1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

harga saham2 yg gw ikutan … 150610 12 Mei 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:42 pm

berikut tabel tren pergerakan ihsg, ihsgw, dan saham2 yang gw inves :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semua harga saham adalah harga penutupan pada hari ybs.
Tanggal IHSG bbri adro indy elsa ihsgw stabil bumi antm bnii trub ihsgw tak stabil mapi pgas wika ihsgw total
29-01-10 2610.8 7650 1890 2425 325 3072.5 2475 2125 305 123 1257
03/02/10 2604.55 7550 1920 2500 325 3073.75 2600 2100 305 123 1282
04/02/10 2593.22 7400 1930 2475 330 3033.75 2575 2050 300 127 1263
05/02/10 2518.98 7250 1860 2325 320 2938.75 2450 2000 295 124 1217.25
09/02/10 2489.49 7250 1830 2225 320 2906.25 2300 1950 285 120 1163.75
12/02/10 2534.14 7550 1840 2300 325 3003.75 2275 2025 270 120 1172.5
19/02/10 2554.38 7550 1800 2375 320 3011.25 2300 2075 270 115 1190
22/02/10 2564.26 7500 1810 2300 320 2982.5 2300 2075 265 114 1188.5
23/02/10 2583.65 7450 1840 2275 325 2972.5 2325 2100 265 116 1201.5
24/02/10 2579.42 7350 1860 2275 320 2951.25 2275 2075 260 116 1181.5
02/03/10 2576.59 7300 1830 2200 315 2911.25 2325 2100 260 114 1199.75
05/03/10 2578.77 7250 1850 2250 340 2922.5 2400 2125 265 115 1226.25
08/03/10 2626.45 7450 1860 2275 330 2978.75 2450 2150 260 117 1244.25
12/03/10 2666.51 7500 1880 2275 345 3000 2525 2150 285 117 1269.25
15/03/10 2669.61 7450 1870 2250 340 2977.5 2500 2150 290 116 1264
18/03/10 2737.24 7850 1900 2275 350 3093.75 2575 2200 290 118 1295.75
19/03/10 2742.97 8000 1880 2250 345 3118.75 2575 2200 290 117 1295.5 710 4225
26/03/10 2813.08 8400 1870 2275 480 3256.25 2350 2175 295 115 1233.75 730 4325
30/03/10 2798.27 8250 1910 2300 465 3231.25 2350 2350 305 115 1280 710 4175
31/03/10 2777.3 8250 1960 2325 470 3251.25 2250 2400 315 113 1269.5 700 4250

pada tgl 15 Juni 2010, indikasi harga penutupan adalah:

^JKSE 5:00AM EDT 2,826.84 Up 24.94 Up 0.89% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,970.00 Up 50.00 Up 2.60% 25,901,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,890.00 Up 20.00 Up 1.07% 24,821,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,810.00 Up 10.00 Up 0.56% 46,838,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,750.00 Up 50.00 Up 0.57% 4,196,000
BNII.JK 4:59AM EDT 270.00 Up 5.00 Up 1.89% 1,516,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 93.00 Down 1.00 Down 1.06% 17,305,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 440.00 Up 25.00 Up 6.02% 180,702,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 0.00 0.00% 12,813,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 Up 25.00 Up 0.65% 10,892,500
MAPI.JK 4:53AM EDT 680.00 0.00 0.00% 475,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 400.00 Up 20.00 Up 5.26%

ihsgw stabil = 3495

ihsgw total = 2098
14/06/2010 – 16:26
Bursa Lesu Tapi IHSG Masih Sentuh Level 2.800

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik berhasil menguat di tengah lesunya transaksi. Sentimen dari bursa regional dan harga minyak ikut menopang penguatan bursa hingga 0,89%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (14/6) ditutup naik 24,94 poin (0,89%) ke level 2.826,84. Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 6,5 poin ke 450,98 dan indeks saham LQ45 naik 5,5 poin ke 546,27.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 119 saham naik, 69 saham masih mengalami pelemahan dan 65 saham tercatat stagnan. Volume perdagangan sebanyak 2,6 miliar saham senilai Rp1,9 triliun.

Harga minyak Asia yang terkerek di atas US$74 menjadi sentimen positif bagi bursa Asia. Sehingga ikut berimbas kepada bursa saham domestik.

Selain itu, investor juga menyambut baik laporan periset swasta akhir pekan lalu yang menunjukkan kepercayaan konsumen AS Juni naik ke level terkuat sejak Januari 2008. Kepercayaan konsumen AS naik menjadi 75,5. Selama ini pengeluaran konsumen menyumbang 70% dari ekonomi Amerika.

Transaksi di lantai bursa memang cukup sepi. Sepanjang perdagangan hari ini tidak ada transaksi beli atau jual yang signifikan sehingga mengubah arah IHSG secara tajam. Apa yang terjadi di lantai bursa domestik ini berbeda dengan di bursa Asia yang naik dengan persentase yang lebih tingi. Bursa-bursa Eropa juga dibuka menguat cukup tinggi dengan rata-rata di atas 1% pada perdagangan siang tadi.

Sejumlah saham yang mengalami kenaikan di antaranya Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp1.000 ke Rp170.000, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp500 ke Rp8.400, United Tractors (UNTR) naik Rp450 ke Rp18.800, Astra International (ASII) naik Rp400 ke Rp43.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp400 ke Rp34.400, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp250 ke Rp34.100.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah HM Sampoerna (HMSP) turun Rp300 ke Rp15.200, Mayora Indah (MYOR) turun Rp100 ke Rp6.950, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp100 ke Rp16.000, Indo Rama Synthetics (INDR) turun Rp70 ke Rp700. [cms/hid/mdr]
Senin, 14/06/2010 12:10 WIB
IHSG Menguat, Transaksi Lesu Kurang dari Rp 1 Triliun
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 18 poin ke level 2.820, bertahan di level resistance dalam transaksi yang sangat tipis tidak sampai Rp 1 triliun. Kemerosotan transaksi terjadi akibat adanya pagelaran Piala Dunia yang menyita perhatian dunia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.802,097 dan langsung menguat ke level 2.826,018, naik 25 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.801,899.

Sejak awal perdagangan IHSG langsung melesat cukup tinggi seiring dengan penguatan saham-saham sektor komoditas, infrastruktur dan konsumsi. Penguatan IHSG terjadi dalam volume dan nilai transaksi sangat tipis, tidak sampai Rp 1 triliun.

Dalam periode Piala Dunia memang biasanya transaksi berjalan lambat dan lesu. Dalam tipisnya volume dan nilai transaksi, pergerakan IHSG bisa sangat rentan dari adanya aksi jual atau aksi beli massif dadakan. Untuk mengantisipasi itu, kelihatannya sebagian investor memutuskan langsung mengangkat harga-harga saham dengan memanfaatkan tipisnya transaksi.

Transaksi investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 106 miliar.

Pada perdagangan Senin (14/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 18,337 poin (0,65%) ke level 2.820,236. Indeks LQ 45 juga naik 4,067 poin (0,75%) ke level 544,815.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 34.995 kali pada volume 1,310 miliar lembar saham senilai Rp 954,121 miliar. Sebanyak 112 saham naik, 64 saham turun dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat, bursa China libur.

Indeks Hang Seng melesat 174,76 poin (0,88%) ke level 20.047,14.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 157,84 poin (1,63%) ke level 9.863,10.
Indeks KOSPI naik 14,64 poin (0,87%) ke level 1.689,98.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 1.000 ke Rp 170.000, Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 8.400, United Tractors (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 34.100, Astra International (ASII) naik Rp 400 ke Rp 43.400.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 300 ke Rp 15.200, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.000, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 6.950, Bank Panin (PNBN) turun Rp 50 ke Rp 1.060.

(dro/qom)
14/06/2010 – 05:40
Sentimen AS & Eropa Siap Kerek IHSG Pekan Ini
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks saham pekan ini diprediksikan menguat. Pernyataan The Fed dan titik terang penyelesaian krisis utang Eropa menjadi pemicunya. Pilih saham-saham berfundamental kuat!

Pengamat pasar modal, N Jaganathan memperkirakan, pergerakan indeks pekan ini akan menguat. Sebab, persoalan krisis utang di Eropa sudah memiliki titik terang. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.900 dan 2.750 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/6).

Titik terang krisis Eropa, bisa dilihat dari penguatan euro terhadap dolar AS meskipun belum bisa dikatakan sudah selesai. Tapi, indeks akan menguat kembali meskipun tidak akan secepat sebelumnya.

Lebih jauh ia mengatakan, krisis AS diselesaikan dengan penurunan suku bunga, sedangkan Eropa dengan pengamanan obligasi negaranya. Artinya, Uni Eropa sekarang memiliki secure guarantee dalam bentuk penjadwalan utang-utang negara itu yang jatuh tempo. “Jaminan untuk itu, ECB (European Central Bank) berkomitmen membeli obligasi pemerintah zona euro,” tambanya.

Ia mencontohkan, utang yang jatuh tempo di 2010, diperpanjang menjadi 2020. Karena itu, sentimen regional berpeluang positif. “Sebab obligasi pemerintah di Eropa yang menjadi sumber masalah, saat ini dinilai pasar aman,” ucapnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini adalah telekomunikasi, komoditas baik pertambangan maupun perkebunan dan perbankan.

Saham-saham pilihannya adalah saham yang berfundamental kuat seperti PT Telkom (TLKM), PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan long term buy untuk saham-saham tersebut,” tuturnya.

Di sisi lain, Alfiansyah, analis Sinarmas Securities memperkirakan, pergerakan IHSG ^JKSE pekan ini akan fluktuatif dengan pola mixed cenderung menguat. Sebab, sinyal positif memang sudah terlihat dari AS seiring gubernur The Fed yang mengeluarkan pernyataan, ekonomi AS berpotensi tumbuh 3,5% di 2010.

Hal ini, lanjutnya, merupakan isyarat positif bagi indeks global dan regional sehingga berpengaruh positif juga bagi IHSG ^JKSE. “Dalam sepekan ke depan, indeks akan mengarah ke level resistance 2.859 dan resistance berikutnya di level 2.919. Sedangkan level support berada di posisi 2.695,” imbuhnya.

Namun, pasar saat ini masih mencermati perkembangan ekonomi di Eropa yang selalu menjadi ganjalan. Menurutnya, jika statement Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menunjukkan pemulihan ekonomi di AS (bukan hanya isyarat), akan menutup sentimen negatif dari krisis di Eropa. “Apalagi, pasar masih euforia atas pernyataan Bernanke, sehingga berdampak positif bagi pergerakan bursa global,” timpalnya.

Pernyataan Ben akan membawa indeks ditutup di zona positif setelah selama pekan ini berpeluang mixed. Sementara itu, fundamental ekonomi Indonesia sendiri sebenarnya mendukung penguatan indeks pekan ini. “Tinggal menunggu sentimen individual. Walaupun sifatnya parsial, bisa mendorong bagi pergerakan indeks,” tambahnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini adalah komoditas pertambangan dan konsumsi. Sebab, pada saat ekonomi pulih, permintaan terhadap komoditas meningkat. “Begitu juga dengan permintaan terhadap konsumsi,” ungkapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), PT International Nickel Indonesia (INCO), PT Adaro Energy (ADRO), PT Timah (TINS), PT Jasa Marga (JSMR), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Saya rekomendasikan long term buy dan buy on weakness untuk jangka pendek,” tandas Alfiansyah. [mdr]
Minggu, 13/06/2010 17:25 WIB
IHSG Masih Lanjutkan Pola Sideways Pekan Depan
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal melanjutkan pergerakan mendatar (sideways) pada perdagangan pekan mendatang, terutama jika tidak ada sentimen positif yang membuat IHSG mampu menembus resistance di level 2.820.

Pada pekan kemarin, IHSG bergerak dalam kisaran 2.823,251 pada penutupan 4 Juni 2010 dan ditutup di level 2.801,899 pada penutupan 11 Juni 2010. Pergerakan IHSG cenderung tidak fluktuatif pada perdagangan sepekan kemarin.

Menurut analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih, rentang pergerakan IHSG pada pekan kemarin berada pada support 2.700 hingga resistance 2.820. Ia mengatakan, jika tidak ada sentimen yang mampu membuat IHSG menembus batas tersebut, maka kemungkinan besar IHSG akan melanjutkan pola sideways dalam rentang yang sama di sepekan mendatang.

“Kalau batas support dan resistance 2.700-2.820 tidak mampu ditembus IHSG, kelihatannya pekan depan masih akan sideways dan belum berfluktuasi,” ujarnya.

Alfatih juga mengatakan, pada dasarnya sentimen negatif kondisi utang negara-negara Eropa sudah mulai memudar alias tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Oleh sebab itu, seharusnya ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mengangkat IHSG menembus resistance 2.820.

Sayangnya, gelaran Piala Dunia 2010 sedang berlangsung pada saat yang bersamaan. Sebagai catatan, ajang Piala Dunia 2010 selalu membuat transaksi harian menurun drastis baik dari segi volume maupun nilai transaksinya.

“Berdasarkan sejarah perdagangan saham, memang setiap ajang Piala Dunia itu transaksi menurun. Kita tidak tahu persis penyebab pastinya, tapi memang selalu seperti itu. Pergerakan naik dan turunnya ya biasa saja, hanya transaksinya saja yang tipis,” ujar Alfatih.

(dro/dro)

12/06/2010 – 07:02
Gonjang-ganjing Finansial Global
IHSG Sepekan Tergelincir 0,8%
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, indeks saham membukukan penurunan tipis 22 poin atau 0,8%. Kendati demikian, IHSG di akhir perdagangan berhasil menembus level 2.800.

IHSG di awal pekan anjlok 73 poin (2,59%) ke level 2.750, menemukan support pada level 2.698. Koreksi ini terjadi seiring memburuknya bursa Wall Street sekitar 3% atau 300 poin dan pelemahan euro akibat kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa.

Data tenaga kerja AS sebesar 431 ribu pekerja, ternyata di bawah ekspektasi para analis sebesar 538 ribu. Hal ini membuat pasar kecewa.

