1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ekonomi indo 2011, lage (2) 11 November 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:00 am

BI: Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2011 Masih Achievable
Senin, 16 Agustus 2010 | 15:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Bank Indonesia menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1-6,4 persen masih bisa diterima. Selain itu, perkiraan inflasi pemerintah dinilai masih sesuai perhitungan BI.

“Masih achievable,” ujar Peneliti Tim Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Juda Agung saat dihubungi Tempo siang ini.

Selain itu, Juda juga menilai perkiraan inflasi sebesar 4,9-5,3 persen dinilai masih sesuai batas perhitungan Bank Indonesia. “Itu masih sesuai dengan hitungan BI, yakni plus minus 5 persen. Yakni 4-6 persen tahun 2011 nanti,” ujar Juda.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie menyatakan dewan dan pemerintah dalam pembicaraan pendahuluan telah menyepakati kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijaksanaan fiskal tahun 2011 dengan beberapa asumsi dasar sebagai pedoman penyusunan APBN tahun 2011.

“Antara lain, pertumbuhan ekonomi 6,1-6,4 persen, inflasi 4,9-5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp 9.100-9.400 per Dolar Amerika Serikat, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia 3 bulan 6,2 persen-6,5 persen, produksi minyak bumi (lifting) sebesar 960.000-975.000 barel per hari, dan harga patokan minyak bumi Indonesia 75,0-90,0 Dolar Amerika Serikat per barel,” ujar Marzuki saat menyampaikan pidato pembukaan pembacaan nota keuangan siang ini di Gedung DPR RI.

Di kesempatan lain, saat menyampaikan pidato kenegaraannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan Indonesia sendiri telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus 13 persen di tahun 1998 menjadi 6 persen di tahun 2008.

Presiden juga menyatakan, dalam proses yang terus berkembang ini, ekspor non migas Indonesia menembus 100 Miliar Dolar Amerika, APBN menembus Rp 1.000 Triliun, dan cadangan devisa kini mencapau lebih dari 78 Miliar Dolar Amerika.

“Rupiah terus stabil, angka kemiskinan menurun, credit rating Indonesia terus membaik, dan rasio hutang atas PDB turun secara signifikan, kini mencapai 27,8 persen, salah satu yang terendah dalam sejarah Indonesia,” kata Presiden. “Dan yang paling penting, Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat,” ujar presiden lagi.

Presiden juga mengungkapkan, pada saat dunia sedang dirundung krisis finansial yang begitu dashyat pada 2008 dan 2009, dan pada saat dunia mengalami kontraksi pertumbuhan, ekonomi Indonesia justru tetap tumbuh sebesar 6 persen pada 2008 dan 4,5 persen pada 2009. “Pertumbuhan ketiga tertinggi di antara G-20, setelah Tiongkok dan India,” kata presiden.

FEBRIANA FIRDAUS
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011 Diproyeksi 6,1 – 6,3 Persen
Tribunnews.com – Selasa, 15 Juni 2010 19:23 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 diperkirakan berada dalam kisaran 6,1 persen hingga 6,3 persen. Proyeksi tersebut diharapkan mampu didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, perbaikan iklim investasi, serta peningkatan kegiatan ekspor dan impor.

Demikian dikemukakan Koordinator Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan RAPBN-2011 Olly Dondokambey dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (15/6/2010).

“Sektor yang diperkirakan akan menjadi pendukung utama proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sektor industri pengolahan, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, sektor perdagangan, perhotelan, dan restoran,” kata Olly.

Untuk tingkat inflasi, Panja memperkirakan pada 2011 akan berada pada kisaran 4,9 persen hingga 5,3 persen. “Proyeksi itu didasarkan kepada perkiraan inflasi inti (core inflation) serta kebijakan administered price pada tahun mendatang,” kata dia.

Sementara untuk rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tahun 2011 diperkirakan pada kisaran Rp 9.100-Rp 9.400 per dolar AS. “Perkiraan tersebut diharapkan didukung oleh peningkatan cadangan devisa, pertumbuhan ekspor, dan kenaikan investasi dalam negeri,” kata Olly.

Untuk tingkat suku bunga SBI tiga bulan dalam 2011 mendatang diproyeksikan rata-rata sekitar 6,2 persen hingga 6,5 persen. Dikatakan perkiraan tingkat suku bunga tersebut guna mempertahankan tingkat suku bunga riil yang tetap kompetitif di dalam negeri.

Mengenai harga minyak dalam 2011 Panja menyepakati kisaran 75 dolar AS hingga 90 dolar AS per barel. Proyeksi tersebut didasarkan pada perkembangan di pasar minyak internasional pada 2011 serta prospeknya di 2011.

Dan terakhir mengenai lifting minyak, Panja memperkirakan pada kisaran 960 ribu hingga 975 ribu barel per hari. Panja berpendapat proyeksi lifting minya di tahun mendatang akan didukung dengan langkah optimalisasi perolehan dari sumur minyak yang sudah ada serta percepatan produksi sumur- sumur minyak yang baru.

Menanggapi laporan Panja, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai asumsi makro RAPBN- 2011 yang diajukan Panja realistis dan diharapkan bisa dilaksanakan pada 2011 mendatang.

“Kami menyambut baik laporan panja sebab masih dalam asumsi yang realistis memang menunjukkan kondisi yang masih bisa kami terima,” kata Agus. (aco).
Editor : Tjatur
Dapatkan artikel ini di Tribunnews.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s