1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

inve$ (MAPI) + +R4D1NG (bisnis hidup) 11 November 2015

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 1:42 am

JAKARTA – Hidup tak bisa lepas dari inflasi. Dari tahun ke tahun harga segala kebutuhan hidup, baik sandang, pangan, maupun papan semakin meningkat. Hal ini tentu mengurangi nilai uang yang kita peroleh.

Menabung dalam bentuk tabungan atau deposito, tak akan mampu meningkatkan nilai uang yang kita miliki saat ini. Sebab bunga yang diperoleh lebih rendah dibandingkan kenaikan inflasi setiap tahunnya. Contoh, jika sepuluh tahun lalu dengan uang Rp10.000,- kita dapat memperoleh tiga kilogram beras, maka kini Anda hanya bisa mendapatkan separuhnya. Biaya hidup yang semakin tinggi, yang tak diiringi dengan peningkatan pendapatan, membuat kita harus cermat dalam memilih investasi.

Untuk menahan gempuran inflasi, Anda tidak bisa hanya terus menyisihkan dana yang Anda miliki, sebab nilainya lama-kelamaan akan habis akibat tergerus inflasi. Salah satu cara mempertahankan nilai uang Anda memang dengan berinvestasi.

Namun sayangnya, banyak orang yang salah pilih dan tidak mengerti bagaimana cara berinvestasi secara benar dan tepat. Akhirnya banyak terjadi kasus penipuan investasi bodong di tengah masyarakat. Ada dua tujuan berinvestasi, yakni untuk mengamankan nilai asset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dan meningkatkannya (wealth accumulation).

Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung adalah cara berinvestasi terbaik untuk mengatasi inflasi. Padahal menabung dan berinvestasi adalah dua hal yang sangat berbeda.

Menabung adalah sisa hasil pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan yang biasanya digunakan untuk jangka pendek, pertumbuhan nilai aset lambat, dan minim resiko. Sebagai contoh , jika Anda menaruh uang di bank dengan menggunakan produk deposito, maka bunga yang diperoleh hanya berkisar 6-8 persen setiap tahunnya.

Walaupun terlihat lebih besar dibandingkan bunga tabungan biasa, ternyata persentase tersebut masih lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi tahunan yang rata-rata bisa mencapai 10 persen per tahunnya.

Sebelum memutuskan untuk memilih investasi yang tepat, sebaiknya Anda memahami dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan investasi. Investasi adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk menambah nilai dari aset-aset yang telah dimiliki. Ada beragam investasi yang dapat dilakukan seperti investasi tanah, emas, mata uang atau forex, dan juga investasi saham. Jadi, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Milikilah perusahaan.

Salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih adalah membeli saham perusahaan. Transaksi jual beli saham yang terjadi di dunia pasar modal, tidak jauh berbeda dengan transaksi jual beli di pasar tradisional pada umumnya. Di pasar modal, dana yang akan diinvestasikan akan diperlihatkan secara transparan. Uang yang ditanam akan dijadikan sebagai modal yang akan digunakan oleh perusahaan tersebut.

Perusahaan akan memberikan dividen atau keuntungan kepada pemegang saham jika ada keuntungan dari perusahaan tersebut. Sebagai contoh, asumsikan kita membeli suatu saham. Pada akhir tahun 2005 lalu, IHSG berada di level 1.000, saat ini (sepuluh tahun kemudian) IHSG berada di level 4500-an. Jika pada tahun 2005 Anda memiliki dana saham Rp20 juta, maka tahun ini rata-rata nilai saham Anda akan menjadi lebih besar lima kali lipat. Berinvestasi saham itu seperti menanam sebuah pohon, butuh proses dan waktu, butuh disiram dan diberikan pupuk supaya menjadi subur, dan bisa kita nikmati hasilnya.

Meskipun memiliki risiko, investasi saham bersifat jangka panjang. Keuntungan dari investasi saham adalah pertumbuhan atau penambahan nilai aset lebih cepat, mudah dilakukan dan bisa diakses di mana saja, hasilnya transparan, dana yang diinvestasikan bersifat likuid atau dapat dicairkan suatu saat ketika dibutuhkan.

Tips yang harus dilakukan dalam berinvestasi saham :

1) Mulailah dengan modal minim. Jika Anda belum paham benar, disarankan untuk memulai dengan modal minimal terlebih dahulu. Tujuannya bila salah langkah, kerugian yang diderita tidak terlalu besar. Jika sudah bisa, silakan menambah modal Anda.

