1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

harga saham2 yg gw ikutan … 080710 15 Juni 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:57 am

080710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,915.91 Up 13.86 Up 0.48% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,960.00 Up 30.00 Up 1.55% 21,912,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Up 35.00 Up 1.76% 91,244,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,830.00 Up 10.00 Up 0.55% 86,943,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,000.00 Down 150.00 Down 1.64% 9,254,500
BNII.JK 5:00AM EDT 290.00 Up 5.00 Up 1.75% 594,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 97.00 0.00 0.00% 31,339,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 375.00 Down 10.00 Down 2.60% 42,202,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,925.00 Up 50.00 Up 1.74% 13,035,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,075.00 Up 50.00 Up 1.24% 47,309,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 620.00 0.00 0.00% 885,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 435.00 Up 5.00 Up 1.16% 11,621,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 93.00 Up 1.00 Up 1.09% 48,165,000
ASIA.JK 5:00AM EDT 135.00 0.00 0.00% 5,715,500

ihsgw stabil = 3581.25

ihsgw total 11 = 2148.36

ihsgw total 13 =   1835.38

050710:
05/07/2010 – 16:05
IHSG Ditutup Naik 5,75 Poin

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (5/7) ditutup naik 5,75 poin (0,2%) ke level 2.877,3. Volume perdagangan 2,4 miliar saham senilai Rp1,6 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 103 saham turun, 84 saham masih mengalami kenaikan dan 77 saham tercatat stagnan. Indeks saham JII naik 2,5 poin ke 455,56 dan indeks saham LQ45 naik 1,4 poin ke 558,08.

Kenaikan IHSG didukung bursa regional yang positif. Saatini sebagaian besar saham-saham unggulan sudah termasuk murah. Investor kembali masuk sehingga mengangkat indeks ke zona positif.

Adapun saham-saham yang naik adalah Multibreeder Adirama (MBAI) naik Rp500 ke Rp6.450, Astra International (ASII) naik Rp400 ke Rp46.700, Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp200 ke Rp7.300, United Tractors (UNTR) naik Rp150 ke Rp18.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 ke Rp17.050.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah SMART (SMAR) turun Rp200 ke Rp3.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp100 ke Rp9.150, Incodement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp100 ke Rp16.150, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp100 ke Rp37.000. [hid]
Senin, 05/07/2010 07:29 WIB
Analisa Sepekan
IHSG Belum Bisa Lepas dari Pengaruh China dan AS
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Bursa Indonesia sepanjang pekan lalu masih saja bergerak melemah, akibat pengaruh sentimen negatif dari China dan AS. Pola tersebut diprediksi akan berlanjut pada pekan ini, meski akan tertahan oleh sentimen positif pembagian dividen.

“Bursa Indonesia menutup semester pertama 2010 di angka 2871, Setelah dalam sepekan IHSG melemah sebesar 2.84% akibat kuatnya sentimen negatif dari China dan Amerika,” jelas Muhammad Fikri, analis menengah dari BNI dalam reviewnya, Senin (5/7/2010).

Ia menjelaskan, minggu lalu bursa dunia pada umumnya dan IHSG pada khususnya dibuka dengan munculnya kekhawatiran terhadap perlambatan pemulihan ekonomi dunia, dimana tanda-tanda melambatnya pemulihan ekonomi muncul setelah data pertumbuhan sektor manufaktur dari China hingga Eropa turun melebihi prediksi pasar.

Perlambatan pertumbuhan sektor manufaktur tersebut ditandai dengan kekhawatiran penurunan yang signifikan terhadap nilai ekspor China dan Negara di zona Eropa. Kekhawatiran penurunan ekspor China terjadi setelah China bersedia untuk mengevaluasi nilai yuan terhadap mata uang utama lainnya di dunia sehingga membuat produk china akan menjadi lebih mahal di pasar.

Disamping hal tersebut, melambatnya sektor manufaktur di China dan Eropa terjadi sebagai implikasi dari kebijakan Negara Eropa yang tetap memangkas anggaran untuk stimulus fiskal sehingga membatasi permintaan barang dari negara-negara yang mengimplementasikan pemangkasan defisit anggaran.

“Data diatas mengawali penurunan bursa di Asia dan Eropa minggu lalu, yang kemudian berlanjut selama seminggu setelah Amerika merilis data ekonomi yang mengecewakan,” imbuh Fikri.

Tidak hanya sampai di China dan Eropa, karena beberapa hari kemudian tanda-tanda ikut melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika sebagai Ekonomi terbesar dunia muncul setelah data pertumbuhan sektor manufaktur dan pertumbuhan pekerjaan di amerika turun melebihi perkiraan pasar.

Sektor manufaktur di Amerika pada bulan juni tumbuh pada angka terendah tahun ini sebagai dampak dari berkurangnya permintaan dari pasar luar negeri. Sedangkan melalui Departemen Ketenaga kerjaan Amerika diberitakan, dimana untuk pertamakalinya tahun ini, pertumbuhan pekerjaan di amerika bulan Juni turun sebesar 125.000 pekerjaan atau turun diatas prediksi pasar, disisi lain pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta tumbuh sebesar 83.000 atau tumbuh dibawah prediksi pasar diangka 110.000.

Sentimen positif yang sedikit memberi angin segar bagi ekonomi Amerika adalah dirilisnya angka pengangguran di Amerika pada bulan Juni yang berada pada angka 9.5% atau merupakan angka terendah sejak juli 2009. Walaupun demikian, sangat kuatnya sentimen negatif yang dirilis mendorong Indeks DowJones melemah selama 7 hari berturut-turut, atau merupakan penurunan terlama sejak krisis keuangan tahun 2008 yang lalu.

“Kekhawatiran terhadap kondisi Ekonomi Amerika yang menurun juga menekan harga minyak, dimana pada penutupan minggu lalu harga minyak ditutup pada $72.14 per barel yang merupakan harga terendah dalam tiga minggu terakhir,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Fikri, para investor sangat khawatir terhadap data-data yang dirilis baik itu dari Asia, Eropa hingga Amerika, dimana hampir semua data tersebut menunjukkan tanda-tanda bahwa proses pemulihan ekonomi sedang melambat. Khusus untuk kondisi Amerika, dirilisnya data ketenagakerjaan di AS membuat pasar semakin khawatir bahwa ekonomi Amerika akan membutuhkan waktu yang bertahun-tahun untuk dapat mengembalikan kembali lebih dari 8 juta pekerjaan yang telah hilang akibat krisis yang terjadi sejak Desember 2007.

Ia menabahkan, menguatnya kekhawatiran terhadap perlambatan proses pemulihan ekonomi dunia diprediksi akan membayangi pergerakan IHSG minggu depan. kekhawatiran tersebut akan membuat para investor cenderung untuk ‘wait and see’, khususnya terhadap sentimen yang akan muncul dari Negara-negara besar dunia.

“Satu-satunya sentimen positif dari dalam negari adalah pembagian deviden dari beberapa emiten, walaupun demikian sentimen eksternal masih dipercaya menjadi motor penggerak IHSG minggu depan, untuk itu minggu depan IHSG diprediksi masih akan tertekan bursa regional dan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah,” urai Fikri.

(qom/qom)
020710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,871.55 Down 2.69 Down 0.09% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,910.00 Up 10.00 Up 0.53% 12,129,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,990.00 Up 20.00 Up 1.02% 39,110,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,860.00 0.00 0.00% 63,695,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,250.00 Up 150.00 Up 1.65% 9,328,500
BNII.JK 5:00AM EDT 280.00 Up 5.00 Up 1.82% 456,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 99.00 Up 2.00 Up 2.06% 62,864,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 390.00 Down 5.00 Down 1.27% 44,076,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,900.00 Up 100.00 Up 3.57% 9,848,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,825.00 Down 25.00 Down 0.65% 26,405,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 630.00 Down 10.00 Down 1.56% 28,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 420.00 Down 5.00 Down 1.18% 7,442,000

ihsgw stabil = 3632.5

ihsgw total = 2141.27

02/07/2010 – 16:05
IHSG Ditutup Turun 2,69 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (2/7) ditutup turun 2,69 poin (0,09%) ke level 2.871,55. Volume perdagangan 2,6 miliar saham senilai Rp2,1 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 115 saham menguat, 67 saham masih mengalami penurunan dan 78 saham tercatat stagnan. Indeks saham JII turun 2,4 poin ke 453,05 dan indeks saham LQ45 turun 1,7 poin ke 556,62.

Adapun saham-saham yang naik adalah DianSwastatika Sentosa (DSSA) naik Rp150 ke Rp7.150,

Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp125 ke Rp4.400, Tambang Batubara Bukit Asam(PTBA) naik Rp100 ke Rp16.900, PP London Sumatera(PTBA) naik Rp100 ke Rp8.100.

