1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

strategi saat trad1ng NAEK atawa TURUN , info IHSG sehari-hari 12 Agustus 2017

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:06 pm

strategi TRADING ITU LEBE JITU DARIPADA INVES AZA
analisis ITU PENTING bwat trader / investor, setiap hari malah @ IHSG

JAKARTA okezone- Dalam beberapa waktu terakhir, muncul tren baru yaitu pergeseran konsumsi masyarakat kepada investasi. Pola baru ini lantas menyebabkan apa yang disebut sekarang sebagai pelemahan daya beli masyarakat. Analisa tersebut disampaikan oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Nicky, kondisi ini ditandai oleh adanya peningkatan jumlah investor lebih dari 20%, disertai dengan penambahan jumlah investor yang melakukan transaksi sepanjang enam bulan pertama 2017.
BERITA REKOMENDASI
Transaksi Meningkat hingga 50%, Bukti Masyarakat Sering Belanja Online!
“Belanja Kurang Tidak Berarti Daya Beli Turun”
Catat! Daya Beli Tak Turun, BPS: Buktinya Masyarakat Sering Belanja Online
“Saya jadi bisa berasumsi ada pergeseran masyarakat yang konsumsi menjadi investasi,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (11/8/2017). Baca Juga:
Soal Daya Beli, Sandiaga Uno: Bukan Hal yang Mengkhawatirkan
Daya Beli Tidak Turun tapi Masyarakat Tahan Belanja demi Eksis di Medsos, Ini Penjelasannya!
Adanya pergeseran pola masyarakat kepada investasi, dikatakan Nicky tidak akan berpengaruh kepada pertumbuhan sektor riil. Terlihat dari laporan kinerja keuangan yang dirilis oleh perseroan sepanjang semester I. Nicky juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% terbilang bagus. Meskipun cenderung bertahan dari pertumbuhan di kuartal pertama 2017. Baca Juga:
Penjualan Mobil Naik, Bukti Daya Beli Indonesia Tak Turun!
“Kita bandingkan dengan negara lain di dunia, pertumbuhan ekonomi di atas 5% itu tinggi,” jelas dia. Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal II yang tumbuh 4,95%. Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan periode yang sama pada 2016 yaitu sebesar 5,07%.
(kmj)