1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gw incar excl (XL-axiata) … 220910 (updt) 8 Juli 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:09 pm

kayanya secara teknikal dan historikal harga saham excl agak menghibur neh :Jumat, 24/09/2010 13:45:54 WIB
IHSG terus menanjak pada jeda siang
Oleh: Nana Oktavia Musliana
JAKARTA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks acuan saham Indonesia, terus menanjak pada sesi jeda siang kali ini dengan kenaikan sebesar 51,58 poin ke level 3.388,77 dari sesi penutupan kemarin yang mencapai 3.337,19.

Indeks acuan ini bergerak di kisaran 3.331,85-3.392,87 selama sesi perdagangan pertama berlangsung.

Dari sebanyak 410 saham yang diperdagangkan di indeks tersebut, 126 saham naik, 37 saham turun, dan 247 saham lainnya bergerak stagnan.

Pada sesi pertama ini, PT Bank Central Asia memimpin dengan kontribusi mencapai 7,59 poin, kemudian disusul oleh PT Telekomunikasi Indonesia dengan 5,01 poin, PT Astra International dengan 4,53 poin, dan PT Bank OCBC NISP Tbk dengan 2,79 poin.

Di lain pihak, sejumlah saham yang membebani pergerakan indeks, yaitu di antaranya PT XL Axiata (-1,05 poin), PT Kalbe Farma (-0,32 poin), PT Bank Pan Indonesia (-0,29), dan PT Surya Citra media (-0,24 poin).

Kenaikan indeks ditopang oleh sembilan sektor yang diperdagangkan di indeks tersebut.

Kali ini, sektor keuangan memimpin kenaikan indeks dengan kontribusi hingga 32,27%, diikuti dengan sektor tambang dengan 16,50%, sektor barang konsumen dengan 12,53%, sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi dengan 11,53%.

Kemudian sektor aneka industri turut menyumbang 8,76%, sektor industri kimia dasar dengan 7,99%, selanjutnya ada sektor perdagangan dan jasa dengan 3,21%, sektor konstruksi, properti, dan real estate dengan 3,13% dan juga sektor pertanian dengan 2,72%.

Indeks BISNIS-27 turut menguat di sesi jeda siang ini sebesar 5,23 poin menjadi 308,52 setelah bergerak di kisaran 302,69-309,00 dan dibuka pada level 303,49. (T01/NOM)

tgl 20 Sep 2010, gw berhasil meraup saham excl @5500, secara teknikal :

ARPU diduga masih akan turun 20%
OLEH RONI YUNIANTO & FITA INDAH MAULANI Bisnis Indonesia

Article Rank

Operator semakin serius garap layanan data JAKARTA: Operator te – lekomunikasi seluler meng andalkan layanan data pita lebar (mobile broadband) untuk meng – imbangi tren penurunan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) yang diperkirakan masih akan tergerus hingga 20%.

Deputy Vice President Corporate Secretary PT Telkomsel Aulia Ersyah Marinto mengatakan persaingan di industri seluler semakin ketat, tetapi pasar layanan itu masih berpeluang berkembang.
“ARPU menurun setiap tahunnya dan relatif belum tersubstitusi dengan pendapatan dari layanan data. Penurunan ini kami perkirakan sampai tahun depan masih di sekitar 15%–20% [rata-rata industri],“ ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Menurut dia, masih banyak cara untuk menggali potensi pendapatan dan menambah basis pelanggan untuk jangka panjang di antaranya dengan layanan data yang menggunakan kartu kedua dan layanan seluler lainnya.

Dia menambahkan industri seluler juga memiliki kelebihan dalam mendukung industri lain, seperti musik, industri kreatif, dan mengisi kebutuhan korporasi. Oleh karena itu, papar Aulia, penguasaan basis pelanggan yang diiringi dengan pertumbuh an pendapatan sangat penting dilakukan oleh tiap-tiap operator.

“Kami optimistis pada saat orang banyak menggunakan la yan an data dan mengenal mobile lifestyle maka ARPU dapat dipertahankan, bahkan membaik da lam jangka panjang,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain memperluas cakupan, untuk menyia sati tren penurunan ARPU, Tel kom sel menempuh strategi me ning katkan kapasitas dan kualitas jaringan serta penyediaan la yan an baru, terutama pada la yanan berbasis mobile broadband.

Syakieb Ahmad Sungkar, VP Sa les and Distribution PT Na trindo Telepon Seluler (Axis), me ngatakan kondisi saat ini menuntut pertumbuhan biaya operasio nal operator tidak boleh tinggi atau efisien.

“Penetrasi pasar [market share] tidak lagi menjadi prioritas, yang penting revenue share. Hal ini menuntut pertumbuhan biaya ope rasional tidak boleh tinggi atau efisien, sehingga operator pun mencari model operasional yang lebih murah, seperti outsourcing,” ujarnya.

Dia menjelaskan ada beberapa program untuk meminimalisasi perpindahan pelanggan, seperti outbound call dan SMS reminder dianggap mahal dan efektivitasnya diragukan.

Sebagai gantinya operator kini membuat penawaran berupa ha

diah bonus isi ulang dan nada sambung.
Syakieb optimistis pasar seluler ini masih cukup besar meski penetrasi simcard pada tahun lalu sudah mencapai 85%, tetapi pe netrasi penggunanya baru 50%.

Melambat Namun, Ketua Asosiasi Tele ko munikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno meng ungkapkan selama semester pertama tahun ini industri seluler di Indonesia semuanya meng alami pertumbuhan yang sedikit melambat.
“Semuanya [kinerja semua operator] agak slow down, semester II saya kira akan ada pertumbuhan meski di bawah 10%,” ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis.
Sarwoto menambahkan tingkat perpindahan pelanggan, termasuk kartu hangus juga masih re latif besar, yakni 18%—20%.

Hasnul Suhaimi, Presiden Di rektur PT XL Axiata Tbk, menga takan pelanggan baru yang riil bi

sa dikatakan sudah tidak ada lagi pada 2011 atau 2010 sehingga po la layanan operator juga akan mengalami perubahan.
“Pertumbuhan pendapatan bisa tinggal satu digit jika operator tidak mengubah pola layanan menjadi layanan yang memiliki nilai tambah atau value added services dan layanan data,” ujar nya.

Menurut Hasnul, diperlukan efi siensi untuk mempertahankan persentase pertumbuhan pendapatan, salah satunya dengan mempertahankan biaya operasional pada jumlah yang relatif sama.

Sementara itu, Presiden Di rek tur PT Mobile-8 Tbk Merza Fachys mengatakan hal yang le bih penting bagi operator saat ini adalah pertumbuhan total pendapatan dan kemampuan menurunkan biaya operasional atau mi nimal tidak mengalami ke naikan.

“ARPU dipastikan akan terus menurun seiring dengan penambahan jumlah pelanggan. Na

mun, jangan terlalu risau melihat ARPU turun, kecuali kalau total revenue turun, baru risau,“ ujarnya.
Dia menjelaskan peningkatan jumlah pelanggan menyebabkan pendapatan per pengguna tiaptiap operator turun. Hal itu, menurut Merza, telah diantisipasi oleh seluruh operator.

Dia menambahkan segmen pelanggan telekomunikasi saat ini yang masih digarap operator merupakan segmen menengah ke bawah.

Di sisi lain, paparnya, anggaran yang dikeluarkan oleh masyarkat menengah ke bawah untuk telekomunikasi rendah sehingga perolehan per pelanggan tiap-tiap operator turun.

“Saat ini masyarakat yang belum menjadi pelanggan operator telekomunikasi berada pada segmen tersebut. Semua operator memang sangat setuju dan yakin dari awal kalau ARPU dari hari ke hari akan turun,“ tutur Merza.

Menurut dia, peningkatan pendapatan total perusahaan dan kemampuan menekan biaya yang akan membuat operator telekomunikasi tetap bertahan.
Group Head Brand Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya menegaskan pelanggan masih penting bagi operator, tetapi operator harus mendorong pelanggan agar menjadi produktif dan akhirnya menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi perusahaan. (SEPUDIN ZUHRI/ JUNAIDI HALIK) (roni.yunianto@bisnis.co.id/ fita.indah@bisnis.co.id)
Trafik telekomunikasi naik 35%
OLEH RONI YUNIANTO Bisnis Indonesia

Operator raup untung besar dari transaksi isi ulang pulsa selama Lebaran

loading

JAKARTA: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyimpulkan trafik telekomunikasi pada masa puncak Lebaran tahun ini, yakni mulai H-1 sampai H+1 meningkat 35% dibandingkan dengan hari biasa. Anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan kesimpulan itu berdasarkan hasil pantauan regulator dan laporan operator telekomunikasi.
Menurut dia, secara umum kualitas layanan telekomunikasi cukup baik meskipun terjadi intensitas lonjakan trafik telekomunikasi sejak H-1 hingga H+1 Lebaran.

”Secara rata-rata baik voice, SMS, maupun data naik sekitar 35% meski di beberapa operator

untuk voice ada penurunan ataupun tetap dibandingkan dengan hari biasa,“ ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Heru mengungkapkan secara umum, tingkat keberhasilan pengiriman SMS (global delivery rate) operator juga masih di atas 99% , suara (call success rate) 9094%, data success rate di atas 99%, dan isi ulang pulsa (recharge success rate) di atas 99%.

Namun, dia mengakui masih ada layanan operator tertentu di beberapa daerah mengalami tingkat blockcall yang cukup tinggi sehingga menyebabkan komunikasi telepon (suara) menjadi agak sulit. Heru menambahkan pada tahun-tahun mendatang, layanan data akan menjadi fokus perhatian regulator dengan mempertimbangkan tren pengiriman ucapan selamat yang mulai berubah melalui media dan aplikasi jejaring, seperti BlackBerry messenger, Yahoo Messenger, dan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Peningkatan trafik telekomunikasi selama Lebaran diperkirakan mendongkrak margin keuntungan yang diraup oleh sejumlah operator besar dari aktivitas transaksi isi ulang pulsa. Gideon Edie Purnomo, VP Channel Management Telkomsel, mengakui momentum Lebaran memberikan kontribusi besar bagi pendapatan perseroan dengan tingkat kenaikan sampai 30%.

“Ini cukup signifikan, kami sendiri meningkatkan [logistik] voucher [isi ulang pulsa] sampai 40% dari biasanya meski penyerapannya tidak sampai habis,” ujarnya kepada Bisnis.

Menurut dia, secara rata-rata nilai pulsa yang mendominasi transaksi adalah pulsa dengan nominal Rp10.000.

Secara riil, dari total kapasitas jaringan menampung 24,8 juta transaksi isi ulang per hari pada masa Lebaran tahun ini, Telkomsel mencatat 16 juta transaksi atau melonjak 50% dibandingkan dengan hari normal.

Peningkatan transaksi pulsa selama Lebaran juga diraih PT XL Axiata Tbk, seperti diutarakan oleh Direktur Komersial XL Joy Wahyudi.

Dia mengungkapkan aktivitas isi ulang pulsa XL cukup signifikan pada masa Lebaran tahun

ini meskipun trafik tidak terlalu tinggi lonjakannya dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu.
“Secara kuantitas lumayan besar, tetapi peningkatannya [nilai transaksinya] tentu tidak lantas linear dengan peningkatan lonjakan trafik karena volume isi ulang antara Rp10.000 dan Rp100.000,” ujarnya.

Menurut Joy, pulsa Rp5.000 dan Rp10.000 masih menjadi nominal isi ulang yang mendominasi transaksi isi ulang pulsa XL yang 90% di antaranya adalah pulsa elektronik.

Sementara itu, Division Head Public Relations PT Indosat Tbk Djarot Handoko mengatakan secara tren, kuantitas dari aktivitas transaksi isi ulang pulsa Indosat saat Lebaran meningkat terutama di pada H-2 dan hari H-1.

“Transaksi isi ulang pulsa ini meningkat terutama di nominal yang memberikan margin keuntungan besar, yaitu Rp10.000, Rp25.000, dan Rp50.000,” ungkap Djarot. (JUNAIDI HALIK/
XL Axiata raih utang Rp2,5 triliun
20 Sep 2010
Bisnis Indonesia Perbankan
Manajemen dinilai berhasil tekan beban operasional

OLEH M. MUNIR HAIKAL Bisnis Indonesia

JAKARTA PT XL Axiata Tbk meraih pinjaman senilai Rp2,5 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk untuk keperluan membiayai kembali utang dan keperluan korporasi lainnya.

Direktur Ulama XL Axiata Hasnul Suhaimi mengungkapkan pinjaman tersebut memiliki profil jatuh tempo (tenor) selama 5 tahun.

“Bunga yang ditetapkan mengacu kepada Japan inter bank offered rate [Jibor] ditambah premium 1,4%,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Dia mengatakan utang yang akan dilunasi oleh perseroan berasal dari kreditur Swedia. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Juni 2010, XL Axiata memiliki utang dari Export Kredit Namden (EKN) senilai US$265,2 juta.

Sepanjang semester 1/2010 manajemen XL mengaku sudah melakukan pembayaran utang senilai US$219 juta dan Rp900 miliar, dengan menggunakan kas internal. Pada akhir semester 1/2010,saldo utang XL sebesar Rpll.4 triliun.

Dan untuk menunjang ekspansi bisnisnya, perseroan telah menyiapkan utang baru ketika mendapatkan fasilitas pinjaman seni-lai Rpl,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk bertenor 5 tahun pada 27 Juli, seperi yang tertulis dalam laporan keuangan terbaru XL

Laporan keuangan itu juga menunjukkan perseroan masih memiliki pinjaman jangka panjang sebesar Rp6,04 triliun dan pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo kurang dari setahun sebesar Rp3,88 triliun.

Perseroan juga baru mendapatkan fasilitas pinjaman dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd sebesar Rp500 miliar dan bertenor 3 tahun yang didapatkan pada 14 Juli.

Namun, manajemen perseroan yakin utang itu tidak menyebabkan beban bunga perseroan bertambah, karena utang lainnya sudah dibayarkan dengan dana kas internal. Untuk itu, perusahaan memprediksi pada akhir tahun jumlah total pinjaman dan beban bunga perseroan akan menurun dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

XL Axiata membukukan laba Rpl,32 triliun selama paruh pertama tahun ini atau naik 87% dibandingkan dengan periode yangsama tahun sebelumnya sebesar Rp706,38 miliar.

Perolehan laba ini didorong naiknya pendapatan usaha perseroan menjadi Rp8,37 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,21 triliun. Adapun, perseroan mencatat kewajiban lancar sebesar Rp8 triliun dan kewajiban ndak lancar Rp9,3 triliun.

Harga saham XL Axiata padaakhir pekan lalu ditutup menguat 6,67% menjadi Rp5.600 dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp5.250 yang menjadikan berkapitalisasi pasar Rp47,64 triliun.

Tekan biaya

Dalam risetnya 2 Agustus lalu, PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia menilai laba bersih yangdibukukan XL sudah mencapai 88% dari target laba bersih yang dipatok Deutsche Bank.

Analis Deutsche Bank Verdhana Raymond Kosasih meailai XL membukukan pendapatan tertinggi di antara perusahaan lain sejenis.

“Sebagian besar dari pertumbuhan itu mencerminkan kemampuan XL untuk meningkatkan tarif jasa percakapan dari Rp80 per menit pada semester 1/2009 menjadi RplOl per menit, menurut perhitungan Deutsche Bank, atau meningkat 25%,” ujarnya.

Raymond menyebutkan pendapatan dari jasa nonpercakapan sebagian diperoleh dari pemakaian data Internet, termasuk jasa Blackberry.

Colin McCallum, Head of Asian Telecoms Research Credit Suisse AG, memberikan target harga Rp5.000 untuk saham XL karena menilai kinerja keuangan perseroan itu memperlihatkan keberhasilan dalam mengontrol beban operasional secara agresif.

Sementara itu, analis Nomura Singapore Ltd Sachin Gupta, dalam hasil risetnya, memprediksi pendapatan XL pada tahun ini bisa mencapai Rp 1,69 triliun, dengan laba bersih Rp2,56 triliun atau meningkat 50,26% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu Rpl,7 triliun, (fahmi achmad) (munir.haikal@bisnis.co.id)
Pelanggan XL di Sumatra capai 7,8 juta
OLEH MASTER SIHOTANG Bisnis Indonesia
MEDAN:

PT XL Axiata Tbk mencatat jumlah pelanggan XL di Sumatra mencapai 7,8 juta sambungan atau sekitar 22,3% dari total pelanggan operator seluler itu di Indonesia.
Vice President PT XL Axiata Tbk Sumatra Agus P Simorangkir mengatakan pelanggan pengguna suara mendominasi pelanggan XL di Sumatra sedangkan sisanya pengguna data.

“Sampai kini jumlah pelanggan XL di daerah ini mencapai 7,8 juta sambungan.
Sekitar 80% kontribusi pelanggan adalah pengguna suara, sisanya data,“ tuturnya.

Pelanggan seluler di Sumatra pada masa akan datang, menurut dia, akan menjadi pengguna data seiring dengan makin meningkatnya masyarakat menggunakan Internet.

Sampai dengan saat ini, ungkap dia, tren internet terus meningkat di kalangan anak sekolah, mahasiswa dan manajer muda untuk mendukung aktivitasnya. “Sekarang ada kecenderungan anak sekolah, mahasiswa, dan manajer muda menggunakan mobile internet. Ini peluang pasar yang harus digarap dengan memberikan pelayanan dan jangkauan yang lebih luas,“ tutur dia.

Dia menegaskan investasi untuk mengembangkan jaringan data memang mahal, tetapi tarif untuk menggunakan data pada mobile internet semakin murah.

Penggunaan BlackBerry yang makin meluas dan murah akan membuat pengguna data semakin meningkat dan memberikan kontribusi pendapatan relatif besar bagi operator seluler.
Trafik naik Asisten Manager PT XL Axiata Tbk Sumatra Firman Adi Juwono menyatakan pihaknya menerima peningkatan trafik rata-rata sebesar 20% selama Lebaran, dengan 80% merupakan pengguna layanan suara.

“Secara rata-rata peningkatan trafik selama Lebaran di Sumatra mencapai 20% baik pemakaian data, sms, dan suara,“ ujarnya.

Bila dilihat secara nasional, ujar Firman, sesuai dengan data yang dirilis kantor pusat peningkatan trafik selama Lebaran tahun ini di atas 30%.