2) Cari tahu informasi yang tepat mengenai satu perusahaan emiten, pilihlah perusahaan yang dapat dipercaya secara sistem manajemen, kinerja, serta good corporate governance yang sudah teruji dan memiliki kinerja yang baik.

3) Tentukanlah tujuan investasi Anda, mau jangka panjang atau jangka pendek, hal ini untuk menentukan instrument investasi apa saja yang ingin dipakai.

4) Berinvestasilah melalui perusahaan jasa sekuritas yang memiliki kinerja baik, terpercaya dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tantangan untuk berinvestasi tidak hanya mencari dan mengumpulkan uang saja, tetapi bagaimana meningkatkan dan melindungi aset Anda selama ini agar nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Inflasi tidak hanya terjadi di Indonesia, negara lain pun mengalami hal yang sama. Mulailah mendalami investasi saham, pelajarilah terlebih dahulu.

Dengan demikian tingkat kemakmuran serta keamanan ekonomi Anda bisa tetap terjaga untuk jangka panjang.

Jadi, kapan Anda akan memulai berinvestasi saham? Kapan Anda akan serius menjalankannya? Kapan Anda akan meraih keuntungannya? Jawabannya akan sangat tergantung dengan pilihan investasi yang tepat dan apa langkah yang akan diambil selanjutnya.

Jangan tunda investasi saham Anda! Yuk join sekarang di MNC Securities! Ikuti Business Opportunity Presentation (BOP) dan langsung aja hubungi Call Center 021-29803188 atau divisi OLT (Online Trading) 021-2980 3168. Ada souvenir menarik untuk 10 pendaftar pertama.

http://economy.okezone.com/read/2015/11/10/278/1246921/pilihan-investasi-tepat-menangkal-inflasi
Sumber : OKEZONE.COM

 

… ternyata dalam 1 taon MAPI TELAH MENGALAMI PENINGKATAN HARGA SAHAM DI ATAS 90% :  http://sahammapi.wordpress.com/2010/06/17/dividen-mapi-15670-dah-170610/
Selasa, 15/06/2010 07:36 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Siap Kena Imbas Yunani
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di tengah transaksi yang serba tipis. Investor terlihat enggak melakukan aksi yang besar di tengah perhelatan Piala Dunia dan bursa regional yang bergerak serba minim.

Pada perdagangan Senin (14/6/2010), IHSG ditutup naik 24,938 poin (0,89%) ke level 2.826,837. Indeks LQ 45 juga naik 5,523 poin (1,02%) ke level 546,271.

Pergerakan yang lesu tersebut diprediksi akan berlanjut hingga perdagangan hari ini. Investor justru mendapatkan sentimen negatif dari penurunan peringkat utang Yunani yang membuat bursa-bursa utama dunia melemah. IHSG pada perdagangan Selasa (15/6/2010) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

Sentimen negatif dari penurunan peringkat Yunani oleh Moody’s tersebut membuat bursa Wall Street berakhir di teritori negatif, kecuali Nasdaq yang tertolong oleh penguatan saham semikonduktor.

Pada perdagangan Senin (14/6/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 20,18 poin (0,20%) ke level 10.190,89. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 1,97 poin (0,18%) ke level 1.089,63 dan Nasdaq menguat tipis 0,36 poin (0,02%) ke level 2.243,96.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 37,88 poin (0,38%) ke level 9.842,47.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup menguat 24.94 point menjadi 2826.84 (0.89%). Masih positifnya sentimen bursa regional membuat indeks berpeluang melanjutkan kenaikannya. Secara teknikal indeks mencoba menguji level resistance terdekatnya pada level 2850, kami perkirakan pergerakannya berkisar antara 2770-2880. Saham rekomendasi kami adalah ANTM, LSIP, dan ELSA.

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak menguat meski ditutup gagal menembus resistance-nya. Transaksi perdagangan juga relatif sepi hanya mencapai Rp2,23T. Pergerakan indeks kemarin dipengaruhi oleh menguatnya bursa regional dan juga event World Cup 2010. Hari ini kami perkirakan perdagangan masih akan relatif sepi. IHSG diproyeksikan akan bergerak pada kisaran support-resistance 2.787-2.840.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 24 point (+0.89%) mengikuti pergerakan bursa regional, pada minggu ini kita melihat adanya penurunan volume perdagangan dikarenakan piala dunia, dan jika kita melihat asing pada hari Senin melakukan net buy sebesar 217 milliar dan dari RSI yang telah memasuki area bullish dan Stochastic yang masih menguat diperkirakan besok masih dapat melanjutkan penguatan, dan IHSG berada dalam kisaran 2770 – 2865.

