1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

unvr gw incar dah … akhirnya : 240910 23 Agustus 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:23 am

… saudara ipar gw bilang unvr adalah saham yang punya rekam jejak yang menarik untuk dibeli, well, gw liat rekam jejak harga sahamnya di yahoo finance :

mo liat2 berita dan rumor tentang UNVR lebih banyak :  http://sahambltadll.wordpress.com/
10 Saham Paling Buntung Hari Ini
Dalam daftar 10 besar saham dengan penurunan harga terbesar, satu di antaranya Indofood.
KAMIS, 23 SEPTEMBER 2010, 17:23 WIB Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Sepuluh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan jual cukup besar sepanjang transaksi hari ini, Kamis 23 September 2010.

Dalam daftar 10 besar saham dengan penurunan harga terbesar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengalami tekanan jual dalam volume cukup banyak. Harga saham di sektor konsumsi itu terpangkas Rp350 (6,09 persen) ke level Rp5.400.

Volume saham yang dibukukan mencapai 113,22 ribu lot senilai Rp307,21 miliar.

Padahal, bila dibandingkan saham sejenis di sektornya, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), price to earning ratio (PER) saham Indofood masih lebih rendah. PER Indofood 17,9 kali, sedangkan Unilever sudah mencapai 33,1 kali.

Apalagi, Indofood juga masih diuntungkan dengan rencana penawaran umum perdana saham anak usaha perseroan PT Indofood CBP Sukses Makmur yang direncanakan bulan depan.

Saham Indofood CBP akan ditawarkan pada kisaran Rp4.300-5.500 per unit. Kisaran harga saham perdana itu setara dengan pergerakan saham induknya, Indofood Sukses Makmur yang hari ini berakhir di posisi Rp5.400.

Analis PT Reliance Securities Tbk, Gina Novrina Nasution, pernah mengatakan bahwa secara fundamental, kinerja Indofood CBP meningkat selama tiga tahun terakhir. Penjualan pada 2007 tercatat Rp9,4 triliun sebelum naik menjadi Rp12 triliun pada 2008 dan Rp16,3 triliun tahun lalu.

Laba bersih juga melambung dari Rp55 miliar pada 2007 menjadi Rp1,07 triliun hingga akhir 2009.

Namun, bila melihat kinerja selama tiga tahun terakhir, menurut dia, fundamental saham Indofood CBP cukup menjanjikan. Apalagi, pada kuartal I-2010, penjualan sudah mencapai sekitar 30 persen dari penjualan tahun lalu.

“Jadi hingga akhir tahun ini, penjualan Indofood CBP bisa meningkat, atau minimal menyamai perolehan tahun lalu,” tuturnya.

Meski demikian, pemuncak saham yang mencatatkan kerugian terbesar hari ini adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Saham di sektor pakan ternak itu terpuruk Rp650 (7,88 persen) ke level Rp7.600. Volume transaksi tercatat 12,53 ribu lot senilai Rp48,6 miliar.

Selain itu, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melemah Rp450 (4,41 persen) menjadi Rp9.750. Saham produsen makanan ringan itu menempati posisi kedua dengan penurunan terbesar. Namun, volume transaksi relatif kecil, yakni hanya mencapai 1,47 ribu lot senilai Rp7,28 miliar.

Selanjutnya, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi Rp250 (1,35 persen) ke posisi Rp18.300. Di urutan kelima, saham operator seluler, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melemah Rp200 (3,64 persen) menjadi Rp5.300.

