani Lunasi Utang Jatuh Tempo € 8,5 Miliar

ATHENA. Yunani menepati janjinya. Hari ini (19/5), Yunani menggunakan dana pinjaman darurat yang diperolehnya dari Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) untuk membayar utang yang jatuh tempo senilai € 8,5 miliar. Untuk memulihkan perekonomiannya, pemerintah Yunani akan menelan pil pahit termasuk memangkas upah pekerja di sektor publik dan menaikkan pajak.

Meski sudah bisa sedikit bernafas lega, Yunani masih harus meyakinkan para investor bahwa negara tersebut mampu mengendalikan defisitnya. Alhasil, Yunani bisa mencari pendanaan baru lagi dari pasar. “Kami harus mengambil langkah-langkah darurat untuk menangani utang luar negeri dan isu terhadap kredibilitas kami. Langkah-langkah ini dilakukan untuk membuat perubahan yang lebih besar,” kata Perdana Menteri George Papandreou dalam sebuah konferensi energi di Athena, Rabu (19/5).

Pinjaman tahap pertama dari Uni Eropa dan IMF senilai € 20 miliar telah disalurkan Selasa (18/5) lalu. Tetapi, Yunani masih menghadapi tugas besar untuk memangkas defisitnya yang hampir mencapai 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi di bawah 3% pada 2014.

PDB Yunani juga ikut susut dan diproyeksikan akan mengalami kontraksi sebesar 4% tahun ini, sehingga tugas Yunani jadi lebih berat. Tetapi, Kamis (20/5) ini, Yunani akan menghadapi demonstrasi besar-besaran. Kalangan serikat pekerja pun menyerukan mogok massal. Investor tentu bakal mencermati hal ini. Jika pemerintah Yunani tidak bisa mengatasinya, sulit bagi Yunani bisa meraih kembali kepercayaan dari pasar.

Hari Widowati REUTERS
Rabu, 19/05/2010 21:34 WIB
Duet Agus-Anny Bisa Diterima Pasar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Menteri Keuangan terpilih Agus Martowardoyo dinilai masih lemah dalam hal makro ekonomi. Namun dengan adanya Wakil Menteri Keuangan di tangan Anny Ratnawati maka akan terjadi sebuah kombinasi yang baik untuk menggawangi perekonomian Indonesia.

“Ini merupakan paket yang baik. Agus Martowardoyo sangat mengerti sektor mikro ekonomi dan perbankan walaupun memang dari sisi makro ekonomi dan fiskal mungkin tidak terlalu kuat,” ujar Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (19/05/2010).

Kelemahan Agus di sektor makro ekonomi akan ditutup oleh figur Anny Ratnawati yang merupakan pakar di bidang tersebut. “Anny telah bepengalaman di bidang ekonomi makro, maka dia akan menutup kelemahan Agus Martowardoyo untuk sementara ini,” jelas Purbaya.

Purbaya juga mengungkapkan, pasar sendiri pasti akan menerima kedua figur tersebut. Walaupun, menurut Purbaya akan cenderung wait and see untuk 1-2 bulan ke depan.

“Sampai nantinya Agus akan mengeluarkan statement di media dan mulai menetapkan kebijakan APBN 2011,” tuturnya.

Lebih lanjut Purbaya mengatakan pasar besok pasti akan jatuh namun hal ini tidak signifikan dipengaruhi oleh pergantian posisi Menteri Keuangan. “Lebih kepada impact global karena krisis Yunani,” tandasnya.

(dru/dnl)
Terseret Astra, IHSG ditutup anjlok 104,70 poin
Rabu, 19/05/2010 16:17:39 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan II sore ini anjlok 104,70 poin atau 3,69% dibandingkan posisi penutupan kemarin sore hingga menyentuh level 2.729,48 setelah dibuka di posisi 2.833,69 tadi pagi.

Indeks bergerak pada kisaran 2.721,72 – 2.833,69.

Dari 402 saham perusahaan yang menopang indeks, hanya sebanyak 23 yang menguat, dengan 195 lainnya melemah dan 184 sisanya tidak bergerak.

Secara individu, saham Astra International memotori penurunan indeks pada bursa dengan kontribusi negatif 8,66 poin, disusul oleh Bank Central Asia (-6,14 poin), Bank Mandiri (-5,23 poin), dan Bank Rakyat Indonesia sebesar (-4,61 poin).

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks adalah Bank Pan Indonesia dengan kontribusi sebesar 0,60 poin, disusul oleh Panin Financial 0,15 poin, Rukun Raharja 0,12 poin, dan Charoen Pokphand Indonesia 0,10 poin.

Penurunan IHSG tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar minus 29,37%, diikuti oleh pertambangan (-18,29%), utilisasi infrastruktur (-11,29%), aneka industri (-10,00%), industri kimia dasar (-8,46%), consumer goods (-8,43%), jasa dan perdagangan (-7,06%), pertanian (-3,88%), dan sektor konstruksi properti (-3,02%).

Pelemahan IHSG pada penutupan sore ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup turun 10,19 poin atau 3,90% menjadi 251,54 dari posisi pembukaan pagi tadi di 261,67. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 250,64 – 261,67.(er)
Rabu, 19/05/2010 16:11 WIB
IHSG Terhempas 104 Poin
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terhempas 104 poin, terseret arus negatif dari bursa regional yang semuanya berada di zona negatif. Perdagangan saham hari ini dipenuhi tekanan jual dari para pelaku pasar.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka langsung melorot 29,152 poin (1,03%) ke level 2.805,034. Pelemahan IHSG terus berlanjut dan pada pukul 09.35 WIB, IHSG melorot hingga 46,641 poin (1,65%) ke level 2.787,545.

Pelaku pasar tampak hati-hati di tengah ketidakpastian pasar finansial pasca krisis utang Eropa khususnya yang terjadi di Yunani. Hal ini meliputi sentimen negatif bursa saham. Hampir semua saham unggulan di bursa didera tekanan jual dan terkoreksi.

Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), IHSG jatuh jatuh 104,702 poin (3,69%) ke level 2.729,48. Indeks LQ 45 turun 22,524 poin (4,12%) ke level 524,470.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 115.777 kali pada volume 5,54 miliar lembar saham senilai Rp 4,985 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 190 saham turun, dan 42 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia semuanya berada di zona merah pada perdagangan hari ini:
Indeks Shanghai turun 6,98 poin (0,27%) ke level 2.587,81.
Indeks Hang Seng terhempas 365,96 poin (1,83%) ke level 19.578,98.
Indeks Nikkei 225 jatuh 55,8 poin (0,54%) ke level 10.186,84.
Indeks Strait Times turun 68,35 poin (2,4%) ke level 2.776.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 280 menjadi Rp 280, Sumi Indo Kabel (IKBI) naik Rp 220 menjadi Rp 1.130, Unggul Indah (UNIC) naik Rp 200 menjadi Rp 2.550, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp 140 menjadi Rp 750, Bekasi Asri Pemula (BAPA) naik Rp 50 menjadi Rp 195.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 2.100 menjadi Rp 34.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.900 menjadi Rp 39.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.100 menjadi Rp 17.000, Indocement (INTP) Rp 1.150 menjadi Rp 14.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.000 menjadi Rp 17.050.
(dnl/ang)

19/05/2010 – 12:05
Saham Unggulan Merahkan Bursa Siang
Ahmad Munjin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Lantai bursa kembali memerah, seiring anjloknya bursa regional dan global. Koreksi yang melempar saham-saham unggulan ke zona negatif ini, akan berlangsung hingga penutupan.

Pada perdagangan Rabu (19/5) sesi siang, IHSG ditutup melemah 48,51 poin (1,71%) ke level 2.785,68. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 10,899 poin (1,99%) ke level 536,1.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia tidak terlalu ramai dengan volume transaksi tercatat hanya mencapai 2,492 miliar lembar saham, senilai Rp 1,761, triliun dan frekuensi 55.836 kali. Hanya saham 28 menguat, sedangkan 164 saham melemah dan 48 saham stagnan.

Semua sektor membukukan pelemahan, dipimpin sektor aneka industri yang anjlok 3,1%. Disusul sektor tambang yang turun 2,3%, finansial 1,8%, manufaktur 1,7%, perdagangan 1,6%, properti dan industri dasar yang turun 1,5%. Demikian pula sektor infrastruktur yang melemah 1,3%, perkebunan 1,2% dan konsumsi 0,7%.

Beberapa saham unggulan yang melemah antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) anjlok Rp1.400 ke Rp35.500, PT Astra International (ASII) turun Rp1.400 ke Rp40.100, Gudang Garam (GGRM) melemah Rp500 ke Rp30.600, PT TB Bukit Asam (PTBA) turun Rp450 ke Rp17.600, PT United Tractor (UNTR) melemah Rp350 ke Rp17.750 dan Indocement (INTP) turun Rp300 ke Rp15.250.

Alfiansyah, analis Sinarmas Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah seiring negatifnya laju bursa global. “Indeks akan mengarah ke level support 2.780 dan 2.812-2.850 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (19/5).

Menurutnya, tekanan bursa global masih cukup kuat bagi IHSG . Apalagi, jika bursa Eropa siang ini dibuka dalam posisi negatif. Hal ini akan semakin menegaskan posisi indeks di jalur negatif. “Sebaliknya, jika pasar Eropa dibuka positif, indeks hanya akan melemah terbatas,” ujarnya.

Ia menilai, bursa domestik lebih terpengaruh faktor eksternal daripada internal. Apalagi saat ini tidak ada sentimen positif dari dalam negeri yang mampu mengatasi tekanan itu. “Pasar finansial global saat ini masih menunggu kejelasan penyelesaian krisis Yunani yang masih tetap alot,” paparnya.

Alfiansyah menambahkan, saat ini pasar masih mencermati, apakah krisis yang terjadi di Uni Eropa itu akan bisa ditanggulangi setelah adanya komitmen dana talangan senilai 750 miliar euro dari Uni Eropa dan IMF (International Monetary Fund). Jika Yunani tidak bisa diatasi, akan menjadi kekhawatiran bagi negara Eropa lainnya.

“Diduga akan merambah hingga ke Eropa Timur dan itulah yang ditakutkan. Karena itu, permainan pasar baik domestik maupun global saat ini sangat spekulatif,” ulasnya.

Dalam kondisi ini, Alfiansyah merekomendasikan positif saham-saham defensif dan berfundamental kuat. Saham-saham pilihannya adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Jasa Marga (JSMR). “Bagi yang sudah memilikinya lebih baik hold, dan buy on weakness bagi yang belum,” imbuhnya. [ast/mdr]
Rabu, 19/05/2010 09:40 WIB
IHSG Jatuh di Bawah 2.800
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah langsung mengalami koreksi mengikuti koreksi yang dialami bursa-bursa regional. IHSG bahkan langsung terpuruk di bawah 2.800.

Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), IHSG dibuka langsung melorot 29,152 poin (1,03%) ke level 2.805,034. Pelemahan IHSG terus berlanjut dan pada pukul 09.35 WIB, IHSG melorot hingga 46,641 poin (1,65%) ke level 2.787,545.

Sementara nilai tukar rupiah juga dibuka melemah ke level 9.160 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.110 per dolar AS.

Investor di pasar global kini kembali mewaspadai dampak dari krisis Yunani yang dikhawatirkan bisa terus menekan pertumbuhan ekonomi Eropa dan dunia. Kekhawatiran investor bertambah setelah kemarin Jerman melarang naked short selling untuk 10 saham institusi finansial penting negara tersebut. Naked short selling terjadi ketika investor menjual saham-saham tanpa meminjamnya terlebih dahulu.

Bursa-bursa regional sebagian besar juga mengalami koreksi, mengikuti koreksi yang terjadi di Wall Street tadi malam.
Indeks Shanghai melorot 335,50 poin (1,68%) ke level 19.609,44.
Indeks Nikkei-225 melemah 163,61 poin (1,60%) ke level 10.079,03.
Indeks Strait Times melemah 44,92 poin (1,58%) ke level 2.799,43.

(qom/qom)
Lagi, IHSG Anjlok di Bawah 2.800
Rabu, 19 Mei 2010 – 09:35 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Pagi ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dan bertengger di bawah 2.800. Pelemahan IHSG kali ini, terimbas bursa kawasan global dibuka terkoreksi sebesar 35 poin.

IHSG pada pembukaan perdagangan Rabu (19/5/2010) pagi anjlok 35,789 poin atau 1,26 persen ke 2.798,397. Indeks LQ45 melemah 10,831 poin ke 536,163 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut melemah 7,924 poin ke 441,947.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp154,8 miliar dengan volume sebanyak 202,3 juta lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak enam saham melemah, 78 saham menguat, dan 19 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham dari berbagai sektor-sektor di dalam negeri pun seluruhnya tercatat melemah, dengan pelemahan terbesar dipimpin dari sektor pertambangan mencapai 38,17 poin. Diikuti dengan pelemahan dari sektor perkebunan sebesar 22,65 poin, sektor infrastruktur terkoreksi 6,29 poin ke 660,21, dan sektor perbankan melemah 5,6 poin menjadi 354,33..