(qom/qom)

ihsg tgl 11 Juni 2010: 2801,9; ihsg tgl 31 Mei 2010 = 2733,392; berarti GAIN = +2,5%, sementara menurut catatan peneliti ihsg, gain rata2 ihsg Juni terhadap Mei adalah : 1,52% … well, kalo dipaksain, maka seharusnya akan terjadi koreksi terhadap ihsg sebesar = 1,52%-2,5%=-0,98% … tetapi bisa jadi kenaikan ini terjadi akibat koreksi pada bulan Mei (dari 30 April: 2971,25 menjadi 31 Mei: 2733,392), yaitu terjadi mantul naek aka rebound … kalo melihat rata2 kenaikan ihsg Mei, maka gain Juni di atas masih punya potensi tambah … namun karena Piala Dunia itu momen, terutama, para cowo, sementara trader terbanyak di bei adalah cowo, maka sulit diekspektasikan ihsg masih akan bergerak dinamis dan liar … sudah terbukti dalam 3 hari terakhir, ihsg digerakkan oleh volume transaksi di bawah 3 T saja … jadi ekspektasi kenaikan s/d 2900 mungkin sudah lebih dari cukup, tapi kalo s/d 3000, kayanya rodo2 nyentrik dah … semoga tidak ada krisis euro yang berkepanjangan saat momen pertunjukan olah raga terbesar seglobal ini 🙂

ihsgbulananrata1989-2008.gif (499×394)
Top 10 Rules For Successful Trading
by Jean Folger (Contact Author | Biography)
Email Article Print FeedbackReprints
Share

Filed Under: Active Trading, Investing Basics
Most people who are interested in learning how to become profitable traders need only spend a few minutes online before reading such phrases as “plan your trade; trade your plan” and “keep your losses to a minimum.” For new traders, these tidbits of information can seem more like a distraction than any actionable advice. New traders often just want to know how to set up their charts so they can hurry up and make money.

To be successful in trading, however, one needs to understand the importance of and adhere to a set of rules that have guided all types of traders, with a variety of trading account sizes. Each rule alone is important, but when they work together the effects are strong. Trading with these rules can greatly increase the odds of succeeding in the markets.
Rule No.1: Always Use a Trading Plan
A trading plan is a written set of rules that specifies a trader’s entry, exit and money management criteria. Using a trading plan allows traders to do this, although it is a time consuming endeavor.

With today’s technology, it is easy to test a trading idea before risking real money. Backtesting, applying trading ideas to historical data, allows traders to determine if a trading plan is viable, and also shows the expectancy of the plan’s logic. Once a plan has been developed and backtesting shows good results, the plan can be used in real trading. The key here is to stick to the plan. Taking trades outside of the trading plan, even if they turn out to be winners, is considered poor trading and destroys any expectancy the plan may have had. (Learn more about backtesting in Backtesting: Interpreting the Past.)

Rule No.2: Treat Trading Like a Business
In order to be successful, one must approach trading as a full- or part-time business – not as a hobby or a job. As a hobby, where no real commitment to learning is made, trading can be very expensive. As a job it can be frustrating since there is no regular paycheck. Trading is a business, and incurs expenses, losses, taxes, uncertainty, stress and risk. As a trader, you are essentially a small business owner, and must do your research and strategize to maximize your business’s potential.

Rule No.3: Use Technology to Your Advantage
Trading is a competitive business, and one can assume the person sitting on the other side of a trade is taking full advantage of technology. Charting platforms allow traders an infinite variety of methods for viewing and analyzing the markets. Backtesting an idea on historical data prior to risking any cash can save a trading account, not to mention stress and frustration. Getting market updates with smartphones allows us to monitor trades virtually anywhere. Even technology that today we take for granted, like high-speed internet connections, can greatly increase trading performance.

Using technology to your advantage, and keeping current with available technological advances, can be fun and rewarding in trading.

Rule No.4: Protect Your Trading Capital
Saving money to fund a trading account can take a long time and much effort. It can be even more difficult (or impossible) the next time around. It is important to note that protecting your trading capital is not synonymous with not having any losing trades. All traders have losing trades; that is part of business. Protecting capital entails not taking any unnecessary risks and doing everything you can to preserve your trading business. (See Risk Management Techniques For Active Traders for more.)

Rule No.5: Become a Student of the Markets
Think of it as continuing education – traders need to remain focused on learning more each day. Since many concepts carry prerequisite knowledge, it is important to remember that understanding the markets, and all of their intricacies, is an ongoing, lifelong process.

