1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

gw mah hepi AZA @lot kecil, fraksi kecil 11 Agustus 2015

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 1:12 am

JAKARTA kontan. Kalau tak ada onak dan duri, pekan ini Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengajukan draf perubahan fraksi harga saham ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BEI berharap, regulasi baru mengenai perubahan fraksi harga bisa segera diteken.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, mengatakan, dalam draf yang diajukan, fraksi harga akan berubah dari tiga kelompok menjadi lima kelompok. Meski kembali menjadi lima kelompok fraksi harga, tetap ada perbedaan di rentang harga dengan kebijakan fraksi harga yang lama.

“Kami sudah bicara kepada seluruh anggota bursa, dan 100% mereka minta fraksi harga diubah. Akan kami akomodasi kepentingan semua pihak,” imbuh Tito, Senin (10/8).

Investor lokal ingin agar fraksi harga yang berlaku memungkinkan mereka meraup keuntungan maksimal setiap ada kenaikan harga. Sementara, investor asing menginginkan fraksi harga yang membuat volatilitas saham tidak terlalu tinggi.

Susy Meilina, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), menyambut baik jika BEI kembali memecah fraksi harga menjadi lima kelompok (lihat tabel). Sebelumnya, APEI mengajukan dua opsi perubahan fraksi harga ke BEI. Keduanya dibagi menjadi empat kelompok fraksi.

“Tapi kalau sekarang dibagi menjadi lima fraksi seperti itu, malah lebih bagus,” kata Susy kepada KONTAN. Berdasarkan hasil kajian APEI, investor ritel paling banyak bertransaksi di saham-saham yang harganya di bawah Rp 2.000. Sehingga, kelompok harga di bawah Rp 2.000 lebih banyak dipecah.

Dengan fraksi yang hanya tiga golongan saat ini, nilai transaksi broker menjadi sepi, karena sulit mengail cuan. “Perubahan fraksi diharapkan bisa lebih membuat transaksi bergairah lagi,” tandas Susy.

David Sutyanto, Analis First Asia Capital, mengatakan, rencana perubahan fraksi harga menjadi lima kelompok lebih positif dibandingkan fraksi harga saat ini. Meski demikian, perubahan ini tetap ada sedikit kekurangan. David menyoroti, dengan menggunakan fraksi harga dengan fraksi Rp 25 sebagai fraksi harga tertinggi, hanya positif untuk menggerakkan saham-saham likuid. Namun, dampaknya kurang bagus untuk saham-saham yang kurang likuid, misalnya saham lapis kedua.

Berdasarkan hitungan David, indeks likuid, misalnya indeks LQ45 akan positif dengan fraksi harga yang lebih kecil. Sementara saham-saham di luar indeks LQ45 cenderung merespons negatif. Hal ini disebabkan tingkat likuiditas kedua kelompok saham ini berbeda.

Untuk mengatasinya, David menyarankan pembuatan dua jenis fraksi harga, untuk saham yang likuid dan kurang likuid. Sehingga trader tetap bisa mengambil cuan dari kenaikan saham-saham lapis dua atau lapis tiga. “Ini sudah dilakukan di beberapa negara. Sehingga menguntungkan seluruh pihak, baik trader kecil ataupun besar,” tandasnya.

Editor: Barratut Taqiyyah

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan transaksi jual beli saham di Bursa Efek Indonesia akan semakin diperketat. Pengawas pasar modal akan membuat ketentuan yang membuat sejumlah efek saham dikecualikan dari penyelesaian transaksi.

Akhir tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.26/2014 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.

Dalam beleid disebutkan, lembaga kliring dan penjaminan (KPEI) wajib melaksanakan penjaminan penyelesaian transaksi bursa sesuai dengan POJK ini.

Adapun, KPEI wajib bertanggung jawab atas kerugian yang dialami setiap pihak sebagai akibat keterlambatan KPEI dalam penyelesaian transaksi bursa yang dijaminnya.

Namun demikian, tidak semua efek saham yang ditransaksikan akan dijamin. Dalam beleid disebutkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KPEI dapat menetapkan efek tidak dijamin.

Efek tidak djamin wajib diumumkan kepada publik dan dilaporkan kepada OJK oleh BEI dan KPEI paling lambat dua hari bursa sebelum efek tidak dijamin berlaku.

Penetapan efek tidak dijamin dilakukan dengan ketentuan persyaratan dan tata cara penetapkan wajib ditetapkan dalam Peraturan BEI dan KPEI.

