1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

harga saham2 yg gw ikutan … 120810_290715 29 Juli 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:31 am

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, ada dua emiten yang masuk ke dalam Indeks Likuiditas Bursa Efek Jakarta (Indeks LQ45) periode Agustus 2015 hingga Januari 2016.

“Ada dua saham baru yang masuk ke dalam perhitungan indeks LQ45, yaitu PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON),” kata Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Eko Siswanto, seperti mengutip data BEI, Rabu (29/7/2015).

Selain itu, ada dua saham yang keluar dari daftar saham indeks LQ45, yaitu PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Ciputa Development Tbk (CTRA).

Dengan masuk atau keluarnya emiten di Indeks LQ45, maka saham-saham yang tertera dalam perhitungan indeks LQ45 untuk periode Agustus 2015 sampai Januari 2016, sebagai berikut:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
2. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
3. PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
4. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
5. PT Astra International Tbk (ASII).
6. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).
7. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
8. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
9. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
10. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
11. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
12. PT Global Mediacom Tbk (BMTR).
13. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
14. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
15. PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL).
16. PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
17. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
18. PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
19. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
20. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP).
21. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
22. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).
23. PT Kalbe Farma Tbk (KBLF).
24. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
25. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).
26. PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP).
27. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).
28. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
29. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).
30. PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).
31. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).
32. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).
33. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
34. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
35. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).
36. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
37. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).
38. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
39. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
40. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
41. PT United Tractors Tbk (UNTR).
42. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
43. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
44. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).
45. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

 

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/07/29/416505/bei-kedatangan-dua-emiten-baru-di-indeks-lq45
Sumber : METROTVNEWS.COM

 

… hari kamis 12 agustus 2010 ini ditandai oleh koreksi bursa global, banyak investor YANG CEMAS … gw malah berhasil meraup laba dari KECEMASAN sesama investor dengan melakukan strategi BELI RENDAH, JUAL TINGGI, dan TAKTIK JEPIT, coba baca posting gw ini : http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/08/12/kebetulan-abis/

^JKSE 5:00AM EDT 3,025.64 Down 9.67 Down 0.32% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 75.00 Down 3.57% 45,755,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Down 25.00 Down 1.20% 48,748,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,580.00 Down 50.00 Down 3.07% 99,107,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,300.00 Down 100.00 Down 1.06% 15,558,000
BNII.JK 4:59AM EDT 295.00 Down 5.00 Down 1.67% 1,238,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 78.00 Down 2.00 Down 2.50% 27,165,000
ELSA.JK 4:59AM EDT 335.00 Down 5.00 Down 1.47% 8,812,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,325.00 Down 25.00 Down 0.75% 4,438,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,050.00 Down 25.00 Down 0.61% 7,045,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 870.00 Up 70.00 Up 8.75% 11,774,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 570.00 Up 10.00 Up 1.79% 9,337,000
KIJA.JK 5:00AM EDT 92.00 0.00 0.00% 17,924,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 128.00 Up 20.00 Up 18.52% 47,941,500
BLTA.JK 5:00AM EDT 250.00 0.00 0.00% 76,538,000

Saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) yang mengalami tekanan jual sepertinya memperkuat posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk bergerak di area negatif hingga akhir transaksi sesi pertama Kamis 12 Agustus 2010.

Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, ramainya aksi ambil untung (profit taking) pemodal terhadap saham-saham big caps tersebut terimbas tekanan jual di bursa regional dan global yang memicu pelemahan Dow Jones semalam dan indeks Asia hari ini. “Saham berkapitalisasi besar itu terutama di grup Astra,” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta.

Namun, dia mengakui, bursa masih aktraktif karena masih didukung aksi beli investor terhadap sejumlah saham lapis kedua (second liner). “Pada sesi dua nanti penurunan akan tertahan, sebab sepertinya terjadi selektif beli di second liner atau middle liner,” ujar Robin.

Di BEI, saham big caps yang melemah paling besar (top looser) dan ikut mendorong pelemahan IHSG lebih jauh di antaranya saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang terkoreksi Rp300 atau 1,56 persen ke level Rp18.850, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp250 (1,21 persen) di posisi Rp20.300, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 atau 0,69 persen menjadi Rp35.700.

IHSG pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini melemah 14,35 poin (0,48 persen) ke level 3.020,97. Pelemahan itu melanjutkan awal transaksi pagi ini yang terkoreksi 28,99 poin atau 0,96 persen di posisi 3.006,32.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,35 triliun dan volume tercatat 3,72 juta lot dengan frekuensi 44.357 kali. Sebanyak 58 saham menguat, 128 melemah, 73 stagnan, serta 220 saham tidak terjadi transaksi.

Indeks bursa Asia saat IHSG sesi pertama ditutup sebagian besar juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 307,44 poin atau 1,44 persen di posisi 20.987,10, Nikkei 225 melemah 146,55 poin (1,58 persen) ke level 9.146,30, dan Straits Times terkoreksi 28,11 poin atau 0,96 persen menjadi 2.921,04.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB berada di posisi 9.002 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut bercokol di level 8.958 per dolar AS. (art)

Sumber : VIVANEWS.COM
Rabu, 11/08/2010 16:09 WIB
Kena Imbas Regional, IHSG Terpotong 21 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

^JKSE 5:00AM EDT 3,035.32 Down 21.84 Down 0.71% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,100.00 Down 50.00 Down 2.33% 21,550,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,075.00 Down 25.00 Down 1.19% 29,407,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,630.00 Down 30.00 Down 1.81% 50,950,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,400.00 Down 150.00 Down 1.57% 5,787,000
BNII.JK 4:49AM EDT 300.00 Down 5.00 Down 1.64% 1,902,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 80.00 Down 2.00 Down 2.44% 22,130,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 340.00 Up 5.00 Up 1.49% 76,458,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,350.00 Down 25.00 Down 0.74% 2,975,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,075.00 0.00 0.00% 8,919,500
MAPI.JK 4:58AM EDT 800.00 0.00 0.00% 1,632,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 560.00 0.00 0.00% 10,177,500
KIJA.JK 4:59AM EDT 92.00 Down 1.00 Down 1.08% 75,917,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 108.00 Down 5.00 Down 4.42% 16,653,000
BLTA.JK 5:00AM EDT 250.00 Down 10.00 Down 3.85% 121,726,000

Jakarta – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya semakin tak terbendung. Berlanjutnya pelemahan saham PT Astra International Tbk (ASII) dan perbankan membuat IHSG terpangkas cukup besar.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung terkoreksi akibat melemahnya saham-saham perbankan dan PT Astra International Tbk (ASII). IHSG dibuka melemah 8,707 poin (0,28%) ke level 3.048,454.

IHSG konsisten melemah meski tidak sebesar pada awal perdagangan. Rebound sebagian saham-saham perbankan mampu menahan kemerosotan IHSG lebih lanjut sehingga pada sesi I, IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 4,153 poin (0,14%) ke level 3053,008.

Pelemahan IHSG semakin membesar pada sesi II seiring semakin melemahnya saham-saham berkapitalisasi besar. Pada perdagangan Rabu (11/8/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 21,843 poin (0,71%) ke level 3035,318. Indeks LQ 45 juga melemah 4,663 poin (0,80%) ke level 577,721.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 8.975 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 8.955 per dolar AS.

Bursa-bursa Asia pada Rabu ini mauoritas juga bergerak melemah.

Indeks Komposit Shanghai menguat 12,21 poin (0,47%) ke level 2.607,50.
Indeks Hang Seng melemah 179,06 poin (0,83%) ke level 21.294,54.
Indeks Nikkei-225 melemah 258,20 poin (2,70%) ke level 9.292,85.
Indeks Straits Times melemah 32,04 poin (1,07%) ke level 2.952,25.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 84.032 kali pada volume 4390 juta lembar saham senilai Rp 2,67 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 115 saham turun dan 79 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain ASII turun Rp 700 menjadi Rp 46.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 menjadi Rp 19.150, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 550 menjadi Rp 20.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 5900, BRI turun Rp 150 menjadi Rp 9.400.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 8.800, BNI (BBNI) naik Rp 25 menjadi Rp 3000, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8,450.

(qom/qom)

^JKSE 5:00AM EDT 3,057.16 Down 25.44 Down 0.83% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,150.00 Down 25.00 Down 1.15% 36,228,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,100.00 Down 25.00 Down 1.18% 47,041,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,660.00 Down 10.00 Down 0.60% 55,951,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,550.00 0.00 0.00% 8,498,500
BNII.JK 4:58AM EDT 305.00 Up 5.00 Up 1.67% 2,901,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 82.00 Down 1.00 Down 1.20% 13,127,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 335.00 Down 5.00 Down 1.47% 20,459,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,375.00 Down 50.00 Down 1.46% 5,121,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,075.00 Down 25.00 Down 0.61% 12,919,500
MAPI.JK 4:58AM EDT 800.00 Down 10.00 Down 1.23% 5,533,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 560.00 Down 10.00 Down 1.75% 38,825,500
KIJA.JK 4:59AM EDT 93.00 0.00 0.00% 36,110,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 113.00 Down 3.00 Down 2.59% 3,448,500
BLTA.JK 5:00AM EDT 260.00 Down 5.00 Down 1.89% 122,904,500

10/08/2010 – 16:20
Aneka Industri Pimpin IHSG Turun
Asteria

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik akhirnya berisitirahat, setelah menguat signifikan beberapa sesi terakhir. Sektor aneka industri memimpin penurunan bursa terbesar.

Pada perdagangan Selasa (10/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 25,437 poin (0,83%) ke level 3057,161. Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 5,829 poin (0,09%) ke level 582,384.

Indeks saham sepanjang perdagangan berada di teritori merah. Dibuka melemah 0,32% ke level 3.072, indeks terus merosot hingga pada sesi siang bertengger di angka 3.063. Namun, maraknya aksi ambil untung terus memaksa indeks turun hingga ditutup di 3.057.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG mengalami pelemahan, seiring koreksi di bursa regional Asia. Apalagi IHSG sudah menguat dalam empat hari berturut – turut. Penguatan bursa Wall Street dan harga minyak yang bertahan di atas US$ 81 per barel, gagal mengangkat sentimen positif di pasar, “Investor pun memanfaatkan momentum ini untuk aksi ambil untung,” katanya.

Menurutnya, pasar saat ini menantikan sidang Dewan Gubernur The Fed yang diselenggarakan nanti malam. Terutama apakah diperlukan stimulus tambahan, setelah rilisnya data tenaga kerja yang di bawah estimasi ekonom. “Mereka mengantisipasi hasil yang mengecewakan dari tingginya harapan terhadap langkah yang akan diambil bank sentral AS,” ujarnya.

Semua sektor membukukan pelemahan, dengan sector aneka industri memimpin koreksi terbesar mencapai 2,3%. Disusul sektor perkebunan yang turun 1,6%, manufaktur 0,9%, tambang dan infrastruktur 0,8%, finansial 0,7%, perdagangan dan industri dasar yang turun 0,4%, properti dan konsumsi 0,3%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup sepi, dimana volume transaksi trercatat sebesar 3166 juta lembar saham, senilai Rp 2,968 triliun dan frekuensi 74.008 kali. Sebanyak 59 saham naik, 132 saham turun dan 77 saham stagnan.

Kendati melemah, asing masih mencatatkan transaksi beli, dimana nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp54 miliar. Dengan rincian nilai transaksi beli sebesar Rp926 miliar dan nilai transaksi jual mencapai Rp872 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.300 menjadi Rp 47.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) anjlok Rp350 ke Rp38.800, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.400, United Tractor (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 19.550, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 350 menjadi Rp 21.100, BCA (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 6000.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 menjadi Rp 8.700, Trada Maritime (TRAM) naik Rp 10 menjadi Rp 580, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 650.