Setelah Fitch menurunkan rating utang Spanyol ke AA+ dengan outlook stabil, kini Hungaria tertimpa masalah utang. Kondisi ini mendorong euro ke US$1,19, titik terendah 4 tahun terakhir dan Dow Jones terpuruk di bawah level 10 ribu. Hampir seluruh saham melemah termasuk saham defensif PT Unilever (UNVR) atau PT Gudang Garam (GGRM).

Sedangkan turunnya indeks harga metal di London (LME) ke level terendah sejak Oktober 2009 dan anjloknya harga minyak di bawah US$70/barel, memicu sektor tambang memimpin koreksi 4,03%. Beberapa saham lain yang melemah antara lain BMRI, ASII BBCA PGAS dan ADRO.

BTEL adalah salah satu saham yang berhasil menguat. Emiten telekomunikasi ini menguat 1,8% ke Rp162 atas konfirmasi TLKM untuk memiliki BTEL melalui opsi akuisisi atau merger.

BTEL dengan produk utama CDMA bermerek Esia, memperlihatkan keberhasilan strategi produknya pada kinerja keuangan kuartal I 2010 dengan pendapatan naik 8%, laba usaha menguat 42%, serta jumlah pemakai tumbuh 38% menjadi 11,05 juta unit.

Pada Selasa (8/6), indeks langsung dibuka di teritori hijau dengan resistance 2.781 untuk ditutup moderat pada 2,779, atau naik 29 poin (1,08%). “Meski cenderung minim sentimen, koreksi indeks yang cukup besar memicu aksi beli pasar,” kata analis Lautandhana Securindo Willy Sanjaya.

Sentimen positif lain berasal dari laporan keuangan emiten dan ekspektasi stabilnya nilai tukar rupiah atas dolar AS. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) Rp36 miliar. Saham-saham unggulan seperti TLKM, BBRI, BBCA, BMRI dan PGAS naik moderat, kecuali ASII, ITMG, PTBA dan LSIP yang melemah.

Momentum penguatan TLKM dan BTEL belum berakhir setelah pemerintah melalui Kementerian BUMN menyerukan perseroan dapat mengambil-alih bisnis BTEL. Diberitakan bahwa pemegang saham mayoritas BNBR belum menerima tawaran resmi, namun sudah menyatakan cenderung memilih opsi merger ketimbang akuisisi. Sedangkan manajemen TLKM belum memutuskan bentuk aliansinya.

Keesokan harinya Rabu (9/6), indeks berhasil terangkat setelah sepanjang perdagangan bergerak mixed dua arah. Indeks menemukan support pada 2.765 dan resistance pada 2.794, ditutup naik 5 poin pada 2.785.

Indeks bergerak fluktuatif di tengah mixed-nya bursa regional Asia. Apalagi Fitch Rating mengingatkan bahwa defisit anggaran Inggris menghadapi tantangan hebat. Namun, membaiknya Wall Street berhasil mengangkat kepercayaan investor untuk memburu saham.

Sentimen positif lain berasal dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke, bahwa AS dapat terhindar dari resesi kedua, meski tingkat pengangguran relatif tinggi. Pemulihan ekonomi AS dianggap berada di jalur yang tepat dan angka pengangguran akan tetap tinggi untuk waktu yang lama. Hal ini cukup menenangkan pasar finansial.

Saham unggulan yang naik dan turun hampir imbang. Sektor perbankan mendominasi kenaikan sedangkan sektor lainnya cenderung variatif. Beberapa saham yang mendongkrak pasar adalah BBRI, BMRI, ITMG dan SMRA.

Menguatnya saham BUMI juga cukup mengangkat sentimen pasar. Manajemen BUMI menepati janjinya mengeluarkan 10% saham baru untuk melunasi utang senilai hampir US$500 juta.

Namun, indeks saham Kamis (10/6) kembali ke teritori merah, menemukan support pada 2.758 dan ditutup pada 2.770 turun 15 poin (0,54%). Tekanan jual didominasi sektor perbankan seperti BBCA, BMRI, BBRI, yang rata-rata terkoreksi lebih dari 2%.

Sedangkan saham yang menguat berasal dari saham berkapitalisasi kecil. INDF dan GGRM menahan koreksi indeks yang lebih besar. Investor pun mendapat pilihan emiten baru yang kemarin menggelar paparan publik, yaitu produsen kimia untuk ethanol, pupuk, dan CO2 cair Molindo Raya Industrial (MRI).

Pada Jumat (11/6), indeks WallStreet kembali ke atas level 10.000, membawa sentimen positif pada bursa Asia dan IHSG yang ditutup naik 31,112 poin (1,12%) ke level 2.801,899.

Katalis utama berasal dari pertumbuhan ekspor Cina Mei 2010 sebesar 48,5% jauh di atas estimasi dan data pertumbuhan ekonomi Jepang yang meningkat 5% pada kuartal I 2010. Kedua data ini meredam kekhawatiran bahwa krisis utang negara Eropa belum berimbas pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Semua sektor terpantau menguat. Sektor industri dasar memimpin kenaikan 2%. Beberapa saham unggulan yang naik antara lain GGRM, UNTR, PTBA dan BMRI. Namun, transaksi akhir pekan ini cukup sepi. Salah satunya disebabkan faktor Piala Dunia 2010. [mdr]


^JKSE
5:00AM EDT 2,801.90 Up 31.11 Up 1.12%
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,920.00 Up 10.00 Up 0.52%
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,870.00 Up 10.00 Up 0.54%
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,800.00 Down 20.00 Down 1.10%
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,700.00 Up 50.00 Up 0.58%
BNII.JK 5:00AM EDT 265.00 0.00 0.00%
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00%
ELSA.JK 5:00AM EDT 415.00 Up 5.00 Up 1.22%
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 Up 50.00 Up 1.75%
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,850.00 Up 125.00 Up 3.36%
MAPI.JK 5:00AM EDT 680.00 Up 10.00 Up 1.49%
WIKA.JK 5:00AM EDT 380.00 Up 10.00 Up 2.70%

ihsgw stabil =  3471.25

ihsgw total =   2079.45

gain terhadap ihsgw stabil (elsa, bbri, indy, adro) 16-04-2010= – 1,3%

gain terhadap ihsgw stabil 19-03-2o10= 11,03%

gain terhadap ihsgw total 160410 = -7,21%

gain IHSG terhadap ihsg tgl 16-04-2010 = -2,6%

gain IHSG terhadap ihsg tgl 19-03-2010 =+2,1%

… berarti yang gainnya lebih baik dibandingkan IHSG adalah ihsgw stabil
Jumat, 11/06/2010 16:06 WIB
Asing Borong Saham Rp 600 Miliar, IHSG Bertahan di 2.800
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di level 2.800 pada perdagangan akhir pekan. Di tengah sepinya transaksi akibat sentimen Piala dunia 2010, investor asing borong saham Rp 600 miliar dan memicu kenaikan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.771,480 dan langsung menguat ke level 2.817,407, naik 47 poin dari penutupan kemarin di level 2.770,787.

Sejak awal perdagangan, IHSG menguat cukup tinggi dipicu oleh kenaikan saham-saham sektor perbankan, otomotif, semen dan konsumsi. Kenaikan terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak lambat dan kurang bergairah. Tidak ada aksi beli maupun jual signifikan yang mampu membuat IHSG menajamkan arah.

Menurut analis PT Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih, sepinya transaksi salah satunya disebabkan oleh adanya faktor ajang Piala Dunia 2010 yang akan mulai digelar nanti malam.

“Berdasarkan sejarah perdagangan saham, memang setiap ajang Piala Dunia itu transaksi menurun. Kita tidak tahu persis penyebab pastinya, tapi memang selalu seperti itu,” ujarnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (11/6/2010).

Kendati demikian, Alfatih mengatakan, pergerakan IHSG selama masa Piala Dunia 2010 akan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, volume dan nilai transaksi akan menurun dari biasanya.

“Pergerakan naik dan turunnya ya biasa saja, hanya transaksinya saja yang tipis,” ujarnya.

Alfatih memperkirakan, pada perdagangan pekan depan, IHSG akan cenderung bergerak stagnan pada support 2.700 dan resistance 2.820. Pola ini adalah pola yang terjadi pada perdagangan pekan ini yang diperkirakan bakal berlanjut pekan depan.

“Sentimen Eropa sudah berkurang, tapi kecenderungan IHSG masih sideways di support 2.700 dan resistance 2.820. Jika pekan depan IHSG bisa menembus batasan itu, mungkin akan terjadi pergerakan yang lebih fluktuatif. Namun jika tidak masih akan berlanjut sideways,” jelasnya.

Tak hanya pada IHSG, bursa Wall Street tadi malam juga bergerak serupa, yakni naik cukup tinggi dalam sepinya transaksi. Bursa-bursa Asia pada perdagangan hari ini juga bergerak identik.

Kendati demikian, transaksi investor asing didominasi pembelian sebesar Rp 1,316 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 723,250 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 593,633 miliar.

Pada perdagangan Jumat (11/6/2010), IHSG ditutup naik 31,112 poin (1,12%) ke level 2.801,899. Indeks LQ 45 juga naik 6,579 poin (1,23%) ke level 540,748.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.037 kali pada volume 3,609 miliar lembar saham senilai Rp 2,975 triliun. Sebanyak 137 saham naik, 67 saham turun dan 66 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat

Indeks Shanghai naik 7,36 poin (0,29%) ke level 2.569,94.
Indeks Hang Seng melesat 239,68 poin (1,22%) ke level 19.872,38.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 162,60 poin (1,70%) ke level 9.705,25.
Indeks Strait Times naik 13,79 poin (0,50%) ke level 2.793,37.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 33.700, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 18.350, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 16.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.450.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Tri Polyta (TPIA) turun Rp 200 ke Rp 2.050, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.100, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 50 ke Rp 1.250, Bayan (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 6.050.

(dro/qom)

11/06/2010 – 11:40
Sektor Konsumsi & Aneka Industri Pimpin Rebound IHSG
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pada sesi siang perdagangan akhir pekan ini, indeks berhasil menghijau. Saham-saham unggulan rebound, dipimpin sektor konsumsi dan aneka industri.

Pada perdagangan Jumat (11/6) sesi siang, IHSG ditutup menguat 39,77 poin (1,44%) ke level 2.810,56. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 8,82000 poin (1,65%) ke level 542,99.

Kenaikan indeks kurang mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat hanya mencapai 1,801 miliar lembar saham, senilai Rp1,315 triliun dan frekuensi 41.187 kali. Sebanyak 139 saham menguat, sedangkan hanya 48 saham melemah dan 52 saham stagnan.

Semua sektor menopang penguatan indeks. Sektor konsumsi memimpin penguatan 1,97%, aneka industri 1,92%, manufaktur 1,74%, perdagangan 1,73%, keuangan 1,47%, infrasturktur 1,33%, industri dasar 1,19%, perkebunan 1,12%, properti 0,96%, dan pertambangan 0,83%.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp273 miliar. Dimana nilai transaksi beli mendominasi sebesar Rp591 miliar, sedangkan nilai transaksi jual asing hanya Rp317 miliar.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan bertahan di zona hijau, seiring positifnya sentimen dari regional dan global. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.812 dan 2.789 sebagai leve support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/6).

Menurutnya, positifnya pergerakan bursa regional dipicu oleh penguatan indeks Dow Jones sebesar 2,76%. Hal ini seiring sentimen positif yang datang dari Eropa setelah Spanyol berhasil menjual obligasi senilai 3,9 miliar euro. “Dengan minat investor yang terlihat cukup besar, menjadi sebuah tanda yang positif di pasar,” ujarnya.

Hal ini membuat euro membaik 1,2% dan diperdagangkan di atas US$1,21 per euro. Penguatan euro, lanjutnya juga memicu melonjaknya indeks Nikkei 2% di level 9.733,06 sesi pagi dalam reli pasar setelah tadi malam saham AS naik dan euro menguat terhadap yen. Produsen gelas dan eksportir teknologi mandapat keuntungan dari penguatan euro terhadap yen Jepang hingga level 111.

Selain itu, pasar juga mendapat topangan positif dari laporan ekspor China yang sangat pesat sehingga memperkuat sentimen positif dari data properti China sebelumnya. Semua itu memberikan sinyal, perekonomian China bertambah baik.

Per Juni 2010, ekspor China mengalami kenaikan 48,5% dibandingkan Juni tahun lalu di level 30,5%. Padahal, seeblumnya harga properti sudah mengalami kenaikan sebesar 12,4%. Sedangkan nilai nominal neraca perdagangannya pada Juni mencapai US$19,5 miliar dibandingkan tahun lalu senilai US$1,68 miliar. “Itu semua positif bagi market,” ucapnya.

Adapun sektor saham yang berpeluang menjadi penggerakan indeks hari ini adalah pertambangan dan saham-saham yang bernaung di bawah grup Bakrie. Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Delta Dunia Petroindo (DOID), PT Bakrieland Development (ELTY), dan PT Panin Life (PNLF). “Saya rekomendasikan trading buy untuk saham-saham tersebut,” pungkas Pruwoko. [ast/mdr]
11/06/2010 – 06:53
Fluktuatif, SoS Saham Bank & Komoditas
Natascha & Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik masih berfluktuasi. Investor disarankan Sell on Strength (SoS) saham perbankan dan komoditas. Namun, indikasi koreksi, membuka peluang Buy on Weakness (BoW) di saham perbankan, consumer goods dan infrastruktur.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha mengatakan, indeks saham hari ini masih akan terus berfluktuasi, melanjutkan tren perdagangan kemarin. Hal ini akan terus terjadi hingga ada koreksi cukup besar untuk indeks, “Peluang beli masif pun terbuka,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, koreksi bursa yang cukup besar itu seharusnya bisa membuat indeks turun ke level 2.500. Pasalnya, pada level itu, price earning (PE) IHSG yang kini sudah tinggi di atas rata-rata bursa Asia, bisa diturunkan. “Kalau di level 2.780 dan 2.800, tidak akan ada pembelian masif yang dapat mengantar indeks menembus 2.800. Bursa butuh tekanan ke 2.500,” ujarnya.