Hard research allows traders to learn the facts, like what the different economic reports mean. Focus and observation allow traders to gain instinct and learn the nuances; this is what helps traders understand how those economic reports affect the market they are trading. (Read about 24 different economic reports in our Economic Indicators Tutorial.)

World politics, events, economies – even the weather – all have an impact on the markets. The market environment is dynamic. The more traders understand the past and current markets, the better prepared they will be to face the future.

Rule No.6: Risk Only What You Can Afford to Lose
In rule No.4, I mentioned that funding a trading account can be a long process. Before a trader begins using real cash, it is imperative that all of the money in the account be truly expendable. If it is not, the trader should keep saving until it is.

It should go without saying that the money in a trading account should not be allocated for the kid’s college tuition or paying the mortgage. Traders must never allow themselves to think they are simply “borrowing” money from these other important obligations. One must be prepared to lose all the money allocated to a trading account.

Losing money is traumatic enough; it is even more so if it is capital that should have never been risked to begin with.

Rule No.7: Develop a Trading Methodology Based on Facts
Taking the time to develop a sound trading methodology is worth the effort. It may be tempting to believe in the “so easy it’s like printing money” trading scams that are prevalent on the internet. But facts, not emotions or hope, should be the inspiration behind developing a trading plan.

Traders who are not in a hurry to learn typically have an easier time sifting through all of the information available on the internet. Consider this: if you were to start a new career, more than likely you would need to study at a college or university for at least a year or two before you were qualified to even apply for a position in the new field. Expect that learning how to trade demands at least the same amount of time and factually driven research and study. (Refer to Day Trading Strategies For Beginners for a primer on picking the right strategy.)

Rule No.8: Always Use a Stop Loss
A stop loss is a predetermined amount of risk that a trader is willing to accept with each trade. The stop loss can be either a dollar amount or percentage, but either way it limits the trader’s exposure during a trade. Using a stop loss can take some of the emotion out of trading, since we know that we will only lose X amount on any given trade.

Ignoring a stop loss, even if it leads to a winning trade, is bad practice. Exiting with a stop loss, and thereby having a losing trade, is still good trading if it falls within the trading plan’s rules. While the preference is to exit all trades with a profit, it is not realistic. Using a protective stop loss helps ensure that our losses and our risk are limited.

Rule No.9: Know When to Stop Trading
There are two reasons to stop trading: an ineffective trading plan, and an ineffective trader.

An ineffective trading plan shows much greater losses than anticipated in historical testing. Markets may have changed, volatility within a certain trading instrument may have lessened, or the trading plan simply is not performing as well as expected. One will benefit by remaining unemotional and businesslike. It might be time to reevaluate the trading plan and make a few changes, or to start over with a new trading plan. An unsuccessful trading plan is a problem that needs to be solved. It is not necessarily the end of the trading business.

An ineffective trader is one who is unable to follow his or her trading plan. External stressors, poor habits and lack of physical activity can all contribute to this problem. A trader who is not in peak condition for trading should consider a break to deal with any personal problems, be it health or stress or anything else that prohibits the trader from being effective. After any difficulties and challenges have been dealt with, the trader can resume.

Rule No.10: Keep Trading in Perspective
It is important to stay focused on the big picture when trading. A losing trade should not surprise us – it is a part of trading. Likewise, a winning trade is just one step along the path to profitable trading. It is the cumulative profits that make a difference. Once a trader accepts wins and losses as part of the business, emotions will have less of an effect on trading performance. That is not to say that we cannot be excited about a particularly fruitful trade, but we must keep in mind that a losing trade is not far off.

Setting realistic goals is an essential part of keeping trading in perspective. If a trader has a small trading account, he or she should not expect to pull in huge returns. A 10% return on a $10,000 account is quite different than a 10% return on a $1,000,000 trading account. Work with what you have, and remain sensible.

Conclusion
Understanding the importance of each or these trading rules, and how they work together, can help traders establish a viable trading business. Trading is hard work, and traders who have the discipline and patience to follow these rules can increase their odds of success in a very competitive arena.
Senin, 07 Juni 2010 | 18:56

ATURAN BAPEPAM

Dana Investor Wajib Masuk Rekening Terpisah

JAKARTA. Setiap perusahaan efek khususnya yang menjalankan usaha perantara pedangan efek alias broker tak lagi punya peluang untuk menggunakan dana milik investor. Sebab, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) bakal menelurkan aturan yang mewajibkan pemisahan rekening dana berbentuk duit tunai antara milik perusahaan efek dan investor. Ketentuan tersebut tercantum dalam draft revisi aturan Bapepam-LK nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek yang Menjalankan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.

Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany menjelaskan, pengamanan dana investor memang menjadi tujuan utama dari ketentuan ini. Pasalnya, ada beberapa broker bandel yang kerap menggunakan duit investor yang nganggur, untuk penyediaan fasilitas marjin investor lain.

“Terlebih dengan kehadiran online trading, peluang penyalahgunaan dana investor pun semakin besar,” ujar Fuad Senin (7/6), Apalagi, beberapa penyedia fasilitas bertransaksi secara online memberlakukan sistem penguncian deposito, yang tidak bisa ditarik dalam kurun waktu tertentu.

Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida menambahkan, kewajiban pemisahaan rekening dana ini merupakan salah satu tahap dari serangkaian proses pembentukan Single Identity (Single ID). Layaknya memiliki kartu ATM, nantinya setiap investor yang bertransaksi di Bursa Efek Indonesia, wajib memiliki satu single ID agar bisa mengecek kepemilikan dana tunai maupun efek setiap saat.

Ade Jun Firdaus

Jumat, 04/06/2010 19:03:44 WIB
‘Hot money tak masuk ke pasar modal’
Oleh: Arif Gunawan S
JAKARTA (Bisnis.com): PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kekhawatiran sebagian kalangan terkait dengan masuknya dana investasi jangka pendek dari luar negeri (hot money) tidak beralasan.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan dana panas yang berorientasi jangka pendek tersebut justru tidak masuk ke pasar modal, tetapi ke instrumen surat berharga pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

“Sinyalemen bahwa hot money masuk ke pasar modal itu tidak benar, karena faktanya mereka masuk ke SBI. Karena itu, kenaikan indeks harga saham gabungan [IHSG] sekarang masih wajar,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Baru-baru ini, BI mengumumkan dana asing yang meninggalkan SBI per Mei 2010 telah mencapai Rp40 triliun, sehingga memicu pelemahan kurs hingga Mei.

Kuatnya fundamental ekonomi dan emiten, lanjut Ito, menjadi pendorong minat pemodal untuk menanamkan dananya ke bursa. Akibatnya, indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) memutuskan menaikkan bobot bursa Indonesia dari sebelumnya 2%, menjadi 2,15%.

Hingga 2012, BEI menargetkan kapitalisasi bursa Indonesia akan menembus Rp2.000 triliun. Nilai transaksi harian diharapkan bisa menembus Rp4,5 triliun pada tahun ini, mengingat saat ini rata-rata nilai transaksi telah mencapai Rp4,48 triliun. (msw)
01/06/2010 – 12:06
Inilah Daftar Kapitalisasi Pasar Terbesar Mei 2010!
Agustina Melani

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Astra International Tbk (ASII) masih mencatatkan nilai kapitalisasi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp174,686 triliun per 31 Mei 2010.

Saham berkapitalisasi terbesar kedua selanjutnya di susul oleh saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp156,239 triliun, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp135,466 triliun, saham PT Unilever Tbk sebesar Rp119,028 triliun dan saham Bank Mandiri sebesar Rp111,066 triliun.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp105,024 triliun, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebesar Rp94,541 triliun, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar Rp64,841 triliun, saham PT HM Sampoerna Tbk sebesar Rp64,210 triliun,dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp63,971 triliun.

Saham lainnya antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) sebesar Rp61,048 triliun, saham PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) sebesar Rp55,218 triliun, saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sebesar Rp50,121 triliun, saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) sebesar Rp42,813 triliun, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp40,677 triliun, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp40,207 triliun, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp39,293 triliun, saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp39,248 triliun, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp37,803 triliun dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebesar Rp32,048 triliun.

Kemudian saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp31,258 triliun, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebesar Rp29,565 triliun, saham PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp27,984 triliun, saham Bank Pan Indonesia (PNBN) sebesar Rp27,184 triliun, dan saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp24,880 triliun.

baca tulisan menarik soal IMBAL HASIL MANA YANG BISA MENGALAHKAN INFLASI … penuh data2 dan kalkulasi walau pun cukup kasar angka-angkanya, tapi informatif, dan edukatif serta mudah dicernakan :

http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/05/23/inflasi-investasi-dan-saham/

4 Tips Berinvestasi di Pasar Modal
Rabu, 26 Mei 2010 – 09:40 wib
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Investasi di pasar modal terkadang masih ditakuti para investor. Banyaknya risiko yang dihadapi karena investasi di pasar modal berhubungan dengan pasar global, disinyalir juga menjadi salah satu kendala.