Koreksi IHSG didukung pelemahan bursa regional Asia, seperti indeks Komposit Shanghai yang melemah 77,26 poin (2,89%) ke level 2.595,27, indeks Hang Seng melemah 327,99 poin (1,50%) ke level 21.473,60, indeks Nikkei di Tokyo melemah 21,44 poin (0,22%) ke level 9.551,05. [mdr]

^JKSE 5:00AM EDT 3,082.60 Up 22.00 Up 0.72% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,175.00 Down 25.00 Down 1.14% 22,865,000
ADRO.JK 4:59AM EDT 2,125.00 0.00 0.00% 51,556,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,670.00 Up 10.00 Up 0.60% 58,247,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,550.00 Up 150.00 Up 1.60% 12,177,500
BNII.JK 4:59AM EDT 300.00 Up 5.00 Up 1.69% 4,415,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 83.00 0.00 0.00% 12,834,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 340.00 0.00 0.00% 11,317,500
INDY.JK 4:59AM EDT 3,425.00 Down 25.00 Down 0.72% 5,307,500
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,100.00 Up 25.00 Up 0.61% 19,052,000
MAPI.JK 4:59AM EDT 810.00 Up 60.00 Up 8.00% 7,199,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 570.00 Up 20.00 Up 3.64% 43,140,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 93.00 Up 1.00 Up 1.09% 41,344,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 116.00 Down 3.00 Down 2.52% 6,799,000
BLTA.JK 5:00AM EDT 265.00 Down 5.00 Down 1.85% 101,722,000

ihsgw stabil = 3860

ihsgw total 11 = 2286.18

ihsgw total 13 = 1950.53

ihsgw total 14 = 1830.14

ihsgw stabil = 3860

gain thd 19/03/10: +23.76%
ihsgw total 11 = 2286.18;  gain thd 16/04/10: +1.17%

ihsgw total 13 = 1950.53 gain thd 21/07/10: +1.12%

ihsgw total 14 = 1830.14; gain thd 060810 : +0.8%

Senin, 09/08/2010 16:07 WIB
IHSG Melesat 22 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini naik 22 poin seiring dengan aksi beli selektif pada sebagian besar saham-saham unggulan. Penguatan bursa Eropa di atas 1% juga memberikan angin segar bagi IHSG.

IHSG dibuka turun tipis ke level 3.057,548 dan kemudian balik arah menguat ke level 3.082,785, naik 22 poin dari penutupan akhir pekan kemarin di level 3.060,593.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat jatuh ke zona merah lantaran terseret sentimen bursa-bursa regional Asia yang didera aksi jual. Untungnya, aksi beli selektif berhasil mengangkat IHSG ke zona positif.

BUrsa-bursa regional pun kemudian berbalik arah dan menyambangi teritori positif pada sesi siang. Bursa-bursa Eropa yang dibuka menguat dengan rata-rata lebih dari 1% ikut memberikan angin segar bagi IHSG.

Aktivitas investor asing juga didominasi aksi beli sebesar Rp 246,176 miliar.

Pada perdagangan Senin (9/8/2010), IHSG ditutup menguat 22,005 poin (0,71%) ke level 3.082,598. Indeks LQ45 juga menguat 4,574 poin (0,78%) ke level 588,213.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup stabil di level 8.930 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 8.940 per dolar AS.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 89.361 kali pada volume 2,895 miliar lembar saham senilai Rp 2,983 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 82 saham turun dan 85 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia bergerak variatif:
Indeks Shanghai naik 14,14 poin (0,53%) ke level 2.672,53.
Indeks Hang Seng menguat 122,79 poin (0,57%) ke level 21.801,59.
Indeks Nikkei-225 turun 69,63 poin (0,72%) ke level 9.572,49.

Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.100 ke Rp 18.050, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 39.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 21.450, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 9.550.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 300 ke Rp 16.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 1.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 18.850, Lonsum (LSIP) turun Rp 100 ke Rp 9.700.

(dro/qom)

09/08/2010 – 08:29
IHSG Hari Ini Diuji di Kisaran 3.049-3.072

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan Senin (9/8), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.049-3.072.

Penguatan IHSG akhir pekan lalu masih ditopang oleh positifnya sentimen yang terjadi di pasar. Pergerakan dari EMA-20 dan EMA-50 yang telah mengarah ke atas, membuat IHSG berpotensi untuk kembali memasuki

uptrend channel jangka pendeknya.

Namun, yang patut diperhatikan adalah volume

kembali melemah dengan berada di bawah rata-rata dari 20 harinya. Hal ini bisa menjadi faktor yang dapat menahan laju IHSG.

Sementara itu, pembentukan trend naik pada Stochastic masih membuka peluang bertambahnya minat beli dari pelaku pasar. “Hari ini pergerakan indeks diperkirakan pada kisaran 3.049-3.072,” Trimegah Securities dalam ulasan pasarnya hari ini. [cms]
Senin, 09/08/2010 07:02 WIB
Ulasan Sepekan
IHSG dan Pola Stabilitas Sambut Puasa
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu lalu bergerak sangat fluktuatif. Setelah ditutup turun 0,34% pada hari senin pekan lalu, IHSG kemudian anjlok 2,79% pada perdagangan hari selasa walaupun kemudian menguat sebesar 2.90% selama 3 hari berturut-turut. Bila dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya IHSG pekan ini ditutup turun 0,28%.

Analis dari BNI, Muhammad Fikri mengatakan, sesuai dengan prediksi, pelemahan IHSG tersebut didorong oleh aksi profit taking yang dilakukan oleh investor mengingat bursa saham Indonesia sudah mengalami area jenuh beli.

Bila dibandingkan dengan kenaikan yang terjadi pada bursa saham Singapura, Jepang, China dan Hongkong, kenaikan bursa saham Indonesia memang sangat signifikan, sehingga wajar apabila IHSG terkoreksi cukup dalam walaupun tidak ada sentimen negatif yang muncul.

Berbeda halnya dengan IHSG, indeks Dow Jones sebagai Indeks acuan dunia pekan lalu justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. kenaikan tersebut masih didorong oleh sentimen tumbuhnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan di Amerika pada kuartal II-2010 sehingga menumbuhkan kepercayaan investor.

Sebanyak 443 dari 500 perusahaan yang terdaftar di S&P500 telah merilis laporan keuangannya, dimana 75% dari perusahaan tersebut membukukan pendapatan diatas ekspektasi para analis.

“Kuatnya sentimen dari sektor riil tersebut mampu mengabaikan sentimen negatif dari kondisi makro amerika yang justru mengalami penurunan,” jelas Fikri dalam reviewnya yang dikutip detikFinance, Senin (8/8/2010).

Ia menambahkan, setelah menguat pada hari-hari sebelumnya indeks Dow Jones melemah sebesar 0,2% pada perdagangan hari jumat pekan lalu sebagai dampak dari menurunnya angka ketenagakerjaan AS. seperti diberitakan, pada jumat pekan lalu pemerintah Amerika mengumumkan bahwa ekonomi Amerika kehilangan 131.000 pekerjaan pada bulan juli, angka tersebut jauh dari prediksi analis di angka 65.000. Departemen ketenaga kerjaan Amerika menjelaskan bahwa melambatnya pertumbuhan pekerjaan di Amerika didorong oleh lemahnya pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta.

“Terus munculnya sentimen negatif mengenai kondisi makro ekonomi amerika dan akan berakhirnya sentimen laporan keuangan emiten diprediksi akan mendorong investor di bursa amerika untuk melakukan profit taking lebih cepat,” urai Fikri.

Walau demikian, lanjut dia, sentimen tersebut tidak akan berimbas signifikan terhadap bursa saham Indonesia minggu ini mengingat IHSG secara tekhnikal telah mengalami koreksi yang cukup dalam minggu lalu.

“Dari dalam negeri, bursa saham Indonesia minggu depan akan memasuki masa ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada masa ramadhan transaksi yang terjadi di bursa saham Indonesia cenderung tipis baik itu secara volume maupun value,” ungkapnyua.

Kondisi tersebut terjadi karena banyak investor yang akan cenderung keluar dari bursa untuk memenuhi keperluan finansialnya selama ramadhan dan mengurangi aktivitasnya di bursa saham.

Walau demikian, Fikri meyakini kondisi tersebut tidak berarti IHSG akan jatuh, mengingat sejarahnya IHSG justru selalu memberikan gain yang signifikan selama bulan ramadhan disamping itu IHSG minggu lalu juga telah mengalami koreksi yang cukup dalam.

“Oleh karena itu IHSG minggu ini diprediksi akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, penguatan IHSG tersebut akan didorong oleh pembelian selektif khususnya terhadap perusahaan-perusahaan dengan kinerja positif berdasarkan laporan keuangan yang telah dirilis pada kuarter kedua 2010,” urainya.

(qom/qom)

BI Rate Sukses Redam Koreksi Tajam Bursa
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Sepekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,28%. Sentimen negatif dari tingginya tingkat inflasi dan wacana redenominasi, akhirnya mampu diredam dengan bertahannya BI rate di 6,5%.

Muramnya bursa akhir pekan lalu, masih berlanjut pada hari pertama perdagangan IHSG. Koreksi pada saham penggerak, seperti ASII dan saham perbankan, menekan indeks dari level tertingginya. Namun, membaiknya bursa Asia dan dibukanya bursa Eropa di zona positif, meredam kekhawatiran pasar, sehingga indeks turun moderat ke level 3.058,979.

Tingkat inflasi Juli tercatat 1,57% (MoM), dengan besaran inflasi Januari-Juli (Ytd) sebesar 4,02%, dan inflasi tahunan (YoY) 6,22%. Rilisnya data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang lebih tinggi dari ekspektasi ekonom, menimbulkan kekhawatiran investor akan peningkatan BI Rate dan adanya pemangkasan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010.

Apalagi inflasi hingga akhir tahun belum memasukkan faktor kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), harga barang menjelang Lebaran, dan tahun Baru. Saham sektor perbankan seperti BBRI dan BMRI pun memimpin penurunan bursa terbesar.

Belum reda dampak negatif tingginya inflasi, BI sudah menyuarakan wacana pemotongan nilai nominal mata uang (redenominasi) rupiah. Ketenangan para investor pun terusik. Hal ini ditambah spekulasi sanering yang memicu beralihnya investor dari saham ke aset aman, seperti dolar AS. Alhasil, terjadi aksi jual besar-besaran, yang menyebabkan IHSG pada Selasa (3/8) terjungkal 2,78% ke bawah 3.000, tepatnya 2.973,656.

Semua sektor terpantau melemah, dimana sektor aneka industri membukukan koreksi terbesar mencapai 4,4%, dengan saham ASII anjlok Rp 2.450 ke Rp 47.500. Tergelincirnya emiten otomotif ini, menyeret jatuhnya saham di grup Astra lainnya, seperti AUTO, UNTR dan AALI.

Namun, IHSG memang tidak perlu menunggu lama untuk pulih. Meski kondisi saham unggulan masih jenuh beli, sejumlah besar investor asing mulai masuk ke bursa, mengindikasikan koreksi akan bersifat terbatas dan temporer.

Respon negatif investor atas wacana redenominasi rupiah juga mereda, setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada level 6,5%. Hal itu ditopang pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal kedua sebesar 5,9%. “Pasar kini lebih realistis memandang prospek market domestik,” ujarnya. Viviet S Putri, analis Anugerah Securindo Indah.

