1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

bwat yang cari arti CROSSING/TUTUP SENDIRI 16 September 2016

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:14 am

ets-small

Jakarta detik- Pemberlakuan program pengampunan pajak atau tax amnestysejak 18 Juli 2016 diberlakukan. Namun, hingga kini, belum ada investor yang memanfaatkan insentif di bursa saham soal keringanan pembayaran ongkos balik nama atau crossing saham yang diberlakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) bagi wajib Pajak (WP) yang mengikuti program tax amnesty.

“Belum ada atau mungkin belum ada yang laporan ke kami. (Rekening Dana Nasabah) juga belum ada yang lapor juga,” ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini saat ditemui di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Hamdi menyanggah jika insentif yang diberikan BEI kurang efektif dalam menggaet investor peserta tax amnesty untuk mau men-declare atau melaporkan kepemilikan sahamnya secara jujur.

“Kalau perusahaan besar crossing fee bukan masalah besar, ada pertimbangan lain. Kita belum dapat datanya sih yang menggunakan itu. Orang Indonesia hobinya last minute. Belum ada yang manfaatkan,” tuturnya.

Yang pasti, kata Hamdi, pihaknya akan memberikan insentif atau diskon tarif bagi WP yang melakukan crossing saham sebelum 30 September 2016.

“Justru kita minta untuk buru-buru, kalau kita minta nanti lagi sampai Maret, mereka juga nunda nanti-nanti, makanya siapa cepat, dia dapat insentif,” tandasnya. (drk/hns)

ets

Also called cross-trade. Stock Exchange. an arrangement for the simultaneous sale and purchase of a block of stock handled by a single broker.
crossing/tutup sendiri artinya sebuah mekanisme JUAL dan BELI SEJUMLAH BESAR satu saham DENGAN SATU HARGA saham, yang dilakukan oleh SATU BROKER …

Cross Trade

What Does Cross Trade Mean?
A practice where buy and sell orders for the same stock are offset without recording the trade on the exchange, which is outlawed on most major stock exchanges. This also occurs when a broker executes both a buy and a sell for the same security from one client account to another where both accounts are managed by the same portfolio manager.

Investopedia explains Cross Trade
Typically, this is yet another way for a broker to rip you off. When the trade doesn’t get recorded through the exchange, there is a good chance that one client didn’t get the best price.

However, cross trades are permitted in very selective situations such as when both the buyer and the seller are clients of the same asset manager.  The portfolio manager can effectively “swap out” a bond or other fixed income product from one client to another and eliminate the spreads on both the bid and ask side of the trade.  The broker and manager must prove a fair market price for the transaction and record the trade as a cross for proper regulatory classification.

…. pembeli dan penjual saham tersebut harus menjadi anggota pada broker ybs …. bisa juga dari satu rekening ke rekening dengan pemilik rekening yang sama …

The key point is that the asset manager must be able to prove to the SEC that the trade was beneficial to both parties before executing a cross trade.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Bisnis.com, JAKARTA—Transaksi tutup sendiri alias crossing atas saham PT MNC Land Tbk kembali terjadi, kali ini senilai Rp502,4 miliar.

Transaksi terjadi sekaligus, Selasa (11/11/2014), dengan broker PT MNC Securities. Total volume saham emiten properti berkode KPIG itu sebesar 320 juta lembar saham. Jumlah saham perseroan yang beredar di pasar adalah 6,46 miliar lembar saham.

Harga saham yang ditawarkan adalah Rp1.570 per saham. Angka ini lebih tinggi 23,62% dari harga saham KPIG pada penutupan perdagangan hari ini, yang sebesar Rp1.270 per saham.

Namun, Bisnis belum berhasil menghubungi pihak KPIG maupun MNC Securities.

Harga saham perseroan naik 0,79% dari posisi awal 2014 yang sekitar Rp1.260 per saham. Namun, secara tahunan justru mengalami penurunan 4,51%.

Transaksi semacam ini bukan yang pertama terjadi pada KPIG. Pada Juli, terjadi crossing senilai Rp1,9 triliun pada saham perusahaan yang bernaung di bawah MNC Group ini.

