1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk … 060910_270915 26 September 2015

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:15 am


… kalo mo tau dan maenin saham goreng2an, ini contoh yang boleh dipake … artinya satu hari ketika saham2 ini ditransaksikan lage, maka pergerakan harga akan mengikuti RUMOR … walau pun HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs … catatan: TGL YANG TERCANTUM DI BELAKANG HARGA ADALAH TANGGAL TERAKHIR TERJADI TRANSAKSI ATAS SAHAM YBS …. maseh banyak saham bobo dan gorenk2an laen, silakan cek di yahoo finance : http://finance.yahoo.com/q/cp?s=^JKSEα=C

HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs

… supaya YAKIN, KARENA BUKAN GW DOANK YANG NGOCEH2 SOAL GORENGAN YANG LAZIM DAN JAMAK DILAKUKAN DI BURSA : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/30/semacam-whistleblowing-neh-301209/

  Oleh Ryan Filbert
                                                  @RyanFilbert

KOMPAS.com
– Bila keuntungan sebuah perusahaan mencatatkan kenaikan keuntungan, apakah sahamnya serta-merta memiliki nilai yang sama baiknya dengan kinerja perusahaannya?

Jawabannya adalah tidak selalu. Bila ada perusahaan berkinerja baik dan memuaskan namun harga sahamnya tidak sebaik kinerja perusahaannya maka dalam analisa saham sering dikenal dengan saham yang undervalued.

Mengapa undervalued? Karena harga sahamnya tidak sesuai, alias kemurahan dibandingkan kinerja perusahaan yang meningkat dan baik. Itulah yang dikenal sebagai value investing, membeli saham seperti Warren Buffett, investor kelas dunia.

Namun kini, pernyataan dan pertanyaannya ingin saya balik. Apabila ada saham sebuah perusahaan yang sangat menguntungkan, yakni dalam 4 bulan membuat semua pemegang sahamnya mendapat durian runtuh, untung 100 persen, namun kontras dengan kinerja perusahaan yang justru menderita kerugian karena hutang menumpuk bahkan hingga gagal bayar, apakah hal ini terjadi dalam praktik sehari-hari di bursa?

Ternyata ada banyak saham yang tidak sinergis dengan kinerja perusahaannya! Lalu walaupun perusahaannya rugi, kenapa bisa harga sahamnya melejit naik?

Itu adalah sebuah kejadian yang perlu perhatian khusus dari semua pelaku dan yang baru mau mengenal dunia saham. Kenaikan harga saham yang tidak disebabkan oleh peningkatan kinerja perusahaan bisa terjadi oleh karena banyak hal. Hal yang paling mudah menaikkan harga saham adalah gosip panas atau rumor.

Ada sebuah cerita yang entah datangnya dari mana, yang menghembuskan informasi fiktif dan biasanya memiliki kepentingan agar harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Di saat informasi ditanggapi secara hangat oleh para pelaku pasar yang kurang teredukasi dan suka ikut-ikutan, banyak yang membeli dan menaikkan harga saham. Si pemberi rumor justru mengambil keuntungan.

Contohnya sebuah perusahaan berkinerja buruk dengan harga saham Rp 100, saya kumpulkan sahamnya, lalu saya informasikan atau membuat gosip bahwa perusahaan tersebut akan dibeli oleh perusahaan terkenal di Amerika Serikat dengan harga fantastis karena melihat masa depan cemerlang.

Karena cerita tersebut dianggap menarik, banyak orang ikut membeli saham perusahaan. Alhasil, harga bergerak menjadi Rp 200, dan saya sudah menjualnya ketika saham bergerak ke angka tersebut.

Penulisan artikel ini sebenarnya karena saya tergelitik setelah salah seorang rekan berkata bahwa ada beberapa perusahaan yang saat ini sedang booming dan terus menerus memberikan injeksi dana ke usahanya meskipun merugi. Ketika ditanya skema bisnis apa yang nantinya bisa menguntungkan perusahaan tersebut, apa kira-kira jawabannya?

Pemilik perusahaan tersebut memiliki dua exit plan strategy. Pertama adalah menunggu perusahaan itu dibeli oleh perusahaan lain yang lebih besar dan strategi lainnya adalah menerbitkan saham untuk dilepas ke publik (IPO atau initial public offering). Lah, kalau rugi nanti bagaimana nasib IPO-nya?

Artinya, selain kita perlu berhati-hati memilih saham yang sudah ada untuk berinvestasi, kita juga dihadapkan bahwa perusahaan yang sedang tren tidak selalu nantinya akan menarik untuk diinvestasikan.

Cermatlah memilih, tidak ada nomor seri yang sama (kecuali uang palsu), uang dan harta Anda tanggung jawab Anda, bukan yang menawarkan maupun menyarankan investasi kepada Anda.