Hal tersebut diungkapkan CEO Lumen Capital Resources, Harry Suwanda, seperti dikutip dari Majalah Pialang Edisi Mei 2010, Rabu (26/5/2010). Dirinya pun memberikan empat tips yang perlu dicermati jika ingin berinvestasi di pasar modal.

1. Kenali produk pasar modal yang Anda miliki.

Menurut manajer investasi Danareksa Sekuritas, Gunawan Bonyamin, pengenalan produk investasi amat penting. Dalam pengenalan produk, seseorang harus mengenali risiko apa yang bisa ditimbulkan dari produk itu, keuntungan apa yang bisa didapat, serta berapa modal yang harus dikeluarkan, serta berapa lama hasil yang akan diperoleh.

Sebagaimana kita berinvestasi pada emas, berinvestasi pada pasar modal juga harus memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual. Karena semua produk investasi memiliki keunggulan masing-masing dan tentu pula memliki kekurangannya juga.

Pasar uang, lanjutnya, merupakan wahana investasi jangka pendek (kurang dari setahun) dengan harapan imbal hasil yang lebih baik. Karena itu ada baiknya jika modal awal dari pasar modal adalah excess money (dana lebih) yang diinvestasikan.

Karena pada dasarnya investasi di pasar saham akan memberikan keuntungan apabila dipegang dalam jangka panjang, dengan harapan investasi di saham memiliki keuntungan lebih baik bahkan dibandingkan dengan berinvestasi di emas ataupun properti (tanah, rumah) atau instrumen sejenis.

2. Jangan mengikuti gosip.

Sebagaimana investasi lainnya, banyak juga gosip yang beredar di pasar modal. Menurut Gunawan, investor wanita cenderung lebih percaya gosip. “Di pasar modal akan banyak beredar gosip entah benar atau tudak, semuanya harus dipilah-pilih,” katanya.

3. Anggap bursa efek sebagai sebuah mal besar.

Menurut Harry, investasi di pasar modal juga bisa dilakukan oleh wanita, yang suka berbelanja. Jadi pengalamannya berbelanja amat sangat bermanfaat di pasar modal. Anggap saja bursa efek itu sebagai sebuah mal dengan segala penawaran, semuanya tergantung kita pembelinya.

Sementara Gunawan menambahkan, saat berbelanja, wanita lebih suka produk yang berkualitas. Nah, di pasar modal itu berarti saham blue chips, yang terkadang di pasar modal juga ada sale, di mana beberapa saham dijual dengan harga murah namun bukan berarti murahan. Artinya sahamnya tetap menguntungkan.

4. Pilihlah manajer investasi yang baik.

Keberadaan manajer investasi amat dibutuhkan bagi investor pemula. Pilihlah manajer investasi yang benar-benar bisa dipercaya. Jangan lupa pilih manajer investasi yang memiliki track record yang baik, dan pastikan bahwa uang yang kita investasikan benar-benar aman (tidak hilang).

Jangan tertipu dengan iming-iming hasil yang sangat menggiurkan, bahkan kalau kita nilai tidak wajar. Kenapa? Kembali kagi, imbal hasil yang tinggi tentunya menyisakan risiko yang besar pula. “Jangan tertipu!” ucap Gunawan.

Lalu apakah tanpa manajer investasi kita tidak bisa berinvestasi di pasar saham? Menurut Harry, kita tetap bisa berinvestasi tanpa menggunakan jasa manajer investasi. Asalkan kita mau belajar dan menggunakan sistem yang tepat.

“Caranya adalah dengan mengikuti seminar atau workshop mengenai pasar modal sebelum memilih produk-produk investasi. Belajar adalah keharusan dalam semua investasi, apalagi pasar modal. Investasi ini amat tergantung pada keinginan kita belajar hal baru,” katanya.(ade)
PERHATIAN: KLIK PADA GAMBAR UNTUK PERBESARANNYA, selalu

  1. gw ulang: inves + trading;

BUKAN inves ATAU trading

… karena inves itu untuk JANGKA PANJANG, yaitu investasi CARA CERDAS, yaitu AMAT EFISIEN, sekali taruh diamkan dalam jangka di atas 3 taon, lalu TUAI PANEN sesuai KEBUTUHAN … taktik inves yang paling cerdas adalah membeli BLUE-CHIPS, misalnya, tlkm, isat, ggrm, bbca, bbri, bmri, antm, tins, ptba, dll, karena dalam jangka panjang saham perusahaan2 ini akan nyaris selalu menjanjikan dividen dan harganya punya ekspektasi besar untuk naik (ingat lebih dari 3 taon) … hebatnya sebagai investor,