 

Editor : Saeno

doraemon

Pemegang saham besar bermanuver
Oleh Veri Nurhansyah Tragistina – Sabtu, 28 Desember 2013 | 09:23 WIB

kontan

JAKARTA. Menjelang tutup tahun 2013, aksi jual beli saham di pasar negosiasi kian marak. Yang terbaru, aksi transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) di pasar negosiasi, kemarin (27/12).

Aksi yang difasilitasi PT Paramitra Alfa Sekuritas itu melibatkan 2.28 miliar unit saham APEX pada harga Rp 2.100 per saham. Dus, nilai crossing saham ini terbilang jumbo sekitar Rp 4,78 triliun. Harga transaksi itu lebih rendah 17,65% dari harga APEX di pasar reguler, kemarin, di Rp 2.550 per saham.

Belum diketahui para pihak yang terlibat jual beli 85,63% saham APEX itu. Yang jelas, pemilik mayoritas APEX yakni PT Apexindo International Pte Ltd, terakhir kali masih memiliki 87,28% saham.

Aksi crossing saham juga terjadi di PT Sido Muncul Tbk (SIDO). Manajemen SIDO menyebutkan, terjadi peralihan saham SIDO di pasar negosiasi pada tanggal 18 Desember, yang melibatkan enam pemegang saham. Mereka melepas 1,64 miliar unit atau 10,92% dari total saham SIDO.

Perinciannya, Desi Susilo Hidayat melepas 675 juta saham SIDO senilai Rp 391,5 miliar. Sementara, lima pemegang saham lain dari keluarga Irwan Hidayat masing-masing melepas 135 juta saham SIDO senilai Rp 78,3 miliar. Alhasil, total nilai transaksi mencapai Rp 783 miliar. “Tujuan transaksi untuk memperoleh dana,” kata Tiur Simamora, Sekretaris Perusahaan SIDO, Selasa (24/12).

Tiur mengaku belum tahu siapa pembeli saham SIDO. “Saya belum tahu siapa pembelinya karena hanya dapat data itu dari Biro Administrasi Efek,” jelasnya.

Asal tahu saja, penjualan saham oleh pemegang saham lama itu memang sudah diumumkan dalam prospektus penawaran saham perdana (IPO) SIDO. Jahja Suryandy, Managing Director Kresna Securities yang menjadi penjamin emisi IPO SIDO pernah bilang, pemegang saham lama akan melego sahamnya kepada investor institusi.

Transaksi tutup sendiri juga terjadi pada saham PT Dyandra Media Internasional Tbk (DYAN). Jacob Oetama, pemegang 899,34 juta saham (21,047%) DYAN melepas seluruh kepemilikannya melalui mekanisme crossing saham kepada PT Teletransmedia, perusahaan investasi Grup Kompas Gramedia.

Transaksi bernilai Rp 314,77 miliar itu terjadi 27 November 2013. Danny Budiharto, Direktur DYAN mengatakan, tujuan transaksi ini adalah restrukturisasi internal kepemilikan Jacob Oetama.

Aksi crossing saham juga dilakukan Grup Saratoga atas saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Pada 16 Desember 2013 lalu, terjadi crossing 482.518.000 unit saham (10,06%) TBIG di pasar negosiasi antar entitas milik Grup Saratoga. Transaksi tersebut bernilai Rp 2,9 triliun.

Samsul Hidayat, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI pernah bilang, investor cenderung bertransaksi di luar bursa biasanya karena akan ada aksi korporasi tertentu. Misalnya, pengalihan saham dari satu investor ke pemilik saham lain. “Atau para investor tak bisa bertransaksi di pasar reguler, karena harga yang diinginkan tak tersedia,” ujarnya.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia menilai, aksi crossing saham selama tidak menggerus kepemilikan saham publik, tidak menjadi masalah.

Aksi crossing saham sejumlah emiten itu menambah gendut transaksi di luar bursa pada tahun ini. BEI mencatat, hingga September 2013, transaksi di pasar negosiasi sudah tumbuh 59,84% menjadi Rp 253,33 triliun.
Editor: Yuwono Tri

rose KECIL

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s