1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sejarah indo maen saham … 18 September 2017

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 12:54 am

tren ihsg 1997_2017sep

 
… sejarah tren Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia / Jakarta yang tergambar sebagai grafik tren, menunjukkan bahwa KETIDAKPASTIAN itu begitu tinggi … setidaknya ketidakpastian yang langsung terlihat dari sejarah tren ini: sejak 30 Juni 1997 s/d 15 September 2017 tlah terjadi TREN KENAEKAN ihsg dari sekira 700-an s/d 5800an… ketidakpastian ini TENTU AZA dikehendaki oleh semua pihak yang terlibat dalam BEI/BEJ, termasuk investor
… ketidakpastian seperti ini menarik disimak lebe jauh: simak dalam periode lebe singkat, yaitu 2008, saat ihsg TURUN dari 2700an k 1100an. Lalu tren ihsg NAEK lage setidaknya dalam periode 2009 s/d 30 April 2013, saat dari 1300an k 5000an. Lalu turun lage k area 4200an. Lalu naek s/d 28 Feb 2015 k 5400an, ekh turun lage k 4200an s/d Agustus 2015. Sejak bottom 4200an, maka ihsg naek lage secara relatif lebe stabil k 5800an @ 2017.
… kesimpulan kecil sederhana: periode ketidakpastian 1997-2017 diisi oleh berbagai periode ketidakpastian singkat (pasca krismon 1997-2000): 2008, 2009-2013, 2013-2015, n 2015-2017. Periode ketidakpastian panjang memang dibangun oleh periode ketidakpastian pendek.
… bwat investor, sila dipilih mo maen jangka panjang atwa jangka pendek. gw pilih keduanya demi hasil yang lebe baek daripada sekedar jangka panjang aza atwa jangka pendek aza ūüôā
 

 

 

JAKARTA okezone – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyatakan, melalui infrastruktur yang lebih mumpuni dan dukungan emiten, regulator dan seluruh insan Pasar Modal Indonesia, OJK pun meyakini bahwa pasar modal di Indonesia mampu melesat menjadi salah satu pasar modal yang terbaik di dunia.
BERITA REKOMENDASI
Sangat Istimewa! Harga Patung Banteng Wuluh Tidak Sampai Rp1 Miliar
BUSINESS HITS: Sri Mulyani Berharap Makin Banyak Perusahaan yang IPO, Ini Alasannya!
BUSINESS HITS: Misteriusnya Asal Usul Banteng Wulung, Ikon Baru Bursa Efek Indonesia
Pasar modal di Indonesia saat ini sudah berkembang sangat pesat. Pada tahun 1977, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG baru berada di level 98,00 sementara per 11 Agustus kemarin IHSG sudah berada di level 5.766,13, atau meningkat lebih dari 5.000%. “Sementara itu nilai kapitalisasi pasar yang pada tahun 1977 baru mencapai Rp2,73 miliar, maka per 11 Agustus kemarin nilai kapitalisasi pasar kita sudah mencapai Rp6.319,55 triliun, atau meningkat lebih dari 200.000%,” ujarnya. Dia menyakini, pasar modal akan berkembang sedemikian pesat. Bahkan pasar modal di Indonesia saat ini mulai disejajarkan dengan beberapa negara maju baik di kawasan ASEAN maupun dunia. Baca juga: 40 Tahun Pasar Modal, Hebat! Kapitalisasi Pasar di Indonesia Meningkat 200.000%
(wdi)

rose KECIL

PUTRA JAYA, MALAYSIA ID- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meraih penghargaan sebagai kustodian sentral efek terbaik di Asia Tenggara dari majalah Alpha Southeast Asia. Penyerahan penghargaan berlangsung di Putra Jaya-Malaysia, Rabu (25/1).

 

Pencapaian itu didorong atas sejumlah pengembangan yang telah dituntaskan perseroan. Misalnya, implementasi S-Invest, penunjukan KSEI sebagai penerbit nomor SID untuk surat berharga yang diterbitkan BI.