Saham-saham yang dibuka menguat (top gainer), antara lain saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) naik Rp200 ke Rp2.550, PT Charoen Pokhphand Indonesia Tbk (CPIN) menguat Rp50 ke Rp2.775, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik Rp40 ke Rp650, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menguat Rp30 ke Rp1.000, dan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) naik Rp25 menjadi Rp295

Sementara saham yang dibuka melemah (top losser) adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp1.400 ke Rp35.500, PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp1.100 ke Rp40.400, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp500 ke Rp17.600, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terpangkas Rp400 ke Rp15.150.(css)
Rabu, 19/05/2010 07:56:58 WIB
MSCI Asia Pacific Index melemah 0,9%
Oleh: Bloomberg

JAKARTA (Bloomberg): Saham Asia mengalami penurunan yang turut mengoreksi MSCI Asia Pasifik Index, setalah Jerman melakukan menghentikan penurunan harga aset Eropa yang memicu penurunan euro dan minyak mentah.

MSCI Asia Pacific Index turun sebesar 0,9% menjadi 115,33 pada pagi ini di Tokyo.

Indeks tersebut telah turun sebanyak 11% dari level tingginya tahun ini pada 15 April lalu akibat kekhawatiran akan menyebarnya krisis utang Eropa.

Penurunan sebesar 10% adalah level yang dianggap oleh beberapa analis sebagai sebuah koreksi. (ln)
IHSG sore ditutup mendaki 0,52% ke 2.834,18
Selasa, 18/05/2010 16:09:23 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan II sore ini menguat 14,71 poin atau 0,52% menjadi 2.834,18 dari posisi 2.819,47 kemarin sore.

Indeks bergerak pada kisaran 2.818,83 – 2.837,56.

Dari 402 saham perusahaan yang menopang indeks, sebanyak 101 menguat, 83 melemah dan 218 tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Bank Mandiri memotori penguatan indeks pada bursa dengan kontribusi sebesar 3,92 poin, disusul oleh Bank Central Asia 3,07 poin, Bank Rakyat Indonesia 2,30 poin, dan Bank Danamon sebesar 1,57 poin.

Sejumlah saham yang menahan penguatan indeks adalah Plaza Indonesia dengan kontribusi sebesar minus 2,32 poin, disusul oleh Astra International (-2,04 poin), Indo Tambangraya (-0,92 poin), dan Bhakti Investama (-0,74 poin).

Penguatan IHSG juga tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh enam indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penguatan indeks sebesar 85,12%, diikuti oleh infrastruktur utilisasi 25,30%, industri kimia dasar 11,07%, pertambangan 11,01%, pertanian 4,87%, dan konstruksi properti 3,88%.

Penguatan IHSG pada penutupan sore ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup naik 1,89 poin atau 0,73% dari posisi penutupan kemarin sore menjadi 261,74. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 259,98 – 262,45.(er)
Indeks diduga kembali pulih
Selasa, 18/05/2010 06:50:28 WIBOleh: Bastanul Siregar
JAKARTA (Bisnis.com): Melemahnya bursa dunia akibat dampak krisis utang Yunani yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya mengakibatkan indeks Dow Jones melemah 1,51% ke 10.260,16 pada penutupan pekan lalu.

Pelemahan itu turut menekan indeks harga saham gabungan (IHSG). Bahkan pada awal pembukaan IHSG telah melorot tipis ke level 2.857,99 dan sempat berada pada level 2.782,81 sebelum akhirnya ditutup pada level 2.819,47, terkoreksi 1,36%.

Analis Sinarmas Sekuritas Alfiansyah menyatakan IHSG masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, mengingat pada akhir perdagangan kemarin tekanan terhadap IHSG terlihat berkurang menyusul positifnya indeks bursa Eropa saat pembukaan.

“Kami prediksi indeks global hari ini akan bergerak positif seiring dengan penguatan IHSG. Posisi support IHSG di level 2.770 dan resistance 2.887,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, kemarin.

Saat ini indeks berada dalam tahap konsolidasi. Investor lebih memilih bersikap wait and see dalam perdagangan kemarin akibat turunnya Dow Jones dan dari dalam negeri terkait dengan siapa yang akan menggantikan Menkeu Sri Mulyani.

Pasar berharap agar menteri keuangan baru bisa tetap fokus melanjutkan apa yang telah dimulai sebelumnya. Ketidakpastian siapa pengganti Sri Mulyani semakin mempertebal dampak negatif bagi pergerakan indeks. (Indra, analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit)
18/05/2010 – 05:52
Pasar Modal Pekan Ini
Goyangan Bursa Masih akan Liar
Bastaman

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Meski diramalkan akan mengalami koreksi, ternyata selama sepekan terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di jalur menguat. Akhir pekan lalu, indeks berhasil nangkring di level 2.858 atau menguat 119 poin ketimbang posisi sepekan sebelumnya.

Lantas, seperti apa perdagangan saham pekan ini? Sejumlah analis meramalkan, dalam sepekan ke depan indeks akan cenderung menurun. Lihat saja pada perdagangan Senin (17/5) IHSG melemah 38,915 poin (1,36%%) ke level 2.819,470. Indeks saham unggulan LQ45 juga terkoreksi 8,147 poin (1,47%) ke level 542,851.

Krisis yang terjadi di Yunani dan Spanyol serta belum adanya kepastian pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat pelaku pasar ragu untuk bertransaksi. Apalagi, pekan lalu, perdagangan saham di Wall Street melemah akibat buruknya kinerja sektor ritel serta pembatasan fee untuk penerbit kartu kredit. Akibatnya, Senin kemarin bursa di kawasan Asia Pasifik melemah dalam kisaran 0,34-2,54%.

Taksiran para analis, pekan ini indeks akan berfluktuasi di kisaran 2.805-2.900. Kendati keadaannya akan memburuk, tak berarti peluang untuk mengais untung di bursa tertutup.

Sejumlah analis malah merekomendasikan untuk segera mengoleksi saham yang harganya sudah terjerembab. Para analis juga mengingatkan investor untuk membeli saham sector consumer goods yang belakangan ini menunjukan tren naik.

Seperti PT Indofood (INDF), PT Unilevel (UNVR), dan PT Kalbe Farma (KLBF) adalah saham yang menurut penilaian para analis cukup likuid. Seorang analis dari Kresna Securities bahkan yakin, INDF bakal bergerak di rentang Rp3.500-3.850.

Sementara itu untuk saham UNVR, harganya diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.700-16.500. Sedang KLBF antara Rp1.900-2.200. “Tapi sebaliknya investor bermain jangka pendek karena arah perdagangan saham masih cenderung konsolidatif,” katanya.

Para analis juga mengingatkan investor yang ingin melirik saham komoditi untuk lebih bersabar. Sebab, beberapa saham komoditi diyakini masih akan terus mengalami koreksi. [mdr]
IHSG sore perkecil penurunan jadi 1,36%
Senin, 17/05/2010 16:15:00 WIBOleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan II sore ini memperkecil penurunannya dibandingkan dengan penutupan jeda siang tadi, dengan menyelam 38,91 poin atau 1,36% menjadi 2.819,47.

Indeks bergerak pada kisaran 2.780,39 – 2.857,98.

Dari 402 saham perusahaan yang menopang indeks, hanya 24 yang menguat, 189 melemah dan 189 lainnya tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Astra International memimpin penurunan indeks pada bursa dengan kontribusi minus 4,07 poin, disusul oleh Perusahaan Gas Negara (-3,05 poin), Indocement Tunggal Prakarsa (-2,78 poin), dan Bank Mandiri (-2,61 poin).

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks sore ini adalah Sumber Alfaria Trijaya dengan kontribusi sebesar 0,99 poin, disusul oleh Pakuwon Jati 0,25 poin, Bank NISP 0,21 poin, dan Gudang Garam 0,12 poin.

Penurunan IHSG tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan seluruh dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor pertambangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar minus 25,27%, diikuti oleh infrastruktur utilisasi (-16,41%), aneka industri (-12,47%, industri kimia dasar (-11,66%), consumer goods (-10,63%), pertanian (-9,86%), jasa dan perdagangan (-4,49%), konstruksi properti (-4,26%), dan keuangan (-3,71%).

Pelemahan IHSG pada penutupan sore ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup turun 3,29 poin atau 1,25% menjadi 259,85 dari posisi pembukaan pagi tadi di 263,08. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 255,65 – 263,08.(er)
17/05/2010 – 16:09
IHSG Ditutup Turun 38,92 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (17/5) ditutup turun 38,92 poin (1,36%) ke level 2.819 karena masih terimbas bursa regional yang negatif.

Pelemahan indeks saham hari ini dipicu turunnya 191 saham. Sementara saham 34 emiten masih naik. Sementara 52 saham masih terpantau stagnan.

Untuk volume perdagangan mencapai 3,1 miliar unit saham dengan nilai transaksi Rp3,1 triliun dengan Indeks saham JII turun 8,3 poin ke level 448,79, indeks saham LQ45 juga turun 8,1 poin ke level 542,85.

Adapun saham-saham yang naik adalah Unggul Indah Cahaya(UNIC) naik Rp350 ke Rp2.500, Toba Pulp Lestari (INRU) naik Rp85 ke Rp550, Pan Pacific International (APIC) naik Rp45 ke Rp240, Bank OCBC NISP (NISP) naik Rp30 ke Rp940.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp1.700 ke Rp29.750, Astra International (ASII) turun Rp1.250 ke Rp41.350, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp950 ke Rp37.000, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp750 ke Rp20.350, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp700 ke Rp13.500, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp450 ke Rp15.350, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp400 ke Rp17.800. [hid]
TOKYO, May 17, 2010 (AFP)
The euro tumbled to a four-year low of 1.2306 dollars in Tokyo trade Monday as persistent fears over eurozone debt continued to hammer the single currency.
Senin, 17/05/2010 09:44 WIB
IHSG Anjlok Tajam, Rupiah Adem Ayem
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok tajam pada perdagangan hari ini seiring dengan tekanan jual yang juga terjadi di bursa-bursa regional. Nilai tukar rupiah dibuka stagnan.

Pada perdagangan Senin (17/5/2010), IHSG dibuka melemah tipis ke level 2.857,989. Namun perdagangan langsung mengalami koreksi tajam hingga sempat menyentuh level 2.800,356, turun 58 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.858,385.

Pada perdagangan pre opening, IHSG juga dibuka langsung anjlok 30,768 poin (1,07%) ke level 2.827,617. Pelemahan IHSG terutama dipicu adanya aksi jual massif pada saham-saham unggulan di semua sektor.

Koreksi tajam IHSG terjadi pada volume dan nilai transaksi yang sangat tipis. Pola ini menunjukkan adanya posisi jual yang sangat besar tanpa diiringi dengan posisi beli yang memadai.

Hingga pukul 09.35 waktu JATS, IHSG berada di level 2.805,280, turun 53,105 poin (1,85%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka stagnan di level 9.110 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan akhir pekan kemarin.

Bursa-bursa Asia juga seluruhnya mengalami koreksi di awal perdagangan hari ini:

Indeks Hang Seng anjlok 476,86 poin (2,38%) ke level 19.665,57.
Indeks Straits Times melemah 34,10 poin (1,19%) ke level 2.821,25.
Indeks Nikkei-225 turun 207,50 poin (1,98%) ke level 10.255,01.

(dro/qom)
Pasar Wait & See, IHSG Terancam Melemah
Senin, 17 Mei 2010 – 07:44 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Sikap wait and see pasar yang menunggu kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi global tampaknya bakal membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mixed, dengan kecenderungan melemah.

“Awal pekan ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah,” kata analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono kepada okezone di Jakarta, Senin (17/5/2010).

Dia menjelaskan, jika pola pergerakan indeks sekarang ini masih menunjukan pola konsolidasi. Di mana potensi pelemahan masih sangat mungkin terjadi.

“Investor terindikasikan masih melakukan wait and see terhadap perkembangan bursa regional di tengah menunggu ditunjuknya Menkeu yang baru,” jelasnya.

Menurutnya, IHSG akan berada pada kisaran support resistance di 2.815-2.865. Sementara itu, analisa Trimegah Securities menjelaskan jika kemungkinan IHSG melemah juga terbuka lebar. “Untuk hari ini indeks diperkirakan akan bergerak di sekira 2.836-2.877,” jelas Trimegah.

Pilihan saham antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan Jumat akhir pekan menguat sebanyak 10,77 poin atau 0,38 persen ke 2.858,39. Indeks LQ45 naik 2,28 poin ke 551 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut naik 0,38 poin ke 457,14.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,7 triliun dengan volume sebanyak 3,33 miliar lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak 106 saham melemah, 87 saham menguat, dan 84 saham jalan di tempat alias stagnan.(ade)

Senin, 17/05/2010
Tiga risiko: Eropa, Sri Mulyani, dan Sekgab
CATATAN AWAL PEKAN
Cetak
Goncangan perekonomian Eropa akibat Yunani adalah ilustrasi yang amat baik tentang animal spirits. Defisit anggaran Yunani mencapai 12.7% dari PDB, sedangkan defisit transaksi berjalannya 11.9%, sementara rasio utang terhadap PDB-nya 113%.

