1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gw bukan mama L0R(p)E(uro)N(egatif)… 250510 21 Mei 2010

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 10:33 am

… 1 hari setelah hari kebangkitan Nasional, ihsg AMBROL KE AREA 2500 … gw memang pernah berekspektasi bahwa ihsg akan ambrol ke 2500-an dan mengatakannya pada beberapa teman … nah, apakah ihsg akan tembus s/d di bawah 2500? well, tidak ada seorang pun yang tau pasti akan terjadi atawa tidak … tapi peluank taon macan logam memang mulai terbukti dengan kenaikan harga emas … loncatan macan pun seakan-akan diwakili oleh kenaikan dahsyat ihsg mendekati 3000 di 2995-an dari 2575 pada 4 Januari (gain + 16,3%)… pagi ini batas support 2570 sudah mulai didekati …
… terkaman macan sedang terasa pada bursa saham indon hari2 ini … well, gw bukan mama yang baru saja mendahului kita … tapi secara teknikal seharusnya ada selalu mantul naek, dan sudah terbukti dalam 2 hari terakhir, euro pun sudah mulai balek ke 1.25 dolar lage … perlahan-lahan SEMUA BANK SENTRAL UTAMA GLOBAL BEKERJASAMA MEMPERLANCAR LIKUIDITAS PASAR GLOBAL … imbasnya sudah mulai terasa, dolar pun tertekan secara bertahap, harga emas tertahan, dan kejatuhan bursa AKAN MEMASUKI AREA JENUH JUAL dan BOTTOMING UP … tapi NABI KRISIS ROUBINI SUDAH MULAI NGECAP2 LAGE TUKH … doi berekspektasi DOUBLE DIP RECESSION … well, gw memang tidak sekaliber Roubini … tapi kayaknya, KEPEMIMPINAN EURO YANG SERIUS DIBANTU BANK2 SENTRAL UTAMA GLOBAL DAN JIKA PERLU DIBANTU G20 AKAN MENGURANGI RISIKO RESESI GLOBAL BABAK DUA SETELAH KRISIS LEHMANN BROS … tapi tentu saja SPEKULATOR KUCIWA BERAT DENGAN PERATURAN2 FINANSIAL GLOBAL BARU YANG MENGURANGI EKSPEKTASI MAEN DAHSYAT DI BURSA GLOBAL, jadi koreksi akibat KABURNYA PARA SPEKULATOR SEJATI tetap akan terjadi … tapi itu juga berarti buat INVESTOR RASIONAL, ala WARREN BUFFETT akan MASUK KE PASAR WHEN BLOOD IN THE STREETS … mereka akan secara selektif membeli barang2 bagus yang murah … well, liat aja dah

… kalo maseh isenk juga, baca posting gw ini juga : http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/05/21/geregetan-emank-ada-yang-paling-aman-210510/

… tanda2 oversold di ihsg juga terlihat pada grafik teknikal berikut :

Chart forComposite Index (^JKSE)

Chart forComposite Index (^JKSE)
… persoalan baru setelah ihsg 2500 tercapai adalah tren turun (bearish trend) itu SUDAH TERJADI atawa LOM … well, ga ada yang tau pasti … tapi para analis pro yang terkesima oleh tren turun sesaat sudah semakin tertutup horizonnya oleh KECEMASAN yang memuncak di eropa dan komoditas … coba perhatikan lage grafik teknikal sederhana berikut:

… dari grafik 1 taon ihsg yang gw pungut dari Yahoo Finance, maka ada 3 skenario bearish trend ihsg yang mungkin terjadi, bahkan 4 skenario …yaitu : perhatikan garis merah 1 yaitu ihsg turun s/d 2000, yang pada saat taon 2009, terjadi sekira Juni 2009 (berarti sekira 10 bulan yang lalu) … garis merah 2 yaitu ihsg turun s/d 2250, seperti tercapai pada saat November 2009 (berarti sekira 6 bulan yang lalu) … garis merah 3 yaitu ihsg turun s/d 2400 (sekira Februari 2010, yaitu 3 bulan yang lalu) …
… well, skenario terakhir adalah tembus 2000 terjun bebas ke 1600 …
… lalu catatan lain adalah Rate of Change mencatat tingkat angka grafis -300an (huruf A), yang berarti betapa lemahnya daya beli di bursa saat ini, bahkan lebih rendah daripada daya beli pada saat krisis sidang paripurna bank Century …
… terakhir huruf B menunjukkan adanya sinyal JENUH JUAL yang amat kuat, karena lebih kuat daripada semua jenuh jual yang pernah terjadi pada 1 taon terakhir ini … namun secara grafis, bahkan jenuh jual masih berpotensi terus terjadi walau sudah semakin dekat bottom terdalamnya …
… kesimpulan sederhana: ihsg memang akan cenderung turun, yang paling optimis ihsg turun s/d bottom 2400 … yang paling pesimis ihsg terjun bebas ke 1600 … well, up2u lah, namanya juga analisis teknikal yang tidak ada 100% akurasinya … liat aja dah

Selasa, 25 Mei 2010 | 17:48

PREDIKSI BURSA

Tren IHSG Jangka Menengah Bearish

JAKARTA. Setelah pada hari Senin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak berhasil melakukan penguatan kembali. Di hari kedua bursa pekan ini, IHSG kembali turun di level 3,36% menjadi 2.522. Pelemahan indeks sepertinya didorong faktor regional dan global yang memang tidak bergerak positif.

Nah karena itu, IHSG hampir menyentuh level terendah sepanjang tahun ini. Esok hari, Rabu (26/5), sepertinya indeks akan kembali melemah dan mencoba level baru. “Penguatan indeks pada awal tahun yang cukup besar membuat pelemahan indeks juga cepat terjadi,” papar Chandra, analis eTrading Securities.

Defisit Inggris yang mengkhawatirkan masih akan terus dipantau oleh pelaku pasar bagaimana perkembangannya. “Defisit Inggris sudah mencapai 11% dari GDP,” kata Chandra. Belum lagi masalah Korea yang juga berpotensi ada perang.

Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih juga melihat potensi pelemahan indeks akan berlanjut. Dia menduga tekanan IHSG masih besar. Saham grup bakrie seperti ENRG dan BUMI masih akan menjadi penggerak. “Saat ini trend jangka menengah indeks sudah berubah menjadi bearish,” tuturnya.

Alfatih bahkan menduga kalau IHSG bisa menyentuh ke area 2.450-2.580. “Kalau indeks mau berubah trend dia harus mampu bertahan di level 2.580,” tuturnya. Hanya saja menurut Chandra saat ini sentimen bursa sangat rentang untuk melemah. Dia menduga IHSG bisa bermain di area 2.497-2.530.

Avanty Nurdiana
kontan
Selasa, 25/05/2010 06:31:56 WIB
Pasar memasuki kondisi jenuh jual
Oleh: Ratna Ariyanti

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi bergerak sideways. Nasib IHSG masih ditentukan oleh indeks global, khususnya Dow Jones.

Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani, mengatakan secara teknikal potensi penguatan sudah terlihat mengingat saat ini pasar telah memasuki kondisi jenuh jual (oversold).

“Memang potensi penguatan belum terlalu kuat tapi potensi tetap ada. Hanya saja jika indeks Dow Jones terkoreksi dalam imbasnya tentu akan membuat bursa regional dan IHSG kembali melanjutkan penurunan,” ujarnya, kemarin.

Dia menambahkan saham-saham seperti barang konsumsi diproyeksikan mampu menopang penurunan indeks mengingat sektor ini umumnya lebih kuat di tengah indeks yang fluktuatif.

IHSG kemarin sempat berada pada teritori positif, tetapi tekanan yang begitu besar akhirnya memaksa indeks terkoreksi 0,51% ke level 2.609,61 sementara indeks BISNIS-27 terjatuh 0,23% ke level 242,20. (Indra, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit)
25/05/2010 – 06:23
Tutup Kerugian Bakrie Beralihlah ke Astra
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham pada Selasa (25/5) masih akan tertekan. Investor disarankan menutup kerugian di saham grup Bakrie dengan beralih ke emiten lain seperti saham grup Astra.

Demikian ungkap Chandra Wijanarka dari Etrading Securities. Menurutnya, potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih terbuka. Hal ini dipicu berkembangnya rumor bahwa saham PT Bumi Resources (BUMI) akan disuspen otoritas bursa.