BEI dan KPEI wajib telah menetapkan peraturan dan sarana terkait dengan penjaminan penyelesaian transaksi bursa paling lambat 31 Desember 2015.

Artinya, bila selama ini KPEI menjamin setiap transaksi penyelesaian saham terhindar gagal serah dan gagal bayar. Nantinya, KPEI tak lagi menjamin ada investor kesulitan memperoleh saham yang berisiko.

Hasan Fawzi, Direktur Utama KPEI mengatakan aturan OJK tersebut memang harus dibuat aturan pelaksananya. Adapun, BEI dan KPEI bertugas membuat aturan pelaksana tersebut. Sebelum berlaku pada 1 Januari 2016, mau tidak mau pihaknya dan BEI harus bisa menyelesaikannya.

“Semoga Juli ini sudah bisa rule making rule, minta pandangan dan masukan dari pelaku, anggota bursa, emiten, dan sebagainya,” kata Hasan di Jakarta, Selasa (9/6/2015).

Hasan sendiri belum mau membeberkan kriteria apa saja yang nantinya membuat sebuah efek saham tidak dijamin.

Namun demikian, dalam menetapkan persyaratan efek tidak dijamin, BEI dan KPEI wajib mempertimbangkan paling tidak komposisi kepemilikan efek termasuk porsi kepemilikan publik dan konsentrasi kepemilikan efek.

Kemudian pola, volume, dan frekuensi transaksi efek dan fluktuasi harga.

“Nanti akan dilihat, ada kemungkinan yang tidak dijamin saham berisiko tinggi. Anggota bursa juga dilihat, apakah AB terindikasi melakukan hal-hal yang tidak wajar. Investornya juga dilihat, bagaimana indikasinya terhadap pelanggaran,” tambahnya.

Hasan juga belum bisa mengatakan kompensasi yang akan diberikan jika terbukti ada transaksi tidak wajar. Ketentuan ini akan mulai diimplementasikan pada Januari 2016. Sedangkan, aturan pelaksana bakal diumumkan September 2015.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK mengatakan selain ada aturan pelaksana yang dibuat oleh KPEI dan BEI, pihaknya juga akan membuat ketentuan untuk menentukan kriteria yang masuk dalam efek tidak dijamin. Saat ini, kata Nurhaida, draft belum difinalisasi.

“Akan dilihat dari kriteria saham, AB, dan investor. Kalau sudah tahu sejak awal saham berisiko tinggi, maka tidak dijamin. Investor dan AB akan dilihat track record-nya,” jelasnya.

Menurutnya, ketentuan ini bisa berbentuk POJK atau surat edaran (SE). Untuk mensinergikan dengan peraturan pelaksana yang dibuat BEI dan KPEI, pihaknya akan melihat dahulu ketentuan yang dibuat oleh KPEI dan BEI.

“Setelah itu baru minta pendapat publik, apakah bisa diterapkan atau tidak. Pengembangan infrastrukturnya juga masih dibuat. Jadi, nanti ada perangkat yang bisa membedakan efek yang dijamin, dan mana yang tidak dijamin.”

Selain menetapkan efek yang tidak dijamin, BEI dan KPEI dapat menetapkan transaksi yang dipisahkan. Penetapan transaksi dipisahkan wajib terlebih dahulu mendapat persetujuan atau berdasarkan perintah OJK.

Adapun, penetapan transaksi dipisahkan dilakukan dengan beberapa ketentuan sepperti transaksi dipisahkan dapat ditetapkan bila terdapat indikasi transaksi yang tidak wajar, berisiko tinggi, dan/atau membahayakan integritas pasar. Persyaratan dan tata cara penetapan transaksi dipisahkan wajib ditetapkan dalam peraturan BEI dan KPEI.

Berbeda dengan kasus efek yang tidak dijamin (KPEI tidak melakukan penjaminan penyelesaian transaksi bursa), pada transaksi dipisahkan KPEI dapat menunda penyelesaian transaksi setelah mendapatkan persetujuan OJK atau berdasarkan perintah OJK.

Terkait potensi tabrakannya aturan yang tengah digodok OJK dengan aturan pelaksana yang dibuat oleh BEI dan KPEI, Hasan mengatakan akan berusaha mensinergikannya.

“Bagaimanapun harus disinergikan. Kami lebih ke teknisnya, mudah-mudahan OJK lebih ke kebijakannya, seperti apa kriterianya rincinya, semoga yang dibuat OJK itu SE sehingga memperkuat aturan kami,” tambah Hasan.

