1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

saham2 IHSGW stabil … 160810 21 Juli 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:25 pm

Senin, 16/08/2010 05:50:17 WIB
Rekomendasi: Saham-saham apa yang menarik?
Oleh: Fahmi Achmad
JAKARTA: Sejumlah sekuritas memperkirakan indeks saham BEI hari ini memiliki potensi menguat dengan dukungan sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Sejumlah saham layak dicermati a.l. AALI, BBRI, INDF, INCO, PGAS dan TINS.

Selengkapnya sebagai berikut:

Sinarmas Sekuritas
Pola hammer pattern yang terbentuk dalam candle chart mengindikasikan potential upside (potensi kenaikan) untuk indeks hari ini, setelah akhir pekan lalu IHSG ditutup dalam zona positif. Rentang gerak IHSG berkisar di level 3.023 – 3.083. Cermati: AALI, BBRI, dan INDF.

Erdikha Sekuritas
IHSG ditutup menguat 27,34 poin atau 0,9% menjadi 3.053.01 pada akhir pekan lalu. Rebound (pulihnya) bursa global membawa sentimen positif untuk indeks yang penguatannya ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan di sektor ragam industri, keuangan, dan infrastruktur.
Indeks masih berpotensi melanjutkan kenaikannya, dengan pergerakan di level 3.014-3.098. Saham-saham yang perlu diperhatikan pergerakannya adalah INDF dan INCO.

Trimegah Securities
IHSG rebound dengan pergerakan yang positif sejak awal sesi perdagangan. Bursa di kawasan regional yang juga ditutup positif dan minat beli yang membaik dari pelaku pasar menjadi pendorong bagi laju IHSG. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.044-3.062. Saham pilihan yakni PGAS dan TINS.
faa)
16/08/2010 – 04:00
Inilah Saham Pilihan Hari Ini

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks diperkirakan melanjutkan rebound dengan menguji level resisten berikutnya di 3.070-3.100. Saham pilihan ADRO, PGAS, PTBA dan BJBR.

Hal itu dikutip dari hasil riset analis senior HD Capital, Yuganur Wijanarko, kemarin. “Indeks berpotensi teknikal rebound menguji resisten berikutnya di 3.070-3.100 diharapkan masih dapat berlangsung,” katanya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks ditutup naik 27,37 poin (0,90%) ke level 3.053,01. Volume perdagangan mencapai 2,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,4 triliun. Pergerakan indeks diperkirakan di level support 3.010-2.070-2.880 dan resisten di 3.070-3.100-3.150.

Saham pilihan saham Adaro Energy (ADRO) dengan sentimen negatif dari penutunan batubara new castle dan produksi selama kuartal II menjadi alasan untuk akumulasi saham ini. Selain itu soal penurunan produksi karena curah hujan yang tinggi sudah tercermin dari koreksi 2.125 menjadi 2.000. ADRO merupakan emiten batubara kapitalisasi terbesar dan berpotensi rebound ke 2.300.

Saham ADRO disarankan beli dengan target harga di 2.300 dari penutupan pekan kemarin di 2.075. Strategi cut loss di 2.050 dan kedua di 2.000 dengan cut loss di 1.960.

Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan kenaikan laba yang tipis di semester I dan optmisme mengenai pertumbuhan penjualan produksi gas untuk proyeksi kinerja semester II. Hal ini setidaknya dapat menopang kenaikan lebih lanjut PGAS. Sebab lebih dari dua pekan saham PGAS terkonsolidasi.

Saham PGAS disarankan beli dengan target harga di 4.300 dari penutupan pekan lalu di 4.100. Strategi masuk pertama di 4.075 dan kedua di 4.025 dengan cut loss di 4.100.

Saham Bank Jabar Banten (BJBR) dengan sentimen positif dari kondisi tingkat BI rate yang tidak naik dapat mendorong pertumbhan ekspansi kredit. Selain itu upaya mengurangi kredit macet sehingga emiten pemain mikro ini dapat meneruskan kenaikan mencetak all time high di atas 1.450. Saham BJBR memiliki ROE/NPM09 yang mirip dengan BBRI. Namun valuasi lebih murah.

Saham BJBR disarankan beli dengan target harga di 1.500 dari penutupan pekan kemarin di 1.300. Strategi masuk pertama di 1.270 dan kedua di 1.220 dengan cut loss di 1.150.

Saham Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) dengan kenaikan harga minyak di asumsi RAPBN 2010-2011 setidaknya dapat menunjjang skenario untuk menyesuaikan tarif jual ke PLN. Curah hujan yang berlebihan di bulan Juni-Juli menyebabkan produksi terganggu seharusnya membuat suplai berkruang. Akibatnya harga batubara domestik akan naik.

Saham PTBA disarankan beli dengan target harga di 17.050 dari penutupan pekan lalu di 16.350. Strategi masuk pertama di 16.300 dan kedua di 15.900 dengan cut loss di 15.700. [hid]
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik pada transaksi Rabu (4/8) masih berpeluang menguat. Investor bisa memilih saham di sektor perbankan ataupun pertambangan.