 

Inisiatif KSEI untuk bekerja sama dengan 100 pelaku industri pasar modal dengan Dirjen Dukcapil juga ikut menjadi alasan peraihan penghargaan tersebit. KSEI sebelumnya telah memanfaatkan data kependudukan untuk mempercepat pembukaan rekening efek dari berhari-hari menjadi hanya dalam hitungan jam.

 

Dirut KSEI Frederica Widyasari Dewi mengatakan, penghargaan ini akan memotivasi KSEI untuk pasar modal Indonesia lebih reliable dan menjadi tujuan investasi lokal maupun asing. “Penghargaan ini akan memotivasi kami berkinerja lebih baij ke depan,” ungkapnya di Putra Jaya-Malaysia, Rabu(25/1).

 

KSEI sebelumnya telah menerapkan aplikasi sistem pengelolaan investasi S-Invest. Aplikasi ini dikembangkan
KSEI bekerja sama dengan Korea Securities Depository (KSD) sebagai lembaga kustodian di Korea Selatan yang telah mengimplementasikan sistem serupa di pasar modalnya.

 

S-Invest diharapkan membuat Pasar Modal Indonesia memiliki platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri pengelolaan investasi. S-Invest juga salah satu rencana strategis KSEI selain pengembangan sistem utama C-BEST Next-G dan AKSes Financial Hub. S-InveHal juga bisa mempermudah masyarakat membeli produk pasar modal, khususnya reksa dana.

doraemon

ID: Kepala Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, pada Kamis pekan lalu (27/10), total frekuensi dan volume transaksi perdagangan saham mencapai rekor tertinggi sepanjang berdirinya PT BEI sejak 13 Juli 1992.

Jumlah investor aktif yang bertransaksi di perdagangan saham juga mencatatkan rekor terbanyak.

“Rekor total frekuensi perdagangan saham yang tercipta Kamis lalu sebanyak 428.640 kali, jauh di atas rekor tertinggi sebelumnya pada 13 Juli 2016 sebanyak 376.777 kali transaksi.

Volume perdagangan saham juga mencetak rekor total 39,04 miliar unit saham, dibanding rekor sebelumnya pada 8 April 2011 sebanyak 29,83 miliar unit saham.

Jumlah investor aktif yang melakukan transaksi saham juga mencapai rekor sebanyak 38.734, dibanding rekor sebelumnya pada 9 Agustus 2016 sebanyak 35.455 investor,‚ÄĚ paparnya. (bersambung)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/bei-miliki-likuiditas-terbaik-tahun-ini/152016

spiral

Bisnis.com, JAKARTA – Rata-rata nilai transaksi harian di PT Bursa Efek Indonesia pekan ini melonjak 7,58% menjadi Rp7 triliun sepanjang pekan ini dari Rp6,5 triliun.

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI Dwi Shara Soekarno mengatakan kenaikan tersebut juga diikuti dengan peningkatan rata-rata volume transaksi harian saham sebesar 4,41% menjadi 7,18 miliar unit saham dari 6,87 miliar unit saham.

“Meski demikian rata-rata frekuensi harian transaksi perdagangan saham pada periode 5 sampai 9 September 2016 mengalami perubahan 4,17% menjadi 249,56 ribu kali transaksi dari 260,41 ribu kali transaksi di pekan sebelumnya,” katanya dalam keterangan resmi pada Jumat (9/9/2016).

Dia menyebutkan, performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini juga ikut mengalami perubahan 1,34% ke posisi 5.281,92 poin dari 5.353,46 poin di pekan lalu.

Selama sepekan terakhir, nilai kapitalisasi pasar IHSG ikut mengalami perubahan 1,39% ke posisi Rp5.683,44 triliun dari Rp5.763,71 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp814 miliar di periode 5 hingga 9 September 2016.

Pekan ini diramaikan dengan pencatatan Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV Tahun 2016. Obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk. (ISAT) ini mulai dicatatkan di BEI pada Senin (5/9/2016) dengan nilai nominal sebesar Rp3,46 triliun.

ets-small

Dalam setiap aktivitas yang menyangkut sejumlah pihak, sewaktu-waktu bisa muncul persengketaan atau konflik perdata. Tak terkecuali aktivitas di pasar modal. Apabila pihak yang bersengketa tak bisa menyelesaikan sendiri persoalannya, bagaimana mengatasinya? Di pasar modal Indonesia ada lembaga yang membantu penyelesaian sengketa yaitu, Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) atau Indonesian Capital Market Arbitration Board.

