1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

berani GAGAL … 130810 15 Juni 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:38 am

13/08/2010 – 06:16
Indeks Masih Berpotensi Bergerak Mixed

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks pada hari ini diperkirakan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Jadi ada peluang untuk selective buying dengan kisaran 3.000-3.040.

Demikian dikatakan analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. “Kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kami melihat peluang untuk selective buying,” katanya.

Indeks sempat terpuruk ke bawah level 3.000, IHSG akhirnya ditutup -0,31% di 3.025,644 pada perdagangan kemarin. Volatilitas tinggi indeks dipengaruhi oleh gerak bursa regional yang masih dipengaruhi oleh sentimen melambatnya pemulihan ekonomi global. [hid]
Kamis, 12/08/2010 16:07 WIB
Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Turun 9 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 9 poin setelah bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini. Keraguan pasar Asia dipicu oleh pergerakan bursa global yang masih tidak menentu.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.034,2388 dan langsung melorot tajam ke level 2.993,769, turun 42 poin dari penutupan kemarin di level 3.035,318.

Aksi jual massif sempat membuat IHSG terpuruk tajam. Tak ada saham unggulan yang bertahan di zona hijau. IHSG pun sempat terjun ke bawah level 3.000.

Pada perdagangan sesi II, aksi beli selektif berhasil mengikis koreksi IHSG secara drastis. Sayangnya, dorongan ke atas tidak bertahan lama. Pembalikan arah bursa-bursa regional Eropa ke zona negatif membuat pelaku pasar khawatir dan memutuskan melakukan aksi jual seketika.

Saham-saham perkebunan yang tadi pagi menyelamatkan perdagangan sempat kembali terpuruk di zona negatif bersama indeks-indeks saham lainnya, namun akhirnya ditutup naik tipis. Saham-saham sektor pertambangan masih dalam tekanan jual hebat.

Indeks future saham AS pun bergerak mix, sehingga membuat investor-investor global menarik diri dari pasar. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan situasi lebih lanjut sebelum melakukan langkah investasi yang signifikan.

Transaksi jual beli asing juga tergolong masih normal. Aksi beli asing tercatat sebesar Rp 775,186 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 813,158 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hanya sebesar Rp 37,972 miliar.

Pada perdagangan Kamis (12/8/2010), IHSG ditutup turun 9,674 poin (0,31%) ke level 3.025,644. Indeks LQ45 juga melemah 2,939 poin (0,50%) ke level 574,782.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 85.259 kali pada volume 3,889 miliar lembar saham senilai Rp 3,130 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 99 saham turun dan 91 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia masih terjebak di zona merah terimbas pembalikan bursa-bursa Eropa pada perdagangan hari ini:

Indeks Shanghai turun 32,02 poin (1,23%) ke level 2.575,48.
Indeks Hang Seng melemah 188,83 poin (0,89%) ke level 21.105,71.
Indeks Nikkei-225 turun 80,26 poin (0,86%) ke level 9.212,59.
Indeks Strait Times turun 23,22 poin (0,79%) ke level 2.925,42.

Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 800 ke Rp 47.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 800 ke Rp 13.450, Indomobil (IMAS) naik Rp 390 ke Rp 1.950, Lonsum (LSIP) naik Rp 350 ke Rp 9.550.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 20.050, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 450 ke Rp 17.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 35.550, Antam (ANTM) turun Rp 75 ke Rp 2.025, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 ke Rp 1.580.
(dro/qom)
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mencabut ijin usaha PT Pacific International Finance, sebuah perusahaan pembiayaan.

Demikian disampaikan Sekretaris Bapepam-LK Ngalim Sawega dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/9/2010)

Dengan dicabutnya ijin usaha perusahaan pembiayaan tersebut, maka terhitung sejak tanggal ditetapkannya keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep-335/KM.10/2010 pada 6 Juli 2010, PT Pacific International Finance dilarang melakukan kegiatan perusahaan pembiayaan.

Sumber: detikcom
Kamis, 12/08/2010 08:57:45 WIB
MSCI Asia Pacific Index terkoreksi 1,1%
Oleh: Bloomberg
TOKYO: Bursa Asia jatuh, mengikuti perkembangan bursa global, akibat imbas negatif atas rencana Federal Reserve mendorong pertumbuhan ekonomi yang akan dilansir pekan ini.

Saham James Hardie Industries SE, perusahaan properti di AS, tumbang 10% di Sydney setelah menyatakan perolehan laba tidak seperti estimasi analis. BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, terpeleset 1% dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dan logam lainnya.

Saham Canon Inc dan Honda Motor Co, yang 80% penjualan diraih dari pasar luar negeri, merosot sedikitnya 0,8% setelah dolar AS terdepresiasi ke level terendah dalam 15 tahun terhadap yen.

MSCI Asia Pacific Index terkoreksi 1,1% menjadi 117,63 pada pukul 9:25 a.m. di Tokyo. Indeks ini sudah terpuruk 3,9% dalam 4 hari terakhir menyusul laporan melambatnya pertumbuhan impor dan produksi industri di China.

Nikkei 225 Stock Average Jepang merosot 1,5%, Kospi Korsel turun 1,1%. Sementara S&P/ASX 200 Index Australia tertekan 1,3% dan NZX 50 Index Selandia Baru turun 1,1%. (yn)
Kamis, 12/08/2010 07:39 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Global
Nurul Qomariyah – detikFinance

… gimana gw mensiasati gejala global ini secara praktis di pasar hari ini : http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/08/12/isu-global/
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup melemah di tengah koreksi atas saham-saham perbankan dan Astra. Investor juga memilih untuk keluar memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa regional.

Pada perdagangan Rabu (11/8/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 21,843 poin (0,71%) ke level 3035,318. Indeks LQ 45 juga melemah 4,663 poin (0,80%) ke level 577,721.

IHSG kini kembali terancam mengalami pelemahan seiring kemerosotan yang terjadi di bursa-bursa utama dunia. Investor akan memanfaatkan momentum ini untuk mengambil profit taking. IHSG pada perdagangan Kamis (12/8/2010) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street kemarin terpuruk setelah sehari sebelumnya Bank Sentral AS (Federal Reserve) mengingatkan proses pemulihan ekonomi AS telah melambat sehingga diperlukan stimulus tambahan.

Pada perdagangan Rabu (11/8/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 265,42 poin (2,49%) ke level 10.378,83. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 31,59 poin (2,82%) ke level 1.089,47 dan Nasdaq melemah 68,54 poin (3,01%) ke level 2.208,63.

Bursa Jepang pun langsung mengekor. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan pelemahan 167,36 poin (1,80%) ke level 9.125,49.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada hari rabu terlihat IHSG mengalami pelemahan hingga 21 point (-0.6%) dan ditutup di kisaran 3035, mengikuti pergerakan indeks regional yang melemah. IHSG ditutup di atas MA 20 dan jika kita lihat dari RSI terlihat mendekati garis 50% yang merupakan garis yang cukup penting apakah akan rebound atau jatuh masuk ke area bearish dan dari Stochastic juga terlihat akan melakukan death cross di area overbought sehingga aksi profit taking diperkirakan masih akan berlanjut dan tercatat asing hanya melakukan net buy sebesar 7 milliar saja.

Pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3015 – 3062 dan kita dapat memperhatikan saham PTPP yang cukup kuat di tengah aksi sell, dan jika kita perhatikan pada perdagangan hari rabu ternyata saham yang bergerak rata-rata saham second liner sehingga kita dapat melihat saham second liner juga pada hari ini

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup melemah 21.84 point menjadi 3035.32(-0.71%). Pelemahan saham-saham unggulan sektor perkebunan dan pelemahan bursa global menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks. Secara teknikal pergerakan indeks berpeluang mixed, indeks berpeluang menguji support pertama pada kisaran level3014-3017. Pegerakan IHSG kami perkirakan berada pada kisaran 3014-3060. Saham rekomendasi kami adalah SMGR dan PGAS.

(qom/qom)
Lima Saham Berkapitalisasi Pasar Terbesar
Sebelumnya TLKM selalu menguasai nilai kapitalisasi pasar terbesar sebelum digeser Astra.
RABU, 11 AGUSTUS 2010, 06:10 WIB Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Saham PT Astra International Tbk (ASII) masih mendominasi nilai kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Astra masih mengungguli PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan dua bank besar di Indonesia.

Sebelumnya, saham Telkom selalu menguasai nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI sebelum digeser Astra International. Nilai kapitalisasi pasar diperoleh dari perkalian harga saham dengan jumlah saham perseroan.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Senin 9 Agustus 2010, nilai kapitalisasi pasar Astra mencapai Rp197 triliun. Posisi kedua ditempati Telkom dengan nilai kapitalisasi pasar Rp171 triliun.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di peringkat ketiga dengan Rp150 triliun. Selanjutnya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di urutan keempat dengan nilai kapitalisasi pasar Rp127 triliun.

Bank beraset terbesar di Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertengger di posisi lima, setelah membukukan nilai kapitalisasi pasar Rp125 triliun.
Senior Manager, Head of External Relations Department, Corporate Communication Astra International, Bismo Abiyoso, mengatakan, Astra mulai mendominasi kapitalisasi pasar di bursa sejak 3-4 bulan lalu.
“Sebagai perusahaan publik, Astra menerapkan prinsip GCG (tata kelola perusahaan yang baik) dan comply pada peraturan,” kata Bismo dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews di Jakarta, 10 Agustus 2010.
Menurut dia, tingginya nilai kapitalisasi pasar Astra tersebut ditentukan oleh pelaku pasar.
Tim riset PT Reliance Securities Tbk mengatakan, penguatan harga saham Telkom sudah mulai terbatas. “Jenuh beli sudah melanda pergerakan TLKM walaupun masih dalam pola trend bullish,” kata tim riset itu dalam ulasannya.

Meski demikian, Arief Budiman, analis PT Phillip Securities Indonesia, dalam ulasannya belum lama ini mengatakan saham Telekomunikasi Indonesia masih direkomendasikan beli dengan target harga Rp10.050.

Menurut Arief, target harga tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) dan enterprise value (EV)/laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) 2011 sebesar 15,2 kali dan 5,1 kali yang mendekati rata-rata valuasinya untuk lima tahun terakhir.

“Kami meyakini prospek industri seluler Indonesia masih bagus. Apalagi, perseroan memiliki neraca yang kuat dan profitabilitas yang cukup tinggi,” ujar dia.

Arief memperkirakan investor mulai mencari saham yang tertinggal kinerjanya pada saat indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah naik tinggi. Pemodal kemungkinan mulai melihat saham Telkom karena bobotnya nomor kedua terbesar di komponen IHSG.
Per 9 Agustus 2010, total nilai kapitalisasi pasar di BEI mencapai Rp2.551,3 triliun, atau meningkat dari Rp2.051,15 triliun pada 4 Januari 2010. (hs)
• VIVAnews
110810:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkulai lesu di awal bulan puasa ini. IHSG bergerak melemah seiring pelemahan bursa regional dalam transaksi yang sangat tipis.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung terkoreksi akibat melemahnya saham-saham perbankan dan PT Astra International Tbk (ASII). IHSG dibuka melemah 8,707 poin (0,28%) ke level 3.048,454.

IHSG konsisten melemah meski tidak sebesar pada awal perdagangan. Rebound sebagian saham-saham perbankan mampu menahan kemerosotan IHSG lebih lanjut.

Pada perdagangan Rabu (11/8/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 4,153 poin (0,14%) ke level 3053,008. Indeks LQ 45 juga melemah 1,401 poin (0,24%) ke level 580,953.

Pergerakan bursa regional hingga siang ini adalah:

Indeks Hang Seng melemah 77,59 poin (0,36%) ke level 21.396,01.

Indeks Nikkei-225 melemah 247,24 poin (2,59%) ke level 9.303,81.

Indeks Straits Times melemah 26,90 poin (0,90%) ke level 2.957,39.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 42.276 kali pada volume 1.871 juta lembar saham senilai Rp 1,171 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 72 saham turun dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain ASII turun Rp 400 menjadi Rp 47.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 19.250, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 600 menjadi Rp 20.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.000.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 menjadi Rp 8.850, BNI (BBNI) naik Rp 50 menjadi Rp 3025, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.450.

Sumber: detikcom
Rabu, 11/08/2010 09:42 WIB
IHSG-Rupiah Lesu Bersama
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak mengalami pelemahan tipis. Koreksi atas saham-saham perbankan dan Astra International (ASII) langsung membuat IHSG memerah.

Mengawali perdagangan, Rabu (11/8/2010), IHSG dibuka melemah 8,707 poin (0,28%) ke level 3.048,454. Indeks LQ 45 juga melemah 2,198 poin (0,38%) ke level 580,186.

Pelemahan IHSG terus berlangsung dan pada pukul 09.35, IHSG tercatat turun 9,157 poin (0,30%) ke level 3048,004.

Saham-saham perbankan mengalami koreksi seperti BRI, Bank Mandiri dan BCA. Demikian pula saham ASII mengalami koreksi besar di awal perdagangan meski kemudian sedikit membaik.

Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 8.970 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.955 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia cukup variatif merespons keputusan Bank Sentral AS untuk menambah stimulus guna mendorong pemulihan ekonomi AS. Pergerakan bursa regional hingga pagi ini adalah:

Indeks Shanghai dibuka naik 10,18 poin (0,39%) ke level 2.605,46.
Indeks Hang Seng naik 78,39 poin (0,37%) ke level 21.551,99.
Indeks Nikkei-225 melemah 217,90 poin (2,28%) ke level 9.333,15.
Indeks Straits Times melemah 15,74 poin (0,53%) ke level 2.968,55.

(qom/qom)
Rabu, 11/08/2010 07:22 WIB
Indeks Dow Jones Batal Terpuruk
Nurul Qomariyah – detikFinance
New York – Saham-saham di bursa Wall Street berhasil bangkit dari keterpurukan meski ditutup masih melemah. Keputusan Bank Sentral AS untuk menambah stimulus membawa sentimen positif ke pasar.

Menjelang pertemuan Bank Sentral AS, indeks Dow Jones sempat terpangkas hingga 100 poin lebih. Namun setelah pengumuman dari The Fed, aksi beli kembali hadir.

Dalam pertemuannya, Bank Sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga ekstra rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga menjanjikan stimulus tambahan guna mendongkrak perekonomian AS karena proses pemulihannya yang lambat.

The Fed mengatakan akan menginvestasikan lagi dana-dana tunai dari efek hipotek yang jatuh tempo untuk membeli utang pemerintah dalam skala kecil, sehingga dapat membantu menurunkan tingkat suku bunga jangka panjang. Sebuah langkah berani yang dilakukan untuk memulai kembali program yang selama krisis keuangan melibatkan pembelian skala besar efek beragun aset dan utang pemerintah.

Namun tetap saja sebagian investor belum yakin langkah tersebut akan segera memberikan dampak pada lemahnya sektor tenaga kerja dan melemahnya belanja konsumen.

“The Fed seperti menangkap dalam lubang, dimana dia tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Ini adalah langkah jaminan, seseorang mungkin mengambilnya dengan segan hanya untuk memenuhi ekspektasi pasar,” ujar Michael O’Rourke, kepala analis dari BTIG LLC seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/8/2010).

Pada perdagangan Selasa (10/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 54,50 poin (0,51%) ke level 10.644,25. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 6,73 poin (0,60%) ke level 1.121,06 dan Nasdaq melemah 28,54 poin (1,24%) ke level 2.277,17.

Perdagangan juga berjalan masih sangat tipis dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 7,44 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Rabu, 11/08/2010 04:03:53 WIB
Rekomendasi: IHSG masih rawan terkoreksi
Oleh: Bastanul Siregar

Sinarmas Sekuritas:
IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi, jika mengacu dari candle chart yang membentuk pola dark cloude cover. Pola tersebut mengindikasikan sinyal bearish bagi IHSG. Rentang gerak IHSG berada antara 3.023 – 3083. Saham pilihan: SMGR, BTEL, INDF.

Reliance Securities:
Secara teknikal IHSG berpotensi melemah karena candlestick-nya membentuk pola bearish engulfing. Sedangkan support pertama IHSG di level 3.040, support kedua di level 3.010 dan resistance 3.096. Rekomendasi: AALI, MEDC. Sell: TLKM Sell. Buy on weakness: GZCO.

e-Trading Securities:
Dari indikator RSI mulai terlihat adanya pembalikan arah ke bawah, dari stochastic terlihat belum terjadi death dan pada hari ini IHSG telah menyentuh area MA 5 dan tutup di atas MA 5. Hari ini IHSG akan berada dalam kisaran 3.030 – 3.067.

Panin Sekuritas :
Turunnya indeks kemarin sekaligus mengakhiri rally yang terjadi 4 hari berturut-turut. Hari ini pemodal diperkirakan akan kembali mencermati gerak bursa regional sehubungan dengan keputusan sidang The Fed. Kisaran support-resistance 3.034-3.070.
(mmh)
Tertekan Regional, Bursa Indonesia Terpuruk
Selain itu, sudah tiga hari berturut-turut IHSG bergerak positif sehingga wajar melemah.
SELASA, 10 AGUSTUS 2010, 16:55 WIB Antique

VIVAnews – Tekanan jual yang mendera seluruh bursa saham regional Asia dinilai menjadi katalis terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pembukaan hingga berakhirnya transaksi hari ini, Selasa 10 Agustus 2010.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, sentimen negatif yang melanda bursa regional Asia menjadi pemicu utama terkoreksinya indeks dalam negeri hari ini. “Kalau dari sisi domestik, sepertinya tidak ada,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta.

Apalagi, dia menambahkan, sudah tiga hari berturut-turut IHSG bergerak positif sehingga wajar kalau terjadi koreksi. “Selain itu, sebagian besar market sedang menunggu sidang The Fed, itu juga membuat pelaku pasar memilih wait and see,” ujar Robin.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG turun 25,44 poin atau 0,83 persen ke level 3.057,16. Pergerakan itu melanjutkan pelemahan akhir sesi pertama yang terkoreksi 19,58 poin (0,64 persen) di posisi 3.063,02.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,97 triliun dan volume tercatat 6,33 juta lot dengan frekuensi 74.008 kali. Sebanyak 69 saham menguat, 140 melemah, 81 stagnan, dan 189 saham tidak terjadi transaksi.

Namun, pemodal asing di pasar reguler membeli saham sebesar Rp772,85 miliar dan melepas Rp691,01 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp81,83 miliar.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang melemah cukup besar di antaranya saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi Rp1.300 atau 2,66 persen ke level Rp47.500, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp350 (0,89 persen) menjadi Rp38.800, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp350 (1,63 persen) di posisi Rp21.100.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 327,99 atau 1,50 persen di posisi 21.473,60, Nikkei 225 terkoreksi 21,44 poin (0,22 persen) ke level 9.551,05, dan Straits Times turun 10,77 poin atau 0,36 persen menjadi 2.984,29.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 8.952 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 8.952 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 8.953 per dolar AS. Pada perdagangan Senin 9 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.932 per dolar AS. (art)
• VIVAnews
Selasa, 10/08/2010 14:53 WIB
Bapepam Ganjar Sanksi Rp 5,515 Miliar ke Pelaku Pasar Modal
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Sepanjang Januari-Juli 2010, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menjatuhkan sanksi denda dengan total Rp 5,515 miliar kepada seluruh pelaku usaha di pasar modal. Sebanyak Rp 4,628 miliar di antaranya dikenakan kepada 118 emiten yang melakukan pelanggaran kegiatan usaha di pasar modal.

Demikian disampaikan Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany, dalam acara Peringatan 33 Tahun Pasar Modal di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa (10/8/2010).

“Memang jumlah dendanya kecil, tapi yang penting dengan sanksi denda tersebut akan mempengaruhi reputasi perusahaan yang harganya lebih mahal. Ini lebih penting dibanding nilai dendanya,” kata Fuad.

Menurut Fuad, total sanksi yang dikenakan kepada seluruh pelaku pasar modal mencapai Rp 5.515 miliar. Selain kepada 18 emiten sebesar Rp 4,428 miliar, sanksi juga dikenakan kepada 37 Manajer Investasi dengan nilai Rp 361,5 juta.

“Bapepam juga melarang satu orang untuk menjadi Direktur atau Komisaris di perusahaan yang bergerak di sektor pasar modal. Kami juga telah memberikan perintah kepada satu Manajer Investasi untuk membubarkan reksana yang mereka kelola,” tegas Fuad.

Selain itu denda diberikan Bapepam-LK kepada 32 Perusahaan Efek (PE) dan 23 Akuntan Publik, dengan nilai masing-masing Rp 331,8 juta dan Rp 113,9 juta. Kepada penilai sebanyak 19 surat sanksi Rp 43,7 juta, untuk tiga Biro Administrasi Efek (BAE) Rp 3,6 juta, Perusahaan Pemeringkat Efek Rp 1,8 juta, dua Wali Amanat Rp 6,5 juta, serta satu Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) Rp 50 juta.

Selain sanksi denda berupa uang, Bapepam juga telah memberikan peringatan tertulis kepada enam PE dan 96 emiten.

Sanksi pencabutan/pembatalan satu izin PE, enam izin Wakil MI, tiga izin WPPE, satu izin Wakil Penjamin Emisi Efek, dan satu izin Akuntan Publik. Bapepam memberi juga saksi pembekuan dua izin WPPE, tiga izin Penilai, dan satu izin untuk Akuntan Publik.

Fuad menambahkan, pihaknya juga telah memberikan sanksi lain di luar keempat jenis sanksi yag telah disebutkan, yaitu mengeluarkan satu perintah kepada PT Able Finance Group Ltd. untuk mengalihkan kepemilikan saham dan melarang melakukan tindakan pengendalian di PT Goldmany Asset Management.

(wep/dnl)
Selasa, 10/08/2010 12:12 WIB
Sesi I
Regional Memerah, IHSG Terseret 19 Poin
Angga Aliya – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup sesi I di teritori negatif di tengah koreksi yang juga menyambangi bursa-bursa Asia.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah akibat profit taking setelah penguatan yang terjadi sebelumnya. Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 5,323 poin (0,17%) ke level 3.077,275. Indeks LQ 45 juga melemah tipis 1,350 poin (0,23%).

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (10/8/2010), IHSG ditutup melemah 19,578 poin (0,64%) ke level 3.063,020. Sedangkan Indeks lQ 45 turun 5,075 poin (0,86%) ke level 583,138.

BUrsa-bursa regional sejak tadi pagi hingga siang ini kesulitan keluar dari zona merah. Indeks Nikkei 225 yang sempat menguat pagi tadi pun kini harus turun 31 poin ke zona merah.

Selain itu, pelemaham IHSG juga disumbang oleh turunnya saham-saham unggulan, terutama saham-asham Grup Astra yang masuk dalam jajaran top losers.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 42.301 kali pada volume 2,010 miliar lembar saham senilai Rp 1,638 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 107 saham turun dan 75 saham stagnan.

Berikut kondisi bursa regional siang ini:
Indeks Komposit Shanghai anjlok 48,74 poin (1,82%) ke level 2.623,79
Indeks Hang Seng melemah 206,40 poin (0,95%) ke level 21.595,19
Indeks Nikkei 225 turun 31,14 poin (0,33%) ke level 9.541,35
Indeks Straits Times turun 11,70 poin (0,39%) ke level 2.995,06

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indomobil (IMAS) naik Rp 180 ke Rp 1.180, Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 16.650, dan Japfa Comfeed (JPFA) naik rp 125 ke Rp 2.350.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 47.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.400, dan Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 17.800. (ang/qom)

Senin, 09/08/2010 09:41 WIB
IHSG Lanjutkan Penguatan, Rupiah Sentuh 8.930/US$
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menurun tipis dan langsung berbalik arah ke zona positif pada perdagangan awal pekan ini dipimpin oleh saham-saham sektor perkebunan. Nilai tukar rupiah menguat ke 8.930/US$.

IHSG dibuka turun tipis ke level 3.057,548 dan kemudian berbalik arah naik ke level 3.068,574, naik 8 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 3.060,593. Indeks LQ45 juga bergerak naik ke level 585,178.

Penguatan saham-saham sektor perkebunan masih menjadi motor utama penguatan IHSG pada perdagangan awal pekan ini yang kemudian memicu aksi beli massal pada sejumlah saham di berbagai sektor.

Sebagian besar saham-saham unggulan menguat, kecuali saham Astra International (ASII) dan beberapa saham saja yang melemah. Sebagian lagi masih stagnan dan ragu-ragu menunggu perkembangan arah pasar pagi ini. Kebanyakan saham-saham sektor pertambangan masih adem ayem.

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan dalam kisaran 3.045 – 3.100.

Hingga pukul 09.35 waktu JATS, IHSG berada di level 3.067,843, naik 7,250 poin (0,23%). Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat ke level 8.930 dibandingkan penutupan akhir pekan kemarin di level 8.940.

Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan pada perdagangan pagi ini:

Indeks Shanghai turun tipis 1,53 poin (0,06%) ke level 2.656,86.
Indeks Hang Seng naik tipis 5,43 poin (0,03%) ke level 21.684,23.
Indeks Nikkei 225 turun 103,14 poin (1,07%) ke level 9.538,98.

(dro/dro)
Senin, 09/08/2010 07:47 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Melambat Sambut Puasa
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami ‘cobaan’ yang cukup berat. IHSG sempat terpuruk di bawah level 3000 gara-gara data inflasi Juli yang sangat tinggi plus kekhawatiran seputar redenominasi.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (2/8/2010), IHSG ditutup melemah 10,301 poin (0,33%) ke level 3.058,979.
Selasa (3/8/2010), IHSG anjlok 85,323 poin (2,78%) ke level 2.973,656.
Rabu (4/8/2010), IHSG menguat 9,591 poin (0,32%) ke level 2983,247.
Kamis (5/8/2010), IHSG menguat 61,694 poin (2,07%) ke level 3044,941.
Jumat (6/8/2010), IHSG menguat 15,652 poin (0,51%) ke level 3.060,593.

Sentimen negatif dari pelemahan bursa-bursa utama dunia kembali akan mengganjal langkah IHSG. Apalagi menjelang puasa, banyak investor memilih untuk keluar seiring meningkatnya kebutuhan dana tunai selama Ramadhan. IHSG pada perdagangan Senin (8/8/2010) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup melemah setelah data menunjukkan perekonomian AS kehilangan 131.000 pekerjaan pada bulan juli. Angka itu lebih tinggi dari prediksi analis di angka 65.000. Departemen ketenaga kerjaan Amerika menjelaskan, melambatnya pertumbuhan pekerjaan di Amerika didorong oleh lemahnya pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta.

Pada perdagangan Jumat (6/8/2010), indeks Dow Jones melemah 21,42 poin (0,20%) ke level 10.653,56. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 4,17 poin (0,37%) ke level 1.121,64 dan Nasdaq melemah 4,59 poin (0,20%) ke level 2.288,47.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan awal pekan ini di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung melemah 106,61 poin (1,11%) ke level 9,535,51.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG ditutup menguat +0,51% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Seperti diketahui pengumuman pertumbuhan ekonomi S1-10 yang diatas ekspektasi menjadi katalis positif bagi pasar, menghapus sentimen negatif dari tingginya inflasi serta wacana redenominasi rupiah. Meski demikian kami melihat indeks saat ini masih cenderung bergerak dalam range konsolidasi. Beberapa data makro ekonomi penting dari AS, seperti angka pengangguran disamping juga pergerakan harga komoditas diperkirakan akan membayangi pergerakan bursa regional, termasuk IHSG pekan ini. Kisaran support-resistance pada awal pekan ini 3.046-3.077.

eTrading Securities:

Pada hari jumat IHSG ditutup menguat 15 point (+0.51%) dibantu oleh perusahaan perusahaan plantation seperti GZCO, LSIP,AALI dan TBLA dan asing terlihat mencatatkan net buy sebesar 100 milliar, jika kita melihat chart pada hari jumat terlihat IHSG melakukan rebound setelah menyentuh garis 50% dalam RSI dan pada stochastic juga terlihat IHSG telah melakukan golden cross, pada hari senin ini IHSG akan mendapat sentiment dari hasil job situation di US dan pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3045 – 3100 dan saham yang masih dapat diperhatikan adalah saham-saham plantation.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 15.65 point menjadi 3060.59 (0.51%). Penguatan saham-saham sektor perkebunan setelah mendapat sentimen positif dari kenaikan harga-harga komoditas menjadi salah satu penopang penguatan indeks. Pergerakan indeks kami perkirakan masih memiliki potensi untuk menguat namun rawan profit taking sehingga pergerakannya berpeluang dua arah (mixed). Pergerakannya berkisar antara 3030-3096. Pergerakan saham-saham sektor infrastruktur dan pertambangan masih layak untuk diperhatikan.

(qom/qom)
Jumat, 06/08/2010 16:08 WIB
Saham Komoditas Giring IHSG ke 3.060
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 15 poin pada perdagangan akhir pekan ini. Aksi beli selektif pada saham-saham komoditas berhasil mengangkat IHSg dari zona negatif.

IHSG dibuka naik tipis ke level 3.045,432 dan kemudian sempat melemah ke level 3.031,426, turun 13 poin dari penutupan kemarin di level 3.044,941.

Pada awal perdagangan, IHSG ikutan nyemplung ke zona merah lantaran sentimen bursa-bursa regional Asia yang seluruhnya mengalami koreksi. Namun penguatan saham-saham sektor perkebunan berhasil membuat IHSG balik arah ke teritori positif.

Penguatan ini kemudian memicu penguatan sejumlah saham raksasa sektor infrastruktur seperti Telkom (TLKM) yang naik cukup tinggi, kemudian saham-saham pertambangan yang belakangan ikutan menguat.

Bursa Shanghai dan Hang Seng pun akhirnya ikutan memasuki teritori positif, kecuali bursa Jepang dan Singapura yang masih berkutat di zona merah. IHSG pun sempat menguat ke level 3.062,683, naik 18 poin.

Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara 3.031,426 hingga 3.062,683.

Transaksi investor asing pun didominasi aksi beli sebesar Rp 1,084 triliun dengan aksi jual Rp 976,992 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat tipis sebesar Rp 107,487 miliar.

Pada perdagangan Jumat (6/8/2010), IHSG ditutup menguat 15,652 poin (0,51%) ke level 3.060,593. Indeks LQ45 juga menguat 2,82 poin (0,48%) ke level 583,639.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.414 kali pada volume 3,647 miliar lembar saham senilai Rp 3,656 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 106 saham turun dan 72 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif dalam dominasi penguatan seiring dengan tren penguatan bursa Eropa:

Indeks Shanghai naik tajam 37,63 poin (1,44%) ke level 2.658,39.
Indeks Hang Seng menguat 127,08 poin (0,59%) ke level 21.678,80.
Indeks Nikkei-225 turun 11,80 poin (0,12%) ke level 9.642,12.
Indeks Straits Times turun 12,31 poin (0,41%) ke level 2.994,44.

Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 21.200, Lonsum (LSIP) naik Rp 200 ke Rp 9.800, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 8.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 ke Rp 6.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 38.700.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.600, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 7.500, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 300 ke Rp 5.900, Indofood (INDF) turun Rp 175 ke Rp 5.150, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 19.600.

(dro/qom)
Jumat, 06/08/2010 11:36 WIB
Sesi I
IHSG Bertahan di Zona Positif
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona positif dipicu oleh penguatan tajam saham-saham sektor perkebunan. Penguatan sejumlah bursa regional Asia juga memberikan dorongan naik bagi IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.045,432 dan kemudian sempat melemah ke level 3.031,426, turun 13 poin dari penutupan kemarin di level 3.044,941.

Sentimen bursa-bursa regional Asia yang melemah sempat membuat IHSG ikutan jatuh ke zona merah. Untungnya, penguatan saham-saham raksasa perkebunan yang naik cukup tinggi berhasil mengangkat IHSG kembali ke zona positif.

Saham-saham yang naik didominasi oleh saham-saham perkebunan serta beberapa saham sektor lainnya. Penguatan saham Telkom (TLKM) juga memberikan kontribusi bagi penguatan IHSG.

Penguatan IHSG ini terjadi seiring dengan pembalikan arah sejumlah bursa regional Asia seperti bursa Shanghai dan Hang Seng. Bursa Jepang dan Strait Times masih minus.

Pada perdagangan Jumat (6/8/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat tipis 3,615 poin (0,11%) ke level 3.048,556. Indeks LQ45 juga menguat tipis 0,772 poin (0,13%) ke level 581,591.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 43.960 kali pada volume 1,828 miliar lembar saham senilai Rp 1,375 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 111 saham turun dan 60 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif setelah sempat melemah seluruhnya di awal perdagangan:

Indeks Shanghai naik 3,70 poin (0,14%) ke level 2.624,45.
Indeks Hang Seng menguat 69,65 poin (0,31%) ke level 21.619,05.
Indeks Nikkei-225 turun 29,82 poin (0,31%) ke level 9.624,10.
Indeks Straits Times turun 24,13 poin (0,80%) ke level 2.982,63.

Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Lonsum (LSIP) naik Rp 250 ke Rp 9.850, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 21.050, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 35.650, Bisi Internasional (BISI) naik Rp 140 ke Rp 1.610, Smart (SMAR) naik Rp 100 ke Rp 3.500.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 400 ke Rp 5.800, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 7.700, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 200 ke Rp 1.100, Indofood (INDF) turun Rp 125 ke Rp 4.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 16.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 38.500.

(dro/qom)
Jumat, 06/08/2010 09:46:14 WIB
IHSG naik 1,06 menjadi 3.046 dipicu Telkom dan UT
Oleh: Bloomberg
HONG KONG: Indeks harga saham gabungan bursa Indonesia naik 0,03% pada pukul 9.35 pagi ini.

Indeks memperdagangkan 409 saham perusahaan pada Bursa Efek Indonesia naik 1,06 menjadi 3.046,00 dengan perincian 33 saham naik, 32 turun, dan 344 tidak berubah.

Kenaikan IHSG dipimpin oleh saham Telkom Indonesia, United Tractors, dan Bank Cimb Niaga. Sekitar 120 juta saham berpindahtangan di Jakarta Stock Exchange.

Saham Indofood PT Sukses Makmur Tbk, yang turun Rp75 menjadi Rp4.250, merupakan yang terakhir berdasarkan nilai, di Jakarta.

Saham teraktif selanjutnya yaitu Astra International Tbk Pt, turun Rp50 menjadi Rp48.700, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Tbk Pt, yang tidak berubah pada Rp1.300.(yn)
Jumat, 06/08/2010 08:04 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Dihampiri Profit Taking
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tajam dan menembus lagi level 3000 ditopang saham-saham perbankan. IHSG rebound tajam setelah sempat kena sentimen negatif tingginya inflasi dan rencana redenominasi rupiah.

Pada perdagangan Kamis (5/8/2010), IHSG akhirnya ditutup menguat hingga 61,694 poin (2,07%) ke level 3044,941. Indeks LQ 45 juga menguat 11,904 poin (2,09%) ke level 580,819.

Setelah kenaikan tajam tersebut, kini waktunya IHSG mengalami koreksi. Investor akan memanfaatkan momentum koreksi bursa-bursa regional untuk melakukan profit taking. IHSG pada perdagangan Jumat (6/8/2010) diprediksi akan bergerak melemah.

Sementara saham-saham di bursa Wall Street tadi malam mengalami koreksi tipis akibat naiknya klaim awal untuk tunjangan pengangguran di Amerika. Investor kini menunggu laporan angka pengangguran yang akan dirilis Jumat ini.

Pada perdagangan Kamis (5/8/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 5,45 poin (0,05%) ke level 10.674,98. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah tipis 1,43 poin (0,13%) ke level 1.125,81 dan Nasdaq melemah 10,51 poin (0,46%) ke level 2.293,06.

Sementara Bursa Jepang dibuka langsung mengalami koreksi. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat ini dengan koreksi 93,27 poin (0,97%) ke level 9.560,65.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG menguat signifikan (+2,07%) pada perdagangan kemarin. Sentimen negatif dari melonjaknya inflasi Juni tertutupi oleh dipertahankannya suku bunga rendah oleh bank sentral serta pengumuman pertumbuhan ekonomi yang diatas espektasi. Untuk jangka pendek kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Sentimen positif dari nilai tukar rupiah yang tengah menguat, harga minyak yang berada di atas $80/barel, serta aliran dana asing yang mengalir masuk menjadi katalis pergerakan indeks hari ini. Secara teknikal kami proyeksikan kisaran support-resistance indeks pada 3.014-3.077.

eTrading Securities:

Pada hari kamis IHSG mengalami rebound yang luar biasa dimana IHSG dengan perkasa menguat sebesar 61 point (+2.06) dengan yang menjadi pendorong utama adalah group Astra, bangking, dan plantation dan ada kemungkinan pada hari ini IHSG akan melanjutkan penguatan jika data yang dikeluarkan pemerintah US membaik, dari RSI terlihat mulai rebound pada saat mendekati garis 50% dan dari Stochastic juga terlihat IHSG akan melakukan golden cross, asing pada hari kamis juga mencatatkan net buy sebesar 200 milliar sehingga pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 3000 – 3060 dengan saham saham yang layak diperhatikan antara lain BMRI, BBRI, GZCO, ASII, LSIP.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 61.69 point menjadi 3044.94 (2.07%). Menguatnya seluruh sektor setelah mendapat sentimen positif dari penguatan bursa global membawa indeks kembali bergerak di atas level 3000. Secara teknikal indeks masih berpeluang melanjutkan penguatannya, bila dilihat dari indikator RSI dan stochastic oscilator masih dibawah zona overbought. IHSG kami perkirakan bergerak pada kisaran 3020-3096. Saham rekomendasi kami adalah SMGR dan TINS.

