Denpasar – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyelidiki lima broker yang diduga terlibat dalam perdagangan semu saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). BEI siap mengambil tindakan tegas apabila kelima broker tersebut terbukti melakukan perdagangan semu.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menyatakan perdagangan semu merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang (UU) Pasar Modal. Sanksi bagi pelanggar tersebut adalah suspensi atau pencabutan hak broker.

“Kami akan sangat keras dalam menindak itu,” kata Tito di Denpasar, Bali, akhir pekan lalu.

Menurut Tito sebenarnya sangat sulit untuk mendeteksi dan membuktikan perdagangan semu. Namun, dia meyakini ada dokumen bukti perintah perdagangan semu tersebut.

Dia menilai bahwa transaksi yang dilakukan lima broker tersebut sudah keterlaluan. Karena niatnya adalah memengaruhi pasar atau membentuk pasar.

Pada prinsipnya, sesuai undang-undang pasar modal transaksi saham di BEI harus ada perpindahan kepemilikan. Apabila transaksi di bursa tidak terjadi perpindahan kepemilikan, maka itu pelanggaran.

“Ini pelanggaran terberat setelah insider trading, karena menipu masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, apabila terbukti melakukan perdagangan semu maka inisiator transaksi tersebut dapat dikenai sanksi pidana karena melanggar undang-undang. Sampai saat ini BEI belum mengetahui siapa aktor di belakang layar transaksi itu.

Meskipun belum mengetahui pasti siapa orangnya, Tito yakin bahwa yang melakukannya adalah orang yang berkepentingan dalam transaksi tersebut.

BEI tidak akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Menurut Tito, pada dasarnya sudah ada struktur bagian dalam BEI yang bertugas menyelidiki hal-hal demikian.

BEI juga belum melakukan komunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena kasusnya terbilang sensitif. Namun, dia mengaku bahwa akan secepatnya berkoordinasi dengan OJK.

Tito mengakui bahwa sanksi tegas bagi serkuritas yang terlibat tergantung kesalahannya. Karena, bisa saja sekuritas tersebut tidak tahu atau disuruh dan memang melakukannya.

Terkait dengan ancaman pidana karena melanggar UU Pasar Modal. Tito mengungkapkan bahwa penyelidikan itu merupakan kewenangan OJK. BEI hanya menyelidiki tentang transaksi yang dilakukan oleh broker.

 

Muhammad Rausyan Fikry/AB

Investor Daily