BAPMI didirikan oleh SRO (Self Regulatory Organization) yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) serta asosiasi-asosiasi di lingkungan pasar modal Indonesia. BAPMI menjadi tempat menyelesaikan persengketaan perdata di bidang pasar modal melalui mekanisme penyelesaian di luar pengadilan.

Lembaga yang didirikan pada tahun 2002 ini akan memberikan tiga alternatif penyelesaian sengketa, yaitu pendapat mengikat, mediasi, dan arbitrase. Pendapat mengikat BAPMI adalah pendapat yang diberikan oleh BAPMI atas dasar permintaan para pihak mengenai penafsiran suatu ketentuan yang kurang jelas di dalam perjanjian agar di antara para pihak tidak terjadi lagi perbedaan penafsiran yang bisa membuka perselisihan lebih jauh.

BAPMI akan memberikan pendapat mengikat secara tertulis dan ditandatangani oleh ketua BAPMI selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari kerja setelah dimulainya pemeriksaan, yang disampaikan melalui surat tercatat, bukan dalam suatu forum pertemuan. Pendapat mengikat yang diberikan oleh BAPMI ini bersifat final dan mengikat para pihak yang memintanya, oleh karenanya tidak dapat diajukan perlawanan atau bantahan. Pendapat mengikat itu harus segera dilaksanakan dalam waktu 30 hari sejak diterbitkan, dan setiap tindakan yang bertentangan dengan pendapat mengikat merupakan pelanggaran perjanjian.

Berikutnya, mediasi BAPMI adalah cara penyelesaian masalah melalui perundingan di antara para pihak yang bersengketa dengan bantuan pihak ketiga yang netral dan independen yang disebut mediator. Sifat mediator adalah fasilitator pertemuan guna membantu masing-masing pihak memahami perspektif, posisi, dan kepentingan pihak lain sehubungan dengan permasalahan yang tengah dihadapi dan bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya. Tujuan dari Mediasi adalah dicapainya perdamaian di antara para pihak yang bermasalah.

Proses mediasi yang dilakukan BAPMI berlangsung selama 14 hari kerja dalam pertemuan (hearing) tertutup untuk umum yang dilaksanakan di tempat yang ditetapkan oleh BAPMI atau tempat lain yang disepakati oleh para pihak.

Yang terakhir adalah arbitrase BAPMI, yaitu cara penyelesaian sengketa dengan menyerahkan kewenangan kepada pihak ketiga yang netral dan independen. Pihak ketiga disebut arbiter yang bertugas memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat pertama dan terakhir. Keputusan yang dijatuhkan oleh arbiter tersebut bersifat final, dan mengikat bagi para pihak yang tidak dapat diajukan banding.

Pemeriksaan dalam proses arbitrase BAPMI akan berlangsung paling lama 180 hari kerja terhitung sejak arbiter tunggal/majelis arbitrase terbentuk. Arbiter dapat memperpanjang jangka waktu tersebut dengan persetujuan pemohon dan termohon. Ada dua jenis arbiter, yakni arbiter tetap (arbiter BAPMI) dan arbiter tidak tetap (ad hoc) yang diseleksi, dan diangkat oleh pengurus BAPMI berdasarkan integritas dan kompetensi di bidang pasar modal sesuai latar belakang keahliannya masing-masing. Sebagian abiter dapat berlatar belakang praktisi, ahli hukum, akuntan, dan akademisi.

http://economy.okezone.com/read/2015/01/05/278/1088106/menyelesaikan-persengketaan-di-pasar-modal

Sumber : OKEZONE.COM

big-dancing-banana-smiley-emoticon

okezone Pasar Modal Indonesia tengah merayakan HUT yang ke-37. Dibanding pasar modal di negara maju di dunia, usia pasar modal Indonesia tergolong masih belia. Usia ke-37 dihitung sejak pasar modal Indonesia dibuka kembali dan diresmikan pada masa pemerintahan Orde Baru, yakni  pada tanggal 10 Agustus 1977 seperti tertuang dalam Keputusan Presiden RI No.52 Tahun 1976.
Namun, praktik perdagangan saham di Indonesia telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Menurut buku “Effectengids” yang dikeluarkan Vereneging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, transaksi efek telah berlangsung sejak 1880 namun dilakukan tanpa organisasi resmi sehingga catatan tentang transaksi tersebut tidak lengkap. Pada tahun 1878 terbentuk perusahaan untuk perdagangan komuitas dan sekuritas, yakti Dunlop & Koff, di Batavia (sekarang Jakarta).