Salam investasi untuk Indonesia.

 

… gw UPDATE DATA HARGA SAHAM2 YG BOBO tersebut di tabel samping ini … kalo nama saham tidak ada berarti harganya bisa tetap, atau turun … ini adalah tabel update harga saham2 yang naek doank (per tgl 01 Desember 2010):

… lalu baca lage kejadian mutakhir soal PLIN :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/03/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-2-0-030110/

… baca posting dari situs vibiznews tentang rumor dan volume transaksi:  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/emang-ada-rumor-yang-bener-p-200110/ terkait KARK
… teori informasi di bursa juga bole dibaca neh : http://sahambumi.wordpress.com/2009/06/09/informasi-itu-abadi/

Pentingnya Informasi bagi Pasar
Senin, 8 Juni 2009 – 08:51 wib

Informasi adalah menu sehari-hari di pasar modal. Tanpa adanya suplai informasi pasar modal bisa jadi akan stagnan. Sebab, dengan tidak adanya infromasi berarti tidak ada faktor yang menggerakkan ekspektasi investor sehingga investor akan diam saja, tidak melakukan apa-apa. Berkat informasilah, ekspektasi investor terbentuk. Dari sana mengambil keputusan apakah ia akan menambah portofolionya atau sebaliknya mengurangi portofolionya.

Jenis informasi itu bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dari informasi seputar perusahaan hingga informasi yang bersifat makro, baik ekonomi maupun politik. Misalnya informasi tentang pergantian manajemen, penurunan kinerja, pembagian dividen, stock split, merger dan akuisisi, perubahan indeks di bursa luar negeri, perubahan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya. Informasi itu datang silih berganti, dari emiten satu ke emiten lainnya.

Contoh lain masih banyak. Informasi soal kenaikan harga (BBM), tentang harga minyak dunia, tentang inflasi, tentang suku bunga dan sebagainya membangunkan ekspektasi beragam di setiap benak investor. Banyak sekali contoh yang bisa dilihat, betapa informasi sangat menentukan dalam perubahan harga saham. Ketika beredar informasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2009 mencapai 4,4 persen, pasar langsung bereaksi positif.

Sulit untuk dibantah bahwa keberadaan informasi senantiasa berpengaruh besar terhadap perubahan harga saham. Informasi yang sifatnya negatif akan menurunkan harga saham, sebaliknya informasi yang positif akan mendongkrak minat beli pelaku pasar. Dalam setiap informasi itu selalu memiliki kekuatan yang memunculkan ekspektasi investor. Ekspektasi inilah yang menggerakkan minat beli dan minat jual sehingga mengakibatkan perubahan harga saham di pasar.

Untuk jenis informasi yang berkaitan dengan ekonomi makro ini relatif lebih mudah menyaringnya. Jarang sekali informasi yang bersifat makro muncul dalam bentuk rumor. Tapi untuk informasi yang berkaitan langsung dengan emiten seringkali tidak bisa ditelan begitu saja.

Yang jadi masalah bagaimana menyaring informasi tentang emiten yang mondar mandir di pasar, mendeteksi bahwa informasi itu benar, dan memanfaatkannya untuk meraih keuntungan di pasar? Bagaimana jika informasi yang beredar itu cuma sekadar rumor yang sengaja disebarkan pihak-pihak tertentu dalam rangka juga mencari keuntungan? Bagaimana menaklukkan rumor?

Seorang pakar investasi memberi resep bagaimana menangkal rumor di pasar. Alasannya rumor tidak bisa ditangkal, melainkan harus ditaklukkan. Dari diskusi dengan beberapa pelaku pasar, dikatakan dari sisi likuiditas pasar, keberadaan rumor sebenarnya cukup penting. Namun pemain harus pintar-pintar menyikapinya dan menangkalnya. Ada beberapa tips yang disampaikan kalangan pelaku sendiri, yakni :

1. Jangan terlalu cepat yakin terhadap informasi yang beredar jika tidak jelas asal-usul sumber beritanya. Kalau perlu lakukan cross chek tentang kebenaran informasi yang beredar tersebut dengan emiten langsung melalui corporate secretary atau cross chek dengan informasi keterbukaan yang diumumkan melalui website BEI yang beralamat di http://www.idx.co.id.

2. Tinggalkan kebiasaan buruk prilaku yang didasarkan pada sikap buy on the rumors, sell on the news. Istilah ini lahir karena banyak pelaku pasar yang sering terjebak melakukan pembelian saat rumor beredar, dan menjual ketika berita yang sebenarnya dipublikasikan. Sikap ini sangat berbahaya karena mengandung jebakan yang sewaktu-waktu bisa menggilas investor.