Dia memerinci layanan suara meningkat 31,4% menjadi 670 juta sambungan, pesan singkat atau sms naik 37,2% menjadi 645 juta sms, serta Internet meningkat 33,7% menjadi setara 11,7 terabyte.

Kalau pada hari biasa, kata dia, trafik suara hanya 510 juta, pesan singkat 470 sms, dan data setara 8,6 terabyte.

Kontribusi trafik secara nasional, paparnya, Jabar, Jateng, dan Yogyakarta menyumbang sekitar 35% atau berada pada urutan paling atas, sedangkan Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara memberikan kontribusi secara nasional 24%, sisanya Jabodetabek, Sumatra dan Kalimantan.

XL mengklaim memiliki total pelanggan sebanyak 35,2 juta hingga pertengahan tahun ini atau tumbuh 43% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Selama semester I/2010, XL melaporkan meraup laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, naik 87% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Telekomunikasi Lebaran lancar
OLEH RONI YUNIANTO Bisnis Indonesia

loading

Jawa Tengah dan Jawa Timur sumbang trafik tertinggi JAKARTA: Successful call ratio (SCR) atau keberhasilan panggil telekomunikasi pada saat Lebaran dinilai Kementerian Kominfo berada di tingkat di atas rata-rata sesuai regulasi standar kualitas layanan telekomunikasi.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo mengatakan selain SCR, parameter dropped call dan blocked call juga tidak sampai mencapai batas maksimal begitupun durasi waktu pengiriman SMS masih dalam batas normal.
“Memang benar ada sejumlah keluhan keterlambatan pengiriman SMS yang disampaikan kepada kami namun setelah diimbau agar masyarakat umum sedapat mungkin efektif dalam penggunaan layanan, masalah tersebut dapat diminimalisasi,“ ujarnya Minggu.

Gatot mengatakan tidak semua komplain karena keterbatasan jaringan, tetapi juga kendala terjadi pada handset yang ada. Pe ngiriman secara masif berlangsung dipaksakan sebanyak mungkin pada saat puncak. Ketika semuanya belum terkirim, sudah ada upaya pengiriman baru lagi atau digunakannya fasilitas layanan call ketika pengiriman SMS masih sedang berlangsung yang berakibat kegagalan kirim.

Trafik layanan telepon (voice) Telkomsel pada saat Lebaran justru mengalami penurunan 6% dibandingkan dengan hari normal berbeda dengan trafik telepon di operator lainnya. Meski demikian, penggunaan layanan data Telkomsel adalah yang tertinggi dengan kenaikan 26%. Anky A Priyagung, VP Network & Service Quality Management Telkomsel, mengatakan keberhasilan layanan sudah dipersiapkan dengan kapasitas terukur dengan menggunakan prediksi jaringan yang dikondisikan harus mampu melayani maksimum 93 juta pelanggan.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk, mengatakan pada masa Lebaran tidak ada keluhan pelanggan yang masuk ke pusat layanan XL dan kondisi jaringan normal seperti hari biasa.

“Lonjakan trafik tertinggi hari H-1 [9 September], untuk trafik SMS mencapai 645 juta SMS atau naik 37,2% dan juga data de ngan 11,5 terrabytes atau naik 33,7% dari hari normal,“ ujar nya.

Jawa terbesar Adapun, konsentrasi utama layanan Telkom Flexi yang disedi akan oleh PT Telkom yang meng alami peningkatan tersebut ada lah terutama di Surabaya, Ma lang, Madiun, Jakarta, Bandung, Kediri, Yogyakarta, Solo, Ngan juk, Mojokerto, Medan dan Se marang.

General Manager Network Ser vice TelkomFlexi area Jatim, Bali, Nusra, Ketut Budi Utama, me ngatakan kenaikan trafik voice di Jatim pada Lebaran kemarin masih sekitar 20%. Puncak peningkatan terjadi pada H-1.

“Kota-kota seperti Lamongan, Sampang, Pacitan, Nganjuk menyumbang kenaikan paling tinggi,“ katanya dalam siaran pers.

Dari total kenaikan trafik nasional XL, kontribusi trafik tertinggi berasal dari Regional Pusat sebesar 35% yang mencakup Jabar, Jateng, DI. Yogyakarta dan regional Timur sebesar 24% yang mencakup Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Pada masa Lebaran kali ini, trafik SMS di Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar bagi Indosat dengan pening Indosat dengan pening katan 152,54% dibandingkan dengan hari normal.

Laporan resmi Indosat kepada Kemenkominfo menyebutkan pe ningkatan trafik SMS sudah mu lai terjadi pada satu hari sebelum Idulfitri.

Jawa Tengah menjadi konsen trasi utama pengiriman SMS di susul Jawa Barat dengan pening katan 143,24%, dan Jawa Timur 143,20%. (DWI WAHYUNI) (roni.

yunianto@bisnis.co.id)
Sabtu, 11 September 2010 | 23:35 oleh Gentur Putro Jati Lonjakan Trafik Waktu LebaranXL klaim jaringan aman selama Lebaran
JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (XL) mengklaim jaringan yang disediakannya selama Lebaran ini mampu melayani trafik suara, SMS dan data yang melonjak.

Manajer Komunikasi XL Febriati Nadira mencatat, lonjakan trafik percakapan paling tinggi terjadi tepat di hari Lebaran (10/9). Ada sebanyak 670 juta menit trafik percakapan atau naik 31,4% dibanding hari biasa yang hanya 510 juta menit.

Sementara trafik SMS dan data tertinggi terjadi pada H-1 (9/9), dengan SMS sebanyak 645 juta SMS (naik 37,2% dari 470 juta SMS di har-hari biasa) dan data sebesar 11,5 terabytes (naik 33,7% dari 8,6 terabytes).

“‘Kontribusi trafik tertinggi berasal dari Central Region yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY sekitar 35%,” kata Febriati, Sabtu (11/9).

Sementara East Region meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara naik tertinggi kedua sebesar 24%.
11/09/2010 – 12:18
Dugaan Bocorkan Rahasia Negara
Axiata Investments Malaysia Kuasai 66,59% Saham di XL
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Memanasnya hubungan Indonesia dengan Malaysia dapat mempengaruhi bisnis investasi, salah satunya bisnis telekomunikasi Malaysia di Indonesia, yaitu XL.

Salah satu ekspansi bisnis Malaysia di Indonesia antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL). Perusahaan telekomunikasi EXCL termasuk salah satu operator terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Telkomsel dan PT Indosat. Mayoritas pemegang saham PT XL Axiata Tbk, yaitu Axiata Investments (Indonesia) SDN. BHD sebesar 66,59% untuk data per 31 Agustus 2010 dan Emirates Telecommnunications Corporation (Etisalat) International Indonesia Limited sebesar 13,31% per 31 Agustus 2010.

Sebelumnya, dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Front Rakyat Anti Malaysia (FRAM) dan Gerakan Mahasiswa Pelajar untuk Rakyat (Gempur) meminta masyarakat untuk memboikot produk buatan Malaysia. Hal ini terkait XL ada hubungan dengan Malaysia.

“Kami menduga pihak intelijen Malaysia mendapat informasi melalui XL. Oleh karenanya kami mendesak pemerintah untuk segera membekukan perusahaan XL. Saya juga meminta masyarakat untuk memboikot produk Malaysia sebagai bentuk nasionalisme,” ujar Anggota Fram, Munzir, melalui pesan singkatnya, Jumat (10/9).

Sebelumnya FRAM dan Gempur melakukan protes di Kedutaan Besar Malaysia, Petronas dan kantor Axiata Company serta graha XL di kawasan Mega Kuningan.

Terkait rencana permintaan dua LSM untuk boikot produk XL tersebut, Head of Corporate Communication EXCL Febriati Nadira dan Direktur Utama EXCL Hasnul Suhaimi belum menjawab pertanyaan INILAH.COM yang diajukan lewat pesan singkat.

Pada perdagangan saham Senin (6/9)-Selasa (7/9), saham EXCL ditutup stagnan di level Rp5.000 per lembar saham. [cms]
Trafik SMS Lebaran XL meningkat 37,2%
Sabtu, 11/09/2010 16:31:38 WIB
Oleh: Roni Yunianto
JAKARTA: Trafik short message service (SMS) di jaringan milik PT XL Axiata Tbk diklaim aman dan sukses melayani pelanggan saat mengawal Idul Fitri 1431 H dengan peningkatan 37,2% atau 645 juta SMS per hari di saat puncak.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL Axiata mengatakan pada masa Lebaran tidak ada keluhan pelanggan yang masuk ke pusat layanan XL dan kondisi jaringan normal seperti hari biasa.

“Lonjakan trafik tertinggi hari H-1 [9 September], untuk trafik SMS mencapai 645 juta SMS atau naik 37,2% dan juga data dengan 11,5 terrabytes atau naik 33,7% dari hari normal,” ujarnya hari ini.

Menurut eksekutif yang biasa disapa Ira ini lonjakan trafik tertinggi lainnya adalah trafik percakapan (telepon) yang terjadi puncaknya pada pada hari H atau pada 10 September mencapai 670 juta menit atau meningkat 31,4% dari hari biasa.

Pada hari biasa trafik percakapan di jaringan XL rata-rata mencapai 510 juta menit. Sementara trafik SMS 470 juta SMS, sementara itu data mencapai 8,6 terrabytes.

Dari total kenaikan trafik nasional itu, tuturnya, kontribusi trafik tertinggi berasal dari Regional Pusat (central regional) sebesar 35% yang mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta dan regional Timur sebesar 24% yang mencakup Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Secara rinci, telepon pada H-1 hanya naik 17,6% atau menjadi 600 juta menit. Trafik SMS pada hari H intensitasnya menurun dibandingkan H-1 dengan peningkatan 24,9% dibandingkan hari normal atau menjadi 587 juta SMS per hari.

Sementara itu permintaan data atau general packet radio service (GPRS) pada pada hari H Lebaran juga menurun menjadi 9,9 terrabytes meskipun naik 15% dibandingkan hari normal. (gak)
Belanja pulsa selama Lebaran diprediksi meningkat 30%
Selasa, 07/09/2010 08:30:42 WIB
Bisnis today: Operator tekan dropcall
Oleh: Sepudin Zuhri, Fita Indah Maulani & Roni Yunianto
JAKARTA: Operator telekomunikasi menjanjikan peningkatan pelayanan melalui penekanan tingkat dropcall hingga di bawah 1% dan meminimalkan delay layanan pesan singkat pada masa puncak trafik selama Lebaran.

Sarwoto Atmosutarno, Dirut Telkomsel, mengatakan kapasitas jaringan operator tersebut sudah ditingkatkan sampai rata-rata 100%. Selain tingkat dropcall (panggilan terputus), pihaknya juga akan memperbaiki tingkat penundaan penerimaan SMS.

“Dropcall dari hasil tes di bawah 1%, semua sudah kami cek hasilnya oke,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, delay (penundaan) layanan pesan singkat (SMS) pada saat puncak kepadatan bisa saja terjadi jika ada BTS yang terkena gangguan. Akan tetapi, Telkomsel sudah memiliki langkah kontingensi sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pada masa lalu.

Pada Lebaran tahun ini Telkomsel memproyeksikan peningkatan trafik layanan suara 20%-30% menjadi 957 menit, SMS naik sekitar 50% menjadi 600 juta SMS dari trafik normal.

Lebih jauh Sarwoto mengatakan untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi selama perjalanan mudik, Telkomsel telah meningkatkan kapasitas. Dia memberi contoh penambahan kapasitas menjadi 80.000 SMS per detik

Terkait dengan belanja pulsa, dia berpendapat trennya akan mengikuti lonjakan trafik komunikasi 20%-30%

PT Indosat Tbk, salah satu operator telekomunikasi, meyakini tingkat kesuksesan panggilan (successfull call ratio/SCR) selama Lebaran akan mencapai 99%. Kinerja ini telah melampaui batas yang ditetapkan oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang menetapkan tingkat rata-rata SCR minimal 90%.

Keyakinan tersebut didasarkan hasil pengujian jaringan oleh regulator bersama operator belum lama ini. Saat itu, rata-rata kesuksesan panggilan seluruh operator yang mengikuti uji coba selama bulan puasa mencapai 96%. Secara umum, operator telekomunikasi dinyatakan siap menghadapi Idulfitri.

Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya menuturkan pada area tertentu tingkat kesuksesan panggilan bahkan terbilang sangat sempurna, yaitu mencapai 100% “Kemarin [test drive] rata-rata [kesuksesan panggilan] 99%. Bahkan untuk area tertentu 100%,” ujarnya kepada Bisnis.

Sementara itu, kesuksesan pengiriman pesan singkat dari operator itu telah mencapai 100%. Adapun tingkat delay dalam pengiriman SMS berada di bawah 3 menit.

Berdasarkan laporan resmi perusahaan kepada regulator, tingkat dropcall mencapai 0,43% selama kuarta I/2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Teguh menambahkan tingkat gagal panggil (blockcall) operator itu 0%-1%, sedangkan berdasarkan regulasi menetapkan batas maksimal 3,18%.

Sudah siap

BRTI sebelumnya menyatakan operator telekomunikasi dinyatakan siap menghadapi Lebaran mengingat tingkat kesuksesan panggilan yang telah mencapai 96%, merujuk hasil pengecekan langsung ke lapangan.

Untuk tingkat dropcall mencapai 3,8%, sedangkan regulasi mematok batas maksimal 5%. Adapun, tingkat blockcall rata-rata 1,03%, sedangkan maksimum 3,18%.

Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk, mengatakan hanya menargetkan total pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun ini sebesar 18% hingga 19% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Khusus Lebaran memang ada prediksi naiknya trafik, seperti jumlah pengiriman SMS pada hari Lebaran mencapai 1 miliar SMS, naik hampir 2,5 kali lipat dari rata-rata hari normal sebanyak 470 juta SMS per hari,” ujarnya.

Jumlah tersebut jauh meningkat dibandingkan dengan jumlah pengiriman SMS pada Lebaran tahun lalu sebesar 270 juta SMS yang terjadi pada H-1. Jumlah panggilan suara mengalami puncak pada hari Lebaran sebanyak 925 juta panggilan.

Tahun ini kenaikan jumlah panggilan pada hari Lebaran diprediksi meningkat 30% dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu.

XL juga menyatakan tidak menemui kendala dalam mengantisipasi hal ini karena kapasitas jaringan bisa menampung hingga 3,7 miliar SMS per hari. Dengan begitu, dipastikan tidak ada antrean untuk pengiriman SMS sesama nomor XL, tetapi untuk pengiriman ke operator lain, bergantung pada kapasitas operator tujuan.

Jawa Tengah dipastikan akan kembali menjadi wilayah yang mengalami lonjakan paling signifikan dan padat untuk layanan suara (telepon), SMS, maupun layanan data.

Tahun lalu jumlah pengguna XL di Jawa Tengah naik 30%, Jawa Timur naik 25%, sementara Jabodetabek malah turun 21%. Khusus layanan data, pihaknya memperkirakan akses jejaring sosial masih akan mendominasi penggunaan sama seperti saat ini.

Dari total data yang akses saat ini, lebih dari 50% untuk mengakses facebook. Pada hari normal, jumlah kapasitas data yang digunakan rata-rata sebesar 8,6 Terabyte.

Jumlah tersebut diprediksi naik dua kali lipat menjadi 16 Terabyte pada Lebaran dilihat dari tren kenaikan pekan kedua puasa yang sudah mencapai 11,1 Terabyte per hari.

“Kalau trafik BlackBerry diprediksi mencapai 700Mb, kapasitas kami sendiri sekarang sudah dinaikkan menjadi 800 Mb,” ujarnya.

PT Smart Telecom, operator telekomunikasi lainnya, menyatakan pendapatan selama Lebaran akan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi pulsa oleh pelanggannya.

Presiden Direktur Smart Sutikno Widjaja memastikan akan ada peningkatan trafik layanan telekomunikasi, sehingga perolehan perusahaan akan meningkat.

“Kami kan masih baru, mungkin 3 tahun-4 tahun ke depan baru bisa melihat perubahan setiap Lebaran. Namun, dipastikan pendapatan kami selama Lebaran akan meningkat,” ujarnya.

Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan perolehan perusahaan dari layanan pesan singkat menyumbang sebesar 35% dari pendapatan total baik SMS peer to peer maupun SMS konten. (er)
Kapasitas jaringan meningkat 30%
OLEH RONI YUNIANTO & JUNAIDI HALIK Wartawan Bisnis Indonesia

Arloadingticle Rank

Operator antisipasi trafik komunikasi terpadat di Jateng dan Jatim Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah dan regulator memastikan kesiapan operator dalam melayani lonjakan trafik telekomunikasi selama Lebaran 2010 dengan melakukan pe ngecekan langsung di lapangan.

Pengecekan lang sung ke lapangan (drive test) memang merupakan cara yang tepat untuk mengetahui secara riil kesiapan jaringan, meskipun sejumlah operator juga sudah menguji jaringannya sejak awal Ramadan.
Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memastikan operator telekomunikasi sudah siap menghadapi lonjakan trafik selama Lebaran tahun ini dengan tingkat keberhasilan panggilan mencapai 96%.

Hal itu diungkapkan oleh anggota BRTI Ridwan Effendi mengacu pada hasil pengecekan langsung ke lapangan pada 31 Agustus–1 September 2010 di empat rute.

Keempat rute terse but, yakni Jakarta Cirebon, Jakarta Nagrek, Jakarta Merak, dan Yogyah karta–Solo.

“Berdasarkan hasil pengecekan itu, sucn cessful call ratio [ting kat keberhasilan panggilan] rata-rata 96%, padahal ber dasarkan regulasi, mi nimal hanya 90%,“ tutur Ridwan.

Meski demikian, potensi gangguan ma sih saja mengintai, yakni jika terjadi pembelokan arah trafik dari kota yang padat ke kota kecil.

Itulah sebabnya, operator mempersiapkan teknis dan strategi pengalihan kapasitas sesuai dengan pola yang selama ini ter jadi di sepanjang rute jalur mudik dan di kota-kota yang menjadi kantong-kantong kepadatan trafik.

Grup Telkom, misalnya, menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi melalui fixed wireless Flexi ataupun seluler yang dilayani oleh Telkomsel.

