1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

aturan maen bei … (120915)_010817 10 Februari 2017

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 1:55 am

 

rose KECIL

Liputan6.com, Jakarta – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah batas baru auto rejectionatau penolakan otomatis oleh JATS atau sistem apabila harga melampaui persentase harian tertentu. Hal itu tertuang dalam keputusan direksi BEI Nomor Kep-00113/BEI/12-2016 yang dikeluarkan pada 13 Desember 2016.

Surat keputusan direksi tersebut juga perihal peraturan Nomor II-A tentang perdagangan efek bersifat ekuitas.

Perubahan batas auto rejection mulai diberlakukan pada 3 Januari 2017. Oleh karena itu, BEI akan melakukan mock trading atau pengujian sistem pada 17 Desember 2016.

Keputusan direksi yang ditanda tangani oleh Direktur BEI Sulistyo Budi dan Direktur BEI Alpini Kianjaya menunjukkan skema simetris untuk auto rejection.

Jadi batasan terbesar persentase peningkatan sama dengan penurunan. Hal itu sesuai fraksi harga saham. Sebelumnya batas auto rejection untuk penurunan paling besar saham emiten sekitar 10 persen untuk harga saham seluruhnya.

Mengutip aturan BEI tersebut, Rabu (14/12/2016), pertama, rentang harga saham Rp 50-Rp 200 maka bisa naik dan turun hingga lebih dari 35 persen dalam sehari.

Kedua, rentang harga saham Rp Rp 200-Rp 5.000 maka bisa naik dan turun hingga lebih dari 25 persen dalam sehari. Ketiga, harga saham Rp di atas Rp 5.000 maka bisa naik dan turun lebih dari 20 persen.

Selain itu, dalam pelaksanaan perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler dan tunai, maka JATS akan melakukan auto rejection. Hal itu apabila volume penawaran jual atau permintaan beli efek bersifat ekuitas lebih dari 50 ribu atau lima persen dari jumlah efek yang tercatat di bursa.

 

Jakarta DETIK – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah penentuan penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal itu demi meredam adanya aksi transaksi di menit-menit akhir penutupan atau marking the close.

Menurut Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, sering kali pergerakan IHSG terpengaruh adanya praktik marking the close. Karena sistem perdagangan BEI bersifat tertutup untuk pasar, sehingga sulit untuk mengetahui saham apa yang dipermainkan di menit-menit akhir.

“Ternyata kalau dilihat di dunia beberapa negara, memang kita itu paling volatile (fluktuatif). Ada apa nih? Ternyata setiap preclosing kita tidak tahu kejadian yang terjadi di 10 menit terakhir,” terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Ternyata, kata Tito, di wilayah regional hanya pasar modal Indonesia yang seperti itu. Seperti Malaysia yang membuka setiap kejadian yang terjadi di menit-menit akhir.

“Sementara Thailand untuk mengantisipasi itu dengan melakukan random closing. Jadi 10 menit terkahir order saja masuknya. Tahu-tahu, dor, penutupan. Pasar tidak tahu bursa juga tidak tahu,” imbuhnya.

BEI kini tengah mengkaji dua skema tersebut. Untuk saat ini BEI akan mencoba untuk membuka setiap perdagangan di menit-menit akhir. Jika belum cukup BEI juga akan menggunakan random closing.

Baca juga: Bos BEI Kaget Perdagangan Saham Selalu Ramai Setiap Mau Tutup

“Itu dua alternatifnya. Kita sudah bicara ke APEI (Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia). Mereka inginnya lebih dibuka saja. Tapi kita cari yang terbaik,” tambahnya.

Jika pilihannya random closing, maka penentuan batas penutupan harga saham maaupun IHSG akan ditentukan secara acak dalam rentang waktu 15.50 WIB – 16.00 WIB. Namun untuk itu BEI harus merubah sistem perdagangan.

“Dan itu bukan berarti kita yang menentukan di mana berhentinya. Itu yang tentuin mesin. Jadi BEI juga tidak tahu,” tegasnya. (ang/ang)

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Jakarta detik- Belum lama ini Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan daftar emiten Indeks LQ45 terbaru untuk periode Agustus 2016–Januari 2017.

BEI secara rutin memantau dan mengevaluasi kinerja saham-saham di dalam Indeks LQ 45. Setiap 6 bulan sekali, BEI juga mengadakan penilaian terhadap Indeks LQ 45. Saham yang kinerjanya menurun akan dikeluarkan dari indeks.

Wait… Apa Itu LQ45? Apa tujuan dibentuknya Indeks LQ45? Bagaimana kriteria pemilihan saham indeks LQ45? Saham apa saja yang baru dicoret dari Indeks LQ45? Apa manfaatnya indeks LQ45 buat investor?

Simak penjelasannya di bawah ini ya.

Apa Itu LQ 45?

LQ 45 merupakan salah satu indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana indeks tersebut diperoleh dari perhitungan 45 emiten dengan seleksi kriteria seperti penilaian atas likuiditas.

Yang dimaksud dengan penilaian atas likuiditas adalah seleksi atas emiten-emiten tersebut juga dengan mempertimbangkan kapitalisasi dari pasar.

Apa Tujuan Indeks LQ 45?

Tujuan indeks LQ 45 adalah sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana yang obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan.

Bagaimana Kriteria Pemilihan Saham Indeks LQ 45?

Sejak diluncurkan pada bulan Februari 1997 ukuran utama likuiditas transaksi adalah nilai transaksi di pasar reguler. Sesuai dengan perkembangan pasar dan untuk mempertajam kriteria likuiditas, maka sejakreview bulan Januari 2005, jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi dimasukkan sebagai ukuran likuiditas. Sehingga kriteria suatu emiten untuk dapat masuk ke dalam perhitungan indeks LQ 45 adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan

Saham harus masuk ke dalam jajaran teratas dalam peringkat berdasarkan kapitalisasi pasar (yang dilihat adalah rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir).

Masuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi di pasar reguler (yang dilihat adalah rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir)
Dari 60 saham tersebut, 30 saham dengan nilai transaksi terbesar secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks LQ45.

Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham

Duduk di jajaran LQ 45 merupakan suatu kehormatan bagi sebuah perusahaan. Mengapa? Sebab hal itu menandakan jika pelaku pasar modal percaya dan juga telah mengakui jika tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar dari perusahaan tersebut baik.

Bagi emiten yang sudah masuk ke dalam indeks LQ 45 bukan berarti bisa lantas bersantai, namun harus tetap kerja keras untuk mempertahankan posisinya karena saham-saham ini akan terus dipantau oleh Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia secara rutin akan memantau perkembangan kinerja emiten-emiten yang masuk dalam perhitungan indeks LQ 45. Setiap tiga bulan sekali dilakukan evaluasi atas pergerakan urutan saham-saham tersebut. Apabila ada saham yang sudah tidak masuk kriteria maka akan diganti dengan saham lain yang memenuhi syarat.

Pemilihan saham-saham LQ 45 harus wajar, oleh karena itu BEI mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas, dan Profesional di bidang pasar modal. Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus.

Faktor–faktor yang Berperan dalam Pergerakan Indeks LQ 45, yaitu:

1. Tingkat suku bunga SBI sebagai patokan (benchmark) portofolio investasi di pasar keuangan Indonesia
2. Tingkat toleransi investor terhadap risiko
3. Saham–saham penggerak indeks (index mover stocks) yang notabenenya merupakan saham berkapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia

Faktor–faktor yang Berpengaruh Terhadap Naiknya Indeks LQ 45 adalah:

1. Penguatan bursa global dan regional menyusul penurunan harga minyak mentah dunia, dan
2. Penguatan nilai tukar rupiah yang mampu mengangkat indeks LQ 45 ke zona positif. (drk/drk)

rose KECIL

Jakarta -Setelah melalui proses panjang, dengan memperhatikan hasil Kajian Minimum Brokerage Fee oleh PricewaterhouseCoopers, akhirnya Anggota Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyetujui penetapan besaran Standar Imbalan Jasa Brokerage (minimum fee).

Untuk fee beli ditetapkan sebesar 0,20% dan fee jual sebesar 0,30%. Sementara untuk transaksi onlinebesaran fee beli ditetapkan 0,18% dan fee jual sebesar 0,28%.

Ketetapan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) APEI yang dihadiri oleh 83 Anggota APEI.

Koordinator Komite Ketua Umum APEI Susy Meilina mengatakan, besaran Standar Imbalan Jasa Brokerage(minimum fee) ini mulai berlaku efektif 1 Januari 2017 untuk transaksi reguler di luar crossing, DM, Algo-Trading/SDA, Program trading, dan nasabah afiliasi.

Transaksi terkait tax amnesty juga dikecualikan dari ketentuan ini.

“Jadi ketentuannya itu transaksi di pasar reguler saja, jadi transaksi negosiasi tidak, transaksi algo (transaksi otomatis), transaksi terafiliasi juga itu dikecualikan. Transaksi tax amnesty juga dikecualikan. Tapi berlaku untuk pasar reguler baik klien retail dan institusi,” ujar dia, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Selain itu, dalam rangka penegakan kode etik APEI yang disahkan dalam Rapat Umum Anggota tanggal 4 Juni 2016 lalu, dalam RUALB kali ini, Anggaran Dasar APEI juga disetujui untuk diubah dengan merevisi keanggotaan APEI menjadi Keanggotaan Perusahaan Efek Anggota Bursa (PE-AB), Perusahaan Efek Non Anggota Bursa (PE-Non AB), dan Perusahaan Efek Manajer Investasi (PE-MI).

Dalam RUALB ini juga diangkat Pengawas APEI, yaitu Direktur Utama PT Pratama Capital Indonesia Mustofa, Direktur Utama PT HD Capital Tbk Antony, dan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Chaeruddin Berlian.

APEI beranggotakan Perusahaan Efek yang berada di lingkungan pasar modal Indonesia. Saat ini, Anggota APEI berjumlah 128 Perusahaan Efek yang terdiri dari 113 PE-AB, 5 PE-Non AB, dan 10 PE-MI.

(drk/feb)

double arrow picSMALL

 

JAKARTA bisnis.com— Untuk meningkatkan likuiditas, Bursa Efek Indonesia berencana memangkas waktu penyelesaian transaksi jual beli efek di pasar reguler dari T+3 menjadi T+2.

Saat ini, penyelesaian (settlement) serah dan terima efek dan atau uang berlaku tiga hari setelah tanggal transaksi dilakukan (T+3) untuk pasar reguler.

Hamdy Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, mengatakan bursa bakal memajukan waktu penyelesaian menjadi dua hari setelah tanggal transaksi dilakukan (T+2) agar perdagangan lebih efisien.

“Dengan begitu, dana nasabah yang harus tunggu tiga hari menjadi dua hari, itu akan meningkatkan likuiditas. Perputaran uang lebih cepat. Semakin cepat saham balik, semakin cepat diputar di pasar,” ucapnya, Kamis (2/6/2016).

Menurutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama self regulatory organization (SRO) lain sudah menyiapkan infrastruktur untuk memangkas waktu penyelesaian transaksi. Dengan bank kustodian lokal pun tidak ada masalah. Kemungkinan BEI harus berdiskusi dengan Bank Indonesia soal kliring.

Masalah saat ini hanya soal sinkronisasi dengan broker asing dan kustodian asing. Hamdy mengatakan BEI sudah berdiskusi dengan sejumlah broker asing soal rencana ini. Para broker, menurutnya, mendukung rencana tersebut karena perubahan tersebut dapat menaikkan likuiditas transaksi. Ujung-ujungnya, mempercepat investor memperoleh efek dan uang lebih cepat dan meningkatkan pendapatan transaksi broker.

“Masalah justru kliring antarnegara. Kami butuh waktu untuk sinkronisasi dengan kustodian luar soal waktu,” ucap Hamdy.

Prediksinya, pemangkasan waktu penyelesaian transaksi tidak dapat terealisasi pada tahun ini.

Selain memperpendek waktu penyelesaian transaksi, bursa akan meningkatkan likuiditas perdagangan dengan cara membentuk perusahaan pembiayaan yang bisa mendanai transaksi saham (securities financing), terutama transaksi margin. Pembentukan securities financing ini dibahas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO pada Jumat (3/6).

Pembahasan juga melibatkan rencana perubahan penggolongan perusahaan sekuritas berdasarkan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) yang boleh melakukan transaksi margin.

Hamdy menuturkan usulan yang akan dibawa pada rapat hari ini yakni dua golongan perusahaan sekuritas. Pertama, bagi perusahaan sekuritas dengan MKBD sama dengan atau di bawah Rp250 miliar boleh melakukan transaksi margin atas saham-saham yang masuk kategori LQ-45. Kedua, bagi perusahaan sekuritas dengan MKBD di atas Rp250 miliar boleh melakukan transaksi margin atas 195 saham.

“Jadi, MKBD di atas Rp250 miliar diberi relaksasi. Saham LQ-45 ditambah 150 saham lain,” ucap Hamdy.

Rapat antara OJK dan SRO pada Jumat (3/6), juga membahas soal penguatan broker dengan cara konsolidasi anggota bursa, serta digitalisasi proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

doraemon

JAKARTA sindonews – Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, transaksi yang diarahkan oleh broker nakal seperti memojokan saham (cornering) ke batas bawah bisa berhenti 30 menit.

Poltak menyampaikan, ada tahapannya jika pihak BEI melihat adanya penurunan harga saham yang terbilang berada dalam posisi tidak wajar.

“Indeks acuannya sampai turun berapa persen ada langkahnya sampai sekian. Bisa berhenti transaksinya selama 30 menit,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Sistem asimetrik tersebut dibuat oleh BEI pada tahun 2008 silam, mengikuti apa yang sudah ada di bursa Amerika Serikat. Sebelumnya, bursa belum memiliki hal ini.

“Sistem asimetrik tahun 2008, sebelumnya belum punya sirkuit breaker untuk harga saham turun berapa tahapannya. Kita sudah punya sekarang,” pungkasnya.

source: http://ekbis.sindonews.com/read/1042972/32/broker-mainkan-saham-transaksi-bisa-berhenti-1441864933

ezgif.com-resize

Kepada Yth Bapak/Ibu
Nasabah IPOT

Sehubungan dengan adanya surat keputusan direksi PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor Kep-00096/BEI/08-2015 tentang perubahan batasan auto rejection, dengan ini kami sampaikan informasi terkait pemberlakuan perubahan batasan auto rejection sebagai berikut:

-Kelompok harga 50-200 batas atas : 35% dan batas bawah : 10%
-Kelompok harga 201-5000 batas atas : 25% dan batas bawah : 10%
-Kelompok harga >5000 batas atas : 20% dan batas bawah : 10%

Demikian informasi dari kami, apabila Bapak/Ibu membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di call center IPOT 021-57931200.

Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

IndoPremier Support
PT. Indo Premier Securities
Wisma GKBI 7/F Suite 718
Jl. Jend. Sudirman No.28
Jakarta 10210
Phone : +62 21 57931200
Fax : +62 21 57932076
Email : support@indopremier.com

MEKANISME PERDAGANGAN BEJ
Source: PT. Bursa Efek Jakarta (www.jsx.co.id)
Sistem Perdagangan Bursa Efek Jakarta
Perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) terpusat di lantai perdagangan di Jakarta Stock Exchange Building,
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190. Hingga saat ini, instrumen-instrumen yang diperdagangkan
di BEJ adalah: saham, bukti right, waran, obligasi dan obligasi konversi. Sejak 22 Mei 1995, sistem perdagangan di
BEJ sudah menggunakan komputer. Sistem yang tergolong paling modern di dunia ini disebut the Jakarta
Automated Trading System (JATS) (lihat bab tentang JATS). Sedangkan kegiatan administratif dan manajemem
BEJ terpusat di lantai 4 gedung yang sama.
Sistem Pasar : Digerakkan oleh Order dan Lelang Terbuka
Bursa Efek Jakarta menganut sistem order-driven market atau pasar yang digerakkan oleh order-order dari pialang
dengan sistem lelang secara terus menerus. Pembeli atau penjual, yang hendak melakukan transaksi harus
menghubungi perusahaan pialang. Perusahaan pialang membeli dan menjual efek di lantai bursa atas perintah
atau permintaan (order) investor. Akan tetapi, perusahaan pialang juga dapat melakukan jual beli efek untuk dan
atas nama perusahaan itu sendiri sebagai bagian dari investasi portofolio mereka.
Setiap perusahaan pialang mempunyai orang yang akan memasukkan semua order yang diterima ke terminal
masing-masing di lantai bursa. Orang-orang yang bertindak untuk perusahaan pialang tersebut disebut Wakil
Perantara Pedagang Efek (WPPE). Dengan menggunakan JATS, order-order tersebut diolah oleh komputer yang
akan melakukan matching dengan mempertimbangkan prioritas harga dan prioritas waktu. Dengan demikian
sistem perdagangan di BEJ adalah sistem lelang secara terbuka yang berlangsung terus menerus selama jam
bursa. Hingga saat ini, seluruh order dari perusahaan pialang memang harus dimasukkan ke dalam sistem melalui
terminal yang ada di lantai bursa. Namun, saat ini BEJ sudah mulai menerapkan akses jarak jauh atau remote
access untuk JATS sehingga seluruh perusahaan pialang bisa langsung melakukan perdagangan dari luar lantai
bursa, bahkan dari luar Jakarta.
Segmentasi Pasar
Pengelompokan segmentasi pasar didasarkan pada jenis instrumen dan mekanisme penyelesaian:
Nama Pasar Warkat Tanpa Warkat Penyelesaian Mekanisme
Pasar Regular V V T+3 Netting+Offseting
Pasar Tunai V T+0 Netting+Offseting
Pasar Negosiasi V V T+3 Setiap Transaksi
Pasar Tutup Sendiri V T+3 Setiap Transaksi
Pasar Penyelesaian Kegagalan V T+0 Setiap Transaksi
KPEI Beli V T+0 Setiap Transaksi
KPEI Jual V T+0 Setiap Transaksi
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
Nama Pasar Imobilisasi Penyelesaian Mekanisme
Regular V T+0 Setiap Transaksi
Negosiasi Right V T+0 Setiap Transaksi
Pasar Reguler, Pasar Segera dan Pasar Tunai
Perdagangan saham di Pasar Reguler, Pasar Segera, dan Pasar Tunai berdasarkan pada lot dan waktu yang
ditetapkan dengan mekanisme lelang secara terus menerus. Harga yang terjadi dari order dan mekanisme pasar
lelang secara terus menerus sebagaimana digambarkan di atas merupakan dasar bagi pasar reguler. Pasar reguler
digunakan untuk menghitung indeks. Harga yang dibentuk di pasar reguler adalah harga saham yang diumumkan
oleh BEJ ke seluruh dunia.
Persyaratan untuk Transaksi di Pasar Reguler
Untuk melakukan transaksi di pasar reguler, investor harus memenuhi persyaratan berikut ini:
· Total saham memenuhi standar satu lot yakni 500 lembar, untuk saham sektor perbankan 500 lembar
per lot.
· Pergerakan harga (fraksi) di bursa ditetapkan sebagai berikut:
· Untuk saham (ditetapkan per 20 Oktober 2000):
a. Untuk harga saham < Rp 500, ditetapkan fraksi sebesar Rp 5 dengan setiap kali maksimum perubahan
sebesar Rp 50;
b. Untuk harga saham dengan rentang Rp 500 sampai dengan Rp 5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp 25,-
dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar 250;
c. Untuk harga saham Rp 5.000 atau lebih, ditetapkan fraksi sebesar Rp 50 dengan setiap kali maksimum
perubahan sebesar Rp 500;
· Untuk obligasi, ditetapkan fraksi sebesar 1/16 %;
· Untuk rights, harga < Rp 100, ditetapkan fraksi sebesar Rp 1 dengan setiap kali maksimum perubahan
sebesar Rp 10; untuk harga rights dengan rentang harga Rp 100 sampai dengan Rp 1.000, ditetapkan
fraksi sebesar Rp 5 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp 50; sementara untuk harga
rights di atas Rp 1.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp 10 dengan setiap kali maksimum perubahan
sebesar Rp 100;
· Untuk waran, harga < Rp 100, ditetapkan fraksi sebesar Rp 1 dengan setiap kali maksimum perubahan
sebesar Rp 10; harga waran dengan rentang harga Rp 100 sampai dengan Rp 1.000, ditetapkan fraksi
sebesar Rp 5 dengan setiap kali maksimum perubahan sebesar Rp 50; untuk harga dengan rentang
antara Rp 1.000 sampai dengan Rp 5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp 10 dengan setiap kali maksimum
perubahan sebesar Rp 100, dan harga waran di atas Rp 5.000, ditetapkan fraksi sebesar Rp 25 dengan
setiap kali maksimum perubahan harga sebesar Rp 250;
· Transaksi dilakukan berdasarkan pada harga dan prioritas waktu (time priority).
Pasar Negosiasi
Bursa Efek Jakarta juga memberi kesempatan kepada pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi saham
berdasarkan negosiasi. Transaksi dengan negosiasi ini dibedakan atas dua jenis yakni :
· Pasar Negosiasi. Perdagangan dilakukan antara dua anggota bursa;
· Pasar Tutup Sendiri. Perdagangan dilakukan oleh satu anggota bursa yang melakukan order beli dan jual
pada harga dan jumlah yang sama.
Perdagangan jenis ini dilaporkan ke bursa melalui Pasar Negosiasi dan Pasar Tutup Sendiri. Berikut ini, ketentuan
dalam melakukan perdagangan di Pasar Negosiasi:
1. Efek yang diperdagangkan dalam bentuk saham.
2. Fraksi harga tidak berlaku, tetapi dianjurkan mengacu pada harga saham di Pasar Reguler.
3. Untuk saham tertentu pada pasar tutup sendiri (crossing) dan sudah scripless, harganya ditetapkan tidak
melebihi 20% batas bawah dan batas atas dari harga penutupan (quoted price) di Pasar Reguler.
4. Transaksi yang terjadi tidak mempengaruhi perhitungan indeks, sebagaimana dilakukan di Pasar Reguler.
Pasar Penyelesaian Kegagalan
Pasar Penyelesaian Kegagalan disediakan untuk anggota bursa yang gagal menyelesaikan kewajibannya pada hari
ke-4 (T+3) di Pasar Reguler atau di Pasar Negosiasi khusus untuk saham dan waran yang telah scripless.
Penyelesaian transaksi dilakukan dengan sistem cash and carry
Ketentuan untuk melakukan transaksi di Pasar Penyelesaian Kegagalan adalah sama dengan ketentuan yang
diterapkan di Pasar Negosiasi.
Pre-Opening
· Dilakukan 25 menit sebelum perdagangan dimulai (pkl 09.00 WIB)
· Hanya diterapkan di Pasar Reguler, Pasar Segera dan Pasar Tunai
· Tidak dapat menerapkan Price Step
· Selama periode pre-opening, order yang masuk tidak muncul pada Window Order Book
· Hasilnya adalah satu harga pembukaan yang didasari pada posisi pasar dan akumulasi volume transaksi
dari volume beli dan volume jual.
· Dalam hal harga pembukaan membentuk pre-opening, order dialokasikan untuk harga pembukaan
berdasarkan pada harga dan prioritas waktu (time priority)
· Jika harga pembukaan tidak terbentuk, maka seluruh order selama periode pre-opening otomatis ditarik
kembali oleh JATS sebelum sesi pertama perdagangan dimulai.
Penyelesaian Transaksi
Transaksi di bursa secara umum bukan transaksi yang bersifat tunai. Bursa menentukan apabila transaksi
dilakukan hari ini, maka penyerahan saham dan pembayaran harus diselesaikan melalui PT Kliring Pinjaman Efek
Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada hari bursa keempat (T+3) setelah
terjadinya transaksi. Penyelesaian untuk transaksi obligasi dilakukan antara anggota bursa yang melakukan
transaksi. Sementara itu, penyelesaian untuk transaksi rights dilakukan pada T+0 dan penyelesaian pada waran
dilakukan melalui PT KPEI/KSEI.
Sistem Otomasi Perdagangan (JATS)
Implementasi komputerisasi atau otomasi sistem perdagangan atau JATS (Jakarta Automated Trading System)
dimulai tanggal 22 Mei 1995. Awalnya, BEJ menyediakan 444 unit Trader Workstation di lantai perdagangan bursa.
Pada bulan Mei 2000, BEJ melakukan perluasan lantai bursa dengan 360 terminal di lantai 5 Gedung BEJ.
Perluasan lantai bursa ini dilakukan untuk sementara. Terminal-terminal yang dinamakan Trader Workstation atau
booth dihubungkan langsung dengan mesin utama perdagangan (Trading Engine) melalui JSX network.
Pada tahap pertama, implementasi JATS lebih dipusatkan pada sistem konversi dari manual ke sistem
komputerisasi. Pengembangan implementasi JATS terdiri atas beberapa tahap, antara lain:
1. Implementasi perdagangan tanpa warkat (Scripless Trading) yang terintegrasi dengan sistem kliring dan
penjaminan (Clearing and Guarantee System) PT. Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (Indonesia
Clearing and Guarantee Corporation Inc).
2. Berkenaan dengan peningkatan transaksi, perluasan lantai perdagangan dengan kapasitas 804 booth
dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan anggota bursa terhadap fasilitas perdagangan pada
pertengahan tahun 2000.
3. Pengembangan sistem perdagangan jarak jauh (Remote Trading). Dengan menggunakan fasilitas ini
anggota bursa dapat secara langsung mengakses JATS dari kantornya, kantor pusat ataupun kantor
cabang.
Fasilitas Perdagangan
Dalam melakukan kegiatan perdagangan melalui JATS, bursa menyediakan beberapa fasilitas berikut ini:
· Main Trading Engine dan Backup Trading Engine yang bekerja secara simultan dan saling mendukung.
Kapasitas mesin mencapai 300.000 order dan 150.000 order ditemukan (meningkatkan kapasitas mesin
bergantung pada perkembangan volume transaksi harian)
· Trader Workstations dihubungkan dengan Windows-NT Network System Environment (NT Server) dan
Windows-NT Front End based.
· Aplikasi sistem perdagangan dinamakan Automated Securities Trading System (ASTS).
Semua Trader Workstation di lantai perdagangan Bursa Efek Jakarta berhubungan dengan mesin utama
perdagangan (Trading Engine) melalui sebuah mesin gateway machine. Sementara itu, Ethernet Network
menghubungkan Trader Workstation, Gateway, dan Trading Engine.
Transaksi Marjin
transaksiMARJIN_5M_2009
transaksiMARJIN_kontrak_2009

Tanggal 31 Juli 1997, Bapepam mengeluarkan Peraturan Transaksi Marjin, sehingga mulai 1 Agustus 1997, BEJ
memberlakukan transaksi marjin, yang diatur dalam Peraturan Nomor II-9. Adapun isi dari peraturan tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Transaksi Marjin adalah transaksi bursa yang dilakukan oleh anggota bursa untuk kepentingan
nasabahnya yang penyelesaian transaksinya dibiayai oleh anggota bursa tersebut.
2. Anggota bursa yang akan melakukan transaksi marjin untuk pertama kalinya wajib menyampaikan ke
Bursa Efek Jakarta dokumen sebagai berikut:
a. Surat pernyataan dari anggota bursa yang membuktikan bahwa yang bersangkutan memiliki
modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sekurang-kurangnnya sebesar Rp 5. 000.000.000,00
(lima miliar rupiah) dan dilampiri dengan laporan kompilasi MKBD bulanan.
b. Surat pernyataan dari akuntan yang terdaftar di Bapepam yang ditunjuk oleh anggota bursa,
yang menyatakan bahwa akuntan tersebut telah memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan
sistem operasional anggota bursa serta menyatakan bahwa anggota bursa dimaksud telah
sepenuhnya memenuhi seluruh ketentuan Peraturan Bapepam Nomor V.D.3 tentang
Pengendalian Interen dan Penyelenggaraan Pembukuan oleh Perusahaan Efek.
c. Contoh kontrak marjin antara anggota bursa dengan nasabah.
3. Bursa akan mengumumkan nama-nama anggota bursa yang memenuhi persyaratan untuk melakukan
transaksi marjin di bursa.
4. Anggtoa bursa sebagaimana dimaksud dalam butir 3 di atas, wajib memberikan laporan ke bursa
mengenai posisi MKBD hari bursa sebelumnya, sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) menit sebelum
dimulainya perdagangan pada hari bursa yang bersangkutan.
5. Anggota bursa sebagaimana dimaksud dalam butir 3 di atas, dilarang melakukan transaksi marjin untuk
kepentingan 1 (satu) nasabahnya dimana transaksi marjin tersebut dapat mengakibatkan saldo debit dan
atau posisi short melebihi 20% (dua puluh perseratus) dari MKBD anggota bursa dimaksud, dengan
ketentuan bahwa jumlah seluruh nilai transaksi marjin yang dapat dilakukan oleh anggota bursa
maksimum 10 kali nilai MKBD dari anggota bursa yang bersangkutan.
6. Anggota bursa dilarang melakukan transaksi marjin untuk kepentingan direksi, komisaris, pemegang
saham utama dan atau pegawai dari anggota bursa tersebut.
7. Transaksi marjin baru dapat dilakukan oleh anggota bursa setelah nasabah anggota bursa tersebut
membuka Rekening Efek Marjin pada anggota bursa berdasarkan kontrak marjin antara nasabah dan
anggota bursa yang bersangkutan.
8. Kontrak marjin sebagaimana dimaksud dalam butir 7 di atas, sekurang-kurangnnya memuat:
a. Hak dan kewajiban nasabah dari anggota bursa termasuk pemberian jaminan, biaya, komisi
dan bunga;
b. Teknis pelaksanaan (mekanisme) penggunaan fasilitas transaksi marjin;
c. Pengakhiran kontrak marjin baik yang disebabkan karena nasabah atau anggota bursa dalam
Rekening Efek Marjin tidak memenuhi syarat lagi atau karena hal-hal lain yang disepakati
nasabah dan anggota bursa.
9. Pelanggaran atas Peraturan ini dapat dikenakan sanksi oleh bursa.
Pembiayaan penyelesaian transaksi oleh perusahaan efek bagi nasabahnya hanya dapat dilaksanakan apabila efek
tersebut:
1. Tercatat di Bursa Efek Jakarta;
2. Diperdagangkan setiap hari bursa untuk periode 6 (enam) bulan terakhir dengan nilai rata-rata per hari
sekurang-kurangnya Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);
3. Dimiliki oleh lebih dari 4.000 (empat ribu) pihak untuk 6 (enam) bulan terakhir jika transaksi dimaksud
mengakibatkan posisi short.
Biaya Transaksi
Untuk membeli atau menjual saham, investor diwajibkan membayar biaya komisi kepada perusahaan pialang
berdasarkan kesepakatan. Dalam peraturan BEJ, biaya komisi ini setinggi-tingginya 1 (satu) persen dari total nilai
transaksi (beli dan jual). Besaran pastinya tergantung negosiasi. Sementara itu, pialang diwajibkan membayar
biaya transaksi sebesar 0,04 persen dari total nilai transaksi di Bursa.
Perusahaan pialang diwajibkan membayar biaya-biaya berikut ini:
· Untuk transaksi saham dan right dikenakan biaya sebesar 0,04% dari kumulatif nilai transaksi setiap
bulan, dan 0,01% dari biaya tersebut dialokasikan untuk dana jaminan dan kliring yang dikelola oleh
KPEI dan 0,009% untuk biaya penyelesaian dan kliring di KPEI, dan sisanya 0,015% untuk biaya
operasional BEJ dan 0,006% untuk KSEI.
· Untuk transaksi obligasi atas unjuk tidak dikenakan biaya transaksi.
· Untuk transaksi waran dikenakan biaya sebesar 0,02% dari nilai transaksi dimana 0,005% untuk dana
jaminan dan kliring di KPEI, 0,0045% untuk biaya penyelesaian dan kliring di KPEI, dan sisanya untuk
biaya operasional BEJ (0,0075%) dan untuk KSEI (0,003%).
· Untuk anggota bursa yang tidak melakukan transaksi sama sekali, wajib membayar biaya administrasi
kepada BEJ sebesar Rp 250.000 per bulan (untuk anggota aktif).
Pengenaan komisi dan biaya-biaya transaksi ini belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.
Pajak Transaksi penjualan saham ditetapkan sebesar 0,1% dari kumulatif nilai transaksi penjualan (khusus untuk
saham).
Pendaftaran Saham
Perusahaan pialang, yang melakukan order beli pada efek sesuai instruksi investor, atau investor itu sendiri, dapat
datang ke Biro Administrasi Efek (BAE) yang ditunjuk oleh emiten untuk mendaftar (meregistrasi) dan
mengadministrasi saham tersebut atas nama investor yang membeli saham. BEJ menentukan bahwa batas waktu
proses registrasi saham selama-lamanya 5 (lima) hari kerja. Setelah melakukan registrasi, maka investor telah
terdaftar sebagai pemegang saham perusahaan dan berhak mendapatkan seluruh hak yang melekat pada saham
yang dimilikinya.
Jadwal Perdagangan
Hari Sesi Perdagangan Durasi
Senin – Kamis Sesi I
Sesi II
09.30 – 12.00 WIB
13.30 – 16.00 WIB
Jum’at Sesi I
Sesi II
09.30 – 11.30 WIB
14.00 – 16.00 WIB
Keterlibatan Investor Asing
Bursa Efek Jakarta saat ini sedang menyiapkan survey untuk mengetahui karakteristik pasar secara rinci, terutama
untuk mengetahui dengan tepat profil investor yang mempunyai saham-saham yang diperdagangkan di BEJ.
Namun, secara kasar bisa ditarik kesimpulan bahwa BEJ merupakan tempat yang sangat menarik bagi investor
asing karena rata-rata 70% dari transaksi yang terjadi melibatkan investor asing.
Keterlibatan investor asing ini terasa cukup dominan karena selama ini sebenarnya di BEJ ada peraturan yang
membatasi kepemilikan salam oleh investor asing. Hingga Agustus 1997, kepemilikan investor asing hanya
diperkenankan maksimum sebanyak 49% dari jumlah saham yang tercatat. Dan untuk mengantispasi pasar, pada
tanggal 11 September 1997, Menteri Keuangan RI mengeluarkan Surat Keputusan No. 467/KMK.010/1997 dan
surat Bapepam No. S-2138/PM/1997 yang menyatakan bahwa tidak ada lagi pembatasan pembelian saham-saham
yang tercatat di BEJ oleh pemodal asing, kecuali bagi saham-saham perbankan, yakni maksimal 49% dari modal
disetor (paid-in-capital). Pada bulan Mei 1999, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan baru (Peraturan No.
29/1999 tentang Pembelian Saham Bank-Bank Komersial), yang merupakan pelaksanaan Undang-undang No.
10/1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. 7/1992 tentang Perbankan. Peraturan ini mengatur porsi
kepemilikan investor asing, sebagai berikut:
· Kepemilikan saham bank oleh investor asing atau institusi asing melalui penempatan langsung (direct
placement) atau melalui Bursa Efek diijinkan maksimum 99% dari jumlah saham.
· Pembelian oleh investor asing atau institusi asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100% dari jumlah
saham yang tercatat di Bursa Efek.
· Bank dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek hingga maksimum 99% dari jumlah saham.
· Sekurang-kurangnya 1% saham bank (sebagaimana disebutkan di atas), yang tidak dicatatkan di Bursa
Efek, harus dimiliki oleh seorang warga negara Indonesia atau salah satu perusahaan Indonesia.
· Mengacu pada peraturan di atas, parameter yang digunakan JATS akan membatasi kepemilikan oleh
asing pada saham bank yang tercatat di BEJ hingga 100 % (sampai bank dapat memenuhi pasal 4 ayat
2 dan 3).
Auto Rejection
PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) mulai November 2001 menerapkan sistem auto rejection atau sistem yang membatasi
harga penawaran tertinggi atau terendah atas saham yang dimasukkan ke Jakarta Automatic Trading System
(JATS). Sistem ini dapat didefinisikan sebagai sistem yang otomatis menolak order atau penawaran beli dan/atau
jual yang melebihi parameter.
BEJ perlu menerapkan sistem auto rejection untuk menjaga terlaksananya perdagangan efek yang teratur, wajar
dan efisien. Penerapan auto rejection secara umum dan corporate action dilakukan berdasarkan kelompok harga
dan penentuan batas parameter rejection mengacu pada harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa
sebelumnya.