Sementara itu, saham-saham yang turun adalah Astra Intenational (ASII) turun Rp950 ke Rp46.550, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp550 ke Rp37.150, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp350 ke Rp18.100, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp350 ke Rp18.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp150 ke Rp34.800, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp100 ke Rp13.000. [hid]
010710:

… lagi2 menurut CNBC (first in business worldwide) ngoceh2 soal ihsg adalah TERBAIK UNJUK KINERJANYA di Asia Tenggara … well, coba liat teknikalitasnya … ROC : dalam tren Juni 2010 yang sedang menguat daya belinya, walau pun tetap tidak sekuat di akhir Mei 2010 … slow stochastic : tampaknya masih di area JENUH BELI, walau pun sudah mulai tampak gejala penurunan daya beli sedikit … parabolic sar (diwakili oleh bintik2 ijo dan merah; ijo boleh dianggap sebagai kekuatan beli) : tampaknya pada 2 hari yang lalu (29 Juni) sempat terjadi tekanan jual, tapi kemarin berhasil dikoreksi mantul naek lagi; secara umum analisis teknikal ini menunjukkan gejala tetap positif beli; dalam 12 bulan terakhir terlihat bintik2 ijo mendominasi ihsg … bollinger bands: secara umum tampak dalam 12 bulan terakhir ihsg berada di upper channel, berarti dalam tren bullish yang selalu mengarah pada pembentukan rekor ihsg yang baru terutama pada rentang 2000-2400 dan 2500-2900 … secara umum, semua teknikalitas bernuansa optimis positif … namun potensi ANJLOK jangan diabaikan, karena bisa saja tren teknikal seperti pada Agustus 2009, Februari 2010, dan pertengahan Mei 2010 bisa berulang ANYTIME SOON … well, liat aja dah : naluri gw seh bilang 3000 sudah tampak semakin jelas di depan mata, pertanyaannya: apakah 3000 akan terlampaui atau cuma dicium-cium aja … well, LIAT AJA DAH
280610:

^JKSE 5:00AM EDT 2,955.73 Up 8.71 Up 0.30% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 18,379,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 25.00 Up 1.23% 28,703,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,900.00 Up 10.00 Up 0.53% 124,981,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,500.00 Up 50.00 Up 0.53% 6,615,000
BNII.JK 5:00AM EDT 285.00 Up 5.00 Up 1.79% 1,255,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 104.00 Up 1.00 Up 0.97% 72,555,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 410.00 Down 5.00 Down 1.20% 18,062,500
INDY.JK 4:59AM EDT 3,075.00 Down 50.00 Down 1.60% 9,327,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,925.00 Up 25.00 Up 0.64% 23,435,000
MAPI.JK 4:15AM EDT 660.00 0.00 0.00% 27,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 455.00 Up 20.00 Up 4.60% 46,554,000

ihsgw stabil = 3758.75

ihsgw total = 2217.18

Awal Pekan, IHSG Berusaha Dekati 3.000
Sentimen positif penguatan harga Surat Utang Negara (SUN) diprediksi masih menjadi pemacu.
SENIN, 28 JUNI 2010, 07:20 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini, Senin 28 Juni 2010 diperkirakan kembali menunjukkan penguatan. Sentimen positif domestik masih berpeluang menjadi faktor pendorong.

“Setelah IHSG kuat di atas level psikologias di 2.900, sepertinya mencoba mendekati level 3.000,” kata Muhammad Alfatih, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia kepada VIVAnews, Jumat sore, 25 Juni 2010.

Dia memproyeksikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 2.925 dan batas atas (resistance) 2.950/3.000.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali ditutup positif karena menguat 32,93 poin atau 1,12 persen ke level 2.947,02, dari perdagangan Kamis 24 Juni 2010, yang berada di posisi 2.914,09, melemah 10,69 poin (0,37 persen).

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup rata-rata bergerak negatif. Shanghai Composite turun 13,93 poin (0,54 persen) ke level 2.552,82, indeks Hang Seng melemah 42,70 atau 0,21 persen di posisi 20.690,79, dan Nikkei 225 terkoreksi 190,86 poin (1,92 persen) menjadi 9.737,48.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York atau Sabtu dini hari WIB bergerak variatif.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi tipis 8,89 poin (0,09 persen) menjadi 10.143,81, tetapi Standard & Poor’s 500 naik 3,07 poin atau 0,29 persen ke level 1.076,76, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 6,06 poin (0,27 persen) di posisi 2.223,48.

Menurut Alfatih, IHSG awal pekan ini berpotensi melanjutkan pergerakan positifnya. Sebab, pada akhir pekan lalu berhasil bertahan di atas level psikologisnya di 2.900 sebagai support dan sedang menguji level resistance 2.950. “Jika mampu dilampaui batas atas itu, target kenaikan adalah ke 3.000,” ujarnya.

Dia mengakui, sentimen positif penguatan harga Surat Utang Negara (SUN) yang menjadi portofolio perbankan, diprediksi masih menjadi pemacu indeks domestik kembali bercokol di area hijau.

• VIVAnews
26/06/2010 – 15:01
Review IHSG Sepekan Melemah 0,88%
Saham Domestik Bergerak Anomali
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan IHSG Jumat (25/6) sebagai hidangan penutupan yang lezat dengan mencetak gol 1,13% ke 2.947 menjelang berakhirnya semester I 2010.

Namun, jika dihitung dalam sepekan IHSG malah turun 0,88%. Para analis melihat mixed-nya indeks disebabkan oleh data penjualan rumah baru (New Home Sales) Mei yang anjlok 33% seiring berakhirnya program insentif dari Pemerintah AS dalam bentuk tax credit bagi para pembeli rumah.

Selain itu, pasal dalam UU reformasi sektor keuangan di AS membuat bursa global mengalami pelemahan yang cukup dalam. Namun, berita rencana China untuk mengakhiri kebijakan mematok nilai tukar Yuan terhadap dollar AS sempat membuat IHSG pada Senin naik ke level 2.973,36.

Kepala Riset analis PT Panca Global Securities, Betrand Renaldi menelisik kenaikan IHSG pada akhir pekan didorong saham-saham blue chips khususnya saham perbankan. Selain itu, belanja investor lokal lebih besar ketimbang investor asing hanya Rp500 miliar.

Contohnya, saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dengan net buy asing sebanyak 33.537.000 lembar saham, disusul PT Bank Mandiri (BMRI) 18.626.500 lembar serta PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 6.036.000 lembar.

“Memang penguatan IHSG kali ini tidak ada isu apapun yang menerpanya hanya saham perbankan yang membuat indeks kuat,” ujar Betrand saat bincang-bincang dengan INILAH.COM, Jumat (25/6).

Senada dengan Betrand, pengamat pasar modal Felix Sindhunata melihat saham perbankan yang menjadi monorel IHSG. Namun, penguatan IHSG lantaran mengakhiri semester I 2010 seiring masa window dressing yang akan memudar. “Kita perlu mencermati domestik ketimbang regional lantaran tidak semua yang terjadi di regional akan berdampak positif bagi indeks,” Felix.

Felix percaya, kenaikan IHSG hanya anomali market hal ini mengingat tidak ada tanda-tanda yang pasti mengapa indeks domestik menguat hingga lebih 1%. Apalagi, sektor tambang yang selama ini menjadi penopang indeks pun hanya mampu menyumbang delapan poin. [mdr]
250610:

^JKSE 5:00AM EDT 2,947.02 Up 32.93 Up 1.13% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 15,721,500
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,025.00 Up 35.00 Up 1.76% 24,382,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,890.00 0.00 0.00% 45,194,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,450.00 Up 250.00 Up 2.72% 17,754,500
BNII.JK 5:00AM EDT 280.00 Up 5.00 Up 1.82% 291,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 103.00 Down 2.00 Down 1.90% 75,169,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 415.00 0.00 0.00% 25,889,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,125.00 Up 25.00 Up 0.81% 10,081,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,900.00 Up 100.00 Up 2.63% 29,732,500
MAPI.JK Jun 24 660.00 0.00 0.00% 10,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 435.00 Up 10.00 Up 2.35% 53,024,000

ihsgw stabil (indeks sederhana dengan komposisi saham bbri, adro, elsa, indy) :  3753.75

ihsgw stabil per tgl 19 Maret 2010 : 3118.75 … GAIN dibandingkan tgl 25 Juni 2006 : +20.36% … rata2 per bulan gain : +6,7% … lumayan ga 🙂

ihsgw total :   2209.81

240610:

^JKSE 5:00AM EDT 2,914.09 Down 10.70 Down 0.37% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 25.00 Down 1.22% 19,146,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,990.00 Down 35.00 Down 1.73% 35,276,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,890.00 Down 20.00 Down 1.05% 115,711,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,200.00 Up 50.00 Up 0.55% 10,545,500
BNII.JK 4:59AM EDT 275.00 0.00 0.00% 1,245,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 105.00 Down 3.00 Down 2.78% 215,426,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 415.00 Up 5.00 Up 1.22% 73,875,000
INDY.JK 4:59AM EDT 3,100.00 0.00 0.00% 7,685,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,800.00 Down 50.00 Down 1.30% 17,715,500
MAPI.JK Jun 23 660.00 0.00 0.00% 5,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 425.00 Up 15.00 Up 3.66%

ihsgw stabil =   3676.25

ihsgw total =  2171.36

220610:

^JKSE 5:00AM EDT 2,934.59 Down 7.31 Down 0.25% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,050.00 Up 25.00 Up 1.23% 20,747,000
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,000.00 Down 75.00 Down 3.61% 97,657,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,930.00 Down 30.00 Down 1.53% 111,647,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,150.00 0.00 0.00% 23,088,500
BNII.JK 4:58AM EDT 280.00 0.00 0.00% 455,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 99.00 0.00 0.00% 58,893,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 415.00 Down 5.00 Down 1.19% 35,932,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,100.00 0.00 0.00% 9,677,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,950.00 0.00 0.00% 29,935,500
MAPI.JK 12:31AM EDT 670.00 Down 10.00 Down 1.47% 23,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 410.00 Up 10.00 Up 2.50%

ihsgw stabil = 3666.25

ihsgw total = 2186.72

Selasa, 22/06/2010 16:07 WIB
IHSG Terseret Pelemahan Bursa Global
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona merah seiring dengan pelemahan tren bursa-bursa regional Asia dan Eropa. Aksi jual massal pada saham-saham unggulan menjadi pemicu utamanya.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.940,897 dan kemudian sempat naik ke level 2.956,810, menguat 15 poin dari penutupan kemarin di level 2.941,903.

Penguatan IHSG tadi pagi didorong oleh penguatan sejumlah saham unggulan di sektor pertambangan, perkebunan dan perbankan. Sayangnya, menjelang penutupan sesi I, IHSG mendadak didera tekanan jual selektif pada sejumlah saham unggulan.

Akibatnya, IHSG tidak lagi mampu bertahan di zona positif dan terjebak di zona negatif. IHSG sempat turun 20 poin ke level 2.921,300. Rentang pergerakan IHSG hari ini cukup fluktuatif dengan kisaran 2.921,300 hingga 2.956,810.

Bursa-bursa regional Eropa juga dibuka menurun tipis seiring dengan koreksi yang terjadi pada bursa-bursa Asia.

Pada perdagangan Selasa (22/6/2010), IHSG ditutup turun 7,314 poin (0,24%) ke level 2.934,589. Indeks LQ 45 juga turun 1,380 poin (0,24%) ke level 570,963.

Aktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,384 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,163 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 220,457 miliar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 80.123 kali pada volume 4,770 miliar lembar saham senilai Rp 3,465 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 132 saham turun dan 79 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penurunan, kecuali bursa Shanghai yang sudah memasuki teritori positif.

Indeks Shanghai naik tipis 2,49 poin (0,10%) ke level 2.588,70.
Indeks Hang Seng turun 93,10 poin (0,45%) ke level 20.819,08.
Indeks Nikkei 225 melemah 125,12 poin (1,22%) ke level 10.112,89.
Indeks Strait Times turun 15,30 poin (0,53%) ke level 2.870,34.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.150 ke Rp 19.100, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 17.400, Bank Mega (MEGA) naik Rp 150 ke Rp 3.000, Eatertainment (SMMT) naik Rp 140 ke Rp 720.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.500, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 16.250, Bukit Asam (PTBA) urun Rp 150 ke Rp 17.050, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.750.

(dro/qom)

Senin, 21/06/2010 16:11 WIB
Aksi Profit Taking Pangkas Laju IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil ditutup ‘hanya’ naik 12 poin setelah sempat naik tajam menembus rekor tertingginya dalam sejarah. Ditengah-tengah sentimen positif bursa global, IHSG mengawali terjadinya aksi ambil untung (profit taking).

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.929,985 dan langsung meloncat tajam ke level 2.981,278, naik tajam 52 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 2.929,589.

Penguatan tajam bursa-bursa regional Asia mempengaruhi penguatan tajam IHSG hari ini. Penguatan bursa global menguat dipicu oleh sentimen positif kebijakan pemerintah China yang mengisyaratkan akan memberikan fleksibilitas atas nilai mata uang Yuan.

Pelaku pasar melihat kebijakan China ini akan meningkatkan likuiditas aliran dana global. Bursa-bursa Eropa pun dibuka menguat tajam dengan rata-rata di atas 1% siang tadi. Indeks future saham pun mengindikasikan kenaikan pada perdagangan nanti malam.

IHSG pun sempat terkerek cukup tinggi hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya berada di level 2.971,252 pada 30 April 2010.

Sayangnya, menjelang penutupan pasar, pelaku pasar berbondong-bondong melakukan aksi jual massif pada sebagian besar saham-saham unggulan, terutama dipicu oleh koreksi saham Astra International (ASII), Telkom (TLKM), Bank Mandiri (BMRI) dan Indo Tambang (ITMG).

Aksi jual massif ini serta merta mengikis laju kenaikan IHSG. Investor sepertinya memutuskan melakukan aski ambil untung (profit taking) guna mengantisipasi kebutuhan dana untuk mengangkat harga-harga saham pada perdagangan besok.

Pada perdagangan Senin (21/6/2010), IHSG ditutup naik tipis 12,314 poin (0,42%) ke level 2.941,903. Indeks LQ 45 juga naik 2,618 poin (0,45%) ke level 572,343.

Aaktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 1,809 triliun, sedangkan aksi jual asing Rp 1,386 triliun. Nilai transaksi beli bersih asing sebesar Rp 423,298 miliar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 119.685 kali pada volume 6,347 miliar lembar saham senilai Rp 5,227 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 85 saham turun dan 71 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam

Indeks Shanghai naik tajam 72,99 poin (2,90%) ke level 2.586,21.
Indeks Hang Seng melesat 625,47 poin (3,08%) ke level 20.912,18.
Indeks Nikkei 225 naik tajam 242,99 poin (2,43%) ke level 10.238,01.
Indeks Strait Times naik 55,69 poin (1,97%) ke level 2.889,09.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 16.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.300, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 450 ke Rp 17.200, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.950.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 34.500, Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 48.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 38.450, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 7.900.

(dro/qom)
tgl 21 Juni 2010:

^JKSE 5:00AM EDT 2,941.90 Up 12.31 Up 0.42% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,025.00 Up 25.00 Up 1.25% 49,015,000
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,075.00 Up 95.00 Up 4.80% 214,058,000
BUMI.JK 4:59AM EDT 1,960.00 Up 80.00 Up 4.26% 297,411,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,150.00 Up 50.00 Up 0.55% 15,582,500
BNII.JK 4:58AM EDT 280.00 Up 5.00 Up 1.82% 2,125,000
TRUB.JK 4:59AM EDT 99.00 Up 1.00 Up 1.02% 158,956,000
ELSA.JK 4:59AM EDT 420.00 0.00 0.00% 115,096,500
INDY.JK 4:59AM EDT 3,100.00 Up 50.00 Up 1.64% 23,093,500
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,950.00 0.00 0.00% 33,951,500
MAPI.JK 4:59AM EDT 680.00 0.00 0.00% 366,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 400.00 Down 5.00 Down 1.23%
ihsgw stabil =

3686.25

ihsgw total = 2194.45

Minggu, 20/06/2010 17:41 WIB
Pekan Positif, Indeks Siap Bertengger di Level 3.000
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan mendatang siap menyentuh rekor baru di level 3.000, atau melebihi dari capaian tertinggi pada 30 April 2010, yang tercatat 2.971,25.

Hal itu didorong oleh faktor penguatan mata uang rupiah, dan meredanya kekhawatiran krisis di Eropa, serta dibukanya lelang Surat Utang Negara (SUN) di Selasa (22/6/2010) depan.

“Sepanjang pekan depan, indeks akan menyentuh level psikologi di 3.000 dan posisi support 2.875,” ungkap Analis dari Reliance Securities, Gina Nasution saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (20/6/2010).

Ia menambahkan, sepinya volume perdagangan di bursa domestik pekan lalu, akibat peralihan piala dunia dan jelang libur sekolah, tidak menyulutkan IHSG terus merangkak naik 38,49 poin, dari level 2.891,098 menjadi 2.929,58 pada penutupan perdaganan Jumat (18/6/2010) lalu. Indeks LQ 45 juga menguat 9.267 poin (1,65%) ke level 569,725.

“Asia memang masih melihat dari sentimen global. Kekhawatiran sementera akan euro bond juga mereda untuk sementara. Ini menjadikan Asia akan bergerak naik. Meskipun ada ada kemungkinan koreksi, karena profit taking sesaat. Ini wajar, karana indeks sudah naik cukup tinggi,” paparnya.

Faktor lelang SUN yang akan terjadi pekan depan, juga diprediksi akan memperkuat posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Lelang SUN, bahkan cenderung akan mengalami kelebihan permintaan.

