1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

euforia ASIENK emang asyik juga … 110110_140716 14 Juli 2016

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:40 am

valentinebiaya valentine jakarta 2016

JAKARTA detik – Tujuan dasar dalam berinvestasi, salah satunya di pasar modal adalah untuk mencari cuan atau imbal asing.

Berdasarkan pertumbuhan level indeks harga saham gabungan (IHSG), pasar modal Indonesia masih tercatat sebagai salah satu bursa saham yang memberikan imbal hasil di sepanjang tahun ini dibandingkan dengan bursa negara lain. Di sisi lain pada level bursa utama dunia, negara lainnya tercatat masih terkoreksi

Berikut ini daftarnya secara year to date (1 Januari hingga 4 Maret 2016), seperti dirilis BEI, Sabtu (5/3/2016)

1. Bursa Thailand tumbuh 7,10 persen.

2. IHSG meningkat 5,61 persen

3. Malaysia (0% atau -0,02 poin),

4. Philipina (-0,76%),

5. Singapura/Indeks Straight Times (-1,59%).

Level Bursa Utama Dunia

1. Korea Selatan/Indeks KOSPI (-0,29%),

2. Inggris Raya (-1,44%),

3. Australia (-3,62%),

4. Amerika Serikat/Indeks Dow Jones (-3,75%),

5. India (-5,58%),

6. Hong Kong/Indeks Hang Seng (-7,93%)

7. Jepang/Indeks Nikkei 225 (-10,61%).

(rai)

(rhs)

reaction_1

JAKARTA. Investor asing masih menahan diri masuk pasar saham Indonesia. Indikasinya, sejak awal tahun hingga kemarin atau year to date (ytd), asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 2,27 triliun.

Namun, para pelaku pasar optimistis, kondisi ekonomi dan pasar modal Indonesia tahun ini membaik. Rencana pemerintah menggeber proyek infrastruktur masih menjadi sentimen positif yang mengerek pertumbuhan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,07% (ytd). Pemicunya adalah kenaikan pertumbuhan pada pekan terakhir Januari.

Ari Pitoyo, Chief Investment Officer Eastspring Investments Indonesia, memprediksi, pasar saham pada tahun ini akan bullish. Laba emiten juga bisa tumbuh positif dan terus berkembang dalam jangka panjang.

Tetapi hal ini tidak serta merta akan menarik dana asing masuk dengan cepat. Setidaknya, dalam jangka pendek dana asing tidak akan mengalir deras ke pasar modal Indonesia. Faktor global masih menjadi pemicu, terutama terkait  perlambatan ekonomi Tiongkok dan koreksi harga komoditas. “Dana asing saat ini outflow di pasar saham, sementara di pasar obligasi inflow. Memang situasi dan kondisi sekarang terlalu volatile, kita menunggu apa yang terjadi di Tiongkok. Sekarang asing masih wait and see,” tutur Ari.

Saat ini, para investor cenderung menahan diri  membelanjakan uang mereka. Namun, bila nanti arah ekonomi Indonesia sudah jelas, asing bakal mengalirkan dana dengan deras ke pasar Indonesia. Sebab, pasar Indonesia masih menarik di antara pasar global dan menawarkan pertumbuhan jangka panjang.

Yang pasti, para pelaku pasar masih mencermati rencana kenaikan suku bunga The Fed secara bertahap, kondisi perekonomian ekonomi China, serta tren pelemahan harga minyak di pasar internasional.

Sementara pada Senin (1/2) lalu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, indikasi ekonomi dan pasar Indonesia mulai pulih sudah terlihat. Membaiknya data ekonomi seperti stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi sentimen positif dari dalam negeri.

Apalagi Presiden Joko Widodo mendorong  Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan alias BI rate agar memacu lebih cepat laju pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini bisa mendorong asing untuk lebih cepat mengalirkan dananya ke Indonesia.

Kemungkinan para pemodal asing masuk Indonesia setelah data ekonomi domestik dipublikasikan pada bulan Maret nanti. “Pasar sudah mulai membaik. Inflasi rendah dan rata-rata harga saham juga meningkat,” ujar Tito.

Lucky Bayu Purnomo, analis LBP Enterprise, berpendapat, dana asing di bursa saham Indonesia tidak akan datang dalam jangka pendek. Capital inflow diprediksi mulai membanjiri pasar Indonesia pada jangka menengah dan panjang.

Di awal tahun asing tidak terlalu agresif menanamkan modal mereka. “Jangka pendek dana asing outflow, kapan asing inflow? Kemungkinan jangka menengah dan panjang. Kan mereka mencermati pasar kita  terlebih dahulu,” ujar dia.

Tahun ini kondisi pasar Indonesia diprediksi membaik. Hal itu lebih disebabkan sentimen positif dari kebijakan pemerintah. Setelah pengumuman laporan keuangan, pasar akan kembali normal. “Pasar tak langsung reli atau menguat signifikan karena perilaku pasar kali ini tak dibarengi sentimen positif dari luar negeri,” tutur Lucky.

reaction_1

Aksi Beli Asing Marak, Net Buying Rp 223 M
Asing mengakumulasi 1,54 juta lot saham Rp 1,02 triliun dengan penjualan Rp 802 miliar.
SENIN, 11 JANUARI 2010, 16:37 WIB
Arinto Tri Wibowo

 

VIVAnews – Pemodal asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) selama transaksi Senin 11 Januari 2010 membukukan pembelian bersih (net buying) saham sekitar Rp 223 miliar.