3. Jangan mengambil keputusan investasi yang gegabah hanya mendasarkan diri pada informasi yang sesaat. Selain harus mempertimbangkan soal kebenaran informasi, perhatikan juga apakah pergerakan harga saham sudah mencerminkan informasi yang ada atau belum.

4. Yang paling aman adalah jangan tinggalkan alat bantu analisis, baik yang fundamental maupun yang tehnikal. Rumor apapun, jika Anda tetap bersikukuh dengan dua alat bantu ini,Anda akan selamat. (Tim BEI)
(//rhs)

… mau yang lebe dalem :

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/02/teori-wajib-baca-020210/

… neh baca juga isu ELSA :

http://sahamadaro.wordpress.com/2010/03/27/elsa-akhirnya-480-270310/

… akhirnya beks juga bergerak liar :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Feb 25, 2010 131.00 131.00 131.00 131.00 21,000 131.00
Feb 24, 2010 138.00 138.00 130.00 131.00 358,000 131.00
Feb 23, 2010 142.00 144.00 135.00 136.00 750,500 136.00
Feb 22, 2010 123.00 160.00 123.00 146.00 5,498,500 146.00
Feb 19, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 50,500 120.00
Feb 18, 2010 71.00 100.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 17, 2010 70.00 100.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 16, 2010 66.00 100.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 15, 2010 99.00 99.00 99.00 99.00 0 99.00
Feb 12, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 25,000 100.00
Feb 11, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Feb 10, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 0 100.00
Feb 9, 2010 64.00 100.00 64.00 64.00 0 64.00
Feb 8, 2010 62.00 62.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 5, 2010 62.00 90.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 4, 2010 69.00 117.00 69.00 69.00 0 69.00
Feb 3, 2010 63.00 100.00 63.00 63.00 0 63.00
Feb 2, 2010 65.00 95.00 65.00 65.00 0 65.00
Feb 1, 2010 62.00 100.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 28, 2010 105.00 105.00 105.00 105.00 0 105.00
Jan 26, 2010 90.00 90.00 90.00 90.00 0 90.00
Jan 25, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 0 120.00
Jan 22, 2010 62.00 108.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 21, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 20, 2010 62.00 110.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 19, 2010 63.00 105.00 63.00 63.00 0 63.00
Jan 18, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Jan 15, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 13, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 12, 2010 62.00 92.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 11, 2010 81.00 105.00 81.00 81.00 0 81.00
Jan 8, 2010 75.00 111.00 75.00 75.00 0 75.00
Jan 7, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 6, 2010 80.00 114.00 80.00 80.00 0 80.00
Jan 5, 2010 101.00 101.00 101.00 101.00 0 101.00
Jan 4, 2010 80.00 101.00 80.00 80.00 0 80.00

… perhatikan juga btek, yang masuk wilayah UMA oleh bei :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Jun 1, 2010 280.00 310.00 275.00 295.00 14,834,000 295.00
May 31, 2010 250.00 280.00 250.00 275.00 6,039,500 275.00
May 27, 2010 260.00 260.00 250.00 255.00 2,425,500 255.00
May 26, 2010 250.00 265.00 250.00 260.00 3,943,500 260.00
May 25, 2010 260.00 270.00 220.00 245.00 9,140,000 245.00
May 24, 2010 260.00 290.00 255.00 260.00 18,699,500 260.00
May 21, 2010 230.00 280.00 230.00 255.00 21,492,000 255.00
May 20, 2010 230.00 260.00 230.00 230.00 64,417,000 230.00
May 19, 2010 215.00 255.00 210.00 215.00 14,419,000 215.00
May 18, 2010 180.00 220.00 180.00 215.00 8,432,000 215.00
May 17, 2010 190.00 190.00 175.00 180.00 170,000 180.00
Feb 22, 2010 70.00 97.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 19, 2010 72.00 99.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 18, 2010 80.00 93.00 80.00 80.00 0 80.00
Feb 17, 2010 76.00 99.00 76.00 76.00 0 76.00
Feb 16, 2010 70.00 95.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 15, 2010 67.00 95.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 12, 2010 66.00 95.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 11, 2010 67.00 97.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 10, 2010 72.00 98.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 9, 2010 67.00 94.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 8, 2010 71.00 94.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 5, 2010 86.00 93.00 86.00 93.00 2,000 93.00
Feb 4, 2010 86.00 94.00 86.00 94.00 8,000 94.00
Feb 3, 2010 99.00 99.00 88.00 94.00 160,000 94.00
Feb 2, 2010 98.00 98.00 91.00 91.00 257,500 91.00
Feb 1, 2010 97.00 99.00 91.00 91.00 27,000 91.00
Jan 29, 2010 96.00 96.00 96.00 96.00 69,000 96.00
Jan 28, 2010 97.00 97.00 97.00 97.00 25,000 97.00
Jan 27, 2010 98.00 99.00 97.00 99.00 102,500 99.00
Jan 26, 2010 97.00 101.00 97.00 97.00 533,000 97.00
Jan 25, 2010 98.00 102.00 98.00 98.00 272,500 98.00
Jan 22, 2010 96.00 104.00 95.00 100.00 727,500 100.00
Jan 21, 2010 99.00 99.00 97.00 97.00 122,000 97.00
Jan 20, 2010 101.00 101.00 97.00 100.00 266,500 100.00
Jan 19, 2010 98.00 99.00 97.00 97.00 380,000 97.00
Jan 18, 2010 98.00 99.00 98.00 99.00 25,500 99.00
Jan 15, 2010 99.00 99.00 95.00 99.00 222,000 99.00
Jan 14, 2010 101.00 101.00 99.00 100.00 468,000 100.00
Jan 13, 2010 107.00 107.00 101.00 106.00 367,500 106.00
Jan 12, 2010 98.00 107.00 98.00 107.00 5,226,500 107.00
Jan 11, 2010 90.00 102.00 90.00 100.00 3,873,500 100.00
Jan 8, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 819,500 90.00
Jan 7, 2010 91.00 93.00 90.00 90.00 746,000 90.00
Jan 6, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 1,113,500 90.00
Jan 5, 2010 91.00 91.00 89.00 89.00 389,500 89.00
Jan 4, 2010 88.00 91.00 87.00 91.00 1,570,500 91.00

