1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

in$ider trading by lawmakers BANNED … 150212 3 Februari 2012

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 7:29 am

SAHAM TAK WAJAR: Kenaikan UMA hanya mekanisme pasar

Oleh Muhammad Kholikul Alim

Senin, 06 Februari 2012 | 18:42 WIB

bisnis indonesia
… menurut gw, UMA itu wujud insider trading ala indon …

JAKARTA: Maraknya transaksi pasar yang tidak wajar (Unusual Market Activity/UMA) beberapa pekan belakangan ditanggapi dingin oleh bursa. Menurut Direktur Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo, kenaikan jumlah transaksi UMA disebabkan dinamika pasar.

“Saya rasa ini salah satu dinamika market aja. Selain first liner saham second liner bergerak,” ujarnya di Jakarta, hari ini 6 Febuari 2012.

Sejak awal Januari hingga awal Febuari 2012, tercatat 11 emiten memiliki pergerakan saham yang tidak wajar dan dimasukkan kotak UMA oleh bursa. Empat diantaranya bahkan dikategorikan sebagai transaksi tidak wajar hanya dalam waktu tiga hari, yakni LCGP, PGLI, YULE, FMII.

Saham-saham dengan transaksi tidak wajar memang merupakan saham kelas dua. Merujuk data Bursa Efek Indonesia, di awal tahun transaksi tidak wajar lebih sering terjadi dibandingkan pertengahan atau akhir tahun.

Awal 2011, tercatat saham 10 emiten ditransaksikan dengan tidak wajar. Angka tersebut jauh diatas rerata UMA tahun lalu sebesar 7,2 kasus per bulannya.

Uriep menambahkan, pihak bursa masih sebatas melakukan pemantauan terhadap transaksi saham-saham tersebut. Meski begitu, beberapa emiten sudah dikirimi surat oleh bursa untuk dimintai penjelasan terkait transaksi saham mereka yang tidak wajar.

“Umumnya, kita hanya melihat mekanisme marketnya saja. Kalau ada UMA, kita perlu warn,” jelasnya.

Menurutnya, hingga kini belum ada indikasi penyelewengan yang dilakukan oleh emiten-emiten dengan transaksi saham yang tidak wajar. Bursa juga belum melihat adanya penyelewengan yang dilakukan oleh anggota bursa dan perusahaan efek yang mentransaksikan saham-saham tersebut.

Tahun lalu, kasus transaksi yang tidak wajar (unusual market activity) mencapai 72 kasus. Jumlah tersebut turun 28% dibandingkan jumlah kasus UMA di tahun sebelumnya yang mencapai 100 kasus.

Menurut Uriep, penurunan tersebut dikarenakan BEI mengurangi campur tangannya dalam transaksi di pasar modal. “Kami tidak banyak intervensi lagi, sebatas watching the market saja,” katanya.

AS pantau RI
Dalam perkembangan lainnya, beberapa pengusaha asal negeri paman sam hari ini melakukan kunjungan ke bursa efek Indonesia. Menurut Direktur Utama BEI Ito Warsito, para pengusaha AS mengaku tertarik dengan Indonesia.

“Bussinessman perusahaan-perusahaan Amerika ingin tahu tentang negara-negara Asean, jadi mereka berkunjung kesini,” ujarnya selepas menerima kunjungan US-ASEAN Bussiness Council Delegation di gedung BEI hari ini, 6 Febuari 2012.

Beberapa perusahaan yang mengirim perwakilannya, menurut Ito, a.l Citibank, perusahaan asuransi internasional ACE Group, Kohlberg Kravis & Roberts, General Atlantics, serta beberapa perusahaan finance equity. Ketika ditanya apakah perusahaan-perusahaan tersebut berencana berinvestasi di pasar modal Indonesia, Ito mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut.

Berdasarkan situs resminya, US-ASEAN Business Council merupakan organisasi yang beranggotakan beberapa perusahaan besar asal Amerika. Di sektor finansial, salah satu agenda yang mereka usung adalah integrasi ekonomi Asean.

Disinggung mengenai rencana wacana integrasi pasar modal Asean, Ito menyangkal jika kunjungan US-ASEAN Bussiness Council terkait hal tersebut. (Bsi)

WASHINGTON, Feb 2, 2012 (AFP)
Amid deep election-year anger at politicians and Wall Street, the US Senate on Thursday overwhelmingly approved a bill aimed at explicitly banning insider trading by lawmakers.

The measure sailed through the usually polarized chamber by a lopsided 96-3 margin, despite criticisms that existing securities fraud legislation already applied to congress and a mild feud over applying it to the executive branch.

The bill, which had President Barack Obama’s strong support, bars lawmakers, who often get private briefings from top corporate executives, as well as families and staff to enrich themselves by trading on non-public information.

The measure, which Republican leaders said would get a House vote next week, would also require lawmakers and their aides to report transactions in stocks, bonds, or commodities and other investments within 30 days.

Obama, in a statement released shortly after the vote, said he was “pleased” and stressed that “no one should be able to trade stocks based on nonpublic information gleaned on Capitol Hill,” but called for other measures.

“There is much more work to be done, like prohibiting elected officials from owning stocks in industries they impact, and prohibiting people who bundle campaign contributions for Congress from lobbying Congress,” he said.

Obama had pushed lawmakers in his State of the Union speech last week to “send me a bill that bans insider trading by members of Congress; I will sign it tomorrow,” tying it to “the corrosive influence of money in politics.”

The measure came amid deep US public anger at the sour economy and the US Congress, which recent polls have found sits at an abysmal nine percent job approval rating, ahead of the November 6 elections.

The legislation must still clear the House of Representatives, followed by a House-Senate “conference” to agree on a compromise bill that would need to be adopted again before it can go to Obama for his signature.

Republican House Majority Leader Eric Cantor said he would bring the measure to a vote next week and “ensure that public servants, whether in the legislative or executive branch, do not personally profit from insider information.

“It is critical that the bill we send to the President guarantees that the same rules apply to those in the federal government as they do to everyone else,” he said.

The conference will also have to rule on how many employees in the executive branch, which generally has tighter rules regarding disclosure of financial interests, will be covered by the bill.

Senators adopted a range of amendments to the legislation, including one by Republican Senator John McCain and Democratic Senator Jay Rockefeller forbidding lavish bonuses at government-controlled mortgage finance giant Freddie Mac and sister institution Fannie Mae.

That move came after media reports that the Federal Housing Finance Agency, which has overseen both Freddie and Fannie since 2008 to prevent their collapse amid the global financial crisis, approved $12.8 million in bonuses to top executives at both institutions.

 

orang kaya berani gagal :) 081110 13 Agustus 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 10:15 am

Kamis, 28 Oktober 2010 | 16:11 oleh Titis Nurdiana, Adi Wikanto
PERENCANAAN RISIKO KEUANGAN
Mengurangi risiko dengan antisipasi matang

JAKARTA. Punya banyak uang, bisa foya-foya, tua bahagia, dan mati masuk surga. Barangkali, ini cita-cita kebanyakan orang. Namun, manusia memang hanya bisa berharap dan merencanakan. Hasilnya belum tentu sesuai harapan.

Begitu juga dalam perencanaan keuangan. Meski hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan, kita bisa mengantisipasi kemungkinan munculnya risiko. “Antisipasi dengan mengelola risiko,” tandas Prita Hapsari Gozie, Kepala Perencana Keuangan ZAP Finance. Mengelola risiko bertujuan mencegah atau meminimalkan terjadinya kerugian dalam rencana keuangan.

Ada empat risiko dalam perencanaan keuangan: yakni risiko kehilangan penghasilan, risiko pasar, risiko kredit, serta risiko kesehatan. Risiko pasar terjadi ketika nilai aset lancar berkurang karena terpengaruh kondisi harga di pasar. Risiko kredit berupa kemungkinan gagal bayar atas obligasi atau utang yang kita miliki. Risiko kesehatan terjadi lantaran biaya kesehatan yang tinggi.

Menurut Ligwina Poerwo Hananto, Chief Executive Officer Quantum Magna Financial, upaya mengantisipasi risiko tak berarti harus membeli produk asuransi. Kita bisa melakukannya melalui tindakan pencegahan, mengurangi, membagi, atau mengalihkan risiko. “Agar terhindar dari risiko kerusakan mobil, Anda bisa menggunakan angkutan umum atau hati-hati berkendara,” ujar Wina, panggilan karib Ligwina.

Begitu pula dengan kesehatan. Untuk menghindari risiko sakit, misalnya, Anda bisa mencegahnya dengan mengatur pola makan dan olahraga teratur. “Asuransi kesehatan hanya menjadi tambahan untuk memastikan jika sakit tetap memiliki perlindungan,” ujar Wina.

Risiko kehilangan penghasilan dapat ditanggulangi dengan beberapa cara. Salah satunya dengan memiliki asuransi jiwa untuk kepala keluarga. “Memiliki asuransi jiwa untuk menjamin masa depan keluarga,” imbuh Prita.

Risiko kehilangan pekerjaan juga bisa diantisipasi dengan menyiapkan dana darurat. Bagi karyawan, nilai dana darurat yang ideal minimal enam kali pengeluaran bulanan. Sementara, untuk wiraswasta, minimal 12 kali pengeluaran bulanan. “Bisa juga dengan mempersilakan pasangan kita bekerja sehingga tak bergantung 100%,” ujar Wina.

Sri Khurniatun, Kepala Perencana Keuangan dari Kurnia Consulting, menambahkan bahwa memiliki aset aktif seperti rumah kos, kontrakan, atau bisnis sampingan juga membantu mengantisipasi risiko atas kehilangan pekerjaan. “Pendapatan dari usaha-usaha sampingan ini bisa menjadi pos penghasilan lain,” ujar Sri.

Mengukur risiko

Para perencana keuangan menyarankan, sebelum kita menghadapi risiko, sebaiknya kita memahami profil risiko pribadi kita masing-masing. Ada tiga variabel yang umumnya menjadi patokan menghadapi risiko dalam perencanaan keuangan keluarga.

Pertama, adalah bagaimana sikap atau toleransi Anda terhadap risiko. Kedua, seberapa besar kemampuan atau kapasitas keuangan Anda dalam menghadapi risiko. Terakhir, seberapa besar asumsi risiko yang ditetapkan. “Berkaca dari tiga faktor tersebut, masing-masing individu dengan tujuan keuangan tertentu memiliki kemampuan berbeda dalam menghadapi risiko,” tandas Wina.

Ketika mencairkan pinjaman, Anda harus sadar bahwa ada kewajiban untuk mengembalikan. Oleh karena itu, sebelum berutang, Anda harus berhitung dulu berapa besar kemampuan untuk mengembalikan. “Kalau dirasa tak bisa membayar utang, jangan berutang,” kata Wina.

Risiko investasi biasa menempel pada orang yang suka berinvestasi. Untuk itu, mereka harus menyesuaikan alokasi aset dengan cara berinvestasi sesuai dengan sifat pribadinya.

Cara mudah untuk mengetahui sifat pribadi ini adalah bertanya pada diri sendiri. Apakah di dalam kehidupan, kita cukup berambisi? Apakah kita termasuk orang yang sangat agresif di dalam menekuni pekerjaan atau apakah Anda menyukai hobi yang menantang?

Apabila jawaban Anda “iya”, berarti Anda cenderung menjadi orang yang agresif. “Orang agresif sudah pasti lebih berani mengambil risiko,” ujar Wina. Alhasil, Anda bisa mengalokasikan investasi Anda di dalam produk yang agresif. Begitu pula sebaliknya.

Selain itu, melakukan diversifikasi juga menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko. Teori kuno ini memang harus dilaksanakan sebagai salah satu cara ampuh untuk menurunkan tingkat risiko. “Dengan menyebar investasi di beberapa produk yang berlainan, Anda akan terhindar dari risiko penurunan nilai aset,” ujar Wina.

Memahami Statistik Ekonomi: Pendapatan per Kapita 2010
Selasa, 26 Oktober 2010 – 09:44 wib

Perekonomian Indonesia memang sedang naik daun. Ketika dunia dilanda krisis, perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh positif, bahkan hingga 4,5 persen pada 2009.

Padahal, tahun itu banyak negara mengalami kemerosotan dalam perekonomian. Di Indonesia, jumlah penduduk yang besar tidak lagi dilihat sebagai ”hantu” perekonomian, tetapi sebagai pasar yang besar dan menarik.

Orang asing berdatangan ke Indonesia untuk menanam modal dan menjual barang dan jasa ke Indonesia. Lebih menggembirakan lagi, tahun ini pendapatan per kapita orang Indonesia diperkirakan mencapai USD3.000. Seorang teman mengatakan,pencapaian angka ini sangat penting. Dia mengatakan, Presiden China pernah menargetkan pencapaian pendapatan per kapita sebesar USD3.000 pada 2020.

China ternyata telah mencapainya pada 2008-2009. Teman ini juga mengatakan, perekonomian Korea Selatan tumbuh dengan amat cepat, 11 persen per tahun setelah mencapai pendapatan per kapita sebesar USD3.000. Dengan kata lain, Indonesia akan segera memasuki era pertumbuhan ekonomi yang makin cepat.

Teman ini tampaknya lupa bahwa Pemerintah Indonesia ingin mencapai pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan. Artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu penting. Harus dilihat apa yang menyebabkan pertumbuhan tersebut.

Apakah pertumbuhan yang tinggi itu disertai berbagai hal negatif seperti perusakan lingkungan, penurunan kesehatan penduduk, polusi udara, dan kemacetan di jalan raya yang menurunkan produktivitas penduduk?

Selain pertanyaan konseptual berkaitan dengan tujuan pembangunan ekonomi, dia juga lupa bagaimana pendapatan per kapita tersebut dihitung. Dia menggunakan konsep yang disebut dengan ”pendapatan nominal”, dan bukan ”pendapatan nyata”.

Pendapatan nyata memperlihatkan perubahan dalam daya beli,sedangkan pendapatan nominal mencakup perubahan daya beli dan perubahan harga. Sebuah contoh: setelah lima tahun bekerja, gaji Amin meningkat dari Rp5 juta menjadi Rp6 juta.

Amin tampak senang kenaikan Rp1 juta ini, tapi sesungguhnya daya belinya menurun. Dengan asumsi inflasi hanya lima persen per tahun, gaji Amin seharusnya naik menjadi kira-kira Rp6,5 juta agar daya belinya tidak berubah.

Kenaikan gaji Rp1 juta itu sesungguhnya tidak mencukupi untuk mengimbangi kenaikan harga. Amin mengalami peningkatan pendapatan nominal, tetapi pendapatan nyata dia yakni daya beli telah menurun.

Kalau inflasi lebih tinggi dari lima persen per tahun, daya beli Amin akan turun lebih banyak. Di Indonesia, inflasi lima persen sudah dianggap rendah. Maka, tiap tahun pendapatan Amin harus naik lebih tinggi dari lima persen agar daya belinya meningkat.

Bagaimana dengan pendapatan per kapita USD3.000? Teman tadi memperlihatkan betapa hebatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2004-2010. Pendapatan per kapita naik secara cemerlang dari USD1.196 pada 2004 menjadi USD3.000 pada 2010.

Pendapatan per kapita naik menjadi hampir tiga kali lipat selama enam tahun! Angka pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 15,3 persen per tahun selama periode enam tahun ini. Luar biasa!

Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 1998 tak pernah lebih tinggi daripada 6,5 persen per tahun. Lalu, dari mana datang angka 15,3 persen itu? Kesan cemerlang tadi diperoleh dengan menggunakan konsep pendapatan nominal untuk membandingkan pendapatan per kapita.

Dengan kata lain, perbandingan pendapatan per kapita selama 2004-2010 itu belum tentu mencerminkan perubahan dalam daya beli masyarakat. Sebagian dari perubahan pendapatan selama enam tahun itu karena kenaikan harga.

Mari kita lihat data Badan Pusat Statistik (BPS). Karena data 2010 belum selesai, saya hanya memakai data 2009 untuk menghindar data proyeksi. Bila menggunakan pendapatan nominal, pendapatan per kapita di Indonesia naik menjadi USD2.696 pada 2009, lebih dari dua kali lipat USD1.179 pada 2004.

Data dengan pendapatan nominal dari BPS ini pun memberikan kesan yang luar biasa pada peningkatan pendapatan per kapita Indonesia. Namun, BPS juga memberikan data pendapatan nasional nyata yang memungkinkan kita melihat perubahan daya beli.

BPS menggunakan tingkat harga pada 2000 untuk membandingkan daya beli di 2004 dan 2009. Diukur dengan tingkat harga 2000, pendapatan per kapita Indonesia sebesar USD851 pada 2004 yang kemudian naik hanya menjadi USD1.045 pada 2009.

Kenaikan yang hanya 22 persen selama lima tahun jauh lebih kecil dari yang diperlihatkan dengan statistik pendapatan nominal. Artinya kenaikan yang luar biasa dari pendapatan per kapita yang diperlihatkan teman tersebut sebagian besar karena kenaikan harga yang cepat.

Dengan kata lain, pendapatan per kapita naik dengan cepat, tetapi disertai kenaikan biaya hidup yang cepat pula. Memang perhitungan dengan menggunakan konsep pendapatan nominal dapat memberi gambaran yang salah karena mencakup perubahan harga dan tidak mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat.

Kalau kita menggunakan konsep pendapatan nominal, kita dapat dengan ”mudah” menggandakan pendapatan per kapita kita menjadi USD6.000 pada 2014. Caranya? Pendapatan per kapita harus tumbuh 17,5 persen per tahun selama 2010-2014. Asumsikan pertumbuhan penduduk 1,3 persen per tahun. Maka, pertumbuhan pendapatan secara nominal harus tumbuh kira-kira 19 persen per tahun.

Kalau selama empat tahun ke depan pendapatan tumbuh rata-rata tujuh persen per tahun, inflasi harus mencapai rata-rata minimal 12 persen. Untuk menggandakan pendapatan per kapita pada 2014, kita harus bersiap menghadapi inflasi yang luar biasa yakni 12 persen per tahun.

Artinya, tiap tahun hingga 2014 harga akan naik 12 persen. Kalau pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari tujuh persen, inflasi harus lebih tinggi lagi.

Maukah kita menggandakan pendapatan nasional per kapita kita dengan peningkatan biaya hidup yang cepat? Tentu saja tidak. Ini hanya contoh dramatis dari kelemahan menggunakan konsep pendapatan nominal untuk memperlihatkan kemajuan perekonomian Indonesia.

Kita dapat memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, tetapi pendapatan yang tinggi ini dapat pula disertai biaya hidup yang makin tinggi. Selama 2004-2009, daya beli masyarakat memang mengalami kemajuan, tetapi tidak sedramatis yang diperlihatkan dengan statistik pendapatan nominal. Semoga kita lebih arif dalam membaca statistik ekonomi.(*)

Aris Ananta
Ekonom
Universitas Indonesia(Koran SI/Koran SI/ade)
Ekonomi Tumbuh, Target BEI Konservatif
Kamis, 28 Oktober 2010 – 18:12 wib

JAKARTA – Direktur Investment Banking PT Danareksa Sekuritas Marciano menyatakan bahwa semestinya target-target yang ditetapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai pergerakan bursa 2011 mendatang tidak sebatas penetapan target angka.

Hal lain yang paling mendasar adalah bagaimana upaya otoritas bursa melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mendorong perusahaan-perusahaan melakukan IPO. “Dengan upaya ini, perusahaan yang go public lebih berkualitas,” kata Marciano di Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Selama ini lanjut dia, otoritas pasar modal terkesan hanya melakukan aksi-aksi guna mencapai target yang dipatok tanpa memperhatikan aspek kualitas. Dampaknya, perusahaan yang go public seolah-olah dipaksakan, sehingga saat tercatat di bursa aktifitas perdagangannya tidak likuid. “Paska IPO, banyak emiten yang hanya menjadi saham tidur,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata transaksi harian pada 2011 naik hanya tujuh persen menjadi Rp4,85 triliun dibanding target akhir tahun ini yang dipatok Rp4,5 triliun. Target ini sangat konservatif di tengah tumbuhnya proyeksi ekonomi nasional.

”Target nilai rata-rata transaksi tahun depan dengan menggunakan asumsi 247 hari kerja,” kata Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Ito menambahkan, otoritas bursa menargetkan emiten baru yang melakukan penawaran umum saham perdana (Initail public offering/IPO) di BEI pada 2011 sekitar 25 perusahaan. Angka ini sama dengan jumlah emiten yang ditargetkan hingga akhir tahun ini. Sedangkan untuk pencatatan tambahan yang meliputi right issue, saham bonus dan waran, BEI mengharapkan penambahan 35 emiten.

Untuk instrumen surat utang Ito menambahkan, pada 2011 BEI menargetkan penerbitan obligasi korporasi sebanyak 35 emisi, dan emisi obligasi negara 17 emisi. Sementara rata-rata volume transaksi harian Surat Berharga Negara (SBN) diproyeksikan mencapai Rp7,46 miliar dan rata-rata transaksi harian obligasi korporasi mencapai Rp18,37 miliar.

Mengenai proyeksi kinerja keuangan BEI tahun depan, Ito mengungkapkan, BEI mematok perolehan laba usaha sebesar Rp137,72 miliar. Target ini turun sebesar 18,9 persen, jauh di bawah proyeksi laba usaha hingga akhir tahun 2010 yang ditargetkan Rp169,54 miliar

Laba tersebut lanjut dia, akan dikontribusikan dari pendapatan usaha bersih sebesar Rp473,98 miliar, atau naik tipis sebesar tujuh persen dari target akhir tahun ini sebesar Rp439,30 miliar. Adapun beban usaha ditargetkan Rp332,26 miliar atau meningkat 23,4 persen dari target tahun 2010 sebesar Rp269,76 miliar.

BEI juga memproyeksikan pendapatan lain-lain pada tahun depan sebesar Rp71,75 miliar. Angka ini meningkat 20,35 dari proyeksi tahun 2010 Rp59,22miliar. Sementara laba sebelum pajak diharapkan menjadi Rp209,83 miliar. Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi indikator ekonomi nasional di 2011. “Itu kami susun sesuai rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) 2011,” kata Ito.

Padahal secara makro, ekonomi nasional pada 2011 diperkirakan tumbuh dibanding akhir tahun ini. Pada 2011, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 6,3 persen, atau naik dari proyeksi akhir tahun ini sebesar enam persen. Inflasi antara tujuh sampai delapan persen dari proyeksi akhir 2010 di kisaran 6 persen.

Suku bunga Sertifikat bank Indonesia (SBI) untuk satu bulan berkisar 7-8 persen, dengan suku bunga deposito diharapkan berada dikisaran tujuh sampai delapan persen, kurs rupiah pada 2011 ditargetkan berada di level Rp9.500 per USD serta patokan return untuk investasi jangka pendek 14 persen.(adn)(Whisnu Bagus /Koran SI/rhs)
Trik Memaksa Diri Menabung

SHUTTERSTOCK

Senin, 25/10/2010 | 10:22 WIB
KOMPAS.com — Menabung adalah cara untuk memberdayakan diri. Kebiasaan menyisihkan uang akan memberikan rasa aman secara finansial dan kebebasan untuk membuat pilihan.

Bukan rahasia lagi bila banyak orang dengan penghasilan seberapa pun ternyata mengalami kesulitan untuk menabung. Penyebabnya, tak lain gaya hidup yang meningkat. Akibatnya, gaji selalu habis untuk membiayai gaya hidup. Padahal, untuk memulai kebiasaan menabung, Anda bisa melakukan dari hal-hal yang sederhana, demikian saran Burton Malkiel dan Charles Ellis, penulis buku The Elements of Investing. Berikut adalah delapan cara yang direkomendasikan Malkiel dan Ellis untuk membuat Anda menggunakan uang lebih jarang, dan menabung lebih sering.

1. Kenali penggunaan kartu kredit Anda. Pengguna kartu kredit yang disiplin bisa mendapatkan rewards point dengan menggunakan kartu kreditnya untuk semua pembelanjaan, tetapi membayar seluruh tagihannya tepat waktu. Bila kontrol diri Anda kurang, sebaiknya gunakan kartu debet saja untuk memastikan pengeluaran Anda tidak lebih besar daripada saldo rekening Anda. Amati billing statement Anda untuk mengetahui ke mana saja Anda membelanjakan uang.

2. Biarkan orang lain membayar untuk Anda. Bagaimana caranya? Misalnya, Anda mengikuti iuran dana pensiun. Minta bank untuk mengatur automatic deposit untuk menarik dana Anda. Dengan demikian, Anda tak akan lupa menyetor dana pensiun karena dana sudah ditarik otomatis dari saldo rekening Anda.

3. Deposit gaji dan penghasilan lain ke rekening tabungan. Anda tidak akan diberi kesempatan memanfaatkan kelebihan uang untuk berbelanja berlebihan, jika Anda sudah mentransfernya ke rekening yang lain. Lakukan hal ini begitu Anda menerima gaji, bukan setelah gaji mulai menipis.

4. Ketika Anda membayar pembelian barang dengan kartu kredit, catatlah dengan segera pengeluaran Anda. Dengan mencatatnya, Anda akan tahu bahwa jika “dana shopping” sudah mencapai jumlah tertentu, Anda tak boleh lagi berbelanja. Anda juga tidak akan terkejut ketika tagihan kartu kredit datang, dan Anda akan memiliki cukup uang untuk membayar penuh (balance) tagihan tersebut.

5. Transfer sisa uang gaji ke rekening bank yang lain. Anda mungkin tidak membutuhkan “uang receh” sisa gaji bulan ini. Tetapi, jika Anda selalu memindahkan sisa saldo akhir bulan ke rekening lain, pada akhir tahun Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk bekal liburan atau membeli barang branded yang Anda inginkan.

6. Simpan uang jajan Anda. Membawa makan siang sendiri dari rumah, atau membeli kopi sachet-an untuk pengganti acara ngopi-ngopi sepulang kantor, akan sangat menghemat pengeluaran Anda. Anda bisa memasukkan uang sejumlah harga kopi yang Anda beli di gerai kopi ke dalam kotak khusus untuk menabung uang receh. Di saat lain ketika Anda membutuhkan uang untuk melakukan perawatan wajah atau rambut, Anda bisa mengambil uang dari situ.

7. Biasakan membayar utang. Apa maksudnya? Ketika Anda menyelesaikan pembayaran utang dengan mencicil hingga utang tersebut lunas, tetaplah menyisihkan uang sejumlah cicilan untuk ditransfer ke rekening bank yang lain. Jadi, seolah-olah Anda sedang mencicil utang, tetapi sebenarnya Anda sedang menabung.

8. Sulit memutuskan atasan mana yang ingin Anda beli? Sebaiknya Anda tidak usah langsung membuat keputusan saat itu. Biarkan diri Anda menurunkan tensi dengan pulang ke rumah saja. Setelah hati dan pikiran Anda kembali jernih, biasanya Anda tidak akan kembali ke toko untuk membeli barang tersebut.

DIN

Editor: Dini

SURABAYA, KOMPAS.com – PT Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor domestik pada 2012 mencapai satu persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau 2,3 juta orang.

Diharapkan jumlah investor domestik di pasar saham Indonesia lebih banyak ketimbang investor asing. Dengan demikian, pasar saham Indonesia akan lebih stabil.

“Sekarang jumlah investor domestik masih sedikit sekali, belum sampai satu persen dari penduduk Indonesia. Sebaliknya, 67 persen kepemilikan saham di pasar modal Indonesia adalah investor asing,” tutur Direktur Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi seusai peluncuran Kompetisi Nasional Pasar Modal 2011 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Kamis (21/10).

Untuk mendorong peningkatan investor domestik ini dilakukan komunikasi marketing yang terintegrasi. Komunikasi marketing ke masyarakat menjangkau para profesional, ibu rumah tangga, sampai pelajar dan mahasiswa. Untuk masyarakat, sudah dibuka pusat informasi pasar modal di 14 kota di Indonesia dan 60 Pojok BEI di berbagai kampus di Indonesia.

Pemahaman tentang pasar modal dan investasi akan diberikan ke anak-anak mulai taman kanak-kanak sampai SMA. Mulai November 2010, pembelajaran akan disampaikan kepada anak TK, kelas 1, 3, dan 6 SD, serta siswa SMP di sekitar 20 sekolah di Jakarta.

Buku “Finance for Kids” juga disiapkan. “Untuk anak TK, tentu pembelajaran akan dimulai dari konsep uang, menabung, baru ke pasar modal. Semakin dini masyarakat memahami pasar modal, semakin banyak investor domestik seperti terjadi di Korea,” tutur Friderica yang lebih sering dipanggil Kiki.

Desember 2010, PT Bursa Efek Indonesia akan diadakan olimpiade pasar modal nasional untuk siswa SMA. Kompetisi yang memacu pemahaman siswa tentang pasar modal ini akan dilakukan setiap tahun. Karenanya, Friderica mengapresiasi juga Kompetisi Nasional Pasar Modal 2011 yang dimulai 21 Oktober 2010. KNPM 2011 diadakan dengan kerja sama UKWMS, PT Indostock ITHO, dan PT BEI. Kompetisi ini pertama kali dilangsungkan pada 2003.

Untuk kriteria kompetisi investasi saham online, kata ketua panitia KNPM 2010 Siprianus S Sina, mahasiswa selama enam bulan berlatih dan menjalankan investasi saham. Secara virtual, setiap mahasiswa mendapatkan modal Rp 100 juta dan besaran keuntungan atau kerugian akan menjadi salah satu kriteria penilaian.

Kompetisi investasi saham online ini diikuti mahasiswa di 14 kota, di antaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Medan, dan Palembang. Selanjutnya, 10 peserta terbaik dari setiap kota akan mempresentasikan strategi yang digunakan dalam berivestasi pada semifinal yang diselenggarakan 22 Juli 2011 dan final 23 Juli 2011.

Salah satu penilaian mendasar dalam kompetisi ini adalah penggunaan prinsip-prinsip investasi secara benar. Adapun kategori KNPM lainnya adalah kompetisi teori secara online.

Kategori ini untuk menguji pemahaman mahasiswa atas seluk-beluk investasi. Kompetisi ini diselenggarakan awal Juli 2011. Semakin banyak dipahami, jumlah investor domestik semakin banyak. Pasar saham pun semakin stabil.

Saat ini, indeks harga saham gabungan ditutup di 3.597 dan nilai transaksi harian mencapai Rp 4,4 triliun perhari. Adapun nilai kapitalisasi pasar sudah lebih dari Rp 3.000 triliun. PT BEI menargetkan pada 2012 nilai kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp 3.200 triliun

Sumber : KOMPAS.COM
Inilah Saham-saham Prospektif Triwulan 3-2010

inilah.com/Agung Rajasa
Oleh : Agustina Melani
Pasar Modal – Jumat, 22 Oktober 2010 | 11:51 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Sektor saham sumber daya, informasi, consumer goods, auto parts dan jasa keuangan masih menjadi sektor saham pilihan untuk investasi pada triwulan III 2010 berdasarkan survei ING Securities.

“Sektor sumber daya, informasi dan telekomunikasi dan barang konsumei masih tetap menjadi pilihan utama bagi para investor di bursa Indonesia,” ujar Chief Economist untuk Asia, Tim Condon, Jumat (22/10).

Sekitar 35% investor Indonesia memilih sektor sumber daya, sekitar 30% investor Indonesia memilih sektor informasi dan telekomunikasi, sekitar 26% investor memilih sektor saham consumer goods related. Selain itu, sekitar 17% investor Indonesia memilih sektor auto parts dan sekitar 17% investor Indonesia memilih sektor jasa keuangan menjadi saham dalam negeri yang diinvestasikan oleh investor pada triwulan
III 2010.

Tapi persentase untuk sektor sumber daya dan informasi teknologi mengalami penurunan pada triwulan ketiga 2010. Sebelumnya sekitar 39% investor Indonesia memilih sektor saham sumber daya dan 33% investor Indonesia memilih sektor saham informasi dan teknologi. Presiden Direktur PT ING Securities Indonesia, Dhanny Cahyadi mengatakan, investor Indonesia mengalihkan sahamnya ke sektor consumer goods, auto parts
dan jasa keuangan sehingga terlihat ada penurunan sektor saham pilihan di sektor sumber daya dan informasi telekomunikasi. Dhanny menambahkan, saham sektor consumer goods, auto parts, jasa keuangan dan informasi & telekomunikasi masih menjadi pilihan investor karena banyaknya initial public offering atau penawaran umum saham perdana.

Selain itu, data survei triwulanan ING (Investor Dashboard Survey) yang menunjukkan penurunan sentimen investor di Indonesia sebesar 4% dari 140 pada triwulan II 2010 menjadi 135 pada triwulan III 2010.
Walaupun para investor Indonesia memiliki sentimen yang kurang positif terhadap dalam negeri dibandingkan pada triwulan II 2010, mayoritas dari mereka 75% yakin bahwa keadaan ekonomi Indonesia akan membaik
pada triwulan IV 2010.

Indeks sentimen ING di Asia Pasifik kecuali Jepang naik menjadi 146 pada triwulan III 2010, dari 136 di triwulan II 2010. Kepercayaan investor tetap pada lingkup optimis selama enam triwulan berturut-turut
dan indeks mencatat kenaikan 100% dari posisi yang rendah 73 di masa krisis pada triwulan IV 2008.

“Data dari AS terus menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan espektasi terhadap pelonggaran kuantitatif lebih lajut oleh bank sentral Amerika Serikat,” ujar Tim.

Lebih lanjut ia mengatakan, efek sampingnya adalah tekanan apresiasi atas mata uang Asia di samping Jepang. Bank-bank sentral kecuali Jepang menolak tekanan dengan mengintervensi devisa.

Selain itu, Tim menuturkan, modal spekulatif mendorong apresiasi mata uang yang memicu pergerakan uang yang terjadi di Asia. Penguatan nilai uang, peningkatan harga saham dan menurunnya imbas balik obligasi
berhasil menjaga sentimen investasi tetap optimis. “Meskipun terjadi sedikit penurunan sebesar empat persen dibandingkan indeks pada kuartal sebelumnya. Sentimen investor Indonesia masih optimis pada umumnya”, kata Dhanny.

Kepercayaan investor yang berkelanjutan di Indonesia mencerminkan pertumbuhan yang kuat dan meskipun ada kekuatiran atas perubahan suku bunga dan inflasi domestik.
Kamis, 21/10/2010 09:28:49 WIB
Pasar yang kian cuek terhadap politik
Oleh: Sutan Eries Adlin

Empat gadis berseragam putih abu-abu, ditemani dua kawan lelaki mereka, terlihat sedang asyik sendiri. Padahal, tak jauh, hanya berjarak 5 meter, asap hitam dari ban yang dibakar membubung.

Seorang reporter TV, saya bisa pastikan memang sengaja, mengambil posisi dekat kobaran api yang sudah mengecil itu. Di latar belakang pewarta perempuan itu, seorang mahasiswa tengah berorasi dengan bahasa yang khas aktivis jalanan diselingi pekikan koleganya. “Turunkan SBY sekarang juga.” Begitu teriakan yang sering terdengar.

Anda yang kebetulan nonton tayangan langsung TV itu dari jalan antara Megaria dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, mungkin membayangkan sesuatu yang seram terjadi di tengah demonstrasi memperingati setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Apalagi kemarin ada mahasiswa yang kabarnya berasal dari Universitas Bung Karno, Farel Restu, tertembak di kaki saat melakukan aksi demonstrasi.

Padahal, ketegangan di layar TV itu ternyata, menurut saya, tidak seseram yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mahasiswa yang turun ke jalan dekat Megaria itu tidak lebih dari 150 orang. Di markas LSM Bendera di bekas kantor PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, hanya tampak tidak lebih dari 50 orang. Itulah yang terjadi.

Tidak percaya? Dengar saja jawaban Rizki Akbar, salah satu anak SMA itu. “Nggak takut ngeliat demo gini…? tanya saya.

“Gak, kita malah memang sengaja liat. Kebetulan sekolahan kita deket,” ujarnya enteng.

Sebagian masyarakat Jakarta sepertinya memang sudah tidak peduli lagi dengan demonstrasi yang kerap terjadi. Bahkan, alih-alih membicarakan apa yang menjadi tuntutan demonstrasi, warga Jakarta justru sering berkeluh-kesah tentang kemacetan yang pasti muncul sebagai ekses dari aksi turun ke jalan itu.

Sikap cuek terhadap aksi demonstrasi itu juga terjadi di lantai bursa. Indeks harga saham gabungan (IHSG) memang sudah diduga pasti melemah. Ketika dibuka, IHSG melemah 0,29 poin ke posisi 3.592,50 dari level 3.592,79 pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Kondisi pelemahan terus terlihat sampai penutupan pasar. IHSG ditutup turun 13,83 poin atau 0,39% ke level 3.578,95. Hal yang sama terjadi pada indeks BISNIS-27 juga ikut melorot 1,09 poin ke level 320,06.

Namun, pelemahan indeks kemarin juga dipengaruhi suku bunga acuan China yang membuat bursa Asia tertekan.

Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai para investor sekarang sudah mampu memisahkan diri dari isu-isu politik. Pasar pun jadi tidak mudah terpengaruh oleh beberapa peristiwa yang sempat menyita perhatian publik, seperti kasus Bank Century misalnya.

Menurut dia, sejumlah isu yang belakangan sempat mencuat, seperti keluarnya Partai Golkar dari Sekretariat Gabungan partai koalisi dan penggantian sejumlah menteri juga tidak terlalu memberikan dampak di pasar.

