1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

PAJAK melulu @saham … 100412 4 April 2012

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 8:00 am

Rencana kenaikan pajak saham dianggap aneh
Oleh Anna Suci Perwitasari – Selasa, 10 April 2012 | 11:48 WIB
kontan

JAKARTA. Pelaku pasar modal merasa aneh dengan kebijakan kenaikan pajak saham terhadap pengendali perusahaan berstatus perusahaan terbuka. Kenaikan itu dianggap hanya akal-akalan untuk menggenjot pendapatan.

“Itu motifnya apa? Paling hanya untuk menaikkan pendapatan,” kata Direktur Utama Ciptadana Securities Ferry Budimana Tanja, usai listing PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) di Jakarta, Selasa (10/4).

Penerapan pajak 0,5% bagi pemegang saham pengendali yang saat ini berlaku, dianggap Ferry sudah cukup. Jadi jangan ada lagi kenaikan pajak. “Kenaikan pajak saham juga akan menyurutkan minat perusahaan swasta untuk IPO,” tambahnya.

Selama ini, pajak saham 0,5% langsung dipotong saat perusahaan mencatatkan saham perdananya alias listing. Jika ada kenaikan drastis 10 kali lipat, tentu memberatkan perusahaan yang bersangkutan. “Kalau memang ada kenaikan, harus ada aturan yang lebih rinci. Karena kan saham yang dijajakan saham baru, sedangkan pengendali masih pegang sahamnya. Harusnya kalau mau jual, baru dikenakan pajak,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirjen Pajak Fuad Rahmany berencana memberlakukan aturan pajak baru bagi pemegang saham pengendali. Tujuannya untuk mengoptimalisasi penerimaan perpajakan. Bagi Ditjen Pajak, para pemilik saham pendiri tidak pernah dikenai pajak oleh pemerintah. Padahal, nilai saham mereka senantiasa terus berkembang.

Ilustrasinya, jika pada awalnya pemilik perusahaan memiliki saham 100%, lalu melepas ke publik sebesar 20%, maka mereka masih mengantongi 80% saham dan menjadi pemegang saham pengendali. Para pemilik saham pendiri dan pengendali inilah yang nantinya akan dikenai pajak.

Tarif pajak final penjualan saham bakal naik
Oleh Narita Indrastiti – Rabu, 04 April 2012 | 07:23 WIB

kontan
JAKARTA. Pemerintah berencana menaikkan persentase tarif Pajak Penghasilan (PPh) final atas penjualan saham pendiri untuk lebih mendongkrak penerimaan perpajakan. Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan masih menggodok rencana tersebut yang akan tertuang sebagai Peraturan Pemerintah (PP).

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak, Amri Zaman mengatakan, perubahan persentase tarif final atas penjualan saham pendiri merupakan salah satu inisiatif strategis kebijakan yang akan diterapkan Ditjen Pajak pada tahun 2012. Namun, kapan persisnya beleid tersebut akan dikeluarkan, Amri belum mau memberi bocoran. “Yang pasti kami usahakan peraturannya keluar tahun ini,” ujar dia saat dihubungi, Selasa (3/4).

Amri pun mengaku pihaknya masih menghitung berapa kenaikan tarif yang pas untuk kepemilikan saham tersebut. Sebagai catatan, dalam PP 14 tahun 1997 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di Bursa Efek disebutkan, tambahan Pajak Penghasilan untuk transaksi penjualan saham pendiri yang sebelumnya dikenakan sebesar 5% pada saat penjualan saham dilakukan, diubah menjadi dikenakan sebesar 0,5% dari nilai jual saham.

Amri mengatakan, persentase 0,5% tersebut akan mengalami kenaikan untuk mendorong penerimaan yang lebih besar lagi. Amri bilang, tidak menutup kemungkinan kalau pemerintah akan mengembalikan tarif PPh transaksi penjualan saham kembali menjadi 5%. “Mungkin saja (dikembalikan jadi 5%). Jadi ini bukan pajak baru. Objeknya sama yaitu merupakan penjualan atau pelepasan saham pendiri. Saat ini tarifnya final 0,5%. Persentase tarif yang 0,5% ini akan diubah dengan PP,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany sebelumnya pernah bilang di hadapan anggota Badan Anggaran DPR untuk menggenjot penerimaan dari pengenaan pajak yang lebih besar dari pengenaan pajak pasar modal. “Sekarang kami sedang menggodok penyempurnaan pajak final pasar modal, termasuk saham pendiri. Pajak 0,5% itu hanya kecil sekali padahal untung mereka besar. Maka akan dielaborasi lagi,” katanya. Namun ketika dikonfirmasi, Fuad masih belum mau membeberkan lebih jauh hitung-hitungan Ditjen Pajak mengenai hal tersebut. “Masih kami kaji,” tandasnya.

Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia Gunadi mengatakan, pengenaan tambahan tarif pajak tersebut tentu bisa mendongkrak penerimaan. Namun di sisi lain akan mempengaruhi perkembangan investasi khususnya bagi pendirian perusahaan baru. Gunadi bilang, ketika pajak saham pendiri itu dikenakan sebesar 5%, banyak komplain dari pengusaha. “Aneh kalau mau dikenai pajak tambahan karena akan membuat tambahan investment cost,” tandasnya.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s