Senin, 06/09/2010 18:41 WIB
Rupert Murdoch Dikabarkan Incar SCTV, Harga 3 Saham TV Melejit Tajam
Indro Bagus,Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Rumor penjualan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) kepada STAR milik Rupert Murdoch diduga memicu kenaikan tajam saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan SCMA naik tajam hari ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SCMA, pemilik stasiun televisi SCTV, ditutup naik 23,14% ke level Rp 3.325 dari penutupan sebelumnya Rp 2.700. Sedangkan saham EMTK, induk usaha SCMA, melejit 24,71% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 1.110 dari sebelumnya Rp 890.

Tak luput, saham IDKM yang memiliki stasiun televisi Indosiar pun ikutan menanjak drastis 23,80% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 520 dari sebelumnya Rp 420.

Kenaikan tajam ketiganya diperkirakan karena dipicu adanya rumor rencana akuisisi saham SCMA oleh Satelite Television Asia Region (STAR) milik pengusaha raksasa media global, Ruport Murdoch. Kabar yang beredar mengatakan, STAR tengah melakukan due diligence dengan EMTK sebagai pengendali saham SCMA.

Rumor ini menimbulkan asumsi kalau EMTK bakal mendapatkan dana segar dari penjualan saham SCMA. Asumsi ini mendorong investor memburu saham EMTK dan SCMA. Rumor ini juga memicu asumsi kalau EMTK bakal menggunakan sebagian dana dari STAR untuk mengakuisisi IDKM, sehingga mendorong saham IDKM naik tajam.

Jauh sebelum ini, sudah santer terdengar kalau grup SCTV bakal membeli saham IDKM. Hingga saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

Tren kenaikan tajam 3 saham ini sudah terjadi sejak akhir Agustus 2010, namun puncaknya pada hari ini. Pada 26 Agustus 2010, harga saham SCMA masih di level Rp 1.760. Pada hari ini, SCMA telah mengalami kenaikan 88,92% ke level Rp 3.325.

Pada 24 Agustus 2010, saham EMTK masih di level Rp 630. Saat ini harga EMTK berada di level Rp 1.110, naik 76,19%. Sedangkan pada 25 Agustus 2010, harga IDKM masih di level Rp 285. Kini, IDKM dibanderol Rp 520, naik 82,45%.

Selain rumor rencana akuisisi STAR ke SCMA, juga terdapat kabar kalau pemilik Para Group, Chairul Tanjung meminati saham IDKM maupun SCMA. Dalam pernyataan sebelumnya, Chairul Tanjung memang berencana mengakuisisi stasiun TV, meski belum dijelaskan target maupuan rencana realisasinya.

Ketika dikonfirmasi detikFinance, Direktur EMTK, Wahyu Wijayadi membantahnya. “Info dari mana. Tidak benar, itu tidak benar,” papar Wahyu.

Sementara pihak Para Group, yang diwakili oleh Ishadi SK pun membantah kalau pihaknya ingin membeli SCTV, setelah sebelumnya tidak menemui kata sepakat untuk mengakuisisi Indosiar.