Berikut lima saham lainnya yang juga mencatatkan penurunan terbesar:
– PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melemah Rp175 (4,12 persen ke level Rp4.075.
– PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah Rp175 (4,38 persen) ke level Rp3.825.
– PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melemah Rp175 (6,42 persen) ke level Rp2.550.
– PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp150 (0,27 persen) ke level Rp54.850.
– PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) melemah Rp150 (3,03 persen) ke level Rp4.800.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI hingga akhir perdagangan hari ini turun 6,14 poin (0,18 persen) ke posisi 3.337,19. Volume transaksi mencapai 17,4 juta lot senilai Rp4,87 triliun. (hs)
• VIVAnews
Saham Matahari dan Unilever Jadi Favorit
Ramainya aksi beli tersebut membantu IHSG mencoba menembus level tertinggi baru di 3.200.
JUM’AT, 3 SEPTEMBER 2010, 12:09 WIB Antique

VIVAnews – Saham-saham sektor konsumer menjadi pilihan favorit para pelaku pasar hingga berakhirnya transaksi sesi pertama hari ini, Jumat 3 September 2010. Hal itu diperkirakan turut menopang laju indeks saham sektor konsumer di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indeks saham sektor konsumer di BEI terlihat naik 4,81 poin atau 0,46 persen, atau berada di posisi ketiga di antara indeks saham sektor tambang dan industri dasar, yang masing-masing menempati urutan pertama dan kedua sebagai pengontribusi penguatan IHSG.

Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta berpendapat, aksi beli investor terhadap saham-saham konsumer terpicu momentum bulan suci Ramadan dan Lebaran. Terlihat, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menjadi favorit.

“Selain sektor konsumer, saham infrastruktur juga diminati pemodal seperti JSMR (PT Jasa Marga Tbk),” kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.

Robin mengakui, ramainya aksi beli tersebut membantu IHSG mencoba menembus level tertinggi baru di posisi 3.200. “Apalagi, sentimen positif bursa regional dan rupiah yang stabil cenderung menguat mengikuti pergerakan IHSG,” tuturnya.

IHSG pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini terangkat 24,89 poin (0,79 persen) ke level 3.147,89. Peningkatan itu melanjutkan awal transaksi pagi ini yang menguat 6,93 poin atau 0,22 persen di posisi 3.129,08.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,82 triliun dan volume tercatat 4,08 juta lot dengan frekuensi 52.159 kali. Sebanyak 112 saham menguat, 71 melemah, 71 stagnan, serta 225 saham tidak terjadi transaksi.

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG sesi pertama ditutup sedang bergerak variatif. Indeks Hang Seng naik 15,53 poin atau 0,07 persen di posisi 20.884,45 tapi Nikkei 225 melemah 6,47 poin (0,07 persen) ke level 9.056,37.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg, rupiah pukul 11.30 WIB berada di posisi 9.010 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut bercokol di level 8.992 per dolar AS. (art)
• VIVAnews
Saham Unggulan Tumbang, IHSG Tergerus
Saham unggulan yang mengontribusi penurunan IHSG cukup besar di antaranya Bukit Asam.
SENIN, 30 AGUSTUS 2010, 16:30 WIB Antique

VIVAnews – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bertahan hingga akhir perdagangan hari ini. Pada penutupan transaksi awal pekan ini, Senin 30 Agustus 2010, IHSG kembali terkoreksi.

Head of Research PT Recapital Securities Pardomuan Sihombing berpendapat, IHSG hari ini kembali terkoreksi setelah sebelumnya menguat signifikan. Kenaikan IHSG akibat kuatnya aksi ambil untung (profit taking) investor.
“Terutama, pada saham sejumlah saham blue chips (unggulan) yang telah menguat cukup signifikan beberapa waktu lalu,” ujar dia kepada VIVAnews di Jakarta.

Namun, dia mengakui, profit taking yang terjadi tersebut hanya bersifat sementara karena beberapa saham unggulan secara teknis juga sudah mengalami jenuh beli (overbought) dan masih menarik minat beli pemodal. “Buktinya, IHSG hanya turun tipis,” kata Pardomuan.