Reza pun merekomendasikan investor yang sudah punya posisi untuk mengambil langkah jual di harga tinggi (sell on strength). Terutama untuk saham-saham di sektor perbankan dan komoditas. “Saya belum akan melihat bursa terkoreksi ke 2.500. Jadi investor sebaiknya sell on strength,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, kalau indeks mengalami koreksi besar ke arah 2.500, investor bisa melakukan aksi beli di harga rendah (buy on weakness) untuk saham yang cukup likuid. Tapi ia tetap menyarankan untuk menghindari saham berbasis komoditas. “Saat ini saham komoditas berisiko dan sulit diprediksi, dengan harga minyak yang fluktuatif,” katanya.

Adapun saham-saham yang disarankan untuk beil di harga rendah adalah saham consumer goods seperti PT Unilever (UNVR) dan PT Mayora Indah (MYOR). Kemudian saham infrastruktur seperti PT Semen Gresik (SMGR) dan PT Indocement (INTP). “Saham-saham ini cukup defensif karena produknya dijual di dalam negeri,” ucapnya.

Saham pilihan lainnya adalah sektor perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI). Menurutnya, prospek saham perbankan masih solid dan menjanjikan, sehingga sulit terkoreksi hingga akhir tahun. Sedangkan secara teknikal, harganya sudah cukup tinggi, sehingga bisa segera terkoreksi. “Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (10/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 15,006 poin (0,53%) ke level 2.770,787. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi, dimana volume transaksi tercatat 4,610 miliar lembar saham, senilai Rp2,587 triliun dan frekuensi 81.159 kali. Sebanyak 88 saham naik, 109 turun dan 72 saham stagnan. [mdr]

harga saham2 gw 10 Juni 2010:

^JKSE 5:00AM EDT 2,770.79 Down 15.01 Down 0.54% 0 Chartmore…
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 10.00 Up 0.53% 22,497,000 Chartmore…
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,860.00 0.00 0.00% 27,144,000 Chartmore…
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,820.00 Down 20.00 Down 1.09% 127,031,000 Chartmore…
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,650.00 Down 200.00 Down 2.26% 3,534,500 Chartmore…
BNII.JK 4:57AM EDT 265.00 Down 5.00 Down 1.85% 148,000 Chartmore…
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00% 27,020,500 Chartmore…
ELSA.JK 5:00AM EDT 410.00 Up 5.00 Up 1.23% 114,675,000 Chartmore…
INDY.JK 5:00AM EDT 2,850.00 Down 75.00 Down 2.56% 7,420,500 Chartmore…
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,725.00 Down 50.00 Down 1.32% 8,398,500 Chartmore…
MAPI.JK 3:38AM EDT 670.00 0.00 0.00% 26,500 Chartmore…
WIKA.JK 5:00AM EDT 370.00 Up 20.00 Up 5.71%

ihsgw stabil =  3442.5

ihgsw total = 2056.72
Kamis, 10/06/2010 16:05 WIB
Saham Bank Seret IHSG Koreksi 15 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup koreksi 15 poin, berlawanan dengan tren bursa-bursa regional Asia yang justru menguat. Di tengah lesunya perdagangan, koreksi saham-saham sektor perbankan menjadi pemimpin laju penurunan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.786,189 dan kemudian melemah ke level 2.758,163, turun 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.785,793.

Meskipun sempat menguat 7 poin ke level 2.792,524, rupanya IHSG tak mempu mempertahankan posisinya di zona hijau. Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak lesu dan ragu-ragu. Tak tampak tekanan jual maupun daya beli yang berarti. Penurunan IHSG lebih disebabkan karena koreksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar yang membuat penurunan terasa cukup dalam.

Hanya saham sektor konsumsi yang menguat dan menahan IHSG dari koreksi lebih dalam, sedangkan saham-saham sektor perbankan memimpin laju penurunan. Saham-saham sektor komoditas bergerak ragu-ragu sepanjang perdagangan hari ini.

Padahal, bursa-bursa regional Asia berada dalam tren penguatan meskipun dalam rentang tipis. Ini membuat IHSG seolah bergerak melawan arus bursa-bursa regional. Bursa Eropa juga dibuka melemah tipis siang tadi.

Pelaku pasar di lantai bursa sepertinya belum berani melakukan aksi beli maupun jual yang signifikan. Kebanyakan masih menunggu konfirmasi perdagangan global sebelum memutuskan langkah investasi.

Kendati demikian, transaksi investor asing masih mencatat pembelian sebesar Rp 977,946 miliar dengan transaksi jual sebesar Rp 837,965 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 139,981 miliar.

Pada perdagangan Kamis (10/6/2010), IHSG ditutup turun 15,006 poin (0,53%) ke level 2.770,787. Indeks LQ 45 juga turun 4,449 poin (0,82%) ke level 534,169.

Perdagangan berjalan lesu dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 81.159 kali pada volume 4,610 miliar lembar saham senilai Rp 2,587 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 109 saham turun dan 72 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan, kecuali bursa Shanghai yang berkutat di zona merah menemani IHSG.
Indeks Shanghai melemah 21,29 poin (0,82%) ke level 2.562,58.
Indeks Hang Seng naik tipis 11,46 poin (0,06%) ke level 19.632,70.
Indeks Nikkei 225 menguat 103,52 poin (1,10%) ke level 9.542,65.
Indeks Strait Times naik 28,75 poin (1,05%) ke level 2.774,55.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 35.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 32.300, BTPN naik Rp 400 ke Rp 7.800, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 13.350, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 200 ke Rp 2.250.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 8.650 ke Rp 43.300, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 169.000, Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 42.750, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 8.650, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 5.450, Bank mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 5.300. (dro/qom)
Kamis, 10/06/2010 07:32 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Diramaikan Aksi Beli Selektif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik tipis di tengah bursa regional yang juga bergerak hati-hati. Investor memilih untuk menunggu sebelum melanjutkan perburuan saham-saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu (9/6/2010) IHSG ditutup naik 5,810 poin atau setara dengan 0,21% ke level 2785,793. Sementara Indeks LQ45 juga naik tipis 0,125 poin (0,02%) ke level 538,618.

IHSG pada perdagangan Kamis (10/5/2010) tampaknya akan mulai diramaikan oleh aksi beli selektf. Investor mulai berani mengkoleksi lagi saham-saham di tengah bursa regional yang sudah mulai membaik setelah dihantam sentimen negatif krisis Eropa.

Bursa Wall Street sendiri memang kemarin masih ditutup negatif, namun lebih karena sentimen lokal akibat anjloknya saham BP seiring memburuknya masalah tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Pada perdagangan Rabu (9/6/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 40,73 poin (0,41%) ke level 9.899,25. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 6,31 poin (0,59%) ke level 1.055,69 dan Nasdaq melemah 11,72 poin (0,54%) ke level 2.158,85.

Sementara Bursa Jepang juga sudah mulai pulih. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Kamis dengan kenaikan 59,67 poin (0,67%) ke level 9.498,80.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Ditengah reboundnya bursa regional, IHSG berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin. Terlihat pula indeks masih belum mampu keluar dari pola konsolidasi untuk jangka pendek. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.775-2.804. Saham consumer goods, pertambangan dapat menjadi pilihan untuk trading jangka pendek.

Samuel Sekuritas:

Dalam sentimen regional yang masih mixed antara kekhawatiran kondisi perekonomian Eropa dan perbaikan ekspor China, IHSG menguat tipis. IHSG masih berpeluang menguat tipis, masih dalam pola sideways dikisaran 2766-2820. Support berikutnya ada di 2720.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung konsolidasi dengan perkiraan support terdekat antara di S2 dan S1 atau sekitar level 2,763.75 dan resistance di R2 (2,824.24)

Daily risk saat ini sekitar level 42.86 % sehingga masih memungkinkan untuk IHSG naik lagi dengan target diatas. Dari indikator MFI Optimized terjadi pembalikan arah sehingga diperkirakan target di R2 diatas juga dapat tercapai dalam waktu dekat.

(qom/qom)

Nikkei rises, moving away from 6-month lows
TOKYO
Wed Jun 9, 2010 8:19pm EDT
(Reuters) – Japan’s Nikkei average rose 0.4 percent on Thursday, moving away from six-month lows hit the previous day, after news about better-than-expected Chinese exports boosted hopes for the global economic recovery.

Sources told Reuters on Wednesday that Chinese exports in May grew about 50 percent from a year earlier, a day before the data’s official release, sparking a broad rally in Shanghai and Europe.

The benchmark Nikkei gained 37.65 points to 9,476.78. It ended down 1 percent on Wednesday to its lowest close since late November.

The broader Topix added 0.4 percent to 853.33.

(Reporting by Aiko Hayashi)

Saham bank angkat Nikkei 225
Kamis, 10/06/2010 08:06:08 WIBOleh: Bloomberg
TOKYO (Bloomberg): Saham Jepang menanjak, yang dipimpin oleh sejumlah bank, setelah produk domestik bruto naik melampaui dari yang diperkirakan.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., yang merupakan bank terbesar di Jepang menurut nilai pasar, menguat 1,2%. Sementara itu, Mitsubishi Corp., pedagang komoditas terbesar Jepang, naik seiring meningkatnya harga komoditas.

Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,6% menjadi 9.499,97 pada pukul 9.08 a.m. di Tokyo.

Sementara itu, Indeks Topix naik 0,5% menjadi 854,33 dengan sekitar delapan saham yang naik untuk setiap lima saham yang turun.

Kemarin, Indeks Topix sempat melemah 0,9% untuk hari keempat, yang dipicu oleh menguatnya yen yang menyeret turun para eksportir Jepang dan adanya kekhawatiran kemungkinan memburuknya krisis utang Eropa setelah Fitch Ratings menyebutnya sebagai tantangan fiskal Inggris hebat. (t01)

09/06/2010 – 16:20
Detik Terakhir, IHSG Berhasil Menguat
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham domestik berhasil berlabuh di teritori positif pada detik-detik terakhir perdagangan, Rabu (9/6). Penguatan bursa regional Asia menjadi katalisnya.

Pada perdagangan Rabu (9/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 5,81 poin (0,21%) ke level 2.785,79. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 juga naik 0,1 poin ke 538,62.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks hari ini bergerak fluktuatif di tengah mixednya bursa regional Asia. Apalagi Fitch Rating mengingatkan bahwa defisit anggaran Inggris menghadapi tantangan yang hebat.

Namun, membaiknya bursa Wall Street semalam, berhasil mengangkat kepercayaan investor untuk memburu saham. “Hal ini terjadi di tengah perdagangan yang lamban dan sepi, menyambut datangnya pertandingan Piala Dunia Jumat besok,” ujarnya.

Sentimen positif lain berasal dari pernyataan Gubernur Federal Reserve, bank sentral AS, Ben Bernanke, bahwa Amerika dapat terhindar dari resesi kedua, walaupun tingkat pengangguran masih relatif tinggi.

Pemulihan ekonomi Amerika dianggap masih berada di jalur yang tepat dan angka pengangguran akan tetap tinggi untuk waktu yang cukup lama. Hal ini cukup menenangkan pasar finansial global. “Sentimen inilah yang menopang pergerakan indeks lebih lanjut,” katanya.

Lantai bursa didominasi penguatan sektor-sektor, seperti sektor properti yang meningkat 1,9%, disusul sektor perkebunan 1,5%, tambang 0,8%, industri dasar dan finansial 0,6% serta perdagangan 0,4%. Sedangkan sektor konsumsi dan infrastruktur turun 0,5% serta manufaktur melemah 0,03%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau moderat, dimana volume transaksi mencapai 4,4 miliar saham senilai Rp2,4 triliun. Sebanyak dengan 129 saham naik, 74 saham masih mengalami pelemahan dan 64 saham tercatat stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) mencapai Rp29 miliar. Dimana transaksi beli bersih mendominasi sebesar Rp812 miliar dan transaksi jual bersih mencapai Rp783 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Sepatu Bata (BATA) naik Rp8.650 ke Rp51.950, PT Gudang Garam (GGRM) menguat Rp350 ke Rp31.700, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terangkat Rp250 menjadi Rp34.450, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melambung Rp150 ke Rp8.900, PT United Tractors (UNTR) meningkat Rp100 ke Rp18.000, PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp100 ke Rp13.000, dan PT Tunas Ridean (TURI) terangkat Rp100 menjadi Rp2.325.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp850 ke Rp20.150, PT Astra International (ASII) terkoreksi Rp450 ke Rp42.800, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) merosot Rp200 ke Rp7.750, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) tergelincir Rp90 ke Rp1.040.

Bursa regional asia bergerak variatif. Indeks Nikkei di bursa Tokyo turun 98,81 poin (1,0%) menjadi 9.439,13, sebagai penutupan terendah sepanjang 2010. Indeks Kospi di Korsel melorot 4.26 poin (0.03%) menjadi 1.647,22.

Sedangkan indeks komposit Shanghai ditutup naik 2,8% (69,92 poin) ke level 2.583,87. Indeks Hang Seng naik 133,76 poin (0,69%) ke level 19.621,24 dan indeks Strait Times naik tipis 6,75 poin (0,25%) ke level 2.753,36. [mdr]
Investor disarankan beli saham BKSL dan INTP
Rabu, 09/06/2010 06:42:37 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Rebound bursa Asia membawa sentimen positif bagi IHSG. Secara teknikal indeks berpeluang konsolidasi di kisaran 2.725-2.815.

Erdikha Sekuritas merekomendasikan kepada investor agar membeli saham BKSL dan INTP.

eTrading Securities berpendapat bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini kami perkirakan berada pada kisaran 2.694-2.822.

Saham rekomendasinya adalah SMGR dan ADRO.

Panin Sekuritas menilai indeks masih berada dalam area konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang. Pergerakan bursa regional masih membayangi pergerakan IHSG. Kisaran support-resistance 2.750-2.814.