Investor asing mengakumulasi sebanyak 1,54 juta lot saham senilai Rp 1,02 triliun. Sementara itu, penjualan saham oleh investor asing mencapai Rp 802 miliar atau sebanyak 673,29 ribu lot.

Broker asing dengan kode perdagangan KZ, PT CLSA Indonesia, mengakumulasi beli sebanyak 320,67 ribu lot senilai Rp 511,39 miliar.

Sementara itu, broker asing lain yang aktif melakukan pembelian saham di antaranya PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) yang mencapai 441,55 ribu lot senilai Rp 470,91 miliar. Sedangkan PT Deutsche Securities Indonesia (DB) dengan pembelian mencapai 209,99 ribu lot senilai Rp 447,86 miliar.

Pada akhir transaksi hari ini, IHSG akhirnya bertengger di posisi 2.632,2 atau menguat 17,83 poin (0,68 persen).

Volume transaksi yang dibukukan mencapai 11,36 juta lot saham senilai Rp 4,37 triliun. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.649,19 dan terendah 2.615,6.

Sebanyak 104 saham menguat, 93 melemah, 53 stagnan, dan 219 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham yang menopang kenaikan IHSG di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) terangkat Rp 850 (5,18 persen) menjadi Rp 17.250, PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp 550 (1,59 persen) ke posisi Rp 34.950, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp 1.000 (4,51 persen) menjadi Rp 23.150.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

reaction_1

11/01/2010 – 16:03
IHSG Berakhir Loncat 17,83 Poin
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG satu hari ini cukup mengesankan, walaupun tak seperti pembukaan naik 1,81%. IHSG berakhir naik 17,83 poin (0,83%) ke level 2.632,2.

Satu hari ini nilai transaksi di lantai bursa lumayan mengecil dibandingkan perdagangan pekan lalu. Sore ini, nilai transaksi mencapai Rp3,972 triliun dengan volume perdagangan 5,488 milair lembar saham yang ditopang oleh 104 saham menguat, 93 saham melemah, dan 63 saham stagnan.

Indeks saham JII pun berakhir naik 4,21 poin ke level 439, begitu juga dengan indeks LQ45 naik 3,57 poin ke level 518. Merasa tak mau ketinggalan sektor di lantai bursa pun menghijau, namun sayang sektor pertambangan detik-detik terakhjir penutupan bursa merah atau turun 0,41 poin ke level 2.409.

Adapun saham-saham yang menjadi penggerek indeks antara lain, MLBI naik Rp3.300 ke Rp180.000, GGRM) pun naik Rp1.000 ke Rp23.150, UNTR naik Rp850 ke Rp17.250, ASII naik Rp550 ke Rp34.950, serta EXCL pun naik Rp400 ke Rp2.400.

Sementara itu, saham-saham yang turun, yakni ASII turun Rp300 ke Rp24.950, HMSP turun Rp200 ke Rp10.800, PTBA turun Rp200 ke EP18.100, PGAS turun Rp50 ke Rp3.925 dan BUMI stagnan di Rp2.900. [san/cms]
Senin, 11 Januari 2010 | 17:10

reaction_1

PASAR

IHSG Berlari Kencang

IHSG menyentuh level tertinggi sejak tahun 2009***

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melaju. Pada penutupan perdagangan saham, Senin (11/1), IHSG mencetak rekor baru setelah naik 17,83 poin atau 068% ke posisi 2.632,20.

Reli indeks bursa di awal bulan Januari 2010 sepertinya terus berlanjut. Perdagangan perdana pada pekan ini masih didominasi oleh saham-saham unggulan yang selama beberapa hari terakhir mengisi jajaran top gainer di BEI. Sebut saja saham PT United Tractor Tbk (UNTR) yang naik 5,18% menjadi Rp 17.250, PT Astra International Tbk naik 1,6% menjadi Rp 34.950, PT Telekomunikasi Indonesia naik 1,07% menjadi Rp 9.450, PT Gudang Garam Tbk yang naik 4,51% menjadi Rp 23.150, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,03% menjadi Rp 4.900.

Urutan saham-saham yang termasuk top loser pun tidak jauh berubah. Tengok saja, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang turun 1,26% menjadi Rp 3.925, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,52% menjadi Rp 4.750, PT Panin Bank Tbk (PNBN) turun 2,44% menjadi Rp 800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 1,19% menjadi Rp 24.950, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 1,09% menjadi Rp 18.100. Total tercatat sebanyak 94 saham yang harganya naik, 63 saham harganya turun, dan 218 saham tetap.

Nilai transaksi perdagangan saham di bursa mencapai Rp 4 triliun dengan volume 5,49 miliar saham. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih mencatatkan nilai transaksi tertinggi, yaitu Rp 1,2 triliun. Sejumlah broker asing mengoleksi saham BUMI, antara lain PT Deutsche Securities, Macqurie Capital Securities Indonesia, dan Credit Suisse.

Indeks mayoritas bursa Asia juga terlihat ijo royo-royo. Indeks Nikkei 225 mencatat kenaikan sebesar 1,09% ke level 10.798,32. Indeks Hang Seng naik 0,51% ke level 22.411,52 dan indeks bursa Shanghai naik 0,52% ke level 3.212,75.

Hari Widowati

valentineEVERYsmall

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s