PT Telkom Divisi Flexi memprediksi dengan adanya penyesuaian pola akibat pergerakan komunikasi pelanggan yang mudik maka menjelang dan selama Lebaran akan terjadi lon jakan penggunaan nomor Com bo, nomor virtual di luar kode area, sebesar 33%–40%.

Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communi cation Telkom, mengatakan un tuk mengantisipasi lonjakan tra fik, pihaknya tidak hanya mem persiapkan infrastruktur, tetapi juga menambah persediaan no mor Flexi Combo.

“Pada tahun ini kami menye diakan nomor virtual Combo se banyak 3,5 juta nomor. Sistem masih sanggup melayani lon jakan permintaan nomor Combo hingga 4,5 juta nomor,“ ujarnya.

Pada musim Lebaran tahun ini, Flexi menyediakan dua SMS center yang mampu menangani 8 juta SMS per hari. Selain itu, untuk menangani pengiriman SMS ke operator GSM, disedi akan gateway khusus yang mampu memproses 10.000 SMS per detik.

PT Telkomsel, anak usaha Telkom, juga tidak kalah sigap. Sarwoto Atmosutarno, Dirut Telkomsel, mengatakan pihaknya telah meningkatkan seluruh elemen jaringan untuk mengantisipasi lonjakan trafik.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik SMS dan layanan BlackBerry, Telkomsel mengalokasikan kapasitas short message service center (SMSC) menjadi 80.000 SMS per detik.

Telkomsel juga meningkatkan kapasitas visitor location register (VLR) atau kemampuan pena nganan pelanggan ditingkatkan menjadi 117 juta dengan kapasi tas kelonggaran daya tampung perpindahan pelanggan mudik 35%–45%.

Sementara itu, Fuad Fach roeddin, Group Head Strategic Marketing PT Indosat, menga takan pada Lebaran kali ini ka pasitas jaringan Indosat mampu menangani trafik SMS sebanyak 900 juta SMS per hari dan 700 juta menit suara per hari.

Demikian pula kapasitas link ke server Research In Motion (RIM), vendor BlackBerry, juga naik menjadi 1Gbps untuk me ningkatkan layanan BlackBerry.

Adapun, PT XL Axiata meng klaim 98,6% cakupan layanan di jalur mudik Lebaran 2010 masuk dalam peringkat baik berdasarkan uji lapangan kualitas trafik.

Dian Siswarini, Director of Network Services XL, mengatakan di area drive test sepanjang jalur mudik yang melewati 14 kota, sekitar 98,6% cakupan layanan XL masuk dalam penilaian baik (good coverage).

XL, tutur Dian, siap menambah kapasitas BTS, khususnya di kantong-kantong kepadatan di antaranya dengan strategi mobile BTS dan HLR switching yang bertujuan untuk pengalihan kapasitas dari tempat yang `mengganggur’ ke tempat-tempat yang sibuk trafiknya.
Trafik terpadat Di Jawa, arus mudik biasanya bergerak ke segala arah baik di dalam Pulau Jawa maupun Luar Jawa. Arus mudik juga berpotensi terjadi dari ibu kota provinsi ke kota-kota yang lebih kecil.

Menurut data Telkom, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur akan memberi kontribusi kenaikan penggunaan nomor pindah kode area yang cukup berarti. Bahkan, area Jatim bisa melonjak 35%–40% dibandingkan dengan musim mudik tahun lalu.

Dalam hal ini, operator harus jeli mengantisipasi pola perpindahan pelanggan saat mudik (roaming) dari suatu kawasan ke tujuan mudik. (roni.yunianto@ bisnis.co.id/junaidi.halik@bisnis.co.id)
WAWANCARA HASNUL SUHAIMI, PRESIDEN DIREKTUR PT XL AXIATA TBK
XL Menjadi Nomor Dua Paling Realistis
SENIN, 23 AGUSTUS 2010 | 13:19 WIB

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO Interaktif, Jakarta – Sejak masuk ke XL pada 2006, yang sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk, Hasnul Suhaimi, 53 tahun, dikenal berani melakukan terobosan-terobosan yang membuat banyak orang bertanya-tanya.

Pria kelahiran Bukittinggi ini tak segan-segan menawarkan paket tarif murah, termasuk yang mungkin paling fenomenal adalah tarif harian untuk pelanggan layanan BlackBerry.
Berikut ini petikan wawancara Grace S. Gandhi, Rieka Rahadiana, dan Sorta Tobing dengan Hasnul di ruang kerjanya pada pertengahan Juli lalu.

Dalam berbagai kesempatan selalu dikemukakan ingin menjadi nomor dua. Kok bukan nomor satu?
Sebenarnya saya bilangnya satu, dua, dan tiga. Menjadi nomor satu di jaringan dan layanan serta menjadi nomor dua dalam tiga tahun.

Menjadi nomor satu di jaringan dan layanan rasanya tidak mungkin tercapai, karena sangat sulit. Yang nomor satu itu kan Telkomsel (PT Telekomunikasi Selular). XL saja investasinya dibandingkan dengan yang nomor satu ini kalah terus kok, apalagi mau menjadi nomor satu karena untuk menjadi nomor satu berarti jaringan harus banyak. Jadi, menjadi nomor satu itu merupakan tatanan semangatnya dan menjadi nomor dua adalah tatanan realistiknya.

Terhitung sejak kapan?
Targetnya itu waktu saya masuk ke XL mulai September 2006 dan seharusnya tercapai September 2009. Nyaris tercapai. Tapi sampai sekarang masih nyaris terus.

Kenapa September 2009 tidak tercapai?
Awal 2008 sebenarnya XL sempat unggul dibanding operator lain karena kami waktu itu banyak mengeluarkan program baru untuk tarif telepon murah, tapi operator lain kemudian mengikuti. Semua operator sudah sama sehingga tidak ada lagi keistimewaannya XL, pelanggan pada pindah, sehingga XL, yang tadinya di atas, turun lagi. Akibatnya, pada kuartal keempat 2008, kami akhiri dengan awal dan akhir tahun dengan posisi hampir sama.

Karena itu, 2009 kami ubah polanya tidak lagi mengandalkan keuntungan dari suara, tapi dari layanan pesan pendek (SMS). Kami tawarkan yang lebih gila lagi: free SMS, totally free. Terakhir pelanggan dapat gratis 60 SMS. Lagi enak-enaknya menikmati itu, eh, pemerintah turun tangan, operator tidak boleh kasih gratis. Tapi operator lain juga ikut-ikutan memberi paket serupa. Kami ndak boleh, tapi yang lain boleh. Akhirnya sekarang semua boleh dengan kondisi persyaratan tertentu.

Ketika sekarang semua operator relatif menawarkan hal yang hampir sama lagi, kami mulai meluncurkan gratis layanan data 1 megabyte per hari. Kalau menelepon sekitar 15 menit, dapat 1.000 SMS gratis. Tapi kalau menelepon 100 menit, dapat gratis layanan daya 1 megabyte.

XL sering mengubah-ubah tarif untuk apa?
Mesin operator kami kan bekerja 24 jam penuh. Tapi peak (jam sibuk)-nya hanya empat-lima jam saja dalam satu hari itu. Nah, kami harus melakukan berbagai upaya agar di semua tempat itu merupakan jam sibuk.

Kami lalu memberikan tarif telepon murah pada pukul 00.00 hingga pukul 05.00. Memang ada yang pakai telepon pada jam-jam itu? Ada. Para pembantu rumah tangga. Dengan tarif yang luar biasa murah itu, kami akhirnya berhasil membuat trafik pukul 00.00-04.00 hampir sama dengan jam-jam sibuk setelah orang pulang kantor pada pukul 17.00-21.00. Walaupun uang yang kami terima kecil, ndak apa-apa. Bagi kami, itu tetap uang yang masuk.

Untuk apa? Perubahan-perubahan ini untuk menciptakan mangkuk-mangkuk pelanggan baru. Awalnya, kami dikatakan mau menipu dengan tarif-tarif murah atau gratis itu. Tapi sekarang keluhan yang masuk makin berkurang. Sebagian pelanggan akhirnya tidak pindah-pindah lagi karena sudah tahu betul manfaatnya.

Catatan Perjalanan

Nama: Hasnul Suhaimi
Tempat dan tanggal lahir: Bukittinggi, 23 April 1957

Pendidikan:
1992 – Pascasarjana (MBA) University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat
1981 – Sarjana teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung

Pengalaman Kerja:
2006-sekarang Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk
2005-2006 Direktur Utama PT Indosat Tbk
2002-2005 Direktur Consumer Market PT Indosat Tbk
2001-2002 Direktur Utama PT IM3
1998-2000 Direktur Niaga PT Telekomunikasi Selular
1983-1998 staf sampai menjadi General Manager PT Indosat Tbk
1981-1982 Instrument Engineer Schlumberger
Utang XL Axiata Makin Berkurang
Akhir tahun lalu, utang XL sekitar Rp18,9 triliun. Namun, per Juni 2010 Rp11,4 triliun.
KAMIS, 26 AGUSTUS 2010, 11:32 WIB Muhammad Chandrataruna

VIVAnews – PT XL Axiata Tbk (EXCL) membukukan laba Rp1,3 trililun selama paruh pertama tahun ini, atau naik 87 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp706 miliar.

Pada periode yang sama, perseroan pun mampu merenggangkan belitan utang hingga Rp11,4 triliun, dibandingkan akhir tahun lalu sekitar Rp18,9 triliun.

“Tahun ini, kami harap tidak bertambah lagi. Justru sebaliknya, perlahan-lahan kami lunasi,” kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL, saat dikonfirmasi VIVAnews di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.

Sementara itu, Direktur Utama XL, Hasnul Suhaimi, mengatakan, saat ini laba bersih memang dialokasikan untuk melunasi utang yang jatuh tempo tahun ini. Pada semester II-2010, perseroan diharapkan sudah lepas dari kewajiban untuk membayar utang ke bank.

“Bahkan, beberapa utang sudah dibayar sebelum jatuh tempo. Selain itu, jika ada laba, kami pakai untuk memperpanjang jatuh tempo utang atau standby loan,” ujar Hasnul ketika dijumpai di Grha XL, Rabu malam 25 Agustus 2010.

Terkait rencana rights issue, tahun ini perseroan tidak mengagendakan. “Pada 2008, kami sudah pernah (rights issue).
Untuk pencapaian kinerja perseroan pada kuartal ketiga, Hasnul masih enggan membicarakan. Tetapi, menurut dia, dari pencapaian kinerja beberapa kuartal terakhir, trennya cukup baik.
“Saya optimis XL mampu mencatat pertumbuhan hingga 18-19 persen dibandingkan tahun lalu (2009),” ujar pria berdarah Sumatera Barat itu.

Jika pada 2009 margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 45 persen, menurut Hasnul, tahun ini diperkirakan bisa mencapai 50 persen.
“Kenapa tumbuh, karena seiring pendapatan yang meningkat 30 persen, OPEX (operational expenditure) kami tekan di bawahnya. Jadi, bisa mendongkrak laba perusahaan perlahan-lahan,” tuturnya. (art)
• VIVAnews
Raksasa Bisnis Malaysia di Indonesia
Berbeda dengan hubungan politik kedua negara naik turun, tetapi di bisnis sudah jauh.
KAMIS, 26 AGUSTUS 2010, 09:58 WIB Heri Susanto

Menara Petronas Malaysia (AP Photo)
BERITA TERKAIT
Menlu Malaysia: Kami Protes
Reaksi dari Malaysia
Indonesia Jamin Keamanan Diplomat Malaysia
Pemuda, Ormas Malaysia Kecam Demo Jakarta
345 WNI di Malaysia Terancam Hukuman Mati
VIVAnews – Hubungan Indonesia – Malaysia kembali memanas. Apalagi, setelah Menlu Malaysia siap mengeluarkan anjuran (travel advisory) kepada warganya untuk berhati-hati ke Indonesia jika demonstrasi anti Malaysia di Indonesia kian menjadi-jadi.

Pemicu perseteruan ini bermula dari penahanan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan pada 13 Agustus 2010. Mereka ditangkap tidak lama setelah menahan tujuh nelayan Malaysia yang diduga kuat masuk wilayah kedaulatan RI secara ilegal.

Aksi penahanan itu berbuntut panjang. Aksi protes merebak. Bahkan, protes di depan Kedubes Malaysia pada Senin lalu berlanjut dengan melempar tinja dan menginjak-injak dan membakar kain yang mirip dengan bendera Malaysia, Jalur Gemilang.

Rabu kemarin, protes keras juga berlangsung di Jakarta. Massa dari Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) berunjuk rasa di dua perusahaan besar Malaysia di Jakarta. Kantor perusahaan minyak Malaysia, Petronas di Jalan Sudirman dan kantor Bank CIMB di Jalan Gatot Subroto.

Pada Agustus tahun lalu, hubungan kedua negara juga memanas. Selain dipicu oleh Noordin M Top, gembong teroris asal Malaysia yang menjadi otak sejumlah ledakan bom di Indonesia, menghangatnya hubungan kedua negara juga disebabkan oleh aksi Malaysia yang mengklaim sejumlah warisan budaya milik Indonesia, termasuk Tari Pendet yang benar-benar asal Bali.

Berbeda dengan hubungan politik dan sosial kedua negara yang naik turun, di sektor bisnis jalinan kedua negara sudah sangat jauh. Bahkan, Malaysia sudah cukup jauh melangkah ke Indonesia. Malaysia telah merambah ke berbagai sektor bisnis strategis di Indonesia, mulai dari sektor telekomunikasi, perminyakan, perkebunan, perbankan, penerbangan, dan berbagai sektor bisnis lainnya.

Mereka memanfaatkan pasar Indonesia yang cukup besar. Jumlah penduduk 237 juta jiwa merupakan target besar untuk menjaring keuntungan dari negeri ini, ketimbang jumlah penduduk Malaysia yang hanya 27 juta jiwa.

Berikut ini sejumlah contoh ekspansi bisnis Malaysia di Indonesia.

1. XL Axiata Tbk
EL Axiata yang dikenal dengan XL adalah salah satu operator seluler terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Telkomsel dan PT Indosat. Bahkan, dalam bulan Ramadan ini, XL merupakan salah satu operator yang sangat agresif melakukan ekspansi, termasuk menjaring pelanggan baru. Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh raksasa telekomunikasi Malaysia, yakni Telekom Malaysia (TM) International Berhad melalui Indocel Holding Sdn Bhd (83,8 %) dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (16,0%). Sedangkan, pemegang saham publik hanya 0,2%.

2. CIMB Niaga
CIMB Niaga adalah salah satu bank papan atas dan berada di urutan ke lima bank terbesar di Indonesia. CIMB Niaga yang merupakan penggabungan Bank Lippo dan Bank Niaga dikendalikan oleh perbankan asal Malaysia. Pemegang sahamnya adalah CIMB Group Sdn Bhd sebesar 56,1%, Santubong Ventures Sdn Bhd 16,65%, Greatville Pte Ltd 2,58%. Publik memiliki saham sekitar 24 persen.

3. Air Asia
Air Asia adalah salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Maskapai yang mengklaim sebagai salah satu penerbangan murah ini melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia dengan membuka rute-rute penerbangan ke sejumlah jalur gemuk di Indonesia.

4. Petronas
Petronas adalah perusahaan migas raksasa asal Malaysia yang melakukan ekspansi di Indonesia. Petronas bukan hanya ikut melakukan eksplorasi untuk menyedot minyak dan gas Indonesia, tetapi Petronas juga membuka jaringan yang melayani penjualan bahan bakar minyak melalui pembukaan sejumlah pom bensin.

5. Sime Darby
Sime Darby adalah grup bisnis perkebunan besar asal Malaysia hasil merger dari Kumpulan Guthrie, Golden Hope dan Sime Darby. Sebelum merger, Kumpulan Guthrie telah membeli ratusan ribu hektare perkebunan di Sumatra milik Grup Salim setelah diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bagian dari penyelesaian utang Grup Salim.
• VIVAnews
Biaya bunga gerus laba Indosat
OLEH BAMBANG P. JATMIKO, RATNA ARIYANTI & WISNU WIJAYA Bisnis Indonesia

Beban bunga dan penurunan laba selisih kurs menjadi penyebab utama anjloknya laba bersih Indosat
JAKARTA: Beban bunga dan penurunan laba selisih kurs menjadi penyebab utama anjloknya laba bersih PT Indosat Tbk pada semester I/2010, dari Rp1 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp287,1 miliar. XL andalkan dana internal

Total utang perseroan per akhir Juni tercatat Rp24,7 triliun. Indosat juga mempunyai fasilitas lindung nilai US$509 juta atau 44,6% dari total obligasi dan pinjaman dolar AS operator seluler itu.
Sepanjang semester I/2010, beban pembiayaan Indosat membengkak 22% menjadi Rp1,08 triliun dibandingkan dengan Rp882,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, total utang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan mencapai Rp2,81 triliun dan US$397,5 juta.

Di sisi lain, laba selisih kurs perseroan menyusut 49,3% menjadi Rp369,6 miliar per akhir Juni lalu dari Rp728,9 miliar pada Juni 2009.

Penjelasan tersebut disampai kan oleh manajemen Indosat kepada PT Bursa Efek Indonesia kemarin.
Pekan lalu, perseroan telah menyampaikan pemberitahuan anjloknya laba bersih itu, tetapi belum disertai dengan penjelasan rinci.

Laba usaha Indosat juga terpangkas 15,9% dari Rp1,92 triliun per akhir Juni menjadi Rp1,61 triliun, di tengah pendapatan usaha yang tumbuh 5,9% menjadi Rp9,66 triliun.

Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi menilai turunnya laba bersih di tengah kenaikan pendapatan dan EBITDA tersebut menunjukkan adanya biaya lain-lain yang dicatatkan dalam laporan keuangan. keuangan.

“Indosat memasukkan beban pendanaan terkait dengan rasio utang mereka [gearing ratio] tahun ini, sehingga tidak perlu lagi dimasukkan dalam neraca 1 tahun hingga 2 tahun ke depan.
Akibatnya, laba bersih ke depan akan lebih melonjak,“ tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Hal serupa, lanjutnya, pernah dilakukan PT XL Axiata Tbk yang mengonsentrasikan beban pendanaan dalam satu neraca ke uangan dan selanjutnya mulai membukukan laba positif.

Berdasarkan catatan Bisnis, XL sempat membukukan rugi bersih Rp15,11 miliar pada 2008 karena kenaikan beban bunga sebesar 61,65% menjadi Rp1,12 triliun.