Indopremier Securities:

hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Indikator masih bearish dengan stochastic dan macd yang downtrend. Ekspektasi range berkisar 3025 – 3066. Stock pick hari ini ASII dengan target terbatas di 49450 (m.a 20); UNTR target di 20100; BMRI ekspektasi naik lanjutan menuju level 6000 dan ADHI dengan target di resisten harian 680.
(qom/qom)

Jumat, 06/08/2010 02:52:11 WIB
Rekomendasi
Oleh: Bastanul Siregar

OSK Nusadana Securities

IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung naik dengan catatan harus mampu bertahan diatas level S1 (3,041.93) paling tidak untuk sepanjang sesi pertama. Support diperkirakan antara level S2 dan S1 atau sekitar level 3,033.46 dan resistance terdekat sekitar level R1 (3,075.82). Daily risk saat ini di level 39.72 % dan indikator MFI Optimized masih cenderung bergerak positif.

Panin Sekuritas

IHSG menguat signifikan (+2,07%) pada perdagangan kemarin. Sentimen negatif dari melonjaknya inflasi Juni tertutupi oleh dipertahankannya suku bunga rendah oleh bank sentral serta pengumuman pertumbuhan ekonomi yang diatas espektasi. Untuk jangka pendek kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Sentimen positif dari nilai tukar rupiah yang tengah menguat, harga minyak yang berada di atas $80/barel, serta aliran dana asing yang mengalir masuk menjadi katalis pergerakan indeks hari ini. Secara teknikal kami proyeksikan kisaran support-resistance indeks pada 3.014-3.077.

Erdikha Sekuritas

IHSG ditutup menguat 61.69 point menjadi 3044.94 (2.07%). Menguatnya seluruh sektor setelah mendapat sentimen positif dari penguatan bursa global membawa indeks kembali bergerak di atas level 3000. Secara teknikal indeks masih berpeluang melanjutkan penguatannya, bila dilihat dari indikator RSI dan stochastic oscilator masih dibawah zona overbought. IHSG kami perkirakan bergerak pada kisaran 3020-3096. Saham rekomendasi kami adalah SMGR dan TINS.(mmh)
Stocks dip on jobless claims and retail sales
4:50pm EDT
By Chuck Mikolajczak
NEW YORK (Reuters) – Stocks edged lower on Thursday as an unexpected rise in initial jobless claims and unimpressive July retail sales dimmed optimism ahead of the monthly payrolls report.
Investors were cautious before Friday’s jobs report, and after a 10 percent rise in the S&P 500 since July 2. Thursday’s data showed initial claims for jobless benefits rose to 479,000, the highest level since early April.
“The claims data today was miserable and obviously it has a negative implication for the non-farm number tomorrow,” said Phil Orlando, chief equity market strategist at Federated Investors, in New York.
“But the important thing tomorrow is going to be what are the organic, permanent underlying trends in private payroll, manufacturing payrolls, household survey, etc.”
If Friday’s employment data pushes the S&P 500 to a close above its June high, charts show there’s little in the way for the benchmark to further extend the summer rally.
The S&P 500’s recent consolidation just below its June high opens the door for a strong gain as the charts show little overhead resistance.
“The important level is that 1,131, the intraday high on June 21. That’s what we’re kind of keeping an eye on,” said Craig Peskin, co-head of technical analysis research at Concept Capital in New York.
He said failing to pierce 1,131 leaves the market stuck in a range, if not vulnerable to breaking lower.
And after a decisive move beyond that level “the next natural resistance would be the bounce off the flash-crash low, at 1,173,” Peskin said.
The Dow Jones industrial average .DJI slipped 5.45 points, or 0.05 percent, to 10,674.98. The Standard & Poor’s 500 Index .SPX dropped 1.43 points, or 0.13 percent, to 1,125.81. The Nasdaq Composite Index .IXIC lost 10.51 points, or 0.46 percent, to 2,293.06.
Economists polled by Reuters are expecting Friday’s U.S. Labor Department report to show a drop of 65,000 in non-farm payrolls in July as temporary U.S. Census Bureau jobs dried up. Private employers are expected to have added 90,000 jobs.
Weakness in consumer spending trends also stayed in focus as the 28 retailers tracked by Thomson Reuters reported July same-store sales that rose only 2.9 percent — falling short of analysts’ expectations for a 3.1 percent gain.
Among retailers, department store operator JC Penney Co Inc (JCP.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) stumbled 7.7 percent to $22.12 while youth-oriented apparel chain Aeropostale Inc (ARO.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) slumped 5.7 percent to $25.88.
The Morgan Stanley Retail index shed 0.4 percent.
After five straight days of gains, the Morgan Stanley Healthcare Payor index dropped 0.9 percent, dragged lower by Molina Healthcare Inc (MOH.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz), which tumbled 10.7 percent to $28.31 after the health insurer posted quarterly results that fell short of revenue expectations and said it would offer 4 million shares.
The drop in Molina shares overshadowed a 5.6 percent gain in Cigna Corp (CI.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) to $33.96 after the insurer reported a far higher-than-expected profit in the second quarter and raised its full-year forecast.
Shares of grain companies like Archer Daniels Midland (ADM.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) and Bunge (BG.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) rose more than 5 percent on Thursday amid expectations that their wheat exports will be boosted by the worst drought in 130 years in Russia, which is forcing the country to ban grain exports.
Consuming nations that have depended on Russia for their wheat supplies could turn to the United States — the world’s top wheat exporter — for supplies in view of Russia’s ban that was announced on Thursday by Prime Minister Vladimir Putin.
Share of meat companies like Tyson Foods (TSN.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz), however, fell as higher prices for grains will raise their cost of production and in turn, crimp their profit margins.
Volume was light, with about 6.49 billion shares traded on the New York Stock Exchange, the American Stock Exchange and Nasdaq, the third lowest for the year and well below last year’s estimated daily average of 9.65 billion.
Declining stocks outnumbered advancing ones on the New York Stock Exchange by a ratio of about 17-to-13, while on the Nasdaq, about two stocks fell for every one that rose.
(Reporting by Chuck Mikolajczak; Additional reporting by Doris Frankel and Rodrigo Campos; Editing by Jan Paschal)
Kamis, 05/08/2010 16:13:06 WIB
IHSG ditutup melonjak 2,07% ke level 3.044,94
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada jeda siang ini ditutup naik 61,69 poin atau 2,07% ke level 3.044,94. Indeks bergerak pada kisaran 2.983,83 – 3.046,87.

Dari 409 saham yang menopang indeks, sebanyak 130 menguat, 61 melemah dan 218 tidak beranjak dari posisi sebelumnya.

Secara individu, saham Astra International memotori penguatan indeks dengan kontribusi sebesar 11,37 poin, disusul oleh Bank Central Asia 7,61 poin, Unilever Indonesia 3,80 poin, dan United Tractors 3,11 poin.

Sejumlah saham yang menahan penguatan indeks pada sesi perdagangan II hari ini adalah Bumi Resources dengan kontribusi negatif 0,96 poin, disusul oleh Bank International Indonesia 0,34 poin, Sinar Mas Multi 0,30 poin, dan Bentoel International Inv 0,18 poin.

Penguatan IHSG itu tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh seluruh dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang kenaikan indeks sebesar 31,78%, diikuti oleh aneka industri 19,87%, consumer goods 10,31%, pertanian 8,38%, jasa dan perdagangan 8,02%, infrastruktur utilisasi 7,48%, industri kimia dasar 5,71%, pertambangan 4,87%, dan konstruksi properti 2,69%.

Hal yang sama juga terjadi pada indeks BISNIS-27, yang melompat 6,65 poin atau 2,40% saat penutupan menjadi 283,96. BISNIS-27 bergerak pada rentang 277,38 – 284,18.(er)
… coba simak jika anda berani menjajal investasi sejak 21 Juni 2010, saat posting ini dimulai, maka tren ihsg adalah:

Date Open Close
8/4/2010 2983.25
8/3/2010 2973.66
8/2/2010 3058.98
7/30/2010 3069.28
7/29/2010 3096.82
7/28/2010 3057.48
7/27/2010 3041.68
7/26/2010 3023.7
7/23/2010 3042.02
7/22/2010 3009.92
7/21/2010 3013.4
7/20/2010 2995.44
7/19/2010 2975.57
7/16/2010 2992.45
7/15/2010 2980.6
7/14/2010 2981.06
7/13/2010 2961.51
7/12/2010 2958.79
7/9/2010 2943.9
7/8/2010 2915.91
7/7/2010 2902.04
7/6/2010 2910.65
7/5/2010 2877.3
7/2/2010 2871.55
7/1/2010 2874.25
6/30/2010 2913.68
6/29/2010 2893.37
6/28/2010 2955.73
6/25/2010 2947.02
6/24/2010 2914.09
6/23/2010 2924.79
6/22/2010 2934.59
6/21/2010 2941.9

… berarti terjadi perubahan: gain positif tertinggi pada 29 Juli 2010: (3096-2941)=155 poin; gain negatif tertinggi pada 2 Juli 2010: (2871-2941) = -70 poin; gain terakhir s/d 4 Agustus 2010 = (2983-2941) = 42 … kalo inves saja tanpa melakukan trading berarti menurut indeks harga saham gabungan, hasil inves adalah = 42/2941 = +1,4% … up2u lah

Kamis, 05/08/2010 12:15 WIB
Sesi I
Saham Bank Dongkrak IHSG Tembus Lagi 3000
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menembus level 3000 didukung oleh penguatan saham PT Astra International Tbk (ASII) dan juga saham sektor perbankan.

Saham Astra bangkit, sementara saham perbankan rebound setelah sempat terkena tekanan karena kekhawatiran kenaikan BI Rate menyusul tingginya inflasi.

Mengawali perdagangan preopening, IHSG dibuka naik 15,805 poin (0,53) ke level 2.999,052. IHSG melanjutkan penguatannya dan dibuka langsung melompat 29,471 poin (0,99%) ke level 3.012,718.

IHSG makin perkasa dan pada perdagangan Kamis (5/8/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat hingga 48,629 poin (1,63%) ke level 3031,876. Indeks LQ 45 juga menguat 9,362 poin (1,65%) ke level 578,277.

Bursa-bursa Asia hingga siang ini cukup variatif:

* Indeks Hang Seng melemah 9,85 poin (0,05%) ke level 21.540,03.
* Indeks Nikkei-225 menguat 122,91 poin (1,30%) ke level 9.612,25.
* Indeks Straits Times menguat tipis 5,31 poin (0,18%) ke level 3007,18.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 56.839 kali pada volume 2.177 juta lembar saham senilai Rp 1,912 triliun. Sebanyak 144 saham naik, 32 saham turun dan 65 saham stagnan.

Saham-saham perbankan yang naik harganya antara lain BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 9.350, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 5.850, BTN (BBTN) naik Rp 30 menjadi Rp 1.890, BCA (BBCA) naik Rp 250 menjadi Rp 6.600, BNI (BBNI) naik Rp 25 menjadi Rp 3000.

Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1600 menjadi Rp 48.100, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 950 menjadi Rp 20.150, United Tractor (UNTR) naik Rp 650 menjadi Rp 19.650, London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 450 menjadi Rp 9.600.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 1690, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 1 menjadi Rp 126, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4,675.

(qom/qom)
Kamis, 05/08/2010 07:55 WIB
Net Beli Asing di Saham Capai Rp 4,8 Triliun Selama Juli
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Suasana makro dan mikro ekonomi yang cukup kondusif sepanjang bulan Juli 2010 mendorong arus modal asing terus masuk ke Indonesia.

Di pasar saham, selama bulan Juli 2010, investor asing tercatat melakukan aksi beli neto sebesar Rp 4,8 triliun atau naik Rp 2,2 triliun dibanding Mei 2010.

Demikian disampaikan Bank Indonesia (BI) dalam laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikutip detikFinance, Kamis (5/8/2010).

“Aksi beli asing di pasar saham cukup mampu menopang kinerja IHSG untuk tetap tumbuh positif,” ujar laporan tersebut.

Namun demikian, peningkatan aktivitas asing tersebut belum diikuti oleh kenaikan volume perdagangan saham. Volume perdagangan saham mencapai Rp 3,5 triliun per hari atau turun tipis dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 4,2 triliun per hari.

BI menilai perkembangan pasar saham dalam negeri cukup kondusif, dengan kebijakan moneter yang cenderung longgar serta stabilnya kondisi makro perekonomian serta faktor risiko eksternal yang cenderung turun mendorong peningkatan harga aset, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dari sisi makroekonomi, beberapa faktor yang mendorong kinerja IHSG yaitu nilai tukar yang relatif stabil, inflasi yang cukup rendah, serta penguatan ekonomi yang diperkirakan terus berlanjut.

Penguatan IHSG pada Juli 2010 juga masih terkait dengan dampak dari faktor kebijakan ekonomi dalam negeri dan kenaikan outlook sovereign credit rating.

Pada Juli 2010, IHSG menguat 5,3% dan mampu mencapai level penutupan all time high di level 3096,8 dan ditutup pada level 3.069,28. Pencapaian tersebut, relatif sejalan dengan kinerja indeks beberapa negara di kawasan regional yang cenderung tumbuh positif pada Juli 2010.

(dnl/qom)
05/08/2010 – 07:09

IHSG Masih Berpotensi Mendatar

(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks pada hari ini diperkirakan masih volatile dengan trend mendatang. Saham perbankan berpotensi rebound. Indeks bergerak di kisaran 2.971-3.012.

Demikian menurut analis saham Panin Sekuritas, Purwoko Sartono kemarin. “Faktor pergerakan bursa regional tampaknya akan kembali menjadi katalis penggerak indeks hari ini. Kisaran support-resistance 2.971-3.012. Kami perkirakan indeks masih akan bergerak volatile dengan trend mendatar/konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang,” katanya.

saham perbankan tampak mulai rebound setelah beberapa hari sempat dibayangi oleh kekhawatiran akan naiknya suku bunga. Pergerakan IHSG cenderung yang fluktuatif masih dibayangi oleh sentimen negatif dari merambat naiknya inflasi ditengah berakhirnya euforia laporan keuangan.

IHSG akhirnya ditutup pada area positif atau rebound tipis dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya. Kemarin indeks ditutup naik tipis 9,5 poin (0,32%) ke level 2.983,25. Volume perdagangan mencapai 3,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,7 triliun. [hid]

IHSG ditutup menguat ke level 2.983
Rabu, 04/08/2010 17:14:58 WIBOleh: Bambang P. Jatmiko & Fahmi Achmad
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 2.983 atau berhasil menguat 9,53 poin dari posisi pembukaan di level 2.973,85.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini sempat mengalami pelemahan, sesaat pasar dibuka ke level 2.969. Setelah itu, indeks mulai naik dan sempat menembus level 3.001. Namun, menjelang penutupan pasar sesi pertama, indeks berbalik negatif dan ditutup di posisi 2.973,85.

Pemicunya adalah aksi profit taking saham PT Astra International Tbk. Setelah mengalami fluktuasi pada sesi II, IHSG akhirnya berhasil ditutup di posisi 2.983. Salah satu pendorong penguatan indeks adalah kenaikan saham PT Bank Mandiri Tbk yang naik 3,88 poin, serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang naik 2,51 poin. Sementara itu, saham-saham yang menekan indeks di antaranya PT Astra International Tbk, PT International Nickel Tbk, serta PT Semen Gresik Tbk yang masing-masing turun sebesar 5,05 poin, 1,24 poin, serta 1,11 poin.

IHSG akhirnya ditutup menguat 9,591 poin (0,32%) ke level 2983,247. Indeks BISNIS-27 menguat 0,78% menjadi 277, 31 dari pembukaan di level 276,52. Indeks LQ 45 juga menguat 0,14% ke level 568,915.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi Rp8.950 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level Rp8.947 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi Rp8.945 per dolar AS. Pada perdagangan 3 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level Rp8.941 per dolar AS.(faa)
Rabu, 04/08/2010 07:15 WIB
Wall Street Kesandung Data Negatif
Nurul Qomariyah – detikFinance

New York – Bursa Wall Street akhirnya mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak tajam. Kombinasi antara laporan keuangan Procter & Gamble Co dan data belanja konsumen serta perumahan yang mengecewakan membuat Dow Jones ditutup melemah.

Pada perdagangan Selasa (3/8/2010), indeks Dow Jones melemah 38 poin (0,36%) ke level 10.636,38. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 5,40 poin (0,48%) ke level 1.120,46 dan Nasdaq melemah 11,84 poin (0,52%) ke level 2.283,52.

Saham P&G tercatat merosot hingga 3,4% menjadi US$ 59,95, sekaligus menjadi penyeret utama pelemahan indeks Dow Jones setelah produsen barang-barang konsumer itu melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektai.

“Setelah rally yang cukup baik, mungkin terjadi penghentian sebentar. Ketika sektor konsumer sedikit mengecewakan dalam hal konsumsi dan belanja konsumen, saham P&G turun 3 atau 4%, maka akan menjadi sedikit sulit kedepan,” ujar Tommy Huie, president Marshal Funds seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/8/2010).

Data menunjukkan belanja konsumen lebih rendah 0,1% dibandingkan persentase kenaikan yang sama pada Mei lalu. Belanja konsumen merupakan salah satu komponen terpenting karena menyumbang dua pertiga dari pertumbuhan ekonomi AS.

Departemen Perdagangan AS juga mengumumkan permintaan pabrikan AS merosot selama Juni.

Kabar negatif lainnya adalah data dari National Association of Realtors yang menunjukkan angka kontrak untuk pembelanjaan rumah siap huni secara tidak terduga turun pada tingkat terendahnya dalam 9 tahun.

Namun merosotnya Dow Jones sedikit tertahan oleh kenaikan saham Pfizer Inc hingga 5,6%, setelah melaporkan laba yang melebihi ekspektasi sekaligus memperbaiki proyeksi jangka panjangnya.

Volume perdagangan masih sangat tipis yakni hanya sebesar 7,25 miliar lembar saham, dibandingkan rata-rata transaksi tahun lalu di New York Stock Exchange yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Isu redenominasi tekan indeks
OLEH ARIF GUNAWAN S.
Bisnis Indonesia

Article Rank

Kenaikan BI Rate bukan solusi jitu JAKARTA: Nyali para investor saham ciut menyusul wacana rede- nominasi rupiah di te- ngah ancaman inflasi tinggi. Indeks pun ter- gusur dari level psikolo- gis 3.000.

Investor asing kemarin melakukan aksi jual Rp2,02 triliun dari total transaksi Rp5,27 triliun. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,79% ke 2.973,66. Koreksi ini yang terbesar dalam 2 bulan terakhir.
Pada saat bersamaan porsi kepemilikan asing di surat utang negara (SUN) kembali mencapai rekor, 27,35% senilai Rp172 triliun dari total SUN diperdagangkan Rp629,53 triliun—mengonfirmasi perpindahan portofolio ke instrumen yang lebih aman.

Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai redenominasi mata uang dan inflasi, dua sentimen di ranah otoritas moneter itu, memberi alasan investor untuk melanjutkan aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya indeks terkoreksi 0,34%.

“Kekhawatiran tingginya inflasi serta wacana redenominasi rupiah menjadi sentimen negatif yang mendorong indeks turun,” tuturnya di Jakarta kemarin.

Wacana redenominasi yang menimbulkan kerancuan pemahaman dengan kebijakan sanering atau populer disebut ‘Gunting Syafrudin’ pada era Orde Lama langsung ditimpali koreksi di bursa saham menjelang pe

nutupan siang hari, menghapus kenaikan indeks di awal sesi.
Sebanyak 196 saham melemah, hanya 43 saham yang naik, dan 52 lainnya stagnan.

Saham PT Astra International Tbk menyumbang koreksi terbesar yaitu 12,4 poin, setelah melemah 4,9% ke harga Rp47.500, disusul saham-saham sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.

Head of Research PT Valbury Asia Securities Krishna Dwi Setiawan mengatakan meski isu redenominasi rupiah terlalu dini dibicarakan, rencana kebijakan tersebut cukup memengaruhi pasar sehingga terjadi aksi profit taking dalam 2 hari terakhir.

“Isu ini terlalu dini dibicara

kan. Ini hanya akal-akalan market mencari alasan agar harganya turun. Justru, yang harus ditunggu adalah keputusan BI, apakah akan menaikkan BI Rate. Kalau naik, otomatis penurunan harga saham berlanjut.“
Spekulasi BI Rate Manajer Investasi PT CIMB Principal Asset Management Fadlul Imansyah seperti dikutip Bloomberg mengatakan isu redenominasi itu praktis jadi penyebab turunnya IHSG. Pasalnya, bursa Asia bergerak variatif.
Indeks Shanghai melemah 1,7%, Hang Seng naik 0,21%, Nikkei224 menguat 1,29%, dan Straits Times tergerus 0,42%.

Di luar inflasi, dia menilai spekulasi kenaikan BI Rate juga menjadi sentimen negatif sektor otomotif karena mendongkrak bunga kredit mobil.

Senada dengan Fadlur, analis CLSA Asia Pacific Markets Nicholas Cashmore berpendapat risiko inflasi menjadi kekhawatiran terbesar pelaku pasar saat ini. Bank Indonesia melaporkan inflasi Juli 6,2%, namun inflasi riil diperkirakan lebih tinggi.

Kekhawatiran inflasi di Indonesia merupakan kebalikan dari negara maju yang kini justru mulai mengkhawatirkan deflasi, seiring dengan anjloknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun hingga 3%.

Nicholas menilai kenaikan BI Rate akan memicu persoalan baru karena Indonesia memiliki struktur suku bunga tertinggi di

Asia, sehingga bisa memicu akumulasi cadangan BI. Apalagi, situasi itu juga sudah tere-fleksikan di semester I/2010.
Pada paruh pertama itu, cadangan devisa RI naik US$10 miliar atau 8% pada April. Padahal, rupiah sepanjang tahun berjalan hanya naik 3,7%. “Kami perkirakan BI perlu menaikkan suku bunganya hingga 75% basis poin per akhir 2011, dan 50 basis poin dieksekusi 2010.” Akan tetapi, sambung Nicholas, apabila langkah itu diambil cadangan devisa bisa melampaui US$100 miliar pada akhir tahun ini. Data bank sentral per 27 Juli 2010 menyebut cadangan devisa mencapai US$77,6 miliar.

Dengan konsekuensi itu, kebijakan moneter konvensional tidak akan berfungsi dalam kondisi krisis. Perburuan imbal hasil surat utang oleh asing di tengah stagnannya ekonomi negara maju akan jadi ancaman baru stabilitas ekonomi nasional.

Situasi inilah yang menjelaskan mengapa asing terus memburu obligasi rupiah, sehingga kepemilikan asing atas SUN naik 56% secara tahunan dibandingkan posisi sebelumnya, dan porsi asing di SUN naik dari 18,5% akhir tahun lalu menjadi 27% dari total SUN di pasar.

“Bagi SUN, tingginya laju inflasi itu dengan sendirinya akan bekerja menurunkan harga dan menaikkan imbal hasil paling tidak sebulan ke depan. Solusinya terletak pada kelonggaran yang lebih besar atas kurs rupiah, yang masih menjadi salah satu kurs termurah di Asia.”

emarin tiba-tiba saja orang ramai memK bicarakan rencana–masih sangat pan jang–bank sentral melakukan redenominasi pecahan rupiah yang sekarang dianggap memiliki nominal terlalu besar.
Sejumlah pejabat Bank Indonesia, termasuk Gubernur yang baru terpilih, Darmin Nasution, menyatakan bahwa Indonesia perlu melakukan redenominasi dengan tiga alasan.

Pertama, nilai nominal pecahan (notes) rupiah terlalu besar, karena memiliki pecahan Rp100.000 hingga terkecil Rp50. Kedua, di antara perekonomian kawasan, Indonesia relatif tinggal satu-satunya negara yang memiliki denominasi mata uang yang besar, di luar Vietnam. Ketiga, sebagai penyesuaian atas akumulasi sejarah inflasi dalam jangka panjang.

Dengan bekal tiga alasan itu, BI berharap dapat merealisasikan redenominasi pecahan rupiah pada 2020.

Penjelasan sepotong-sepotong mengenai rencana itu, karuan menimbulkan persepsi bermacam-macam. Pasalnya, hingga hari ini pun belum ada rancangan undang-undang yang sudah dikaji secara publik yang memperjelas rencana itu.

Tak urung ada yang berpendapat rencana rede nominasi tersebut seperti senering pada masa pengujung kekuasaan Orde Lama. Pada saat itu nilai mata uang dipotong dari Rp1.000 menjadi Rp1. Jika ini yang dilakukan, tentu, gejolak ekonomi yang akan ditimbulkan akan sangat luar biasa.

Pendapat lain menduga rencana tersebut sebagai penyesuaian nilai nominal pecahan mata uang semata, dengan diikuti oleh penyesuaian harga barang dan jasa di pasar dengan nominal mata uang yang baru. Jika pilihan kedua ini yang diambil, pertanyaan yang muncul kemudian adalah seperti apa teknis implementasinya; bagaimana koordinasi lapangannya dan siapa yang mengawasinya?
Paling tidak, dua isu itu telah cukup menciptakan kebingungan, sehingga pelaku pasar kemarin sempat bereaksi negatif, terutama setelah muncul pernyataan Badan Pusat Statistik bahwa laju inflasi relatif sulit dikendalikan tahun ini.

Harian ini percaya, Bank Indonesia pasti memiliki perhitungan-perhitungan ekonomis yang kuat sehingga menggulirkan rencana tersebut. Namun, harian ini juga perlu mencatat, wacana mengenai redenominasi mata uang itu justru muncul pada saat yang tidak tepat, sehingga direspons dengan tidak tepat pula.

Patut disayangkan, wacana tersebut diangkat tanpa diskusi terbuka yang jelas, menyangkut urgensi atau tingkat kepentingan melakukan redenominasi itu. Jika BI mampu menjelaskan secara terbuka mengenai urgensi redenominasi rupiah, sembari menjamin situasi perekonomian yang kondusif, barangkali hasilnya akan berbeda.

Namun, urgensi itu, setidaknya untuk saat ini, belum terlihat. Jangan sampai, rencana redenominasi menjadi sekadar sasaran teknis keuangan semata, tetapi mengabaikan dampak psikologisnya. Dampak psikologis inilah, jika tidak terkelola dengan baik, justru akan memicu efek ekonomis yang akan sulit diduga.

Selasa, 03 Agustus 2010 | 16:31loading

JAKARTA. Indeks terus melanjutkan koreksinya di akhir penutupan bursa, Selasa (3/08). Sore ini, indeks bertengger di level 2.973,656 atau turun 2,79% dari posisi kemarin di 3.058,97.

Hari ini semua sektor harus puas mengalami koreksi dalam, terutama sektor manufaktur yang terjun bebas 3,59%. Kondisi serupa juga dialami sektor consumer good yang harus turun 3,54% dan sektor infrastruktur yang mengalami penurunan sekitar 3,21%. Sektor mining mengakhiri penguatannya dengan koreksi tipis di 0,90%.
Sektor finance tetap saja menurun sebesar 3,02%. Yang terparah adalah industri lain-lain dengan penurunan sebesar 4,46%.

Sementara itu, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam adalah saham blue chip yang dipimpin oleh Astra Internasional (ASII) dengan koreksi sebesar 4,90% ditutup di posisi Rp 47.500, GGRM dengan koreksi 2,34% menjadi Rp 35.450 dan Unilever turun 3,88% menjadi Rp 16.100. Anggota grup ASTRA masih mendominasi koreksi di penutupan sore ini, dengan penurunan saham AUTO juga AALI. Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 4,23%.

Secara keseluruhan, hanya sekitar 37 saham yang naik, 183 saham mengalami koreksi, dan 49 tidak berubah. Kondisi cenderung ramai, dengan volume mencapai 5,174 milliar saha, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,269 trilliun.

Investor masih mengambil momentum inflasi Juli ini dan mewaspadai kebijakan BI rate yang akan diumumkan BI besok. Pergerakan bursa kali ini banyak dikendalikan faktor domestik, sebab bursa Asia cenderung menghijau. Sebagai contoh, Nikkei, Hangseng dan Kospi mengikuti pergerakan bursa AS yang cenderung positif menanggapi data manufaktur.

Dian Pitaloka Saraswati

03/08/2010 – 16:28
Inflasi & Redenominasi Picu IHSG Anjlok di Bawah 3.000
Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik kembali terpuruk di bawah level 3.000. Aksi profit taking investor terus berlanjut, menyusul kekhawatiran inflasi dan redenominasi. Saham Astra memimpin penurunan.

Pada perdagangan Selasa (3/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 85,323 poin (2,78%) ke level 2.973,656. Demikian pula indeks saham unggulan (LQ45) anjlok 18,158 poin (3,09%) ke level 568,110.

Setelah sempat dibuka menguat 0,27% ke level 3.067, indeks saham gabungan mulai berbalik arah dan meluncur drastis. Aksi ambil untung investor terus mendera, hingga IHSG pada sesi siang bertengger di 3.012 dan akhirnya ditutup di 2.973.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG merosot di tengah mixednya bursa regional. Tingginya inflasi Juli 2010 dan wacana pemotongan nilai nominal mata uang rupiah (redenominasi) menimbulkan kekhawatiran pasar,”Mereka pun melakukan aksi jual atas saham-sahamnya,”ujarnya.

Tingkat inflasi Juli yang di atas ekspektasi pasar, ditakutkan akan memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010. Apalagi inflasi hingga akhir tahun belum memasukkan fakto kenaikan TDL, harag barang menjelang Lebaran, dan tahun Baru. Sedangkan wacana redenominasi telah memicu spekulasi adanya sanering, “Sehingga investor pun dikabarkan beralih dari saham ke aset aman, seperti dolar AS,”paparnya.

Semua sektor terpantau melemah, dimana sektor aneka industri memimpin penurunan sebesar 4,4%. Disusul sektor manufaktur yang anjlok 3,6%, konsumsi 3,5%, infrastruktur 3,2%, dan finansial 3%. Demikian pula sektor industri dasar yang melemah 2,7%, perdagangan 2,2%, perkebunan 1,6% , properti 1,3% dan tambang 0,9%.

Saham dari grup Astra, yakni Astra International (ASII) memimpin penurunan sebesar Rp 2.450 ke Rp 47.500. Selain itu saham Astra Otoparts (AUTO) turun Rp600 ke Rp15.900, United Tractor (UNTR) turun Rp550 ke Rp19.000 dan Astra Argo Lestari (AALI) melemah Rp450 ke Rp18.950.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,174 miliar lembar saham, senilai Rp 5,269 triliun dan frekuensi 123.861 kali. Sebanyak 43 saham naik, 196 saham turun dan 52 saham stagnan.

Koreksi bursa didukung aksi investor asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp590 miliar. Dimana transaksi jual mendominasi sebesar Rp2.022 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,432 triliun.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 35.450, Unilever (UNVR) turun Rp 650 ke Rp 16.100, BRI (BBRI) turun Rp 400 ke Rp 9.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 ke Rp 5.650, Bank Central Asia(BBCA) turun Rp 200 ke Rp 5.750.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Lionmesh Prima (LMSH) naik Rp700 ke Rp3.500, Tjiwi Kimia (TKIM ) naik Rp 325 ke Rp 2.775, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 1.300, BW Plantations (BWPT) naik Rp 30 ke Rp 790, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 25 ke Rp 510.

IHSG terkoreksi di tengah mixednya bursa regional Asia. Indeks Shanghai turun 45,51 poin (1,70%) ke level 2.627,00, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 44,87 poin (0,21%) ke level 21.457,66 dan indeks Nikkei di Jepang menguat 123,70 poin (1,29%) ke level 9.694,01. [mdr]
(Vibizdaily-Bisnis), Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia, Senin sesi siang ditutup melemah 12,739 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,42 persen ke posisi 3.056,541, diikuti indeks saham-saham unggulan (LQ45) juga ditutup melemah 3,126 poin atau 0,53 persen ke posisi 586,799.

Analis Valbury Securities Krishna Dwi S dalam kajiannya di Jakarta, Senin mengatakan, sebagian besar emiten telah mengeluarkan laporan keuangan semester I 2010, sehingga bursa domestik menjadi minim insentif.

Selain itu, posisi IHSG yang masih berada di area “overbought” dengan sinyal `down reversal` berpotensi mendorong berlanjutnya tekanan jual di bursa BEI pada pekan ini, katanya.

Apalagi, lanjutnya, pada Jumat lalu Dow Jones ditutup turun, meski tipis sebesar 1,22 poin. Dari seluruh saham aktif, saham naik sebanyak 86, sebanyak 109 saham melemah, dan 71 saham harganya tidak berubah.

Volume transaksi mencapai 1,732 miliar saham senilai Rp1,484 triliun dari 60.465 kali transaksi. Astra International (ASII) turun Rp700 menjadi Rp50.000, Unilever (UNVR) turun Rp300 menjadi Rp16.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp250 ke posisi Rp9.650.

Indeks Hang Seng bursa Hongkong naik 274,39 poin (1,30 persen) ke posisi 21.304,20, indeks Nikkei 225 bursa Tokyo naik 23,16 poin (0,23 persen) ke level 9.559,15, dan Indeks Straits Times Singapura menguat 26,47 poin (0,89 persen) menjadi 3.014,17.

(mds/MDS/ant)
IHSG selama pekan lalu bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat hingga menembus rekor tertingginya. Selama sepekan IHSG naik sebesar 0,89% sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap kinerja emiten Indonesia pada kuartar kedua 2010.

“Euforia ini tidak hanya terjadi di bursa Indonesia melainkan juga terjadi di Bursa Amerika sebagai bursa acuan dunia serta bursa lainnya di Eropa dan Asia,” ulas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam revew-nya yang dikutip detikFinance, Senin (2/8/2010).

Seperti diketahui, pada pekan lalu indeks Dow Jones mencapai pekan terbaiknya pada tahun ini. Indeks Dow Jones mampu menguat sebesar 7,1% selama bulan Juli. Penguatan Dow Jones minggu lalu didorong oleh sentimen tumbuhnya pendapatan perusahaan-perusahaan besar di Amerika pada kuartal II-2010.

Walaupun demikian penguatan Dow Jones sempat tertahan pada pekan terakhir perdagangan minggu lalu setelah dirilisnya ekspektasi pertumbuhan GDP Amerika pada kuarter kedua 2010 yang tumbuh lebih rendah dibanding kuarter sebelumnya.

“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa apa yang telah dikatakan presiden the Fed di depan Senat AS mengenai potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS bukanlah isapan jempol belaka,” urainya.

Sentimen negatif mengenai kondisi makroekonomi AS tersebut telah menekan Dow Jones sehingga melemah 0,01% pada akhir perdagangan pekan lalu dan diprediksi pelemahan tersebut akan berlanjut pada perdagangan pekan depan.

“Lebih jauh para analis mempercayai bahwa Bursa Amerika minggu depan akan mendapatkan ujian baru dengan dirilisnya laporan pertumbuhan pekerjaan dan Indeks kepercayaan konsumen bulanan yang diprediksi pasar akan kembali turun. Dua sentimen tersebut akan menentukan arah pergerakan bursa saham Amerika,” jelas Fikri.

Kondisi makroekonomi Amerika yang tidak menggemberikan tersebut dipercaya akan memberikan dampak kepada bursa saham Indonesia. Sentimen negatif mengenai ekonomi amerika akan menjadi penggerak investor asing untuk melakukan aksi profit taking mengingat bursa Indonesia sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan dengan bursa lainnya di dunia. Hal ini ditambah dengan berakhirnya sentimen laporan keuangan emiten yang selama satu bulan ini telah menjadi triger utama penguatan bursa saham Indonesia.

“Sebagai dampaknya IHSG minggu depan diprediksi akan mendapatkan tekanan jual dan berpotensi melemah mengingat IHSG selama ini sudah memasuki area jenuh beli. Investor asing diprediksi akan memanfaatkan sentimen negatif dari amerika untuk melakukan aksi jual. Kondisi tersebut telah terlihat pada perdagangan akhir pekan lalu dimana investor asing mencatatkan penjualan bersih (net buy sell) sebesar Rp 25,48 miliar,” papar Fikri.

Sumber: detikcom
Nikkei rises 0.5 percent, Honda gains after earnings

Digg This
Tweet This
Share on LinkedIn
Share on Facebook
Related News
Nikkei may edge lower but falls seen limited
7:26pm EDT
CORRECTED – CORRECTED-Honda Q1 jumps on stronger sales; raises forecast
Fri, Jul 30 2010
Honda lifts forecasts after strong sales drive Q1
Fri, Jul 30 2010
Nikkei slips on fears US recovery stalling; Sony up
Fri, Jul 30 2010
UPDATE 1-Honda lifts forecasts after strong sales drive Q1
Fri, Jul 30 2010
Stocks

HONDA MOTOR CO.,LTD.
7267.T
¥2,773
+64.00+2.36%
9:19am GMT+1000
TOKYO | Sun Aug 1, 2010 8:09pm EDT
(Reuters) – Japan’s Nikkei edged up 0.5 percent on Monday, as gains in shares of companies that reported strong earnings offset concerns about the strength of the U.S. economy.

Honda Motor Co (7267.T) climbed 1.7 percent to 2,755 yen after posting its best quarterly operating profit in 2- years and raised its forecasts despite a sharp rise in the yen.

The benchmark Nikkei .N225 rose 41.79 points to 9,577.97, while the broader Topix .TOPX gained 0.2 percent to 850.95.