Dengan kondisi seperti ini Yunani praktis bangkrut, karena ia memiliki beberapa persoalan besar seperti masalah insolvency karena defisit yang begitu besar dan masalah likuiditas yang akhirnya menimbulkan tekanan di sistem perbankan. Sebenarnya ini telah berlangsung beberapa waktu.

Situasi semakin memburuk setelah akhir Maret 2010. Pada 4 Mei 2010 pasar keuangan dunia tiba-tiba anjlok, nilai euro juga jatuh ke tingkat terendah sejak 2009.

Tekanan terhadap sistem perbankan terlihat pada peningkatan EURIBOR spreads mendekati situasi 2008. Pemicunya: S&P menurunkan peringkat obligasi Yunani menjadi non-investment grade pada 27 April 2010.

Sinyal yang diberikan S&P ditangkap sebagai “informasi” bahwa krisis akan meluas. Muncul kekhawatiran bahwa akan ada risiko menular (contagion risk) ke Spanyol dan Portugal.

Akerlof dan Shiller di dalam bukunya Animal Spirits menulis, di dalam pasar keuangan ada kemungkinan terjadinya multiple equilibria. Mudahnya, kalau orang percaya akan satu hal, maka pasar keuangan akan membaik karena orang berduyun-duyun melakukan investasi di sana (equilibrium 1).

Di sisi lain, jika orang mulai kehilangan kepercayaan, pasar anjlok akibat orang menjual portofolionya (equilibrium 2). Di sini peran dari confidence menjadi amat penting, karena perilaku pelaku ekonomi di pasar keuangan mirip seperti reaksi rombongan binatang yang bergerak bersama-sama karena infromasi atau sinyal tertentu.

Akerlof dan Shiller di dalam bukunya Animal Spirits menulis, di dalam pasar keuangan ada kemungkinan terjadinya multiple equilibria. Mudahnya, kalau orang percaya akan satu hal, maka pasar keuangan akan membaik karena orang berduyun-duyun melakukan investasi di sana (equilibrium 1).

Di sisi lain, jika orang mulai kehilangan kepercayaan, pasar anjlok akibat orang menjual portofolionya (equilibrium 2). Di sini peran dari confidence menjadi amat penting, karena perilaku pelaku ekonomi di pasar keuangan mirip seperti reaksi rombongan binatang yang bergerak bersama-sama karena infromasi atau sinyal tertentu.

Untuk mencegah situasi yang semakin memburuk, pada 9 Mei 2010 dilakukan program stabilisasi (bailout) oleh Uni Eropa, IMF dan European Central Bank (ECB). Jumlah yang diberikan mencapai 750 miliar euro. Sehari setelah bailout diberikan pasar keuangan kembali membaik dan kepercayaan mulai pulih. Ini adalah ilustrasi yang baik sekali mengenai multiple equilibria (equilibrium 1).

Akankah bantuan ini menyelesaikan masalah? Saya melihat bailout UE dan IMF akan mampu mengurangi contagion risk di Spanyol dan Portugal dan juga membantu mengatasi persoalan likuiditas di sistem perbankan.

Namun, ia tak mampu mengatasi persoalan insolvency akibat defisit yang besar karena kebijakan fiskal yang ketat dengan pemotongan pengeluaran pemerintah secara tajam memiliki risiko politik.

Disamping itu pengetatan fiskal yang juga akan membawa dampak kepada penurunan pertumbuhan ekonomi di Yunani, yang akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi di UE.

Hal yang penting-dan banyak dikhawatirkan oleh para investor-adalah risiko restrukturisasi utang atau kemungkinan untuk melakukan haircut. Dengan melakukan haircut atau restrukturisasi utang, maka rasio utang/GDP di Yunani dapat diturunkan dengan tajam. Namun, ini akan membuat banyak institusi keuangan bangkrut dan membawa potensi terjadinya krisis keuangan di Eropa-bahkan jika berlebihan mungkin global.

Disisi lain, jika tidak dilakukan haircut saya sulit membayangkan bagaimana penyelesaian masalah insolvency di Yunani.

Dampak bagi RI

Bagaimana dampaknya kepada Indonesia? Perilaku animal spirits yang negatif, akibat informasi yang tak simetris, bisa muncul melalui tiga risiko: contagion risk zona euro, mundurnya Sri Mulyani, dan dibentuknya Sekretariat Gabungan (Sekgab) dari partai koalisi.

Dalam periode 4-7 Mei 2010, pasar modal jatuh sebesar 7.4%, nilai tukar berfluktuasi sangat tajam. Selain itu pemodal asing melakukan aksi jual secara signifikan dan nilai imbal hasil (yield) dari surat utang negara meningkat, yang mengakibatkan meningkatnya biaya utang pemerintah.

Risiko juga terlihat dari meningkatnya credit default swap (CDS) secara tajam. Artinya risiko pertama-contagion risk dari zona euro-memiliki potensi mengganggu ekonomi Indonesia.

Yang perlu diperhatikan adalah dampak terhadap Indonesia relatif lebih dalam dibandingkan dengan negara di sekitar kita. Di sini saya kira risiko kedua yaitu faktor pengunduran diri Sri Mulyani sedikit banyak punya pengaruh.

Investor menganggap bahwa risiko Indonesia dibandingkan dengan negara lain relatif meningkat. Namun, setelah program bailout dilakukan di Eropa, situasi di Indonesia kembali membaik.

Bahkan, dengan risiko yang lebih besar di Eropa dan return yang relatif kecil di AS, maka pilihan investasi di emerging markets (EM) tetap merupakan pilihan rasional. Dan di antara EM, dengan kebijakan uang ketat di China, kerusuhan politik di Thailand dan dinamika politik di Malaysia, saya melihat Indonesia masih akan tetap menjadi tujuan investasi.

Dengan kata lain, faktor pengunduran diri Sri Mulyani mungkin punya dampak, tetapi ia tak akan membuat ekonomi negeri ini runtuh.

Analisis di atas mengatakan, selama likuditas global masih melimpah, dan selama risiko relatif Indonesia masih lebih kecil dibandingkan dengan negara lain, maka investor tak akan meninggalkan Indonesia.

Tak perlu khawatir dalam waktu pendek. Namun, persoalan menjadi lain bila likuiditas global menjadi ketat akibat restrukturisasi utang yang dilakukan untuk Yunani. Disini investor akan melakukan review untuk memilih prioritas investasi mereka.

Mereka akan menempatkan investasi di negara yang risikonya yang relatif kecil. Bila kita melihat bagaimana CDS Indonesia meningkat dan rupiah berfluktuasi sangat tajam dalam waktu sangat singkat, maka risiko Indonesia memang cukup besar. Dalam konteks ini investor akan melihat perspektif yang lebih panjang.

Di sini peran dari risiko ketiga yaitu risiko yang muncul akibat dibentuknya Sekretariat Gabungan (Sekgab) Partai Koalisi menjadi relevan. Kesimpangsiuran informasi mengenai peran Sekgab, termasuk di dalam kebijakan bisa memicu perilaku animal spirits yang tidak terduga. Di satu sisi, perannya dikatakan hanya sebagai fasilitator untuk memperjuangkan kebijakan di parlemen.

SBY memudar?

Namun, disebutkan juga bahwa Sekgab akan terlibat sejak awal dalam proses kebijakan. Investor yang mengikuti Indonesia sangat mungkin mempersepsikan ini-seperti banyak ditulis oleh para analis politik-sebagai memudarnya kekuasaan Presiden SBY secara de facto.

Argumen ini bisa saja salah, tetapi justru informasi yang salah kerap memicu animal spirits menuju keseimbangan yang buruk (ingat saja bagaimana bank runs bisa terjadi karena informasi yang salah).

Yang menjadi kekuatiran adalah bagaimana prospek reformasi ekonomi ke depan. Jika peran dari Sekgab masuk begitu jauh dalam proses pembuatan kebijakan, apakah reformasi akan berjalan jika ia bersentuhan dengan kepentingan personel-personel di Sekgab?

Tentu perlu dicatat, Sekgab sendiri tak monolitik Di dalam kondisi likuiditas yang melimpah, di mana return dari investasi di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan risiko reformasi yang terputus, maka keputusan investor adalah tetap masuk ke Indonesia dan bertahan disini.

Minggu, 16/05/2010 17:17 WIB
IHSG Masih Dihantui Krisis Utang Yunani
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan sentimen negatif krisis utang Yunani pada pekan mendatang. Koreksi tajam bursa Wallstreet dan Eropa di penghujung pekan kemarin bakal menghantui pergerakan bursa global.

Sentimen negatif krisis utang Yunani kembali mencuat tepat di awal bulan Mei 2010. Setelah hampir seluruh bursa global mengalami penguatan hingga mencapai klimaks pada akhir April 2010, mendadak isu utang Yunani memukul jatuh bursa-bursa global.

Pada perdagangan pekan pertama Mei 2010, seluruh bursa-bursa global berada dalam tekanan jual yang sangat hebat, sehingga membuat koreksi yang terlalu dalam. Ketika IMF dan Uni Eropa sepakat mengucurkan dana sebesar US$ 1 triliun pun tak mampu membuat indeks-indeks saham global kembali ke posisinya di akhir April 2010.

Malah, di akhir pekan kemarin kekhawatiran status utang Yunani kembali menghantui bursa-bursa Barat. Pada penghujung pekan kemarin, indeks-indeks wallstreet dan Eropa anjlok cukup tajam antara 1-3%.

Jika diakumulasi, seluruh indeks-indeks bursa utama dunia merosot antara 3-6% terhitung sejak awal Mei 2010.

Indeks Dow Jones ditutup di level 10.620,16 di akhir pekan kemarin, turun 3,52% dari akhir April 2010 di level 11.008,61.
Indeks FTSE 100 (Inggris) ditutup di level 5.262,90 di akhir pekan kemarin, turun 5,22% dari akhir April 2010 di level 5.553,30.
Indeks Nikkei 225 ditutup di level 10.462,51 di akhir pekan kemarin, turun 5,38% dari akhir April 2010 di level 11.057,40.
Indeks Strait Times ditutup di level 2.855,21 di akhir pekan kemarin, turun 4,01% dari akhir April 2010 di level 2.974,61.
Indeks Hang Seng ditutup di level 20.145,43 di akhir pekan kemarin, turun 4,56% dari akhir April 2010 di level 21.108,59.
Indeks Shanghai ditutup di level 2.696,63 di akhir pekan kemarin, turun 6,06% dari akhir April 2010 di level 2.870,61.

Nasib IHSG tak berbeda. Tekanan jual melanda IHSG sejak perdagangan awal Mei 2010. Pada pekan pertama Mei, IHSG mengalami koreksi sebesar 177,919 poin (5,98%) dari level 2.971,252 di akhir April 2010 ke level 2.739,333 di akhir 7 Mei 2010.

Koreksi tajam IHSG di pekan pertama Mei diiringi dengan keluarnya dana asing sebesar Rp 1,774 triliun (netto). Pada periode ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat merosot ke kisaran 9.300/US$.

Pada perdagangan pekan kedua Mei 2010 atau pekan kemarin, IHSG mulai pulih dari koreksi. IHSG ditutup di level 2.858,385 pada 14 Mei 2010, naik 119,052 poin (4,34%) dari penutupan 7 Mei 2010 di level 2.793,333.

Dana asing pun kembali masuk meskipun hanya sebesar Rp 956 miliar. Jika diakumulasi, IHSG mengalami koreksi sebesar 112,867 poin (3,79%) dari posisi akhir April 2010 di level 2.971,252 ke level 2.858,385 pada 14 Mei 2010.

Total aksi beli asing selama dua pekan Mei 2010 sebesar Rp 12,252 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 13,070 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) pada periode yang sama sebesar Rp 818 miliar.

Meskipun IHSG berhasil mengangkat kembali posisinya ke level 2.800-an, namun tekanan sentimen bursa global sepertinya masih akan menghantui pergerakan IHSG pekan depan, terutama mengingat koreksi indeks Dow Jones dan Eropa cukup dalam pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Maklum saja, aktivitas investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat mempengaruhi posisi IHSG. Kebanyakan investor domestik masih menggantungkan langkah investasinya pada asing.

Dan seperti biasa, pembukaan indeks Nikkei 225 pada perdagangan 17 Mei 2010 akan menentukan arah bursa-bursa di kawasan Asia. Sebagai bursa yang dibuka paling pertama setiap hari, posisi Nikkei 225 sering dijadikan acuan investasi di kawasan Asia, termasuk pergerakan IHSG.