Pemodal asing terlihat masih meramaikan transaksi di pasar reguler. Mereka memilih melakukan pembelian saham Rp669,44 miliar dan melepas sebesar Rp625,67 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp43,76 miliar.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG terkoreksi tipis 5,16 poin atau 0,17 persen ke level 3.099,56. Pergerakan itu bertolak belakang dari akhir sesi pertama yang menguat 11,56 poin (0,37 persen) di posisi 3.116,29.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp3,21 triliun dan volume tercatat 10,62 juta lot dengan frekuensi 94.226 kali. Sebanyak 94 saham menguat, 102 melemah, 91 stagnan, dan 192 saham tidak terjadi transaksi.

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak positif. Indeks Hang Seng menguat 139,87 atau 0,68 persen di posisi 20.737,22, Nikkei 225 terangkat 158,20 poin (1,76 persen) ke level 9.149,26, dan Straits Times naik 18,32 poin atau 0,62 persen menjadi 2.957,06.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi penurunan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terkoreksi Rp150 atau 0,84 persen ke level Rp17.700, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp150 (0,90 persen) menjadi Rp16.400, dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp125 atau 2,76 persen di posisi Rp4.400.

Berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.022 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.012 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.005 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat 27 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.990 per dolar AS. (art)
• VIVAnews
EKONOMI
26/08/2010 – 16:08
Ditopang Eropa, IHSG Ditutup Naik 6,23 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (26/8) ditutup naik 6,23 poin (0,20%) ke level 3.145,14. Volume perdagangan mencapai 7,5 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,5 triliun.

Pergerakan indeks ditopang 124 saham naik, 90 saham masih menguat dan 82 saham stagnan. Indeks saham JIInaik 3,2 poin ke 487,19 dan LQ45naik 0,3 poin ke 595,68.

Indeks pada sesi penutupan mengikuti bursa regional yang sebagian positif. Apalagi harga minyak Asia juga menguat US$72,93 per barel. Dorongan lain datang dari bursa saham Eropa naik hari ini, dipimpin penutupan menguat di Wall Street dan berita pendapatan dari beberapa memuaskan dari perusahaan blue chip Eropa. Hasilnya, IHSG ditutup kembali positif meski sempat mixed.

Adapun saham-saham yang naik ialah DLTA naik Rp5.000 ke Rp95.000, MERK naik Rp2.000 ke Rp82.000, PTBA naik Rp1.250 ke Rp17.950, INTP naik Rp1.000 ke Rp18.800, MYOR naik Rp650 ke Rp9.450, TKIM naik Rp250 ke Rp3.150, HMSP naik ke Rp200 ke Rp19.950, LSIPJK naik Rp150 ke Rp9.450.

Sementara itu, saham-saham yang turun ialah ASII TCID turun Rp750 ke Rp7.450, BTPN turun Rp500 ke Rp10.600, UNVR turun Rp400 ke Rp16.500, GGRM turun Rp300 ke Rp39.100, ASII turun Rp250 ke Rp48.400, MEDC turun Rp100 ke Rp3.150. [hid]
Indeks Lokal Kembali Bergerak Anomali
RABU, 25 AGUSTUS 2010 | 11:57 WIB

TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO Interaktif, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bursa Jakarta kembali bergerak anomali dengan menguat sendirian ditengah rontoknya bursa regional siang ini karena kecemasan akan kembali terjadi resesi.

Naiknya beberapa saham unggulan seperti PT Telkom, Unilever, Indocement, HM Sampoerna serta masih masuknya dana asing ke bursa mampu menahan indeks lokal tidak terseret oleh kejatuhan bursa regional.

Pada perdagangan sesi pertama Rabu (25/6) siang ini indeks kembali naik tipis 4,153 poin (0,13 persen) ke level 3.119,092 dibandingkan posisi kemarin di 3.114,939.

Nilai tukar rupiah siang ini pukul 12:10 WIB juga menguat tipis 6 poin ke level 8.974 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan kemarin di 8.980.

Analis dari PT BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi mengatakan, jatuhnya bursa Wall Street semalam karena turunnya penjualan rumah dan masih tingginya angka pengangguran AS kian menguatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Sehingga bursa regional kembali melemah.