(Reporting by Elaine Lies)
Senin, 26/07/2010 10:20 WIB
PPh Final Transaksi Saham
PB-Co – detikFinance

Jakarta – Saya bermain saham sejak 1989. Dalam hal ini tidak semua pemain saham mengalami keuntungan, tapi dalam pembayaran pajak jual saham, semua pemain saham baik ungtung atau rugi pasti dipotong PPh Final 1 promil oleh pihak BEI (bukan sekuritas/broker)dari Nilai Transaksi Jual. Jadi semua saham yang dijual pasti 100% sudah membayar PPh Final meskipun pemain-pemain saham tidak pernah diberikan bukti potong oleh BEI.

Pertanyaan

A Kepada siapa penjual saham harus minta bukti-potong PPh Final tersebut bila yang memotong yakni BEI tidak pernah memberikannya? Apakah broker atau sekuritas mau membuat bukti potong untuk investornya bila sebenarnya bukan broker yang telah memotong PPh tersebut?

Bila broker atas dasar belas kasihan mau menolong investornya untuk membuatkan bukti potong. Apakah broker tidak melanggar ketentuan-ketentuan khusus dalam Penjualan Saham di BEI?

Kami perlu penjelasan karena banyak investor akan mengalami kesulitan pajak yang memusingkan, padahal ia sudah 100% membayar pajak PPh Final tadi.

Jawaban

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.04/1997 Pasal 4 Pengenaan Pajak Penghasilan atas penjualan saham di bursa efek dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggaraan bursa efek melalui perantara pedagang efek/broker saham pada saat pelunasan transaksi penjualan saham.

Perantara pedagang efek/broker saham dapat memberikan bukti pemotongan PPh Final sesuai dengan permintaan dari customernya, sehingga saran kami sebaiknya meminta bukti pemotongan PPh Final tersebut sebagai bukti keabsahan pemotongan PPh Final atas penjualan saham di bursa efek apabila terjadi pemeriksaan pajak.

Agung Suhermin, Supervisor – PB Taxand Surabaya
… gw mah sante aja denger pertanyaan seperti ini: spt 2009 gw dilampiri print-out laporan dari broker udah cukup … apalagi lumayan gede pph-nya, padahal modal gw cukup cekak seh secara rata-rata investasi saham, karena gw berhasil bermaen di kisaran 1 M (dengan modal di bawah 50 Jt-100 Jt) … lumayan ga tukh 🙂  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/07/kurang-dari-rp100-jt-bisa-maen-saham-rp-1m-taon-2009/

EKONOMI
31/07/2010 – 15:09
Sepekan, IHSG Catat Rekor Dua Kali
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik sepekan ini membukukan kenaikan 0,89%. Meksipun jenuh beli, indeks masih mampu meraih rekor level tertinggi dalam dua sesi perdagangan. Positifnya kinerja emiten menjadi katalisnya.

Berada di atas level 3.000, membuat investor gamang. Mereka pun merealisasikan keuntungan pada saham-saham unggulan, dimana sektor perkebunan CPO mengalami penurunan terbesarnya. IHSG di awal pekan ini pun anjlok 18 poin atau 0,6% pada 3,023, menemukan support pada 3,014 dan resistance pada 3,062, dengan nilai perdangan Rp4,1 triliun .

Koreksi IHSG ini sudah diperkirakan para analis sebelumnya. Tingginya rasio harga saham dibanding pendapatan perusahaan atau price to earning ratio (PER), menunjukkan bahwa IHSG saat ini sudah mahal. Terlihat dari PE ratio sekitar 30 kali, jauh lebih tinggi ketimbang bursa regiobal Asia dengan kisaran rata-rata 15 kali.

Bahkan price earning (PE) saham unggulan di Bursa Efek Indonesia mencapai 18 kali,”Investor pun memanfaatkan momentum ini untuk aksi ambil untung,” kata Nico Omer Jonckheere, Vice President Asia Valbury Securities.

Kendati demikian, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan. Seperti HEXA, yang valuasinya masih terlalu murah dengan PE ratio 4 kali. Kemudian TINS yang merespon kenaikan harga timah.

Namun, koreksi ini tidak berlangsung lama. Indeks mulai berbalik menguat 17 poin atau 0,59% pada 3,041 setelah sempat menyentuh resistance 3,061. Beberapa saham yang menopang kenaikan indeks adalah TLKM, ASII, BBNI, UNTR dan PTBA.

Hal ini merespon sentimen positif dari AS, dimana iIndeks Dow Jones ditutup tiga digit setelah proyeksi membaiknya kinerja FedEx, emiten jasa kurir dan kargo yang identik sebagai parameter aktifitas ekonomi sektor riil di AS.

Selain meningkatnya data penjualan rumah baru di atas ekspektasi Wall Street. Kenaikan data tersebut memicu optimisme baru, bahwa surutnya pemulihan perumahan AS pasca berakhirnya pemberian stimulus pajak akhir April silam, tidak akan terjadi.

Analis dari Anugerah Securindo Indah, Viviet S. Putri mengatakan, indeks berhasil membukukan kenaikan. Sentimen positif berasal dari fundamental ekonomi Indonesia, dimana Bank Indonesia menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,9% dari sebelumnya 5,8%. “Capital inflow juga masih banyak di pasar, sehingga ada peluang untuk akumulasi,”katanya.

Dua hari perdagangan selanjutnya, bursa berhasil mencatatkan level tertinggi barunya, dimana pada Rabu (28/7), IHSG berada di level 3.057,475, atau naik 15 poin (0,5%). Sedangkan pada Kamis (29/7), IHSG kembali menunjukkan performa terbaik di dunia, dengan mencetak rekor di level 3.096,816, atau naik 39 poin (1,3%).

Sentimen individual emiten sangat nyata mempengaruhi pergerakan harga saham, terutama oleh kinerja keuangan semester pertama. Beberapa saham unggulan yang menopang indeks, antara lain JSMR, DILD, AKRA, BBNI, ASII, BBCA, BBRI, GGRM, UNVR dan INDF.

Investor asing terus konsisten membukukan pembelian bersih ke market domestik dengan rata-rata nilai beli sekitar Rp300 miliar per hari. Bahkan pada Kamis, aliran dana asing yang masuk mencapai Rp1 triliun, hingga membawa IHSG mendekati 3.100.

Padahal, laju penguatan Dow Jones dua hari ini mulai tertahan setelah data consumer confidence AS turun ke level terendahnya dalam lima bulan terakhir menjadi 50,4 dari 54,3. Demikian juga data durable goods orders yang turun 1%. Hal ini meyakinkan investor bahwa pemulihan ekonomi AS benar-benar melambat.

Optimisme justru datang dari perekonomian China, yang menyatakan pertumbuhan ekonomi mereka masih lebih dari cukup. Hal ini langsung direspon dengan rally indeks Shanghai sebesar 11% dari level terendahnya tahun ini. Perlahan bursa China mulai pulih dari kondisi bearish-nya, dan hal ini sangat membantu menopang optimisme di bursa komoditas.

Antiklimaks terjadi di penghujung pekan ini, dimana IHSG akhirnya ditutup melemah 27,536 poin (0,89%) ke level 3.069,280. Aksi jual terlihat pada investor asing yang mencatatkan penjualan bersih (net selling) Rp25,48 miliar.

Tim riset BNI Securities mengatakan, koreksi Wall Street yang direspon negatif oleh bursa regional Asia, membawa IHSG melemah. “Investor pun memanfaatkan momen ini untuk profit taking,” katanya.

Indeks saham di Wall Street kembali terkoreksi dipicu earning emiten yang mengecewakan. Indeks Nasdaq dan S&P 500 tertekan oleh saham teknologi seperti Akamai Technologies, Nvidia Corp dan Symantec Corp. Indikator-indikator ini akhirnya menyeret turun Wall Street secara keseluruhan. [mdr]
… bulan AGU$Tu$ ADALAH BULAN $ERIu$ maen saham beneran … artinya R1$1k0 maen saham beneran TERMASUK KATEGORI WASPADA … koreksi dahsyat pernah terjadi pada bulan Agustus … tapi tren bullish pun terbentuk lepas dari PERTENGAHAN bulan Agustus … jadi ada ekspektasi peluank terbentuk pada sesudah pertengahan Agustus … cuma saja, gw pernah juga ga terlalu berhasil dalam memprediksikan ihsg pada Agustus 2009, karena tren bullish memang sedang GANAS-ganasnya akibat bearishness 2008, dan pemulihan ekonomi global yang baru mulai terbentuk … well, balek ke tabel hasil penelitian ihsg :

ihsgbulananrata1989-2008.gif (499×394)

jelas bulan historis Indonesia ini terancam koreksi dahsyat pertama, sebelum berlanjut ke koreksi dahsyat September dan Oktober … well, 3 bulan ke depan akan banyak memberikan ekspektasi harga murah saham, sekaligus peluank GAIN besar bagi yang KEBETULAN timingnya pas … namun jika terjebak, well, ga diharapin seh, akan berimbas buruk dalam penantian ke November 2010 … liat aja dah

Jumat, 30/07/2010 16:11 WIB
IHSG Akhirnya Terpangkas 27 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan akhir pekan ini di teritori negatif setelah terus menerus menciptakan rekor tertingginya sejak awal pekan. Rontoknya saham PT Astra International Tbk (ASII) memberi kontribusi besar bagi luruhnya IHSG.

Pelemahan IHSG sudah mulai tampak di awal perdagangan, bersamaan dengan melemahnya bursa-bursa regional lainnya. Saat dibuka, IHSG langsung melemah tipis 4,402 poin (14%) ke level 3.092,414. Namun IHSG cepat berbalik arah menguat dan sempat mencapai titik tertingginya pada 3104,079.

Namun rekor itu tidak bertahan lama karena selanjutnya koreksi atas saham unggulan terutama ASII menyeret IHSG ke teritori negatif. Saham ASII mengalami koreksi teknikal setelah sebelumnya mengalami kenaikan besar merespons keluarnya laporan keuangan.

Di sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah 10,147 poin (0,33%) ke level 3086,669. Pelemahan IHSG terus membesar di sesi II, dengan mayoritas saham-saham unggulan mengalami pelemahan.

Pada perdagangan Jumat (30/7/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 27,536 poin (0,89%) ke level 3069,280. Indeks LQ 45 melemah 6,911 poin (1,16%) ke level 589,925.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level 8.955 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.975 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat menguat hingga 8.950 per dolar AS.

Ini berarti akhirnya IHSG turun dari rekor tertingginya. Sebelumnya, rekor tertinggi IHSG dipegang pada perdagangan Kamis, 29 Juli ketika IHSG sempat menembus rekor tertinggi intraday di level 3097,19 sebelum akhirnya ditutup pada level 3096,815.

Bursa-bursa regional sebagian besar juga mengalami koreksi di akhir pekan ini:
Indeks Komposit Shanghai melemah 10,61 poin (0,40%) ke level 2,637,50.
Indeks Hang Seng melemah 64,01 poin (0,30%) ke level 21.029,81.
Indeks Nikkei-225 melemah 158,72 poin (1,64%) ke level 9.537,30.
Indeks Straits Times melemah 14,52 poin (0,48%) ke level 2.983,13.
Indeks Komposit Seoul melemah 11,55 poin (0,65%) ke level 1.759,33.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 125.309 kali pada volume 6.063 juta lembar saham senilai Rp 3,267 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 126 saham turun dan 64 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 2.050 menjadi Rp 50.700, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 9.900, Indofood (INDF) turun Rp 100 menjadi Rp 4.625, BCA (BBCA) turun Rp 250 menjadi Rp 5950, Unilever (UNVR) turun Rp 200 menjadi Rp 16.950.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 8.450, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 20.150, Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 50 menjadi Rp 5.200, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 75 menjadi Rp 2.675. (qom/qom)

Jumat, 30/07/2010 11:45 WIB
Sesi I
IHSG Akhirnya Disambangi Koreksi
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan rekor tertinggi di level 3.100. Koreksi atas saham-saham unggulan terutama PT Astra International Tbk (ASII) membuat IHSG terkulai lemas.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah tipis 4,402 poin (14%) ke level 3.092,414. Indeks LQ 45 juga melemah 1,121 poin (0,19%) ke level 595,715. Namun IHSG cepat berbalik arah menguat dan sempat mencapai titik tertingginya pada 3104,079.

Namun rekor itu tidak bertahan lama karena selanjutnya koreksi atas saham unggulan terutama ASII menyeret IHSG ke teritori negatif. Saham ASII mengalami koreksi teknikal setelah sebelumnya mengalami kenaikan besar merespons keluarnya laporan keuangan.

Pada perdagangan Jumat (30/7/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah 10,147 poin (0,33%) ke level 3086,669. Indeks LQ 45 juga melemah 2,701 poin (0,45%) ke level 594,135.

Rekor tertinggi IHSG dipegang pada perdagangan Kamis, 29 Juli ketika IHSG sempat menembus rekor tertinggi intraday di level 3097,19 sebelum akhirnya ditutup pada level 3096,815.

Sementara bursa-bursa regional lainnya juga mengalami koreksi hingga sesi siang ini.
Indeks Hang Seng melemah 105,75 poin (0,50%) ke level 20.988,07.
Indeks Nikei-225 melemah 171,78 poin (1,77%) ke level 9.524,24.
Indeks Straits Times melemah 14,25 poin (0,48%) ke level 2.983,40.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 68.105 kali pada volume 4.009 juta lembar saham senilai Rp 1,338 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 81 saham turun dan 78 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 51.850, Unilever (UNVR) turun Rp 100 menjadi Rp 17.050, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 menjadi Rp 5400, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.425.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 menjadi Rp 19.650, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 20.150, BW Plantations (BWPT) naik Rp 50 menjadi Rp 770.

(qom/qom)
Jumat, 30/07/2010 09:49:31 WIB
IHSG dibuka melemah tipis 0,10 poin pagi ini
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun tipis 0,10 poin ke posisi 3.096,71 dari level 3.096,81 pada penutupan perdagangan Kamis sore.
… back from NZ to oz … wow, dingin jadi anget lage … cuma beda suhu sekira 5 derajat, bikin beda abis …
Indeks bergerak pada kisaran 3.091,90 – 3.100,61.

Dari 409 saham yang menopang indeks, baru dua saham yang menguat, 11 tertekan dan 396 lainnya belum berubah.

Secara individu, saham Bank Rakyat Indonesia memotori penurunan indeks pada bursa dengan kontribusi sebesar minus 1,52 poin, disusul oleh Bank Mandiri 1,29 poin, Indocement Tunggal Prakarsa 0,45 poin, dan International Nickel Indonesia 0,31 poin.

Saham PP London Sumatra menahan penurunan indeks pagi ini dengan menyumbang 0,08 poin, disusul oleh Hexindo Adiperkasa 0,05 poin.

Penurunan IHSG pagi ini tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh lima dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar 52,50%, diikuti oleh infrastrktur utilisasi 36,94%, jasa dan perdagangan 16,49%, consumer goods 10,11%, konstruksi & properti 1,17%.

Pelemahan tipis pada pembukaan pagi ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang dibuka turun 0,01 poin menjadi 290,32. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 289,76 – 290,85.(er)

Stocks on brink of breakout
Fri, Jul 23 2010
By Leah Schnurr
NEW YORK (Reuters) – Wall Street enters next week on the cusp of a breakout in U.S. stocks, but it will need another spate of convincing earnings reports to feed the rally that sprouted at the end of this week.
The markets endured malaise with poor economic data and downbeat testimony from Federal Reserve Chairman Ben Bernanke on Wednesday but turned decisively after a number of strong results pointed to better times ahead.
Next week brings more results from bellwethers like Chevron (CVX.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz), DuPont (DD.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) and Boeing (BA.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz). The trick will be turning the whipsaw action into accumulated gains — and hoped-for improvements in volume — that would signal an upturn in sentiment.
“There’s a constant struggle between the bulls and the bears when in fact the answer is in the middle ground. This market is more like a turkey and not a bull or a bear,” said Brian Jacobsen, chief portfolio strategist at Wells Fargo Fund Management in Menomonee Falls, Wisconsin.
Investors have been forced to readjust their expectations for the economy, with data showing the pace of the recovery has gone from a sprint to a crawl.
It has also prompted a divisive argument over the likelihood of an encore recession. But if worries over a double dip are starting to be washed out of the market, an unexpected positive could fuel the market higher.
STANDING ON 1,100
The broad S&P 500 also finds itself standing on top of a key resistance level that could turn into a floor for the market. The index closed at 1,102.66, just above the psychologically important 1,100 level for the first time in a month. The level has been a hard one to hold and could buoy the market if the move is ultimately a decisive one.
With the S&P 500 edging out of official correction territory, trading down about 9 percent from this year’s April high, analysts appear to have reconciled themselves to a slower recovery than they had hoped for. A correction is generally defined as a 10 percent decline from the top.
“All the indicators still indicate growth, we’re just not growing as quickly as we were when we were coming off the bottom, and that makes total logical sense,” said Michael O’Rourke, chief market strategist at BTIG LLC in New York.
O’Rourke added he believes the selloff has run its course, and the early July low will prove to be the low for the year.
Analysts will be hoping to see more earnings season cheer from industrials companies next week after a slew of manufacturers this week topped expectations and raised full-year profit forecasts.
General Electric Co (GE.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) added positive sentiment to the sector on Friday by raising its dividend by 20 percent, illustrating the conglomerate’s confidence it has put the worst of the recession behind it.
Options traders are betting on positive momentum for Boeing and DuPont following their earnings next week, said Andrea Kramer, analyst at Schaeffer’s Investment Research in Cincinnati, Ohio.
Boeing’s 10-day call/put ratio shows investors have bought calls over puts in the open market at a faster clip only 6 percent of the time during the past year. In DuPont, near-term traders have been more optimistically aligned toward the stock only 1 percent of the time during the past year, according to Kramer.
The options market also points to wide overall price movements next week as options volume continues to be low, said Steve Claussen, chief investment strategist at online brokerage OptionHouse.com in Chicago.
As of Thursday’s close, 13.8 million options traded overall versus 16.6 million in mid-June.
“Summer rallies start because of low volume, since not a lot of people want to get in the way of selling anything, and then it suddenly builds, as people say, it starts to chase performance,” Claussen said.
ECONOMY IS WILD CARD
But the economy will remain the wild card, with the potential to pour cold water on investor enthusiasm and a round of top-tier economic data will be looked at to determine the strength of the economic recovery.
The Federal Reserve’s Beige book of economic conditions will also be scrutinized for any illumination of Bernanke’s comment that the outlook is “unusually uncertain.”
Analysts will also digest the results of the European stress tests on banks. But if Friday’s session is an indication, market movement will likely be muted.
New home sales will kick off the week, with data expected to show a rise to 320,000 units in June, according to a Reuters poll of analysts. More housing data on Tuesday includes the Case-Shiller home price index, which is expected to rise 4 percent year-over-year in May.
Also on Tuesday, consumer confidence is expected to come in at 51 for July, a slight dip from the month before. Durable goods orders on Wednesday are forecast to rise 1 percent in June.
Weekly initial jobless gains on Thursday are expected to ease to 460,000 from 464,000 the week before. Investors will get another look at the consumer on Friday with the final July reading of consumer sentiment, which is forecast to rise from the preliminary July reading.
Lastly will be the first reading for second-quarter gross domestic product. Investors are expecting the economy to grow by 2.5 percent, compared to 2.7 in the first quarter.
(Reporting by Leah Schnurr; Editing by Kenneth Barry)
23/07/2010 – 16:12
Akhir Pekan, IHSG Berhasil Menguat 1,07%
Susan Silaban

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Mengakhiri pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil ditutup naik 32,10 poin (1,07%) ke level 3.042,02.

Penguatan indeks kali ini masih ditopang saham-saham berbasis komoditas antara lain sektor agri melejit 63,20 poin ke posisi 1.771, sedangkan sektor pertambang pun melejit 41,53 poin ke posisi 2,293.

Nilai transaksi di bursa berhasil diraup sekitar Rp4,310 triliun dengan volume transaksi sebanyak 5,451 miliar lembar saham yang ditopang 129 saham menguat, 88 saham melemah dan 76 saham stagnan. Indeks pendukung JII naik 6,61 poin ke posisi 478 serta LQ435 pun naik 6,39 poin ke posisi 588.

Adapun saham-saham yang mendukung kenaikan adalah AALI naik Rp1.050 ke Rp21.250, DLTA naik Rp1.000 ke Rp92.000, UNTR naik Rp650 ke Rp19.900, LSIP naik Rp550 ke Rp9.150, MERK naik Rp500 ke Rp73.000, ASII naik Rp350 ke Rp50.100, INTP naik Rp250 ke Rp16.950, INCO naik Rp300 ke Rp4.175.

Sedangkan saham yang melemah antara lain, ROTI turun Rp100 ke RP1.890, AUTO turun Rp100 ke Rp15.500, TPIA turun Rp85 ke Rp1.990, FISH turun Rp50 ke Rp600, MDRN turun Rp50 ke Rp750, EXCL turun Rp50 ke Rp4.100, UNVR turun Rp50 ke RP16.350. [san/hid]
Kamis, 22/07/2010 16:08 WIB
IHSG Mati-Matian Bertahan di Atas Level 3.000
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup hanya turun 3 poin setelah seharian bertahan mati-matian berada di atas level 3.000. Meski banyak saham unggulan sudah berada pada titik jenuh jual (oversold), pelaku pasar belum berani masuk terlalu jauh lantaran sentimen global yang kurang baik.

IHSG dibuka naik tipis ke level 3.013,696 dan kemudian sempat menguat ke level 3.019,012, naik 6 poin dari penutupan kemarin di level 3.013,401.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat seiring dengan kenaikan harga-harga saham raksasa perkebunan dan pertambangan. Sayangnya, pada perdagangan sesi II, penguatan IHSG tidak mampu bertahan dan akhirnya jatuh ke zona negatif, sempat menyentuh level 2.997,305.

IHSG bergerak dalam rentang 2.997,305 hingga 3.019,012 pada perdagangan hari ini. Meskipun IHSG berada dalam sentimen koreksi bursa-bursa global, namun pelaku pasar seperti mati-matian menjaga IHSG tetap berada di atas level 3.000.

Hampir sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam perbatasan level 3.000. Untungnya, menjelang penutupan pasar, ada upaya pengangkatan harga-harga saham, sehingga IHSG pun berhasil ditutup di atas level 3.000.

Investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 955,449 miliar, sedangkan aksi jual sebesar Rp 862,063 miliar. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 93,386 miliar.

Pada perdagangan Kamis (22/7/2010), IHSG ditutup turun tipis 3,478 poin (0,12%) ke level 3.009,923. Indeks LQ 45 juga turun tipis 1,785 poin (0,31%) ke level 582,190.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 116.382 kali pada volume 5,473 miliar lembar saham senilai Rp 3,592 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 111 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif dengan didominasi koreksi:

Indeks Shanghai naik 27,01 poin (1,07%) ke level 2.562,41.
Indeks Hang Seng menguat 102,47 poin (0,50%) ke level 20.589,70.
Indeks Nikkei 225 turun 57,95 poin (0,62%) ke level 9.220,88.
Indeks Strait Times naik 27,38 poin (0,94%) ke level 2.953,47.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 9.500 ke Rp 57.500, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 700 ke Rp 5.700, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 16.700, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 150 ke Rp 7.400.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Anker Bir (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 91.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 19.250, XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 4.150, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 5.550.

(dro/qom)
22/07/2010 – 16:18
Tergelincir, IHSG Bertahan di 3.000
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Penguatan indeks saham gabungan di sesi I ternyata tak bertahan lama. Bursa domestik kembali terkoreksi terimbas sentimen negatif Wall Street dan turunnya harga minyak mentah.

Pada perdagangan Kamis (22/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 3,478 poin (0,12%) ke level 3.009,923. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun 1,785 poin (0,31%) ke level 582,190.

Indeks saham domestik pada sesi siang berhasil menguat ke level 3.018, setelah sebelumnya dibuka terkoreksi 0,33% ke 3.003. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama. Koreksi bursa regional Asia kembali membawa turun IHSG ke level 3.009.

Kepala Riset dari PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, IHSG akhirnya terpuruk di zona negatif, setelah mencoba bertahan di zona positif. Kejatuhan bursa Wall Street semalam dan micednya bursa regional menekan laju IHSG,”Investor merealisasikan keuntungan, setelah menguat beberapa sesi terakhir,” katanya.

Pidato Chairman The Fed Ben Bernanke cukup mengecewakan Wall Street. Ia menegaskan, bahwa pemulihan perekonomian Amerika tengah mengalami pelambatan, dan menyebut kondisi ekonomi AS saat ini sebagai ketidakpastian yang tidak biasa.

Selain itu, imbuh Edwin, penurunan harga komoditas minyak mentah ke kiesaran US$76 per barel dan emas ke US$1.175 per troy ons, juga menjadi sentimen negatif bagi saham pertambangan. Namun, indeks saham masih mampu bertahan di atas level 3.000, karena ekspektasi pasar atas rilis laporan keuangan semester pertama 2010 emiten-emiten yang diperkirakan positif.

Sektor-sektor bergerak variatif, dimana sektor perdagangan memimpin pelemahan sebesar 0,8%. Disusul sektor properti yang turun 0,6%, infrastruktur 0,3%, aneka industri 0,15% dan tambang yang turun 0,05%. Sedangkan sektor finansial, industri dasar, perkebunan dan manufaktur masih mampu membukukan penguatan.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia masih cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,473 miliar lembar saham, senilai Rp 3,592 triliun dan frekuensi 116.382 kali. Sebanyak 102 saham naik, 111 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Asing pun masih aktif melakukan pembelian, dengan nilai transaksi bersih (foreign net buy) tercatat sebesar Rp93 miliar. Dimana transaksi beli mendominasi mencapai Rp955 miliar dan transaksi jual hanya Rp862 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 91.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 19.250, XL Axiata (EXCL) turun Rp 150 ke Rp 4.150, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 5.550.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 9.500 ke Rp 57.500, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 700 ke Rp 5.700, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 16.700, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 150 ke Rp 7.400.

Koreksi IHSG terjadi seiring mixednya bursa regional Asia. Indeks Kospi di Korsel turun 0.8% atau 13.25 poin ke level 1735.53, indeks Nikkei turun sebesar 57.95 poin atau 0.6% ke level 9220.88. Sedangkan indeks Shanghai naik 27,01 poin (1,07%) ke level 2.562,41 dan indeks Hang Seng menguat 102,47 poin (0,50%) ke level 20.589,70. [mdr]
Kamis, 22/07/2010 07:28 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap-siap Tinggalkan 3000
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup mantap di level 3.000, sekaligus menciptakan rekor terbarunya. Penguatan bursa-bursa regional membuat aliran dana asing terus mengalir masuk ke pasar Indonesia.

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), IHSG ditutup naik 17,960 poin (0,59%) ke level 3.013,401. Indeks LQ 45 juga naik tipis 3,199 poin (0,55%) ke level 583,975.

Namun setelah menembus rekor tertingginya di level 3000 tersebut, posisi IHSG kini rawan profit taking. Apalagi sebagian besar bursa utama dunia juga mengalami koreksi. IHSG pada perdagangan Kamis (22/7/2010) diprediksi bergerak melemah dan turun dari tahta 3.000.

Bursa Wall Street berakhir di teritori negatif merespons komentar Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang menyatakan perekonomian AS kini menghadapi ‘ketidakpastian yang tidak biasa’.

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), indeks Dow Jones melorot 109,51 poin (1,07%) ke level 10.120,45. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 13,91 poin (1,28%) ke level 1.069,57 dan Nasdaq melemah 35,16 poin (1,58%) ke level 2.187,33.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan ini dengan koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 59,85 poin (0,65%) ke level 9.218,98.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Indeks berhasil menembus level 3.000 kemarin terdorong oleh saham pertambangan dan perkebunan yang merupakan imbas dari kenaikan harga komoditas. Selain itu investor diindikasikan juga mulai melakukan spekulasi beli sebagai antisipasi keluarnya laporan keuangan. Meski indeks berhasil menembus level 3.000, pergerakan indeks hari ini dibayangi oleh profit taking. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.989-3.030.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 17 point (+0.59%) dan membawa IHSG menuju new high dan ditutup di level tertinggi pada 3013 dan jika kita lihat IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan walaupun kita harus berhati hati terhadap aksi profit taking karena Indikator stochastic dan RSI menunjukan IHSG telah berada di level overbought, dari transaksi RG menunjukan asing melakukan net buy sebesar 18 milliar saja, pada hari ini IHSG akan berada dalam kisaran 2960 – 3030. saham yang dapat diperhatikan pada hari ini seperti ELTY, dan BUMI

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 17.96 point menjadi 3013.40 (0.6%). Indeks berhasil mencetak rekor tertingginya dengan menembus level 3000, sentimen positif dari penguatan bursa global mempengaruhi pergerakan indeks. Pergerakan indeks juga ditopang oleh kenaikan saham-saham pertambangan setelah mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak global. Secara teknikal indeks masih berpeluang melanjukan kenaikan, namun para investor harus waspada, mengingat pergerakan indeks telah mendekati zona overbought. Pegerakan indeks kami perkirakan berkisar antara 2980-3028. Saham rekomendasi kami adalah INCO dan ELTY.

(qom/qom)

22/07/2010 – 06:12
Ayo ‘Trading Buy’ Saham ‘Lagging’
Natascha & Asteria

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan hari ini. Trading buy saham yang belum menguat signifikan, seperti DILD dan ROTI.

Arif Budiman, analis dari Phillips Securities mengatakan, masih ada peluang kenaikan indeks hari ini, didukung faktor global dan regional. Tertembusnya level 3.000, mengkonfirmasi peluang penguatan indeks lebih lanjut. “IHSG bisa menguat lebih lanjut, dengan tren kenaikan semakin jelas,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, pada akhir tahun ini, indeks diperkirakan dapat menyentuh level 3.355. Namun, dengan pencapaian saat ini di level 3.013, bukan tidak mungkin target tersebut akan lebih cepat terealisasi.

Arif menuturkan, indeks saat ini butuh koreksi yang agak dalam untuk mengkonfirmasi penguatan permanen. Apalagi sejak awal tahun, IHSG mengalami kenaikan sebesar 19%. “Namun, potensi pelemahan sangat kecil kemungkinan terjadi pekan ini,” ujarnya.

Selain adanya momentum laporan keuangan pada pekan depan yang diprediksikan bagus, fundamental ekonomi domestik yang positif, didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, akan mengerakkan penguatan bursa lebih lanjut. “Jadi peluang koreksi tidak akan terjadi pekan ini,” ucapnya.

Pada perdagangan kemarin, terjadi peralihan dana investor yang cepat dalam penguatan bursa. Dimana saham komoditas tambang batubara mulai naik, di tengah koreksi saham perkebunan. Mengingat beberapa saham sudah mengalami kenaikan, investor disarankan melakukan daily trading beberapa saham. “Manfaatkan saham yang belum menguat signifikan dan posisi masih agak di bawah,” paparnya.

Salah satu emiten yang direkomendasikan adalah PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI). Hal ini terkait valuasinya yang masih murah, ketimbang PT Indofood (INDF), PT Unilever (UNVR) dan PT Mayora (MYOR).

Meskipun perbandingan antar emiten ini sebenarnya tidak sejenis, Arif menilai, saham ROTI dapat diklasifikasikan dalam sektor consumer goods. Untuk kelas ini, ROTI masih cenderung tertinggal ketimbang emiten lain yang sudah menguat pesat. “Sentimen positif lain berasal dari daya tarik ROTI, yang notabene baru IPO,” ucapnya.

Sedangkan emiten lain yang disarankan adalah PT Intiland Development (DILD ). Menurutnya, emiten konstruksi ini akan melakukan stock split dengan perbandingan 1:2 pada 26 Juli pekan depan. Aksi korporasi ini akan membuat DILD lebih likuid. “Target harga DILD jelang stock split adalah di kisaran 1.400,” ujarnya.

Emiten ini juga menarik dengan posisi kas yang kuat setelah mendapat dana murah dari rights issue. Harganya pun akan terus dijaga di level tinggi karena bandar ingin mendapat gain dari selisih harga right dengan harga saat ini.

Pada perdagangan Rabu (21/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 17,960 poin (0,59%) ke level 3.013,401. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,744 miliar lembar saham, senilai Rp4,151 triliun dan frekuensi 120.876 kali.

Sebanyak 132 saham naik, 71 saham turun, dan 74 saham stagnan. Asing mencatatkan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebanyak Rp234 miliar, dimana nilai transaksi jual mendominasi sebesar Rp1,408 triliun dan nilai transaksi beli hanya mencapai Rp1,173 triliun. [ast/mdr]
Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif merespons komentar Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang menyatakan perekonomian AS kini menghadapi ‘ketidakpastian yang tidak biasa’.

Mengawali perdagangan, saham-saham bergerak flat menjelang pidato tengah tahunan Bernanke di Kongres. Namun saham-saham langsung bergerak melemah dengna cepat setelah Bernanke memberikan testimoni seputar kebijakan moneter.

“Proyeksi perekonomian masih menghadapi ketidakpastian yang tidak biasa. Bank Sentral masih mempersiapkan sejumlah kebijakan lanjutan yang diperlukan guna membantu perekonomian AS,” jelas Bernanke dalam pidatonya seperti dikutip dari AFP, Kamis (22/7/2010).

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), indeks Dow Jones melorot 109,51 poin (1,07%) ke level 10.120,45. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah 13,91 poin (1,28%) ke level 1.069,57 dan Nasdaq melemah 35,16 poin (1,58%) ke level 2.187,33.

“Aksi jual terjadi di pasar karena tidak ada ‘obat’ yang diberikan dari komentar Bernanke terhadap meningkatnya ancaman deflasi, berlebihnya kapasitas ekonomi dan gagalnya sistem kredit,” ujar Joe Battipaglia, analis dari Stifel Nicolaus seperti dikutip dari Reuters.

Investor kini masih ragu-ragu untuk mengambil komitmen besar pada saham-saham sehubungan meningkatnya kekhawatiran seputar outlook perekonomian, dipicu data-data ekonomi yang mengecewakan.

“Mempertimbangkan apa yang telah dilakukan The Fed, ini menjadi peringatan ketika tiba waktunya mereka merasa perlu melakukan hal yang lebih banyak,” ujar Peter Boockvar, analis dari Miller Tabak & Co.

Nasdaq merosot menyusul anjloknya saham Yahoo hingga 8,5% setelah mengungkapkan pendapatannya meleset dari perkiraan Wall Street.

Perdagangan tidak berjalan ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,68 miliar lembar saha, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

Sumber: detikcom
EKONOMI
21/07/2010 – 08:59
Rawan Tekanan Jual, IHSG Hari Ini Diuji di 2.970-3.011

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta Rawan tekanan jual, IHSG pada perdagangan Rabu (21/7) ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.970-3.011.

Pergerakan IHSG kemarin yang cenderung mix to positif berhasil ditutup mendekati level tertingginya di 2.996, sehingga berpeluang untuk breakout dari level tersebut. Pergerakan volume yang kembali turun membuatnya berada di bawah rata-rata dari 20 harinya.

Fast moving oscillator yang telah cukup lama berada di area overbought patut diperhatikan oleh pelaku pasar, mengingat akan rawan terhadap tekanan jual yang dapat terjadi. “Untuk hari ini indeks akan bergerak di kisaran 2.970-3.011,” ujar Trimegah Securities dala rekomendasi pasarnya hari ini. [cms]
Rabu, 21/07/2010 16:08 WIB
Berkali-Kali Gagal, IHSG Akhirnya Mantap di Level 3.000
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini naik 17 poin ke level 3.013. Penguatan saham-saham pertambangan berhasil mempertahankan IHSG di atas level 3.000.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.995,736 dan kemudian sempat menguat ke level 3.011,964, naik 16 poin dari penutupan kemarin di level 2.995,441.

Pada awal perdagangan, hampir seluruh saham-saham raksasa unggulan diburu investor sehingga berhasil mengangkat level IHSG cukup tinggi. Namun saham-saham sektor perkebunan kemudian mengalami tekanan jual cukup dalam. Penurunan ini memicu aksi jual massal yang sempat membuat IHSG jatuh ke zona merah di level 2.994,212.

Untungnya, sentimen positif bursa-bursa regional Asia ditambah pembukaan bursa-bursa Eropa yang menguat cukup tinggi dengan rata-rata di atas 1% berhasil membuat IHSG bertahan di atas level 3.000.

Saham-saham unggulan sektor migas, perbankan dan pertambangan di Eropa menjadi penopang penguatan. Meski saham-saham di sektor yang sama Bursa Efek Indonesia (BEI) belum terlalu mengikuti tren penguatan di Eropa, namun peluang penguatan bisa terjadi pada perdagangan besok.

Kendati demikian, investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,407 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,173 triliun. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 233,875 miliar.

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), IHSG ditutup naik 17,960 poin (0,59%) ke level 3.013,401. Indeks LQ 45 juga naik tipis 3,199 poin (0,55%) ke level 583,975.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 120.876 kali pada volume 5,744 miliar lembar saham senilai Rp 4,151 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 71 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:

Indeks Shanghai naik tipis 6,65 poin (0,26%) ke level 2.535,39.
Indeks Hang Seng menguat 184,58 poin (0,91%) ke level 20.449,17.
Indeks Nikkei 225 turun tipis 21,63 poin (0,23%) ke level 9.278,83.
Indeks Strait Times melemah 10,86 poin (0,37%) ke level 2.937,60.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 92.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 35.300, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.350, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 300 ke Rp 15.700, BRI( BBRI) naik Rp 200 ke Rp 9.950.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 400 ke Rp 12.600, Smart (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 3.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 16.550, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 16.500.

(dro/qom)
Rabu, 21/07/2010 09:54 WIB
IHSG Gagah Pijak Level 3.000
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menembus level 3.000 setelah berkali-kali gagal dan sempat terjatuh cukup dalam. Sebtimen positif bursa global memberikan peluang IHSG menutup perdagangan hari ini di atas level 3.000.