Dengan rupiah yang menguat, IHSG akan terus mantap berada diposisi terbaiknya, dan cenderung akan menyentuh di level 3.000. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat lalu, ditutup pada level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.160 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah akan terus menguat.

“Saham-saham perbankan dan infrastruktur masih menjadi pilihan,” ucapnya.

Faktor penguatan harga minyak mentah dunia yang menyentuh US$ 75 per barel, serta naiknya harga komoditi batubara, juga menambah kepercayaan diri IHSG untuk terus melaju.

“Menambah positif, karena minyak yang naik US$ 75-76 per barel. Meskipun penguatan hanya ulah dari spekulan, akibat tumpahnya minyak BP di Teluk Mexico,” imbuh Gina.
(wep/epi)
… kebijakan baru China untuk meluweskan pergerakan kurs Yuan terhadap dolar amrik (baca:  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/06/20/geregetan-yuan-tunduk-atau-tunda-luwes-200610/)  akan mempunyai imbas positif dan negatif terhadap ekonomi makro indo … impor dari China akan maksimum tertahan pertumbuhannya di indo, karena Yuan terapresiasi secara lambat laun secara pasti, sehingga barang produk China akan menjadi sama mahalnya dengan produk lokal … pilihan konsumen adalah yang lebih berkualitas … ekspor tambang dan energi indo ke China akan juga tertahan pertumbuhannya karena kemungkinan terjadi hambatan pertumbuhan ekspor China … di lain pihak, ekspor barang konsumer indo bisa meningkat ke China karena serapan impor oleh konsumsi domestik akan meningkat … namun peran ekspor non migas masih terlalu kecil dibandingkan migas … tampaknya laju pertumbuhan ekonomi indo akan tertahan di angka 5,5-6,0% … namun imbas positif pertumbuhan tersebut ke bursa saham masih tetap positif … walau pun jelas 2 isu negatif yaitu kenaikan harga2 dan apresiasi Yuan akan menekan juga bursa saham, terutama emiten yang sensitif nilai tukar uang dan inflasi … perbankan harus menjaga jarak agar tidak terlalu terimbas inflasi … eksportir harus mempertimbangkan imbal hasil apresiasi Yuan secara berimbang … emiten infrastruktur seharusnya bisa lebih terimbas positif karena inflasi masih terjaga di kisaran 5% setahun … well, liat aja dah 😛 :)) (nikmati piala dunia 2010 aja dulu, lupakan sejenak kesengsaraan sementara)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

… well, ternyata saham MAPI bole juga gain harganya dalam 1 taon :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/

180610:

^JKSE 5:00AM EDT 2,929.59 Up 38.49 Up 1.33% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,000.00 Down 50.00 Down 2.44% 32,409,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,980.00 0.00 0.00% 80,183,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,880.00 Up 100.00 Up 5.62% 282,968,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,100.00 Up 200.00 Up 2.25% 13,376,500
BNII.JK 4:58AM EDT 275.00 0.00 0.00% 794,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 98.00 Up 4.00 Up 4.26% 278,591,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 420.00 Up 15.00 Up 3.70% 48,138,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,050.00 Up 75.00 Up 2.52% 24,521,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,950.00 Up 25.00 Up 0.64% 25,953,000
MAPI.JK Jun 17 680.00 0.00 0.00% 114,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 405.00 Up 15.00 Up 3.85%

ihsgw stabil = 3637.5

ihsgw total =

Jumat, 18/06/2010 16:09 WIB
IHSG Mantap Bercokol di 2929
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini dengan cerah ceria, mengabaikan pergerakan bursa regional yang lemah lesu. Penguatan saham PT Astra International Tbk (ASII) dan perbankan membuat IHSG nyaris mendekati titik tertingginya.

Mengawali perdagangan di akhir pekan ini, IHSG langsung melesat menembus level 2.900. Investor seakan mengabaikan pergerakan bursa regional yang sangat seret. Aksi perburuan saham-saham unggulan membuat IHSG terus mantap melangkah sepanjang perdagangan.

Pada perdagangan Jumat (18/6/2010), IHSG ditutup menguat hingga 38,491 poin (1,33%) ke level 2.929,589. Indeks LQ 45 juga menguat 9.267 poin (1,65%) ke level 569,725.

Posisi ini berarti hampir mendekati titik tertinggi IHSG sepanjang sejarah yang dicapai pada 30 April 2010 lalu, ketika IHSG menggapai level 2.971,25. Namun setelah titik tertingginya itu tercapai, IHSG terus menerus terpuruk akibat terimbas sentimen negatif krisis di Eropa.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup pada level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.160 per dolar AS.

Bursa-bursa regional bergerak cukup variatif.
Indeks Shanghai melemah 47,02 poin (1,84%) ke level 2.513,22.
Indeks Hang Seng menguat 148,31 poin (0,74%) ke level 20.286,71.
Indeks Nikkei-225 melemah 4,38 poin (0,04%) ke level 9.995,02.
Indeks Straits Times menguat 0,89 poin (0,03%) ke level 2.844,84.
Indeks KOSPI naik 4,03 poin (0,24%) ke level 1.711,95.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 117.512 kali pada volume 8.537 juta lembar saham senilai Rp 4,614 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 72 saham turun dan 62 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.900 menjadi Rp 48.550, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.880, BRI (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 9.100, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 menjadi Rp 5.950, BCA (BBCA) naik Rp 100 menjadi Rp 5.700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 menjadi Rp 9.000.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 2.000, London Sumatera Indonesia (LSIP) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 600 menjadi Rp 20.200.

(qom/dnl)
Jumat, 18/06/2010 11:40 WIB
Hinggap Level 2.926, IHSG Pimpin Penguatan di Asia
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali naik tajam menembus level 2.900 dan memimpin laju kenaikan di kawasan Asia. Penguatan tajam IHSG pagi ini menjadi motivator utama penguatan bursa-bursa Asia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.891,296 dan langsung meloncat tajam ke level 2.929,126, naik 38 poin dari penutupan kemarin di level 2.891,098.

Sejak awal perdagangan, IHSG langsung menguat tajam dan kokoh bertahan di atas level 2.900. Penguatan IHSG langsung menembus level resistance untuk hari ini di level 2.905 yang berarti IHSG siap membentuk pola baru lagi pada perdagangan pekan depan. Pekan ini saja, IHSG 3 kali menembus level resistance.

Hampir seluruh saham unggulan mengalami penguatan, dipimpin oleh penguatan saham-saham pertambangan. Hanya indeks saham sektor perkebunan yang bertahan di zona merah.

Penguatan IHSG juga memberikan angin segar bagi tren penguatan bursa-bursa Asia yang tadi pagi bergerak variatif dengan kecenderungan stagnan. Pembukaan IHSG yang naik tajam kontan membuat indeks-indeks di kawasan Asia menguat.

Transaksi investor asing pun mencatat pembelian bersih sebesar Rp 181,151 miliar.

Pada perdagangan Jumat (18/6/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 35,457 poin (1,22%) ke level 2.926,555. Indeks LQ 45 juga naik 8,732 poin (1,55%) ke level 569,190.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 71.521 kali pada volume 5,690 miliar lembar saham senilai Rp 2,283 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 67 saham turun dan 76 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan kecuali beberapa bursa saja yang masih terjebak di zona negatif

Indeks Shanghai turun tipis 13,72 poin (0,54%) ke level 2.546,53.
Indeks Hang Seng naik 124,37 poin (0,61%) ke level 20.261,77.
Indeks Nikkei 225 naik tipis 11,34 poin (0,11%) ke level 10.010,74.
Indeks Strait Times turun tipis 3,49 poin (0,12%) ke level 2.840,46.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.450 ke Rp 48.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 16.150, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 17.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 38.800.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Lonsum (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 8.450, Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 130 ke Rp 980, Astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 20.700.

(dro/qom)
Jumat, 18/06/2010 07:38 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Disapa Profit Taking
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil ditutup menguat dan kembali mendekati level 2.900. Investor mendapatkan dorongan sentimen positif dari penguatan bursa-bursa regional lainnya.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), IHSG ditutup naik 32,439 poin (1,13%) ke level 2.891,098. Indeks LQ 45 juga naik 6,662 poin (1,20%) ke level 560,458.

Namun setelah penguatan kemarin, pergerakan IHSG pada Jumat (18/6/2010) ini diprediksi akan mulai stagnan. Investor harus mewaspadai aksi profit taking di tengah bursa-bursa lain yang juga bergerak mixed.

Bursa Wall Street kemarin ditutup hanya menguat tipis setelah sepanjang perdagangan tertekan ke teritori negatif. Angka pengangguran dan data manufaktur yang mengecewakan membuat penguatan saham-saham di bursa Wall Street menjadi tertahan. Namun indeks saham masih positif berkat saham-saham sektor utilitas dan konsumer.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 24,71 poin (0,24%) ke level 10.434,17. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 1,43 poin (0,13%) ke level 1.116,04 dan Nasdaq menguat tipis 1,23 poin (0,05%) ke level 2.307,16.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan Jumat ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 28,58 poin (0,29%) ke level 10.027,98.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Aksi beli investor asing menjadi penggerak IHSG dalam perdagangan kemarin. Indeks bergerak menguat +1,13% ditengah melemahnya bursa regional. Pemodal asing ditenggarai mencari pasar yang masih prospektif ditengah krisis yang melanda negara Eropa. Saham consumer goods dan finance terlihat menjadi pilihan pemodal.