“Setelah anjlok cukup dalam kemarin, beredar kabar bahwa BUMI hari ini akan disuspen untuk menghindari kejatuhan lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI anjok Rp345 (16,23%) ke level Rp1.780. Isu bahwa perseroan akan menggelar rights issue, disinyalir menjadi pemicu utama aksi jual massif investor-investor asing. Bantahan manajemen BUMI terkait aksi korporasi tersebut disikapi dingin.

Pasar menilai, peluang rights issue BUMI masih mungkin terjadi. Bahkan lebih besar dari nilai kapitalisasi pasarnya. Hal serupa sudah terjadi pada anak usaha Bakrie yang lain yakni PT Bakrieland Development (ELTY). “Pasar khawatir BUMI akan melakukan hal yang sama, sehingga indeks pun tertekan,”ujarnya.

Selain itu, imbuh Chandra, harga minyak mentah yang terpantau terus merosot ke level US$70 per barel, tidak mendukung penguatan harga komoditas lainnya. Saham berbasis tambang dan energi pun loyo.

Di tengah kondisi eksternal yang minim sentimen positif, indikator dalam negeri pun masih tidak pasti. Pasar menunggu aksi Menkeu baru, Agus Martowardojo, terkait merosotnya saham Bakrie.

Pasalnya, Sri Mulyani masih menjabat Menkeu, ia mengambil tindakan suspensi, hingga ada kejelasan aksi korporasinya. “Ada sebagian yang memperkirakan ada suspensi BUMI untuk menghindari gejolak di market. Namun, kalau tidak ada suspensi apapun, maka diperkirakan indeks masih tertekan,” paparnya.

Terkait koreksinya yang cukup tajam, Chandra pun menyarankan investor menghindari trading di saham grup Bakrie. Sedangkan bagi pelaku pasar yang belum bisa keluar dari kelompok saham ini, disarankan untuk beralih (switching) ke saham lain. Hal ini untuk mengurangi kerugian yang lebih besar.

Salah satu saham yang disarankan berasal dari grup Astra, yakni PT Astra International (ASII) dan PT United Tractor (UNTR). Menurutnya, indikator kedua emiten ini secara teknikal sudah menutup gap koreksi pekan lalu. Ini berarti ada peluang kenaikan lebih lanjut.

“Saham Astra pun menjadi bemper indeks sehingga tidak anjlok terlalu banyak,” katanya. Saham lain yang disarankan adalah Indofood (INDF), karena ada potensi penguatan pada emiten ini.

Pada perdagangan Senin (24/5), IHSG ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,341 miliar lembar saham, senilai Rp4,640 triliun dan frekuensi 113.428 kali. Sebanyak 84 saham naik, 139 saham turun dan 55 saham stagnan. [mdr]
Senin, 24/05/2010 16:10 WIB
Saham Bakrie 7 dan Komoditas Pukul Jatuh IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun poin pada perdagangan awal pekan ini. Koreksi tajam saham-saham Bakrie 7 dan saham-saham sektor komoditas membuat IHSG terjerembab ke zona negatif menjelang penutupan perdagangan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.623,716 dan langsung menguat ke level 2.672,862, naik 39 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.623,221.

Di awal perdagangan, IHSG naik cukup tinggi lantaran terbawa sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang menguat cukup tinggi. Hampir seluruh saham unggulan menguat dipimpin oleh saham-saham komoditas.

Namun di tengah perdagangan, mendadak IHSG berbalik arah. Ada dua sebab utama yang menyebabkan kejatuhan IHSG. Pertama koreksi tajam saham-saham Bakrie 7 dipimpin ambruknya saham Bumi Resources (BUMI) lantaran diterjang isu rights issue.

Meski SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava telah membantah kabar tersebut, aksi jual masih mendera saham BUMI dan saham Bakrie 7 lainnya.

Faktor kedua adalah pembalikan arah yang terjadi pada bursa-bursa regional Eropa yang mulai kembali menunjukkan sinyal-sinyal koreksi. Saham-saham perbankan yang semula memimpin kenaikan indeks saham Eropa mulai mengendur.