Pada perdagangan Rabu (21/7/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.995,736 dan kemudian sempat menguat ke level 3.011,685, naik 16 poin dari penutupan kemarin di level 2.995,441.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG langsung naik menembus level 3.000 seiring dengan penguatan sebagian besar saham-saham unggulan di berbagai sektor.

Tren penguatan IHSG terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan di sektor pertambangan dan perbankan, serta saham Astra International (ASII). Saham sektor perkebunan yang kemarin naik tinggi sudah menunjukkan aksi jual dan nyemplung ke zona negatif.

Kendati demikian, daya beli masih cukup kuat. IHSG berpeluang menutup perdagangan hari ini di atas level 3.000 sekaligus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah.

Bursa Wall Street yang semalam ditutup menguat setelah sempat menurun akibat terseret koreksi bursa-bursa Eropa, membuat bursa-bursa regional Asia pagi ini bergerak dengan didominasi penguatan.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 2.960 hingga 3.030 pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 09.50, IHSG berada di level 3.010,434 naik 14,993 poin (0,50%).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat ke level 9.040 per dolar AS dari penutupan kemarin di level 9.045 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia didominasi penguatan pada perdagangan pagi ini:

Indeks Shanghai naik tipis 0,58 poin (0,02%) ke level 2.529,31.
Indeks Hang Seng naik 125,54 poin (0,60%) ke level 20.386,85.
Indeks Nikkei 225 naik 21,19 poin (0,23%) ke level 9.321,65.
Indeks Strait Times naik 12,92 poin (0,43%) ke level 2.944,75.

(dro/dro)
Rabu, 21/07/2010 07:48 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Sentuh Level 3000
Nurul Qomariyah – detikFinance
…. rasanya agak sulit mengelakkan betapa rumitnya untuk MENCEGAH kenaikan 0,2% menuju 3000, ihsg memang sudah sekira dari 6 bulan tertahan di 2900-an dan setidaknya 7 kali menerobos 2980 dan 6X menerobos 2990, sehingga ekspektasi semua investor bahwa ihsg akan menerobos 3000 di tengah tanda positif bursa global tidak mudah ditundukkan … semoga berbarengan dengan hari wisuda anak gw, ihsg mulus dan bertahan di level 3000 … buat yang sudah ketinggalan kereta karena menunggu ihsg anjlok ke 2500-an, well, gw cuma bisa :)) … liat aja dah

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat menciptakan rekor terbarunya setelah sempat terseok-seok di awal perdagangan dan sempat menyentuh teritori negatif.

Pada perdagangan Selasa (20/7/2010), IHSG ditutup naik 19,869 poin (0,66%) ke level 2.995,441. Indeks LQ 45 juga naik 3,372 poin (0,58%) ke level 580,776.

Sentimen positif kembali hadir di lantai bursa, terutama dari penguatan bursa-bursa utama dunia. Hal itu diprediksi bisa membawa IHSG pada perdagangan Rabu (21/7/2010) untuk menyentuh level 3.000.

Bursa Wall Street berhasil bangkit dari keterpurukannya. Bursa Wall Street sempat terpuruk setelah Goldman Sachs mengumumkan laporan keuangan yang tidak sesuai ekspektasi.

Pada perdagangan Selasa (20/7/2010), indeks Dow Jones ditutup naik 75,53 poin (0,74%) ke level 10.229,96. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 12,23 poin (1,14%) ke level 1.083,48) dan Nasdaq menguat 24,26 poin (1,10%) ke level 2.222,49.

Sementara Bursa Jepang juga dibuka langsung melesat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik hingga 101,61 poin (1,11%) ke level 9.404,07.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Sentimen regional menjadi faktor penggerak indeks yang kemarin ditutup mendekati level psikologis 3.000. Aksi beli terlihat mendominasi sepanjang sesi 2 perdagangan kemarin. Saham sektor perkebunan terlihat menjadi salah satu incaran pemodal. Untuk beberapa waktu mendatang, seiring dengan minimnya sentimen dalam negeri, faktor regional masih akan menjadi katalis utama bagi IHSG. Antisipasi beli diperkirakan juga mulai mewarnai pergerakan indeks seiring dengan periode laporan keuangan semester 1. Kisaran support-resistance hari ini 2.983-3.007.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 19 point (+0.67%) di bantu oleh saham2 CPO basis seperti LSIP, AALI hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran bahwa fenomena la nina akan membawa curah hujan yang besar sehingga akan mengurangi produksi CPO dunia (Reuters), dan jika kita lihat dari chart IHSG pada hari selasa tutup di kisaran level resistance di 2995, asing pada hari mencatat net buy sebesar 216 milliar dan asing mencatat net buy terbesar di sektor plantation, sehingga indeks pada hari ini berada dalam kisaran 2960 – 3030.

(qom/qom)
190710:
EKONOMI
19/07/2010 – 16:42
Koreksi, Indeks Menjauhi Level 3.000

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pada awal pekan ini ditutup turun karena banyaknya sentimen negatif baik internal maupun eksternal. IHSG semakin menjauh dari level spikologis 3.000 dan pencapaian rekor baru pekan lalu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (19/7) ditutup melemah 16,8 poin (0,56%) ke level 2.975,57. Volume perdagangan tercatat 3,08 miliar, senilai Rp2,6 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 134 saham turun, 65 saham masih mengalami penguatan dan 82 tercatat stagnan. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,1 poin ke 468,53 dan LQ45 turun 3,6 poin ke 577,4. Tekanan yang terjadi di pasar saham sudah terlihat sejak pembukaan yang melemah 33,73 poin atau 1,13% ke level 2.958,72.

Menurut pengamat pasar modal, Satrio Utomo, tekanan terhadap pasar modal berasal dari internal dan eksternal. Dari internal dengan laju inflasi Juni yang tinggi sangat berperan menahan indeks. Sebab ke depan akan menghadapi puasa, lebaran dan tahun baru, yang berarti inflasi juga akan tinggi.

“Faktor inflasi Juni yang tinggi sangat menekan IHSG karena akan mempengaruhi bulan berikutnya,” katanya kepada INILAH.COM, Senin (19/7). Kondisi ini menjadi sentimen negatif sektor perbankan yang sangat terkait dengan tingkat inflasi. Inflasi juga dipakai untuk memutuskan BI rate oleh Bank Indonesia (BI).

“Tetapi selain itu, IHSG juga sudah menyentuh level resistance di 2.950 dan level psikologis 3.000. Jadi pasar akan melakukan koreksi dalam jangka pendek,” jelasnya.

Sementara dari ekternal, bursa regional masih terkoreksi terimbas data ekonomi China yang tidak menggembirakan. Bursa Asia juga ikut terseret saham perbankan yang kurang menggembirakan. Sentimen negatif lain dari indeks Dow Jones yang juga sudah terlalu tinggi di kisaran 9.700-9.800. Data ekonomi AS yang jelek memberi kesempatan Dow untuk koreksi.

Untuk IHSG sebenarnya dalam jangka panjang masih bullish. Sebab dana asing masih masuk ke pasar saham dan rupiah. Dana asing masih mengincar saham bluechip dan saham-saham BUMN yang akan IPO. Sektor yang masih aktif menahan pelemahan indeks diperkirakan dari sektor perbankan dan CPO.

Adapun saham-saham yang naik di antaranya, PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) menguat Rp400 ke Rp9.700, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp250 ke Rp19.000, PT Kalbe Farma (KLBF) terangkat Rp150 menjadi Rp2.475, PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp100 ke Rp15.250 dan PT London Sumatera (LSIP) melambung Rp100 ke Rp7.900.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terkoreksi Rp550 ke Rp37.650, PT Bukit Asam (PTBA) melemah Rp450 ke Rp16.650, PT Astra International (ASII) terperosok Rp450 ke Rp49.300, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) anjlok Rp150 ke Rp4.400, PT Indospring (INDS) turun Rp100 ke Rp2.500, serta PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp100 ke Rp5.600. [hid]
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seperti tak bertulang. Sesaat setelah pembukaan, indeks langsung terjun bebas. Pada pukul 09.41, indek berada di posisi 2.965,740. Itu artinya, indeks mengalami penurunan sebesar 27,710 poin.

Sejumlah saham yang menjadi lagging movers pada pagi ini antara lain PT Indosat Tbk, PT bank Mandiri Tbk, PT Astra International Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Penurunan indeks mengikuti pergerakan bursa regional. Asal tahun saja, mayoritas saham di bursa regional keok pagi ini.

Kendati mengalami penurunan, namun, sepanjang tahun ini, IHSG sudah mengalami kenaikan sebesar 16,8%. Sementara, jika dibanding tahun lalu, kenaikannya sudah mencapai 40,5%. Dalam setahun terakhir, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 2.996,42 pada 5 April 2010 lalu. Sementara, level terendah IHSG selama setahun terakhir berada di posisi 2.060,62 pada 17 Juli 2009.

Sumber : KONTAN.CO.ID

16/07/2010 – 09:34
… sorry, gw lage di oz, jadi rada tersendat updatenya yooo… gw seh tetap harus pantau n update kalo sempat n ada akses yang gratisan 😛
Jumat, 16/07/2010 09:45 WIB
IHSG Melemah 4 Poin, Rupiah Menguat Tipis
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis seiring melemahnya bursa-bursa regional Asia. Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke posisi Rp 9.045/US$ dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp 9.048/US$.

Pada perdagangan Jumat (16/7/2010), IHSG dibuka melemah 4,485 poin atau 0,15% ke level 4,485. Indeks LQ 45 juga melemah 1,064 poin (0,18%) ke level 577,486.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG turun 5,110 poin (0,17%) ke level 2.975,487. Indeks LQ45 juga turun 1,301 poin (0,22%) ke level 577,249.

Hingga pukul 09.40 waktu JATS, IHSG tetap tak berdaya dan masih berada di zona merah pada posisi 2972,937, turun 0,26% atau 7,660 poin. Sementara indeks LQ 45 berada di posisi 576,604, turun 1,946 poin atau 0,34%.

IHSG diprediksi masih akan menurun hari ini karena sebelumnya pada perdagangan Rabu telah mencetak rekor terbaru dengan ditutup pada level 2.981,059, sedangkan rekor intraday terbaru berada di level 2.994,587 masih pada hari yang sama.

Mayoritas saham-saham Asia melemah setelah menyusutnya manufaktur AS dan harga wholesale, yang mendorong kekhawatiran akan terhambatnya pemulihan ekonomi. Saham-saham teknologi melemah setelah Google Inc mencatatkan laba yang meleset dari estimasi.

Hynix Semiconductor Inc dengan sekitar 24% dari penjualannya di Amerika Utara, turun 5% di Seoul. Sony Corp (-2.8%) di Tokyo, di tengah spekulasi krisis AS akan memangkas ekspor.

Berikut kondisi bursa regional pagi ini:

* Indeks Komposit Shanghai turun 12,18 poin (0,50%) ke level 2.412,12
* Indeks Hang Seng turun 8,52 poin (0,04%) ke level 20.247,10
* Indeks Nikkei 225 anjlok 155,04 poin (1,60%) ke level 9.530,49
* Indeks Straits Times turun 0,49 poin (0,02%) ke level 2.943,06

Sementara nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke posisi Rp 9.045/US$ dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp 9.048/US$.

(ang/qom)
BUMI Anjlok, IHSG Jumat Pagi Melemah 4,91 Poin ke 2.975,69

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Jumat (16/7) pagi melemah 4,91 poin atau turun 0,16% ke level 2.975,69.

Pelemahan IHSG pagi ini dipicu turunnya 20 saham, sementara 13 saham naik dan 43 saham stagnan.

Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 19,74 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp23,86 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 pagi turun 1,21 poin ke level 577,33, sedang JII turun 0,76 poin ke level 467,48.

Saham-saham yang melemah tajam pagi ini adalah BMRI turun 2,381% ke Rp6.150, SMGR turun 0,52% ke Rp9.450, LSIP turun 0,66% ke Rp7.500, INCO turun 0,67% ke Rp3.675, JSMR turun 1,14% ke Rp2.150 dan BUMI turun 1,09% ke Rp1.800. [cms]

Rabu, 14/07/2010 12:11 WIB
IHSG Cetak Rekor Baru 2.985
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tajam dan mencetak baru di 2.985 pada perdagangan sesi I hari ini. Sentimen positif bursa global membeirkan angin segar bagi IHSG mencetak rekor penutupan baru sore nanti.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.961,709 dan kemudian langsung menguat ke level 2.994,587, naik 33 poin dari penutupan kemarin di level 2.961,512.

Penguatan saham-saham raksasa unggulan dan saham-saham lapis dua menopang kenaikan IHSG sesi I ini, dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan, perkebunan, infrastruktur serta saham Astra International (ASII).

Sentimen positif bursa-bursa regional Asia dan wall street tadi malam memberikan kekuatan IHSG untuk naik mencetak rekor baru hari ini.

Pada perdagangan hari ini, IHSG kembali mencetak rekor intraday di level 2.994,587. Jika pada penutupan sore nanti IHSG berhasil bertengger di atas level 2.971, maka IHSG akan mencetak rekor tertingginya yang baru.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (13/7/2010) IHSG berhasil mencetak level tertinggi baru (all time high) untuk perdagangan intraday di level 2.978,506. Sebelumnya, posisi tertinggi untuk perdagangan intraday terjadi pada 30 April 2010 di level 2.972,917. Sedangkan posisi penutupan tertinggi IHSG sebelumnya di level 2.971,252 juga pada 30 April 2010.

Investor asing juga masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 138 miliar.

Pada perdagangan Rabu (14/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 23,671 poin (0,79%) ke level 2.985,183. Indeks LQ 45 juga naik 4,295 poin (0,74%) ke level 578,325.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.042 kali pada volume 3,106 miliar lembar saham senilai Rp 1,890 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 69 saham turun dan 70 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat:

Indeks Shanghai naik 25,81 poin (1,05%) ke level 2.476,10.
Indeks Hang Seng menguat 209,62 poin (1,03%) ke level 20.640,68.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 241,95 poin (2,54%) ke level 9.779,35.
Indeks Strait Times naik 16,30 poin (0,56%) ke level 2.945,00.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 850 ke Rp 49.050, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 750 ke Rp 4.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 38.650, Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 350 ke Rp 4.300.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 34.450, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 6.050, SCTV (SCMA) turun Rp 40 ke Rp 1.060, Bank Permata (BNLI) turun Rp 30 ke Rp 1.450.

(dro/qom)
Rabu, 14/07/2010 09:37 WIB
Siap Jajal Rekor Baru, IHSG Genggam 2.994
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tajam 33 poin ke level 2.994 atau mendekati level 3.000 pada awal perdagangan hari ini. Penguatan saham-saham raksasa unggulan di segala sektor siap menghantar IHSG mencetak rekor baru.

Pada perdagangan Rabu (14/7/2010), IHSG dibuka naik tipis ke level 2.961,709 dan kemudian langsung menguat ke level 2.994,587, naik 33 poin dari penutupan kemarin di level 2.961,512.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG langsung naik 23,084 poin (0,77%) ke level 2.984,596. Indeks LQ45 juga naik 5,877 poin (1,02%) ke level 579,907.

Hampir seluruh saham-saham unggulan mengalami kenaikan cukup tajam pada awal perdagangan hari ini. IHSG langsung melesat mendekati level 3.000 dan siap mencetak rekor intraday dan penutupan baru pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan kemarin, Selasa (13/7/2010) IHSG berhasil mencetak rekor intraday baru di level 2.978,506. Rekor intraday IHSG sebelumnya terjadi pada 30 April 2010 di level Rp 2.972,917. Untuk rekor penutupan IHSG tertinggi di level 2.971,252 pada 30 April 2010.

Penguatan IHSG diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan hari ini, seiring kenaikan tajam bursa-bursa utama dunia. IHSG diprediksi bergerak menguat dan akan menjajal rekor baru lagi hari ini

Bursa Wall Street tadi malam juga menguat tajam karena optimisnya para investor terhadap laporan keuangan kuartal kedua perusahaan pembuat aluminium Alcoa Inc dan operator kereta api CSX Corp.

Demikian pula bursa Jepang yang langsung meriah, dengan indeks Nikkei-225 dibuka melesat hingga 217,94 poin (2,29%) ke level 9.755,17.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 2.915 hingga 2.980 pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 09.35, IHSG berada di level , naik poin (%).

Bursa-bursa Asia seluruhnya menguat tajam pada perdagangan pagi ini:

Indeks Shanghai naik 30,48 poin (1,24%) ke level 2.480,76.
Indeks Hang Seng naik tajam 264,99 poin (1,30%) ke level 20.696,05.
Indeks Nikkei-225 naik 270,13 poin (2,83%) ke level 9.807,36.
Indeks Strait Times naik 23,80 poin (0,81%) ke level 2.952,50.

(dro/dro)

Selasa, 13/07/2010 17:11 WIB
Dana Perlindungan Investor Ditarik dari Sekuritas
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan bahwa pendanaan untuk penyelenggaraan fungsi Investor Protection Fund (IPF) tidak akan diambil dari dana APBN, melainkan akan ditarik dari perusahaan efek (broker).

“Kita purpose nggak usah ada dana dari pemerintah. kita minta dari industri (broker) berupa interest fee dan annual fee,” jelas Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Friderica Widyasari Dewi kepada detikFinance di kantornya, SCBD Jakarta, Selasa (13/7/2010).

Dana perlindungan investor ( IPF) merupakan dana yang disiapkan khusus untuk menalangi dana nasabah jika terjadi lagi penggelapan dana seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini seperti PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Sarijaya. Sebelumnya ada berbagai opsi pendanaan, baik dari pemerintah ataupun secara mandiri, seperti fee Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, BEI ingin pendanaan bisa ditarik setiap tahun dalam bentuk fee. Sayang, Friderica belum bisa menentukan besaran pembebanan dana kepada broker tersebut.

“Itu belum karena masih awal sekali,” ungkapnya.

Rencana pembentukan investor protection fund sudah dimulai tiga tahun lalu. Wacana yang berkembang adalah, akan dibetuk badan baaru diluar SRO yang selama ini beroperasi.

Tapi, demi efisiensi kerja otoritas pasar modal, BEI menginginkan agar tugas ini diserahkan kepada KPEI, yang selama ini memang mencatat ekening efek seluruh nasabah.

“Dari kunjungan kita, ditemukan bahwa lembaga yang ada hanya diisi sedikit personil. Di Washington 30 orang, di Jepang hanya 8 orang. Ga ush dibikin, di KPEI aja,” tegasnya.

Sebelum adanya IPF, otoritas bursa hanya bisa mengembalikan efek nasabah, tentunya setelah melalui proses verifikasi. Efek dapat dikembalikan karena datanya tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada dana nasabah yang dapat dikembalikan lantaran tidak ada lembaga penjaminan dana nasabah. KPEI hanya menjamin dana transaksi, bukan dana nasabah di rekening efek nasabah.

(wep/dro)

Selasa, 13/07/2010 08:26:35 WIB
Bersabar menunggu level 3.000
Oleh: Ratna Ariyanti & Indra
JAKARTA (Bisnis.com): Sektor perbankan dan properti diperkirakan mampu melanjutkan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini meski masih di bawah level 3.000, mengingat faktor pendapatan dan kinerja berupa pertumbuhan kredit dan proyek baru keduanya yang diperkirakan positif.

Analis PT Waterfront Securities Ishfan Helmy Arsad mengatakan dorongan untuk menembus titik resistan di level 2.940 kemarin terlihat kuat dan hari ini indeks diperkirakan bergerak dari titik topang 2.890 menuju titik resistan 2.970.

“Dana asing masih masuk dan menggerakkan indeks. Selain itu, sentimen dari regional dalam hal ini kinerja kuartal kedua yang diperkirakan membaik juga mendorong IHSG,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan demikian pula dengan sektor properti. Laporan emiten yang belum diaudit menunjukkan adanya lonjakan laba yang didapatkan oleh emiten sektor itu yang sekaligus menandakan berjalannya pemulihan perekonomian.

Namun, dukungan dari sektor perbankan dan properti itu belum serta-merta mengerek indeks ke level psikologis baru pada 3.000. IHSG kemarin berada pada 2.958,79, menguat 0,50%. Saham yang naik a.l. PT Astra Agro Lestari Tbk, yang menguat 0,5% ke Rp18.700 dan PT Bank Central Asia Tbk yang terangkat 0,9% ke Rp5.900.

Naiknya sebagian besar saham blue chip menyebabkan indeks LQ-45 turut terangkat 0,60% ke level 573,37. Bersamaan dengan itu, indeks BISNIS-27 juga mencatat kenaikan sebesar 0,54% ke level 277,32.

Total transaksi beli yang dilakukan investor asing kemarin mencapai Rp993,85 miliar, sedangkan transaksi jual Rp591,90 miliar. Adapun, total beli bersih oleh investor asing mencapai Rp401,95 miliar.

Ekspor China

Penguatan indeks terjadi seiring dengan penguatan bursa dunia, meski tipis. Indeks Dow Jones misalnya terangkat 0,58% ke 10.198,03, ditopang membaiknya data ekspor China. Penguatan itu didorong masih adanya ketidakyakinan mengenai pemulihan ekonomi global.

Faktor lain adalah membaiknya harga komoditas dunia, khususnya minyak bumi memberikan angin segar bagi indeks hingga ditutup dalam teritori positif. Kontrak minyak di New York diperdagangkan pada level US$76,09 per barel.

Sejumlah bursa Asia kemarin mengalami penurunan karena sejumlah faktor di antaranya kekalahan yang dihadapi oleh partai berkuasa di Jepang, Democratic Party of Japan, pimpinan Perdana Menteri Naoto Kan.

Indeks Nikkei 225 turun 3,71 poin atau 0,39% ke level 9.548,11, indeks Shanghai naik 19,80 poin atau 0,80% ke level 2.490,72, indeks Hang Seng naik 88,77 poin atau 0,44% ke level 20.467,43, dan Straits Times naik 0,36 poin atau 0,01% ke level 2.917,53.(er)
Selasa, 13/07/2010 07:42 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Bergerak Labil
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup naik tipis dan gagal mempertahankan rekor tertingginya yang sempat tercapai pada intraday. Koreksi atas saham-saham unggulan membuat kenaikan IHSG menyusut.

Pada perdagangan Senin (12/7/2010), IHSG ditutup naik 14,895 poin (0,50%) ke level 2.958,791. Indeks LQ 45 juga naik 3,436 poin (0,60%) ke level 573,373.

Pergerakan IHSG yang ragu-ragu diprediksi masih akan berlangsung hingga perdagangan Selasa (13/7/2010) ini. Investor masih akan menunggu sejumlah laporan keuangan emiten yang akan segera keluar.

Bursa-bursa regional pun masih bergerak cukup ragam seiring belum adanya sentimen baru di pasar. Bursa Wall Street kemarin ditutup hanya menguat tipis mengantisipasi keluarnya laporan keuangan.

Pada perdagangan Senin (12/7/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 18.24 poin (0,18%) ke level 10.216,27. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 0,79 poin (0,07%) ke level 1.078,75 dan Nasdaq menguat 1,91 poin (0,09%) ke level 2.198,36.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan hari ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 46,31 poin (0,495) ke level 9.594,42.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 14 point (+0.50%) pada awal perdagangan minggu ini asing melakukan net buy sebesar 402 milliar terutama di sektor coal mining dan bangking, jika kita lihat dari chart terlihat pada hari senin mendekati resistance di harga 2980 dan dari stochastic terlihat saham ini berada di area oversold sehingga kita dapat berhati- hati, pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 2928 – 2996.

(qom/qom)
Senin, 12/07/2010 16:08 WIB
IHSG Gagal Cetak Rekor Baru
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya gagal mencetak rekor baru meski sempat menembus angka 2.971 pada perdagangan tadi pagi. Pelemahan indeks-indeks saham Eropa memicu aksi jual yang menahan laju kenaikan indeks-indeks saham Asia.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.942,127 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.972,562, naik 29 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.943,896.

IHSG sempat menembus level penutupan tertinggi sepanjang sejarah yang terjadi pada 30 April 2010 di level 2.971,252. Sedangkan posisi tertinggi IHSG untuk perdagangan intra day di level 2.972,917 pada perdagangan 30 April 2010.

Pada perdagangan sesi I tadi pagi, penguatan saham-saham raksasa perbankan berhasil mengangkat IHSG cukup tinggi. Sayangnya, penguatan itu tidak bertahan lama, sehingga IHSG gagal menutup perdagangan awla pekan ini dengan mencetak rekor baru.

Indeks-indeks saham Eropa yang kebanyakan dibuka melemah dipicu oleh koreksi saham-saham pertambangan memicu pelemahan harga-harga saham komoditas di Asia, termasuk IHSG. Indeks saham tambang yang tadi pagi menguat cukup tinggi, kini mendekati zona merah menyusul indeks saham perkebunan yang sudah lebih dahulu nyemplung ke zona negatif.

Indeks Nikkei 225 bahkan berbalik arah dan ditutup di zona merah, sedangkan laju kenaikan indeks-indeks Asia lainnya mengendur lantaran terjadinya koreksi bursa-bursa Eropa yang menandai akhir dari rally panjang saham-saham Eropa.

Kendati demikian, investor asing masih terus didominasi aksi pembelian sebesar Rp 993,851 miliar dengan aksi jual sebesar Rp 591,901 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 401,950 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/7/2010), IHSG ditutup naik 14,895 poin (0,50%) ke level 2.958,791. Indeks LQ 45 juga naik 3,436 poin (0,60%) ke level 573,373.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 94.100 kali pada volume 4,595 miliar lembar saham senilai Rp 3,180 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 99 saham turun dan 66 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia juga semula menguat juga mengendur lantaran terseret pelemahan bursa-bursa Eropa:

Indeks Shanghai naik 19,80 poin (0,80%) ke level 2.490,72.
Indeks Hang Seng menguat 88,77 poin (0,44%) ke level 20.467,43.
Indeks Nikkei 225 turun 37,21 poin (0,39%) ke level 9.548,11.
Indeks Strait Times naik tipis 0,36 poin (0,01%) ke level 2.917,53.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 3.000 ke Rp 48.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 650 ke Rp 3.325, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 ke Rp 6.150, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 200 ke Rp 6.950.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 37.900, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 18.800, Smart (SMAR) turun Rp 225 ke Rp 3.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.250.

(dro/qom)

Senin, 12/07/2010 12:09 WIB
Colek Rekor Tertinggi 2.971, IHSG Pimpin Kenaikan Indeks Asia
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 26 poin setelah sempat menembus rekor penutupan tertinggi. Penguatan saham raksasa perbankan menopang IHSG naik tertinggi di Asia.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.942,127 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.972,562, naik 29 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.943,896.

IHSG menguat cukup tinggi hingga sempat menembus rekor tertinggi untuk penutupan perdagangan 30 April 2010 di level 2.971,252. Sedangkan posisi tertinggi IHSG untuk perdagangan intra day di level 2.972,917 pada perdagangan 30 April 2010.

Penguatan saham-saham raksasa perbankan memimpin laju kenaikan IHSG, diiringi dengan penguatan saham sektor pertambangan dan konsumsi. Sejak awal perdagangan, IHSG terus menunjukkan tanda-tanda penguatan kontinyu.

Tren penguatan bursa-bursa regional Asia yang terus berlanjut memberikan angin segar bagi perdagangan IHSG hari ini. Investor asing juga terus mencatat pembelian bersih sebesar Rp 230 miliar.

Pada perdagangan Senin (12/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 26,506 poin (0,90%) ke level 2.970,402. Indeks LQ 45 juga naik 5,934 poin (1,04%) ke level 575,871.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 56.355 kali pada volume 2,735 miliar lembar saham senilai Rp 1,540 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 61 saham turun dan 68 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia juga seluruhnya menguat:

Indeks Shanghai naik 19,99 poin (0,81%) ke level 2.490,91.
Indeks Hang Seng menguat 137,41 poin (0,67%) ke level 20.516,07.
Indeks Nikkei 225 naik 21,20 poin (0,22%) ke level 9.606,06.
Indeks Strait Times naik 7,82 poin (0,27%) ke level 2.924,99.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Sarana Menara (TOWR) naik Rp 650 ke Rp 3.325, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 200 ke Rp 1.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 6.100, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 16.450, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 9.450, BCA (BBCA) naik Rp 150 ke Rp 7.550.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 18.950, Tri Polyta (TPIA) turun Rp 125 ke Rp 2.075, Adira Finance (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 9.500, First Media (KBLV) turun Rp 90 ke Rp 510.

(dro/qom)
Senin, 12/07/2010 09:44 WIB
Penguatan Saham Bank Kerek IHSG Tembus 2.960
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis namun langsung berbalik arah ke zona hijau seiring dengan penguatan saham-saham raksasa perbankan yang naik cukup tinggi. Nilai tukar rupiah melemah tipis ke 9.055/US$.

Pada perdagangan Senin (12/7/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.942,127 dan kemudian langsung balik arah menguat ke level 2.960,004, naik 17 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.943,896.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG dibuka turun tipis 1,409 poin (0,04%) ke level 2.942,487. Indeks LQ45 juga melemah tipis 0,359 poin (0,07%) ke level 569,578.

Pada awal perdagangan, kubu penjual mencoba melakukan aksi jual selektif di beberapa saham unggulan untuk memicu penurunan harga-harga saham. Untungnya, aksi beli berhasil memukul mundur aksi jual tersebut.

IHSG pun langsung bertengger di zona positif dan naik cukup tinggi seiring dengan tren penguatan bursa-bursa Asia. Penguatan saham-saham raksasa perbankan masih menjadi motor penguatan IHSG pagi ini.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 2.911 hingga 2.980 pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 09.39, IHSG berada di level 2.955,791, naik 11,895 poin (0,40%).

Bursa-bursa utama dunia cukup fluktuatif dalam pergerakan yang sempit. Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu juga ditutup menguat tipis.

Pada perdagangan Jumat (9/7/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 59,04 poin (0,58%) ke level 10.198,03. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 7,70 poin (0,72%) ke level 1.077,95 dan Nasdaq menguat 21,05 poin (0,97%) ke level 2.196,45.

Sementara Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin ini dengan koreksi tipis merespons pemilu parlemen bawah. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 44,85 poin (0,47%) ke level 9.540,47.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis ke level 9.055 per dolar AS dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level 9.045.

Bursa-bursa Asia masih melanjutkan tren penguatan:

Indeks Shanghai naik tipis 0,96 poin (0,04%) ke level 2.471,88.
Indeks Hang Seng naik 71,49 poin (0,35%) ke level 20.450,15.
Indeks Nikkei-225 naik tipis 6,79 poin (0,07%) ke level 9.592,11.
Indeks Strait Times naik tipis 6,41 poin (0,22%) ke level 2.923,58.

(dro/dro)

Jutaan S1 Nganggur, Butuh Generasi Muda Berinisiatif Tinggi
Sabtu, 10 Juli 2010 – 16:35 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Fakta bahwa sulitnya mencari pekerjaan membuat generasi muda di Indonesia seharusnya memiliki insiatif. Inisiatif yang dimaksud bukan hanya mencari pekerjaan saja, tetapi justru menciptakan peluang dan lapangan kerja sendiri.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan saat mengunjungi peserta seleksi ujian masuk Kementerian Keuangan yang diselenggarakan di Istana Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/7/2010).

“Inisiatif untuk mereka itu harus dipersiapkan agar dapat menjadi entrepreneur dan kalau perlu dapat memberi pekerjaan kepada orang lain. Itu harus dipersiapkan. Kalau semua generasi muda hanya mengandalkan mencari pekerjaan, itu sulit,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari satu juta sarjana yang bergelar D3, S1, S2 sampai S3, yang belum mendapatkan pekerjaan atau menganggur.

“Kuncinya kita butuh pertumbuhan ekonomi yang bagus, dan agar ekonomi bisa lebih banyak bergerak, maka kita juga harus bisa menciptakan lapangan kerja,” tukasnya.

Untuk itu, lanjutnya, dia berharap generasi muda dapat mencari peluang walaupun dengan mengambil risiko. “Karena dalam mewujudkan peluang itu, menjadi nilai tambah bagi generasi muda. Dan akhirnya ia mempersiapkan pekerjaan untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.(css)
090710:
… pelan tapi pasti, para PENJUDI KAGETAN PIALA DUNIA are BACK TO THE GAME, yaitu maen saham beneran … welcome back lah 🙂 … terbukti volume transaksi sudah di atas Rp4T lagi, yaitu nyaris 2 kali lipat harian selama piala dunia …
Jumat, 09/07/2010 16:08 WIB
Asing Borong Saham Rp 828 Miliar, IHSG Melesat 27 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan kenaikan 27 poin. Masuknya arus dana asing mencapai Rp 828 miliar berhasil mengangkat IHSG dipimpin oleh penguatan saham-saham sektor perbankan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.916,202 dan kemudian sempat menguat ke level 2.943,960, naik 27 poin dari penutupan kemarin di level 2.915,908.

Pada awal perdagangan, IHSG cenderung bergerak stagnan dan tidak bergairah seiring dengan pergerakan bursa-bursa regional Asia yang juga bergerak mix. IHSG malah sempat menyentuh zona negatif di level 2.909,666.

Untungnya, bursa-bursa regional Asia memantapkan langkahnya di teritori positif dipimpin dengan kenaikan tajam bursa Shanghai dan Hong Kong. Pada perdagangan siang pun, Bursa-bursa Eropa dibuka menguat melanjutkan rally selama beberapa hari terakhir dipimpin penguatan saham perbankan.

Pelaku pasar berbendera asing pun ikutan memburu sejumlah saham perbankan dan sejumlah saham sektor lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi beli selektif asing dengan nilai transaksi cukup besar ini memicu investor domestik ikutan memburu saham-saham yang layak dikoleksi.

Penopang utama kenaikan IHSG hari ini adalah saham-saham perbankan. IHSG pun langsung terangkat cukup tinggi.

IHSG bergerak dalam rentang 2.909,666 hingga 2.943,960 pada perdagangan akhir pekan ini.

Pada perdagangan Jumat (9/7/2010), IHSG ditutup naik 27,988 poin (0,95%) ke level 2.943,896. Indeks LQ 45 juga naik 4,471 poin (0,79%) ke level 569,937.

Investor asing mencatat pembelian cukup besar mencapai Rp 1,793 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 965,125 miliar. Nilai transaksi pembelian bersih (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 828,821 miliar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 102.700 kali pada volume 5,919 miliar lembar saham senilai Rp 4,185 triliun. Sebanyak 100 saham naik, 87 saham turun dan 80 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat cukup tinggi
Indeks Shanghai naik tajam 55,77 poin (2,31%) ke level 2.470,92.
Indeks Hang Seng menguat 328,10 poin (1,64%) ke level 20.378,66.
Indeks Nikkei 225 naik 49,58 poin (0,52%) ke level 9.585,32.
Indeks Strait Times menguat 19,29 poin (0,67%) ke level 2.916,44.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 38.850, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 400 ke Rp 14.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 19.350, Charoen Pokphand (CPIN) naik Rp 375 ke Rp 4.175, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke Rp 47.350.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 3.000 ke Rp 45.000, Golden Truly (GOLD) turun Rp 150 ke Rp 500, Lonsum (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 7.800, PGN (PGAS) turun Rp 125 ke Rp 3.950. (dro/qom)
Jumat, 09/07/2010 09:34 WIB
Listing Perdana
Saham Indopoly dan Evergreen Melesat Tajam
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Saham PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) dan PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, masing-masing dibuka di level Rp 210 dan Rp 160 per saham.

Keduanya merupakan tamu kesembilan dan kesepuluh BEI tahun 2010 setelah pencatatan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Golden Retailindo Tbk (GOLD), PT SkyBee Tbk (SKYB) dan PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR).

Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Jumat (9/7/2010), saham IPOL stagnan di level Rp 210 per saham dari harga penawaran sebesar Rp 210 per saham.

Sedangkan saham GREN dibuka langsung naik sebesar Rp 55 ke level Rp 160 per saham dari harga penawaran sebesar Rp 105 per saham.

Hingga berita ini ditulis, saham IPOL telah bertengger di level Rp 285 per saham, melesat Rp 75. Sedangkan saham GREN bertengger di level Rp 175 per saham, melesat Rp 70.

Indopoly melepaskan 2.300.178.500 lembar saham (35,17%) ke publik pada harga Rp 210 per saham atau totalnya senilai Rp 483,037 miliar. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk OSK sebagai penjamin emisi tunggal.

Seluruh dana hasil penawaran saham perdana akan digunakan untuk pengembangan organik seperti pembangunan pabrik dan membeli mesin. Hasil dana juga digunakan untuk pembangunan pabrik sekitar Rp 450 miliar dan pembayaran pinjaman sekitar Rp 100 miliar kepada CIMB Niaga.

Indopoly merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemasan plastik film Biaxially Oriented Polypro-pylene (BOPP). Produk dari perusahaan tersebut dipasarkan dengan nama merek Ilene dan pabrik berlokasi di kedua negara, Indonesia dan China.

Indopoly memiliki 150 klien diseluruh dunia dari hasil produksi di ketiga pabrik perseroan, di Cikarang, Jawa Barat dan Kunming, Suzhou, China.

Evergreen Invesco melepaskan 2 miliar lembar saham baru kepada publik atau setara dengan 43,43% dari total saham perseroan sebanyak 4,605 miliar saham. Total dana yang akan diperoleh mencapai Rp 210 miliar.

Untuk keperluan IPO ini, Perseroan menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin emisi. Dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan modal kerja dan ekspnasi usaha.

Setelah IPO struktur pemegang saham perseroan akan menjadi Natural Crystal Holding INC sebanyak 2,600 miliar saham (56,46%), dan publik 2 miliar saham (43,43%).