^JKSE 5:00AM EDT 2,779.98 Up 29.75 Up 1.08% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,900.00 Up 30.00 Up 1.60% 22,456,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,850.00 Up 10.00 Up 0.54% 50,464,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,790.00 Up 40.00 Up 2.29% 187,817,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,750.00 Up 200.00 Up 2.34% 3,820,000
BNII.JK 4:50AM EDT 265.00 0.00 0.00% 80,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 Up 1.00 Up 1.08% 52,096,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 410.00 Down 5.00 Down 1.20% 93,847,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 Up 150.00 Up 5.45% 32,891,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,800.00 Up 75.00 Up 2.01% 15,579,000
MAPI.JK Jun 7 670.00 0.00 0.00% 576,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 335.00 Up 5.00 Up 1.52% 12,329,500

ihsgw stabil = 3477.5

ihsgw total = 2069.45

08/06/2010 – 16:28
Akhirnya IHSG Ditutup Naik 29,75 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (8/6) ditutup naik 29,75 poin (1,08%) ke level 2.779,98 karena mengikuti bursa regional yang rebound.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 151 saham naik, 50 saham masih mengalami penurunan dan 62 saham tercatat stagnan. Volume perdagangan sebanyak 4,9 miliar saham senilai Rp2,3 triliun. Indeks saham JII naik 2,6 poin ke 442,07 dan indeks saham LQ45 juga naik 6 poin ke 538,49.

Adapun saham-saham yang naik adalah Mayora Indah(MYOR) naik Rp450 ke Rp6.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp350 ke Rp30.900, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp300 ke Rp16.500, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp200 ke Rp13.050, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp150 ke Rp7.900.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra International (ASII) turun Rp650 ke Rp43.150, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp200 ke Rp16.250, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp50 ke Rp4.250, PP London Sumatera (LSIP) turun Rp50 ke Rp8.150.

Selasa, 08/06/2010 09:40 WIB
Rupiah Stagnan, IHSG Melesat 28 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tajam pada perdagangan pagi ini berlawanan dengan sentimen bursa regional Asia yang cenderung stagnan dan ragu-ragu. Nilai tukar rupiah juga stabil di level 9.265/US$.

Pada perdagangan Selasa (8/6/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.750,353 dan kemudian langsung menguat ke level 2.778,000, naik 28 poin dari penutupan kemarin di level 2.750,233.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG dibuka naik tipis 8,379 poin (0,30%) ke level 2.758,612. Indeks LQ45 juga naik tipis 2,123 poin (0,39%) ke level 534,601. Sebagian besar saham-saham unggulan yang kemarin mengalami koreksi tajam mulai diburu investor dan mengalami kenaikan harga, meskipun masih tipis.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat cukup tinggi seiring dengan aksi beli pada sebagian besar saham-saham unggulan, khususnya di sektor komoditas dan konsumsi. Saham-saham yang kemarin sudah mengalami koreksi cukup dalam kini mulai diburu investor.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dan menampakkan keragu-raguan lantaran bursa Wallstreet tadi malam bergerak cukup fluktuatif dan ditutup minus 1%. Namun penguatan indeks Nikkei 225 tadi pagi membuat pelaku pasar di kawasan Asia masih menunggu konfirmasi arah perdagangan selanjutnya.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.773,214, naik 22,981 poin (0,83%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka stagnan ke level 9.265 per dolar AS seperti pada penutupan kemarin

Bursa-bursa Asia bergerak variatif dan ragu-ragu.

Indeks Shanghai turun tipis 1,89 poin (0,08%) ke level 2.509,84.
Indeks Hang Seng turun tipis 18,92 poin (0,09%) ke level 19.359,82.
Indeks Straits Times naik tipis 5,60 poin (0,20%) ke level 2.757,68.
Indeks Nikkei-225 naik tipis 35,47 poin (0,37%) ke level 9.556,27.

(dro/qom)
Senin, 07 Juni 2010 | 16:20

BURSA SAHAM

Indeks Anjlok 2,59%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit menguat apabila dibandingkan dengan sesi perdagangan pertama. Namun, IHSG masih melemah 2,59% ke level 2.750,23 dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Jumlah saham yang bergerak naik hanya 23 saham sedangkan 192 saham turun dan 30 tidak berubah. Indeks semua sektor memerah dipimpin oleh sektor pertambangan dan pertanian.

Saham-saham unggulan juga ikut melongsorkan indeks LQ-45 sebesar 15,636 poin ke level 532,478. Harga saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun 2,56% ke Rp 43.800, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 3,80% ke Rp 16.450, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun 3,21% ke Rp 15.100, PT Gudang Garam Tbk(GGRM) turun 1,61% ke Rp 30.550, dan PT London Sumatra Tbk (LSIP) turun 4,65% ke Rp 8.200.

Sementara saham-saham yang mencoba menahan IHSG tak merosot terlalu dalam di antaranya, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 2,37% ke Rp 12.950, PT Indosiar Karya Megah Tbk (IDKM) naik 23,53% ke Rp 315, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) naik 7,69% ke Rp 700, PT Mayora Indah Tbk(MYOR) naik 0.86% ke Rp 5.850, dan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) naik 8,89% ke Rp 490.

Transaksi perdagangan sore ini ditutup dengan volume sebanyak 5,246 miliar lembar saham dan total transaksi sebesar Rp 3,317 triliun.

Astri Karina Bangun
Senin, 07/06/2010 16:09 WIB
IHSG Terhempas 73 Poin
Indro Bagus – detikFinance
… ketika investor asien-K belum kabuuuuuuuuuuR(p)R(p)…
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 73 poin pada perdagangan awal pekan. Koreksi mulai menipis seiring dengan adanya aksi beli selektif terhadap saham-saham unggulan yang berpeluang rebound pada perdagangan besok.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka melemah 3 poin ke level 2.820,875 dan kemudian langsung anjlok tajam ke level 2.698,875, merosot 122 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.823,251.

IHSG terkoreksi tajam sedang awal perdagangan lantaran terseret sentimen negatif bursa-bursa regional Asia yang juga didera tekanan jual cukup massif. Penurunan indeks Nikkei 225 memicu aksi jual tersebut.

Bursa Wallstreet yang ditutup anjlok 3% lebih pada perdagangan akhir pekan kemarin membuat pelaku pasar di Asia hari ini ikutan melakukan aksi jual. Terlebih ditambah bursa-bursa Eropa yang dibuka melanjutkan koreksi pada perdagangan siang tadi.

Namun, daya beli berhasil mengangkat sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga koreksi tajam yang terjadi sejak awal perdagangan mulai menipis. Sejumlah saham komoditas kembali diburu pada perdagangan sesi II.

Pasar memiliki ekspektasi indeks Dow Jones akan diangkat hingga kembali ke atas level 10.000 pada perdagangan nanti malam. Proyeksi ini menimbulkan ekspektasi kemungkinan terjadinya rebound pada perdagangan besok.

Transaksi investor asing mencatat pembelian sebesar Rp 965,349 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 1,037 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 71,882 miliar. Tipisnya nilai net sell menunjukkan investor asing belum benar-benar mencabut dananya dari lantai bursa.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG akhirnya ditutup turun 73,018 poin (2,59%) ke level 2.750,233. Indeks LQ 45 juga turun 15,636 poin (2,86%) ke level 532,478.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 89.111 kali pada volume 5,246 miliar lembar saham senilai Rp 3,317 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 208 saham turun, dan 32 saham stagnan.

Koreksi bursa-bursa regional Asia masih terkoreksi cukup dalam.

Indeks Shanghai turun 41,86 poin (1,64%) ke level 2.511,73.
Indeks Hang Seng melorot 401,92 poin (2,03%) ke level 19.378,15.
Indeks Nikkei 225 anjlok 380,39 poin (3,84%) ke level 9.520,80.
Indeks Strait Times turun 45,09 poin (1,61%) ke level 2.761,42.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.950, Indosiar (IDKM) naik Rp 60 ke Rp 315, Mayora (MYOR) naik Rp 50 ke Rp 5.850, SCTV (SCMA) naik Rp 30 ke Rp 1.370.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 43.800, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 16.450, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 34.600, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 15.100, gudang Garam 9GGRM) turun Rp 500 ke Rp 30.550.

(dro/qom)
Senin, 07/06/2010 09:39 WIB
IHSG Langsung Jatuh 100 Poin Lebih
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Mengikuti jatuhnya bursa-bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merosot tajam. Saham-saham unggulan berjatuhan bersamaan dengan merosotnya bursa Asia Pasifik akibat berbagai rentetan sentimen negatif.

Pada perdagangan Senin (7/6/2010), IHSG dibuka langsung 102,368 poin (3,63%) ke level 2.720,883. Indeks LQ 45 juga merosot 25,931 poin (4,73%) ke level 522,183. IHSG terus merosot dan dalam 5 menit awal perdagangan tercatat anjlok 120,350 poin (4,26%) ke level 2.702,901.

Jatuhnya bursa Indonesia kali ini mengikuti anjloknya bursa Wall Street pada Jumat akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 323,31 poin (3,15%) ke level 9.931,97. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 37,95 poin (3,44%) ke level 1.064,88 dan Nasdaq merosot 83,86 poin (3,64%) ke level 2.219,17.

Bursa Wall Street anjlok setelah keluarnya data jumlah tenaga kerja AS. Pemerintah US mengumumkan data pertumbuhan pekerjaan di Amerika yang mengecewakan. Angka pertumbuhan pekerjaan di Amerika memang meningkat menjadi 431.000 pada bulan mei, akan tetapi angka tersebut jauh dari ekspektasi pasar pada angka 536.000.

Selain itu juga masih ditambah dengan berbagai sentimen negatif dari krisis Eropa. Kabar negatif terakhir, Hungaria akhirnya meminta bantuan IMF untuk membantunya mengatasi krisis. Bursa-bursa Asia Senin pagi ini langsung merosot mengikuti jatuhnya bursa Wall Street akhir pekan lalu:
Indeks Hang Seng merosot 510,63 poin (2,58%) ke level 19.271,68.
Indeks Nikkei-225 merosot 396,95 poin (4,01%) ke level 9.504,24.
Indeks Straits Times melemah 60,98 poin (2,17%) ke level 2,745,53.

Bersamaan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia, mata uang tunggal euro juga merosot hingga di bawah level 1,19 dolar. Euro merosot karena kekhawatiran krisis Eropa yang diyakini sudah menyebar hingga Hungaria.

Pada perdagangan Senin di pasar Asia, euro sempat merosot ke 1,1882 dolar, sebelum akhirnya membaik ke level 1,19 dolar, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 1,1967 dolar.

Hal itu langsung memicu anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 70 per barel. Pada perdagangan di Asia pagi ini, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Juli merosot 1,82 dolar ke level US$ 69,69 per barel. Minyak Brent juga turun 1,46 dolar ke level US$ 70,63 per barel.
(qom/dro)

Investor disarankan beli SMR, SMGR, dan INDF
Senin, 07/06/2010 06:55:51 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Reliance Securities memperkirakan indeks bergerak di kisaran resistan 2.835 titik resistan kedua di level 2.875 dan support di level 2.801 titik support selanjutnya di level 2.762.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas menilai angka employment rate AS akan menjadi katalis indeks global termasuk dampaknya terhadap IHSG. Kisaran gerak 2.728-2.868. Dia merekomendasikan untuk membeli saham SMR, SMGR, dan INDF.

Panin Sekuritas menilai indeks bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance 2.802-2.850. Dia mengingatkan agar investor mewaspadai volatilitas pada saham berbasis komoditas.
catatan harga saham2 yang gw inves : 04 06 2010

^JKSE 5:00AM EDT 2,823.25 Up 12.27 Up 0.44% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,950.00 Down 20.00 Down 1.02% 13,152,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,940.00 Down 10.00 Down 0.51% 39,245,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,860.00 Down 50.00 Down 2.62% 251,650,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,750.00 Down 100.00 Down 1.13% 5,399,500
BNII.JK 5:00AM EDT 265.00 Down 5.00 Down 1.85% 1,075,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 98.00 Down 1.00 Down 1.01% 72,695,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 435.00 0.00 0.00% 66,714,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,825.00 Down 25.00 Down 0.88% 10,603,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 0.00 0.00% 20,575,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 670.00 0.00 0.00% 50,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 345.00 Down 5.00 Down 1.43% 6,436,000

ihsgw stabil (elsa, adro, indy, bbri) = 3487.5

ihsgw total (11 saham) = 2092.09

Jumat, 04 Juni 2010 | 16:18

PENUTUPAN BURSA

IHSSG Rebound ke Level 2.800

JAKARTA. Sempat menyentuh level 2.791, pada penutupan bursa Jumat, (4/6) IHSG akhirnya rebound ke level 2.823,251 atau menguat 0,44%. Sebanyak 94 saham naik, 93 saham turun, dan 66 tidak berubah. Volume perdagangan 5,812 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,380 triliun. Selain infrastruktur dan pertambangan, sektor-sektor lain di bursa menghijau.

Saham-saham top gainers di antaranya Astra Agro Lestari (AALI) melonjak 9,14% ke Rp 21.500, Unilever Indonesia (UNVR) naik 1,25% ke Rp 16.250, Bank Mega (MEGA) naik 8% ke Rp 2.700, dan Mayora Indah (MYOR) naik 2,65% ke Rp 5.800

Sementara saham yang jadi pemberat laju indeks akhir pekan ini di antaranya, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun 1,16% ke Rp 17.100, Indosat (ISAT) turun 2,88% ke Rp 5.050, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun 1,25% ke Rp 7.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 1,13% ke Rp 8.750, dan London Sumatera Indonesia (LSIP) turun 0,58% ke Rp 8.600.

Astri Karina Bangun kontan
Jumat, 04/06/2010 11:37 WIB
IHSG Bertahan di Atas Level 2.800
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi akhir pekan ini di atas level 2.800, meskipun masih mengalami koreksi tipis 9 poin. Tarik menarik terjadi antara tekanan jual saham tambang versus aksi beli saham perbankan.

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010), IHSG dibuka melemah tipis ke level 2.810,878 dan kemudian sempat turun ke level 2.791,092, turun 19 poin dari penutupan kemarin di level 2.810,977.

Sejak awal perdagangan IHSG terjebak di zona negatif dengan koreksi tipis. Sentimen bursa regional Asia yang juga dalam tekanan jual ringan memberikan pengaruh besar bagi penurunan IHSG pagi ini. Saham sektor pertambangan menjadi sasaran utama aksi jual, sedangkan saham-saham sektor perbankan menjadi buruan.

Koreksi bursa Wall Street tadi malam menimbulkan reaksi tekanan jual di Asia pagi ini. Namun secara umum, penurunan hanya merupakan aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah menguat cukup tajam pada perdagangan kemarin.