“Akhirnya isu-isu seperti itu hanya berhenti pada ranah politik saja dan tidak sampai mengganggu pasar. Ini menunjukkan bahwa investor makin dewasa dalam menerjemahkan isu-isu yang beredar,” ujar Purwoko.

Pelaku bisnis di luar lantai bursa pun berpandangan yang sama dengan Purwoko. “Situasi Jakarta yang terjaga tetap kondusif, sehingga kalangan dunia usaha dapat melaksanakan aktivitas bisnisnya dengan baik,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) Eddy Kuntadi.

Kalau kemarin Anda masih sempat jalan-jalan ke mal wah di Jakarta, pasti Anda tidak begitu merasakan perbedaan suasana yang signifikan antara kemarin dengan hari-hari sebelumnya.

“Kegiatan usaha ritel tetap berjalan seperti biasa dan belum ada laporan tempat perbelanjaan yang terganggu akibat aksi demo tersebut. Kami berharap situasi semacam itu dapat terus terjaga,” kata Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Rudy Sumampouw.

Tentu kita semua senang, demonstrasi kemarin tidak berubah menjadi terlalu anarkis yang hanya melahirkan kerusakan dan kemungkinan adanya korban.

Pesan para aktivis dan mahasiswa yang turun ke jalan tentu sudah sampai ke telinga Presiden SBY. Dan pihak Istana pun, seperti disampaikan, Mensesneg Sudi Silalahi mengaku senang menerima aspirasi publik yang disampaikan melalui demonstrasi yang wajar sehingga dianggap tidak menjadi persoalan serius.

Jadi, kini, sepertinya sudah tidak pantas lagi para elite politik negeri ini dan aparat keamanan berbicara tentang sesuatu yang menyeramkan, seolah-olah akan ada yang menggulingkan pemerintahan yang sah!. (01/12/tdw/rar/asa/irs/jao/na)(eries.adlin@bisnis.co.id)

loading

Kamis, 21 Oktober 2010 | 07:12 oleh Ewo Raswa SINGLE IDENTITY NUMBER
2011,Transaksi efek harus pakai Client Trading Identity
MEDAN. Sebentar lagi, investor dan perusahaan efek (sekuritas) akan kesulitan menggoreng efek di pasar modal. Jika tak ada halangan, April 2011 nanti, otoritas pasar modal alias Self Regulatory Organization (SRO) akan mewajibkan pencantuman nomor identitas tunggal (single identity) pada setiap transaksi efek di bursa. Untuk sementara, transaksi efek yang akan diwajibkan adalah saham dan surat utang pemerintah. Kedua efek ini tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sedang obligasi korporasi dan efek lainnya akan menyusul.

Nomor identitas ini akan dinamakan Client Trading Identity. Ini adalah nomor tunggal yang harus dimiliki oleh setiap investor atau sekuritas yang akan melakukan transaksi di bursa. Untuk mendapatkan nomor ini, investor tinggal mengajukan permintaan kepada KSEI.

Sebenarnya, nomor ini sudah tercantum dalam kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) terbitan KSEI. Nomor tersebut terdiri dari enam digit dan berada pada urutan paling belakang nomor kartu AKSes yang kini berjumlah 10 digit. “Sekarang enam nomor paling belakang belum digunakan sebagai tanda saat broker atau investor melakukan trading,” kata Direktur KSEI, Sulistyo Budi saat acara sosialisasi kartu AKSes di Medan, Rabu (20/10).

Meski demikian, Sulistyo buru-buru menegaskan bahwa kewajiban memiliki Client Trading Identity ini terpisah dengan kartu AKSes sendiri. Artinya, investor masih tetap bisa memiliki nomor tersebut kendati belum mengantongi kartu AKSes. Nah, jika mereka ingin sekaligus mengantongi keduanya maka investor atau sekuritas tinggal mengajukan permintaan pembuatan kartu AKSes kepada KSEI. “Nanti nomor identitas trading ini akan otomatis tercantum dalam kartu AKSes,” terang Sulistyo panjang lebar.

Client Trading Identity juga memiliki fungsi berbeda dengan kartu AKSes. Nomor ini hanya bisa dipakai sebagai tanda transaksi. Sebaliknya, kartu AKSes hanya berfungsi untuk fasilitas query. Dengan fasilitas ini, investor akan mampu mengecek kondisi portofolio dalam subrekening (sub account) mereka tanpa bisa melakukan transaksi.

Itulah sebabnya, Sulistyo mengaku yakin ketentuan tersebut bisa berjalan kendati pemegang kartu AKSes hingga kini masih minim. Data KSEI mencatat, sampai sekarang, jumlah pemegang Kartu AKses baru mencapai 32.136. Jumlah ini hanya setara dengan 10,6 % dari seluruh subrekening yang tercatat di KSEI sebanyak 301.270 buah.

Nah, lantaran tinggal enam bulan lagi, KSEI kini sedang mengumpulkan data sub-account investor dari sekuritas. Langkah ini sekaligus untuk memenuhi kewajiban Pengenalan Nasabah (know your costumer) seperti yang tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nomor V.D.10.

Menurut Sulistyo, sejak Juni investor baru pasar modal sudah memberikan data yang lengkap. Sehingga tidak ada pembaharuan. Tapi, Bapepam-LK memberikan waktu kepada sekuritas untuk meng-update data investor lama sampai Desember mendatang.

Praktisi Pasar Modal Haryajid Ramelan menilai, penerapan client trading identity akan mengurangi transaksi efek terutama saham yang tidak wajar. Sebab, proses transaksi akan berlangsung lebih transparan. “Ini juga mengurangi risiko gagal bayar,” tukasnya.

Sejauh ini, penggorengan banyak terjadi pada saham lapis dua dan tiga. Ini lantaran harga saham unggulan (blue chips) sudah kelewat mahal. Nah, itulah sebabnya, SRO harus meningkatkan kewaspadaan agar berbagai kasus penggorengan saham yang berujung pada gagal bayar bisa teratasi.
Kapitalisasi BEI Tempati Peringkat 6 Dunia
Selasa, 19 Oktober 2010 – 18:45 wib

JAKARTA – Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kuartal III-2010 mencapai USD336,39 miliar, atau 0,68 persen dari total kapitalisasi pasar modal di dunia. Sementara bursa China menduduki peringkat pertama menyumbang sekira 5,37 persen.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 31 Desember 2009 – 8 Oktober 2010 menyatakan, nilai kapitalisasi saham-saham di BEI mengalami peningkatan sebesar 57,13 persen mencapai USD336,39 miliar.

Analis PT Anugerah Securindo Indah Viviet S Putri mengatakan, sepanjang tahun ini likuiditas di bursa Tanah Air memang mengalami tren yang positif. Hal ini didorong dengan banyaknya perusahaan yang melakukan go public sehingga meningkatkan nilai kapitalisasi bursa. “Ini membuat nilai kapitalisasi dan transaksi di bursa kita meningkat pesat,” kata Viviet di Jakarta, Selasa (19/10/2010)

Selain itu, kenaikan tersebut juga dipicu derasnya aliran dana asing ke bursa domestik. Kondisi ini dipicu belum menentunya proses pemulihan ekonomi global. Negara-negara maju di dunia cenderung mematok tingkat suku bunga yang rendah guna menarik dana masyarakat ke pasar domestik.

Namun sepertinya kebijakan ini tidak berhasil bagi pelaku pasar saham dan keuangan. Karena mereka akan mencari tempat yang memberikan keuntungan lebih tinggi, yakni di emerging market, termasuk bursa Indonesia. “Tidak bisa dipungkiri ini membuat bursa kita semakin kencang,” katanya.

Meski demikian, data BEI yang dipresentasikan dalam Best of Indonesia 2010, Luncheon Presentation 2010 juga menyebutkan, kapitalisasi BEI masih jauh dibanding kapitalisasi pasar bursa negara-negara berkembang (emerging market) lainnya di dunia.

Bursa saham China masih menjadi pemimpin kapitalisasi di emerging market, dengan menyumbang porsi 5,37 persen terhadap nilai kapitalisasi pasar saham dunia. Porsi ini dengan menggabungkan nilai rata-rata kapitalisasi dua bursa saham di China yakni bursa Shenzen dan Shanghai.

Menempati di peringkat kedua adalah bursa saham India memberi kontribusi 3,35 persen dan Brazil mengkontribusi 3,04 persen. Posisi berikutnya adalah bursa saham Mexico dan Rusia, yang masing-masing menyumbang porsi sebesar 0,91 persen dan 1,20 persen. Sementara kapitalisasi BEI menempati urutan keenam dengan menyumbang 0,68 persen.

Menurut Viviet, tertinggalnya nilai kapitalisasi BEI dibanding bursa China merupakan hal yang wajar. Pasalnya, jumlah perusahaan tercatat di bursa China jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia, sehingga hal ini berdampak pada nilai kapitalisasi dan transaksi. “Ini jelas berpengaruh,” katanya.

Selain itu, kata dia, pemahaman masyarakat tentang pasar modal antara penduduk China dan Indonesia juga berbeda. Di China, kalangan masyarakat menengah dan menangah atas sebagian besar memilih instrumen investasi di pasar modal. Sementara di Indonesia lebih banyak berinvestasi di sektor riil, seperti properti, dan sektor lainnya.

Dia juga mengungkapkan, Indonesia cukup cerdik memanfaatkan banjirnya likuiditas di bursa saham domestik. Hal ini terlihat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendorong emiten pelat merah itu mencari pendanaan melalui pasar modal, baik melalui penawaran umum saham perdana (Initial public offering/IPO), maupun penerbitan saham baru (right issue).

Diketahui, perusahaan-perusahaan pelat merah pada tahun ini didorong untuk go public antara lain, PT Krakatau Steel (KS), PT Jabar Banten, hingga PT Garuda Indonesia. Sementara untuk right issue adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk serta PT Timah Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk.

Hal senada diungkapkan pengamat pasar modal Wily Sanjaya yang menilai, kecilnya kapitalisasi BEI dibanding China akibat masih sedikitnya saham tercatat (emiten) yang di bursa domestik. “Kalau di negara-negara lain kan emitennya sudah jauh lebih banyak,” jelas Willy.

Selain itu, hal ini juga dipicu belum kembalinya nilai saham-saham unggulan berkapitalisasi besar (bluechips) ke harga tertinggi. Namun dengan banyaknya perusahaan yang menyatakan kesediaannya untuk mencatatkan saham di BEI, diperkirakan akan turut mendorong perkembangan nilai kapitalisasi saham yang lebih besar lagi. “Karena semakin banyak jumlah saham yang tercatat, semakin besar pula nilai kapitalisasi yang bisa masuk ke pasar kita,” tutur Willy.

Dengan asumsi akan ada 13 perusahaan lagi yang akan menawarkan saham perdananya di bursa domestik. Kemungkinan nilai kapitalisasi pasar Indonesia akan bisa melampaui pencapaian milik bursa Mexico dan Rusia.(adn)(Whisnu Bagus /Koran SI/rhs)
maen short selling katanya menguntungkan saat tren TURUN : TETAP UNTUNG SAAT BUNTUNG versi analis

Jumat, 15/10/2010 09:38:39 WIB
Hedger & spekulan
Oleh: Budi Frensidy
Berita positif mengenai perekonomian kita terus mengalir. Pertumbuhan ekonomi akan melewati batas psikologis 6% dan diprediksi lebih tinggi lagi tahun depan.
Inflasi relatif terkendali di kisaran 6%-7%, sedikit melebihi target (5,3%) tahun ini. Cadangan devisa menembus US$86 miliar. Credit default swap (CDS) yang pernah begitu tingginya sampai obligasi global pemerintah harus memberikan yield 11,75% pada Maret 2009 kini hanya 141 basis poin atau terendah dalam 5 tahun terakhir.

Ini berarti, perbedaan wajar yield obligasi US$ pemerintah RI dan obligasi US$ pemerintah AS hanya 1,41% p.a. Arti lainnya, inilah besarnya premi asuransi yang harus dibayar pemegang obligasi global pemerintah kita untuk menghilangkan risiko default.

Nilai tukar rupiah juga menguat menuju zona Rp8.000-an. Jika tidak ada intervensi Bank Indonesia, sangat mungkin US$ berada di posisi Rp8.500 pada bulan ini. Sangat wajar BI tidak membiarkan rupiah menguat terlalu cepat terhadap US$ karena dua alasan.

Pertama, apresiasi rupiah yang terlalu cepat merugikan eksportir dan dapat menurunkan nilai ekspor dan menaikkan impor. Kedua, BI memandang inflasi, suku bunga dan nilai tukar yang ada sekarang sangat kondusif terhadap perekonomian nasional.

Membaiknya hampir semua indikator perekonomian kita memang tidak dinikmati seluruh penduduk. Masih ada sekitar 30 juta lebih masyarakat kita yang miskin dan sekitar belasan hingga puluhan juta lainnya berpenghasilan sedikit di atas batas miskin.

Di luar dua kelompok tersebut, sekitar dua pertiga hingga tiga perempat rakyat Indonesia mengalami peningkatan daya beli. Penjualan mobil meningkat tajam. Yang mampu bepergian dengan pesawat bahkan ke luar negeri juga melesat.

Bernilai Rp3 kuadriliun

Dana pihak ketiga di perbankan nasional kita pun mencapai Rp2,1 kuadriliun. Demikian juga nilai kapitalisasi pasar saham BEI yang sempat menembus Rp3.000 triliun awal bulan ini.

Jika sepertiga dari kapitalisasi saham itu adalah milik investor domestik, dana penduduk Indonesia di pasar saham mencapai satu kuadriliun rupiah. Ditambah dana di pasar uang dan di pasar obligasi, maka dana masyarakat kita menjadi lebih dari Rp3 kuadriliun. Angka ini membanggakan karena tiga kali APBN dan separuh produk domestik bruto nasional.

Terhadap semua pemilik dana di pasar keuangan ini, saya dapat membaginya dalam tiga kelompok yaitu hedger, spekulan, dan arbirtrager. Mereka yang menaruh dananya di deposito dan tabungan disebut hedger karena relatif tidak menghadapi risiko. Yang berinvestasi dalam obligasi rupiah pemerintah juga masuk kelompok hedger. Motivasi utama hedger adalah menjaga keutuhan modal.

Dua tipe spekulan

Di kelompok spekulan ada investor saham dengan tujuan investasi memperoleh keuntungan dari pergerakan harga di pasar. Seperti para pengusaha dan investasi dalam aset riil, tidak ada jaminan modal awal tetap utuh. Selalu ada kemungkinan rugi atau unsur spekulasi dari investasi saham.

Kelompok spekulan dalam saham lebih lanjut dapat dibagi dua yaitu yang sebenarnya takut risiko dan yang mencintainya. Yang masuk spekulan takut risiko adalah investor saham yang bernyali seperti hedger yaitu yang melakukan diversifikasi dengan mengoleksi belasan saham yang umumnya berkapitalisasi besar dan masuk dalam LQ-45.

Investor kelompok ini tidak menggunakan fasilitas margin atau short sale. Risiko dari saham-saham ini relatif lebih rendah dari saham perusahaan kecil dengan return hanya sekitar return pasar (IHSG).

Di sisi lain ada investor saham yang menyukai risiko. Jika investor saham kelompok pertama menghindari saham dengan volatilitas tinggi, investor kelompok kedua justru menyukainya.

Alasannya, saham inilah yang memberikan kesempatan kepada investor untuk mendulang profit beberapa kali dalam periode singkat karena harganya cepat naik untuk kemudian turun lagi. Saham-saham yang harganya relatif stabil menyulitkan investor yang bertransaksi aktif dalam beli jual saham memperoleh keuntungan dengan cepat.

Berlawanan dengan kelompok pertama, kelompok kedua ini umumnya tidak diversifikasi, tetapi menerapkan strategi fokus untuk memaksimalkan keuntungan. Tidak jarang mereka menggunakan fasilitas margin dan short sale. Saham-saham pilihannya acap bukan saham berkapitalisasi besar.

Data empiris di bursa kita menunjukkan saham emiten kecil mendominasi 10 top gainers dengan return ratusan persen setiap tahunnya. Hanya sekitar 5% saham berkapitalisasi besar yang masuk daftar itu 6 tahun terakhir.

Mereka percaya dan optimistis kombinasi strategi di atas yaitu fokus di saham-saham lapis kedua dan ketiga dengan volatilitas tinggi diluar LQ-45 dengan menggunakan fasilitas margin dan short sale akan memberikan return paling optimal, jauh di atas return pasar.

Meskipun demikian, mereka juga tidak mau dipanggil penjudi karena mengaku sudah menghitung risiko investasinya dengan cermat. Adapun, penjudi tidak pernah mengalkulasi risikonya sehingga return realisasi hampir pasti negatif.

Jadi, berdasarkan risk return tradeoff, urutan investor adalah hedger, spekulan takut risiko, spekulan pencari risiko dan penjudi. Semakin kecil risiko dan return investasi, semakin dekat ke hedger. Semakin tinggi risiko dan return, semakin pas dijuluki spekulan atau bahkan penjudi.

Di sisi lain, ada kelompok investor yang disebut arbitrager. Inilah investor canggih dan sangat lihai yang mampu memperoleh return tinggi dengan risiko sangat rendah. Literatur investasi bahkan mendefinisikan arbitrager sebagai investor tanpa modal yang mampu menghasilkan profit tak berisiko. Pada kesempatan lain, saya akan menjelaskan tentang strategi para arbitrager dan contoh kesempatan arbitrage di pasar keuangan.
BEI Hentikan Sementara Sistem Transaksi DMA Trimegah
Kamis, 14 Oktober 2010 – 18:32 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sistem transaksi DMA (Direct Market Acces) PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebelum perseroan mempresentasikan sistem ini kepada BEI pekan depan.

“Pekan depan TRIM harus presentasi sistem DMA, termasuk spesifikasi sistem yang digunakannya. Dan mereka juga harus bersedia diaudit oleh tim independen tentang sistem yang digunakannya. ” kata Direktur Kepatuhan dan Pengawasan Anggota Bursa (AB) BEI Uriep Budhi Pasetyo, ketika dihubungi wartawan, di Jakarta, Kamis (14/10/2010).

Meski begitu, lanjutnya, nasabah TRIM tetap bisa melakukan transaksi online trading dengan remote trading. “Tidak benar kalau nasabah mereka hanya bisa melakukan transaksi dengan manual. Mereka (nasabah TRIM) tetap bisa transaksi dengan remote, hanya DMA saja yang diputus, kalau pekan depan sudah oke, kami juga akan buka lagi,” jelasnya.

Sekadar informasi, DMA ini adalah sistem order yang dilakukan menggunakan jalur khusus bukan jalur umum yang biasa digunakan oleh para investor. Transaksi ini juga menggunakan transaksi algoritma. Dengan sistem ini, maka investor bisa dengan cepat membuat order.

BEI mengaku telah bertemu dan meminta klarifikasi dengan manajemen PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) terkait melakukan penyampaian order dengan pola tak wajar (Quote Stuffing). BEI menganggap order tersebut bisa menggangggu pasar dan ada indikasi semu

Dalam pertemuan dengan manajemen TRIM hari ini, lanjutnya. terungkap jika nasabah luar negeri TRIM ini melakukan order saham hingga 18.000 kali. Namun, saham yang diorder secara bertahap itu juga dibatalkan secara bertahap.

Praktik quote stuffing merupakan perangkat yang didesain untuk membuat sistem kuotasi menjadi overload. Praktik ini diduga terjadi pada perdagangan 6 Mei lalu di pasar saham Dow Jones Amerika Serikat yang membuat indeks drop dramatis hingga sembilan persen dan kemudian secara cepat kembali pulih.

Regulator pasar modal Amerika Serikat (AS), Securities Exchange Commission (SEC) saat itu kemudian menyelidiki praktik aksi borong dan pembatalan pembelian saham dalam skala besar. Regulator ingin memastikan apakah ada unsur kecurangan yang dilakukan oleh pelaku pasar yang melakukan praktik tersebut.

Mengantisipasi hal tersebut terjadi di kemudian hari, SEC kemudian memperkenalkan program pengendali yang langsung menghentikan perdagangan jika sala satu saham jatuh dalam. Schapiro mengatakan, program pengendali akan menghentikan perdagangan selama lima menit jika jatuh lebih dari 10 persen dalam lima menit, bisa dikembangkan lagi.

Selanjutnya SEC kemudian mengambil langkah untuk mereview prosedur batas atas dan batas bawah yang akan secara langsung membatasi perdagangan dengan parameter tertentu, yang memungkinkan perdagangan bisa terus berlangsung dengan parameter tersebut.

Istilah quote stuffing diperkenalkan oleh Nanex LLC, pengembang database perdagangan yang mengeluarkan kajian yang menduga sistem algoritma trading menjadi penyebab terjadinya kisruh pada 6 Mei.

Studi tersebut menyebutkan perdagangan kecepatan tinggi telah membuat transaksi membanjir di lantai bursa dan ini bisa mengalihkan perhatian perusahaan yang menjadi lawan transaksi.

Investor bisa seolah-olah sudah melakukan perintah perdagangan yang sah, padahal mereka hanya ingin melihat apakah harga pasar akan bergerak melawan arah, kemudian perintah tersebut dibatalkan, ini bisa terjadi dalam hitungan detik.(ade)

Kamis, 14 Oktober 2010 | 15:49 oleh Abdul Wahid Fauzie KASUS TRIMEGAH
TRIM diindikasikan lakukan quote stuffing
JAKARTA. PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) baru saja diberikan sanksi tertulis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seperti yang diberitakan KONTAN sebelumnya, sanksi ini diberikan lantaran TRIM melakukan penyampaian order dengan pola tidak wajar. Alhasil, ada indikasi TRIM berupaya mempengaruhi pasar dan manupulasi transaksi.

“Ada order yang cukup besar, namun order itu ditarik kembali,” kata Direktur Perdagangan dan Pengawasan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong. Dengan kata lain, TRIM ini diindikasikan melakukan quote stuffing.

Quote stuffing ini merupakan tindakan melakukan order dengan menggunakan jalur cepat. Dengan begitu, maka akan terjadi pembentukan harga. Saat mulai terjadi pembentukan harga, sang pengorder menarik kembali order tersebut.

Yiong mengaku telah melakukan pertemuan dengan TRIM untuk meminta klarifikasi tentang kejadian ini. Manajemen TRIM mengaku order tersebut dilakukan oleh nasabah di luar negeri. Selain itu, TRIM diminta untuk melakukan pengecekan waktu order untuk mengetahui order yang dilakukan nasabah.

Bursa Beri Sanksi Tertulis Trimegah
Namun, Trimegah menyatakan tidak berniat melakukan order yang dapat mempengaruhi pasar.
KAMIS, 14 OKTOBER 2010, 13:16 WIB Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi peringatan tertulis kepada PT Trimegah Securities Tbk. Sanksi diberikan karena berdasarkan pemantauan bursa, Trimegah menyampaikan order dengan pola yang tidak wajar.

“Ini dapat diindikasikan sebagai upaya untuk mempengaruhi pasar dan manipulasi transaksi,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, dalam penjelasan tertulis bursa di Jakarta.

Namun, dalam penjelasan tertulis itu tidak disebutkan pola penyampaian order seperti apa yang dinilai tidak wajar tersebut.

Direktur Utama Trimegah Securities, Omar S Anwar, ketika dikonfirmasi VIVAnews belum dapat memberikan penjelasan detail. “Saya masih di tengah rapat, bisa tolong hubungi Pak Agus (Agus D Priambada, Sekretaris Perusahaan Trimegah),” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Trimegah, Agus D Priambada saat dihubungi VIVAnews menjelaskan, sebagai perusahaan efek anggota bursa (AB), Trimegah hanya memfasilitasi order transaksi dari nasabah. Namun, apakah pola order tersebut kemudian dinilai wajar atau tidak, menurut dia, otoritas bursa yang lebih berwenang menjelaskan.

“Yang jelas, tidak ada maksud dari transaksi nasabah atau Trimegah untuk mempengaruhi pasar,” ujar Agus, Kamis 14 Oktober 2010.

Terkait sanksi peringatan tertulis itu, Agus menambahkan, manajemen juga telah memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia. “Hari ini kami sudah bertemu otoritas bursa. Kami meyakinkan bahwa tidak ada niat untuk melanggar aturan transaksi yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pola transaksi yang dilakukan salah satu nasabah Trimegah tersebut memang tidak seperti biasanya. Untuk itu, manajemen Trimegah berterima kasih atas masukan otoritas bursa terhadap pemantauan pola transaksi tersebut.

“Kami menerima masukan itu dan akan menyampaikan kepada nasabah atas adanya catatan khusus dari bursa,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah nilai transaksi dari nasabah Trimegah tersebut cukup besar, Agus tidak spesifik menjelaskan. “Itu relatif. Tapi kami tidak tahu kalau menurut bursa itu tergolong besar,” katanya.
• VIVAnews

Rabu, 13/10/2010 13:38 WIB
BEI Proses Permohonan 15 Online Trading Baru
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima 15 dokumen permohonan layanan online trading baru dari perusahaan sekuritas. Jika terjadi penambahan sekuritas yang melakukan aktivitas online trading, maka target 50 sekuritas yang terjun di pasar online trading akan terlampaui.

“Yang ada dipipeline 15 (sekuritas),” papar Direktur IT dan Risk Management BEI, Adidkin Basirun di kantornya, SCBD, Jakarta Rabu (13/10/2010).

Ia menambahkan, hingga kini sekuritas yang telah masuk ke pasar online trading mencapai 43 perusahaan. Seluruh perusahaan ini tidak hanya yang miliki layanan online trading, tapi termasuk layanan Direct Market Access (DMA).

“Ini kita gabungkan antara online dan DMA. Kalau melihat yang ada di pipeline sepertinya tahun ini bisa tercapai,” jelas Adikin.

Perdagangan secara real time memang terus menjadi tren di para investor, khususnya retail. Dengan kemudahan akses dan dapat bertransaksi dimanapun, menjadikan layanan ini menjadi andalan untuk menopang industri pasar modal ke depannya.

Kita tahu bersama di awal tahun 2008, online trading belum begitu populer. Padahal layanan ini bisa menarik lebih banyak investor untuk terjun ke pasar modal. Sebab, online trading memberikan banyak kemudahan, terutama dalam kecepatan akses transaksi.

(wep/ang)
… gw berhasil maen short selling semua saham mlpl (multipolar) dalam 2 hari ini dan berlaba lumayan besar lah dari sudut persentasenya:  http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/10/05/kejar-1-m-17/
Orang Kaya Indonesia (juga) Meningkat
Koran SI
Senin, 4 Oktober 2010 – 15:25 wib

Pertumbuhan orang kaya di Indonesia tak kalah signifikan dibandingkan negara-negara lain di Asia-Pasifik. Dalam kelompok ekonomi emerging market, Indonesia bahkan termasuk salah satu negara mesin pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.

Dari laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010 yang dipublikasikan Capgemini Consulting Technology Outsourcing bekerja sama dengan Merril Lynch Wealth Management terungkap, jumlah populasi orang kaya di Indonesia pada akhir 2009 mencapai 24.000 orang. Artinya, jumlah orang berduit di Indonesia meningkat 28,3% dibanding 2008 yang hanya 19.000 orang.

Laporan tersebut juga mengungkapkan, angka pertumbuhan orang kaya di Indonesia lebih besar ketimbang Thailand yang hanya 19,6%, KoreaSelatan ( 21,2%), Jepang (20,8%), dan negara lainnya (11,1%). Tetapi, pertumbuhan populasi orang kaya di Indonesia masih di bawah Hong Kong yang mencapai 104,4%, India (50,9%), Taiwan (42,3%), Australia (34,4%), Singapura (32,7%), dan China (31%).

Kendati meningkat signifikan, dilihat dari sisi jumlah, populasi orang kaya di Indonesia termasuk rendah. Jumlah tertinggi dicapai Jepang dengan populasi orang kaya mencapai 1,65 juta orang. Lalu, negara di Asia-Pasifik dengan populasi orang kaya terbanyak kedua adalah China dengan 477.000 orang, diikuti Australia (174.000 orang). Posisi selanjutnya ditempati Korea Selatan dengan 127.000 orang, India juga 127.000 orang, Taiwan (83.000 orang), Singapura (82.000 orang), Hong Kong (76.000 orang), dan Thailand (50.000 orang).

Indonesia berada di urutan selanjutnya dengan populasi orang kaya sebanyak 24.000 orang. Sementara negara-negara lain termasuk Kazakhstan, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Srilanka, dan Vietnam diestimasikan memiliki populasi orang kaya sebanyak 154.000 atau tumbuh 11,1% dibanding tahun sebelumnya. Lalu, berdasarkan distribusi nilai kekayaan orang kaya di Asia-Pasifik, Indonesia menyumbang 0,8% atau sebesar USD80 miliar pada 2009. Angka ini meningkat 30,6% dibanding 2008.

Jepang tetap berada di urutan pertama dengan menyumbang USD3,89 triliun atau 40,3% dari total nilai kekayaan di kawasan dan meningkat 22,4% dibanding tahun sebelumnya. Kemudian disusul China dengan sumbangan nilai kekayaan USD2,347 triliun atau 24,3% dan meningkat 40,4% dibanding tahun sebelumnya. Australia menyumbang USD519 miliar atau 5,4% dan meningkat 36,7%.

Nilai kekayaan populasi orang kaya India sebesar USD477 miliar atau menyumbang 4,9% di kawasan. Sementara Hong Kong menyumbang 3,9% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD379 miliar. Nilai kekayaan populasi orang kaya Singapura sebesar USD369 miliar atau menyumbang 3,8% untuk kawasan. Korea Selatan menyumbang 3,5% dengan nilai kekayaan USD340 miliar. Taiwan menyumbang 2,7% dengan nilai kekayaan USD264 miliar dan Thailand menyumbang 2,4% dengan nilai kekayaan USD232 miliar.

Negara-negara lain diestimasikan menyumbang 7,8% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD749 miliar pada 2009. Laporan ini menyebutkan, China dan India diekspektasi akan menjadi negara di Asia-Pasifik dengan pertumbuhan populasi orang kaya tertinggi dalam beberapa tahun mendatang. Sementara negara-negara emerging market di antaranya Indonesia dan Thailand akan menjadi mesin utama pertumbuhan di kawasan ini untuk populasi orang kaya.

Negara-negara ini memiliki pertumbuhan rata-rata untuk populasi orang kaya sebesar 33,2% pada 2009 dengan nilai kekayaan meningkat lebih dari 40%. Meski demikian, China dan India masih tetap sebagai dua negara dengan pertumbuhan populasi orang kaya tercepat di dunia. Kemudian, berdasarkan laporan versi lain dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Juni 2010 terungkap, populasi orang kaya di Indonesia mencapai 200.000 orang.

Angka ini merupakan hitungan dari jumlah orang yang memiliki simpanan dana di bank di atas Rp1 miliar per orang. Hal itu belum termasuk aset lain di luar bank seperti aset fisik berbentuk rumah, tanah, dan bangunan lainnya. LPS melansir jumlah nasabah dengan simpanan di atas Rp100 juta ada sekira 2 juta. Meski sedikit berbeda dengan laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010, LPS mengestimasikan pertumbuhan orang kaya di Indonesia pada 2010 sebesar 8,1%.

Laporan Asia Wealth Report 2010 juga memaparkan secara rinci ke mana saja distribusi investasi kekayaan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia. Di antaranya untuk Indonesia sebanyak 33% aset kekayaan disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. Kemudian disusul investasi untuk real estat sebesar 22%, saham 19%, pendapatan tetap 16%, dan 10% untuk investasi alternatif yang di dalamnya termasuk kurs mata uang asing, derivatif, komoditas, dan lainnya.

Hal serupa juga dilakukan orang kaya Jepang di mana alokasi terbesar investasi terdapat pada tabungan dan deposito (29%), kemudian pendapatan tetap (25%), real estat (23%), saham (19%), dan investasi alternatif (4%). Hal berbeda ditunjukkan orang kaya di China yang lebih suka berinvestasi untuk saham (42%), baru kemudian real estat (27%), tabungan atau deposito (15%), pendapatan tetap (12%), serta investasi alternatif hanya 5%.

Berbeda alokasi investasi para orang kaya di Singapura terbesar justru untuk real estat (34%), kemudian disusul saham (25%), tabungan atau deposito (19%), pendapatan tetap (16%), dan investasi alternatif (5%). Serupa dengan Singapura, kebanyakan orang kaya di Australia lebih suka berinvestasi untuk real estat (40%), baru kemudian saham (25%), simpanan atau deposito (18%), pendapatan tetap (14%), dan investasi alternatif (4%). Sedangkan orang kaya di India lebih suka berinvestasi di saham (32%), pendapatan tetap (25%), real estat (22%), tabungan atau deposito (13%), dan investasi alternatif (8%).

Para orang kaya di Malaysia lebih suka berinvestasi di saham (30%), tabungan atau deposito (23%), pendapatan tetap (22%), real estat (22%), dan investasi alternatif (3%). “Di Jepang, Taiwan, dan Indonesia, para orang kaya tampaknya berinvestasi di saham dalam level yang rendah hanya antara 19–20%. Negara-negara ini memiliki pasar saham yang mapan. Orang-orang kaya di negara ini lebih suka berinvestasi pada pendapatan tetap dan real estat,” ungkap laporan ini.

Terkait ke negara mana saja investasi yang dilakukan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia, mereka lebih menyukai berinvestasi di negaranya sendiri. Mereka juga sudah mulai mencari peluang untuk berinvestasi di kawasan lain seperti Timur Tengah dan Amerika Latin. Sekira 71% orang kaya di Indonesia lebih suka berinvestasi di kawasan Asia-Pasifik, 14% investasi di Amerika Utara, Eropa (8%), Afrika (6%), dan Timur Tengah (1%).

Sedangkan 85% orang kaya di China lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik. Sementara di kawasan Amerika Utara hanya 8%, Eropa (4%), Amerika Latin (3%), dan Afrika (1%). Tidak berbeda dengan para orang kaya di Singapura yang lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik (80%), Amerika Utara (9%), Eropa (8%), Amerika Latin (2%),dan Timur Tengah (1%). Sementara para orang kaya di Jepang yang lebih memilih berinvestasi di Asia-Pasifik mencapai 43%, Amerika Utara (30%), Eropa (13%), Amerika Latin (10%), Timur Tengah dan Afrika masing-masing 2%.

Muda, lajang, dan berduit
MIKE R. SUTIKNO Mike Rini & AssociatesFinancial Counselling & Education

Untuk membayar uang muka rumah, kumpulkan dana 24-36 kali penghasilan per bulan.

U ang dan usia muda adalah perpaduan yang mematikan, tanpa campur tangan kebijaksanaan. Karena walaupun uang dan usia muda memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menikmati hidup pada praktiknya ini bukanlah pekerjaan mudah.
Anak muda hampir selalu tidak bisa melakukan dua hal yang sesungguhnya sangat penting: a) Sabar; b) Sendirian. Mereka harus selalu melakukan sesuatu, menginginkan apa pun yang diinginkan orang lain sekarang.

Alasan di balik segala kehebohan ini adalah sikap ikut-ikutan yang disebut kekinian alias tren. Ketika seorang anak muda mengartikan sukses sebagai “membeli apa yang orang lain beli“ itu akan menciptakan kekuatan gajah yang segera menarik kelompok usia ini ke dalam budaya konsumtivisme. Bisakah melawannya? Dengan perencanaan keuangan, anak muda bisa.
Titik kritis bernama pernikahan Dunia romantisme yang dijejali kisah pangeran dan putri yang hidup bahagia selamanya, membuat masyarakat terobsesi dengan pernikahan. Bahkan anak perempuan sudah menggendong boneka bayi mereka seakan-akan ibunya. Anak laki-laki?
Oh…mereka asyik bermain apa pun, kecuali menjadi ayah boneka.

Perempuan mungkin baru menyadarinya ketika dewasa, bahwa meminta seorang lelaki menikahinya sama saja menyuruh kucing mandi! Banyak yang belum menyadari bahwa isu pernikahan adalah isu utama keuangan anak muda lajang. Ini adalah titik kritis yang akan mengubah tidak hanya status seseorang, tetapi bagaimana dia harus mengelola keuangan.

Sayangnya. pernikahan terutama di masyarakat kita, adalah sesuatu yang dianggap otomatis, artinya Anda pasti tahu sendirinya nantinya. Termasuk soal keuangan, nanti saja diatur setelah menikah, persis orangtua kita dulu.

Alih-alih Alih-alih merencanakan keuangan untuk persiapan kehidupan pernikahan, anak muda justru menunggu pernikahan mengajarkan itu pada mereka.
Padahal di luar karier, pekerjaan kantor, dan bisnis maka benak anak muda dipenuhi oleh satu dorongan besar lawan jenis mereka. Dengan kultur budaya masyarakat kita, ini hanya berarti satu hal yaitu pernikahan.

Masa lajang umumnya singkat, karena gairah anak muda sulit membuat mereka hidup sendirian (tak seorang pun yang bisa).
Sayangnya persiapan keuangan ke arah kehidupan berkeluarga tidak direncanakan dengan baik oleh perempuan maupun laki-laki.

