1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

drop out dah … 011209_10102017 10 Oktober 2017

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:32 am

alert02

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.┬áDelisting yang dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atas saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) memakan korban. Lebih dari Rp 2 miliar dana investor ritel ‘nyangkut’ lantaran saham emiten yang bergerak di bisnis konten IT tersebut tidak lagi bisa diperdagangkan di bursa.

Suryawan Nyoto, salah seorang investor ritel yang duitnya sekitar Rp 2 miliar nyangkut di saham INVS. Tapi, ia tidak sendiri.

Pria yang juga akrab disapa Surya itu menceritakan, bahkan ada sejawatnya yang nyangkut hingga di atas Rp 2 miliar. “Tapi, yang paling banyak nyangkut itu yang dananya kisaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (9/10).

Ihwal Surya masuk ke saham INVS terjadi sebelum 2014 silam. Ia tergolong investor yang cukup berpengalaman. Pasalnya, Surya berani masuk ke saham INVS saat harganya turun cukup besar. Ia masuk saat harganya masih sekitar Rp 135 per saham.

Harga itu menurutnya tergolong murah. Bukan hanya harga, valuasinya juga murah lantaran kinerja INVS kala itu dinilai moncer.

Bencana pun terjadi. Pada tahun yang sama, laporan keuangan INVS dianggap bermasalah. Buntut dari masalah tersebut, bursa melakukan suspensi saham INVS.

Upaya perbaikan dari internal INVS belum terlihat. Sehingga, saham INVS terus disuspensi.

Pada 27 September lalu, bursa mengumumkan delisting saham INVS. BEI memberikan tenggat waktu perdagangan di pasar negosiasi selama 20 hari terhitung sejak 25 September 2017 hingga 20 Oktober 2017. Setelah itu akan efektif delisting pada 23 Oktober 2017.

double arrow picSMALL

Tujuh Saham Terdepak dari Bursa
Senin, 30 2009 12:50 WIB
JAKARTA–MI: Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus tujuh saham yang dulunya tercatat di Bursa Efek Surabaya (BES) dari papan pencatatan bursa, yang efektif berlaku mulai 1 Desember 2009.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Senin, disebutkan, emiten yang dihapus itu yakni PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JASS), PT Courts Indonesia Tbk (MACO), PT Singleterra Tbk (SING), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk (PROD), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) dan PT
Tunas Alfin Tbk (TALFA).

Menurut BEI, penghapusan saham itu dilakukan mengingat perusahaan-perusahaan tersebut mengalami setidaknya satu dari dua kondisi yang ditentukan oleh BEI.

Pertama, mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial ataupun secara hukum atau kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka serta tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Kedua, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Dengan dihapusnya ketujuh saham tersebut, maka mereka tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan terbuka. Namun sepanjang perseroan masih menjadi perusahaan publik, maka tetap wajib memperhatikan kepentingan pemegang saham publik dan mematuhi keterbukaan informasi dan pelaporan
kepada Bapepam-LK.

Jika salah satu dari tujuh perusahaan tersebut hendak mencatatkan kembali sahamnya di BEI, maka proses paling cepat dapat dilakukan enam bulan sejak penghapusan saham dengan catatan perseroan memenuhi persyaratan pencatatan kembali saham. (Ant/OL-02)

Iklan