Bisnis.com, JAKARTA- Kebijakan fraksi harga yang baru dan mulai berlaku sejak awal 2014 dicurigai sebagai penyebab turunnya rerata transaksi harian di pasar saham sepanjang 2014.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), rata-rata transaksi harian di bursa saham sepanjang 2014 tercatat Rp5,99 triliun atau meleset dari target BEI yang Rp6,4 triliun. Nilai transaksi tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai Rp6,2 triliun.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan faktor utama yang dicurigai menjadi penyebab turunnya rerata nilai transaksi harian sepanjang 2014 adalah kebijakan fraksi harga baru, yang mulai berlaku sejak awal tahun. Menurutnya, kebijakan fraksi harga dan lot saham yang baru tidak banyak diminati oleh trader lantaran harus menunggu lama untuk melakukan aksi profit taking.

“Kebijakan fraksi harga sangat berpengaruh, yang tadinya setiap hari trading (trader), mereka mengurangi. Terlihat mereka agak kecewa di awal-awal bulan,” kata Budi saat dihubungi Bisnis, Selasa (6/1).

Selain itu, bunga deposito yang sedang tinggi-tingginya juga membuat investor lebih memilih memarkir dananya di deposito. Adapun, investor besar dan institusi yang dinilai paling banyak beralih. “Tengah tahun lalu bunga deposito sampai 11%, bersihnya bisa 8,8%. Seperti investor asuransi, imbal hasil sebesar itu sudah cukup, mereka cari aman makanya lebih memilih ke deposito,” tambahnya.

Tantangan pada 2014 bukan hanya pada kebijakan fraksi harga yang baru. Menurut Budi, adanya masa pemilu dan melemahnya nilai tukar rupiah pada tahun lalu juga menjadi faktor yang membuat investor lari. “Beberapa memanfaatkan dollar yang tengah kuat untuk berinvestasi di pasar valas. Mereka melihat momentum.”

Untuk diketahui, BEI menetapkan keputusan melalui surat Kep-00071/BEI/11-2013 mengenai Perubahan Satuan Perdagangan dan Fraksi Harga yang berlaku efektif pada 6 Januari 2014. Perubahan fraksi harga dinilai menimbulkan dampak negatif terutama bagi trader saham yang notabene memiliki rentang waktu beli dan jual saham sangat pendek.

 

Senada dengan Budi, Presiden Direktur PT Panin Sekuritas Tbk Handrata Sadeli mengatakan perubahan fraksi harga yang berlaku sejak 6 Januari 2014 memang sangat memengaruhi nilai transaksi di bursa. Berdasarkan data BEI, total nilai transaksi Panin Sekuritas merosot dibandingkan dengan 2013. Tahun lalu, total nilai transaksi Panin tercatat Rp32,61 triliun, sedangkan pada 2013 tercatat Rp42,16 triliun.

“Fraksi harga salah satunya. Terus ada masalah pemilu, investor wait and see,” kata Handrata kepada Bisnis, Selasa (6/1).

Dia menilai, kebijakan fraksi harga yang baru sangat berdampak negatif pada investor lokal. Banyak investor lokal yang memilih untuk tidak melakukan trading lagi. Bahkan, kata Handrata, kebijakan ini juga membuat sulit bagi institusi reksa dana.

“Saya dapat banyak keluhan dari fund manager, mereka sulit transaksi. Bagaimanapun yang namanya pasar harus ada yang jual dan beli, sementara investor lokal atau ritel tidak jual dan beli, fund manager tidak ada lawannya,” jelasnya.

Menurutnya, bila otoritas bursa mengatakan aturan ini tidak ada pengaruhnya bagi transaksi, hal itu tidak benar. Untuk investor lokal, aturan ini memang merugikan, tapi bagi asing sama sekali tidak berpengaruh.

“Investor asing lebih suka. Makanya kenapa tidak terlihat bedanya, secara keseluruhan memang tidak kelihatan menurun, pemainnya saja beda, jadi lebih banyak asing. Padahal niatnya mau menambah lokal.”

Ekonom PT Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan pertumbuhan IHSG yang hampir mencapai 23% sepanjang tahun lalu memang seharusnya bisa mendorong peningkatan rerata nilai transaksi harian bursa. Namun, efek eksternal yang muncul sepanjang tahun lalu cukup banyak sehingga tidak bisa mendorong rerata transaksi harian bursa mencapai target.

 

“Ada tahun pemilu, itu sangat mengganggu, investor wait and see. Yang paling berdampak dan membuat investor keluar dari pasar modal adalah ketika pertengahan tahun lalu bunga bank sangat menarik hingga 11,5%,” kata Lana saat dihubungi Bisnis, Rabu (7/1).