Akibatnya, anak muda lajang cenderung ceroboh dengan uang mereka, dikarenakan tidak mengintegrasikan antara fase kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan berkeluarga dengan keuangan mereka.
5 Prioritas keuangan Prioritas berarti mendahulukan yang utama dibandingkan dengan yang lain, yaitu kebutuhan yang harus ada bahkan tak jarang bersifat genting dan tidak bisa ditunda. Dalam prioritas, anak muda kebanyakan masih bersikap seperti anak kecil. Mereka cenderung malawan aturan dan semaunya terhadap apa yang mereka ingin utamakan.

Ini menggeser makna prioritas sebagai kebutuhan menjadi keinginan. Hanya membutuhkan sepersekian menit untuk menebak apa keinginan anak muda. Sebut saja dua kata gaul dan gaya maka Anda akan bisa membuat daftar belanja terdiri dari ratusan barang, tempat-tempat nongkrong dan sederetan aktivitas ala sosialita, yang semuanya membutuhkan uang.

Berikut adalah lima prioritas yang sebaiknya dilaksanakan sejak pertama kali anak muda bekerja atau menerima penghasilan: · Dana darurat: kumpulkan dana tabungan sejumlah 3 6 kali penghasilan per bulan.
Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan terhentinya penghasilan sementara waktu akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) atau karena kondisi usaha yang menjadi sumber penghasilan menurun.
Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk membentuk dana darurat maka dalam waktu 6 12 bulan akan tercapai kuotanya.

· Dana pernikahan: kumpulkan dana tabungan sejumlah 6 12 kali penghasilan per bulan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan menikah dalam waktu dekat.
Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk membentuk dana pernikahan maka dalam waktu 1 2 tahun akan tercapai kuotanya. Lakukan ini setelah dana darurat terkumpul.

· Rumah: kumpulkan dana tabungan sejumlah 24-36 kali penghasilan per bulan.
Tujuannya adalah untuk membayar uang muka rumah (atau uang muka mobil) dan biaya-biaya seputar pembelian rumah. Asumsinya karena kebanyakan orang tidak mampu membeli tunai untuk rumahnya maka mereka mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) bank. Jika anak muda dapat mengalokasikan 50% dari penghasilannya untuk uang muka rumah, dalam waktu 4 6 tahun akan tercapai kuotanya.

· Pensiun: ikuti program pensiun yang mendebet sejumlah persentase 5%-10% dari penghasilan per bulan begitu pertama kali bekerja (mungkin usia 22 tahun) dan lakukan terus sampai usia 55 tahun ketika memasuki umur pensiun. Masa akumulasi 33 tahun ini akan menghasilkan ratusan juta, bahkan miliaran rupiah sebagai modal awal hidup pensiun.

· Kesehatan: beli asuransi kesehatan murni hanya jika perusahaan tempat bekerja tidak menanggung biaya pengobatan. Ini terutama berlaku untuk para profesional dan pebisnis yang menanggung sendiri biaya kesehatan mereka. Alokasikan 5%-10% dari penghasilan tahunan untuk membayar premi asuransi kesehatan.

Jika dihitung secara konservatif dengan kuota maksimal, keseluruhannya akan membutuhkan alokasi 50%-60% dari penghasilan untuk ditabung dan waktu 72 bulan atau 6 tahun tahun untuk membentuk dana darurat (1 tahun), dana pernikahan (2 tahun) dan dana rumah (6 tahun).

Anda boleh menggunakan kuota minimal jika ingin lebih ringan. Jika anak muda mulai bekerja usia 22 tahun, dia secara finansial akan siap berkeluarga pada usia 28 tahun.

Dengan melaksanakan ke lima prioritas di atas, anak muda secara otomatis mempersiapkan masa tua mereka dengan dana pensiun serta mampu mengantisipasi risiko keuangan dengan dana darurat dan asuransi kesehatan.

Kekhawatiran ketidakmampuan finansial yang sering menyebabkan tertundanya pernikahan pun dapat dihindari.
Karena masing-masing dapat menggabungkan dana pernikahan dan dana rumah mereka sebagai modal awal menuju siklus hidup finansial selanjutnya. Pertanyaan, saran, kritik, dan komentar dapat disampaikan ke redaksi melalui: bim@bisnis.co.id, http://www.bisnis.com, dan http://www.mr-edu.net

Jeli menghitung tingkat bunga efektif
BUDI FRENSIDY Lektor Kepala FEUI dan penulis buku Matematika Keuangan

Article Rank

Pembeli kredit semakin dirugikan jika angsuran pertama harus dilakukan pada hari transaksi.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak dapat lepas dari uang. Yang kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kewajibannya akan berusaha memperoleh pinjaman dengan bunga yang paling meringankan.
Sementara mereka yang mempunyai uang lebih akan mencari alternatif investasi dengan return yang paling besar untuk risiko yang sama. Untuk dapat memilih pembiayaan yang paling murah dan cerdas menghadapi bank, seseorang perlu memahami matematika keuangan tepatnya pemahaman tentang tingkat bunga flat dan efektif. Itulah sebagian dari abstrak makalah yang saya presentasikan Sabtu ini pada Seminar Nasional Matematika 2010 di Bandung.
Makalah dengan judul Cerdas menghadapi bank dengan matematika keuangan itu relevan untuk diketahui dan dipahami siapa saja yang berhubungan dengan bank sebagai debitur karena menggunakan kasus-kasus riil yang ada di sekitar kita. Berikut ringkasannya.
Pinjaman tunai Kepada pemegang kartu kreditnya, sebuah bank menawarkan dana tunai sebesar Rp2 juta hingga Rp100 juta dengan tingkat bunga 1% per bulan dan biaya administrasi 1% dari pinjaman awal, dibayar di muka. Jika jumlah pinjaman adalah Rp60 juta, cicilan per bulan adalah Rp5,6 juta selama 12 bulan. Menarikkah tawaran ini?
Dengan menggunakan Excel atau kalkulator finansial, kita akan mendapatkan jika tingkat bunga efektif adalah 1,95% per bulan dan bukan 1% yang disebutkan bank.

Kasus riil kedua adalah bank lain juga menawarkan produknya yang sangat kreatif yaitu pinjaman yang harus dilunasi dalam 6 bulan angsuran dengan bunga hanya 5%. Bunga ini harus dibayarkan di angsuran pertama.

Jika Anda berutang Rp30 juta, Anda harus mengangsur Rp5 juta setiap bulan selama 6 kali. Khusus untuk angsuran pertama, Anda harus membayar biaya bunga Rp1,5 juta sehingga angsuran menjadi Rp6,5 juta. Anda tergiur dengan skema pinjaman seperti ini?
Jika cerdas finansial, Anda akan langsung menghitung bunga efektif dari produk inovatif bank di atas dan akan menemukan bahwa bunga sebenarnya adalah 1,46% per bulan atau 17,56% p.a., dan bukan 5% atau 10% p.a.
Kredit barang Tidak berbeda dengan tawaran dana tunai, hampir semua produk juga dapat kita peroleh dengan kredit. Yang rasional akan mengatakan bahwa menarik tidaknya tawaran belanja dengan kredit bergantung pada tingkat bunga efektifnya.

Besar bunga efektif dapat dihitung jika diketahui kapan angsuran pertama dilakukan, ada tidaknya biaya administrasi, dan ada tidaknya diskon khusus untuk pembelian tunai.

Misalkan sebuah TV LCD 52 inci yang berharga tunai Rp10 juta ditawarkan secara kredit dengan uang muka 20% atau Rp2 juta dan sisanya diangsur dalam 10 angsuran bulanan sebesar Rp1 juta mulai 1 bulan lagi.
Jika kasus ini diselesaikan, kita akan memperoleh tingkat bunga efektif adalah 4,28% per bulan atau 51,3% p.a.

Pembeli kredit semakin dirugikan jika angsuran pertama harus dilakukan pada hari transaksi, seperti yang sering kita temui.
Angsuran pertama yang dibayar pada hari transaksi tidak lain adalah uang muka sehingga besar pinjaman menjadi hanya Rp7 juta yaitu Rp10 juta Rp2 juta Rp1 juta. Lamanya angsuran tinggal 9 bulan mulai bulan depan dengan besar angsuran yang sama. Karenanya, tingkat bunga efektif akan menjadi lebih tinggi yaitu 5,34% per bulan atau 64,1% p.a.

Melanjutkan kasus di atas, bagaimana jika debitur dikenakan biaya administrasi, biaya formulir, biaya aplikasi, atau apa pun namanya, misalkan totalnya sebesar 1% dari nilai barang?
Adanya biaya ini akan menambah beban peminjam. Karena pembayaran biaya ini biasanya dilakukan di muka, kita bisa mengatakan jumlah pinjaman yang diterima menjadi lebih rendah sementara jumlah kewajiban tetap.

Biaya administrasi sebesar 1% akan menyebabkan jumlah pinjaman hanya sebesar Rp6,9 juta, sementara nilai variabel lainnya tetap. Jika dihitung, kita akan memperoleh bunga 5,67% per bulan atau 68,1% p.a.

Bagaimana jika untuk pembelian tunai ternyata diberikan diskon 10% seperti yang banyak ditawarkan toko untuk meningkatkan penjualan tunai sementara pembelian kredit tidak mendapatkan diskon? Inilah kasus yang membedakan mereka yang cerdas finansial dari yang belum cerdas atau yang sekadar melek finansial.

Logikanya, kita dapat mengatakan harga tunai TV sekarang bukan lagi Rp10 juta tetapi hanya Rp9 juta karena ada diskon 10% sementara syarat-syarat untuk pembelian kredit adalah sama yaitu uang muka 20%, sisanya dilunasi dengan 10 angsuran bulanan Rp1 juta mulai hari ini, dan ada biaya administrasi 1%.

Dengan demikian, total utang untuk pembelian kredit hanya Rp5,9 juta. Utang sebesar ini harus dilunasi dengan 9 angsuran bulanan Rp1 juta. Menganggap harga TV Rp10 juta dan utang Rp6,9 juta adalah kurang cerdas karena TV boleh dibawa pulang dengan Rp9 juta dan Anda sudah membayar Rp3,1 juta.

Berbekal matematika keuangan, kita akan memperoleh tingkat bunga efektif adalah 9,40% per bulan atau 112,8% per tahun. Jelaslah sekarang jika mencicil utang itu lebih sering memberatkan daripada meringankan.
Bunga kredit 0% Yang paling membohongi dalam hal kredit dari bank ini adalah tawaran belanja barang dengan bunga 0%. Contohnya adalah sebuah apartemen berharga Rp600 juta dapat dibayar dengan 60 angsuran bulanan Rp10 juta mulai hari transaksi.

Untuk pembelian tunai dalam 1 minggu akan diberikan diskon 30%. Berbekal informasi ini, kita pun dapat langsung mengatakan bahwa tawaran bunga 0% di atas hanya mitos dan bahwa harga tunai sebenarnya adalah Rp420 juta. Karena itu, bunga sebenarnya adalah 1,25% per bulan atau 15% p.a. dan bukan 0%. Kesimpulannya, jangan percaya begitu saja tingkat bunga yang diinformasikan bank kepada Anda. Hitung lagi tingkat bunga efektif semua tawaran kredit. Matematika keuangan itu mudah dan bermanfaat. Pertanyaan, saran, kritik, dan komentar dapat disampaikan ke redaksi melalui: bim@bisnis.co.id dan http://www.bisnis.com

03/10/2010 – 13:29

IHSG Jadi Rujukan Active Fund yang Tidak Tercatat
Agustina Melani

(inilah.com/Agung Rajasa)

INILAH.COM, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini menandatangani perjanjian kerjasama dengan Daiwa Asset Management Co.Ltd. (DAM).

Demikian dikutip INILAH.COM dari situs BEI, Minggu (3/10). Perjanjian kerjasama tersebut mengenai penggunaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai benchmark untuk active fund yang tidak dicatatkan di Bursa.

IHSG akan digunakan oleh DAM untuk menunjukkan kepada investornya bhawa performance dari active fund DAM mempunyai return (pengembalian) minimal sama besarnya dengan return JCI.

Dalam penandatanganan tersebut pihak DAM diwakili oleh Kodo Demura, General Manager, Product Planning Department Daiwa Assets Management Co.Ltd, Yoshinori Okada, Managing Director Daiwa Assres Management (Singapore) Ltd, dan Daisuke Niki, Deputy General Manager, Fixed Income&Money Market Department Daiwa Assets Management Co.Ltd. [ast]

Analis PT UOB Kay Hian Securities Gema Merdeka mengatakan, banjirnya likuiditas ke pasar saham Indonesia tak lepas dari nilai bersih (price earning/PE) IHSG masih tergolong murah.

Berdasarkan proyeksi, PER indeks pada 2011 diperkirakan sebesar 16 kali. Hal ini setara dengan IHSG di level 3.900 poin. “Sementara pada 2008 PE indeks mencapai 16 kali, itu pas peak-nya,” kata Gema, di Jakarta, kemarin.

Selain itu lanjut Gema, banjirnya likuiditas tak lepas dari krisis global yang dipicu krisis keuangan di Eropa. Kondisi ini membuat investor asing mencari pasar bursa di emerging market di Asia, seperti Hong Kong, Jepang, atau Singapura.

Sayangnya, indeks di ketiga negara tersebut telah memasuki jenuh beli. “Pilihan mereka salah satunya Indonesia, karena mereka tentu ingin cari gain,” kata Gema.

Gema menilai, maraknya perdagangan saham-saham lapis kedua atau ketiga hingga terjadinya unusual market activity (UMA) tak lepas dari sudah mahalnya saham bluechips. “Bluechips sudah jenuh,” katanya.

Sumber : OKEZONE.COM
Rabu, 29/09/2010 19:47:54 WIB
‘BEI dorong gejolak saham lapis kedua dan ketiga’
Oleh: Irvin Avriano
JAKARTA: Analis menilai naiknya harga saham emiten lapis kedua dan ketiga yang memicu meroketnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mendorong saham-saham itu bergejolak.

Kepala Riset PT Universal Broker Satrio Utomo mengatakan salah satu bentuk kebijakan itu adalah program riset emiten berkapitalisasi kecil-menengah yang mendapatkan subsidi dari otoritas bursa. Riset itu dibuat oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hari ini, IHSG masih melanjutkan penembusan rekor baru ke level 3.495.

“Program itu sudah memperlihatkan dampak, karena saham-saham yang biasanya tidur di saat kondisi pasar normal sekarang sudah mulai bergerak,” ujarnya belum lama ini.

Dia mengatakan program itu juga disertai faktor pendorong lain, yaitu pergerakan emiten kecil yang memiliki fundamental kurang terpantau. Selain itu, emiten yang memiliki harga saham yang dapat ‘digoreng’ pelaku pasar.

Adapun, Pefindo baru memasukkan saham PT Pan Brothers Tbk dan PT Akasha Wira International Tbk ke dalam indeks Pefindo-SME 25. Kedua saham emiten itu termasuk ke dalam daftar 13 emiten yang berkapitalisasi kecil-menengah.

Selain kedua emiten itu, siaran pers Pefindo yang diterima hari ini menunjukkan PT Asiaplast Industries Tbk, PT Betonjaya Manunggal Tbk, PT Citatah Tbk, PT Kageo Igar Tbk, dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk ke dalam indeks itu.

Selanjutnya, PT Malindo Feedmill Tbk, PT Pelat Timah Nusantara Tbk, PT Radiant Utama Interinsco Tbk, PT Indo Acidatama Tbk, PT Selamat Sempurna Tbk, dan PT Tirta Mahakam Resources. (spr)
Selasa, 28/09/2010 12:35 WIB
RI Hanya Punya 300 Tenaga Penilai Berlisensi
Herdaru Purnomo – detikFinance

Nusa Dua – Indonesia memiliki 2.000 orang yang berprofesi di bidang jasa penilai. Dari jumlah tersebut hanya 300 orang di antaranya merupakan penilai publik yang berizin resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Demikian disampaikan oleh Ketua Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) Hamid Yusuf dalam konferensi pers di sela acara The 25th Pan Pacific Congress Of Real Estate Appraisers, Value and Counselor (PPC) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (28/09/2010).

“Kita sebenarnya membutuhkan 10.000 profesi penilai. Karena saat ini di Indonesia 10 orang penilai menangani 1 juta kebutuhan penilaiain,” ujar Hamid.

Menurutnya penilai di negara-negara berkembang dan negara maju sudah seharusnya cukup banyak. Jika dibandingkan Malaysia saja, lanjut Hamid 52 orang penilai menangani 1 juta kebutuhan.

Ia mengatakan, di antara 2000 penilai di Indonesia juga ternyata baru 300 orang khusus yang merupakan penilai publik yang mendapatkan lisensi dari Kemenkeu.

“Di mana yang memperoleh lisensi tersebut baru bisa mengeluarkan submit report. Atau dengan kata lain yang menandatangani sebuah hasil penilaian,” jelasnya.

Di tempat yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulya P Nasution mengatakan yang menjadi kendala sedikitnya jumlah penilai di Indonesia adalah tidak adanya sumber daya manusia dan pendidikan yang mendukung profesi penilai.

“Di tingkat pendidikan sarjana strata satu (S1) saja tidak ada. Hanya di UGM dan memang harus S2,” ungkapnya.

Padahal, Mulia mengatakan pemerintah saja membutuhkan jasa penilai yang cukup banyak. Seperti, sambung Mulia dalam rangka pungutan pajak dan penilian aset pemerintah. Ditambah perlu adanya penilai di pasar modal yang saat ini ramai aksi korporasi.

“Belum lagi industri bank, dimana dalam persetujuan agunan kredit dibutuhkan jasa penilaian. Dibawa Rp 5 miliar penilai internal dan di atas Rp 5 miliar itu harus penilai luar,” tuturnya.

Lebih jauh Mulia mengharapkan, dalam waktu 10 tahun ke depan atau tepatnya 2020 jumlah penilai akan bertambah walaupun lambat setidaknya hingga 300 penilai lagi.

“Atau dalam waktu 10 tahun jumlah penilai publik bisa mencapai 600 penilai,” tuturnya.

(dru/dnl)

… coba simak tabel matrix di atas (SILAKAN KLIK GAMBAR UNTUK KELENGKAPAN TABEL) … jelas potential gain gw MEMANG BERVARIASI mulai dari yang positif ke negatif … tapi coba liat perbandingannya, jelas yang positif lebih banyak … nah persentase gainnya lebih tinggi pada yang positif … nah, GIMANA CARA MENCAPAINYA, yaitu LEWAT BELI LEBIH MURAH, melalui TRADING HARIAN … cuma itu caranya, selain TUNGGU dan TUNGGU dan TUNGGU s/d harga naek sendiri … well, cara ini LAMBAT NIAN dan SELISIH KENAIKANNYA PASTI LEBIH RENDAH PERSENTASENYA :
gw kasi contoh sederhana berikut:
saham bumi :
beli @1300 (1 Lot) = 650000
beli @1290 (1 Lot) = 645000
beli @ 1280 (2 Lot) = 1280000
maka total pembelian aset adalah 4 Lot dengan modal = Rp.2575000 berarti HARGA RATA2 BELI SAHAM BUMI gw adalah =Rp2575000/2000 = Rp. 1287,5 … jadi HARGA BELI RATA2 GW LEBIH RENDAH DARIPADA Rp. 1300 dan Rp. 1290, walau pun lebih tinggi dari pada Rp.1280 … pada saat tren naek melebihi 1300, maka gw MENDAPATKAN GAIN = (1310-1287,5) X 2000 = Rp.22,50 … Rp. 45000 … BANDINGKAN JIKA GW TIDAK MELAKUKAN PEMBELIAN PADA HARGA YANG LEBIH RENDAH DARIPADA Rp. 1300, maka GAIN = (1310-1300) X 2000 = Rp.20.000,- berarti STRATEGI MAEN SAHAM GW DENGAN MEMBELI LEBIH RENDAH TELAH MEMBERIKAN HASIL LEBIH BAIK SEBESAR = Rp 45.000,- – Rp. 20.000,- = Rp. 25.000,-
… jelas lah KEBERANIAN UNTUK MEMBELI HARGA LEBIH RENDAH ADALAH SENJATA MERAIH LABA DALAM STRATEGI FOKUS LABA DALAM TREN TURUN …. believe it or not …

… gw menyajikan strategi maen saham enrg DEMI LABA (mungkin terheboh tahun 2010 ini :D) :  http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/09/05/laba-enrg-bisaaaaaaaaaaaaa/

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham alias suspensi PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS). Suspensi dilakukan karena terjadi volatitas harga dan transaksi yang signifikan pada saham perseroan. 

Menurut Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI Eko Siswanto, BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham IMAS di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terikait volatilitas harga tersebut.

“Suspensi dilakukan mulai perdagangan tanggal 23 September 2010 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” katanya di situs resmi BEI, Kamis (23/9/2010).

Saham Indomobil disuspensi saat berada di level Rp 9.400. Sebelumnya BEI juga sudah beberapa kali melakukan suspensi terhadap saham IMAS.

Suspensi pernah dilakukan BEI pada tanggal 18 dan 25 Agustus 2010 silam. Saham IMAS memang bergerak sangat tidak wajar.

Pada penutupan 29 Agustus 2010, saham IMAS masih di level Rp 1.000 per saham. Pada penutupan 7 September 2010, harga IMAS telah menyentuh Rp 10.200 per saham, melejit 920% sejak 29 Agustus 2010.

Malah pada 15 September 2010, harga IMAS sempat menyentuh Rp 12.200 pada perdagangan intraday, namun akhirnya ditutup anjlok mentok bawah ke level Rp 8.200 per saham.

Sejak itu, harga IMAS terus menerus merosot tajam. Selama 3 hari berturut, saham IMAS turun Rp 4.900 (48,04%) ke level Rp 5.300 per saham. Kenaikan maupun penurunan tajam ini terjadi dalam volume perdagangan sangat tipis.

Sumber: detikcom
Pemegang saham PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) akhirnya menyetujui rencana perseroan untuk go private dengan harga tender offer saham sebesar Rp 500 ribu per saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (22/9/2010), sebanyak 82,6% pemegang saham publik yang hadir menyetujui rencana go private tersebut. Selain go private, AQUA juga akan menghapuskan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting.

Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham (94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu per saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp 371,691 miliar.

RUPS dilanjutkan dengan pembahasan perubahan harga tender dari Rp 450 ribu per saham menjadi Rp 500 ribu per saham.

Seperti diketahui, rencana go private AQUA sudah dicanangkan sejak 2001 namun selalu menemui kegagalan.

Manajemen AQUA memberikan ultimatum kepada pemegang saham minoritas bahwa RUPS saat ini menjadi upaya terakhir untuk melakukan go private. Jika tidak ada persetujuan maka perseroan tidak akan melanjutkan agenda go private ke depan.

Sumber: detikcom
Eddy Rustanto mungkin bukan seorang investor kakap bermodal miliaran rupiah. Namanya boleh jadi tidak dikenal publik. Namun tidak mustahil jika dirinya akan
menjadi sosok impian setiap investor saham.

Jika Warren Buffet dikatakan pernah menyulap saham Coca-Cola seharga US$ 1 per saham menjadi US$ 1.000 per saham, mungkin kisah yang ‘hampir’ sama akan dialami
Eddy.

Pada tahun 1990, tepatnya pada tanggal 1 Maret 1990, PT Aqua Golden Mississippi
menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dengan
mencatatkan saham sebanyak 6.000.000 saham. Harga pelaksanaan IPO perusahaan
yang menyandang kode AQUA ini sebesar Rp 7.500 per saham dengan nilai nominal Rp
1.000 per saham.

Eddy Rustanto, merupakan salah seorang investor yang berpartisipasi dalam IPO
itu. Tak banyak yang ia beli, jumlahnya tidak sampai 1 lot. Sebagai catatan, untuk masa itu, investor dimungkinkan membeli saham berjumlah di bawah 500 lembar (1 lot) atau yang dikenal dengan istilah Odd Lot (lot ganjil).

“Waktu itu saya beli cuma 100 lembar saham pada harga IPO. Tujuannya ya investasi, iseng-iseng beli, siapa tahu bisa untung di kemudian hari,” ujar Eddy kepada detikFinance, Senin (20/9/2010) malam.

Itu berarti, modal yang dikeluarkan Eddy untuk berpartisipasi dalam IPO AQUA
hanya sebesar Rp 750.000. Pada tahun 1994, AQUA membagikan saham bonus dengan
rasio 2:1 atau setiap pemegang 2 saham akan memperoleh 1 saham baru.

Pada tahun 1995, AQUA kembali menggelar aksi pembagian saham bonus dengan rasio
10:3 atau setiap pemegang 10 saham akan memperoleh 3 saham baru. Kemudian pada
tahun 1997, AQUA membagikan dividen saham dengan rasio 8:1 atau setiap pemegang
8 saham akan memperoleh 1 saham baru.

Demikianlah sejak 1997 total saham AQUA dalam modal disetor dan ditempatkan
penuh sebanyak 13.162.473 saham, jumlah yang sama hingga hari ini.

Bersamaan dengan serangkaian aksi itulah, tanpa menambah modal apa pun jumlah
saham Eddy kini berlipat 2,19 kali menjadi 219 lembar saham. “Jumlah saham saya
saat ini segitu, 219 lembar,” ujarnya.

Pada akhir 2001, AQUA menggalang rencana go private alias mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup. Untuk keperluan itu, AQUA menawarkan harga tender offer sebesar Rp 35.000 per saham. Sayangnya rencana itu tidak disetujui pemegang saham lantaran harga saham AQUA merambat naik hingga menyentuh level yang sama dengan harga tender.

Pada akhir Agustus 2001, harga AQUA masih di level Rp 15.000-an. Pada Desember
2001, harganya telah menyentuh level Rp 35.000 per saham.

“Waktu itu memang pemegang saham minoritas meminta harga lebih tinggi, karena harga tender sama dengan harga di pasar. Makanya waktu itu rencana go private akhirnya gagal karena tidak dapat restu pemegang saham,” tutur Eddy.

Lama berselang, AQUA kembali menggelar rencana go private pada akhir 2005. Ketika itu harga AQUA di pasar reguler berkisar di level Rp 50.000 per saham, sedangkan harga tender yang ditawarkan AQUA sebesar Rp 100.000 per saham.

Pada RUPS 14 November 2005, jumlah investor independen yang hadir hanya 52,74%,
jauh dibawah ketentuan Bapepam-LK minimal sebanyak 75%. RUPS ke 2 digelar pada 2
Desember 2005. Namun yang hadir hanya 39,27% saja. Dan pada RUPS ke 3, batasan
kuorum tetap tidak dapat dipenuhi.

Oleh sebab itu, otomatis rencana go private ini kembali gagal. Pertanyaannya
kemudian, mengapa investor-investor memutuskan tidak hadir?

Menurut Eddy, saat itu memang ada pihak-pihak yang membisikkan pemegang saham minoritas untuk menjegal go private AQUA dengan alasan harga tender yang ditawarkan terlalu murah.

“Saat itu saya termasuk yang setuju dengan rencana go private. Tetapi ada
beberapa investor minoritas yang punya saham cukup banyak, mendesak manajemen
menaikkan harga tender. Padahal saat itu, banyak sekali pemegang saham minoritas
yang setuju dengan harga yang ditawarkan,” ungkap Eddy.

Hal senada diungkapkan oleh Yuli, ibu dari Ardhian Indrayana yang diberi surat
kuasa atas kepemilikan 6.163 lembar saham AQUA milik Ardhian.

“Memang sangat disayangkan kalau dari kemarin-kemarin gagal terus karena ada
investor besar yang meminta harga terlalu tinggi. Padahal, kita yang hanya punya
sedikit ingin menjualnya sejak lama. Masak karena yang besar-besar itu, kita yang kecil-kecil jadi rugi?” keluh Yuli.

Meski gagal pada tahun 2005, AQUA belum menyerah. Pada tahun 2010 ini, manajemen
AQUA kembali mencanangkan skema go private. Harga yang ditawarkan pun naik
drastis menjadi Rp 500.000 per saham.

Sebagai catatan, harga saham AQUA di pasar reguler sebesar Rp 244.800 per saham,
sedangkan di pasar negosiasi (NG) dan pasar tunai (TN) sebesar Rp 350.000 per
saham.

“Harga tender offer dari PT Tirta Investama sebagai pemegang saham kendali,”
ujar Direktur Utama AQUA, Parmaningsih Adinegoro.

Komposisi pemegang saham AQUA adalah PT Tirta Investama 12.419.090 saham
(94,35%) dan publik 743.383 saham (5,65%). Dengan harga sebesar Rp 500 ribu per
saham, maka total dana yang harus dirogoh Tirta Investama sebesar Rp 371,691
miliar.

Untuk keperluan ini, AQUA akan menggelar RUPS pada 22 September 2010 dalam rangka meminta persetujuan pemegang saham minoritas. RUPS kali ini sedikit berbeda. Manajemen AQUA telah mewanti-wanti kepada pemegang saham kalau penawaran kali ini merupakan kesempatan terakhir pemegang saham untuk menjual sahamnya di harga tinggi.

“Ini sudah merupakan penawaran terbaik. Kalau perseroan tetap jadi perusahaan publik, maka harga saham akan tergantung mekanisme pasar dan pemegang saham,
terutama yang memegang saham odd lot (jumlah saham di bawah 500 lembar saham)
dimana banyak pemegang saham perseroan yang seperti ini, akan kehilangan
kesempatan untuk menjual pada harga seperti yang ditawarkan pada tender offer.
Artinya kesempatan emas akan hilang,” jelas Parmaningsih.

Parmaningsih mengakui, ancaman penolakan masih mungkin terjadi pada RUPS kali
ini. Namun ia bersama manajemen AQUA memastikan kalau penawaran kali ini
merupakan penawaran terakhir yang akan diberikan AQUA. Jika gagal, maka tidak
akan ada lagi skema go private.

“Kalau tetap ada penolakan, maka tidak akan ada lagi aksi korporasi. Ini upaya
terakhir dan maksimal yang bisa ditawarkan kepada pemegang saham,” tegas
Parmaningsih.

Meski demikian, Parmaningsih optimistis kalau pemegang saham minoritas akan
menyetujui skema go private pada kesempatan kali ini. Sebab, banyak pemegang
saham minoritas yang telah menyampaikan konfirmasi atas kesiapannya mendukung
rencana tersebut.

“selama ini banyak pemegang saham yang sudah menghubungi perseroan menyatakan
keinginan untuk menjual sahamnya,” ujar Parmaningsih.

Yuli pun menyatakannya kesiapannya mendukung rencana ini. Ia mengaku tidak
melihat alasan untuk menolak rencana ini.

“Buat apa repot-repot minta harga tinggi kalau ujung-ujungnya malah nggak dapat apa-apa. Manajemen kan sudah bilang kalau ini penawaran terakhir, jadi saya pikir sebaiknya semua pemegang saham minoritas setuju saja lah, supaya sama-sama enak, semuanya untung,” ujarnya.

Hal itu pun diakui oleh Eddy. Ia pun mengaku siap mendukung rencana go private
AQUA dalam RUPS 22 September 2010.

“Kalau saya sih melihatnya, harga yang ditawarkan sudah sangat bagus. Kapan lagi
bisa jual pada harga segini. Kalau jual di market sulit, tidak ada posisi.
Lagipula ini kesempatan terakhir kan, kalau tidak jual sekarang, kapan lagi?”
ujar Eddy.

Bagaimana tidak, dengan modal membeli 100 lembar saham sebesar Rp 750.000, Eddy
bakal memperoleh dana sebesar Rp 109,5 juta dari penjualan 219 lembar sahamnya
di harga Rp 500.000 per saham.
Itu berarti, selisih keuntungan (gain) yang
diperoleh Eddy dari penantian selama 20 tahun sejak IPO AQUA mencapai 14.500%!!

Sumber: detikcom

loading

BEI proses IPO Rp15 triliun
OLEH ARIF GUNAWAN S. & IRVIN AVRIANO A.
Bisnis Indonesia

JAKARTA:
Hingga menjelang akhir tahun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih memproses rencana pencatatan saham perdana (IPO) 12 calon emiten, dengan total nilai emisi sekitar Rp15 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan jumlah tersebut akan menambah 12 emiten baru yang telah melantai di bursa sepanjang tahun berjalan, dengan dana publik yang diraup sekitar Rp5,36 triliun.

“Masih ada 12 calon emiten yang masih dalam pipelined, nilainya berkisar Rp15 triliun. Di sisi lain, obligasi bisa Rp30 triliun dari yang sudah tercatat sekarang sekitar Rp20 triliun,” katanya kemarin.

Angka tersebut belum memasukkan rencana pencatatan saham PT Garuda Indonesia. Terakhir, otoritas bursa meresmikan PT Berau Coal Energy sebagai emiten pendatang baru ke-12 tahun ini.

Beberapa calon emiten besar yang masih diproses yakni PT Indofood CBP Tbk dengan taksiran nilai IPO Rp5 triliun, PT Harum Energy Tbk sekitar Rp2,6 triliun, PT Krakatau Steel diproyeksi Rp4 triliun, dan PT Borneo Lumbung Energy sekitar Rp4 triliun.

“Itu saja sudah sekitar Rp12 triliun. Ditambah calon emiten lainnya, angka IPO yang tengah diproses bisa Rp15 triliun,” jelas Eddy.
Berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa tahun ini adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk ROTI), PT Golden Prima Retailindo Tbk (GOLD).

Selain itu, PT Skybee Tbk (SKYB), PT BPD Jabar Banten Tbk (BJBR), PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), serta PT Berau Coal Energy (BRAU).

Dalam rencana kerja anggaran perseroan (RKAP) 2010, BEI menargetkan 25 emiten yang akan mencatatkan saham di bursa tahun ini. Di sisi lain, emisi obligasi ditargetkan mencapai Rp30 triliun. Manajemen bursa belum berencana mengubah target tersebut.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) selama Januari hingga 9 Agustus 2010 telah mengeluarkan 48 surat pernyataan efektif untuk 11 penawaran umum perdana saham (IPO), 19 penawaran umum terbatas kepada pemegang saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu

(HMETD), 16 emisi obligasi, dan dua emisi sukuk korporasi.
Aset investor asing Sementara itu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat penambahan aset saham dan obligasi korporasi pada Agustus 2010 sebesar Rp38,19 triliun menjadi Rp1.614,92 triliun, dengan jumlah kepemilikan asing 60,88%.
Adapun, nilai aset hingga akhir Juli yang tercatat di KSEI sebesar Rp1.576,73 triliun. Direktur KSEI Sulistyo Budi mengatakan hingga Agustus 2010, nilai aset saham dan obligasi milik asing tercatat Rp980,22 triliun, tumbuh 0,94% dibandingkan dengan posisi Juli 2010 sebesar Rp971,04 triliun.

“Kami belum mengetahui, apa yang menyebabkan nilai asing ini meningkat. Biasanya ada dua kemungkinan, dipicu dari naiknya aset atau banyaknya listing baru. Namun, kalau dilihat, kemungkinan aset yang naik,“ ujarnya.

Dia menjelaskan nilai kepemilikan lokal sampai dengan Agustus 2010 tercatat sebesar Rp634,7 triliun, naik 4,78% dibandingkan dengan Rp605,69 triliun pada Juli.

Menurut dia, jumlah subrekening efek yang tercatat di lembaga tersebut mencapai lebih dari 300.000 subrekening. “Akhir Juli 2010, jumlah subrekening efek sebanyak 298.322,“ tuturnya. (09)

Senin, 20/09/2010 16:51 WIB
BEI Periksa 3 Broker ‘Pemain’ Saham Indomobil
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(Foto: Dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memeriksa broker pelaksana perdagangan saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), hari ini, Senin (20/9/2010).

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara komprehensif sebab fluktuasi harga saham IMAS yang tergolong tidak wajar.

“Kami sudah mulai memanggil broker. Hari ini kita mulai periksa ada tiga perusahaan,” papar Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Anggota Bursa BEI, Uriep Budhi Prasetyo di kantornya, BEI, SCBD Jakarta Senin (20/9/2010).

Pemeriksaan akan dilakukan secara simultan, dan pada keesokan hari, rencananya ada dua broker yang juga akan diperiksa.

Saham IMAS memang bergerak sangat tidak wajar. Pada penutupan 29 Agustus 2010, saham IMAS masih di level Rp 1.000 per saham. Pada penutupan 7 September 2010, harga IMAS telah menyentuh Rp 10.200 per saham, melejit 920% sejak 29 Agustus 2010.

Hingga kini, saham IMAS tercatat di level Rp 9.450 per saham, atau kembali naik 19,62% dari posisi penutupan terakhir Rp 7.900 per saham. Pada pembukaan perdagangan hari Senin ini, IMAS sempat menyentuh harga Rp 8.200 per saham.

(wep/dro)
Indeks BEI Tembus 3.500 Poin
Kamis, 16 September 2010 | 11:16 WIB

AFP

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat pasar saham, Krisna Dwi Setiawan memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan pada akhir 2010 akan dapat mencapai angka 3.500 poin, karena hanya tinggal selangkah untuk bisa mencapai level 3.400 poin. Kalau indeks BEI dalam waktu tidak lama mencapai 3.400 poin maka untuk menuju 3.500 poin tidak akan mengalami kesulitan, karena posisi itu dinilai merupakan angka psikologis pasar, katanya di Jakarta, Kamis (16/9/2010).

