1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

yg gw incar: kija n asia … 240910 (updated) 6 Juli 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:01 am

Jumat, 24/09/2010 10:48 WIB
Asia Natural Gandeng Anugerah Lestari Garap Pasir Besi
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) bekerja sama dengan PT Anugerah Lestari Alam (ALA) untuk menggarap tambang pasir besi seluas 1.275 hektar di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat.

Demikian disampaikan Direktur Utama ASIA Paulus Juanda dalam siaran persnya, Jumat (24/9/2010).

Paulus mengatakan, tambang pasir besi di Kecamatan Sindangbarang yang akan dieksplorasi dan eksploitasi secara keseluruhan seluas 1.275 hektare, dengan panjang pantai kurang lebih 40 kilometer.

Luas keseluruhan tersebut terdiri dari luas areal tambang besi kuasa penambangan (KP) Alam Lestari seluas 187,50 hektare ditambah lahan cadangan pengembangan penambangan seluas 687,5 hektare, serta ditambah kewajiban penambangan rakyat yang harus dijual ke Alam Lestari seluas 400 hektare.

“Sesuai hasil laporan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, volume cadangan terkira pasir besi di pesisir pantai di Kecamatan Sindangbarang antara lain, Crudesand (88.000.000 MT), Concentrat (22.000.000), Fe total (40-65 persen), serta TiO2 total (8-13,45 persen). Penelitian ini hanya dilakukan didaerah daratan saja,” ujarnya.

Menurut Paulus, pasir besi yang berpotensi di tambang, selain terdapat di daerah daratan, juga di lepas pantai. Pasir besi yang terkandung didalam lautan disekitar penelitian tersebut luasnya melebihi 1.275 hektare. ”

Termasuk kandungan concentrate di wilayah laut sangat tinggi,” ujarnya.

Nantinya, lanuut Paulus, pengerukan didasar laut akan didukung perijinan pembuatan pelabuhan/dermaga. Perijinan ini menentukan daerah yang harus dikeruk, khususnya untuk pendalaman alur pelayaran kapal dengan kedalaman sekitar 21 meter. Luas wilayah yang dikeruk ditentukan dari jarak antara pelabuhan dengan break water yaitu 400 meter, dengan lebar break water 600 meter serta ditambah pengerukan jalur kapal selebar 2 kilometer dan lebar 400 meter.

“Dengan dimulainya kegiatan eksplorasi dan yang kemudian dilanjutkan dengan operasi produksi, maka diharapkan pendapatan perusahaan akan bertambah, serta yang terpenting bisa memengaruhi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah setempat,” ujar Paulus.

Sementara Direktur Utama Alam Lestari Aria Badru Kamal mengaku, atas adanya kerjasama ini, maka akan dialokasikan laba bersih sebesar 10 persen yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar. Termasuk juga dalam konteks tenaga kerja, yang tentunya akan mengakomodir masyarakat setempat untuk ikut dipekerjakan.

“Nanti, laba bersih ini dialokasikan bagi pendidikan, kesehatan, serta sosial,” kata Badru.

(dro/dnl)

16/09/2010 – 08:00
Ayo! Cermati Saham ASIA

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Harga saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) perlu dicermati mengingat adanya kabar terkait rencana sinergi Perseroan dengan sebuah investor strategis.

Para pelaku pasar yang mendengar berita ini dalam waktu dekat diperkirakan akan mengakumulasi saham ASIA dan mengkereknya hingga ke harga Rp150 per saham.

Adapun rencana sinergis tersebut terkait dengan akuisisi terhadap perusahaan tambang di Sulawesi dan Sumatera. Pada perdagangan kemarin, harga saham ASIA ditutup menguat 2 poin ke Rp113. [cms]
Mandiri Sekuritas
Kawasan Industri Jababeka (KIJA)
Buy
Rp 265
2010-09-02 09:12 AM
KIJA Sedang Mengincar Sejumlah Proyek Pembangkit Listrik. Hingga Akhir Tahun, Pengembang Ini Menargetkan Pendapatannya Dua Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu Atau Menjadi Rp 785,2 Miliar.
loading
PPA akan lego saham 4 emiten
OLEH BAMBANG P. JATMIKO Bisnis Indonesia

Kondisi pasar dinilai positif untuk lepas aset JAKARTA: PT Perusa haan Pengelola Aset (Persero) akan menjual aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasio nal (BPPN) senilai Rp850 miliar pada ta hun ini, yang sebagian besar ada pada perusa haan publik (emiten).

Aset yang akan dilepas oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) itu sebagian besar berupa saham di PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Jembo Cable Company Tbk, serta PT Asia Natural Resources Tbk.
Direktur PPA Andi Saddawero menuturkan pelepasan saham tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, tetapi urung dilaksanakan.

“Semuanya sedang dipersiapkan, sehingga target penjualan aset itu bisa dilaksanakan tahun ini. Di luar saham perusahaanperusahaan tersebut, kami juga akan melepas kepemilikan di PT Asuransi Tugu Pratama,“ ujarnya akhir pekan lalu.

Menurut Andi, saham-saham yang dilepas itu merupakan sebagian aset eks BPPN. Di luar itu, PPA juga akan melepas salah satu aset yang besar, yaitu Tuban Petro dan Texmaco.

Khusus untuk Texmaco, saat ini PPA menyiapkan proses tender. Andi menyebutkan perseroan telah mengumumkan rencana lelang aset perusahaan itu kepada publik.

“Belum ada penawaran resmi dari calon pembeli, tetapi kalau yang tanya-tanya sudah banyak,“ lanjutnya.

Selain aset, PPA juga akan menjual hak tagih atas perusahaan yang sebelumnya dikuasai Marimutu Sinivasan ini. Ada lima perusahaan yang berada di bawah Texmaco, yaitu PT Jaya Perkasa Engineering, PT Bina Prima Perdana, PT Texmaco Jaya Tbk, PT Wastra Indah, serta PT Polysindo Eka Perkasa (sekarang bernama PT Asia Pacific Fibers Tbk).