Tahun 1892, perusahaan perkebunan Cultuur Maatschappij Goalpara di Batavia mengeluarkan prospektus penjualan 400 saham dengan harga 500 gulden per saham. Empat tahun berikutnya (1896), harian Het Centrum dari Djoejacarta juga mengeluarkan prospektus penjualan saham senilai 105 ribu gulden dengan harga perdana 100 gulden per saham. Tetapi, tidak ada keterangan apakah saham tersebut diperjualbelikan. Menurut perkiraan, yang diperjualbelikan adalah saham yang terdaftar di bursa Amsterdam tetapi investornya berada di Batavia, Surabaya dan Semarang. Inilah periode permulaan sejarah pasar modal Indonesia sebagaimana tertulis dalam Wikipedia.


Ketika pemerintah Kolonial Belanda membangun perkebunan secara besar-besaran di Tanah Air, sekitar awal abad ke- 19, mulailah ditawarkan saham perusahaan perkebunan kepada masyarakat kalangan elit ketika itu. Sejak itulah pemerintahan kolonial mendirikan cabang pasar modal  Amsterdamse Effectenbueurs atau Bursa Efek Amsterdam di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912, yang menjadi penyelenggara adalah Vereniging voor de Effectenhandel dan langsung memulai perdagangan.

Bursa Efek Batavia merupakan bursa keempat tertua di Asia, setelah Bombay (1830), Hong Kong (1847), dan Tokyo (1878). Pada saat awal terdapat 13 anggota bursa yang aktif yaitu: Fa. Dunlop & Kolf; Fa. Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co.; Fa. A.W. Deeleman; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa. Wiekert & V.D. Linden; Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; Fa. Vermeys & Co; Fa. Cruyff dan Fa. Gebroeders.

Pada awalnya bursa ini memperjualbelikan saham dan obligasi perusahaan atau perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan pemerintah (provinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda dan efek perusahaan Belanda lainnya.

Pada 1914 bursa di Batavia sempat ditutup karena meletusnya Perang Dunia I dan dibuka kembali pada tahun 1918. Karena perkembangan yang pesat, pada 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang  dibuka pula Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Semarang. Namun, pertumbuhan pasar modal yang sebelumnya pesat berubah anjlok ketika  terjadi resesi ekonomi dunia  tahun 1929 dan pecahnya Perang Dunia II. Keadaan yang semakin memburuk membuat Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup terlebih dahulu. Kemudian pada 10 Mei 1940 disusul oleh Bursa Efek Batavia.

Baru pada 3 Juni 1952, ketika Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Bursa Efek Jakarta dibuka kembali. Operasional bursa pada waktu itu dilakukan oleh PPUE (Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek) yang beranggotakan bank negara, bank swasta dan para pialang efek. Pada tanggal 26 September 1952 dikeluarkan Undang-undang No 15 Tahun 1952 sebagai Undang-Undang Darurat yang kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa.

Dalam perjalanan, ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan inflasi melambung tinggi hingga mencapai 650 persen, pasar modal kembali ditutup. Baru pada Orde Baru ketika situasi perekonomian Indonesia  membaik, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI ke-2 Soeharto, mengeluarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang pendirian Pasar Modal, membentuk Badan Pembina Pasar Modal, serta membentuk Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam). Saat ini pengawas pasar modal menjadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan bursa efek yang ada di Indonesia menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).
(//mrt)

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0032

Bursa Batavia ke Bursa Efek Indonesia

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Indeks harga saham gabungan (IHSG)
/
KAMIS, 17 SEPTEMBER 2009 | 10:12 WIB
Oleh Reinhard Nainggolan