Krisna Dwi Setiawan yang juga analis PT Valbury Asia Securities mengatakan, kenaikan indeks yang cukup besar hingga menembus angka 3.300 poin menunjukkan pelaku asing sangat antusias membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaku asing menyerbu pasar membeli saham dalam jumlah yang cukup besar hampir mencapai Rp2 triliun lebih kemarin, katanya.

Indeks, lanjut dia saat ini memang terkoreksi karena pelaku pasar melakukan aksi lepas untuk mencari untung, namun aksi tersebut tidak begitu besar. Hal ini menunjukkan bahwa peluang indeks untuk naik lagi masih, karena itu indeks diperkirakan pada perdagangan sore akan mengalami kenaikan, ucapnya.

Menurut dia, aksi beli saham oleh pelaku pasar khususnya asing terutama terpicu oleh aturan baru Bank Indonesia (BI) yang menaikkan bunga Giro Wajib Minimum dari lima persen menjadi delapan persen. Kenaikan itu akan menimbulkan persaingan antarbank yang pada gilirannya mendorong suku bunga bank bergerak naik, ucapnya.

Krisna mengatakan, apabila perbankan menaikkan suku bunganya maka pelaku asing diperkirakan lebih aktif bermain di pasar saham dan uang meningkatkan investasinya karena keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Karena itu peluang indeks BEI untuk mencapai 3.500 poin akan semakin besar, katanya.

Menurut dia, paling lambat akhir tahun 2010 indeks akan dapat mencapai level 3.500 poin dan paling cepat pada November nanti sudah mendekati angka tersebut.

“Kami optimis pasar akan makin ramai karena pelaku aktif memburu saham-saham unggulan dan lapis dua,” ucap Krisna Dwi Setiawan.

4 Cara Mudah Melihat Perusahaan Potensial & Menguntungkan
Selasa, 14 September 2010 – 09:21 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone
4 Cara Mudah Melihat Perusahaan Potensial & Menguntungkan
Selasa, 14 September 2010 – 09:21 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Investor yang bermain di pasar modal Indonesia haruslah jeli jika ingin mendambakan keuntungan yang berlipat. Untuk itu, setiap investor harus mau melihat dan menganalisis semua laporan keuangan dari semua perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lantas dengan jumlah emiten yang ada saat ini sekitar 400-an, butuh berapa lama untuk membacanya? Tentu yang dibayangkan adalah pekerjaan yang membosankan dan sangat menguras energi dan waktu.

“Padahal sebenarnya kita bisa baca satu laporan keuangan hanya dalam waktu 10 menit. Kalo 400 perusahaan 4000 menit, mungkin kurang dari 3 hari anda bisa dapat ‘berlian’,” ujar Wakil Presiden dan Analis PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere saat ditemui di kantornya, Jakarta belum lama ini.

Lalu, bagaimana caranya? Ia mengaku telah membuat suatu sistem membaca laporan keuangan hanya dalam waktu 10 menit dengan melihat pada empat indikator untuk dapat mengetahui apakah perusahaaan ini pantas dilihat, ataukah perusahaan tersebut sampah (tidak pantas dilihat).

Berikut adalah penjelasan dari Nico terkait empat indikator dalam membaca laporan keuangan dalam waktu 10 menit.

1. Perhatikan Penjualan (Sales) dan Laba Bersihnya.

Yang pertama, kita harus melihat ada kenaikan Sales dan Laba Bersihnya dari tahun ke tahun. Jika sekali-kali Laba Bersihnya turun, It’s oke lah. Karena kita melihat iklim usaha kalo ada perlambatan dalam Gross Domestic Product (GDP) dan sebagainya, jadi dapat dimengerti bahwa perlambatan kinerja dalam perusahaan itu merupakan hal yang wajar.

Tetapi secara keseluruhan (overall) dari tahun ke tahun itu seharusnya sales dan laba bersihnya naik. Dan biasanya cara perusahaan menaikkan sales-nya adalah dengan menaikkan harga atau jasanya atau bisa juga menjual lebih banyak barang dan jasanya.

Tetapi harus ada konsistensi dalam kenaikan laba bersih dan pendapatannya. Jangan naik, turun, naik, turun. Itu jelek sekali. Tetapi perusahaan yang baik itu, naik dari tahun ke tahun sehingga perusahaan itu jauh lebih layak untuk dibidik.

Lalu perhatikan juga jangan-jangan laba bersihnya naik akan tetapi sales-nya tidak mengikutinya. Ada apa ini?

Jadi hal tersebut juga ada formulanya. Nico berpatokan pada sales, dimana sales itu harus naik minimum 70 persen dari kenaikan laba bersihnya. Jadi misalkan laba bersihnya naik 10 persen, maka sales-nya harus naik 70 persen.

Hal ini karena di Amerika Serikat (AS) saat ini banyak perusahaan berhasil naikkan laba bersihnya dengan puluhan persen tetapi sales-nya tidak mengikutinya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini karena perusahaan tersebut menerapkan kebijakan non sales (diluar penjualan). Artinya, perusahaan tersebut memangkas misalnya tenaga kerja, biaya marketing, melakukan efisiensi dan sebagainya.

Jadi ini sebenarnya bukan menunjukkan perusahaan yang sehat, tetapi ini menunjukkan perusahaan yang desperate (putus asa). Perusahaan itu tahu, bahwa sulit menaikkan sales-nya. Maka perusahaan tersebut akan mencari kebijakan non sales. Mungkin dengan cara inilah investor dapat dikelabui. Sehingga kenaikan laba bersihnya dari non cash pendapatannya.

Terkadang juga ada perusahaan yang menjual asetnya (asset sales) demi menaikkan Laba Bersihnya. Misalnya menjual aset di anak usahanya. Dengan melakukan hal itu, tentunya akan menaikkan laba bersihnya. Padahal itu bukan berhubungan dengan operasional sebetulnya. Itu extraordinary event. Itu hanya terjadi sekali-kali.

Terkadang ada juga perusahaan yang laba bersihnya melonjak akibat forex gain atau forex loss. Ini bukan operasional. Makanya untuk menghindari itu, jangan terlalu berpatokan pada laba bersihnya. Tapi juga melihat pada cashflow statement-nya.

2. Arus Kas-nya (Cashflow)

Perusahaan yang baik dapat dilihat dari dilihat dari arus kas (cashflow) yang positif.
cashflow yang negatif lama kelamaan akan berdampak fatal jika terus dipertahankan.

Cashflow yang dimaksud adah free cashflow. Free cashflow adalah: operating cashflow (arus kas/kas bersih dari aktivitas operasi) dikurangi belanja modal (capital expenditure/capex) sama dengan free cashflow.

Free cashflow artinya anda bisa mengalokasikan untuk apa aja. Untuk laba yang ditahan, juga sebagian untuk deviden. Nah ini yang penting untuk investor, bukan spekulan. Dan untuk investor asing biasanya mereka lihat cashflow-nya. Karena mereka menginginkan deviden.

Dan jika cashflow suatu perusahaan itu negatif. Ini diibaratkan anda mengalami banyak pendarahan, Dan cashflow itu darah perusahaan. Kalau anda kehilangan darah terus perusahaan akan bleeding and death.

Karena itu perusahaan berpotensi kolaps karena cashflow-nya negatif terus. Solusinya, perusahaan tersebut akan tambah utang untuk tambah modal. Tetapi sampai kapan investor akan percaya? Dan jika menambah utang maka konsekuensinya beban bunga akan naik.

Makanya kalo jika kita melihat cashflow-nya negatif, maka akan mempengaruhi DER-nya (Debt to Equity Ratio/rasio utang terhadap modal) juga. Saat ini ada satu perusahaan yang DER-nya diatas empat dan perusahaan tersebut mau menurunkannya. “Tetapi selama masih diatas satu tidak akan saya lihat saham itu,” kata Nico.

3. DER (Debt to Equity Ratio) atau Rasio Utang Terhadap Modal

Perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang DER-nya kecil atau berada di bawah 0,8 atau dibawah 80 persen tergantung anda melihatnya. Cara melihat DER suatu perusahaan adalah : total utangnya (total liabilities) dibagi equity (modal/ekuitas) dikali 100 persen.

4. Operating Profit Margin (OPM)

OPM makin besar makin bagus. Kenapa? Karena kalau misalkan ada perlambatan perekonomian atau kompetisi meningkat yang punya OPM yang sangat besar bisa menurunkannya agar mudah. Tetapi kalau misalkan punya OPM kecil, maka perusahaan tersebut untuk menurunkannya akan sangat susah.

Cara melihat OPM itu : Laba usaha dibagi sales (penjualan) dikali 100 persen.

Lantas, berapa patokan persentase OPM suatu perusahaan yang baik? Misalkan di sektor CPO yang saya ingat itu PT BW Plantations Tbk (BWPT), perusahaan yang masuk empat besar di sektornya itu OPM-nya 60 persen. Itu besar sekali.

Dan jika kita sudah memakai analisa seperti itu, ibaratnya kita jadi punya penyaring mana saham yang potensial dan mana yang tidak berprospek cerah. Kita telah mem-filter semua saham.

Dan juga kita akan melakukan filter yang kedua, yakni membeli saham dengan fundamental yang kokoh dengan harga yang murah. Karena percuma kan anda beli barang yang bagus tetapi mahal. Tunggu saja saat pasar anjlok baru kita beli saham tersebut. Misalkan saya beli harga barang 100 di harga 50. Kita tahu harga barangnya berapa. Saat investor susah terus mau jual barulah kita membelinya.

Untuk itu ada dua yang dilihat. Pertama Price Earning Ratio (PER) nya dihitung. Cara menghitungnya: laba bersih per saham dibagi harga sahamnya.

Yang kedua yield devidennya. Cara menghitungnya: deviden yang diberikan oleh perusahaan dibagi dengan harga pasar. Signifikan atau tidak dengan harga yang diberikan.(wdi)
Rabu, 15/09/2010 18:30 WIB
RI Bakal Jadi Salah Satu Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indonesia telah diidentifikasikan sebagai salah satu pasar teratas bagi investor global. RI juga diyakini akan menjadi salah satu mesin penggerak perekonomian global dalam dekade mendatang.

Hal tersebut terungkap dari laporan The ‘Great Expectations: Doing business in emerging markets’ yang menawarkan pandangan-pandangan baru dari investor-investor internasional tentang pasar mana saja yang mereka lihat sebagai mesin pertumbuhan global di masa depan.

Laporan ini berdasarkan survei yang diadakan terhadap lebih dari 520 eksekutif global dari setiap sektor. Semua responden tersebut sebagian tengah melakukan bisnis di emerging markets atau berencana melakukan bisnis di emerging markets dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

Menteri Bisnis Inggris Vince Cable mengatakan, keseimbangan daya global saat ini tengah berubah dan hal tersebut diakui dalam laporan penelitian investasi dan perdagangan Inggris.

“Pasar-pasar seperti Vietnam, Indonesia, Meksiko, Argentina, diproyeksikan sebagai salah satu dari mesin pertumbuhan global pada dekade mendatang,” jelas Cable dalam pernyataannya saat peluncuran laporan tersebut, Rabu (15/9/2010).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan Inggris memanfaatkan para ahlinya untuk membantu mendukung pertumbuhan itu.

Wakil Duta Besar Kedutaan Inggris Jakarta Rebecca Razavi mengaku senang karena Indonesia dinyatakan sebagai salah satu pasar teratas bagi investor global tahun ini.

“Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Pasifik dan sebagai anggota G20, Indonesia memiliki peran yang semakin penting di panggung internasional. Indonesia juga merupakan mitra kunci perdagangan dan investasi bagi Inggris,” urainya.

Ia menambahkan, laporan yang UK Trade and Investment tersebut merupakan contoh lain tentang pandangan positif investor global terhadap potensi Indonesia untuk tumbuh sebagai pasar dengan tingkat ekonomi tinggi.

“Dan Inggris berkomitmen penuh untuk bekerja erat dengan pemerintah Indonesia guna memastikan hal tersebut dapat dicapai,” imbuhnya.

Fakta-fakta yang ditemukan berdasarkan laporan tersebut antara lain, Indonesia telah dipilih sebagai negara tujuan investasi kedua, di luar BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) untuk tahun 2010.

Pasar ketiga teratas bagi investor pada dua tahun mendatang adalah China (20%), Vietnam (19%), India (18%). (qom/dnl)

Pintar dan Kaya
Friday, July 9th, 2010
oleh : Paulus Bambang W.S

Masalah di dunia ini terjadi ketika orang bodoh terlalu yakin dan orang pintar penuh dengan keraguan — Bertrand Russell
Ternyata satu jam keterlambatan pesawat dari Balikpapan ke Jakarta tidaklah menyebalkan. Bahkan, kalau mau jujur, sejam itu terlalu singkat ketika kami mampu mengisinya dengan aktivitas yang menyenangkan. Diskusi gaya warung kopi yang tidak terstruktur tiba-tiba menjadi bergairah ketika saya, Nila dan Bugie menemukan satu fenomena antara orang yang pintar dan kaya. Kami bertiga tersentak, dan diskusi berlanjut dalam dunia maya sampai kami masuk ke dalam peraduan di rumah kami masing-masing.
Kesimpulan pertama yang kami ambil adalah membedakan antara orang kaya dan orang pintar secara contrary items. Setidaknya ada tujuh perbedaan yang mendasar, yaitu:
Pertama, orang pintar mampu menganalisis dan mengajar bagaimana menjadi kaya, membuat strategi untuk menjadi orang kaya karena ia belum bisa kaya. Adapun orang kaya itu pandai mencari orang pintar untuk menganalisis mengapa dia kaya.
Kedua, orang pintar pandai memberi jawaban untuk orang kaya, sedangkan orang kaya pandai memberi pertanyaan buat orang pintar.
Ketiga, orang pintar dalam bahasa rekan saya, Nila, memiliki competence for cash, sedangkan orang kaya memiliki cash for competence.
Keempat, orang pintar memutuskan segala sesuatu dengan rasio. Decision by head dengan pemikiran dasar ”engke kumaha”, sedangkan orang kaya memutuskan banyak hal dengan guts dan intuisi. Decision by heart, dengan pemikiran dasar ”kumaha engke”.
Kelima, orang pintar memiliki kapital tak berwujud dengan harta yang sangat terbatas (intangible capital limited assets), sedangkan orang kaya memiliki kapital berwujud dengan harta tanpa batas (tangible capital unlimited assets).
Kelima, orang pintar itu menganalisis dengan masukannya (input) biaya – cost and benefit, sedangkan orang kaya memikirkan keluaran (output) berupa keuntungan – profit and loss.
Ketujuh, orang pintar sangat memperhitungan risiko, sedangkan orang kaya menghitung peluang.
Ketika kedua faktor itu digabungkan, hasilnya lebih mencengangkan saya. Sebuah matriks yang menarik untuk dikaji lebih dalam lagi. Dengan klasifikasi matriks ordinat kaya dan absis pintar, maka ada empat tipe manusia yang sangat berbeda satu dari yang lain dengan gaya hidup dan kontribusi yang bagai bumi dan langit, sangat jauh bedanya.
Pertama, manusia yang tidak pintar alias bodoh dan tidak kaya (= miskin). Kita tidak perlu membahas karena memang tidak akan mendapatkan sesuatu pelajaran yang what to do, hanya sekelumit catatan what not to do. Ini adalah objek dari ketiga jenis manusia lain untuk dikembangkan agar masuk ke tiga kategori yang bisa berkontribusi buat masyarakat sekitar. Lebih sedih lagi kalau ada manusia yang sudah bodoh, miskin, tetapi sombong. Biasanya jadi tukang teriak di lapangan untuk program apa saja asal dapat bayaran dua puluh ribuan. Bagi yang jahat, ini sumber eksploitasi dan manipulasi.
Kedua, manusia yang pintar tetapi tidak kaya. Artinya, ia memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi tumpukan harta. Mungkin terkena sindrom teori mengawang dan tidak down to earth atau memang idealis sehingga materi bukan menjadi tujuan hidupnya. Kekuatan intelektual menjadi passion-nya dan yang dicari adalah kemapanan akademis dan menciptakan ilmu atau teori baru atau dalam bahasa rekan diskusi saya tadi, Bugie, kepuasannya adalah kalau ilmu dan gelarnya bertambah, bukan soal hartanya yang meningkat.
Ketiga, orang yang kaya tetapi tidak pintar. Bisa karena kepemilikan alias punya the right last name alias warisan atau hoki tetapi tidak mampu menuangkan untuk membuat orang lain mendapat pencerahan. Dalam jangka pendek, keberuntungan memang bisa terjadi beberapa kali, tetapi tidak selamanya. Dalam jangka panjang bisa berbahaya kalau tidak mencoba mencari kepintaran dengan harta yang dia miliki.
Keempat, orang kaya dan pintar. Ini yang paling ideal. Mampu menerangkan mengapa ia kaya dan mampu membagikan ilmunya bagi orang yang mau mempelajarinya. Ini yang akan sustain dalam jangka panjang. Kinerjanya akan menghasilkan keluaran yang berlipat ganda dibandingkan dengan ketiga yang lain. Jangan heran, yang keempat ini akan semakin kaya dan semakin pintar. Menguasai harta dan membuatnya beranak pinak secara asimptotis.
Manusia jenis keempat akhirnya akan memilih jalur pengusaha, bukan profesional. Manusia ini memiliki keberanian dan semangat yang membuat orang biasa menjadi terkagum-kagum, tetapi tidak merasa yang ia lakukan sesuatu yang aneh. Bill Gates dan Steve Jobs adalah orang pintar yang bukan lulusan sekolah formal, tetapi bisa menjadi orang kaya yang memengaruhi dunia. Chairul Tanjung adalah contoh manusia yang berusaha dari bawah dan mampu menjadi pintar dan kaya karena kegigihan yang luar biasa. T.P. Rachmat dan Sandiaga Uno adalah sosok profesional yang akhirnya jadi pengusaha. Karena pintar, keduanya jadi kaya. Segala jalur bisa ditempuh asal memiliki kemauan dan keberanian untuk jadi pintar di bidangnya, yang akhirnya berani melompati tembok kemapanan. Berani?
*) Penulis Built to Bless dan Lead to Bless Leader.
Rabu, 15/09/2010 17:10:11 WIB
Libur bursa diminta disesuaikan dengan bank sentral
Oleh: Stefanus Arief Setiaji
JAKARTA: Pelaku pasar mengharapkan otoritas bursa mempertimbangkan agar masa libur bursa disesuaikan dengan ketentuan libur bank sentral karena seluruh aktivitas transaksi pasar saham dilakukan melalui perbankan.

Direktur PT Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana mengatakan sebenarnya pelaku pasar tidak mempersoalkan waktu libur yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI), mengingat keputusan tersebut telah ditetapkan bersama pada awal tahun.

“Kalau memang bisa dibakukan waktu liburnya dan disesuaikan dengan waktu libur bank sentral tentu akan lebih baik, karena transaksi saham dilakukan melalui perbankan dan disesuaikan dengan jadwal kliring,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Bursa menetapkan libur Lebaran tahun ini berlangsung mulai 8 September hingga 14 September 2010, sehari lebih lama dibandingkan dengan libur Bank Indonesia yang ditetapkan 8 September hingga 13 September 2010.

Menurut Adrian belum pulihnya kegiatan kliring perbankan setelah Lebaran, dapat dijadikan pertimbangan otoritas bursa menetapkan libur lebih lama. Pernyataan ini terkait dengan kritikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan libur di pasar bursa terlalu lama.

“Mungkin karena pertimbangan kegiatan kliring bank dibuka setengah hari, akhirnya bursa memutuskan kegiatan pasar libur sehari penuh,” tuturnya.

Direktur Utama BEI Ito Warsito menegaskan keputusan libur bursa tidak ditetapkan sepihak, melainkan melalui kesepakatan seluruh pelaku pasar dan anggota bursa sehingga tidak dipersoalkan investor ataupun pelaku pasar.

Keputusan ini, jelasnya, ditetapkan dengan mempertimbangkan kepentingan asosiasi dan mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Keputusan libur itu bukan tanpa pertimbangan, libur sudah ditetapkan sejak 2009. Libur sudah berdasarkan konsultasi dari pelaku pasar, asosiasi, dan anggota bursa, dan sudah disampaikan dalam RUPS,” jelasnya. (esu)
Tips Investasi Saham Usai Lebaran
Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah berapa uang tunai tersisa selama Lebaran.
SENIN, 13 SEPTEMBER 2010, 06:35 WIB Arinto Tri Wibowo, Antique

VIVAnews – Idul Fitri 1431 Hijriyah yang jatuh pada 10 September 2010 telah berlalu. Sedangkan hari ini, Senin 13 September 2010 adalah hari terakhir cuti bersama, sebelum pekerja memulai aktivitasnya kembali esok.
Namun, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) baru dibuka kembali pada Rabu 15 September 2010. Sejumlah analis memberikan tips, apa yang mesti dipilih atau dilakukan pemodal saat lantai bursa dibuka kembali.
Apalagi, selama Lebaran, pengeluaran dipastikan membengkak, sehingga pemodal diharapkan lebih cermat memanfaatkan sisa uang tunai jika ingin berinvestasi di saham.

Menurut Teguh Ramadhani, direktur PT Evio Securities, ada sejumlah tips atau langkah yang bisa dipilih para pelaku pasar ketika transaksi hari pertama lantai bursa dibuka paska libur panjang Lebaran.

Pertama, investor sebaiknya me-review dulu portofolio pada masa liburan Lebaran. Berapa pertumbuhan portofolio selama sembilan bulan ini, apakah menurun tetap atau naik? Berapa persen yang sudah diperoleh dari portofolio itu? Berapa cash yang masih tersisa?

“Meski portofolio berkurang, investor bisa melakukan pertukaran dari saham yang tidak menjanjikan ke saham yang memiliki potensi kenaikan, sehingga minimal portofolio bertahan atau dapat menutup kerugian yang lalu. Kuncinya, disiplin dengan trading plan kecuali tujuannya long term,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta.

Kedua, ketika dibuka pada hari pertama, ada baiknya investor melihat dulu kondisi pasar karena bursa regional tidak libur. Langkah ini dilakukan jika ada beberapa saham yang menjadi target untuk diakumulasi. Kemudian, lakukan akumulasi saham secara bertahap.

Ketiga, pemodal dapat mencermati perkembangan laporan keuangan emiten periode September 2010. Selain itu, pada triwulan IV pasar akan banyak menerima perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya di BEI.

Keempat, jika saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi saat mengawali transaksinya, investor dapat melakukan akumulasi saham bertahap, dan berharap terjadi pembalikan arah (rebound) untuk mendapatkan keuntungan. 

Kelima, buat ruang untuk investasi dan transaksi. Karena kombinasi itu dapat meminimalkan risiko dalam berinvestasi di pasar saham. Jika target investasi sudah tercapai, disiplin saat melepas saham. “Lakukan pola switch atau tunggu sampai kondisi sangat kondusif untuk masuk kembali,” tuturnya.

Keenam, selamat trading dan berinvestasi. Yang utama adalah kedisiplinan dan kesabaran, karena hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan berinvestasi di pasar modal.

Keempat, jika saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi saat mengawali transaksinya, investor dapat melakukan akumulasi saham bertahap, dan berharap terjadi pembalikan arah (rebound) untuk mendapatkan keuntungan.

Kelima, buat ruang untuk investasi dan transaksi. Karena kombinasi itu dapat meminimalkan risiko dalam berinvestasi di pasar saham. Jika target investasi sudah tercapai, disiplin saat melepas saham. “Lakukan pola switch atau tunggu sampai kondisi sangat kondusif untuk masuk kembali,” tuturnya.

Keenam, selamat trading dan berinvestasi. Yang utama adalah kedisiplinan dan kesabaran, karena hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan berinvestasi di pasar modal.

Sedangkan Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta menyarankan investor yang belum merealisasikan keuntungan atau belum mengurangi posisi beli di saham, sebaiknya melakukan hal itu. Sebab, apa yang terjadi pada bursa global maupun regional tidak ada yang bisa memperkirakan.

“Selain itu, kita masuk pada pertengahan September dan IHSG telah tembus level target tertinggi, sehingga rawan terjadinya pelemahan,” ujarnya.

Robin mengakui, pasar menunggu momentum atau sentimen baru paska Lebaran, sehingga pelaku pasar sebaiknya mencermati pasar global. Bila negatif, di awal transaksi, pasar saham domestik akan terjadi pengurangan posisi beli.
Namun, harga minyak mentah dunia satu dua pekan ke depan diprediksi meningkat dan itu akan menjadi sentimen positif.

“Satu dua hari paska libur panjang, sepertinya investor wait and see (tunggu dan lihat) dulu sebelum mengambil posisi beli. Apalagi market cenderung konsolidasi, setelah IHSG menembus level tertinggi baru di 3.230,” kata Robin.
• VIVAnews
Rabu, 01 September 2010 | 13:14 oleh Syamsul Ashar Memilih InvestasiKiat memilih keranjang investasi ideal
JAKARTA. Biarkan uang bekerja untuk kita. Pepatah ini lazim digunakan untuk mengibaratkan pentingnya berinvestasi.

Anda tidak perlu menunggu penghasilan besar. Silakan Anda memanfaatkan jurus investasi untuk memperbesar net asset. Apalagi, kini banyak instrumen investasi yang dirancang bagi perorangan.

Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting, membagi tipe investasi dalam tiga kelompok: investasi jangka pendek, jangka menengah, dan investasi jangka panjang. “Idealnya, kita menyisihkan minimal 20% penghasilan bulanan untuk berinvestasi,” kata dia.

Golongan investor jangka pendek biasanya keluarga baru. Jika berstatus pekerja, investor tipe ini adalah orang-orang yang berada di tengah tangga kariernya. Biasanya pula, mereka masih membutuhkan banyak biaya untuk membesarkan sekaligus menyekolahkan anak.

Investasi yang pas untuk keluarga seperti ini adalah investasi jangka pendek. “Kami tak akan menyarankan keluarga dengan profil seperti ini membeli produk investasi berisiko tinggi,” kata Eko.

Golongan investor jangka menengah adalah keluarga yang telah memiliki anak usia SMP atau SMA. Keluarga seperti ini sebaiknya mulai berkonsentrasi untuk investasi jangka menengah dan panjang, di luar mencukupi kebutuhan tempat tinggal ataupun mobil.

Fokus keluarga seperti ini tak lagi mencari harta, tapi memperbanyak harta. Porsi pengeluaran rutin mereka tak lagi terlalu besar dibanding penghasilan. Mereka yang masuk kelompok ini adalah orang yang sudah berumur di atas 40 tahun.

Eko menyarankan mereka membenamkan duit untuk investasi yang bersifat jangka menengah dan panjang, dengan risiko sedikit lebih tinggi.

Tipe ketiga adalah keluarga yang perlu berinvestasi jangka panjang. Mereka adalah golongan masyarakat yang telah menjelang masa pensiun, dan telah mencapai puncak karier. Ini saat paling tepat untuk melikuidasi timbunan aset.

Mereka bisa menjual properti atau membagi-bagi warisan kepada anak cucu. Mereka tinggal menyisakan uang sekadar untuk menikmati hidup sambil menekuni hobi. Kalaupun masih ingin berinvestasi, bisa memperbanyak produk investasi berisiko tinggi.

Yuk, kita tengok karakter beberapa keranjang atau bakul investasi yang bisa Anda pilih.

Emas

Emas telah menjadi instrumen investasi sejak zaman baheula. Logam mulia ini cocok menjadi investasi jangka pendek maupun jangka menengah. Jika Anda ingin menyiapkan biaya pendidikan secara singkat, membeli mobil atau rumah, emas bisa menjadi pilihan.

Mengapa? Pertama, emas merupakan instrumen yang likuid. Kedua, emas bisa mengamankan nilai dana, mengingat harga komoditas tambang ini tergolong stabil.

Kini, harga emas cenderung naik. Bahkan jika dihitung dalam jangka waktu setahun, gain dari emas lebih tinggi dibanding dengan bunga deposito bank.

Reksadana
Investasi ini tepat bagi keluarga yang masuk taraf memperbanyak aset. Produk ini cocok bagi keluarga yang anak-anaknya ada di bangku SMP-SMA.

Eko menyarankan reksadana saham bagi kelompok ini yang ingin mendapat return tinggi. Reksadana saham pas pula bagi keluarga mapan yang memasuki masa pensiun. Tapi, ingat, risiko reksadana saham juga tinggi, lo.

Ada juga reksadana dengan tingkat risiko, namun dengan imbal hasil yang tidak terlalu tinggi, yaitu reksadana pendapatan tetap dan reksadana terproteksi.

Obligasi
Salah satu investasi jangka menengah lain adalah obligasi. Kelebihan obligasi: imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan produk bank, baik deposito atau variasi lain.

Tentu ada konsekuensi risiko di produk ini. Jika investor ingin menguangkan sebelum jangka jatuh tempo, bisa jadi harga jualnya lebih rendah dari harga saat beli. Dengan begitu, tingkat pengembalian lebih rendah. “Harus sadar bahwa jika sewaktu-waktu ingin mengambil, siap-siap merugi,” terang Eko.

Saham
Investasi di bursa saham merupakan ladang investasi paling berisiko. Apalagi saat sekarang, di tengah harga saham yang sudah membumbung tinggi.

Tapi, ingatlah pada kredo: high risk high return. Investasi saham pas bagi investor jangka panjang. Artinya, jangan gatal untuk jual beli tiap hari. Jangka waktu paling berinvestasi di saham minimal empat sampai lima tahun.

Properti
Investasi jangka menengah dan panjang lain yang layak menjadi pertimbangan adalah investasi properti. Bagi keluarga yang sudah berkecukupan, duit yang tidak terpakai bisa diputar melalui kegiatan investasi di berbagai jenis properti, termasuk apartemen.

Tapi, ingat, investasi ini tergolong mahal. Karena itu, investasi ini tepat bagi orang yang berduit, sebab membutuhkan modal yang besar.

(Diambil dari Edisi Khusus KONTAN Mei 2010)
Lahir di Jakarta 16 Juni 1962, Chairul Tanjung praktis pernah hidup miskin dan kaya. Pada masa orde lama, ayahnya A.G Tanjung adalah seorang wartawan sekaligus penerbit lima surat kabar.

Namun, usaha itu ditutup pada masa Orde Baru karena berseberangan secara politik dengan penguasa, dan membuat ekonomi keluarga Tanjung merosot.

Lulus dari SMA Boedi Oetomo -SMA Negeri 1 Jakarta-Chairul diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Ketika kuliah inilah dia mulai mengenal bisnis, dengan berjualan buku, kaos, hingga membuka usaha fotokopi.

Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama pada 1987 bersama tiga rekannya, setelah sebelumnya gagal berdagang peralatan kedokteran di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Bermodal awal Rp150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak.

Dari situ bisnisnya perlahan membesar, justru setelah pisah kongsi dari Pariarti dan memilih mengembangkan usaha sendiri. Lompatan terbesarnya terjadi saat ia mengambil alih Bank Karman pada 1996, momentum yang menggelindingkan bisnis Grup Para bak bola salju.

Bersama Anthony Salim, Chairul sejak beberapa tahun lalu mengembangkan properti di Batam, selain Asia Medic, sebuah perusahaan kesehatan di Singapura.

Bagi pria yang sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini, menjalankan bisnis harus diikuti dengan idealisme. “Kalau you bisnis dengan idealisme, maka ini akan sustain, kalau you cuma bisnis doang tanpa idealisme, dia nggak akan sustain.”

Tak heran jika CT Corporation kini menjadi salah satu konglomerasi yang sangat diperhitungkan. Hasil ini mulai membuat majalah Forbes memilih Chairul Tanjung sebagai orang terkaya di dunia ke-937 dunia dengan kekayaan US$1 miliar.

Kini di puncak kemapanan, Chairul Tanjung masih terus berlari bersama idealisme dalam berbisnis. Dia mengatakan akan melakukan apa pun untuk bisnisnya, “guna memastikan untuk jadi alat saya menjadikan bangsa Indonesia lebih baik.” (hery.trianto@bisnis.co.id)
Rabu, 01/09/2010 08:50:11 WIB
‘Saya belajar dari Anthony Salim’
Oleh: Arief Budisusilo

Chairul Tanjung membantah keras bahwa Grup Salim ada di belakang bisnisnya. “Saya mulai dari nol,” katanya seraya menambahkan, “30 Tahun I do it dan saya sabar untuk selalu bisa bekerja, bekerja dan bekerja. Saya tidak pernah menipu orang, menyakiti orang. Hampir semua bisnis, alhamdulillah, saya lakukan secara profesional.” Berikut penuturannya:

Disebut-sebut Anthony Salim ada di belakang bisnis Anda?

Banyak orang menyangka, gua berpartner sama Anthony. Sama sekali nggak. I tell you the truth. Para Group itu 100% is my own, start from zero. Bahwa ada partnerships di unit [dengan Anthony Salim], iya. Tetapi Para Group itu nggak ada [saham Salim].

Bank Mega disebut metamorfosisnya BCA?

Di Bank Mega, mereka itu miliki saham dari publik. Di Bank Mega, Anthony memang punya saham, tetapi itu saham publik. Di saham yang dikontrol oleh Mega Corp, induk usaha saya, satu saham pun atau satu rupiah pun nggak ada yang namanya Salim di situ.

Tetapi Anda diasumsikan ‘menyelamatkan’ Salim. Jadi orang berasumsi bisnis Para Group besar karena itu?

Kalau itu benar, bahwa gua menolong dia. Saya sincere saja, orang minta tolong saya bantu. Tetapi tidak ada keuntungan satu perak pun saya nolong dia.

Bahwa saya banyak belajar dari dia, bagaimana dia membangun bisnis, bagaimana berkembang, iya. Saya banyak belajar [dari Anthony], itu saja yang saya dapet.

Saya partner sama dia [Anthony] di Bank Mega, tapi bukan partner melainkan pemegang saham publik signifikan. Tapi saya mengendalikan sixty percent. Dia nggak ada urusan terlibat dalam direksi atau apa pun.

Yang kedua, saya terlibat sama dia di satu perusahaan kesehatan di Singapura, namanya Asia Medic. Nah, itu bener-bener fifthy-fifthy… itu saja yang riil.
Rabu, 10/02/2010 08:28 WIB
Investasi Bukan Spekulasi
Taufik Gumulya – detikFinance

Foto: Taufik Gumulya Jakarta – Pembaca yang bijaksana, dalam artikel kali ini ingin saya sampaikan bahwa setelah kita melakukan evaluasi penghasilan langkah selanjutnya adalah melakukan perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan finansial dikemudian hari.

Sebelum kami membahasnya, ingin kami menjawab beberapa pertanyaan yang terkait dengan artikel yang lampau. Banyak yang menyatakan bahwa contoh pada artikel yang lalu jumlah penghasilannya cukup besar, dapat kami jelaskan bahwa yang terpenting bukan melihat angkanya namun lihatlah formulasinya, kunci utama bukan besarnya penghasilan tetapi terapkan formulasi perhitungan penghasilan sehingga masuk dalam kondisi penghasilan yang wajar.

Jadi jika formulasi (pada artikel yang lampau) diterapkan maka hasil akhir adalah potensi peningkatan aset. Sekali lagi bahwa potensi peningkatan aset tidak bergantung kepada besar kecilnya penghasilan namun tempatkan posisi income anda pada kisaran koridor pengahasilan wajar hingga ideal, untuk menghitungnya silahkan menggunakan formula yang dapat dibaca pada artikel yang lalu.

Pertanyaan berikut dari pembaca adalah bagaimana caranya kita melakukan penghematan?

Ada kiat sederhana yang mudah namun memerlukan kedisiplinan yaitu buatlah dafttar kebutuhan dan bukan keinginan. Misal kebutuhan pendidikan anak, sangat berlebihan jika orang tua memaksakan diri dengan membayar biaya yang tinggi di sebuah sekolah swasta sementara jumlah penghasilan sangat pas-pasan, lebih bijaksana jika menyekolahkan anak disekolah negeri.

Dalam kasus ini sekolah swasta merupakan keinginan bukan kebutuhan orang tua, sebaliknya sekolah negeri adalah sebuah kebutuhan bukan keinginan. Demikian selanjutnya buatlah skala prioritas kebutuhan dan keinginan sehingga dapat bermuara pada penghematan.

Nah sekarang marilah kita memasuki tahap selanjutnya, setelah melakukan evaluasi atas penghasilan dan membuat daftar prioritas kebutuhan dan keinginan maka tahapan berikut adalah membuat perhitungan atas besaran kebutuhan tersebut. Langkah pertama sebelum melakukan perhitungan adalah kelompokan kebutuhan anda menjadi 3 (tiga) kategori:
1.Kebutuhan jangka pendek, sasaran pencapaian 5tahun.

Setelah melakukan pengelompokan maka selanjutnya adalah menghitung besar dana yang dibutuhkan pada saat nanti, gunakan metode perhitungan ‘Nilai Waktu Uang’ atau ‘Time Value of Money’, contoh sederhana perhitungan dana pendidikan, misalkan dana untuk masuk universitas diperlukan dana saat ini (tahun 2010) sebesar Rp 80.000.000,-. Dana harus tersedia di tahun 2025, maka waktu yang tersedia untuk menyiapkan dana tersebut adalah 15 tahun dihitung dari saat ini.

Jangan lupa untuk menghitung kenaikan dana setiap tahunnya gunakan besaran inflasi rata-rata di Indonesia (data didapat dari Biro Pusat Statistik) dikalikan dengan 1,5. Mengapa demikian karena berdasarkan penelitian kami, kenaikan biaya pendidikan melebihi inflasi negara tersebut dimanapun berada.