Menurut Sekretaris Perusahaan PPA Renny O. Rorong nilai total hak tagih di perusahaan-perusahaan milik Texmaco mencapai Rp29 triliun. Jumlah ini mencakup piutang berdenominasi rupiah sebesar Rp16,25 triliun, dan piutang dolar AS senilai US$1,21 miliar.

“Utang-utang tersebut macet, dan mesin-mesin untuk produksi juga sudah tua. Yang masih memiliki nilai jual adalah tanah serta bangunan pabrik Texmaco.
Aset inilah yang masih mungkin untuk dijual,“ lanjut Andi. Namun, Andi tidak menguraikan detail mengenai harga yang dibanderol atas aset Texmaco yang akan dijual itu. “Untuk harganya, kami belum bisa menyebutkan. Selain itu, masalah harga merupakan domain Menteri Keuangan,“ imbuh Andi.

Analis Indopremier Securities Ikhsan Binarto menilai saat ini merupakan waktu yang tepat bagi PPA untuk melepas kepemilikan sahamnya di sejumlah perusahaan, terutama perusahaan terbuka.

“Karena indeks sedang bagus, kalau mau melepas ya saat ini saja. Memang persentasenya kecil, tetapi kalau dilepas saat ini, bisa memberikan keuntungan bagi pemerintah,“ ujarnya.

Terkait dengan rencana penjualan Texmaco, Ikhsan menilai PPA harus mematok harga yang tepat agar calon pembeli bersedia mengambil alih aset perusahaan tersebut. Meskipun, di dalamnya terdapat hak tagih yang mencapai di atas Rp30 triliun.
Aset Pertamina
Selain akan menjual aset eks BPPN, PPA juga akan menangani penjualan aset anak usaha PT Pertamina (Persero) yang di luar bisnis inti.

Dari total kepemilikan Pertamina di anak usahanya, sebanyak 66,7% kepemilikan BUMN tersebut akan dijual kepada pihak lain. Nilai 66,7% kepemilikan Pertamina di anak usahanya itu diperkirakan Rp3 triliun.

Pertamina akan menjual sebagian kepemilikannya di anak usaha yang bergerak di bidang properti, yang mencakup tujuh hotel, 132 kaveling rumah, dan satu gedung.

Pertamina akan melepas sebagian kepemilikannya di Hotel Patrajasa yang antara lain berada di Bali, Cirebon, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

Gedung yang akan dilepas adalah Gedung Patrajasa yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Selain itu, ada kompleks perumahan Patra Kuningan di Jaksel. (bambang.jatmiko@bisnis.co.id)
Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Api (KA) segera membangun jalur akses kereta di dry port (pelabuhan darat) Cikarang, untuk mempermudah pengiriman peti kemas ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan rencana pembangunan jalur KA tersebut sudah dimatangkan sejak lama oleh sejumlah instansi terkait, termasuk PT KA.

“Kami sudah melakukan rapat beberapa kali untuk pembangunan rel di dry port tersebut. Keputusannya adalah PT KA yang akan membangun jalur kereta itu,“ katanya kemarin.

Sementara itu, katanya, peran Ditjen Perkeretaapian Kemenhub adalah menghibahkan rel sepanjang 2 kilometer ke PT KA.

Tundjung memaparkan pihaknya sudah sejak lama menyiapkan rel yang diminta itu, tetapi hingga saat ini PT KA juga belum bergerak untuk mengambil rel dan melakukan konstruksi.

“Rel sepanjang 2 kilometer itu sudah ada di gudang, tetapi belum juga diambil oleh PT KA. Jangan sampai nanti jalur akses kereta di dry port Cikarang jadi molor dari yang ditetapkan pemerintah,“ ujar Tundjung.

Dry port Cikarang memang menjadi andalan pemerintah untuk meringankan beban Pelabuhan Tanjung Priok. Di dry port Cikarang sudah terdapat kantor pelayanan Bea dan Cukai sehingga setibanya di Pelabuhan Priok, peti kemas langsung masuk ke kapal.
Tenggat 3 bulan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa se

Sumber : BISNIS.COM
Menurut harian Investor Indonesia, Satu Investor Australia dikabarkan tengah menjajakikerja sama dengan PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) untuk pengembangan tambang di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tengah.Kabar di kalangan pelaku pasar modal juga menyebutkan, perseroan kini sedang membidik salah satu kuasa pertambangan untuk diakuisisi.Para bandar merespon sentimen tersebut dengan mengerek harga ASIA dalam waktu dekat Ke level Rp 200-225.Kemarin saham ASIA menguat tiga poin ke level Rp 115.

Author : Rumors (… INGAT HUKUM RUMOR BURSA)

tanjung priok menjadi DEKAT dengan kija karena kehadiran KPPT Cikarang Dry Port, silakan liat situs CDP :  http://www.cikarangdryport.com/location/; dan info berikut:
Ini Alasan Pemerintah Bangun Dry Port
Jumlah kontainer naik 30 persen per tahun, sehingga terjadi penumpukan.
SABTU, 28 AGUSTUS 2010, 14:21 WIB Antique, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Pemerintah sedang gencar membangun pelabuhan darat (Dry Port) yang terletak di Cikarang. Hal tersebut, terpicu jumlah kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara meningkat 30 persen.

“Karena berdasarkan penjelasan Dirut Pelindo, jumlah kontainer naik menjadi 30 persen per tahun sehingga terjadi penumpukan dan bebannya itu sudah cukup besar. Untuk itu, dibangunlah Dry Port,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di saat soft launching Cikarang Dry Port, Cikarang, Bekasi, Sabtu 28 Agustus 2010.

Dengan adanya pembangunan Dry Port itu, kata Hatta, diharapkan juga mendorong penggunaan kereta api yang nantinya bisa langsung bergerak dari Cikarang menuju Tanjung Priok. “Di sana akan dibangun kereta api yang akan selesai dalam tiga bulan,” ujarnya.