“Tidak mungkin lah, SCTV itu kuat. Kalau Indosiar memang nggak jadi. Mereka (manajemen Indosiar) juga sudah bilang kan,” tegas Ishadi kepada detikFinance. (dro/qom)

Rabu, 11 Agustus 2010 | 13:20

SAHAM DUTI

Setelah Sering Tidur, DUTI Masuk UMA

JAKARTA. Cukup aneh. Saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) mulai akhir Juli lalu sangat aktif diperdagangkan. Pada perdagangan kemarin (10/8), harga saham ini malah sudah ditutup di posisi Rp 1.650 per saham dengan volume 184.500 atau Rp 299,9 juta.

Padahal, saham ini masuk dalam kategori saham tidur alias saham yang jarang sekali bergerak. Makanya, wajar sekali jika Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham ini ke dalam unusual market activity (UMA) alias saham yang bergerak diluar kebiasaan.

Ito Warsito, Direktur Utama BEI, mengatakan agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Investor harus memperhatikan jawaban tertulis jika BEI sudah meminta penjelasan.

“Investor juga harus mengkaji kembali rencana aksi korporasi jika belum mendapatkan persetujuan pemegang saham,” katanya. Tak hanya itu, investor juga perlu memperhatikan kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang telah diberikannya.

Abdul Wahid Fauzie kontan
Jumat, 24/09/2010 15:15 WIB
Saham ADES, PLAS dan ULTJ Masuk UMA
Indro Bagus – detikFinance

(Ilustrasi Foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan 3 saham dalam kategori unusual market activity (UMA) lantaran terjadi kenaikan harga kumulatif secara signifikan selama beberapa hari perdagangan berturut-turut tanpa disertai aksi korporasi yang berarti.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/9/2010).

Saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES), produsen air mineral kemasan ini naik tajam selama 3 hari berturut-turut. Pada perdagangan 21 September 2010, saham ADES masih di level Rp 780 per saham. Kini harga ADES telah melesat Rp 730 (93,58%) ke level Rp 1.510.

Saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS) naik kumulatif sebesar Rp 590 (85,50%) sejak penutupan 24 Agustus 2010 di level Rp 690 hingga 23 September 2010 di level Rp 1.280.

Sedangkan saham PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ) naik tajam selama 3 hari berturut-turut mencapai Rp 660 (73,33%) dari penutupan 21 September 2010 di level Rp 900 hingga 24 September 2010 di level Rp 1.560.

BEI tidak melihat adanya aksi korporasi yang mendukung kenaikan harga saham dan peningkatan transaksi pada 3 saham ini. Oleh sebab itu, BEI memasukkan 3 saham ini dalam kategori UMA dan meminta pelaku pasar memperhatikan keterangan dari masing-masing perseroan sebelum melakukan langkah investasi.

(dro/dnl)