(dro/dro)
Sabtu, 15/05/2010 16:36:54 WIB
Bursa Asia tetap gagah di tengah krisis Eropa
Oleh: Bloomberg
JAKARTA (Bloomberg): Bursa Asia mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi dalam lebih dari sebulan terakhir karena meningkatnya pendapatan perusahaan serta meredanya kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa akan mengganggu pemulihan ekonomi global.

Saham Tencent Holdings Ltd, perusahaan internet terbesar di China berdasarkan nilai pasar, melonjak 6,2% pekan ini seiring pendapatan perusahaan yang meningkat. Sementara itu, saham Isuzu Motord Ltd juga melambung 11% di Tokyo disebabkan naiknya prediksi pendapatan mereka lebih dari dua kali lipat. Saham Australia & New Zealand Banking Group Ltd naik 4,5% karena pihak berwenang Uni Eropa telah mengumumkan paket pinjaman bagi negara Eropa yang sarat dengan krisis utang.

Sementara itu, indeks Asia Pasifik MSCI menguat sekitar 1,6% menjadi 120.00 pekan ini. Kenaikan ini adalah yang tertinggi dalam periode yang akan berakhir 4 April. Indeks MSCI telah jatuh 7,1% dari level tinggi selama 20 bulan pada 15 April. Penurunan ini dipicu oleh krisis utang Eropa dan munculnya kekhawatiran bahwa langkah China dalam meredam inflasi justru akan mengganggu tingkat kepercayaan dalam pemulihan ekonomi global.

“Pesan yang tersirat dari kondisi ekonomi sekarang serta laporan pendapatan perusahaan adalah bahwa sekarang kita berada dalam jalur pemulihan ekonomi. Gangguan yang terjadi di Uni Eropa dalam beberapa pekan terakhir dapat mengganggu proses pemulihan. Namun langkah yang telah diambil untuk mengatasi krisis tersebut mengartikan bahwa proses pemulihan tidak akan serta merta berhenti,” ujar Prasad Patkar yang membantu mengelola aset sebesar US$1,7 miliar di Platypus Asset Management di Sydney.

Indeks Austalia S&P/ASX 200 serta indeks Korea Selatan Kospi menguat 2,9% pekan ini. Sementara itu, indeks Nikkei 225 menguat 0,9% di Tokyo.

Indeks Philippines Stock Exchange melambung 6%, kenaikan mingguan terbesar dalam setahun seiring terpilihnya Beniqno Aquino sebagai presiden dengan suara mutlak berhasil meredakan kekhawatiran akan gangguan dalam hasil pemilu.

Para analis mengharapkan bahwa pendapatan tiap saham dari perusahaan yang menopang indeks Asia Pasifik MSCI akan naik 53% dalam 12 bulan mendatang, level ini dibandingkan dengan 26% yang terjadi di indeks S&P 500 dan 38% yang terjadi di indeks Stoxx Europe 600.

Saham Australia & New Zealand Banking naik 4,2% menjadi A$22,81 sementara saham Westpac Banking Corp menguat 3% menjadi A$24,89. Saham National Bank Ltd juga menguat 3,2% menjadi A$25.37.

Pada 11 Mei, Shanghai Composite Index memasuki fase kelesuan bursa setelah anjlok 21% dari level tinggi sejak 23 November seiring kekhawatiran akan langkah intensifikasi China untuk menenangkan industri property mereka. Biro statistic China pekan ini menyatakan bahwa harga konsumen meningkat di bulan April dalam laju tercepat selama 18 bulan. Harga property juga melonjak, mencatat rekor 12,8%. (t02/msw)
14/05/2010 – 05:52
Inilah 10 Saham Jagoan Buffett
Vina Ramitha

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Rumus investasi pebisnis handal sekelas Warren Buffett memang tak mungkin dibagikan begitu saja. Namun ada 10 saham pilihan dimana ia menanamkan uangnya. Apa saja?

Banyak pemodal AS yang berusaha mengikuti investasi ala Buffett. Beberapa telah menerapkannya, seperti Sequoia Fund yang dikelola Ruane, Cuniff & Goldfarb serta The Tweedy Browne. Namun begitu, tak semudah kelihatannya. Ketimbang repot, lebih baik Anda berinvestasi di 10 saham yang ia pilih.

Pertama adalah Coca-Cola Company yang earning per share-nya (EPS) 3,04 kali dengan price earning ratio (PER) 17,8 kali. Kapitalisasi pasar saham ini mencapai US$124,6 miliar. Bisnis korporasinya antara lain manufaktur, distribusi dan pasar minuman non-alkohol di bawah merek dagang Coca-Cola, Fanta dan Sprite.

Kemudian Wells Fargo, dengan EPS 1,66 kali dan PER 19,8 kali. Kapitalisasi pasar saham perusahaan finansial ini mencapai US$170,4 miliar. Perusahaan kartu kredit American Express juga masuk dalam pilihannya. EPS mencapai 1,53 kali dan PER 30 kali, dengan kapitalisasi pasar US$54,9 miliar.

Perusahaan consumer goods Procter & Gambler selanjutnya, EPS 4,19 kali dan PER 15,1 kali. Perusahaan yang menjual merek Olay, Duracell, Pampers dan banyak lagi ini kapitalisasi pasarnya US$184,1 miliar. Kraft Foods, produsen merek Oreo, Kraft, Nabisco, dan lainnya juga termasuk. EPS 2,04 kali, PER 14,8 kali dan kapitalisasi US$52 miliar.

Raksasa peritel AS Wal-Mart Stores sudah pasti dikoleksi Buffet. EPS-nya 3,70 kali dan PER 14,7 serta kapitalisasi pasar US$204 miliar. Peritel furnitur dan perusahaan asuransi Wesco Financial, dengan 7,60 kali dan PER 50,3 kali serta market capitalitation US$2,7 miliar.

Perusahaan energi ConocoPhillips juga berada di portofolio saham Buffet. EPS perusahaan ini 3,24 kali dan PER 17,3 kali, dengan kapitalisasi pasar US$83,3 miliar. Perusahaan produk kesehatan Johnson & Johnson dengan EPS 4,76 kali dan PER 13,5. Perusahaan yang juga kuat di research and development ini kapitalisasi pasarnya US$177,3 miliar.

Demikian pula US Bancorp, sebuah perusahaan finansial yang cukup besar di negaranya. EPS-nya mencapai 1,06 kali dan PER 25,8 kali. Sedangkan kapitalisasi pasarnya US$52,3 miliar.

Buffett adalah salah satu investor terkemuka sepanjang masa. Ia mempelajarinya dari seorang mentor bernama Benjamin Graham, analis legendaris di The Intelligent Investor. Graham mengelola sendiri perusahaannya, dengan konsep pembelian saham yang lebih murah ketimbang nilai intrinsiknya.

Berkat pelajaran berharga itu Buffet kini memiliki perusahaan investasinya sendiri, Berkshire Hathaway Inc. Dalam surat Direktur Berkshire yang ia buat pada 2009, perusahaan itu memiliki nilai buku yang rata-rata pertumbuhan 20,03% per tahun sejak didirikan pada 1965.

Untuk gaya investasinya yang sukses itu, teori pasar efisien yang biasa tak berlaku baginya. Buffett lebih dikenal untuk equity investment, di mana tak banyak yang melakukannya. Banyak buku telah terbit yang berusaha menganalisa pergerakan Buffet di bursa saham.

Namun rahasia itu tak terbongkar dan kemungkinan besar akan dibawanya hingga ke liang lahat. Buffett memang berani. Seperti baru-baru ini ketika masyarakat Amerika mengecam Goldman Sachs Group Inc. yang dituduh menipu nasabahnya, Buffett santai-santai saja. Padahal ia memiliki US$5 miliar di perusahaan itu. [mdr]
Asia stocks gain as jitters ease on Europe

2:54am EDT
By Umesh Desai
HONG KONG (Reuters) – Asian stocks hit highs for the week on Thursday after new austerity steps pledged by Portugal and Spain raised hopes that Europe’s debt crisis can be contained, while IBM’s strong profit forecast boosted tech shares.
The optimism was seen carrying into the opening of European markets with futures for the STOXX Europe 50, Germany’s DAX and France’s CAC 40 up 0.7 to 0.8 percent.
Despite edging higher against the dollar, the euro struggled near 14-month lows on worries the steep government spending cuts in parts of Europe would drag on the region’s already feeble economic growth.
Doubts about the euro’s long-term viability and worries about inflation continued to spur a flight into gold, which shot to a fresh record for a second day in a row.
The jump to $1,248.15 an ounce brought gold’s gains to nearly 20 percent since early February.
Spain said on Wednesday it will slash civil service pay and cut public jobs while Portugal’s finance minister told Reuters his government had identified new austerity measures to reduce its budget deficit, offering investors some reassurances that those countries are addressing deep-rooted fiscal problems.
“The euro zone problems had really weighed on the market, and reassurance after the Spanish announcement has allowed investors to turn their eyes to things like earnings and economic indicators for the first time in days,” said Toshiyuki Kanayama, a market analyst at Monex Inc in Tokyo.
Japan’s Nikkei gained 2.2 percent to a one week closing high as buyers snapped up tech stocks like Advantest, which makes micro chip testing equipment, and shares of other companies which have recently released upbeat earnings and sales outlooks. Advantest jumped 3.3 percent.
While worries remain that Greece and other governments will not be able to deliver on deeply unpopular spending cuts, there were signs that recent strains in global money markets were easing, further buoying investor confidence.
CREDIT MARKET REVIVAL
The three-month dollar London interbank offered rate (LIBOR) was unchanged after rising steadily during the height of the worries about Europe’s sovereign debt problems.
Debt capital markets also showed signs of revival in the region with Macau casino operator Melco Crown Entertainment selling a $600 million bond overnight following last week’s jitters over European debt which had issuers postponing their offerings.
By 0645 GMT, the MSCI Asia ex-Japan index was 2 percent higher after hitting its highest this week with technology , the best performing sector, outpacing the broad market with a 2.9 percent rise.
Tech bellwether has forecast it would roughly double its profit by 2015, fuelling bullishness on the sector.
Tech-heavy stock markets in South Korea and Taiwan rose over 2 percent. Both had seen several days of selling by foreign investors earlier in the week, but data showed overseas buyers were returning to Korean shares on Thursday.
In Taiwan, chipmakers Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) and UMC boosted the main TAIEX share index by as much as 2.4 percent.
“U.S. data and earnings have helped, meaning stocks are moving on news from abroad,” said Chu Yen-min, senior vice-president at KGI Securities in Taiwan. “This market correction is on international factors.”
The euro edged up 0.4 percent against the dollar, but traders said any gains were likely to be limited, with some seeing the currency falling below $1.2400 as it did in 2008. Traders cited market talk of decent bids in the euro at $1.2610/20 and also ahead of an option barrier at $1.2600.
“Financial markets overall have been returning to calm but the euro remains on a downtrend,” said Kosuke Hanao, head of treasury product sales at HSBC in Tokyo.
“Although the panic sell-off in the euro has eased at the moment, the downside risk still remains,” he said.
Meanwhile, the Australian dollar rose as high as $0.9020 after data showed the domestic economy added 33,700 jobs in April, handily beating forecasts for a 20,000 rise.
Despite the strong growth numbers, there was little impact on the Australian rates market since the central bank is expected to hold rates until November because of the European worries.
Crude oil futures were 6 cents lower at $75.59 a barrel, after falling to a low of $75.27.
(Additional reporting by Aiko Hayashi in TOKYO and Jonathan Standing in TAIPEI; Editing by Raju Gopalakrishnan)
10/05/2010 – 04:30
Inilah Saham Pilihan Hari Ini

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Meski banyak sentimen negatif diterima pasar, masih ada saham yang memiliki prospek bagus. Saat koreksi merupakan peluang untuk koleksi. Saham pilihan TLKM, INDF, BUMI dan BBCA.

Hal itu dikutip dari hasil riset HD Capital kemarin. “Apabila masih terjadi koreksi maka rekomendasinya akumulasi mengingat makro-fundamental masih bagus dan Dow berpotensi untuk rebound. Level support 2.700-2.600 dan resistance 2.750-2.840,” demikian rilis HD Capital.

Saham pilihan seperti saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) apabila terjadi pembalikan arah maka saham ini menjadi buruan investor. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga 7.800 dari penutupan pada akhir pekan lalu di 7.600.

Untuk saham Indofood Sukses Makmur (INDF) merupakan saham unggulan di sektor konsumer yang telah terkoreksi paling dalam. Kinerja 2010 masih akan terbantu oleh margin mie instan dan edible oil. Saham INDF ditargetkan beli dengan target harga di 3.700 dari penutupan akhir pekan lalu di 3.475. Investor bisa masuk pada harga 3.425 dan di harga 3.300.

Sementara saham Bumi Resources (BUMI) dengan target menghadapi koreksi IHSG dan optimisme hasil kinerja kuartal I 2010. Saham BUMI direkomendasikan beli dengan target harga 2.400 dari penutupan akhir pekan lalu di 2.300. Investor dapat beli di harga 2.225 atau di harga 2.175 dan target cut loss di 2.125.