Selain itu, Hatta menambahkan, guna mengurangi beban jalan dan kemacetan akan dipertimbangkan sistem empty kontainer yang nantinya akan diletakkan di daerah-daerah industri, sehingga kontainer tidak perlu datang ke pelabuhan. “Jadi, datang dari pabrik bawa kontainer kosong, isi, kemudian balik lagi,” tuturnya. (sj)
• VIVAnews
KA Priok-Cikarang Angkut 100 Kontainer Sehari
Pemerintah juga membangun jalur kereta api untuk menekan biaya perjalanan.
SABTU, 28 AGUSTUS 2010, 14:17 WIB Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) Cikarang Dry Port untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok siap beroperasi. Pemerintah juga membangun jalur kereta api untuk menekan biaya perjalanan.

“Kereta itu bisa mengangkut 100 kontainer perhari. Itu bisa mengurangi beban jalan raya,” kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu 28 Agustus 2010.

Menurut Freddy, pembangunan jalur kereta api khusus itu bisa mengurangi biaya transportasi. Karena dengan menggunakan jasa kereta api maka total biaya transportasi menjadi lebih murah.

Tidak hanya pembangunan jalur kereta api, pemerintah juga akan membangun Jalur Lingkar Luar Jakarta (JORR).

“Untuk menambah infrasruktur lainnya soal pembangunan JORR kita akan genjot,” kata dia. Rencananya, pada 2012 nanti rua tol lintas JORR lainnya akan segera terealisasi.

Seperti diketahui, Cikarang Dry Port ini khusus untuk mengurus kepabeanan barang-barang yang masuk dan keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan Tanjung Priok akan hanya berfungsi sebagai pelabuhan tempat keluar-masuk barang atau Port Handling.(sj)
• VIVAnews
KPPT Jababeka Resmi Dibuka
Laporan wartawan KOMPAS Orin Basuki
Sabtu, 28 Agustus 2010 | 09:42 WIB

KOMPAS/ ORIN BASUKI
Pelabuhan tanpa kawasan perairan atau Dry Port yang dibangun di Cikarang, Bekasi kini mendapatkan fasilitas baru yang dipadukan dalam Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT). Menko Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan KPPT ini (Sabtu, 28 Agustus 2010) yang pada akhirnya nanti diharapkan akan mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang diperkirakan segera mengalami over capacity (kapasitas yang tersedia sudah tidak mampu menampung lonjakan peti kemas).
JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Perekonomian Hatta Rajasa mendatangi Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi untuk membuka Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT). Dengan demikian, kawasan Jababeka mendapatkan tambahan kelengkapan yang memungkinkan pelabuhan yang dimilikinya menjadi salah satu spoke atau pelabuhan pengumpan di Indonesia.
Demikian publikasi resmi yang diperoleh Kompas, Sabtu (28/8/2010). Bersama Hatta, hadir juga Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar, dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.
Direncanakan akan hadir pula Menteri Pertanian Suswono, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan, dan Wakil Sekretaris Kabinet Lambok V Nahattan.
Selain itu, duduk dalam rombongan yang sama Direktur Utara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignatius Jonan, Dirut Pelindo II Jakarta Richard Jose Lino, dan Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah. Selain itu, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi, Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Lucky Eko, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata.
Prinsip dasar KPPT adalah adanya hubspoke dalam penyelesaian kepabeanan, yaitu memfungsikan pelabuhan yang satu sebagai pengumpul (hub) dan pelabuhan lainnya sebagai pengumpan (spoke). Daerah Kawasan Jababeka adalah spoke, sedangkan Pelabuhan Tanjung Priok adalah hub-nya. KPPT sendiri merupakan konsep reformasi di Ditjen Bea dan Cukai yang menawarkan solusi kepada Indonesia untuk sebuah kawasan industri.
PT Kawasan Industri Jababeka, Tbk didirikan sesuai Undang-Undang (UU) Penanaman Modal Dalam Negeri No 6 Tahun 1968 yang telah diubah dengan UU No 12 Tahun 1970. Ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi usaha di bidang kawasan industri berikut seluruh sarana penunjangnya dalam arti kata yang seluas-luasnya, antara lain pembangunan perumahan, apartemen, perkantoran, pertokoan, pembangunan dan instalasi pengelolaan air bersih, limbah, telepon dan listrik, serta sarana-sarana lain yang diperlukan dalam menunjang pengelolaan kawasan industri.
Juga termasuk di antaranya penyediaan fasilitas-fasilitas olahraga dan rekreasi di lingkungan kawasan industri, serta ekspor dan impor barang-barang yang diperlukan bagi usaha-usaha yang berkaitan dengan pengembangan dan pengelolaan kawasan industri. Perusahaan berkedudukan di Bekasi dan anak perusahaan berkedudukan di Bekasi dan Jakarta. (OIN)

Sabtu, 28/08/2010 14:55 WIB
Pemerintah Bangun Rel KA Tanjung Priok-KPPT Cikarang Dry Port
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Pemerintah berencana membangun jalur kereta api khusus dari pelabuhan Tanjung Priok ke Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) Cikarang Dry Port. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengiriman barang.

“Kita baru saja rapat koordinasi ditengah kunjungan kerja. Kita telah mengambil keputusan-keputusan di mana berguna untuk mempercepat proses pengiriman barang,” ujar Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (28/08/2010).

Hatta menuturkan, sebagaimana dari laporan PT Pelindo tadi jumlah kontainer naik 30%. “Artinya kita akan mengurangi beban pendistribusianya,” tutur Hatta.

Menurut Hatta, setelah tadi melihat ke Cikarang Dry Port dari segi operasinya, pengamanannya sampai kepada sistemnya perlu dibuat jalan kereta api

“Diharapkan selain naik truk kita mendorong penggunaan kereta. Untuk itu kita menelusuri jalur ini sekaligus melihat jalan-jalan yang tadi belum selesai. Nanti stop di sini (Pelabuhan Tanjung Priok), jelasnya.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, pembangunan jalan kereta api Priok-Cikarang merupakan tahap pertama. Karena, lanjut Hatta, tahap berikutnya kereta akan berlanjut ke pelabuhan-pelabuhan yang dituju.