Kelompok harga dan besaran prosentase yang ditetapkan dalam auto rejection sebagai berikut:
· Rentang harga Rp 100 : 50%
· Rentang harga di atas Rp 100 sampai dengan Rp 500 : 35%
· Rentang harga di atas Rp 500 sampai dengan Rp 2.500 : 30%
· Rentang harga di atas Rp 2.500 sampai dengan Rp 5.000 : 25%
· Rentang harga di atas Rp 5.000 : 20%
Penerapan auto rejection sesuai dengan kelompok harga tersebut untuk perdagangan saham hasil penawaran
umum untuk pertama kalinya (IPO) di Bursa ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari prosentase batasan auto
rejection secara umum dan corporate action sebagaimana disebutkan di atas.
Auto Rejection vs Auto Halting
Pada sistem auto halting, order dengan harga diluar rentang (melebihi parameter) halting tetap dapat diinput dan
masuk ke dalam sistem JATS. Sedangkan pada sistem auto rejection, order dengan harga melebihi parameter
rejection tidak dapat masuk ke dalam sistem JATS. Dengan sistem auto halting maka perdagangan saham akan
berhenti pada saat akan terjadi transaksi pada harga yang telah melebihi parameter, sebaliknya sistem auto
rejection tidak menghentikan perdagangan dan transaksi saham.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan auto halting maka likuiditas pasar terganggu karena
perdagangan terhenti sedangkan auto rejection tidak mengganggu likuiditas pasar karena perdagangan tetap
berlangsung. Penerapan auto rejection merupakan pengganti auto halting yang selama ini dilakukan oleh Bursa.
Namun demikian, halting secara manual tetap dilakukan oleh Bursa jika ada informasi tertentu mengenai
perusahaan tercatat atau emiten atau terdapat pola-pola transaksi yang diluar kebiasaan (unusual).
Berikut rincian ketentuan mengenai auto rejection:
1. Dalam pelaksanaan perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, maka JATS secara otomatis
akan melakukan penolakan terhadap harga penawaran jual atau penawaran beli saham yang
dimasukkan ke JATS (Auto Rejection) apabila:
a. harga penawaran yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 50% (lima puluh perseratus) di
atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya, untuk saham
dengan harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya berada dalam rentang
harga Rp 100,- (seratus rupiah);
b. harga penawaran yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 35% (tiga puluh lima
perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya,
untuk saham dengan harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya berada
dalam rentang harga di atas Rp 100,- (seratus rupiah) sampai dengan Rp 500,- (lima ratus
rupiah);
c. harga penawaran yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 30% (tiga puluh perseratus) di
atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya, untuk saham
dengan harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya berada dalam rentang
harga di atas Rp 500,- (lima ratus rupiah) sampai dengan Rp 2.500,- (dua ribu lima ratus
rupiah);
d. harga penawaran yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 25% (dua puluh lima
perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya,
untuk saham dengan harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya berada
dalam rentang harga di atas Rp 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) sampai dengan Rp 5.000,-
(lima ribu rupiah);
e. harga penawaran yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di
atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya, untuk saham
dengan harga terakhir di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya berada di atas Rp 5.000,-
(lima ribu rupiah).
2. Dalam hal Perusahaan Tercatat melakukan corporate action, maka dalam pelaksanaan perdagangan
saham di Pasar Tunai selama 4 (empat) Hari Bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan
saham memuat hak (cum) di Pasar Reguler, JATS secara otomatis melakukan penolakan terhadap
penawaran jual atau penawaran beli saham yang dimasukkan ke JATS (Auto-Rejection) apabila :
a. harga penawaran atas saham yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 50% (lima puluh
perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Tunai pada Hari Bursa sebelumnya,
untuk saham yang sama yang harga terakhirnya di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya
berada dalam rentang harga Rp 100,- (seratus rupiah);
b. harga penawaran atas saham yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 35% (tiga puluh
lima perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Tunai pada Hari Bursa
sebelumnya, untuk saham yang sama yang harga terakhirnya di Pasar Reguler pada Hari Bursa
sebelumnya berada dalam rentang harga di atas Rp 100,- (seratus rupiah) sampai dengan Rp
500,- (lima ratus rupiah);
c. harga penawaran atas saham yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 30% (tiga puluh
perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Tunai pada Hari Bursa sebelumnya,
untuk saham yang sama yang harga terakhirnya di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya
berada dalam rentang harga di atas Rp 500,- (lima ratus rupiah) sampai dengan Rp 2.500,-
(dua ribu lima ratus rupiah);
d. harga penawaran atas saham yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 25% (dua puluh
lima perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Tunai pada Hari Bursa
sebelumnya, untuk saham yang sama yang harga terakhirnya di Pasar Reguler pada Hari Bursa
sebelumnya berada dalam rentang harga di atas Rp 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) sampai
dengan Rp 5.000,- (lima ribu rupiah);
e. harga penawaran atas saham yang dimasukkan ke JATS tersebut lebih dari 20% (dua puluh
perseratus) di atas atau di bawah harga terakhir di Pasar Tunai pada Hari Bursa sebelumnya,
untuk saham yang sama yang harga terakhirnya di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya
berada dalam rentang harga di atas Rp 5.000,- (lima ribu rupiah).
Penjelasan teknis dan contoh :
1. Perdagangan secara umum
persentase_autorejection_bei
Harga Terakhir Pasar Reguler Prosentase Auto Rejection
Hari Bursa Sebelumnya
(Previous Price) Untuk Pasar Reguler Untuk Pasar Tunai
<= Rp 100,- 50% dari Previous Price Pasar
Reguler
50% dari Previous Price Pasar
Reguler
Di atas Rp 100,- s.d. Rp 500,- 35% dari Previous Price Pasar
Reguler
35% dari Previous Price Pasar
Reguler
Di atas Rp 500,- s.d. Rp 2.500,- 30% dari Previous Price Pasar
Reguler
30% dari Previous Price Pasar
Reguler
Di atas Rp 2.500,- s.d. Rp 5.000,- 25% dari Previous Price Pasar
Reguler
25% dari Previous Price Pasar
Reguler
Di atas Rp 5.000,- 20% dari Previous Price Pasar
Reguler
20% dari Previous Price Pasar
Reguler
Contoh
Harga terakhir (Previous Price) saham PT. ABC Tbk. tercatat di Pasar Reguler pada tanggal 14 Nopember 2001
adalah sebesar Rp 2.400,-. Dengan demikian maka harga terakhir saham PT. ABC Tbk. di Pasar Reguler tersebut
menjadi acuan dalam penentuan Auto Rejection disemua pasar pada tanggal 15 Nopember 2001, meskipun harga
terakhir di pasar yang lain pada tanggal 14 Nopember 2001 berbeda dengan harga terakhir di Pasar Reguler
tersebut (harga terakhir di Pasar Tunai sebesar Rp 2.175,-).
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Auto rejection untuk masing-masing Pasar untuk perdagangan saham
PT ABC Tbk pada tanggal 15 Nopember 2001 adalah sebagai berikut:
· untuk Pasar Reguler adalah 30% dari Rp 2.400,- (previous price Pasar Reguler),
· untuk Pasar Tunai adalah 30% dari Rp 2.400,- (previous price Pasar Reguler).
2. Perdagangan untuk saham Perusahan Tercatat yang melalukan
corporate action
autorejection_bei

Prosentase Auto Rejection selama 4 Hari Bursa
berturut-turut setelah berakhirnya perioda cum di
Pasar Reguler
Harga Terakhir Pasar Reguler Hari
Bursa Sebelumnya (Previous
Price)
Untuk Pasar Reguler Untuk Pasar Tunai
<= Rp 100,- 50% dari Previous Price Pasar
Reguler
50% dari Previous Price
Pasar Tunai
Di atas Rp 100,- s.d. Rp 500,- 35% dari Previous Price Pasar
Reguler
35% dari Previous Price
Pasar Tunai
Di atas Rp 500,- s.d. Rp 2.500,- 30% dari Previous Price Pasar
Reguler
30% dari Previous Price
Pasar Tunai
Di atas Rp 2.500,- s.d. Rp 5.000,- 25% dari Previous Price Pasar
Reguler
25% dari Previous Price
Pasar Tunai
Di atas Rp 5.000,- 20% dari Previous Price Pasar
Reguler
20% dari Previous Price
Pasar Tunai
Contoh:
PT ADIP Tbk. melakukan Corporate action dengan pemberian bonus 1:2 yang akan memasuki ex bonus 15
Nopember 2001 di Pasar Reguler.
· Harga terakhir Pasar Reguler Hari Bursa sebelumnya (Previous Price) untuk tanggal 14 Nopember 2001
(akhir cum) adalah Rp 395,-. Dengan demikian Harga Teoritis di Pasar Reguler adalah = (1 x Rp 395,-) :
(1+2) = Rp 131.67. Pembulatan untuk disesuaikan dengan fraksi harga = Rp 135,-
· Harga terakhir Pasar Tunai Hari Bursa sebelumnya (Previous Price) untuk tanggal 14 Nopember 2001
adalah Rp 525,-.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Auto rejection pada tanggal 15 Nopember 2001 untuk masing-masing
Pasar adalah sebagai berikut:
· untuk Pasar Reguler (periode ex) adalah 35% dari Rp 135,- (previous price Pasar Reguler);
· untuk Pasar Tunai (periode cum) adalah 35% dari Rp 525,- (previous price Pasar Tunai)

dollar small

Iklan
 

transaksi saham jelang “egp” mo libur panjaaaaaaaank … 161209 16 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:52 am

Rabu, 16/12/2009 12:09 WIB
Transaksi Tipis, IHSG Merah Lagi
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjebak di zona merah selama 3 hari perdagangan berturut-turut pekan ini, seiring dengan tipisnya nilai transaksi serta minim sentimen positif di bursa-bursa regional Asia.

Pergerakan IHSG hari ini cukup atraktif, sempat masuk zona positif di level 2.498 dan sempat jatuh ke 2.482.

Pada perdagangan sesi I Rabu (16/12/2009), IHSG ditutup melemah 2,303 poin (0,09%) ke level 2.492,434. Indeks LQ 45 melemah 0,562 poin (0,11%) ke level 492,982.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif.

Indeks Komposit Shanghai turun 3,43 poin (0,10%) ke level 3.271,03.
Indeks Hang Seng melemah 190,36 poin (0,87%) ke level 21.623,56.
Indeks Nikkei-225 naik 66,51 poin (0,66%) ke level 10.149,99.
Indeks Straits Times naik 5,22 poin (0,19%) ke level 2.803,92.

Perdagangan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 48.756 kali dengan volume 2,131 miliar saham senilai Rp 1,197 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 105 saham turun dan 52 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.075 ke Rp 5.450, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 30.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 15.250, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 12.800, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 9.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 ke Rp 10.300.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 20.050, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 5.600, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.100, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 7.350, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.300. (dro/qom)

Indeks Turun Tipis
Rabu, 16 Desember 2009 | 12:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Berlanjutnya tekanan jual pada saham Bumi Resources, serta saham unggulan lainnya seperti Bank Mandiri, Bank BRI, serta Perusahaan Gas Negara membuat indeks kembali mengalami koreksi.