Sedangkan saham Bank Central Asia (BBCA) dengan rencana pembagian dividen Rp110 per saham dapat menjadi alasan untuk akumulasi saham perbankan dengan market cap terbesar dan NPM09 tertinggi. saham BBCA direkomendasikan beli di 5.300 dari penutupan akhir pekan lalu di 4.925. Investor dapat masuk di harga 4.850 dan di 4.750 dan target cul loss di 4.700. [hid]
IHSG terdepak dari indeks teruntung dunia
Rebound tunggu penyelesaian utang Yunani

JAKARTA: Koreksi IHSG dalam 3 hari terakhir, mengiringi pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menggerus keuntungan (return) bursa domestik sebesar 4%.
Akibatnya, sepanjang tahun berjalan indeks harga saham gabungan (IHSG) tergusur dari posisi 10 besar indeks dengan gain (keuntungan) tertinggi di dunia, yang telah diduduki selama 2 tahun terakhir.

Data Bloomberg menyebutkan return IHSG sepanjang tahun berjalan pada 7 Mei 2010 tersisa sebesar 11,02%, atau hanya masuk dalam posisi ke-12 indeks bursa dengan gain tertinggi dunia.

Padahal, sehari sebelumnya return IHSG masih mencapai 13,51% dan bercokol pada posisi kedelapan dunia. Akhir tahun lalu, bursa Indonesia membagikan gain tertinggi tahunan kedua di dunia setelah bursa Shenzen, China.

Manajer Investasi PT Valbury Asset Management Thauriq Anwar menilai sentimen negatif yang menerpa bursa dunia dalam 3 hari berturut-turut menjadi pemicu utama koreksi indeks saham Bursa Efek Indonesia.

Ekonomi stabil

Dia menilai meski ikut membagi sentimen negatif, pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani tidak signifikan memengaruhi profil ekonomi nasional. Para penggantinya diyakini bakal mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia

“Pemicu lebih banyak dari luar negeri terkait dengan kondisi perekonomian Eropa, sehingga indeks terkoreksi dan returnnya menurun. Pembalikan ke atas [rebound] bursa kita akan menunggu penyelesaian krisis utang Yunani, yang kemungkinan pada semester II/2010,” tuturnya

Sepanjang tahun ini, saham yang mencatatkan kerugian tertinggi adalah PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk dengan kode perdagangan IKAI sebesar 78,64%. Sebaliknya, PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) memberi gain tertinggi sebesar 482,91%.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai potensi IHSG untuk menjadi salah satu indeks dengan keuntungan terbesar masih terbuka lebar. Penurunan yang terjadi pada pekan lalu pun masih dalam batas wajar.

Penurunan terjadi karena berangkat dari valuasi IHSG yang lebih mahal dari indeks Dow Jones Average, Hang Seng, Kospi, dan indeks Straits Times Singapura.

Menurut dia, tekanan jual yang terjadi pada pekan lalu dinilai baik untuk mendinginkan pasar

“Buat saya penurunannya normal dan ini menjadi kesempatan berharga untuk koleksi saham,” ujarnya. (10) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
Besok, UE Bahas Krisis Keuangan
Sabtu, 8 Mei 2010 | 20:58 WIB

BRUSSEL, KOMPAS.com – Komisi Uni Eropa pada Minggu (9/5/2010) siang, akan membahas rencana mendetail untuk menghadang jatuhnya pasar, terutama akibat masalah keuangan di Yunani. Demikian dikatakan juru bicara Uni Eropa kepada kantor berita AFP, Sabtu (8/5/2010).

Angin buruk berembus dari Eropa dan menyebar dengan sangat liar ke pasar dunia pada minggu ini.

Sabtu ini, staf Uni Eropa sedang mempersiapkan proposal untuk dibahas dalam Komisi untuk European Stabilization Mechanism, yang bekerja untuk menjaga stabilitas keuangan di Eropa. Dua puluh tujuh anggota komisi akan bertemu pukul 13.00 waktu setempat.
Kesulitan keuangan Yunani, telah membawa dampak besar pada pasar uang, termasuk berdampak negatif bagi Bursa Efek Indonesia. Hampir sepanjang minggu ini, misalnya bursa saham Amerika yang menjadi salah satu barometer utama perdagangan saham dunia, memasuki masa-masa kelam akibat kepanikan investor terhadap stabilitas ekonomi di zona Euro.
Indikator ekonomi positif yang diwartakan pada Senin (3/5/2010), tidak digubris pasar. Yakni ketika program dana talangan untuk Yunani dari International Monetary Fund (IMF) dan Komisi Uni Eropa disampaikan ke publik.
Berita baik dari data ekonomi Amerika, yang menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen dalam bulan Maret menunjukkan peningkatan, juga tak dihiraukan. Termasuk, saat Maret lalu, sektor manufaktur Amerika diberitakan tumbuh tercepat dalam rentang enam tahun terakhir.
Pada akhirnya, Dow Jones menutup pekan ini dengan turun 5,72 persen, the Nasdaq kehilangan 7,95 persen dan Standard & Poors 500 turun 6,3 9 persen. Ini adalah minggu kedua berturut-turut, dimana the Dow ditutup turun. Dan, salah satu minggu penurunan indeks terburuk dalam sejarah Dow.
“Angin buruk berembus dari Eropa dan menyebar dengan sangat liar ke pasar dunia pada minggu ini. Sehingga, investor berupaya keras untuk menjauhi aset-aset dengan tingkat risiko tinggi,” kata Brian Bethune dan Nigel Gaulth dari HIS Global Insight, Sabtu (8/5/2010).
Sabtu, 08/05/2010 15:25 WIB
Uni Eropa Sepakati Langkah Darurat Atasi Krisis
Nurul Qomariyah – detikFinance

Brussels – Para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk mengambil langkah darurat guna mengatasi krisis sebelum pembukaan perdagangan Senin mendatang. Langkah ini diharapkan bisa mencegah krisis di Yunani menyebar ke negara lain seperti Spanyol dan Portugal.

Pemimpin 16 negara Uni Eropa usai pertemuan dengan Bank Sentral Eropa dan pejabat Komisi Eropa menyatakan mereka siap mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk melindungi stabilitas di kawasan pengguna mata uang tunggal euro itu.

“Kita akan mempertahankan euro dengan cara apapun. Kita memiliki beberapa instrumen dalam penyelesaian dan kami akan menggunakannya,” ujar Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso usai pertemuan yang berlangsung di Brussels, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/5/2010).

Namun ia menolak membeberkan detail dari proposal upaya penangananan krisis yang rencananya akan mendapatkan persetujuan pada Minggu besok. Namun ditegaskan upaya penanganan itu akan menggunakan dana yang mungkin tersisa dari anggaran Uni Eropa.

Krisis utang di Yunani sejauh ini terus memberikan sentimen negatif di pasar finansial. Para investor khawatir krisis itu akan menyebar ke negara Uni Eropa lainnya, sehingga pasar saham dan mata uang di berbagai belahan dunia berjatuhan.

Selain sepakat untuk membuat ‘Crisis Fund’, para pemimpin uni Eropa juga sepakat untuk membuat batasan baru bagi para spekulator.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, dana stabilisasi itu akan memberikan sinyal yang jelas kepada para spekulator pasar agar mundur.

Presiden AS Barack Obama menelpon langsung Kanselir Jerman bahwa dirinya mendukung upaya untuk menyelamatkan Yunani dan mengatakan regulator AS kini sedang menginvestigasi kejatuhan pasar saham AS pada Kamis lalu.

“Kami sepakat pentingnya respons kebijakan yag kuat dari negara yang terkena dampak dan respons finansial yang kuat dari komunitas internasional,” jelas Obama.

(qom/qom)

Statement on Greece Emergency Fund by the Euro-Area Heads of State: Text
May 07, 2010
Following is a statement issued today by the leaders of the 16 nations using the euro.
… pernyataan bersama 16 kepala negara eurozone pada 070510
Brussels, 7 May 2010

STATEMENT OF THE HEADS OF STATE OR GOVERNMENT OF THE EURO AREA

1/ Implementation of the support package for Greece
… penerapan paket dukungan bwat Yuknangis
In February and in March, we committed to take determined and coordinated action to safeguard financial stability in the euro area as a whole.

Following the request by the Greek government on April 23 and the agreement reached by the Eurogroup on May 2, we will provide Greece with 80 billion euros in a joint package with the IMF of 110 billion euros. Greece will receive a first disbursement in the coming days, before May 19.
… menyusul perminataan Yuknangis pada 23 April, dan kesepakatan oleh kelompok Euro pada 2 Mei 2010, maka 16 negara EU akan memberikan yuknangis dengan 80 milyar euro bersama paket IMF sehingga mencapai total 110 milyar euro. PENCAIRAN BANTUAN (KREDIT) PERTAMA adalah pada tanggal 19 Mei 2010 …
The program adopted by the Greek government is ambitious and realistic. It addresses the grave fiscal imbalances, will make the economy more competitive, and will create the basis for stronger and more sustainable growth and job creation.
… program ini telah diterima Yuknangis secara serius sekali dan realistis. Program ini untuk mengatasi ketidakseimbangan anggaran belanja, membuat ekonomi menjadi lebe kompetitif, dan menciptakan dasar buat pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja yang lebe kuat dan berkelanjutan …
The Greek Prime Minister has reiterated the total commitment of the Greek government to the full implementation of these vital reforms.
… PM Yuknangis telah mengulangi komitmen penuh pemerintah Yuknangis bagi penerapan penuh reformasi vital ini …
The decisions we are taking reflect the principles of responsibility and solidarity, enshrined in the Lisbon Treaty, which are at the core of the monetary union.
… keputusan diambil sebagai dampak azas tanggung jawab dan solidaritas, yang terkandung dalam Perjanjian Lisbon, yang merupakan inti dari kesatuan moneter …
2/ Response to the current crisis

In the current crisis, we reaffirm our commitment to ensure the stability, unity and integrity of the euro area. All the institutions of the euro area (Council, Commission, ECB) as well as all euro area. Member States agree to use the full range of means available to ensure the stability of the euro area.
… menanggapi krisis saat ini kami menyatakan kembali komitmen untuk memastikan stabilitas, kesatuan, dan integritas kawasan euro. semua lembaga kawasan ini (dewan, komisi, bank sentral euro) termasuk pada semua kawasan euro. Negara Anggota bersepakat menggunakan segala cara yang mungkin untuk MEMASTIKAN STABILITAS KAWASAN EURO…
Today, we agreed on the following :

– First, consolidation of public finances is a priority for all of us and we will take all measures needed to meet our fiscal targets this year and in the years ahead in line with excessive deficit procedures. Each one of us is ready, depending on the situation of his country, to take the necessary measures to accelerate consolidation and to ensure the sustainability of public finances. The situation will be reviewed by the Ecofin Council on the basis of a Commission assessment by the end of June at the latest. We have asked the Commission and the Council to strictly enforce the recommendations addressed to Member States under the Stability and Growth Pact.
… pertama, konsolidasi keuangan publik adalah PRIORITAS dan kami akan mengambil semua cara yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran anggaran belanja tahun ini dan tahun2 mendatang sesuai dengan prosedur defisit yang sedang berlebihan. setiap negara anggota, sesuai dengan kondisi masing-masing, akan mengambil tindakan guna meningkatkan konsolidasi dan memastikan keberlanjutan pendanaan publik. situasi selanjutnya akan dievaluasi oleh Dewan Ecofin berdasarkan penilaian Komisi pada selambat-lambatnya AKHIR JUNI 2010. kami telah meminta Komisi dan Dewan untuk secara SEKSAMA memberlakukan rekomendasi yang diamanatkan oleh negara anggota berdasarkan Pakta Stabilitas dan Pertumbuhan …
– Second, we fully support the ECB in its action to ensure the stability of the euro area.
… kedua, kami mendukung penuh bank sentral euro dalam aksinya untuk menegakkan stabilitas kawasan euro…
– Third, taking into account the exceptional circumstances, the Commission will propose a European stabilization mechanism to preserve financial stability in Europe. It will be submitted for decision to an extraordinary ECOFIN meeting that the Spanish presidency will convene this Sunday May 9th.
… ketiga, dengan mempertimbangkan kondisi luar biasa saat ini, Komisi mengusulkan mekanisme stabilisasi Eropa untuk memeliharan stabilitas keuangan di Eropa. proposal itu akan disampaikan pada pertemuan ECOFIN luar biasa dengan ketuanya adalah Spanyol, yang akan berkumpul pada hari MINGGU 9 MEI 2010 …
3/ Strenghtening economic governance