Akhmad menilai praktik terse but wajar dilakukan oleh perusa haan yang memilih memfokus kan peningkatan kinerja dalam jangka menengah, dengan mem bebankan pendanaannya dalam satu waktu. “Selama pendapatan masih positif, bisnis inti Indosat masih kuat. Keputusan membebankan pendanaan dalam neraca sekarang tidak memengaruhi posisi rasio gearing perseroan yang masih besar,“ ujar Akhmad.
Utang XL Sementara itu, saat ditemui pada kesempatan berbeda, Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah utang baru hingga tahun depan, dengan mengandalkan dana internal untuk pembiayaan investasi.

Hasnul mengatakan jumlah utang per akhir semester I/2010 mencapai Rp11,42 triliun, dengan utang yang jatuh tempo pada tahun depan Rp3,5 triliun.

Dalam laporan keuangan XL pada semester pertama tahun ini, terlihat penurunan kewajiban perseroan sekitar 28%, setelah XL mempercepat pembayaran sebagian utang obligasi dan pinjaman. Rasio utang terhadap EBITDA per 30 Juni 2010 menjadi 1,4 kali, lebih baik dibandingkan dengan 2,2 kali per 31 De sember 2009.

“EBITDA kami mencapai sekitar Rp8 triliun. Karena cash flow tinggi, kami tidak perlu menambah utang lagi. Debt to EBITDA ratio akan dijaga sebesar 1 kali,“ ujar Hasnul kemarin.

Sementara itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan melepas anak usahanya PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO), apabila pembicaraan dengan Singtel untuk restrukturisasi menara selesai.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menuturkan apabila negosiasi dengan perusahaan telekomunikasi itu tetap alot, perseroan menyiapkan opsi akan melepas Mitratel ke pasar, setelah berhasil merestrukturisasi menara sebanyak minimal 3.500 unit menara.

“Dari 9.000 unit menara milik Telkomsel yang akan dikelola Mitratel, sejauh ini baru 1.000 unit yang berhasil diresrukturisasi oleh Mitratel. Pembicaraan dengan Singtel masih belum mencapai titik temu,“ ujarnya.

Menurut Rinaldi, rencana IPO Mitratel menjadi salah satu agenda perseroan, tetapi belum diputuskan jumlah saham yang akan dilepas ke publik. (ARIF GUNAWAN S./YENI H. SIMANJUNTAK) (bambang.
jatmiko@bisnis.co.i/ratna.ariyanti@ bisnis.co.id/ wisnu.wij aya@bisnis.co.id)
XL Axiata flourishes
Friday, 13/08/2010 18:55:25 WIB
by: Irvin Avriano A.
JAKARTA: After adding the total outstanding shares in the market last March, the stock price of PT XL Axiata Tbk has always been in the investors’ watch list. The company, formerly known as PT Excelcomindo Pratama, offers a promising yield.

As long as people still depend on mobile phones, then there is no reason for telecommunication operators to be pessimistic. This is what happens to XL Axiata whose performance in the first six months of this year looked flourishing.

President Director XL Axiata Hasnul Suhaimi walks confidently with the company’s stock performance, especially after the public owns bigger share in the company.

Previously, there were just a few investors who collect the EXCL-coded shares. It is merely because the total outstanding shares were only 0.23% of total shares, before the company finally decided in March to add the portion up to 20%.

The release of shares owned by controlling shareholders to the public made a boost to the share price and continued to tail the movement of Jakarta Composite Index (JCI). In fact, the return or yield of investment in the shares has been noted greater than the pace of JCI since end of March

From the financial side, the company managed to enhance its financial statement by booking a net income increase of 87.4% to IDR1.32 trillion in first half of 2010 compared to IDR706.38 billion in the same period last year.

The increase in net income was supported by revenue that grew by 35.43% from IDR6.25 trillion to IDR8.47 trillion.

The revenue from call services contributed IDR4.17 trillion, or rose by 40.14% compared to IDR3.2 trillion last year. While non-call services also jumped 58.66% to IDR2.75 trillion from IDR1.73 trillion last year.

The company also noted an increasing number of subscribers by 43% to 35.2 million in first half of 2010 compared to the same period last year.

To enhance the development of technology, XL Axiata has implemented mobile switching center (MSC) pool to improve the network capacity. The technology allows XL to handle high traffic load during the rush hours and to balance the load at each of the installed MSCs.

The company also has a long list of plans as it intends to develop the network, add BTS towers, 3G services, fiber optic transmission, and worldwide interoperability for microwave access (wimax). Therefore, the company has budgeted a capital expenditure of US$400 million to US$450 million that will be tapped from internal cash.

In his research last August 2, an analyst at PT Deutsche Bank Indonesia Verdhana Raymond Kosasih stated that XL’s net income has reached 88% of the target set by Deutsche Bank.

As Verdhana analyzed, XL has successfully booked the highest revenue among the local telecommunication companies.

“Most of that growth reflects the ability of XL to increase the call tariffs from IDR80 a minute in first half of 2009 to IDR101 a minute, according to Deutsche Bank’s calculation, or increased by 25%,” he said.

In his research, he also evaluated the management’s performance to apply for effective marketing program, which successfully creates an image of being one of the most economical mobile operators.

Raymond wrote that the revenue from non-call services was partially obtained from the Internet data service, including Blackberry service. He also sets a price target of XL shares in the next 12 months at the level of IDR3,800.

However, yesterday, XL share was closed at IDR4,600 beating the target price set by Raymond.

Cost efficient

Colin McCallum, Head of Asian Telecoms Research Credit Suisse AG, even gave a target price of IDR5,000 per XL’s share as he observed the financial performance of the company to demonstrate a brilliant success, particularly in controlling the operating expenses aggressively.

According to him, the employees’ salaries were reduced, while sales and marketing expenses were also cut, leaving the cost increase only about 15.3% compared to H1 last year.

“Most likely, the decrease on expenses was caused by the channel restructuring effort and a more intelligent strategy to allocate the commission for its marketing staffs,” said McCallum.

He also sees the shares price of the company to rise in the medium term, regarding the low penetration in the domestic market, creating a big room for the company to grow the business.

Still, McCallum mentioned five things that must be closely monitored by the subsidiary of Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd and its investors in the future. Firstly, it must consider the big or small growth in mobile phone market, and secondly, the prospect of the market shares captured by new subscribers.

Thirdly, it shall evaluate the use of capital expenditure due to the pressure from competitors or regulators. The fourth is the condition that may alter the target of the average revenue per user (ARPU), for example in time of price war. Fifthly, it must take into account the change in the expectations in distribution of joint telecommunication towers.

Meanwhile, throughout the first half of 2010, the XL’s management claimed to have made payments on debt worth US$219 million and IDR900 billion, by using the company’s internal cash. At the end of June, XL’s total liabilities reached IDR11.4 trillion.

To support business expansion, the company has tapped a new loan as it obtained a five-year loan facility amounting IDR1.5 trillion from PT Bank Central Asia Tbk on July 27.

The financial statement also reported that the company still has a long-term loans amounting IDR6.04 trillion and the long-term loans maturing less than a year amounting IDR3.88 trillion.

On July 14, the company also secured a three-year loan facility from the Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd amounting to IDR500 billion.

However, the company’s management believes that the loans will not lead to the increased corporate interest expense, because the other loans have been settled using the internal cash. In fact, the company predicted the total loans and interest expenses at the end of this year will decline compared to last year’s.

Meanwhile, analyst at Nomura Singapore Ltd Sachin Gupta wrote on his research that XL’s revenue this year may reach IDR1.69 trillion with net income of IDR2.56 trillion, an increase by 50.26% compared with last year’s achievement of IDR1.7 trillion. (T03/NOM)
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mampu mengungguli perolehan laba bersih pesaing utamanya, PT Indosat Tbk (ISAT). Pada semester I-2010, laba bersih Indosat sebesar Rp 287,1 miliar, sedangkan XL mencapai Rp 1,32 triliun.

Pada semester I-2009, Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Tanah Air sempat mencetak laba bersih Rp 1 triliun, sedangkan XL Rp 706,38 miliar.

Namun, pada semester I-2010, XL yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar ketiga mencatat lonjakan laba bersih sebesar 87% menjadi Rp 1,32 triliun. Sementara itu, Indosat membukukan penurunan tajam laba bersih hingga 71,5% menjadi Rp 287,1 miliar.

Adapun pendapatan usaha Indosat sepanjang semester I-2010 mencapai Rp 9,66 triliun, naik 5,8% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 9,13 triliun. Di lain pihak, XL mencatat peningkatan pendapatan 35% dari Rp 6,25 triliun menjadi Rp 8,5 triliun.

XL yang merupakan anak usaha Axiata Group Bhd (Malaysia) berhasil mendongkrak pertumbuhan jumlah pelanggan seluler

Sumber : INVESTORINDONESIA
06/08/2010 – 20:21
Layani 35,2 Juta Pelanggan
Lebaran, XL Axiata Tambah Kapasitas
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah menaikkan kapasitas hingga dua kali lipat dan menyiapkan penuh infstruktur yang diperlukan di seluruh jangkauan layanan XL.

Hal itu dilakukan untuk mengatasi lonjakan trafik yang terjadi pada masa Ramadhan dan lebaran pada 2010. Untuk memastikan kesiapan jaringan, XL juga melakukan uji jaringang di 14 daerah di Indonesia yang dimulai Jumat (6/8) ini.

“Uji jaringan atau drive test seperti kami lakukan untuk memastikan bahwa semua layanan XL akan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh lebih dari 35,2 juta pelanggan di seluruh Indonesia selama lebaran nanti,” ujar Presiden Direktur EXCL, Hasnul Suhaimi, dalam siaran pers, Jumat (6/8).

Selain itu, uji jaringan dilakukan di sepanjang jalur utama mudik, yaitu jalur Lampung – Bakaheuni – Jakarta, Jakarta – Cirebon – Semarang (Pantura), Bandung – Cirebon – Semarang, Malang – Surabaya – Semarang, dan Solo – Yogyakarta – Semarang.

Pada uji jaringan ini, XL melakukannya secara mobile, yaitu dengan menumpang kendaraan yang bergerak. Dengan menggunakan peralatan dan metode standar dan diakui secara regulasi, pengukuran dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas sinyal di sepanjang daerah dan jalur yang dilalui. Pengukuran kualitas dilakukan pada layanan 2G dan 3G, mulai dari voice call, video call, SMS (Short Message Service), dan data (internet dan BlackBerry).

Uji jaringan kali ini memang diprioritaskan di daerah dan jalur utama mudik yaitu di sepanjang jalur Lampung, Jakarta, hingga Jawa Timur dengan melintasi sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). Jalur Pantura setiap tahun menjadi pilihan utama pemudik ke berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bahkan Madura dan Bali. Selain itu, penguatan sinyal juga akan dilakukan di pelabuhan, bandara,terminal bus, dan stasiun kereta di berbagai kota yang menjadi tempat keberangkatan dan tujuan mudik.

Saat ini XL sehari-hari melayani trafik percakapan hingga total menit sebesar 510 juta menit. Sementara untuk trafik SMS adalah 470 juta SMS dan trafik data sebesar 8,6 terabytes. Diperkirakan sepanjang Ramadhan dan Lebaran tahun ini akan terjadi lonjakan trafik hingga 30 %.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, XL telah meningkatkan kapasitas jaringannya menjadi 2 kali lipat dari yang ada saat ini. Artinya, jaringan XL akan tetap mampu melayani pelanggan dengan baik meskipun trafik melonjak hingga 2 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Selain itu XL juga menaikkan kapasitas SMS hingga mencapai 36.000 SMS/detik.

Bagi para pelanggan XL BlackBerry, sejak awal Agustus 2010 ini XL telah memiliki bandwidth ke Research in Motion (RIM) sebesar 800 Mbps dan menjadikan XL sebagai operator penyedia layanan Blackberry dengan kapasitas terbesar di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas koneksi hingga 2 kali lipat ini, sebanyak 450.000 pelanggan XL BlackBerry akan lebih nyaman dalam mengakses layanan selama Ramadhan dan Lebaran yang bisa dipastikan trafiknya akan melonjak.

Per akhir Juni 2010, jaringan XL di seluruh Indonesia diperkuat dengan 20.887 BTS (2G/3G), serta jaringan fiber optic yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke pulau Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi. [mel/hid]
Senin, 02 Agustus 2010 | 11:18

KINERJA EXCL

Semester I 2010, Utang ECXL Turun 48,39%

JAKARTA. Niat PT XL Axiata Tbk (EXCL) untuk mengurangi jumlah utangnya bukan hanya isapan jempol. Buktinya, perusahaan telekomunikasi ini mampu menekan jumlah utang sepanjang semester I 2010.

Berdasarkan laporan keuangan EXCL, jumlah kewajiban tidak lancar EXCL turun 48,39% sepanjang semester I 2010. Pada Juni 2009, jumlah kewajiban tidak lancar EXCL mencapai Rp 18,08 triliun. Namun, pada semester I tahun ini, jumlah kewajibannya hanya tinggal Rp 9,33 triliun.

Jumlah utang EXCL yang menyusut antara lain pinjaman jangka panjang, yakni turun dari Rp 14,11 triliun menjadi Rp 6,04 triliun. Selain itu, EXCL juga mampu menekan utang obligasinya dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 1,49 triliun.

Akibat penurunan utang ini, maka beban bunga EXCL terpangkas dari rugi Rp 713,55 miliar menjadi rugi Rp 448,47 miliar. Dengan begitu, laba bersih EXCL mengalami kenaikan 87,4% sepanjang semester I 2010 menjadi Rp 1,32 triliun dari posisi tahun lalu yang hanya sebesar Rp 706,38 miliar.

Sebelumnya, Presiden Direktur EXCL Hasnul Suhaimi mengatakan bahwa ia sudah mulai mengurangi utangnya sejak Januari 2010. Pembayaran utang ini dilakukan dari kas operasional perusahaan. Tahun ini, EXCL menargetkan akan menurunkan utangnya yang bakal jatuh tempo tahun Rp 1,9 triliun.

Abdul Wahid Fauzie

Selasa, 03 Agustus 2010 | 17:27

JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) terus berekspansi. Yang terbaru, EXCL tengah menggenjot pemasukan dari kawasan timur Indonesia lewat pembentukan wilayah baru yakni XL North Region.

Joy Wahjudi,Direktur Commerce EXCL mengatakan, memasuki semester II, pihaknya bersiap benamkan dana investasi mencapai Rp 2 triliun untuk regional yang baru dibentuk.

Nantinya, duit segitu bakal dikucurkan untuk keperluan membangun Base Transceiver Station (BTS) baru sejumlah 1.000 tower. Rincinya, 600 tower BTS di daerah Kalimantan dan sekitar 400 di Sulawesi. “Dengan kekayaan alam melimpah,daerah Timur punya berpotensi menjadi pusat perekonomian,”jelas Joy.

Catatan saja, investasi satu tower diperkirakan menghabiskan dana mencapai Rp 2 miliar. Saat ini BTS existing XL di North region mencapai 1.290 tower

Dessy Rosalina

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dan Direktur Commerce XL Joy Wahjudi dalam peluncuran Program XLalu Menemani di bulan Ramadan, di Jakarta, pekan lalu. Berbagai layanan XL yang akan bisa dinikmati oleh semua pelanggan mulai dari promo tarif murah XL Prabayar dan Pascabayar untuk nelpon maupun SMS, gratis Facebook, paket internet murah, berbagai konten inovatif dan Islami, program berbagi dengan sesama XL SMS Infak, penyediaan panduan Ramadan, hingga posko mudik untuk membantu pelanggan yang pulang kampung.

Sumber : INVESTORINDONESIA

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat laba bersih Rp 1,323 triliun pada semester-I 2010, naik 87,39% dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp 706,382 miliar. Meningkatnya pendapatan hingga Rp 2,216 triliun menjadi pendorong naiknya laba perseroan.

Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (2/9/2010).

Pendapatan usaha EXCL naik 35,68% dari Rp 6,21 triliun di semester-I 2009, menjadi Rp 8,367 triliiun. Beban usaha pun naik 7,74% menjadi Rp 5,884 triliun, setelah pada periode yang sama tahun lalu mencetak Rp 5,461 triliun.

Laba usaha pun menjadi Rp 2,483 triliun, atau naik tajam 231,5% dari tahun lalau, Rp 749,226 miliar. Beban lain-lain hingga akhir Juni 2010 pun mencapai Rp 670,189 miliar.

Dengan demikian laba sebelum pajak pun mencapai Rp 1,813 triliun. Laba ini meningkat hampir dua kali lipat dari semester-I 2009, Rp 979,599 miliar.

Pajak yang mancapai Rp 489,519 miliar, menjadikan laba bersih perseroan Rp 1,323 triliun. Laba bersih naik 87,39% dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp 706,382 miliar. Laba bersih per saham pun tercatat Rp 156 per lembar, dari periode tahun lalu yang hanya Rp 100 per lembar.