 

Menurutnya, snagat menariknya bunga perbankan pada Juli tahun lalu itu membuat investor di pasar modal ramai-ramai menarik dananya untuk dialihkan ke bank. “Banyak sekali yang keluar, hampir semua pengelola reksa dana itu keluar, dana pensiun juga, mereka cari aman untuk bisa memenuhi target mereka,” jelas Lana.

 

Belum lagi adanya isu The Fed yang akan menaikkan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Ketika itu, kata Lana, tidak sedikit dana asing yang keluar dari dalam negeri. “Jadi memang, banyaknya tantangan tahun lalu tidak bisa membantu secara signifikan transaksi harian bursa meski pertumbuhan IHSG cukup besar. Besar itu, terbesar kelima di dunia.”

Dampak Perubahan Lot, Investor Bisa Koleksi Saham Bluechip

Vega Aulia Pradipta   –   Senin, 06 Januari 2014, 13:31 WIB

UNVR, the BLUEST CHIP, gw BEL1
Bisnis.com, JAKARTA – Investor ritel bisa mengoleksi saham-saham yang berfundamental lebih bagus pasca perubahan satuan perdagangan (lot size) yang diterapkan mulai perdagangan efek pada hari ini (Senin, 6 Januari 2014).Satrio Utomo, analis Universal Broker Indonesia mengatakan rata-rata investor ritel Indonesia kini berinvestasi dengan modal awal Rp10 juta dan ingin memiliki saham minimal dalam jumlah 10 lot.

Dengan satuan perdagangan yang diperkecil dari 500 lembar saham menjadi 100 lembar saham, investor kini bisa mengoleksi saham-saham bluechip yang harganya lebih mahal.

“Ketika uangnya terbatas, investor kini punya banyak pilihan,” ujarnya, Senin (6/1/2014).

Satrio yang biasa dipanggil Tomi ini mencontohkan, dengan uang Rp10 juta, investor bisa mengoleksi hingga 3 saham, yang masing-masing bisa terbagi menjadi Rp5 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta (lihat tabel).

Dengan satuan lot yang masih 500 lembar, jika investor ingin membeli saham 10 lot, maka untuk investasi yang Rp5 juta, investor hanya bisa mengoleksi saham paling mahal harganya yang sebesar Rp1.000 per saham (Rp5 juta dibagi (10lotx500 lembar)).

Saham dengan harga Rp1.000 dinilai tidak memiliki fundamental yang baik. Sedangkan, dengan satuan lot yang sudah 100 lembar (dengan jumlah uang yang sama yaitu Rp5 juta), investor bisa membeli saham yang paling mahal harganya sebesar Rp5.000 per saham.

“Biasanya orang beli dalam jumlah lot. Dan investor Indonesia itu, biasanya gengsi kalau cuma beli 1 atau 2 lot. Tapi kini dengan 1 lot yang 100 lembar, orang bahkan bisa beli saham Astra 5 lot juga bisa,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan perubahan satuan perdagangan (lot size) dan fraksi harga mulai hari ini, 6 Januari 2014. Untuk lot size diubah dari 1 lot sebanyak 500 lembar menjadi 100 lembar.

Selanjutnya, maksimum volume order di pasar reguler dan pasar tunai diubah dari 10.000 lot menjadi 50.000 lot. Serta, fraksi harga diubah dari 5 kelompok harga menjadi 3 kelompok harga. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan KEP-00071/BEI/11-2013.

“Kalau perubahan lot saya kira sangat baik, membuat investor kecil jadi punya portofolio saham yang lebih rasional. Kalau untuk fraksi harga, saya rasa belum waktunya,” ujar Tomi.

Pasalnya, lanjut Tomi, investor pasar modal Indonesia saat ini masih sekitar 400.000 orang, bahkan belum menyentuh 1 juta orang. Dia menambahkan, pada Senin ini sepertinya orang masih berusaha membiasakan entry transaksinya.