“Untuk tahap pertama ini sudah harus berjalan dalam waktu 3 bulan, yang kita sebut sepur lintas di Cikarang akan selesai. Artinya kita, intinya dari dry port ke sini menggunakan kereta, ini sudah dapat mengurangi beban jalan macet itu,” jelas Hatta.

(dru/ang)



Menurut harian Investor Indonesia, Para Bandar kabarnya dalam waktu dekat bakal mengerek harga saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) ke level Rp 150.Hal ini seiring warta yang menyebutkan perseroan akan merampungkan pembangunan pembangkit listrik, dryport, dan air bersih.Kecuali itu, perseroan disebut-sebut bakal ekspansi usaha ke sektor pariwisata
Pada perdagangan Kamis (19/8), saham KIJA ditutup menguat satu poin ke level Rp 92.Volume saham yang ditransaksikan 42,78 juta senilai Rp 3,89 miliar.

Author : Rumors
… ruarrbiasa pergerakan harga saham asia 2 hari ini : 12-13 Agustus, gw mah cuma cari laba, ekh, kebetulan abis, DAPAT lagi, dapat LAGI 🙂 … baca di posting ini : http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/08/13/kebetulan-4nk-teman-laba-gw/
… grafik teknikal asia pada jam terakhir menunjukkan kemungkinkan pembalikan arah di 118, dan ternyata memang terjadi ke 122 …
Rabu, 11/08/2010 13:28:15 WIB
Penjualan Asia Natural anjlok 40%
Oleh: Ratna Ariyanti
JAKARTA: PT Asia Natural Resources Tbk membukukan penurunan penjualan pada semester I/2010 sebesar 40,90% dibandingkan dengan semester I/2009 menjadi Rp61,12 miliar dari Rp103,41 miliar.

Pada paruh pertama tahun ini, total penjualan hanya berasal dari penjualan komoditas batu bara yang turun sebesar 40,77% dibandingkan dengan pos yang sama pada semester pertama tahun lalu sebesar Rp103,19 miliar.

Pada semester I/2009, perseroan masih mendapatkan tambahan pendapatan dari penjualan mangan sebesar Rp221,33 juta.

Penurunan pendapatan juga memangkas laba usaha perseroan sebesar 39,01% menjadi Rp5,25 miliar dibandingkan dengan laba usaha pada semester I/2009 sebesar Rp8,61 miliar.

Adapun, laba bersih perseroan turun 9,92% dari Rp3,99 miliar pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp3,50 miliar pada semester I/2010. Laba bersih per saham dasar menjadi Rp1,58 dari Rp1,76.

Posisi kas dan setara kas perseroan hanya tumbuh 6,43% dari Rp619,19 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp659,03 juta pada 30 Juni 2010.

Jumlah utang bank pada 30 Juni 2010 juga tidak mengalami perubahan dari posisi 31 Desember 2009, yaitu sebesar Rp2,05 miliar. Namun pos utang usaha pada semester I/2010 turun sebesar 69,58% menjadi Rp3,99 miliar dibandingkan dengan posisi utang usaha pada 31 Desember 2009 sebesar Rp13,13 miliar.

Harga saham dengan kode ASIA pada perdagangan pukul 13.23 melemah Rp1 atau 0,88% ke level Rp112 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp254,8 miliar.(faa)
09/08/2010 – 19:35
Saham KIJA Terbanyak Dijual Asing

INILAH.COM, Jakarta – Saham KIJA hari ini terbanyak dijual investor asing mencapai Rp7,9 juta dari nilai transaksi Rp3,8 miliar dan volume pertadangan 41,3 juta saham.

Demikian dikutip dari data BEI, Senin (9/8). Indeks ditutup naik 22,01 poin (2,79%) ke level 3.082,6. Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,7 triliun. Total pembelian asing mencapai Rp905,01 miliar dan penjualan asing sebesar Rp658 miliar.

Urutan kedua saham INDF dengan penjualan asing mencapai Rp7,2 juta dari nilai transaksi Rp167,8 miliar dan volume perdagangan 40,02 juta saham. Urutan ketiga saham BLTA mencapai Rp7,09 juta dari nilai transaksi Rp27,1 miliar dan volume perdagangan 101,7 juta saham. Urutan keempat saham TINS mencapai Rp4,19 juta dari nilai transaksi Rp68,8 miliar dan volume perdagangan 34,9 juta saham.

Urutan kelima saham LPKR mencapai Rp2,8 juta dari nilai transaksi Rp17,6 miliar dan volume perdagangan 34,9 juta saham. Urutan keenam saham SMGR mencapai Rp2,4 juta dari nilai transaksi Rp60,01 miliar dan volume perdagangan 7,1 juta saham. Urutan ketujuh saham SMCB mencapai Rp2,2 juta dari nilai transaksi Rp20,6 miliar dan volume perdagangan 9,1 juta saham.

Urutan kedelapan saham BMRI mencapai Rp1,6 juta dari nilai transaksi Rp71,6 miliar dan volume perdagangan 11,9 juta saham. Urutan kesembilan saham GJTL mencapai Rp1,5 juta dari nilai transaksi Rp88,2 miliar dan volume perdagangan 66,4 juta saham. Urutan kesepuluh saham JIHD mencapai Rp1,5 juta dari nilai transaksi Rp920 juta dan volume perdagangan 1,5 juta saham. [hid]
EKONOMI
23/07/2010 – 18:42
Saham KIJA Terbanyak Dilepas Asing

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Saham KIJA menjadi saham yang terbanyak dijual pada perdagangan hari ini. Nilainya mencapai Rp61,5 juta dari nilai transaksi Rp17,17 miliar dan volume perdagangan 179,8 juta saham.