Penjualan rumah AS di bulan Juli kemarin turun 3,83 juta unit turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebear 5,37 juta unit. Dan tingkat pengangguran AS masih bertahan di 9,5 persen. “Tanpa adanya pertumbuhan tenaga kerja membuat bursa Wall Street akan cenderung konsolidasi sehingga akan mempengaruhi bursa regional lainnya,” kata dia.

“Nilai tukar rupiah yang cukup stabil, menguatnya beberapa saham unggulan menjadi penopang indeks bertahan diarea positif,” paparnya.

Volume perdagangan hari ini mencapai 2,59 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,56 triliun, serta frekwensi 63,3 ribu kali. Harga 92 saham naik, 54 saham turun, serta 92 saham stagnan. Dan investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 45,7 miliar.

Saham Telkom naik Rp 150 menjadi Rp 8.850, Unilever menguat Rp 400 ke Rp 16.900, Indocement naik Rp 400 ke Rp 17.750, HM Sampoerna naik 100 ke Rp 19.650, serta PTBA naik Rp 150 menjadi Rp 16.500 per saham.

Dan untuk hari ini pergerakan indeks akan bergerak dalam kisaran antara 3.094 hingga 3.140.

Bursa Tokyo siang ini jatuh 1,78 persen, bursa Australia turun 1,43 persen, bursa Hong Kong merosot 0,4 persen, bursa Seoul turun 1,42 persen, bursa Singpura turun 0,11 persen, serta bursa Taiwan anjlok 2,3 persen.

VIVA B. K
Banjir Likuiditas, Saham Unggulan Diburu
Untuk sesi kedua nanti, indeks berpotensi terkoreksi atau mengalami tekanan jual.
RABU, 25 AGUSTUS 2010, 12:39 WIB Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil berbalik arah (rebound) ke teritori positif hingga berakhirnya transaksi sesi pertama Rabu 25 Agustus 2010, setelah sempat terkoreksi di awal-awal perdagangan pagi tadi.

Menurut analis PT Optima Securities Ikhsan Binarto, IHSG ditutup menguat dari pembukaan transaksi yang melemah pagi tadi terdorong banjirnya kembali likuiditas, seiring nilai tukar rupiah yang stabil cenderung menguat. “Meningkatnya likuiditas, menyebabkan saham blue chips (unggulan) diburu,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Namun, dia mengakui, untuk sesi kedua nanti indeks berpotensi terkoreksi atau mengalami tekanan jual akibat adanya aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar modal jangka pendek. “Terutama, pada saham-saham bank yang sudah naik kencang belakang ini,” tutur Ikhsan.

Di BEI, terlihat saham yang menguat paling besar (top gainer) dan ikut mendorong penguatan IHSG di antaranya PT Indocement Tunggal Prakasa bk (INTP) yang terangkat Rp400 atau 2,30 persen ke level Rp17.750 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp400 atau 2,42 persen menjadi Rp16.950.

IHSG pada penutupan transaksi sesi pertama hari ini naik 4,15 poin (0,13 persen) ke level 3.119,09. Penguatan itu bertolak belakang dari awal transaksi pagi ini yang melemah 9,49 poin atau 0,3 persen di posisi 3.105,44.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,56 triliun dan volume tercatat 5,18 juta lot dengan frekuensi 63.300 kali. Sebanyak 99 saham menguat, 62 melemah, 98 stagnan, serta 220 saham tidak terjadi transaksi.

Namun, indeks bursa Asia saat IHSG sesi pertama ditutup sebagian besar bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 88,55 poin atau 0,43 persen di posisi 20.570,16, Nikkei 225 melemah 185,54 poin (2,06 persen) ke level 8.809,60, dan Straits Times terkoreksi 3,19 poin atau 0,11 persen menjadi 2.919,54.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB berada di posisi 8.974 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut bercokol di level 8.970 per dolar AS.
• VIVAnews
24/08/2010 – 16:23
Bursa Global Lemas, IHSG Tarik Napas
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Setelah menguat signifikan beberapa hari terakhir, IHSG akhirnya bisa menarik napas sejenak. Aksi profit taking atas saham Bakrie dan pelemahan bursa Asia dan Eropa, membawa indeks turun.