We have decided to strengthen the governance of the euro area. In the context of the Task Force headed by the President of the European Council, we are prepared to:
… kami telah memutuskan untuk memperkuat pengelolaan kawasan euro. dalam konteks Satuan Tugas yang dikepalai oleh Presiden Dewan Eropa, kami siap untuk :
– broaden and strengthen economic surveillance and policy coordination in the euro area, including by paying close attention to debt levels and competitiveness developments;
… memperluas dan memperkuat pengawasan ekonomi dan koordinasi kebijakan kawasan euro, termasuk dengan memberikan perhatian serius pada tingkat HUTANK dan kondisi tingkat persaingan …
– reinforce the rules and procedures for surveillance of euro area Member States, including through a strengthening of the Stability and Growth Pact and more effective sanctions;
… memperteguh aturan dan prosedur pengawasan Negara Anggota kawasan euro, termasuk melalui penguatan Pakta Stabilitas dan Pertumbuhan serta sanksi yang lebe efektif …
– create a robust framework for crisis management, respecting the principle of Member States’ own budgetary responsibility.
… menciptakan kerangka kerja yang menyeluruh guna pengelolaan krisis, yang juga memperhatikan pada azas tanggung jawab anggaran belanja Negara Anggota sendiri …
The President of the European Council decided to accelerate the work of the Task Force. The Commission will present its proposals next week on May 12.
… Presiden Dewan Eropa memutuskan mempercepat kerja Satuan Tugas. Komisi akan menyajikan proposalnya minggu depan pada 12 Mei 2010 …
4/ Regulation of the financial markets and the fight against speculation

Finally, we agreed that the current market turmoil highlights the need to make rapid progress on financial-markets regulation and supervision. Increasing transparency and supervision in derivatives markets and dealing with the role of rating agencies are among the key priorities for the EU. We also agreed on intensifying the work on crisis management and resolution in the financial sector and on a fair and substantial contribution of the financial sector to the costs of crises. The work on assessing whether more steps are necessary in view of recent speculation against sovereign debtors should be sped up. The President of the European Council therefore intends to discuss these issues at the June European Council, on the basis, where needed, of Commission proposals.
… akhirnya kami sepakat bahwa gangguan pasar saat ini menekankan adanya kebutuhan untuk membuat pertumbuhan cepat pada peraturan pasar finansial dan pengawasannya… dengan meningkatkan transparansi dan pengawasan pada pasar derivatif serta mengevaluasi peran lembaga pemeringkatan sebagai prioritas utama bagi EU… kami juga bersepakat meningkatkan kerja pada pengelolaan krisis dan resolusi sektor keuangan dan pada sumbangan yang adil dan substansial sektor keuangan terhadap biaya krisis… pekerjaan dalam menilai kebutuhan langkah2 lanjutan sesuai dengan kondisi spekulatif terhadap negara pengutang juga akan dipercepat … Presiden Dewan Eropa akan mendiskusikan hal2 ini pada pertemuan Dewan Eropa Juni 2010, berdasarkan, sesuai kebutuhan, pada proposal Komisi …

… well, satu krisis sudah dipecahkan, semoga… tinggal krisis MENKEU BARU YANG SESUAI DENGAN PROFIL FAVORIT PASAR … semoga

 

modal 20 jt, mau laba 1 jt dalam 22 hari transaksi … 220510 2 Mei 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 11:19 pm

kalo elo ga ada waktu trading, dan elo cuma pengen pilih saham yang paling bagus dan bisa memberikan imbal hasil PASTI 5% per bulan, ELO BERMIMPI DOANK 😛 have a nice sleep bobo dengan 20 juta loh dah 😛

ok ini bukan pertanyaan yang berat … tapi gw biasanya menjanjikan minimum 2% bisa gw capai dalam 1 bulan karena itu adalah berdasarkan pengalaman gw … nah, supaya 20 juta menghasilkan 1 juta, itu berarti 2 1/2 kali lipat dari minimum imbal hasil per bulan yg gw janjikan … ini artinya elo harus menguasai analisis teknikal sederhana yang ada di blog ini, yaitu ROC, slow stochastic, bollinger bands, parabolic sar, moving avg 20 …

analisis teknikal sederhana ini bisa membantu elo memperkirakan momentum ke arah jual atawa beli yang lebih kuat, serta ke batas harga teratas dan terendah untuk jual dan beli … elo baca2 lage teori tentang analisis teknikal sederhana di posting ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/analisis-teknikal-sederhana-saham2-yang-gw-transaksikan-everyday/ … nah supaya elo beneran bisa menghayati analisis teknikal ini, maka elo sebaiknya memantau analisis teknikal sehari-hari dulu di link ini :  http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every/analisis-teknikal-saham-sederhana-harian dan http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every/analisis-teknikal-harian-sederhana … anjuran gw: elo nikmatin dulu dengan melakukan prediksi tren dan tingkat harga saham dengan cara mencermati fluktuasi grafik di ke dua link tersebut

karena analisis teknikal sederhana ini bisa membantu elo memperkirakan momentum ke arah jual atawa beli yang lebih kuat, serta ke batas harga teratas dan terendah untuk jual dan beli … elo baca2 lage teori tentang analisis teknikal sederhana di posting ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/analisis-teknikal-sederhana-saham2-yang-gw-transaksikan-everyday/ … nah supaya elo beneran bisa menghayati analisis teknikal ini, maka elo sebaiknya memantau analisis teknikal sehari-hari dulu di link ini :  http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every/analisis-teknikal-saham-sederhana-harian dan http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every/analisis-teknikal-harian-sederhana … anjuran gw: elo nikmatin dulu dengan melakukan prediksi tren dan tingkat harga saham dengan cara mencermati fluktuasi grafik di ke dua link tersebut … ENJOY lah

… nah, sebenarnya di file2 gw soal rumus trading sudah selalu diarahkan supaya trader bisa mencapai imbal hasil 1% dalam 1 hari trading yaitu dengan mencapai gain 1 poin, terutama pada maen saham: (lihat di tabel gain 1 poin) elo sebaiknya maen saham wika, elsa, mapi, dan bnii … kenapa? karena dengan 1 langkah aja yaitu gain 1 poin elo sudah dapat sekira 1% (dipotong fee beli 0,19% dan jual 0,25%) … namun memang harus sabar dan tabah, karena frekuensi trading keempat saham ini saat ini (saat laen bisa berubah tergantung momentum dan perilaku investor) SEDANG PELAN jalannya (seperti orang memancing gitu lho, karena tergantung panjangnya antrian beli dan jual) … gimana 1 poin maen saham wika bisa gain lebih dari 1%? misalnya, elo beli saham wika di harga 410 dan langsung pasang jual di harga 420 itu berarti elo berekspektasi gain 1 poin yaitu 10 perak … itu berarti gain : 10/410=2,43% (elo harus tau bahwa gw selalu memasang harga beli lebih rendah daripada harga penutupan sehari sebelumnya atawa sesaat sebelumnya; dan harga jual yang lebe tinggi daripada harga penutupan sehari sebelumnya atawa sesaat sebelumnya; dengan cara ini gw menghindarkan diri dari kemungkinan beli di harga yang mahal atau jual di harga yang murah)


… setelah dipotong fee pun elo maseh gain/laba di atas 1% itu kalo berhasil jual secara full matched… namun soalnya adalah elo tidak bisa menghabiskan semua saham beli menjadi semua saham jual karena terbentur aturan NO SHORT SELLING untuk modal cuma sebesar itu … jadi elo mesti menyisakan 1 lot untuk hari tersebut … berarti pada harga beli 410, elo punya modal inves saham wika di harga 410X500=205.000 … namun besok harinya, elo bisa habiskan modal itu, cuma tergantung harganya lage tukh … kalo misalnya turun, ya elo mesti tunggu supaya modal 205.000 itu benar2 satu hari bisa di jual dengan harga yang lebe tinggi … kebetulan elo punya waktu kira2 20 hari transaksi, jadi, cukup lama untuk merealisasikannya … ATAWA ELO PAKE CARA gw FOKUS LABA dalam TREN TURUN :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/01/fokus-laba-dalam-tren-turun-4-010110/

nah setiap hari elo bisa maen sebagian besar dana elo selama 22 hari dengan ekspektasi rata2 1% gain per hari … yang biasanya sangat mudah pada saat tren harga saham naek … karena dengan cara pasang posisi harga seperti contoh di atas (liat contoh di saham wika) maka gain 1% gampang tercapai, asal momentum belinya kuat oleh investor bursa … tapi kalo tren turun, elo mesti menguasai strategi FOKUS LABA dalam TREN TURUN juga

salah satu alasan kenapa gw lebe menyukai strategi trading ini karena tidak butuh terlalu lama untuk mencapai 5% (berdasarkan pengalaman gw) asal serius menjalaninya minimum 5 hari transaksi, dan berarti maksimum 22 hari elo uda bisa meraih 5%, asal beneran disiplin dan serius maennya

dengan menguasai strategi teknik maen saham tersebut maka elo sebenernya uda melakukan dan memanfaatkan strategi teknik maen saham sama yang dilakukan oleh Edy Joenardi yaitu sistem bunga berbunga :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/03/gw-bobol-rahasia-investasi-edy-joenardi-030410/ … dan seperti yang gw uraikan soal cara meraup 1M dalam waktu 2 taon (470 hari) :  https://transaksisaham.wordpress.com/aksi-donk/

dengan menguasai strategi teknik maen saham tersebut maka elo sebenernya uda melakukan dan memanfaatkan strategi teknik maen saham sama yang dilakukan oleh Edy Joenardi yaitu sistem bunga berbunga :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/03/gw-bobol-rahasia-investasi-edy-joenardi-030410/ … dan seperti yang gw uraikan soal cara meraup 1M dalam waktu 2 taon (470 hari) :  https://transaksisaham.wordpress.com/aksi-donk/

… jadi UP2U , apakah elo mau menggunakan cara TRADING SEPERTI ini atawa mo pake CARA BODOH, yaitu inves lalu diemin selama 22 hari transaksi, dengan ekspektasi moga2 dapat 5% gain … gw LEBE YAKIN PAKE CARA TRADING daripada inves 1 bulan, karena inves 1 taon aja BISA BOBOL, apalagi 1 bulan … que sera sera

  • situasi ekonomi global beneran lage tak menentu, KECEMASAN MEMUNCAK, dan sulit menghindarkan EKSPEKTASI KRISIS FINANSIAL EURO MENJADI KRISIS FINANSIAL GLOBAL BABAK II lage … kalo elo ga yakin bisa maen strategi fokus laba dalam tren turun, mendingan elo keluar dari gelanggang aja dah … kalo gw mah uda kepalang basah, dan gw uda siapin alat2 yang menjaga aset juga lebe luas
  • Aktifitas Perdagangan BEI Kuartal I-2010 Meningkat Drastis
    Sabtu, 22 Mei 2010 – 16:11 wib
    Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

    JAKARTA – Aktifitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2010 mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan kurtal I-2009. Hal ini tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang naik 99,76 persen dari Rp2,10 triliun pada kuartal I-2009 menjadi Rp4,36 triliun pada kuartal I-2010.

    “Kapitalisasi pasar pada kuartal I-2010 naik 76,78 persen dari Rp1,370 triliun di kuartal I-2009 menjadi Rp2,422 trilun di kuartal I-2010. Selain itu rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami lonjakan sebesar 52,91 persen dari 59.759 transaksi di kuartal I-2009 menjadi 91.379 transaksi,” jelas Direktur BEI, Supandi dalam acara 3rd Anniversary of IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

    Selain itu, dia juga menjelaskan, rata-rata volume transaksi harian juga naik 20,23 persen dari 3,87 miliar lembar di kuartal I-2009 menjadi 4,66 miliar lembar pada kuartal I-2010.

    “Dan pada 30 April kemarin indeks saham Indonesia juga mencatat transaksi tertinggi sepanjang sejarah, yakni 2.971.252 atau hampir menembus level 3000. Aktivitas perdagangan obligasi korporasi juga meningkat 125,96 persen dari Rp12,42 triliun pada kuartal I-2009 menjadi Rp28,07 triliun di kuartal I-2010,” tambahnya.

    Dia melanjutkan, frekuensi perdagangan obligasi korporasi juga meningkat 96,17 persen yakni dari 2.638 kali pada kuartal I-2009 menjadi 5.175 kali pada kuartal I-2010. Untuk aktivitas perdagangan surat Berharga Negara (SBN) termasuk ORI mengalami peningkatan sebesar 125,94 persen Rp210,18 triliun pada kuartal I-2009 menjadi Rp478,88 pada kuartal I-2010.

    Adapun frekuensi perdagangan SBN termasuk ORI mengalami peningkatan sebesar 112,08 persen dari 12.897 kali pada kuartal I-2009 menjadi 27.652 kali di kuartal I-2010.

    Dia berharap sampai dengan akhir 2010 IHSG akan tembus sampai level 3.000. (adn)
    (rhs)

  • Markets also took little comfort in Mr. Trichet’s statement that “Portugal is not Greece, Spain is not Greece.” The risk premium, or spread, on Spanish 10-year bonds over equivalent German debt rose to its highest level since the introduction of the euro in 1999, while the spread on Portuguese debt also widened. nyt 06/05/10 … dow jones turun 1000 poin atawa 9% lalu mantul naek sehingga tutup dengan penurunan 370 poin saja aka 4% akibat bank sentral eropa TIDAK BERHASIL MEYAKINKAN PASAR bahwa kasus Yunani akan berakhir happy ending.