Demikian data yang dikutip INILAH.COM dari BEI, Jumat (23/7). Pada akhir pekan ini, IHSG ditutup di level 3.042,02 atau naik 32,10 poin (1,07%) dengan nilai transaksi Rp4,3 triliun. Total pembelian investor asing hari ini mencapai Rp1,71 triliun sedangkan penjualan sebesar Rp922,53 miliar.

Urutan kedua saham PNLF dengan penjualan asing mencapai Rp12,1 juta dari nilai transaksi Rp8,6 miliar dan volume perdagangan 48,18 juta saham. Urutan ketiga saham BBKP mencapai Rp10,3 juta dari nilai transaksi Rp46,8 miliar dan volume perdagangan mencapai 70,4 juta saham. Urutan keempat saham BLTA mencapai Rp6,7 juta dari nilai transaksi Rp49,5 miliar dan volume perdagangan 191,3 juta saham.

Urutan kelima saham LPKR dengan penjualan asing mencapai Rp6,4 juta dari nilai transaksi Rp49,4 miliar dan volume perdagangan 100,5 juta saham. Urutan keenam saham DOID mencapai 5,4 juta dari nilai transaksi 112,4 miliar dan volume perdagangan 114,08 juta saham. Urutan ketujuh saham GZCO mencapai Rp4,7 juta dari nilai transaksi 11,08 miliar dan volume perdagangan 29,8 juta saham.

Urutan kedelapan saham INKP mencapai Rp4,4 juta dari nilai transaksi sebesar Rp15,5 miliar dan volume transaksi 8,8 juta saham. Urutan kesembilan saham TBLA mencapai Rp4,2 juta dari nilai transaksi Rp8,7 miliar dan volume perdagangan 23,2 juta saham. Urutan kesepuluh saham UNSP mencapai Rp3,08 juta dari nilai transaksi Rp6,2 juta dan volume perdagangan 19,2 juta saham. [hid]
… well, gw coba2 aja, karena hukum rumor bursa positif yaitu keyakinan akan akurasinya di bawah 50%, tapi gw liat fundamental jangka panjang juga seh … well, liat aja dah…. gw sudah dapat konfirmasi beli untuk asia :  http://sites.google.com/site/ekonomibanget/order-transaksi-saham2-gw-every

Menurut harian Investor Indonesia, PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) dikabarkan akan menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan timah PT Kobatin dalam waktu dekat.Info yang ada menyebutkan, perseroan sedang bernegosiasi harga dengan salah satu pemegang mayoritas Kobatin.Karena itu harga ASIA berpeluang tembus ke level Rp 250-300.Pada Senin (5/7), ASIA menguat Rp 5 (3,70%) ke posisi Rp 140, dengan volume transaksi 27,9 juta saham.Harga penutupan kemarin merupakan level tertingginya dan posisi terendahnya Rp 132.

Author : Rumors

Menurut harian Investor Indonesia, Harga saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dikabarkan akan diangkat ke atas level Rp 100-200 seiring rencaa intelitop Finance Ltd menambah kepemilikan sahamnya menajdi 25 %.Intelitop akan menyuntikan dana segar tambahan terkait rencana perseroan ekspansi ke bisnis pariwisata dan memperbesar usaha pembangunan pembangkit listrik.Kemarin, KIJA naik Rp 1 (1,08%) ke posisi Rp 94, dengan volume perdagangan mencapai 44,03 juta saham.Harganya sempat menyentuh level tertinggi Rp 95 dan terendah Rp 92.

Author : Rumors
Selasa, 24/03/2009 09:05 WIB
Suspensi Saham ASIA Dicabut Setelah 3 Tahun
Irna Gustia – detikFinance
Jakarta – Selama tiga tahun terakhir saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) tidak bisa diperdagangkan dilantai bursa karena terkena suspensi.

Tidur panjang saham ASIA usai, karena otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencabut suspensi perusahaan yang dulunya bernama PT Asia Grain International Tbk.

Saham ASIA bisa kembali diperdagangkan mulai sesi I, Selasa (24/3/2009) di semua pasar. Saham ASIA pertama kali disuspensi pada 22 Maret 2006.

Kadiv Perdagangan Saham BEI, Supandi mengatakan dari hasil penilaian pihak independen PT Zodiac Perintis Penilai, maka harga yang dijadikan sebagai acuan pada saat pembukaan perdagangan saham ASIA sebesar Rp 82 per saham.

Saham ASIA semula adalah perusahaan pembuat boneka dari Walt Disney, Warner Bros dan produk lokal si Komo.

Karena penjualan boneka meredup, perusahaan kemudian beralih perdagangan kedelai dengan menggandeng Cargil Inc.

Namun kemudian berubah lagi menjadi perdagangan komoditas timah batangan. Lalu sejak awal tahun 2008, perusahaan masuk ke bisnis batubara dengan menjalin kerja sama dengan Indonesian Power. Perusahaan memasok batu bara di Suralaya dengan masa kontrak satu tahun, yaitu sejak awal 2009-2010.

(ir/ir)
Asia Natural Resources Raih Izin Produksi Nikel

Jakarta – PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) segera merealisasikan produksi nikel dari tambang perseroan di Bombana, Sulawesi Tenggara. Perseroan telah memperoleh izin produksi dari Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM).

Demikian disampaikan Direktur ASIA, Stanislaus Say dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/5/2010).

Ia mengatakan, izin tersebut dikantongi oleh anak usahanya PT Tekonindo yang diakusisi sekitar akhir 2008. Saat itu, Tekonindo yang memiliki lokasi tambang nikel di Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Propinsi Sulawesi Tenggara seluas 37,213 hektar (ha) masih dalam taraf izin eksplorasi.

Berdasarkan hasil uji tuntas (due delligence) PT Sucofindo yang dilakukan Agustus 2008, dari lahan seluas 37,213 ha didapat deposit 4,703 juta ton nikel.