Untuk hari ini pemodal direkomendasikan untuk mewaspadai volatilitas pada harga komoditas. Selain itu, meski indeks berhasil ditutup diatas level resistance, pemodal perlu waspada akan kemungkinan terjadinya profit taking. Kisaran support-resistance 2.859-2.905.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 32 point (+1.13%) menembus level resistance di level 2880 didrive oleh ITMG, GGRM, BDMN dan CPIN dan jika kita lihat IHSG pada hari ini akan mendapat sentimen dari laporan data US yang keluar semalam seperti consumer price indeks dan jobless claim.

Dari chart sendiri kita lihat IHSG menembus level resistance dengan volume yang cukup besar sehingga kita dapat perkirakan penguatan dapat berlanjut walaupun dari segi RSI dan stochastic terlihat IHSG telah berada di area overbought sehingga rentan dengan profit taking, sehingga IHSG pada hari ini akan bergerak dalam kisaran 2880 – 2916.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

Setelah pada perdagangan kemarin IHSG gagal terkoreksi dan naik sampai level 2,897.61, hari ini IHSG akan kembali diuji apakah masih mampu bertahan diatas level 2,867.26 atau tidak.

Level ini penting mengingat level ini sebagai konfirmasi akhir untuk melihat pergerakan IHSG selanjutnya. Jika gagal bertahan maka support terdekat berikutnya sekitar level 2,844.96 dan sebaliknya jika mampu bertahan maka resistance saat ini di 2,911.88.

Namun dengan kondisi indikator MFI Optimized saat ini pada skala 99.41 (skala 0 s/d 100) terlihat kemungkinan akan top reversal makin jelas disamping daily risk saat ini sekitar level 84.47%.

(qom/qom)
per tgl 17 Juni 2010

^JKSE 5:00AM EDT 2,891.10 Up 32.44 Up 1.13%
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 50.00 Up 2.50%
ADRO.JK 4:59AM EDT 1,980.00 Up 10.00 Up 0.51%
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,780.00 0.00 0.00%
BBRI.JK 4:59AM EDT 8,900.00 Up 50.00 Up 0.56%
BNII.JK 4:43AM EDT 275.00 Up 10.00 Up 3.77%
TRUB.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00%
ELSA.JK 5:00AM EDT 405.00 Down 10.00 Down 2.41%
INDY.JK 5:00AM EDT 2,975.00 0.00 0.00%
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,925.00 Up 50.00 Up 1.29%
MAPI.JK 4:42AM EDT 680.00 Up 10.00 Up 1.49%
WIKA.JK 4:59AM EDT 390.00 Up 10.00 Up 2.63%

ihsgw stabil = 3565

ihsgw total = 2132.18
Kamis, 17/06/2010 16:08 WIB
Asing Borong Saham Rp 600 Miliar, IHSG Dekati 2.900
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup perdagangan hari ini dengan penguatan tajam 32 poin menembus level resistance 2.880 seiring dengan masuknya dana asing sebesar Rp 603 miliar. Kenaikan IHSG menjadi yang tertinggi di kawasan Asia.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.856,369. Namun kemudian melesat tajam hingga sempat menyentuh level 2.897,608, naik 39 poin dari penutupan kemarin di level 2.858,659.

Di awal perdagangan, IHSG sempat melemah tipis. Untungnya penguatan saham-saham sektor perbankan berhasil mengangkat IHSG naik tipis di zona hijau. Pada sesi siang, penguatan saham-saham komoditas dan konsumsi membawa IHSG terbang cukup tinggi hingga hampir menembus level 2.900.

Kenaikan tajam ini terjadi beriringan dengan masuknya dana asing cukup masif pada perdagangan hari ini, mencapai Rp 600 miliar lebih yang membuat investor domestik berbondong-bondong melakukan aksi pembelian pada saham-saham unggulan di segala sektor.

IHSG lagi-lagi berhasil menembus level resistance untuk perdagangan hari ini di level 2.880. Penguatan bursa-bursa Eropa pada pembukaan perdagangan siang tadi ikut memberikan sentimen positif pada IHSG. Kenaikan IHSG menjadi yang tertinggi di kawasan Asia. Indeks-indeks saham Asia lainnya bergerak variatif, kebanyakan terkoreksi.

Aktivitas investor asing didominasi pembelian sebesar Rp 1,504 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 900,410 miliar. Transasi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 603,734 miliar.

Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), IHSG ditutup naik 32,439 poin (1,13%) ke level 2.891,098. Indeks LQ 45 juga naik 6,662 poin (1,20%) ke level 560,458.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 93.571 kali pada volume 6,941 miliar lembar saham senilai Rp 3,542 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 60 saham turun dan 63 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif:

Indeks Shanghai turun tipis 9,70 poin (0,38%) ke level 2.560,25.
Indeks Hang Seng naik 76,25 poin (0,38%) ke level 20.138,40.
Indeks Nikkei 225 melemah 67,75 poin (0,67%) ke level 9.999,40.
Indeks Strait Times turun tipis 0,84 poin (0,03%) ke level 2.846,70.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 38.350, Gudang Garam 9GGRM) naik Rp 750 ke Rp 34.900, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 16.450, Astra International (ASII) naik Rp 200 ke Rp 46.650.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 7.900, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 300 ke Rp 4.200, SCTV (SCMA) turun Rp 190 ke Rp 1.190, BCA (BBCA) turun Rp 50 ke Rp 5.600.

(dro/qom)

17/06/2010 – 09:37
IHSG Kamis Pagi Menguat 1,75 Poin ke 2.860,41

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan Kamis (17/6) pagi menguat hanya 1,75 poin atau naik 0,06% ke level 2.860,41.

Penguatan Indeks pagi ini didukung naiknya 28 saham perusahaan, sedang 17 saham turun dan 47 saham stagnan.

Volume perdagangan pagi masih sepi sebanyak 41,55 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp37,99 miliar.

Indeks saham unggulan LQ45 naik 1,03 poin ke level 554,83, sedang JII naik 1,14 poin ke level 829,28.

Saham-saham yang naik tajam pagi ini adalah GDYR naik 3,84% ke Rp13.500, ITMG naik 0,8% ke Rp37.400, AUTO naik 1,52% ke Rp13.350, BDMN naik 2,94% ke Rp5.250, BBRI naik 1,69% ke Rp9.000, BMRI naik 1,78% ke Rp5.700. [cms]
17/06/2010 – 06:43
Saham Pemberi Dividen Masih Menarik
Natascha & Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham Kamis (17/6) masih berpeluang menguat. Investor masih disarankan untuk memilih saham yang akan membagikan dividen.

Chandra Wijanarka, analis pasar modal dari Etrading Securities mengatakan, indeks hari ini masih berpeluang menguat, didukung sentimen eksternal. Hal ini terjadi seiring kenaikan indeks Dow Jones yang sempat ditutup di atas level psikologisnya 10.300. “Terlampauinya level ini mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menguat. Dow pun selanjutnya mengarah ke 10.800,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (16/6) kemarin.

Sementara di dalam negeri, lanjutnya, sentimen pasar berasal dari emiten-emiten yang akan memasuki masa cum dividen. “Pasalnya, setelah ex dividen masih ada kecenderungan apresiasi harga untuk beberapa saham,” ujarnya.

Chandra merekomendasikan selective buy untuk beberapa saham, salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Setelah masuk masa ex dividen, masih ada kecenderungan naik. Sentimen positif belum selesai,” katanya.

BBRI akan membagi dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp177,81 per lembar saham, atau setara dengan Rp2,192 triliun, pada Juli 2010. Dividen tersebut setara 30% laba bersih 2009, yang mencapai Rp 7,31 triliun. Adapun dividen ini termasuk dividen interm sebesar Rp 45,74 per lembar, yang dibagikan pada 16 Desember 2009. Jadi total dividen yang dibayarkan sebesar Rp 132,07 per lembar.

Saham lain yang menjadi pilihannya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Menurutnya, emiten ini masih menarik terkait dividen yieldnya yang cukup besar mencapai 5-6% dari harga saat ini. Pembayaran dividen tunai sebesar Rp196 per saham akan dilakukan pada 9 Juli 2010. Dividen itu setara dengan 40% dari laba bersih sebesar Rp1,612 triliun.

Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 dan 23 Juni 2010, sedangkan cum dan ex dividen dipasar tunai pada 25 dan 28 Juni 2010, dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) pada 25 Juni 2010.