Berikut adalah contoh sederhana, jika rata-rata inflasi di Indonesia adalah 9% maka untuk menghitung biaya pendidikan kelak faktor inflasi menjadi 9% x 1,5 = 13,5%. Jadi untuk mendapatkan dana pendidikan kelak selama 15 tahun gunakan formulasi nilai yang akan datang atau dikenal dengan nama ‘Future Value’ berikut rumusnya: FV = PVx (1+inflasi) dengan demikian dana pendidikan kelak adalah: FV = Rp 80.000.000x(1+13,5%) atau sama dengan Rp 534.598.714,- dan jika dana tersebut dipersiapkan dari sekarang serta ditempatkan pada investasi dengan tingkat pengembalian 18% maka jumlah dana yang di investasikan setiap akhir bulan (pada saat terima gaji) adalah sebesar Rp 590.310,-.

Lalu dimana saya harus menempatkan dana investasi untuk pendidikan tersebut?, alangkah bijaksana jika anda dapat melakukan investasi dengan tepat serta hindari spekulasi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan proteksi kekayaan (wealth protection) terlebih dahulu gunakan asuransi jiwa tradisional dengan jenis Yearly Renewable Term (YRT) untuk memproteksi keluarga anda jika ternyata usia anda (mohon maaf) ternyata tidak cukup panjang.

Berapa besar uang pertanggungan asuransi jiwa yang harus diterima oleh keluarga anda dalam rangka pemenuhan biaya pendidikan?

Kami menyarankan kisaran uang pertanggungan asuransi jiwa sebesar 60% s/d 100% dari nilai dana pendidikan kelak yaitu sebesar Rp 321 juta hingga Rp 535 juta, dengan kisaran premi asuransi jiwa untuk seorang tertanggung (dengan contoh usia 35 tahun) yaitu sebesar Rp 700.000,- hingga Rp 2.000.000,- pertahunnya.

Jadi jika anda memiliki usia 35 tahun (sesuai contoh) dan ditawarkan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar Rp 535 juta lalu anda harus membayar premi diatas Rp 2.000.000 setiap tahunnya maka sudah dipastikan bahwa asuransi tersebut tidak tepat, silahkan anda cari produk asuransi lain yang memiliki kisaran premi pada kisaran jumlah diatas, karena bagaimanapun produk asuransi jiwa sangat beraneka macam.

Berikutnya adalah penempatan investasi dana pendidikan, saran kami adalah tempatkan dana tersebut pada reksa dana saham dengan jumlah sebesar Rp 590.500,- per bulannya dan disertai target pencapaian keuntungan sebesar minimal 18 % setiap tahunnya.

Mengapa ditempatkan pada reksa dana? Ini wajib dilakukan bagi mereka yang sibuk serta tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk melakukan perdagangan saham secara langsung. Keunggulan penempatan dana di reksa dana adalah anda tidak perlu berusah payah melakukan pemantauan investasi setiap harinya karena reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi yang telah lulus uji kompetensi di bidangnya, dialah bertugas untuk melakukan pemantauan tersebut hari demi hari. Ibarat seorang sopir yang bersangkutan telah memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang tepat dengan kendaraan yang cukup canggih sehingga faktor resiko menjadi lebih kecil.

Ada masukan yang patut anda pertimbangkan sebelum anda memutuskan ingin membeli reksa dana yaitu demi keamanan belilah reksa dana yang memiliki dasar hukum ‘Kontrak Investasi Kolekti’’ atau dikenal dengan reksa dana KIK, hindari investasi yang mengaku reksa dana tetapi sebenarnya adalah ‘Kontrak Pengelolaan Dana’ atau KPD, ini merupakan ‘Discretionary Fund’. Mengapa demikian? Karena pada reksa dana KIK seluruh portfolio atau ‘isi perut’ investasi tercatat pada suatu badan yang bernama ‘Bank Kustodian’, sehingga seluruh pergerakan reksa dana tersebut mudah dideteksi baik oleh Bank Kustodian dan diawasi oleh Bapepam sebagai lembaga otoritas pengawas di pasar modal.

Namun bagi mereka yang sangat suka untuk melakukan investasi di saham secara langsung, tidak terlalu tertarik dengan reksa dana, untuk kelompok ini adalah mutlak untuk melakukan pelatihan di bidang perdagangan saham terlebih dahulu, sehingga mereka dapat melakukan analisa saham baik secara fundamental maupun teknikal dengan tujuan agar dapat menekan faktor resiko yang ada. Jangan pernah melakukan trading saham tanpa pelatihan yang baik karena anda akan terjerumus dalam spekulasi dan bukan investasi.

Batasan antara spekulasi dan investasi sangat tipis. Untuk menghindari spekulasi anda mutlak dan harus memiliki kompetensi yang memadai. Hal ini juga sesuai dengan masukan dari partner ahli analisa saham pada bidang Wealth Acceleration bernama Anton Seloaji yang menyatakan bahwa pelatihan yang baik akan membawa anda menjadi seorang investor yang berkualitas, sehingga resiko dapat dikelola dengan baik serta mampu ditekan semaksimal mungkin.

Saran kami untuk mereka yang melakukan investasi saham secara langsung sebaiknya tidak serta merta menempatkan 100% porsi investasi tersebut kedalam portfolio investasi saham, melainkan dapat dilakukan secara berkala dan meningkat secara bertahap. Karena bagaimanapun kesuksesan memerlukan pengalaman dan pengalaman adalah pembelajaran.

Jadi kesuksesan yang sejati adalah hasil dari pembelajaran. Tanpa pembelajaran kesuksesan menjadi kebetulan dan kebetulan adalah bagian terbesar dari spekulasi. Demikian pembaca yang bijaksana selamat melakukan investasi bukan spekulasi.

Taufik Gumulya, CFP® Financial Planner & CEO pada TGRM Perencana Keuangan.
(qom/qom)
Selasa, 24/08/2010 10:45 WIB
Yuk, Pangkas Pengeluaran yang Nggak Penting…
Prilla Kinanti – detikFinance

Foto: Prilla Jakarta – Dalam menjalankan kehidupan sering sekali kita mengalami suatu kondisi dimana hal yang tidak terencana malah terjadi. Masalahnya lagi, ternyata hal yang tidak produktif cukup membebankan keuangan kita di kemudian hari.

Contoh yang paling sederhana ketika kita mengunjungi pusat perbelanjaan, toko, maupun pusat elektronik dsb. Dengan mudahnya pola belanja konsumtif terjadi apalagi didalam saku kita terselip beberapa kartu kredit yang memang diciptakan oleh penerbitnya untuk melakukan transaksi seperti itu.

Beberapa fakta konsumtif sering terjadi pada diri kita, hal ini terbukti dengan akrabnya kita dengan percakapan seperti dibawah ini:

“Duh, pengen beli baju deh”
“Eh katanya Gym disitu bagus loh, ikutan yuk”
“Hmm.., gue butuh jeans nih, yang lama udah ga nge-trend”
“Mana yang lebih asik ya?, ipad atau iphone 4?, atau dua-duanya aja deh”
“Nonton konser yuk, band ‘itu’ mau datang loh ke Jakarta, kapan lagi bisa nonton mereka?”

Selain akrab, mungkin anda sendiri yang mengalaminya. Seringkah kita mengalaminya?

Pembaca yang bijaksana, contoh kejadian diatas adalah hal yang disebut dengan budaya konsumtif, membeli barang, melakukan transaksi keuangan yang tidak terlalu dibutuhkan, hal ini dapat terjadi karena besarnya sifat emosional yang mengalahkan sifat rasional atau ego yang begitu besar hingga ingin memiliki sesuatu yang sama dengan teman atau rekannya agar bisa menjadi bagian dari mereka.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan

Sebenarnya ada jalan yang tepat untuk mengatasi contoh konsumtif diatas yakni, kita dapat melakukan identifikasi antara kebutuhan dan keinginan.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kebutuhan? Kebutuhan adalah sesuatu hal yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada.

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya.
Terkadang anda menganggap keinginan sebagai kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Inilah pola pikir yang harus diubah, karena jika anda tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan maka konsekuensi logisnya anda tidak biasa membedakan pos pengeluaran yang perlu dan tidak perlu. Karena tidak bisa membedakan maka secara otomatis yang bersangkutan sudah pasti tidak akan bisa mengontrol pengeluaran, jika ini berlangsung kama sudah pasti anda akan mengalami defist keuangan dikemudian hari atau dikenal dengan istilah besar pasak dari pada tiang.

Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi defisit? Ada dua cara yaitu pertama melakukan usaha tambahan agar gaji atau pendapatan bertambah, cara kedua adalah melakukan control atau pengendalian pengeluaran yang tidak perlu.

Cara kedua tentu harus menjadi cara yang lebih mudah karena hanya melibatkan diri sendiri, sedang cara pertama tentu harus melibatkan orang lain, minimal bos anda agar kerja anda dapat dinilai baik oleh sang bos sehingga gaji menjadi meningkat. Dalam hal ini cara pertama akan lebih memakan waktu.

Agar lebih jelasnya silahkan lihat contoh kasus berikut:

Misalkan seseorang wanita mempunyai gaji sebesar Rp 2.290.000 per bulan, tetapi total pengeluaran untuk biaya hidup, cicilan motor dan utang kartu kredit serta premi asuransi anda adalah sebesar Rp 2.665.000 per bulan. Ini menujukan bahwa wanita tersebut mengalami defisit yakni sebesar Rp 375.000, dengan defisit ini berarti ia tidak memiliki pos dana untuk tabungan, ivestasi, maupun dana darurat.

Dengan kondisi seperti ini pula (defisit) ia akan menutupinya dengan melakukan utang (melalui kartu kredit), pada akhirnya wanita ini kelak akan gali lubang tutup lubang.

Sebelum kondisi gali dan tutup lubang terjadi maka ada sebuah cara yang sederhana untuk memperbaikinya adalah dengan mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu.
Berikut ini adalah rinciannya:

Tabel

Tabel

Sebelum Dikendalikan Sesudah dikendalikan Keterangan
PEMASUKAN Gaji Bersih Rp 2.280.000 Rp 2.280.000 Tdk berubah
Total Rp 2.290.000 Rp 2.290.000 Tdk berubah
PENGELUARAN Utilities
Gas Rp 70.000 Rp 70.000
Air Rp 60.000 Rp 60.000
Listrik Rp 160.000 Rp 160.000
Telpon Rp 70.000 Rp 70.000
Handphone Rp 170.000 Rp 170.000
TV Kabel Rp 135.000 Tidak perlu
Internet Rp 100.000 Rp 100.000
Makanan
Grocery Rp 200.000 Rp 200.000
Restoran Rp 100.000 Rp 100.000
Transportasi
Bensin dan Parkir Rp 450.000 Rp 350.000 Efisiensi
Cicilan Motor Rp 380.000 Rp 380.000
Lain-lain
Asuransi Kesehatan Rp 150.000 Rp 150.000
Fitness Member Rp 100.000 Tidak Perlu
Kartu Kredit Rp 200.000 Rp 200.000
Pakaian Rp 100.000 Rp 80.000 Efisiensi
Salon Rp 90.000 Tidak Perlu
Kosmetik Rp 50.000 Tidak Perlu
Langganan Koran Rp 80.000 Tidak Perlu
Tabungan, Investasi & Dana darurat
Investasi Reksa Dana Rp 150.000 Perlu
Dana Darurat Rp 100.000 Perlu
TOTAL PENGELUARAN Rp 2.665.000 Rp 2.290.000
SURPLUS (DEFISIT) Rp (375.000)

Mari kita evaluasi catatan pemasukan dan pengeluaran diatas dengan cara seperti yang dituliskan di awal “mengendalikan pengeluaran yang tidak perlu”. Contohnya cable TV, ini adalah pengeluaran yang tidak perlu atau tidak wajib, anda dapat memonton acara TV tanpa menggunakan cable TV.

Lainnya adalah Fitness membership, anda dapat berolah raga tanpa pergi ke fitness centre bukan? Salon, cosmetic, langganan koran juga bukan termasuk dalam pos pengeluaran yang wajib, bukankah koran online saat ini sudah banyak? Dapat dibaca melalui internet?

Demikian juga dengan transportasi, sebelumnya ia sering melakukan kombinasi menggunakan angkutan umum (taksi) dengan kendaraan sendiri (motor) namun dengan efisiensi, penggunaan kendaraan pribadi dioptimalkan.

Bayangkan jika ia mengkapus cable TV, fitness membership, salon, cosmetic, dan langganan majalah serta efisiensi penggunaan kendaraan maka wanita tersebut sudah dapat menekan defisit sebesar Rp 375.000,00 per bulan, bahkan lebih dari itu ia memiliki tabungan, investasi serta pos dana darurat sebesar Rp 250.000,00 per bulannya.

Terkadang pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan belum tentu karena pemasukannya yang terlalu sedkit tetapi karena kebiasaan menghamburkan uang. Bahkan jika anda memiliki pekerjaan dengan ‘gaji tertinggi’ di dunia pun, anda dapat berada dibawah hutang akibat kebiasaan anda.

Anda dapat mengendalikan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu tersebut jika anda mau. Memang tidak mudah untuk merubahnya tetapi pasti bisa jika mau. Selamat mencoba!

Prilla Kinanti, Associate Financial Planner TGRM Perencana Keuangan (qom/qom)
Selasa, 31 Agustus 2010 | 18:15 oleh Hasbi Maulana Kontan Share & Learn
Ngabuburit sembari ngobrol mengenal saham
JAKARTA. Usai bekerja seharian, kurang lebih 70 karyawan kantor pusat Toyota Astra Motor (TAM) di Sunter, Jakarta Utara, bergegas menuju auditorium. Mereka hendak ngabuburit, menanti saat berbuka puasa, dengan mengikuti acara Buka Puasa Bersama KONTAN Share & Learn.

Tak seperti kebanyakan acara serupa yang lain, dalam event ini yang berlangsung hari ini (31/8), para undangan mendapat suguhan presentasi mengenai seluk beluk investasi saham bagi pemula.

Dalam acara yang bertujuan mendekatkan media ini dengan para pembacanya, KONTAN mengajak perencana keuangan Prita Hapsari Gozie dan celebrity trader Adrian Maulana untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka. Para peserta tampak antusias dan tekun menyimak penuturan kedua pembicara.

Dalam presentasinya, Prita menekankan perbedaan antara simpanan, tabungan, dan investasi. Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, simpanan, dan tabungan mungkin cukup memadai. “Tapi untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, tak ada cara lain kecuali berinvestasi,” kata Prita. Sebab, tingkat inflasi pasti jauh lebih tinggi ketimbang tingkat bunga tabungan, apalagi cuma simpanan.

Adrian yang menekuni investasi saham membeberkan lebih lanjut seluk-beluk pasar modal pada umumnya dan invetasi saham pada umumnya. Dia mencontohkan betapa menggiurkan berinvestasi pada saham perusahaan yang bagus. Dia menunjukkan pergerakan harga saham Astra International (ASII) yang tumbuh setinggi 2.500% dalam kurun sepuluh tahun terakhir. “Kalau ada kesempatan membeli saham perusahaan bagus pada penawaran perdana, kita tak boleh melewatkan,” kata dia.

Setelah berbuka bersama di TAM ini, Kamis mendatang (2/8), acara berbuka office to office yang diselenggarakan KONTAN dengan sponsor Direct Trading Bahana Securities ini akan bersafari ke kantor Garda Otto, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kantor Anda ingin mendapat giliran? Silakan kirim permintaan ke KONTAN Share & Learn (email: kontan.shareandlearn@kontan.co.id).
Kelola THR Biar Tak Ludes Begitu Saja
Jum’at, 27 Agustus 2010 – 14:28 wib

Rani Hardjanti – Okezone

LEBARAN menjelang, tunjangan hari raya (THR) pun datang. Bagi karyawan yang sudah mendapat haknya, THR adalah “bonus” yang ditunggu-tunggu.

Hadirnya THR harus disikapi dengan bijak. Jangan sampai rejeki satu tahunan ini, hanya numpang lewat di rekening Anda dalam hitungan hari. THR bisa dimanfaatkan sebagai pemasukan lebih dan juga bermanfaat lebih.

Nah, untuk bisa memaksimalkan THR diperlukan pengelolaan yang tepat. Hal mendasar yang perlu dilakukan adalah pisahkan naluri yang “diinginkan” dan “diperlukan”. Pisahkan naluri belanja berlebihan dan tentukan skala prioritas kebutuhan.

Orang biasanya hanya memfokuskan uang THR untuk membeli apa yang ‘diinginkan’ bukan yang ‘diperlukan’. Gawatnya uang THR seringkali habis hanya untuk memuaskan nafsu membeli barang-barang yang diinginkan, tanpa sedikit pun membeli barang-barang yang diperlukan. Uang THR pun jadi ludes begitu saja.

Jika Anda sudah menikah, perhitungkan juga THR pasangan lalu tentukan kebutuhan Anda dan keluarga.

Berikut beberapa trik mengelola THR :

1. Alokasikan THR Anda untuk membayar kewajiban sebagai umat muslim, yakni zakat. Berbagilah dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga dan kerabat. Manfaatkan THR sebagai ajang beramal pada orang yang tepat.

2. Tabung THR Anda minimal 10 persen. Tapi anggarannya bisa lebih, akan lebih baik lagi. Pisahkan tabungan dengan rekening operasional Anda. Masukkan tabungan Anda pada rekening tanpa menggunakan fasilitas ATM. Dengan demikian akan mengurangi risiko pengikisan tabungan.

3. Cek daftar kewajiban Anda, utang pokok dan bunga yang sifatnya konsumtif (Kartu Kredit/KTA). Lunasi kewajiban yang satu ini di atas kebutuhan yang lain.

4. Jika Anda mudik, alokasikan secara cermat biaya ke luar kota dengan baik. Tentukan perjalanan sesuai kebutuhan, apakah Anda akan membawa kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum seperti pesawat, kereta, bus, kapal laut, di mana Anda akan menginap. Antisipasi juga lonjakan harga saat Lebaran.

5. Persiapkan hidangan dan atribut hari raya Idul Fitri secukupnya. Jangan sampai makanan dan minuman yang Anda siapkan menjadi mubazir atau berbelanja pakaian dengan berlebihan.

(Diolah dari berbagai sumber)
(rhs)
My Word is My Bond
Senin, 30 Agustus 2010 – 08:49 wib

Kepercayaan (trust) adalah landasan utama dalam kegiatan bisnis di sektor keuangan perbankan, asuransi, leasing, dan pasar modal.

Tanpa adanya trust, kegiatan ekonomi di sektor keuangan tidak mungkin berjalan normal, tenang dan nyaman. Masyarakat tidak akan menyimpan uangnya di bank jika tidak ada trust.

Masyarakat juga tidak akan membayar premi ke asuransi jika tidak ada trust. Investor tidak akan menyimpan dana dan hartanya di perusahaan broker dan atau kustodian jika tidak ada trust.

Sebaliknya, bank tidak akan memberikan kredit ke nasabah dan perusahaan broker tidak akan melayani nasabah jika tidak ada trust. Jelas sekali, bahwa kepercayaan (trust) adalah fondasi bagi aktifitas sektor keuangan dan juga sektor bisnis lainnya.

Nah, dalam kaitan itu, khusus di pasar modal ada istilah yang selalu menjadi prinsip, bahkan dogma yakni my word is my bond. Ucapan saya adalah jaminan saya. Esensi dasar dari my word is my bond adalah trust.

Inilah prinsip yang sudah mendarah daging di pasar modal. Prinsip ini memang bukan hukum formal yang berlaku di pasar, sehingga tidak ada satu pihak pun yang dipaksa untuk menerapkannya.

Namun, jika ada orang atau pihak yang melanggar seperti berbuat curang atau bohong hingga diketahui, maka dengan sendirinya akan terkena sanksi sosial dari budaya pasar dan tereliminasi. Jadi, siapapun yang aktif di pasar modal wajib hukumnya menerapkan prinsip ini tanpa syarat.

My word is my bond bukan hanya ada dan hidup di Indonesia, tapi sudah menjadi semacam konvensi yang bersifat internasional. My word tidak hanya diartikan sebagai sebuah ucapan verbal, karena wujudnya bervariasi.

Untuk perusahaan yang akan melakukan penawaran umum (Initial Public Offering/IPO) saham atau reksadana, istilah my word tadi dituangkan dalam bentuk prospektus ringkas. Artinya, semua isi dalam prospektus yang disajikan oleh calon emiten dijamin kebenarannya. Di dalamnya tidak ada kebohongan sedikit pun.

Jika ada sedikit informasi yang diketahui tidak benar sehingga menimbulkan kebohongan publik, maka si calon emiten atau manajer investasi yang menerbitkan unit reksadana akan terkena sanksi berat. Lebih dari itu namanya akan cacat di mata publik sehingga akan kehilangan kepercayaan dan tersisih dari pasar.

Karena itu, sudah barang tentu setiap pelaku pasar dituntut memiliki moralitas yang tinggi dan jujur. Ini adalah modal utama untuk meraih kepercayaan. Jangan heran jika ada emiten yang sangat berhati-hati dalam menyampaikan penjelasan tentang kondisi perusahaan, ada juga yang tidak berani mempublikasikan proyeksi keuangannya.

Jangan salahkan jika ada manajer investasi yang tidak berani menjanjikan tingkat keuntungan dari unit reksadana yang diterbitkan. Justeru jika ada manajer investasi yang dengan antusias berani memberikan janji dengan mematok tingkat keuntungan tertentu, maka reputasi manajer investasi semacam itu perlu dipertanyakan.

Hal lain yang juga tercakup dalam prinsip my word is my bond adalah kesengajaan untuk menyembunyikan informasi penting dan relevan.

Contoh, calon emiten tidak mengungkapkan risiko usaha yang dijalani dan manajer investasi tidak menyampaikan risiko dengan detil tentang investasi di unit reksadana yang diterbitkan. Sikap seperti itu termasuk unsur pelanggaran terhadap prinsip my word is my bond. (Tim BEI)(//ade)
Rabu, 25/08/2010 15:18:11 WIB
4 Sekuritas kena sanksi
Oleh: Irvin Avriano A.
JAKARTA: Empat sekuritas terkena sanksi tertulis dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena dinilai melanggar peraturan marjin dan atau aturan short selling.

Keempat perusahaan efek itu adalah PT Asjaya Indosurya Securities, PT HD Capital Securities Tbk, PT Panca Global Securities Tbk, dan PT Batavia Prosperindo Sekuritas.

Dalam empat surat yang terpisah, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Wan Wei Yiong dan Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan kegiatan transaksi marjin dan short selling keempat perusahaan ada yang belum sesuai.

Wei Yiong menambahkan sanksi itu dijatuhkan atas dasar hasil audit yang dilakukan manajemen BEI setelah ditemukannya beberapa pelanggaran yang bervariasi dari empat anggota bursa (AB) itu.

“Salah satunya, kalau dalam transaksi marjin dan short selling kan penurunan portofolio marjin 65% harus ada marjin call-nya, dan kalau turun 80% harus forced sell. Ini ada beberapa sekuritas yang tidak mengikuti kriteria itu,” papar Yiong ketika dihubungi wartawan hari ini.

BEI baru saja selesai melakukan audit terhadap 60 broker yang memperoleh izin melakukan transaksi marjin dan short selling, dari total 115 AB yang terdaftar.

“Kami menemukan ada empat AB yang perlu dikenai sanksi peringatan, sedangkan ada 15 AB yang juga kita temukan ada pelanggaran, tapi kadarnya masih ringan, jadi 15 AB itu hanya kami beri teguran.” (faa)
Personal Finance
INVESTASI

Senin, 23 Agustus 2010 | 17:55 oleh Dessy Rosalina Kiat memilih tabunganBeda usia, beda pula jenis tabungannya
JAKARTA. Sebagai pundi penyimpan uang, bank nyaris tak punya pesaing. Bank punya tiga kelompok produk yang bisa jadi pilihan menyimpan duit. Yakni, giro, tabungan, dan deposito.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan calon nasabah saat memilih tempat menyimpan uang di bank. Ivy Widjaja, Senior Vice President Head of Customer Proposition HSBC Indonesia, menyarankan, nasabah melakukan financial check up terlebih dulu untuk mengetahui kondisi keuangan masing-masing sebelum memilih produk bank.

Langkah ini penting untuk menelisik sejauh mana kesehatan nasabah. Tujuan check up ini adalah memastikan jumlah pemasukan calon nasabah lebih besar dari pengeluaran.

Berikut ini ada tiga skenario yang dirancang untuk membantu calon nasabah memilih produk perbankan yang sesuai.

Skenario pertama

Di skenario ini, calon nasabah berusia 30 tahun, belum berkeluarga, dan memiliki penghasilan antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

Kepala Divisi Liability Product Bank OCBC NISP, Untung Kurniawan, memprediksi, nasabah seperti ini bisa menghabiskan 40%–50% gaji untuk kebutuhan biaya hidup dan lifestyle. Jadi, duit yang bisa disimpan sekitar 50%–60%. Untung menyarankan nasabah seperti ini membuka tabungan konvensional dan tabungan masa depan atawa lazim disebut tabungan rencana.

Perinciannya, 10%-20% dari penghasilan disimpan di tabungan rencana. Dan, bagian terbesar disimpan dalam tabungan konvensional, yang bisa diambil kapan saja untuk keperluan rutin atau mendadak.

Manfaat dari tabungan rencana, seseorang bisa belajar disiplin menabung secara reguler dalam nilai tertentu. “Tabungan rencana biasanya juga dileng-kapi dengan asuransi yang bisa menjamin nasabah jika terjadi musibah,” ujar dia.

Tabungan rencana pun menawarkan bunga sedikit lebih tinggi dari tabungan biasa. Tapi karena nasabah belum berkeluarga, saran Untung, nasabah memilih tabungan rencana jangka pendek 2 tahun-3 tahun.

Skenario kedua

Calon nasabah dalam skenario ini berusia 40 tahunan, sudah berkeluarga dengan dua anak, dan berpenghasilan Rp 10 juta–Rp 20 juta sebulan.

Risza Bambang, Presiden Direktur Padma Radya Consulting, menyebut, calon nasabah di skenario kedua memiliki pengeluaran rutin bulanan untuk cicilan rumah, dana pendidikan anak, dan dana pensiun. “Di usia yang tidak lagi muda, dana pensiun menjadi kebutuhan,” katanya.

Dana pendidikan anak juga tidak bisa diabaikan calon nasabah. “Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, kita perlu menghitung laju inflasi di masa datang,” tambah dia. Risza menyarankan nasabah seperti ini menyediakan dana darurat antara sembilan hingga 12 kali dari pengeluaran rutin per bulan.

Untung menilai, nasabah dalam skenario kedua bakal menghabiskan sekitar 70% penghasilan untuk membayar cicilan rumah, mobil, dan kebutuhan rutin yang lain.
Untung menyarankan, alokasi tabungan pendidikan anak sekitar 20% dari penghasilan.

Setelah kebutuhan hidup, cicilan, dan tabungan pendidikan aman, nasabah bisa menyimpan sekitar 5%–10% penghasilan dalam tabungan pensiun. Keluarga nasabah seperti ini juga harus menyiapkan duit tunai untuk kebutuhan darurat selama 5 hari hingga 7 hari.

Skenario ketiga

Calon nasabah dalam skenario ini memiliki profil: berusia sekitar 50 tahunan, atau menjelang masa pensiun, dan penghasilan Rp 50 juta per bulan.

Menurut Untung, nasabah seperti ini biasanya hanya menyimpan maksimal 20% dari penghasilan di tabungan. Dan, porsi terbesar penghasilan nasabah macam ini seharusnya ditaruh di instrumen investasi.

Alasan Untung, pengeluaran yang menjadi prioritas si nasabah sekadar pengeluaran rutin dan darurat semisal pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. “Pemilihan produk investasi disesuaikan dengan karakter nasabah,” kata dia.

Ivy menilai, kebanyakan nasabah lebih cocok dengan produk investasi yang memiliki karakter risiko rendah. Ia memberi contoh, investasi reksadana pasar uang atau obligasi. Hanya nasabah yang agresif dan berani mengambil risiko, serta punya jangka waktu investasi panjang, yang cocok dengan reksadana saham.

Risza menambahkan, nasabah dalam skenario ketiga ini biasanya sudah memiliki gaya hidup atas. Dan, jika si nasabah tidak waspada, kebiasaan itu bisa membahayakan kondisi keuangannya sendiri.

Risza menyarankan, nasabah seperti ini memiliki produk perbankan yang memberikan fasilitas asuransi jiwa. Nilai pertanggungan disesuaikan dengan profil nasabah.

Mulai investasi

Setelah Anda selesai mempertimbangkan keranjang penyimpanan duit yang paling pas, kini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Misalnya, nasabah perlu mencermati segala ongkos atau uang administrasi yang dipungut oleh bank. Kalau tidak mau menanggung rugi ongkos administrasi, pilih saja bank kecil sebagai tempat menabung.

“Lakukan perbandingan antara ongkos dan manfaat dari beberapa bank untuk melihat bank mana yang paling cocok buat Anda,” jelas Risza.
Ia menyarankan, nasabah memperhatikan faktor keamanan serta kemudahan menarik dana. Menurut Risza, kerap terjadi nasabah memiliki tiga rekening di bank yang berbeda, dengan tujuan berbeda. Satu rekening berfungsi untuk menyimpan dana darurat.

Rekening kedua berfungsi sebagai kasir atau juru bayar atas kebutuhan jangka pendek semisal kebutuhan sehari-hari. Dan, rekening terakhir sengaja mengendon di satu bank karena nasabah memperoleh fasilitas kredit dari bank tersebut.

(Edisi Khusus KONTAN Mei 2010)
11 Kiat Investasi Saham yang Aman & Menguntungkan
Minggu, 22 Agustus 2010 – 15:08 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Berinvestasi saham merupakan salah satu jenis usaha yang mulai dianggap sebagai alternatif investasi saat ini. Mengapa demikian?

Karena usaha jenis ini walaupun memerlukan modal yang tidak sedikit, tetapi imbal hasil yang ditawarkan cukup menggiurkan. Bahkan bisa mengalahkan penghasilan utama Anda.

Menurut Yani Suryani dalam buku 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor, usaha sampingan dalam bentuk investasi di bursa memiliki risiko yang tinggi jika dilakukan untuk jangka pendek. Namun akan lebih aman dan menguntungkan pada jangka panjang. Minimal pada rentang waktu 6-12 bulan.

Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan agar aman dalam usaha sampingan berbentuk investasi ini, di antaranya adalah:

1. Jika ingin berinvestasi dalam bentuk saham kenali terlebih dahulu saham perusahaan yang akan dibelidan bisnis apa yang dijalankan perusahaan tersebut. Semakin banyak infromasi yang didapatkan, semakin banyak pula pertimbangan yang menentukan keputusan berinvestasi.

2. Berpikirlah seperti seorang pengusaha yang rasional, logis dan realistis. Pertimbangkan selalu untung, rugi dan resiko yang dihadapi.

3. Walaupun saham suatu perusahaan sedang dalam posisi murah, jangan terlalu terburu-buru untuk membelinya. Harus diingat, saham suatu perusahaan yang sedang dalam keadaan murah biasanya mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut sedang bermasalah.

4. Jangan tergesa-gesa dalam berinvestasi karena peluang investasi terbaik tidak selalu tersedia sepanjang waktu.

5. Ketika Anda sudah terjun dalam bisnis ini, jangan hanya diam karena bursa tidak memberi jaminan bahwa investasi Anda akan selalu naik.
6. Jangan terlambat untuk memulai, terlambat berarti melakukan kesalahan karena Anda akan kehilangan kesempatan. Semakin awal memulai semakin baik.

7. Jangan terlalu berspekulasi. Walaupun Anda orang yang termasuk super-berani, sebaiknya Anda tidak menempatkan semua uang Anda pada satu investasi yang sangat spekulatif.

8. Jangan terlalu sering bertransaksi. Investor yang terlalu sering bertransaksi sering terjebak pada kondisi psikologis pasar sehingga terkadang membeli ketika harga mahal dan menjual ketika harga murah. Selain itu, investor juga akan terbebani biaya bertransaksi.

9. Untuk berinvestasi dengan aman, sebaiknya Anda menginvestasikan uang Anda pada berbagai macam investasi pada kurun waktu setahun pertama yang kemudian dapat dilanjutkan dengan investasi dalam jangka panjang, misalkan dalam waktu 5-10 tahun. Hal ini dilakukan karena semakin lama investasi, semakin minim risiko kerugiannya.

10. Ihwal jenis investasi apa yang akan Anda pilih, bergantung pada di pasar/bursa mana Anda akan bermain.

11. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus belajar terlebih dahulu cara mengelola keuangan pribadi dan bagaimana menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran.
(rhs)

Asing Masih Dominasi Kepemilikan Saham
Kepemilikan asing mencapai Rp966,23 triliun atau setara dengan 67 persen aset saham.
SELASA, 10 AGUSTUS 2010, 15:16 WIB Hadi Suprapto, Purborini

VIVAnews – Investor asing mendominasi kepemilikan aset saham yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juli 2010. Kepemilikan asing mencapai Rp966,23 triliun atau setara dengan 67 persen aset saham.

TETAP TERJAJAH bo 😀 … sekale lage KARENA KECEMASAN dan KEBODOHAN investor indon

VIVAnews – Investor asing mendominasi kepemilikan aset saham yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juli 2010. Kepemilikan asing mencapai Rp966,23 triliun atau setara dengan 67 persen aset saham.

Menurut Direktur KSEI, Sulistyo Budi, jumlah kepemilikan ini meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp696,65 triliun. “Memang kepemilikan asing lebih banyak, tapi tidak jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu,” kata dia di Jakarta, Selasa 10 Agustus 2010.

Hal yang sama juga ditunjukkan dalam kepemilikan aset saham yang dimiliki investor lokal. Investor lokal memiliki aset saham senilai Rp474,24 triliun atau naik 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Rp361 triliun. Total aset yang dikelola KSEI hingga akhir Juli 2010 sebesar Rp1.577 triliun, atau meningkat dari posisi sebelumnya Rp1.171 triliun.

Sementara itu, total aset obligasi korporasi dan sukuk yang dimiliki investor lokal sebesar Rp102,02 triliun atau sebanyak 98 persen dari total aset tersebut. Jumlah itu meningkat 30 persen dibandingkan data pada periode sama tahun lalu sebesar Rp77,84 triliun.
Sedangkan aset yang dimiliki oleh asing hanya sebesar Rp2,41 triliun. Angka ini turun 6 persen dari 31 Juli 2009 sebesar Rp2,58 triliun.

KSEI juga mencatat adanya penurunan jumlah subrekening dibandingkan tahun lalu. Jumlah subrekening efek yang tersimpan berkurang 12 persen menjadi 298.322 rekening per Juli tahun ini. Sedangkan jumlah subrekening Juli 2009 sebanyak 339.352 rekening.

Sulistyo menjelaskan, penurunan subrekening itu disebabkan oleh penerapan aturan biaya pemeliharaan subrekening tidak aktif atau dormant account yang bertujuan meningkatkan efisiensi kinerja KSEI.

Rekening yang kosong, menurut dia, jika selama enam bulan dibiarkan akan dikenakan biaya. Rekening tersebut biasanya berupa rekening Obligasi Ritel Indonesia. “Rekening ORI yang lama tidak lagi digunakan oleh pemilik lama, mereka biasanya setelah ada ORI, baru buka lagi yang baru,” ujar dia. (art)
• VIVAnews
Asing Borong Saham di Bursa Indonesia
Volume transaksi beli oleh asing 11,2 miliar saham dengan penjualan 8,8 miliar saham.
SENIN, 23 AGUSTUS 2010, 07:03 WIB Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Selama Juli 2010, pemodal asing yang bertransaksi di pasar saham Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pembelian saham bersih (net buying) senilai Rp4,8 triliun. Rinciannya, pemodal asing membukukan pembelian saham senilai Rp26,7 triliun, dengan penjualan Rp21,9 triliun.

Berdasarkan data transaksi di BEI selama periode itu, volume transaksi beli oleh pemodal asing mencapai 11,2 miliar saham dengan penjualan 8,8 miliar saham. Frekuensi transaksi beli asing juga lebih tinggi, yakni mencapai 226 ribu kali dibanding transaksi jual sebanyak 191 ribu kali.

Sementara itu, total transaksi selama Juli 2010 di pasar reguler BEI terbukukan Rp63,7 triliun dengan volume 82,1 miliar saham dan frekuensi 2,1 juta kali. Sedangkan nilai kapitalisasi pasar di BEI tercatat Rp2.539 triliun.

Pada periode tersebut, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguasai transaksi terbesar dengan membukukan nilai transaksi Rp5,41 triliun dengan volume 3,03 miliar saham dan frekuensi 70.040 kali.

Nilai transaksi saham Bumi tersebut merepresentasikan 7,04 persen dari total perdagangan di bursa efek selama periode tersebut.

Di urutan kedua saham PT Astra International Tbk (ASII). Saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar itu membukukan transaksi Rp4,33 triliun.

Volume perdagangan tercatat 88,61 juta saham dengan frekuensi 26.514 kali. Nilai transaksi saham Astra mewakili 5,63 persen dari total perdagangan selama Juli.