Sumber: detikcom

Date Open High Low Close Volume Adj Close
07/06/10 4000 4000 3975 4000 796500 4000
07/05/10 4025 4025 4000 4000 82500 4000
07/02/10 4075 4075 4050 4050 1918000 4050
07/01/10 4075 4100 3800 4100 515500 4100
06/30/10 4050 4075 4050 4075 610500 4075
06/29/10 4050 4075 4050 4050 512000 4050
06/28/10 4075 4075 4025 4050 945500 4050
06/25/10 3950 4075 3950 4075 184500 4075
06/24/10 4000 4000 4000 4000 73000 4000
06/23/10 4000 4025 4000 4000 594000 4000
06/22/10 4000 4075 4000 4000 623500 4000
06/21/10 4025 4050 4000 4000 39000 4000
06/18/10 4100 4100 4025 4025 110500 4025
06/17/10 4100 4100 4075 4100 1853000 4100
06/16/10 4100 4200 4075 4075 686000 4075
06/15/10 4025 4150 4025 4100 2286000 4100
06/14/10 4000 4100 4000 4025 2696500 4025
06/11/10 3975 4000 3950 3950 84500 3950
06/10/10 3875 4000 3850 3950 3759500 3950
06/09/10 3825 3875 3800 3875 886000 3875
06/08/10 3800 3825 3800 3800 457000 3800
06/07/10 3775 3775 3700 3750 2912500 3750
06/04/10 3725 3800 3725 3750 1579000 3750
06/03/10 3675 3775 3625 3625 5619500 3625
06/02/10 3625 3650 3600 3600 898000 3600
06/01/10 3475 3600 3475 3600 3228500 3600
05/31/10 3425 3500 3325 3475 3369000 3475
05/27/10 3425 3450 3425 3425 375000 3425
05/26/10 3450 3450 3425 3425 4928000 3425
05/25/10 3450 3500 3400 3400 4836000 3400
05/24/10 3400 3500 3375 3500 4611000 3500
05/21/10 3500 3500 3400 3400 1640500 3400
05/20/10 3625 3625 3550 3550 3416500 3550
05/19/10 3675 3725 3625 3625 3772000 3625
05/18/10 3700 3700 3675 3675 720000 3675
05/17/10 3750 3750 3650 3700 3354500 3700
05/14/10 3725 3775 3725 3750 3336500 3750
05/12/10 3725 3725 3675 3700 1748000 3700
05/11/10 3650 3775 3625 3725 1563000 3725
05/10/10 3400 3700 3400 3650 702000 3650
05/07/10 3450 3500 3350 3375 4547000 3375
05/06/10 3550 3550 3425 3450 1218500 3450
05/05/10 3600 3625 3575 3575 7289500 3575
05/04/10 3750 3750 3650 3675 3341000 3675
05/03/10 3750 3825 3700 3725 8928500 3725
04/30/10 3575 3800 3525 3725 14131500 3725
04/29/10 3450 3500 3400 3475 1618000 3475
04/28/10 3425 3450 3425 3450 1191500 3450
04/27/10 3450 3500 3450 3450 2943000 3450
04/26/10 3400 3450 3400 3450 1801000 3450
04/23/10 3450 3450 3400 3400 159500 3400
04/22/10 3425 3450 3425 3450 7424000 3450
04/21/10 3450 3450 3425 3450 923000 3450
04/20/10 3400 3500 3375 3450 4046500 3450
04/19/10 3450 3450 3400 3425 892500 3425
04/16/10 3525 3525 3500 3500 845000 3500
04/15/10 3550 3550 3500 3525 784500 3525
04/14/10 3550 3575 3550 3550 6689000 3550
04/13/10 3500 3550 3500 3500 7072500 3500
04/12/10 3600 3600 3500 3500 5393000 3500
04/09/10 3575 3600 3575 3600 2951000 3600
04/08/10 3625 3625 3525 3575 8798000 3575
04/07/10 3650 3650 3600 3625 4697500 3625
04/06/10 3600 3650 3575 3650 7801500 3650
04/05/10 3575 3600 3575 3600 11382000 3600
04/01/10 3475 3575 3475 3550 15635500 3550
03/31/10 3525 3550 3350 3500 11499500 3500
03/30/10 3550 3600 3500 3525 27598000 3525
03/29/10 3500 3650 3450 3525 26757000 3525
03/26/10 3375 3500 3375 3500 3000 3500
03/25/10 3475 3525 3350 3350 16500 3350
03/24/10 3475 3475 3450 3450 15000 3450
03/23/10 3500 3500 3500 3500 18500 3500
03/22/10 3400 3500 3400 3475 37000 3475
03/19/10 3500 3500 3450 3500 105500 3500
03/18/10 3450 3500 3450 3500 48000 3500
03/17/10 3450 3500 3450 3475 41000 3475
03/15/10 3500 3525 3500 3500 39500 3500
03/12/10 3525 3550 3500 3500 45500 3500
03/11/10 3550 3550 3450 3550 44000 3550
03/10/10 3450 3500 3450 3500 95500 3500
03/09/10 3500 3500 3450 3500 43500 3500
03/08/10 3375 3500 3350 3450 410000 3450
03/05/10 3325 3325 3325 3325 45500 3325
03/04/10 3300 3325 3300 3325 61000 3325
03/03/10 3350 3350 3250 3300 95500 3300
03/02/10 3125 3300 3125 3250 88500 3250
03/01/10 3050 3200 3050 3100 68000 3100
02/25/10 2950 3050 2950 3050 259500 3050
02/24/10 2850 2900 2850 2850 111500 2850
02/23/10 2800 2850 2800 2850 15500 2850
02/22/10 2850 2850 2800 2800 31000 2800
02/19/10 2800 2800 2800 2800 54000 2800
02/18/10 2800 2800 2800 2800 29500 2800
02/17/10 2800 2800 2800 2800 237500 2800
02/16/10 2800 2800 2800 2800 27500 2800
02/15/10 2800 2850 2800 2800 32000 2800
02/12/10 2600 2800 2600 2800 63500 2800
02/11/10 2600 2600 2600 2600 14500 2600
02/10/10 2750 2750 2600 2600 72000 2600
02/09/10 2600 2750 2600 2750 14000 2750
02/08/10 2600 2650 2600 2650 21000 2650
02/05/10 2650 2650 2650 2650 26000 2650
02/04/10 2425 2750 2425 2750 28500 2750
02/03/10 2200 2425 2200 2425 11000 2425
02/02/10 2450 2525 2450 2525 22500 2525
02/01/10 2525 2550 2475 2500 159500 2500
01/29/10 2200 2600 2200 2200 0 2200
01/28/10 2550 2700 2550 2675 72500 2675
01/27/10 2500 2650 2500 2500 0 2500
01/26/10 2700 2725 2675 2675 26000 2675
01/25/10 2600 2700 2600 2700 108000 2700
01/22/10 2500 2625 2400 2625 65500 2625
01/21/10 2450 2600 2450 2500 295500 2500
01/20/10 2300 2475 2200 2450 212000 2450
01/19/10 2050 2300 2050 2275 130500 2275
01/18/10 2250 2250 1850 1850 53000 1850
01/15/10 2100 2250 2100 2250 51000 2250
01/14/10 2000 2100 2000 2100 17500 2100
01/13/10 2200 2325 1950 1950 34500 1950
01/12/10 2300 2300 2075 2175 16000 2175
01/11/10 2000 2400 2000 2400 107500 2400
01/08/10 2000 2000 2000 2000 88500 2000
01/07/10 2000 2000 2000 2000 1500 2000
01/06/10 2000 2000 2000 2000 28000 2000
01/05/10 1920 2000 1920 2000 9000 2000
01/04/10 1900 1900 1900 1900 8000 1900
12/30/09 1910 1930 1910 1930 12000 1930
12/29/09 1900 1910 1900 1910 44500 1910
12/28/09 1900 1900 1900 1900 25500 1900
12/23/09 1850 1850 1850 1850 1000 1850
12/22/09 1610 1800 1610 1610 0 1610
12/21/09 1800 1850 1800 1850 5000 1850
12/17/09 1520 1850 1520 1520 0 1520
12/16/09 1600 1900 1600 1600 0 1600
12/15/09 1600 1890 1600 1600 0 1600
12/14/09 1890 1900 1890 1900 5000 1900
12/11/09 1870 1870 1870 1870 19000 1870
12/10/09 1870 1870 1870 1870 2000 1870
12/09/09 1870 1870 1870 1870 39500 1870
12/08/09 1880 1880 1870 1870 5500 1870
12/07/09 1870 1900 1870 1900 51000 1900
12/04/09 1900 1900 1900 1900 1500 1900
12/03/09 1880 1900 1880 1900 11000 1900
12/02/09 1900 1910 1880 1900 111500 1900
12/01/09 1910 1930 1900 1900 28000 1900
11/30/09 1880 1900 1880 1880 50500 1880
11/26/09 1880 1880 1880 1880 1000 1880
11/25/09 1870 1880 1870 1880 16500 1880
11/24/09 1870 1870 1870 1870 9000 1870
11/23/09 1890 1900 1860 1870 16000 1870
11/20/09 1920 1940 1880 1880 86500 1880
11/19/09 1960 1960 1920 1920 73500 1920
11/18/09 1960 1990 1960 1960 66000 1960
11/17/09 1860 2000 1860 1970 231500 1970
11/16/09 1850 1860 1800 1860 50500 1860
11/13/09 1870 1900 1870 1890 26000 1890
11/12/09 1860 1860 1860 1860 6500 1860
11/11/09 1860 1860 1850 1860 3000 1860
11/10/09 1870 1870 1860 1860 18500 1860
11/09/09 1850 1860 1830 1860 14000 1860
11/06/09 1750 1750 1750 1750 2500 1750
11/05/09 1750 1850 1750 1780 16500 1780
11/04/09 1750 1750 1750 1750 3000 1750
11/03/09 2000 2000 1850 1850 8500 1850
11/02/09 1680 2050 1680 2000 30000 2000
10/30/09 1640 1650 1640 1650 3000 1650
10/29/09 1500 1640 1500 1610 12500 1610
10/28/09 1700 1700 1600 1680 26000 1680
10/27/09 1820 1840 1800 1800 17000 1800
10/26/09 1810 1900 1800 1800 85500 1800
10/23/09 1950 1950 1800 1800 165000 1800
10/22/09 2025 2025 1950 1950 12000 1950
10/21/09 2250 2275 2000 2025 250500 2025
10/20/09 1950 2250 1950 2150 454000 2150
10/19/09 1900 2000 1860 1930 276000 1930
10/16/09 1310 1620 1310 1620 82500 1620
10/15/09 1300 1300 1300 1300 500 1300
10/14/09 1400 1450 1400 1400 32500 1400
10/13/09 1250 1350 1250 1350 4000 1350
10/12/09 1210 1350 1210 1210 0 1210
10/09/09 1350 1400 1350 1350 0 1350
10/08/09 1350 1350 1350 1350 8000 1350
10/07/09 1350 1350 1350 1350 2000 1350
10/06/09 1270 1400 1270 1270 0 1270
10/05/09 1350 1350 1350 1350 1000 1350
10/02/09 1290 1290 1290 1290 2500 1290
10/01/09 1200 1400 1200 1200 0 1200
09/30/09 1300 1450 1300 1300 0 1300
09/29/09 1300 1400 1300 1300 0 1300
09/28/09 1300 1400 1300 1300 0 1300
09/25/09 1160 1290 1160 1290 9000 1290
09/24/09 1200 1500 1200 1200 0 1200
09/17/09 1380 1380 1380 1380 2000 1380
09/16/09 1350 1400 1350 1350 0 1350
09/15/09 1380 1380 1380 1380 6500 1380
09/14/09 1350 1400 1350 1350 0 1350
09/11/09 1160 1420 1160 1160 0 1160
09/10/09 1330 1440 1330 1330 0 1330
09/09/09 1430 1430 1400 1400 4500 1400
09/08/09 1350 1430 1350 1430 46500 1430
09/07/09 1350 1400 1320 1320 130500 1320
09/04/09 1270 1310 1270 1270 0 1270
09/03/09 1300 1350 1300 1300 0 1300
09/02/09 1160 1350 1160 1160 0 1160
09/01/09 1210 1350 1210 1210 0 1210
08/31/09 1200 1350 1200 1200 0 1200
08/28/09 1220 1340 1220 1220 0 1220
08/27/09 1220 1350 1220 1220 0 1220
08/26/09 1310 1310 1310 1310 1000 1310
08/25/09 1330 1330 1300 1300 4500 1300
08/24/09 1330 1350 1330 1330 11000 1330
08/21/09 1280 1350 1280 1280 0 1280
08/20/09 1310 1350 1310 1350 5000 1350
08/19/09 1200 1310 1200 1200 0 1200
08/18/09 1210 1300 1210 1210 0 1210
08/14/09 1300 1300 1300 1300 3000 1300
08/13/09 1300 1300 1300 1300 30000 1300
08/12/09 1300 1300 1300 1300 36500 1300
08/11/09 1380 1380 1370 1370 12000 1370
08/10/09 1350 1360 1350 1350 14500 1350
08/07/09 1380 1380 1300 1300 2500 1300
08/06/09 1400 1400 1400 1400 500 1400
08/05/09 1310 1310 1310 1310 4500 1310
08/04/09 1210 1210 1200 1200 3500 1200
08/03/09 1300 1300 1300 1300 3500 1300
07/31/09 1210 1210 1210 1210 1500 1210
07/30/09 1150 1210 1150 1210 4500 1210
07/29/09 1500 1500 1500 1500 500 1500
07/28/09 1050 1300 1050 1050 0 1050
07/27/09 1050 1280 1050 1050 0 1050
07/24/09 1150 1280 1150 1150 0 1150
07/23/09 1000 1280 1000 1000 0 1000
07/22/09 1000 1270 1000 1000 0 1000
07/21/09 1060 1280 1060 1060 0 1060
07/17/09 1000 1280 1000 1000 0 1000
07/16/09 1150 1280 1150 1150 0 1150
07/15/09 1040 1270 1040 1040 0 1040
07/14/09 1280 1280 1280 1280 500 1280
07/13/09 1020 1200 1020 1020 0 1020
07/10/09 1210 1210 1210 1210 4500 1210
07/09/09 1210 1210 1120 1120 8500 1120
07/07/09 1210 1280 1210 1210 0 1210
07/06/09 1210 1210 1210 1210 500 1210
07/03/09 1300 1300 1300 1300 1000 1300
07/02/09 1210 1300 1210 1210 0 1210
07/01/09 1250 1300 1250 1300 12000 1300
06/30/09 1280 1280 1250 1250 20500 1250
06/29/09 1200 1290 1200 1200 0 1200
06/26/09 1210 1290 1210 1210 0 1210
06/25/09 1210 1280 1210 1210 0 1210
06/24/09 1200 1280 1200 1200 0 1200
06/23/09 1100 1260 1100 1100 0 1100
06/22/09 1200 1290 1200 1200 0 1200
06/19/09 1210 1280 1210 1210 0 1210
06/18/09 1280 1280 1280 1280 5000 1280
06/17/09 1250 1250 1210 1210 4000 1210
06/16/09 1300 1300 1300 1300 5500 1300
06/15/09 1300 1300 1200 1200 15000 1200
06/12/09 1300 1300 1300 1300 1500 1300
06/11/09 1200 1300 1200 1200 0 1200
06/10/09 1220 1290 1220 1290 7500 1290
06/09/09 1200 1250 1200 1200 19000 1200
06/08/09 1300 1300 1300 1300 6500 1300
06/05/09 1300 1300 1300 1300 1000 1300
06/04/09 1300 1300 1300 1300 2500 1300
06/03/09 1250 1250 1250 1250 7500 1250
06/02/09 1300 1300 1300 1300 12500 1300
06/01/09 1200 1340 1200 1200 0 1200
05/29/09 1300 1350 1300 1350 2500 1350
05/28/09 1000 1340 1000 1000 0 1000
05/27/09 1300 1300 1300 1300 4000 1300
05/26/09 1260 1300 1260 1300 55500 1300
05/25/09 1260 1300 1260 1300 9500 1300
05/22/09 1240 1260 1240 1260 26000 1260
05/20/09 1200 1200 1200 1200 1000 1200
05/19/09 1300 1300 1300 1300 500 1300
05/18/09 1100 1300 1100 1100 0 1100
05/15/09 1300 1300 1300 1300 2500 1300
05/14/09 1300 1300 1300 1300 14500 1300
05/13/09 1320 1320 1320 1320 4000 1320
05/12/09 1300 1310 1300 1310 2000 1310
05/11/09 1300 1320 1300 1300 9500 1300
05/08/09 1310 1320 1310 1320 3000 1320
05/07/09 1330 1330 1300 1300 7500 1300
05/06/09 1340 1340 1340 1340 4000 1340
05/05/09 1340 1340 1200 1250 13000 1250
05/04/09 1340 1340 1270 1330 12500 1330
05/01/09 1340 1340 1340 1340 5000 1340
04/30/09 1100 1340 1100 1100 0 1100
04/29/09 1100 1340 1100 1100 0 1100
04/28/09 1050 1350 1050 1050 0 1050
04/27/09 1300 1350 1300 1350 15500 1350
04/24/09 1390 1390 1200 1200 43000 1200
04/23/09 1330 1400 1330 1400 28000 1400
04/22/09 1340 1340 1340 1340 0 1340
04/21/09 1200 1310 1200 1200 0 1200
04/20/09 1330 1330 1300 1300 47000 1300
04/17/09 1350 1350 1340 1340 16500 1340
04/16/09 1350 1350 1300 1300 41000 1300
04/15/09 1300 1390 1300 1390 4000 1390
04/14/09 1300 1300 1300 1300 68500 1300
04/13/09 1300 1300 1300 1300 500 1300
04/08/09 1000 1300 1000 1000 0 1000
04/07/09 980 1300 980 980 0 980
04/06/09 1300 1300 1300 1300 34000 1300
04/03/09 1300 1300 1300 1300 47000 1300
04/02/09 1270 1300 1250 1300 5000 1300
04/01/09 1200 1260 1200 1260 3500 1260
03/31/09 910 1060 910 910 0 910
03/30/09 930 1060 930 930 0 930
03/27/09 1100 1200 1100 1100 0 1100
03/25/09 1100 1100 1100 1100 1000 1100
03/24/09 1100 1100 1100 1100 0 1100
03/23/09 1100 1100 1100 1100 0 1100
03/20/09 990 1100 990 990 0 990
03/19/09 1000 1190 1000 1000 0 1000
03/18/09 990 1190 990 990 0 990
03/17/09 1000 1190 1000 1000 0 1000
03/16/09 1000 1200 1000 1000 0 1000
03/13/09 1150 1200 1150 1150 0 1150
03/12/09 1200 1200 1150 1200 20000 1200
03/11/09 1200 1200 1150 1200 15000 1200
03/10/09 1100 1100 1100 1100 11000 1100
03/06/09 850 1180 850 850 0 850
03/05/09 1050 1100 1050 1050 0 1050
03/04/09 990 1130 990 990 0 990
03/03/09 990 1120 990 990 0 990
03/02/09 910 1100 910 910 0 910
02/27/09 1050 1100 1050 1050 0 1050
02/26/09 1000 1100 1000 1000 0 1000
02/25/09 1100 1100 1100 1100 500 1100
02/24/09 1000 1000 1000 1000 11500 1000
02/23/09 1000 1000 1000 1000 1000 1000
02/20/09 1060 1200 1060 1060 0 1060
02/19/09 1060 1060 1050 1050 3000 1050
02/18/09 1000 1100 1000 1000 0 1000
02/17/09 1050 1100 1050 1100 8500 1100
02/16/09 1000 1100 1000 1000 0 1000
02/13/09 1120 1120 1120 1120 1000 1120
02/12/09 1060 1150 1060 1060 0 1060
02/11/09 1050 1200 1050 1050 0 1050
02/10/09 1000 1190 1000 1000 0 1000
02/09/09 1100 1180 1100 1100 0 1100
02/06/09 1050 1180 1050 1050 0 1050
02/05/09 1000 1180 1000 1000 0 1000
02/04/09 1150 1150 1150 1150 1500 1150
02/03/09 1120 1190 1120 1120 0 1120
02/02/09 1150 1150 1150 1150 1000 1150
01/30/09 1200 1220 1200 1220 7000 1220
01/29/09 1200 1200 1200 1200 1000 1200
01/28/09 1100 1100 1100 1100 20000 1100
01/27/09 1000 1000 1000 1000 500 1000
01/23/09 1000 1150 1000 1000 0 1000
01/22/09 1050 1190 1050 1050 0 1050
01/21/09 1100 1100 1050 1050 14500 1050
01/20/09 1000 1100 1000 1100 20000 1100
01/19/09 1000 1100 1000 1100 24000 1100
01/16/09 1000 1100 1000 1000 0 1000
01/15/09 1000 1000 1000 1000 1000 1000
01/14/09 1000 1000 1000 1000 11000 1000
01/13/09 1000 1000 1000 1000 500 1000
01/12/09 1100 1100 1100 1100 2000 1100
01/09/09 1000 1100 1000 1100 25500 1100
01/08/09 950 1000 950 950 0 950
01/07/09 1000 1160 1000 1000 53000 1000
01/06/09 950 1020 950 1020 43000 1020
01/05/09 880 880 880 880 4000 880
12/30/08 920 980 920 920 0 920
12/26/08 920 950 920 950 5500 950
12/24/08 950 950 940 950 12000 950
12/23/08 900 950 900 900 0 900
12/22/08 900 900 900 900 7500 900
12/19/08 900 900 900 900 10000 900
12/18/08 930 970 930 930 0 930
12/17/08 950 950 900 900 6500 900
12/16/08 950 950 950 950 10500 950
12/15/08 950 950 950 950 500 950
12/12/08 890 950 890 950 2500 950
12/11/08 870 970 870 970 6500 970
12/10/08 890 900 890 900 16000 900
12/09/08 840 890 840 840 0 840
12/05/08 840 850 840 840 0 840
12/04/08 850 850 850 850 5000 850
12/03/08 850 850 840 840 62500 840
12/02/08 850 850 840 840 15000 840
12/01/08 900 900 850 850 3000 850
11/28/08 870 870 840 840 3000 840
11/27/08 890 890 820 880 68000 880
11/26/08 890 900 890 900 21000 900
11/25/08 890 890 890 890 10000 890
11/24/08 890 890 890 890 25000 890
11/21/08 890 890 890 890 17000 890
11/20/08 880 890 880 890 9000 890
11/19/08 960 960 900 900 21000 900
11/18/08 1000 1000 1000 1000 4000 1000
11/17/08 1000 1000 1000 1000 1000 1000
11/14/08 950 950 950 950 32000 950
11/13/08 920 920 920 920 26000 920
11/12/08 950 1020 950 950 0 950
11/11/08 1020 1020 1000 1000 64000 1000
11/10/08 1100 1100 1000 1000 391500 1000
11/07/08 1000 1000 1000 1000 40500 1000
11/06/08 990 1200 990 1000 38000 1000
11/05/08 930 1160 930 1100 58000 1100
11/04/08 970 970 950 970 99500 970
11/03/08 920 970 920 970 154000 970
10/31/08 850 900 850 900 157000 900
10/30/08 850 850 750 850 18000 850
10/29/08 990 990 810 810 18000 810
