1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

MEMILIH SAHAM BAGUS 2 Desember 2015

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:02 am

memilih, menurut gw itu proses yang rumit
saham, menurut gw itu hanya dikaitkan dengan harga saham bagi investor
bagus, menurut gw itu istilah yang amat nisbi aka relatif banget
memilih saham bagus, menurut adalah proses yang rumit apalagi cuma dikaitkan dengan harga saham, yang berarti semakin rumit kaitannya, dan relatifitas harga saham
nah, itu yang terjadi pada fortune indonesia, walau pun TIDAK TERKAIT LANGSUNG DENGAN HARGA SAHAM:
baca posting memilih saham bagus versi fortune indonesia : saham bagus gw: mapi, adro, antm, bbri, unvr, excl

bbca 5yr 6400_13350 2011_2015

… tren harga saham bbca menggiurken youw, lumayan, karena setiap AWAL TAON sejak 2011 s/d 2015, harga saham BBCA naek dibandingkan awal taon sebelumnya … per awal 2015 @ +101%, well, termasuk BAGUS lah 🙂

Oleh Ryan Filbert
@RyanFilbert

Beberapa waktu lalu saya telah menulis artikel yang kurang lebih serupa, yakni perihal perusahaan yang berkembang dan perusahaan yang harga sahamnya dinilai murah.

Namun di artikel tersebut saya tidak membahas bagaimana penilaian secara perhitungan seperti apa sebuah saham dinilai murah dan mahal.

Ada banyak metode dan versi dalam menilai sebuah saham murah atau mahal. Apakah murah atau murahan juga sebuah pertimbangan khusus yang harus kita perhatikan.

Yang umum diketahui adalah bahwa harga saham paling murah di Indonesia yaitu Rp 50 atau gocap.

Banyak pemula mengira saham gocap ini adalah harga saham paling murah dan bila dibeli akan menguntungkan. Bayangkan, naik menjadi Rp 55 saja untungnya sudah 10 persen.

Namun jangan salah, selain di pasar reguler kita bisa saja membeli saham di luar harga yang tertera.

Harga saham gocap pada pasar negosiasi bisa saja dihargai jauh di bawah Rp 20.
Saham gocap bukan selalu saham murah, namun bisa saja saham tersebut akan sangat murah dibawah gocap sehingga disebut saham murahan.

Hati-hati dalam menyikapi harga saham dalam kondisi seperti itu. Lalu, bagaimana dengan saham yang murah sebenarnya?

Bagi golongan analis teknikal atau grafik, maka harga saham yang telah mencapai harga rata-rata pergerakan 200 hari bursa dalam keadaan pasar terkoreksi bisa menjadi sebuah anggapan bahwa harga sahamnya telah menjadi murah.

Alasan sederhananya adalah karena telah sama dengan rata-rata pergerakan 1 tahun pergerakan harga (200 hari bursa).

Namun bagi mereka yang membaca laporan keuangan, parameternya tentu adalah angka-angka pada laporan keuangan.

Salah satu kebiasaan orang dalam membaca saham mahal dan murah adalah dari analisa yang dikenal sebagai PER atau price earning ratio.

Apakah itu price earning ratio? PER adalah membandingkan harga (price) saat ini dengan keuntungan (earning) yang dapat diraih perusahaan pada sebuah kondisi.

Bila membagi nilai keuntungan dengan harga menghasilkan nilai yang semakin kecil, maka ia bisa bermakna keuntungannya mampu lebih cepat membuat pemilik sahamnya balik modal setelah menginvestasikan uangnya.

Sederhananya seperti ini, bila keuntungan perusahaan Rp 500 per saham dan harga saham pada saat ini adalah Rp 1.000 per lembar, artinya hanya perlu 2 periode (tahun) untuk bisa mengembalikan investasi (Rp 1.000) berdasarkan keuntungannya.

Membandingkan kondisi keuntungan Rp 500 per saham dengan harga Rp 2.000 per saham, maka nilai rasionya 4. Maka PER 2 dengan nilai PER 4 akan jauh lebih menarik atau murah PER 2.

Namun PER kecil saja tidak selalu bermakna perusahaan memiliki kondisi harga saham yang murah, misalnya PER negatif atau 0.

Bila PER negatif justru bermakna bahwa perusahaan sedang dalam kondisi rugi, dan rugi bukan salah satu berita menggembirakan bukan?

Lalu berapakah PER yang baik? Banyak versi dan pendapat nilai PER yang murah ditentukan pada rasio angka berapa, namun nilai PER 10 s.d. 15 pada umumnya merupakan sebuah rentang bahwa harganya masih tidak terlalu mahal.

Catatan lain dalam melihat perusahaan murah dan mahal tetap kembali pada 3 kriteria utama: perusahaan memiliki pendapatan yang meningkat, laba yang meningkat, dan hutang yang terkendali. Baru setelah itu analisa PER dapat digunakan.

Ingat, investasi adalah bagaimana membeli nilai perusahaan, bukan hanya pandai dalam menawar harga saham saja.

Salam investasi untuk Indonesia

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s