Selanjutnya, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyusul di peringkat ketiga dengan nilai transaksi Rp4,3 triliun pada volume 540,35 juta saham. Frekuensi transaksi terbukukan 32.139 kali. Nilai transaksi TLKM merepresentasikan 5,59 persen dari total perdagangan Juli.

Di peringkat keempat bertengger saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang membukukan nilai transaksi Rp3,25 triliun dengan volume 337,41 juta saham dan frekuensi 13.978 kali. Nilai transaksi itu merupakan 4,24 persen dari total perdagangan periode tersebut.

Lima besar saham dengan nilai transaksi terbesar adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Saham bank dengan aset terbesar itu mencatatkan nilai transaksi Rp3,08 triliun.

Volume transaksi yang dibukukan mencapai 767,98 juta saham dengan frekuensi 28.540 kali. Perolehan nilai transaksi itu mencapai empat persen dari total perdagangan Juli.

Pengamat pasar saham Willy Sanjaya mengatakan, price to earning (PER) saham Bumi hingga akhir pekan lalu masih cukup murah dibanding saham emiten di sektor tambang lainnya.

“Rata-rata PER saham tambang sekitar 20 kali, sedangkan Bumi baru 8,24 kali,” kata Willy kepada VIVAnews di Jakarta, akhir pekan lalu.

Willy menjelaskan, investor diperkirakan mulai jeli melihat harga-harga saham yang masih murah. Kondisi itu yang kemudian memicu harga saham Bumi menguat pada akhir perdagangan Jumat 20 Agustus 2010.

Pada penutupan transaksi akhir pekan lalu, harga saham Bumi terangkat Rp210 (16,27 persen) ke level Rp1.500.

Sepanjang transaksi Jumat itu, IHSG bahkan mampu mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi 3.117,72. IHSG terangkat 12,37 poin atau 0,39 persen dibanding penutupan Kamis 19 Agustus 2010 di level 3.105,35.
• VIVAnews
20/08/2010 – 08:15
IHSG Tembus 3.100
‘Hot Money’? Jangan Panik!
Ahmad Munjin

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Tembusnya IHSG ke level 3.100 menandakan derasnya arus ‘hot money’. Tapi, ini justru dinilai sebagai sinyal masuknya dana asing untuk jangka panjang di sektor riil.

Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute mengatakan, di negara manapun, hot money hanya bertahan dalam jangka pendek. Tapi, Purbaya justru menilai positif derasnya arus capital inflow. Sebab, keadaan ini memberikan sinyal bagi investor asing untuk masuk ke sektor riil dalam jangka panjang.

Menurutnya, asing melihat, derasnya hot money di pasar sebagai sinyal adanya perbaikan ekonomi RI yang signifikan. “Investor jangka panjang akan tertarik ke sini atas dasar sinyal investasi jangka pendek (hot money),” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (19/8) petang.

Apalagi, lanjut Purbaya, jika RI berhasil mempertahankan kehati-hatian dalam kebijakan fiskal dan moneter. Karena itu, dana panas tidak perlu direspon dengan sikap panik. Apalagi, Indonesia selama ini merayu-rayu investor asing agar mereka menanamkan modalnya di Indonesia. “Begitu mulai masuk, kok panik,” tukasnya.

Pada perdagangan Kamis (19/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 33,263 poin (1,08%) ke level 3.105,350. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 7,094 miliar lembar saham, senilai Rp7,791 triliun dan frekuensi 142.608 kali.

Purbaya menilai, arus hot money saat ini, merupakan tahap awal sehingga tidak terlalu berdampak negatif bagi perekonomian walaupun rupiah menguat dan mengganggu ekonomi dari sisi eksportir. Namun ini semua bukan masalah besar.

“Sebab, memang ekspor RI tampak stagnan dibandingkan bulan sebelumnya. Tapi, berada di level yang tinggi di posisi nominal US$12 miliar rata-rata per bulan,” timpalnya.

Karena itu, menurutnya, terlalu dini untuk mengatakan, hot money akan menimbulkan risiko berlebihan bagi perekonomian RI. Sebab, fondasi ekonomi RI sangat baik, kebijakan moneter dan fiskalnya sangat prudent. “Kalau ini bisa bertahan, pertumbuhan RI akan semakin cepat ke depan dan dana asing akan semakin ‘betah’ di sini,” ungkap Purbaya.

Purbaya menegaskan, produk domestik bruto (PDB) RI tumbuh semakin cepat. Pada triwulan kedua mencapai 6,2% dan ini akan berkesinambungan hingga akhir tahun. BI rate masih di level rendah 6,5% dan bank sentral tidak akan menaikkannya dalam waktu dekat. “BI sekarang lebih pro pertumbuhan dibandingkan sebelumnya,” ucapnya.

Hal yang sedikit mengganggu, lanjutnya, adalah tingginya inflasi Juli 6,2% (year on year) sehingga dikhawatirkan menggerogoti pertumbuhan. Tapi, dengan intervensi yang masif dari pemerintah, harga-harga mulai terkendali.

“Karena itu, setiap terjadi lonjakan capital inflow tidak perlu direspons dengan panik. Sebab, alamnya sudah berbeda dengan kondisi 2008 lalu,” papar Purbaya.

Ia melihat prospek PDB yang tinggi, akan memicu pasar modal semakin lebih menarik dibandingkan negara lain. Apalagi, stabilitas politik dan keamaan juga semakin membaik. “Untuk jangka setahun-dua tahun, hot money tidak akan mengganggu perekonomian,” ucapnya.

Kalaupun investasi asing keluar dari pasar modal dalam waktu yang singkat, imbuh Purbaya, hal itu tidak akan berpengaruh pada perekonomian. Sebab, sebagian besar dolar AS yang masuk ke pasar domestik telah diserap BI. “Pada saat keluar, BI jangan malu-malu mengintervensi pasar dengan uang asing miliknya,” tandas Purbaya.

Analis saham Milenium Danatama Sekuritas, Ahmad Riyadi mengatakan, derasnya arus hot money di pasar modal dipicu dorongan dari Initial Public Offering (IPO) PT Berau Coal Energy (BRAU), yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (19/8).

Harga saham tersebut di pasar sekunder tersebut terus merangkak naik dengan optimisme sektor pertambangan di pasar dunia. “Saham pendatang baru sektor pertambangan sangat kuat mendorong indeks. Apalagi akhir tahun akan ada lagi yang melantai seperti Newmont maupun Borneo Lumbung Energy,” katanya ketika dihubungi terpisah.

Selain didorong sektor komoditas, hingga akhir tahun IHSG akan didorong sektor perbankan. Dengan pertumbuhan ekonomi sesuai target, kepercayaan investor tumbuh.

Saham perbankan swasta seperti PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Danamon (BDMN) sudah mulai merangkak naik ikut harga saham bank BUMN. “Ini akan mendorong IHSG ke level 3.300,” tuturnya. [mdr]
Jumat, 20/08/2010 00:15:27 WIB
Hot money bawa risiko overheating
Oleh: Achmad Aris

JAKARTA: Kementerian PPN/Bappenas mengingatkan dana yang mengendap di pasar modal jika terus dibiarkan bisa menyebabkan bubble atau overheating bagi perekonomian.

Sekretaris Menteri PPN/Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan pemerintah terus berupaya agar pemilik modal tertarik menanamkan dananya ke sektor riil.

“Koordinasi yang sedang kami lakukan adalah bagaimana mengarahkan agar mereka [investor] mau menanamkan investasinya ke sektor riil bukan hanya di pasar modal,” tuturnya hari ini.

Syahrial mengungkapkan salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah agar investor melirik investasi di sektor riil adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur. Pemerintah, sambungnya, juga terus menciptakan stabilitas ekonomi dan keamanan.

Bank Indonesia mencatat jumlah dana asing yang diparkir di sertifikat Bank Indonesia (SBI) meningkat Rp2,02 triliun dalam kurun sepekan yaitu dari posisi 6 Agustus sebesar Rp54,71 triliun menjadi Rp56,73 triliun pada 13 Agustus.

Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo sebelumnya mengatakan pentingnya perhatian yang serius dari pemerintah dalam menyikapi derasnya arus modal yang masuk ke Indonesia melalui pasar modal.

“Bukan tidak mungkin ekspektasi pemodal asing berubah karena ada gejolak yang tidak diinginkan dan merubah kembali arus moda,” katanya.

Menurut dia, sekecil apapun gejolak yang terjadi di luar negeri hal itu pasti akan berpengaruh terhadap keberadaan arus modal asing tersebut. “Jadi harus diantisipasi,” ujarnya.(luz)
Broker India dan Jepang Lirik Bursa Indonesia
Religare berencana mengikuti jejak Citigroup Securities untuk menjadi anggota bursa.
RABU, 18 AGUSTUS 2010, 23:42 WIB Heri Susanto, Purborini

VIVAnews– Dua broker asing menyatakan minatnya menjadi anggota bursa di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Direktur Utama Ito Warsito broker tersebut berasal dari India dan Jepang. “Kita sudah bertemu dengan mereka bulan lalu,” kata dia di kantornya, Jakarta (18/8).

Broker asal India itu adalah Religare Enterprise Limted dan asal Jepang Daiwa Securities. “Mereka menargetkan semester dua ini menjadi anggota bursa,’ kata Ito.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Perdagangan BEI Wan Wei Yiong mengatakan Religare merupakan salah satu broker aktif di India. Religare berencana mengikuti jejak Citigroup Securities untuk menjadi anggota bursa.

“Mereka jalan masuknya seperti Citigroup,” kata Yiong.

Citigroup masuk menjadi anggota bursa dengan cara membeli kursi dari anggota bursa lama. Citi Securities merupakan anggota bursa ke 120.

Selain Citi, minat broker asing masih ditunjukkan oleh rencana Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
• VIVAnews
Asing Borong Rp1 T, Bursa Saham Melaju
Ramainya kembali aksi beli investor asing terhadap saham-saham di BEI menjadi pemicu.
RABU, 18 AGUSTUS 2010, 16:37 WIB Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada akhir transaksinya hari ini, Rabu 18 Agustus 2010, setelah libur memperingati hari kemerdakaan RI ke-65 kemarin.

Menurut Robin Setiawan, analis sekuritas di Jakarta, ramainya kembali aksi beli investor asing terhadap saham-saham di BEI menjadi sentimen positif ke lantai bursa. “Itu terlihat dari capital inflow (masuknya dana asing),” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, hari ini.

Dia mengakui, mata uang rupiah yang cenderung menguat terhadap dolar AS dan bursa regional Asia yang bergerak stabil turut menopang laju IHSG hingga akhir transaksi hari ini.

Pemodal asing terlihat meramaikan transaksi di pasar reguler. Pembelian saham oleh asing mencapai Rp1,19 triliun dan mereka melepas Rp977,82 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp216,16 miliar.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang mengontribusi kenaikan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang terangkat Rp900 atau 5,57 persen ke level Rp17.050, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp800 (2,06 persen) menjadi Rp39.4500, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp400 atau 2,40 persen di posisi Rp17.000.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG menguat 19,49 poin atau 0,63 persen ke level 3.072,09. Pergerakan itu melanjutkan penguatan pada akhir sesi pertama yang naik 9,59 poin (0,31 persen) di posisi 3.062,19.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp4,14 triliun dan volume tercatat 8,76 juta lot dengan frekuensi 103.126 kali. Sebanyak 117 saham menguat, 106 melemah, 69 stagnan, dan 187 saham tidak terjadi transaksi.

Sedangkan indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng menlemah 114,70 atau 0,54 persen di posisi 21.023,73 dan Straits Times turun 3,99 poin (0,14 persen) menjadi 2.919,37, tetapi Nikkei 225 menguat 78,86 poin atai 0,86 persen ke level 9.240,54.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 8.970 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 8.977 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 8.969 per dolar AS. Pada perdagangan Senin 16 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.988 per dolar AS. (hs)
• VIVAnews
22/08/2010 – 01:09
Solusi Investasi untuk Investor Sibuk

(gramedia.com)
INILAH.COM, Jakarta – Berbagai mitos yang beredar di masyarakat mengenai bursa saham membuat banyak orang enggan berinvestasi pada instrumen ini.

Mitos-mitos populer yang beredar contohnya adalah berinvestasi di pasar saham identik dengan “JUDI” atau “Anda harus TERUS-MENERUS memantau layar monitor” jika ingin berinvestasi di bursa saham.

Mitos-mitos inilah yang membanjiri pikiran masyarakat dan membuat mereka tidak menyadari bahwa investasi di bursa saham sebenarnya menawarkan keuntungan sangat menjanjikan dengan risiko terkontrol.

Dalam buku Investor Sibuk ini, Anda akan dibimbing langkah demi langkah untuk mengetahui mengapa banyak orang terus merugi dalam investasinya di bursa saham dan mengapa masih banyak orang beranggapan bahwa investasi di pasar modal sangatlah menyita waktu.

Anda akan menemukan rahasia: empat siklus utama dalam pasar modal; bagaimana menguasai pola candlestick yang banyak jumlahnya dalam ‘sekejap’; mengapa berada di depan layar komputer terus-menerus justru sangat berbahaya; kapan Anda hanya boleh mengikuti perintah beli dari suatu indikator dan mengabaikan perintah jualnya, dan sebaliknya; strategi ‘orang sibuk’ memilih, membeli, dan menjual saham; rule of thumb analisis fundamental sederhana yang dalam sekejab akan menjadikan Anda layaknya seorang analis fundamental profesional.

Judul Buku: Investor Sibuk: Solusi Investasi di Bursa Saham Indonesia bagi Orang Sibuk

ISBN: 9789792260588

Penulis: Ferdie Darmawan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Agustus 2010

Tebal: 296 halaman [mor]

PERINGATAN KERAS BWAT INVESTOR PASIF TIDUR PULAS

20/08/2010 – 08:25
September, Rekening Investor Tidur Didenda Rp1 Juta
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Otoritas pasar modal akan menjatuhkan denda sekitar Rp1 juta untuk 61.000 rekening investor yang tidur mulai September 2010.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo kepada INILAH.COM di Jakarta, kemarin (19/8). Ananta menjelaskan saksi ini diberikan guna mencegah penyalahgunaan rekening di pasar modal. Pihaknya pun memberikan masa transisi bagi investor itu untuk menutup rekeningnya.

“Sudah bulan lalu kita mengimbau mereka supaya rekening yang sudah enam bukan kosong segera ditutup,” ujar Ananta.

Saat ini, ada sekitar 360.000 rekening investor dimana ada 299.000 rekening yang aktif. Sebelumnya, peraturan tentang dorman account tengah melalui proses rule making rule yang melibatkan Bapepam-LK, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan para investor. [cms]

INFO IHSG HARIAN

… mulai saat ini, yaitu sesi 02 tgl 19 Agustus 2010, gw pindahkan info ihsg sehari-hari ke link ini :  http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/info-ihsg-harian/
INILAH.COM, Jakarta – Setelah mencapai rekor tertinggi 3.107 pada sesi I perdagangan hari ini, IHSG masih dapat melanjutkan penguatan ke level 3.300. Pemicunya saham pendatang baru dari sektor pertambangan.

Dorongan pendatang baru sudah dibuktikan hari ini oleh saham Berau Caol (BRAU) yang listing perdana di bursa. Harganya terus merangkak naik dengan optimisme sektor pertambangan di pasar dunia. “Saham pendatang baru dari sektor pertambangan sangat kuat mendorong indeks. Apalagi pada akhir tahun akan ada lagi yang akan melantai seperti Newmont maupun Borneo Lumbung Energy,” kata analis saham Milenium Danatama Sekuritas, Ahmad Riyadi kepada INILAH.COM Kamis (19/8).

Saham BRAU dibukan di 430 sempat menembus level 550, meskipun pada sesi II terlihat berada di bawah 500. Pada pukul 14.05 saham BRAU naik Rp60 ke Rp460 dengan volume 2,603 juta saham senilai Rp633,6 miliar sebanyak 23.149 kali transaksi.

Selain didorongan sektor perbankan, hingga akhir tahun indeks akan didorong saham sektor perbankan. Dengan pertumbuhan ekonomi seusai target maka mempengaruhi kepercayaan investor. Saham perbankan swasta seperti BBCA dan BDMN sudah mulai merangkak mengikuti harga saham bank BUMN. “Ini akan sangat mendorong indeks ke level 3.300,” katanya.

Setelah menembus level tertinggi saat ini, lanjut Riyadi, diperkirakan indeks masih tetap akan di atas level 3.000. Sebab arus modal investor asing masih terus masuk seiring positifnya situasi ekonomi Indonesia. Rupiah saja dapat menguat di bawah Rp9.000 sebagai bukti yang paling sederhana.

Sumber : INILAH.COM
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (19/8) sesi I ditutup menguat 35,03 poin (0,14%) ke level 3.107,12. Volume perdagangan mencapai 2,8 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,1 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 89 saham naik, 83 saham masih menguat dan 83 saham stagnan. Indeks saham JII naik 3,6 poin ke 481,93 dan LQ45 6,6 poin ke 589,61.

Penguatan IHSG karena dipengaruhi indeks Wall Street ditutup menguat. Demikian juga dengan bursa regional yang tetap berada di area positif semakin mendorong penguatan terhadap IHSG.

Adapun saham-saham yang naik ialah Gudang garam GGRM) naik Rp1.400 ke Rp37.200, Astra International (ASII) naik Rp500 ke Rp48.800, Mayora Indah (MYOR) naik Rp400 ke Rp8.350,Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp350 ke Rp9.600, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp300 ke Rp20.100, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp300 ke Rp8.900.

Sementara itu, saham-saham yang turun ialah Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun Rp150 ke Rp5.850, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp150 ke Rp16.850.

Sumber : INILAH.COM
VIVAnews – Momentum bullish indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlanjut pada perdagangan Kamis 19 Agustus 2010. Pada awal transaksi di pasar saham hari ini, IHSG menguat 7,02 poin (0,22 persen) ke level 3.079,1. Potensi penguatan IHSG sudah terlihat sejak sesi pra pembukaan yang naik 6,15 poin (0,2 persen) menjadi 3.078,24.

“Kemarin IHSG diperdagangkan fluktuatif dalam kisaran 3.045-3.072 dan akhirnya ditutup di posisi 3.072,” kata analis PT BNI Securities, Andri Zakarias, dalam ulasannya di Jakarta.

Menurut dia, indeks akan melanjutkan momentum bullish, karena sinyal positif dari penutupan di atas 3.046. “Selama bertahan di atas 3.046, indeks berpeluang menguat menuju resistance 3.083,” tuturnya.

Jika level tersebut tertembus, IHSG berpotensi menuju 3.091-3.104. Indeks memiliki support di level 3.063. Bila posisi tersebut tertembus, IHSG bisa menuju kembali ke kisaran 3.046 dan selanjutnya 3.035.

“Hari ini indeks diperkirakan bergerak dalam kisaran 3.050-3.100,” ujarnya.

Sementara itu, di bursa regional Asia pagi ini, indeks bursa utama juga bergerak positif. Indeks Nikkei 225 naik 95 poin (1,03 persen) menjadi 9.335,54, Hang Seng terangkat 24,53 poin (0,12 persen) ke posisi 21.047, dan Straits Times menguat 4,4 poin (0,15 persen) ke posisi 2.923.

Di bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York atau Kamis dini hari WIB kembali bergerak positif.

Indeks harga saham Dow Jones terangkat 9,69 poin (0,09 persen) menjadi 10.415,54, Standard & Poor’s 500 menguat 1,62 poin atau 0,15 persen ke level 1.094,16, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq naik 6,26 poin (0,28 persen) di posisi 2.215,70.

Sumber : VIVANEWS.COM
Kamis, 19/08/2010 07:50 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Bakal Bergerak Ragu-ragu
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat dengan mantap di tengah bursa-bursa regional yang ragu-ragu. Investor kembali berburu saham setelah libur perdagangan memperingati kemerdekaan ke-65 Indonesia.

Pada perdagangan Rabu (18/8/2010), IHSG ditutup naik 19,488 poin (0,63%) ke level 3.072,087. Indeks LQ45 juga menguat 3,372 poin (0,58%) ke level 582,926.

Untuk perdagangan Kamis (19/8/2010), IHSG diprediksi akan bergerak serba minimalis dengan transaksi yang tidak terlalu besar. Investor memilih untuk menahan diri di tengah bursa-bursa utama dunia yang juga sedang stagnan.

Kemarin bursa Wall Street kembali berakhir di teritori positif dipimpin penguatan saham-saham sektor konsumer. Hal itu terjadi setelah keluarnya proyeksi penjualan Target Corp yang mampu meredam kekhawatiran seputar permintaan konsumen.

Pada perdagangan Rabu (18/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 9,69 poin (0,09%) ke level 10.415,54. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 1,62 poin (0,15%) ke level 1.094,16 dan Nasdaq menguat 6,26 poin (0,28%) ke level 2.215,70.

Demikian pula bursa Jepang mengawali perdagangan Kamis ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 2,30 poin (0,02%) ke level 9.242,84.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Mengawali perdagangan pasca libur hari kemerdekaan, indeks berhasil ditutup menguat. Terus mengalir masuknya aliran dana asing mengindikasikan kepercayaan investor akan prospek ekonomi Indonesia. Pidato Presiden terkait kondisi dan prospek perekonomian nasional di awal pekan juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak fluktuatif cenderung positif. Pergerakan pasar akan diwarnai oleh pencatatan perdana saham BRAU. Kisaran support-resistance 3.049-3.089.

eTrading Securities:

Pasar saham mengalami rebound kemarin ditopang oleh kenaikan Dow Jones serta inflow asing sebesar Rp. 200 miliar ke saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar seperti TLKM, ADRO, BBNI, ANTM. Kami perkirakan hari ini indeks berpeluang untuk menguat dengan level resistance di 3,082 dengan support di level 3,025. Listing Berau (BRAU) pada hari ini akan memberikan sentiment positif pada sektor pertambangan terutama batu bara. Saham yang layak dicermati untuk hari ini adalah ADRO, PTBA dan BBNI.

PT IndoPremier Securities:

IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan mengalami penguatan terutama setelah berhasil break out dan ditutup diatas trend line di level 3073. Indikator stochastic berpeluang golden cross, RSI uptrend. Ekspektasi range hari ini berkisar 3072 – 3091. Saham pilihan hari ini UNVR, ITMG, INTP MYOR.

(qom/qom)

Rabu, 18/08/2010 16:13:32 WIB
Indocement angkat IHSG 0,64% ke 3.072,08
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 19,48 poin atau 0,64% ke posisi 3.072,08 saat penutupan sesi perdagangan II sore ini.

Indeks bergerak pada kisaran 3.045,22 – 3.072,82.

Dari 409 saham yang menopang indeks, sebanyak 90 di antaranya menguat, 104 melemah dan 215 sisanya tidak bergerak.

Saham Indocement Tunggal Prakarsa menjadi motor penggerak kenaikan indeks dengan kontribusi sebesar 3,91 poin, disusul oleh Unilever Indonesia 2,86 poin, Telekomunikasi Indonesia 2,52 poin, dan XL Axiata 2,12 poin.

Sejumlah saham yang menahan penguatan indeks dengan kontribusi negatif adalah Bank Mandiri sebesar 2,59 poin, disusul oleh Bumi Resources 1,70 poin, Semen Gresik 1,11 poin, dan Indofood Sukses Makmur 1,09 poin.

Penguatan IHSG sore ini juga tercermin dari kontribusi positif tujuh dari sembilan indeks sektoral yang ada di BEI.

Sektor industri kimia dasar menjadi yang terdepan dalam menyumbang kenaikan indeks sebesar 30,85%, diikuti oleh infrastruktur utilisasi 27,01%, pertambangan 26,87%, consumer goods 16,42%, konstruksi properti 4,87%, keuangan 1,57%, dan aneka industri 0,43%.

Kenaikan juga terjadi pada indeks BISNIS-27, yang ditutup mendaki 2,13 poin atau 0,75% ke posisi 286,84. BISNIS-27 bergerak di kisaran 283,94 – 287,20.(er)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin awal pekan lalu ditutup menguat tipis dalam gerak yang fluktuatif di tengah suasana libur. Investor tidak terlalu banyak mengambil posisi dan memilih melakukan aksi beli selektif.

Pada perdagangan Senin (16/8/2010), IHSG ditutup turun melemah tipis 0,411 poin (0,01%) ke level 3.052,599. Indeks LQ45 juga melemah 0,380 poin (0,06%) ke level 579,554.

Setelah libur memperingati hari Kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia, IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Apalagi bursa-bursa utama dunia juga turut bergerak menguat. IHSG pada perdagangan Selasa (18/8/2010) diprediksi bergerak menguat dalam volume yang tidak terlalu besar.

Kemarin saham-saham di bursa Wall Street bergerak menguat tajam setelah keluarnya laporan keuangan Wal-Mart dan Home Depot yang melebihi ekspektasi analis.

Pada perdagangan Selasa (17/8/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 103,69 poin (1,01%) ke level 10.405,70. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 13,17 poin (1,22%) ke level 1.092,55 dan Nasdaq menguat 27,57 poin (1,26%) ke level 2.209,44.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Rabu ini dengan menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 97,78 poin (1,07%) ke level 9.259,46.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Erdikha Sekuritas:

IHSG ditutup melemah 0.41 point menjadi 3052.60 (-0.01%). Pergerakan bursa global yang mixed membawa sentimen negatif bagi indeks,selain itu sepinya transaksi perdagangan membuat pergerakan indeks cenderung tipis. Secara teknikal pergerakan indeks cenderung masih akan mixed, pergerakannya berkisar antara 3014-3998. Pergerakan saham-saham sektor Infrastructure dan Consumer Goods masih menarik.

Sumber: detikcom
18/08/2010 – 07:12
Tiga Sektor Siap Dongkrak IHSG
Natascha & Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Setelah libur sehari, IHSG Rabu (18/8) diperkirakan menguat. Beberapa saham dari sektor perkebunan, batu bara dan perbankan masih bisa menjadi pilihan.

Analis pasar modal dari Paramitra Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, IHSG hari ini masih berpeluang menguat, didukung saham komoditas. Hal ini terjadi seiring penguatan harga komoditas di pasar global. “Harapannya sektor komoditas akan membukukan penguatan yang awal pekan ini belum terjadi,” katanya.

Menurutnya, indeks di awal pekan kemarin ditutup melemah tipis. Di tengah perdagangan yang sepi pada bulan Ramadaan, sentimen negatif dari rilisnya data ekonomi AS, menekan bursa Asia, termasuk IHSG. “Kendati demikian, aliran dana asing masih marak di pasar domestik, terlihat dari posisi rupiah yang berada di bawah 9.000 per dolar AS,” ujarnya.

Harga komoditas menunjukkan penguatan, seiring naiknya harga minyak mentah dunia ke level US$80 per barel. Sedangkan harga logam lain seperti nikel dan timah sudah berada di atas US$20 per ton. “Tekanan rebound datang, setelah emiten di sektor ini kemarin terkoreksi,” ucapnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan dari sektor perkebunan adalah PT Astra Argo Lestari (AALI), PT London Sumatra (LSIP) dan PY Sampoerna Agro (SGRO). Sedangkan dari sektor tambang batubara adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Bukit Asam (PTBA).

Penguatan di sektor batubara diharapkan karena penawaran saham perdana (IPO) Berau Coal hanya mampu menyerap animo pasar 7-8%. Kondisi IPO yang oversubcribed ini mengindikasikan banyaknya dana yang akan dikembalikan. “Hal ini pun diharapkan akan memicu peluang peralihan dana ke saham batu bara lainnya,” pungkasnya.

Sedangkan terkait kelebihan permintaan Berau Coal, pengamat pasar modal Willy Sanjaya meyakini PT Bumi Resources (BUMI) akan diuntungkan. Menurutnya, anak usaha Bakrie ini mendapat minat cukup tinggi karena price earning ratio (PE) masih single digit, yakni 8,4 kali. Bandingkan dengan PE emiten lain sejenis yang sudah di atas 10 kali.

“Jadi kalau tertarik di saham komoditas, bisa memilih saham BUMI,” katanya. “BUMI memiliki support kuat di 14.090, sehingga kalau jatuh, kemungkinan tidak di bawah level itu.”

Selain komoditas, Willy juga menyarankan saham perbankan, salah satunya PT Bank Bukopin (BBKP). Seperti diketahui, 12,19% saham BBKP yang dimiliki Yabinstra Bulog akan dilepas dengan pembeli siaga (standby buyer) Jamsostek. Jamsostek yang akan beli BBKP di harga Rp928, telah menyiapkan dana Rp700-900 miliar

Saham PT Bank CIMB Niaga (BNGA) juga masih dinilai menarik setelah crossing yang cukup besar di BNGA, emiten yang dimiliki Khazanah Nasional Berhad senilai Rp5,438 triliun. Hal ini mengindikasikan sektor perbankan RI masih menarik bagi asing, terutama bank dengan kapitalisasi yang agak kecil. “Rekomendasi beli untuk saham perbankan,” katanya.

CIMB Group telah merealisasikan pembelian 19,67% saham BNGA, sehingga kepemilikan CIMB Group meningkat jadi 97,93%. Total saham yang dipindahtangankan 9.417.059 lot atau 4,708 miliar saham, setara dengan 19,67% total saham BNGA yang mencapai 23,934 miliar saham. Harga pelaksanaan transaksi dilakukan pada Rp1.155 per saham sehingga totalnya mencapai Rp5,438 triliun.

Pada perdagangan Senin (16/8), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,411 poin (0,01%) ke level 3.052,599. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 7,875 miliar lembar saham, senilai Rp8,098 triliun dan frekuensi 70.729 kali.

Sebanyak 81 saham naik, 125 saham turun dan 83 saham stagnan. Transaksi beli bersih (net foreign buy) pun, meski positif, terus menurun, menjadi sebesar Rp84 miliar. Rinciannya adalah, nilai transaksi beli asing mencapai Rp6,164 triliun dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp6,080 triliun. [mdr]
Optimisme Investor Terhadap Ekonomi Domestik Tahan Kejatuhan Indeks
SENIN, 16 AGUSTUS 2010 | 16:31 WIB

Papan indeks bursa saham di Bank Mandiri, SCBD, Jakarta, Kamis (29/10). Aksi panik jual dan dugaan forced sell sempat memaksa IHSG turun lebih dari 100 poin pada awal perdagangan, pada perdagangan Kamis (29/10/2009). TEMPO/Dwianto Wibowo

TEMPO Interaktif, Jakarta – Volatilitas bursa regional yang cukup tinggi karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi membuat indeks lokal juga bergerak fluktuatif.

Optimisme investor terhadap ekonomi domestik yang masih tumbuh membuat indeks lokal hanya turun tipis diakhir sesi.

Pada perdagangan Senin (16/8) indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,41 poin (0,01 persen) ke level 3.052,599 dari posisi akhir pekan lalu di 3.053,01.

Analis dari PT Financorfindo Nusa, Helen mengatakan bursa utama Asia yang turun tajam di sesi pagi membuat indeks lokal sempat jatuh ke level 3.032. Sebagian bursa regional yang mampu berbalik arah naik dan ditutup positif membuat indeks lokal mampu sedikit menguat sehingga hanya melemah tipis kali ini.

“Rupiah yang masih bertahan di bawah level 9 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) dan kembali masuknya aliran dana asing yang masuk ke bursa mampu menopang indeks dari kejatuhan yang lebih dalam,” paparnya.

Peringkat utang Indonesia yang terus membaik dan bahkan lembaga pemeringkat utang dari Jepang JCRA memasukkannya ke dalam level invetasi, fundamental makro ekonomi yang masih cukup bagus, dan ekonomi yang masih tumbuh 6 persen membuat investor tetap optimis berinvestasi di bursa lokal. Karena potensi keuntungan yang cukup menggiurkan, sepanjang tahun ini indeks telah memberikan keuntungan sekitar 20 persen. “Dibandingkan dengan bursa Tokyo, Shanghai, dan Wall Street yang masih minus,” kata Helen.

Sepanjang pekan ini pergerakan indeks masih akan berada dalam kisaran 3.000 hingga 3.100. “Memasuki bulan puasa hingga lebaran pergerakan indeks tidak akan jauh dari level saat ini, kecuali ada suatu kejadian yang luar biasa,” tuturnya.

Volume perdagangan hari ini mencapai 7,88 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 8,1 triliun, dan frekwensi kurang dari 71 ribu kali. Harga 75 saham naik, 116 saham turun, serta 75 saham lainnya stagnan. Dan investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 84,17 miliar.

Saham – saham yang mengganjal kenaikan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 90 menjadi Rp 1.490, Bank BRI terkoreksi Rp150 ke Rp 9.200, Bank BCA melemah Rp 100 menjadi Rp 5.900, Astra Asgro Lestari melemah 350 ke Rp 20.100, serta PT Timah juga tergelincir Rp 75 menjadi Rp 2.350 per saham.

VIVA
Senin, 16/08/2010 16:10:21 WIB
Sektor pertambangan pangkas IHSG 0,01%
Oleh: Elsya Refianti
JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis 0,41 poin atau 0,01% sore ini ke posisi 3.052,59.

Indeks bergerak pada kisaran 3.032,42 – 3.059,04.

Dari 409 saham yang menopang indeks, sebanyak 64 menguat, 139 tertekan dan 206 lainnya belum mengalami pergerakan harga.

Secara individu, saham Bank Rakyat Indonesia memotori penurunan indeks pada bursa dengan kontribusi sebesar 3,05 poin, disusul oleh Astra International 2,78 poin, Bumi Resources 1,94 poin, dan Bank Mandiri 1,30 poin.

Sejumlah saham yang menahan penurunan indeks adalah Bank Negara Indonesia dengan kontribusi sebesar 1,89 poin, Bank Tabungan Pensiunan Nasional 1,57 poin, International Nickel Indonesia 0,62 poin, dan Indah Kiat Pulp and Paper sebesar 0,54 poin.

Penurunan IHSG tercermin dari kontribusi negatif yang ditunjukkan oleh tiga dari sembilan indeks sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia. Sektor pertambangan menjadi yang terdepan dalam menyumbang penurunan indeks sebesar 662,65%, diikuti oleh pertanian 343,01%, dan konstruksi properti 80,43%.

Indeks BISNIS-27 juga ditutup melemah 0,14% atau 0,40 poin penutupan sesi II sore ini menjadi 284,71. BISNIS-27 bergerak pada rentang 282,12 – 285,63.(er)
16/08/2010 – 12:10
IHSG Sesi I Ditutup Turun 2,82 Poin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (16/8) sesi I ditutup turun 2,82 poin (0,09%) ke level 3.050,19. Volume perdagangan mencapai 1,2 miliar lembar saham dengan nilai Rp873,4 miliar.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 116 saham turun, 72 saham masih menguat dan 75 saham stagnan. Indeks saham JII turun 1,3 poin ke 471,53 dan LQ45 turun 1,2 poin ke 578,73.

Pergerakan indeks hari ini dipengaruhi penutupan Wall Street pekan lalu yang negatif. Meskipun data ekonomi AS seperti ritel, konsumer mengalami kenaikan. Jadi IHSG masih terpengaruh senitmen negatif penurunan tersebut. Walaupun cenderung mixed dengan penurunan tipis.

Adapun saham-saham yang naik ialah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) naik Rp1.500 ke Rp11.900, Indomobil Sukses Makmur (IMAS) naik Rp200 ke Rp2.475, Bayan Resources (BYAN) naik Rp150 ke Rp8.450, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp100 ke Rp38.750, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp100 ke Rp16.550.

Sementara itu, saham-saham yang turun ialah Delta Djakarta (DLTA) turun Rp1.000 ke Rp90.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp450 ke Rp18.550, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp250 ke Rp20.200. Indospring (INSD) turun Rp150 ke Rp3.950. [hid]

Sumber : KONTAN.CO.ID
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot menyusul kekhawatiran akan melambatnya pemulihan ekonomi global. IHSG turun 0,38% ke level 3.041, 197 mengekor bursa Asia, Nikkei dan Hangseng yang juga mengalami koreksi pagi ini, Senin (16/8).

Bursa Asia terkena dampak dari memburuknya beberapa data ekonomi dari Jepang. Diantaranya, kenaikan Gross Domestic Product Jepang yang hanya sebesar 0,2% dalam 3 bulan atau hingga 30 Juni, jauh dari estimasi konsensus ekonomis Bloomberg yang ada di tataran median 2,3%.

Semua sektor di IHSG berlomba-lomba meluncur. Koreksi terdalam dialami sektor pertambangan dan infrastruktur yang turun masing-masing 0,57% dan 0,37%. Sektor perkebunan dan perdagangan juga menurun, terkoreksi 0,51% dan 0,40%, sektor lainnya menurun, rata-rata sekitar 0,24%-0,60%.

Pelemahan bursa dipimpin oleh beberapa anggota grup Astra, diantaranya Astra Internasional (ASII) yang turun 0,72% ke posisi 47.950 dan United Tractors (UNTR) turun 0,79% ke posisi 18.850. Sementara Astra Agro Lestari AALI turun 0,49% ke posisi 20.250. Dua perusahaan rokok besar, HM Sampoerna (HMSP) turun 2,37% ke posisi 18.550 dan Gudang Garam (GGRM) juga terkoreksi 0,56% ke posisi 35.300. Saham Bank yang masih terkoreksi adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), turun 0,96% ke level 10.300 dan BBRI ke level 9350 atau turun 1,06%. Semetara saham INCO juga terkikis 1,79% ke level 4125.