Daya beli masih memadai sebagaimana tekanan jual juga tidak terlalu besar, sehingga harga-harga saham tidak turun terlalu dalam. Menjelang penutupan sesi I, koreksi mulai menipis, seiring dengan penipisan koreksi bursa-bursa Asia. Untuk perdagangan akhir pekan, biasanya ada aksi beli mengangkat harga pada sesi II nanti.

Transaksi investor asing didominasi pembelian bersih sebesar Rp 117 miliar.

Pada perdagangan Jumat (4/6/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 9,716 poin (0,34%) ke level 2.801,261. Indeks LQ 45 juga turun 2,425 poin (0,44%) ke level 543,185.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 49.700 kali pada volume 2,928 miliar lembar saham senilai Rp 1,490 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 131 saham turun, dan 51 saham stagnan.

Koreksi bursa-bursa regional Asia mulai menipis.
Indeks Shanghai turun tipis 4,16 poin (0,16%) ke level 2.548,49.
Indeks Hang Seng melemah 83,07 poin (0,42%) ke level 19.703,64.
Indeks Nikkei 225 turun 14,37 poin (0,14%) ke level 9.899,82.
Indeks Strait Times turun 6,32 poin (0,23%) ke level 2.787,15.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 2.700, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.200, XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 3.775, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.600.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 31.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 16.950, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 12.950, Lonsum (LSIP) turun Rp 200 ke Rp 8.450, Indosat (ISAT) turun Rp 150 ke Rp 5.050. (dro/dnl)

04/06/2010 – 11:53
Pasar Menantikan Hasil Petemuan G20
Tambang Pimpin Koreksi IHSG Sesi I
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Penutupan sesi pertama IHSG gagal bertahan di area positif. Pasar menunggu perkembangan market selanjutnya terutama regional terkait data tenaga kerja AS dan pertemuan G20.

Pada perdagangan Jumat (4/6) sesi siang, IHSG ditutup melemah tipis 9,72 poin (0,35%) ke level 2,801,26. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 2,4299 poin (0,44%) ke level 543,17.

Kenaikan indeks kurang mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,600 miliar lembar saham, senilai Rp1,335 triliun dan frekuensi 49.700 kali. Sebanyak 58 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan 51 saham stagnan.

Semua sektor mendukung pelemahan indeks kecuali keuangan dan konsumsi. Sektor pertambangan memimpin koreksi 1,94%, industri dasar 0,62%, perkebunan 0,56%, properti 0,54%, perdagangan 0,42%, infrasturktur 0,35%, aneka industri 0,28%, dan manufaktur 0,25%. Sedangkan sektor konsumsi stagnan dan sektor keuangan mengalami kenaikan 0,41%.

Sementara itu, saham-saham yang turun di antaranya adalah PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp350 ke Rp34.650, PT Rig Tenders (RIGS) turun Rp180 ke Rp570, dan PT Tigaraksa Satria (TGKA) melemah Rp75 ke Rp1.330.

Adapun saham-saham yang naik adalah PT Taisho Pharmaceutical (SQBI) naik Rp8.000 ke Rp144.800, PT Astra Internasional (ASII) naik Rp1.600 ke Rp44.100, PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp1.150 ke Rp13.200, PT United Tractors (UNTR) naik Rp850 ke Rp18.100, PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp800 ke Rp31.450, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp700 ke Rp19.700, dan PT Unilever (UNVR) naik Rp600 ke Rp16.050.

Budi Ruseno, Direktur Bhakti Capital Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan variatif cenderung melemah (mixed to lower) seiring variatifnya pergerakan bursa regional. “Indeks akan bergerak dalam kisaran support 2.780 dan 2.850 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (4/6).

Selain faktor regional, variatifnya indeks juga dipicu faktor teknikal setelah indeks mengalami penguatan tajam kemarin hampir 3%. Apalagi, ini merupakan perdagangan akhir pekan, di mana pelaku pasar tidak agresif memegang posisi dalam jumlah besar. “Itu juga memicu variatifnya pergerakan indeks,” ujarnya.

Pelemahan tadi pagi yang sempat menyentuh 17,57 poin, dinilai Budi sebagai koreksi tipis. “Nanti, juga mulai terangkat lagi,” tukasnya. Pada saat yang sama, pasar juga menunggu data-data ekonomi di AS yang akan dirilis di AS yaitu data tenaga kerja (non-farm payroll) dan pengangguran.

Data non-farm payroll di AS diperkirakan naik jadi 465 ribu orang dari sebelumnya 290 ribu. Sedangkan data pengangguran, diperkirakan turun dari 9,9% menjadi 9,8%. “Tapi, pergerakan indeks lebih dipengaruhi faktor regional daripada domestik,” timpalnya.

Di sisi lain, pasar juga saat ini masih tetap fokus pada proses penyelesaian pemulihan ekonomi Eropa. Pasar mencermati isu-isu yang mencuat dalam pertemuan G20 di Busan Korea Selatan, hari ini dan besok. “Hasilnya seperti apa, pasar kan belum tahu juga,” ucapnya.

Sementara itu, dari sisi internal, lanjut Budi, tidak ada hal-hal yang signifikan yang bisa berpengaruh pada laju IHSG ^JKSE. “Sebab, laporan keuangan perusahaan, aksi korporasi, dan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pembagian dividen semuanya positif,” tandasnya.

Dalam kondisi ini, Budi merekomendasikan positif saham-saham di sektor perbankan dan penunjang infrastruktur. “Short term trading saja di saham-saham sektor tersebut,” pungkas Budi. [mdr]
Waspadai Aksi Ambil Untung Di Akhir Pekan

JUM’AT, 04 JUNI 2010 | 07:10 WIB
TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Bursa Wall Street yang kembali positif serta naiknya harga minyak akan menjadi sentimen positif bursa domestik di akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones industri semalam ditutup naik tipis 5,74 poin (0,06 persen) ke level 10.255,28. Dan harga minyak di New York Mercantile Exchange kembali naik ke level US$ 74,61 per barel.

Namun, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sudah naik cukup signifikan kemarin bisa memicu investor melakukan aksi ambil untung guna merealisasikan keuntungan yang sudah diperoleh.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk,. Purwoko Sartono menjelaskan indeks berhasil melanjutkan kenaikan jangka pendek didukung oleh melonjaknya indeks Dow Jones lebih dari dua persen sebelumnya.

Hari ini Purwoko memprediksikan minat beli akan sedikit berkurang karena menjelang akhir pekan. Namun demikian indeks masih bergerak on the track menguji ke batas atas 2.850. “Dan batas bawah indeks untuk jangka pendek berada di level 2.775,” imbuhnya.

Saham – saham yang masih bisa menjadi pilihan hari ini antara lain: Adaro, PTBA, Bakrie Plantations, Astra Agro, Bank Mandiri, serta Bank BTN.

Pada perdagangan Kamis kemarin indeks kembali melonjak 77,299 poin (2,83 persen) ke level 2.810,977 dari posisi sehari sebelumnya di 2.733,678.

VIVA B KUSNANDAR
Kamis, 03/06/2010 16:09 WIB
Bursa Global Rebound, IHSG Genggam 2.810
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di atas level 2.800 seiring dengan penguatan bursa global menyusul rebound bursa Eropa yang berlanjut pada pembukaan siang tadi. Asing borong saham Rp 400 miliar.

IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.734,173 dan kemudian langsung melesat ke level 2.811,832, naik 78 poin dari penutupan kemarin di level 2.733,678.

Penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan tren penguatan bursa-bursa regional Asia dipimpin oleh kenaikan tajam indeks Nikkei 225. Penguatan indeks-indeks Asia melanjutkan penguatan indeks-indeks saham Eropa dan kenaikan tajam bursa Wall Street tadi malam.

Saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sontak langsung diburu investor. Tak luput, sejumlah saham lapis dua juga menjadi incaran utama. Indeks saham perkebunan memimpin laju kenaikan diiringi dengan penguatan saham konsumsi, infrastruktur, perbankan, serta pertambangan.

Setelah sempat tertekan selama beberapa pekan, IHSG akhirnya berhasil menyentuh kembali level 2.800-an pada perdagangan hari ini. Bursa-bursa Eropa yang dibuka menguat di atas 1% pada perdagangan siang tadi, mendorong kenaikan indeks-indeks saham di Asia lebih tinggi lagi, termasuk IHSG.

Transaksi investor asing didominasi pembelian sebesar Rp 1,655 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,263 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 392,310 miliar.

Pada perdagangan Kamis (3/6/2010), IHSG ditutup naik tajam 77,299 poin (2,82%) ke level 2.810,977. Indeks LQ 45 juga naik 16,361 poin (3,09%) ke level 545,610.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 124.854 kali pada volume 7,363 miliar lembar saham senilai Rp 4,954 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 28 saham turun, dan 44 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat cukup tinggi.
Indeks Shanghai turun 18,77 poin (0,73%) ke level 2.552,66.
Indeks Hang Seng melesat 314,91 poin (1,62%) ke level 19.786,71.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 310,95 poin (3,24%) ke level 9.914,19.
Indeks Strait Times naik 62,38 poin (2,29%) ke level 2.789,95.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.600 ke Rp 44.100, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.150 ke Rp 13.200, United Tractors (UNTR) naik Rp 850 ke Rp 18.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 31.450, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.050.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 34.650, Rig Tenders (RIGS) turun Rp 180 ke Rp 570, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 6.050, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 40 ke Rp 580. (dro/dnl)
Kamis, 03/06/2010 09:37 WIB
IHSG Dekati 2.800, Rupiah 9.190/US$
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam hingga mendekati level 2.800 seiring dengan tren penguatan bursa negara-negara Barat yang menguat di atas 1-2%. Nilai tukar rupiah juga menguat tajam ke level 9.190/US$.

Pada perdagangan Kamis (3/6/2010), IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.734,173 dan kemudian langsung melesat ke level 2.799,128, naik 66 poin dari penutupan kemarin di level 2.733,678.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 35,872 poin (1,31%) ke level 2.769,550. Seluruh saham unggulan yang dapat diperdagangkan pada pre-opening menguat tajam, kecuali saham Berlian Laju Tanker (BLTA) dan Lippo Karawaci (LPKR) yang stagnan. Tidak ada yang jatuh ke zona merah.

Penguatan saham-saham unggulan terjadi di semua sektor. Hanya tercatat 2 saham yang turun, sedangkan 112 saham naik.

Tren kenaikan ini dipicu oleh kenaikan tajam indeks Dow Jones pada perdagangan tadi malam yang diikuti dengan kenaikan tajam indeks Nikkei 225 tadi pagi. Seluruh bursa Asia pun ikutan naik tinggi.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.790,319, naik 56,641 poin (2,07%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat cukup tinggi ke level 9.190 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.250 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia seluruhnya menguat di atas 1% kecuali bursa Shanghai yang masih terkoreksi tipis.
Indeks Shanghai turun tipis 4,14 poin (0,16%) ke level 2.567,28.
Indeks Hang Seng naik 330,68 poin (1,70%) ke level 19.802,48.
Indeks Straits Times naik 47,67 poin (1,75%) ke level 2.775,24.
Indeks Nikkei-225 naik tajam 252,14 poin (2,63%) ke level 9.855,38.
(dro/dnl)

03/06/2010 – 09:09
Risiko ‘Profit Taking’
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penguatan

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan hari ini, namun risiko profit taking masih cukup tinggi mengingat stochastic yang berada di area jenuh beli dan resisten 2.806-2.812 masih akan menahan pergerakan IHSG.

IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.700-2.780. IHSG kembali tertekan meskipun mencoba menguat di awal perdagangan, namun minimnya sentimen kembali membuat IHSG melemah pada akhir perdagangan. Stochastic yang mulai berada di area jenuh beli masih memungkinkan tekanan jual dengan resisten berada di level 2.806-2.812.

DJIA kembali menguat tajam terkait data pending housing sales April yang naik 6,0% di atas ekspektasi pasar sebesar 5% membuat DJIA kembali menguat 226 poin (2,2%). Meskipun mengalami penguatan yang signifikan, DJIA masih berada dalam tren turun jangka menengah dengan MA-50 berada di 10.768.

Selain itu, Prudential dikabarkan batal melakukan akuisisi terhadap AIA karena gagal menegoisasi ulang harga dan diharuskan membayar pinalti senilai US$223 juta. Dari Asia, Thailand dikabarkan tetap mempertahankan suku bunganya di 1,25 terkait kondisi politik yang masih belum stabil.

Sentimen regional yang positif dan suku bunga yang diharapkan tetap berada di level 6,5% memungkinkan IHSG untuk menguat pada perdagangan hari ini, namun risiko profit taking masih cukup tinggi mengingat stochastic yang berada di area jenuh beli dan resisten 2.806-2.812 masih akan menahan pergerakan IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.700-2.780. [cms]
Saham Bank Perkuat Kenaikan IHSG
Penguatan IHSG ditopang pergerakan positif saham-saham perbankan dan telekomunikasi.
RABU, 2 JUNI 2010, 16:45 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya tetap bertahan di teritori positif. Meski demikian, selama transaksi hari ini, pergerakan IHSG sempat diwarnai pelemahan.

Menurut Gunawan Tjandra, pengamat pasar modal, indeks berakhir menguat meski di kisaran tipis karena ditopang pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) di sektor perbankan dan telekomunikasi.

“Seperti TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) yang tercatat nomor dua sebagai market caps,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 2 Juni 2010.

Analis PT Reliance Securities, Gina Novrina Nasution juga berpendapat IHSG masih kuat di zona hijau karena ditopang penguatan saham unggulan (blue chips) di sektor perbankan dan telekomunikasi.

“Kita tahu, laporan inflasi yang sudah diliris kemarin hasilnya sesuai perkiraan, sehingga BI Rate sepertinya masih tetap di kisaran level 6,5 persen. Nah, itu berdampak positif ke saham bank,” ujarnya.

Dia mengakui, saham-saham bank yang menopang posisi IHSG di area positif di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sedangkan bursa regional Asia, menurut Gunawan, meski ada yang bergerak positif, tapi rata-rata mengalami pelemahan atau berada di area negatif (bearish).