Pada perdagangan Selasa (24/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 13,795 poin (0,44%) ke level 3.114,939. Sedangkan Indeks saham unggulan LQ45 juga melemah3,212 poin (0,54%) ke level 590,782 .

Indeks saham dibuka melemah 0,15% ke level 3.124. Upaya bursa menguat berhasil mengangkat indeks pada sesi siang ke level 3.142. Namun, kenaikan ini tidak bertahan lama. Indeks kembali turun dan akhirnya di tutup di area negatif, tepatnya di angka 3.113.

Seroang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG akhirnya berbalik arah melemah seiring koreksi Wall Street dan bursa regional Asia. Apalagi saham-saham di IHSG sudah berada pada posisi yang mahal. “Investor pun merealisasikan keuntungan dengan melepas saham-sahamnya,” ujarnya.

Kekhawatiran bahwa ekonomi akan kembali memasuki tahap resesi, menjadikan Bursa AS melemah. Setelah rilisnya data-data ekonomi yang mengecewakan, pekan ini pasar berspekulasi data penjualan rumah tidak juga memuaskan.

Hampir semua sektor terpuruk di area negatif, kecuali sektor finansial dan perkebunan. Adapun sektor tambang memimpin koreksi sebesar 1,4%, disusul sektor industri dasar yang melmeah 1,3%, manufaktur dan aneka industri 1,1%, konsumsi 1%, properti dan perdagangan 0,6%, serta infrastruktur yang turun 0,34%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,508 miliar lembar saham, senilai Rp 4,036 triliun dan frekuensi mencapai 137.240 kali. Sebanyak 82 saham naik, 127 saham turun dan 87 saham stagnan.

Kendati melemah, asing masih melakukan aksi beli, dengan nilai transaksi beli bersih mencapai Rp78 miliar. Rinciannya adalah transaksi beli asing sebesar Rp836 miliar dan transaksi jual mencapai Rp757 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN) turun Rp 900 ke Rp 10.200, Astra International (ASII) turun Rp 750 ke Rp 49.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 19.550, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 16.500.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Merck (MERK) naik Rp 7.000 ke Rp 80.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 750 ke Rp 3.825, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 400 ke Rp 2.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 9.800.

Koreksi IHSG merespon negatifnya bursa regional Asia. Indeks Shanghai naik 10,94 poin (0,41%) ke level 2.650,31, indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 230,30 poin (1,10%) ke level 20.658,71 dan indeks Nikkei-225 di Tokyo turun 121,55 poin (1,33%) ke level 8.995,14.

Demikian juga bursa saham Eropa yang sore ini dibuka melemah. Sentimen negatif berasal dari laporan pendapatan perusahaan yang engatif dan kekhawatiran tentang ekonomi global. Indeks Stoxx 600 Eropa turun 1,4% pada 250,31, indeks FTSE 100 London turun 1,2% ke level 5.172,85, indeks DAX Frankfurt merosot 1,0% menjadi 5.952,14 dan indeks CAC-40 paris turun 1,5% menjadi 3.501,6. [mdr]

Chart forUnilever Indonesia Tbk (UNVR.JK)

… gw akan masuk beli dah … semoga dapat harga yang lebih murah dari rerata 3 bulan terakhir 🙂 … APA ALASAN GW BELI UNVR? pertama, jelas unvr #1 emiten consumer goods di indo; kedua, bagi dividen bisa 3 kali setahun; ketiga, ada paman gw yang sudah pegang sejak 1980-an s/d sekarang, dari cuma sepuluh jutaan sekarang uda 1 M, lumayan lah 🙂

Chart forUnilever Indonesia Tbk (UNVR.JK)
23/08/2010 – 06:48
Cermati Saham Infrastruktur-Bank-Consumer Goods
Natascha & Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Senin (23/8) diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan. Beberapa saham pilihan berasal dari sektor infrastruktur, consumer goods dan perbankan.