Prices
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Sep 22, 2010 900.00 1,030.00 900.00 1,010.00 1,816,000 1,010.00
Sep 21, 2010 920.00 920.00 860.00 900.00 266,000 900.00
Sep 20, 2010 920.00 970.00 910.00 920.00 529,000 920.00
Sep 17, 2010 970.00 970.00 900.00 920.00 522,000 920.00
Sep 16, 2010 1,000.00 1,020.00 960.00 970.00 540,500 970.00
Sep 15, 2010 1,000.00 1,140.00 960.00 990.00 1,918,500 990.00
Sep 7, 2010 730.00 950.00 730.00 950.00 4,060,500 950.00
Sep 6, 2010 750.00 830.00 750.00 760.00 1,724,000 760.00
Sep 3, 2010 710.00 750.00 710.00 750.00 47,500 750.00
Sep 2, 2010 680.00 720.00 670.00 720.00 116,500 720.00
Sep 1, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 1,500 680.00
Aug 31, 2010 680.00 720.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 30, 2010 720.00 720.00 710.00 710.00 30,000 710.00
Aug 27, 2010 720.00 740.00 720.00 740.00 5,500 740.00
Aug 26, 2010 760.00 770.00 720.00 730.00 223,000 730.00
Aug 25, 2010 690.00 750.00 690.00 750.00 168,000 750.00
Aug 24, 2010 700.00 740.00 700.00 700.00 0 700.00
Aug 23, 2010 740.00 750.00 730.00 740.00 3,000 740.00
Aug 20, 2010 740.00 760.00 710.00 740.00 277,500 740.00
Aug 19, 2010 710.00 740.00 700.00 740.00 215,500 740.00
Aug 18, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 70,000 710.00
Aug 16, 2010 650.00 680.00 650.00 670.00 94,000 670.00
Aug 13, 2010 670.00 680.00 660.00 660.00 12,000 660.00
Aug 12, 2010 680.00 680.00 670.00 670.00 27,500 670.00
Aug 11, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 25,000 680.00
Aug 10, 2010 700.00 720.00 700.00 700.00 145,000 700.00
Aug 9, 2010 680.00 700.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 6, 2010 700.00 700.00 680.00 700.00 3,000 700.00
Aug 5, 2010 680.00 700.00 670.00 700.00 303,500 700.00
Aug 4, 2010 710.00 720.00 680.00 680.00 16,000 680.00
Aug 3, 2010 710.00 730.00 690.00 690.00 231,500 690.00
Aug 2, 2010 660.00 720.00 650.00 720.00 121,000 720.00
Jul 30, 2010 710.00 710.00 670.00 670.00 43,500 670.00
Jul 29, 2010 700.00 770.00 700.00 710.00 786,000 710.00
Jul 28, 2010 670.00 700.00 660.00 700.00 133,500 700.00
Jul 27, 2010 720.00 720.00 670.00 690.00 294,000 690.00
Jul 26, 2010 630.00 700.00 620.00 700.00 346,500 700.00
Jul 23, 2010 630.00 650.00 630.00 640.00 15,000 640.00
Jul 22, 2010 640.00 650.00 640.00 640.00 30,000 640.00
Jul 21, 2010 640.00 660.00 640.00 640.00 0 640.00
Jul 20, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 11,500 650.00
Jul 19, 2010 650.00 650.00 650.00 650.00 17,500 650.00
Jul 16, 2010 630.00 660.00 630.00 660.00 43,500 660.00
Jul 15, 2010 640.00 640.00 640.00 640.00 2,000 640.00
Jul 14, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 209,000 650.00
Jul 13, 2010 670.00 680.00 640.00 650.00 728,500 650.00
Jul 12, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 3,000 710.00
Jul 9, 2010 680.00 710.00 680.00 680.00 0 680.00
Jul 8, 2010 690.00 710.00 690.00 690.00 0 690.00

Saham Tidur Belum Cerminkan Kinerja Buruk
Minggu, 20 Februari 2011 | 21:15
investor daily
JAKARTA – Kinerja perusahaan yang baik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), secara tidak langsung memberi efek terhadap pergerakan saham di BEI agar menjadi saham yang likuid dan tidak menjadi saham “tidur”.

Maka dari itu, perusahaan tercatat diharapkan lebih transparansi terhadap ekspansinya agar pelaku pasar dapat mempelajari prospek perusahaan ke depan yang secara tidak langsung berimbas pada pergerakan sahamnya ke depan, mengingat tidak semua saham yang “tidur” kinerja perusahaanya buruk.

Perusahaan yang baik, menurut analis pasar saham Ahmad Riyadi kepada pers di Jakarta, mengatakan perusahaan harus mampu mempromosikan atau membuat agenda kerja terhadap perusahaannya itu agar saham yang di lepas di BEI tetap aktif, likuid dan memberikan untung kepada investor.

Jika perusahaan kurang aktif mempublikasikan kinerjanya maka lambat laun sahamnya akan kurang dilirik oleh pelaku pasar.

Sebagai contoh, tiga perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di BEI pada awal 2011 ini, dapat saja kedepannya menjadi saham yang kurang likuid karena kurang publikasinya kinerja perusahaan itu.

Seperti contoh, PT Megapolitan Development (EMDE), PT Martina Berto (MBTO), dan PT Garuda Indonesia (GIAA) yang diawal perdagangan dibuka melemah. Salah satunya, kurang publikasinya prospek kinerja perusahaan ke depan, sehingga membuat image kurang baik terhadap perusahaan tersebut.

Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, mengatakan, kurang lebih 60 saham emiten dari 418 saham yang tercatat masih tergolong saham tidur. Saham-saham di sektor manufaktur dan jasa mendominasi saham-saham berkategori saham tidur atau tidak likuid diperdagangkan di bursa saham.

Saham sektor manufaktur jasa memang kurang perhatian dari analis. Hal ini menjadi katalis penyebab banyaknya saham-saham kurang aktif diperdagangkan dan sering juga disebut sebagai saham tidur, khususnya saham perusahaan menengah kecil.

Untuk membangkitkan pergerakkan saham yang tidur agar dilirik pasar, diharapkan para analis sekuritas atau Pemeringkat Efek Indonesia juga merilis laporan mengenai perusahaan-perusahaan menengah kecil itu.

Pasalnya, mereka kerap kali kurang mendapatkan perhatian dari analis pasar modal. Tanpa perhatian analis, perhatian investor kepada saham itu pun kecil.