Pada perdagangan sesi pertama Rabu (16/12) siang ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun tipis 2,303 poin (0,09 persen) ke level 2.492,434 dari posisi kemarin di 2.494,737.

Sebanyak 94 saham mengalami penurunan, dan 58 saham yang naik, serta 52 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Volume perdagangan mencapai 2,13 miliar saham, dengan nilai transaksi hanya Rp 1,2 triliun, serta frekwensi 49 ribu kali. Investor asing kembali melepas sahamnya dengan mencatat penjualan bersih senilai Rp 84 miliar.

Analis dari PT BNI Securities, Maxi Liesyaputra menjelaskan sentimen bursa hari ini sangat beragam. Indeks Dow Jones kemarin ditutup melemah 49,05 poin, namun harga minyak berhasil menguat ke level US$ 70 per barel dan diikuti oleh menguatnya harga komoditas lainnya seperti timah dan nikel. Bursa regional siang ini bergerak beragam. “Nilai tukar rupiah juga masih stabil dan hanya melemah tipis 10 poin ke level 9.480 per dolar AS membuat pergerakan indeks juga masih cenderung sempit,” paparnya.

Saham – saham yang membebani pergerakan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 75 menjadi Rp 2.300, Bank Mandiri melemah Rp 50 menjadi Rp 4.525, PGAS turun Rp 75 menjadi Rp 3.900, Astra International terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 34.050, Bank BRI merosot Rp 50 menjadi Rp 7.550, Antam jatuh Rp 25 menjadi Rp 2.175, serta Semen Gresik juga tergelincir Rp 100 menjaid Rp 7.350 per saham.

Indeks dalam dua hari cenderung turun, namun masih dalam pola tren naik sejak 3 Desember lalu. Indeks kemungkinan masih akan fluktuatif dan ada peluang untuk naik dengan kisaran pergerakan antara 2.462 – 2.520. “Batas bawah kuat ada di 2.462 sebagai batas perubahan arah tren indeks,” ujar Maxi.

VIVA B. KUSNANDAR

Rabu, 16 Desember 2009 | 10:49

PASAR SAHAM

IHSG Masih Tertekan

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu (16/12) sempat menguat 0,09% ke level 2.497,07. Tapi, penguatan itu tidak bertahan lama dan IHSG terus terkoreksi. Pada pukul 10.30 WIB, IHSG sudah terkoreksi 0,17% ke level 2.490,457.

Nampaknya sentimen pelemahan Wall Street mengekor ke IHSG. Indeks Dow Jones pada perdagangan tadi malam turun 0,47% ke level 10.452. Bursa saham Asia sendiri bervariasi. Indeks Nikkei 225 naik 1% ke level 10.184,05, indeks Hang Seng turun 0,86% ke level 21.626,80, indeks Shanghai turun 0,13% ke level 3.270,12, indeks Kospi turun 0,16% ke level 1.663,21, dan indeks Strait Times naik 0,15% ke level 2.802,83.

Pasar sendiri berjalan cukup sepi. Dengan 45 saham harganya naik, 83 saham harganya turun, dan 49 saham tidak mengalami pergerakan harga.

Saham-saham yang harganya naik dan berhasil masuk daftar top gainers dalam rupiah adalah; PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 24,57% menjadi Rp 5.450, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,33% menjadi Rp 30.400, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 1,04% menjadi Rp 9.700, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,56% menjadi Rp 4.875, dan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) naik 12,05% menjadi Rp 465.

Sedang saham-saham yang masuk dalam daftar top losers dalam rupiah adalah; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 0,98% menjadi Rp 20.200, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 0,84% menjadi Rp 23.700, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun 1,17% menjadi Rp 8.450, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 0,89% menjadi Rp 11.100, dan PT Astra Intenational Tbk (ASII) turun 0,29% menjadi Rp 34.000.

Sopia Siregar

Para pelaku industri keuangan akan mengeluarkan pernyatakan sikap terkait polemik kasus PT Bank Century Tbk (Sekarang Bank Mutiara). Berlarut-larut kasus tersebut dikhawatirkan mengganggu kestabilan ekonomi dan pasar modal.

“Besok (Rabu) akan ada pernyataan sikap dari segenap pelaku industri keuangan, baik dari perbankan pasar modal dan seluruh elemen yang bergerak di sektor industri keuangan terkait polemik Bank Century,” ujar sumber detikFinance di Jakarta, Selasa malam (15/12/2009).

Rencananya, pelaku industri keuangan akan mengeluarkan pernyataan sikapnya di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) Rabu 16 Desember 2009 pukul 13.00 WIB.

Menteri Perekonomian Hatta Radjasa ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut dirinya membenarkan adanya peryataan sikap dari para pelaku industri keuangan tersebut.

“Ya, itu (pernyataan sikap) nanti ya, kita ngomong,” ujar Hatta ketika ditemui usai menjadi pembicara kunci dalam BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/12/2009).

Namun dirinya enggan mengomentari lebih lanjut mengenai pernyataan sikap para pelaku industri keuangan tersebut.

Sumber: detikcom
16/12/2009 – 06:44
Prediksi IHSG
Bursa Sepi, Pilih Saham Bank
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Dokumen)

http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-lain; http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-harian-gw
INILAH.COM, Jakarta – Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (16/12) diperkirakan masih sepi. Saham perbankan, seperti BMRI dan BDMN bisa menjadi pilihan di tengah situasi ini.

Hingga akhir tahun, analis pasar modal Poltak Hotradero memprediksikan kondisi pasar masih akan tetap sepi. Fund manager banyak yang memilih keluar dan pasar menjadi tipis. Menurutnya, membeli atau menaikkan indeks, bukan perkara sulit.

“Namun dengan aksi profit taking, hal ini makin sulit dilakukan,” katanya ketika dikonfirmasi via telepon INILAH.COM, Selasa (15/12) petang. Ia pun menyarankan untuk tidak terlalu percaya dengan window dressing.

Saat ini transaksi di pasar relatif terbatas. Sehingga investor mudah untuk masuk, namun susah keluar. “Sebaiknya pasar menunggu ramai dulu, baru mulai transaksi lagi, karena pasar Indonesia sangat lebar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, tahun depan ada risiko besar yang membayangi bursa, seiring banyaknya negara yang akan menerbitkan obligasi. Hal itu bertujuan untuk mendanai stimulus mereka di pasar obligasi. “Akibatnya, pasar surat utang menarik karena banyak perang imbal hasil. Sedangkan bursa saham lebih dibayangi risiko ambil untung pada akhir tahun,”ulasnya.

Tak heran, jika fund manager mulai mengurangi porsi mereka di saham. Mereka lebih banyak menempatkan di pasar obligasi. “Ini menunjukkan ada periode konsolidasi panjang tahun depam,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Poltak tidak banyak memberikan rekomendasi, ia hanya menyarankan untuk memilih pasar surat utang. “Terutama jangka panjang, karena saat ini memang orientasinya jauh ke depan,” lanjutnya.

Namun jika masih ingin bermain di bursa saham, ia menyarankan investor memilih saham perbankan, yang dinilai merupakan pemimpin pemulihan ekonomi. Selama saham perbankan belum banyak bergerak, jangan harap ada reli panjang di bursa dalam negeri.

“Saham yang bisa menjadi pilihan adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Danamon (BDMN),” pungkasnya.

Pada perdagangan Selasa (15/12), IHSG ditutup turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737. Perdagangan berjalan cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 4,722 miliar saham, senilai Rp 2,454 triliun dan frekuensi 93.669 kali. Sebanyak 61 saham naik, 129 saham turun dan 68 stagnan.

Beberapa emiten yang terpantau melemah antara lain PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp350 ke Rp20.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah Rp200 ke Rp7.600, PT HM Sampoerna (HMSP) terkoreksi Rp150 ke Rp15.050, PT Bank Mandiri (BMRI) anjlok Rp100 ke Rp4.575 dan PT United Tractors (UNTR) turun Rp150 menjadi Rp15.050.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Dian Swastatika (DSSA) naik Rp875 ke Rp4.375, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp500 ke Rp30.000, PT Astra Otoparts (AUTO) terangkat Rp150 ke Rp5.850, PT Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.100, PT Indocement (INTP) terapresiasi Rp100 ke Rp12.600, dan PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 9.600. [ast/mdr]
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak pada kisaran terbatas hari ini. Transaksi saham akan dipengaruhi sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks akan mencoba bertahan pada level support 2.476 setelah terkoreksi 11,67 poin menjadi 2.494,72 pada perdagangan saham kemarin. “Penurunan indeks dipicu pelemahan harga saham sektor pertambangan serta aksi jual investor asing terhadap saham bluechips,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/12).

Penurunan indeks juga dipicu berlarut-larutnya penyelesaian kasus Bank Century. Menurut Purwoko, investor sedang melakukan aksi wait and see atas penyelesaian kasus bank tersebut. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap transaksi saham di lantai bursa.

Meski demikian, menurut dia, apabila ada sentimen positif kuat masuk pasar, indeks berpotensi berbalik arah menguji batas resistance 2.509. Perdagangan saham akan ditopang pergerakan saham INTP, ASII, dan INKP.

Pada perdagangan saham di bursa kemarin, indeks terkoreksi 11,65 poin (0,46%) menjadi 2.494,74. Adapun nilai transaksi saham sebanyak Rp 2,45 triliun dengan volume sebanyak 9,44 juta lot. Investor asing membukukan pembelian bersih saham (net buying) senilai Rp 14,88 miliar.

Indeks bursa Asia juga ditutup bervariasi, indeks Hang Seng melemah 271,83 (1,23%) menjadi 21.813,92, Nikkei 225 turun 22,20 (0,22%) menjadi 10.083,48, dan Straits Times terkoreksi 0,84 poin (0,03%) menuju 2.798,70

Sumber : INVESTORINDONESIA
Rabu, 16/12/2009 08:10 WIB Aksi jual berlanjut, IHSG bakal meneruskan pelemahan oleh : Sylviana Pravita R.K.N. JAKARTA (bisnis.com): Aksi jual tampaknya masih akan berlanjut pada hari ini menjelang akhir tahun ini, meski demikian pengumuman The Fed mendorong bursa bergerak mix. Perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak pada level 2.460-2.520. Trimegah Securities menilai divergensi harga dan volume membuat pelaku pasar menjadi terlihat berhati-hati dilihat dari nilai perdagangan yang lebih rendah dibandingkan rata-rata harian dalam minggu ini. Tekanan jual pada saham unggulan mengakibatkan IHSG kembali berkonsolidasi. Dari regional, pengumuman The Fed mengenai kondisi ekonomi di AS mengakibatkan bursa asia bergerak mix. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak mix di kisaran 2.460-2.520. Erdikha Sekuritas menyoroti IHSG kemarin ditutup melemah hingga 11,65 poin (-0,47%). Indeks hari ini secara teknis berpotensi meneruskan pelemahan. Investor agar lebih berhati-hati dalam memilih saham. Pergerakannya berkisar 2.463-2.529. Saham-saham rekomendasi Erdikha adalah SGRO dan KLBF. bisnis.com


 

saat isu politis punya sesuatu, ihsg liat windows dressing … 141209 14 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:08 am

Suhu Politik Bikin Gundah Para Investor
Senin, 14 Desember 2009 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Turunnya harga minyak mentah ke US$ 69 per barel memicu jatuhnya harga saham komoditas, terutama sektor pertambangan yang membuat indeks sedikit tertekan. Menghangatnya suhu politik dalam negeri belakangan ini juga iktu andil dalam menurunnya indeks saham.

Alhasil, pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG)di Bursa Efek Indonesia merosot 12,713 poin atau 0,5 persen ke level 2.506,386 dari pentupan akhir pekan lalu di 2.519,099. Volume perdagangan kali ini mencapai 5,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,5 triliun, serta frekeuensi 73,74 ribu kali.

Sebanyak 132 saham mengalami koreksi, dan hanya 55 saham yang berhasil membukukan keuntungan, serta sisanya 54 saham tidak mengalami perubahan harga. Namun, investor asing mencatat pembelian bersih yang cukup besar senilai Rp 614,9 miliar.

Analis dari PT Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing, menjelaskan jatuhnya harga saham komoditas seiring turunnya harga minyak di bawah US$ 70 per barel di pasar internasional membuat indeks ditutup di teritori negatif. “Meskipun, sebagian bursa regional bergerak positif hari ini,” ujarnya.

Dari faktor domestik, menghangatnya situasi politik mengenai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait dana talangan (bailout) Bank Century juga turut menghambat kenaikan indeks saham domestik.

Menurut Pardomuan, aksi window dressing (upaya memperbaiki portofolio investasi dengan menaikkan harga saham) kemungkian tidak akan terjadi tahun ini. Karena sepanjang tahun indeks saham sudah naik sangat tinggi. Pasar saat ini sudah mulai sepi karena sebagian investor sudah ke luar dari pasar mengantisipasi libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Saham-saham yang mengganjal pergerakan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 150 menjadi Rp 2.425, Telkom jatuh Rp 300 menjadi Rp 9.500, Bank BRI melemah Rp 50 menjadi Rp 7.800, Astra International tergelincir Rp 50 menjadi Rp 33.950, serta United Tractor merosot Rp 100 menjaid Rp 15.200 per saham.

Untuk perdagangan Selasa (15/12) indeks harga saham diperkirakan masih akan cenderung melambat dengan kisaran antara 2.450 hingga 2.530.

VIVA B. KUSNANDAR

Saham Adro Harga Transaksi Hasil Transaksi
14/12/09 Order Jual …… ……
14/12/09 Order Beli …… ……
Saham ELSA Harga Transaksi Hasil Transaksi Harga Transaksi Hasil Transaksi
14/12/09 Order Jual 335 full matched 340 full matched
14/12/09 Order Beli 305 …..
Saham INDY Harga Transaksi Hasil Transaksi Harga Transaksi Hasil Transaksi
14/12/09 Order Jual 2200 …..
14/12/09 Order Beli 2100 full matched 2075 full matched
Saham ANTM
Order Jual 2325 …..
Order Beli 2225 full matched
Saham BUMI
Order Jual 2425 ….. 2450 ….. 2475 …..
Order Beli 2400 full matched
Saham TRUB
Order Jual …..
Order Beli 132 full matched 133 full matched

Sepanjang Hari Merah, 132 Saham Turun

KRISTIANTO PURNOMO

Artikel Terkait:

Efek Ani Vs Ical

Dow Jones Sentuh Rekor Tertinggi Tahun 2009

Akhir Pekan Ceria, IHSG Melaju di Atas 2.500

IHSG Masih Mantap di 2.500

IHSG Langsung Tembus 2.500

SENIN, 14 DESEMBER 2009 | 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Saham-saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (14/12/2009), seharian berada di jalur negatif. Indeks Harga Saham Gabungan pun sempat tergelincir di bawah 2.500.

IHSG ditutup turun 0,50 persen atau 12,713 poin pada 2.506,386. Sektor pertambangan dan infrastruktur menjadi pemberat utama indeks tenggelam di zona merah. Adapun sektor consumer menahan indeks melorot telbih dalam.

Sementara indeks Kompas100 melemah 0,54 persen, kemudian indeks LQ45 turun 0,48 persen, serta Jakarta Islamic Index berkurang 0,88 persen.

Sebanyak 132 saham turun mendominasi perdagangan hari ini dibandingkan 55 saham naik dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai RP 3,513 triliun dari 73.740 kali transaksi dengan volume 5,316 miliar saham.

Editor: Edj

14/12/2009 – 16:07

Kasihan, IHSG Berakhir Terpuruk 12,71 Poin

Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Awal pekan yang sepi, emiten kesebelas Latinusa yang menapakkan kakinya di BEI tak mampu menopang indeks. IHSGpun berakhir rontok 2,71 poin (0,50%) ke posisi 2.506,39.