Mohamad Reza, analis dari Erdhika Securities mengatakan, pasar saat ini masih mengkhawatirkan tekanan inflasi yang lebih besar hingga akhir tahun. Hal ini memberi tekanan pada pergerakan bursa saham domestik. “Namun, selama indeks masih berada di atas 2.900, bursa masih konsolidasi. Karena secara teknikal belum ada perubahan menjadi down trend,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, tingkat inflasi Juli yang di atas ekspektasi pasar, dikhawatirkan akan memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010. Apalagi inflasi hingga akhir tahun belum memasukkan faktor kenaikan TDL, harga barang menjelang Lebaran, dan tahun baru.

Selain itu, dengan dana asing yang masih terus mengalir, ada kemungkinan BI akan meredam inflasi dengan cara menaikkan BI rate. Namun, suku bunga yang tinggi justru akan menarik lagi investasi ke Indonesia, mengingat tingkat bunga di negara lain masih rendah. ”Inilah yang menyebabkan imported inflation karena apresiasi nilai tukar,” ujarnya.

Dengan kinerja emiten semester pertama 2010 yang relatif bagus, target harga lama yang digunakan para fund manager sudah hampir tercapai. Ini berarti harus ada profit taking. Namun, karena ada indikasi pertumbuhan semester dua

Sumber : INILAH.COM
Chart forBank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI.JK)
31/07/2010 – 16:35
Inilah Daftar Emiten Layak Transaksi Marjin per Agustus!

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertahankan daftar emiten yang layak transaski margin dan short selling, untuk periode perdagangan Agustus 2010 sama dengan Juli.

BEI mempertahankan 37 saham yang layak transaksi marjin dan yang layak short selling sebanyak 32 saham. Hal ini disampaikan Andre P.J Toelle, Kadiv Perdagangan Saham BEI dan Poltak Hotradero, Pjs Kadiv Riset BEI dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip INILAH.COM , Sabtu (31/7). Pentatapan tersebut akan mulai berlaku per 2 Agustus 2010.

Berikut daftar saham untuk transaksi margin :

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

4. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

5. PT Astra International Tbk (ASII)

6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

9. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

10. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

11. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

12. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

13. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

14. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

15. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

16. PT Delta Dukia Makmur Tbk (DOID)

17. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

18. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO)

19. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

20. PT Indika Energy Tbk (INDY)

21. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

22. PT Indosat Tbk (ISAT)

23. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

24. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

25. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

26. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

27. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

28. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

29. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

30. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

31. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

32. PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

33. PT Timah (Persero) Tbk (TINS)

34. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

35. PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP)

36. PT United Tractors Tbk (UNTR)

37. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Sedang yang termasuk daftar saham untuk transaksi short sell :

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

4. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

5. PT Astra International Tbk (ASII)

6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

9. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

10. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

11. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

12. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

13. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

14. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

15. PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

16. PT Delta Dukia Makmur Tbk (DOID)

17. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

18. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

19. PT Indika Energy Tbk (INDY)

20. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

21. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

22. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

23. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)

24. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

25. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

26. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

27. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

28. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

29. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)

30. PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

31. PT Timah (Persero) Tbk (TINS)

32. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

33. PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP)

34. PT United Tractors Tbk (UNTR) [cms]

Laba emiten naik 36,94%
OLEH ARIF GUNAWAN S. & FAHMI ACHMAD Bisnis Indonesia

https://i1.wp.com/epaper.bisnis.com/Publications/Bisnisindonesia/BI/2010/08/02/photographs/001/02_08_2010_001_079_011.jpg

JAKARTA: Membaiknya daya beli masyarakat dan mengge liatnya pembangunan infrastruktur serta permintaan ekspor mendorong laba bersih emiten per semester I secara kumulatif naik 36,94% dari Rp39,36 triliun menjadi Rp53,90 triliun. Kinerja lapis kedua meroket
Berdasarkan data dari 322 laporan keuangan emiten yang dikumpulkan Bisnis Indonesia Intelligence Unit, PT Astra International Tbk masih berada di pucuk daftar emiten dengan nilai laba tertinggi per Juni 2010.

Emiten berkode saham ASII ini mencetak kenaikan pendapatan 38% menjadi Rp61,9 triliun dan laba bersih melesat 52% menjadi Rp6,4 triliun. Namun, tercatat masih ada 122 emiten dengan laba yang terkoreksi.

Kepala Riset Recapital Securities Pardomuan Sihombing mengatakan kinerja positif emiten per Juni 2010 mencerminkan pulihnya kinerja perusahaan-perusahaan nasional berorientasi ekspor, yang pada tahun lalu masih tertekan dampak resesi global.

Hal ini terlihat dari fakta emiten lapis kedua menduduki posisi 20 besar perusahaan yang membukukan pertumbuhan laba bersih tertinggi. Mereka adalah perusahaan kayu lapis, kabel, kaca, hingga nikel yang mengandalkan pasar luar negeri.