Dengan minimnya pengetahuan terhadap saham tidur membuat investor domestik maupun asing ragu untuk melakukan investasi di saham yang tergolong tidur tersebut, meskipun prospek perusahaan itu sebenarnya mempunyai kinerja yang baik.

Dengan adanya analisa dari pengamat saham tentang saham yang kurang dilirik itu, diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa saham tidur itu adalah saham yang tidak likuid.

Biasanya saham-saham kurang likuid ini, digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Entah itu emiten, pemegang saham mayoritas, atau pelaku pasar.

Kalangan pelaku pasar banyak yang berpendapat, berinvestasi pada saham yang tidur akan menyulitkan investor bila ingin mencairkan investasinya ketika mereka memerlukan dananya untuk kepentingan lain.

“Memiliki portofolio saham tidur sangat susah menjualnya, yang ada dana kita malah tertahan tidak dapat di apa-apa kan. Untuk investor diharapkan pelajari dahulu prospektus perusahaan sebelum mengambil langkah investasi,” ujar Ahmad Riyadi.

Selain itu, investor domestik juga masih banyak yang trauma dengan kasus-kasus di pasar modal yang menimbulkan kesan bahwa perlindungan terhadap dana investor tidak terlalu kuat.

Sangat disayangkan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang signifikan itu tidak dibarengi dengan terkikisnya jumlah saham tidur dan perlindungan terhadap investor yang kuat.

Menurut catatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pertumbuhan IHSG pada 2010 sebesar 46 persen menjadi 3.703 poin pada penutupan bursa 30 Desember 2010, dari 2.534 poin pada penutupan tahun 2009.

Pertumbuhan indeks saham dalam negeri ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bursa saham di Malaysia (KLCI) naik 19 persen dalam periode yang sama, Singapura indeks (STI) naik 10 persen, dan Thailand (SET) naik 40 persen.

Jadi, boleh dikatakan, saat ini bursa saham kita adalah bursa yang memiliki kenaikan harga tertinggi.

Kinerja IHSG yang mengalami pertumbuhan positif dari tahun ketahun belum memicu saham-saham yang tidur belum bergerak layaknya seperti saham-saham unggulan yang terdapat pada indeks kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ 45).

Jumlah Saham Beredar Minim

Minimnya jumlah saham emiten yang beredar di pasar juga menjadi salah satu pemicu tidurnya saham emiten tersebut. Seperti layaknya mayoritas saham tidur dimiliki oleh emiten kelas menengah dan kecil yang rata-rata melepas saham ke publik kurang dari 30 persen.

Hal itu adanya mispersepsi di kalangan manajemen perusahaan, pengendali harus memiliki jumlah saham yang terbesar.

Ito mengatakan, untuk menjadi mayoritas pengendali, sebenarnya saham yang harus dimiliki cukup 51 persen. contoh, di luar negeri, pemegang saham terbesar hanya memiliki 10 persen saham dan tetap dapat menjadi pengendali sahamnya.

Untuk menahan laju penambahan saham tidur diharapkan pihak bursa mendorong kepada perusahaan tercatat untuk menambah jumlah sahamnya dan mendesak emiten yang memiliki porsi saham beredar di bawah 30 persen untuk meningkatkan jumlah saham beredarnya demi mencegah peningkatan harga saham yang tidak wajar yang berpotensi merugikan investor.

“Minimnya jumlah saham yang beredar sangat mudah digerakkan atau digoreng oleh pasar meski volume transaksinya tidak signifikan,” kata pengamat pasar modal, Ahmad Riyadi, seraya menambahkan, sebut saja, saham Pudjiaji yang beredar di publik hanya 129,72 juta saham atau 12,86 persen.

Ia mengatakan, pihak Bursa selaku otoritas perdagangan dapat mendesak emiten untuk meningkatkan jumlah saham publiknya dengan mengadakan penerbitan saham baru (rights issue).

“Dengan aksi korporasi itu dapat membuat harga saham lebih likuid dan volume saham yang diperdagangkan akan membuat perdagangan bergairah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bursa Efek Indonesia menghimbau emiten yang sahamnya tak aktif di pasar modal untuk menambah porsi saham publiknya. Himbauan ini seyogianya ditindak lajnjuti dengan sebuah kebijakan yang memaksa perusaan publik menambah porsi sahamnya di pasar agar terhindar dari penghapusan saham (delisting). (Zubi Mahrofi)
… contoh mutakhir 2011:
Setelah dua kali suspensi, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan panggil manajemen PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) untuk meminta informasi material terkait kenaikan harga saham perseroan yang tidak wajar.

“Kalau tidak Rabu atau Kamis minggu ini kita panggil. Minggu ini kita panggil,” jelas Direktur Pengawasan Transaksi dan Anggota Bursa, BEI Uerip Budhi Prasetyo di kantornya, SCBD Jakarta, Senin (28/2/2011) malam.