Kemudian sinyal bahwa perdagangan kontrak berjangka di AS yang diindikasikan koreksi nanti malam memicu penurunan saham-saham komoditas di Eropa yang kemudian diikuti dengan koreksi tajam saham-saham komoditas di IHSG.

Indeks saham sektor pertambangan memimpin koreksi diikuti oleh koreksi tajam saham sektor perkebunan dan infrastruktur. Penopang IHSG adalah saham sektor konsumsi dan perbankan yang masih berada di zona hijau.

IHSG pun sempat jatuh 23 poin ke level 2.600,852 akibat aksi jual saham-saham komoditas dan Bakrie 7. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini berkisar antara level 2.600,852 hingga 2.672,862.

Aktivitas investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,287 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,074 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 213,871 miliar.

Pada perdagangan Senin (24/5/2010), IHSG ditutup turun 13,611 poin (0,51%) ke level 2.609,610. Indeks LQ 45 juga turun 2,498 poin (0,49%) ke level 500,311.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.240 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 113.428 kali pada volume 6,341 miliar lembar saham senilai Rp 4,640 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 139 saham turun dan 55 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat, kecuali bursa Jepang yang terjebak di zona negatif.

Indeks Shanghai naik tajam 89,90 poin (3,48%) ke level 2.673,42.
Indeks Hang Seng menguat 121,93 poin (0,62%) ke level 19.667,76.
Indeks Nikkei 225 turun 26,14 poin (0,27%) ke level 9.758,40.
Indeks Strait Times menguat 20,55 poin (0,76%) ke level 2.721,75.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 31.500, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 14.950, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 14.700, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 7.950, BNI (BBNI) naik Rp 75 ke Rp 2.375.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 30.900, Telkom (TLKM) turun Rp 350 ke Rp 7.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 345 ke Rp 1.780, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 12.300, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 37.900.

(dro/qom)
IHSG Awali Pekan dengan Semangat
Senin, 24 Mei 2010 – 09:40 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Pagi ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat dan kembali bertengger di atas 2.650. Penguatan IHSG kali ini, terimbas bursa kawasan global dibuka menguat sebesar 33 poin.

IHSG pada pembukaan perdagangan Senin (24/5/2010) pagi menguat 33,599 poin atau 1,28 persen ke 2.656,417. Indeks LQ45 naik 7,307 poin ke 510,116 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut menguat 5,539 poin ke 417,529.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp157,3 miliar dengan volume sebanyak 136,5 juta lembar lot saham. Di samping itu, sebanyak tiga saham melemah, 100 saham menguat, dan 22 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham dari berbagai sektor-sektor di dalam negeri pun seluruhnya tercatat menguat, dengan penguatan terbesar dipimpin dari sektor perkebunan sebesar 31,04 poin. Diikuti dengan pelemahan dari sektor pertambangan sebesar 29,71 poin, sektor konsumer naik 7,08 poin, dan sektor manufaktur melonjak 6,8 poin.

Saham-saham yang dibuka menguat (top gainer), antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp550 ke Rp38.550, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat Rp500 ke Rp16.750, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) naik Rp500 ke Rp12.950, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp450 ke Rp18.700, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp400 menjadi Rp32.550.

Sementara saham yang dibuka melemah (top losser), antara lain PT Adira Dina Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp500 ke Rp8.600, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp250 ke Rp5.000, PT Buana Finance Tbk (BBLD) naik Rp10 ke Rp230, dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) naik Rp10 ke Rp950.(css)

24/05/2010 – 09:34
IHSG Pagi Melesat 18,83 Poin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (24/5) pagi melesat 18,83 poin (0,72%) ke level 2.642,05.

Kenaikan indeks awal pekan ini didukung loncatnya 8 saham.

Volume perdagangan sangat sepi masih sebanyak 2,23 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,38 miliar.

Indeks saham-saham unggulan LQ45 naik 4,77 poin ke level 507,58, sedang JII naik 3,36 poin ke level 415,35.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tajam adalah PTBA naik 2,76% ke Rp16.700, ASII naik 1,05% ke Rp38.400, UNTR naik 1,82% ke Rp16.700, AALI naik 1,36% ke Rp18.500, ITMG naik 0,77% dan GGRM naik 0,66% ke Rp30.100. [cms]
Koreksi di bursa bukan akibat pecahnya bubble
Minggu, 23/05/2010 21:12:04 WIBOleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku pasar modal menilai koreksi harga saham dan obligasi di pasar pekan lalu bukanlah akibat bubble harga yang sudah pecah dan mambawa serta pasar modal anjlok.

Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman menilai koreksi bursa yang terjadi hampir sepanjang pekan lalu belum dapat dikatakan sebagai pasar yang bubble karena nilai pasar saham di dalam negeri belum terlalu tinggi dibandinkan nilai bukunya.

Menurut dia, koreksi pasar modal yang tercermin dari penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) itu dipengaruhi pasar global sebagai faktor tunggal. “Saat ini belum dapat dikatakan bubble, sehingga tidak dapat dikatakan juga bubble itu sudah pecah,” ujarnya ketika dihubungi hari ini.

Menurut dia, mundurnya Sri Mulyani Indrawati yang akhirnya digantikan Agus Martowardojo sebagai menteri keuangan pekan lalu tidak berdampak langsung, sehingga hanya merupakan ketidaksengajaan karena waktunya yang saling bertepatan dengan anjloknya pasar global.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany mengatakan saat ini juga menilai faktor utama anjloknya pasar modal Indonesia lebih disebabkan oleh anjloknya bursa Dow Jones yang anjlok sebesar 3,6% pada Kamis.

“Koreksi Dow Jones sebesar itu sangat jarang dan sangat besar ukurannya. Kalau indeks Dow Jones dan IHSG sama-sama anjlok 3,6%, tentu berarti kejatuhannya sangat dalam karena pengaruh besar dan volumenya tidak dapat disamakan.”

Dia juga mengatakan dalam kondisi pasar modal yang belum stabil, banyak letupan-letupan kecil yang dapat membuat goncangan besar, terutama bagi pasar modal global. Apalagi, tuturnya, dampak krisis utang Yunani belum dapat diperkirakan dampak dan waktu penyelesaiannya hingga saat ini. (mrp)

Jumat, 21/05/2010 16:12 WIB
Aksi Jual Mengendur, IHSG Kikis Koreksi Jadi 71 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini turun tajam 71 poin, sedikit membaik ketimbang koreksi tajam tadi pagi yang mencapai 4%. Kendurnya aksi jual di bursa-bursa Asia dan Eropa membuat daya beli mulai tampak pada IHSG.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.692,665 dan langsung melorot tajam ke level 2.584,969, turun 110 poin atau 4% lebih dari penutupan kemarin 2.694,249.

Penurunan tajam IHSG terjadi secara mendadak di awal perdagangan. Koreksi tajam ini terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis. Aksi jual massal langsung menyerap habis posisi antrian beli tipis pada beberapa fraksi harga, sehingga harga-harga saham langsung melorot.

IHSG pun langsung anjlok tajam ke bawah level 2.600. Tak ada saham unggulan yang menguat, seluruhnya melemah dengan rata-rata di atas 3%, malah ada yang sampai koreksi 7%.

Koreksi saham-saham komoditas memimpin laju koreksi diikuti oleh saham-saham konsumsi, aneka industri, infrastruktur dan keuangan. Seluruh indeks saham sektoral anjlok tajam.

Situasi utang Yunani dan pengaruhnya pada perekonomian Eropa masih menjadi kekhawatiran investor-investor global, sehingga mereka memutuskan menarik dananya dari bursa-bursa di Asia, termasuk Indonesia.

Rumor sejumlah negara Eropa bakal mengikuti langkah Jerman melarang perdagangan naked short selling atas surat utang 16 negara diperkirakan juga memicu aksi jual massif di Eropa yang kemudian diikuti di bursa Wallstreet.

Untungnya, pembukaan bursa-bursa Eropa siang ini sudah tidak mengalami koreksi terlalu dalam. Laju aksi jual di Eropa telah mengendur. Hal senada terjadi di kawasan Asia, aksi jual juga telah mengendur, bahkan bursa Shanghai telah masuk ke teritori positif.

Pada perdagangan pekan depan, indeks-indeks bursa global diperkirakan mulai rebound lantaran koreksi tajam selama pekan ini telah membuat harga-harga saham terlalu murah. Investor diprediksi memang tengah menunggu titik terendah dari sentimen negatif Eropa untuk kemudian melakukan aksi beli massif.