10/28/08 980 980 900 900 21000 900
10/27/08 980 980 980 980 3000 980
10/24/08 1090 1090 1080 1080 6500 1080
10/23/08 1280 1300 1200 1200 2500 1200
10/22/08 1290 1290 1290 1290 500 1290
10/21/08 1300 1400 1300 1300 0 1300
10/20/08 1400 1410 1300 1300 16000 1300
10/17/08 1500 1500 1400 1400 12000 1400
10/16/08 1650 1650 1500 1500 18500 1500
10/15/08 1630 1650 1630 1650 10500 1650
10/14/08 1700 1730 1600 1650 240000 1650
10/08/08 1450 1670 1450 1670 1000 1670
10/07/08 1700 1790 1630 1740 46500 1740
10/06/08 1900 1900 1700 1850 18000 1850
09/29/08 1925 2050 1900 1925 29500 1925
09/26/08 1925 2025 1925 1925 0 1925
09/25/08 2100 2100 2000 2025 34500 2025
09/24/08 2200 2200 2025 2050 157000 2050
09/23/08 2000 2175 2000 2000 0 2000
09/22/08 2200 2200 2200 2200 3500 2200
09/19/08 2400 2400 2075 2075 72000 2075
09/18/08 2100 2175 2100 2100 0 2100
09/17/08 2300 2300 2200 2200 8500 2200
09/16/08 2250 2250 2075 2225 115500 2225
09/15/08 2275 2300 2275 2300 36500 2300
09/12/08 2450 2450 2300 2300 89500 2300
09/11/08 2400 2400 2400 2400 37500 2400
09/10/08 2350 2450 2350 2400 155000 2400
09/09/08 2450 2450 2450 2450 62500 2450
09/08/08 2375 2475 2375 2375 0 2375
09/05/08 2500 2500 2425 2500 41000 2500
09/04/08 2500 2500 2450 2500 39000 2500
09/03/08 2500 2550 2500 2550 52000 2550
09/02/08 2575 2575 2450 2500 35500 2500
09/01/08 2450 2450 2450 2450 71000 2450
08/29/08 2425 2475 2425 2425 0 2425
08/28/08 2450 2450 2450 2450 500 2450
08/27/08 2400 2425 2400 2400 0 2400
08/26/08 2400 2425 2400 2400 0 2400
08/25/08 2400 2400 2400 2400 12500 2400
08/22/08 2450 2450 2400 2400 15000 2400
08/21/08 2400 2400 2400 2400 11000 2400
08/20/08 2400 2475 2400 2475 7000 2475
08/19/08 2400 2400 2400 2400 2500 2400
08/15/08 2400 2400 2400 2400 32000 2400
08/14/08 2400 2450 2400 2450 2000 2450
08/13/08 2400 2450 2400 2450 24000 2450
08/12/08 2425 2525 2400 2425 238000 2425
08/11/08 2450 2500 2425 2500 96500 2500
08/08/08 2450 2475 2450 2450 0 2450
08/07/08 2500 2500 2450 2500 48500 2500
08/06/08 2425 2550 2425 2550 77000 2550
08/05/08 2400 2475 2400 2425 111000 2425
08/04/08 2425 2450 2400 2400 133500 2400
08/01/08 2325 2425 2325 2425 220500 2425
07/31/08 2275 2350 2250 2325 270000 2325
07/29/08 2175 2350 2175 2275 481000 2275
07/28/08 2150 2175 2150 2150 0 2150
07/25/08 2175 2175 2175 2175 21500 2175
07/24/08 2100 2200 2100 2100 0 2100
07/23/08 2125 2200 2125 2200 32500 2200
07/22/08 2100 2100 2100 2100 500 2100
07/21/08 2125 2125 2125 2125 34500 2125
07/18/08 2050 2125 2050 2125 30500 2125
07/17/08 2100 2100 2075 2075 118500 2075
07/16/08 2100 2100 2100 2100 2000 2100
07/15/08 2100 2100 2100 2100 42500 2100
07/14/08 2125 2125 2125 2125 35500 2125
07/11/08 2125 2125 2125 2125 50000 2125
07/10/08 2125 2125 2125 2125 362500 2125
07/09/08 2100 2150 2100 2150 42000 2150
07/08/08 2125 2150 2100 2100 55500 2100
07/07/08 2100 2150 2100 2150 29000 2150
07/04/08 2150 2175 2125 2150 67000 2150
07/03/08 2175 2175 2125 2125 22500 2125
07/02/08 2200 2200 2175 2200 26500 2200
07/01/08 2200 2200 2175 2175 5500 2175
06/30/08 2200 2225 2175 2175 30000 2175
06/27/08 2175 2175 2175 2175 2000 2175
06/26/08 2250 2250 2175 2175 148000 2175
06/25/08 2200 2250 2200 2250 45000 2250
06/24/08 2175 2275 2125 2225 99000 2225
06/23/08 2250 2250 2225 2225 25000 2225
06/20/08 2225 2350 2200 2225 534000 2225
06/19/08 2225 2300 2225 2250 323500 2250
06/18/08 2225 2225 2200 2200 15500 2200
06/17/08 2175 2300 2175 2250 791500 2250
06/16/08 2100 2225 2075 2175 99500 2175
06/13/08 2050 2050 2050 2050 698500 2050
06/12/08 2150 2150 2025 2075 590000 2075
06/11/08 2150 2150 2075 2075 242500 2075
06/10/08 2150 2150 2125 2125 148000 2125
06/06/08 2225 2300 2225 2275 127500 2275
06/05/08 2200 2300 2150 2200 789000 2200
06/04/08 2225 2250 2175 2225 51000 2225
06/03/08 2275 2275 2200 2250 26000 2250
06/02/08 2175 2400 2125 2275 1118500 2275
05/30/08 2075 2175 2075 2125 1097000 2125
05/29/08 2075 2150 2050 2050 1972000 2050
05/28/08 2075 2150 2025 2050 2041500 2050
05/27/08 2100 2100 2000 2025 815500 2025
05/26/08 2075 2125 2025 2050 636500 2050
05/23/08 2050 2050 2050 2050 535000 2050
05/22/08 2100 2150 2000 2000 1517500 2000
05/21/08 2000 2075 2000 2075 114500 2075
05/19/08 2150 2150 2100 2100 11500 2100
05/16/08 2100 2100 2100 2100 40000 2100
05/15/08 2075 2175 2075 2100 783000 2100
05/14/08 2100 2150 2075 2100 596000 2100
05/13/08 2075 2150 2050 2125 219000 2125
05/12/08 2075 2150 2075 2125 111500 2125
05/09/08 2050 2150 2050 2100 197500 2100
05/08/08 2050 2050 2050 2050 5000 2050
05/07/08 2100 2100 2100 2100 500 2100
05/06/08 2100 2150 2100 2100 31000 2100
05/05/08 2025 2050 2025 2050 9500 2050
05/02/08 2050 2100 2050 2050 0 2050
04/30/08 2075 2075 2050 2050 5500 2050
04/29/08 2050 2050 2050 2050 1000 2050
04/28/08 2100 2100 2075 2075 30000 2055
04/25/08 2050 2175 2050 2175 13500 2154.04
04/24/08 2200 2200 2125 2175 105500 2154.04
04/23/08 2050 2200 2050 2175 129500 2154.04
04/22/08 2050 2050 2050 2050 6000 2030.24
04/21/08 2025 2125 2025 2125 64000 2104.52
04/18/08 2050 2050 2000 2000 20000 1980.72
04/17/08 2050 2100 2050 2050 0 2030.24
04/16/08 2075 2175 2075 2075 1022000 2055
04/15/08 2050 2075 2050 2050 25500 2030.24
04/14/08 2000 2025 2000 2000 12500 1980.72
04/11/08 2050 2100 2050 2050 116500 2030.24
04/10/08 2050 2050 2050 2050 25500 2030.24
04/09/08 2075 2100 2000 2075 125000 2055
04/08/08 2000 2050 2000 2000 70000 1980.72
04/07/08 2050 2050 2000 2000 117500 1980.72
04/04/08 2050 2050 1950 2050 346000 2030.24
04/03/08 2000 2050 2000 2000 126500 1980.72
04/02/08 1975 2050 1975 1975 0 1955.96
04/01/08 1975 2075 1975 1975 0 1955.96
03/31/08 2075 2075 2075 2075 3000 2055
03/28/08 2000 2125 1975 2050 302000 2030.24
03/27/08 2000 2000 2000 2000 228000 1980.72
03/26/08 2000 2000 2000 2000 30000 1980.72
03/25/08 1950 2290 1930 2050 414000 2030.24
03/19/08 1950 1975 1950 1975 20500 1955.96
03/18/08 1950 2000 1950 2000 57000 1980.72
03/14/08 2000 2000 1980 1980 190500 1960.92
03/13/08 2025 2075 1975 1975 101500 1955.96
03/12/08 2025 2025 2025 2025 23500 2005.48
03/11/08 1975 2025 1950 2025 124000 2005.48
03/10/08 2050 2050 2000 2000 99500 1980.72
03/06/08 2050 2050 2025 2025 32500 2005.48
03/05/08 2050 2050 1975 2000 62500 1980.72
03/04/08 2000 2025 1950 2025 111500 2005.48
03/03/08 2050 2075 1975 2050 297000 2030.24
02/29/08 2050 2075 2000 2025 11000 2005.48
02/28/08 2050 2050 2025 2025 6000 2005.48
02/27/08 1990 2250 1990 2070 251000 2050.05
02/26/08 1940 1980 1940 1950 33500 1931.2
02/25/08 1920 1990 1920 1980 211000 1960.92
02/22/08 1870 1970 1850 1960 70500 1941.11
02/21/08 1900 1950 1900 1950 146000 1931.2
02/20/08 1810 1890 1800 1870 240000 1851.98
02/19/08 1820 1840 1820 1830 12500 1812.36
02/18/08 1840 1860 1820 1830 116500 1812.36
02/15/08 1850 1860 1820 1860 48000 1842.07
02/14/08 1890 1890 1830 1840 83000 1822.27
02/13/08 1820 1860 1820 1860 58000 1842.07
02/12/08 1830 1850 1820 1820 100000 1802.46
02/11/08 1800 1860 1800 1830 238000 1812.36
02/06/08 1700 1830 1700 1800 146000 1782.65
02/05/08 1860 1870 1800 1800 264500 1782.65
02/04/08 1750 1870 1750 1810 310500 1792.55
02/01/08 1790 1800 1750 1800 98000 1782.65
01/31/08 1820 1820 1760 1760 24000 1743.04
01/30/08 1850 1880 1720 1800 126000 1782.65
01/29/08 1900 1900 1850 1850 89500 1832.17
01/28/08 1940 1940 1820 1830 236000 1812.36
01/25/08 1730 1910 1720 1820 67000 1802.46
01/24/08 1800 1800 1800 1800 13500 1782.65
01/23/08 1800 1850 1780 1810 61000 1792.55
01/22/08 1800 1830 1760 1760 244500 1743.04
01/21/08 1960 1960 1880 1880 112000 1861.88
01/18/08 1950 1970 1950 1960 19000 1941.11
01/17/08 2000 2000 1930 1970 50500 1951.01
01/16/08 1900 1975 1900 1925 62500 1906.45
01/15/08 2075 2125 2000 2000 572000 1980.72
01/14/08 2125 2200 2075 2075 111500 2055
01/09/08 2100 2200 2100 2125 88500 2104.52
01/08/08 2150 2225 2125 2150 30000 2129.28
01/07/08 2025 2275 2025 2150 152500 2129.28
01/04/08 2000 2050 2000 2025 86000 2005.48
01/03/08 2100 2125 2050 2050 85000 2030.24
01/02/08 2125 2150 2100 2150 2500 2129.28
12/28/07 2175 2175 2175 2175 55500 2154.04
12/27/07 2200 2200 2150 2150 5500 2129.28
12/26/07 2250 2275 2225 2225 42000 2203.55
12/19/07 2250 2325 2175 2225 683500 2203.55
12/18/07 2275 2350 2225 2250 146000 2228.31
12/17/07 2225 2475 2225 2250 471500 2228.31
12/14/07 2475 2550 2250 2475 191000 2451.14
12/13/07 2900 2900 2450 2475 1604000 2451.14
12/12/07 2500 2975 2450 2700 4609000 2673.98
12/11/07 2100 2425 2075 2300 800500 2277.83
12/10/07 2050 2100 2025 2050 78000 2030.24
12/07/07 2000 2030 2000 2030 1000 2010.43
12/06/07 2000 2040 1950 1980 184000 1960.92
12/05/07 1970 2000 1970 1970 7500 1951.01
12/04/07 1950 1990 1950 1950 59500 1931.2
12/03/07 1900 1950 1900 1950 27000 1931.2
11/30/07 1950 1950 1925 1925 13000 1906.45
11/29/07 1950 2020 1950 2010 43000 1990.63
11/28/07 1950 1980 1950 1950 0 1931.2
11/27/07 1950 1980 1950 1980 25000 1960.92
11/26/07 1920 1980 1920 1970 40000 1951.01
11/23/07 1970 1970 1920 1920 43000 1901.49
11/22/07 1950 1950 1930 1930 7000 1911.4
11/21/07 1950 2000 1950 1950 83000 1931.2
11/20/07 2000 2020 1960 1960 6500 1941.11
11/19/07 1975 1975 1975 1975 33000 1955.96
11/16/07 1975 2000 1975 2000 41000 1980.72
11/15/07 2000 2025 2000 2000 58000 1980.72
11/14/07 2000 2000 2000 2000 15000 1980.72
11/13/07 1900 2010 1900 2010 106000 1990.63
11/12/07 1980 1980 1950 1950 61000 1931.2
11/09/07 1950 1950 1950 1950 20000 1931.2
11/08/07 1900 1950 1900 1925 83500 1906.45
11/07/07 2000 2000 2000 2000 5000 1980.72
11/06/07 2025 2025 2000 2000 60000 1980.72
11/05/07 2000 2000 2000 2000 5000 1980.72
11/02/07 2025 2025 2025 2025 32000 2005.48
11/01/07 2025 2025 2025 2025 10500 2005.48
10/31/07 2050 2050 2025 2025 30000 2005.48
10/30/07 2025 2025 2025 2025 3500 2005.48
10/29/07 2050 2075 2025 2050 34000 2030.24
10/26/07 1950 2100 1950 2075 48500 2055
10/25/07 2050 2100 2050 2100 48000 2079.76
10/24/07 2000 2050 2000 2040 70500 2020.34
10/23/07 1970 2080 1970 1970 0 1951.01
10/22/07 1950 1950 1950 1950 1000 1931.2
10/19/07 2050 2050 2025 2025 14500 2005.48
10/18/07 2075 2075 2075 2075 5000 2055
10/17/07 2075 2075 2050 2075 49000 2055
10/11/07 2050 2075 2050 2050 21000 2030.24
10/10/07 2050 2100 2050 2050 27000 2030.24
10/09/07 2050 2050 2050 2050 5000 2030.24
10/08/07 2000 2025 2000 2025 12000 2005.48
10/05/07 2050 2050 2025 2050 16000 2030.24
10/04/07 2075 2075 2050 2050 22500 2030.24
10/03/07 2050 2050 2000 2050 36000 2030.24
10/02/07 2100 2100 2075 2075 131500 2055
10/01/07 2100 2100 2075 2075 30500 2055
09/28/07 2050 2100 2050 2075 70500 2055
09/27/07 2050 2050 2025 2025 8000 2005.48
09/26/07 2075 2075 2050 2050 4000 2030.24
09/25/07 2050 2075 2025 2050 33000 2030.24
09/24/07 2075 2075 2025 2050 155500 2030.24
09/21/07 2000 2050 2000 2000 40000 1980.72
09/20/07 2050 2050 2000 2000 74500 1980.72
09/19/07 2000 2100 2000 2050 62000 2030.24
09/18/07 2000 2025 2000 2000 0 1980.72
09/17/07 2000 2025 2000 2025 20000 2005.48
09/14/07 2025 2025 2025 2025 16000 2005.48
09/13/07 2025 2025 2000 2025 21000 2005.48
09/12/07 2025 2025 2000 2000 35000 1980.72
09/11/07 2000 2025 2000 2025 5000 2005.48
09/10/07 2000 2000 2000 2000 55000 1980.72
09/07/07 2050 2100 2050 2050 19500 2030.24
09/06/07 1950 2050 1950 2050 6000 2030.24
09/05/07 2000 2000 1975 1975 18500 1955.96
09/04/07 2050 2050 2025 2025 2500 2005.48
09/03/07 2000 2000 2000 2000 2500 1980.72
08/31/07 2000 2050 2000 2025 32000 2005.48
08/30/07 1950 2100 1950 2075 16000 2055
08/29/07 1950 2025 1950 2025 15000 2005.48
08/28/07 2000 2000 2000 2000 1500 1980.72
08/27/07 2000 2075 2000 2075 12500 2055
08/24/07 2075 2075 2075 2075 7000 2055
08/23/07 2075 2075 2075 2075 6000 2055
08/22/07 2075 2075 2075 2075 7000 2055
08/21/07 2000 2100 1900 2100 45500 2079.76
08/20/07 1900 2100 1830 2100 358500 2079.76
08/16/07 1950 1950 1800 1800 39000 1782.65
08/15/07 2075 2075 2000 2000 267500 1980.72
08/14/07 2200 2200 2100 2200 78500 2178.8
08/10/07 2100 2225 2100 2225 20500 2203.55
08/09/07 2250 2350 2175 2225 605500 2203.55
08/08/07 2150 2250 2075 2250 240000 2228.31
08/07/07 2150 2150 2000 2100 213000 2079.76
08/06/07 2400 2450 2100 2125 4771500 2104.52
08/03/07 2325 2400 2275 2400 178000 2376.87
08/02/07 2250 2350 2250 2350 29000 2327.35
08/01/07 2275 2350 2200 2250 500000 2228.31
07/31/07 2250 2400 2250 2400 301500 2376.87
07/27/07 2225 2250 2200 2225 88500 2203.55
07/26/07 2250 2250 2225 2225 67000 2203.55
07/25/07 2250 2250 2225 2250 50000 2228.31
07/24/07 2250 2250 2250 2250 47500 2228.31
07/23/07 2250 2250 2250 2250 2000 2228.31
07/20/07 2300 2300 2300 2300 6000 2277.83
07/19/07 2250 2275 2250 2275 30000 2253.07
07/18/07 2275 2275 2250 2250 41500 2228.31
07/17/07 2200 2325 2200 2325 27500 2302.59
07/13/07 2200 2225 2200 2200 61500 2178.8
07/12/07 2200 2200 2200 2200 40000 2178.8
07/11/07 2200 2200 2150 2175 61000 2154.04
07/10/07 2150 2150 2150 2150 5000 2129.28
07/09/07 2150 2150 2150 2150 1500 2129.28
07/06/07 2150 2200 2150 2150 0 2129.28
07/05/07 2150 2150 2125 2125 5500 2104.52
07/04/07 2200 2200 2150 2150 24500 2129.28
07/03/07 2150 2150 2150 2150 10500 2129.28
07/02/07 2150 2200 2150 2150 0 2129.28
06/29/07 2150 2150 2150 2150 2500 2129.28
06/28/07 2125 2200 2125 2125 0 2104.52
06/27/07 2200 2200 2200 2200 1000 2178.8
06/26/07 2200 2200 2200 2200 29000 2178.8
06/25/07 2200 2200 2200 2200 2500 2178.8
06/22/07 2200 2225 2200 2225 18500 2203.55
06/21/07 2200 2250 2200 2200 0 2178.8
06/20/07 2225 2225 2200 2225 29000 2203.55
06/19/07 2225 2250 2225 2250 18000 2228.31
06/18/07 2200 2225 2200 2225 2000 2203.55
06/15/07 2250 2250 2250 2250 3000 2228.31
06/14/07 2250 2250 2250 2250 20000 2228.31
06/13/07 2250 2250 2250 2250 5000 2228.31
06/12/07 2300 2300 2250 2275 2500 2253.07
06/11/07 2275 2275 2250 2250 25500 2228.31
06/08/07 2275 2300 2250 2250 17500 2228.31
06/07/07 2250 2350 2250 2300 6500 2277.83
06/06/07 2325 2350 2325 2350 12000 2327.35
06/05/07 2325 2350 2325 2350 30000 2327.35
06/04/07 2375 2475 2300 2300 112500 2277.83
05/31/07 2350 2500 2350 2400 271000 2376.87
05/30/07 2300 2300 2300 2300 2500 2277.83
05/29/07 2250 2425 2225 2400 183000 2376.87
05/28/07 2250 2275 2250 2275 3500 2253.07
05/25/07 2250 2300 2250 2250 25500 2228.31
05/24/07 2250 2250 2250 2250 11500 2228.31
05/23/07 2350 2350 2300 2325 7500 2302.59
05/22/07 2300 2300 2300 2300 8000 2268.45
05/21/07 2400 2400 2400 2400 56000 2367.08
05/16/07 2375 2425 2375 2400 389000 2367.08
05/15/07 2300 2400 2300 2375 29500 2342.42
05/14/07 2300 2375 2275 2350 1824000 2317.76
05/11/07 2225 2325 2225 2300 1469000 2268.45
05/10/07 2250 2250 2250 2250 17500 2219.13
05/09/07 2275 2300 2250 2250 101500 2219.13
05/08/07 2250 2275 2225 2275 359500 2243.79
05/07/07 2275 2275 2225 2225 190000 2194.48
05/04/07 2350 2350 2325 2325 92000 2293.11
05/03/07 2350 2375 2350 2350 24500 2317.76
05/02/07 2375 2450 2375 2375 103500 2342.42
05/01/07 2375 2375 2375 2375 19500 2342.42
04/30/07 2350 2375 2350 2375 8000 2342.42
04/27/07 2325 2350 2325 2325 41000 2293.11
04/26/07 2350 2400 2350 2350 27000 2317.76
04/24/07 2400 2425 2400 2425 14500 2391.73
04/23/07 2350 2400 2325 2400 12000 2367.08
04/20/07 2400 2475 2400 2425 457000 2391.73
04/19/07 2325 2400 2300 2400 31500 2367.08
04/18/07 2400 2400 2325 2325 24000 2293.11
04/17/07 2325 2400 2325 2375 9000 2342.42
04/16/07 2350 2400 2350 2400 28000 2367.08
04/13/07 2350 2425 2350 2400 186500 2367.08
04/12/07 2375 2400 2350 2375 44500 2342.42
04/11/07 2375 2425 2375 2425 34500 2391.73
04/10/07 2400 2400 2350 2375 119500 2342.42
04/09/07 2400 2425 2250 2350 195500 2317.76
04/05/07 2400 2400 2350 2350 189000 2317.76
04/04/07 2375 2400 2325 2375 2360000 2342.42
04/03/07 2175 2375 2175 2350 419000 2317.76
04/02/07 2175 2200 2175 2200 42500 2169.82
03/30/07 2200 2225 2175 2175 12000 2145.16
03/29/07 2200 2200 2175 2175 30000 2145.16
03/28/07 2175 2175 2175 2175 41500 2145.16
03/27/07 2150 2175 2150 2175 50000 2145.16
03/26/07 2150 2150 2150 2150 16500 2120.51
03/23/07 2175 2175 2150 2150 11000 2120.51
03/22/07 2150 2200 2150 2150 16500 2120.51