Analis Erdikha Sekuritas Roby Haas memprediksikan, indeks saham masih bisa menguat hari ini. Meski pekan lalu sudah ada profit taking di beberapa saham unggulan, namun pelemahan indeks tidak sampai menembus level support di 3.080, masih bisa bertahan di atas level 3.100. “Dengan kondisi ini, secara teknikal IHSG pekan ini berpeluang menguji level 3.150,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi, ada kemungkinan rebound awal pekan ini. Hal ini didukung saham dari grup Bakrie yang sudah mulai bergerak dan terbukti cukup menahan melorotnya bursa di tengah koreksi saham unggulan. “Penguatan Bakrie ini juga disebabkan posisinya yang sudah sangat oversold,” ujarnya.

Beberapa saham pilihannya berasal dari sektor infrastruktur seperti PT Indosat (ISAT) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). “Investor bisa trading saham-saham ini,” katanya.

Demikian juga untuk saham sektor consumer goods. Menurutnya, kebutuhan konsumsi masyarakat masih akan meningkat pada kuartal tiga 2010 ini. Hal ini terkait kebutuhan hari raya Lebaran dan mendekati akhir tahun. “Saham-saham yang bisa dipilih adalah PT Kalbe Farma (KLBF), PT Indofood (INDF) dan PT Unilever (UNVR),” ujarnya

Roby menambahkan, saham sektor perbankan juga masih bisa diakumulasi untuk trading. Meskipun inflasi mulai ada tekanan yang cukup tinggi hingga akhir tahun, namun karena rupiah masih bertahan di bawah 9.000 per dolar AS, BI rate bisa bertahan di level rendah 6,5%. “Saham banking masih diuntungkan, terutama yang menyalurkan kredit cukup banyak, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Jabar Banten (BJBR),” pungkasnya.

Pada perdagangan Jumat (20/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 12,370 poin (0,39%) ke level 3.117,720. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5,598 miliar lembar saham senilai Rp4,323 triliun dan frekuensi 116.214 kali.

Sebanyak 120 saham naik, 81 saham turun dan 96 saham stagnan. Kendati menguat, asing membukukan aksi jual, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp69 miliar. Rinciannya adalah, nilai transaksi jual lebih besar mencapai Rp1.148 triliun dan nilai transaksi beli hanya Rp1,078 triliun. [mdr]

Iklan
 

4 Responses to “unvr gw incar dah … akhirnya : 240910”

  1. yudi saham Says:

    gan website anda terlalu panjang, mungkin bisa di buat halaman per topik judul. saya mau baca tak harus yang sudah di baca- kebaca lagi, mohon di edit. trim

    • bumi2009fans Says:

      well, Yudi, saya menghargai saran anda … gw ga janji, tapi pelan2 gw mulai menyederhanakan lagi sistematisasi penyajian konten blog ini … karena gw juga lagi belajar terus, sehingga selalu ada hal baru yang gw temukan, dan gw langsung taruh di blog ini … gw coba lah, asal jangan bosen nungguin revisi blog ini menuju penyederhanaan yang tetap sistematis 🙂

  2. Ardayatmo Mitroatmodjo Says:

    Meskipun sy tdk punya modal utk ikut bermain saham, tulisan2 di blog ini mmberi pengetahuan dan pencerahan yg cukup menarik dan baik bagi orang awam spt sy ini, krn penulisnya adalah seorang pemain saham (investor), dengan kata lain penulisnya adalah seorang praktisi.

    • bumi2009fans Says:

      trims mas … memang kebijaksanaan universal berlaku bwat semua orang … blog ini bertujuan memberikan masukan bijaksana menjalani berbagai segi kehidupan … enjoy lah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s