Top Gainers dihuni oleh beberapa saham pertambangan, antara lain Bayan Resources (BYAN) yang naik 1,81% ke level 8.450 dan saham Charoen Pokhpand (CPIN) yang naik 1,02% ke level 4975.

Ada 74 saham yang turun, dan hanya 33 saham yang naik. Transaksi perdagangan diwarnai oleh aksi jual.

Sumber : KONTAN.CO.ID
… seperti yang gw bilang, gw beli saham blta SECARA BUTA, TAPI TIDAK MEMBABIBUTA … ternyata harganya maseh belum terlalu menarik untuk gw jual… well, gw mo inves dulu dah:

seperti yang gw bilang, gw beli saham blta SECARA BUTA, TAPI TIDAK MEMBABIBUTA … ternyata harganya maseh belum terlalu menarik untuk gw jual… well, gw mo inves dulu dah.

Perdagangan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada hari ini diperkirakan tidak bergairah. Bahkan, harga saham perusahaan perkapalan ini cenderung melemah.

Hal itu dikutip dari hasil riset E-Trading Securities, Senin (30/8). Penurunan ini akibat penurunan rating perusahaan. “Standard & Poor’s Rating Serivices (S&P) telah menurunkan peringkat obligasi BLTA dari level B ke level B-. Dengan prospek peringkat berimplikasi negatif karena ruang kovenan yang menyempit,” tulis riset tersebut.

S&P juga menurunkan peringkat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) perusahaan perkapalan itu juga dikoreksi ke level CCC dari level CCC+. diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.

Penurunan rating obligasi BLTA terkait dengan kinerja dan rasio-rasio keuangan BLTA yang mendekati batas kovenan yang tertera pada perjanjian obligasi BLTA. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap resiko gagal bayar atas obligasi-obligasi tersebut. “Kami melihat bahwa BLTA hendaknya mengambil strategi untuk memingkatkan performancenya terutama dalam memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo,” jelas riset tersebut.

Beberapa kewajiban yang akan jatuh tempo itu antara lain obligasi senilai US$ 400 juta yang akan jatuh tempo pada 2014 dan US$ 125 juta obligasi tukar alias convertible bond yang jatuh tempo pada 2012 yang diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.

Saham BLTA pada pukul 10.25 stagnan di Rp250 dengan volume perdagangan 15.930 senilai Rp1,9 miliar dan sebanyak 122 kali transaksi

Sumber : INILAH.COM
Jumat, 27 Agustus 2010 | 15:21 oleh Abdul Wahid Fauzie PERGERAKAN SAHAM BERLIAN LAJU TANKER Rating turun, saham BLTA ikut turun
JAKARTA. Perdagangan saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) pada hari ini tidak bergairah. Bahkan, harga saham perusahaan perkapalan ini melemah akibat penurunan rating perusahaan.

Pada pukul 14:44 WIB, harga saham BLTA turun Rp 10 per saham menjadi Rp 250 per saham. “Penurunan ini biasa, kalau rating turun biasanya harga saham juga ikut kena imbasnya, investor memilih wait and see atau memindahkan investasinya,” ungkap pengamat pasar modal, N Jaganathan.

Menurut Jaganathan, pemindahan investasi ini bisa dilakukan pada saham dengan sektor yang sama namun memiliki fundamental bagus. Atau bisa juga memindahkan investasinya pada saham sektor lain. “Kalau sudah naik lagi rating-nya, investor kembali masuk lagi,” ucapnya.

Sekadar mengingatkan, Standard & Poor’s Rating Serivices (S&P) telah menurunkan peringkat obligasi BLTA dari level B ke level B- dengan prospek peringkat berimplikasi negatif karena ruang kovenan yang menyempit. S&P juga menurunkan peringkat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) perusahaan perkapalan itu juga dikoreksi ke level CCC dari level CCC+.

Hal itu mencakup obligasi senilai US$ 400 juta yang akan jatuh tempo pada 2014 dan US$ 125 juta obligasi tukar alias convertible bond yang jatuh tempo pada 2012. Kedua obligasi itu diterbitkan oleh anak usaha Berlian Tanker, BLT Finance BV.

Menurut harian Investor Indonesia, Harga saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) bakal dikerek bandar dalam waktu dekat ke level Rp 350.Hal itu seiring kabar di kalangan pelakui pasar bodal yang menyatakan perseroan bakal mendapatkan kontrak dari salah satu perusahaan migas nasional.Perusahaan migas tersebut saat ini memprioritaskan penggunaan produk kapal tanker domestik.Pada perdagangan Jumat (20/8), saham BLTA ditutup melemah lima poin ke level RP 245.Volume saham yang ditransaksikan 81,2 juta senilai Rp 19,8 miliar.

Author : Rumors

S&P downgrades Berlian Tanker to B-
Thursday, 26/08/2010 16:30:42 WIB
by: Wisnu Wijaya
JAKARTA: Stellar global rating agency Standard & Poor’s Ratings Services (S&P) today lowered its long-term corporate credit rating on Indonesia-based shipping company PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) to B- from B and placed it on credit watch with negative implications.

At the same time, S&P downgraded Berlian Tanker’s foreign currency issue rating to CCC from CCC+ on the US$400 million senior unsecured notes due 2014 and the US$125 million 5-year convertible bonds due 2012 by BLT Finance B.V., a wholly owned subsidiary of Berlian Tanker.

These ratings have also been placed on credit watch with negative implications.

“Our BLTA downgrade is driven by the company’s high leverage and weak liquidity,” said Standard & Poor’s credit analyst Manuel Guerena in a press statement obtained by Bisnis today.

Despite successfully getting funding (local currency bonds, sale-and-leasebacks, bank loans, convertible bonds, and two right offerings) for a total of approximately US$730 million since 2009, BLTA’s leverage has not improved materially and its liquidity remains weak, given its tight cash flow generating capacity and aggressive capital expenditures, he said.

The credit watch placement reflects the high probability of Berlian Tanker breaching its EBITDA-related debt covenants in the next few quarters, given prospects of softer margins in the second half of the year and their very tight compliance headroom currently, a test of covenant compliance in June 2010 showed it was close to being in breach.

“The two unsecured notes are rated two notches lower than BLTA’s issuer credit rating due to the substantial amount of secured debt that ranks ahead of the unsecured notes,” Guerena said.

Resolution of the credit watch will depend on how Berlian Tanker deals with covenant pressure.

A failure to address the potential covenant breach could trigger a further downgrade.

However, if the company increases the headroom in its covenant compliance and there are no near-term refinancing difficulties, S&P will remove the ratings from CreditWatch and revise the outlook to negative or stable, depending partly on the shipping industry outlook.

Berlian Tanker is highly leveraged, as evident from its ratio of operating-lease-adjusted debt to annualized EBITDA of approximately 7.5x as at June 2010.

While that is better than in 2009, we believe further improvement will be limited in the near term, due to the pressure on the company’s profitability for the rest of 2010 and its aggressive capital expenditure program.

Berlian Tanker’s key business is the operation of chemical tankers, which together contributes approximately 74% of revenue and 70% of EBITDA.

The company plans to grow its business by participating more in the Indonesian market under the new cabotage rules, likely by bidding for Pertamina’s oil and gas tankers and other offshore vessels. (wiw)

JAKARTA. PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) membukukan kinerja yang kinclong di semester I 2010 ini. Laba bersih mereka naik tajam menjadi US$ 24,49 juta dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi US$ 172,78 juta.

Pendapatan usaha BLTA yang naik dari US$ 305,67 juta menjadi US$ 329,66 juta turut mendongkrak kinerja BLTA. Tak hanya itu, “BLTA pun merevaluasi aset mereka, dari semula minus US$ 165,54 juta menjadi untung US$ 82,69 juta,” papar analis Bhakti Securities Reza Nugraha.

Reza sendiri masih optimistis akan prospek saham BLTA ke depannya. Apalagi melihat kondisi global yang saat ini, dimana daya beli kembali naik. Dampaknya ekspor pun akan bergerak naik, sehingga permintaan industri pelayaran laut, khususnya untuk tanker dan minyak akan kembali booming.

Di perdagangan hari ini, saham BLTA di buka di level 250. Adapun target price BLTA dari Reza ada di level 400.

UPDATE 1-Indonesia – Market Factors to watch – Aug 25
Tue Aug 24, 2010 10:00pm EDT
(Adds press digest)
JAKARTA, Aug 25 (Reuters) – Following is a list of events
in Indonesia as well as news stories and press reports which
may influence financial markets.
(Reuters welcomes your feedback, and for any queries please
contact Sara Webb in Jakarta editorial on +6221 384 6364 or via
email at sara.webb@thomsonreuters.com or on Reuters messaging
sara.webb.reuters.com@reuters.net)
PRESS DIGEST
– PARLIAMENT WANTS GOVT TO LIFT 2011 TAX TARGET
Legislators from various parties have asked the government
to lift its 2011 tax revenue targets. (Jakarta Post)
BERLIAN TANKER EYES $50 MLN ON CAPEX IN H2
Shipping firm PT Berlian Laju Tanker (BLTA.JK) has planned
capital expenditure of $50 million in the second half, said
Peter Chayson, Berlian Tanker’s investor relations manager.
(Investor Daily)

– LONDON SUMATRA’S H1 NET PROFIT RISES 43 PCT
Plantation firm PT London Sumatra (LSIP.JK) reported a 43
percent increase in first-half net profit to 417.7 billion
rupiah ($46.54 million). (Investor Daily)
– ALAM SUTERA’S NET PROFIT UP 41.3 PCT IN H1
Property firm PT Alam Sutera Realty’s (ASRI.JK) first-half
net profit rose 41 percent to 123.94 billion rupiah ($13.8
million), said President Director Tri Ramadi. (Investor Daily)
– BANK MANDIRI TO LIFT LOAN-TO-DEPOSIT RATIO NEXT YEAR
Indonesia’s largest lender, PT Bank Mandiri (BMRI.JK),
plans to raise its loan-to-deposit ratio (LDR) to about 72-74
percent next year from 68 percent currently, said Finance and
Strategic Director Pahala N. Masury. (Investor Daily)
– LEGISLATORS OPPOSE GOVT PLAN TO HIKE ELECTRICITY TARIFF
Legislators from Golkar Party, National Mandate Party
(PAN), Prosperous Justice Party (PKS) and United Development
Party (PPP) have opposed the government’s plan to hike
electricity tariff by 15 percent in 2011. (Investor Daily)
– PUKUAFU INDAH SAYS READY TO BUY NNT SHARES OFFERED IN IPO
Mining firm PT Pukuafu Indah, which has a stake in Newmont
Mining Corp’s (NEM.N) local unit, PT Newmont Nusa Tenggara
(NNT), plans to increase its shareholding when NNT holds its
initial public offering, said Tri Asnawanto, Pukuafu’s vice
president of legal and external affairs devision. (Kontan)
– ASTRA SEDAYA TO SELL 1.5 TRLN RPH OF BONDS NEXT YEAR
PT Astra Sedaya Finance, a unit of the Astra Group, plans
to raise 1.5 trillion rupiah ($167.1 million) in a bond issue
in the first half of 2011, said its Director Hugeng Ghozali.
(Kontan)
MARKET SNAPSHOT
* Asian stocks will probably fall on Wednesday as weak
housing data sent Wall Street sliding and the yen JPY= to a
15 year high, while a ratings downgrade for Ireland added to
the gloomy mood.[STOCKS-NEWS-ASIA]
* Indonesia’s stock index .JKSE fell 0.44 percent on
Tuesday with Lionmesh Prima (LMSH.JK) leading losses, down 25
percent, and Allbond Makmur (SQMI.JK) leading gains, up 34.44
percent. Bank Bukopin (BBKP.JK) led market turnover, rising
12.5 percent, and Kawasan Industri Jababeka (KIJA.JK) saw top
volume, rising 12.77 percent.
For prices see , for news see [IF-E].
* U.S. stocks fell to their lowest level in seven weeks on
Tuesday as an unexpectedly large drop in home sales ratcheted
up concerns that the economic recovery is even weaker than had
been feared.[.N]
* Oil fell for a fifth straight session on Tuesday, ending
at the lowest settlement in 11 weeks as weak U.S. economic data
and high inventories stoked oil demand concerns.[O/R]
* Malaysian crude palm oil futures fell to a three-week low on
Tuesday on technical selling and a slowdown in demand thanks to
a surge in cash prices. [POI/]
Berlian Tanker pays US$75 million debts
Tuesday, 17/08/2010 14:54:59 WIB
by: Wisnu Wijaya
JAKARTA: One of Indonesia’s largest shipping company PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) has made early payments of its short term loans worth US$75 million to Deutsche Bank and Standard Chartered Bank.

Berlian Tanker has paid both loan facilities in July, earlier than the loans payment schedule in August and September this year.

Loan from Deutsche Bank AG is a short term credit facility with maximum credit of US$50 million.

This loan is due in August 2010. Interest rate is at certain fixed percentage.

Loan facility from Standard Chartered Bank is a short term credit facility with maximum credit of US$25 million.

This loan is due in September 2010. Interest rate is at certain percentage above cost of fund.

Following the early payments, Berlian’s short term debt has steeply shrunk from US$106.31 million as of June to US$31.31 million.

Berlian Tanker recorded long term debt worth US$780.74 million, bonds worth US$146.58 million, and notes payable worth US$273.90 million.

In total, Berlian’s debt has reached US$1.23 billion. The company’s equity was US$725.13 million and US$377.60 million current assets.

Berlian Tanker posted US$24.49 million net profit during the first half of this year, a reversal from net loss at the end of June last year of US$172.79 million as a result of lowering net other charges.

In the financial statement published today, Berlian Tanker booked US$34.99 million net other charges in 1H 2010 from US$239.93 million.

In fact, operating profit sank 10.89% from US$67.59 million in 1H 2009 to US$60.23 million in 1H 2010 on the back of higher cost of goods sold by 14.71% from US$223.79 million in 1H 2009 to US$256.70 million.

Operating revenue slightly increased 7.85% from US$305.67 million in 1H 2009 to US$329.66 million in 1H 2010. (wiw)
16/08/2010 – 13:49
BLTA Berhasil Raup Laba US$60,23 Jt di Semester I-2010

INILAH.COM, Jakarta – PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$60,23 juta pada semester I-2010 setelah mengalami kerugian US$172,79 juta pada periode yang sama 2009.

Dalam laporan keuangan publikasi Perseroan yang disampaikan ke BEI, Senin (16/8) dijelaskan peropelah laba bersih ini dipicu revaluasi bersih senilai US$82,69 juta pada semester I-2010 dibanding periode serupa 2009 yang merugi Rp165,54 juta. Namun, laba usaha pada semester I-2010 turun menjadi US$60,23 juta dibanding periode yang sama 2009 yang mencapai US$67,59 juta.

Penurunan laba usaha ini disebabkan naiknya beban usaha di Semester I-2010 menjadi US$256,7 juta, meskipun dari sisi pendapatan usaha terjadi kenaikan menjadi US%329,66 juta dibanding periode serupa 2009 sebesar US$305,67 juta.

Pada tengah tahun 2010, Perseroan juga masih mencatatkan kewajiban lancar sebesar US$343,37 juta dan kewajiban tidak lancar sebesar US$1,57 miliar. Sementara ekuitas Perseroan tercatat sebesar US$725,13 juta. [cms]
INILAH.COM, Jakarta – PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) mencatatkan laba bersih sebesar US$24,490 juta pada semester I 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya merugi sebesar US$172,787 juta.

Perseroan juga meraih pendapatan usaha naik 7,8% dari US$329,661 juta pada semester pertama 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar US$305,669 juta. Laba kotor perseroan sebesar US$72,959 juta atau turun 10,8% pada semester pertama 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar US$81,873 juta.

Selain itu, laba usaha turun menjadi US$60,230 juta pada semester pertama 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$67,587 juta. Demikian seperti dikutip INILAH.COM, dari laporan keuangan yang diterbitkan pada Senin (16/8).

Jumlah kewajiban dan ekuitas perseroan turun 6,5% dari US$2,647 miliar pada semester pertama 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar US$2,485 miliar. Jumlah kas dan setara kas perseroan sebesar US$113,032 juta pada semester pertama 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya US$136,117 juta.

Sumber : INILAH.COM
Minggu, 15 Agustus 2010 | 19:01

PREDIKSI IHSG

Indeks Senin Ini Diperkirakan Datar

JAKARTA. Analis satu suara memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan Senin (16/8) akan bergerak datar. Mereka meramalkan tidak akan terjadi fluktuasi yang tajam.

“Katalis ekonomi sepi dan eforia laporan keuangan sudah usai,” kata Kepala Riset Online Trading AM Capital, Suryadi, Minggu (15/8). Namun, ia tetap menyarankan agar para investor mencermati saham-saham emiten produsen minyak sawit mentah (CPO), seperti AALI, LSIP, dan BWPT. “Tren harga CPO masih naik,” katanya.

Ia menduga indeks hari ini berkisar 3.025 – 3.060. Sedang Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang menduga, indeks akan bergerak di kisaran 2.995-3.096. “Indeks akan cenderung bergerak flat,” katanya. Namun ia mengingatkan data-data ekonomi Amerika Serikat yang akan dilansir pekan ini bisa memberi sentimen negatif ke bursa saham. Meskipun demikian, masih tetap ada peluang. “Cermati saham-saham telekomunikasi dan consumer goods,” saran dia.

Yohan Rubiyantoro kontan
Gaji Pas-Pasan Tapi Tetap Efektif Menabung, Bisakah?
Jum’at, 11 Desember 2009 – 09:03 wib
Kami adalah keluarga PNS dan petani yang penghasilanya pas-pasan. Saya bergaji sebesar Rp2,8 juta per bulan. Istri yang juga PNS gajinya sama besar hanya saja tunjangan berbeda, karena saya mendapat tunjangan keluarga (yang sengaja tidak saya infokan di sini).

Di luar gaji kami punya penghasilan tambahan dari tani sawit di atas lahan 2,5 hektare (Ha) dengan hasil bulanan sekitar Rp2,3 juta. Tanpa kami sadari uang habis dengan cepatnya dan tidak pernah ada sisa untuk ditabung.

Yang ingin saya tanyakan, pertama, apa ada produk bank yang mau datang ke rumah untuk mengambil setoran tabungan berjangka panjang? Kedua, kami mohon petunjuk KeluargaCerdas123.com bagaimana tips untuk berhemat dengan tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan bulanan.

Terimakasih sebelumnya ya!
Juanda (juanda8425@yahoo.co.id)

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Pak Juanda,
Langsung saja ya! Kami asumsikan dua skenario di mana semua pendapatan bapak dan keluarga sifatnya reguler ya, jadi totalnya Rp7,9 juta sebulan, dan hanya memperhitungkan gaji pokok saja yakni Rp5,6 juta.

Tanpa mengetahui secara rinci posisi anggaran keluarga Bapak saat ini berikut gambaran yang dapat kami sampaikan:

Alokasi Rasio KC123 Usulan Rasio Pendapatan Gaji
Rp 5.600.000,-
Total Pendapatan
Rp 7.900.000,-
Sharing 2-15% 2,5% Rp 140.000,- Rp 197.500,-
Savings 10-30% 27,5% Rp 1.540.000,- Rp 2.172.500,-
Spending 45-55% 55% Rp 3.080.000,- Rp 4.345.000.-
Borrowing 0-35% 15% Rp 840.000,- Rp 1.185.000,-
Total 100% 100% Rp 5.600.000,- Rp 7.900.000,-

Kemudian alokasikan pendapatan bulanan maksimal 55% untuk pengeluaran (spending), baik pribadi, transportasi, rumah tangga dan anak. Gunakan metode amplop untuk mengalokasikan pengeluaran pribadi (makan siang, pulsa, pakaian, kosmetik dll), transportasi (bensin, kendaraan umum, pemeliharaan kendaraan), rumah tangga (belanja mingguan, bulanan, biaya air, telpon, listrik dll), dan anak (uang sekolah, buku pelajaran, susu, popok dll ). Selengkapnya cek http://www.KeluargaCerdas123.com

Saya menantang Bapak dan Ibu untuk membiasakan diri dulu dengan anggaran yang disepakati sebelumnya. Setelah mampu membiasakan diri berdisiplin, baru kemudian bisa melanjutkan ke tahap perencanaan keuangan.

Harap dicatat di hati dan pikiran kalau Bapak dan Ibu harus berusaha menabung minimal 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan. Dan sebagai bagian dari komitmen biasakan Bapak dan Ibu beserta anak-anak meluangkan waktu untuk mengujungi bank setiap akhir atau awal bulan untuk menabung. Seleksilah dulu bank terdekat yang paling ideal untuk tempat menyimpan tabungan. Pada waktunya, Bapak dan Ibu akan bersyukur telah mengajarkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya menabung untuk masa depan!

Sedangkan tips hemat dari kami adalah sebagai berikut:
1. Buat daftar pengeluaran dan pendapatan
Tahukah Anda membuat daftar pengeluaran lebih lama daripada pendapatan? Anda akan terkejut melihat betapa panjangnya daftar pengeluaran dibanding dengan daftar pendapatan. Daftar pengeluaran bisa berisi 10-20 buah sementara penghasilan hanya satu hingga dua buah. Hal ini menunjukkan mengeluarkan uang lebih mudah daripada mendapatkan uang.

2. Tentukan besaran dana yang mau dibagi dan ditabung didepan
Seringkali tanpa sadar menyisihkan dana untuk berbagi dan menabung menjadi prioritas terakhir. Yang terjadi adalah keinginan untuk berbagi dan menabung hanya tinggal keinginan, karena tidak adanya lagi dana yang tersedia untuk disisihkan. Karena itu formula yang harusnya diingat adalah begini, PENDAPATAN (SETELAH PAJAK) ?SEDEKAH – TABUNGAN = PENGELUARAN. Bukan berapa besarnya, tetapi membangun kebiasan berbagi dan menabung itulah yang terpenting. Nasehat orangtua “bisa karena biasa” itu benar adanya.

3. Atur daftar pengeluaran ke dalam pos pengeluaran
Masukkan daftar pengeluaran Anda ke dalam pos yang terbagi menjadi 4 kategori besar yaitu:
1. Pos Pengeluaran Rutin (pribadi, transportasi, rumah tangga, anak)
2. Pos Cicilan Tabungan/Investasi/Proteksi (setoran tabungan dana darurat, setoran investasi, cicilan premi asuransi dan lain-lain)
3. Pos Cicilan Utang (seperti cicilan rumah, mobil, dan lain sebagainya)
Lakukanlah Evaluasi Berkala (sudah seberapa disiplin Anda dan bagaimana jika tidak, selalu mengacu pada Anggaran yang disepakati bersama suami-istri).

Semoga bermanfaat dan selamat berjuang!

Manuel Pakpahan, CFP®
Perencana Keuangan Independen
CEO KeluargaCerdas123.com(//rhs)
15/08/2010 – 12:56
Meski Sepekan Terkoreksi
IHSG Mampu Bertahan di Atas 3.000
Asteria

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ini tergelincir 7,6 poin atau 0,25%. Namun, indeks tetap bertahan di atas level 3.000, didukung kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.

Bertahannya sentimen positif Wall Street dan berlanjutnya aliran dana asing yang masuk ke bursa domestik, berhasil mengangkat indeks awal pekan ini mendekati level psikologis 3.100, tepatnya di 3.082. Indeks terangkat kenaikan harga saham yang cukup merata di semua sektor, dengan pergerakan agresif dari SMRA, AKRA, GJTL dan JSMR.

Secara sektoral, finansial memimpin penguatan sebesar 1,1%. Kendati demikian, sentimen positif sektor komoditas tidak menjadikan saham-saham terkait mendominasi perdagangan. Demikian pula saham berkapitalisasi besar ASII yang justru cenderung stagnan.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, IHSG berhasil menguat berkat dorongan dari Wall Street akhir pekan lalu. Padahal, bursa regional Asia mixed, didorong data pekerjaan AS yang lebih buruk dari ekspektasi. “Fokus investor pekan ini tertuju pada data ekonomi AS yang akan dirilis dan komentar The Fed mengenai situasi ekonomi AS terkini,” ujarnya.

Kendati demikian, perdagangan saat ini sudah cenderung sepi. Hal ini terjadi seiring berakhirnya eforia laporan keuangan semester pertama 2010 dan menjelang bulan puasa. “Investor mengurangi aktivitas di bursa selama sebulan ini,” katanya.

Namun, berbaliknya sentimen pasar global, baik bursa saham maupun komoditas, menahan laju kenaikan indeks lebih lanjut. Aksi profit taking yang menerjang IHSG setelah menguat empat hari berturut-turut, memicu indeks terkoreksi pada 3 hari perdagangan selanjutnya. Hal ini terjadi meskipun investor asing masih bertahan di sisi beli, dengan jumlah yang secara bertahap menurun.

Optimisme pasar akan penaksiran bank sentral AS (The Fed) yang mensinyalkan ekonomi positif dan kemungkinan melanjutkan stimulus ekonomi, ternyata jauh dari harapan. The Fed dalam pertemuannya justru akan menginvestasikan pembayaran pokok dari kepemilikan KPR nya ke dalam utang jangka panjang.

Hal ini untuk mengurangi biaya pinjaman dan salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, The Fed juga mengatakan pemulihan ekonomi akan lebih lambat dari yang diantisipasi dalam jangka pendek ini.

Koreksi yang signifikan kembali tidak dapat dihindari karena kuatnya tekanan negatif dari bursa saham regional, pasar komoditas dan pasar uang.

Dalam dua hari koreksi, sektor aneka industri memimpin pelemahan terbesar bursa. Sejumlah broker asing terlihat sangat agresif keluar dari saham ASII yang dianggap paling sensitif, sekalipun kinerja perseroan hingga Juni lalu, masih merupakan yang terbaik sepanjang sejarah. Koreksi emiten otomotif ini pun diikuti saham di kelompoknya, seperti UNTR dan AALI.

Koreksi saham ASII ternyata tidak lama. Pada Kamis (12/8), emiten ini berhasil rebound dan kembali mendominasi transaksi di bursa. Namun, saham sektor tambang menggantikan penurunan ASII, seiring anjloknya harga minyak dunia ke bawah level US$78 per barel.

Harga komoditas turun akibat penguatan dolar AS dan laporan IEA tentang peningkatan suplai BBM yang lebih besar dari perkiraan. Selain proyeksi penurunan permintaan minyak pada 2011. Sementara itu, data-data ekonomi global yang membukukan pelemahan, menginfeksi bursa regional serta IHSG untuk ditutup di level 3,025, dimana aksi jual asing mencapai Rp38 miliar.

Data Retail Sales China tumbuh lebih lambat dari bulan-bulan sebelumnya dan neraca perdagangan AS yang melebar pada Juni. Industrial Output Cina Juli naik 13,4%, kenaikan terkecil sejak Agustus 2009. Pertumbuhan Retail Sales sebesar 17,9%, lebih rendah dari Juni. Sedangkan neraca perdagangan AS pada Juni defisit US$49,9 miliar, tertinggi sejak krisis, Oktober 2008.

Namun, sejak awal perdagangan di akhir pekan, Jumat (13/8), IHSG sudah kembali mantap di teritori positifnya. Membaiknya bursa global dan regional serta munculnya kepercayaan pasar, membuat bursa berhasil rebound dan ditutup di level 3.053.

Willy Sanjaya, analis Lautandhana Securities mengatakan, kinerja bursa domestik hari ini berhasil berbalik arah ke teritori positif. Technical rebound ini terjadi, setelah bursa Indonesia merosot beberapa sesi sebelumnya. “Hal ini terlihat dari pergerakan indeks yang kembali pulih sejak awal perdagangan,” katanya.

Sentimen positif juga datang dari harga minyak yang menguat dari level terendah dalam 1 bulan dan diperdagangkan di atas US$76 per barel. Sebelumnya, harga minyak anjlok terkait meningkatnya pengajuan tunjangan pengangguran.

Investor pun memburu saham-saham unggulan yang sudah terkoreksi. Sentimen pelepasan saham greenshoe (saham tambahan) di BBNI menjadi katalis positif yang mengangkat bursa secara signifikan. Saham BBNI pun menjadi buruan investor, dengan nilai transaksi mendominasi bursa mencapai Rp212 miliar. Emiten perbankan ini pun ditutup naik Rp150 ke level Rp3.150 per lembarnya. [mdr]
130810
Transaksi Rp4 Triliun, Pasar Saham Cerah
Pemodal asing melakukan pembelian bersih (net buying) Rp57,39 miliar.
JUM’AT, 13 AGUSTUS 2010, 16:32 WIB Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ramai oleh aksi beli pada penutupan transaksinya hari ini, Jumat 13 Agustus 2010. Nilai transaksi kembali menembus Rp4 triliun.

Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi, rendahnya nilai wajar beberapa saham berfundamental kuat dan berkapitalisasi pasar besar, setelah terkoreksi beberapa hari terakhir, mampu menjadi pendorong ramainya kembali aksi beli di bursa dalam negeri hari ini.

“Meski pelemahan indeks bursa global (Dow Jones) dan berfluktuasinya indeks Asia sempat dikhawatirkan akan kembali mempengaruhi pergerakan IHSG,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.

Pemodal asing kembali melakukan aksi beli di pasar reguler. Pembelian saham oleh asing mencapai Rp667,87 miliar dan mereka melepas Rp610,47 miliar, sehingga terjadi pembelian bersih (net buying) Rp57,39 miliar.

Pada penutupan transaksi hari ini, IHSG menguat 27,37 poin atau 0,90 persen ke level 3.035,01. Pergerakan itu melanjutkan penguatan pada akhir sesi pertama yang naik 11,56 poin (0,38 persen) di posisi 3.037,20.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp4,83 triliun dan volume tercatat 6,87 juta lot dengan frekuensi 80.991 kali. Sebanyak 119 saham menguat, 81 melemah, 86 stagnan, dan 193 saham tidak terjadi transaksi.

Di Bursa Efek Indonesia, saham berfundamental menjanjikan dan berkapitalisasi pasar besar yang mengontribusi penguatan IHSG cukup besar di antaranya saham PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp700 atau 1,47 persen ke level Rp48.300, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp400 (1,99 persen) menjadi Rp20.450, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp250 atau 1,55 persen di posisi Rp16.350.

Indeks bursa Asia saat IHSG ditutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng melemah 34,14 atau 0,16 persen di posisi 21.071,57, tetapi Nikkei 225 menguat 40,87 poin (0,44 persen) ke level 9.253,46, dan Straits Times naik 12,93 poin atau 0,44 persen menjadi 2.939,97.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi di Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 8.990 per dolar AS dari transaksi sesi pertama yang berada di level 9.007 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.007 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis 12 Agustus 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di level 8.966 per dolar AS. (art)
• VIVAnews
Jumat, 13/08/2010 16:06 WIB
Penguatan Saham BNI Angkat IHSG 27 Poin
Indro Bagus – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 27 poin pada perdagangan akhir pekan. Penguatan saham BNI usai transaksi greenshoe memimpin transaksi di lantai bursa dan membawa dana asing masuk sebesar Rp 346 miliar.

IHSG dibuka naik tipis ke level 3.025,743 dan kemudian menguat ke level 3.053,566, naik 27 poin dari penutupan kemarin di level 3.025,644.

Sejak awal perdagangan, IHSG sudah menunjukkan tanda-tanda penguatan. Memasuki perdagangan sesi II, penguatan berlanjut seiring dengan tren penguatan bursa-bursa Asia dan pembukaan bursa Eropa yang mantap di zona hijau.

Saham-saham unggulan pun ramai-ramai menguat bersamaan. Penguatan saham BNI (BBNI) memimpin transaksi di lantai bursa. Sentimen positif usai pelaksanaan divestasi saham Greenshoe milik pemerintah membuat saham ini menjadi incaran investor.

Investor-investor asing tercatat memburu saham BBNI cukup besar yang kemudian memberikan angin segar bagi investor-investor omestik untuk melakukan aksi beli massif.

Transaksi beli asing tercatat sebesar Rp 1,201 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 855,137 miliar. Transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp 346,048 miliar.

Pada perdagangan Jumat (13/8/2010), IHSG ditutup naik 27,366 poin (0,90%) ke level 3.053,010. Indeks LQ45 juga menguat 5,152 poin (0,89%) ke level 579,934.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 80.991 kali pada volume 3,434 miliar lembar saham senilai Rp 4,829 triliun. Sebanyak 119 saham naik, 81 saham turun dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia didominasi penguatan pada perdagangan akhir pekan:
Indeks Shanghai naik 31,23 poin (1,21%) ke level 2.606,70.
Indeks Hang Seng turun tipis 34,14 poin (0,16%) ke level 21.071,57.
Indeks Nikkei-225 menguat 40,87 poin (0,44%) ke level 9.253,46.
Indeks Strait Times naik 16,10 poin (0,55%) ke level 2.943,14.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Bir Bintang (MLBI) naik Rp 8.000 ke Rp 180.000, BTPN naik Rp 1.300 ke Rp 10.400, Astra International (ASII) naik Rp 700 ke Rp 48.300, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.650, BNI (BBNI) naik Rp 150 ke Rp 3.150.

Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Lonsum (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 9.400, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 100 ke Rp 5.900, First Media (KBLV) turun Rp 65 ke Rp 430, Bayan (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 8.300. (dro/ang)
JAKARTA. Setelah beberapa hari terpuruk, akhirnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Jumat (13/8). Bursa naik 0,49% ke level 3.040,605. Sebanyak 44 saham mencatat kenaikan nilai, 18 turun, dan 57 lainnya diam di tempat.

Hampir seluruh sektor memberikan sinyal hijau dengan sumbangan terbesar berasal dari sektor minyak dan gas serta sektor telekomunikasi.

Beberapa saham grup Astra menjadi penopang bursa pada hari ini. Astra Agro Lestari (AALI) menguat tipis 0,75% ke level Rp 20.200. Astra International Tbk (ASII) juga menguat 0,63% ke level Rp 47.900, Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menguat 1,19% ke Rp 8.500, Indofood Sukses Makmur Tbk naik 1,19% ke Rp 4.250, dan Bank Mandiri Perserto Tbk (BMRI) menguat 0,85% ke Rp 5.950.

Di jajaran top losers, HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 1,06% ke Rp 18.700, United Tractors Tbk (UNTR) melemah tipis 0,53% ke Rp 18.700. Sementara emiten perkebunan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun 0,52% ke Rp 9.500, Timah Persero Tbk (TINS) juga melemah 1,06% ke Rp 2.325, dan Adhi Karya (ADHI) turun 1,52% ke Rp 650.

Sumber : KONTAN.CO.ID

 

kumpulan posting PEKA @investor pemula: 130410 13 April 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 11:07 pm

silakan baca2 bwat investor pemula hal2 yang terkait TEKNIK MAEN SAHAM sbb:

apa bisa menang?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/21/mulai-lah-dengan-benar-menang-lah/

apa itu ketidakpastian ekonomi dan PELUANG DI BURSA SAHAM?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/10/ketidakpastian-ujian-terburuk-investor-100310/

apa itu peluang laba di investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/27/sentimen-positif-ada-trus-2-270110/

apa ada keyakinan, bukan kah selalu ada keraguan dalam investasi saham? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/25/keyakinan-x-keraguan-investasi-harian250210/

APA LANGKAH PERTAMA seorang CALON INVESTOR SAHAM?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/11/langkah-pertama/

apa itu IHSG?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/teori-ihsg-lage-200110/

apa tujuan investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/13/selalu-ada-sasaran-untuk-setiap-investasi-130110/

apa selalu berhasil dalam menebak harga saham masa depan (market timing)?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/06/5694/

apa fakta bisa dipercaya dibandingkan data?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/05/fakta-lebe-akurat-daripada-data-050210/

apa itu trading saham?

http://sahamadaro.wordpress.com/2009/08/20/alat-utama-trading-saham/

apa itu laporan keuangan emiten? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/01/indikator-bejibun-di-dalamnya-010310/

apa itu price earning ratio?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/23/5480/

apa itu EVA Momentum?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/07/gadis-kinclong-bernama-em-070310/

apa itu mengubah atawa membatalkan transaksi saham sendiri?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/5161/

apa itu order transaksi beli atawa jual saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/28/order-transaksi-teoriiiiiiii-281109/

apa itu peluang berinvestasi yang menguntungkan di saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/17/daripada-jualan-bakso-mendingan/

apa itu cara menghindari kerugian dari investasi saham?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/17/bwat-forex-tapi-juga-boleh-bwat-maen-saham-171109/

apa itu indeks saham islamik?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/saham-islamic-index-ada-bumi-tukh-041109/

apa itu divergen dalam analisis teknikal?

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/03/trading-dibantu-analisis-teknikal/

apa itu RISIKO HOT MONEY dan HEDGE FUNDS ASIEN-k terhadap investasi saham/portofolio indo ?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/uang-panas-serius-full-masuk-indo-asia-200110/

apa ada saham yang bikin laba jangka pendek?