Dihubungi terpisah, VP Riset dan Analis Valbury Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, indeks hari ini hingga akhir Juni masih akan konsolidasi. Hal ini terjadi, sebelum indeks memasuki masa koreksi pada Juli hingga Agustus mendatang.

Investor saat ini mencermati, apakah indeks akan menembus double top 2.867 hingga akhir pekan. “Bila berhasil menembus 2.867, maka indeks berpeluang menuju level 3.000. Tapi bila tidak, indeks akan bergerak di kisaran 2.870,” katanya kepada INILAH.COM.

Nico pun menyarankan investor untuk memusatkan perhatian pada emiten-emiten, terutama yang memiliki karakter pertumbuhan penjualan dan laba bersih, dividend yield yang tinggi serta cash flow yang sehat. Selain CPIN, saham pilihan lainya adalah PT London Sumatra (LSIP) dan PT Indocement (INTP). “Rekomendasi trading buy untuk emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (16/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 28,486 poin (1%) ke level 2.858,659. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,410 miliar lembar saham senilai Rp3,3 triliun, dengan frekuensi 108.094 kali. Sebanyak 144 saham naik, 69 saham turun dan 63 saham stagnan. [mdr]
Kamis, 17/06/2010 07:40 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG akan Kembali Lemah Lesu
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak menguat beriringan dengan penguatan bursa regional lainnya. Transaksi juga sudah mulai ramai dengan investor asing melakukan net buy hampir Rp 700 miliar.

Pada perdagangan Rabu (16/6/2010), IHSG ditutup naik 28,486 poin (1%) ke level 2.858,659. Indeks LQ 45 juga naik 6,304 poin (1,15%) ke level 553,796.

Namun untuk perdagangan Kamis (17/6/2010), IHSG diprediksi akan kembali bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak lesu di tengah sentimen regional yang cukup beragam.

Bursa Wall Street kemarin juga ditutup mixed karena tidak ada sentimen yang dominan. Pada perdagangan Rabu (16/6/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 4,69 poin (0,05%) ke level 10.409,46. Indeks Standard & Poor’s 500 melemah tipis 0,62 poin (0,06%) ke level 1.114,61 dan Nasdaq menguat 0,05 poin (0,00%) ke level 2.305,93.

Bursa Tokyo pun dibuka langsung melemah tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung terkoreksi 57,90 poin (0,58%) ke level 10.009,25.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG berhasil menguat +1% didorong oleh menguatnya bursa regional. Investor terlihat berburu saham pertambangan, perkebunan, consumer goods. Meski demikian kami melihat kecenderungan mulai adanya tekanan jual menjelang penutupan yang mengikis kenaikan indeks. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 2.842-2.875.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 28 point (+1%) setelah sempat menguat hingga menembus level resistance di level 2865. pada hari rabu tercatat asing melakukan net buy sebesar 696 milliar di pasar reguler. Pada hari ini kita akan melihat data yang datang dari amerika berupa housing stat, production price index dan industrial production, yang mana jika inline dapat mengirim signal positif. Dari RSI pada membuat negatif divergence dan dari Stochastic juga masih berada di area overbought, IHSG pada hari ini berada dalam kisaran 2805 – 2880.

Erdhika Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 28.49 point menjadi 2858.66 (1.01%). Kenaikan harga minyak dunia membawa sentimen positif bagi saham-saham sektor pertambangan sehingga memicu kenaikan pada IHSG. Namun demikian, tipisnya volume perdagangan indeks membuat pergerakannya diperkirakan akan flat dengan kecendrungan positif. Pergerakan indeks kami perkirakan berkisar antara 2810-2900. Saham rekomendasi kami adalah ADRO, BBCA, dan ITMG.

Reliance Securities:

Perdagangan IHSG pada hari ini diperkirakan akan mengalami profit taking, kenaikan ihsg yang cukup tinggi pada hari rabu 16 juni 2010 yaitu sebesar 28 poin (1,01%) membuat investor melakukan aksi ambil untung sehingga ihsg akan mengalami pelemahan ditengah sentimen negatif bursa global dari laporan ekonomi amerika tanggal 16 juni 2010, laporan PPI 9producer Price Index) dan Housing Start yang melalui hasil survey kurang bagus dibandingkan periode sebelumnya.

Resisten IHSG di level 2881 dan support di level 2833.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini rawan koreksi, mengingat relatif tingginya daily risk saat ini yakni sekitar level 74.48 % dan indikator Money Flow Index (MFI) yang cenderung top reversal. Perkiraan resistance saat ini sekitar level 2,873.25 dan support terdekat di level 2,831.24.

Dan jika hari ini IHSG tidak mampu bertahan diatas level 2,831.24 diatas maka diperkirakan koreksi akan berlanjut dengan target sekitar level 2,803.23, serta sebaliknya jika mampu maka masih ada peluang untuk mencoba kembali naik maksimal ke level 2,887.25 dengan peluang relatif kecil.

(qom/qom)
Kenaikan saham ADRO angkat IHSG 1,01%
Rabu, 16/06/2010 16:14:07 WIBOleh: Wisnu Wijaya
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) sore ini ditutup menguat 1,01% atau 28,49 poin ke 2.858,66 dari level 2.830,17 pada penutupan perdagangan kemarin sore.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah juga menguat 0,27% dari Rp9.175 per dolar AS ke Rp9.150.

Dari 402 saham yang dikalkulasi oleh IHSG, sebanyak 119 saham harganya naik, 73 saham harganya menurun, dan 210 saham stagnan.

Kenaikan indeks saham sore ini ditopang oleh lonjakan harga saham Adaro Energy yang menyumbang 4,03 poin, saham Bank Central Asia yang menyumbang 3,08 poin, Astra International menyumbang 3,06 poin, dan saham Unilever Indonesia menyumbang 2,41 poin.

Namun, penguatan IHSG tertahan oleh penurunan harga saham Gudang Garam yang menyumbang 0,61 poin, saham SMART 0,54 poin, saham Indosat 0,51 poin, dan saham United Tractors yang menyumbang 0,42 poin.

Seiring dengan penguatan indeks saham, di bursa Asia, indeks saham utama ditutup naik.

Indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup naik 1,81% atau 179,26 poin ke posisi 10.067,15.

Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,05% atau 10,24 poin ke 20.062,15.

Indeks Taiwan Taiex naik 0,90% atau 66,60 poin ke 7.454,06.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,91% atau 15,30 poin ke 1.705,33.

Indeks Straits Times Singapura juga mengyat 0,99% atau 27,88 poin ke 2.846,09. (wiw)
Selasa, 15 Juni 2010 | 16:12

^JKSE 5:00AM EDT 2,830.17 Up 3.34 Up 0.12% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,970.00 0.00 0.00% 39,365,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,880.00 Down 10.00 Down 0.53% 34,836,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,780.00 Down 30.00 Down 1.66% 94,768,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 8,750.00 0.00 0.00% 19,523,500
BNII.JK 3:51AM EDT 270.00 0.00 0.00% 196,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 92.00 Down 1.00 Down 1.08% 38,332,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 430.00 Down 10.00 Down 2.27% 102,581,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,875.00 Down 25.00 Down 0.86% 12,259,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,800.00 Down 75.00 Down 1.94% 21,037,000
MAPI.JK 4:59AM EDT 690.00 Up 10.00 Up 1.47% 2,431,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 385.00 Down 15.00 Down 3.75%

BURSA SAHAM

Astra dan Perbankan Menguatkan IHSG

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada hari ini (15/4). Hingga penutupan pasar, IHSG sudah bertengger di level 2.830,17.

Saham-saham yang menjadi penggerek indeks adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Harga saham ASII naik sebesar 3,95% menjadi Rp 46.000 per saham, BBCA naik 0,92% menjadi Rp 5.600, BBRI menjadi Rp 8.850, BMRI menjadi RP 5.500 dan GGRM naik 1,32% menjadi Rp 34.550 per saham.

Sedangkan saham-saham penahan laju indeks adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Perdagangan hari ini cukup ramai ketimbang beberapa hari sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 3,2 triliun dengan volume sebanyak 4,75 miliar.

Edy Can kontan
Selasa, 15/06/2010 16:12 WIB
IHSG Tetap ‘Hijau’ Berkat Astra
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan hari ini di teritori positif. Lonjakan saham PT Astra International Tbk (ASII) membuat IHSG sukses bertahan di zona positif.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat bergerak ragu-ragu dan mondar-mandir dari teritori positif ke negatif. Namun kuatnya kenaikan saham ASII membuat IHSG sukses bertahan positif.

Pada perdagangan Selasa (15/6/2010), IHSG ditutup menguat tipis 3,336 poin (0,12%) ke level 2.830,173. Indeks LQ 45 juga naik 1,221 poin (0,22%) ke level 547,492.

Penguatan IHSG juga terjadi beriringan dengan penguatan bursa-bursa Asia lainnya. Meski sempat melemah di awal perdagangan karena sentimen negatif turunnya peringkat, bursa Asia akhirnya bisa rebound meski tipis pada penutupannya.