‚ÄĚPerusahaan-perusahaan diberi kesempatan untuk menjual sahamnya kepada masyarakat dan masyarakat diberi kesempatan membeli saham-saham tersebut. Dengan cara ini, kita mulai melangkah maju dalam usaha kita membangun ekonomi kekeluargaan seperti yang disyaratkan Pasal 33 UUD 1945.‚ÄĚ

Sambutan itu disampaikan Presiden Soeharto saat mengaktifkan kembali Pasar Modal Indonesia, 10 Agustus 1977. Isinya menyiratkan bahwa pasar modal Indonesia diaktifkan kembali dengan mengedepankan asas pemerataan kepemilikan saham (baca: kekayaan). Adapun kata ‚ÄĚdiaktifkannya‚ÄĚ menunjukkan bahwa pasar modal telah ada sebelumnya.

Namun, adanya patahan sejarah mengesankan perdagangan saham di negeri ini baru dimulai 32 tahun lalu. Patahan sejarah itu adalah terbaginya kisah pasar modal dalam tiga periode yang tak saling terkait.

Periode pertama, yaitu sejarah berdirinya pasar modal di Indonesia, yang dimulai dari kegiatan jual-beli efek tahun 1880. Saat itu saham perusahaan ataupun obligasi Pemerintah Belanda telah diperjualbelikan kepada investor di Batavia, Surabaya, dan Semarang.

Dalam buku Pasar Modal Indonesia: Retrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ diceritakan, untuk mengatur aktivitas jual beli surat berharga, Amsterdamse Effectenbueurs, yang merupakan bursa efek tertua di dunia (didirikan di Dam Square, Belanda, tahun 1611), akhirnya membuka cabangnya di Batavia 14 Desember 1912. Cabang ini kemudian dikenal sebagai Bursa Batavia yang tercatat sebagai bursa tertua keempat di Asia setelah Bursa Bombay (tahun 1830), Bursa Hongkong (1871), dan Bursa Tokyo (1878).

Pendirian Bursa Batavia ini bertujuan mendukung keuangan kolonial. Penghimpunan dana memang bukan dari orang Indonesia yang saat itu masih susah, tetapi dari pemodal Belanda, Arab, dan China.

Namun, perputaran uang dari pasar saham inilah yang menopang Belanda mengeksploitasi hasil bumi Indonesia sebesar-besarnya. Sampai pada periode ini jelas tidak ada tujuan pemerataan kekayaan melalui pasar modal di Indonesia.

Perang Dunia

Karena memiliki emiten-emiten cukup menjanjikan, Bursa Batavia berkembang menjadi bursa internasional. Saham American Motors, Anaconda Copper, dan Bethlehem Steel‚ÄĒyang saat itu merupakan saham unggulan di New York Stock Exchange juga diperdagangkan di Bursa Batavia.

Perkembangan ini mendorong Pemerintah Hindia Belanda membuka bursa efek di Surabaya dan Semarang tahun 1925. Namun, akibat Perang Dunia II, seluruh kegiatan pasar modal di Indonesia terhenti pada 10 Mei 1940. Saat ditutup, Bursa Batavia, Surabaya, dan Semarang telah memperdagangkan 250 jenis saham yang jika dihitung berdasarkan harga beras tahun 1982 memiliki total kapitalisasi pasar Rp 7 triliun.

Pemerintah Belanda akhirnya membuka kembali bursa efek di Jakarta pada 23 Desember 1940. Namun, aktivitas jual-beli saham tidak kunjung pulih hingga Indonesia merdeka.

Untuk menggalang dana dengan surat utang, tahun 1947 pemerintah berencana mengaktifkan kembali pasar modal, tetapi tertunda karena labilnya perekonomian. Baru tahun 1952 Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo membuka kembali bursa efek di gedung De Javasche Bank atau Bank Indonesia di Jakarta Kota.

Namun, karut-marutnya situasi politik-ekonomi saat itu, konfrontasi Irian Barat, serta nasionalisasi perusahaan asing mengakibatkan aktivitas perdagangan saham tak bergairah.