Analis pasar modal Surya Wijaya memprediksi, awal pekan kejatuhan indeks seiring dengan kasus Bank Century yang semakin hangat dan mulai terkuaknya inti dari permasalahan ini. “Ini masih menjadi sentimen buruk bagi pasar kita termasuk investor yang akan berinvestasi,” kata Surya WIjaya hari ini.

Mengakhiri hari ini, nilai transaksi di lantai bursa mulai bergairah Rp2,448 miliar dengan volume perdagangan yang semakin menipis hanya 3,515 miliar lembar saham. Adapun saham-saham yang menguat sebanyak 59, 140 saham turun dan 59 saham masih dalam posisi stagnan.

Sore ini, indeks saham JII  ditutup turun tipis 3,69 poin ke level 413,87 dan indeks saham LQ45 pun koreksi 2,29 poin ke level 716,03. Sementara itu, sektor condumer good dan manufakture yang mantap menghijau, sayang sektor pertambangan terperosok 30,79 poin ke level 2.180 serta sektor perkebunan pun terperosok 9,83 0 poin ke level 1.821.

Adapun saham-saham yang mencatat penurunan terbanyak, yakni Astra Otopart Tbk (AUTO) anjlok Rp300 ke Rp5.700, Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pun anklok Rp300 ke Rp9.500, Bumi Resources Tbk (BUMI) pun anjlok pun ikut terpuruk Rp150 ke Rp2.450, United Tractor Tbk (UNTR) anjlok Rp100 ke Rp15.200, Indosat Tbk (ISAT) pun ikut anjlok Rp75 ke Rp4.850 dan Astra Interantional Tbk (ASII) pun terpuruk Rp50 ke Rp33.950.

Di sisi lain, masih ada beberapa saham yang menguat antara lain, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ditutup melonjak tajam Rp700 ke Rp3.500, Gudang Garam Tbk (GGMR) pun melonjak Rp150 ke Rp20.050, Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) pun melonjak Rp2.000 ke Rp39.000, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pun ikut melonjak Rp200 ke Rp29.500. [san/cms]

14/12/2009 – 05:51

Prediksi Bursa Pekan Ini

Global Membaik, IHSG Bangkit

Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pekan ini diprediksikan menguat seiring membaiknya harapan akan recovery ekonomi. Positifnya data-data yang dirilis di AS menjadi katalisnya.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan potensi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) pekan ini karena positifnya data-data yang dirilis di AS.

Salah satunya adalah Initial Jobless Claim yang mengalami penurunan. Selain itu, penjualan ritel yang meningkat pada November 2009 seiring bertambahnya pengeluaran untuk bensin dan produk lainnya juga turut memperkokoh sentimen positif yang ada.

Karena itu, pasar menilai recovery ekonomi 2010 sudah mulai tampak. Pasar meyakini data-data tersebut menambah harapan stabilnya pemulihan ekonomi. “Indeks pekan ini akan menguat ke level resistance 2.568 dan 2.471 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (13/12).

Pada perdagangan Jumat (11/12), IHSG ditutup menguat hingga 32,662 poin (1,31%) ke level 2.519,099. Indeks LQ 45 menguat 6,991 poin (1,42%) ke level 498,408 dan Jakarta Islamic Indeks naik 6,44 poin ke 417,56.

Lebih jauh Gina mengatakan penjualan ritel di AS naik 1,3%. Angka ini lebih baik dari prediksi 0,7% dan revisi publikasi sebelumnya yang meningkat 1,1 %. Publikasi data ini mengurangi kekhawatiran kurangnya tenaga pemulihan ekonomi karena rapuhnya belanja konsumen.

Ekonomi AS kembali tumbuh di kwartal ketiga, meskipun masih didominasi pengeluaran pemerintah. “Dengan stabilnya pasar tenaga kerja dan naiknya kekayaan konsumen, pasar semakin optimistis belanja konsumen akan meningkat lagi,” paparnya.

Kemudian, indeks juga mendapat dukungan dari potensi positifnya bursa regional sebagai technical rebound. Pasalnya, bursa regional sudah sepekan lebih mengalami koreksi. “Orang sudah mulai masuk ke bursa karana harga saham sudah terkoreksi,” imbuhnya.

Hanya saja, lanjut Gina, kasus Bank Century di dalam negeri memberikan pengaruh negatif di pasar. Namun hal ini tidak menyebabkan pelaku pasar asing keluar dari bursa Indonesia . “Hanya saja, bagi investor lokal menyebabkan wait and see terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sedangkan asing, tegas Gina masih tetap berharap pada fundamental ekonomi Indonesia. Salah satu buktinya adalah penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di kisaran level 9.430-an.

“Hal ini, mengindikasikan tidak terjadinya capital outflow yang diakibatkan memanasnya skandal Bank Century yang melibatkan Wapres Boediono dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati belakangan ini,” ucapnya.

Investor asing masih bersikap normal dan biasa. Menurutnya, asing lebih konsisten terhadap data perekonomian masing-masing. “Kasus yang sedang berkembang di dalam negeri, tidak begitu berpengaruh di pasar saham,” tuturnya.

Sementara itu, penurunan harga minyak dunia ke level US$69 per barel , tidak lagi berpengaruh negatif pada pergerakan indeks. Pasalnya, sentimen negatifnya sudah tergantikan window dressing menjelang tutup tahun 2009. “Selain itu, laporan keuangan emiten-emiten sudah dirilis sehingga pelaku pasar sudah bisa memperkirakan target di akhir tahun di level berapa,” tandasnya.

Adapun sektor saham yang akan menjadi penggerak indeks pekan ini adalah infrastruktur, otomotif, pertambangan, dan perbankan. Saham-saham pilihannya adalah untuk sektor pertambangan adalah PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), PT Adaro Energy (ADRO), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Bumi Resources (BUMI). Untuk sektor perbankan direkomendasikan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Untuk sektor infrastruktur disarankan PT Jasa Marga (JSMR), PT Telkom (TLKM), PT United Tractors (UNTR), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Indocement (INTP). Lalu, PT Astra Internasional (ASII) untuk sektor otomotif. “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [mdr]

14/12/2009 – 11:18

Wahai Presiden, Tolong Selamatkan Pasar

Jagad Ananda

(inilah.com /Dokumen)

INILAH, Jakarta – Hari pasar semakin pendek. Transaksi pun semakin tipis karena banyak investor yang mulai mengerem transaksi. Dalam suasana seperti ini, instabilitas politik di dalam negeri kian menebal.

Desember 2009 ini, tampaknya, akan menjadi akhir tahun yang paling buruk bagi bursa saham. Selain pemulihan ekonomi global masih belum jelas juntrungannya, gonjang-ganjing kasus Bank Century malah kian memanas.

Menurut para pelaku pasar, untuk sementara ini, kasus tersebut belum sampai menganggu iklim berusaha. Tapi, kalau terus dibiarkan berlarut-larut, bentrokan antar elit politik ini akan menjadi bom waktu yang membahayakan.

“Apalagi kalau Golkar benar-benar bertarung melawan Sri Mulyani-Boediono, ini akan menambah ruwet suasana,” kata seorang analis asing. Siapapun yang kalah dalam pertikaian tersebut, kata dia, akan menimbulkan dampak negatif bagi pasar. Yang lebih parah lagi kalau, Sri-Boediono benar-benar terpental dari Kabinet SBY, maka ketidakpastian akan semakin mengental

Namun itu bukan berarti pasar berpihak pada dua petinggi negeri itu. Tapi coba pikirkan, kalau mereka berdua turun. “Siapa yang bisa mengantikannya? Apakah pasar harus membangun kepercayaan dari bawah lagi,” timpal analis lainnya dalam sebuah acara makan pagi, Sabtu lalu.

Itu sebabnya, para analis yang mewakili investor asing itu menyarankan agar Presiden SBY segera bertindak sebagai penengah. “Jangan biarkan anak buahnya bertempur sendiri, damaikan mereka,” lanjutnya.

Usul lainnya adalah agar masa kerja Pansus Skandal Bank Century di DPR tidak terlalu panjang. Kata mereka, tiga bulan merupakan waktu yang panjang. “Apakah investor harus menunggu pasar stabil selama itu?” tuturnya.

Dua saran yang tampaknya, penting untuk dipertimbangkan. Soalnya, sentimen eksternal yang mungkin muncul dari berbagai negeri pun sedang tidak menguntungkan. Harga minyak mentah yang turun ke bawah level US$70 misalnya, merupakan sinyal bahwa pemulihan ekonomi di berbagai negeri maju belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Menimbang kondisi yang sedang kurang bersahabat, ditambah waktu pasar yang sempit dan volume perdagangan yang kian menipis, seorang kepala riset menyarankan investor untuk wait and see. Soalnya, kata dia, harga saham-saham (terutama yang unggulan) sudah terlalu tinggi.

Bahkan, “Kalau saham Anda sudah menghasilkan gain segera realisasikan. Jangan ditunda-tunda,” katanya. Baru setelah ada sentimen positif dari dalam maupun luar negeri, investor disarankan mulai melakukan koleksi.

Pilihannya ada beberapa. Misalnya, dari sektor perbankan ada PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) yang layak dikoleksi setelah harganya terkoreksi minimal 5%.

Sementara dari sektor pertambangan, saham batubara masih pantas dibeli, terutama untuk efek yang diterbitkan PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Bumi Resources (BUMI). [mdr]
Suhu Politik Bikin Gundah Para Investor
Senin, 14 Desember 2009 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Turunnya harga minyak mentah ke US$ 69 per barel memicu jatuhnya harga saham komoditas, terutama sektor pertambangan yang membuat indeks sedikit tertekan. Menghangatnya suhu politik dalam negeri belakangan ini juga iktu andil dalam menurunnya indeks saham.

Alhasil, pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG)di Bursa Efek Indonesia merosot 12,713 poin atau 0,5 persen ke level 2.506,386 dari pentupan akhir pekan lalu di 2.519,099. Volume perdagangan kali ini mencapai 5,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,5 triliun, serta frekeuensi 73,74 ribu kali.

Sebanyak 132 saham mengalami koreksi, dan hanya 55 saham yang berhasil membukukan keuntungan, serta sisanya 54 saham tidak mengalami perubahan harga. Namun, investor asing mencatat pembelian bersih yang cukup besar senilai Rp 614,9 miliar.

Analis dari PT Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing, menjelaskan jatuhnya harga saham komoditas seiring turunnya harga minyak di bawah US$ 70 per barel di pasar internasional membuat indeks ditutup di teritori negatif. “Meskipun, sebagian bursa regional bergerak positif hari ini,” ujarnya.

Dari faktor domestik, menghangatnya situasi politik mengenai rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait dana talangan (bailout) Bank Century juga turut menghambat kenaikan indeks saham domestik.

Menurut Pardomuan, aksi window dressing (upaya memperbaiki portofolio investasi dengan menaikkan harga saham) kemungkian tidak akan terjadi tahun ini. Karena sepanjang tahun indeks saham sudah naik sangat tinggi. Pasar saat ini sudah mulai sepi karena sebagian investor sudah ke luar dari pasar mengantisipasi libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Saham-saham yang mengganjal pergerakan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 150 menjadi Rp 2.425, Telkom jatuh Rp 300 menjadi Rp 9.500, Bank BRI melemah Rp 50 menjadi Rp 7.800, Astra International tergelincir Rp 50 menjadi Rp 33.950, serta United Tractor merosot Rp 100 menjaid Rp 15.200 per saham.

Untuk perdagangan Selasa (15/12) indeks harga saham diperkirakan masih akan cenderung melambat dengan kisaran antara 2.450 hingga 2.530.

VIVA B. KUSNANDAR

 

saat pemulihan global dipertanyakan, maseh, light @ the end of tunnel seen… 11 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:39 am

order jual antm:
2350
order beli antm:
2175
———————————- saham lain
order jual bumi:
2700
order beli bumi:
2425
order beli bumi tambahan:
2500
———————————- saham lain
order jual adro:
1770
order beli adro:
1700
order beli adro tambahan:
1720
order jual adro tambahan:
1750
order beli adro tambahan:
1730
order jual adro revisi:
1780
———————————- saham lain
order jual bbri:
7900
order beli bbri:
7600
———————————- saham lain
order jual bnii:
360
order beli bnii:
345
———————————- saham lain
order jual elsa:
320
order beli elsa:
305
order jual elsa:
320 full matched
———————————- saham lain
order jual trub:
139
order beli trub:
132
———————————- saham lain
order jual indy:
2200
order beli indy:
2025
order beli indy revisi:
2075
———————————- saham lain
———————————- saham lain
Jumat, 11 Desember 2009 | 12:11

PASAR SAHAM

IHSG Kembali ke Level Psikologis di 2.500

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke zona psikologisnya di level 2.500. Sentimen dari global dan regional yang positif dan aksi beli di saham-saham unggulan menjadi pemicu. IHSG pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (11/12), naik 0,74% ke level 2.504,781.

Setelah bahan bakar baru dari perdagangan perdana saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhenti, karena BCIP mengalami auto rejection. Bahan bakar lain muncul dari aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Perdagangan membukukan 82 saham harganya naik, 37saham harganya turun, dan 82 saham harganya tidak mengalami perubahan. Volume transaksi perdagangan sebesar 1,848 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 triliun.

Selain itu, membaiknya data perekonomian Amerika Serikat (AS) ikut mendongkrak Wall Street. Angka klaim pengangguran rata-rata yang masih sesuai ekspektasi dan menyusutnya defisit neraca perdagangan AS sebesar 7,6% membuat indeks Dow Jones naik 0,67% ke level 10.405,83.

Mayoritas bursa utama Asia juga masih melanjutkan menguat. Indeks Nikkei 225 naik 1,71% ke level 10.031,39, indeks Hang Seng naik 1,68% ke level 22.063,81, indeks Shanghai naik 0,19% ke level 3.260,413, indeks Kospi naik 0,36% ke level 1.658,66, dan indeks Strait Times naik 0,55% ke level 2.797,23.

Saham-saham yang harganya naik dan berhasil masuk daftar saham top gainers dalam rupiah adalah; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 3,11% menjadi Rp 19.900, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 24,44% menjadi Rp 2.800, PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,5% menjadi Rp 33.750, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 0,7% menjadi Rp 28.900, dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) naik 1,95% menjadi Rp 10.450.

Sedang saham-saham yang harganya turun paling besar dan masuk jajaran top losers dalam rupiah adalah; PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 4,49% menjadi Rp 3.850, PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI) turun 17,17% menjadi Rp 820, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun 5,83% menjadi Rp 2.425, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun 1,18% menjadi Rp 8.400, dan PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BTPN) turun 1,95% menjadi Rp 3.775.

Sopia Siregar
11/12/2009 – 13:27
Regional Dongkrak Bursa Tembus 2.500
Ahmad Munjin

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan ini terus menunjukkan penguatan, menembus level 2.500. Hal ini didukung sentimen positif dari bursa regional dan global.

Pada perdagangan Jumat (11/12) sesi pertama, IHSG menguat hingga 18,344 poin (0,74%) ke level 2.504,781. Indeks LQ 45 naik 3,896 poin (0,79%) ke level 495,313. Perdagangan masih sepi dengan volume transaksi 1,847 miliar lembar, senilai Rp 1,198 triliun dan frekuensi 37.048 kali. Sebanyak 82 saham naik, 37 turun dan 82 stagnan.

Hampir semua sektor menguat, kecuali perkebunan yang masih memerah. Sedangkan sektor aneka industri terpantau naik 1,5%, disusul sektor infrastruktur menguat 1,1%, konsumsi dan manufaktur 0,9%, finansial dan properti 0,8%, perdagangan 0,4%, tambang 0,3% dan industri dasar 0,25%.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities memperkirakan pergerakan indeks pada sesi siang akan menguat lebih tinggi, ketimbang sesi pertama. Positifnya sentimen dari market regional dan global menjadi penopangnya. “IHSG akan berada di level resistance 2.518 dan 2.488 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/12).

Penguatan indeks regional Asia dipicu data-data perekonomian global yang positif. Salah satunya adalah respon terhadap Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner yang memperpanjang program dana talangan US$700 miliar hingga Oktober 2010. “Meski hanya menggunakan US$550 miliar dari total dana tersebut, pasar merespons positif,” ujarnya.