Bursa-bursa Asia juga mayoritas akhirnya ditutup menguat meski tipis.

Indeks Hang Seng menguat tipis 10,24 poin (0,05%) ke level 20.062,15.
Indeks Nikkei-225 menguat 8,04 poin (0,08%) ke level 9.887,89.
Indeks Straits Times menguat 4,33 poin (0,15%) ke level 2.822,40.

Perdagangan cukup moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.918 kali pada volume 4.752 juta lembar saham senilai Rp 3,241 triliun. Sebanyak 78 saham naik, 116 saham turun dan 54 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.750 menjadi Rp 46.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi Rp 5.550, BCA (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 5.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 34.450, Charoen Pokphan (CPIN) naik Rp 150 menjadi Rp 3.275.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain PTBA turun Rp 250 menjadi Rp 16.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 18.600, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, Indofood (INDF) turun Rp 50 menjadi Rp 3.850.

(qom/qom)
15/06/2010 – 16:15
Saham Astra Jadi Jagoan Bursa
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham tetap bertahan di zona positif. Saham Astra menjadi katalis penguatan bursa, seiring rencana pembagian dividen perseroan.

Pada perdagangan Selasa (15/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 3,34 poin (0,12%) ke level 2.830,17. Demikian pula indeks saham gabungan LQ45 menguat 1,2 poin ke 547,49.

Indeks saham pada awal perdagangan dibuka menguat tipis 0,06% ke level 2.828 dan terus merayap naik hingga pada sesi siang berada di level 2.846. Namun, penguatan indeks agak tertahan sehingga akhirnya ditutup di level 2.830.

Vice President Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan, apresiasi indeks saham domestik terjadi seiring pergerakan bursa regional Asia yang didominasi kenaikan.

“Namun, minimnya sentimen positif maupun negatif membuat perdagangan berjalan lesu,” katanya.

Kinerja positif eksternal berasal dari naiknya harga minyak dunia di atas level US$75 per barel, seiring keluarnya laporan indeks kepercayaan konsumen AS yang naik ke level tertinggi sejak 2008. Keputusan bank sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan dan menaikkan target pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa juga menjadi katalis positif.

Sementara penurunan rating utang pemerintah Yunani oleh Moody’s Investors Service sebesar empat level menjadi Ba1 dari A3, sudah terfaktorkan, “Alhasil downgrade Yunani ini tidak banyak berpengaruh,” ujarnya.

Hanya empat sektor yang berhasil menopang penguatan indeks, yakni sektor aneka industri yang naik 2,8%. Disusul sektor perkebunan yang menguat 1,3%, manufaktur 0,7% dan finansial 0,4%. Sedangkan faktor lain masi membukukan pelemahan, seperti perdagangan, tambangm infrastruktur, properti, konsumsi dan industri dasar.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi, dimana volume transaksi tercatat sebanyak 3,8 miliar saham, senilai Rp2,7 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 125 saham turun dan 60 saham stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp289 miliar. Dimana nilai transaksi beli mendominasi sebesar Rp1,263 triliun, sedangkan nilai transaksi jual hanya mencapai Rp973 miliar.

Saham Astra International (ASII) menjadi katalis penguatan bursa, dengan naik Rp1.350 ke Rp45.600. Hal ini dipicu rencana cum dividen perseroan yang sedianya akan digelar besok.

Beberapa emiten lain yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp700 ke Rp34.700, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp500 ke Rp36.200, SMART (SMAR) naik Rp300 ke Rp3.400, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp250 ke Rp20.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp250 ke Rp15.300, Indocement Tunggal Prakasa(INTP) naik Rp200 ke Rp15.700, Unilever Indonesia (UNVR ) naik Rp150 ke Rp15.950, Bank Central Asia(BBCA) naik Rp150 ke Rp5.600.

Sedangkan emiten-emiten lain yang melemah antara lain Astra Otoparts (AUTO) turun Rp350 ke Rp13.550, united Tractors (UNTR) turun Rp200 ke Rp18.600, Cahaya Kalbar(CEKA) turun Rp120 ke Rp1.020, Eaternainment International (SMMT) turun Rp115 ke Rp360.

Bursa Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei 225 di Tokyo naik 8,04 poin (0,1%) menjadi 9.887,89, indeks Hang Seng di Hongkong naik 0,05% ke 20.062,15, indeks Shanghai di bursa China naik 0,29% ke 2.569,94 dan indeks Strait Times naik 0,11% ke 2.821. Hanya indeks Kospi di Korsel yang turun 0,57 poin ke level 1.690,03

Bursa Eropa dibuka melemah, merespon penurunan rating utang pemerintah Yunani oleh Moody’s Investors Service sebesar empat level menjadi Ba1 dari A3.Indeks Stoxx 600 Eropa turun 0,5% menjadi 251,16, indeks FTSE 100 London turun 0,6% pada 5.170,78, indeks DAX Frankfurt turun 0,4% ke 6102,66 dan indeks CAC-40 Paris jatuh 0,6% ke level 3.604,0. [mdr]
Selasa, 15/06/2010
PREDIKSI
Indeks masih bergerak mix

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksi masih bergerak mix dengan kecenderungan melanjutkan kenaikan yang mulai terjadi kemarin terutama jika kondisi regional tetap bergerak positif.

Ishfan Helmy Arsad, analis PT Waterfront Securities, mengatakan minat investor asing untuk membeli saham-saham papan utama akan membantu mendorong pergerakan indeks.

“Beberapa saham blue chip masih berada di harga yang terdiskon. Jadi ini masih menarik minat para investor asing untuk masuk ke bursa. Ditambah lagi secara teoritis kondisi fundamental perekonomian dalam negeri juga kuat,” ujarnya kemarin.

Dia menambahkan koreksi yang mungkin terjadi pada bursa ke depan lebih disebabkan oleh sentimen negatif dari pasar regional dan faktor psikologis.

IHSG diperkirakan bergerak dari titik topang 2.790 dan titik resistan 2.844. Secara individual, saham-saham yang kemarin mengalami kenaikan, seperti PT United Tractors Tbk dan PT Kalbe Farma Tbk masih akan diminati investor.

Kemarin, IHSG ditutup menguat 0,89% atau 24,94 poin ke level 2.826,84. Dari 402 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 123 saham mengalami kenaikan, 59 saham turun, dan sisanya, 220 saham tidak bergerak dari posisi penutupan sebelumnya.

Sembilan indeks sektoral menunjukkan pergerakan. Sektor aneka industri berada di urutan teratas dengan memberi kontribusi sebesar 28,56% diikuti sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi sebesar 22%, sektor pertambangan 16,36%, sektor industri dasar dan kimia 9,83%, dan jasa & perdagangan 7,86%.

Investor asing mencatat transaksi beli senilai Rp789,70 miliar dan transaksi beli Rp547,09 miliar. Adapun, transaksi beli bersih mencapai Rp242,62 miliar.

Pergerakan juga terjadi di bursa saham regional. Indeks Nikkei 225 naik 1,80% atau 174,60 poin ke 9.879,85, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,90% atau 179,57 poin ke 20.051,91, indeks Taiwan Taiex naik 1,20% atau 87,91 poin ke 7.387,40, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,91% atau 15,26 poin ke 1.690,60, dan indeks Straits Times Singapura naik 0,70% atau 19,69 poin ke 2.815,98.

Pengaruh positif dari kawasan Eropa akibat adanya pengamanan obligasi Uni Eropa yang memiliki jaminan penjadwalan utang negara tersebut yang telah jatuh tempo. Jaminan tersebut berasal dari ECB (European Central Bank) yang berkomitmen membeli obligasi pemerintah Uni Eropa. Hal ini menjadikan permasalahan yang melilit kawasan tersebut mulai menemukan titik cerah.

Penurunan suku bunga yang terjadi di Amerika Serikat (AS) turut memperkuat sentimen yang telah berkembang tentunya selain dari pernyataan gubernur The Fed yang memprediksikan pertumbuhan AS akan bertumbuh 3,5%.

Oleh Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia
&
Indra
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
Senin, 14/06/2010 07:56 WIB
Ketika Piala Dunia ‘Mencaplok’ IHSG
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Seperti magnit raksasa yang menyerap seluruh perhatian penduduk planet Bumi, setidaknya bagi penggemar olah raga sepak bola yang mayoritas itu, ajang Piala Dunia nyata-nyata mengalihkan apa pun.

Konon, penyerangan Amerika Serikat ke Irak beberapa tahun lalu mendadak berhenti dan kedua negara sepakat mengadakan gencatan senjata untuk menyaksikan pagelaran akbar ini.

Dan masih banyak lagi kisah bernuansa sama yang membuktikan kekuatan oleh raga ini dalam membuat pengalihan.

Tak luput, dunia pasar modal pun ikutan terpengaruh. Semua investor tahu bahwa setiap Piala Dunia berlangsung, pergerakan pasar saham sontak melambat dan cenderung tidak bergairah. Itu berlaku di seluruh dunia.