Saham IGAR kemarin disuspen untuk kedua kali oleh Bursa. Pasalnya terjadi kenaikan 3 kali lipat dalam waktu singkat. IGAR tercatat naik Rp 387 (200%) dari harga penutupan sebesar Rp 193 per lembar saham pada 28 Januari 2011 menjadi Rp 580 per saham pada 25 Februari 2011.

“Suspensi ada suatu kenaikan yang tak wajar. Ada kenaikan lagi (setelah suspensi perdana), ada pergerakan. (Suspensi) agar cooling down, tidak bergejolak lagi,” tambahnya.

Hingga kini tidak ada informasi material signifikan yang menyertai peningkatan harga saham IGAR. Atas dasar itulah BEI segera melakukan investigasi.

“Tidak ada informasi material. Masih investigasi, pemeriksaan lebih lanjut. Artinya ada suatu anomali. Tidak ada berita yang material, baik naik atau turun,” Kata Uriep.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito juga menyebut, emiten yang saham meningkat dan berkategori tidak wajar, harus melakukan keterbukaan. Ini penting untuk memberi penjelasan kepada investor agar tidak terjadi misleading information.

“Saham IGAR disuspen lagi lebih transaksi. Mungkin karena gerakan terlalu ekspansif,” ucapnya.

“Suspensi tetap dilakukan kalau bisnisnya sendiri tidak ada yg jelas. Sekarang ini baru akan masukkan bisnis baru yaitu tambang. Kalau punya keseriusan, sebelum Mei secara legal dan fundamental terpenuhi sangat memungkinkan kita bisa buka (suspen),” imbuh Eddy.

Sumber: detikcom

Iklan
 

12 Responses to “SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk … 060910_270915”

  1. […] ati2 dengan analisis secara profesional :  http://petajalaninvestasigw.blogspot.com/2010/06/boemi-tingkahmoe-itchoe-090610.html … well, ternyata LAGI-LAGI TIDAK TERBUKTI, saham bumi hari ini 240810 TERKOREKSI … itu sebabnya gw jadi males abis ngulas the bakries karena para analis sering ASBUN, gw merasa KESEPIAN dikepung analisis yang termotivasi LABA INSTITUSI BELAKA; soal rumor positif juga elo bole baca lage hukum rumor bursa yang gw rumuskan berdasarkan pengalaman maen saham beneran selama ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ […]

  2. […] well, elo mesti baca2 dulu soal rumor positif bursa :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ 06/09/2010 – 06:42 BoW Saham Terkoreksi Pekan Lalu […]

  3. […] Author : Rumors … hukum rumor bursa :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ […]

  4. […] … rumor positif ingat hukum rumor bursa : rumor POSITIF JANGAN DIYAKINI dulu […]

  5. […] menjelang due date, sasaran 1M belum tercapai, berarti gw harus melanjutkan usaha gw dengan berbagai perubahan strategi: tingkat modal transaksi lebe tinggi, selisih gain lebe kecil, dan orientasi pada saham blue-chips serta kemungkinan pada saham gorengan (?) (gw mesti baca2 lage teori gw sendiri :saham bobo DIGORENk […]

  6. […] … gw tunggu aja, apakah akan terjadi perkembangan harga saham kkgi … … ternyata harganya malah stop di tertinggi 3000 aja, well, itu lah gunanya gw mempunyai hukum rumor bursa : rumor positif PERLU DICURIGAIN […]

  7. […] INILAH.COM, Jakarta – Beberapa broker asing telah meningkatkan target pricenya terhadap saham Bumi Resources Tbk (BUMI). … baca juga hukum rumor (analisis) bursa : positif, yakin 40% saja […]

  8. […] bursa JUGA BERLAKU UNTUK SETIAP PREDIKSI ANALIS atau ekspektasi siapa pun yang mengacaukan bursa : hukum jo: rumor bursa saham gw sendiri bukan MENGABAIKAN cara SEDERHANA yang BODOH ini, tapi gw mengkombinasikan dengan cara […]

  9. […] … inget, inget, hukum rumor bursa negatif : rumor/berita negatif, dan imbasnya […]

  10. […] imbas sebuah rumor/berita buruk atawa rumor/berita bagus terhadap ihsg atawa harga sebuah saham: +:- = 40:90 Share this:EmailPrintLike this:SukaBe the first to like this […]

  11. […] para analis itu PUNYA TINGKAT AKURASI YANG RENDAH BANGET (coba bandingkan dengan posting gw jadul: hukum rumor H-32 OT A bnii beli @405, jual @415, 425; full matched @415 wika jual @610 cpin beli @2125, jual […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s