Perpanjangan program tersebut adalah Troubled Asset Relief Program (TARP) hingga 3 Oktober 2010. Geithner mengatakan, Pemerintahan Obama akan menggunakan dana tersebut untuk memerangi penyitaan rumah dan meningkatkan penyaluran kredit ke pelaku usaha kecil.

Perpanjangan program dapat membantu keluarga Amerika dan menstabilkan pasar keuangan. Selain melanjutkan kebijakan yang bertujuan memulihkan pasar perumahan, membantu pelaku usaha, dan antisipasi menghadapi ancaman yang mungkin datang.

Selain itu, lanjut Gina, indeks global juga mendapat angin segar dari data kepercayaan konsumen di Inggris yang tetap mendekati level tertinggi 1,5 tahun pada November terkait pembeli yang sangat mengharapkan prospek ekonomi di 2010. “Nationwide Building Society merilis indeks sentimen konsumen di level 73 atau sama seperti Oktober,” imbuhnya.

Sedangkan di pasar domestik, IHSG mendapat topangan dari penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di level 9.430. “Artinya, capital inflow ke pasar domestik sedang berlangsung dan sangat positif bagi pasar,” tandasnya.

Saham-saham yang menjadi penggerak indeks siang ini berasal dari sektor pertambangan dan infrastruktur. Sedangkan saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT International Nickel (INCO). “Saya rekomendasikan akumulasi buy untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Siang ini, emiten-emiten yang menguat antara lain PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp19.900, PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menguat Rp550 ke Rp2.800, PT Astra International (ASII) terangkat Rp500 menjadi Rp 33.750, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp200 ke Rp28.900, PT Telkom (TLKM) naik Rp150 menjadi Rp9.600, PT Semen Gresik (SMGR) menguat Rp100 menjadi Rp7.350, dan PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp100 menjadi Rp4.850.

Sedangkan bursa-bursa regional mayoritas juga bergerak menguat. Indeks Nikkei-225 naik 73,59 poin ke level 9.936,4, indeks Hang Seng menguat 96,791 poin ke level 21.796,83 dan indeks Straits Times menguat 7,22 poin ke level 2.789,08. [ast/mdr]
———————————- saham lain
Jumat, 11/12/2009 08:05 WIB
Istana Bantah Ada Perpecahan di Kabinet
Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Tekanan bertubi-tubi kepada Sri Mulyani dan Boediono dalam kasus Bank Century dikabarkan membuat sebagian menteri yang mendukung keduanya gerah. Bahkan sempat beredar isu ada yang anggota Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) yang akan mundur. Benarkah?

“Nggak ada, itu isu liar. Kabinet masih kompak,” kata juru bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha, saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (11/12/2009).

Isu perpecahan tersebut beredar lewat pesan singkat pada wartawan tentang adanya perpecahan serius di kalangan para menteri. Mereka yang pro terhadap Sri Mulyani dan Boediono mengancam akan mengundurkan diri. Sementara, terkait isu ini, Presiden SBY dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa mulai panik. Belum jelas darimana pesan singkat tersebut berhembus.

Julian menegaskan, kondisi terakhir kabinet tetap solid. Dalam pembicaraannya dengan Presiden SBY dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa Kamis malam, tidak ada pembahasan soal kabar perpecahan tersebut.

“Saya tadi malam ngobrol-ngobrol biasa saja. Tidak ada apa-apa,” tegasnya.

(mad/nrl)

———————————- saham lain
Jumat, 11/12/2009 07:27 WIB
IHSG Tak Mau Banyak Gerak
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat setelah sempat terjatuh-jatuh ke teritori negatif. Penguatan saham Telkom dan Astra memberi kontribusi besar bagi penguatan IHSG.

Pada perdagangan Kamis (10/12/2009), IHSG ditutup menguat 5,140 poin (0,21%) ke level 2.486,437. Penguatan IHSG hanya didorong transaksi yang sangat tipis yakni senilai Rp 2,743 triliun.

Pola pergerakan IHSG yang tipis diprediksi akan kembali terulang pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG pada perdagangan Jumat (11/12/2009) diprediksi bergerak sempit dengan kecenderungan menguat tipis.

Investor memilih untuk wait and see menjelang akhir tahun di tengah kabar pasar yang tidak signifikan. Namun potensi penguatan IHSG masih ada dari sentimen penguatan bursa-bursa utama dunia. Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat berkat angka pengangguran yang membaik dan menyempitnya defisit neraca perdagangan AS.

Pada perdagangan Kamis (10/12/2009), indeks Dow Jones naik 68,78 poin (0,67%) ke level 10.405,83. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 6,40 poin (0,58%) ke level 1.102,35 dan Nasdaq menguat 7,13 poin (0,33%) ke level 2.190,86.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan akhir pekan ini dengan menguat, setelah kemarin terpuruk akibat menguatnya yen. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 95,18 poin (0,97%) ke level 9.958.

Wall Street Berpacu Mengejar Ketertinggalan
Jum’at, 11 Desember 2009 – 07:16 wib

Rani Hardjanti – Okezone
NEW YORK – Indeks saham di Bursa Wall Street menapaki rebound dengan rasa percaya diri. Kepercayaan itu timbul menyusul baiknya data ketenagakerjaan dan birunya rapor neraca perdagangan.

Berdasarakan data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja Amerika, jumlah pengangguran memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan itu tidak signifikan dan secara keseluruhan masih dalam tren membaik. Di mana pada bulan sebelumnya mengalami kejatuhan terburuk sejak September 2009.

Secara terpisah, defisit neraca perdagangan Amerika tercatat mengalami penurunan 7,6 persen. Penurunan ini disebabkan hikmah dari pelemahan dolar Amerika. Pasalnya, dengan murahnya harga dolar justru mampu mendongkrak nilai ekspor. Dengan demikian, mampu menggenjot permintaan produk Amerika di pasar dunia.

“Klaim data pengangguran yang pasti mampu mendorong pasar bergerak menguat dan saham konsumer. Sentimen ini benar-benar mengatur arah pasar hari ini,” kata Pialang Senior Wedbush Morgan Michael James, di Los Angeles, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/12/2009).

Akibatnya, Indeks Dow Jones pada perdagangan Kamis 10 Desember waktu setempat mengalami penguatan 68,78 poin atau 0,67 persen ke posisi 10.405,83. Penguatan yang cukup tajam ini mendorong bursa Wall Street untuk mengejar ketertinggalan, setelah pada awal pekan ini sempat terpuruk. Sementara Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 6,4 persen atau 0,58 persen ke posisi 1.102,35. Sedangkan Nasdaq naik 7,13 poin atau 0,33 persen ke 2.190,86.(rhs)

 

saham yang mungkin mantul naek … 101209 10 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum,JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 6:49 am

order jual antm:
2350
order beli antm:
2250
order beli antm:
2250 full matched
———————————— saham lain
order jual adro:
1780
order beli adro:
1710
———————————— saham lain
order jual bbri:
7950
order beli bbri:
7650
order beli bbri:
7650 full matched
order jual bbri tambahan :
7700
order jual bbri:
7700 full matched
———————————— saham lain
order jual bnii:
360
order beli bnii:
345
———————————— saham lain
order jual bumi:
2700
order beli bumi:
2475
———————————— saham lain
order jual indy:
2200
order beli indy:
2075
order beli indy:
2075 full matched
———————————— saham lain
order jual trub:
140
139
order beli trub:
132
order jual trub:
139 full matched
———————————— saham lain
order jual elsa:
325
order beli elsa:
305
order jual elsa tambahan:
310
315
order jual elsa:
310 full matched
———————————— saham lain
Kamis, 10/12/2009 16:07 WIB

Saham TLKM dan BBCA topang indeks naik 0,2%

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 5,14 basis poin (0,2%) menjadi 2.486,44 ditopang oleh saham TLKM, BBCA dan GGRM.

Sebanyak 85 saham naik, 80 turun dan 228 saham tidak berubah pada penutupan perdagangan hari ini. Saham TLKM naik Rp250 menjadi Rp9.450, BBCA naik Rp50 menjadi Rp4.750, GGRM naik Rp600 menjadi Rp19.300, BMRI naik Rp50 menjadi Rp4.625, ASII naik Rp150 menjadi Rp33.250.

Selanjutnya, INTP naik Rp150 menjadi Rp12.350, DOID naik Rp50 menjadi Rp1.500, BDMN naik Rp25 menjadi Rp4.375, BTPN naik Rp250 menjadi Rp3.850 dan TRAM naik Rp20 menjadi Rp275.

Adapun, saham yang mengalami penurunan adalah UNVR turun Rp200 menjadi Rp11.000, PTBA turun Rp50 menjadi Rp3.900, BBRI turun Rp50 menjadi Rp7.750 dan SMGR turun Rp100 menjadi Rp7.250.

bisnis.com

———————————— saham lain
———————————— saham lain
UPDATE 2-Indonesian says coal sale rule no bar to exports
Mon Dec 7, 2009 6:12pm EST
Related News
UPDATE 2-Indonesia’s Antam sees higher 2010 ferronickel sales
Mon, Dec 7 2009
CORRECTED – CORRECTED-UPDATE 1-Antam sees higher 2010 ferronickel sales
Mon, Dec 7 2009
Indonesian producers allowed to export coal
Mon, Dec 7 2009
UPDATE 1-Indonesia, Newmont agree further 14 pct stake sale
Mon, Nov 23 2009
UPDATE 2-Indonesia urges Antam to buy shares in Newmont unit
Tue, Nov 17 2009
Stocks

PT Bumi Resources Tbk
BUMI.JK
Rp. 2,575.00
+100.00+4.04%
12:00am GMT+0700

PT Adaro Energy Tbk
ADRO.JK
Rp. 1,740.00
+40.00+2.35%
12:00am GMT+0700

Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.
FCX.N
$78.37
+2.10+2.75%
3:00am GMT+0700
BASIC MATERIALS | ENERGY

* Coal miners can export even if they miss local sales volume

* Processing requirement won’t apply if mineral output too low (Adds quotes on metal mining)

By Fitri Wulandari

NUSA DUA, Indonesia, Dec 7 (Reuters) – Indonesia will let coal producers keep exporting, despite missing domestic sales requirements as smaller firms undercut them, a senior mining official said on Monday, in an apparent delay to a 2008 rule.

The official also said that in the metal mining sector, the goverment would not push miners to set up their own smelters to process minerals locally, particularly if production was low.

The policy change is likely to be welcomed by mining firms, many of which had complained that the requirement to process all mining products into metals locally, either by setting up their own smelters or using another smelter for processing, could inflate costs and deter investment.

Indonesia’s new coal and mining law passed in December 2008 require coal producers to sell a certain portion of their output to the domestic market since demand at home is expected to surge in coming years as new power projects are completed.

The requirement to process all mining products locally is also part of the new coal and mining law that aims to squeeze more revenue from the sector.

A draft of implementing rules attached to the new mining and coal law said coal miners could only export production as long as they met domestic demand for coal or minerals.

But many big coal producers holding coal works contracts have not been able to meet the domestic sales obligation as local buyers, including state electricity firm PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), prefer to buy cheap coal from smaller rivals, Bambang Setiawan, Director General of Mineral, Coal and Geothermal at the Energy Ministry said.

“Coal contractors can continue exports of their coal even if their domestic sales doesn’t reach requirement. It’s not their fault if they don’t have local buyers for their coal,” Setiawan said on the sidelines of the Indonesia Mining World 2009 Conference on the resort island of Bali.

Holders of a coal contract of works — a long-term agreement between both foreign and domestic firms and the central government — normally sell coal at higher prices, as the pact gives the government a 13.5 percent cut of coal revenue.

This contrasts with smaller rivals, who hold a mining authorisation or KP — available only to domestic firms and signed with local governments — who pay a lower coal royalty of between 3-7 percent, depending on the coal varieties.

Producers holding coal contracts of work, such as PT Bumi Resources Tbk (BUMI.JK) and PT Adaro Energy Tbk (ADRO.JK), account for 80 percent of total output in the world’s top exporter of thermal coal, which is seen at around 230 million tonnes this year.

The domestic market obligations will be implemented once new implementing mining regulations attached to the new mining law are completed. The government expects to issue the new regulations in January 2010, Setiawan said.

The government has said it plans to cap coal exports at 150 million tonnes a year, as soon as 2010, to help supply new power stations coming on stream as part of a crash programme to boost generating capacity and ease power shortages.

But analysts said it was unlikely to crimp global supplies for as long as five years, when the new power plants finally fire up domestic demand.

Setiawan said the goverment will not push miners to set up their own smelters to process minerals locally, particularly if production is low.

The requirement will only apply for minerals where concentrate production has exceeded the capacity of local smelters, such as copper and nickel, Setiawan said.

“But it won’t apply for other minerals where production is still low, such as lead and zinc. We won’t force it if it’s not economical,” he said.

Indonesia is the world’s top exporter of tin and thermal coal and one of the key producers of zinc, copper, nickel and gold.

International resource firms such as Freeport-McMoran Copper&Gold (FCX.N) and Newmont Mining Corp. (NEM.N) have operations here, but the country has seen little new foreign investment in metal mining in recent years and the new mining law appeared likely to dampen enthusiasm among potential investors
———————————— saham lain
10/12/2009 – 06:14
Yes! Wall Street Hijau
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, New York – Para investor kembali bergairah melantai di Wall Street dan mengesampingkan kekawatiran akan utang-utang bermasalah.

Indeks kembali menguat pada perdagangan Rabu (9/12), para investor mengesampingkan semua kekawatiran akan meningkatnya utang pemerintah di Spanyol, Yunani, dan negara lainnya.

Agen pemberi rating S&P 500 menurunkan ratingnya terhadap utang Spanyol. Sebelumnya, lembaga tersebut juga menurunkan rating terhadap utang pemerintah Yunani. Selain itu, Dubai juga sempat membayangi para investor dalam bertransaksi.

Sementara itu, indeks kembali mengikuti pergerakan dolar AS. Saat melemah, indeks pun melemah dan sebaliknya, namun harga komoditas menjadi tertekan.

Dengan semakin dekatnya akhir tahun, para investor mulai mengalihkan investasinya pada instrumen investasi defensif sepertu surat utang. Di sisi lain, keadaan pasar berfluktuasi dan para analis memprediksikan ha tersebut akan terus berlangsung hingga akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan Rabu, Dow Jones naik 51,08 poin (0,5%) ke 10.337,05, S&P 500 naik 4,01 poin (0,4%) ke 1.095,95, dan Nasdaq naik 10,74 poin (0,5%) ke 2.183,73. [mre]

 

asienk dukunk AKSI antikorupsi, jelas … 091209 9 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 6:17 am

order beli trub:
130
132
order jual trub:
135
137
order beli trub:
132 full matched
order jual trub:
135 full matched
order jual trub tambahan:
134
order beli trub tambahan:
131
order jual trub:
134 full matched
order jual trub:
137 full matched
————————————- saham lain
order beli elsa:
305
order jual elsa:
315
320
325
order beli elsa:
305 full matched
order jual elsa tambahan:
310
order jual elsa gw withdraw:
325
320
order jual elsa:
310 full matched
————————————- saham lain
order beli indy:
2050
order jual indy:
2175
order beli indy tambahan:
2100
order beli indy:
2100 full matched
order beli indy tambahan:
2075
————————————- saham lain
order beli antm:
2200
order jual antm:
2325
————————————- saham lain
order beli bumi:
2425
————————————- saham lain
Rabu, 09 Desember 2009 | 16:45

PASAR SAHAM

IHSG Tak Mampu Lewati Zona Merah

JAKARTA. Meski berhasil meminimalkan koreksinya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil menutup perdagangan Rabu (9/12) dengan positif. Aksi beli yang mulai banyak ternyata tak cukup kuat menahan tekanan jual. Sehingga, pada akhir perdagangan hari ini, IHSG turun tipis 0,1% ke level 2.481,297.