Saham sektor perkebunan mulai bangkit dan menunjukkan taringnya di hari ketiga perdagangan. Kenaikan saham CPO dipicu rally harga palm oil yang kini menembus level 2.600 RM. Kondisi ini merespon berlarutnya iklim yang tidak kondusif, menyusutnya cadangan Malaysia dan antisipasi Ramadhan.

Pada Rabu (4/8), indeks berhasil menguat sembilan poin ke level 2.983. Di tengah minimnya sentimen ini, beberapa saham yang terkoreksi dalam, kembali diakumulasi investor. Seperti saham perbankan BBRI, BMRI, BBNI, dan BDMN.

Namun, apresiasi ini terhambat aksi jual investor asing terhadap ASII dan saham sektor consumer seperti GGRM, MYOR, KLBF, INDF dan saham semen seperti SMGR dan INTP.

Nico Omer Jonckheere, Vice President Research Valbury Asia Securities mengatakan, meski IHSG terimbas profit taking akibat memburuknya bursa global dan regional, serta koreksi harga minyak dari rekor tertingginya di US$81 per barel, ada sentimen positif dari penguatan bursa saham di Eropa.

“Dorongan optimisme muncul dari kinerja laba beberapa bank terkemuka Eropa seperti BNP Paribas dan HSBC,”ujarnya

Pada keesokan harinya, indeks melaju 61 poin dan kembali menembus level psikologis 3.000. Hampir seluruh saham unggulan yang sebelumnya jatuh oleh aksi profit taking, seperti ASII, UNTR, AALI, BBCA, BBRI atau BMRI, kembali diburu investor.

Penguatan ini terjadi seiring sentimen positif Wall Street yang direspon bursa regional Asia. Apalagi harga saham unggulan sudah terdiskon cukup banyak, “Investor pun menggunakan kesempatan ini untuk kembali membeli saham,” ujar Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang.

Posisi indeks pun semakin mapan, hingga akhir pekan ini ditutup naik 15 poin ke level 3.060,593.Kondisi ini menyusul optimisme bursa global dan mulai masuknya saham-saham unggulan ke area oversold. Dua hari terakhir perdagangan, sektor perkebunan masih mendominasi penguatan, dengan melesat 5,4, dengan saham LSIP, AALI dan SGRO, menjadi penggerak bursa.

Data ekonomi AS datang silih berganti, membuat fluktuasi pergerakan indeks di Wall Street. Seperti data pertumbuhan ekonomi AS yang turun ke 2,4% pada kuartal kedua 2010, kemudian data ISM manufacturing index dan data construction spending yang lebih baik.

Sementara pasar tenaga kerja yang mencatat kenaikan 42 ribu dari sektor jasa, dan ekspansi di sektor jasa, terlihat dari naiknya ISM service sector index menjadi 54,3, sempat mengindikasikan AS akan terhindar dari resesi lanjutan. Meski rilisnya data initial jobless claim yang naik menjadi 479 ribu, terbesar sejak April, kembali meredam semangat Dow Jones.[mdr]
06/08/2010 – 16:05

^JKSE 5:00AM EDT 3,060.59 Up 15.65 Up 0.51% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,200.00 Up 100.00 Up 4.76% 68,008,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,125.00 Up 75.00 Up 3.66% 113,584,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,660.00 Down 10.00 Down 0.60% 78,527,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,400.00 Down 50.00 Down 0.53% 12,123,500
BNII.JK 5:00AM EDT 295.00 Up 5.00 Up 1.72% 1,961,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 83.00 Down 3.00 Down 3.49% 31,995,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 340.00 Down 5.00 Down 1.45% 7,496,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,450.00 Up 25.00 Up 0.73% 7,131,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,075.00 Up 75.00 Up 1.88% 15,086,000
MAPI.JK 5:00AM EDT 750.00 Up 80.00 Up 11.94% 8,910,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 550.00 Up 10.00 Up 1.85% 16,554,000
KIJA.JK 5:00AM EDT 92.00 0.00 0.00% 40,666,000
ASIA.JK 5:00AM EDT 119.00 Down 4.00 Down 3.25% 7,030,000
BLTA.JK 5:00AM EDT 270.00 Down 5.00 Down 1.82% 139,546,500

ihsgw stabil =  3828.75 ; gain thd 19/03/10: +22.76%

ihsgw total 11 = 2266.18; gain thd 16/04/10: +1.11%

ihsgw total 13 = 1933.76; gain thd 21/07/10: +0.2%

ihsgw total 14 (antm, adro, asia,  blta, bumi, bbri, bnii, elsa, indy, kija, mapi, pgas, trub, wika) =  1814.92

Akhir Pekan,IHSG Ditutup Naik 15,65 Poin

(inilah.com/ Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (6/8) ditutup naik 15,65 poin (0,51%) ke level 3.060,59. Volume perdagangan mencapai 2,8 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,2 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 107 saham naik, 106 saham masih menguat dan 72 saham stagnan. Indeks saham JII naik 2,02 poin ke 477,17 dan LQ45 naik 2,8 poin ke 583,64.

Adapun saham-saham yang naik ialah Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rpq.000 ke Rp172.000, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp550 ke Rp16.950, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp350 ke Rp21.200, Medco Energi International (MEDC) naik Rp275 ke Rp3.300, Sumber Alfaria Trijaya (AMRI) naik Rp220 ke Rp1.110.

Sementara itu, saham-saham yang turun ialah Goodyear Indonesia (GDYR) turun Rp500 ke Rp12.600, Mayora Indah (MYOR) turun Rp450 ke Rp7.500, Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun Rp300 ke Rp5.900. [hid]
060810: sesi I

^JKSE 12:30AM EDT 3,048.56 Up 3.62 Up 0.12% 0
ANTM.JK 12:27AM EDT 2,100.00 0.00 0.00% 4,679,500
ADRO.JK 12:29AM EDT 2,075.00 Up 25.00 Up 1.22% 11,795,000
BUMI.JK 12:29AM EDT 1,650.00 Down 20.00 Down 1.20% 43,989,000
BBRI.JK 12:29AM EDT 9,450.00 0.00 0.00% 4,610,000
BNII.JK Aug 5 290.00 0.00 0.00% 668,000
TRUB.JK 12:28AM EDT 86.00 0.00 0.00% 4,043,000
ELSA.JK 12:27AM EDT 340.00 Down 5.00 Down 1.45% 5,657,000
INDY.JK 12:26AM EDT 3,375.00 Down 50.00 Down 1.46% 5,723,000
PGAS.JK 12:29AM EDT 4,075.00 Up 75.00 Up 1.88% 6,676,000
MAPI.JK 12:29AM EDT 720.00 Up 50.00 Up 7.46% 1,959,000
WIKA.JK 12:28AM EDT 540.00 0.00 0.00% 7,917,000
KIJA.JK 12:24AM EDT 91.00 Down 1.00 Down 1.09% 6,126,500
ASIA.JK 12:14AM EDT 122.00 Down 1.00 Down 0.81% 969,000
BLTA.JK 12:29AM EDT 270.00 Down 5.00 Down 1.82% 99,928,000

050810:

^JKSE 5:00AM EDT 3,044.94 Up 61.69 Up 2.07% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,100.00 0.00 0.00% 27,310,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 25.00 Up 1.23% 33,380,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,670.00 Down 40.00 Down 2.34% 111,541,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,450.00 Up 250.00 Up 2.72% 25,541,000
BNII.JK 4:59AM EDT 290.00 Down 5.00 Down 1.69% 3,971,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 86.00 Down 1.00 Down 1.15% 14,333,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 345.00 Up 5.00 Up 1.47% 13,956,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,425.00 0.00 0.00% 10,201,500
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,000.00 0.00 0.00% 10,226,000
MAPI.JK 4:57AM EDT 670.00 Up 40.00 Up 6.35% 1,923,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 540.00 Up 30.00 Up 5.88% 42,385,000
KIJA.JK 5:00AM EDT 92.00 0.00 0.00% 59,557,500
ASIA.JK 5:00AM EDT 123.00 Up 1.00 Up 0.82% 3,821,500
BLTA.JK 5:00AM EDT 275.00 Up 30.00 Up 12.24% 591,947,000

ihsgw stabil = 3817.5

ihsgw total 11 =     2238.72

ihsgw total 13 =         1910.84

Pertumbuhan Ekonomi Dongkrak Indeks
Kamis, 05 Agustus 2010 | 16:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Optimisme investor akan pertumbuhan ekonomi domestik menjadi pendorong indeks kembali diatas level 3.000 sejak awal perdagangan. Saham unggulan seperti saham kelompok Astra, Bank BCA, Unilever, serta PT Telkom memimpin penguatan saham lainnya.

Pengumuman data pertumbuhan ekonomi domestik triwulan II 2010 yang tumbuh 6,2 persen dibanding triwulan yang sama tahun lalu mampu memicu lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (5/8) indeks ditutup di level 3.044,941, atau menguat 61,694 poin (2,07 persen) dibanding posisi kemarin di 2.983,247.

Volume perdagangan mencapai 4,05 miliar unit, dengan nilai transaksi Rp 4,1 triliun, serta frekwensi 109 ribu kali. Sebanyak 154 saham naik, 48 saham turun, serta 71 saham tidak mengalami perubahan harga. Dan investor asing mencatatat pembelian bersih sebesar Rp 146 miliar.

Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk., Purwoko Sartono menjelaskan antisipasi pengumuman data pertumbuhan ekonomi yang diyakini masih cukup bagus memberi sentimen positif bursa lokal. “Suku bunga patokan BI Rate yang dipertahankan pada level 6,5 persen membuat investor kembali memburu saham membuat indeks naik cukup signifikan,” paparnya.

Harga minyak yang masih bertahan di atas US$ 82 pr barel, serta harga saham unggulan yang sudah murah karena mengalami koreksi yang cukup dalam sebelumnya juga menjadi alasan investor melakukan akumulasi saham. “Ditambah lagi rupiah juga kembali menguat,” ujarnya.

Saham – saham yang mendongkrak indeks antara lain: Astra International melonjak Rp 2.250 ke level Rp 48.750, Bank BCA naik Rp 200 ke Rp 5.950, Unilever menguat Rp 450 ke Rp 16.700, Bank BRI naik Rp 250 ke Rp 9.450, Astra Agro Lestari naik Rp 1.650 ke Rp 20.850, serta united Tractor menguat Rp 750 ke Rp 19.750 per saham.

Purwoko memprediksikan di akhir pekan besok indeks akan bergerak dalam kisaran terbatas antara 3.030 hingga 3.080.

Ancaman inflasi yang masih tinggi di kwartal ketiga ini membuat pergerakan indeks dalam jangka pendek akan cenderung fluktuatif. “Namun, untuk jangka panjang indeks masih berpotensi menguat,” imbuhnya.

VIVA B. K
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan Kamis (5/8/2010) pagi, melaju menembus kembali level 3.000.

Pukul 09.44 IHSG sesi pertama sudah naik 0,92 persen atau 27,49 poin menjadi 3.010,739. Saham-asham sektor perkebunan, aneka industri dan manufaktur memimpin laju indeks.

Sementara indeks Kompas 100 juga meningkat 0,99 persen, kemudian indeks LQ45 menguat 1,00 persen, sert Jakarta Islamic Index bertambah 1,28 persen.

Kemarin IHSG akhirnya ditutup pada area positif atau rebound tipis dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya.

Menurut analis riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono, pergerakan IHSG kemarin yang cenderung fluktuatif masih dibayangi oleh sentimen negatif dari merambat naiknya inflasi ditengah berakhirnya euforia laporan keuangan. Di sisi lain, saham perbankan tampak mulai rebound setelah beberapa hari sempat dibayangi oleh kekhawatiran akan naiknya suku bunga.