Evergreen, pada saat IPO juga sekaligus akan menawarkan waran seri I sebesar 900 juta lembar yang menyertai saham biasa. Untuk 20 pemegang lembar saham baru, berhak mendapatkan sembilan lembar waran seri I. Dimana setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan tiga tahun.

(dro/dro)

Evergreen dan Indopoly Melantai di Bursa
Evergreen menawarkan saham perdana pada harga Rp105 per unit, sedangkan Indopoly Rp210.
JUM’AT, 9 JULI 2010, 08:20 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Jumat 9 Juli 2010 kembali akan menerima pencatatan (listing) dan perdagangan saham perdana dua emiten baru.

Dua perusahaan yang akan mulai mentransaksikan sahamnya di BEI itu adalah PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) dan PT Indopoly Swakarsa Industri Tbk (IPOL).

Indopoly akan mencatatkan 6,44 miliar saham, sedangkan Evergreen sebanyak 4,6 miliar saham. Saat IPO, Evergreen menawarkan saham pada harga Rp105 per unit, sedangkan Indopoly Rp210 per unit.

Saat IPO, Indopoly menawarkan 2,3 miliar saham. Sementara itu, Evergreen menawarkan dua miliar saham. Dana hasil IPO Evergreen mencapai Rp210 miliar, sedangkan Indopoly sekitar Rp483,03 miliar.

Kedua saham ini akan dicatatkan di papan utama Bursa Efek Indonesia. Evergreen bergerak di sektor perdagangan umum, sedangkan Indopoly di industri pengemasan film.

PT OSK Nusadana Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) saham Indopoly, sedangkan PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai underwriter saham Evergreen.

• VIVAnews
Jumat, 09 Juli 2010 | 08:14

PERATURAN PASAR MODAL

Broker Mulai Pisah Rekening Nasabah

JAKARTA. Demi menjamin keamanan dana investor, beberapa broker telah memisahkan seluruh rekening nasabah dari rekening perusahaan broker. Mereka membentuk subrekening atas nama tiap nasabah agar setiap investor bisa mengecek langsung posisi kepemilikan dana tunai maupun efek setiap saat.

Direktur BNI Securities Jimmy Nyo mengatakan, broker plat merah ini telah membuat rekening bayangan (virtual account) seluruh rekening nasabah, sebagai langkah awal pembentukan subrekening. Broker ini akan memindahkan seluruh aset nasabahnya pada satu bank yang tidak terafiliasi dengan BNI Securities.

BNI Securities akan menunjuk satu bank lokal. “Saat ini sedang tender beberapa bank,” ujar Jimmy, awal pekan ini. Begitu mendapatkan mitra kerjanya, BNI Securities akan memberitahukan kepada seluruh nasabah.

Sayang, Jimmy enggan membeberkan nama-nama bank yang sedang mereka seleksi. Yang pasti, bank tersebut di luar empat bank pembayaran, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Permata Tbk. PT Bank Negara Indonesia Tbk juga tak termasuk karena terafilitasi dengan BNI Securities.

Direktur Utama Panin Sekuritas I Made Rugeh Ramia juga menyatakan Panin telah memisahkan rekening nasabahnya dari rekening perusahaan. Cuma, rekening mereka masih ditempatkan di bank terafiliasi, yakni Bank Panin.

Rugeh bilang, sejumlah nasabah Panin Sekuritas justru keberatan jika dibuatkan subrekening atas nama mereka langsung. “Sekitar 80% nasabah online trading kami tidak mau dibuatkan rekening sendiri, dengan alasan sudah percaya kepada kami,” tuturnya.

Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida bilang, peningkatan keamanan dan transparansi melalui pemisahan rekening ini sudah seharusnya diterapkan broker. Ini merupakan rangkaian persiapan penerapan sistem otomatisasi transaksi saham atau straight through processing (STP). Target pemberlakuan sistem ini awal tahun 2012.

Ade Jun Firdaus
Jumat, 09 Juli 2010 | 08:07

PROYEKSI IHSG

Efek IPO dan Eropa

JAKARTA. Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi untuk menguat. Beberapa analis menilai, sentimen positif di bursa global akan mendorong indeks.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih memprediksi, IHSG berpeluang menguat dengan kisaran pergerakan 2.960-2.900. Kepala Riset BNI Securities Norico Gaman pun sepakat indeks akan menguat. Ia meramalkan, indeks akan bergerak di kisaran 2.980-2.900.

Alfatih bilang, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang membaik akan mendukung penguatan indeks bursa saham. Norico menambahkan, hasil stress test terhadap perbankan di Eropa sepertinya akan positif.

Di dalam negeri, faktor pencatatan beberapa saham baru juga akan mengerek indeks. Hari ini, PT Indopoly Swakarsa Mandiri Tbk dan PT Evergreen Investo Tbk akan mencatatkan sahamnya.

Kemarin, pencatatan saham Bank Jabar Banten terbukti ikut menopang indeks. Saham baru ini menguat 50% dari Rp 600 per saham menjadi Rp 900 per saham.

Alhasil, IHSG kemarin menguat 0,48% ke posisi 2,915.91. Penguatan ini juga didorong beberapa saham blue chips, seperti ASII, UNTR dan INTP.

Anna Suci Perwitasari
Jumat, 09/07/2010 06:49:07 WIB

Saham apa yang menarik hari ini?
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Sejumlah perusahaan sekuritas mengirimkan rekomendasi saham yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda memilih untuk mengambil aksi jual, beli atau investasi saham lain hari ini.

Tentu saja keputusan untuk melakukan transaksi apapun sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Dalam membuat keputusan investasi, pembaca membuat penilaian independen.

Apa saja saham yang terpilih? Berikut rekomendasinya:

Panin Sekuritas:
Hari terakhir perdagangan pekan ini indeks akan cenderung konsolidasi. Meski kemarin menguat, tetapi indeks gagal ditutup di atas level resistance 2.940-2.950. Kami proyeksikan kisaran support-resistance hari ini 2.900-2.940.

Valbury Asia Securities:
Indeks kesulitan mempertahankan kenaikannya, meski kemarin adalah momentum penguatan karena sentimen positif global dan sukses IPO Bank Jabar Banten. Kondisi itu dapat memicu profit taking atau setidaknya to lower hari ini di kisaran 2.890-2.930.

eTrading Securities:
Saham-saham bluechip kemarin melemah karena discount yang diberikan market kepada TLKM setelah pembagian deviden, sesuai dengan RSI yang masih menurun. Hari ini, IHSG berada dalam kisaran 2.880-2.954.

Sinarmas Sekuritas:
Aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan kemarin diprediksi berlanjut pada perdagangan akhir pekan ini. Indeks bergerak sideways dengan potensi melemah. Rentang gerak 2.891 – 2.935. Cermati : PTBA, BJBR.(er)
08/07/2010 – 15:22
Benarkah Kini Momen IPO Terbaik?
Asteria

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Emiten-emiten yang baru melantai di bursa saham domestik mengalami sukses besar. Setelah SKYB dan GOLD, kini BJBR menjadi buruan pelaku pasar. Inikah momen IPO terbaik?

Viviet S Putri, analis dari Anugerah Securindo mengatakan, saham-saham pendatang baru di bursa melesat, dipicu situasi pasar saat ini yang memang membaik. “Pergerakan bursa regional dan Dow Jones yang terkerek naik juga menambah sentimen positif bagi perusahaan yang baru IPO,” katanya kepada INILAH.COM.

Di awal perdagangan Kamis (8/7), saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) langsung melesat 50% atau naik 300 poin ke Rp900 per saham. Volume transaksi tercatat sebanyak 242.828 saham, senilai Rp106,85 juta dan frekuensi 737 kali.

Apresiasi saham Bank Jabar Banten ini bahkan lebih tinggi dari kenaikan saham perdana PT Skybee (SKYB) dan saham PT Golden Retailindo (GOLD) yang pada awal perdagangan perdananya kemarin naik masing-masing 41,33% dan 48,57%.

Saham GOLD, pemilik supermarket Golden Truly ini, kemarin ditutup di harga Rp520 per saham, atau naik 48,57%. Saham SKYB pun tak kalah mentereng. Emiten yang bergerak di sektor teknologi dan informasi ini, berakhir ditutup di level Rp560 per saham, atau melejit 49,33%.

Dengan 86 juta saham yang ditawarkan di harga Rp350 per sahamnya, GOLD berhasil mengantongi dana sebesar Rp30,1 miliar. Sedangkan SKYB berhasil mengeruk Rp88,125 miliar dari 235 miliar saham yang dilepas di harga Rp375 per saham.

Adapun BPD Jabar Banten melantai hari ini di BEI dengan harga penawaran Rp600 per saham dan nilai nominal per saham Rp250. Dengan harga Rp 600 per saham, Bank Jabar Banten meraup dana sekitar Rp 1,45 triliun.

Sebelumnya, Bank Jabar Banten menawarkan saham perdananya ini di kisaran Rp 510-Rp 680 per saham, dengan jumlah saham awal 1,8 miliar. Namun, adanya kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 4x, BJBR menaikkan jumlah saham yang ditawarkan menjadi 2,4 miliar. Ini berarti porsi saham naik dari 20% menjadi 25%.

Dengan harga penawaran Rp600 per saham, maka saham BJBR ditawarkan pada PBV 2010 sebesar 1,1 kali dan PE 2010 sebesar 7 kali, lebih rendah dari sektor saat ini yaitu PBV 2.7 kali dan PE 15.4 kali. Berdasarkan metode Gordon growth dan asumsi ROE 22%, cost of equity 15% dan dividend payout 50%, maka diperoleh valuasi PBV 2.2 kali atau Rp 1.200 per saham.

Viviet mengakui, IPO bank Jabar Banten memang menarik. Selain fundamental yang positif, stabilnya kenaikan pendapatan perseroan tiap tahun, menjadi katalisnya. Apalagi saham BJBR ini merupakan badan usaha milik pemerintah,”Saya pun memperkirakan valuasinya bisa mencapai Rp1.100,” tuturnya.

Di sisi lain, bagusnya sektor perbankan, juga menjadi faktor pendukung diminatinya saham BJBR. Menurutnya, saat ini investor sedang menunggu rilis laporan keuangan kuartal dua 2010, yang diekspektasikan mengalami pertumbuhan. “Meski CAR turun terkait biaya operasional, sektor perbankan secara fundamental dan moneter cukup kuat,”paparnya.

Viviet pun memperkirakan, di tengah kondisi yang kondusif untuk IPO, melantainya PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (Indopoly) di bursa saham pada perdagangan Jumat (9/7) akan mendulang kesuksesan serupa. “IPO Indopoly akan bagus, mungkin mengalami auto rejection juga,” pungkasnya.

Senada dengan analis Asia Kapitalindo Securities Arga Pradita Sutiono. Menurutnya, saham perdana produsen barang kemasan plastik ini bakal menjadi incaran investor. Selain prospek usahanya lumayan bagus, Indopoly memiliki klien-klien besar seperti Indofood, Unilever, Gudang Garam, Jarum dan HM Sampoerna. “Pangsa pasar mereka sangat tinggi, terlebih mereka punya kedekatan dengan Indofood,” katanya.

Rencananya, Indopoly akan menawarkan 2,3 miliar saham di harga Rp 210 per saham. Perusahaan juga memberikan waran sebanyak 460 juta dengan komposisi setiap pembeli lima saham biasa atas nama akan memperoleh satu waran seri I. [ast]
08/07/2010 – 16:19
Penguatan Indeks tertahan TLKM
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Indeks akhrinya berhasil bertahan di zona positif. Membaiknya brsa regional berhasil memgangkat bursa, kendati tertahap adanya aksi ambil ntung TLKM.

Pada perdagangan Kamis (8/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 13,864 poin (0,47%) ke level 2.915,908. Indeks saham unggulan LQ 45 juga naik 1,672 poin (0,29%) ke level 565,466.

Indeks harga saham dibuka menguat cukup signifikan sebesar 1% ke level 2.931. Namun pergerakan indeks agak tertahan hingga pada penutupan sesi pertama berada di level 2.916 dan akhirnya ditutup di 2.915.

Viviet S Putri, analis dari Anugerah Securindo mengatakan, indeks berhasil bercokol di teritori positif, karena investor luar negeri mulai masuk pasar lagi, seiring hampir berakhirnya pagelaran Piala Dunia. “Kondisi ini terindikasi dari ramainya volume perdagangan di bursa regional Asia,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Namun, penguatan indeks hari ini tertahan akibat jatuhnya saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Pelaku pasar ramai-ramai melepas saham pelat merah ini karena sudah cum dividen. “Ini menyebabkan kenaikan indeks terbatas,” ucapnya.

Hampir semua sektor menguat, kecuali sektor perkebunan, konsumsi dan infrastruktur yang masih memerah. Sedangkan sektor properti memimpin penguatan sebesar 2,2%, diikuti sektor aneka industri yang naik 1,4%, industri dasar 1,2%, perdagangan 0,9%, manufaktur 0,6%, finansial dan tambang 0,5%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mulai ramai kembali, dimana volume transaksi mencapai 5,422 miliar lembar saham senilai Rp 4,036 triliun dan frekuensi transaksi di seluruh pasar 102.071 kali. Sebanyak 122 saham naik, 77 saham turun dan 80 saham stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (Foreign Net Buy) mencapai Rp221miliar. Dimana nilai transaksi beli asing mendominasi sebesar Rp1,486 triliun dan nilai transaksi jual hanya Rp1,265 triliun.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 86.000, Astra International (ASII) naik Rp 750 ke Rp 47.000, United Tractors (UNTR ) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.300.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 18.650, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 38.150, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 9.000, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750, Bukit Asam ( PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.250.

Bursa Asia didominasi penguatan. Hanya indeks komposit Shanghai yang ditutup turun 5,97 poin (0,3%) ke level 2.415,15. Hal ini dipicu kekhawatiran menjelang pencatatan saham Agricultur Bank of China dan pelambatan ekonomi China.

Sedangkan indeks Kospi ditutup naik 22.99 poin (1.4%) di 1698.64. Reboundnya bursa AS dan Eropa Semalam serta aksi beli asing, seriring ekspektasi menguatnya earnings kuartal kedua dari perusahaan besar seperti Samsung Electronics menjadi pemicunya.

Demikian pula indeks Nikkei yang ditutup naik 256,09 poin (2,8%) menjadi 9.535,74, membukukan prosentase kenaikan terbesar sejak Juni. Pelemahan yen memberi tenaga bagi saham unggulan yang sensitif mata uang. Kemudian indeks Hang Seng menguat 193,49 poin (0,97%) ke level 20.050,56 dan indeks Strait Times menguat 36,56 poin (1,28%) ke level 2.897,59. [ast]
080710:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 13 poin pada perdagangan hari ini. Meski sentimen positif bursa global masih berlanjut hari ini, IHSG tak mampu terangkat lebih tinggi lantaran tergerus pelemahan sejumlah saham raksasa.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.902,634 dan kemudian sempat menguat ke level 2.936,259, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.902,044.

Penguatan IHSG di awal perdagangan ditopang oleh kenaikan saham-saham komoditas tambang dan perkebunan serta saham-saham perbankan. Sayangnya, penguatan ini mulai mengendur seiring dengan pembalikan arah saham-saham unggulan sektor perkebunan sawit, konsumsi dan infrastruktur.

Pelemahan tajam saham Telkom (TLKM) yang sempat jatuh lebih dari 3% membuat IHSG sulit naik. Meski koreksi saham TLKM mulai mengendur di akhir perdagangan, namun pelemahan saham-saham raksasa konsumsi serta kenaikan saham Astra International (ASII) yang juga mengendur tajam membuat IHSG tak mampu naik lebih tinggi.

Padahal, sentimen positif bursa global masih berlanjut pada perdagangan hari ini. Penguatan tajam bursa Wall Street tadi malam lebih dari 2% berhasil membuat indeks Nikkei 225 menguat tinggi pagi ini yang kemudian diikuti dengan penguatan indeks Hang Seng menembus level 20.000. Indeks saham Asia pun seluruhnya menghijau, kecuali indeks Shanghai.

Bursa-bursa Eropa pun dibuka menguat siang tadi. Indeks FTSE 100 pun berhasil menembus kembali level 5.000 setelah berhari-hari terjebak di bawah 5.000.

Pada perdagangan Kamis (8/7/2010), IHSG ditutup naik 13,864 poin (0,47%) ke level 2.915,908. Indeks LQ 45 juga naik 1,672 poin (0,29%) ke level 565,466.

Investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,486 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,264 triliun. Nilai pembelian bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 221,351 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 102.071 kali pada volume 5,422 miliar lembar saham senilai Rp 4,036 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 77 saham turun dan 80 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat cukup tinggi:

Indeks Shanghai turun tipis 5,97 poin (0,25%) ke level 2.415,15.

Indeks Hang Seng menguat 193,49 poin (0,97%) ke level 20.050,56.

Indeks Nikkei 225 naik tajam 256,09 poin (2,76%) ke level 9.535,74.

Indeks Strait Times menguat 36,56 poin (1,28%) ke level 2.897,59.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.500 ke Rp 86.000, Astra International (ASII) naik Rp 750 ke Rp 47.000, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.300.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 18.650, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 300 ke Rp 38.150, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 9.000, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.250.

Sumber: detikcom
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memeriksa data perdagangan empat perusahaan efek (broker) lokal terkait ketidakwajaran perdagangan saham PT Eatertainment International Tbk (SMMT).

Empat broker ini tercatat paling aktif dalam perdagangan saham SMMT pada periode 21-28 Juni 2010. Transaksi ini menyebabkan kenaikan saham SMMT secara tidak wajar, hingga BEI terpaksa memberlakukan suspensi terhadap perseroan.

“Kami sudah terima data dari empat broker. Kami sedang tangani,” jelas Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi di kantornya, SCBD Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Berdasarkan hasil transaksi perdagangan 21-28 Juni 2010, keempat broker tersebut adalah PT Bhakti Securities, PT Indopremier Securities, PT Pratama Capital, dan PT Dwidana Sakti Sekurindo.

PT Bhakti Securities yang membeli 82 lot di harga rata-rata Rp 1.161,95. Juga ada PT Indopremier Securities dengan pembelian 77 lot (Rp 900), PT Pratama Capital membeli 50 lot (Rp 580), dan PT Dwidana Sakti Sekurindo membeli 50 lot (Rp 500).

Namun Uriep mengaku belum akan memanggil manajemen keempat broker tersebut. BEI merasa cukup dengan data yang telah diberikan broker.

“Belum, masih periksa data saja,” ucapnya.

Pakai AKSes, BEI Pastikan Tidak Ada Pembukuan Ganda

Uriep menegaskan, pihaknya juga berupaya menggenjot pemakaian kartu AKSes bagi seluruh investor yang terdaftar di AB. Ini penting, agar pemeriksaan data nasabah sesuai dengan apa yang dilaporkan broker yang bersangkutan.

“AKSes, kan nanti terlihat jumlah nasabah berapa? yang disampaikan AB berapa? Jangan sampai ada pembukuan ganda,” paparnya.

Pembukuan ganda, merupakan suatu pelanggaran. Hingga dengan adanya AKSes, dapat meminimalisir hal tersebut.

“Ini pemeriksaan, terkait KYC (Know Your Client). Pemeriksaan juga akan sampai sub rekening efek, dalam rangka penerapan Single Investor ID (Single ID),” pungkasnya.

Sumber: detikcom
Kamis, 08/07/2010 12:14:42 WIB
IHSG jeda siang mendaki 0,51% dimotori Astra
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 14,87 poin atau 0,51% ke level 2.916,91. Indeks bergerak pada kisaran 2.902,63 – 2.936,25.

Dari 405 saham yang menopang indeks, sebanyak 102 menguat, 60 melemah dan 243 tidak beranjak dari posisi sebelumnya.

Secara individu, saham Astra International memotori penguatan indeks dengan kontribusi sebesar 7,14 poin, disusul oleh Bank Rakyat Indonesia 2,31 poin, United Tractors 1,67 poin dan XL Axiata 1,60 poin.

Sejumlah saham yang menahan penguatan indeks adalah Telekomunikasi Indonesia dengan kontribusi 5,08 poin, disusul oleh Bank Central Asia 1,53 poin, Astra Agro Lestari 0,59 poin dan Indofood Sukses Makmur 0,55 poin.

Penguatan IHSG itu tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan oleh enam dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang kenaikan indeks sebesar 53,97%, diikuti oleh aneka industri 48,56%, pertambangan 7,35%, jasa dan perdagangan 7,23%, konstruksi properti sebesar 6,33%, dan industri kimia dasar 6,24%.

Penguatan juga terjadi pada indeks BISNIS-27 yang ditutup naik 1,14 poin atau 0,42% dari level penutupan kemarin menjadi 273,86 saat jeda siang ini. BISNIS-27 bergerak di kisaran 272,74 – 275,98.(er)
Kamis, 08/07/2010 12:09 WIB
Koreksi Tajam Saham Telkom Pangkas Laju IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hanya naik 14 poin pada perdagangan sesi I hari ini. Pelemahan saham Telkom dan sejumlah saham perkebunan serta konsumsi memicu pengikisan laju kenaikan IHSG.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.902,634 dan kemudian sempat menguat ke level 2.936,259, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.902,044.

Penguatan sebagian besar saham-saham unggulan sempat mengangkat IHSG cukup tinggi di awal perdagangan. Penopang utamanya saham-saham sektor komoditas dan perbankan.

Sayangnya, pembalikan arah harga sejumlah saham di sektor perkebunan sawit dan konsumsi, serta pelemahan saham sektor infrastruktur lebih dalam dipicu oleh koreksi saham Telkom (TLKM) mengikis laju IHSG cukup besar. Penguatan saham sektor pertambangan juga ikutan terkikis setelah sempat melambung tinggi di awal perdagangan.

Untungnya penguatan saham-saham sektor perbankan masih cukup kuat diiringi dengan penguatan saham sektor pertambangan dan tentunya penguatan saham Astra International (ASII). IHSG pun berhasil bertahan di zona positif, meskipun tidak sebesar indeks-indeks saham Asia lainnya yang rata-rata menguat lebih dari 1%.

Penguatan tajam bursa Wall Street tadi malam lebih dari 2% berhasil membuat indeks Nikkei 225 menguat tinggi pagi ini yang kemudian diikuti dengan penguatan indeks Hang Seng. Hampir seluruh bursa-bursa di Asia mengalami kenaikan di atas 1%, kecuali bursa Shanghai yang kembali jatuh ke teritori negatif dan IHSG yang mulai mengendur.

Pada perdagangan Kamis (8/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 14,875 poin (0,51%) ke level 2.916,919. Indeks LQ 45 juga naik 1,9 poin (0,33%) ke level 565,694.

Investor asing juga mencatat pembelian bersih sebesar Rp 73 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.036 kali pada volume 2,803 miliar lembar saham senilai Rp 2,126 triliun. Sebanyak 114 saham naik, 62 saham turun dan 65 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia sebagian besar menguat cukup tinggi:

Indeks Shanghai turun tipis 7,42 poin (0,31%) ke level 2.413,70.
Indeks Hang Seng menguat 291,29 poin (1,47%) ke level 20.148,36.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 237,91 poin (2,56%) ke level 9.517,56.
Indeks Strait Times menguat 34,77 poin (1,22%) ke level 2.895,80.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.400 ke Rp 47.650, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 18.800, Bank Jabar Banten (BJBR) naik Rp 300 ke Rp 900, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 9.250.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 18.750, Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 7.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 34.850, Adira (ADMF) turun Rp 100 ke Rp 9.500, Lonsum (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 8.000.

(dro/qom)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah dalam transaksi yang serba minim. Namun IHSG berhasil bertahan di level 2.900.

Pada perdagangan Rabu (7/7/2010), IHSG ditutup di level 2.902,044, turun 8,604 poin atau setara (0,30%). Indeks LQ 45 juga ditutup melemah 1,697 poin (0,30%) ke level 563,794.

Sentimen positif dari penguatan bursa-bursa utama dunia diprediksi akan kembali membuat IHSG semakin kokoh melaju di level 2.900. IHSG pada perdagangan Kamis (8/7/2010) diprediksi akan bergerak menguat berkat sentimen bursa utama dunia.

Bursa Wall Street akhirnya berhasil mencetak kenaikan yang signifikan, terutama ditopang kenaikan saham sektor finansial. Penguatan terjadi setelah perusahaan finansial State street mengeluarkan proyeksi yang mengesankan.

Pada perdagangan Rabu (7/7/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 274,66 poin (2,82%) ke level 10.018,28. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 32,21 poin (3,13%) ke level 1.060,27 dan Nasdaq menguat hingga 65,59 poin (3,13%) ke level 2.159,47.

Indeks Nikkei-225 pun langsung melesat. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Kamis ini dengan kenaikan 183,17 poin (1,97%) ke level 9.462,82.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kembali melemah dan gagal melanjutkan rebound yang terjadi sehari sebelumnya. Transaksi perdagangan juga relatif lesu pada perdagangan kemarin. Melemahnya indeks dapat diindikasikan bahwa pasar masih akan bergerak dalam pola konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed pada kisaran terbatas. Level support-resistance hari ini 2.885-2.914.

eTrading Securities:

IHSG ditutup melemah 8 point (-0.29%) mengikuti regional yang melemah dan jika kita lihat RSI masih dalam trend penurunan dan dari Stochastic telah melakukan golden cross sehingga kita masih dapat melakukan pembelian dan pada hari ini IHSG akan berada dalam kisaran 2880 – 2954.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup melemah 8.60 point menjadi 2902.04 (-0.3%). Saham-saham sektor ragam industri dan pertanian menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks. Selaim itu, pelemahan bursa global menjadi sentimen negatif bagi indeks yang diperkirakan pergerakannya masih akan terbatas pada kisaran 2867-2930. Saham rekomendasi kami adalah ITMG dan AKRA.

Sumber: detikcom
Rabu, 07 Juli 2010 | 16:17

BURSA SAHAM

Tembus Level 2.900, Indeks Masih Lemah

JAKARTA. Meski berhasil menembus level 2.900, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ternyata masih melemah. Indeks turun 0,3% ke posisi 2.902,044.

Hampir seluruh indeks sektoral melemah. Yang paling besar terjadi di sektor pertanian. Indeks sektor pertanian yang turun 1,41%. Lalu diikuti oleh sektor aneka industri yang turun sebesar 1,1%.

Saham-saham yang menjadi pemberat laju indeks adalah PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,28%, Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun 1,85% ke Rp 15.950, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 1,57% ke Rp 18.800, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,72% ke Rp 5.700 per saham.

Sementara penggerak indeks adalah saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,99% ke Rp 38.450, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik 3,65% ke Rp 7.100, Kalbe Farma Tbk ( KLBF) naik 8,54% ke Rp 2.225, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,75% ke Rp 5.800, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 0,64% ke Rp 7.900.

Secara keseluruhan, sebanyak 127 saham mengalami penurunan harga, 55 naik dan 64 stagnan. Volume perdagangan sebesar 2,632 miliar saham dengan nilai total transaksi sebesar Rp 2,088 triliun.

Edy Can
Rabu, 07 Juli 2010 | 15:34

PENETAPAN BIAYA ONLINE TRADING

Penetapan Biaya Online Trading Terhambat Data

JAKARTA. Penetapan batas terendah dalam pemungutan biaya penggunaan fasilitas online trading tampaknya sulit terwujud. Sebab, tim pengkaji bentukan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia mengaku kesulitan menghitung penetapan biaya itu berdasarkan kinerja keuangan para penyedia fasilitas itu.

Ketua Tim Pengkaji Jimmy Nyo mengatakan pihaknya belum menerima seluruh data mengenai pendapatan dan pengeluaran broker dari Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini. “Kami sudah mengajukan permintaan ke BEI. Tapi hingga saat ini, kami belum terima seluruh datanya,” ujar Jimmy.

Padahal, Jimmy yang juga Direktur PT BNI Securities mengatakan tim pengkaji bukan meminta data kinerja keuangan seluruh broker melainkan hanya perusahaan yang fokus dalam berbisnis perantara dagang saja khususnya yang sudah menyediakan fasilitas online trading.

Saat ini, tim pengkaji baru mengantongi metode perhitungan batas terendah biaya berdasarkan perbandingan beberapa negara di kawasan regional. Tim APEI ini sempat menyebutkan tarifnya sebesar 0,12% atau tiga kali dari biaya transaksi sebesar 0,04% yang ditetapkan BEI. Metode itu merupakan median dari pemberlakuan di kawasan regional yang menggunakan fee online trading berkisar antara 2,6 kali sampai 6 kali dari biaya transaksi ke bursa. “Tapi itu fee transaksi inti saja. Kalau ditambah leavy dan biaya lainnya, nett-nya sekitar 0,175%,” terang Jimmy.

Rinciannya, tarif sebesar 0,12% ditambah dengan biaya penjaminan sebesar 0,04%. Kemudian ditambah pula biaya leavy sebesar 0,03%, yang merupakan akumulasi kutipan jasa dari para Self Regulatory Organization\’s (SRO\’s). Yakni BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), masing-masing 0,01%.

Ade Jun Firdaus
070710:
Asing Borong Saham, IHSG Malah Turun
Asing melakukan pembelian bersih (net buying) Rp143,66 miliar.
RABU, 7 JULI 2010, 16:33 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menutup transaksinya dengan pelemahan di perdagangan hari ini, Rabu 7 Juli 2010. Padahal, saat pembukaan pagi tadi menguat.

Menurut analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra, ternyata bursa saham Indonesia memang tidak bisa lepas dari pengaruh indeks regional Asia. Terbukti, kenaikan IHSG saat awal transaksi di sesi pertama tertahan pergerakan sebagian besar bursa regional Asia Pasifik yang terkoreksi.

“Selain itu, kemarin indeks mencatat kenaikan signifikan dan berhasil menembus level psikologis 2.900,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu.

Sedangkan sentimen positif IHSG pagi tadi, Maxi mengaku terinspirasi pergerakan positif indeks Dow Jones semalam yang ditutup menguat 57 poin (0,59 persen) dan harga logam seperti nikel dan timah di London Metel Exchange yang menunjukkan penguatan.

Bahkan terlihat, pemodal asing di pasar reguler meramaikan bursa dengan pembelian saham. Mereka melakukan pembelian saham sebesar Rp569,87 miliar dan memilih melakukan penjualan Rp426,21 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp143,66 miliar.

Pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini, IHSG turun 8,60 poin atau 0,30 persen ke level 2.902,04. Pelemahan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang melemah 11,55 poin (0,40 persen) di posisi 2.899,10.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,09 triliun dan volume tercatat 5,26 juta lot dengan frekuensi 73.588 kali. Sebanyak 61 saham menguat, 135 melemah, 72 stagnan, serta 210 saham tidak terjadi transaksi.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup rata-rata juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 227,05 atau 1,13 persen di posisi 19.857,07, Nikkei 225 turun 58,39 poin (0,63 persen) ke level 9.279,65, dan Straits Times melemah 6,99 poin atau 0,24 persen menjadi 2.861,03.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra Intenational Tbk (ASII) terkoreksi Rp600 atau 1,28 persen ke level Rp46.050, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 (1,84 persen) di posisi Rp15.950, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp300 (1,60 persen) menjadi Rp18.400.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.077 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level 9.073 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.074 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa 6 Juli 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.088 per dolar AS. (hs)

• VIVAnews

Rabu, 07/07/2010 16:15 WIB
Transaksi Lesu, IHSG Turun 8 Poin
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mencetak rebound dan dipaksa turun 8 poin dalam volume perdagangan yang sangat tipis. Padahal, menjelang penutupan perdagangan, IHSG sempat mencicipi zona hijau walau hanya sesaat.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.913,340, naik sebanyak 2,692 poin (0,09). Namun, hingga pukul 09.40 waktu JATS, IHSG langsung turun sebanyak 6,271 poin atau setara 0,22% ke level 2.904,377.

Pelemahan IHSG terus berlanjut hingga penutupan sesi siang, IHSG ditutup melemah 11,548 poin atau setara 0,4% ke level 2899,1.

Pada perdagangan Rabu (7/7/2010), IHSG ditutup di level 2.902,044, turun 8,604 poin atau setara (0,30%). Indeks LQ 45 juga ditutup melemah 1,697 poin (0,30%) ke level 563,794.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup stabil di level 9.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.070 per dolar AS.

Selain masih terkena dampak pelemahan bursa regional, turunnya IHSG juga disumbang oleh melemahnya harga saham-saham komoditas.

Dua saham pendatang baru Golden Retailindo (GOLD) dan SkyBee (SKYB) yang sebelumnya masuk dalam saham top gainer kini stagnan dan tidak bisa membantu IHSG menanjak.

Berikut kondisi bursa regional sore ini:
Indeks Shanghai Composite naik 11,69 poin (0,49%) ke level 2.421,12
Indeks Hang Seng anjlok 227,05 poin (1,13%) ke level 19.857,07
Indeks Nikkei 225 turun 58,39 poin (0,63%) ke level 9.279,65
Indeks Straits Times turun 9,35 poin (0,33%) ke level 2.858,67

Perdagangan hari ini berjalan sangat lesu dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 73.588 kali pada volume 2,632 miliar lembar saham senilai Rp 2,088 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 127 saham turun dan 64 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 38.450, Petrosea (PTRO) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Adira Dinamika Multifinance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 9.600, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) naik Rp 300 ke Rp 8.500.

Sementara saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 ke Rp 46.250, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp 300 ke Rp 15.950, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 18.400, dan Smart (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 3.300. (ang/qom)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat dan menembus lagi level 2.900 mengikuti rebound sebagian bursa-bursa regional. Aksi beli atas saham-saham BUMN membantu IHSG yang sempat terseok-seok.

Pada perdagangan Selasa (6/7/2010), IHSG bertengger di level 2910,648, naik 33,344 poin atau setara 1,16%. Indeks LQ 45 juga ditutup menguat 7,410 poin (1,33%) di level 565,491.

Namun penguatan IHSG itu belum stabil. Posisi sebagian bursa utama dunia yang belum kokoh membuat investor masih ragu-ragu dan memilih untuk konsolidasi. Sementara kehadiran emiten baru, PT Skybee diharapkan bisa membawa angin segar di lantai bursa. IHSG pada perdagangan Rabu (7/7/2010) diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis.

Bursa Wall Street mulai mengalami pemulihan pada perdagangan perdana pekan ini setelah libur panjang memperingati hari kemerdekaan. Indeks saham di Wall Street berakhir di teritori positif setelah pada pekan lalu terus menerus ditekan aksi jual.

Pada perdagangan Selasa (6/7/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tipis 57,14 poin (0,,59%) ke level 9.743,62. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 5,48 poin (0,54%) ke level 1.028,06 dan Nasdaq menguat 2,09 poin (0,10%) ke level 2.093,88.

Namun bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini dengan ragu-ragu. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 17,15 poin (0,18%) ke level 9.320,89.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Bargain hunting saham BUMN menjadi motor pendorong naiknya indeks kemarin setelah kondisi relatif lesu pada awal perdagangan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh sentimen positif dari reboundnya bursa regional. Hari ini kami memperkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Indeks saat ini masih berada dalam pola konsolidasi. Kisaran support-resistance 2.880-2.930.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 33 point (+1.15%) jika kita lihat dari RSI yang telah keluar area overbought dan melakukan reversal dan dari stochastic juga telah melakukan reversal dan telah melakukan golden cross pada hari selasa dan IHSG akan berada dalam kisaran 2880 – 2954 dan saham yang dapat diperhatikan seperti INCO dan AALI.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 33.4 point menjadi 2910.65 (1.16%). Bursa global berhasil rebound sehingga membawa sentimen positif bagi indeks. Penguatan saham-saham sektor pertanian menjadi salah satu penopang menguatnya indeks. Secara teknikal indeks mulai bergerak menguji resistance pada level 2928. Pergerakan indeks diperkirakan berkisar antara 2870-2950. Saham rekomendasi kami adalah INCO dan LSIP.

Sumber: detikcom
060710:
Aksi Beli Saham Ramai, IHSG Tembus 2.900
“Terlihat, pemodal banyak melakukan pembelian saham bank, komoditas CPO dan tambang.”
SELASA, 6 JULI 2010, 16:30 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
BI Rate Lagi-Lagi Tetap, IHSG Menguat

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menutup transaksi hari ini, Selasa 6 Juli 2010 dengan penguatan, setelah awal perdagangan pagi tadi dibuka melemah.

Deni Hamzah, pengamat pasar modal berpendapat, ramainya kembali aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan (blue chips) dan lapis kedua (second liner) berhasil mendorong IHSG bertahan di teritori positif hingga berakhirnya perdagangan.

“Terlihat, pemodal banyak melakukan pembelian saham di sektor bank, komoditas CPO dan tambang, konsumsi, serta grup Astra,” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa.

Deni mengakui, sentimen proyeksi bursa Dow Jones nanti malam yang bakal positif dan direspon penguatan indeks regional Asia menjadi acuan investor domestik dalam meramaikan kembali aksi beli saham.

Pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini, IHSG naik 33,34 poin atau 1,15 persen ke level 2.910,65. Penguatan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang menguat 1,76 poin (0,06 persen) di posisi 2.879,06.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,66 triliun dan volume tercatat 5,75 juta lot dengan frekuensi 79.903 kali. Sebanyak 136 saham menguat, 79 melemah, 65 stagnan, serta 196 saham tidak terjadi transaksi.

Namun terlihat, pemodal asing di pasar reguler meramaikan bursa dengan melakukan penjualan saham. Mereka hanya melakukan pembelian saham sebesar Rp651,47 miliar dan memilih melakukan penjualan Rp725,63 miliar, sehingga terjadi penjualan bersih (net selling) Rp74,16 miliar.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 241,92 atau 1,22 persen di posisi 20.084,12, Nikkei 225 naik 71,26 poin (0,77 persen) ke level 9.338,04, dan Straits Times menguat 24,00 poin atau 0,84 persen menjadi 2.868,02.