03/21/07 2175 2200 2175 2175 0 2145.16
03/20/07 2200 2200 2200 2200 16500 2169.82
03/16/07 2200 2200 2200 2200 11500 2169.82
03/15/07 2250 2250 2150 2150 2000 2120.51
03/14/07 2100 2225 2100 2175 42000 2145.16
03/13/07 2200 2200 2150 2150 13500 2120.51
03/12/07 2150 2225 2150 2225 14500 2194.48
03/09/07 2200 2225 2200 2225 6500 2194.48
03/08/07 2200 2200 2200 2200 12500 2169.82
03/07/07 2150 2200 2150 2200 23500 2169.82
03/06/07 2200 2225 2200 2200 25500 2169.82
03/05/07 2200 2200 2100 2100 22000 2071.19
03/02/07 2200 2250 2200 2200 0 2169.82
03/01/07 2225 2250 2225 2225 8000 2194.48
02/28/07 2200 2200 2075 2200 21000 2169.82
02/27/07 2300 2300 2250 2250 30500 2219.13
02/26/07 2350 2350 2300 2325 55500 2293.11
02/23/07 2300 2500 2300 2300 268000 2268.45
02/22/07 2300 2300 2275 2300 25000 2268.45
02/21/07 2350 2350 2300 2300 23000 2268.45
02/20/07 2325 2375 2275 2375 99000 2342.42
02/16/07 2250 2300 2250 2275 185500 2243.79
02/15/07 2300 2325 2275 2275 57000 2243.79
02/14/07 2275 2300 2250 2275 65000 2243.79
02/13/07 2375 2375 2250 2250 761500 2219.13
02/12/07 2300 2425 2300 2350 3522000 2317.76
02/09/07 2300 2350 2300 2325 90000 2293.11
02/08/07 2175 2350 2175 2350 1020500 2317.76
02/07/07 2200 2200 2175 2175 31500 2145.16
02/06/07 2225 2225 2200 2200 1000 2169.82
02/05/07 2225 2250 2225 2225 0 2194.48
02/02/07 2250 2250 2250 2250 2500 2219.13
02/01/07 2300 2400 2275 2275 1259000 2243.79
01/31/07 2200 2250 2200 2250 223500 2219.13
01/30/07 2200 2200 2200 2200 18500 2169.82
01/29/07 2225 2225 2200 2200 25000 2169.82
01/26/07 2200 2200 2200 2200 2000 2169.82
01/25/07 2250 2250 2250 2250 4000 2219.13
01/24/07 2250 2275 2250 2275 15500 2243.79
01/23/07 2225 2300 2225 2275 166500 2243.79
01/22/07 2200 2300 2200 2275 228500 2243.79
01/19/07 2250 2300 2250 2275 6500 2243.79
01/18/07 2200 2350 2200 2275 433500 2243.79
01/17/07 2150 2225 2150 2150 0 2120.51
01/16/07 2250 2250 2150 2200 19000 2169.82
01/15/07 2125 2175 2125 2150 15500 2120.51
01/12/07 2125 2125 2050 2100 11000 2071.19
01/11/07 2225 2225 2175 2175 27000 2145.16
01/10/07 2225 2225 2175 2175 33000 2145.16
01/09/07 2275 2300 2225 2250 192500 2219.13
01/08/07 2300 2300 2275 2300 47000 2268.45
01/05/07 2300 2300 2300 2300 14500 2268.45
01/04/07 2325 2350 2275 2300 66500 2268.45
01/03/07 2300 2325 2275 2300 63000 2268.45
01/02/07 2325 2325 2300 2300 70000 2268.45
12/28/06 2350 2400 2250 2325 162500 2293.11
12/27/06 2375 2425 2375 2375 91000 2342.42
12/26/06 2425 2425 2375 2375 81000 2342.42
12/22/06 2425 2525 2400 2425 2705500 2391.73
12/21/06 2300 2425 2300 2425 381500 2391.73
12/20/06 2250 2275 2250 2275 2000 2243.79
12/19/06 2325 2325 2250 2250 72500 2219.13
12/18/06 2300 2400 2300 2325 53500 2293.11
12/15/06 2300 2300 2300 2300 2500 2268.45
12/14/06 2300 2300 2300 2300 4500 2268.45
12/13/06 2350 2350 2350 2350 51000 2317.76
12/12/06 2300 2325 2300 2300 0 2268.45
12/11/06 2400 2400 2300 2350 9000 2317.76
12/08/06 2375 2425 2375 2400 105500 2367.08
12/07/06 2225 2375 2225 2375 29000 2342.42
12/06/06 2250 2375 2250 2375 86500 2342.42
12/05/06 2200 2300 2200 2250 15000 2219.13
12/04/06 2250 2250 2225 2225 14500 2194.48
12/01/06 2250 2250 2225 2225 13500 2194.48
11/30/06 2400 2400 2250 2250 76000 2219.13
11/29/06 2525 2525 2400 2400 69500 2367.08
11/28/06 2500 2500 2475 2475 301000 2441.05
11/27/06 2475 2500 2450 2500 659000 2465.71
11/24/06 2450 2475 2425 2425 120000 2391.73
11/23/06 2500 2500 2400 2450 293000 2416.39
11/22/06 2375 2525 2375 2475 5118000 2441.05
11/21/06 2200 2400 2175 2375 1764500 2342.42
11/20/06 2200 2200 2200 2200 18000 2169.82
11/17/06 2225 2250 2200 2200 95500 2169.82
11/16/06 2225 2225 2200 2200 179500 2169.82
11/15/06 2200 2325 2200 2250 1503500 2219.13
11/14/06 2150 2225 2150 2225 224000 2194.48
11/13/06 2125 2150 2125 2150 83000 2120.51
11/10/06 2200 2275 2125 2200 1020000 2169.82
11/09/06 2100 2150 2100 2150 179000 2120.51
11/08/06 2150 2150 2100 2125 128000 2095.85
11/07/06 2050 2200 2025 2175 898500 2145.16
11/06/06 2025 2050 2025 2025 63000 1997.22
11/03/06 2050 2050 2050 2050 17000 2021.88
11/02/06 2050 2050 2050 2050 36500 2021.88
11/01/06 2050 2075 2025 2075 148000 2046.54
10/31/06 2025 2050 2025 2050 40500 2021.88
10/30/06 2025 2050 2025 2050 66000 2021.88
10/20/06 2050 2050 2050 2050 44000 2021.88
10/19/06 2050 2050 2025 2025 29500 1997.22
10/18/06 2050 2075 2025 2050 59000 2021.88
10/17/06 2050 2075 2025 2025 60000 1997.22
10/16/06 2050 2075 2050 2075 13000 2046.54
10/13/06 2050 2100 2050 2050 49000 2021.88
10/12/06 2050 2050 2050 2050 44500 2021.88
10/11/06 2050 2075 2050 2050 43000 2021.88
10/09/06 2050 2075 2050 2075 12500 2046.54
10/06/06 2075 2075 2075 2075 30000 2046.54
10/05/06 2075 2100 2075 2100 28000 2071.19
10/04/06 2100 2100 2075 2100 69500 2071.19
10/03/06 2100 2125 2050 2100 94000 2071.19
10/02/06 2100 2150 2000 2125 84500 2095.85
09/29/06 2225 2275 2175 2200 216000 2169.82
09/28/06 2300 2300 2275 2275 7500 2243.79
09/27/06 2325 2325 2300 2300 14000 2268.45
09/26/06 2275 2275 2225 2225 3000 2194.48
09/25/06 2250 2325 2250 2275 36000 2243.79
09/22/06 2375 2375 2275 2275 50000 2243.79
09/21/06 2250 2375 2250 2375 262500 2342.42
09/20/06 2250 2325 2225 2300 231000 2268.45
09/19/06 2175 2250 2175 2250 176000 2219.13
09/18/06 2100 2175 2100 2150 16000 2120.51
09/15/06 2150 2200 2125 2175 108000 2145.16
09/14/06 2100 2125 2100 2100 89000 2071.19
09/13/06 2075 2100 2050 2100 21000 2071.19
09/12/06 2075 2075 2050 2050 11000 2021.88
09/11/06 2075 2075 2050 2050 5000 2021.88
09/08/06 2075 2150 2075 2075 0 2046.54
09/07/06 2150 2150 2150 2150 1500 2120.51
09/06/06 2200 2200 2150 2150 22500 2120.51
09/05/06 2175 2275 2175 2200 175000 2169.82
09/04/06 2100 2200 2100 2175 110500 2145.16
09/01/06 2025 2025 2025 2025 2000 1997.22
08/31/06 2050 2050 2025 2025 21500 1997.22
08/30/06 2025 2025 2025 2025 3500 1997.22
08/29/06 2025 2025 2025 2025 15500 1997.22
08/28/06 2050 2050 2025 2025 5500 1997.22
08/25/06 2025 2025 2025 2025 2500 1997.22
08/24/06 2000 2025 2000 2025 16000 1997.22
08/23/06 2025 2025 2025 2025 7500 1997.22
08/22/06 2000 2025 2000 2025 12500 1997.22
08/16/06 2025 2025 2025 2025 14500 1997.22
08/15/06 2000 2025 2000 2025 11000 1997.22
08/14/06 2000 2000 2000 2000 5000 1972.56
08/11/06 2000 2000 2000 2000 12000 1972.56
08/10/06 2000 2000 2000 2000 26500 1972.56
08/09/06 2000 2000 2000 2000 40500 1972.56
08/08/06 2000 2025 2000 2000 11500 1972.56
08/07/06 2050 2050 2025 2025 22500 1997.22
08/04/06 2025 2075 2025 2025 0 1997.22
08/03/06 2075 2075 2050 2050 30500 2021.88
08/02/06 2075 2075 2050 2075 36000 2046.54
08/01/06 2100 2125 2100 2100 13000 2071.19
07/31/06 2100 2175 2100 2125 44500 2095.85
07/28/06 2000 2120 2000 2080 146000 2051.47
07/27/06 1980 1980 1980 1980 2500 1952.84
07/26/06 1970 1970 1970 1970 1000 1942.98
07/25/06 1980 2000 1980 1980 0 1952.84
07/24/06 1950 1950 1950 1950 2500 1923.25
07/21/06 1975 2075 1975 1975 0 1947.91
07/20/06 1970 2000 1970 2000 18000 1972.56
07/19/06 1970 1970 1970 1970 18000 1942.98
07/18/06 1970 1970 1970 1970 5000 1942.98
07/17/06 1975 2000 1975 1975 19500 1947.91
07/14/06 2000 2000 1950 2000 51500 1972.56
07/13/06 1970 2010 1970 2010 2000 1982.43
07/12/06 1970 1970 1970 1970 10000 1942.98
07/11/06 1970 2030 1970 1970 0 1942.98
07/10/06 1970 2050 1970 1970 0 1942.98
07/07/06 1970 2030 1970 1970 0 1942.98
07/06/06 1970 1970 1970 1970 7500 1942.98
07/05/06 1975 1975 1975 1975 2500 1947.91
07/04/06 1975 2000 1975 1975 0 1947.91
07/03/06 1975 2000 1975 2000 5000 1972.56
06/30/06 2000 2000 2000 2000 15000 1972.56
06/29/06 2000 2000 2000 2000 2500 1972.56
06/28/06 2000 2000 2000 2000 27500 1972.56
06/27/06 2000 2000 1990 2000 27500 1972.56
06/26/06 2000 2000 1950 1950 23500 1923.25
06/23/06 1975 2000 1975 1975 0 1947.91
06/22/06 1950 2000 1950 2000 15500 1972.56
06/21/06 1950 1950 1950 1950 4500 1923.25
06/20/06 1950 1950 1950 1950 5000 1923.25
06/19/06 2000 2000 2000 2000 2500 1972.56
06/16/06 2050 2050 2025 2025 3000 1997.22
06/15/06 1950 2000 1950 2000 80500 1972.56
06/14/06 2000 2000 1950 1950 18500 1923.25
06/13/06 2000 2050 1975 2025 71000 1997.22
06/12/06 2000 2000 2000 2000 10000 1972.56
06/09/06 2000 2000 2000 2000 20500 1972.56
06/08/06 1975 2075 1975 2075 1000 2046.54
06/07/06 2050 2075 2050 2050 102500 2021.88
06/06/06 2125 2125 2100 2100 11000 2071.19
06/05/06 2150 2150 2150 2150 47000 2120.51
06/02/06 2125 2175 2125 2125 0 2095.85
06/01/06 2200 2200 2125 2125 44000 2095.85
05/31/06 2175 2200 2175 2200 34500 2169.82
05/30/06 2150 2200 2150 2175 101000 2145.16
05/29/06 2175 2225 2100 2100 7000 2071.19
05/26/06 2175 2175 2175 2175 0 2145.16
05/25/06 2175 2175 2175 2175 0 2145.16
05/24/06 2125 2225 2100 2175 21500 2145.16
05/23/06 2075 2100 2050 2100 55500 2071.19
05/22/06 2225 2225 2050 2050 72500 2021.88
05/19/06 2250 2250 2250 2250 1000 2219.13
05/18/06 2300 2300 2225 2225 74500 2194.48
05/17/06 2250 2375 2250 2350 139500 2317.76
05/16/06 2250 2250 2150 2200 195500 2169.82
05/15/06 2400 2400 2225 2225 98500 2194.48
05/12/06 2425 2425 2400 2400 76500 2367.08
05/11/06 2450 2450 2425 2425 5000 2391.73
05/10/06 2450 2475 2425 2425 86000 2391.73
05/09/06 2450 2500 2450 2450 206500 2416.39
05/08/06 2425 2475 2425 2425 74500 2391.73
05/05/06 2475 2475 2450 2450 27500 2416.39
05/04/06 2450 2475 2450 2450 42500 2416.39
05/03/06 2500 2500 2450 2450 71000 2416.39
05/02/06 2525 2525 2450 2475 150500 2441.05
05/01/06 2450 2525 2450 2525 186500 2490.36
04/28/06 2400 2450 2400 2400 11500 2367.08
04/27/06 2400 2575 2400 2450 438500 2416.39
04/26/06 2400 2400 2400 2400 48000 2367.08
04/25/06 2375 2400 2375 2400 26000 2367.08
04/24/06 2400 2400 2375 2375 11500 2342.42
04/21/06 2400 2400 2400 2400 53000 2367.08
04/20/06 2400 2400 2375 2400 67000 2367.08
04/19/06 2400 2400 2375 2400 30500 2367.08
04/18/06 2400 2400 2375 2375 125000 2342.42
04/17/06 2400 2400 2400 2400 6000 2367.08
04/14/06 2400 2400 2400 2400 0 2367.08
04/13/06 2400 2425 2400 2400 75500 2367.08
04/12/06 2375 2400 2375 2400 17500 2367.08
04/11/06 2400 2400 2375 2375 27500 2342.42
04/10/06 2425 2425 2425 2425 0 2391.73
04/07/06 2375 2425 2375 2425 9000 2391.73
04/06/06 2425 2425 2400 2400 18000 2367.08
04/05/06 2400 2400 2400 2400 5000 2367.08
04/04/06 2400 2400 2375 2375 48000 2342.42
04/03/06 2400 2400 2400 2400 2000 2367.08
03/31/06 2400 2400 2400 2400 0 2367.08
03/30/06 2400 2400 2400 2400 0 2367.08
03/29/06 2400 2400 2400 2400 19500 2367.08
03/28/06 2400 2425 2400 2425 48500 2391.73
03/27/06 2400 2400 2375 2375 28500 2342.42
03/24/06 2400 2400 2400 2400 24500 2367.08
03/23/06 2400 2400 2400 2400 22000 2367.08
03/22/06 2450 2450 2425 2425 38500 2391.73
03/21/06 2450 2500 2450 2450 80500 2416.39
03/20/06 2450 2475 2450 2475 11500 2441.05
03/17/06 2425 2550 2425 2450 158000 2416.39
03/16/06 2425 2425 2400 2425 26500 2391.73
03/15/06 2425 2450 2400 2400 15500 2367.08
03/14/06 2400 2425 2400 2400 0 2367.08
03/13/06 2400 2425 2400 2425 40000 2391.73
03/10/06 2375 2400 2375 2375 30500 2342.42
03/09/06 2450 2450 2425 2425 16000 2391.73
03/08/06 2425 2425 2375 2400 50500 2367.08
03/07/06 2475 2475 2425 2425 54000 2391.73
03/06/06 2450 2475 2450 2475 23500 2441.05
03/03/06 2450 2450 2450 2450 5000 2416.39
03/02/06 2450 2600 2450 2500 283500 2465.71
03/01/06 2400 2425 2375 2425 54000 2391.73
02/28/06 2425 2475 2400 2425 63500 2391.73
02/27/06 2475 2475 2425 2425 31500 2391.73
02/24/06 2475 2475 2400 2400 56000 2367.08
02/23/06 2500 2500 2450 2475 26500 2441.05
02/22/06 2500 2525 2450 2500 82000 2465.71
02/21/06 2500 2525 2475 2500 23000 2465.71
02/20/06 2475 2550 2475 2525 34000 2490.36
02/17/06 2500 2500 2450 2450 74000 2416.39
02/16/06 2500 2500 2475 2475 13000 2441.05
02/15/06 2500 2550 2475 2475 50500 2441.05
02/14/06 2575 2575 2500 2525 190000 2490.36
02/13/06 2650 2650 2575 2625 92000 2588.99
02/10/06 2650 2650 2625 2625 25500 2588.99
02/09/06 2700 2700 2625 2650 238000 2613.65
02/08/06 2650 2700 2600 2675 164000 2638.3
02/07/06 2625 2725 2625 2650 135000 2613.65
02/06/06 2625 2650 2625 2625 34500 2588.99
02/03/06 2750 2750 2625 2625 193500 2588.99
02/02/06 2750 2825 2750 2750 179500 2712.28
02/01/06 2700 2825 2675 2725 305500 2687.62
01/31/06 2675 2675 2675 2675 0 2638.3
01/30/06 2700 2750 2600 2675 85000 2638.3
01/27/06 2700 2725 2625 2675 137000 2638.3
01/26/06 2550 2775 2550 2700 428500 2662.96
01/25/06 2400 2575 2400 2525 138000 2490.36
01/24/06 2500 2500 2475 2475 32500 2441.05
01/23/06 2500 2575 2450 2475 197000 2441.05
01/20/06 2700 2700 2525 2575 397500 2539.68
01/19/06 3000 3025 2675 2700 514500 2662.96
01/18/06 3000 3200 2850 2925 1732500 2884.88
01/17/06 2375 2950 2375 2950 2664500 2909.53
01/16/06 2275 2350 2275 2350 168000 2317.76
01/13/06 2300 2300 2250 2250 233000 2219.13
01/12/06 2300 2300 2250 2275 22000 2243.79
01/11/06 2250 2325 2225 2325 146500 2293.11
01/10/06 2275 2275 2275 2275 0 2243.79
01/09/06 2250 2275 2250 2275 119500 2243.79
01/06/06 2250 2325 2250 2300 135000 2268.45
01/05/06 2250 2275 2250 2250 51000 2219.13
01/04/06 2275 2275 2275 2275 11000 2243.79
01/03/06 2300 2300 2250 2275 128500 2243.79
01/02/06 2200 2225 2200 2225 24500 2194.48
12/30/05 2275 2275 2275 2275 0 2243.79
12/29/05 2275 2275 2275 2275 3000 2243.79
12/28/05 2200 2200 2200 2200 21500 2169.82
12/27/05 2250 2250 2250 2250 500 2219.13
12/26/05 2225 2225 2225 2225 0 2194.48
12/23/05 2225 2225 2200 2225 70500 2194.48
12/22/05 2250 2275 2225 2225 40500 2194.48
12/21/05 2250 2250 2225 2250 36000 2219.13
12/20/05 2250 2325 2250 2275 65500 2243.79
12/19/05 2300 2300 2275 2300 41000 2268.45
12/16/05 2325 2350 2300 2300 55000 2268.45
12/15/05 2350 2350 2325 2325 44500 2293.11
12/14/05 2400 2400 2350 2350 75500 2317.76
12/13/05 2400 2425 2400 2400 47500 2367.08
12/12/05 2450 2500 2400 2400 157500 2367.08
12/09/05 2450 2450 2450 2450 59000 2416.39
12/08/05 2550 2550 2475 2475 70500 2441.05
12/07/05 2600 2600 2500 2550 48500 2515.02
12/06/05 2525 2550 2500 2500 71500 2465.71
12/05/05 2550 2550 2525 2525 24000 2490.36
12/02/05 2575 2575 2550 2550 14000 2515.02
12/01/05 2550 2550 2475 2475 106000 2441.05
11/30/05 2500 2575 2500 2525 38500 2490.36
11/29/05 2550 2550 2500 2500 5500 2465.71
11/28/05 2600 2625 2525 2550 16000 2515.02
11/25/05 2450 2650 2450 2550 254000 2515.02
11/24/05 2425 2450 2425 2450 29000 2416.39
11/23/05 2425 2425 2425 2425 17500 2391.73
11/22/05 2375 2475 2350 2450 229500 2416.39
11/21/05 2500 2500 2375 2375 54500 2342.42
11/18/05 2500 2500 2425 2425 28500 2391.73
11/17/05 2500 2500 2425 2450 53500 2416.39
11/16/05 2525 2525 2400 2400 67500 2367.08
11/15/05 2550 2550 2450 2500 47000 2465.71
11/14/05 2550 2550 2475 2550 34000 2515.02
11/11/05 2525 2600 2525 2600 6000 2564.33
11/10/05 2600 2700 2575 2650 92500 2613.65
11/09/05 2600 2650 2550 2600 100500 2564.33
11/08/05 2775 2775 2775 2775 0 2736.93
11/07/05 2775 2775 2775 2775 0 2736.93
11/04/05 2775 2775 2775 2775 0 2736.93
11/03/05 2775 2775 2775 2775 0 2736.93
11/02/05 2775 2775 2775 2775 0 2736.93
11/01/05 2775 2825 2725 2775 132000 2736.93
10/31/05 2775 2800 2750 2775 45500 2736.93
10/28/05 2750 2800 2700 2775 112000 2736.93
10/27/05 2800 2800 2700 2750 5000 2712.28
10/26/05 2900 2900 2825 2850 25000 2810.9
10/25/05 2850 2975 2825 2875 520500 2835.56
10/24/05 2600 2825 2550 2800 325000 2761.59
10/21/05 2500 2675 2400 2550 104500 2515.02
10/20/05 2825 2825 2700 2700 58000 2662.96
10/19/05 2875 2900 2800 2800 244500 2761.59
10/18/05 2875 2950 2850 2875 246000 2835.56
10/17/05 2850 3175 2800 2850 1575000 2810.9
10/14/05 3400 3400 2800 2875 2471000 2835.56
10/13/05 4675 4925 3500 3500 4489000 3451.99
10/12/05 4450 4925 4450 4625 2268500 4561.55
10/11/05 4100 4400 4050 4400 2177000 4339.64
10/10/05 3850 4050 3850 4050 1705000 3994.44
10/07/05 3425 4000 3425 3750 1867500 3698.56
10/06/05 2875 3475 2875 3450 1692500 3402.67
10/05/05 2500 3050 2500 2875 2251500 2835.56
10/04/05 2475 2550 2475 2525 741000 2490.36
10/03/05 2350 2525 2350 2475 1468500 2441.05
09/30/05 2300 2475 2300 2425 2169000 2391.73
09/29/05 2100 2300 2025 2300 5163500 2268.45

