1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bigcaps in the indonesian leagues:180210_051014 5 Oktober 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:47 am

Liputan6.com, Jakarta – Menjelang akhir kuartal III 2014, kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggeser saham kapitalisasi pasar saham PT Astra International Tbk (ASII) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bahkan 1 Oktober 2014, kapitalisasi pasar saham PT Bank Central Asia Tbk mampu berada di posisi teratas kapitalisasi pasar saham terbesar di BEI. PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 318 triliun atau 6,2 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI.

Posisi kedua disusul PT HM Sampoerna Tbk membukukan kapitalisasi pasar saham senilai Rp 316 triliun atau 6,2 persen. Posisi ketiga, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kapitalisasi pasar saham Rp 289 triliun atau 5,6 persen dari total kapitalisasi pasar BEI.

Sedangkan posisi keempat ditempati kapitalisasi pasar saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 283 triliun atau 5,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI.

Namun sayang berdasarkan data BEI Jumat 3 Oktober 2014, kapitalisasi pasar saham BBCA berada di posisi kedua senilai Rp 296 triliun atau 6% dari total kapitalisasi pasar saham BEI. Kapitalisasi pasar saham merupakan harga saham dikalikan jumlah saham beredar di pasar modal.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan, ada sejumlah faktor yang membuat kapitalisasi pasar saham BCA bisa menggeser kapitalisasi pasar saham Astra International. Pertama, bisnis BCA cenderung menyasar ritel sehingga mendapatkan keuntungan dari dana murah.

“Selain itu, investor asing juga menyukai saham perbankan. Penetrasi pasar Indonesia yang masih besar membuat bisnis bank masih menarik,” ujar David, saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (5/10/2014).

David mengatakan, saat ini PT Astra International Tbk (ASII) mengalami tekanan dari dolar menguat sehingga menekan rupiah. Hal itu ditambah dengan kenaikan upah buruh sehingga menambah beban biaya bagi perseroan.

“Perusahaan manufaktur seperti Astra tergantung dari upah dan nilai tukar rupiah. Apalagi dengan persaingan ketat di industri otomotif menambah tekanan,” kata David.

Meski demikian, David menilai baik Bank Central Asia dan Astra International akan menghadapi sejumlah tantangan ke depan. Rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dapat menahan laju bisnis BCA. Sedangkan bagi Astra, rencana harga BBM bersubsidi naik juga mempengaruhi bisnis Astra.

Namun, David masih tetap optimistis terhadap laju saham BCA dan Astra International. Hal itu karena kedua perusahaan tersebut memiliki fundamental baik. “Rekomendasi buy on weakness untuk saham BCA dan Astra International,” kata David. (Ahm/)

Credit: Agustina Melani

 

Kamis, 18/02/2010 21:24 WIB
Daftar 25 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di BEI
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Telekomunikasi Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat masih menjadi tiga saham berkapitalisasi besar selama Januari 2010.

Berdasarkan data perdagangan saham selama bulan Januari 2010, seperti dikutip detikFinance Kamis (17/2/2010), saham TLKM menjadi juara dengan kapitalisasi terbesar mencapai Rp 188.495 triliun.

Berikut daftar ke-25 saham dengan kapitalisasi terbesar sepanjang bulan Januari 2010:

1. PT Telekomunikasi Indonesia sebesar Rp 188,495 triliun
2. PT Astra International Tbk sebesar Rp 145,538 triliun
3. PT BCA Tbk sebesar Rp 122,042 triliun
4. PT Bank Mandiri sebesar Rp 97,053 triliun
5. PT BRI Tbk sebesar Rp 93,423 triliun
6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar Rp 91,511 triliun.
7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 86,219 triliun
8. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 60,453 triliun
9. PT HM Sampoerna Tbk (HMPS) sebesar Rp 59,170 triliun
10. PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 56,057 triliun
11. PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) sebesar Rp 49,696 triliun
12. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 48,024 triliun
13. PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sebesar Rp 47,452 triliun
14. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp 46,178 triliun
15. PT Bank Danamon Tbk (BDMN)Rp 40,292 triliun
16. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 39,631 triliun
17. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp 37,557 triliun
18. PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 35,522 triliun
19. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 35,479 triliun
20. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp 31,609 triliun
21. PT Indosat Tbk sebesar Rp 30,430 triliun
22. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 29,183 triliun
23. PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL) sebesar Rp 22,758 triliun
24. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 20,269 triliun
25. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sekitar Rp 19,070 triliun.

(wep/qom)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s