1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

INDONESIA2012, analisis (2) 25 November 2011

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:02 am

ADB: Krisis global bisa tekan pertumbuhan ekonomi RI

Oleh Lavinda / Agust Supriadi

Kamis, 24 November 2011 | 19:31 WIB

JAKARTA: Bank Pembangunan Asia (ADB) mengingatkan Indonesia akan kemungkinan dampak terburuk dari krisis global yang bisa menarik pertumbuhan ekonomi nasional lebih rendah dari 6,3% pada 2012.

Edimon Ginting, Ekonom Senior ADB, menyebutkan ada tiga aktivitas ekonomi yang mungkin menjadi perantara imbas negatif krisis ekonomi global ke Tanah Air pada tahun depan. Yakni kinerja ekspor melambat, sektor keuangan mengalami kekurangan likuiditas, dan melemahnya investasi.

“Kalau kondisinya seperti sekarang ini, pertumbuhan ekonomi 6,3%-6,7% masih bisa pada tahun depan. Itu skenario konservatif. Namun skenario pesimistisnya, kalau kemudian krisis Eropa berubah menjadi krisis yang lebih besar, maka bisa lebih rendah dari itu (6,3%),” ujar dia saat temu media hari ini.

Untuk tahun ini, Edimon melihat perekonomian Indonesia bisa tumbuh hingga 6,7% pada kuartal terakhir sehingga rata-rata setahun bisa mencapai 6,6%.

Dengan catatan investasi kuat dan inflasi rendah. Dengan laju inflasi tahun kalender yang sebesar 4,42% (per Oktober), maka masih ada ruang dari otoritas moneter untuk bisa kembali menurunkan suku bunga acuannya.

“Kalau pertumbuhan ekonomi (2012) besar, akan ada tekanan dari sisi inflasi domestik. Tetapi dengan penurunan potensi ekonomi di eksternal, akan menurunkan potensi inflasi di dalam negeri,” ucapnya.

Dia mengatakan pemburukan ekonomi di kawasan Eropa akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara, yang kemudian bisa berpengaruh negatif terhadap permintaan barang ekspor.

Meskipun ekspor Indonesia ke kawasan Eropa hanya 11% dari keseluruhan, tetapi penurunannya bisa lebih besar dari itu karena memperhitungkan dampak lanjutan dari negara-negara lain yang juga terkena imbas.

“Ekspor kita sampai Agustus tumbuh 37%. Kalau 2012 terjadi penurunan, katakanlah menajdi 25%, itu masih oke. Kalau pertumbuhan ekspornya di bawah itu (25%) akan mengurangi pertumbuhan ekonomi secara signifikan,” jelasnya.

Terkait investasi, ADB memperkirakan pertumbuhannya pada tahun depan tidak akan sekuat tahun ini, meski Indonesai dengan fundamental ekonomi yang kuat dianggap sebagai lokasi yang tempat untuk menanamkan modal. Karenanya, penguatan ekonomi domestik sangat penting untuk
dilakukan guna mengompensasi kontribusi ekspor yang berkurang.

“Dari segi fiskal pemerintah punya ruang untuk mempercepat beberapa proyek besar di infrasturktur. Barangkali pemerintah bisa melakukan ini di awal tahun untuk bisa mengompensasi penurunan ekspor,” kata Edison. (sut)

Perekonomian Indonesia masuki fase super cycle

Oleh Ana Noviani

Kamis, 24 November 2011 | 21:07 WIB

JAKARTA: Ekonomi Indonesia dinilai tengah memasuki fase super cycle, yakni tumbuh dengan cukup cepat. Pada 2030, Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-6 di dunia dengan total PDB sebesar US$9,0 triliun.

Ekonom Standard Chartered Bank Eric Alexander Sugandi mengungkapkan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang ditopang oleh perkembangan sumber daya manusia, kemajuan teknologi, perkembangan modal, plus kekayaan alam.

“Pada 2020-2030, kami perkirakan masyarakat dengan kelas ekonomi menengah tumbuh signifikan disertai meningkatnya upah dan daya beli. Ini tulang punggung pertumbuhan ekonomi indonesia ke depannya,” tutur Eric dalam acara Standard Chartered Economic Briefing 2012 hari ini.

Volume ekspor impor Indonesia juga diperkirakan akan terus tumbuh akibat agresivitas pemerintah dalam membuka perdagangan internasional, a.l. perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan sejumlah negara, seperti China, India, Korea Selatan, Jepang, dan Australia-New Zealand.

Kondisi ini mungkin terjadi apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 6%-7% per tahun. Jika demikian, pada 2020, diperkirakan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-10 di dunia dengan nominal produk domestik bruto (PDB) sebesar US$3,2 triliun.

Menurut Eric, dari sisi ekonomi FTA dan organisasi perdagangan multilateral merupakan peluang produsen untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas, sehingga konsumen mendapatkan harga yang bersaing dengan kualitas produk yang lebih baik.

“Kami perkirakan ekspor akan menjadi mesin pertumbuhan Indonesia, dengan catatan ekspor komoditas sumber daya alam diolah untuk meningkatkan value added,” tuturnya.

Selain itu, perkembangan pendidikan, teknologi, dan komunikasi juga mendorong fase super cycle Indonesia. Sayangnya, tambah Eric, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan teknologi masih sangat tinggi.

“Transfer of knowledge tidak merata dan tidak terlalu berkembang. Perlu juga link and match kebutuhan tenaga kerja dan lulusan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Standard Chartered Bank memperkirakan fase super cycle ekonomi akan terjadi pada tiga negara, yang secara ranking ditempati oleh China, India, dan Indonesia.

Pada 2030, China diperkirakan menempati ranking ekonomi terbesar di dunia dengan PDB sebesar US$73,5 triliun dan India di posisi ketiga dengan nilai PDB sebesar US$30,3 triliun. (sut)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s