Di Bursa Efek Indonesia, saham blue chips yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terangkat Rp850 atau 4,67 persen ke level Rp19.050, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 (2,49 persen) di posisi Rp34.950, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp700 (1,89 persen) menjadi Rp37.700.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.063 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level 9.075 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.088 per dolar AS. Pada perdagangan Senin 5 Juli 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.060 per dolar AS. (hs)

• VIVAnews
Selasa, 06/07/2010 12:16 WIB
Sesi I
IHSG Naik Tipis 1 Poin, Transaksi di Bawah Rp 1 Triliun
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berhasil naik tipis 1 poin meski dengan susah payah dalam transaksi yang super tipis di bawah Rp 1 triliun. Naiknya IHSG ditopang oleh saham-saham komoditas dan pengaruh dari menghijaunya bursa regional.

Mengawali perdagangan, IHSG tercatat melemah 10,657 poin atau 0,37% menjadi 2868,8 poin. Namun aksi beli selektif atas saham-sahm unggulan dan juga berbalik arahnya bursa regional akhirnya membuat IHSG juga ikut terhanyut ke teritori positif.

Pada penutupan perdagangan Selasa (6/7/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat tipis 1,758 poin atau (0,06%) ke level 2879,062. Indeks LQ 45 juga naik tipis, sebanyak 0,494 atau 0,09% ke posisi 558,575.

Selain dipengaruhi bursa regional yang mulai menanjak, naiknya IHSG juga ditopang naiknya beberapa saham komiditas seperti saham Astra Agro Lestari (AALI) dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang masuk ke dalam jajaran top gainers.

Bursa Asia yang sempat mengalami kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi Eropa dan China kini mulai berbalik. Seluruh bursa-bursa di asia memasuki zona hijau dengan kenaikan yang cukup signifikan.

Berikut kondisi bursa regional siang ini:
Indeks Komposit Shanghai naik 41,48 poin (1,75%) ke level 2.405,43
Indeks Hang Seng naik 42,05 poin (0,21%) ke level 19.884,25
Indeks Nikkei 225 naik 17,80 poin (0,19%) ke level 9.284,58
Indeks Straits Times naik Up 1,50 poin (0,05%) ke level 2.845,52

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 33.833 kali pada volume 1,299 miliar lembar saham senilai Rp 943,2 miliar. Sebanyak 58 saham naik, 88 saham turun dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 18.400, Indospring (INDS) nail Rp 175 ke Rp 2.700 dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 37.150.

Sementara saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 550 ke Rp 46.150, Indocement Tunggal Prakasa(INTP) turun Rp 200 ke Rp 15.950 dan Pelangi Indah Canindo (PICO) turun Rp 62 ke Rp 188. (ang/qom)

Sepanjang triwulan II-2010, net beli saham oleh investor asing di bursa saham dalam negeri mencapai Rp 2,5 triliun. Jumlah ini NAIK dibandingkan triwulan I-2010 yang mencapai Rp 1,3 triliun.

Pembelian saham oleh investor asing ini mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang triwulan II-2010 sebesar 4,9% ke level 2.913,7.

Pada triwulan II-2010, investor asing sempat melakukan aksi jual saham dalam negeri yang cukup besar yaitu Rp 1,65 triliun. Ini terjadi pada bulan Mei 2010, dan menyebabkan IHSG mengalami koreksi 5,8%.

Demikian laporan Tinjauan Kebijakan Moneter yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Selasa (6/7/2010).

BI mengatakan, jumlah pembelian saham dalam negeri oleh investor asing masih besar karena kondisi makro ekonomi dan faktor fundamental perusahaan di dalam negeri membaik. Selain itu masuknya dana asin di pasar saham dalam negeri juga berkaitan dengan rencana BI menerapkan kebijakan SBI 1 Month-Holding Period.

“Aktivitas asing tersebut pada akhirnya berpengaruh positif pada perbaikan market confidence, sebagaimana terlihat dalam kenaikan volume,” demikian isi laporan BI tersebut.

Selain itu, BI menilai kinerja IHSG yang terus positif didukung oleh fundamental emiten yang kuat. Ini tercermin dari indikator Return on Asset (ROA) beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan laporan keuangannya kepada publik pada triwulan I-2010.

Secara umum rata-rata ROA naik dari posisi Desember 2009 sebesar 7,1 menjadi 7,9 pada Maret 2010. Relatif terjaganya fundamental emiten tersebut pada akhirnya mendorong emiten untuk menyisihkan sebagian laba dalam bentuk dividen.

Peningkatan kinerja IHSG selama triwulan II-2010 belum diikuti secara merata oleh perkembangan di sisi sektoral. Sektor barang konsumsi merupakan sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi, mencapai 29,9%.

Penguatan sektor barang konsumsi didorong oleh beberapa emiten unggulan yang bergerak di bidang rokok dan makanan. Sementara itu, sektor yang paling dalam terkoreksi pertumbuhannya adalah sektor agrobisnis dan pertambangan.

Sektor tersebut sempat mengalami pertumbuhan positif di triwulan sebelumnya, namun terkena dampak volatilitas pergerakan harga komoditi global sehingga pada triwulan ini mencatat pertumbuhan negatif.

Sumber: detikcom
Selasa, 06/07/2010 09:49:17 WIB
IHSG naik tipis dipimpin Unilever Indonesia
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini dibuka menguat tipis 0,10 poin ke posisi 2.877,40 dari level 2.877,30 pada penutupan perdagangan Senin sore.

Namun pada pukul 09.35 WIB indeks melemah ke posisi 2.872,68. IHSG bergerak pada kisaran 2.864,74 – 2.877,40.

Dari 403 saham yang menopang indeks, sebanyak empat menguat, 15 tetekan dan 384 lainnya belum mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Unilever Indonesia memotori penguatan indeks pada bursa dengan kontribusi sebesar 0,96 poin, disusul oleh Bank Rakyat Indonesia 0,77 poin, Gudang Garam 0,36 poin, dan Astra Agro Lestari sebesar 0,09 poin.

Sejumlah saham yang menghambat penguatan indeks adalah Astra International dengan kontribusi sebesar 3,57 poin, disusul oleh Bank Central Asia 3,07 poin, Bank Mandiri 2,61 poin, dan Telekomunikasi Indonesia 1,27 poin.

Sebanyak tujuh dari sembilan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia memberikan kontribusi negatif, yakni sektor aneka industri sebesar 53,52%, keuangan 40,24%, pertambangan 18,18%, jasa dan perdagangan 11,17%, konstruksi dan properti 9,56%, industri kimia dasar 6,99%, dan pertanian 4,25%.

Penguatan tipis juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang dibuka naik 0,02 poin menjadi 269,66 dari 269,64 pada penutupan kemarin sore. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 268,16 – 269,66.(er)
Selasa, 06/07/2010 07:33 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih dalam Kelesuan
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tipis dalam volume perdagangan yang sangat tipis. Pengumuman BI Rate di level 6,5% juga sudah tidak terlalu banyak memberikan pengaruh.

Pada perdagangan Senin (5/7/2010), IHSG ditutup naik 5,750 poin (0,20%) ke level 2877,304. Indeks LQ 45 juga ditutup menguat tipis sebanyak 1,465 poin (0,26%) ke level 558,081.

Perdagangan yang lesu dengan transaksi yang tipis diprediksi akan kembali berlanjut pada hari ini. Meski sebagian saham sudah berada dalam posisi oversold, namun pelemahan bursa-bursa global akan membawa IHSG pada perdagangan Selasa (6/7/2010) di teritori negatif.

Bursa Wall Street masih libur perdagangan Senin merayakan hari kemerdekaan. Namun Bursa Tokyo sudah mengawali perdagangan Selasa ini di teritori negatif dengan pelemahan 106,09 poin (1,14%) ke level 9.160,69.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Ditengah perdagangan yang relatif sepi, indeks berhasil ditutup menguat tipis. Investor terlihat masih wait and see terkait dengan perkembangan makro ekonomi regional yang masih cenderung melemah. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 2.830-2.894.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 5.75 point menjadi 2877.30 (0.2%). Saham-saham grup Astra menjadi penopang kenaikan indeks. Masih tipisnya volume perdagangan mempengaruhi pergerakan indeks sehingga bergerak flat, selain itu masih bervariasainya pergerakan bursa global membawa sentimen negatif bagi indeks. Secara teknikal indeks diperkirakan masih akan berkonsolidasi dikisaran 2843-2905. Saham rekomendasi kami adalah BBCA dan BMRI.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

Pergerakkan IHSG hari ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan hari kemarin dimana masih cenderung mix on oversold area.

Support saat ini sekitar level 2,867.85 dan resistance terdekat di 2,884.55. Dan dengan daily risk saat ini di level 39,16 % strong support IHSG masih di level 2,851.15 dengan target jangka pendek di 2,917.94. Indikator MFI Optimized saat ini telah bottom reversal di support trendline.

(qom/qom)

05/07/2010
BI Rate Lagi-Lagi Tetap, IHSG Menguat
Indek di BEI ditutup naik tipis 5,75 poin atau 0,20 persen ke level 2.877,30.
SENIN, 5 JULI 2010, 16:27 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengakhiri perdagangan dengan penguatan di awal pekan ini, Senin 5 Juli 2010.

Menurut riset PT Reliance Securities Tbk, IHSG cenderung bergerak naik karena ditopang sentimen internal seperti penguatan rupiah pagi dan keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan BI rate di level 6,50 persen.

Selain itu, sentimen positif eksternal seperti bank sentral Australia dan Korea selatan yang diperkirakan juga mempertahankan suku bunga acuan mereka masing-masing, serta bursa regional yang sebagian besar ada di jalur positif turut menambah sentimen positif perdagangan hari ini.

Bahkan, kenaikan tipis harga minyak mentah dunia serta batu bara menjadi sentimen positif untuk perdagangan saham-saham berbasis komoditas.

Pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini, IHSG naik tipis 5,75 poin atau 0,20 persen ke level 2.877,30. Penguatan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang hanya menguat 6,95 poin (0,24 persen) di posisi 2.878,51.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,02 triliun dan volume tercatat 5,84 juta lot dengan frekuensi 59.407 kali. Sebanyak 84 saham menguat, 103 melemah, 77 stagnan, serta 211 saham tidak terjadi transaksi.

Namun terlihat, pemodal asing di pasar reguler meramaikan bursa dengan melakukan penjualan saham. Mereka hanya melakukan pembelian saham sebesar Rp446,65 miliar dan memilih melakukan penjualan Rp542,39 miliar, sehingga terjadi penjualan bersih (net selling) Rp95,74 miliar.

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 63,12 atau 0,32 persen di posisi 19.842,20, tetapi Nikkei 225 naik 63,07 poin (0,69 persen) ke level 9.266,78, dan Seoul Composite menguat 3,55 poin atau 0,21 persen menjadi 1.675,37.

Di Bursa Efek Indonesia, saham komoditas yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terangkat Rp150 atau 0,88 persen ke level Rp17.050 dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat Rp50 (0,75 persen) menjadi Rp6.650.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.061 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level 9.057 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.060 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat 2 Juli 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.048 per dolar AS. (hs)

• VIVAnews
Senin, 05/07/2010 16:16 WIB
Serba Minim, IHSG Hanya Beranjak 5 Poin
Angga Aliya – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat tipis dalam volume perdagangan yang ekstra tipis pula. IHSG bergerak lesu di tengah minimnya sentimen dan beragamnya gerak bursa regional.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat tipis 1,13 poin atau 0,05% menjadi 2875,625. IHSG bergerak sangat lambat, dan terlihat investor sangat berhati-hati. Pengumuman BI Rate di level 6,5% tampaknya juga sudah diantisipasi oleh para investor.

Pada penutupan perdagangan Senin (5/7/2010), IHSG ditutup memasuki zona hijau dengan naik 5,750 poin (0,20%) ke level 2877,304. Indeks LQ 45 juga ditutup menguat tipis sebanyak 1,465 poin (0,26%) ke level 558,081.

IHSG sempat bergerak ragu-ragu sebelum ditutup, terlihat keluar masuk antara zona hijau dan merah sebelum akhirnya ditutup menguat 5 poin.

Bursa-bursa regional masih bervariatif, namun kondisi bursa di China tidak banyak berubah dan masih terjebak di zona merah akibat kekhawatiran pertumbuhan negeri tirai bambu itu yang mulai bergerak melambat.

Berikut kondisi bursa regional:
Indeks Komposit Shanghai melemah 18,95 poin (0,80%) ke level 2.363,95.
Indeks Hang Seng turun 63,12 poin (0,32%) ke level 19.842,20.
Indeks Nikkei-225 naik 63,07 poin (0,69%) ke level 9.266,78.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 59.407 kali dengan volume 2,922 miliar lembar saham senilai Rp 2,082 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 89 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 3.300, Indo Tambang Megah Raya (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 37.000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 ke Rp 16.150.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke Rp 6.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 400 ke Rp 46.700, Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 200 ke Rp 7.300.

Sementara, nilai tukar rupiah menguat tipis ke posisi Rp 9.065/US$ jika dibandingkan posisi akhir pekan lalu sebesar Rp 9.070/US$.

(ang/qom)
Senin, 05/07/2010 12:51:10 WIB
Saham Astra International kerek IHSG 0,24%
Oleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA (Bisnis.com): Pergerakan harga saham PT Astra International Tbk mengerek indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level 2.878,51, naik 6,95 poin atau 0,24%, saat jeda siang ini.

Dari 403 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 68 naik, 76 turun, dan sisanya 259 lagi tidak mengalami perubahan dari posisi penutupan sebelumnya.

Saham Astra naik Rp300 atau 0,65% ke level Rp46.600 dan memberi kontribusi terhadap kenaikan indeks sebesar 1,53 poin. Selain Astra, sejumlah saham juga menunjukkan kenaikan pada sesi perdagangan I, seperti saham PT Bank Permata Tbk yang naik Rp150 atau 12,20% ke level Rp1.380, saham PT Bank Mandiri Tbk naik Rp50 atau 0,87% ke level Rp5.800, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang naik Rp50 atau 0,65% ke level Rp7.700.

Dalam barisan saham yang menghambat kenaikan indeks di antaranya terdapat saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang turun Rp50 atau 0,54% ke level Rp9.200, saham PT Smart Tbk yang turun Rp200 atau 5,71% ke level Rp3.300, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk yang turun Rp50 atau 0,29% ke level Rp16.950.

Sektor keuangan menguasai perdagangan tadi pagi dan menyumbang 43,20% terhadap kenaikan IHSG, diikuti sektor aneka industri sebesar 24,63%, sektor barang konsumsi 20,04%, jasa dan perdagangan 12,43%, pertambangan 9,21%, infrastruktur, utilitas, dan transportasi 2,83%, dan industri dasar dan kimia 0,72%.

Sektor konstruksi, properti, dan perumahan serta sektor pertanian pada perdagangan sesi pertama ini justru bergerak berlawanan dan tercatat menggerus kenaikan IHSG sebesar 0,52% dan 7,75%.

Indeks Bisnis-27 juga mengalami kenaikan sebesar 0,79 poin atau 0,29% ke level 269,47.

Bursa regional terlihat bervariasi dengan kecenderungan meningkat. Indeks MSCI Asia Pacific naik 3,12 poin atau 0,44% ke level 706,42.

Indeks Nikkei 225 naik 45,20 poin atau 0,49% ke level 9.248,91, Hang Seng turun 45,38 poin atau 0,23% ke level 19.859,94, indeks Shanghai turun 38,67 poin atau 1,62% ke level 2.344,23, Kospi naik 7,23 poin atau 0,43% ke level 1.677,65, dan Straits Times turun 2,06 poin atau 0,07% ke level 2.842,13.(er)
Senin, 05/07/2010 12:16 WIB
Sesi I
IHSG Naik Tipis 6 Poin
Angga Aliya – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak perlahan di tengah sepinya sentimen di pasar. IHSG bergerak bersamaan dengan bursa regional yang juga serba minim.

Membuka perdagangan di tadi pagi, IHSG menguat tipis 1,13 poin atau 0,05% menjadi 2875,625. Pada perdagangan Senin (5/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 6,955 poin (0,24%) ke level 2878,509. Indeks LQ 45 juga naik 1,162 poin (0,21%) ke level 557,778.

Meski ada kekhawatiran pertumbuhan China yang mulai melambat, namun IHSG masih bisa bertahan di zona hijau dengan adanya topangan dari penguatan bursa Jepang. Bursa Jepang sendiri tadi pagi ditopang oleh penguatan sejumlah perusahaan teknologi, seperti Elpida Memory Inc (+3.9%), dan Sanyo Electric Co (+2.6%).

Perekonomian China yang diproyeksikan melambat diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga-harga komoditas, melambatnya proyek infrastruktur serta ketatnya likuiditas.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif, zona merah masih membayangi bursa China. Berikut kondisi bursa-bursa regional:
Indeks Shanghai turun 38,67 poin (1,62%) ke level 2.344,23.
Indeks Hang Seng turun 45,38 poin (0,23%) ke level 19.859,94
Indeks Nikkei 225 naik 77,14 poin (0,84%) ke level 9.280,23.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 33.072 kali pada volume 1,616 miliar lembar saham senilai Rp 1,013 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 72 saham turun dan 66 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 500 ke level Rp 6.450, Astra International (ASII) naik Rp 350 ke level Rp 46.650 dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke level Rp 34.250.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Smart (SMAR)turun Rp 200 ke level Rp 3.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 ke level Rp 9.150 dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 ke Rp 16.150.
(ang/dnl)
IHSG Senin Pagi Menguat 0,65 Poin ke 2.872,2

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada perdagangan Senin (5/7) pagi ini menguat hanya 0,65 poin atau 0,02% ke level 2.872,2.

Penguatan indeks pagi ini didukung naiknya 6 saham perusahaan, sementara 8 saham turun dan 22 saham stagnan.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 0,16 poin ke level 556,78, sementara JII naik 0,4 poin ke level 453,45.

Volume perdagangan pagi mencapai 3,3 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp15,04 miliar.

Saham-saham yang mengalami kenaikan tajam pagi ini di antaranya INTP naik 2,2 poin ke Rp16.250, PTBA naik 1,19 poin ke Rp16.900, PLIN naik 18,81 poin ke Rp1.200, INDF naik 4,09 poin ke Rp4.450, SMAR naik 4,47 poin ke Rp3.500 dan DSSA naik 2,14 poin ke Rp7.150. [cms]
Senin, 05/07/2010 07:57 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Ramai oleh Beli Selektif
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu bergerak lemah lesu dan akhirnya terpuruk ke bawah level 2.900. Kepungan sentimen negatif plus data inflasi Juni yang cukup besar membuat investor memilih untuk mencari aman.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
Senin (28/6/2010), IHSG naik tipis 8,709 poin (0,29%) ke level 2.955,732.
Selasa (29/6/2010), IHSG melorot 62,361 poin (2,10%) ke level 2.893,371.
Rabu (30/6/2010), IHSG menguat 20,313 poin (0,70%) ke level 2.913,684.
Kamis (1/7/2010), IHSG melemah 39,436 poin (1,35%) ke level 2.874,248.
Jumat (2/7/2010), IHSG turun 2,694 poin (0,10%) ke level 2.871,554.

Pola pergerakan IHSG yang ragu-ragu tersebut diprediksi akan berlanjut hingga pekan ini. Investor masih meneruskan aksi beli selektif di tengah sentimen yang cukup beragam di pasar.

Investor juga akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini untuk melihat arah BI Rate selanjutnya. Meski BI Rate diprediksi masih akan bertahan di 6,5%, namun investor akan mulai mencari petunjuk arah pergerakan BI Rate ke depan di tengah ancaman inflasi yang terus meningkat.

Sentimen positif lainnya adalah dari banyaknya pembagian dividen. Selebihnya, investor akan terus mencermati berbagai sentimen terutama dari AS dan China.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu masih belum pulih dari keterpurukan. Pada perdagangan Jumat (2/7/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 46,05 poin (0,47%) ke level 9.686,48. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 4,79 poin (0,47%) ke level 1.022,58 dan Nasdaq melamah 9,57 poin (0,46%) ke level 2.091,79.

Sementaa bursa Jepang mengawali perdagangan awal pekan ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Senin dengan kenaikan 26,29 poin (0,29%) ke level 9.230,00.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Aksi jual terhadap saham bluechip mendorong indeks ditutup melemah ditengah ramainya transaksi saham-saham second dan third liner. Kami memproyeksikan peluang indeks untuk melemah masih terbuka meski dalam kisaran yang terbatas. Tipisnya penurunan indeks diindikasikan akibat munculnya selective buy dalam periode jangka pendek.

Meski kondisi perekonomian global memberikan sentimen negatif bagi pergerakan pasar finansial, akan tetapi kami melihat fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat memberikan kepercayaan terhadap investor baik domestik maupun asing. Untuk awal pekan ini kami memproyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.830-2.890.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan masih mix on oversold area dengan perkiraan support terdekat berikutnya sekitar level S4 2,850.52 dan resistance di 2,885.53

Kecuali tembus level 2,850.52 diatas daily risk saat ini di level 30,04 % dan indikator MFI Optimized sudah berada sepenuhnya di oversold area, namun belum memberikan konfirmasi bottom reversal lebih lanjut dengan koreksi semakin terbatas. Beberapa saham hari ini yang patut dicermati antara lain : AALI,LSIP dan SGRO

(qom/qom)

030710:
03/07/2010 – 13:08
IHSG Sepekan Bertahan di Tengah Gempuran Regional
Susan Silaban

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Menutup semester I-2010, Indeks Harga Saham Sepekan (IHSG) masih meradang. Namun indeks saham domestik masih lebih baik dibandingkan saham lain di Asia.

IHSG sepekan gagal meraih untung malah kehilangan 2,85%. Pada perdagangan Jumat (2/7) indeks juga turun tipis 2 poin ke level 2.871,55. Sedangkan posisi IHSG tertinggi dalam pekan ini terjadi Senin (28/6) yang berada di level 2.955,73.

Periset PT Valbury Asia Securities, Robin Setiawan menjabarkan data-data Amerika Serikat melemah ditambah dengan China yang merilis perekonomiannya mengalami perlambatan. Sehingga menimbulkan kekhawatiran kembali terhadap proses pemulihan ekonomi global.

Dalam sepekan ini, berita domestik masih dihiasi dengan aksi korporasi emiten dan pembagian dividen. “Kondisi domestik ini yang membuat indeks bertahan di tengah kondisi regional yang buruk,” ujar Robin kepada INILAH.COM, Jumat (2/7).

Sementara riset Reliance Securities menguraikan, IHSG mencoba menguji level psikologis 3.000 dan berada di kisaran 2.875-2.973. Penurunan indeks masih dipicu Bursa Dow Jones apalagi dalam dua hari terakhir yang dilanda sentimen negatif. Investor merespon data-data perekonomian Amerika yang diperkirakan mengalami perlambatan pemulihan.

Indeks saham utama di Wall Street minggu lalu berguguran di picu anjloknya angka penjualan rumah baru. Ditambah lagi dengan pernyataan The Fed bahwa kondisi finansial, terutama di Eropa masih belum menopang pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, penantian terhadap RUU Reformasi Sektor Finansial yang masih di negosiasikan di Kongres AS menambah tingkat ketidakpastian yang di hadapi oleh investor.

DJIA terjatuh 306.8 poin (-2.9%) pada level 10,143.8 sementara Nasdaq mundur 86,3 poin (3,7%) ke level 2,223.5. S&P500 di tutup berada di bawah level psikologis 1,100 setelah tergelincir 40,75 poin (3.6%) ke level 1,076.8.

Dari sekian banyak data perekonomian AS yang keluar minggu ini, tingkat pengangguran (unemployment rate) merupakan data yang paling dinanti pasar. Selain itu, data mengenai sektor manufaktur (ISM Manufacturing Index dan Factory Orders) juga bisa menjadi faktor yang akan diperhitungkan investor. [mdr]
020710:
… sekali lage, ihsg dipengaruhi Belanda v. Brazil 😛 …
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup hampir tidak berubah pada perdagangan akhir pekan ini. Aksi saling tunggu antara penjual dan pembeli membuat IHSG tak mampu bergerak dalam rentang lebih lebar.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.874,841 dan kemudian sempat menguat ke level 2.891,185, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 2.874,248.

Aksi beli spekulatif pada awal perdagangan sempat membuat IHSG menguat seiring dengan tren penguatan tipis bursa-bursa regional Asia. Sebagian pelaku pasar sepertinya mencoba mengambil langkah pembelian mengingat harga-harga saham sudah cukup murah akibat sentimen negatif bursa global beberapa waktu lalu.

Sayangnya, upaya pengangkatan harga tidak disertai dengan pemasangan dinding antrian beli guna menjaga harga tidak turun. Akibatnya, begitu datang sentimen negatif dari pembalikan arah indeks Hang Seng cukup dalam, aksi jual pun langsung mengguyur jatuh harga-harga saham unggulan. IHSG sempat jatuh 13 poin ke level 2.861,225.

Usai kejatuhan harga-harga saham unggulan, pelaku pasar sepertinya lebih banyak bermain pada saham-saham lapis dua. Hal itu terlihat dari persentasi koreksi IHSG yang jauh lebih kecil ketimbang koreksi indeks LQ45.

Sedangkan nasib saham-saham unggulan kemudian menjadi stagnan. Para pembeli hanya membuat dinding antrian beli guna menjaga harga tidak turun lebih dalam, namun tidak berupaya mengangkat harga. Aksi beli kebanyakan dilakukan pada 1 fraksi harga penawaran saja.

Kubu penjual pun tampaknya enggan melakukan penjualan massif mengingat dinding antrian beli sudah cukup tebal sehingga tidak memungkinkan terjadinya penurunan harga lebih besar. Aksi jual mahal dan saling tunggu ini membuat IHSG tidak mampu bergerak naik maupun turun lebih lebar.

Pada perdagangan Jumat (2/7/2010), IHSG ditutup turun tipis 2,694 poin (0,10%) ke level 2.871,554. Indeks LQ 45 juga turun 1,742 poin (0,32%) ke level 556,616.

Investor asing juga mencatat penjualan sebesar Rp 934,934 miliar, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 736,804 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foriegn net sell) tercatat sebesar Rp 198,130 miliar.

Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 71.939 kali pada volume 2,866 miliar lembar saham senilai Rp 2,423 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 67 saham turun dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia bergerak ragu-ragu, kecuali indeks Hang Seng yang mengalami koreksi cukup dalam:

Indeks Shanghai naik 9,11 poin (0,38%) ke level 2.382,90.

Indeks Hang Seng turun 223,67 poin (1,11%) ke level 19.905,22.

Indeks Nikkei 225 naik tipis 12,11 poin (0,13%) ke level 9.203,71.

Indeks Strait Times naik 21,75 poin (0,77%) ke level 2.842,10.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.250, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.900, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 190 ke Rp 1.200, Indofood (INDF) naik Rp 175 ke Rp 4.450, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 150 ke Rp 7.150.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 46.300, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 37.100, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 18.150, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 18.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.750.

Sumber: detikcom
02/07/2010 – 11:38
Ups! IHSG Sesi I Ditutup Turun 3,76 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (2/7) sesi I ditutup turun 3,76 poin (0,97%) ke level 2.870,49. Volume perdagangan 1,5 miliar saham senilai Rp1,03 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 57 saham turun, 93 saham masih mengalami penguatan dan 74 saham tercatat stagnan. Indeks saham JIIturun 2,8 poin ke 452,63 dan indeks saham LQ45 turun 1,3 poin ke 557,05.

Adapun saham-saham yang naik adalah DianSwastatika Sentosa (DSSA) naik Rp150 ke Rp7.150,

Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp125 ke Rp4.400, Tambang Batubara Bukit Asam(PTBA) naik Rp100 ke Rp16.900, PP London Sumatera(PTBA) naik Rp100 ke Rp8.100.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra Intenational (ASII) turun Rp950 ke Rp46.550, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp550 ke Rp37.150, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp350 ke Rp18.100, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp350 ke Rp18.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp150 ke Rp34.800, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp100 ke Rp13.000. [hid]
Pelemahan di bursa Wall Street masih berlanjut seiring masih datangnya kabar-kabar ekonomi yang negatif, salah satunya dari angka pengangguran AS yang belum juga mereda.

Sebelum pembukaan perdagangan, Departemen Tenaga Kerja AS melansir klaim awal pengangguran meningkat menjadi 472.000 untuk pekan yang berakhir pada 26 Juni. Angka itu berarti meningkat 13.000 dari pekan sebelumnya.

Data negatif bertambah dari angka penjualan rumah AS yang turun selama Mei. National Association Realtors mengungkapkan, indeks penjualan rumahnya turun 30% menjadi 77,6 berdasarkan kontrak yang dibuat Mei. Indeks ini sebelumnya telah naik selama 3 bulan berturut-turut bahkan sempat menembus titik tertingginya di 110,9.

Sementara data menunjukkan sektor manufaktur AS tumbuh untuk 11 bulan berturut-turut, namun dalam kisaran yang lebih rendah dari ekspektasi.

“Sekarang setiap orang khawatir tentang potensi depresi yang besar atau deflasi akan terjadi. Inilah yang benar-benar mengguncang pasar,” ujar Paul Mendelson, analis dari Windham Financial Services seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/7/2010).

Saham-saham langsung mengalami aksi jual yang tajam sejak awal perdagangan. Namun tekanan jual mereda menjelang penutupan perdagangan.

Pada perdagangan Kamis (1/7/2010), indeks Dow Jones melemah 41,49 poin (0,42%) ke level 9.732,53. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 3,33 poin (0,32%) ke level 1.027,38 dan Nasdaq melemah 7,88 poin (0,37%) ke level 2.101,36.

Perhatian pasar sepertinya mulai beralih dari masalah krisis di Eropa ke data-data perekonomian AS yang mengkhawatirkan seiring lambatnya pemulihan ekonomi.

Saham-saham perusahaan pertambangan emas mengalami pukulan terbesar, setelah anjloknya harga emas. Saham Barrick Gold turun 5,2%, Newmont Mining Corp turun 4,5% dengan indeks PHLX Gold/Silver Sector turun 4,4%.

Volume perdagangan cukup besar dengan transaksi perdagangan di New York Stock Exchange mencapai 11,65 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

Sumber: detikcom
010710:
IHSG Ikuti Pelemahan Bursa Asia
Indeks di BEI terkoreksi 17,83 poin (0,61 persen) ke level 2.895,86 pada awal transaksi.
KAMIS, 1 JULI 2010, 09:52 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bercokol di teritori negatif saat pembukaan transaksi hari ini, Kamis 1 Juli 2010. Pelemahan indeks itu melanjutkan penutupan pada perdagangan kemarin.

Menurut tim riset PT Mega Capital Indonesia, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi indeks di bursa global dan regional.

Selain itu, sekuritas tersebut menambahkan, data inflasi bulan Juni yang menurut konsensus diperkirakan sebesar 4,41 persen (YoY) dan 0,40 persen (MoM) turut menjadi acuan pelaku pasar sebelum mengambil posisi di saham.

Mega Capital memproyeksikan, IHSG akan bergerak pada batas bawah (support) 2.865 dan batas atas (resistance) di level 2.940, dengan target harian (intraday) pada kisaran 2.820-2.965.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, IHSG terkoreksi 17,83 poin (0,61 persen) ke level 2.895,86. Pelemahan itu melanjutkan pergerakan serupa pada prapembukaan (pre-opening), yang turun 14,86 poin atau 0,51 persen di posisi 2.898,83.

Pada transaksi kemarin, Rabu 30 Juni 2010, IHSG ditutup positif karena terangkat 20,31 poin (0,70 persen) ke level 2.913,68.

Bursa Asia pada saat IHSG dibuka seluruhnya juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 119,91 poin (0,59 persen) menjadi 20.128,99, Nikkei 225 turun 182,22 poin atau 1,94 persen ke level 9.200,42, dan Straits Times melemah 18,48 poin (0,65 persen) di posisi 2.817,03.

Seperti diketahui, walau mereda, bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB masih mengalami tekanan jual.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 96,28 poin (0,98 persen) menjadi 9.774,02, Standard & Poor’s 500 turun 10,53 poin atau 1,01 persen ke level 1.030,71, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 25,94 poin (1,21 persen) di posisi 2.109,24. (sj)

• VIVAnews
Kamis, 01/07/2010 12:05 WIB
Perlambatan Ekonomi China Pukul IHSG ke Bawah 2.900
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun cukup dalam 28 poin seiring dengan koreksi bursa-bursa regional Asia dipimpin bursa Jepang. Perlambatan ekonomi China memukul harga-harga komoditas yang membuat saham komoditas didera tekanan jual.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka turun tipis ke level 2.912,881 dan kemudian sempat melorot ke level 2.879,307, anjlok 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.913,684.

Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh sentimen negatif bursa-bursa regional. Indeks Nikkei 225 jatuh cukup dalam lebih dari 2% melanjutkan koreksi tajam bursa Wall Street tadi malam serta dipicu oleh proyeksi melambatnya perekonomian China.

Koreksi tajam indeks Nikkei 225 memicu aksi jual massif di bursa-bursa saham Asia, termasuk IHSG. Perekonomian China yang diproyeksikan melambat diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga-harga komoditas, melambatnya proyek infrastruktur serta ketatnya likuiditas.

Oleh sebab itu, saham-saham sektor komoditas, perbankan dan infrastruktur menjadi bulan-bulanan aksi jual investor di lantai bursa. Hanya saham sektor konsumsi yang masih menguat.

Pada perdagangan Kamis (1/7/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 28,246 poin (0,97%) ke level 2.885,438. Indeks LQ 45 juga turun 5,041 poin (0,90%) ke level 561,059.

Kendati demikian, investor asing masih mencatat pembelian bersih sebesar Rp 116 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 44.925 kali pada volume 3,038 miliar lembar saham senilai Rp 1,275 triliun. Sebanyak 47 saham naik, 144 saham turun dan 49 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia kembali terperosok terseret koreksi tajam bursa Jepang yang mengkhawatirkan perlambatan ekonomi China

Indeks Shanghai turun 1,55 poin (0,06%) ke level 2.396,82.
Indeks Nikkei 225 anjlok 193,20 poin (2,06%) ke level 9.189,44.
Indeks Strait Times turun 14,74 poin (0,52%) ke level 2.820,77.
Indeks KOSPI turun 18,54 poin (1,09%) ke level 1.679,75.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 37.350, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 17.200, Indofood (INDF) naik Rp 150 ke Rp 4.300, Sari Roti (ROTI) naik Rp 70 ke Rp 1.580, Indocement (INTP) naik Rp 50 ke Rp 15.850.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 16.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 18.900, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 250 ke Rp 5.150, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 9.100.

(dro/qom)

… ekh, asien-K NET BUY tukh … walau pun belum besar banget … tampaknya DEMAM PIALA DUNIA maseh MENJANGKITI dan menjadi PANDEMI termasuk di indo …
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan pagi ini lantaran terjadi kelanjutan aksi jual saham perbankan dan komoditas yang pada perdagangan kemarin sudah naik cukup tinggi. Nilai tukar rupiah sentuh 9.100/US$.

Pada perdagangan Kamis (1/7/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.912,881 dan kemudian sempat turun ke level 2.895,013, turun 18 poin dari penutupan kemarin di level 2.913,684.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG dibuka langsung turun 14,857 poin (0,50%) ke level 2.898,827. Indeks LQ45 juga melemah 3,766 poin (0,67%) ke level 562,334.

Hampir seluruh saham-saham unggulan terkoreksi pada pembukaan perdagangan. Hanya indeks saham sektor konsumsi dan aneka industri yang masih menguat lantaran penguatan saham Unilever (UNVR) dan Astra International (ASII). Saham-saham sektor komoditas dan perbankan masih didera tekanan jual. Namun secara umum masih terliahat adanya dorongan beli yang berpeluang mengangkat IHSG kembali ke teritori positif.

Bursa Wall Street kemarin terus berlanjut melemah oleh sentimen negatif meningkatnya angka pengangguran dan berbagai data negatif lainnya. Wall Street sekaligus mencapai kinerja triwulanan terburuk sejak kejatuhan Lehman Brothers.

Pada perdagangan Rabu (30/6/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 96,8 poin (0,98%) ke level 9.774,02. Indeks Standard & Poor’s 500 melenah 10,53 poin (1,01%) ke level 1.030,71 dan Nasdaq melemah 25,94 poin (1,21%) ke level 2.109,24.

Bursa Jepang pun masih mengalami koreksi meski tidak lagi sebesar kemarin. Indeks Nikkei-225 membuka perdagangan Kamis dengan pelemahan 85,78 poin (0,91%) ke level 9.296,86.

Di tengah koreksi bursa global yang masih berlanjut, IHSG pada perdagangan Kamis (1/7/2010) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Investor akan menantikan rilis data inflasi oleh BPS siang ini.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 2.880 hingga 2.950 pada perdagangan hari ini.

Hingga pukul 09.33, IHSG berada di level , turun poin (%).

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level 9.100 per dolar AS dibanding penutupan kemarin di level 9.060.

Bursa-bursa Asia sebagian besar melemah cukup dalam dipimpin oleh koreksi indeks Nikkei 225 detik.com
Aksi Korporasi Pengaruhi Laju IHSG
Indeks di BEI hari ini berpotensi bergerak di kisaran level 2.830 dan 3.000.
KAMIS, 1 JULI 2010, 06:54 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi kembali bergerak positif menjelang akhir pekan ini, Kamis 1 Juli 2010.

Agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan aksi korporasi lainnya disinyalir masih memberikan pengaruh besar terhadap investor dalam mengambil posisi di saham.

“Sepertinya, pengaruh domestik lebih dominan terhadap sentimen eksternal,” kata Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta kepada VIVAnews, Rabu sore, 30 Juni 2010.

Dia memproyeksikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 2.830 dan batas atas (resistance) 3.000.

Pada transaksi Rabu, indeks kembali ditutup positif karena terangkat 20,31 poin atau 0,70 persen ke level 2.913,68, dari perdagangan Selasa 29 Juni 2010, yang berada di posisi 2.893,37, terkoreksi 62,36 poin (2,11 persen).

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup, sebagian besar bergerak negatif. Indeks Shanghai Composite melemah 28,68 atau 1,18 persen di posisi 2.398,37, Hang Seng turun 119,91 poin (0,59 persen) ke level 20.128,99, dan Nikkei 225 terkoreksi 188,03 poin atau 1,96 persen menjadi 9.382,64.

Walau mereda, bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB masih mengalami tekanan jual.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 96,28 poin (0,98 persen) menjadi 9.774,02, Standard & Poor’s 500 turun 10,53 poin atau 1,01 persen ke level 1.030,71, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 25,94 poin (1,21 persen) di posisi 2.109,24.

Menurut Robin, pergerakan IHSG hari ini masih terkait dengan berbagai hajatan korporasi emiten seperti RUPS di awal Juli dan aksi lainnya, serta pengumuman data inflasi dari BPS yang diperkirakan stabil dan memberi efek bakal stabilnya BI Rate.

Bahkan, dia mengakui, meski bursa global maupun regional kemarin bergerak negatif tidak mempengaruhi laju IHSG untuk kembali bercokol di teritori positif. “Walau eksternal masih dicermati, sentimen domestik saat ini sepertinya lebih kuat atas regional,” tutur Robin.

Untuk itu, Robin menyarankan agar investor mengakumulasi saham-saham yang memiliki agenda RUPS atau aksi korporasi lainnya. (sj)

• VIVAnews

Bursa Lokal Cetak Rekor Tertinggi Semester Pertama
RABU, 30 JUNI 2010 | 16:40 WIB

TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Di tengah berlanjutnya tekanan jual di bursa regional, indeks harga saham dalam negeri berhasil menguat sehingga kembali berada di atas level 2.900. Membaiknya perekonomian dalam negeri, dan menguatnya nilai tukar rupiah ikut mendorong kenaikan saham lokal.

Pada perdagangan Rabu (30/6) sore ini, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, ditutup naik 20,313 poin atau 0,7 persen ke level 2. 913,684 dibandingkan posisi kemarin di 2.893,371. Sekitar 124 saham naik, 61 saham turun, dan 63 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan mencapai 3,19 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,02 triliun, serta frekuensi kurang dari 75 ribu kali. Namun investor asing berhasil mencatat penjualan bersih senilai Rp 135 miliar.

Di paruh pertama tahun ini bursa lokal berhasil mencetak kenaikan tertinggi di kawasan regional. Indeks harga sama dalam negeri berhasil melonjak sebesar 379,33 poin atau 14,97 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu di 2.534,356.

Membaiknya ekonomi dalam negeri dan terapresiasinya nilai tukar rupiah mendekati level 9.000 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong kenaikan indeks harga sahama lokal di semester pertama 2010.

Pada periode yang saham bursa Filipina juga menguat 10,5 persen, bursa Thailand naik 9,1 persen, bursa Malaysia naik 3,23 persen, bursa Seoul menguat 0,92 persen, serta bursa India juga naik tipis 0,8 persen.

Sedangkan bursa Wall Street malah turun 5,35 persen, bursa Australia jatuh 9,21 persen, bursa Hong Kong terkoreksi 7,97 persen, bursa Singapura merosot 2,2 persen, dan bahkan bursa Cina anjlok 26,82 persen.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk., Purwoko Sartono menjelaskan terjaganya stabilitas politik dalam negeri, serta terus membaiknya permintaan domestik membuat indeks berhasil melaju hingga mencetak rekor tertingginya di 2.977,252 pada 30 April 2010.

“Aliran dana asing yang terus mengalir ke lantai bursa karena prospek ekonomi domestik yang masih cukup cerah menjadi faktor utama kenaikan indeks tahun ini,” kata Purwoko.

Inflasi tahun kalender yang terjaga rendah sebesar 1,44 persen atau laju inflasi tahunan hingga mei lalu sebesar 4,16 persen dan suku bunga Bank Indonesia tetap bertahan di 6,5 persen turut menunjang penguatan bursa di semester pertama tahun ini.

“Naiknya harga minyak mentah, emas, serta harga komoditas lainnya juga ikut berperan mendongkrak harga saham pertambangan yang menjadi penggerak indeks selama ini,” ujarnya.

Pergerakan indeks harga saham di semester pertama tahun ini bukannya tidak mengalami hambatan. Terjadinya krisis utang Yunani dan diperkirakan menyebar ke kawasan Eropa lainnya sempat membuat indeks sempat tekoreksi cukup tajam hingga ke level 2.475,57 pada 8 Februari lalu.

Mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di awal Mei lalu juga sempat menekan perjalanan indeks tahun ini. “Ditambah lagi kekhawatiran akan melambatnya perkonomian Cina yang memicu kejatuhan bursa global ikut membebani bursa lokal sehingga indeks belum berhasil menembus level 3.000 di semester pertama,” ujarnya.

Namun, menurut Purwoko, fundamental ekonomi yang cukup solid dan peringkat Indonesia yang terus membaik mendekati level investasi membuat bursa lokal masih akan menjadi tujuan investasi dari investor asing. Sehingga indeks masih berpeluang untuk menembus level 3.000 di semester kedua 2010.

Di paruh kedua tahun ini, indeks harga saham diperkirakan bergerak dalam kisaran antara 2.800 hingga 3.200. “Konsumsi domestik dan laba korporasi yang masih mengalami pertumbuhan masih akan menjadi pemantik kenaikan indeks tahun ini,” ujarnya.

VIVA B KUSNANDAR
… wow, setelah negatif cukup dalam, ihsg berbalik arah menguat di tengah sentimen negatif investor asien-K … tampaknya ada tangan2 tak terlihat yang maen gede saat valuasi saham2 mulai MURAH lagi … gw memanfaatkan momentum beli murah pada saham2 gw :   http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every dan sekaligus ambil laba2 kecil bwat mengatasi biaya margin gw (utank ke broker yang secara automatis tersedia) … lumayan bwat jalan2 neh 🙂

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung anjlok tajam mendekati 1,5% seiring dengan tren bursa global yang juga didera koreksi tajam. Nilai tukar rupiah pun melorot ke 9.090.

Pada perdagangan Rabu (30/6/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.892,580 dan kemudian langsung anjlok tajam ke level 2.844,448, melorot 49 poin dari penutupan kemarin di level 2.893,371.

Pada perdagangan pre-opening, IHSG dibuka langsung anjlok 35,872 poin (1,23%) ke level 2.857,499. Indeks LQ45 juga melorot 9,093 poin (1,61%) ke level 553,529.

Tak ada saham unggulan yang menguat, seluruhnya terkoreksi cukup dalam dipimpin oleh saham-saham sektor komoditas, konsumsi, perbankan dan infrastruktur.

Jatuhnya bursa-bursa utama dunia akan menjadi sentimen negatif yang menggerus IHSG pada perdagangan hari ini. Bursa Wall Street kembali terpuruk dengan indeks Standard & Poor’s 500 anjlok ke titik terendahnya dalam 8 bulan terakhir. Kemerosotan saham dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran seputar proyeksi ekonomi global.

Pada perdagangan Selasa (29/6/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 268,22 poin (2,65%) ke level 9.870,30. Indeks S&P 500 juga melemah 33,33 poin (3,10%) ke level 1.041,24 dan Nasdaq melemah 857 poin (3,85%) ke level 2.135,18.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 2.800 hingga 2.911 pada perdagangan hari ini.

Hingga pukul 09.33, IHSG berada di level 2.855,875, turun 37,496 poin (1,29%).

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level 9.090 per dolar AS dibanding penutupan kemarin di level 9.060.

Bursa-bursa Asia seluruhnya melemah cukup dalam dipimpin oleh koreksi bursa Jepang:

Indeks Shanghai turun 29,03 poin (1,20%) ke level 2.398,02.

Indeks Hang Seng turun 240,45 poin (1,19%) ke level 20.008,45.

Indeks Nikkei-225 anjlok 204,13 poin (2,13%) ke level 9.366,54.

Indeks Strait Times turun 17,07 poin (0,60%) ke level 2.813,27.

Sumber: detikcom
30/06/2010 – 06:42
Koreksi IHSG Masih Sehat
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Terkulainya Indeks Harga Saham Gabungan dinilai masih sehat dengan aksi profit taking yang sudah mencapai titik tertingginya.

Periset PT Dongsuh Kalibindo Securities, Ryan Ariadi Suwarno menilik IHSG hari ini masih melanjutkan pelemahan dengan support I di level 2.858 dan support II di level 2.830, sedangkan resistance I di 2.947 dan resistance di 2.956.

“Koreksi indeks kemarin (29/6) masih sehat dan wajar mengakhiri window dressing di Juni ini,” prediksi Ryan dalam perbincangannya dengan INILAH.COM, Senin (29/6).

Ia mencontohkan saham PT Bank Mandiri (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Unilever Indonesia (UNVR) anjlok, namun masih wajar.

Begitu juga dengan sektor komoditas menurun sebab harga batubara turun dari US$100 juta menjadi US$90 juta. “Sebaiknya untuk sektor komoditas lebih baik speculative buy on weakness dengan fundamental yang bagus menunggu awal Juli,” sarannya.

Ryan juga melihat dalam satu bahkan tiga minggu terakhir, indeks diwarnai foreign ney buying dengan indikasi positif. Sayangnya investor lokal malah panik. “Indeks akan ada sentimen baik di awal Juli merespon laporan keuangan perseroan dan IPO semester ke II,” prediksinya.

Penelahaan Ryan pun diamini Kepala Riset PT Bhakti Investama, Budi Ruseno. Ia melihat hari ini, indeks masih melanjutkan pelemahannya dengan kisaran 2.850-2.920. Namun, sentimen positif akan datang di semester II 2010 dengan pencatatan saham baru alias IPO. “Rupiah kita juga harus dijaga di level 9.050,” sarannya.

Saham-saham yang berkapitalisasi besar pun diperkirakan mampu menopang indeks seperti sektor komoditas, infrastuktur, dan perbankan. Lihat saja, saham perbankan Indonesia berbeda dengan saham perbankan bursa regional yang rentan terhadap swap. [mdr]
290610:
Selasa, 29/06/2010 16:10 WIB
4 Faktor Global Hempaskan IHSG 62 Poin
Indro Bagus – detikFinance
… ternyata pada saat ihsg ambrol, gw maseh sempat mengerjakan 2 hal penting: BELI HARGA SAHAM LEBIH MURAH, dan JUAL BELI YANG MENGHASILKAN LABA sehingga gw bisa ambil uang atm harian gw … trims ihsg dan kepanikan bursa … salam sejahtera 🙂
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot tajam 62 poin lantaran terseret sentimen negatif 4 faktor global. Koreksi IHSG menjadi salah satu yang terdalam di Asia mengiringi koreksi bursa-bursa Eropa pada pembukaan siang tadi.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.955,831 dan sempat menguat ke level 2.960,811, naik 5 poin dari penutupan kemarin di level 2.955,732.

Sayangnya penguatan ini tidak bertahan lama. IHSG sontak berbalik arah ke zona negatif dengan tajam hingga sempat menyentuh level 2.872,417, anjlok 83 poin. IHSG bergerak dalam rentang cukup lebar antara 2.872,417 hingga 2.960,811 pada perdagangan hari ini.

Pembalikan arah ini dipicu oleh 4 faktor sentimen global.

Pertama, Agricultural Bank of China (ABC) sedang menggelar masa penawaran awal (bookbuilding) IPO terbesar di dunia bernilai US$ 23,2 miliar atau Rp 208,8 triliun. ABC akan mencatatkan sahamnya di bursa Shanghai dan Hang Seng pada 15 dan 16 Juli 2010.

Investor di dua bursa tersebut diperkirakan menarik dananya besar-besaran dari pasar modal guna berpartisipasi dalam IPO ABC. Aksi ini menyebabkan indeks Shanghai merosot lebih dari 4%, sedangkan indeks Hang Seng melorot hampir 3%.

Kedua, penguatan mata uang Yen terhadap dolar AS dan Euro memicu pelaku pasar di bursa Jepang menarik dana dari pasar saham. Menjelang penutupan triwulan II-2010, kinerja keuangan banyak perusahaan di Jepang dinilai banyak yang tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, eksportir dan pengusaha ramai-ramai melakukan window dressing dengan mengejar keuntungan kurs untuk tetap mendongkrak pertumbuhan laba.

Ketiga, pertemuan G20 merekomendasikan negara-negara maju yang sudah kelebihan utang itu mengurangi porsi utang negaranya serta memangkas defisit dengan memangkas anggaran. Rekmendasi ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya keketatan likuiditas yang tentu akan berdampak negatif pada proyeksi pertumbuhan ekonomi global.

Skema pemulihan ekonomi global diperkirakan tidak akan sesuai jadwal yang sudah diperkirakan. Kekhawatiran ini membuat pelaku pasar melakukan penarikan dana guna mengantisipasi ketatnya likuiditas.

Keempat, rekomendasi G20 diperkirakan bakal membuat skema penyelesaian utang-utang negara-negara Eropa Selatan menjadi lebih sulit untuk diselesaikan dalam waktu cepat. Akibatnya, investor Eropa memutuskan melakukan penarikan dana dari apsar saham.

Pada pembukaan perdagangan siang tadi, indeks-indeks Eropa langsung melemah dengan rata-rata di atas 1%. Indeks FTSE bahkan jatuh ke bawah level 5.000. Jika tidak terlihat adanya upaya mengangkat level FTSE, maka pasar saham Eropa berpeluang melanjutkan koreksi dalam jangka menengah.

Keempat faktor di atas menjadi pemicu utama koreksi bursa global pada perdagangan hari ini. Indeks future saham bursa Wall Street juga mengindikasikan terjadinya koreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berpeluang jatuh ke bawah level 10.000 pada perdagangan nanti malam.

Pada perdagangan Selasa (29/6/2010), IHSG ditutup melorot 62,361 poin (2,10%) ke level 2.893,371. Indeks LQ 45 juga anjlok 13,205 poin (2,29%) ke level 562,622.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 79.775 kali pada volume 3,653 miliar lembar saham senilai Rp 3,305 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 191 saham turun dan 57 saham stagnan.

Transaksi investor asing tercatat berimbang dengan aksi beli sebesar Rp 1,255 triliun dengan aksi jual Rp 1,275 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 20,418 miliar.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya melemah terseret sentimen ekonomi global dan IPO ABC.

Indeks Shanghai anjlok 108,22 poin (4,27%) ke level 2.427,05.
Indeks Hang Seng melorot 516,71 poin (2,49%) ke level 20.209,97.
Indeks Nikkei 225 turun 123,27 poin (1,27%) ke level 9.570,67.
Indeks Strait Times turun 41,58 poin (1,45%) ke level 2.828,41.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bayan (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 6.400, Bentoel (RMBA) naik Rp 40 ke Rp 415, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 20 ke Rp 620, ACE Hardware (ACES) naik Rp 20 ke Rp 1.800.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 37.700, Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 47.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 17.000, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 17.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 18.800.

(dro/qom)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 32 poin lantaran ikut terseret pelemahan massal indeks-indeks Asia. Koreksi mata uang Yen membuat eksportir Jepang melakukan penarikan dana massif dari bursa Jepang yang memicu pelemahan indeks Asia bersamaan.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.955,831 dan sempat menguat ke level 2.960,811, naik 5 poin dari penutupan kemarin di level 2.955,732.

Sikap optimistis sempat membuat IHSG cenderung menguat, meski hanya dalam rentang kenaikan tipis. Sayangnya, mendadak terjadi aksi jual massal yang membuat IHSG langsung melorot cukup dalam. IHSG pun sempat jatuh ke level 2.923,180.

Pelemahan mata uang Yen sebesar 0,6% membuat eksportir Jepang menarik dananya dari pasar saham guna menutupi kerugian kurs. Penarikan dana ini membuat penguatan Indeks Nikkei 225 berbalik arah ke zona negatif.

Reversal ini membuat indeks-indeks Asia lainnya terseret ke zona negatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai terkoreksi cukup dalam. IHSG pun langsung ikutan terkena aksi jual cukup massal.

Pada perdagangan Selasa (29/6/2010) sesi I, IHSG ditutup melorot 32,493 poin (1,09%) ke level 2.923,239. Indeks LQ 45 juga turun 6,837 poin (1,18%) ke level 568,990.

Kendati demikian, investor asing masih mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 65 miliar.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 32.603 kali pada volume 1,383 miliar lembar saham senilai Rp 1,100 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 148 saham turun dan 67 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia berbalik arah ke zona merah terseret pelemahan bursa Jepang

Indeks Shanghai turun 44,93 poin (1,77%) ke level 2.490,35.

Indeks Hang Seng melorot 222,37 poin (1,07%) ke level 20.504,31.

Indeks Nikkei 225 turun 86,51 poin (0,89%) ke level 9.607,43.

Indeks Strait Times turun 22,84 poin (0,80%) ke level 2.847,15.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 ke Rp 34.250, Indofood (INDF) naik Rp 75 ke Rp 4.150, Hexindo (HEXA) naik Rp 50 ke Rp 4.875, Bayan (BYAN) naik Rp 50 ke Rp 6.400.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 38.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 17.200, Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 17.700, BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 9.200.

Senin, 28/06/2010 16:07 WIB
Sempat Colek Zona Merah, IHSG Bertahan 8 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil menutup perdagangan di teritori positif setelah sempat menyentuh zona negatif. Pergerakan pasar global yang masih spekulatif membuat IHSG ikutan bergerak gamang.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.947,220 dan langsung menguat ke level 2.975,896, naik 28 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.947,023.

Penguatan IHSG cukup tinggi di awal perdagangan. Sayangnya, penguatan tidak bertahan lama lantaran kenaikan itu terjadi dalam tipisnya volume dan nilai transaksi. Itu berarti, daya beli tidak cukup untuk menopang kenaikan.

Penopang utama kenaikan IHSG hari ini adalah saham-saham sektor pertambangan dan perbankan yang masih menguat. Sedangkan saham-saham konsumsi, infrastruktur dan infrastruktur melemah.

Benar saja, aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi pada perdagangan sesi II membuat laju kenaikan IHSG menyusut cepat hingga sempat menyentuh zona merah di level 2.945,223. Untungnya, pelaku pasar mati-matian menjaga IHSG tetap berada di zona hijau.

Bursa-bursa regional juga bergerak variatif lantaran sentimen perekonomian dunia yang masih spekulatif. Bursa-bursa Eropa dibuka seluruhnya menguat tipis. Namun analis memperkirakan pergerakan bursa global masih bersifat spekulatif sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan Senin (28/6/2010), IHSG ditutup naik tipis 8,709 poin (0,29%) ke level 2.955,732. Indeks LQ 45 juga naik 1,634 poin (0,28%) ke level 575,827.

Investor asing juga didominasi aksi beli Rp 810,936 miliar, dengan aksi jual sebesar Rp 475,581 miliar. Transaksi pembelian bersih asing (foreign net buy) tercatat sebesar Rp 335,355 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.655 kali pada volume 4,578 miliar lembar saham senilai Rp 2,703 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 98 saham turun dan 72 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif

Indeks Shanghai turun 17,54 poin (0,69%) ke level 2.535,28.
Indeks Hang Seng naik 35,89 poin (0,17%) ke level 20.726,68.
Indeks Nikkei 225 turun 43,54 poin (0,45%) ke level 9.693,94.
Indeks Strait Times naik 18,06 poin (0,63%) ke level 2.869,70.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 34.150, Indo Tambang 9ITMG) naik Rp 700 ke Rp 38.500, Eatertainment (SMMT) naik Rp 350 ke Rp 1.750, Sari Roti (ROTI) naik Rp 215 ke Rp 1.490.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 18.050, Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 48.100, Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 15.850, Rukun Raharja (RAJA) turun Rp 100 ke Rp 1.330.

(dro/qom)

Senin, 28/06/2010 12:40:12 WIB
IHSG jeda siang menguat 0,70% dekati 3.000
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 20,70 poin atau 0,70% ke level 2.967,72. Indeks bergerak pada kisaran 2.947,22 – 2.975,89.

Dari 402 saham yang menopang indeks, sebanyak 91 menguat, 72 melemah dan 239 tidak beranjak dari posisi sebelumnya.

Secara individu, saham Bank Central Asia memotori penguatan indeks dengan kontribusi sebesar 4,61 poin, disusul oleh Bank Rakyat Indonesia 3,85 poin, Gudang Garam 2,42 poin dan Bank Mandiri 1,31 poin.

Sejumlah saham yang menahan penguatan indeks adalah Unilever Indonesia dengan kontribusi 0,48, disusul oleh Media Nusantara 0,43 poin, Indika Energy 0,32 poin dan International Nickel Indonesia 0,31 poin.

Penguatan IHSG itu tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan tujuh indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor keuangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang kenaikan indeks sebesar 63,45%, diikuti oleh consumer goods 14,00%, pertambangan 13,56%, industri kimia dasar 6,30%, aneka industri 2,73%, konstruksi properti 2,31%, dan jasa dan perdagangan 1,62%.

Penguatan pada jeda siang ini juga terjadi di Indeks BISNIS-27 yang ditutup naik 2,72 poin atau 0,82% menjadi 280,20. Indeks BISNIS-27 bergerak di kisaran 277,95 – 281,22.(er)
280610:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cukup tinggi 23 poin dalam nilai transaksi sangat tipis di tengah indeks-indeks bursa Asia yang bergerak variatif pagi ini. Nilai tukar rupiah menguat ke 9.040/US$.

Pada perdagangan Senin (28/6/2010), IHSG dibuka menguat ke level 2.947,220 dan langsung naik ke level 2.970,328, naik 23 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.947,023.

Hampir seluruh saham-saham unggulan diburu investor pada perdagangan pagi ini. Penguatan saham sektor pertambangan, konsumsi, infrastruktur dan perbankan menopang penguatan IHSG.

Kendati demikian, kenaikan yang cukup tinggi ini terjadi dalam transaksi yang sangat tipis tidak sampai Rp 200 miliar. Sehingga masih ada potensi terjadi pengikisan jika mendadak terjadi posisi penawaran cukup massif.

Pergerakan IHSG yang serba tipis diprediksi akan kembali berlanjut pada perdagangan pekan ini. Investor tidak akan banyak ‘bergerak’ di tengah minimnya sentimen positif di pasar. Namun hadirnya emiten baru PT Nippon Indosari Corpindo, pemilik merek dagang Sari Roti diharapkan bisa membawa angin segar di lantai bursa Indonesia.

Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup bergerak variatif. Saham-saham perbnkan mulai membaik setelah anggota Kongres AS menyatakan sepakat untuk tidak membuat perubahan yang dramatis dari aturan sektor finansial baru.

Pada perdagangan Jumat (26/6/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah tipis 8,99 poin (0,09%) ke level 10.143,81. Indeks Standard & Poor’s 500 menguat tipis 3,07 poin (0,29%) ke level 1.076,76 dan Nasdaq menguat tipis 6,06 poin (0,27%) ke levle 2.223,48. detik.com
Harga Minyak Naik, IHSG Terangkat
Indeks di BEI naik 12,31 poin (0,42 persen) ke level 2.959,33 di awal transaksi.
SENIN, 28 JUNI 2010, 09:52 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengawali transaksinya dengan penguatan pada pembukaan perdagangan Senin 28 Juni 2010.

Menurut tim riset PT Reliance Securities Tbk hari ini, harga minyak mentah dunia yang menguat dan diikuti komoditas seperti emas serta Nickel memberi sentimen positif ke pasar saham.

Sekuritas tersebut menambahkan, saham-saham perbankan dan konsumer diperkirakan turut menahan prediksi awal pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini.

Reliance memproyeksikan IHSG awal pekan ini akan bergerak di batas bawah (support) 2.917/2.876 dan batas atas (resistance) pada level 2.963/3.005.

Pada pembukaan perdagangan Senin, IHSG menguat 12,31 poin (0,42 persen) ke level 2.959,33. Penguatan itu melanjutkan pergerakan serupa pada penutupan transaksi Jumat 25 Juni 2010 yang terangkat 32,93 poin atau 1,12 persen di posisi 2.947,02.

Bursa Asia pada saat IHSG dibuka rata-rata juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 40,87 poin (0,20 persen) di posisi 20.731,66, Straits Times naik 14,95 poin atau 0,52 persen ke level 2.866,59, dan Seoul Composite terangkat 0,55 poin (0,03 persen) menjadi 1.730,39.

Seperti diketahui, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB bergerak variatif.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi tipis 8,89 poin (0,09 persen) menjadi 10.143,81, tetapi Standard & Poor’s 500 naik 3,07 poin atau 0,29 persen ke level 1.076,76, sedangkan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 6,06 poin (0,27 persen) di posisi 2.223,48. (art)

• VIVAnews
28/06/2010 – 06:43
Ada Harapan IHSG Menguat
‘Blue Chips’ Masih Bisa Diandalkan
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta – Para analis percaya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik dengan kisaran 2.910-3.030. Saham blue chips masih bisa jadi pilihan. Namun investor tetap harus waspada mencermati perkembangan pasar.

Namun, kenaikannya masih terbatas sebab belum ada tanda-tanda yang meyakini IHSG untuk bergerak maju kendati pertemuan G20 mengeluarkan solusi pemulihan ekonomi. Apalagi Amerika Serikat akan mengeluarkan tiga data pekan ini seperti masalah tenaga kerja, aktivitas manufaktur serta inflasi.

“Secara jangka pendek ada indikasi untuk menguat terbatas sehingga investor perlu mencermatinya,” demikian ungkap pengamat pasar modal, Felix Sindhunata dalam perbincangannya dengan INILAH.COM, kemarin.

Walaupun AS akan merilis data-data perekonomiannya, ia meyakini kondisi domestik jauh lebih berpengaruh untuk ketahanan indeks. Contohnya, penguatan yang terjadi pada penutupan IHSG Jumat (25/6) dimana saham-saham perbankan membawa ke zona positif 1,13%.

Ia mengakui, nilai transaksi relatif kecil lantaran seperti pada musim panas tahun sebelumnya, sebagian investor memilik untuk istirahat. “Mereka memilih untuk liburan ditambah liburan sekolah dan Piala Dunia,” telisiknya.

Dalam situasi yang serba di luar dugaan, ia merekomendasikan memilih saham-saham blue chips seperti perbankan karena memiliki resistensi yang baik walaupun memiliki sentimen inflasi.

Pilihan lainnya jatuh pada sektor konsumen seperti PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) serta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). “Kinerja kedua sektor ini menunjukkan penguatannya dibandingkan sektor batubara yang harus ekspor dan sensitif dengan harga,” pungkasnya.

Hal yang sama terlontar dari Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia, Danny Eugene. Ia meyakini IHSG masih memiliki kekuatan untuk menembus level 3.000, namun dibutuhkan dorongan yang kuat dari sektor pertambangan dan konsumer. “ Ada peluang untuk naik namun sepertinya terbatas merespon hasil pertemuan G20,” telisiknya. [mdr]
Melaju, IHSG Akhir Pekan Dekati 2.950
Jumat, 25 Juni 2010 | 16:09 WIB

KOMPAS/RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah hanya bergerak tipis pada perdagangan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan langsung melaju pada perdagangan sesi kedua. IHSG pun berakhir mendekati 2.950.

IHSG Bursa Efek Indonesia Jumat (25/6/2010) ditutup menguat 1,13 persen atau 32,93 poin pada 2.947.02. Sektor perbankan dan konsumer memimpin kenaikan indeks di akhir perdagangan pekan ini.

Sementara indeks Kompas100 naik 1,25 persen, kemudian indeks LQ45 meningkat 1,31 persen, serta Jakarta Islamic Index menguat 0,87 persen.

Pada perdagangan hari ini terdapat 106 saham naik, 67 saham turun dan 71 saham tidak berubah nilai. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 2,580 triliun dari 64.137 kali transaksi dengan volume 3,947 miliar saham.
Jumat, 25/06/2010 11:40 WIB
Transaksi Tipis, IHSG Tampil Beda di Asia
Indro Bagus – detikFinance

… bener2 kelewatan, mosok nilai transaksi di bawah 1T … itu mah uda JELAS KABUR KE BURSA JUDI PIALA DUNIA … well, gpp, yang penting gw cukup berhasil meraup sedikit laba guna mendapatkan nilai tunai sebagai sarana atm gw … trims bursa 🙂
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi akhir pekan ini di zona hijau, tampil beda dari bursa-bursa Asia lainnya yang seluruhnya melemah. Kenaikan IHSG terjadi dalam tipisnya transaksi, tidak sampai Rp 1 triliun.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka turun tipis ke level 2.913,798 dan sempat melemah ke level 2.904,392, turun 10 poin dari penutupan kemarin di level 2.914,095.

Aksi jual tipis sempat mendera saham-saham unggulan dan menyebabkan IHSG terkoreksi di awal perdagangan. Sentimen bursa global yang masih dilanda koreksi mempengaruhi adanya tekanan jual tadi pagi.

Untungnya, daya beli serta merta langsung masuk ke sejumlah saham unggulan. Aksi beli selektif ini berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau. Penguatan IHSG sesi I hari ini terjadi dalam kenaikan tipis.

Sepertinya pelaku pasar melihat peluang untuk melakukan pembelian, terutama mengingat IHSG telah terkoreksi selama 3 hari berturut-turut sepanjang pekan ini. IHSG pun lolos dari potensi jatuh ke bawah level 2.900.

Pada perdagangan Jumat (25/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 14,470 poin (0,49%) ke level 2.928,565. Indeks LQ 45 juga naik 3,773 poin (0,66%) ke level 570,537.

Transaksi investor asing masih mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 183 miliar.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 34.206 kali pada volume 1,312 miliar lembar saham senilai Rp 999,201 miliar. Sebanyak 77 saham naik, 91 saham turun dan 69 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya masih terjebak di zona merah:
Indeks Shanghai turun 18,64 poin (0,73%) ke level 2.548,10.
Indeks Hang Seng turun 154,83 poin (0,75%) ke level 20.578,66.
Indeks Nikkei 225 turun tajam 184,47 poin (1,86%) ke level 9.743,87.
Indeks Strait Times turun tipis 2,73 poin (0,10%) ke level 2.844,88.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 18.200, Eatertainment (SMMT) naik Rp 280 ke Rp 1.400, Astra International (ASII) naik Rp 200 ke Rp 48.300, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 6.000, BCA (BBCA) naik Rp 150 ke Rp 5.800.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain United Tractors (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 18.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 37.750, Indofood (INDF) turun Rp 50 ke Rp 4.000, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 7.950.

(dro/qom)

Akhir Pekan, Saham Lapis Dua Boleh Dipilih
IHSG masih dalam tren positif untuk jangka menengah dan panjang.
JUM’AT, 25 JUNI 2010, 07:40 WIB
Antique

VIVAnews – Pelaku pasar dometik diprediksi belum bisa lepas dari pengaruh bursa mancanegara. Tentunya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ini, Jumat 25 Juni 2010 masih mengacu hal itu.

“Sebaiknya, pilih saham-saham lapis dua karena blue chips (unggulan) masih rawan tekanan jual,” kata pengamat pasar modal Deni Hamzah kepada VIVAnews, Kamis sore, 24 Juni 2010.

Dia memproyeksikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 2.900 dan batas atas (resistance) 2.950.

Pada transaksi Kamis, indeks kembali ditutup negatif karena turun 10,69 poin atau 0,37 persen ke level 2.914,09, dari perdagangan Rabu 23 Juni 2010, yang berada di posisi 2.924,79, melemah 9,80 poin (0,34 persen).

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup kemarin rata-rata juga bergerak negatif. Shanghai Composite turun 3,13 poin (0,12 persen) ke level 2.566,75, indeks Hang Seng melemah 123,12 atau 0,59 persen di posisi 10.733,49, dan Straits Times terkoreksi 23,44 poin (0,82 persen) menjadi 2.847,61.

Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis sore waktu New York atau Jumat dini hari WIB pun kembali bergerak negatif.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 145,64poin (1,41 persen) menjadi 10.152,80, Standard & Poor’s 500 turun 18,35 poin atau 1,68 persen ke level 1.073,69, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq melemah 36,81 poin (1,63 persen) di posisi 2.217,42.

Menurut Deni, IHSG akhir pekan cenderung terkoreksi akibat masih kentalnya aksi ambil untung (profit taking) investor pada saham blue chips dan penampakan bursa eksternal yang sepertinya kembali melemah.

Selain itu, dia mengakui, dari dalam negeri sebetulnya minim sentimen positif dan ekspektasi aksi korporasi emiten juga sudah terfaktorkan di bursa sebelumnya. “Jadi, sebaiknya pilih saham-saham lapis dua saja,” tutur Deni.

Sedangkan Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk berpendapat, meski sudah tiga hari berturut-turut IHSG melemah tapi masih berada dalam tren positif untuk jangka menengah dan panjang.

“Perdagangan terakhir pekan ini kami memproyeksikan indeks akan berfluktuatif pada kisaran support-resistance 2.887-2.930,” ujarnya.

Namun, dia mengakui, faktor eksternal (Wall Street, Eropa, dan harga komoditas) masih akan menjadi katalis utama penggerak indeks. “Sebaiknya untuk trading pilih saham lapis dua dan tiga,” kata Purwoko. (kd)

• VIVAnews
25/06/2010 – 06:41
Krisis Eropa Momok IHSG
Cermati Profit Taking ‘Blue Chips’
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Krisis Eropa yang tak berujung masih membayang-bayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (25/6). Investor disarankan mencermati saham blue chips yang kemarin sempat menguat.

Pengamat pasar modal, David Fernandus menguraikan IHSG dalam empat hari perdagangan belum menunjukkan pemulihan. Hal ini akibat krisis Eropa yang tampaknya belum berlalu, apalagi ditambah pernyataan Federal Reserve yang mengkhawatirkan krisis tersebut.

“Memang di bursa luar semuanya bergerak mixed dan menjadi sentimen negatif untuk indeks dalam waktu pendek,” ujar David dalam bincang-bincangnya dengan INILAH.COM, Kamis malam (24/6).

Di sisi lain, lanjutnya krisis global pada 2008 silam masih menyisakan permasalahan di Amerika Serikat yang serta merta mengerek perekonomiannya lebih stagnan. Hal ini pun membuat perekonomian di seluruh dunia menjadi tidak pasti. “Perlu dicermati data jobless claims yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG,” imbuhnya.

Namun, ia melihat IHSG hari ini masih berpotensi bergerak di kisaran 2.890-2.970. Seandainya saja, data-data AS pada awal pekan ini membaik maka kemungkinan IHSG menembus level 3.000. Namun, kenyataannya terbalik ditambah dengan inflasi Juni yang membayangi indeks. “Pemerintah sudah menaikkan TDL (tarif dasar listrik) sehingga membuat harga komoditas dan barang pun naik,” ujarnya.

Untuk itu, ia menyarankan investor untuk mencermati saham-saham blue chips. Diperkirakan hari ini, beberapa saham blue chips akan mengambil untung setelah mengalami kenaikan kemarin.

Seperti saham PT Astra International (ASII) yang kemarin menguat Rp500 ke Rp48.100, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp300 ke Rp17.350, serta PT Eatertaiment International (SMMT) terangkat Rp220 ke Rp1.120.

Pernyataan David diperkuat analis pasar modal, Surya Wijaya. Ia memperkirakan IHSG akan melemah lantaran antisipasi jobless claims dengan perkiraan di level 460.000. Wall Street akan merespon negatif.

Penjualan rumah baru keluarga tunggal di Amerika Serikat merosot hampir 33 persen pada Mei ke rekor terendah setelah berakhirnya keringanan pajak. Departemen Perdagangan mengatakan penjualan rumah baru untuk keluarga tunggal disesuaikan musiman tingkat tahunan mencapai 300.000 pada Mei, 32,7% di bawah revisi April pada 446.000. [mdr]
24/06/2010 – 16:11
IHSG Jeblok Respon Pernyataan BPS
Susan Silaban

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Pelaku pasar modal domestik merespon negatif pernyataan Kepala BPS tentang proyeksi inflasi hingga Juni. IHSG pun langsung memerah.

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (24/6) anjlok 10,70 poin (0,37%) ke level 2.914,09 dengan 78 saham menguat, 110 saham melemah dan 84 saham stagnan. Nilai perdagangan tercatat Rp2,430 triliun dengan volume perdagangan 42,113 miliar lembar saham.

Indeks saham pendukung LQ45 pun anjlok 2,399 poin ke level 566,79. Begitu juga dengan sektor tambang yang tak mampu bergerak anjlok 20,310 poin ke 2.269,55.

Riset analis CIMB Securities Indonesia, Mastono Ali menguraikan IHSG jeblok lantaran mendengar pernyataan Kepala BPS Rusman Heriawan yang mengungkapkan proyeksi inflasi Juni year on year mencapai kurang lebih 4%. Inflasi ini lantaran adanya liburan sekolah dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sekitar 10%.

“Pernyataan ini mulai mencuat pukul 15.00 WIB dalam news flash. Pelaku pasar langsung cepat mengamankan investasinya,” ujar Mastono Ali dalam kepada INILAH.COM, di Jakarta Kamis (24/6).