TIDAK USAH PANTAU HARGA SAHAM SAMA SEKALI SELAMA 3 TAON atau LEBIH

, dan JANTUNG AMAN TIDAK BERDEBAR-DEBAR setiap kali TURUN atau NAEK … jalani hidup seperti biasa, terutama bagi yang masih bekerja dan mendapatkan penghasilan tetap … rileks 🙂
… trading nyaris

KEBALIKAN INVES

, ini cara investasi RAJIN … bekerja setiap hari karena punya HUKUM BUNGA BERBUNGA … sehari tidak trading, atau bahkan berhari-hari lupa trading, maka KETINGGALAN IMBAL HASIL akan langsung terasa … di blog ini banyak sekali ocehan gw soal imbal hasil sistem bunga berbunga, misalnya, keberhasilan Edy Joenardi (https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/03/gw-bobol-rahasia-investasi-edy-joenardi-030410/) … well, dengan serius melakukan trading akan JAUH BERLIPATGANDA HASILNYA DIBANDINGKAN CARA CERDAS … jadi

IMBAL HASIL BERLIPATGANDA

dibandingkan taktik inves ADALAH PERBEDAAN UTAMAnya sehingga TRADING MUTLAK DILAKUKAN … gw bukan broker sama sekali … gw cuma investor biasa dengan modal jauh di bawah 50 juta, tapi gw memanfaatkan sekali taktik trading ini dengan menggunakan 11 jenis saham yaitu elsa, adro, bbri, bnii, antm, bumi, trub, indy, pgas, wika, dan mapi … apa beda lain yang penting antara inves dan trading?

  1. trading merupakan cara MENURUNKAN HARGA BELI  RATA-RATA setiap jenis saham yang dimilikinya; dengan harga beli rata-rata YANG LEBIH MURAH, MAKA SETIAP SAAT HARGA JUAL TINGGI TERDEKAT TERBENTUK, MAKA EKSPEKTASI LABA BISA TEREALISASIKAN dalam jangka pendek
  2. trading merupakan cara MERAIH LABA HARIAN sehingga bisa dimanfaatkan secara langsung untuk dikeluarkan dari rekening broker ke rekening bank yang dimiliki
  3. trading dimudahkan karena bisa mendapatkan PINJAMAN DANA INSTAN tanpa harus melalui proses sama sekali, jadi LANGSUNG BERUTANG; tapi tetap HARUS DIBAYAR KEMBALI dalam maksimum 4 hari (FORCED SELLING APPLIED)
  4. trading pada saat BEARISH/TURUN pun masih bisa menghasilkan LABA HARIAN, asal mau ikuti cara yang gw selalu pake: FOKUS LABA DALAM TREN TURUN
  5. inves adalah cara cerdas untuk MENUNGGU saat terjadi GERAKAN NAEK harga saham sehingga CUKUP BESAR HASILNYA DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU ; jika terjadi gerakan naek tersebut, maka investor bisa MERAUP LABA BESAR JUGA UNTUK DIPAKE MEMENUHI KEBUTUHAN
  6. yang TIDAK ADA PERBEDAAN ADALAH: kewajiban

    MENGETAHUI DENGAN JELAS INFORMASI AKTUAL DAN AKURAT FUNDAMENTAL PERUSAHAAN ybs, KONDISI EKONOMI MAKRO dan tentu saja sangat vital saat ini, EKONOMI GLOBAL

  7. trading akan merupakan senjata TERBAIK MENGHADAPI PASAR TURUN/BEARISH, karena selalu ada ekspektasi HARGA TERMURAH YANG BISA DIDAPAT DAN BISA LANGSUNG MENGHASILKAN LABA SAAT DIJUAL PADA HARGA TERTINGGI YANG BISA DIDAPAT NANTINYA; jelas pada kondisi bearish, inves adalah TAKTIK TERSIAL, karena kalo mo dicairkan / dijual, harganya sudah RUGI BESAR
  8. trading tentu saja boros dengan fees, tapi menurut pengalaman gw, AMAT SANGAT MINIM kok besarannya (menurut laporan spt gw 2009, cuma 1/1000, baca 1 permil, dari total transaksi gw; dan gw ga mengeluarkan cash/tunai seperak pun, karena semua sudah terbayarkan lewat transaksi harian)
  9. trading akan melatih kejiwaan investor sehingga lebih cepat dewasa sebagai investor dibandingkan dengan seorang investor murni, bukan trader