 

Contoh Simulasi Trading Pilihan Investor Sebelum dan Setelah Perubahan Lot Size

50%                 30%                 20%

Lembar dalam 1 lot   500                 

Investasi          10 lot   Rp10 juta        Rp5 juta          Rp3 juta          Rp2 juta

harga saham                Rp1.000          Rp600             Rp400

Lembar dalam 1 lot   100

Investasi          10 lot   Rp10 juta        Rp5 juta          Rp3 juta          Rp2 juta

harga saham                Rp5.000          Rp3.000          Rp2.000

PGAS               TLKM                WIKA

Kekhawatiran investor soal lot saham tak terjadi
Oleh Amailia Putri Hasniawati – Jumat, 10 Januari 2014 | 19:48 WIB

kontan

JAKARTA. Seminggu sudah, kebijakan baru mengenai satuan lot saham dan fraksi harga diberlakukan. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai apa yang selama ini dikhawatirkan oleh investor tidak benar-benar terjadi.
Selama ini, investor mengeluhkan dengan adanya kebijakan baru, terutama terkait fraksi harga, proses kenaikan harga saham akan berjalan lebih lambat dibanding sebelumnya.
Ia mencatat, dua hari setelah berlakunya kebijakan baru, yaitu Rabu (8/1), ada173 saham yang mengalami kenaikan. Dari saham-saham itu, sebanyak 79% mengalami kenaikan lebih dari 2%.
Selanjutnya, ada 27 saham yang mengalami peningkatan lebih dari 5%. “Artinya, kekhawatiran investor susah memperoleh gain tidak sepenuhnya benar,” ujar Ito Warsito, Jumat (10/1).
Sepanjang Januari 2014, nilai rata-rata transaksi bursa hanya Rp 3,09 triliun per hari. Sementara tahun lalu, nilai rata-rata transaksi sekitar Rp 6,23 triliun per hari.
Namun, masih minimnya transaksi menurut Ito tidak ada kaitannya dengan adanya kebijakan baru tersebut. Adapun, beberapa isu yang dinilai mempengaruhi perdagangan saham beberapa waktu belakangan ini antara lain terkait tapering off. Selain itu, juga isu mengenai neraca perdagangan, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Editor: Hendra Gunawan

aturan baru BEI RAMAI2 DIKEROYOK TRADER … napa? sederhana: MEREKA UDA BIASA dan BERBUDAYA SERAKAH DI ARENA BELI dan JUAL SAHAM kita … lah k0k DIBATASI besar lot dan besar fraksi harga… contoh sederhana: kalo elo mo untung Rp 1 Milyar dalam satu kali transaksi, maka MAKIN MUDAH dan MAKIN CEPAT jika DILAKUKAN DENGAN ATURAN LAMA yang MEMBOLEHKAN TRANSAKSI GEDE DALAM SEKALI GEBRAK … jika dilakukan dengan aturan baru, maka ibarat keong merayap di batu-batuan n kerikil lah … tapi … ya ada tapinya: yaitu bwat investor ritel KELAS TERI maka aturan baru ini MEMUNGKINKAN MEREKA BERTAHAN menghadapi PARA BANDAR dan INVESTOR KAKAP INSTITUSI … gerak gerik transaksi para RAKSASA ini akan TERBATAS SEKALE, sehingga para investor ritel mampu IKUTAN MERAUP LABA KECIL-KECIL DAN SERING, yang berujung pada AKUMULASI LABA YANG GEDE juga … begitu seh ekspektasi para REGULATOR … well, gw mah HEPI aja, karena dari sejak awal maen saham uda BEREKSPEKTASI BAHWA BURSA SAHAM KITA ITU PENUH MUSLIHAT dan BAHAYA INVESTASI bwat INVESTOR RITEL, termasuk gw lah … 🙂
… expect the worst, so that I can survive and enjoy …

… expect the worst, so that I can survive and enjoy …

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/11/langkah-pertama/ klik link ini bwat liat posting gw soal LANGKAH PERTAMA CALON INVESTOR SAHAM … langsung ke link di atas, atawa baca2 dulu posting berikut:     https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/28/takut-mampus-braneeee-idup-peluank-270310/
inga, inga ada HUKUM ABADI TRANSAKSI SAHAM , baca posting ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/21/hukum-abadi-transaksi-saham-210410/

DOLLAR AVERAGING COST

sehari-hari gw melakukan transaksi dan sekaligus menjalankan strategi DOLLAR AVERAGING COST sebagai langkah pertama cerdik investor juga, seperti pada contoh ini  :  http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/23/harga-rerata-beli-saham/ dan http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/27/319/
gw menjalankan 2 taktik sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, ini penjelasannya: https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/
gw menjalankan 2 taktik sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, ini penjelasannya: https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/

mau dibantuin gw langsung lewat les maen saham sederhana :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/les-maen-saham-sederhana/

mau dibantuin gw langsung lewat les maen saham sederhana :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/les-maen-saham-sederhana/

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s