“Kami perkirakan indeks masih akan bergerak volatile dengan trend mendatar/konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang. Faktor pergerakan bursa regional tampaknya akan kembali menjadi katalis penggerak indeks hari ini. Kisaran support-resistance 2.971-3.012,” sebutnya.

Sumber : KOMPAS.COM
Kamis, 05/08/2010 07:42 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Coba Tembus Lagi 3000
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis setelah bergerak fluktuatif. IHSG sempat menembus lagi level 3000 sebelum akhirnya terpangkas oleh profit taking dan ditutup menguat tipis.

Pada perdagangan Rabu (4/8/2010), IHSG akhirnya ditutup menguat 9,591 poin (0,32%) ke level 2983,247. Indeks LQ 45 juga menguat 0,805 poin (0,14%) ke level 568,915.

Dengan melihat penguatan bursa-bursa utama dunia, IHSG diprediksi akan kembali mencoba menembus level 3000. Namun investor masih akan berhati-hati di tengah ancaman tingginya inflasi dan berakhirnya euforia menyambut laporan keuangan. IHSG pada perdagangan Kamis (5/8/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat.

Bursa Wall Street berhasil menguat dalam transaksi yang sangat tipis menyambut berbagai data perekonomian yang positif. Investor merespons baik data ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI di Amerika yang lebih baik.

Pada perdagangan Rabu (4/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 44,05 poin (0,41%) ke level 10.680,43. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 6,78 poin (0,61%) ke level 1.127,24 dan Nasdaq menguat 20,05 poin (0,88%) ke level 2.303,57.

Bursa Jepang membuka perdagangan Kamis dengan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 151,00 poin (1,59%) ke level 9.640,34.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG akhirnya ditutup pada area positif atau rebound tipis dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya. Pergerakan IHSG cenderung yang fluktuatif masih dibayangi oleh sentimen negatif dari merambat naiknya inflasi ditengah berakhirnya euforia laporan keuangan. Disisi lain, saham perbankan tampak mulai rebound setelah beberapa hari sempat dibayangi oleh kekhawatiran akan naiknya suku bunga. Kami perkirakan indeks masih akan bergerak volatile dengan trend mendatar/konsolidasi untuk beberapa waktu mendatang. Faktor pergerakan bursa regional tampaknya akan kembali menjadi katalis penggerak indeks hari ini. Kisaran support-resistance 2.971-3.012.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari rabu IHSG ditutup menguat 9 point (+0.32%) dimana terjadi rebound setelah saham-saham bangking bergerak karena kebijakan BI untuk mempertahankan BI rate di kisaran 6.5%, pada hari ini asing melakukan net sell sebesar 200 milliar tapi asing melakukan net buy di sector perkebunan dan sector perbankan dan dari chart juga terlihat pada hari ini IHSG membentuk pola doji dan memerlukan konfirmasi pada hari ini, dari RSI dan stochastic terlihat IHSG telah keluar dari area overbought dan bersiap untuk rebound dan pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 2940 -3000 dengan saham yang dapat diperhatikan BBRI,BMRI, LSIP,GZCO.

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 9.59 point menjadi 2983.25 (0.32%). Penguatan saham-saham sektor keuangan menyusul sentimen positif dari Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate 6.5% sehingga menjadi salah satu penopang penguatan indeks. Secara teknikal indeks berpeluang menguat terbatas dengan pergerakannya dikisaran 2950-3020. Saham rekomendasi kami adalah BBRI dan BMRI.

(qom/qom)
040810:

^JKSE 5:00AM EDT 2,983.25 Up 9.59 Up 0.32% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,100.00 0.00 0.00% 11,287,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 30,807,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,710.00 Down 10.00 Down 0.58% 38,571,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,200.00 Up 150.00 Up 1.66% 30,907,000
BNII.JK 4:59AM EDT 295.00 0.00 0.00% 1,500,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 87.00 0.00 0.00% 16,579,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 340.00 Down 5.00 Down 1.45% 28,524,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,425.00 Up 25.00 Up 0.74% 9,557,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,000.00 Up 25.00 Up 0.63% 10,017,500
MAPI.JK 4:58AM EDT 630.00 Down 10.00 Down 1.56% 1,963,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 510.00 0.00 0.00% 24,670,500
KIJA.JK 4:59AM EDT 92.00 Up 1.00 Up 1.10% 39,979,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 122.00 Down 2.00 Down 1.61% 3,810,500

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih dibayangi tekanan jual akibat adanya aksi ambil untung investor pada transaksi hari ini, Rabu, 4 Agustus 2010

“Belum adanya sentimen positif dari faktor eksternal maupun internal mendorong IHSG cenderung terkoreksi,” kata Gifar Indra Sakti, analis PT Sucorinvest Central Gani kepada VIVAnews di Jakarta.

Dia memproyeksikan, IHSG hari ini berpotensi bergerak menuju kisaran level batas bawah (support) 2.931 dan batas atas (resistance) 3.050.

Pada transaksi kemarin, indeks kembali ditutup negatif setelah terkoreksi 85,32 poin atau 2,79 persen ke level 2.973,65 dari perdagangan Senin, yang berada di posisi 3.056,98 atau melemah 10,30 poin (0,34 persen).

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup sebagian besar bergerak positif seperti indeks Hang Seng menguat 44,87 atau 0,21 persen di posisi 21.457,66 dan Nikkei 225 naik 123,70 poin (1,29 persen) ke level 9.694,01.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Selasa sore waktu New York atau Rabu dini hari WIB juga bergerak negatif.

Indeks harga saham Dow Jones terkoreksi 38,00 poin (0,36 persen) menjadi 10.636,38, Standard & Poor’s 500 melemah 5,40 poin atau 0,48 persen ke level 1.120,46, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 11,84 poin (0,52 persen) di posisi 2.283,52.

Sumber : VIVANEWS.COM
Rabu, 04/08/2010 07:35 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Belum Kuat Melangkah
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya terpuruk tajam hingga di bawah level 3100. Kabar seputar redenominasi digabungkan dengan sentimen tingginya inflasi membuat investor untuk sementara memilih keluar dari pasar saham.

Pada perdagangan Selasa (3/8/2010), IHSG ditutup anjlok 85,323 poin (2,78%) ke level 2.973,656. Indeks LQ 45 juga melemah tajam 18,158 poin (3,09%) ke level 568,110.

Potensi koreksi IHSG masih ada di tengah bursa-bursa utama dunia yang juga sedang melemah. Investor akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk mencari petunjuk soal arah kebijakan moneter kedepan setelah kemarin BPS mengumumkan angka inflasi yang cukup mengejutkan.

IHSG pada perdagangan Rabu (4/8/2010) diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis.

Bursa Wall Street akhirnya mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak tajam. Kombinasi antara laporan keuangan Procter & Gamble Co dan data belanja konsumen serta perumahan yang mengecewakan membuat Dow Jones ditutup melemah.

Pada perdagangan Selasa (3/8/2010), indeks Dow Jones melemah 38 poin (0,36%) ke level 10.636,38. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 5,40 poin (0,48%) ke level 1.120,46 dan Nasdaq melemah 11,84 poin (0,52%) ke level 2.283,52.

Sementara Bursa Jepang juga dibuka langsung mengalami koreksi. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Rabu ini dengan penurunan 87,19 poin (0,87%) ke level 9.609,58.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Kekhawatiran inflasi yang akan terus meningkat serta wacana redenominasi rupiah menjadi sentimen negatif yang mendorong indeks turun pada perdagangan kemarin. Hal tersebut menjadi alasan bagi investor untuk melanjutkan aksi ambil untung. IHSG ditutup turun pada posisi 2.973,656 (-2,78%). Kami perkirakan indeks akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada hari ini. Proyeksi support-resistance 2.940-2.996.

eTrading Securities:

IHSG pada hari ini melemah 85 point (-2.79%) dikarenakan aksi profit taking yang terjadi pada market, terlihat pada hari ini asing melakukan penjualan sebesar 600 milliar di regular market dan terlihat tekanan jual paling besar pada hari ini ada pada ASII, dari stochastic dan RSI terlihat telah keluar dari area overbought walaupun belum terlihat adanya tanda-tanda reversal dan pada hari ini IHSG ditutup di kisaran support 2971, pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 2942 – 3000.

(qom/qom)

^JKSE 5:00AM EDT 2,973.66 Down 85.32 Down 2.79% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 2,100.00 Down 25.00 Down 1.18% 52,773,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 25.00 Down 1.22% 82,788,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,720.00 Down 10.00 Down 0.58% 73,524,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,050.00 Down 400.00 Down 4.23% 39,861,500
BNII.JK 4:57AM EDT 295.00 Down 5.00 Down 1.67% 2,481,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 87.00 Down 1.00 Down 1.14% 68,719,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 345.00 0.00 0.00% 17,453,000
INDY.JK 4:59AM EDT 3,400.00 Down 25.00 Down 0.73% 16,255,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 3,975.00 Down 75.00 Down 1.85% 21,812,500
MAPI.JK 4:59AM EDT 640.00 Up 10.00 Up 1.59% 5,813,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 510.00 Down 10.00 Down 1.92% 31,375,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 91.00 Down 4.00 Down 4.21% 68,274,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 124.00 Down 2.00 Down 1.59% 9,110,500

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bercokol di teritori negatif pada akhir perdagangan sesi pertama, Senin 2 Agustus 2010, setelah dibuka menguat pada awal transaksi.

Menurut Gina Novrina Nasution, analis PT Reliance Securities Tbk, kenaikan inflasi Juli tahun ini sebesar 6,22 persen dari periode sama 2009 (yoy) atau 1,57 persen (mom) menjadi sentimen negatif ke pasar saham. “Laporan inflasi yang tinggi membuat tekanan pada perdagangan saham saat ini,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Sedangkan indeks regional, menurut dia, yang biasanya menjadi acuan pemodal domestik sedang bergerak positif.

Gina juga mengakui, tekanan jual yang dimotori saham-saham bank dan infrastruktur papan atas (blue chips) turut mendorong terkoreksinya IHSG.

Saham-saham itu di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

IHSG pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini melemah 12,74 poin (0,41 persen) ke level 3.056,54. Pelemahan itu bertolak belakang dari pembukaan indeks transaksi pagi yang menguat 8,30 poin atau 0,27 persen di posisi 3.077,57.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,70 triliun dan volume tercatat 4,17 juta lot dengan frekuensi 60.831 kali. Sebanyak 86 saham menguat, 109 melemah, 71 stagnan, serta 215 saham tidak terjadi transaksi.

Terlihat, saham bank dan infrastruktur yang mengontribusi pelemahan IHSG cukup besar di antaranya ASII yang terkoreksi Rp700 atau 1,38 persen ke level Rp50.000, BBRI melemah Rp250 (2,52 persen) di posisi Rp9.650, dan TLKM turun Rp100 atau 1,18 persen menjadi Rp8.350.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG sesi pertama ditutup bergerak positif. Indeks Hang Seng naik 274,39 poin atau 1,30 persen di posisi 21.304,20, Nikkei 225 menguat 40,32 poin (0,42 persen) ke level 9.577,62, dan Straits Times terangkat 26,47 poin atau 0,89 persen menjadi 3.014,17.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg, rupiah pukul 11.30 WIB berada di posisi 8.942 per dolar AS. (art)

Sumber : VIVANEWS.COM

EKONOMI
02/08/2010 – 05:43
IHSG Pekan Ini Siap Melaju ke 3.200
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Meski valuasi tinggi, indeks saham bertenaga untuk tetap menguat. Sebab, arus capital inflow masih mengalir deras. Hanya faktor inflasi yang jadi sedikit sandungan.