Cuma, koreksi di IHSG ini masih lebih baik ketimbang mayoritas bursa saham utama Asia. Indeks bursa saham Asia masih memerah dengan penurunan lebih dalam. Indeks Nikkei 225 turun 1,34% ke level 10.004,72, indeks Hang Seng turun 1,44% ke posisi 21.741,76, indeks Shanghai turun 1,73% ke posisi 3.239,57, indeks Kospi naik tipis 0,39% ke posisi 1.634,17, dan indeks Strait Times turun 0,3% ke posisi 2.797,21.

Tercatat sebanyak 97 saham harganya naik, 75 saham harganya turun, dan 60 saham harganya tidak mengalami perubahan. Volume transaksi sebesar 3,446 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi Rp 2,569 triliun.

Saham-saham yang harganya naik dan masuk dalam jajaran saham top gainers dalam rupiah adalah; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 3,31% menjadi Rp 18.700, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) naik 24,62% menjadi Rp 1.620, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik 9,17% menjadi Rp 2.975, PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BPTN) naik 6,67% menjadi Rp 3.600, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 1,34% menjadi Rp 15.150.

Sedang saham-saham penghuni top losers dalam rupiah adalah; PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,22% menjadi Rp 33.100, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) turun 1,21% menjadi Rp 28.550, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun 2,4% menjadi Rp 12.200, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Turun 2,13% menjadi Rp 9.200, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 0,88% menjadi Rp 11.200.

Sopia Siregar
Indeks Domestik Hanya Turun Tipis
Rabu, 09 Desember 2009 | 16:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Kekhawatiran terhadap demonstrasi besar-besaran seiring peringatan hari anti korupsi sedunia yang berlangsung Rabu (9/12) ini ternyata tidak banyak berdampak bagi bursa.

Kuatnya sentimen negatif dari faktor eksternal membuat indeks ditutup di teritori negatif. Jatuhnya indeks Dow Jones lebih dari 100 poin, dan kemudian diikuti oleh bursa regional agak membebani penguatan indeks.

“Hal ini sudah terlihat sejak kemarin dimana indeks justru naik meskipun tipis,” ujar Analis dari PT Reliance Securities, Gina Novrina Nasution. Karena investor sudah merefleksikannya kecemasan diawal pekan kemarin.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu ditutup di level 2.481,297, atau turun tipis 2,595 poin atau 0,1 persen dari posisi sehari sebelumnya di 2.483,892.

Fundamental makro ekonomi yang masih kuat seperti ekonomi yang masih tumbuh diatas 4 persen, laju inflasi yang terkendali, serta nilai tukar rupiah yang stabil mampu menahan indeks dari sentimen negatif global. “Sehingga indeks hanya turun tipis di tengah jatuhnya bursa regional,” ucapnya.

Saham yang berpindah tangan sebanyak 3,45 miliar unit dengan nilai transaksi Rp 2,57 triliun, serta frekuensi kurang dari 72 ribu kali. Sebanyak 97 saham naik, 75 saham turun, serta 60 saham tidak mengalami perubahan harga. Kali ini investor asing melepas saham dengan mencatat penjualan bersih Rp 136,32 miliar.

Saham-saham yang menahan penguatan indeks antara lain: Bank BRI turun Rp 100 menjadi Rp 7.800, Telkom jatuh Rp 200 menjadi Rp 9.200, Astra International merosot Rp 750 menjadi Rp 33.100, Indocement terkoreksi Rp 300 menjadi Rp 12.200, dan PTBA juga tergerus Rp 50 menjadi Rp 17.450 per saham.

Hari ini indeks diproyeksikan menguat ke level psikologis 2.500 setelah kekhawatiran terhadap demonstrasi tidak terbukti. Dan bila kembali mengalami koreksi akan turun ke 2.471.

Adapun di kawasan Asia, bursa Shanghai anjlok 1,73 persen yang memimpin penurunan bursa regional. Bursa Hong Kong melemah 1,44 persen, bursa Tokyo merosot 1,34 persen, bursa Singapura terkoreksi 0,3 persen, bursa Manila turun 1,02 persen, serta bursa Kuala Lumpur turun 0,45 persen

VIVA B. KUSNANDAR
Rabu, 09/12/2009 12:12 WIB
Sesi Siang
IHSG Cuma Susut 1,7 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di teritori negatif, meski berhasil memperkecil pelemahannya hingga penutupan sesi I. Investor memilih untuk menunggu di tengah pergerakan bursa-bursa regional yang sedang memerah.

Bursa regional pada sesi pagi ini bergerak melemah menyusul Wall Street tadi malam, setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang jangka panjang Yunani.

Pada perdagangan Rabu (9/12/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah tipis 1,755 poin (0,07%) ke level 2.482,137. Indeks LQ 45 melemah 0,598 poin (0,12%) ke level 491,320.

Hampir seluruh bursa regional terjebak di teritori negatif hingga sesi I berakhir.

Indeks Komposit Shanghai turun 53,46 poin (1,62%) ke level 3.243,21.
Indeks Hang Seng melemah 189 poin (0,86%) ke level 21.871,43.
Indeks Nikkei-225 melemah 124,85 poin (1,23%) ke level 10.015,62.
Indeks Straits Times melemah 4,45 poin ke level 2.801,05.

Perdagangan berjalan sangat lamban, dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 37.642 kali pada volume 1.607 juta lembar saham senilai Rp 1,073 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 68 saham turun dan 61 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 500 menjadi Rp 13.000, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 7.350, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 15.050, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.500.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 33.400, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.750, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 150 menjadi Rp 28.750, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.300.

(qom/dro)
Rabu, 09/12/2009 07:58 WIB
IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Global
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat tipis setelah selama sesi II terjebak di teritori negatif. Namun penguatan tipis itu terjadi dalam volume perdagangan yang sangat tipis.

Pada perdagangan Selasa (8/12/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 0,134 poin (0,00%) ke level 2.483,892. Transaksi juga hanya sekitar Rp 2,4 triliun, atau lebih rendah dari rata-rata transaksi hingga November yang mencapai Rp 4 triliun.

Gerak IHSG kembali dikepung sentimen negatif. Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani sekaligus memberikan outlook negatif. Penurunan peringkat Yunani itu sebelumnya juga telah merontokkan bursa Eropa.

Pada perdagangan Selasa (8/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melorot hingga 104,14 poin (1%) ke level 10.285,97. Indeks FTSE 100 merosot 1,65%, CAC 40 juga turun 1,43% dan Dax Frankfurt turun 1,66%.

Bursa-bursa global kembali dilanda kecemasan setelah penurunan peringkat Yunani tersebut, yang membuat investor membuang risk appetite untuk sementara. Hal itu pula yang menyebabkan dolar AS menguat tajam atas rival-rivalnya.

Bursa Jepang juga langsung terpuruk akibat sentimen negatif dari bursa global tersebut. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot hingga 104,51 poin (1,03%) ke level 10.035,96.

Sentimen negatif dari bursa-bursa global itu akan membuat IHSG kembali bergerak lesu. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG diprediksi akan bergerak melemah dalam volume yang tipis. Investor memilih untuk wait and see dengan melihat perkembangan sentimen regional, sekaligus perkembangan aksi massa 9 Desember memperingati hari antikorupsi.

————————————- saham lain
Kemelut Politik dan Stabilitas Ekonomi
Rabu, 9 Desember 2009 – 07:23 wib
TEXT SIZE :

Foto: Ist.
BERBAGAI masalah politik di Indonesia menguras tenaga dan pikiran sehingga berpotensi memengaruhi kinerja perekonomian.

Sekarang ini rencana kerja 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBYBoediono) bahkan tidak kita ketahui perkembangannya lantaran perhatian, energi, dan pikiran nasional lebih terfokus pada penyelesaian dua masalah besar dalam pengelolaan negara yang masuk ke ranah politik,yaitu masalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)- KPK-Polri dan Bank Century. Kedua persoalan itu mendominasi pemberitaan media massa dan sulit sekali dibedakan antara mitos dan fakta objektif.

Ke depan, pemerintah sebagai pilar utama administrasi negara (state) perlu mengambil hikmah dari pengalaman ini untuk lebih transparan dan akuntabel dalam setiap pengambilan kebijakan sehingga di kemudian hari terhindar dari dugaan dan rumor politik.Tentunya persoalan politik, dalam derajat tertentu, akan berdampak pada penciptaan dan pengelolaan stabilitas ekonomi. Sebuah kondisi yang mutlak dibutuhkan untuk mengejar target-target pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Di era demokrasi,konflik politik tak terhindarkan dan akan terjadi secara permanen.

Politisi dan partai politik saling kritik dan berdebat tentang berbagai isu dan kebijakan nasional. Dalam situasi seperti ini, stabilitas hanya akan terjadi kalau unsur-unsur berikut terpenuhi. Pertama, terdapat aturan main (rule of game) yang jelas dalam politik. Kedua,aktor politik memiliki kedewasaan yang cukup tinggi untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan individu dan kelompok.Ketiga,masyarakat yang mampu memahami realitas politik.Keempat, media dan civil-society berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab.

Kelima, penegakan hukum yang adil dan berwibawa. Destabilitas politik yang diakibatkan salah satu unsur tidak terpenuhi akan berdampak terhadap stabilitas ekonomi. Investor enggan menanamkan modal akibat risiko bisnis yang tinggi karena tidak adanya kepastian hukum. Logika ini juga berlaku bagi Indonesia. Dalam jangka panjang, Indonesia sama sekali tidak diuntungkan apabila kasus Bank Century tak terselesaikan.Apalagi di tengah-tengah persaingan antarnegara demi memperebutkan aliran investasi asing yang dibutuhkan untuk mengejar target ekonomi yang telah ditetapkan pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Jika kita melihat urgensi mitigasi persoalan politik dalam stabilitas ekonomi, kita dapat fokus memperhatikan bagaimana mitigasi ini diperlukan dalam spektrum rentang waktu lamanya investasi. Bagaimana persoalan politik akan memengaruhi persepsi tingkat keyakinan investor terhadap iklim usaha yang kondusif.Dalam sektor keuangan (finansial) dampak dari kegaduhan politik dengan mudah terlihat melalui fenomena capital-outflow.Adapun bagi sektor riil, dampak dalam jangka pendek tidaklah sesensitif sektor keuangan.

Kendati demikian, dampak terhadap sektor riil penting diperhatikan lantaran sektor ini mampu menjelaskan secara baik penyerapan angkatan kerja, kemiskinan, pembangunan ekonomi daerah, dan kesejahteraan riil masyarakat. Di Indonesia, permasalahan pengangguran dan kemiskinan menjadi target pemerintahan SBY-Boediono. Penyelesaian dua persoalan ini hanya akan terwujud apabila Indonesia memiliki stabilitas politik dan ekonomi yang ditunjang oleh sistem hukum yang baik. Ketiga hal ini memberikan rasa aman dan kepastian hasil bagi investor untuk menggerakkan roda perekonomian.

Ekonomi biaya tinggi (high-cost-economy) perlu dipangkas melalui transparansi dan akuntabilitas sistem birokrasi pemerintah pusat dan daerah. Keterkaitan dunia politik dan ekonomi terlihat dari sikap masyarakat Indonesia yang begitu concern terhadap prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setiap persoalan dapat dengan mudah menjadi persoalan politik. Penting dalam hal ini untuk memitigasi dan melokalisasi hiruk-pikuk politik agar tidak berdampak besar terhadap sistem perekonomian nasional. Bagaimanapun, kita semua perlu mengedepankan kepentingan nasional untuk menciptakan kesejahteraan melalui perimbangan akses ke sektorsektor ekonomi nasional.

Hari ini, 9 Desember, mengingatkan kembali bangsa dan negara terhadap komitmen reformasi untuk perang terhadap praktikpraktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Tidak ada bangsa yang dapat maju dan berdaya saing apabila memiliki tingkat korupsi yang tinggi. Saat ini sistem ekonomi nasional masih dibebani biayabiaya yang tidak terkait langsung dengan proses produksi. Karena itu, harus ada komitmen nasional menjadikan hari ini sebagai gerakan nasional memberantas KKN. Namun, kiranya perlu juga diperhatikan bahwa dinamika politik yang telah, sedang, dan akan terjadi bisa mengganggu pencapaian target pembangunan nasional.

Elite politik dan para birokrat, sekali lagi, diuji kedewasaannya untuk melihat persoalan dalam kaca mata objektif. Dengan demikian, setiap gejolak dan konflik politik dengan cepat dapat diselesaikan dan kita semua bisa kembali fokus dan konsentrasi untuk mengatasi ketertinggalan di sektor ekonomi dari negara lain.

Jangan sampai pada 2010 Indonesia masih sibuk dalam penyelesaian konflik politik, sedangkan negara lain seperti China, India, Singapura, Malaysia mampu memanfaatkan momentum.

Firmanzah PhD
Dekan Fakultas Ekonomi UI(Koran SI/Koran SI/rhs)
————————————- saham lain
order beli adro:
1690
————————————- saham lain
————————————- saham lain
————————————- saham lain
Trimegah Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung konsolidasi di atas support. Indikator stochastic menunjukkan indeks deadcross dan berada pada area oversold, sehingga peluang indeks menguji level support sangat terbuka. Hal ini juga didukung oleh minimnya sentimen bursa regional. Indeks akan konsolidasi pada kisaran 2.452-2.505

Kresna Graha Sekurindo
Indeks cenderung konsolidasi menuju kisaranan support 2.480 setelah ditutup menguat tipis 0,13 poin pada perdagangan kemarin. Pemodal harus tetap mewaspadai terjadinya koreksi, karena pergerakan MA 5 akan mencoba mendekati MA 20. Selain itu, indikator stochastic oscillator juga bergerak turun ke level 56,3 dari sebelumnya 83,0. Indeks berpotensi bergerak pada kisaran 2.470-2.498. Pemodal bisa mencermati saham JSMR, INDF dan UNVR.

Optima Sekuritas
Belum ada sentimen positif kuat yang bisa menjadi momentum penguatan indeks. Pemodal masih wait and see terhadap kondisi pasar, seperti aksi demo massal. Investor semestinya akan mengapresiasi positif, jika proses politik berjalan damai dan demokratis. Pelaku pasar bisa buy on weakness sejumlah pasar, kendati pergerakan indeks cenderung flat pada level 2.460-2.500.

Panin Sekuritas
Minimnya transaksi saham kemarin mengindikasikan investor mulai wait and see terkait aksi demo tentang antikorupsi hari ini. Meski bergerak dalam tekanan, indeks berpeluang menguat, menyusul kemungkinan terjadinya aksi beli saham-saham unggulan, seperti ASII, TLKM, INTP. Di tengah minimnya sentimen positif, indeks akan bergerak fluktuatif pada level support 2.467 dan resistance 2.498.

Sumber : INVESTORINDONESIA
————————————- saham lain
Rabu, 09/12/2009 04:48 WIB

Pasar abaikan isu ‘makar’
Gain IHSG tertinggi kedua di dunia

oleh :

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) bertahan di tengah koreksi bursa di emerging market. Pelaku pasar mengabaikan situasi politik menjelang aksi demonstrasi antikorupsi hari ini.

Pemodal asing kemarin tetap membeli saham unggulan dengan membukukan pembelian bersih senilai Rp157,51 miliar. IHSG pun menguat 0,005% atau 0,13 poin ke level 2.483,89. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hanya melemah tipis ke level Rp9.452 dari pembukaan perdagangan Rp9.430.

“Secara teknis, kenaikan IHSG memang terbatas karena telah menguat 5 hari berturut-turut pekan lalu. Daripada memperhatikan isu politik, pemodal sepertinya lebih mencermati sentimen korporasi, seperti kinerja fundamental PT Bumi Resources Tbk,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Dalam sepekan terakhir, situasi politik menghangat seiring sinyalemen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menuding adanya gerakan politik-dikonotasikan sebagai ‘makar’-mendompleng peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember, hari ini. (Bukan 9 September seperti tertulis kemarin)

Data Bloomberg menyebutkan sepanjang tahun ini IHSG membagi keuntungan (gain) terbesar kedua dalam dolar AS sebesar 118,35%, mengekor indeks Bovespa Brazil yang memiliki gain 138,49%.