Mari sedikit membuka catatan pasar saham beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, periode 9 Juni hingga 9 Juli 2006, ketika Piala Dunia yang lalu berlangsung.

Tahun 2006, posisi IHSG masih di level 1.300. Rata-rata volume perdagangan harian selama tahun 2006 tercatat 1,805 miliar saham, sedangkan rata-rata nilai transaksi hariannya sebesar Rp 1,841 triliun.

Pada periode Mei 2006, volume rata-rata harian tercatat 2,925 miliar saham, sedangkan nilai transaksi hariannya Rp 2,919 triliun.

Pada periode Juni 2006, mendadak volume rata-rata harian merosot hingga lebih dari separuhnya menjadi 1,194 miliar saham dengan nilai transaksi rata-rata harian sebesar Rp 1,322 triliun. Penurunan mendadak ini terjadi berbarengan dengan pagelaran Piala Dunia 2006.

Pada periode Juli 2006, penurunan semakin berlanjut seiring dengan ajang Piala Dunia yang mulai memasuki babak final yang akhirnya ditutup pada 9 Juli 2006. Volume rata-rata harian IHSG pada Juli 2006 sebesar 1,029 miliar saham dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp 1,419 triliun.

Pada periode Agustus 2006, ketika Piala Dunia 2006 telah berakhir, perlahan-lahan pasar pun pulih. Volume rata-rata harian IHSG pada Juli 2006 tercatat sebesar 1,715 miliar saham dengan nilai transaksi rata-rata harian Rp 1,777 triliun.

Jika ditinjau lebih spesifik lagi, khusus periode 9 Juni hingga 9 Juli 2006, volume rata-rata harian IHSG tercatat sebesar 1,161 miliar saham, merosot 60,3% dari periode Mei 2006 atau lebih rendah 35,67% dari volume rata-rata setahun 2006 yang sebesar 1,805 miliar saham.

Nilai rata-rata harian selama periode Piala Dunia 2006 (9 Juni-9 Juli 2006) tercatat sebesar Rp 1,306 triliun, anjlok 55,25% dari nilai transaksi rata-rata Mei 2006 dan lebih rendah 29,06% dari nilai rata-rata harian setahun 2006 yang sebesar Rp 1,841 triliun.

Sepanjang Piala Dunia 2006, nilai transaksi IHSG sehari bahkan sempat merosot hanya sebesar Rp 616 miliar. Nilai transaksi satu hari yang paling tinggi selama ajang Piala Dunia 2006 berlangsung hanya sebesar Rp 2,285 triliun.

Posisi IHSG pun cenderung stagnan. Pada penutupan perdagangan 31 Mei 2006, IHSG berada di level 1.329,996 dan pada penutupan perdagangan 31 Juli 2006, IHSG berada di level 1.351,649. Hanya naik tipis selama perdagangan 2 bulan.

Lebih spesifik lagi, pada penutupan perdagangan 9 Juni 2006 (pembukaan Piala Dunia), IHSG berada di level 1.241,326, sedangkan pada penutupan perdagangan 9 Juli 2006 (penutupan Piala Dunia), IHSG berada di posisi 1.339,830. Hanya naik tidak sampai 100 poin selama 1 bulan perdagangan.

Pola ini tidak terjadi pada perdagangan tahun-tahun berikutnya. Pada perdagangan Mei 2007, IHSG volume rata-rata IHSG sebanyak 5,750 miliar saham dengan rata-rata transaksi harian Rp 4,643 triliun.

Pada Juni 2007, volume rata-rata harian masih tercatat 5,330 miliar saham dengan transaksi rata-rata harian Rp 4,356 triliun. Pada Juli 2007, volume harian tercatat 4,900 milliar saham dengan transaksi harian Rp 4,370 triliun. Tidak ada perubahan signifikan.

Pergerakan IHSG sejak penutupan perdagangan 31 Mei hingga 31 Juli 2007 pun bergerak naik drastis dari 2.084,324 ke level 2.348,673.

Untuk tahun 2008, agak sedikit berbeda lantaran adanya krisis pasar modal. Volume dan transaksi harian IHSG terus menerus menurun sejak Mei 2008 hingga akhir tahun. Penurunan ini bersifat kontinyu hingga penghujung 2008, tidak
seperti pada tahun 2006 dimana gairah IHSG kembali bangkit usai ajang Piala Dunia.

Pada tahun 2009, pergerakan IHSG serupa dengan tahun 2007. Tidak terlihat adanya penurunan volume maupun nilai transaksi yang berarti pada periode Mei hingga Agustus 2009.

Posisi IHSG pun meningkat tajam dari penutupan 31 Mei 2009 di level 1.916,831 ke level 2.323,236 pada penutupan 31 Juli 2009.

Data di atas menunjukkan kalau gelaran Piala Dunia nyata-nyata memberikan pengaruh besar pada pergerakan pasar saham, meskipun analis-analis pun tak tahu persis apa penyebab utamanya.

Pertanyaan besarnya, kemana perginya uang dan daya beli sehingga pergerakan saham mendadak lesu dan minim transaksi setiap kali ajang Piala Dunia berlangsung. Sejumlah rumor mengatakan, bandar-bandar pasar saham untuk
sementara mengalihkan uangnya ke pasar judi bola internasional.

Benarkah demikian? Sulit memastikannya. Hanya pengalaman yang bisa dijadikan acuan.

Lantas bagaimana dengan prospek pergerakan pasar saham dan IHSG pada ajang Piala Dunia 2010? Apakah akan bernasib serupa, dimana transaksi cenderung lesu dan stagnan serta minim transaksi?

Mari kembali meninjau data perdagangan. Pada periode Mei 2010, volume harian IHSG tercatat sebesar 6,423 miliar saham dengan transaksi harian Rp 5,119 triliun. IHSG ditutup pada level 2.796,957 pada perdagangan 31 Mei 2010.

Memasuki periode Juni 2010, perdagangan saham mulai menunjukkan tanda-tanda melambat, meskipun level HSG masih cenderung naik. Namun dari sisi volume dan transaksi harian, sudah sangat terasa terjadinya perlambatan dan stagnasi.

Ajang Piala Dunia 2010 dijadwalkan berlangsung sejak 11 Juni hingga 11 Juli 2010. Pada perdagangan 9-11 Juni 2010, penurunan volume transaksi sudah mulai terjadi cukup tajam.

Jika dirata-rata, selama 9 hari perdagangan (1-11 Juni 2010) saja, volume harian telah menurun menjadi 6,028 miliar saham dari posisi akhir Mei 2010 sebanyak 6,423 miliar saham.

Nilai transaksi rata-rata harian selama 9 hari perdagangan tersebut, merosot tajam menjadi Rp 3,428 triliun, anjlok 33,03% dari posisi Mei 2010 sebesar Rp 5,119 triliun.

Posisi IHSG selama sepekan terakhir pun sudah menunjukkan stagnasinya. Pada penutupan 4 Juni 2010 (akhir pekan) IHSG berada di level 2.823,251, sedangkan pada penutupan 11 Juni 2010 (akhir pekan lalu), IHSG berada di level 2.801,899.

Analis PT Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih memproyeksikan, IHSG butuh suatu aksi beli maupun aksi jual yang signifikan untuk membuat IHSG keluar dari kecenderungan stagnan dalam pola mendatar (sideways) pada pekan ini.

“Pada dasarnya sentimen negatif kondisi utang negara-negara Eropa sudah mulai memudar alias tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Oleh sebab itu, seharusnya ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mengangkat IHSG,” ujarnya ketika dihubungi detikFinance akhir pekan lalu.

Sayangnya, gelaran Piala Dunia 2010 sedang berlangsung pada saat yang bersamaan, diakui Alfatih bisa membuat IHSG cenderung bergerak lesu dan minim transaksi. Ia mengatakan, pada pekan lalu, IHSG bergerak antara level support 2.700 dan level resistance 2.820.

“Kalau batas support dan resistance 2.700-2.820 tidak mampu ditembus IHSG, kelihatannya pekan depan masih akan sideways dan belum berfluktuasi,” ujarnya.

Kalau begitu, langkah apa yang harus dilakukan investor dalam mengantisipasi kecenderungan lesunya IHSG dan minimnya transaksi ini?

Menurut Alfatih, meskipun pergerakan IHSG cenderung sideways, investor masih bisa memanfaatkan celah-celah fluktuasi minimalis dalam amplitudo tipis yang terbentuk pada perdagangan sideways.

“Transaksinya memang tipis, tapi fluktuasi masih ada, walaupun rentangnya tidak besar,” jelasnya.

Sederhananya, investor dapat melakukan langkah hit and run alias beli dan jual cepat dengan memanfaatkan celah kenaikan tipis yang diperkirakan bakal terus terjadi pada ajang Piala Dunia 2010 selama 1 bulan mendatang.

(dro/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s