Namun perkembangan situasi Eropa dalam dua hari ke depan akan menentukan sinyal-sinyal bagi arah pasar pekan depan.

Transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,835 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,066 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 769,167 miliar.

Pada perdagangan Jumat (21/5/2010), IHSG ditutup anjlok 71,028 poin (2,64%) ke level 2.623,221. Indeks LQ 45 juga turun tajam 13,922 poin (2,70%) ke level 502,809.

Sementara nilai tukar rupiah melemah ke level 9.280 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.270 per dolar AS.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.140 kali pada volume 5,060 miliar lembar saham senilai Rp 4,927 triliun. Sebanyak 27 saham naik, 214 saham turun dan 29 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah, bursa Jepang dan Singapura anjlok cukup dalam:
Indeks Shanghai naik 27,58 poin (1,08%) ke level 2.583,52.
Indeks Hang Seng turun 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
Indeks Nikkei 225 anjlok 245,77 poin (2,45%) ke level 9.784,54.
Indeks Strait Times anjlok 58,27 poin (2,12%) ke level 2.695,24.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 450 ke Rp 3.000, Inovisi (INVS) naik Rp 30 ke Rp 880, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 25 ke Rp 255, Eatertainment (SMMT) naik Rp 20 ke Rp 500.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.950 ke Rp 32.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 29.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 18.250, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 650 ke Rp 12.450, Astra International (ASII) turun Rp 450 ke Rp 38.000. (dro/qom)

21/05/2010 – 11:34
IHSG Sesi Siang
Tekanan Jual, Bursa Ambruk 4%
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Lantai bursa masih memerah pada tengah sesi perdagangan akhir pekan ini. Derasnya aksi jual saham terus memukul saham unggulan. Indeks pun ambruk 4%.

Pada perdagangan Jumat (21/5) sesi siang, IHSG ditutup melemah tajam 107,69 poin (4%) ke level 2.586.56. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 22,469 poin (4,34%) ke level 494.26.

Koreksi indeks mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 2,275 miliar lembar saham, senilai Rp2,043 triliun dan frekuensi 48.802 kali. Hanya 7 saham menguat, sedangkan 219 saham melemah dan 15 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi signfikan pada koreksi indeks. Sektot perkebunan memimpin koreksi 5,29%, properti 4,91%, pertambangan 4,91%, aneka industri 4,04%, keuangan 4,49%, perdagangan 3,80%, infrastruktur 3,43%, manufaktur 3,16%, konsumsi 2,80%, dan industri dasar 2,71%.

Purwoko Sartono, analis dari Panin Securities memperkirakan, indeks hingga penutupan sore nanti masih akan melemah. Hal ini terjadi seiring negatifnya sentimen regional. “Karena itu, indeks berpeluang mengarah ke level support 2.580 dan 2.614 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (21/5).

Bahkan, untuk beberapa waktu ke depan, indeks domestik masih akan terpengaruh negatif oleh faktor eksternal yang masih diselimuti krisis fiskal di Yunani. Para pelaku pasar saat ini sedang mengamankan posisi dengan melakukan aksi jual. “Karena itu, semalam pun, indeks global mengalami pelemahan,” ujarnya.

Namun, Purwoko tidak sependapat, jika koreksi indeks ini dikaitkan dengan terpilihnya Agus Martowardojo (Direktur Utama Bank Mandiri) menjadi menteri keuangan. Ia menilai, menkeu baru sebenarnya sudah memberikan kepastian kepada pasar. “Pada saat pembukaan kemarin pun, indeks cukup positif menyambut menkeu baru,” imbuhnya.

Hanya saja, sentimen positif itu tidak mampu bertahan atas gempuran sentimen negatif regional sehingga terkoreksi di atas 1%, dan sekarang dibuka melemah di atas 3%. Pasar global saat ini menunggu kepastian penyelesaian krisis di Eropa. “Pasar khawatir krisis di Eropa akan berdampak juga pada negara-negara lain di Asia terutama China,” ucapnya.