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, masih adanya potensi penguatan indeks saham pekan ini, salah satunya karena faktor capital inflow yang masih deras ke pasar domestik di pekan lalu. Artinya, menurut Ukie, asing masih terus masuk ke bursa.

Sementara itu, investor asing biasanya masuk untuk jangka panjang sehingga tidak mungkin langsung ‘kabur’ di pekan ini. Itulah alasan mengapa indeks masih tetap menyimpan kekuatan terus menguat. “Meskipun valuasi indeks sudah relatif tinggi di level 15,2 kali,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (30/7).

Dalam sepekan ke depan, Ukie memperkirakan, IHSG ^JKSE akan bergerak dalam kisaran support 3.000 dan resistance 3.124. “Sedangkan untuk Senin (2/8) awal pekan, indeks akan melaju dalam rentang support 3.050 dan 3.104 sebagai level resistance-nya,” ujarnya.

Pada perdagangan Jumat (30/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 27,536 poin (0,89%) ke level 3069,280. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang melemah 6,911 poin (1,16%) ke level 589,925.

Lebih jauh, Ukie mengatakan, pada saat indeks melemah akhir pekan lalu, net sell hanya mencapai Rp20 miliar. Angka ini, dinilainya tidak signifikan dibandingkan net buy. Sebab, net buy sehari sebelumnya mencapai Rp1,2 triliun.

“Artinya, tekanan beli sebenarnya masih lebih tinggi daripada tekanan jual,” paparnya. Ini juga berarti, koreksi indeks di pekan lalu, hanya faktor profit taking setelah indeks memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah dengan level tertingginya 3.104,08.

Potensi penguatan indeks, lanjut Ukie, juga dipicu penguatan nilai tukar rupiah yang sudah menembus level psikologis 9.000. Akhir pekan lalu, mata uang RI ini menguat ke level 8.933/8.943 per dolar AS. Alhasil, rupiah sudah membentuk ekuilibrium penguatan baru. “Ini semakin memperkuat argumen masih derasnya arus capital inflow ,” imbuh Ukie.

Namun, Ukie menambahkan, yang dikhawatirkan pasar saat ini, adalah inflasi Juli yang berpeluang naik. Angka inflasi Juli yang dirilis awal pekan ini Juli mencapai 1%. Inflasi ini bisa memicu profit taking di awal pekan sehingga indeks saham berpotensi melemah.

“Tapi, saya yakin hingga akhir pekan indeks akan menguat,” timpal Ukie. Sebab, indeks mendapat topangan dari invesment grade RI yang naik. Apalagi, kinerja emiten di kuartal kedua cukup positif seiring membaiknya perekonomian Indonesia .

Karena itu, dengan membaiknya kinerja, peluang untuk mendapat dividend yield pun semakin besar. “Dilihat dari sisi keamanan investasi pun pasar melihat positif,” timpalnya.

Karena itu, Ukie berkeyakinan, indeks akan terus menguat hingga mencapai level 3.200. “Setelah level ini dicapai, baru indeks akan mengalami pembalikan arah (reversal) pada tren pelemahan,” ungkapnya.

Adapun sektor saham penggerak indeks pekan ini adalah telekomunikasi, alat berat, dan infrastruktur. Beberapa saham pilihan Ukie adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Telkom (TLKM), PT Hexindo Adiperkasa (HEXA), PT United Tractors (UNTR), PT Japfa Confeed Indonesia (JPFA), dan PT Jasa Marga (JSMR). “Saya rekomendasikan trading buy saham-saham tersebut,” pungkas Ukie. [mdr]
02/08/2010 – 06:42
Potensi ‘Trading Buy’ Saat Koreksi
Natascha & Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, bursa domestik diperkirakan akan melanjutkan pelemahan. Namun, masih ada potensi trading buy dengan trailing stop untuk saham-saham unggulan.

Vice President, Research & Analysis Valbury Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, indeks hari ini berpeluang melemah. Semua faktor menunjukkan bursa rentan koreksi, terindikasi dari indikator teknikal yang jenuh beli dan valuasi yang tinggi. “Hati-hati dengan kenaikan indeks karena saat ini sudah overbought dengan valuasi di atas 20 kali,” ujarnya kepada INILAH.COM,, kemarin.

Menurutnya, pasar saat ini masih menunggu koreksi yang besar. Namun, trigger-nya belum muncul. Salah satunya karena indeks Dow Jones yang bertahan di atas 10.000. Ia menilai, sebenarnya Wall Street masih berpeluang turun karena masih dalam tren head and shoulder di 9.800. “Bila Dow tembus 9.800, indeks Asia akan jatuh. Terutama karena korelasi indeks regional dan Dow Jones yang sangat erat,” ucapnya.

Adapun potensi Dow Jones menembus level 9.800 sangat besar. Terindikasi dari pelambatan ekonomi AS pada semester dua 2010. Terkait hal tersebut, imbuhnya, meski ada kenaikan di Bursa Efek Indonesia, investor sebaiknya menggunakan trailing stop, yakni melepas saham yang turun dari total profit di hari yang sama untuk mengamankan profit.

“Trailing stop ini bisa dikatakan menaikkan stop loss. Misalnya, investor semula berharap gain 10%, sekarang tidak perlu sampai 10% sudah lepas. Trailing stop ini mengikuti pergerakan IHSG, sehingga investor untuk jangka pendek, sebaiknya mengikuti pola,” katanya.

Di tengah situasi seperti ini, Nico menyarankan beberapa saham seperti PT Astra International (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), PT Summarecon Agung (SMRA ) dan PT Barito Pacific (BRPT). “Investor sebaiknya trading buy dengan trailing stop untuk saham-saham ini,” pungkasnya.

Pada perdagangan Jumat (30/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 27,536 poin (0,89%) ke level 3069,280. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat ramai, dimana volume transaksi tercatat 6.063 miliar lembar saham, senilai Rp3,267 triliun dan transaksi 125.309 kali. Sebanyak 87 saham naik, 126 turun dan 64 saham stagnan.

Penurunan bursa didukung aksi jual asing yang mencatatkan transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp21 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi jual mencapai Rp879 miliar dan nilai transaksi beli mencapai Rp858 miliar. [mdr]
Wahyu Sidarta
Associate Analyst Vibiz Research Center
Semester I Bursa Asia Konsolidasi; IHSG Terbaik
Rabu, 14 Juli 2010 14:55 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Asia saat ini sudah muncul sebagai raksasa ekonomi di perekonomian global, sejak terjadinya krisis finansial 2008 lalu. Walau ikut terhantam oleh krisis tersebut, perekonomian Asia dapat bangkit jauh lebih cepat dibandingkan ekonomi kawasan lainnya.

Peran Asia juga terus bertambah besar dalam mengkoordinasi kebijakan-kebijakan ekonomi global, terutama melalui G-20 yang di mana sudah ada 6 negara Asia yang bergabung di dalamnya, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat membuat Asia lebih menarik di mata investor dibandingkan kawasan lainnya. Artinya, Asia merupakan salah satu tujuan investasi utama saat ini.

IHSG Terbaik, Disusul SET Thailand

Dari perbandingan beberapa indeks saham regional Asia di atas, tercatat selama semester I-2010 IHSG-lah yang pertumbuhannya paling baik, disusul oleh SET Thailand. Untuk SET, penguatan yang terjadi cukup wajar mengingat pada bulan April-Mei lalu sempat anjlok tajam akibat adanya ketidakstabilan politik di Thailand (pemberontakan “kaos merah”). Diluar kedua indeks tersebut, indeks lainnya justru tercatat mengalami pelemahan terutama Shanghai SE Composite yang anjlok tajam selama semester I-2010 ini sekitar 27,10%.

Chart IHSG

Chart Dow Jones-DJI

Sedangkan jika dibandingkan dengan indeks Dow Jones Amerika Serikat, performa IHSG juga jauh lebih baik. IHSG selama semester I-2010 berhasil ditutup menguat sekitar 13,13%, sedangkan indeks Dow Jones justru membukukan penurunan sebesar 6,3%.

Outlook Semester II-2010 Masih Waspada

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Asia masih terus berlangsung sampai paruh pertama 2010, walau adanya ancaman baru di pasar finansial global yang berasal dari Eropa.

Di semester II-2010 ini, IMF merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia 2010 menjadi 7,5% dibandingkan proyeksi April kemarin sebesar 7,0%.

Kecepatan dan faktor pendorong pertumbuhan ekonomi akan bervariasi di setiap negara regional Asia. Misalkan Indonesia, dengan sektor ekspor yang terus pulih dan permintaan domestik yang terbukti tetap kuat sepanjang 2009 dan berjalannya tahun 2010 ini, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 6,0% tahun ini dan 6,2% di tahun 2011.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Asia tampak optimis, sebenarnya risiko masih cukup besar untuk paruh kedua 2010 ini. Krisis finansial yang terjadi di zona Eropa dapat berdampak negatif bagi Asia dari sisi perdagangan dan finansial, di mana sektor ekspor yang cukup berkontribusi terhadap ekonomi negara-negara Asia seperti Indonesia dapat kembali terpukul.

Ditambah lagi pemulihan ekonomi Amerika Serikat tampak berlangsung lamban. Tingginya tingkat pengangguran, permintaan domestik yang lemah, hutang yang membengkak dan sektor properti yang masih rawan akan membuat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat cenderung tertekan. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, tentunya akan mempersulit manajemen ekonomi di Asia.

Lalu China, sebagai motor ekonomi Asia, tentu apa yang terjadi di China akan berpengaruh signifikan ke negara-negara Asia lainnya. China sendiri menghadapi ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi, di mana di tahun 2010 diperkirakan akan tumbuh 10,5% dan menurun menjadi 9,6% di tahun 2011.

Kesimpulannya, semester II-2010 secara umum masih penuh dengan ketidakpastian. Jika melihat ancaman yang ada, ekonomi secara global justru terancam stagnan. Dengan demikian, bursa Asia diperkirakan masih akan bergerak volatile, sambil menunggu kepastian ekonomi global lebih lanjut.

Khusus untuk Indonesia, outlook ekonominya bisa dikatakan lebih optimis. Walaupun banyak ancaman eksternal, permintaan domestik yang kuat diperkirakan tetap menjadi pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungkinan bagi IHSG untuk menembus kisaran 3000 tahun ini karena sudah kian dekatnya.

Selamat berinvestasi dan tetap waspada !!

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)
Alfred Pakasi
Market Outlook 2 – 7 August 2010
Sabtu, 31 Juli 2010 20:30 WIB

 

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu bertahan di atas level 3000 dan mencetak rekor tertinggi penutupan pasar yang baru di 3096. Hal ini sejalan dengan prediksi pasar pada minggu lalu dengan level resistance 3100. Derasnya arus modal asing selama bulan Juli ini yang berkisar Rp13-14 triliun ke pasar modal dan SUN, serta baiknya laporan penerimaan keuangan sejumlah emiten besar telah mengangkat IHSG dari sekitar level 2865 di awal bulan ke 3100. Untuk minggu ini (2 – 6 Agustus), IHSG kemungkinan akan mulai lebih lambat pertumbuhannya. Dalam jangka menengah indeks akan berpeluang ke level 3230. Untuk sepekan kedepan, peluang koreksi pasar mungkin terjadi. Pergerakan pasar regional harus selalu diperhatikan. Leval resistance IHSG untuk satu minggu kedepan adalah level psikologis 3100 dan berikutnya 3160, sedangkan level support mingguan masih pada 3000 dan kemudian 2945.