PT Indah Kiat Pulp & Papar Tbk menduduki posisi puncak dengan kenaikan laba bersih 90.544% selama 6 bulan pertama tahun ini. Perseroan membalikkan posisi rugi bersih Rp901,61 juta pada Juni tahun lalu menjadi laba bersih Rp871,79 miliar per Juni 2010.

“Tingginya pertumbuhan laba bersih emiten lapis kedua ini wajar, karena skala bisnis mereka masih kecil sehingga pertumbuhan kinerja ratusan persen terhitung wajar terjadi,“ kata Pardomuan kepa da Bisnis, kemarin.

Di sisi lain, lanjutnya, kinerja perusahaan yang berorientasi pasar domestik makin menguat karena ditopang daya beli masyarakat. Inilah yang memicu laba bersih Astra naik hingga 52%.

Menurut Pardomuan, kunci keunggulan Astra hingga menjadi emiten berlaba terbesar bertumpu pada strategi diversifikasi yang tepat.
Bisnis pengolahan sumber daya alam dan komoditas masih menjadi faktor yang mendominasi keuntungan kelompok usaha itu.

Gabungan laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk dan PT United Tractors Tbk saja mencapai Rp2,54 triliun, setara dengan 40% laba bersih grup.
Angka ini lebih tinggi dari bagi hasil keuntungan (share of result) sektor otomotif dan jasa keuangan penunjang, Rp2,3 triliun.

“Hasil yang cukup baik di sektor alat berat dan infrastruktur membantu penurunan kontribusi agribisnis dan kontrak penambangan batu bara. Astra melewati semester I/2010 dengan baik dan siap menghadapi tantangan pada semester kedua,“ ujar Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto, pekan lalu.

Khusus untuk sektor otomotif, pangsa pasar penjualan mobil Astra pada semester I/2010 ini sedikit tertekan. Prijono menambahkan total penjualan mobil nasional sepanjang semester I/2010 naik 76% sebesar lebih dari 370.000 unit, sedangkan penjualan mobil Grup Astra tumbuh 71% menjadi 208.000 unit. “Ini berarti, pangsa pasar sedikit menu run menjadi 56%,“ paparnya.

Pembangunan infrastruktur juga relevan dengan peningkatan kontribusi penjualan terhadap keuntungan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Pada semester I tahun ini laba Indocement naik 39,9% menjadi Rp1,64 triliun.

Direktur Utama Indocement Daniel Lavalle menjelaskan penjualan domestik meningkat dari sebanyak 5,33 juta ton pada semester I/2009 menjadi 6,25 juta ton pada semester I/2010. Dampaknya pangsa pasar perseroan naik menjadi 31,2% dari 29,7%.

“Kenaikan pangsa pasar perseroan didu kung oleh kelebihan kapasitas yang saat ini dimiliki, mengingat Indocement meru pakan satu-satunya produsen semen di In donesia yang memiliki kelebihan kapasitas yang signifikan untuk memenuhi pertum buhan pasar domestik yang tinggi saat ini,“ ujar Direktur Utama Indocement Da niel Lavalle pekan lalu.

Di sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menjadi emiten de ngan laba tertinggi sebesar Rp4,32 triliun atau naik 22,8%. Pencapaian per semes ter I itu membuat BRI berada di urutan kedua di bawah Astra International.

Namun dari sisi pertumbuhan, bank yang dipimpin Sofyan Basir itu masih di bawah Bank Mandiri yang naik 38% menjadi Rp4,06 triliun, BNI melonjak 61% menjadi Rp1,93 triliun dan Bank Pak nin yang meroket 115% menjadi Rp859 miliar.

Orientasi domestik Dirut BRI Sofyan Basir mengatakan pi haknya pada tahun ini membidik peroleh an laba sekitar Rp8 triliun, lebih besar dibandingkan dengan akhir tahun lalu Rp7,31 triliun.

Menurut dia, perseroan akan men dorong margin bunga bersih (net interest margin/NIM) untuk turun, tetapi manaje men bisa meningkatkan pendapatan dari pertumbuhan ekspansi kredit.

“NIM itu akan kami turunkan terus, kami sudah turun 2% dalam 2 tahun, dari 11% ke 9,4%. Mengapa mempersempit NIM? Kami turun terus biar orang lain nggak masuk. Sesak napas mereka kalau masuk,“ kata Sofyan akhir pekan lalu.

Pardomuan menjelaskan gejala pemu lihan kinerja ini kemungkinan berlang sung hingga akhir tahun, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang berorientasi pasar domestik.

Mengiringi laporan kinerja semester I/2010 sepanjang Juli, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat dan ditutup menembus level psikologi 3.000 pada 21 Juli.

Analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono menyebutkan saham-saham lapis kedua menjadi bidikan investor. (10) (arif.gunawan@ bisnis.co.id/fahmi.achmad@bisnis.co.id)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s