1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

indonesia 2012, ANALI$1$ (22) 3 Januari 2012

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:39 am

IHSG 2012 Capai 4.400 atau Anjlok ke 2.275?

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Rabu, 4 Januari 2012 | 07:31 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Seiring ketidakpastian krisis utang Uni Eropa, IHSG di 2012 hanya ditargetkan di level 4.400. Bahkan, ada proyeksi, indeks justru melemah ke level 2.275. Seperti apa?

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, pemicu pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) pada 2012, masih sama seperti 2011 yakni seputar krisis utang Uni Eropa. Tahun depan, menurutnya, jadi ujian bagi kawasan itu untuk menyelesaikan krisis.

Selama ini, pasar selalu dihadapkan pada berita segala macam pertemuan di kawasan itu, tapi belum terlihat solusi konkrit yang dihasilkan. “Diharapkan, pada 2012, ada solusi konkrit sehingga membawa sentimen positif bagi bursa global termasuk IHSG yang lajunya sangat rentan terhadap kondisi di luar negeri,” katanya kepadaINILAH.COM, di Jakarta, baru-baru ini.

Kenaikan indeks, menurutnya, tentu dengan catatan bahwa tensi krisis utang Uni Eropa mengalami penurunan. “Untuk 2012, kalaupun akhir tahun bisa ditutup di level 3.950-4.000, target resistance IHSG di level 4.200-4.400 dan support di level 3.700-3.900,” paparnya. “Target valuasi Price Earnings Ratio (PER) IHSG di level 20-22 kali.”

Reza mengaku, tidak berani pasang target tinggi. Sebab, berdasarkan pengalaman 2011, banyak analis yang memasang target tinggi, tapi tak terbukti. “Jadi, untuk mengantisipasi situasi negatif, target pun tidak bisa terlalu tinggi,” tutur Reza.

Dia menegaskan, kondisi krisis utang Uni Eropa masih meraba-raba sehingga ia bisa memaklumi analis lain yang justru memberikan outlook negatif. “Ini tergantung pada apakah krisis Uni Eropa bisa cepat diatasi atau justru semakindalam,” timpalnya. Kalaupun Uni Eropa sudah menemukan solusi konkrit, menurutnya, pasar juga harus memastikan implementasinya. Jika bisa diimplementasikan, krisis utang bisa cepat diatasi.

Sementara dari internal, menurutnya, indeks mendapat sentimen positif dari Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yang terus positif. Tapi, sentimen positif itu masih tertutupi oleh sentimen negatif dari eksternal. “Karena itu, IHSG punya potensi kenaikan tapi tidak signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, sentimen positif dari gelar investment grade yang diraih Indonesia ternyata tidak bisa berharap banyak. Jangan sampai, lanjut Reza, Indonesia mengejar gelar tersebut, tapi setelah mendapatkannya, tidak bisa mempertahankan akibat buruknya infrastruktur sehingga dampaknya akan lebih bahaya lagi.

Karena itu, menurutnya, Indonesia lebih baik mempertahankan PDB agar terus positif dengan pembenahan sarana infrastruktur dan pendukung lainnya. Birokrasi dipermudah dan kepastian hukum dibenahi. “Setelah itu tertib, baru layak dapat investment grade,” ucap Reza.

Apalagi, kata dia, data-data makro ekonomi belakangan ini, lebih baik di atas kertas tapi tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dia mencontohkan, PDB 6,5% yang 65%-nya ditopang oleh konsumsi domestik. “Tapi, konsumsi ini hanya ditopang oleh masyarat tertentu,” timpalnya.

Angka PDB merupakan pendapatan rata-rata semua rakyat Indonesia antara yang miskin dan kaya sehingga menjadi bias. “Tidak bisa diklaim, ekonomi Indonesia tumbuh karena hanya ditopang oleh konsumsi orang terkaya, tidak merata,” ucapnya.

Di atas semua itu, Reza memperkirakan, sektor saham yang bakal menjadi penggerak indeks 2012 adalah perbankan, perdagangan dan consumer goods. Sebab, secara fundamental lebih ditopang faktor domestic demand sehingga relatif tahan terhadap eksternal dibandingkan sektor lain. “Seperti pertambangan, yang secara fundamental emiten sangat positif tapi sangat rentan terhadap pergerakan harga komoditas,” tuturnya.

Saham-saham pilihan Reza untuk 2012 adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Gudang Garam (GGRM), PT United Tractor (UNTR), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Danamon (BDMN).

Menurutnya, sepanjang 2012, saham-saham tersebut memiliki potential upside 9-10% dari harga saat ini. “Saya rekomendasikan buy saham-saham tersebut karena outlooknya masih positif,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Kepala Riset Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, kondisi teknikal bursa saham Indonesia dan bursa saham AS jauh berbeda. IHSG berada dalam sebuah secular Bull Market sementara Dow Jones sebaliknya, sedang membentuk sebuah secular Bear Market.