Menurutnya, ada tiga poin yang membuat IHSG ditutup negatif antara lain penjualan perumahan AS yang mengecewakan ditambah dengan pernyataan Federal Reserve yang mulai mengkhawatirkan krisis Eropa serta pelaku pasar merespon hasil dari RUPST Luar Biasa PT Bumi Resources (BUMI).

“Dalam satu minggu ini berita di AS semuanya negatif sehingga berimbas ke indeks, apalagi sentimen Eropa ketika bursa London dibuka minus,” imbuhnya.

Senada dengan Mastono, analis pasar modal Surya Wijaya menguraikan kejatuhan IHSG disumbang dari sentimen bursa Eropa yaitu bursa London FTSE dibuka minus 37,61 (0,37%). Selain itu, indeks mengantisipasi pengumuman ekonomi AS tentang data pengangguran yang diperkirakan di level 460.000.

“Market beberapa hari ke depan cenderung mixed dan sideways. Perdagangan saham di Wall Street malam ini diperkiraan masih akan tertekan sentimen negatif,” telisiknya.

Adapun saham-saham yang menyeret IHSG antara lain PT Gudang Garam (GGRM melemah Rp800 ke Rp33.150, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terperosok Rp600 menjadi Rp38.000, PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp350 ke Rp15.900, serta PT HM Sampoerna (HMSP) terkoreksi Rp250 menjadi Rp18.750.

Sedangkan saham-saham yang menuai untung adalah PT Astra International (ASII) naik Rp500 ke Rp48.100, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terangkat Rp300 menjadi Rp17.350, serta PT Eatertaiment International (SMMT) menguat Rp220 ke Rp1.120. [mdr]
Kamis, 24/06/2010 16:08 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Ditutup Turun 10 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 10 poin setelah bursa-bursa Asia berbalik arah ke zona merah lantaran koreksi indeks-indeks Eropa pada pembukaan siang tadi. IHSG bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan hari ini.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.924,889 dan sempat menguat ke level 2.946,544, naik 22 poin dari penutupan kemarin di level 2.924,790.

IHSG bergerak cukup fluktuatif dalam volume dan nilai transaksi tipis pada perdagangan hari ini dalam rentang 2.908,348 hingga 2.946,544. Tren pergerakan bursa global yang juga tidak menentu dan fluktuatif dengan kecenderungan stagnan sangat mempengaruhi IHSG hari ini.

IHSG sempat menguat cukup tinggi pada awal perdagangan bersamaan dengan tren penguatan bursa-bursa Asia yang juga menguat. Sayangnya, pembukaan bursa-bursa Eropa siang tadi yang didominasi koreksi sontak membuat bursa-bursa Asia berbalik arah ke zona negatif, termasuk IHSG.

Sebagian besar saham-saham unggulan didera tekanan jual setelah melihat koreksi bursa-bursa Eropa dan Asia siang tadi. Investor pun buru-buru melepaskan portofolionya guna mengantisipasi potensi koreksi lanjutan pada perdagangan besok.

Jalnnya transaksi bursa global hari ini kelihatannya masih gamang lantaran belum ada kejelasan arah pasar saham. Penutupan bursa Eropa dan Wall Street nanti malam akan menjadi penentu arah bursa saham global pada perdagangan besok.

Pada perdagangan Kamis (24/6/2010), IHSG ditutup turun 10,695 poin (0,36%) ke level 2.914,095. Indeks LQ 45 juga turun 2,393 poin (0,42%) ke level 566,764.

Kendati demikian, transaksi investor asing masih didominasi aksi beli sebesar Rp 1,045 triliun dengan aksi jual sebesar Rp 896,323 miliar. Nilai transaksi pembelian bersih asing (foreign net buy) hari ini sebesar Rp 149,063 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 92.185 kali pada volume 4,902 miliar lembar saham senilai Rp 2,879 triliun. Sebanyak 78 saham naik, 110 saham turun dan 84 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia ikutan berbalik arah ke zona negatif seiring dengan pembukaan bursa Eropa yang didera tekanan jual

Indeks Shanghai turun tipis 3,13 poin (0,12%) ke level 2.566,75.
Indeks Hang Seng melemah 123,12 poin (0,59%) ke level 20.733,49.
Indeks Nikkei 225 naik tipis 4,64 poin (0,05%) ke level 9.928,34.
Indeks Strait Times turun 25,77 poin (0,90%) ke level 2.845,28.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 500 ke Rp 48.100, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 17.350, Eatertainment (SMMT) naik Rp 220 ke Rp 1.120, Indah Kiat (INKP) naik Rp 160 ke Rp 2.000, Bank Mega (MEGA) naik Rp 150 ke Rp 2.900.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 33.150, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 38.000, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 15.900, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 ke Rp 8.350.

(dro/qom)

Kamis, 24/06/2010 12:07 WIB
Sesi I
Aksi Beli Selektif Angkat IHSG 7 Poin
Indro Bagus – detikFinance

jam 15:24: kayanya investor LOKAL LAGI MEMBURU MODAL TARUHAN PIALA DUNIA 16 BESAR … gejala2nya: asien-K lebih banyak beli, fluktuasi ihsg cukup lebar yaitu dari positif 2940an ke negatif 2915an, bumi yang seharusnya cukup positif malah nyaris tidak pernah positif harga sahamnya dibandingkan penutupan kemarin padahal volumenya ngetop, total transaksi lagi2 di bawah 3T, setelah beberapa hari sempat di atas 3T … well, gw mah cari ekspektasi beli murah dan jual tinggi aja dah di beberapa saham

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 7 poin seiring dengan tren bursa Asia yang juga menguat dalam rentang tipis. Aksi beli selektif berhaisl membuat IHSG bertahan di zona positif.

Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.924,889 dan sempat menguat ke level 2.934,165, naik 10 poin dari penutupan kemarin di level 2.924,790.

Pada awal perdagangan, IHSG mengalami penguatan tipis dan sempat jatuh ke zona merah. Namun akhirnya IHSG berhasil kembali ke zona hijau seiring dengan aksi beli selektif pada sejumlah saham unggulan.

Sentimen bursa global yang tadi pagi cenderung bergerak datar kini mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Seluruh indeks saham di kawasan Asia sudah masuk ke zona positif. IHSG pun ikutan memperkuat kenaikannya ditopang oleh saham-saham raksasa perkebunan, konsumsi dan perbankan.

Pada perdagangan Kamis (24/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 7,112 poin (0,24%) ke level 2.931,902. Indeks LQ 45 juga naik 1,183 poin (0,20%) ke level 570,340.

Transaksi investor asing pun mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp 89 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 46.928 kali pada volume 2,315 miliar lembar saham senilai Rp 1,234 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 68 saham turun dan 71 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya berbalik arah ke zona positif dengan kenaikan tipis

Indeks Shanghai naik 9,88 poin (0,38%) ke level 2.579,75.
Indeks Hang Seng naik tipis 10,41 poin (0,05%) ke level 20.867,02.
Indeks Nikkei 225 naik tipis 73,31 poin (0,74%) ke level 9.997,01.
Indeks Strait Times naik tipis 2,10 poin (0,07%) ke level 2.873,20.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 17.500, Eatertainment (SMMT) naik Rp 220 ke Rp 1.120, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 18.000, Indah Kiat (INKP) naik Rp 160 ke Rp 2.000, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 9.300, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 5.800.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 33.700, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 16.100, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 47.500, BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 5.700.
(dro/qom)

Rabu, 23/06/2010 16:08 WIB
Bursa Asia Balik Arah, IHSG Hanya Turun 9 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya hanya ditutup turun 9 poin seiring dengan terjadinya pembalikan arah sebagian bursa-bursa regional Asia. Aksi beli selektif di saham-saham unggulan berhasil mengikis laju penurunan IHSG.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.933,896 dan sempat melemah tajam ke level 2.899,266, turun 35 poin dari penutupan kemarin di level 2.934,589.

Pergerakan bursa global yang masih diselimuti aksi jual sempat memberikan kontribusi pada pelemahan IHSG hari ini. Bursa Wall Street tadi malam mengalami koreksi tajam yang kemudian diikuti dengan pelemahan indeks-indeks saham Asia. Bursa Eropa pun ketika dibuka siang tadi juga melanjutkan koreksi cukup dalam.

Investor-investor asing pun tercatat melakukan aksi penjualan bersih, meskipun tidak besar. Namun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang juga melemah tipis menunjukkan adanya dana asing yang keluar.

Untungnya, menjelang penutupan perdagangan mendadak daya beli langsung menguat dan terjadi aksi beli massif pada saham-saham unggulan di sektor pertambangan, perkebunan dan konsumsi.

Penguatan dadakan diiringi dengan kenaikan saham-saham lapis dua dan tiga yang sudah terjadi sejak pagi berhasil membuat koreksi IHSG langsung terkikis.

Pada perdagangan Rabu (23/6/2010), IHSG ditutup hanya turun tipis 9,799 poin (0,33%) ke level 2.924,790. Indeks LQ 45 juga turun tipis 1,806 poin (0,31%) ke level 569,157.

Transaksi investor asing pun didominasi aksi jual sebesar Rp 1,090 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 933,629 miliar. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 156,514 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 93.350 kali pada volume 5,224 miliar lembar saham senilai Rp 2,924 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 101 saham turun dan 83 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia masih didominasi koreksi, namun sebagian telah berbalik arah ke zona hijau:

Indeks Shanghai turun 18,83 poin (0,73%) ke level 2.569,87.
Indeks Hang Seng naik 37,53 poin (0,18%) ke level 20.856,61.
Indeks Nikkei 225 turun 189,19 poin (1,87%) ke level 9.923,70.
Indeks Strait Times turun 4,97 poin (0,17%) ke level 2.867,33.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 17.800, Eatertainment (SMMT) naik Rp 180 ke Rp 900, BFI Finance (BFIN) naik Rp 150 ke Rp 2.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 20.450, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 100 ke Rp 38.600.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 750 ke Rp 47.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 33.950, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 300 ke Rp 13.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.650, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 2.750.

(dro/qom)
23/06/2010 – 16:05
IHSG Ditutup Turun 9,8 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (23/6) ditutup turun 9,8 poin (0,33%) ke level 2.924,79 seiring bursa global dan regional yang negatif.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 101 saham turun, 89 saham masih mengalami penguatan dan 83 saham tercatat stagnan. Volume perdagangan sebanyak 4,7 miliar saham senilai Rp2,5 triliun. Indeks saham JII naik 0,1 poin ke 471,35 dan indeks saham LQ45 turun 1,8 poin ke 569,16

Adapun saham-saham yang naik adalah Petrosea (PTRO) naik Rp500 ke Rp11.500, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp400 ke Rp17.800, Eatertainment International (SMMT) naik Rp180 ke Rp900, BFI Financial Indonesia (BFIN) naik Rp150 ke Rp2.150, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp100 ke Rp38.600, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp100 ke Rp20.450, United Tractors (UNTR) naik Rp100 ke Rp19.350, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp100 ke Rp8.000.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra International (ASII) turun Rp750 ke Rp47.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp650 ke Rp34.950, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp300 ke Rp13.350, Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) turun Rp275 ke Rp3.350, Bank Mega (MEGA) turun Rp250 ke Rp2.750, Semen Gresik SMGR) turun Rp250 ke Rp8.500. [hid]

Rabu, 23/06/2010 07:40 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Dibayangi Pelemahan
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah mengikuti koreksi yang juga sedang terjadi di bursa-bursa regional. Investor melakukan profit taking setelah sehari sebelumnya mengalami kenaikan besar merespons rencana China membuat mata uangnya lebih fleksibel.

Pada perdagangan Selasa (22/6/2010), IHSG ditutup turun 7,314 poin (0,24%) ke level 2.934,589. Indeks LQ 45 juga turun 1,380 poin (0,24%) ke level 570,963.

Koreksi IHSG diprediksi akan berlanjut hingga hari ini, di tengah bursa-bursa utama dunia yang juga mengalami koreksi. IHSG pada perdagangan Rabu (23/6/2010) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

Bursa Wall Street kembali rontok setelah pengadilan menghalangi keputusan pemerintah AS memutuskan untuk melarang pengeboran laut dalam di Teluk Meksiko selama 6 bulan. Sentimen negatif juga datang dari buruknya angka penjualan rumah.

Pada perdagangan Selasa (22/6/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 148,96 poin (1,43%) ke level 10.293,45. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 17,86 poin (1,60%) ke level 1.095,34 dan Nasdaq melemah 27,29 poin (1,19%) ke level 2.261,80.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Rabu di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung terkoreksi 114,62 poin *1,43%) ke level 9.968,27.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Melemahnya bursa regional dimanfaatkan oleh pemodal untuk melakukan profit taking pada perdagangan kemarin. Penurunan kemarin sekaligus mengakhiri rally naik dalam sepekan terakhir. Tanda akan melemahnya indeks sebenarnya mulai terlihat dari terbentuknya shooting star pada perdagangan Senin lalu. Kami memproyeksikan indeks akan cenderung konsolidasi pada hari ini. Masih belum ada sentimen kuat yang dapat mendorong indeks menembus level 3.000. Hari ini kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.911-2.950.

eTrading Securities:

IHSG ditutup melemah 7 point (-0.24%) pada hari selasa membentuk kembali tanda reversal pattern berupa spinning tops dan memerlukan konfirmasi pada perdagangan hari ini, pada hari selasa asing melakukan net buy sebesar 200m dan jika kita lihat dari stochastic ternyata telah konfirmasi melakukan death cross sehingga ada baiknya kita profit taking dan wait and see terlebih dahulu, kisaran IHSG pada hari ini berada pada kisaran 2916 – 2980.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup melemah 7.31 point menjadi 2934.59 (-0.25%). sentimen negatif dari bursa global menjadi salah pengaruh penurunan indeks, kenaikan saham ASII menyebabkan penurunan indeks tidak terlalu dalam. Setelah gagal menembus resistance 2960, secara teknikal pergerakan indeks masih cenderung mixed dengan pergerakannya berkisar antara 2890-2960. Saham rekomendasi kami adalah BKSL dan BBTN.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

Jika hari ini IHSG tidak mampu bertahan diatas level 2,925.41, maka diperkirakan IHSG akan cenderung terkoreksi dengan perkiraan support sementara di level 2,885.34. Namun jika mampu bertahan, akan kembali untuk mencoba test resistance sekitar level 2,965.49.

Daily risk saat ini meningkat dibanding hari kemarin, yakni sekitar level 55.73% sehingga jika terjadi kenaikan diatas level 2,965.45 diatas cenderung SOS. Pada indikator MACD Optimized terlihat IHSG rentan top reversal dimana MACD akan mendekati resistance line. Dan jikapun tembus diperkirakan hanya overshoot semata.

Pada sisi lain jika IHSG tembus level2,885.34 diatas maka peluang dead cross pada indikator akan konfirm, sehingga untuk selanjutnya IHSG akan cenderung terkoreksi dengan perkiraan support kuat sementara jangka pendek di 2,845.26.

(qom/qom)

22/06/2010 – 18:42
Per 16 Juni, Investor Lokal Kuasai 52% Bursa Saham
Susan Silaban

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Investor lokal menguasai kepemilikan saham sebesar Rp599,594 miliar atau setara dengan 52% per 16 Juni 2010.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama MarkAsia Strategic, Guntur Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/6). Dijelaskannya, kepemilikan investor lokal ini terdiri dari investor individu menguasai 34,5% atau Rp206,836 miliar, sedangkan investor institusi mencapai Rp390,856 miliar atau 65,2% serta investor lainnya menguasai 0,3% atau Rp1,902 miliar.

Sementara, kepemilikan asing di saham pada periode yang sama hanya mencapai Rp553,235 miliar atau menguasai 48%, di mana investor individual hanya mencapai Rp2,283 miliar atau setara dengan 0,4%, investor institusi mencapai Rp337,711 miliar atau 61% sedangkan investor lainnya menguasai Rp213,241 miliar atau 38,5%.

“Kepemilikan investor lokal ini tertinggi sejak 2007- Mei 2010 dengan jumlah total kedua investor tersebut mencapai Rp1,152 triliun,” ujar Guntur. [san/cms]
Chart forComposite Index (^JKSE)

220610: pas HUT Jakarta, tampaknya bakal ada gerakan mantul naek ihsg setelah koreksi di parabolic sar, slow stochastic, dan roc … sementara batas bawah bollinger bands pun sudah tembus berkali-kali kemarin … kondisi ini bisa menjadi sinyal pembalikan arah kuat menuju 2950, 2960, dan 2980 … ati-ati support di 2920 … well, liat aja dah

21/06/2010 – 16:18
Apresiasi Sektor Tambang Gagal Angkat IHSG ke 3.000
Asteria

… kayanya koreksi terjadi sedikit, mirip ekspektasi gw sebelum pembukaan bursa pagi ini … sebelum akhirnya ditutup naek kecil … well, lumayan gw sempat jual di harga cukup tinggi selama 1 bulan ini …
INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham berakhir di zona positif, dipimpin saham sektor tambang. Namun, penguatan indeks masih tertahan di bawah 3.000.

Pada perdagangan Senin (21/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 12,314 poin (0,42%) ke level 2.941,903. Indeks LQ 45 juga naik 2,618 poin (0,45%) ke level 572,343.

Indeks saham dibuka menguat 1,15% ke level 2.963 dan terus merangkak naik hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.973. Namun, penguatan tertahan aksi ambil untung, sehingga indeks harus berakhir di 2.941.

Analis Samuel Securities Alfatih mengatakan, penguatan indeks hari ini terjadi seiring apresiasi bursa regional Asia. Pelaku pasar menyambut positif langkah China merevaluasi mata uangnya, yang menjadikan nilai tukar Yuan lebih fleksibel. “Ketidakpastian pelaku pasar akibat krisis utang Eropa, khususnya Yunani dan Spanyol, mulai pulih,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan China tersebut, memicu ekspektasi meningkatnya ekspor ke China. Hal ini menjadi katalis baru pasar modal, terutama karena penguatan ekspor ke China ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi global, “Investor pun memburu saham-saham berbasis komoditas, seperti batu bara dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO),”paparnya.

Namun penguatan indeks tertahan karena investor juga mencermati masalah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang diperkirakan berdampak pada peningkatan biaya operasional sejumlah emiten. “Kenaikan TDL ini dikhawatirkan memicu terjadinya inflasi ke depan,” katanya.

Saham sektor tambang memimpin penguatan sebesar 2,15%, seiring naiknya harga minyak menarh ke US$77 per barel. Disusul sektor industri dasar, perdagangan dan properti yang naik 0,9%. Kemudian perkebunan yang naik 0,6%. Serta finansial, konsumsi dan manufaktur yang menguat 0,2%. Sedangkan dua sektor aneka industri dan infrastruktur masih memerah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 6,347 miliar lembar saham, senilai Rp 5,227 triliun dan frekuensi 119.685 kali. Sebanyak 125 saham naik, 85 saham turun dan 71 saham stagnan.

Asing membukukan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp423 miliar. Rinciannya adalah, nilai transaksi beli mencapai Rp1,810 triliun dan nilai transaksi jual sebesar Rp1,386 triliun.

Beberapa emiten yang menguat antara lain HM Sampoerna(HMSP) naik Rp1.750 ke Rp17.950, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp550 ke Rp16.600, United Tractors (UNTR) turun Rp650 ke Rp19.450, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp450 ke Rp17.200, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp180 ke Rp1.280.

Sementara beberapa emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp400 ke Rp34.500, Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp350 ke Rp13.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp300 ke Rp3.900, Astra International (ASII) turun Rp300 ke Rp48.250, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp150 ke Rp38.450, Semen Gresik (SMGR) turun Rp150 ke Rp8.850, Bank Mandiri (TLKM) turun Rp100 ke Rp5.850.

Penguatan IHSG didukung naiknya bursa regional Asia. Kebijakan bank sentral China untuk mempertahankan referensi tingkat bunga yuan terhadap dolar AS, serta janji China meningkatkan fleksibilitas mata uangnya, menjadi katalis positif.

Indeks komposit Shanghai ditutup naik 2,9% ke level 2.586,21, setelah mencapai intraday tertinggi di 2.587,34. Indeks Kospi di Korsel melonjak 27.73 poin (1.6%) ke 1.739,68, penutupan tertinggi sejak 30 April ketika indeks berakhir di 1.741,56 dan indeks Nikkei di Tokyo naik 242.99 poin (2.4%) menjadi 10.238,01, penutupan tertinggi sejak 18 Mei.

Bursa saham Eropa juga dibuka menguat, dipimpin saham pertambangan dasar. Keputusan China mendorong penguatan euro ketimbang mata uang lainnya. Indeks Stoxx 600 Eropa naik 1,5% menjadi 259,36, indeks FTSE 100 London naik 1,2% di 5.313,00, indeks DAX Frankfurt naik 1,5% ke 6.312,17 dan indeks CAC-40 Paris menguat 1,6% menjadi 3.748,13. [mdr]
Senin, 21/06/2010 12:11 WIB
Sesi I
IHSG Cetak Rekor Baru Sepanjang Sejarah
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam 43 poin dan mencetak rekor baru sepanjang sejarah di level 2.973 pada perdagangan sesi I hari ini. Sentimen positif bursa Asia memicu aksi beli massif pada saham-saham unggulan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.929,985 dan langsung meloncat tajam ke level 2.975,035, naik tajam 46 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.929,589.

Penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan tren penguatan bursa-bursa regional Asia. Penguatan bursa-bursa Asia dipicu oleh kebijakan pemerintah China yang menjanjikan adanya perdagangan mata uang Yuan secara lebih fleksibel.

Sebelumnya, negara-negara maju menekan China untuk mengangkat nilai tukar Yuan. Pemerintah China dituding sengaja menekan mata uangnya bernilai rendah untuk mendongkrak perdagangan eksportir-eksportirnya. AS merasa kebijakan ini telah merugikan perdagangan dunia.

China menyanggah tudingan tersebut, namun pemerintah China menjanjikan adanya fleksibilitas yang lebih pada perdagangan mata uang Yuan. Meski pada pardagangan tadi pagi nilai tukar Yuan masih stabil di level 6,8275 per dolar AS, namun sentimen positif janji China terhadap fleksibilitas Yuan membuat pasar saham naik tajam.

Pelaku pasar melihat kebijakan China ini akan meningkatkan likuiditas aliran dana global. IHSG pun langsung terkerek cukup tinggi hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya berada di level 2.971,252 pada 30 April 2010.

Pada perdagangan Senin (21/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tajam 43,773 poin (1,49%) ke level 2.973,362. Indeks LQ 45 juga naik 10,317 poin (1,81%) ke level 580,042.

Transaksi investor asing pun mencatat pembelian bersih sebesar Rp 293,378 miliar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.568 kali pada volume 2,787 miliar lembar saham senilai Rp 2,464 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 63 saham turun dan 59 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam

Indeks Shanghai naik 49,13 poin (1,96%) ke level 2.562,36.
Indeks Hang Seng melesat 576,47 poin (2,84%) ke level 20.863,18.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 222,27 poin (2,14%) ke level 10.208,47.
Indeks Strait Times 46,36 poin (1,64%) ke level 2.879,76.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.600 ke Rp 50.150, Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 17.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 19.450, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 16.650, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 17.350.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 34.500, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 8.900, Tri Polyta (TPIA) turun Rp 50 ke Rp 2.075.

Ekspektasi Laporan Keuangan, IHSG Menguat
Saham-saham unggulan awal pekan ini di antaranya Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.

SENIN, 21 JUNI 2010, 06:56 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat lagi pada transaksi awal pekan ini, Senin 19 Juni 2010, meski sudah lima hari terakhir bergerak positif.

… pengamatan gw : kayanya bakal ada koreksi teknikal sedang, mungkin support di 2890, 2850, atau terdalam 2800 … liat aja grafik teknikalnya:

Chart forComposite Index (^JKSE)

parabolic sar: masih terjadi tren menguat dan beli yang sudah tinggi

bollinger bands: rentang atas antara 2800-3010, namun tren ihsg sudah semakin dekat batas atas 3000; rentang bawah: 2790-2590

roc (rate of change) : kekuatan beli amat besar nilainya, setelah beberapa waktu mengalami koreksi besar juga, ekspektasi koreksi bisa terjadi, bisa juga tidak

slow stochastic: jelas sinyal beli lebih kuat daripada jual, tapi sudah memasuki wilayah jenuh beli yang besar

…. well liat aja dah, semoga koreksi kecil-kecil saja, karena piala dunia 2010 SEMAKIN MENDEKATI MASA2 KRITIS, YAITU PENENTUAN 16 BESAR 😛 sehingga perhatian investor sebagian besar tersita pada situasi ini …

“Capital inflow (masuknya dana asing) sepertinya masih terjadi,” kata Ukie Jaya Mahendra, direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat sore 18 Juni 2010.

Dia memproyeksikan, IHSG Senin, berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 2.891 dan batas atas (resistance) 2.961/2.996.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali ditutup positif karena naik 38,49 poin atau 1,33 persen ke level 2.929,59, dari perdagangan Kamis 17 Juni 2010, yang berada di posisi 2.891,10, menguat 32,44 poin (1,13 persen).

Sedangkan bursa Asia saat IHSG ditutup akhir pekan lalu bergerak variatif. Indeks Hang Seng naik 148,31 poin (0,74 persen) ke level 20.286,71, tetapi Nikkei 225 melemah 4,38 atau 0,04 persen di posisi 9.995,02, dan Straits Times terkoreksi 10,55 poin (0,37 persen) menjadi 2.833,40.

Namun, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB, bergerak positif.

Indeks harga saham Dow Jones terangkat 16,47 poin (0,16 persen) menjadi 10.450,64, Standard & Poor’s 500 naik 1,47 poin atau 0,13 persen ke level 1.117,51, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 2,64 poin (0,11 persen) di posisi 2.309,80.

Ukie berpendapat, IHSG Senin diprediksi masih melanjutkan penguatan walau dalam kisaran terbatas. Sebab, capital inflow ke pasar saham diperkiraan terus terjadi seiring ekspektasi laporan keuangan kuartal II-2010 yang akan bagus. “Tentunya, saham-saham blue chips (unggulan) masih diburu,” ujarnya.

Sedangkan yang bisa membatasi penguatan indeks, kata dia, yaitu berita eksternal atau sentimen bursa global maupun regional, serta harga komoditas di pasar dunia. “Tapi kalau semua faktor itu positif, IHSG bakal kuat,” tutur Ukie.

Sementara itu, Ukie mengakui, saham blue chips yang kemungkinan masih diburu investor pada transaksi awal pekan ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Medco Energi Internasional Tbl (MEDC).

Sebab, dia menambahkan, terlihat saham-saham penggerak IHSG (big caps) tersebut memiliki fundamental kuat dan sisi teknis turut mendukung terjadinya penguatan harga.(np)

• VIVAnews
99 tanda orang yg berbakat kaya
satu hal yg perlu diketahui, seseorang untuk menjadi kayak tak perlu harus jenius. Namum memang diperlukan karakter dan kualitas tertentu untuk menjadi kaya. ( from : William Tanuwidjadja : 99 tanda orang berbakat kaya )

nah apa aja nih tanda2 nya, apakah kamu termasuk didalamnya?

ini dia :

1. Berpikir seperti layaknya orang kaya : Orang yang berbakat kaya selalu belajar berpikir dan bertindak layaknya orang kaya.

2. Tidak berpikir konsumtif :Orang yang berbakat kaya akan selalu berpikir tentang apa yang mereka akan lakukan dengan uang agar dapat berlipat ganda.

3. Pintar mengelola arus kas : Selalu menghitung banyak rupiah yang tersisa setelah dikurangi kebutuhan hidup yamng sifatnya mendasar.

4. Mampu membedakan aset dan liabilitas : Mereka selalu memikirkan apakah aset2 itu menghasilkan arus kas masuk atau justru keluar.

5.Selalu membangun intengible aset (aset non fisik ):yaitu selalu menjaga hubungan dengan relasi, teman, , jaringan, kepercayaan, cara berpikir, visi, pemikiran, keyakinan, dan otokritik.

6. Bekerja untuk belajar, bukan demi uang : Mereka bekerja untuk orng lain sebenarnya untuk mempelajari sesuatu, biasanya mereka memepelajari sistem bisnis, bagaimana aliran uang, cara membangun jaringan relasi, dll.

7. Sangat percaya diri : Mereka percaya akan kemampuan yg dimilikinya untuk mendapatkan kekayaan.

8. Mengenali dirinyya dengan baik : Mereka paham potensi, potensi, kelemahan, serta karakter-karakter spesifik yang dia miliki.

9. Memandang uang sebagai organisme : Merka menanam uang dilahan yg tepat, memeliharanya, membersihkan hamanya, dan disaat yang tepat memetik hasilnya.

10. Tak pernah mengeluh, merasa miskin dan kekurangan

11. Siap mental untuk menjadi kaya

12. sangat mampu mengendalikan diri : Orang2 yang super kaya selalu menampakan mimik yang standar, senym yang bijak,dan tampaknya, well semuanya terkendali, walaupaun pasar pada saat itu sedang pora-poranda. Orang kaya sangat mampu mengendalikan diri agar sikapnya tidak dapat dibaca oelh publik.

13. Memahami logika ” Take n Give ” :Orang kaya sangat paham dengan pameo ” There’s no free lunch “tak ada sesuatu yang gratis.

14. Berorientasi pada proses : si kaya memikirkan nilai guna yang seperti apa untuk mendapatkan uang banyak.

15. Mencintai perannya : orng kaya biasanya mencintai perannya dalam kehidupan bisnis dan sosial.

16. Mempercayai prinsip reltivitas uang : Orang2 kaya telah melatih dirinya untuk tidak terkejut melihat price list atu penawaran2 apapun. semuanya kembali pada apa yang bisa didapatkan dari pengeluaran tersebut.

17. Memhami konsep : Time value of money” : nilai lebih untuk masa depan

18. Tak ingin bersusah payah : Jangan salah orang yang tak ingin bersusah payah bukan berarti ia malas. Kalau dia berpikir dan terus berpikie untuk menemukan sistem dan cara bekerja yang efektif dan efisien untuk mendapatkan hasil yg lebih baik, maka mereka memiliki bakat untuk menjadi kaya.

19. kreatif : merupakan bagian terpenting dri bakat menjadi kaya. Orang kaya selalu kreatif dalam menemukan cara2 baru dalam berbisnis.

20 Menghargai gagasan yang beroroientasi pada tindakan : Orang kaya bisa memilih ide yang menarik yg hanya sebatas ide dan yang bisa menghasilkan uang.

21. Open mind : Orang2 berbaka kaya sangat yakin tak ada sesuatu yang tak mungkin terjadi. mereka terus bermimpidi dan yakin mimpinya suatu saat dapat terwujud.

22. Mampu menilai karakter orang lain : Orang2 kaya sellau memilih staf atau karyawan yg sesuai dengan karakter dirinya.

23. Waspada terhadap pujian : pujian bisa membuat terlena dan lupa diri, orang kaya lebih terbuka menerima kritik.

24. Terbuka menerima kritik : orang kaya telah berlatih untuk menerima kritik stajam apapun.

25. Mampu memahami berbagai bntuk uang : bagi orng kaya pengertian uang sangatlah luas

26. mampu menggunakan Sumber daya orng lain : orang kaya menggunakan waktu dan tenaga orng lain bahkan uang orng lain untuk memperkaya dirinya.

27. Tak pernah merasa puas : ketidak puasan bukan dilihat dari banyaknya uang yang telah dimiliki, tetapi cara kerja dan cara 2 bisnis yg telah di sempurnakan.

28. mampu mendeteksi kemana uang mengalir : mereka memahami kemana uang mengalir

29. Memahami nilai guna yang tersembunyi : orang kaya memiliki sense yang tajam terhadap berbagai macam peluang bisnis.

30. memikirkan hal terburuk, tetapi tidak takut karenanya : Orang kaya salalu mendahului pemikirannya dari hal yag terburuk.

31. memiliki alasan kuat untuk setiap pengeluarannya

32. Menciptakan uang, bukan mencari uang : orang berbakat kaya selalu berpikir saluran pipa kekayaan.

33. Tahu persis bagaimana uangny bekerja

34. Fokus dan spesifik : mereka tidak mau kehilangan fokus pada wilayah dimana mereka memiliki kompetensi inti.

35. Percaya bahwa uang tiak tumbuh dipohon : mereke berpikir uang dan kekayaan hanyalah konsekuensi dari gagasan dan tindakan anda.

36. Tidak percaya ” abnormal Return ” : Tidak satupun instrumen investasi yg bebas resiko.

37. Mampu membedakan lemak dan memangkas otot : Mereka hanya membuak lemaknya, yaitu sesuatu yang membuat bisnis menjadi tidak fleksibel, terlalu birokratis dan tidak responsif terhadap perubahan.

38. Cerdas secara finansial dan numerik

39. Lebih suka berbelanja secar tunai

40. tidak pernah mau mengunakan kartu kredit apalagi minta kenaikan plafon kartu kredit

41. Tidak bisa dirayu iklan konsumtif

42. Menggunakan setiap aktivitas konsumsi sebagai sarana pembelajaran

43. selalu berpegang pada azas uilitas dalam berkonsumsi

44. Mencari daya ungkit : orang2 berbakat kaya selalu mencari daya ungkit untuk menaikan nilai aset

45. Peka terhadap detail : Orang2 berbakat kaya biasanya gampang memahami gambaran umum suatu persoalan.

46. Menghargai waktu

47. Mampu menghitung “opprtunity cost ( biaya semu ) ” : muncul sebagai konekuensii logis ketika kita mengambil suatu pilihan dan mengorbankan pilihan lain, tetapi orang berbakat kaya mampu menghitung opprtunity cost sehingga mereka bisa menentukan secara tepat pilihannya yg disisuaikan dengan tujuan awal.

48. Berani gagal

49. Skeptis menghadapi smua proposal

50. Disiplin terhadap anggaran

51. Mampu membedakan Needs dan wants :

52. membiarkan pihak lawan menawar terlebih dahulu

53. Bisa melihat potensi terpendam dari segsala sesuatu

54. Menginvestasikan uang dan waktu secara aktif

55. Tak suka menabung : Orang kaya tidak menabung dengan tujuan mengumpulkan ” sedikit2 demi sedikit lama2 menjadi bukit”. kalupun punya tabungan, mootifnya adalah penyimpanan sajja, bukan untuk mendapatkan hasil. Mereka pasti menanamkan uangnya kedalam instrumen2 yang bisa memberi return secara cepat. Investasi tidak dikenai pajak, kecuali apabila investor menginginkan profit taking. namun, bunga tabungan selalu dipangkas pajak, tidak peduli apakah pemilik tabungan akan memakai uangnya atau tidak.

56. memeliki kepekaan terhadap bunga majemuk

57. mampu menghitung nilai nominal dari segala sesuatu

58. Tidak pernah mencintai aaset secara tidak rasional : orang2 kaya tidak pernah mencintai asetnya secara berlebihan, sehingga menggappnya tidak bisa dinilai dengan uang.

59. Tidak pernah mengeluhkan modal yang kecil

60. Stabil secara emosional

61. Bisa memahami kebutuhan dan keinginan orang lain

62. Proporsional dalam mengambil resiko : orng kaya sellau mengukur resiko dan keuntungan, kkarena keduanya berbanding lurus.

63. Punya nyali dan berani kehilangan uang

64. bersikap obyektif dan rasional

65. Memegang asas profesionalisme : Orang2 kaya tidak mencampuraduk hubungan profesional dan pertemanan.

66. memiliki kemampuan kordinasi

67. Tidak takut utang

68.mampu menjadi penilai aset yang handal

69. memahami rir=tme dan timing :

70. Selalu tertarik pada cara kerja suatu alat atau sistem

71. menghindari bekerja dengan penghasilan tetap

72. menghindari utang budi

73. Jago menkomunikasikan gagasan bisnis

74. Bekerja bukan berdasarkan hasil jangka pendek

75. Mewaspadai kebiasaan buruk

76. meyukai perubahan

77. mempunyai sense terhadap keseimbangan uang dan barang

78. mampu menemukan substansi :merka selalu merujuk pada poin pentingnya pada saat membeli sesuatu, sperti pada saan membeli bor misalnya, mereka membeli bor berorientasi pada tujuannya yakni untuk membuat lubang.

79. berpikir dari berbagai sudut pandang

80. respek terhadap orang2 sukses

81. Lihai dalam permainan ego

82. Berwatak simple dan praktis

83. menganggap krisis sebagai peluang

84. Mampu memahami kebutuhan orang lain merupakan salah satu kunci sukses bisnis

85. Bisa berpikir seperti orng awam

86. mempercayai kekuatan pikiran

87. Memahami kegagalan dari sudut pandang lain dan merubahnya menjadi sesuatu pembelajaran yang dpt merubah mnjadi kemajuan usahanya

88.. Tidak menganalkan belas kasihan

89. mampu menghitung cepat

90. Memiliki skala prioritas dalam pengeluaran

91. Mampu mengenali pola : selalu berusaha memahami pola yang berlaku dan cara kerja segala sesuatu.

92. Peka terhadap kualitas

93. berorientasi pada ” value for money ” : setiap sen uang yang keluar harus memiliki alasan yang kuat.

94. Mengerti kekuatan informasi

95. bukan persentasenya, tapi nominalnya

96. selalu mengikui perkembangan terbaru

97. mencatat segala transaksi keuangan

98. Mampu mengukur peluang dan probabilitas

99. Membiarkan setiap transaksi berdiri sendiri..

Iklan
 

One Response to “berani GAGAL … 130810”

  1. […] salah satu ungkapan saya saat berkelana :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/06/15/geregetan-berani-gagal-150610/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s