1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

utang dalam maen saham … 080113_310717 31 Juli 2017

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 6:09 am
Tags: ,

JAKARTA kontan. Besok (1/8), Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memberlakukan aturan main suspend buy di T+4 dan forced sell di T+5. Ini berarti, investor saham mesti memiliki dana yang cukup pada rekening regulernya.

Di saat yang sama, sekuritas yang punya fasilitas transaksi margin dilarang memberikan pembiayaan ke rekening reguler maupun perpanjangan masa settlement transaksi milik nasabah.

Aturan larangan sementara membeli saham (suspend buy) akan jatuh pada T+4, jika nasabah sekuritas tak mampu menyediakan dana sesuai nilai transaksi di Rekening Dana Investasi (RDI) setelah hari ketiga transaksi (T+3).

Kelak, status akun menjadi suspend buy. Ketentuan ini tertuang di Surat Keputusan Direksi BEI Kep-00022/BEI/02-2017 tentang Perubahan Perubahan Peraturan Nomor III-I tentang Keanggotaan Margin dan/atau Short Selling.

Bahkan, beleid ini menyebutkan, bila transaksi tersebut belum usai pada T+5, maka sekuritas harus melakukan penjualan paksa (forced sell) pada saham tersebut.

Meski begitu, Presiden Direktur NH Korindo Sekuritas Jeffry Wikarsa bilang, aturan ini tak berdampak apa-apa ke sekuritas. “Selama ini pembiayaan hanya kami lakukan bagi nasabah pemilik rekening margin,” ujarnya kemarin.

Tapi, aturan itu membikin kecewa beberapa nasabah. “Adanya batasan minimum setoran membuat tak semua nasabah kami bisa memenuhi hal itu,” ungkap Jeffry.

Berbeda, investor kawakan Lo Kheng Hong memandang, aturan main tersebut tak berdampak apapun terhadap investor. Soalnya, “Ketika kami harus mengembalikan uang pada T+3, maka kami menjual juga di T+3,” kata dia.

ezgif.com-resize

JAKARTA kontan. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar baru saham yang masuk ke dalam efek margin dan shortshell. Daftar ini mulai berlaku tanggal 1 Maret 2017.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, Selassa (28/2), terdapat tujuh saham baru yang masuk ke dalam efek margin. Salah satunya adalah, saham Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Saham ini turut meramaikan enam saham lainnya, yakni saham PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), PT Nirvana Development Tbk (NIRO) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM).

Selain itu, enam dari tujuh saham itu juga masuk ke dalam daftar efek shortshell. Keenamnya adalah, DEWA, INTA, JTPE, LCGP, NIRO, dan SMSM.

Ada yang masuk, berarti ada yang keluar. Saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) dan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) keluar dari daftar efek margin. Pada saat yang bersamaan, saham BSIM juga keluar dari daftar efek shortsell.

Jadi, total saat ini ada 185 saham yang bisa ditransaksikan menggunakan fasilitas margin dari broker dengan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas Rp 250 miliar. Lalu, untuk broker dengan MKBD di bawah Rp 250 miliar hanya diizinkan memberikan fasilitas marjin atas 45 saham.

Sementara transaksi shortsell, ada 142 saham yang bisa ditransaksikan dengan mekanisme tersebut.

ets-small

Rata-rata Outstanding Margin 2012 Cenderung Turun

Oleh: Agustina Melani
pasarmodal – Selasa, 8 Januari 2013 | 10:53 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Rata-rata outstanding margin 2012 sebesar Rp1,2 triliun, dibandingkan 2011 yang mencapai Rp1,6 triliun.

Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan penurunan rata-rata outstanding margin pada 2012 karena anggota bursa lebih berhati-hati dalam memberikan fasilitas margin kepada pelaku pasar dan investor.

“Selain itu, suku perbankan sekarang menjadi lebih bersaing, sehingga pelaku pasar cari utang bukan ke perusahaan efek,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Samsul Hidayat, saat ditemui wartawan di gedung BEI, Selasa (8/1/2013).

Samsul menambahkan, penurunan pemberian fasilitas transaksi marjin karena krisis ekonomi global, turut mempengaruhi bursa saham global dan Indonesia. Terutama karena pelaku pasar cenderung menahan diri. “Uang yang dimiliki anggota bursa juga terbatas, sehingga mereka cenderung untuk berhati-hati,” kata Samsul.

Samsul mengatakan, transaksi marjin sebenarnya dapat meningkatkan likuiditas di pasar. Pihaknya pun berharap, anggota bursa dapat menerapkan aturan marjin dengan baik.

Transaksi marjin adalah fasilitas yang diberikan kepada investor atau pelaku pasar untuk membeli saham dengan nilai lebih besar dari modal. Keuntungan bagi perusahaan sekuritas dengan transaksi marjin ini mendapatkan fee transaksi dan bunga dari pinjaman. Sedangkan bagi nasabah jika harga sahamnya tinggi akan mendapatkan untung berlipat, dan jika rugi maka ruginya juga besar.

Berdasarkan data BEI, rata-rata outstanding margin antara lain pada 2010 sebesar Rp1,6 triliun, 2011 sebesar Rp1,6 triliun, dan pada 2012 senilai Rp1,2 triliun. Rata-rata jumlah saham marjin pada 2010 ada 34 saham, 2011 ada 46 saham, dan 2012 ada 46 saham. Sementara itu, nilai outstanding margin per akhir Desember 2010 ada Rp1,7 triliun, 2011 sekitar Rp1,2 triliun, dan 2012 sekitar Rp900 miliar. [ast]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s