Kini, lanjutnya, bursa saham Indonesia telah menyelesaikan intermediate wave pertama (1) dari primary wave 3. Artinya, selanjutnya IHSG akan membentuk intermediate wave kedua (2) yang turun karena sifatnya korektif.

Lalu, perlu juga diingat bahwa suatu corrective wave, yang bergerak berlawanan dengan tren utama, terdiri dari 3 gelombang. Dalam hal ini, minor wave A bergerak dari 4.195,724 hingga 3.217,951 sedangkan wave B masih berjalan pada saat ini dan sudah atau belum mencatat level tertingginya dari wave B di 3.875,112. Terakhir wave C yang turun kemungkinan baru akan mulai ketika support dari channel line tertembus ke bawah.

Pada 2012, target koreksi yang wajar untuk IHSG terletak antara sekitar 2.275 dan 2.642, yang masing-masing merupakan 61,8% dan 50% dari Fibonacci retracements. Dengan kata lain bursa saham Indonesia masih bisa tertekan 30% sampai 40% dari level sekarang. “Pada dasarnya, ini merupakan suatu koreksi yang wajar pada waktu kita mengalami sebuah cyclical bear market,” imbuhnya.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya memperkirakan, pada kuartal pertama 2012, IHSG bakal mengarah ke level resistance 4.000-4.100 jika tidak ada hal-hal yang aneh dari Eropa. Menurut perkiraannya, hingga akhir tahun depan, target indeks tidak terlalu tinggi di level 4.000-4.500.

Level itu bisa dicapai karena data inflasi Indonesia bakal terkendali di level 4,5-5%, ekonomi yang terus bertumbuh, dan cadangan devisa yang terus naik. “Tahun depan juga, tidak ada hal-hal yang mengganggu dari sisi politik. Sebab, kampanye politik baru akan mulai pada 2013,” imbuhnya. [mdr]
58 Saham Masuk Radar Investasi
Oleh Jauhari Mahardhika dan Efi Nurfiyasari | Senin, 2 Januari 2012 | 15:19
investor daily

JAKARTA – Sebanyak 58 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi memberikan keuntungan (gain) sebesar 5%-182% sepanjang 2012. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini berpeluang mencapai level 4.800 atau tumbuh 25,5% dibandingkan akhir 2011 di posisi 3.821,9.

Ke-58 saham layak beli tersebut, antara lain ELSA, ELTY, PTPP, ADHI, INCO, BRMS, TINS, UNSP, INDY, KIJA, MEDC, HRUM, CTRA, LPKR, BJBR, BBRI, BMRI, BBNI, ANTM, BWPT, serta ADRO.

Namun demikian, segenap pelaku pasar diingatkan bahwa pasar modal tahun 2012 masih harus menghadapi tantangan berat, akibat tekanan krisis utang Eropa yang berlarut-larut.

Faktor yang berisiko ini bisa menjungkalkan IHSG. Hanya saja, kinerja emiten sampai kuartal I-2012 belum akan terpengaruh krisis Eropa. Begitu pula, banjir likuiditas tidak akan menjadikan pasar saham nasional bubble.

Demikian rangkuman outlook 2012 dari BNI Securities, Trimegah Securities, Recapital Securities, Samuel Sekuritas, UBS, dan Nomura Group. Kemudian dirangkai dengan pendapat sejumlah analis, pengamat pasar modal, dan eksekutif perusahaan sekuritas. Mereka diwawancarai Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut outlook 2012 dari sejumlah sekuritas papan atas, ELSA berpotensi memberikan gain tertinggi sebesar 182,6%. Target harga ELSA tahun ini mencapai Rp 650 dibandingkan harga penutupan perdagangan akhir 2011 sebesar Rp 230. Selanjutnya ELTY dengan target harga Rp 320 atau berpeluang membukukan gain 168,9%. Disusul PTPP sebesar 147,4%, ADHI 106,9%, INCO 96,8%, BRMS 92,4%, TINS 88,6%, UNSP 75,4%, dan INDY 65,5%.

Potensi gain beberapa saham lain juga cukup menggiurkan antara lain KIJA 63,1%, MEDC 60,8%, HRUM 60,5%, CTRA 60%, LPKR 39,3%, BBNI 34,2%, BMRI 33,3%, BBRI 30,3%, UNTR 21,4%, dan ASII 17,5%. Penguatan harga saham-saham tersebut seiring penguatan fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja emiten terutama di sektor yang berbasis domestik, seperti sektor barang konsumsi, perbankan, infrastruktur, semen, dan properti.

Iklan
 

One Response to “indonesia 2012, ANALI$1$ (22)”

  1. […] 03 Januari 2012 ada 2 posting gw yang baru n menarik: evaluasi saham2 LQ45 dan saham2 gw yang masuk radar anali$ Share this:EmailPrintLike this:SukaBe the first to like this […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s