10,09 miliar Saham baru bakal diguyurkan ke bursa
Kamis, 13/05/2010 20:16:32 WIBOleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA (Bisnis.com): Sedikitnya sebanyak 10,09 miliar saham akan diguyurkan ke pasar modal pada pertengahan tahun ini terkait dengan banyaknya perusahaan yang akan menerbitkan sahamnya.

Hingga saat ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah memproses sedikitnya delapan berkas pernyataan pendaftaran, baik melalui skema pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) ataupun penawaran umum terbatas (rights issue).

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK Noor Rachman mengatakan dari delapan saham itu, lima emiten sedang diproses bironya. “Ada sekitar 5 emiten yang akan IPO saham dan rights issue di biro kami,” ujarnya kepada pers pekan ini.

Dia mengatakan rencana pencatatan saham perdana PT BPD Jabar Banten, yang IPO-nya ditangani PT Bahana Securities dan PT CIMB Securities Indonesia, lebih cepat dibandingkan dengan pencatatan saham BPD lain. BPD itu, tuturnya, yaitu PT BPD Sulawasi Utara (Sulut) yang juga berencana menerbitan sahamnya di bursa.

BPD Sulut mengawali perkenalannya kepada pasar modal setelah menerbitkan obligasi I/2010 pada senilai Rp200 miliar.

Data itu juga menunjukkan ada calon emiten yang sudah mengajukan dokumen pencatatan sahamnya kepada bironya yaitu PT Bukit Uluwatu Villa yang dibawa oleh PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi. Perusahaan itu bergerak di bidang penyediaan jasa akomodasi dan perhotelan. “Kalau tidak salah perusahaannya di Bali,” ujar Noor Rachman. (mrp)
Pekan Ini, Sri Mulyani & Global Pukul IHSG
Tercatat, tiga hari perdagangan berturut-turut, investor asing melakukan penjualan bersih.
SABTU, 8 MEI 2010, 08:05 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Jumat, 7 Mei 2010 kembali melemah dan melanjutkan penurunan besar yang terjadi sehari sebelumnya.

Menurut Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono dalam risetnya hari ini, tercatat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, investor asing melakukan penjualan bersih (net selling) besar-besaran.

Hal itu, kata dia, merupakan imbas dari krisis Yunani yang dikhawatirkan merambat ke negara lain seperti Portugal, Spanyol, dan Italia. Selain itu, berita mundurnya Sri Mulyani pada pekan lalu turut menjadi berita terpanas dan secara langsung berpengaruh terhadap pasar finansial.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah, imbal hasil obligasi dan credit default swap (CDS) bergerak naik, merefleksikan meningkatnya risiko Indonesia di mata investor asing.

Pada transaksi sesi II Jumat, IHSG terempas 71,28 poin atau 2,54 persen ke level 2.739,33. Sedangkan di akhir sesi pertama turun 48,88 poin atau 1,74 persen ke level 2.761,73.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,67 triliun dan volume tercatat 8,70 juta lot, dengan frekuensi 93.160 kali. Sebanyak 33 saham menguat, 206 melemah, 45 ditutup stagnan, serta sebanyak 216 sedang tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham Rp 1,31 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,94 triliun.

Sementara berdasarkan data transaksi Bloomberg, Jumat, pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.225/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.255/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah kemarin sore berakhir di posisi 9.293/US$. Pada perdagangan Kamis, 6 Mei 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.205/US$. (umi)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
LAGI, KESALAHAN KOMPUTER DAN MANUSIA BISA MEMPENGARUHI SENTIMEN PASAR :
Dow plummets by almost 1,000 points
By Adam Shell and Matt Krantz, USA TODAY
NEW YORK — In a late-day plunge eerily reminiscent of famous Wall Street stock market meltdowns in 1987 and the fall of 2008, the Dow Jones industrials nosedived almost 1,000 points Thursday in a volatile day that began with heavy selling on Greek debt fears and was followed by a waterfall decline that was allegedly caused by erroneous trades and “unusual trading activity.”
In a roughly 15-minute span that began around 2:30 p.m. on Wall Street, the Dow, which was already down almost 300 points, suffered the bulk of its biggest-ever intraday dive, falling as much as 998.50 points, or 9.2%, to 9869.62. The violent drop was followed by a rebound nearly as steep, with the Dow finishing down 347.80 points, or 3.2%, to 10,502.32.

The fast-and-furious drop caught traders off guard, sparking a vicious rumor mill, as there was no apparent news event to spark such a sudden plunge. While it was occurring, Andy Brooks, a trader at T. Rowe Price, guessed that it was a so-called “fat finger” trade, a term used to describe a trade that is entered incorrectly by human hands. “I have no idea why it happened; when it falls that far and fast and bounces back that quickly, you figure it’s an error or tech snafu,” Brooks said.

It turns out the veteran trader’s suspicions were on target. Some unusual trades — which are believed to have been made in error — in well-known, big-name stocks such as Procter & Gamble, which dropped 37% in the blink of an eye, and 3M, which plunged 25% in what seemed like a nanosecond, set off a chain reaction of computer-generated selling that amounted to “a crash” for the market, says Joe Battipaglia, strategist at Stifel Nicolaus.

There were rumors that a trader at a large Wall Street bank had inadvertently entered “b” for billions instead of “m” for millions. There were rumors of a large liquidation by a hedge fund.

While no definitive explanation of what caused the massive decline has been confirmed, the Securities and Exchange Commission, Wall Street’s top cop, said it was looking into the “unusual trading activity” but had yet to issue its findings or determine what actions it would take.

In a statement, the SEC and the Commodity Futures Trading Commission said: “(We) are working closely with the other financial regulators, as well as the exchanges, to review the unusual trading activity that took place briefly this afternoon. We are also working with the exchanges to take appropriate steps to protect investors pursuant to market rules. We will make public the findings of our review along with recommendations for appropriate action.”

The House Capital Markets Subcommittee has scheduled a hearing Tuesday on the causes of the market drop.

The bad trades occurred on electronic stock exchanges. Both the Nasdaq and the NYSE Group’s electronic Arca exchanges said they would cancel trades executed between 2:40 and 3 p.m. Nasdaq said it would cancel trades at prices that were 60% higher or lower than the last trade at 2:40 p.m.

In a statement, Nasdaq said it “had no technology or system issues associated with the trading that occurred between 2 and 3 p.m. ET today. Our market-close process ran successfully.”

While the exact number of stocks affected by abnormal activity could not be determined, at least nine stocks were flagged with strange activity, including stocks such as Accenture, which dropped to 1 cent from its $42.17 close Wednesday.

The timing of the market’s massive drop, however, kept the New York Stock Exchange’s circuit breakers from being triggered. For a trading halt to occur, the Dow must fall at least 10%. If that drop occurs before 2 p.m., trading is halted for one hour; a 30-minute halt occurs if the drop occurs between 2 and 2:30 p.m. After 2:30 p.m., there is no halt to trading, according to the NYSE’s website.

The Dow’s 3.2% loss on the day signals that the market remains under tremendous pressure due to fears that the debt crisis in Greece would spread to other countries in Europe. Investors worry that the need for bailouts of Greece and possibly other indebted countries such as Portugal, Spain and Italy will require austerity measures that could impede the global economic recovery.

“The epicenter of the financial earthquake is in Greece,” says Dan Seiver, finance professor at San Diego State University. Thursday’s frightening fall emphasizes just how intertwined world markets are today, he adds. “It shows that panic can spread around the world in seconds.” The market’s recent struggles, Battipaglia says, are simply investors dealing with the “next round of the financial crisis.”

In recent years, much of stock trading has gone electronic, as the need for speed has intensified in a globally linked financial world. Traders on the floor of the NYSE have less control of market dislocations than in the past. However, when the NYSE spotted odd trading patterns in stocks such as Procter & Gamble, it halted trading of the stocks for roughly 60 to 90 seconds to get a better read on what was happening. But due to new trading rules, trades are allowed to bypass the NYSE floor and move directly to electronic exchanges. The faulty trades allegedly occurred somewhere within the less transparent labyrinth of electronic exchanges.

The move to all-electronic marketplaces for stocks is a big reason for the market’s meltdown, says Joseph Saluzzi, trader at Themis Trading. Previously, when sell orders hit at the same time, a market maker or specialist would buy shares to prevent a sudden crash. But those safeguards have been largely removed as electronic trading is allowed to go on with little intervention, Saluzzi says. If there are many sell orders, and if buyers decide to wait, selling overwhelms a stock much like a panic can overwhelm a bank.

“You can’t have the U.S. stock market have this happen to it,” Saluzzi says, adding that regulators need to examine this closely. “The SEC just got something new to look at,” he says. “Regardless of the cause, the bottom line is that the system failed. This could happen again.”

If it does, fear and panic are bound to soar as they did Thursday, when a closely followed Wall Street fear gauge jumped nearly 50%.

Investors rushed into sectors viewed as havens, such as U.S. government bonds. The yield on the benchmark 10-year Treasury note, which moves opposite price, dropped to 3.40%, from nearly 3.6% on Wednesday. Gold jumped $22.30 to $1,196.20 an ounce,

Like the brutal sell-offs during the darkest days of the recent financial crisis, much of the selling in recent days is coming from increasingly jittery and emotional investors. “A lot of it is emotional,” says Jack Ablin, chief investment officer at Harris Private Bank. “Emotion can only take you a certain distance, and at some point, reality will kick in.”

The reality, according to bulls such as Brian Belski, chief investment strategist at Oppenheimer, is that despite the “fear of the unknown” now facing investors, business prospects in the U.S. are much better today than they were in the fall of 2008, when Lehman Bros. collapsed, setting off the financial crisis. “The U.S. is the best house in the worst neighborhood right now,” he says. Corporate earnings are rising, interest rates remain low, and investors are flocking to the U.S. dollar as a safe-haven play.

One rumor that was making its rounds around Wall Street trading desks is that the so-called “fat finger” trade occurred at Citigroup. But the firm says it has found no such proof.

In a statement, the bank said: “We, along with the rest of the financial industry, are investigating to find the source of today’s market volatility. At this point, we have no evidence that Citi was involved in any erroneous transaction.”

P&G’s Rotha Penn said in a statement that its business fundamentals are strong. The company also said it was not “in a position to comment on the details of the individual trade today, but we believe the trade was in error.”

If the market rout was exacerbated by a bad trade, it was a costly mistake. The value of the stock market as measured by the Wilshire 5000 Total Market index fell $1 trillion between the price of the index at the open and the day’s low.

The fact that an error, either technical or human, could cause such a market meltdown could shake some individual investors’ confidence in the stock market just as many were regaining it, says Randy Frederick, director of trading and derivatives at Charles Schwab.

“These types of things are rare and infrequent, but I hope it doesn’t shake investor confidence too much,” he says. “We were starting to see retail investors come back in; to have this happen at this time is unnerving.”

BI: Ini Jauh dari Krisis Ekonomi Kedua
“Sebenarnya Eropa jauh lebih baik, kecuali Yunani.”
JUM’AT, 7 MEI 2010, 15:07 WIB
Antique, Syahid Latif

VIVAnews – Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa krisis keuangan yang terjadi di Eropa, khususnya Yunani serta pelemahan mata uang global terhadap dolar Amerika Serikat tidak bisa dianggap sebagai krisis ekonomi global jilid II.

“Tidak, jauh dari itu,” kata Pjs Gubernur BI Darmin Nasution usai sholat Jumat di Kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat 7 Mei 2010.

Darmin menilai, saat ini, fundamental ekonomi sejumlah negara sudah cukup kuat. Selain itu, perekonomian AS menunjukkan adanya pemulihan setelah sebelumnya dilanda krisis keuangan.

“Sebenarnya Eropa jauh lebih baik, kecuali Yunani. Kemudian (memang) orang meragukan Portugal dan Spanyol. Jadi, ini bukan fenomena, belum memburuk,” ujar Darmin.

BI memastikan bahwa pihaknya sampai saat ini belum menganggap krisis yang terjadi belum terlalu mengkhawatirkan karena fundamental Indonesia dalam kondisi baik.

Selain itu, ujar Darmin, hubungan antara mata uang rupiah dan dolar AS baik. Bahkan, seharusnya cenderung ke arah penguatan. “Jadi, ini sementara saja,” kata dia.

Satu hal yang menarik perhatian BI adalah perekonomian Spanyol yang selama ini dianggap lebih baik dari Indonesia mulai dipertanyakan pasar. Hal itu terkait kondisi Credit Default Swap (CDS) Spanyol.

“Apakah CDS-nya lebih jelek dari Indonesia misalnya. Padahal, dulu itu dia negara yang relatif baik berdasarkan penilaian pasar,” ujar Darmin. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Anjloknya Pasar Saham Hanya Sementara
JUM’AT, 07 MEI 2010 | 14:25 WIB

Indeks saham. TEMPPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan menyatakan turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan anjloknya pasar regional hanya bersifat sementara. “Rontoknya bursa ini reaksi pasar menanggapi krisis di Yunani dan Eropa,” ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Jumat (7/5).