Untuk indikator ekonomi global, seperti biasa pada minggu awal bulan akan dirilis banyak berita penting. Di antaranya adalah pengumuman suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), Bank of England (BOE) dan European Central Bank (ECB), selain itu adalah rilis pengangguran (Non Farm Employment Change) Amerika. Selengkapnya rilis data ekonomi yang perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: diisi dengan rilis ISM Manufacturing yang merupakan indeks industri di Amerika pada Senin malam; Pending Home Sales pada Selasa malam; lalu ISM Non Manufacturing yang merupakan perkembangan indeks sektor jasa serta ADP Non-Farm Employment Change tentang data pengangguran awal; juga seperti biasa klaim pengangguran mingguan pada Kamis malam; serta yang sering ditunggu pasar adalah Non-Farm Employment Change atau NFP pada Jumat malam bersama data tingkat pengangguran (unemployment rate).
• Dari kawasan Inggris dan Eropa: data sektor jasa Services PMI di Inggris pada Rabu sore; pengumuman suku bunga bank sentral Inggris (BOE) yang diperkirakan bertahan di 0.5%, dan juga suku bunga Eropa (ECB) yang diperkirakan bertahan di 1.0% pada Kamis petang; serta tingkat produksi manufaktur Inggris di Jumat sore.
• Dari Australia: pengumuman suku bunga RBA pada Selasa pagi di mana kemungkinan akan bertahan pada rate 4.50%.

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar kembali melorot pada minggunya yang ke-8 secara berturut-turut dengan indeks dollar (USD Index) berada di level 81’an dari 88 di bulan Juni lalu. Pelambatan pertumbuhan ekonomi Amerika dengan pertumbuhan GDP kuartal dua 2010 yang sebesar 2.4% per tahunnya dari 3.7% di kuartal sebelumnya telah menekan mata uang negeri Paman Sam ini. Di sisi lain, secara teknikal penguatan euro mulai terbatas minggu lalu, kurang berhasil melanjutkan rally melewati level 1.31 yang masih menjadi resistance terdekat untuk minggu ini dan level mingguan berikutnya di 1.34. Sementara itu, level support tetap sekitar 1.2737 dan kemudian 1.2527.

Mata uang poundsterling minggu lalu perkasa dalam rally-nya di minggu yang ke-8, seperti diprediksikan minggu lalu bahwa sterling masih dalam up-trend-nya. Pengumuman suku bunga pada Kamis nanti menjadi perhatian pasar untuk arah GBPUSD ini. Teknikal level resistance terdekat sekarang pada 1.58 dan berikutnya 1.6080, sementara untuk support-nya di level 1.54 dan berikutnya pada 1.5120. Untuk USDJPY, minggu lalu dollar merosot lagi terhadap yen, dengan kurs dollar yen berada di sekitar $86 yang merupakan level terendahnya untuk tahun ini. Kurs berhenti di sekitar prediksi support minggu lalu. Minggu ini pasar akan lebih perhatikan sejumlah rilis data ekonomi. Kisaran level support USDJPY mingguan pada 84.83, sementara resistance-nya sekarang di 88.16 dan selanjutnya pada 89.17.

Untuk pasar di stock index futures, minggu lalu pasar fluktuatif dengan rally di awal minggu lalu koreksi pasar di akhir minggu memangkas gain sebelumnya, sesuai dengan prediksi. Untuk pasar Nikkei futures kisaran pasar masih sama dengan minggu sebelumnya, dimana level support mingguan di 9165 dan resistance terdekatnya masih di 9820, yang kalau tembus akan bergerak ke arah resistance berikut di level psikologis 10000. Data ekonomi akan menjadi penggerak arah pasar. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong untuk minggu ini level support terdekat di 20720; sedangkan level resistance mingguan terdekatnya berada di level 21250 dan berikutnya 21650.

Bursa saham Wall Street minggu lalu secara umum masih rally oleh kembali membaiknya laporan keuangan sejumlah korporasi di semester pertama 2010, walaupun di akhir minggu gain bursa disedot profit taking investor. Untuk minggu ini, pasar akan memandang rilis data indeks manufacturing dan pengangguran di Amerika. Investor sebaiknya jeli melihat hasil rilis tersebut. Range pasar indeks Dow Jones Industrial tidak banyak berubah dari minggu sebelumnya, dengan level resistance mingguannya berada di sekitar 10580 dan berikutnya akan menuju ke 10725, sedangkan support berada di 10058.

Untuk pasar emas, pada minggu lalu berada dalam bias tertekan sesuai prediksi. Juli ini telah menjadi bulan kejatuhan harga emas terbesar untuk tahun 2010, sehingga akhir minggu terjadi rebound setelah sentuh level support-nya. Untuk sepekan kedepan emas masih berpeluang berada di sekitar bawah $1200 per troy ounce. Harga emas akan berada antara level support sekitar $1155 dan berikutnya $1135, sementara resistance pada level $1200 dan selanjutnya $1220 per troy ounce-nya.

Arah pasar investasi akan sangat dipengaruhi oleh data fundamental. Minggu ini cukup banyak yang harus diperhatikan investor untuk data tersebut. Yang perlu diperhatikan dalam mengamati data ini adalah melihat berapa prediksi pasar sebelumnya dari data yang akan dirilis. Perhatikan, pasar akan bereaksi cepat bila data actual berbeda secara significant dibandingkan data proyeksi. Sebaliknya, reaksi pasar akan relatif lambat bila actual data ternyata sesuai atau dekat dengan prediksi, baik angkanya lebih tinggi ataupun lebih rendah. Silakan disimak, dan tentukan “trading plan” Anda. Ini demi sukses invetasi Anda, pembaca setia Vibiznews! 300710:

^JKSE 12:30AM EDT 3,086.67 Down 10.15 Down 0.33% 0
ANTM.JK 12:24AM EDT 2,125.00 Down 25.00 Down 1.16% 6,354,500
ADRO.JK 12:24AM EDT 2,050.00 0.00 0.00% 3,234,500
BUMI.JK 12:24AM EDT 1,730.00 Up 10.00 Up 0.58% 14,916,000
BBRI.JK 12:24AM EDT 9,950.00 Down 100.00 Down 1.00% 1,119,500
BNII.JK 12:20AM EDT 300.00 Down 5.00 Down 1.64% 2,400,500
TRUB.JK 12:25AM EDT 88.00 0.00 0.00% 10,718,000
ELSA.JK 12:24AM EDT 340.00 Down 10.00 Down 2.86% 5,013,000
INDY.JK 12:24AM EDT 3,375.00 Up 25.00 Up 0.75% 4,657,500
PGAS.JK 12:24AM EDT 4,050.00 0.00 0.00% 3,037,000
MAPI.JK 12:22AM EDT 610.00 Up 10.00 Up 1.67% 290,000
WIKA.JK 12:24AM EDT 550.00 Down 20.00 Down 3.51% 9,369,500
KIJA.JK 12:24AM EDT 96.00 0.00 0.00% 136,714,000
ASIA.JK 12:05AM EDT 125.00 Up 1.00 Up 0.81% 588,000

ihsgw stabil (bbri, indy, adro, elsa) = 3928.75 (sesi 1)

ihsgw total 11 (antm, adro, bumi, bbri, bnii, trub, elsa, indy, pgas, mapi, wika) = 2288

ihsgw total 13( total 11, kija, asia) = 1953

230710:

^JKSE 5:00AM EDT 3,042.02 Up 32.10 Up 1.07% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 60.00 Up 3.02% 68,499,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 25.00 Up 1.23% 106,837,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,740.00 0.00 0.00% 117,210,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,950.00 Up 100.00 Up 1.02% 7,287,000
BNII.JK 4:57AM EDT 295.00 Up 5.00 Up 1.72% 1,471,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 93.00 0.00 0.00% 16,409,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 365.00 Up 5.00 Up 1.39% 12,267,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,325.00 Up 50.00 Up 1.53% 21,185,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,150.00 Up 50.00 Up 1.22% 46,271,000
MAPI.JK 4:33AM EDT 620.00 Up 10.00 Up 1.64% 10,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 520.00 Up 25.00 Up 5.05% 92,953,000
KIJA.JK 5:00AM EDT 96.00 Up 2.00 Up 2.13% 179,878,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 129.00 0.00 0.00% 6,105,500

ihsgw stabil =  3922.5; gain terhadap ihsgw per tgl 190310: 3118,75 = +25,7%

ihsgw total 11 = 2287.09; gain terhadap ihsgw per tgl 160410: 2241,09 = +2,05%

ihsgw total 13 = 1952,53; gain terhadap ihsgw per tgl 080710: 1844,92 = +5,8%

Kamis, 22/07/2010 16:13:54 WIB
Astra & Mandiri benamkan IHSG 0,12%
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi perdagangan II sore ini melemah 3,47 poin atau 0,12% dari posisi kemarin menjadi 3.009,92.

Indeks bergerak pada kisaran 2.997,30 – 3.019,01.

Dari 409 saham perusahaan yang menopang indeks, sebanyak 85 menguat, 125 melemah dan 199 tidak mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Astra International memotori penurunan indeks pada bursa dengan kontribusi sebesar 3,03 poin, disusul oleh Bank Mandiri 2,59 poin, United Tractors 2,08 poin, dan Bank Danamon sebesar 1,56 poin.

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks adalah Bank Central Asia dengan kontribusi 1,52 poin, disusul Bank Negara Indonesia 0,94 poin, Sarana Menara 0,89 poin, dan Bank Tabungan Negara 0,86 poin.

Penurunan IHSG tercermin dari kontribusi yang ditunjukkan enam indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Sektor jasa dan perdagangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar 50,18%, diikuti dengan utilisasi infrastruktur 42,05%, konstruksi dan properti 17,71%, aneka industri 12,97%, pertambangan 5,91%, dan consumer goods 0,61%.

Pelemahan IHSG pada penutupan sore ini juga terjadi pada Indeks BISNIS-27, yang ditutup turun 0,65 poin atau 0,24% menjadi 282,81. Indeks BISNIS-27 bergerak pada kisaran 281,46 – 283,94.(er)
220710:

^JKSE 5:00AM EDT 3,009.92 Down 3.48 Down 0.12% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,990.00 Down 35.00 Down 1.73% 12,471,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 26,389,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,740.00 Up 10.00 Up 0.58% 90,769,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,850.00 Down 100.00 Down 1.01% 10,863,000
BNII.JK 4:52AM EDT 290.00 Down 5.00 Down 1.69% 496,500
TRUB.JK 4:59AM EDT 93.00 Down 2.00 Down 2.11% 14,448,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 360.00 Down 5.00 Down 1.37% 9,715,500
INDY.JK 4:59AM EDT 3,275.00 Up 100.00 Up 3.15% 27,008,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,100.00 0.00 0.00% 27,142,000
MAPI.JK 2:59AM EDT 610.00 Up 10.00 Up 1.67% 14,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 495.00 0.00 0.00% 20,781,000
KIJA.JK 4:59AM EDT 94.00 Up 3.00 Up 3.30% 77,211,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 129.00 Down 1.00 Down 0.77% 4,424,000

ihsgw stabil = 3877.5

ihsgw total 11 = 2257.09

ihsgw total 13 = 1927

210710:

^JKSE 5:00AM EDT 3,013.40 Up 17.96 Up 0.60% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Up 55.00 Up 2.79% 48,109,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Up 25.00 Up 1.25% 56,157,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,730.00 Up 20.00 Up 1.17% 181,383,500
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,950.00 Up 200.00 Up 2.05% 8,273,000
BNII.JK 5:00AM EDT 295.00 Up 5.00 Up 1.72% 476,500
TRUB.JK 5:00AM EDT 95.00 Up 3.00 Up 3.26% 52,624,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 365.00 Up 10.00 Up 2.82% 20,895,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,175.00 0.00 0.00% 12,465,000
PGAS.JK 4:59AM EDT 4,100.00 Up 50.00 Up 1.23% 30,063,000
MAPI.JK 4:54AM EDT 600.00 0.00 0.00% 12,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 495.00 Down 5.00 Down 1.00% 17,397,500
KIJA.JK 4:59AM EDT 91.00 Up 1.00 Up 1.11% 22,255,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 130.00 Down 3.00 Down 2.26%

ihsgw stabil =  3878.75; gain terhadap ihsgw per tgl 190310: 3118,75 = +24,3%

ihsgw total 11 = 2259.54; gain terhadap ihsgw per tgl 160410: 2241,09 = +0,8%

ihsgw total 13 = 1928.92; gain terhadap ihsgw per tgl 080710: 1844,92 = +4,5%

ihsgw stabil =  3878.75; gain terhadap ihsgw per tgl 190310: 3118,75 = +24,3%

ihsgw total 11 = 2259.54; gain terhadap ihsgw per tgl 160410: 2241,09 = +0,8%

ihsgw total 13 = 1928.92; gain terhadap ihsgw per tgl 080710: 1844,92 = +4,5%

190710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,975.57 Down 16.88 Down 0.56% 0
ANTM.JK 4:59AM EDT 1,960.00 Down 10.00 Down 0.51% 8,588,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 1,990.00 Down 35.00 Down 1.73% 11,243,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,710.00 Up 10.00 Up 0.59% 145,222,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,750.00 Down 100.00 Down 1.02% 8,080,000
BNII.JK 4:56AM EDT 295.00 Up 5.00 Up 1.72% 299,000
TRUB.JK 4:59AM EDT 91.00 Up 1.00 Up 1.11% 30,056,500
ELSA.JK 4:59AM EDT 345.00 0.00 0.00% 29,220,500
INDY.JK 5:00AM EDT 3,150.00 Down 25.00 Down 0.79% 7,944,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,025.00 Down 75.00 Down 1.83% 16,940,500
MAPI.JK 3:17AM EDT 610.00 0.00 0.00% 42,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 510.00 Up 20.00 Up 4.08% 33,222,000
KIJA.JK 4:59AM EDT 89.00 0.00 0.00% 13,865,500
ASIA.JK 4:59AM EDT 121.00 Down 2.00 Down 1.63%

ihsgw stabil = 3,808.75

ihsgw total 11 = 2,043.27

ihsgw total 13 = 1,745.07

160710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,992.45 Up 11.85 Up 0.40% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,970.00 Up 10.00 Up 0.51% 10,201,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 27,517,500
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,700.00 Down 120.00 Down 6.59% 455,787,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,850.00 Up 50.00 Up 0.51% 4,938,500
BNII.JK 4:58AM EDT 290.00 0.00 0.00% 741,500
TRUB.JK 4:59AM EDT 90.00 Down 2.00 Down 2.17% 53,602,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 345.00 Down 10.00 Down 2.82% 20,115,000
INDY.JK 5:00AM EDT 3,175.00 Up 100.00 Up 3.25% 15,545,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,100.00 Up 75.00 Up 1.86% 46,228,500
MAPI.JK 4:58AM EDT 610.00 Down 10.00 Down 1.61% 15,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 490.00 Down 5.00 Down 1.01% 65,354,000
KIJA.JK 4:59AM EDT 89.00 Down 1.00 Down 1.11% 13,338,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 123.00 Down 6.00 Down 4.65% 5,319,500

ihsgw stabil = 3,848.75 … berarti gain (terhadap 19/03/10: 3,118.75) = +23.4% (djie sam soe :D)
ihsgw total 13 = 1,905.15 … berarti gain (terhadap 08/07/10: 1,844.92) = +3.2%

ihsgw stabil = 3,848.75 … berarti gain (terhadap 19/03/10: 3,118.75) = +23.4% (djie sam soe :D)

ihsgw total 11 = 2,232.27 … berarti gain (terhadap 16/04/10: 2,241.09) = -0.3%

ihsgw total 13 = 1,905.15 … berarti gain (terhadap 08/07/10: 1,844.92) = +3.2%

130710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,961.51 Up 2.72 Up 0.09% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,920.00 Down 20.00 Down 1.03% 14,603,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 0.00 0.00% 27,180,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,900.00 Down 20.00 Down 1.04% 136,250,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,800.00 Up 400.00 Up 4.26% 20,751,000
BNII.JK 4:55AM EDT 285.00 Up 5.00 Up 1.79% 3,072,500
TRUB.JK 4:59AM EDT 97.00 0.00 0.00% 25,591,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 360.00 Down 5.00 Down 1.37% 17,621,000
INDY.JK 5:00AM EDT 2,875.00 Up 75.00 Up 2.68% 8,757,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,000.00 Down 25.00 Down 0.62% 17,657,500
MAPI.JK 3:39AM EDT 620.00 Up 10.00 Up 1.64% 32,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 435.00 0.00 0.00% 13,101,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 92.00 Down 1.00 Down 1.08% 12,756,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 131.00 Down 1.00 Down 0.76% 5,343,500

ihsgw stabil =  3765

ihsgw total 11 = 2210.64

ihsgw total 13 =  1887.69

EKONOMI
13/07/2010 – 16:10
IHSG Mampu Bertahan di Zona Aman
Asteria

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham domestik berhasil berlabuh di teritori positif, setelah terombang-ambing sepanjang perdagangan. Saham sektor perkebunan dan aneka industri menopang penguatan bursa.

Pada perdagangan Selasa (13/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 2,721 poin (0,09%) ke level 2.961,512. Indeks saham unggulan LQ 45 juga naik tipis 0,657 poin (0,11%) ke level 574,030.

Indeks saham dibuka langsung menguat 0,48% ke level 2.972. Namun, apresiasi ini berangsur-angsur melemah terlibas oleh aksi profit yaking investor. Alhasil, pada sesi siang, indeks bertengger di 2.963 dan akhirnya ditutup di 2.961. Masih bertahan di teritori hijau.

Gina Novrina Nasution, analis Reliance Securities menuturkan, indeks berhasil ditutup menguat tipis, setelah mengalami tekanan jual sepanjang sesi. Cenderung melemahnya bursa regional Asia memacu terjadi profit taking, “Apalagi saham-saham sudah menguat signifikan pada beberapa perdagangan terkahir,” katanya.

Menurutnya, investor domestik tidak bisa lepas dari pengaruh pergerakan bursa regional Asia. Alhasil, ketika indeks acuan tersebut terkoreksi, IHSG pun ikut terlibas. Namun, positifnya ekonomi Indonesia, ekspektasi membaiknya kinerja emiten serta penguatan rupiah, meredam sentimen negatif tersebut,”IHSG pun berhasil ditutup naik, meskipun tipis,” ujarnya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 3,721 miliar lembar saham, senilai Rp 2,740 triliun dan frekuensi 83.290 kali. Sebanyak 88 saham naik, 112 saham turun dan 81 stagnan.

Asing masih mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp107 miliar. Dimana nilai transaksi beli asing mendominasi mencapai Rp907 miliar dan nilai transkasi jual asing hanya Rp799 miliar.

Penguatan bursa didukung naiknya 5 sektor saham, dipimpin sektor perkebunan dan aneka industri yang terangkat 1,9%. Kemudian sektor finansial yang naik 0,5%, perdagangan 0,13% dan manufaktur 0,07%. Sedangkan sektor industri dasarm konsumsi, tambang, infrastruktur dan properti masih memerah.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Delta Dunia (DLTA) naik Rp 4.000 ke Rp 90.000, Astra International (ASII) naik Rp 900 ke Rp 48.200, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 825 ke Rp 4.150, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 500 ke Rp 14.750, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 9.800.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 16.650, Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN JK )turun Rp 200 ke Rp 8.400, Charoen Pokphand (CPIN) turun Rp 125 ke Rp 3.950, Lonsum (LSIP) turun Rp 100 ke Rp 7.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 ke Rp 17.150.

Bursa regional Asia masih didominasi koreksi. Indeks Nikkei di bursa Tokyo ditutup turun 10.88 poin (0.1%) ke level 9537.23. Keputusan pemerintah China membatasi dan mengendalikan kapasitas baja nasional menekan saham produsen baja. Selain itu, data yang lemah atas pasar real estate juga memukul produsen mesin konstruksi.

Demikian juga indeks Shanghai turun 40,43 poin (1,62%) ke level 2.450,29 dan indeks Hang Seng turun 36,37 poin (0,18%) ke level 20.431,06. Sedangkan indeks Kospi berakhir naik 1,03 poin (0.1%) ke 1.735,08. [mdr]
Selasa, 13/07/2010 08:21:50 WIB
Saham apa yang menarik hari ini?
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA (Bisnis.com): Sejumlah perusahaan sekuritas mengirimkan rekomendasi saham yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda memilih untuk mengambil aksi jual, beli atau investasi saham lain hari ini.

Tentu saja keputusan untuk melakukan transaksi apapun sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Dalam membuat keputusan investasi, pembaca membuat penilaian independen.

Apa saja saham yang terpilih? Berikut rekomendasinya:

Sinarmas Sekuritas:
Indeks berpotensi menguji kembali level resistance 2.972. Bila level itu tidak berhasil tembus, maka indeks mengarah ke konsolidasi. Selective buying: INDF, BBRI, BBCA.

Valbury Asia Securities:
Kemarin indeks kembali menguji level resistance 2.971 didorong oleh saham perbankan. Level itu masih menjadi resistance kuat indeks hari ini, terlebih setelah saham bank mulai overbought.

e-Trading Securities:
Chart menunjukkan indeks kemarin mendekati level resistance di 2.980 dan dari stochastic terlihat saham ini berada di area oversold, sehingga harus berhati-hati. Hari ini IHSG akan berada di kisaran 2.928-2.996.

Trimegah Securities:
Aksi profit taking dari sebagian pelaku pasar membuat indeks sedikit tertekan. Dengan kondisi indeks yang sudah naik cukup tinggi, dikhawatirkan tekanan terhadap IHSG bakal berlanjut. Untuk hari ini indeks diperkirakan berada di kisaran 2.932-2.981. Saham pilihan: INDF, PGAS.(er)
120710:
12/07/2010 – 16:09
Penguatan IHSG ke Level 3.000 Tertahan
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan ini, bursa saham domestik berakhir di zona positif, dipimpin sektor finansial. Namun, penguatan ke level 3.000, tertahan aksi profit taking investor.

Pada perdagangan Senin (12/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 14,895 poin (0,50%) ke 2.957,88. Indeks saham unggulan LQ45 naik 3,436 poin (0,60%) ke 573,13.

Indeks saham di awal perdagangan tercatat menguat 0,32% ke level 2.953 dan terus menanjak hingga sesi siang bertengger di 2.970. Namun, penguatan bursa terbatas adanya profit taking investor. IHSG pun berakhir di 2.957.

Pengamat pasar modal Ikhsan Binarto mengatakan, kendati masih dibayangi aksi profit taking terbatas, IHSG sore ini berhasil ditutup menguat. “Hal ini didukung sentimen positif dari bursa regional dan Wall Street,” katanya.

Salah satu indikator internal yang mendukung adalah indeks keyakinan konsumen (IKK) yang kembali meningkat 1,5 poin ke 111,4, dipicu rencana realisasi pembayaran gaji ke-13 PNS.

