1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

cuma bwat yang pintar : short selling … : 211009_030915 3 April 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:01 am

Apa itu short selling, yang sempat membuat pasar heboh ketika harga saham turun drastis pada penghujung 2008 lalu? Untuk pelaku pasar saham, istilah itu sudah tidak asing lagi.

Tapi bagi para investor baru, ada baiknya untuk mengetahui apa sih short selling itu? Pada dasarnya transaksi short sell merupakan transaksi yang cukup unik. Disebut unik karena transaksi ini memiliki karakter khusus yakni pelaku short sell menjual saham dulu baru kemudian membeli, pelaku short sell menjual saham yang bukan miliknya, dan pelaku short sell akan meraih untung justru apabila harga saham turun.

Liputan6.com, Jakarta – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan sejumlah saham dalam daftar efek marjin dan short sell untuk April 2017.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/4/2017), ada 9 saham baru yang masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek (secara marjin).

Saham-saham itu antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Tanah Laut Tbk (INDX).

Selain itu, PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI), PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

Selain itu, ada 6 saham baru yang masuk dalam daftar efek dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek yang mengakibatkan posisi short (shortsell).

Saham-saham baru yang masuk ke dalam efek shortsell antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Bintang Oto Global Tbk, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), PT Mas Murni Indonesia Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

BEI mencatat ada 11 saham yang keluar dari daftar efek marjin dan 8 saham yang keluar dari daftar efek shortsell. Saham yang keluar dari daftar efek marjin antara lain PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indospring Tbk (INDS), PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE).

Selain itu, ada saham PT Eureka Prima Tbk (LCGP), PT Nirwana Development Tbk (NIRO), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Semen Baturaha Tbk (SMBR), dan PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO).

Sedangkan saham yang keluar dari daftar efek shortsell adalah BRMS, PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), JTPE,LCGP, NIRO, PYFA, dan PT Tipone Mobile Indonesia Tbk (TELE).

Bagi anggota bursa efek yang memiliki nilai Modal kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Rp 250 miliar atau lebih dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 183 saham. Sedangkan anggota bursa efek yang memiliki nilai MKBD kurang dari Rp 250 miliar dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 45 saham sedangkan shortsell sekitar 140 saham.

Untuk daftar efek yang memenuhi kriteria dijadikan sebagai jaminan pembayaran atas transaksi marjin dan transaksi shortsell antara lain memenuhi persyaratan menjadi efek marjin dan surat berharga negara (SBN), obligasi korporasi yang diterbitkan di Indonesia, tercatat di bursa, dan sekurang-kurangnya memiliki rating A+ atau yang setara. Ada pun daftar efek itu mulai berlaku 3 April 2017.

ezgif.com-resize

INILAHCOM, Jakarta – Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melarang melakukan short selling mendapat respon positif dari broker.

Group Managing Direktur PT Reliance Capital Market, Jurgan Usman mengatakan peraturan tersebut demi menjaga indeks tidak turun lebih dalam yang berdampak negatif. “Short selling secara peraturan enggak boleh tapi di luar negeri boleh, ” ujar dia di Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Bagi dia emerging market termasuk Indonesia short selling kurang tepat mengingat kondisi masih bergejolak. Apalagi Yuan sudah didevaluasi dan pasar masih menunggu The Fed menjalankan aksi kenaikan suku bunga. “Buat market,negara berkembang belum secure, ” katanya.

Ia menilai langkah BEI yang akan menindak broker yang kedapatan melaksanakan short selling. Sanksi yang dipakai sampai suspensi. “Short selling diancam sama bursa. Tapi suatu saat boleh untuk memperbesar transaksi, ” katanya. [jin]
– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2234797/belum-saatnya-pasar-indonesia-short-selling#sthash.yT4aFDZE.dpuf

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyalakan lampu hijau untuk transaksi short sell, transaksi ini sebenarnya sudah banyak dilakukan pelaku pasar secara diam-diam. Dengan menerapkan sistem netting, investor memang sangat dimungkinkan untuk melakukan short sell. Hanya saja ruang geraknya sangat terbatas. Short seller -pelaku short sell- harus melakukan buy back hari itu juga untuk saham yang sama dengan volume yang sama. Praktis, jika saham yang dijual harganya naik berarti short seller akan menderita rugi.