Kemudian Bupati Bombana memberikan IUP operasi produksi kepada Tekonindo dengan areal seluas 576 ha. Dengan demikian untuk total IUP operasi produksi yang dimiliki perseroan, diperkirakan memiliki deposit nikel hingga 70 juta ton.

“Izin pemerintah setempat berdasarkan SK Bupati Bombana No. 117/2010 tertanggal 22 April 2010,” katanya.

Dengan didapatnya izin produksi tersebut, perseroan optimisme prospek ASIA ke depan semakin cerah. Untuk itu, pihaknya akan mencari sumber pendanaan baik internal maupun dari pemegang saham pengendali guna sesegara mungkin memproduksi tambang nikel tersebut. “Kami sesegera mungkin akan memproduksi nikel,” katanya.

Langkah ini penting untuk menjaga kontinuitas produksi nikel oleh anak usaha ASIA ini. Dengan demikian, bidang usaha ASIA yang semula di sektor perdagangan komoditas bisa ditingkatkan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan di tahun mendatang.

Indro Bagus – detikFinance

Amailia Putri Hasniawati
Rabu, 30 Juni 2010 – 18:22 wib

Juli, Divestasi ASIA ke Trust Bearing Diharapkan Rampung

JAKARTA – Rencana divestasi 35 persen saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) kepada Trust Bearing Invesment yang dimiliki Vier Jamal Ahmad, diharapkan selesai pada Juli 2010.

Saat ini, proses penjualan saham masih dalam tahap uji tuntas (due dilegence) yang dilakukan oleh pemegang saham ASIA dan pihak yang berminat tersebut. “Nilai investasi ini diperkirakan mencapai Rp235 miliar,” jelas Direktur Utama ASIA Paulus Junanda di Jakarta, Rabu (30/6/2010).

Nanti, dia menjelaskan investor tersebut akan masuk melalui pemegang saham yang akan melepas kepemilikannya. Di mana per 31 Maret 2010, komposisi pemegang saham ASIA adalah sebagai berikut Wellstead Investment Pte Ltd sebanyak 541.830.000 saham atau 23,82 persen.

Selain itu Rich Achieve Enterprise Limited sejumlah 829.500.910 saham atau 36,46 persen, dan sisanya sebanyak 903.678.850 atau 39,72 persen merupakan kepemilikan oleh publik.

“Nanti pemegang saham utama kita yang mungkin akan melepas kepemilikannya. Kita harapkan akan selesai pada Juli 2010 ini,” ujarnya.

Dalam RUPS, pemegang saham perseroan telah menyetujui tidak adanya pembagian dividen tahun buku 2009. Telah disetujui pula oleh pemegang saham pengunduran diri Yasuo Saito sebagai Direktur.

Paulus menambahkan, perseroan telah mendapatkan pinjaman pembiayaan dari investor asal singapura sebesar 10 juta dolar Singapura dari Crest Capital. Pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk aktivitas jual beli komoditas batu bara.

Perseroan berencana mengekspor batu bara ke China sebanyak 40 juta ton pada tahun ini. Selain itu, perseroan juga menargetkan penjualan batubara domestik akan mencapai 25 juta ton pada 2010.

Menurutnya, dari penjualan ekspor ke China tersebut, perseroan akan memperoleh pendapatan sebesar USD2,6 juta per bulan. Sedangkan penjualan domestik akan memberi kontribusi sebesar Rp10 miliar per bulan.(ade)

Widi Agustian – Okezone
Trust Bearing Investment berencana membeli 35 persen saham Asia Natural Resources.

Senin, 7 Juni 2010, 12:53 WIB

VIVAnews – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Saham Asia Natural tersebut mengalami peningkatan harga dan aktivitas transaksi dibanding periode sebelumnya.

“Bursa telah meminta konfirmasi kepada manajemen Asia Natural pada 18 Mei 2010,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, dalam penjelasan tertulis bursa di Jakarta, Senin 7 Juni 2010.

Sementara itu, dalam penjelasannya kepada otoritas bursa, Jumat 4 Juni 2010, Asia melampirkan surat dari Trust Bearing Investment Pte Ltd yang berencana membeli 35 persen saham Asia Natural.

Dalam penjelasan tertulis itu disebutkan bahwa menurut Direktur Utama Trust Bearing Investment, Veri RH Abdul Jamal, pembelian saham akan dilakukan pada 7 Juni 2010 atau setelah prose uji tuntas (due diligence) rampung.

Seiring adanya peningkatan aktivitas transaksi yang tidak wajar itu, otoritas bursa sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas saham di sektor tambang tersebut.

Untuk itu, BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, otoritas bursa mengimbau investor untuk mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.

Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, bila belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Otoritas juga berharap agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.

Meski bergerak di luar kebiasaan, saham-saham yang masuk kategori unusual market activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.

Sementara itu, pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini, harga saham Asia Natural menguat Rp 2 (1,24 persen) ke posisi Rp 163. Harga saham Asia sempat menyentuh level tertinggi Rp 164.

(hs)