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini menguat 9,06 poin atau 0,33 persen ke level 2.733,68. Sedangkan pada akhir sesi pertama, indeks menguat tipis 2,54 poin (0,09 persen) di posisi 2.727,15.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,77 triliun dan volume tercatat 16,60 juta lot dengan frekuensi 126.977 kali. Sebanyak 109 saham menguat, 97 melemah, 68 stagnan, serta sebanyak 229 sedang tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham sebesar Rp 737,02 miliar, dengan penjualan mencapai Rp 853,82 miliar.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 25,15 poin (0,13 persen) ke level 19.471,80, Nikkei 225 melemah 108,59 poin atau 1,12 persen di posisi 9.603,24, tapi Straits Times menguat 12,13 poin (0,45 persen) menjadi 2.727,57.

Di Bursa Efek Indonesia, saham yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya TLKM terangkat Rp 400 atau 5,36 persen ke level Rp 7.850, BBCA menguat Rp 150 (2,83 persen) menjadi Rp 5.450, dan BMRI naik Rp 100 atau 1,94 persen di posisi Rp 5.250.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.245/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.265/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.235/US$. Pada perdagangan Selasa, 1 Juni 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.180/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Rabu, 02/06/2010 16:10 WIB
Di Tengah Fluktuasi Bursa Asia, IHSG Bertahan di Zona Hijau
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona positif di tengah pergerakan indeks-indeks saham Asia yang sangat fluktuatif. Pelaku pasar masih menunggu konfirmasi perdagangan global sebelum mengambil langkah yang berani.

IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.725,011 dan kemudian langsung melesat ke level 2.771,281, naik 46 poin dari penutupan kemarin di level 2.724,615.

Pergerakan IHSG hari ini cukup bervolatilitas tinggi. Setelah sempat naik tajam di awal perdagangan, IHSG kemudian sempat terpuruk ke zona merah. Namun akhirnya berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis.

IHSG bergerak dalam keragu-raguan sepanjang perdagangan hari ini. Hal itu disebabkan adanya ketidakpastian situasi pasar saham global.

Tadi pagi, sebagian besar indeks saham Asia bergerak di zona negatif. Pada sesi siang, ramai-ramai bergerak ke zona hijau. Tak berhenti sampai situ, pergerakan bursa saham Asia kembali jatuh ke zona negatif. Terakhir, pada sesi sore, indeks-indeks saham Asia kembali bergerak ke zona hijau.

Investor saham global sepertinya belum dapat menentukan langkah investasi yang pasti. Baik kubu penjual maupun kubu pembeli belum berani memberikan posisi terlalu banyak.

Akibatnya, IHSG pun tak mampu mengangkat levelnya lebih tinggi lagi lantaran investor masih menunggu konfirmasi arah bursa global. Bursa Eropa dibuka anjlok cukup tajam pada siang tadi.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,038 triliun, sedangkan aksi jual sebesar Rp 925,385 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hanya sebesar Rp 113,529 miliar. Ini menunjukkan investor asing masih menggunakan strategi hit and run harian.

Pada perdagangan Rabu (2/6/2010), IHSG ditutup naik 9,063 poin (0,33%) ke level 2.733,678. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,973 poin (0,37%) ke level 529,249.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 126.977 kali pada volume 8,301 miliar lembar saham senilai Rp 3,768 triliun. Sebanyak 109 saham naik, 97 saham turun, dan 68 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia mulai kembali ke zona positif
Indeks Shanghai naik 3,14 poin (0,12%) ke level 2.571,42.
Indeks Hang Seng turun 25,15 poin (0,13%) ke level 19.471,80.
Indeks Nikkei 225 turun 108,59 poin (1,12%) ke level 9.603,24.
Indeks Strait Times naik 12,84 poin (0,47%) ke level 2.728,28.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 6.000 ke Rp 36.150, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 15.450, Telkom (TLKM) naik Rp 400 ke Rp 7.850, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.050.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.350 ke Rp 30.650, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 35.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 17.250, Astra International (ASII) turun Rp 250 ke Rp 42.500. (dro/dnl)
Rabu, 02/06/2010 09:38 WIB
Bursa Asia Balik Arah, IHSG Melesat 42 poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tinggi seiring dengan tren pembalikan arah bursa-bursa Asia ke zona positif. Nilai tukar rupiah juga menguat ke level 9.225/US$.

Pada perdagangan Rabu (1/6/2010), IHSG dibuka menguat tipis ke level 2.725,011 dan kemudian langsung melesat ke level 2.765,381, naik 41 poin dari penutupan kemarin di level 2.724,615.

Pada perdagangan pre opening, IHSG menguat 10,395 poin (0,38%) ke level 2.735,010. Hampir seluruh saham unggulan mengalami penguatan dipimpin oleh saham-saham komoditas serta perbankan.

Semula, IHSG diperkirakan bakal bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif bursa Eropa dan Wallstreet yang ditutup koreksi tadi malam, terlebih ditambah sentimen negatif bursa Jepang yang perdana menterinya baru saja mengundurkan diri.

Untungnya, ada dorongan beli yang berhasil mengangkat indeks-indeks saham Asia ke teritori positif yang kemudian memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG pagi ini.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.767,371, naik 42,756 poin (1,56%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.225 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.255 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi penguatan setelah sempat terkoreksi pada awal perdagangan.
Indeks Shanghai turun 18,69 poin (0,73%) ke level 2.549,59.
Indeks Hang Seng naik 113,33 poin (0,58%) ke level 19.610,28.
Indeks Straits Times naik 16,27 poin (0,60%) ke level 2.731,71.
Indeks Nikkei-225 naik 35,71 poin (0,37%) ke level 9.747,54.
(dro/dnl)
02/06/2010 – 09:35
IHSG Pagi Menguat 12,36 Poin ke 2.736,97

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (2/6) pagi menguat 12,36 poin atau naik 0,45% ke level 2.736,97 didukung saham-saham lapis dua.

Penguatan indeks pagi ini dipicu terangkatnya 23 saham perusahaan, sedang hanya 3 saham yang turun dan 17 saham stagnan.

Volume perdagangan pagi ini juga relatif sepi hanya 12,84 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp22,59 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 3,12 poin ke level 530,4, sedang JII naik 2,86 poin ke level 434.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah EXCL naik 3,59% ke Rp3.600, RAJA naik 13,18% ke Rp1.030, BYAN naik 1,65% ke Rp6.150, DUTI naik 14,08% ke Rp810, SPMA naik 19,6% ke Rp305 dan TOWR naik 2,5% ke Rp2.050. [cms]
Investor disarankan beli BBTN, ASRI dan JPFA
Rabu, 02/06/2010 06:48:58 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Hari ini indeks masih akan terkoreksi ke level 2.714 yang merupakan garis 50% fibonacci retracement.

Valbury Asia Securities merekomendasikan kepada investor agar besikap buy on weakness terhadap saham BBTN, ASRI, dan JPFA.

OSK Nusadana Securities mengatakan bahwa IHSG hari ini cenderung bergerak dalam trading range 2.684,48-2.758,48. Belum ada indikasi kuat IHSG naik kembali secara signifikan, kecuali bertahan di atas 2,758.48.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas bependapat bahwa kecemasan terhadap krisis ekonomi Eropa yang terus membayangi indeks global dapat menjadi ganjalan bagi IHSG. Pergerakan IHSG diperkirakan masih rawan mengalami tekanan.

Rentang gerak indeks antara 2.684 dan 2.767. Speculative buy bagi saham BBNI, dan VRNA.


01/06/2010 – 16:12
Tambang Pimpin Koreksi IHSG 2,5%
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham melemah di tengah negatifnya bursa regional Asia. Semua saham unggulan turun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor
tambang.

Pada perdagangan Selasa (1/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 72,342 poin (2,59%) ke level 2.724,615. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 16,311 poin (3,01%) ke level 527,276.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, koreksi IHSG hari ini terjadi seiring pelemahan bursa regional Asia. Kendati kondisi dalam negeri sebenarnya tidak ada masalah yang berarti, investor terpengaruh isu eksternal. “Mereka memanfaatkan momen untuk profit taking,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pelemahan ini merupakan koreksi wajar, terutama setelah indeks melesat pekan lalu. “Indeks seharusnya turun dulu ke 2.600, baru mengkonfirmasi ada pembalikan arah,” katanya.

Seperti diketahui, bursa saham New York kemarin tutup untuk memperingati Memorial Day, sedangkan bursa saham London, termasuk London Metal Exchange, tutup Spring Bank Holiday. Kondisi ini menunjukkan minimnya sentimen bagi pasar.

Namun, pergerakan pasar Eropa turun rata-rata lebih di atas 1% akibat sentimen negatif dari penurunan rating Spanyol. Fitch memangkas rating Spanyol karena meningkatnya prospek pertumbuhan kemiskinan sehari setelah pemerintah mengumumkan bakal menghemat anggaran guna mengurangi kekhawatiran resesi ekonomi.

Semua sektor mengalami pelemahan, dimana sektor tambang memimpin penurunan sebesar 3,6%, diikuti sektor finansial yang terpuruk 3,1%, perkebunan dan konsumsi 2,7%, perdagangan dan infrastruktur 2,5%. Demikian pula sektor manufaktur yang turun 1,8%, properti tergelincir 1,6%, industri dasar 1,5% dan aneka industri 0,9%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 9,026 miliar lembar saham, senilai Rp 4,325 triliun dan frekuensi 117.541 kali. Sebanyak 54 saham naik, 164 saham turun dan 50 saham stagnan.

Asing membukukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp172 miliar. Dimana nilai transaksi jual mendominasi sebesar Rp1,080 triliun dan nilai transaksi beli mencapai Rp1,252 triliun.

Beberapa saham tambang yang melemah antara lain PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp600 ke Rp16.850, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) melemah Rp450 ke Rp35.550, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp115 ke Rp1.910 dan Adaro (ADRO) melemah Rp80 ke level RpRp1.920.

Sedangkan emiten lain yang melemah adalah PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp850 ke Rp19.000, PT Gudang Garam (GGRM) merosot Rp700 ke Rp33.000, PT United Tractors (UNTR) terkoreksi Rp700 ke Rp17.650, serta PT Unilever (UNVR) melemah Rp 600 menjadi Rp15.000.

Adapun emiten-emiten yang menguat antara lain PT XL Axiata (EXCL) naik Rp125 ke Rp 3.600, PT Rukun Raharja (RAJA) terangkat Rp120 ke Rp1.030, PT Bayan Resources (BYAN) melambung Rp100 menjadi Rp6.150, dan PT Sarana Menara (TOWR) naik Rp50 ke Rp2.050.

Koreksi bursa mendapat dukungan dari pelemahan bursa regional Asia. Indeks Shanghai turun 23,86 poin (0,92%) ke level 2.568,28, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 268,24 poin (1,36%) ke level 19.496,95 dan indeks Nikkei 225 di Jepang turun 56,87 poin (0,58%) ke level 9.711,83. [mdr]
Selasa, 01/06/2010 12:06 WIB
Profit Taking Pangkas IHSG 35 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I menurun 35 poin lantaran sebagian besar pelaku pasar memutuskan mengambil keuntungan (profit taking) setelah kenaikan tajam pada perdagangan kemarin. Saham sektor pertambangan menjadi sasaran utama.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.796,660 dan langsung melemah ke level 2.757,035, turun 39 poin dari penutupan kemarin di level 2.796,957.

Sejak awal perdagangan, IHSG sudah berada di zona negatif akibat adanya tekanan jual dari aksi profit taking investor. Koreksi hari ini tergolong wajar, terutama mengingat IHSG telah naik cukup tinggi mencapai 3% pada perdagangan kemarin.

Koreksi saham-saham sektor pertambangan menjadi kontributor paling besar terhadap penurunan IHSG diikuti dengan saham-saham sektor lainnya. Transaksi juga berjalan tidak terlalu agresif. Investor sepertinya masih menanti perkembangan hasil pengumuman BPS terkait data-data keekonomian terkini yang baru saja diumumkan.

Transaksi investor asing didominasi aksi beli tipis sebesar Rp 22 miliar.

Pada perdagangan Senin (1/6/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 35,354 poin (1,27%) ke level 2.761,603. Indeks LQ 45 juga melemah 8,019 poin (1,48%) ke level 535,568.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 54.871 kali pada volume 3,196 miliar lembar saham senilai Rp 1,396 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 116 saham turun, dan 51 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya terkoreksi lantaran adanya aksi ambil untung.
Indeks Shanghai turun 26,20 poin (1,01%) ke level 2.565,95.
Indeks Hang Seng turun 130,80 poin (0,66%) ke level 19.634,39.
Indeks Nikkei 225 turun 67,47 poin (0,69%) ke level 9.701,23.
Indeks Strait Times turun 21,14 poin (0,77%) ke level 2.731,46.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 95.000, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 200 ke Rp 12.400, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp 120 ke Rp 1.030, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.400, Hexindo (HEXA) naik Rp 75 ke Rp 4.175.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 32.900, Astra International (ASII) turun Rp 400 ke Rp 42.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 18.050, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 35.750, BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 5.350. (dro/dnl)
Selasa, 01/06/2010 09:37 WIB
IHSG – Rupiah Kompak Melemah
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan aksi ambil untung (profit taking) pada sebagian besar saham-saham unggulan. Nilai tukar rupiah melemah ke 9.210/US$.

Pada perdagangan Selasa (1/6/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.796,660 dan kemudian melemah ke level 2.769,953, turun 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.796,957.

Pada perdagangan pre opening, IHSG langsung terkoreksi 17,863 poin (0,64%) ke level 2.779,094. Hampir seluruh saham unggulan mengalami koreksi dipimpin oleh koreksi saham-saham pertambangan, kecuali saham sektor konsumsi yang masih berada di teritori positif.

Aksi ambil untung (profit taking) mendera sebagian besar indeks saham di Asia, setelah mengalami tren kenaikan selama beberapa hari belakangan. Sentimen yang sama ikutan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.771,935, turun 25,022 poin (0,89%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level 9.210 per dolar AS, dibanding penutupan kemarin di level 9.180 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi koreksi pada perdagangan pagi ini.
Indeks Shanghai naik 4,99 poin (0,19%) ke level 2.597,14.
Indeks Hang Seng turun 101,04 poin (0,51%) ke level 19.664,15.
Indeks Straits Times turun 9,01 poin (0,33%) ke level 2.743,05.
Indeks Nikkei-225 turun 82,22 poin (0,84%) ke level 9.686,48.
(dro/dnl)

Pergerakan indeks masih berpeluang menguat
Selasa, 01/06/2010 06:40:29 WIBOleh: Lahyanto Nadie
JAKARTA (Bisnis.com): Pergerakan indeks masih berpeluang menguat tetapi rawan aksi ambil untung, sehingga diperkirakan pergerakannya cenderung berfluktuasi.