Ilustrasinya begini: Jika investor X melakukan transaksi short sell dengan menjual saham XYZ pada harga Rp6.600 sebanyak 20 lot, maka dengan pola penyelesaian secara netting, ia harus membeli lagi saham XYZ sebanyak 20 lot sehingga tidak ada selisih antara volume jual dengan volume beli. Jika harga XYZ turun dan X bisa membeli di bawah harga Rp6.600 maka ia akan mendapatkan untung. Sebaliknya jika XYZ naik dan X terpaksa harus membeli hari itu juga pada harga di atas Rp6.600, maka X akan menderita kerugian.

Inilah bahaya transaksi short. Jika pelaku short salah memprediksi arah pasar maka hampir pasti ia akan menderita kerugian. Karena itu, seorang short seller dituntut memiliki kemampuan yang tinggi dalam membaca arah pasar. Dengan memperhatikan informasi yang berkembang – baik indikator ekonomi makro maupun fundamental perusahaan seta sentimen pasar yang terbentuk – seorang short seller akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi short atau tidak. Keputusan jual dan belipun harus dilakukan secara cepat. Transaksi ini termasuk jenis transaksi berisiko sehingga tidak sembarang investor mampu dan berani melakukannya.

Transaksi short sell sempat dilarang ketika pasar sedang mendapat tekanan berat akibat krisis keuangan global pada Oktober hingga Desember 2008. Kini transaksi short sell telah diperbolehkan kembali pada saham-saham tertentu yang sudah ditetapkan oleh otoritas. Dengan dinyalakannya lampu hijau untuk transaksi short sell, kalangan short seller tidak perlu buru-buru harus buy back saham hari itu juga. Sebab, ada mekanisme pinjam meminjam saham (lending end borrowing) yang akan dimainkan oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (APEI).

Dengan pola ini investor bisa lebih leluasa melakukan transaksi short sell. Jika investor tidak bisa melakukan buy back pada hari yang sama, maka ia bisa menunggu hari berikutnya. Hanya saja, selama saham belum dibeli si investor akan dikenai kewajiban semacam bunga pinjaman. Nilainya bervariasi antara perusahaan broker yang satu dengan lainnya. Kisarannya antara 15 persen hingga 18 persen setahun.

Untuk bisa memenangkan transaksi short dibutuhkan kemampuan khusus. Transaksi short selling tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan felling semata. Alat bantu yang lebih banyak digunakan adalah teknikal analisis. Saham yang dibolehkan ditransaksikan secara short adalah saham-saham favorit dan likuid. (Tim BEI)(//rhs)

2015201520152015201520152015sssssssssssssssssssssss201520152015201520152015

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam menghentikan operasional sejumlah broker yang terbukti melanggar aturan transaksi short selling. BEI tengah memeriksa enam anggota bursa (AB) yang terindikasi melakukan pelanggaran.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, satu broker terbukti tak melanggar. Pasalnya, investor yang bersangkutan memiliki rekening yang sahamnya tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tetapi, lima broker lagi masih diperiksa intensif. Mayoritas broker asing yang tak punya izin transaksi margin dan short selling.  Jika broker itu terbukti melanggar, BEI akan menjatuhkan sanksi terberat. “Kami akan stop (operasional dan izin) mereka,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Di kalangan pelaku pasar modal, sendiri telah beredar nama broker-broker yang diduga terindikasi melakukan short sellingilegal. Tetapi, manajemen BEI enggan mengonfirmasi terkait nama-nama itu. “Tidak bisa kami sebutkan,” ujar Hamdi, Kamis (27/8/2015).

Sementara itu Mandiri Sekuritas menegaskan pihaknya tidak melakukan short selling. “Kami memastikan Mandiri Sekuritas tidak menyelenggarakan fasilitas short selling. Sehingga secara sistem dan kebijakan, transaksi tersebut tidak dapat dilakukan,” jelas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto.

Short selling adalah transaksi penjualan efek, tapi efek itu tak dimiliki penjual saat transaksi. Penjual memasang posisi jual pada transaksi awal dengan harapan harga turun. Ketika harga turun, ia mengambil saham itu dengan selisih untung. Hal ini ditengarai membuat IHSG semakin jeblok beberapa hari lalu. Maklum, yang ditransaksikan adalah saham likuid berkapitalisasi besar alias blue chip.  (Amailia Putri Hasniawati, Dina Farisah)

 

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s