  10. gw menggabungkan 2 taktik tersebut, jadi gw bisa dapat hasil jangka pendek, menengah, dan panjang sekaligus

     

… sebagai contoh, coba perhatikan tabel hasil transaksi harian gw tgl 27 Mei 2010 di samping (SILAKAN KLIK GAMBARNYA UNTUK MEMPERBESAR GAMBARNYA, SEHINGGA JELAS HURUF DAN ANGKANYA) … jelas angka berwarna merah adalah JUAL, sedangkan ijo adalah BELI … perhatikan bahwa pada nyaris 100% harga BELI gw adalah di bawah harga JUAL gw … jadi gw pastinya ada LABA donk 🙂 (analisis sendiri ya :P)

… coba perhatikan grafik tren harga saham bbri,bbca, bmri, bdmn, dan bnii … sejak tahun 2004, lalu bandingkan pada 3 tahun berikutnya, 2007 … kemudian bandingkan 2007 dan 2010 … pernyataan gw bahwa inves 3 taon dan lebih emang cukup terbukti, terutama pada saham2 semuanya untuk periode 2004-2007, dan saham bbca, bbri, dan bmri (bnii dan bdmn relatif agak naek juga pada 2010)…
… kalo lebe jeli: 2005-2008: jelas banget cuma bnii dan bbca … 2006-2009: bbca dan bbri … ternyata bbca lumayan kinclong tukh (secara sepintas lalu, seh)

… lalu perhatikan gambar grafik tren harga saham blue chips utama: asii, tlkm, auto, tins, ggrm :

… 2001-2004: ggrm dan asii; 2002-2005: semua saham; 2003-2006: yang menyolok asii dan tlkm, tapi lainnya juga cukup melejit; 2004-2007 (angka 1 dan 2): semua terutama tins; 2005-2008: tins saja; 2006-2009: semua saham; 2007-2010 (angka 2 dan 3):asii, ggrm dan auto
… well, elo bisa analisis sendiri jika 2 taonan atau cara bodoh inves 1 taon … sebagai perbandingan bole aja … namun jelas periode inves 3 taon selalu menghasilkan imbal hasil yang RUARRRRBIA$A

Iklan
 

8 Responses to “inve$ (MAPI) + +R4D1NG (bisnis hidup)”

  1. […] nah, sekarang coba diperbandingkan dengan tren beberapa saham yang tergolong besar dan likuid (lancar diperjualbelikan) aka sebagai “blue chips” :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/ […]

  2. […] PDRTJS_settings_1058100_post_8144 = { "id" : "1058100", "unique_id" : "wp-post-8144", "title" : "harga+saham2+yg+gw+ikutan+…+150610", "item_id" : "_post_8144", "permalink" : "http%3A%2F%2Ftransaksisaham.wordpress.com%2F2010%2F06%2F15%2Fharga-saham2-yg-gw-ikutan-150610%2F" } … well, ternyata saham MAPI bole juga gain harganya dalam 1 taon :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/ […]

  3. […] investasi ini … gw mah uda punya teori dan implementasi sendiri soal maen saham beneran : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/ sebagai bagian langkah pertama gw : https://transaksisaham.wordpress.com/langkah-utama-pertama/ […]

  4. […] 2 taktik sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, ini penjelasannya: https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/ gw menjalankan 2 taktik sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, ini […]

  5. […] berusaha untuk mengkombinasikan berbagai cara maen saham UNTUK MERAIH TINGKAT LABA YANG LEBE GEDE : kombinasi cara bodo, cerdas, rajin, dan malas ALA WARTEG SAHAM JO well, gw uda makin dekat ULTAH ke 2 maen saham beneran, kayanya gw maseh tetap LIKUID dengan LABA […]

  6. […] ini : 3 skenario trading harian laba beneran saat natalan LANGKAH PERTAMA CALON INVESTOR SAHAM bacaan2 buat trader berkualitas faktor KECERDIKAN investor/trader saham PEMULA Share this:EmailPrintLike this:SukaBe the first to […]

  7. […] sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, ini penjelasannya: https://transaksisaham.wordpress.com/2010/05/27/inve-r4d1ng/  gw menjalankan 2 taktik sekaligus: INVES + TRADING … kenapa harus 2 taktik sekaligus? well, […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s