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/04/waduh-semua-investor-juga-pengen-laba-jangka-pendek-lah/

laba 1% per trading per hari sejumlah 245 hari 2010 ini: https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/245-x-1-kalo-trading-cukup-ga-041109/

apa itu kaitan IHSG dan siklus bisnis dan ekonomi Indonesia dan amrik? https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/14/siklus-bisnis-dan-ekonomi-terkait-maen-saham-140210/

 

the RICH only, ’bout the POOR please … 130410

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 4:59 pm

Cara jitu menciptakan kekayaan
Senin, 12/04/2010 11:53:50 WIBOleh: Mike R. Sutikno
Carlos Slim Helu, namanya mungkin masih asing di telinga Anda. Pria Meksiko berusia 70 tahun ini telah memiliki nilai kekayaan bersih sebesar US$53,5 miliar, dan ini membuatnya berada di daftar teratas orang kaya di dunia pada 2010 versi majalah Forbes.
Pemulihan ekonomi global membuat kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan komunikasi termasuk America Movil, meroket. Mematahkan supremasi Bill Gates di urutan ke dua (US$53 miliar) dengan Microsoft dan Warren Buffet di urutan tiga (US$ 47 miliar) dengan Berkshire Hathaway.

Generasi yang lebih muda, Sergey Brin dengan Google-nya mengumpulkan US$17,5 miliar usianya baru 36 tahun, menempati posisi 24 dalam daftar Forbes.

Apakah 100 orang terkaya di dunia melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai kekayaannya? Dalam kesehariannya orang-orang kaya tidak berbeda dengan orang-orang biasa. Hanya saja mereka melakukan apa yang orang biasa lakukan dengan cara yang luar biasa, terutama perencanaan keuangan mereka.

Karakter orang kaya

Apakah kekayaan adalah sesuatu yang menurut Anda hanya bisa dicapai oleh orang yang sudah kaya saja? Atau sebaliknya Anda yakin bahwa orang biasa juga bisa memiliki kekayaan?

Orang kaya tidak berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Hanya saja mereka melakukan apa yang dilakukan orang-orang biasa dengan cara yang luar biasa. Anda dapat dengan segera mengenali perbedaan mereka dari apa yang mereka bicarakan.

Orang biasa sering mengeluhkan peristiwa yang mereka tidak punya kendali atasnya dan menyalahkan orang lain atas kemalangan mereka. Orang kaya memiliki kendali atas pikiran dan perasaan mereka yang tecermin dari sikap dan perilakunya, sedemikian rupa, sehingga memengaruhi lingkungan mereka. Uang mengikuti ke mana karakter luar biasa ini pergi.

Kekayaan memiliki arti, interpretasi dan konotasi yang berbeda untuk tiap orang. Mulai dari bagaimana mengatur pengeluaran sehari-hari agar tidak melebihi gaji, mempersiapkan masa pensiun, sampai bisnis miliaran dolar.

Pada akhirnya kekayaan secara keuangan harus bisa dibuktikan oleh akumulasi aset dalam jumlah melimpah. Namun, jika segala sesuatu berawal dari tiada menjadi ada, itu juga berlaku untuk kekayaan dan cara terbaik untuk memulainya adalah memenuhi pikiran-pikiran dengan perencanaan keuangan, sedemikian rupa sehingga menggerakkan Anda menuju realitas keuangan yang diinginkan.

Kekayaan dan perencanaan

Untuk mengetahui bagaimana menciptakan kekayaan, Anda harus memahami hubungan antara penciptaan kekayaan dan perencanaan keuangan. Siapa pun yang ingin membeli rumah, menyekolahkan anak, mempersiapkan pensiun, atau mencapai tujuan keuangan lainnya, sedang mengakumulasi kekayaan.

Jangan mengira bahwa akumulasi kekayaan merupakan semata-mata kegiatan investasi, tetapi sesungguhnya adalah perencanaan keuangan. Penciptaan kekayaan terjadi karena proses pengelolaan harta, utang, dan pemasukan.

Secara garis besar perencanaan keuangan dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, Anda harus mengidentifikasi berbagai macam kebutuhan dan keinginan yang membutuhkan sejumlah uang.

Kedua, sesuaikan kebutuhan dan keinginan tersebut menjadi tujuan keuangan dan tentukan berapa dana yang dibutuhkan untuk masing-masing tujuan keuangan. Ketiga, mengalokasikan sejumlah dana baik secara rutin dari waktu ke waktu atau sekali saja sekaligus di depan sehingga tercapai sejumlah besar dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan keuangan tersebut pada waktu yang ditetapkan.

Aktivitas perencanaan keuangan akan melibatkan berbagai aspek dari keuangan Anda seperti menabung untuk dana pendidikan anak, menabung untuk dana pensiun, berinvestasi, perpajakan, juga perwarisan. Ini adalah proses yang berkelanjutan terhadap pembuatan, pelaksanaan, dan pengevaluasian dari rencana keuangan Anda.

Mengapa membutuhkan perencanaan keuangan untuk mengakumulasi kekayaan? Pertama, keseimbangan dalam hidup. Perencanaan keuangan akan membantu Anda mencapai kekayaan tanpa harus mengorbankan gaya hidup saat ini secara drastis. Misalnya, jika keputusan membeli rumah impian Anda diambil tanpa pikir panjang, Anda kemungkinan besar akan mengambil kredit rumah yang terlalu besar.

Penghasilan Anda bisa habis hanya untuk membayar cicilan rumah saja belum lagi biaya pemeliharaannya. Akibatnya tidak saja Anda kesulitan untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari, bahkan tidak bisa menabung untuk mencapai tujuan keuangan lainnya. Padahal Anda tidak perlu ”bunuh diri” begitu jika berpatokan pada prinsip keseimbangan hidup dalam perencanaan keuangan.

Kedua, efisiensi dan efektifitas penggunaan uang. Dengan memiliki perencanaan keuangan, Anda akan mengarahkan uang tepat kepada tujuan–tujuan keuangan. Anda mengalokasikan baik harta, utang, penghasilan, dan pengeluaran sesuai dengan tempat dan porsinya masing-masing secara sistematis.

Dengan perhitungan yang yang lebih akurat, Anda semakin mampu membuat prioritas, mendapatkan lebih banyak dari uang yang dibelanjakan dan menghindari pemborosan yang tidak perlu. Misalnya, terjadi inflasi 8% per tahun, akibatnya nilai dari Rp100 juta anda akan tergerus menjadi Rp46,319 juta pada 2020.

Anda perlu merencanakan investasi agar Rp100 juta tetap bertumbuh lebih tinggi dari inflasi dan dengan perencanaan pajak Anda lebih dapat mengendalikan biaya-biaya investasi tersebut sambil tetap menjaga momentum pertumbuhan dana.

Ketiga, bantalan pengaman atau upaya berjaga-jaga. Dengan minimnya fasilitas jaminan sosial di negara kita, Anda memerlukan rencana tindakan pengamanan untuk menghadapi kondisi darurat seperti PHK dan masa pensiun.

Misalnya, Anda sudah menetapkan dan sedang menjalankan sebuah rencana pensiun. Namun, sebelum mencapai usia pensiun, Anda didiagnosis menderita suatu penyakit kritis yang kemungkinan akan semakin parah karena usia tua dan tidak bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan. Anda harus mengkaji ulang rencana pensiun dan memperhitungkan kembali dana kesehatan hari tua yang dibutuhkan terkait dengan penyakit tersebut.

 

hikmah dari INVESTOR dewasa : JUAL saat EUFORIA: 080410 8 April 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 7:51 am

… gw jadi terkenang betapa berharganya PENGALAMAN SEORANG SUKSES … Sondakh bukan SEMBARANGAN SUKSES, doi mengerjakan SEMUA KEBERHASILANNYA (+faktor X tentu saja atawa KEBETULAN versi Taleb) … nah, soal entry & exit , WARREN BUFFETT juga sama pikirannya … when there is blood in the streets, BUY … when there are no more fear everywhere let’s SELL :
Peter Sondakh, berakhirnya mata pedagang

Peter Sondakh bukannya hendak memulai sebuah risalah. Tapi suatu pagi yang cerah, hampir persis setahun silam, pembaca Bibel yang menyukai rokok ini berkata dengan sejenis keyakinan yang tak mudah dilupakan.
“Jangan pernah terlibat secara emosional dengan bisnis. Jika Anda berpikir sudah berhasil memaksimalkan keuntungan, itulah saatnya Anda keluar,” katanya. “Anda tahu, hal tersulit dalam hidup ini adalah menjual. Yang termudah, membeli.”

Beberapa pekan setelah kalimat yang jarang itu muncul-dikutip dari Forbes edisi 30 Maret 2009-harga saham PT Bentoel Internasional Investama Tbk meroket, persisnya sejak 12 Mei, dari Rp420-475 ke Rp540 per saham, hingga menjadi Rp750 pada 16 Juni.

Keesokan harinya, Sondakh diketahui telah menjual 85,13% sahamnya di Bentoel kepada British American Tobacco senilai US$494 juta. Transaksi terbesar yang terjadi pada saat krisis keuangan global masih mendera pasar modal Indonesia.

Penjualan Bentoel juga punya nilai lain karena Rajawali Corporation, induk usaha yang dikendalikan Sondakh, masuk ke Bentoel pada 1991 saat Bentoel sudah gulung tikar. Utang perseroan waktu itu mencapai US$700 juta dan kekayaan bersihnya minus US$350 juta.

Sondakh, yang diminta Soeharto masuk ke Bentoel, lalu melakukan pembenahan besar-besaran, merestrukturisasi utang, merombak manajemen.

Sembilan tahun kemudian, 2 tahun setelah krisis moneter, Bentoel membukukan laba bersih, dan terdaftar di bursa setahun berikutnya.

Menarik melihat Sondakh membawa Bentoel melewati krisis 1997 itu. Seperti konglomerat lain, Sondakh harus melepaskan lebih dari 30% asetnya untuk menutup utang, termasuk melepas Bank Pos yang akhirnya merger dengan Bank Danamon. Di sini, Bentoel jadi perkecualian.

Unit bisnis lain Rajawali yang jadi perkecualian selama krisis itu adalah PT Excelcomindo Pratama, operator seluler yang dibelinya pada 1993. Dua tahun setelah pencatatan Bentoel di bursa, Excelcomindo menyusul. Tiga tahun berselang, harga sahamnya menyentuh rekor.

Tepat saat itulah Sondakh melepas sebagian sahamnya dan meraup US$314 juta. Dengan modal dari penjualan Excelcomindo itu kemudian, setahun berikutnya, Rajawali membeli 25% saham PT Semen Gresik Tbk dari Cemex US$337 juta.

Pada 2007, setelah pembelian Semen Gresik yang dinilai sebagian kalangan terlalu berisiko karena forecast perekonomian saat itu dibayang-bayangi kenaikan harga minyak, pundi-pundi Sondakh kembali bertambah dengan menjual sisa sahamnya di Excelcomindo, US$438 juta.

Dan pekan lalu, saat perekonomian mulai membaik dan kebutuhan semen meningkat, Sondakh menjual 24,9% sahamnya di Semen Gresik. Total dana yang diperoleh dari penjualan saham itu tidak tanggung-tanggung, US$1,1 miliar.

Fokus baru

Beberapa yang menonjol a.l. kedekatannya dengan kroni Soeharto dan lingkaran Susilo Bambang Yudhoyono kini, melalui hibah US$20,5 juta ke Kennedy School’s tempat Agus Harimurti, putra sulung SBY, belajar.

Tapi hari ini, dengan fresh money hampir US$1,5 miliar, ditambah dengan kecanggihan dan kejelian membeli perusahaan biasa lalu menjualnya dengan harga tinggi, Sondakh dengan 29.000 karyawannya terlihat kian memfokuskan usahanya ke sektor perkebunan dan tambang.

Unit bisnis lain seperti Taksi Express, serta perusahaan penerbangan Kamboja; sektor ritel dengan jaringan Metro Departement Store, serta turisme dan hotel dengan jaringan St. Regis, dan Starwood masih terus dijalankan.

Namun, pilihan fokus ke sektor perkebunan dan tambang itu bukannya tanpa alasan. Sejak lonjakan harga minyak 5 tahun silam terutama, kinerja kedua sektor tersebut terus meningkat. Harga komoditas seperti batu bara, emas, juga CPO, terus membuat rekor baru.

Apalagi, sejak beberapa tahun lalu, Rajawali telah secara perlahan menggarap dua sektor tersebut, a.l. dengan membeli tambang batu bara di Kalimantan Timur, tambang emas di Sulawesi Utara, kebun sawit di Sumatra & Papua, serta kebun tebu di Merauke, Papua.

Managing Director Rajawali Corporat Darjoto Setiyawan saat berbincang dengan pers di Jakarta, kemarin mengungkapkan perseroan telah menyiapkan dana US$1,3 miliar untuk menggarap sektor-sektor itu.

Kebun tebu dan pabrik gula, ada alokasi US$400 juta, pertambangan US$400 juta, kelapa sawit US$300 juta, serta properti US$200 juta.

Fokus ke perkebunan, terutama gula dan sawit, menjadi lebih bernilai karena sebelum Rajawali berdiri di Surabaya pada 1984 dan, Sondakh sendiri sudah akrab dengan bisnis itu. (Bambang P. Jatmiko/ Wisnu Wijaya) (bastanul.siregar@bisnis.co.id)

Oleh Bastanul Siregar
6 Institusi kuasai saham Rajawali
Semen Gresik tarik pinjaman Rp2,5 triliun dari Bank Mandiri

JAKARTA: Sebanyak 80 hingga 90 investor menjadi pembeli saham PT Semen Gresik (Persero) Tbk yang dilepas Rajawali Group dalam private placement 1,40 miliar saham pada harga Rp7.000 per saham.
Seorang eksekutif yang mengetahui pembicaraan itu mengungkapkan dari puluhan investor itu, enam pembeli institusi terbesarnya adalah Fortis Investment, Schroder Investment, Fidelity Investment, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) (Jamsostek), Genesis Capital, dan Capitol Group

“Mereka membeli saham Semen Gresik yang ditawarkan oleh Rajawali. Namun, persentase saham yang dibeli oleh institusi-institusi itu di bawah 5%, sehingga tidak wajib untuk lapor ke otoritas bursa,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan tersebut tertarik untuk membeli saham Semen Gresik yang dikendalikan konglomerat Peter Sondakh, lantaran perusahaan itu dinilai memiliki prospek bisnis yang cukup bagus.

Managing Director Rajawali Corporation Darjoto Setiyawan saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku belum mendapat laporan dari JP Morgan selaku broker penjual saham. Laporan resmi mengenai nama pembeli paling lambat dikirimkan pada 9 April.

“Kami belum bisa mengetahui nama-nama investor yang membeli saham Semen Gresik, karena nama-nama pembeli berada di tangan JP Morgan selaku pelaksana penjualan,” ujar Darjoto.

Namun, Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masasya membenarkan bahwa pihaknya membeli saham Semen Gresik yang ditawarkan Rajawali.

“Jamsostek akan memegang saham Semen Gresik dalam jangka waktu mid-longterm, atau di atas 1 tahun. Ini sebagai salah satu portofolio investasi kami di saham,” ujarnya.

Dalam perkembangan lain, melalui penjelasan resmi kepada sejumlah media kemarin, Darjoto Setiyawan menuturkan keputusan Rajawali untuk melepas saham Semen Gresik muncul pada Januari.

Menurut Darjoto, keputusan itu muncul setelah perseroan melakukan evaluasi terhadap portofolio bisnisnya, yang salah satunya adalah Semen Gresik. “Kami cukup puas dengan kepemilikan di Semen Gresik, sehingga kami memutuskan untuk keluar ketika posisi perusahaan sedang bagus.”

Menurut Darjoto, sebelum saham tersebut diputuskan untuk dilepas, Rajawali sudah banyak menerima pertanyaan dari berbagai investor mengenai kemungkinan penjualan saham yang dikuasai oleh perusahaan milik Peter Sondakh ini.

Hingga kemarin, Rajawali mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,5 kali atau sekitar US$1,5 miliar.

Tarik pinjaman

Di tempat yang sama, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto mengatakan akan menarik pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk senilai Rp2,5 triliun untuk membiayai belanja modal perseroan tahun ini.

Menurut dia, dana yang akan dipenuhi dari Bank Mandiri itu merupakan bagian dari belanja modal yang akan dialokasikan perseroan sepanjang tahun ini sebesar Rp4 triliun.

“Kami akan mengembangkan pabrik di Tuban Jawa Timur dan di Tonasa, yang akan selesai pada 2011. Dengan pabrik baru itu kami menargetkan mampu memproduksi semen hingga 25 juta ton per tahun pada 2015.”

Menurut Dwi, prospek industri semen di Indonesia masih cukup besar, mengingat permintaan yang ada selama ini masih dari segmen pasar rumah tangga. Sementara itu, permintaan untuk mendukung infrastruktur belum maksimal.

Hingga saat ini pangsa pasar semen nasional mencapai 41 juta ton per tahun, dan kapasitas produksi mencapai 52 juta ton. Hingga akhir Februari, Semen Gresik mencatat pertumbuhan volume penjualan sebesar 9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Utilisasi industri semen nasional mencapai 90%-95% atau setara dengan 47 juta ton per tahun. Hingga saat ini suplai masih memadai. Namun ke depan permintaan akan cukup besar.”

Dalam perdagangan kemarin, harga emiten berkode SMGR ini ditutup pada Rp8.250 per saham atau naik 1,23% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya, Rp8.150 per saham. Dengan price to aerning ratio 14,55 kali, nilai kapitalisasinya mencapai Rp48,93 triliun.(bambang.jatmiko@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Wartawan Bisnis Indonesia

 

k.i.s. 5.0 6 April 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 4:41 pm

Sandiaga S.Uno: Agar Sukses, Pelajari Pengalaman Orang-orang Sukses
Posted By Eva Martha Rahayu On April 6, 2010 @ 7:35 am In Business Update

Nama Sandiaga S. Uno di ranah bisnis sudah tidak asing lagi, Presiden Direktur Saratoga Investment itu berhasil meraih puncak karier di usia muda. Bagaimana caranya? Berikut petikan wawancara Tutut Handayani dari Majalah SWA dengan putra pengusaha wanita, Mien Uno itu.

Apa saja kiat yang dilakukan, sehingga Anda bisa menjadi Young on Top, dan malah kian berprestasi hingga sekarang?

Saya mempelajari bahwa sukses itu mencakup berbagai macam hal. Dengan hanya mendalami satu prinsip sukses atau hanya memfokuskan pada satu bagian dalam hidup, tidak akan membawa kita menuju puncak kesuksesan. Namun, apabila kita terus selalu mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan kita (trial and error), maka saya optimistis hal tersebutlah yang akan mengantarkan kita pada puncak kesuksesan.

Salah satu strategi terpenting dalam meraih sukses adalah mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah berhasil meraih sukses. Teruslah mencari tahu dan belajar dari pengalaman mereka, sampai anda mampu meraih kesuksesan seperti mereka.

Kita harus mampu memanfaatkan peluang dari kendala yang ada. Sebab di balik setiap masalah pasti ada peluang. Saya terlahir menjadi pengusaha ketika diberhentikan menjadi karyawan pada krisis moneter tahun 97-98 silam. Selain itu semangat untuk mau belajar dari kesalahan, pantang menyerah, dan tidak menginginkan semuanya dengan instant, dapat membawa saya sampai seperti saat ini.

Bagaimana Anda meningkatkan competency, capacity, dan capability? Culture dan character macam apa yang harus dimiliki?

Untuk meningkatkan competency, capacity, dan capability, kita senantiasa harus memiliki karakter dan komitmen yang kuat, integritas yang tinggi, tekun, bekerja keras, dan disiplin. Kita juga harus melakukan inovasi tiada henti dengan selalu tanggap terhadap perubahan dan selalu berusaha untuk membawa diri kita menuju perubahan yang lebih baik lagi. Akan lebih bagus lagi apabila kita berusaha untuk bisa menjadi seorang role model yang bisa memberikan contoh yang baik dan inspirasi bagi orang lain di sekitar kita.

Selain itu, kita harus bersikap optimis, berpikiran positif, jujur, lalu memiliki mindset dan visi hidup yang jelas juga tidak kalah penting dalam meningkatkan competency, capacity, dan capability.

Apa saja tantangan menjadi Young on Top Profesional or Entrepreneur itu?

Saya rasa tantangan terbesar yang harus saya hadapi adalah ketika harus membuat keputusan dan harus mengorbankan yang lain. Saya menyadari di dalam hidup ini segala sesuatunya memang butuh pengorbanan. Saya harus bisa mendengarkan, menjelaskan dengan akurat dan menjalankan keputusan dengan yakin.

Tantangan besar lainnya adalah menjaga keseimbangan dan membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan waktu santai untuk diri saya sendiri. Godaan seringkali datang ketika saya harus tetap berpegang teguh kepada komitmen yang sudah saya buat dan sepakati. Namun dengan niat yang kuat dan tekad yang bulat, Insya Allah kita akan dapat melawan godaan-godaan yang datang menghadang

Apa saja yang semestinya dilakukan mentor untuk anak-anak Young on Top ini? Lingkungan seperti apa yang mesti disiapkan buat mereka?

Para mentor juga harus selalu mengingatkan kepada anak-anak tersebut bahwa sesungguhnya orang yang benar-benar sukses bukanlah orang yang lebih pintar, lebih ganteng/cantik, ataupun yg lebih bekerja keras dari orang lain. Namun mereka yang sukses merupakan orang yang memiliki pola-pikir yang berbeda, yang mampu belajar untuk memasukkan berbagai nilai-nilai penting dalam hidup mereka.

Lingkungan sangat menentukan dalam memungkinkan lahirnya generasi muda yang berprestasi. Lingkungan yang seharusnya dipersiapkan adalah lingkungan yang dapat mendukung, memotivasi, dan memfasilitasi generasi muda untuk terus maju dan berprestasi sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing di berbagai bidang.

Apa saja yang boleh dilakukan (does) dan tidak boleh dilakukan (doesn’t) buat anak-anak muda yang ingin menjadi Young on Top dan terus eksis serta berkembang?

pertama, bekali diri dengan networking dan trust. Berkat modal jaringan koneksi dan kepercayaan yang kuat, maka peluang untuk meraih sukses akan semakin besar. Kedua, berani untuk menjadi yang pertama, juga berani dalam mengambil langkah dan keputusan. Jangan takut untuk menerima kegagalan, selalu belajar melalui trial and error. Ketiga, terus mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang berhasil meraih sukses. Belajar dari pengalaman mereka, sampai bisa mampu meraih kesuksesan seperti mereka. Keempat, memiliki semangat untuk bekerja keras dengan menggunakan waktu yang cepat dan tepat. Kelima, jeli dalam menangkap dan memanfaatkan peluang dari kendala yang ada untuk direalisasikan dan dikembangkan.

Yang boleh dilakukan: pertama, bekali diri dengan networking dan trust. Berkat modal jaringan koneksi dan kepercayaan yang kuat, maka peluang untuk meraih sukses akan semakin besar. Kedua, berani untuk menjadi yang pertama, juga berani dalam mengambil langkah dan keputusan. Jangan takut untuk menerima kegagalan, selalu belajar melalui trial and error. Ketiga, terus mencari tahu dan mempelajari apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang berhasil meraih sukses. Belajar dari pengalaman mereka, sampai bisa mampu meraih kesuksesan seperti mereka. Keempat, memiliki semangat untuk bekerja keras dengan menggunakan waktu yang cepat dan tepat. Kelima, jeli dalam menangkap dan memanfaatkan peluang dari kendala yang ada untuk direalisasikan dan dikembangkan.

Yang tidak boleh dilakukan calon Young on Top antara lain: pertama, jangan mudah menyerah dan gampang berputus asa. Kita harus memiliki mental baja untuk bisa tetap survive dalam hidup ini. Kedua, jangan hanya terpaku atau tertuju kepada satu hal saja, harus ada diversifikasi agar diri kita bisa maju dan berkembang. Ketiga, jangan berharap atau menginginkan segala sesuatu akan dapat tercapai secara instant. Setiap hal butuh waktu dan proses, tidak dapat terjadi dengan begitu saja. Keempat, jangan memaksakan diri untuk melakukan suatu usaha atau pekerjaan yang tidak kita cintai. Pilih usaha yang sesuai dengan minat dan bakat kita masing-masing. Dengan rasa cinta dan minat yang besar, maka akan timbul passion dan semangat yang besar dalam menjalani, memelihara, dan membesarkannya.
Andri Rukminto: Ingin AAA Jadi Global Player
Posted By Eva Martha Rahayu On March 18, 2010 @ 11:24 am In HEADLINE, Sajian Utama, Swa Majalah

Bekerja sejak di bangku kuliah membuat perjalanan karier Andri Rukminto lebih cepat daripada teman-temannya. Di usia 31 tahun, dia sudah menjadi bagian dari manajemen puncak perusahaan sekuritas. Tepatnya, tahun 2001 menjadi Direktur Fixed Income PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Securities) sampai 2008. Setelah itu, karier pria kelahiran Jakarta, 9 November 1970, ini pun kian melesat karena menduduki posisi direktur utama perusahaan yang kantor pusatnya di Gedung Artha Graha itu hingga sekarang.

Sebelum bergabung dengan AAA, Andri bekerja di Bakrie Securities pada 1995-96 sebagai dealer equity & fixed income. Selanjutnya, pindah ke PT Amsteel Securities sebagai Asisten Manajer Dealer Fixed Income. Baru pada 1998 Andri masuk ke AAA.
Sarjana ekonomi lulusan Universitas Parahyangan, Bandung, ini mengaku suka dunia pasar modal sejak kuliah. Karena itu, dia menyambi bekerja di Bakrie Securities, meski hal itu membuat masa kuliahnya molor hingga lima tahun. Tidak itu saja, saking mencintai pasar modal, dia pun sempat magang di Bursa Efek Jakarta dan skripsinya pun tentang pasar modal.
Sebagai orang nomor satu di AAA, Andri bertanggung jawab memimpin perusahaan dan meningkatkan profitabilitas agar shareholders value juga terkatrol. Sayang, dia ogah berbagi informasi soal pencapaian laba perusahaan yang mempekerjakan 80 karyawan tersebut.
Lalu, apa saja prestasi Andri di sana? Pehobi basket dan bulutangkis ini mengklaim, dia berhasil menempatkan divisi sales and trading AAA sebagai salah satu trading division terbaik di industri sekuritas di Indonesia. Juga, membuat AAA peraih penghargaan penjual
sukuk ritel terbaik tahun 2008 dan sejumlah apresiasi lain sepanjang 2008-09.
Selain mengukir prestasi, Andri juga banyak berkontribusi untuk perbaikan internal. Dia mengaku, mampu menyatukan visi, meningkatkan kekerabatan karyawan, meningkatkan efisiensi perusahaan, serta memperkuat bidang investment banking. Untuk investment banking, hasilnya terlihat dari aktifnya AAA menjadi underwriter emisi obligasi. Setidaknya dalam setahun pihaknya menjadi underwriter 3-4 kali emisi obligasi. Juga, menjadi penjamin emisi penawaran perdana saham, loan, atau right issue saham. Diungkapkannya, ketika pertama kali menjadi dirut pada 2008, kondisi perusahaan sedang banyak ditinggalkan karyawan senior. Padahal, selama 2000-03, AAA terkenal dengan reputasi yang hebat. Nah, dalam rangka menjaga nama baik perusahaan itulah langkah-langkah perbaikan dijalankan.
Menurut Andri, untuk dapat menjalankan perannya dengan baik, dia selalu berusaha melihat sisi positif, bersikap solution oriented, serta bersahabat dengan semua orang, termasuk rekan kerja dan klien. Dengan sikap bersahabat tersebut bisnis akan menjadi lebih langgeng. Dan meski telah menjadi pemimpin tertinggi di perusahaan, Andri juga berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya. “Saya ini orangnya dapat dikatakan tidak pernah marah kepada anak buah, karena setiap ada masalah, saya selalu berpikir mengenai solusi.”
Andri senantiasa berusaha dekat dengan bawahan dan rekannya. Bahkan, dia mengaku, dalam seminggu, minimal tiga kali makan siang bersama karyawan lain. “Bukan saya yang mengajak lho, tapi mereka yang mengajak saya,” ujar ayah tiga putri ini sambil tertawa. Walau bersikap santai, untuk urusan pekerjaan Andri tetap tegas. Baginya, target perusahaan harus tercapai.
Dennis Reshijaya membenarkan soal karakter Andri yang tegas. “Selain simpel, Andri itu
sosok yang tegas. Baginya, A itu ya A, tidak bisa grey area. Di dunia pasar modal dibutuhkan sifat tegas seperti Andri,” ungkap Head of Debt Capital Market PT Mandiri Sekuritas itu tentang Andri sebagai relasi bisnis. Selain itu, Andri dinilainya sebagai profesional yang jago di bidang investasi, yakni fixed income.
Di luar sifatnya yang santai dan tegas, Andri ternyata suka tantangan. Ini dicontohkan manakala dia menangani pekerjaan emisi obligasi. Ketika pasar menyukai emisi obligasi dengan rating di atas A, dia justru tertantang untuk menangani emisi obligasi perusahaan yang rating-nya di bawah A. Pertimbangannya, menangani emisi yang rating-nya di atas A dan di bawah A itu sama beratnya, tetapi potensi income lebih gede dari penanganan obligasi yang rating-nya di bawah A. Juga, banyak perusahaan yang rating-nya di bawah A sebenarnya memiliki prospek bagus. “Ini yang menjadi challenge bagi saya untuk memperlihatkan bahwa obligasi tersebut juga layak dipegang. Walaupun perusahaan dana pensiun dan asuransi menghindari obligasi dengan rating di bawah A, masih banyak investor lain yang tertarik,” dia menuturkan.
Selain emisi obligasi perusahaan yang rating-nya di bawah A, Andri juga menyukai emisi syariah. Alasannya, potensi pasar syariah masih berkembang dan prospeknya bagus. Dia mengklaim, AAA salah satu pionir untuk issuer obligasi syariah tahun 2003. AAA pernah meraih dua kali penghargaan karena menangani emisi syariah yang terbanyak.
Andri selalu mendorong perusahaan issuer untuk mengeluarkan produk syariah jika memungkinkan. Ini karena selain penjualannya yang cukup mudah, AAA telah berkomitmen mengembangkan pasar syariah. Tahun 2010 ini AAA juga melakukan underwriting obligasi dari SMS Finance senilai Rp 120 miliar dan BPD Sulut. Keduanya memiliki rating di bawah A.
Ke depan, Andri ingin membawa AAA menjadi global player dan sumber kesejahteraan bagi karyawan dan shareholders. Keinginan lain? “Suatu saat saya ingin menjadi investor dan me-manage aset sendiri,” ungkap bos muda ini.
Reportase: Kristiana Anissa

 

takut MAMPUS, BRANEEEE idup @peluank : 270310 28 Maret 2010

Filed under: Mentalitas Investor — bumi2009fans @ 8:33 am

JANGAN TAKUT MENCOBA
Kiat Sukses Bob Sadino bagi Kaum Muda
Minggu, 28 Maret 2010 | 01:01 WIB
… baca dulu yang ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/17/tukang-cari-v-tukang-kerjakan-170310/

BOGOR, KOMPAS.com – Pengusaha sukses bidang pertanian Bob Sadino mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba sesuatu hal yang baru. “Ingin sukses jangan takut mencoba,” kata Bob di hadapan puluhan peserta acara Lounching Program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian bertempat di Mall Botani Square, Sabtu (27/3/2010).

Menurut Bob, kunci sukses adalah tidak mudah menyerah, dan jangan takut untuk gagal. “Karena dengan kegagalan kita bisa belajar, bagaimana ke depan lebih baik lagi. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal,” kata entrepreneur sukses asli Indonesia ini.

Di hadapan ratusan pengunjung Mall Botani Square, Bob yang tampil dengan gaya khasnya baju kemeja putih kotak-kotak dipadu celana jins pendek menyampaikan beberapa pengalamannya tentang memulai sebuah usaha tanpa harus menggunakan modal besar. “Yang penting ada kemauan dan berani menerima kegagalan, semua usaha jenis apa pun akan tetap jalan. Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur,” kata Bob.

Ia berpendapat selama langit masih membentang, selama itu pula usaha perkebunan akan terus berjalan. Namun, lanjut Bob, tinggal sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.

“Sumber daya alam terbentang luas, kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya,” kata bapak dua orang putri ini.

Bob mengatakan, peluang bisnis pertanian cukup besar, tidak hanya pasar Internasional saja, pasar dalam negeri Indonesia juga sangat menjanjikan untuk perkembangan bisnis pertanian tersebut. Bob mengatakan semakin banyaknya minat generasi muda untuk berwirausaha dapat meningkatkan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini hanya sebesar 1,8 persen dari total penduduk Indonesia.

Talkshow berlangsung selama satu jam lebih tersebut berlangsung cukup menarik. Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara launching program CSR “Go Entrepreneur” oleh Perum Pegadaian sangat antusias bertanya kepada Bob. Dipandu oleh MC Shanaz Haque suasana talkshow kian bermakna, ditambah jawaban nyeleneh Bob yang membuat gelak tawa peserta.

Bob merupakan tokoh entrepreneurship Indonesia yang mampu merentas batas kewajaran bahwa bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Menurut Bob, usaha dijalankan dengan kesenangan bukan karena keterpaksaan. Tidak harus cerdas dan bekerja keras untuk menjadi pengusaha sukses, menurutnya seorang pengusaha harus bisa

melihat peluang dan berani mengambil risiko.

Semua telah dibuktikan oleh Bob, entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal “Kem Chicks” (supermarket) ini pernah menjadi supir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.
Mengawinkan Kamera Jadul dan yang Canggih
SABTU, 27 MARET 2010 | 07:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Aryono Huboyo Djati tidak percaya karya fotonya terjual Rp 700 juta dalam suatu lelang. Foto itu menggambarkan janda petinggi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menggandeng anaknya. Cahaya keemasan menyebar membentuk siluet ibu-anak sehingga tampak artistik.

“Ini dari jepretan kamera berlensa manual,” katanya kepada iTempo Rabu (24/3) lalu. Semua koleksi foto Aryono, pencipta lagu Burung Camar, yang dilelang memang dari lensa manual warisan leluhurnya.

Aryono adalah satu diantara 2000-an anggota pecinta kamera berlensa manual. Komunitas ini tergabung dalam Lensa Manual.net. Adalah Robert Tang yang mendirikan kelompok penghobi ini.

Robert awalnya bergabung di komunitas fotografi online. Saking penasaran dengan penggemar lensa tua, dia melontarkan postingan di milis tersebut. “Apakah masih ada yang suka lensa tua?” tanyanya.

Gayung bersambut. Makin banyak yang menyukai hasil jepretan dari lensa manual. Untuk menampilkan hasil jepretan dari lensa manual, dia membuat blog. Bersama kawan lainnya dia membuat situs dan kelompok yang bernama komunitas Lensa Manual.

Uniknya komunitas ini bukan sekedar pecinta lensa manual jadul (zaman dulu). Mereka berusaha mendapatkan jepretan yang sensasional dari hasil ‘ngoprek’ kamera dan lensanya. Untuk mendapatkan hasil jepretan yang tajam dengan efek yang menakjubkan mereka mengawinkan berbagai kamera dan lensa-lensa tua.

Agar proses perkawinan mulus, mereka menambah adaptor atau menggergaji lensa agar pas. Tujannya agar lensa posisinya pas dengan body kamera digital. “Dari pada lensa tidak terpakai, jamuran, mending digergaji atau ditambah adaptor,” ujar Robert.

Saling tukar menukar pengalaman mengoprek jadi menu pertemuan atau diskusi anggota komunitas. Kadang-kadang mereka sama-sama berburu kamera lawas untuk dikawinkan dengan lensa baru.

Banyak fotografer atau pecinta foto digital dengan lensa autofokus, kata Bob atau Robert, sering meremehkan hasil jepretan lensa manual. Baru ketika mereka melihat hasilnya, akhirnya keranjingan mencari sensasi dengan lensa manual. Maklum jepretan mampu menghasilkan warna yang lebih hidup, glow effect, atau swirly. “Hasilnya beda ketika dilihat di komputer. Dari situ banyak yang kena virus kami,” ujarnya terkekeh.

Untuk urusan lensa, para pecinta manual berburu di berbagai kota. Bahkan Bob rela merogoh kocek untuk membeli di eBay. Rata-rata lensa para anggota komunitas keluaran tahun 1960 hingga 1980-an seperti Leica. Kualitas barangnya cukup bagus, kuat dan menghasilkan foto yang sangat menarik.

Bob memiliki 5 lensa Leica. Menurut dia, harga pasaran lensa manual kini melambung. Lensa yang dulu hanya berharga ratusan ribu sekarang sudah jutaan rupiah.

Mengapa rindu dengan lensa lawas? Bob mengatakan banyak anggota yang bernostalgia. Ada pula yang bergabung karena takjub dengan hasil jepretannya. Namun banyak juga anggota yang ikut karena keterbatasan dana membeli kamera atau lensa digital autofokus.

Aryono termasuk pendatang baru di komunitas ini. Pria kelahiran tahun 1959 ini menolak menjelaskan koleksi lensa manualnya. “Belasan saja, salah satunya warisan ayah saya,” ujarnya.

Meskipun demikian, foto-fotonya istimewa. Salah satunya Imam Samudra, seminggu sebelum dieksekusi hukuman mati di penjara. Tatapan mata Imam Samudra yang menjelang magrib dengan lampu seadanya tertangkap tajam di kamera Aryono. Foto ini hanya bisa diakses jika Anda menjadi anggota komunitas lensa manual.

DIAN YULIASTUTI