By: Arinto Tri Wibowo – VIVAnews

… menurut yahoo finance data pergerakan harga saham 3 bulan terakhir:
kija

PRICES
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Jul 2, 2010 92.00 94.00 91.00 93.00 23,912,500 93.00
Jul 1, 2010 93.00 93.00 90.00 91.00 13,063,000 91.00
Jun 30, 2010 91.00 93.00 89.00 93.00 27,689,500 93.00
Jun 29, 2010 95.00 96.00 92.00 94.00 17,280,000 94.00
Jun 28, 2010 96.00 96.00 95.00 96.00 9,159,500 96.00
Jun 25, 2010 96.00 98.00 95.00 97.00 27,167,500 97.00
Jun 24, 2010 97.00 97.00 95.00 96.00 16,453,000 96.00
Jun 23, 2010 96.00 98.00 95.00 96.00 37,187,000 96.00
Jun 22, 2010 98.00 99.00 95.00 97.00 33,124,500 97.00
Jun 21, 2010 96.00 99.00 96.00 98.00 74,139,500 98.00
Jun 18, 2010 96.00 97.00 95.00 96.00 42,449,000 96.00
Jun 17, 2010 96.00 96.00 94.00 96.00 8,861,000 96.00
Jun 16, 2010 95.00 97.00 94.00 96.00 51,791,000 96.00
Jun 15, 2010 95.00 96.00 93.00 94.00 25,068,500 94.00
Jun 14, 2010 93.00 95.00 93.00 95.00 20,688,000 95.00
Jun 11, 2010 94.00 95.00 93.00 93.00 38,089,000 93.00
Jun 10, 2010 92.00 94.00 92.00 93.00 45,913,000 93.00
Jun 9, 2010 92.00 94.00 92.00 92.00 54,869,000 92.00
Jun 8, 2010 88.00 92.00 88.00 90.00 34,171,500 90.00
Jun 7, 2010 85.00 90.00 85.00 88.00 41,562,000 88.00
Jun 4, 2010 93.00 94.00 90.00 92.00 37,941,000 92.00
Jun 3, 2010 93.00 94.00 90.00 93.00 79,554,000 93.00
Jun 2, 2010 92.00 95.00 89.00 90.00 72,543,500 90.00
Jun 1, 2010 95.00 99.00 91.00 92.00 72,889,000 92.00
May 31, 2010 93.00 99.00 93.00 95.00 89,361,500 95.00
May 27, 2010 88.00 95.00 83.00 91.00 87,949,500 91.00
May 26, 2010 77.00 89.00 77.00 88.00 112,169,500 88.00
May 25, 2010 87.00 87.00 75.00 75.00 123,764,500 75.00
May 24, 2010 100.00 100.00 88.00 89.00 63,639,500 89.00
May 21, 2010 99.00 99.00 95.00 96.00 61,849,500 96.00
May 20, 2010 105.00 105.00 99.00 102.00 70,417,500 102.00
May 19, 2010 106.00 107.00 102.00 102.00 78,172,500 102.00
May 18, 2010 106.00 109.00 105.00 108.00 50,561,500 108.00
May 17, 2010 106.00 107.00 104.00 106.00 77,845,500 106.00
May 14, 2010 109.00 111.00 108.00 109.00 70,898,500 109.00
May 12, 2010 109.00 110.00 107.00 109.00 45,309,500 109.00
May 11, 2010 113.00 114.00 108.00 109.00 93,799,500 109.00
May 10, 2010 106.00 113.00 106.00 113.00 107,597,000 113.00
May 7, 2010 107.00 109.00 104.00 106.00 164,264,000 106.00
May 6, 2010 113.00 116.00 107.00 111.00 165,552,500 111.00
May 5, 2010 118.00 119.00 113.00 114.00 218,039,000 114.00
May 4, 2010 124.00 127.00 120.00 121.00 132,751,500 121.00
May 3, 2010 127.00 129.00 122.00 124.00 165,957,500 124.00
Apr 30, 2010 132.00 134.00 127.00 127.00 637,887,000 127.00
Apr 29, 2010 118.00 130.00 117.00 130.00 935,568,000 130.00
Apr 28, 2010 118.00 121.00 115.00 117.00 208,208,000 117.00
Apr 27, 2010 123.00 123.00 119.00 120.00 89,051,000 120.00
Apr 26, 2010 120.00 126.00 120.00 123.00 296,861,000 123.00
Apr 23, 2010 121.00 124.00 117.00 120.00 225,283,000 120.00
Apr 22, 2010 121.00 125.00 120.00 121.00 273,124,000 121.00
Apr 21, 2010 111.00 124.00 110.00 122.00 887,582,500 122.00
Apr 20, 2010 109.00 111.00 108.00 110.00 41,507,000 110.00
Apr 19, 2010 110.00 110.00 107.00 108.00 35,200,500 108.00
Apr 16, 2010 111.00 112.00 110.00 111.00 29,691,500 111.00
Apr 15, 2010 113.00 114.00 110.00 111.00 45,212,500 111.00
Apr 14, 2010 111.00 115.00 110.00 112.00 124,044,500 112.00
Apr 13, 2010 111.00 111.00 108.00 110.00 40,563,000 110.00
Apr 12, 2010 114.00 114.00 111.00 111.00 48,313,000 111.00
Apr 9, 2010 114.00 116.00 112.00 113.00 119,036,500 113.00
Apr 8, 2010 114.00 117.00 111.00 112.00 252,702,500 112.00
Apr 7, 2010 108.00 115.00 108.00 114.00 337,111,000 114.00
Apr 6, 2010 107.00 111.00 106.00 109.00 113,751,000 109.00
Apr 5, 2010 109.00 109.00 106.00 107.00 37,442,500 107.00
Apr 1, 2010 108.00 109.00 106.00 108.00 78,137,000 108.00
Mar 31, 2010 109.00 111.00 105.00 107.00 67,654,000 107.00
Mar 30, 2010 109.00 110.00 108.00 109.00 31,153,500 109.00

… sedangkan asia :