Hal itu menurut Ikhsan, dijadikan amunisi bagi pelaku pasar untuk membeli saham emiten di sektor konsumsi dan perbankan. “Akan lebih banyak uang berputar di masyarakat dan sektor itu yang paling banyak diuntungkan,” jelasnya.

Semua sektor bergerak variatif. Sektor saham finansial memimpin penguatan sebesar 1,4%. Disusul infrastruktur 0,9%, properti 0,5%, industri dasar 0,3% dan perdagangan 0,2%. Sedangkan sektor perkebunan, konsumsi, tambang, aneka industri dan manufaktur masih tampak memerah.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,595 miliar lembar saham, senilai Rp 3,180 triliun dan frekuensi 94.100 kali. Sebanyak 104 saham naik, 99 saham turun dan 66 saham stagnan.

Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp401 miliar. Dimana nilai transaksi beli asing mendominasi sebesar Rp994 miliar dan nilai transaksi jual asing hanya Rp592 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Sepatu Bata (BATA) naik Rp3.000 ke Rp48.000, PT Sarana Menara (TOWR) terangkat Rp650 ke Rp3.325, PT Bank Mandiri (BMRI) melambung Rp250 ke Rp6.150 serta PT Bayan Resources (BYAN) naik Rp200 ke Rp6.950.

Sedangkan emtien-emiten yang melemah antara lain PT Indo Tambangraya Megah ITMG) turun Rp950 ke Rp37.900, PT HM Sampoerna (HMSP) terkoreksi Rp550 ke Rp18.800, PT Smart (SMAR) merosot Rp225 ke Rp3.000 serta PT Bukit Asam (PTBA) turun Rp100 ke Rp17.250.

Bursa regional Asia didominasi penguatan, kecuali indeks Nikkei di bursa Tokyo yang turun 37.21 poin (0.4%) menjadi 9548.11 dengan volume perdagangan hanya 1,6 miliar saham. Kemenangan partai koalisi Jepang pada akhir pekan memicu ketidakpastian, sehingga pelaku pasar melakukan aksi jual. Sentimen negatif didukung data ekspor China dan yen yang melemah secara moderat.

Adapun indeks komposit Shanghai ditutup menguat 0,8% atau 19,80 poin ke level 2.490,72. Penguatan dipimpin perusahaan properti, menyusul laporan bahwa perbankan di kota-kota Tiongkok tier-pertama telah melonggarkan kontrol atas pinjaman hipotek. Hal ini mengisyaratkan langkah-langkah pengetatan properti bisa lebih ringan.

Demikian indeks Hang Seng di Hong Kong yang naik 0,44% ke 20.467,43. Sedangkan indeks Kospi di Korsel ditutup naik 0.6% (11.04 poin) di 1734.05, penguatan selama 3 sesi berturut-turut. Hal ini dipicu menyusutnya kekhawatiran atas potensi resesi ganda pada ekonomi global. Terindikasi dari peningkatan permintaan dari investor asing dan lembaga domestik, menyusul perolehan pada pasar AS akhir pekan lalu.

Sedangkan bursa Eropa dibuka mixed, terseret koreksi pada saham perbankan. Stress test bank Eropa mulai menimbulkan beberapa kegelisahan di antara pelaku pasar. Indeks Stoxx 600 Eropa dibuka turun 0,1% pada 249,87.; Sedangkan indeks FTSE 100 London naik 0,2% pada 5.142,04, setelah dibuka memerah. Demikian juga indeks DAX Frankfurt naik 0,1% di 6.073,02 dan indeks CAC-40 paris naik 0,1% pada 3.557,19. [mdr]

^JKSE 5:00AM EDT 2,958.79 Up 14.90 Up 0.51% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,940.00 Down 10.00 Down 0.51% 11,490,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Down 25.00 Down 1.22% 63,066,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,920.00 Up 60.00 Up 3.23% 167,791,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,400.00 Up 100.00 Up 1.08% 8,373,500
BNII.JK 4:58AM EDT 280.00 Down 5.00 Down 1.75% 1,509,000
TRUB.JK 4:59AM EDT 97.00 Down 1.00 Down 1.02% 79,878,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 365.00 0.00 0.00% 23,851,500
INDY.JK 4:59AM EDT 2,800.00 Down 50.00 Down 1.75% 8,753,500
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,025.00 Up 75.00 Up 1.90% 28,606,500
MAPI.JK 3:54AM EDT 610.00 Down 10.00 Down 1.61% 13,000
WIKA.JK 5:00AM EDT 435.00 Down 5.00 Down 1.14% 4,697,000
KIJA.JK 4:59AM EDT 93.00 0.00 0.00% 8,080,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 132.00 Down 1.00 Down 0.75% 3,507,000

ihsgw stabil =  3647.5

ihsgw total 11 =  2172.45

ihsgw total 13 = 1855.53

090710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,943.90 Up 27.99 Up 0.96% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,950.00 Down 10.00 Down 0.51% 8,939,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,050.00 Up 25.00 Up 1.23% 81,778,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,860.00 Up 30.00 Up 1.64% 76,809,000
BBRI.JK 4:59AM EDT 9,300.00 Up 300.00 Up 3.33% 11,728,000
BNII.JK 4:55AM EDT 285.00 Down 5.00 Down 1.72% 3,257,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 98.00 Up 1.00 Up 1.03% 31,046,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 365.00 Down 10.00 Down 2.67% 34,201,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,850.00 Down 75.00 Down 2.56% 16,008,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 3,950.00 Down 125.00 Down 3.07% 25,323,000
MAPI.JK 4:54AM EDT 620.00 0.00 0.00% 221,500
WIKA.JK 4:59AM EDT 440.00 Up 5.00 Up 1.15% 9,984,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 93.00 0.00 0.00% 21,239,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 133.00 Down 2.00 Down 1.48% 6,524,500

ihsgw stabil =  3641.25

ihsgw total 11 =  2170.18

ihsgw total 13 =  1853.69

080710:

^JKSE 5:00AM EDT 2,915.91 Up 13.86 Up 0.48% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,960.00 Up 30.00 Up 1.55% 21,912,000
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Up 35.00 Up 1.76% 91,244,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,830.00 Up 10.00 Up 0.55% 86,943,000
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,000.00 Down 150.00 Down 1.64% 9,254,500
BNII.JK 5:00AM EDT 290.00 Up 5.00 Up 1.75% 594,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 97.00 0.00 0.00% 31,339,500
ELSA.JK 5:00AM EDT 375.00 Down 10.00 Down 2.60% 42,202,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,925.00 Up 50.00 Up 1.74% 13,035,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,075.00 Up 50.00 Up 1.24% 47,309,500
MAPI.JK 5:00AM EDT 620.00 0.00 0.00% 885,500
WIKA.JK 5:00AM EDT 435.00 Up 5.00 Up 1.16% 11,621,500
KIJA.JK 5:00AM EDT 93.00 Up 1.00 Up 1.09% 48,165,000
ASIA.JK 5:00AM EDT 135.00 0.00 0.00% 5,715,500

ihsgw stabil = 3581.25

ihsgw total 11 = 2148.36

ihsgw total 13 =   1835.38
Asing Ramai Beli, Transaksi Bursa Capai Rp4 T
Mereka melakukan pembelian bersih (net buying) Rp135,59 miliar.
KAMIS, 8 JULI 2010, 16:30 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup transaksinya dengan penguatan di perdagangan Kamis 8 Juli 2010 dari perdagangan hari sebelumnya yang berakhir melemah.

Menurut analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra, katalis penguatan indeks hari ini sangat beragam dan signifikan, terutama dari bursa global. Semalam Dow Jones mencatat penguatan tajam, yang dipicu data penjualan ritel di AS yang mencatat kenaikan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

“Hal itu mengurangi kekhawatiran terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS,” ujar dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Penguatan IHSG, kata dia, juga ditopang pergerakan bursa regional Asia Pasifik yang sejak pagi tadi bergerak positif. “Sentimen positif domestik, seperti kurs rupiah yang melanjutkan penguatan dan pencatatan saham Bank Jabar Banten turut memberikan angin segar,” tutur Maxi.

Bahkan terlihat, pemodal asing di pasar reguler meramaikan bursa dengan pembelian saham. Mereka melakukan pembelian saham sebesar Rp1,06 triliun dan memilih melakukan penjualan Rp924,69 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp135,59 miliar.

Pada penutupan transaksi sesi kedua hari ini, IHSG naik 13,86 poin atau 0,47 persen ke level 2.915,91. Penguatan itu melanjutkan akhir sesi pertama yang menguat 14,87 poin (0,51 persen) di posisi 2.916,92.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp4,04 triliun dan volume tercatat 10,84 juta lot dengan frekuensi 102.071 kali. Sebanyak 122 saham menguat, 77 melemah, 80 stagnan, serta 200 saham tidak terjadi transaksi.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup rata-rata juga bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 193,49 atau 0,97 persen di posisi 20.050,56, Nikkei 225 naik 256,09 poin (2,76 persen) ke level 9.535,74, dan Straits Times menguat 36,12 poin atau 1,26 persen menjadi 2.897,15.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya PT Astra Intenational Tbk (ASII) terangkat Rp750 atau 1,62 persen ke level Rp47.000, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp400 (2,17 persen) di posisi Rp18.800, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menguat Rp350 (2,19 persen) menjadi Rp16.300.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.068 per dolar AS dari transaksi siang yang berada di level 9.067 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.070 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu 7 Juli 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 9.074 per dolar AS. (hs)

• VIVAnews

^JKSE 5:00AM EDT 2,910.65 Up 33.34 Up 1.16% 0
ANTM.JK 5:00AM EDT 1,950.00 Up 40.00 Up 2.09% 23,610,500
ADRO.JK 5:00AM EDT 2,025.00 Up 35.00 Up 1.76% 50,155,000
BUMI.JK 5:00AM EDT 1,860.00 Up 40.00 Up 2.20% 74,411,500
BBRI.JK 5:00AM EDT 9,150.00 0.00 0.00% 12,407,500
BNII.JK 4:59AM EDT 295.00 Up 15.00 Up 5.36% 7,089,000
TRUB.JK 5:00AM EDT 98.00 Up 1.00 Up 1.03% 21,313,000
ELSA.JK 5:00AM EDT 390.00 Up 5.00 Up 1.30% 34,700,500
INDY.JK 5:00AM EDT 2,925.00 Up 50.00 Up 1.74% 19,297,000
PGAS.JK 5:00AM EDT 4,000.00 Up 125.00 Up 3.23% 50,789,500
MAPI.JK 4:57AM EDT 620.00 0.00 0.00% 354,000
WIKA.JK 4:59AM EDT 440.00 Up 10.00 Up 2.33% 25,796,000
KIJA.JK 5:00AM EDT 94.00 0.00 0.00% 95,549,000
ASIA.JK 4:59AM EDT 137.00 Down 3.00 Down 2.14% 38,233,000

ihsgw stabil (adro, bbri, elsa, indy) = 3622.5

ihsgw total 11 (adro, bbri, elsa, indy, antm, bumi, bnii, trub, pgas, mapi, wika) = 2159.36

ihsgw total 13 (adro, bbri, elsa, indy, antm, bumi, bnii, trub, pgas, mapi, wika, kija, asia) =  1844.92

Chart forAdaro Energy Tbk. (ADRO.JK)Chart forBank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI.JK)

Chart forAneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM.JK)

Iklan
 

One Response to “harga saham2 yg gw ikutan … 120810_290715”

  1. […] BERARTI POTENTIAL GAIN = + 80.55% (dalam waktu sekira nyaris 2 taon) asia per tgl 04 Agustus 2010: (124, sedangkan per tgl 13 Mei 2011: (68 … berarti POTENTIAL GAIN = -45,16% … nah itu […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s