Pada awal bulan, posisi bursa Indonesia masih di bawah dua negara emerging market lain yakni Peru dan Rusia. Namun, koreksi Indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) untuk emerging market sebesar 0,2% kemarin mengubah konfigurasi tersebut.

Analis PT Dongsuh Investment Management Diky H. Wirawan menilai kekuatan bursa nasional tidak dipengaruhi dinamika politik, sehingga isu ‘makar’ di balik aksi demonstrasi Hari Antikorupsi Sedunia tidak memengaruhi pasar.

Nilai transaksi bursa nasional kemarin mencapai Rp2,45 triliun, dengan kenaikan harga 72 saham, dan koreksi 108 lainnya. Indeks Bisnis-27 naik 0,13% atau 0,31 poin ke level 232,08. Sebaliknya, bursa utama Asia terkoreksi seperti Nikkei-225 (-0,27%), Hang Seng (-1,18%), dan KOSPI (-0,3).

Koreksi indeks emerging-market tercatat telah mencapai 5 pekan berturut-turut. Dubai Financial Market General Index menjadi bursa emerging market dengan koreksi terparah di antara bursa emerging market global, yakni sebesar 6,5%.

Indeks negara para sheik tersebut turun lebih dari 20% sejak Dubai World mengumumkan restrukturisasi utangnya senilai US$26 miliar pada 25 November.

Analis PT Anugerah Securindo Indah Viviet S. Putri menambahkan risk appetite investor Indonesia saat ini sudah jauh lebih kuat, sehingga isu politis tidak mudah memengaruhi pergerakan bursa.

Dia memberi contoh bom di JW Marriott atau kriminalisasi KPK yang tidak berujung pada koreksi dahsyat jangka menengah di bursa.

Terpisah, Kepala Riset PT Reliance Securities Tbk Andrew Sihar Siahaan menilai IHSG dalam jangka menengah masih menguat sehingga dapat menembus level 2.600 pada akhir tahun, dan selanjutnya bergerak menuju rentang 3.050-3.100 pada akhir tahun depan.

Presiden mendukung

Sementara itu, pada pidato resmi menyambut Hari Antikorupsi Sedunia tadi malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dukungan pada setiap acara dan prakarsa untuk menggaungkan semangat antikorupsi.

Presiden mengimbau aksi itu dilakukan dengan damai dan tertib, serta tidak memberi ruang kepada pihak-pihak yang ingin membonceng dan menodai aksi antikorupsi.

Dia juga menyadari kebijakan perang melawan korupsi akan berimplikasi munculnya serangan balik dari para koruptor. Untuk itu, lanjut Yudhoyono, pemerintahan siap menghadapi hal itu dengan terus maju tanpa perlu takut dengan potensi serangan balik dari para koruptor.

Di tempat terpisah, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) menyatakan aksi unjuk rasa Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional pada hari ini akan berjalan damai.

Aktivis Kompak Usman Hamid mengatakan peserta aksi unjuk rasa diperkirakan 20.000 massa dari pelbagai elemen masyarakat.

Dia meminta kepolisian mengantisipasi munculnya kelompok massa tandingan yang kontra terhadap aksi antikorupsi. (M03/21/M. Tahir Saleh/Nana Oktavia Musliana/Irsad Sati) (arif.gunawan @bisnis.co.id/anugerah.perkasa@ bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S. & Anugerah Perkasa

Bisnis Indonesia

bisnis.com
Shubuh, Demonstran Mulai Masuki Ibukota
Rabu, 9 Desember 2009 – 04:07 wib
TEXT SIZE :
Muhammad Saifullah – Okezone

Ist
JAKARTA – Peringatan Hari Antikorupsi Internasional di Ibukota akan disemarakkan oleh massa dari daerah. Mereka sebagian berangkat secara berkelompok dan sisanya memilih berangkat sendiri-sendiri.

Diperkirakan pada pukul 05.00 WIB, sejumlah demonstran sudah mulai memasuki wilayah Ibukota. Meski aksi baru dimulai pada siang hari, mereka memilih berangkat lebih awal untuk menghindari sweeping dari aparat atau terjebak kemacetan. Pilihan ini juga memudahkan massa berkonsolidasi dengan simpul-simpul massa di Jakarta.

“Saya akan membawa satu bus dari Cikarang dengan jumlah massa 100 orang,” ujar Direktur Institute for Democracy and Legal Empowerment (IDEAL) Muhammad Misbah kepada okezone di Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Rombongan yang dipimpin Misbah, mayoritas merupakan para praktisi hukum di wilayah Bekasi. Adapun sisanya merupakan para simpatisan upaya pemberantasan korupsi. “Sesampainya di Jakarta, kami akan bergabung dengan massa Kompak pimpinan Fadjroel Rahman,” ungkap dia.

Semangat Misbah beserta para rekannya muncul atas keprihatinan penegakan hukum di Indonesia. Tidak hanya dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK, namun juga pada praktik-praktik jual beli kasus di institusi penegak hukum. “Berantas korupsi, stop pelacuran hukum, itu jargon kami,” ujarnya.

Misbah menjelaskan, di Cikarang banyak kasus hukum yang bermasalah karena ketidakprofesionalan aparat penegak hukum. Dia mencontohkan, sejumlah laporan penipuan tidak jelas tindaklanjutnya dalam waktu lama. Pada waktu bersamaan, mobil yang disita polisi sebagai barang bukti terkait laporan itu malah dipakai oknum petugas Polres Bekasi.

“Sinyalemen masyarakat bahwa hukum dengan mudah digunakan untuk menjerat rakyat jelata, sementara tidak berdaya berhadapan dengan pemilik uang dan kekuasaan, harus dipahami sebagai sinyal yang serius, sehingga hukum kita tidak seperti sarang laba-laba. Yang hanya bisa menjerat serangga-serangga kecil,” sesalnya.

Pilihan berangkat lebih awal menuju Ibukota juga dilakukan sejumlah aktivis dari Yogyakarta. Mereka bahkan sudah tiba di Jakarta sejak kemarin petang. “Biar bisa istirahat dulu,” ujar Shodik yang mengaku datang ke Jakarta bersama dua rekannya. (ful)
Massa Demo 9 Desember Diprediksi 30 Ribu
Selasa, 08 Desember 2009 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Puluhan ribu orang diprediksi ikut dalam aksi 9 Desember memperingati Hari Antikorupsi. Aksi massa itu akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Menurut aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) Adhie Massardi, aksi besok akan dihadiri 40 elemen masyarakat antikorupsi. Saat ini Adhie dan rekan-rekannya sedang menggodok aksi apa saja yang akan digelar besok.

“Persiapan belum matang, tapi hari ini akan dimatangkan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Adhie ketika dihubungi Tempo.

Adhie tak bisa memprediksi berapa orang yang akan hadir dalam aksi besok. Sampai sekarang, dia dan rekan-rekannya terus mengajak semua elemen masyarakat untuk hadir. Dalam hitungan kasarnya, Adhie memprediksi yang hadir sekitar 30 ribu orang. “Bisa jadi lebih,” tandas dia.

Adhie juga ingin meminimalisir jumlah ‘penumpang gelap’ yang mencoba menyusup dalam aksi 9 Desember. Dia mengimbau setiap elemen diwajibkan mengkoordinasi massanya sendiri. Namun dia tak memungkiri kalau nantinya masih ada ‘pembonceng’.

“Setiap elemen harus bertanggung jawab atas massanya masing-masing. Untuk antisipasi penyusupan kami sudah kordinasi dengan pihak polisi,” kata mantan juru bicara kepresidenan di era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

Salah seorang penggagas aksi Ray Rangkuti, saat dihubungi Tempo, mengatakan aksi turun ke jalan besok bakal diperingati berbeda. “Tidak ada orasi yang disampaikan, yang ada hanya nyanyian dan doa bersama,” ujarnya.

Ray, yang lebih optimistis, mengatakan jumlah peserta aksi 9 Desember diperkirakan mencapai 100 ribu orang, meski hingga siang tadi belum ada data pasti mengenai kepastian jumlah itu. “Kan bisa saja peserta demo tiba-tiba batal ikut.”

Peserta aksi unjuk rasa, lanjut Ray, terdiri dari tokoh agama, organisasi kepemudaan dan mahasiswa. “Acara akan dibuka oleh Edo Kondologit dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu setelah itu masing-masing perwakilan membacakan doa dari Hazim Muzadi.”

Ray menjamin aksi demo besok berjalan damai. Dia juga menepis dugaan Presiden soal ‘penumpang gelap’. “Itu hanya rumor ketakutan saja, kalau memang sudah tahu bakal ada penumpang gelap, tangkap saja,” kilahnya.

Organisasi Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Hizbut Tahrir Indonesia dipastikan ikut serta dalam aksi besok. Kompak, Indonesia Corruption Watch, dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) juga bakal ikut serta. Tak lupa mahasiswa dari perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ikut meramaikan aksi itu. “Aksi besok akan didominasi mahasiswa. Kami para aktivis mau memandu mereka secara politik,” kata Adhie.

Aksi 9 Desember juga bakal dihadiri beberapa tokoh politik seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Effendy Gazali (Kompak), Usman Hamid (Kontras), Yudi Latief, dan Khofifah Indar Parawangsa.

Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel untuk menjaga ketertiban aksi. “Kekuatan personel kami besok ada 9.000 personel ditambah satuan cadangan 4.000 personel, tapi tentu berapa personel yang akan diturunkan tergantung pada perkembangan situasi,” ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar.

Personel kepolisian yang akan diturunkan besok akan disebar di sejumlah titik sentral aksi dan pengawalan dari lokasi keberangkatan aksi hingga ke lokasi aksi. “Kami berharap aksi besok lancar, mematuhi aturan dan tidak ada kerusuhan,” kata Boy.

DANANG WIBOWO | APRIARTO MUKTIADI | AGUNG SEDAYU

 

hari gw coba2 berekspektasi beli … 031209 3 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 1:15 pm

order beli trub:
132
order beli trub tambahan:
134
order jual trub:
135
136
order jual trub:
135 full matched
136 full matched
order jual trub tambahan:
140
139
order jual trub revisi:
138
————————- saham lain
order beli elsa:
300
order beli elsa tambahan:
305
order beli elsa:
305 full matched
order jual elsa:
310
————————- saham lain
order beli bnii:
350

————————- saham lain
order jual bbri:
8050
order jual bbri:
8050 full matched
————————- saham lain
order beli indy:
2125
2150
order jual indy:
2200
2175
————————- saham lain
03/12/2009 – 16:20
IHSG Ditutup Naik 28,48 Poin ke 2.500
Wahid Ma’ruf

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (3/12) ditutup naik 28,48 poin (1,15%) di level 2.500,04 yang mendapat sentimen positif dari pembukaan bursa Eropa yang dibuka naik.

Hal itu dikatakan analis saham BNI Securities Muhammad Alfatih kepada INILAH.COM Kamis (3/12). “Indeks bergerak menguat dipengaruhi bursa Eropa yang dibuka naik hingga 1% dan bursa regional yang juga masih berada di area positif,” katanya.

Sentimen positif ini berbarengan dengan data yang dikeluarkan BI soal BI rate yang tetap dipertahankan di level 6,5%. Kebijakan BI ini sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga menjadi sentimen yang membuat indeks menembus level 2.500.

Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar unit saham senilai Rp3,2 triliun, dengan 113 saham naik, 77 saham turun dan 61 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 6,6 poin ke 495,64 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,3 poin ke 413,09.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp4.450 ke Rp174.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp950 ke Rp30.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp4550 ke Rp17.750, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp550 ke Rp11.850, Mandom Indonesia ((TCID) naik Rp400 ke Rp7.500, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp200 ke Rp9.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp200 ke Rp8.050.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Bank Ekonomi Raharja (BAEK) turun Rp300 ke Rp2.700, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp100 ke Rp10.100. [hid/cms]
————————- saham lain

————————- saham lain
… 50 menit jelang tutup, ihsg tertahan oleh sinyal parabolic sar yang mengarah jual … jenuh beli pun sudah tampak di teknikal slow stochastic… ihsg berada di atas medium bollinger bands 2489 … tapi juga semakin dekat pada pada batas atas bollinger bands di 2500 … analis pro ada yang bilang bahwa ujian ihsg hari ini adalah tembus 2500 …
… 14 menit jelang tutup, ihsg mulai mantul naek setelah keluar dari area jenuh beli dan golden cross mulai terjadi lage ke beli kuat di 2494 …
… ihsg bener juga ditutup di 2500, sesuai ekspektasi analis pro … namun gw agak bingung liat bumi yang flat di 2550, kayanya ini doji, padahal bumi tetap maseh berperan sebagai index mover … mungkin kah ini pertanda koreksi bwat bumi dan sekaligus ihsg esok … well, liat aja dah
————————- saham lain
Kamis, 03/12/2009 12:09 WIB

Sesi I ditutup cerah, PGAS dan TLKM merajai

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 12,22 basis poin (0,5%) menjadi 2.483,78 pada penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia hari ini. Saham PGAS, TLKM dan UNVR menjadi top gainer.

Pada perdagangan saham sesi I, sebanyak 64 saham naik, 61 saham turun dan 269 saham tidak berubah. Saham PGAS naik Rp100 menjadi Rp3.900, TLKM naik Rp100 menjadi Rp9.100, UNVR naik Rp250 menjadi Rp11.550, PTBA naik Rp400 menjadi Rp17.600, BBRI naik Rp50 menjadi Rp7.900, INTP naik Rp150 menjadi Rp11.750.

Selanjutnya, BYAN naik Rp150 menjadi Rp5.650, ASII naik Rp100 menjadi Rp32.650, UNTR naik Rp100 menjadi Rp15.200 dan CPIN naik Rp100 menjadi Rp2.150.

Adapun, saham-saham yang mengalami penurunan adalah BMRI turun Rp50 menjadi Rp4.575, BUMI turun Rp50 menjadi Rp2.500, GGRM turun Rp350 menjadi Rp18.150, BNBR turun Rp4 menjadi Rp97, dan ISAT turun Rp50 menjadi Rp4.950.

bisnis.com

03/12/2009 – 12:03
IHSG Sesi I Ditutup Naik 12,2 Poin
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG  pada sesi I perdagangan Kamis (3/12) ditutup naik 12,2 poin (0,49%) di level 2.483,78 yang cenderung mixed mengikuti pergerakan bursa regional.

Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital Bayu Aji kepadaINILAH.COM Kamis (3/12). “Indeks bergerak cenderung mixed mengikuti bursa regional walaupun bursa Jepang dan Singapura naik cukup lumayan,” katanya.

Investor saat ini masih wait and see terhadap kebijakan BI terhadap BI Rate. Walaupun sudah diprediski akan dipertahankan 6,5%. Pada sesi I saham-saham blue chip terlihat bertahan di zona positif. Walaupun sesi II ada potensi koreksi dari saham sektor perbankan setelah ada pengumuman BI rate. Selain itu tergantung perkembangan bursa Hongkong kalau turun maka akan memicu koreksi.

Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar unit saham senilai Rp1,5 triliun, dengan 70 saham naik,63 saham turun dan 75 saham stagnan. Untuk LQ45  naik 2,7 poin ke 491,75 dan Jakarta Islamic Index (JII)  naik 2,8 poin ke 409,67.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp4.450 ke Rp174.500, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp400 ke Rp17.600, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp250 ke Rp11.550, United Tractors (UNTR) naik Rp200 ke Rp15.300, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp200 ke Rp11.800, Bayan Resources (BYAN) naik Rp150 ke Rp5.650, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp125 ke Rp3.925.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp300 ke Rp18.200, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun RP75 ke Rp3.300. [hid/cms]