Semangat itu baru disampaikan Presiden Soeharto saat meresmikan ‚ÄĚDiaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia‚ÄĚ tahun 1977, yang bisa disebut sebagai awal periode ketiga dari sejarah bursa saham Indonesia.

Untuk mengembangkan pasar modal, sejak itu pemerintah memberikan fasilitas berupa keringanan pajak perseroan, pendapatan, dividen, dan kesempatan bagi investor asing memiliki saham sampai 49 persen. Fasilitas itu spontan mendorong perusahaan swasta ataupun BUMN untuk go public. Era itu dikenang sebagai masa ‚ÄĚkasmaran‚ÄĚ pasar modal Indonesia.

Di tengah kentalnya spekulasi itu, perkembangan pasar modal luar biasa. Kini Bursa Efek Indonesia memiliki 406 emiten dengan kapitalisasi pasar Rp 1.850 triliun dan rata-rata nilai transaksi Rp 4-5 triliun per hari.

Namun, apakah cita-cita diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia telah tercapai, yaitu terjadinya pemerataan kekayaan melalui bursa saham?

Saat ini jumlah investor domestik 300.000 orang, 0,1 persen dari populasi. Betapa rendahnya daya jangkau pasar modal Indonesia sebagai wadah pemerataan kekayaan. Tertinggal dibanding Malaysia dengan 3 juta investor (12,8 persen populasi) atau Singapura 1,26 juta investor (30 persen populasi).

Minimnya jumlah investor lokal ini juga berdampak pada mudahnya bursa dikendalikan investor asing. Pergerakan harga saham di BEI ditentukan keluar-masuknya modal asing sekalipun nilai transaksi mereka hanya 20-25 persen dari nilai transaksi keseluruhan.

Sebagian hal ini dipengaruhi minimnya pengetahuan investor lokal tentang dunia investasi dan keuangan sehingga kerap berperilaku ikut-ikutan.

Selain melalui proses edukasi dan sosialiasi, upaya peningkatan jumlah investor domestik juga sangat terkait dengan perlindungan investor. Masyarakat tidak akan tertarik berinvestasi di bursa jika masih terdengar berita praktik penggorengan saham. Apalagi, jika masih muncul kasus penyelewengan dana nasabah, seperti kasus Sarijaya Sekuritas dan Bank Century.

Karena itu, mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien adalah harga mati. Tanpa itu, cita-cita memperbesar basis investor lokal hanya menjadi impian semata.

Jika demikian, pendirian Bursa Batavia yang dulu untuk kepentingan Belanda tidak berbeda dengan pasar modal Indonesia saat ini yang manfaatnya lebih banyak dikecap investor asing.

doraemon

JAKARTA okezone – Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor di pasar modal mencapai 500 ribu dengan 99 persennya merupakan investor lokal. Hal ini menunjukkan pertumbuhan pasar modal setiap tahun terus mengalami peningkatan.

“Jumlah Investor asing sekitar di bawah 10 ribu termasuk investor institusi. Tidak ada jumlah emiten, makin banyak makin bagus. Mulai dari kapitalisasi pasar, jumlah perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal, hingga level indeks harga saham gabungan (IHSG),” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Senin (15/9/2014).

Dia mengatakan, meski regulator pasar modal terus berupaya untuk memperkuat basis investor domestik, namun pasar modal Indonesia dapat menjadi lebih tangguh dan lebih memiliki daya tahan ketika menghadapi krisis. “Dengan demikian peran pasar modal dapat semakin optimal sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan basis investor adalah melalui program sosialisasi. “Dan edukasi yang lebih terpadu kepada masyarakat,” tambah dia.

Sementara itu, aksi beli investor asing dari awal tahun hingga saat ini berjumlah Rp 55 triliun. Meskipun dalam dua pekan aksi beli investor asing turun sekitar Rp2,3 triliun. “Signifikan kalau bicara minggu ini. Tapi kalau dari awal tahun, masuknya yang signifikan,” tutupnya.
(mrt)

 

Iklan
 

One Response to “sejarah indo maen saham …”

  1. bumi2009fans Says:

    Reblogged this on Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES and commented:
    Arbitrase dengan lembaga mediasi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s