PRICES
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Jul 2, 2010 136.00 138.00 133.00 135.00 11,769,500 135.00
Jul 1, 2010 136.00 145.00 130.00 134.00 59,649,000 134.00
Jun 30, 2010 127.00 137.00 127.00 132.00 16,988,500 132.00
Jun 29, 2010 136.00 136.00 127.00 128.00 22,850,000 128.00
Jun 28, 2010 139.00 141.00 135.00 135.00 6,760,000 135.00
Jun 25, 2010 138.00 143.00 138.00 139.00 9,349,000 139.00
Jun 24, 2010 144.00 146.00 139.00 139.00 34,500,500 139.00
Jun 23, 2010 132.00 147.00 132.00 142.00 115,726,000 142.00
Jun 22, 2010 135.00 136.00 130.00 133.00 9,435,000 133.00
Jun 21, 2010 137.00 138.00 135.00 135.00 5,837,500 135.00
Jun 18, 2010 139.00 142.00 131.00 137.00 27,645,000 137.00
Jun 17, 2010 139.00 139.00 134.00 134.00 12,151,000 134.00
Jun 16, 2010 140.00 143.00 138.00 139.00 15,740,000 139.00
Jun 15, 2010 140.00 143.00 136.00 139.00 16,261,000 139.00
Jun 14, 2010 140.00 145.00 136.00 140.00 52,300,500 140.00
Jun 11, 2010 146.00 146.00 137.00 140.00 32,517,000 140.00
Jun 10, 2010 141.00 151.00 141.00 143.00 74,110,000 143.00
Jun 9, 2010 154.00 154.00 141.00 143.00 98,003,500 143.00
Jun 8, 2010 160.00 162.00 151.00 154.00 139,101,000 154.00
Jun 7, 2010 154.00 166.00 150.00 158.00 341,880,000 158.00
Jun 4, 2010 144.00 164.00 135.00 161.00 547,414,500 161.00
Jun 3, 2010 149.00 152.00 136.00 138.00 188,646,000 138.00
Jun 2, 2010 120.00 144.00 120.00 144.00 387,657,500 144.00
Jun 1, 2010 102.00 128.00 102.00 117.00 391,101,500 117.00
May 31, 2010 100.00 108.00 98.00 102.00 13,888,000 102.00
May 27, 2010 91.00 102.00 87.00 95.00 16,252,500 95.00
May 26, 2010 85.00 93.00 85.00 91.00 7,978,500 91.00
May 25, 2010 86.00 86.00 77.00 84.00 10,325,500 84.00
May 24, 2010 96.00 100.00 91.00 92.00 7,077,000 92.00
May 21, 2010 100.00 101.00 94.00 94.00 15,927,500 94.00
May 20, 2010 103.00 107.00 99.00 101.00 15,193,000 101.00
May 19, 2010 105.00 109.00 101.00 103.00 36,371,000 103.00
May 18, 2010 94.00 112.00 90.00 107.00 94,643,000 107.00
May 17, 2010 92.00 95.00 92.00 93.00 1,693,500 93.00
May 14, 2010 97.00 98.00 94.00 94.00 3,101,000 94.00
May 12, 2010 98.00 99.00 96.00 97.00 2,304,500 97.00
May 11, 2010 100.00 101.00 97.00 97.00 4,646,500 97.00
May 10, 2010 98.00 104.00 98.00 99.00 16,066,500 99.00
May 7, 2010 92.00 104.00 90.00 98.00 50,387,500 98.00
May 6, 2010 92.00 97.00 90.00 92.00 10,768,500 92.00
May 5, 2010 96.00 97.00 91.00 91.00 4,137,000 91.00
May 4, 2010 101.00 101.00 96.00 97.00 5,578,000 97.00
May 3, 2010 101.00 102.00 100.00 100.00 5,128,000 100.00
Apr 30, 2010 101.00 102.00 100.00 101.00 3,188,500 101.00
Apr 29, 2010 101.00 101.00 99.00 101.00 5,241,500 101.00
Apr 28, 2010 101.00 102.00 99.00 99.00 8,938,000 99.00
Apr 27, 2010 102.00 105.00 101.00 102.00 12,442,000 102.00
Apr 26, 2010 101.00 104.00 101.00 101.00 6,804,500 101.00
Apr 23, 2010 102.00 103.00 101.00 101.00 3,800,000 101.00
Apr 22, 2010 102.00 104.00 102.00 102.00 5,569,500 102.00
Apr 21, 2010 103.00 106.00 102.00 104.00 15,213,500 104.00
Apr 20, 2010 105.00 105.00 101.00 103.00 6,971,500 103.00
Apr 19, 2010 103.00 107.00 102.00 103.00 10,844,500 103.00
Apr 16, 2010 107.00 110.00 104.00 104.00 37,659,000 104.00
Apr 15, 2010 104.00 109.00 102.00 106.00 17,875,500 106.00
Apr 14, 2010 104.00 107.00 102.00 103.00 15,866,500 103.00
Apr 13, 2010 106.00 111.00 104.00 104.00 41,637,500 104.00
Apr 12, 2010 101.00 110.00 100.00 105.00 55,667,500 105.00
Apr 9, 2010 101.00 104.00 99.00 101.00 14,191,000 101.00
Apr 8, 2010 100.00 102.00 98.00 100.00 3,992,500 100.00
Apr 7, 2010 103.00 104.00 100.00 100.00 5,514,000 100.00
Apr 6, 2010 102.00 107.00 99.00 101.00 19,285,000 101.00
Apr 5, 2010 100.00 107.00 99.00 99.00 14,622,000 99.00
Apr 1, 2010 98.00 104.00 95.00 99.00 8,420,500 99.00
Mar 31, 2010 107.00 110.00 97.00 98.00 25,320,000 98.00
Mar 30, 2010 90.00 119.00 90.00 106.00 157,843,000 106.00

… grafik teknikalitas asia:

Chart forAsia Natural Resources Tbk (ASIA.JK)

… sinyal jenuh jual merasuki asia secara teknikal, dan parabolic sar mulai menunjukkan daya beli baru … resisten 151, support 110 … tertinggi dalam 1 tahun = 200 …

grafik tekinikal kija:

Chart forKawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA.JK)

… secara teknikal, kija memasuki wilayah ketidakpastian beli … tekanan jual masih kuat terlihat pada parabolic sar … sementara resistensi 100, support 90 … secara historikal, harga saham kija saat ini sudah di bottom … ekspektasi mantul naek dengan aksi korporasi memang mungkin … well, liat aja dah … kalo ga menguntungkan dalam jangka pendek, mungkin gw akan pertimbangkan jual seluruhnya dalam 6 bulan ke depan …

situs internet kija: http://www.jababeka.com/site/

situs internet asia: http://www.anr.co.id/

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s