Sebab, ekspor China yang terbesar ke Eropa. Pada akhirnya, Indonesia akan terimbas negatif. Sebab RI pun menjadikan China sebagai negara tujuan ekspor untuk barang-barang mentah (row material). Tapi, menurutnya, pengaruh negatif Eropa bagi Indonesia kadarnya tidak akan sebesar ke China. “Itulah yang memicu investor terutama asing wait and see sambil mengamankan aset-aset mereka,” tandasnya.

Dengan berkaca pada krisis 2008 lalu, di mana saham-saham bluechips yang menjadi trigger penurunan dan kenaikan indeks paling cepat, saham-saham yang masuk katageri tersebut direkomendasikan positif oleh Purwoko. “Saat ini, saham-saham tersebut sudah cukup rendah harganya, sehingga bisa untung pada saat market rebound,” ucapnya.

Saham-saham pilihannya adalah PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan PT Gudang Garam (GGRM).

Purwoko juga merekomendasikan positif saham yang memiliki news di grup Panin. Menurutnya, seiring rencana penjualan Bank Panin, pemodal bisa berspekulasi di saham PT Panin Life (PNLF). “Jika Panin Bank dijual, pemegang saham PNLF pun akan mendapatkan dividen,” pungkas Purwoko. [ast/mdr]

BEI Terus Jaga Pasar Tetap Liquid
Sabtu, 22 Mei 2010 – 15:29 wib
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Untuk menjaga agar pasar modal Indonesia tetap menarik dan sehat (liquid), maka Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan langkah-langkah penting. Yakni, menciptakan pilihan investasi yang lebih beragam dengan mengembangkan produk baru dan emiten baru yang berkualitas.

“Yang kedua, melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang berkelanjutan. Ketiga infrastruktur bursa dengan meningkatkan kapasitas transaksi dari saat ini sebanyak satu juta order dengan 500 ribu transaksi menjadi lima juta order dengan 250 ribu transaksi,” ujar Direktur BEI, Supandi dalam acara 3rd Anniversary of IDX Investor Club, di Hotel Nikko, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

Selain itu, lanjutnya, BEI juga akan mengembangkan sistem Disaster Recovery Center (DRC) untuk menjaga keamanan transaksi. Dan juga mengembangkan Straight Through Processing (STP) dan Single Investor Transaction.

“Prioritas BEI juga memperkuat basis investor domestik dan meningkatkan kapitalisasi pasar,” tambahnya.

Sekedar informasi, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terpantau merosot sebesar 71,03 poin atau 2,64 persen ke posisi 2.623,22. Indeks LQ45 turun 13,91 poin ke 502,81 dan JII turun 9,98 poin ke 411,99.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,46 triliun dengan volume sebanyak 4,61 miliar lembar saham. Di mana sebanyak 214 saham melemah, 27 saham menguat, dan 29 saham tidak berubah harga.(adn)
(rhs)

Iklan
 

2 Responses to “gw bukan mama L0R(p)E(uro)N(egatif)… 250510”

  1. […] KRISIS EURO: bottom itu YANG PALING DICARI Posted on Mei 23, 2010 by yangvirtualyangnyata 240510 saat krisis, selalu yang paling dicari investor adalah bottom bottom itu bukan buttocks bottom itu adalah angka yang menjadi batas buat harga sebuah portofolio mantul naik lagi bottom itu AMAT TERKAIT dengan istilah REBOUND bottom yang PALING RENDAH adalah bottom yang PALING KUAT reboundnya artinya mantul naiknya sebuah harga portofolio sudah semakin stabil trennya, aka BULLISH TREND saat ini semua investor global sedang menantikan bottom yang paling rendah itu datang analis pro di jakarta bilang ihsg akan terbenam hingga 2500, baru kemudian ada ekspektasi mantul naek s/d 3000 baca lah posting di blog yang saya suka ini : http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/05/24/geregetan-kecemasan-tinggi-reda-perlahan-240510/ tampaknya tanda2 kecil bahwa mantul naek sudah dikonfirmasikan lewat info ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/21/gw-bukan-mama-l0rpeuronegatif-210510/ […]

    • bumi2009fans Says:

      trims ya bwat Yang Virtual Yang Nyata untuk link-nya ke blog ini … semoga blog anda tetap sehat dan penuh berkat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s