Erdikha Sekuritas mengatakan bahwa pergerakan indeks diperkirakan berkisar 2.728-2.840. Saham rekomendasinya adalah BBCA,BMRI, dan KLBF.

Sementara itu, Sinarmas Sekuritas berpendapat bahwa pengumuman angka inflasi Mei akan menjadi katalis bagi IHSG. Diduga angka inflasi terkendali akan mendorong indeks untuk kembali melanjutkan rally kenaikan, meski dibayangi aksi ambil untung pelaku pasar. Kisaran gerak IHSG 2.727-2.867. Saham yang direkomendasikan adalah TLKM, INDF, dan ASII.

Valbury Asia Securities mengatakan bahwa rebound spektakuler indeks diprediksi berlanjut kemudian tertahan di garis moving average 40 hari di sekitar level 2.838, yang berarti kenaikan sebesar 13,5% hanya dalam 4 hari bursa. Peluang beli terbaik hari ini ada pada saham TLKM yang baru saja mengakhiri pola downtrend-nya.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas mengemukakan bahwa kenaikan indeks BEI yang jauh di atas rata-rata regional, diperkirakan sebagai antisipasi pengumuman data inflasi awal bulan. Indeks diperkirakan menguat mendekati harga tertinggi indeks pertengahan bulan ini di sekitar 2.860 didorong oleh emiten-emiten yang sensitif terhadap data inflasi.
Bank dan Penjaminan Efek Pangkas Birokasi Transaksi
SENIN, 31 MEI 2010 | 21:17 WIB
TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menandatangani kerjasama Penyelesaian Transaksi Bursa melalui metode Continuous Settlement dengan Bank CIMB Niaga dan Bank Permata sebagai pihak pembayar. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memperpendek proses penyelesaian transaksi bursa harian dengan memberikan hak terima lebih awal kepada anggota kliring yang telah menyelesaikan kewajiban mereka.

Untuk pemberian penyelesaian transaksi lebih awal ini, KPEI membutuhkan bantuan dana. CIMB Niaga dan Permata memberikan fasilitas intraday dengan pembiayaan yang diberikan CIMB kepada KPEI sejumlah Rp 290 miliar dan Permata sebesar Rp 200 miliar. “Dengan fasilitas ini diharapkan bisa memacu transaksi lainnya,” ujar Nurhaida, Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK di Jakarta, Senin (31/5).

Catherinawati Hadiman, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga, berharap dengan fasilitas intraday yang diberikan dapat membangun infrastruktur pasar modal Indonesia agar ke depan dapat lebih efisien dalam meningkatkan likuiditas. “Dengan capital market transaksi yang lebih liquid diharapkan benefit ini dapat dinikmati berbagai pihak,” ujarnya.

Direktur Utama KPEI, Husein, juga mengharapkan hal serupa dengan kerjasama fasilitas ini. “Tujuan kita agar pasar makin besar dan likuid sehingga dibutuhkan pengembangan infrastruktur. Waktu pembiayaan continuous settlement pada nantinya akan berlangsung pada pukul 6.30 sampai 13.30,” kata Husein.

Menurut Husein, kebutuhan pembiayaan transaksi jual dan beli KPEI per hari mencapai Rp 460-480 miliar. Penggunaan metode ini akan diberlakukan mulai per Juli, sementara saat ini sosialisasi fasilitas pembiayaan itu masih dilakukan kepada emiten bursa oleh KPEI.

RIRIN AGUSTIA
Senin, 31/05/2010 16:09 WIB
Asing Beli Saham Rp 927 Miliar, IHSG Naik Tertinggi di Asia
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini naik 83 poin seiring masuknya dana asing hampir sebesar Rp 1 triliun. Kenaikan IHSG hari ini menjadi yang tertinggi di Asia.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.714,319 dan langsung menguat ke level 2.799,453, naik 86 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.713,923.

Tren penguatan terjadi pada segala sektor dipimpin oleh saham-saham pertambangan, aneka industri, infrastruktur, perkebunan, perbankan dan sebagainya. Sepanjang perdagangan, tidak tampak adanya tekanan jual yang berarti untuk memukul mundur laju kenaikan IHSG.

Kenaikan IHSG sejalan dengan kenaikan sebagian besar bursa-bursa Asia. Bursa-bursa Eropa juga dibuka menguat pada siang tadi, sehingga membuat laju kenaikan IHSG semakin tinggi.

Aksi beli asing secara massif juga memberikan sentimen positif dan memicu aksi beli investor-investor domestik di segala sektor.

Aktivitas investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,969 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,042 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 927,560 miliar.

Pada perdagangan Senin (31/5/2010), IHSG ditutup naik tajam 83,034 poin (3,05%) ke level 2.796,957. Indeks LQ 45 juga menguat 18,004 poin (3,42%) ke level 543,587.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 131.479 kali pada volume 7,027 miliar lembar saham senilai Rp 5,076 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 46 saham turun dan 46 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan setelah sempat terkoreksi di awal perdagangan.
Indeks Shanghai turun 63,62 poin (2,40%) ke level 2.592,15.
Indeks Hang Seng melemah tipis 1,52 poin (0,01%) ke level 19.765,19.
Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,72 poin (0,06%) ke level 9.768,70.
Indeks Strait Times menguat tajam 68,46 poin (2,54%) ke level 2.764,48.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 170.000, Anker Bir (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 94.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 36.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.650 ke Rp 43.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 19.850.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 13.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 80 ke Rp 780, Darya Varia (DVLA) turun Rp 70 ke Rp 1.440, Adira (ADMF) turun Rp 50 ke Rp 9.200.

(dro/qom)

tgl 31 Mei 2010, posisi harga saham2 gw:

^JKSE 5:00AM EDT 2,796.96 Up 83.03 Up 3.06% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,025.00 Up 115.00 Up 6.02% 70,045,500
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,000.00 Up 90.00 Up 4.71% 140,424,500
BUMI.JK 4:59AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 149,478,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,600.00 Up 250.00 Up 2.99% 18,286,500
BNII.JK 4:58AM EDT 275.00 0.00 0.00% 463,000
TRUB.JK 4:59AM EDT 101.00 Up 4.00 Up 4.12% 144,183,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 445.00 Up 5.00 Up 1.14% 78,290,500
INDY.JK 4:59AM EDT 2,850.00 Up 175.00 Up 6.54% 22,247,500
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,900.00 Up 200.00 Up 5.41% 85,515,000
MAPI.JK 3:43AM EDT 650.00 0.00 0.00% 127,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 355.00 Up 10.00 Up 2.90% 18,930,500

ihsgw 310510 total= 2111,45

ihsgw 310510 stabil = 3473.75

31/05/2010 – 16:08
Mantap! IHSG Ditutup Naik Rp83,04 Poin

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE Senin (31/5) ditutup naik 83,04 poin (3,06%) ke level 2.796,96 melanjutkan penguatan sesi I.

Kenaikan IHSG ini dipicu naiknya 183 saham, sedang yang masih turun 46 saham, sedang 46 saham stagnan.

Volume perdagangan sebanyak 6,4 miliar saham senilai Rp4,5 triliun. Indeks saham JII naik 13,5 poin ke 444,6 dan indeks saham LQ45 juga naik 18,01 poin ke 543,59.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp5.000 ke Rp170.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp94.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp2.000 ke Rp36.150, Astra International (ASII) naik Rp1.500 ke Rp43.000, United Tractors (UNTR) naik Rp750 ke Rp18.450, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp750 ke Rp15.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp550 ke Rp19.750, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp500 ke Rp17.450, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp450 ke Rp12.600.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Goodyear IndonesiaIndomobil CINILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE Senin (31/5) sesi I ditutup naik 80,9 poin (2,98%) ke level 2.794,83 meskipun sebagian bursa regional negatif.

Kenaikan IHSG ini dipicu naiknya 175 saham, sedang yang masih turun 32 saham, sedang 30 saham stagnan.

Volume perdagangan sebanyak 3,1 miliar saham senilai Rp2,3 triliun. Indeks saham JII naik 14,8 poin ke 445,94 dan indeks saham LQ45 juga naik 18,1 poin ke 543,72.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp5.000 ke Rp170.000, Delta Djakarta (DLTA) naik Rp4.500 ke Rp94.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp1.850 ke Rp36.000, Astra International (ASII) naik Rp1.650 ke Rp43.150, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp650 ke Rp19.850, United Tractors (UNTR) naik Rp650 ke Rp18.350, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp550 ke Rp7.900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp500 ke Rp17.450, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp450 ke Rp15.600, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp400 ke Rp8.300.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp300 ke Rp13.000, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) turun Rp100 ke Rp5.500, Indomobil (IMAS) turun Rp80 ke Rp780, BetonJaya Manunggal (BTON) turun Rp70 ke Rp300, Darya-Varia Laboratoria (DVLA) turun Rp70 ke Rp1.440. [hid]
Senin, 31/05/2010 14:47 WIB
Barito Pacific Hengkang, Lonsum Masuk Daftar Saham Marjin
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar saham yang dapat ditransaksikan secara marjin dan short sell untuk periode Juni 2010. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) hengkang, sedangkan saham PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP) masuk dalam daftar tersebut.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (31/5/2010).

BEI menetapkan 32 saham transaksi marjin dan 29 saham transaksi short sell. Daftar efek yang disebutkan dibawah, mulai berlaku tanggal 3 Mei 2010.

Berikut daftar saham transaksi marjin :

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indosat Tbk (ISAT).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP).

Berikut daftar saham transaksi short sell:

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
PT PP London Sumatera Plantations Tbk (LSIP).

(dro/qom)

Senin, 31/05/2010 09:36 WIB
Lawan Arus Bursa Asia, IHSG Melesat 43 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan ini menguat tajam sebesar 40 poin atau lebih dari 1,5% seiring dengan nilai tukar rupiah yang menguat ke 9.210/US$. Penguatan IHSG berlawanan dengan tren bursa-bursa Asia yang didominasi koreksi.

Pada perdagangan Senin (31/5/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.714,319 dan langsung menguat hingga tajam ke level 2.752,003, melesat 29 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.713,923.

Pada perdagangan pre opening, IHSG langsung menguat 19,469 poin (0,71%0 ke level 2.733,392. Sebagian besar saham unggulan menguat cukup tinggi kecuali beberapa saham saja yang berada di zona merah.

Indeks-indeks bursa Asia sebagian besar menguat kecuali indeks Strait Times yang menguat tajam. Kendati demikian, tren penguatan IHSG masih berlanjut setelah mengalami koreksi cukup dalam dua pekan terakhir.

Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level 2.757,614, naik tajam 43,691 poin (1,60%).

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level 9.210 per dolar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 9.260 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi koreksi pada perdagangan pagi ini.

Indeks Shanghai turun 27,80 poin (1,05%) ke level 2.627,96.
Indeks Hang Seng turun 44,53 poin (0,23%) ke level 19.722,88.
Indeks Straits Times naik tajam 59 poin (2,19%) ke level 2.755,40.
Indeks Nikkei-225 turun 20,27 poin (0,21%) ke level 9.742,71.

(dro/qom)
Alfred Pakasi
Market Outlook 31 May – 5 June
Minggu, 30 Mei 2010 21:45 WIB

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pergerakan pasar modal di Indonesia pada minggu lalu, bergejolak sesuai prediksi sebelumnya, yaitu ditekan sentimen kawasan oleh situasi hutang negara Yunani dan rebound di level sekitar support. IHSG sempat tergelincir lagi sampai level 2592, dan kemudian rebound dengan rekor kenaikan harian tertinggi pada 26 Mei sebesar 182,66 poin atau 7,27% dan ditutup di akhir pekan di atas level 2700. Untuk minggu ini (31 Mei sd 4 Juni), IHSG masih rawan koreksi pasar dari waktu ke waktu, terutama di awal minggu dengan berita terakhir turunnya rating negara Spanyol yang kembali memicu kekuatiran krisis di zona Eropa yang baru saja mulai reda. Pada kisaran support harian, pasar masih memiliki kekuatan untuk menanjak secara bertahap oleh aksi bargain buying investor. Ada teman yang bilang bahwa situasi seri pertandingan Piala Dunia akan berpengaruh ke pasar modal. Maksudnya? Sejumlah modal akan ditarik untuk dimainkan di arena pasar taruhan sepakbola yang menjadi sorot perhatian seluruh dunia, konon. Bagaimanapun, fundamental ekonomi Indonesia yang baik, masih menjadi daya tarik untuk investor asing dan lokal terjun kembali ke pasar modal Indonesia. Level support IHSG minggu ini di sekitar 2585 sementara resistance pada 2835.

Untuk indikator ekonomi global pada minggu ini, banyak rilis berita penting khususnya kawasan Amerika, di mana yang berikut ini perlu menjadi perhatian investor, di antaranya:
• Dari kawasan Amerika: pasar Amerika libur Memorial Day pada hari Senin, ISM Manufacturing PMI yang merupakan index sector manufaktur/industry di Amerika pada Selasa malam yang diperkirakan sedikit melemah, ISM Non-Manufacturing PMI yang merupakan index sector jasa di Amerika serta testimoni Bernanke pada Kamis malam, Non-Farm Employment Change –indikator yang seringkali menggerakkan pasar– yang menghitung penambahan karyawan yang masuk bekerja pada Jumat malam, di mana diperkirakan akan bertambah signifikan sebesar 465 ribu orang untuk bulan Mei 2010. Bersamaan itu dirilis Unemployment Rate yang diprediksi turun ke level 9.8%.
• Dari kawasan Inggris dan Eropa: terdapat rilis data Manufacturing PMI di Inggris pada Selasa sore, revisi GDP kuartalan Eropa pada Jumat sore.
• Dari Australia: terutama akan dirilis suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa siang yang diperkirakan pasar akan bertahan di level 4.5%, GDP kuartalan Australia pada Rabu pagi yang diperkirakan akan turun pertumbuhannya 0.6%.