Fuad menilai, anjloknya indeks harga saham dalam negeri merupakan koreksi terhadap pertumbuhan indeks setelah krisis yang terjadi pada 2008. “Wajar saja kalau dalam proses pemulihan ada kondisi yang naik-turun,” kata Fuad, yang yakin hal ini tidak berlangsung lama.

Pada sesi perdagangan siang, indeks harga saham kembali mengalami penurunan sebesar 48,89 poin. Indeksi dibuka pada level 2808,74 dan turun menjadi 2761,73 saat penutupan sesi siang. Indeks sempat menyentuh angka terendah 2705,21 namun kembali naik.

Saham-saham di kawasan Asia dibuka menurun tajam seiring rontoknya saham-saham di bursa New York, Kamis (6/5) waktu setempat, di tengah ketakutan terhadap krisis utang yang melanda Yunani akan berimbas ke kawasan Eropa dan sekitarnya.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 3,8 persen setelah terpuruk 3 persen sehari sebelumnya. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga jatuh 1,4 persen di awal perdagangan setelah menurun tipis sehari sebelumnya.

Indeks komposit Shanghai, bursa terpandang di Cina daratan, terperosok 2,2 persen, menambah beban bursa itu setelah rontok 4,1 persen pada Kamis. Indeks acuan Australia di Sydney juga turun 2,2 persen lebih rendah.

Nilai tukar euro melanjutkan penurunan terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh US$ 1,2522 dalam perdagangan hingga malam di Asia. Menjelang perdagangan sesi siang di Asia, euro ditransaksikan sekitar US$ 1,2669, level terendah sejak Maret lalu.

FAMEGA SYAVIRA
Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan mata uang yang terjadi di beberapa negara saat ini bukan merupakan krisis global jilid II. Kondisi perekonomian AS dan beberapa negara Eropa sudah lebih baik, kecuali tentu saja Yunani yang sedang didera krisis utang.

“Tidak, jauh dari itu (krisis global jilid II). Karena secara fundamental ekonomi AS juga lebih baik, kemudian Eropa juga menuju lebih baik. Kecuali Yunani dan memang kemudian orang meragukan Portugal dan Spanyol,” ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Mengenai kepanikan yang sempat melanda pasar finansial hari ini, Darmin menyatakan bahwa hal itu merupakan dampak dari kesalahan teknis yang terjadi di bursa AS dan juga krisis di Yunani.

“Ini fenomena global, kelihatannya ketidakpastian solusi atas krisis. Itu yang membikin panik pasar dan itu berimbas kepada pasar AS, sehingga terjadi kejatuhan ini,” katanya.

“Dan agak diperparah di AS, itu ada salah entry quotasi. Waktu entry penjualan saja, memang masukan angka terlalu besar sehingga terjadi kepanikan. Itu memperparah,” imbuhnya.

Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis memang mengalami koreksi yang besar, dengan indeks Dow Jones merosot hampir 1.000 poin. Kejatuhan Wall Street langsung diikuti oleh merosotnya bursa-bursa regional pada perdagangan Jumat ini.

Menurut Darmin, pelemahan yang terjadi di pasar finansial Indonesia, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah hingga 9.300-an per dolar AS tidak terjadi sendirian.

“Kita tidak sendirian mengalami hal ini, semua mengalaminya. Kita bukan yang terburuk walaupun bukan yang terbaik,” ujarnya.

Darmin mengatakan, situasi pasar finansial seperti saat ini memang rentan sekali membuat investor lari ke dolar AS karena panik.

“Soalnya kalau dia panik, bingung, dia cari kepastian lari ke dolar. Menurut pasar, dia lari ke dolar, itu yang membuat dolar menguat sekali,” katanya.

Yang bisa dilakukan BI kini adalah terus berada di pasar untuk meredam volatilitas di pasar. Menurut Darmin, BI bahkan sudah berada di pasar sejak 2 hari yang lalu.

“BI terus di pasar, sebetulnya sejak 2 hari yang lalu. Kita sudah mengikuti ini dengan sangat ketat. Kita terus menjaga jangan sampai terlalu ekstrim,” jelasnya.

Darmin berharap masalah krisis di pasar finansial saat ini tidak berlangsung lama. Jika penyelesaian masalah krisis utang Yunani cepat diselesaikan, diharapkan pasar finansial bisa segera tenang.

“Kalau ditanya berapa lama, mestinya ini tidak akan lama begitu solusi untuk Yunani (tuntas),” jawab Darmin saat ditanya sampak kapan gejolak pasar akan berlangsung.

Sumber: detikcom
Senin, 03/05/2010 10:09:00 WIB
Pasar investasi belum bubble
Oleh: Rosady T. A. Montol
Pasar investasi Indonesia menggembirakan, kenaikan IHSG terus mencatat rekor. Bukan hanya itu, harga obligasi juga meningkat, capital inflow pun mengalir deras, efeknya rupiah menguat tajam.
Banyak kalangan mulai khawatir kemungkinan bubble di mana harga telah overpriced atau terlampau mahal dan ada potensi penurunan harga secara drastis. Berbagai institusi keuangan dunia pun ikut memberi prediksi dengan analisis yang beragam. Akibatnya, spekulasi makin panas.

Pertanyaannya, apakah benar pasar investasi di Tanah Air sudah mendekati bubble?

Untuk menjawabnya, ada baiknya kita menelaah terlebih dahulu fenomena yang melatarbelakangi penguatan ini.

Fenomena pertama, ekspektasi kebangkitan ekonomi dan optimisme pasar. Setelah terpuruk dalam jurang krisis, ekonomi AS mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Membaiknya beberapa indikator ekonomi AS diantaranya PDB, inflation, retail sales, market confidence, telah mendongkrak optimisme pasar, meskipun di tengah harga perumahan dan tingkat pengangguran yang belum pulih.

Membaiknya ekonomi AS memicu naiknya permintaan produksi global yang memberikan efek domino bagi perdagangan internasional. Produktivitas manufaktur bergeliat, konsumsi energi dan komoditas naik, belum lagi dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan konsumsi dunia yang terdongkrak.

Seakan mendapatkan darah segar, pelaku pasar optimistis dan makin agresif dalam berinvestasi dengan memburu investasi high risk- high return yang notabene memberi imbal hasil dan risiko tinggi.

Kedua, perubahan strategi portofolio. Meningkatnya optimisme pasar keuangan dunia mengubah strategi investasi global.

Fund manager yang sebelumnya melakukan aksi flight to safety dengan mengamankan portofolionya di high quality instrument seperti US Treasury yang dianggap sebagai investasi paling aman di dunia, kini berpaling pada high yield instrument.

Komoditas dan saham menjadi pilihan penempatan investasi yang terkonfirmasi dengan naiknya harga energi/komoditas dan harga saham dunia.

Kondisi di atas tentunya sangat menguntungkan bagi negara-negara emerging market yang memiliki korelasi kuat terhadap komoditas seperti Indonesia.

Didukung oleh fundamental ekonomi dan situasi polkam yang stabil serta ekspektasi memasuki peringkat investment grade tahun ini membuat Indonesia menjadi salah satu outlet investasi yang paling diburu dibandingkan peers country lainnya di Asia Tenggara.

Cukup diuntungkan

Sebagai negara berbasis komoditas, Indonesia cukup diuntungkan dengan situasi global saat ini. Ekspektasi positif di pasar komoditas memberi underlying yang kuat terhadap pasar investasi di Indonesia.

Lihat saja saham-saham di BEI yang sebagian besar berbasis komoditas, kondisi yang relevan dengan julukan IHSG sebagai commodity based index. Artinya, ada korelasi positif antara IHSG dan harga komoditas global. Membaiknya harga komoditas global akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan yang listed di BEI yang pada akhirnya mengangkat harga IHSG.

Kondisi yang menguntungkan bagi pasar investasi Indonesia secara keseluruhan, capital inflow cukup deras mengalir. Obligasi dan SBI juga diburu investor membuat pasar investasi kita kembali bergairah. Rupiah menguat tajam seiring dengan derasnya capital inflow yang bersinergi dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang makin solid.

Kita telaah fenomena ketiga, yakni kekhawatiran pelaku pasar. Mudah disimpulkan, pulihnya pasar investasi terkait dengan optimisme kebangkitan pasar global. Dalam perkembangannya, ada beberapa hal yang mulai mengusik kepercayaan pasar dan dikhawatirkan menjadi pemicu berbaliknya arah pergerakan pasar yang sudah membaik, antara lain masih labilnya ekonomi AS meski PDB telah pulih.

Tingginya pengangguran AS menjadi ganjalan bagi ekonomi AS yang bertopang pada konsumsi. The Fed masih menjaga suku bunga rendah di level 0.25%, sementara bailout dan unconventional policy masih dilakukan, menunjukkan ekonomi AS belum dilepas ke mekanisme pasar normal.

Faktor lain yang dikhawatirkan menjadi pemicu berbaliknya arah pergerakan pasar yang sudah membaik ialah Yunani dan contagion effect.

Masalah defisit anggaran yang dialami Yunani dan beberapa negara di Eropa juga menjadi ganjalan. Sovereign risk atau risiko terkait dengan kemampuan untuk membayar kewajiban atas penerbitan obligasi suatu negara dikhawatirkan menular (contagion effect) ke negara Euro Zone (EZ) lainnya mengingat negara-negara di Eropa memiliki banyak kesamaan dari sisi karakteristik dan size ekonomi.

Faktor lainnya adalah China, overheated, dan global imbalance.

AS cukup intensif dalam menyerukan revaluasi yuan, terkait dengan isu global imbalance di mana negara-negara Asia mendominasi perdagangan dunia.

Overheated juga dikhawatirkan terkait dengan pertumbuhan ekonomi China yang cepat. Strategi nilai tukar adalah isu krusial yang menjadi poin penting dalam menggenjot ekspor untuk menunjang pertumbuhan ekonomi China. Apabila saluran ekspor tersumbat, maka terjadi overheated di tengah pertumbuhan aktivitas manufaktur yang sangat tinggi.

Namun demikian, kekhawatiran-kekhawatiran di atas tidak perlu berlebihan. Berikut beberapa analisis terkait dengan kondisi di atas.

Pertama, pengangguran AS diperkirakan membaik pada semester II/2010 seiring dengan pulihnya penyerapan tenaga kerja. Data nonfarm payroll AS atau pembayaran gaji di luar sektor pertanian yang meningkat menjadi sinyal positif bagi penyerapan tenaga kerja AS. Hampir dipastikan, ekonomi yang mulai ekspansi akan memberi peluang terciptanya lapangan kerja di AS.

Kedua, meski masih menjadi isu hangat saat ini, kekhawatiran terhadap sovereign risk Yunani dan beberapa negara EZ lainnya diperkirakan sudah mulai bottoming. Komitmen IMF dan European Union yang didukung oleh negara-negara utama Eropa boleh membuat para investor lega.

Ketiga, bagi China, strategi nilai tukar merupakan harga mati untuk melindungi ekonominya. China akan menghadapi propaganda AS dengan cara diplomatis. Dengan demikian, ekspor terlindungi dan isu overheated tereliminasi. Kekuatan ekonomi China yang menggurita didukung oleh cadangan devisa serta kepemilikan US Treasury yang dominan membuat China punya bargaining position yang kuat menghadapi tekanan barat.

Dari paparan di atas, berikut beberapa pesan penting yang bisa menjadi catatan.

Pertama, tren pemulihan ekonomi dunia diperkirakan terus berlangsung sepanjang 2010 di mana AS masih menjadi lokomotif. Adapun ganjalan di atas yang masih diperdebatkan akan berangsur pulih seiring dengan kuatnya optimisme pasar.

Kedua, naiknya tren kepercayaan pasar tampaknya masih berlanjut sepanjang 2010. Dengan demikian, risk appetite masih berlanjut dimana arus investasi ke high risk asset dan emerging market diperkirakan masih terus berlangsung sepanjang 2010.

Ketiga, permintaan energi dan komoditas diperkirakan naik seiring dengan peningkatan aktivitas manufaktur. Ini kabar baik bagi Indonesia dan IHSG terkait dengan posisi Indonesia sebagai commodity link country.

Dari uraian yang dikemukakan di atas, kesimpulan penting yang cukup melegakan adalah bahwa tren pertumbuhan ekonomi global memberi stimulus positif bagi investasi di Indonesia.

Membaiknya optimisme pasar global yang mendorong pelaku pasar berinvestasi di emerging market yang bersinergi dengan baiknya fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi underlying pertumbuhan pasar investasi di tanah air sepanjang 2010. Dengan demikian, pasar investasi di Indonesia masih jauh dari bubble.

Oleh Rosady T. A. Montol
Economist /Head of Global Market Research Bank BNI