Chart forXL Axiata Tbk. (EXCL.JK)

Chart forXL Axiata Tbk. (EXCL.JK)
XL’s Rights Issue On Track – To Be Completed by December 2009 [ 16 October 2009 ]
Kuala Lumpur, 16 October 2009, PT Excelcomindo Pratama Tbk’s (“XL”) rights issue exercise (“Rights Issue”) is on track as scheduled and expected to be completed in December 2009. The summary of the initial prospectus in relation to the Rights Issue was published in Indonesian local newspapers today. As reported earlier, Axiata Group Berhad (formerly known as TM International Berhad) (“Axiata”) via its wholly owned subsidiary, Indocel Holding Sdn Bhd (“Indocel”), will undertake to subscribe its full entitlement under the Rights Issue. In ensuring that the Rights Issue is successful and to meet the regulatory requirements in Indonesia, Indocel which holds 83.8% of XL, has also entered into a Standby Buyer Agreement in which Indocel undertakes to subscribe to all the unsubscribed shares under the Rights Issue (“Unsubscribed Rights Shares”).This further signifies Axiata’s continued commitment, as the largest shareholder of XL, to the long term growth and beliefs of XL’s potential.

The Rights Issue

With a view to expedite and reduce the complexity of the exercise, the Rights Issue of approximately USD300 million will be undertaken by way of issuance by XL of 1,418 million new Ordinary shares of IDR100 each (“Ordinary Share”) on the basis of 1 Rights Share for every 5 existing Ordinary Shares at an issue price of IDR2,000 per share.

The subscription by Indocel of its entitlement and the Unsubscribed Rights Shares does not require the approval of Axiata’s shareholders. The extraordinary shareholders meeting to obtain the approval of the shareholders of XL in relation to the Rights Issue is expected to be held on 16 November 2009.

About Axiata

Axiata is one of the largest Asian telecommunication companies, focused in high growth low penetration emerging markets. Axiata has controlling interests in mobile operators in Malaysia, Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh and Cambodia with significant strategic stakes in India, Singapore and Iran. India and Indonesia are amongst the fastest growing markets in the world. In addition, the Malaysian grown holding company has stakes in non mobile telecommunication operations in Thailand and Pakistan.

The Group’s mobile subsidiaries and associates operate under the brand name ‘Celcom’ in Malaysia, ‘XL’ in Indonesia, ‘Dialog’ in Sri Lanka, ‘AKTEL’ in Bangladesh, ‘HELLO’ in Cambodia and ‘Idea’ in India, ‘M1’ in Singapore and ‘MTCE’ in Iran (Esfahan).

As of December 2008, the Group, including its subsidiaries and associates, has over 90 million mobile subscribers in Asia. The Group revenue for 2008 was RM11.3 billion. The Group provides employment to over 25,000 people across Asia. Axiata’s vision is to be a regional champion by 2015 by piecing together the best throughout the region in connectivity, technology and people, uniting them towards a single goal: Advancing Asia.

Axiata was awarded the Frost & Sullivan 2009 Asia Pacific ICT Award for Best Telecom Group.

-END-

Issued By:
Corporate Communications, Group Strategy, Axiata Group Berhad
Axiata Centre, 9 Jalan Stesen Sentral 5, Kuala Lumpur Sentral
50470 Kuala Lumpur

For further information on Axiata visit http://www.axiata.com
PT XL Axiata Tbk.
(formerly known as PT Excelcomindo Pratama Tbk.)
http://www.xl.co.id
The first widest and fastest 3G in Indonesia
Second operator in Indonesia to be Free Cash Flow positive
Launched XL BlackBerry One – the daily package for BlackBerry services; the first such package in the world

XL
Year of Investment/Shareholding 2005/66.7%
Nature of Business Cellular
Subscribers 31.4 million
Technology Deployed GSM & WCDMA

XL, which started commercial operations in 1996, is the fastest growing mobile telecommunications provider in the industry with extensive coverage throughout Indonesia. XL’s business primarily consists of providing voice, data and other value-added mobile telecommunications services. XL operates its network under a GSM 900 and GSM 1800 licence from the Minister of Communications and Information of Indonesia. XL also has a Closed Local Loop Network Provider licence as well as licences for Voice Over Internet Protocol (VOIP), Internet Service Provider (ISP) and Network Access Point. XL was allocated 3G spectrum in early 2006 and introduced its 3G service in Indonesia in September 2006.

To date, XL has built 19,349 Base Transceiver Station towers all around Indonesia serving 31.4 million customers. XL is committed to continuously strengthening its quality and coverage, in order to serve its customers’ communication needs anytime, anywhere.

loading

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s