Sesuai prediksi, minggu lalu pasar forex bergerak cenderung konsolidatif, dengan lebih redanya isyu krisis financial kawasan zona Eropa. Range pasar untuk mata uang euro pada minggu ini akan kembali terbatas masih dalam range antara level support pada 1.2155 dan resistance di 1.2670, dengan support berikut di level 1.1885, mengingat trend besarnya yang masih bearish. Mata uang poundsterling akan cenderung parallel dengan range pada support 1.4260 dan resistance 1.4725. Untuk USDJPY akan lebih stabil lagi pada minggu ini, dengan rentangan lebih sempit untuk perkiraan support pada 89.25 dan resistance-nya di 92.93.

Untuk pasar di stock index futures, bursa Jepang Nikkei minggu ini akan mixed dengan bias yang dapat kembali tertekan. Level support masih di sekitar 9270, yang kalau tembus akan bergerak ke arah support berikut di 9180,sementara resistance pasar tetap pada level 10160. Sedangkan Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu ini masih dalam rentangan pasar yang sama antara level support terdekat di level 18930, sementara level resistance pada 20375. Hang Seng nampaknya rawan terkena kembali aksi sell-off investor.

Bagaimana dengan pergerakan investasi pasar emas? Minggu lalu pasar nampak lebih konsolidatif, sesuai dengan prediksi. Pada minggu ini secara perlahan harga emas berpotensi menanjak kembali di atas level $1220-an per troy ounce-nya karena pertimbangan safe haven yang memasuki kembali pasar. Emas akan bergerak dengan level support sekitar $1185 dan resistance pada $1250.

Dalam berinvestasi, selalu jangan lupa: jadikan “the trend is your friend”. Investor terhormat, pembaca setia Vibiznews: Sukses bagi Anda! 31/05/2010 – 04:00
Ayo! SoS UNVR, INDF, UNTR, SMGR
Agustina Melani

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan akan ada di kisaran level support 2.680 dan level resistance 2.830.

Saham-saham yang direkomendasikan sold on strength antara lain saham UNVR, INDF, SMCB, INTP, SMGR, dan UNTR.

Hal itu disampaikan Vice President PT Valbury Securities Nico Omer J saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (28/5).

Nico mengatakan, IHSG diprediksikan menguat dipicu dari penguatan bursa saham global. Tapi, penguatan IHSG akan terbatas. Hal ini dipicu krisis ekonomi Eropa masih mempengaruhi bursa saham. IHSG diprediksikan akan berada di kisaran 2.680-2.830.

“Investor harus hati-hati dan waspada. Untuk sementara trading dulu dalam jangka pendek,” tutur Nico.

Lebih lanjut ia mengatakan faktor yang mempengaruhi bursa saham ke depan antara lain tingkat inflasi di Indonesia. Tingkat inflasi akan mempengaruhi suku bunga acuan. Sedangkan data ekonomi AS seperti data pengangguran, manufaktur dan sektor jasa akan ditunggu oleh pelaku pasar.

Nico merekomendasikan sold on strength atau jual pada saat naik antara lain saham konsumsi seperti saham PT Unilever Tbk (UNVR), saham PT Indofood Tbk (INDF), saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan saham sektor semen seperti PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), saham Holcim Tbk (SMCB), saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan saham sektor alat berat yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR).

“Sektor saham semen dan alat berat memiliki fundamental yang lebih bagus,” ujar Nico. [san/cms]
pada tgl 27 Mei 2005:

^JKSE 5:00AM EDT 2,713.92 Up 17.14 Up 0.64% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 110.00 Up 6.11% 100,773,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 20.00 Up 1.06% 112,036,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 25.00 Down 1.22% 219,877,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,350.00 Up 250.00 Up 3.09% 19,831,000
BNII.JK 4:30AM EDT 275.00 Up 5.00 Up 1.85% 184,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 97.00 0.00 0.00% 472,656,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 440.00 Down 15.00 Down 3.30% 156,827,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,675.00 Up 125.00 Up 4.90% 13,120,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,700.00 Up 225.00 Up 6.47% 67,589,000
MAPI.JK 4:59AM EDT 650.00 0.00 0.00% 35,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 345.00 Up 5.00 Up 1.47%

ihsgw total (11 jenis saham): 2034.27

ihsgw stabil (bbri, indy, adro, elsa): 3343.75
IHSG Akhir Pekan Ditutup Balik Arah
Kamis, 27 Mei 2010 – 16:04 wib
TEXT SIZE :
Ade Hapsari Lestarini – Okezone

Foto: AP
JAKARTA – Tak terduga, indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa berjuang menguat ketika tadi pagi hingga siang diterpa sentimen negatif dari bursa regional dan global. Kendati tipis, performance IHSG akhir pekan ini ditutup sempurna.

IHSG pada penutupan perdagangan Kamis (27/5/2010) menguat tipis 17,14 poin atau 0,64 persen ke 2.713,92. Indeks LQ45 menguat 3,94 poin ke 525,58 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut menguat 3,5 poin ke 431,07.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,02 triliun dengan volume sebanyak 11,23 miliar lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak 87 saham melemah, 133 saham menguat, dan 53 saham jalan di tempat alias stagnan.

Hal ini membuat saham dari berbagai sektor-sektor di dalam negeri pun seluruhnya tercatat menguat dan melemah. Sektor pertambangan memimpin penguatan sebesar 48,07 poin, begitu juga dengan sektor perkebunan yang menguat 14,53 poin.

Sementara sektor konsumer masih tercatat melemah 29,15 poin, sektor manufaktur turun 8,9 poin, serta sektor keuangan naik sebesar 2,23 poin menjadi 344,92.

Saham-saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp1.450 ke Rp41.500, PT Merck Tbk (MERK) menguat Rp1.000 ke Rp70.000, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp1.000 ke Rp17.700, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp900 ke Rp34.150, dan PT International Nikel Indonesia Tbk (INCO) menguat Rp275 ke Rp3.850.

Sementara saham yang ditutup melemah (top losser), antara lain PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp800 ke Rp90.000, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.500 menjadi Rp33.500, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp850 ke Rp14.750, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) turun Rp600 ke Rp8.300, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp650 menjadi Rp15.150.(ade)
pada tgl 12 Mei 2005:

^JKSE 5:00AM EDT 2,847.62 Up 34.73 Up 1.23% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,125.00 Up 25.00 Up 1.19% 29,349,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,100.00 Up 50.00 Up 2.44% 54,026,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 2,500.00 Up 75.00 Up 3.09% 138,544,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,350.00 Down 50.00 Down 0.60% 8,151,000
BNII.JK 4:52AM EDT 285.00 0.00 0.00% 457,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 119.00 Up 2.00 Up 1.71% 24,469,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 460.00 0.00 0.00% 30,440,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,750.00 0.00 0.00% 20,784,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,875.00 Up 75.00 Up 1.97% 10,522,500
MAPI.JK 4:35AM EDT 670.00 Up 10.00 Up 1.52% 515,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 390.00 Up 5.00 Up 1.30% 15,704,000

ihsgw total 120510 = 23624/11 = 2147.63

ihsgw stabil (adro, indy, elsa, bbri) 120510 = 3415

12/05/2010 – 16:21
Technical Rebound Dukung Bursa
Asteria

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Menyambut libur nasional besok, indeks saham berhasil berakhir di zona hijau. Membaiknya sentimen dan faktor technical rebound menjadi katalis pengangkat bursa.

Pada perdagangan Rabu (12/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 34,731 poin (1,23%%) ke level 2.847,622. Indeks saham unggulan LQ 45 naik 7,844 poin (1,45%) ke level 548,713.

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, indeks hari ini berhasil menguat karena faktor technical rebound, menyusul pelemahan bursa pada perdagangan kemarin. Membaiknya bursa regional juga menumbuhkan kepercayaan pasar. “Investor asing pun kembali melakukan pembelian di pasar dalam negeri,”katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pasar semula mencemaskan imbas negatif dari utang Yunani. Namun, pembukaan bursa saham Eropa, seiring penguatan euro dan naiknya kembali harga komoditas seperti minyak dan batubara, meredam kekhawatiran pasar. “Asing kebanyakan berinvestasi untuk jangka panjang, sehingga sentimen jangka pendek, cenderung diabaikan,” katanya.

Hampir semua sektor menguat, dipimpin sektor konsumsi yang naik 4,1%. Disusul sektor manufaktur dan tambang yang terangkat 2%, industri dasar 1,4%, finansial 1,2%, perkebunan 0,8%, properti 0,7%, infrastruktur 0,2% dan aneka industri 0,04%. Hanya sektor perdagangan yang terpantau melemah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia hanya moderat, dimana volume transaksi tercatat sebanyak 3,687 miliar lembar saham, senilai Rp 3,182 triliun dan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham naik, 72 saham turun dan 74 saham stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) mencapai Rp140 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi beli asing sebesar Rp955 miliar dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp815 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.000 ke Rp 31.400, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 73.000, Bank Mega (MEGA) naik Rp 575 ke Rp 2.875, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.100, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 15.700, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 36.800.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Alfamart (AMRT) turun Rp 190 ke Rp 1.000, First Media (KBLV) turun Rp 50 ke Rp 800, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 7.600, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 8.350, Indosat (ISAT) turun Rp 50 ke Rp 5.550.

Penguatan IHSG didukung kenaikan bursa regional Asia. Indeks komposit Shanghai ditutup menguat tipis 8,14 poin (0,3%) ke level 2.655,71, didukung aksi bargain-hunting di perusahaan pengembang real-estate dan keuangan. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 65,98 poin (0,33%) ke level 20.212,49 dan indeks Strait Times Singapura naik 21,76 poin (0,76%) ke level 2.879,43.

Hanya indeks Kospi di Korsel turun 7.21 poin (0.4%) ke level 1.663,03 di tengah kekhawatiran masalah hutang di Eropa selatan dan potensi pengetatan kebijakan dari China maupun dari Korea Selatan. Demikian juga indeks Nikkei di Jepang yang turun 17,07 poin (0,2%) ke 10.394,03. [mdr]
Saham Pertambangan Kerek IHSG Menguat 1,23%
Rabu, 12 Mei 2010 – 16:17 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,23 persen, dipicu oleh penguatan saham-saham unggulan terutama sektor pertambangan dan konsumer.

Pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (12/5/2010), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 34,731 poin atau 1,23 persen ke posisi 2.847,622. Indeks LQ45 naik 7,844 poin ke 548,713, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 5,361 poin ke 456,758.

Nilai transaksi tercatat Rp3,182 triliun dengan volume sebanyak 3,687 miliar lembar saham. Sebanyak 139 saham terpantau melemah, 72 saham menguat dan 74 saham tidak berubah.

Semua sektor tampak menguat dipimpin sektor pertambangan yang menguat hingga 47,73 poin, sektor perkebunan naik hingga 15,34 poin, sektor konsumer juga menguat 34,33 poin, dan sektor perbankan menguat 3,85 poin. Kendati demikian, saham sektor perdagangan malah turun sebanyak 0,07 poin.

Di Asia, indeks Nikkei melemah hingga 17,07 poin atau 0,16 persen ke 10.394,03. Indeks Hang Seng naik 65,98 poin atau 0,33 persen ke 20.212,49, sementara indeks Straits Times juga menguat 22,66 poin atau 0,79 persen ke 2.880,33.

Sementara saham yang ditutup menguat (top gainer), antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp3.000 ke Rp31.400, PT Merck Tbk (MERK) naik Rp1.000 ke Rp73.000, PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik Rp575 ke level Rp2.875, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp500 ke Rp15.100.

Saham-saham yang terpantau melemah (top losser), antara lain adalah PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) turun Rp250 ke Rp2.400, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun Rp190 ke Rp1.000, PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) turun Rp100 ke Rp850, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) turun Rp85 ke Rp325 dan PT First Media Tbk (KBLV) turun Rp50 ke Rp800.(css)

Bursa Regional Rebound, IHSG Tambah Kuat
Pembalikan arah bursa Asia mendorong aksi beli investor di pasar domestik.
RABU, 12 MEI 2010, 16:40 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berakhir positif pada akhir transaksi Rabu 12 Mei 2010, setelah kemarin berakhir melemah.

Menurut pengamat pasar modal Gunawan Tjandra, pembalikan arah positif (rebound) bursa regional Asia yang sebelumnya melemah seperti indeks Hang Seng dan Straits Times mendorong pelaku pasar domestik terus melakukan pembelian saham meski menjelang libur Kenaikan Isa Almasih.

“Sepertinya, itu pemicu utamanya,” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Sedangkan tim riset PT Reliance Securities berpendapat, penurunan harga minyak yang berdampak positif terhadap saham-saham industri, perbankan, dan properti turut memicu bertahannya penguatan IHSG.

Selain itu, penurunan harga minyak akan berpengaruh terhadap melambatnya laju kenaikan inflasi tahun ini.

IHSG pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini terangkat 34,73 poin atau 1,23 persen ke level 2.847,62. Penguatan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang naik 10,14 poin (0,36 persen) di posisi 2.823,03

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,18 triliun dan volume tercatat 7,37 juta lot, dengan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham menguat, 72 melemah, 74 ditutup stagnan, serta sebanyak 218 sedang tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing di pasar reguler melakukan pembelian saham Rp 836,51 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 661,84 miliar.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini juga sebagian besar bergerak positif. Indeks Hang Seng terangkat 65,98 poin atau 0,33 persen menjadi 20.212,49, KLSE Composite naik 3,38 poin (0,25 persen) ke level 1.344,10, dan Straits Times menguat 22,66 poin atau 0,79 persen di posisi 2.880,33.

Di Bursa Efek Indonesia, saham papan atas (blue chips) yang mengontribusi penguatan IHSG di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terangkat Rp 3.000 atau 10,56 persen ke level Rp 31.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat Rp 500 (3,42 persen) menjadi Rp 15.100, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp 300 atau 1,40 persen di posisi 21.700.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.092/US$ dari transaksi siang yang berada di level 9.122/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.115/US$. Pada perdagangan Selasa, 11 Mei 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.073/US$. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s