1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pengungkit 4 … 310510_221117 22 November 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:58 am

TEMPO.COJakarta – Tak sedikit para pekerja melupakan pentingnya memiliki aset produktif sebagai bentuk produk investasi, bahkan melebihi urgensi dari aset konsumtif. Investor retail sekaligus inspirator investasi, Ryan Filbert, menyebutkan, sedikitnya ada dua jalan untuk menciptakan aset produktif.

“Aset konsumtif itu jangan dikejar, kecuali memang barang konsumtif itu jadi modal usahanya,” kata Ryan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa, 21 November 2017. Ia mencontohkan barang konsumtif yang jadi modal usaha seperti Youtuber yang harus mencoba dan mengulas banyak gadget. 

Baca: Perencana Keuangan Sarankan Koleksi Emas Saat Harga Anjlok

Lebih jauh Ryan menilai keuntungan berinvestasi pada aset produktif, investor akan mendapatkan deviden gain setiap tahun, sama seperti deposito. Aset tersebut juga bisa dipakai untuk refinancing.

Ryan menyarankan para pekerja ketika memulai mempunyai penghasilan harus langsung membagi menjadi dua pos investasi. “Mau pasar modal atau sektor riil,” katanya.

Menurut Ryan, jika yang dipilih adalah investasi melalui pasar modal, pilihannya adalah investasi saham atau perdagangan saham. “Kalau investasi, lurus terus, beli terus dengan metode Yuk Nabung Saham. Tapi kalau trading mulai banyak, mau trading forex, trading saham, trading option,dan banyak trading lainnya,” ujarnya.

Ryan menyarankan bagi pekerja yang baru memulai berinvestasi, bisa memilih reksadana saham. Rekening reksa dana bisa mulai dibuka dengan nilai Rp 100.000.

Jalan kedua, kata Ryan, adalah sektor riil misalnya dengan terjun di bisnis dengan bekerja sama dengan orang lain seperti mendirikan toko kelontong, jualan di e-commerce, atau jadi agen properti. Bisa juga bagi yang punya kekayaan intelektual, untuk membuat buku dan lain sebagainya.

Menurut Ryan, untuk memulai investasi kita boleh berutang. “Boleh, tapi tahu bagaimana cara keluarnya. “Jangan saat utangnya semangat, bayarnya bingung,” katanya.

Investor baru boleh berutang, menurut Ryan, tapi faham cara menggunakan utang dengan cara yang benar. “Karena mayoritas tidak mengerti cara memakai hutang,” ujarnya.

Adapun yang perlu diwaspadai untuk awal berinvestasi, menurut Ryan, jangan berinvestasi dengan nilai yang terlalu besar gede. “Rata-rata orang yang berinvestasi adalah karena modal awalnya kecil. Misal orang mulai investasi Rp 1 triliun, lalu kejeblos, kapok, mati. Rata-rata orang yang mulai dari kecil dia bisa sukses karena uang awalnya kecil, 10 juta pertama ambles, besok 10 juta baru, lama-lama tidak ambles,” katanya.

gw uda selesaikan 1 file FORMULIR dengan RUMUS TRADING HARIAN untuk mencapai SASARAN Rp. 1 Milyar dalam waktu 470 hari dengan MODAL CEKAK Rp.10.500.000,- yang ditransaksikan setiap hari pada paling banyak 4 jenis saham (misalnya, elsa, bumi, trub, dan adro; saham dipilih sendiri)
coba perhatikan gambar tabel 1 :  perbandingan pengungkit modal dan frekuensi transaksi … maka jelas sekali bedanya antara modal 10 jt dan 5 jt dalam hal IMBAL HASILNYA (GAIN percentages) … lalu pada tabel yang paling bawah, itu contoh kalo setiap pekan (5 hari bursa) hanya terjadi 1 kali transaksi atau beberapa kali transaksi dengan hasil 5% setiap 5 hari sekali … ternyata jika dibandingkan dengan 5 kali transaksi dalam 5 hari transaksi per pekan yang berimbal hasil 1% masing-masing, maka secara bunga berbunga hasilnya LEBE GEDE daripada yang 5% per transaksi 1 pekan (5 hari bursa) … berikutnya gambar tabel 2 : perbandingan imbal hasil setelah 470 hari transaksi dengan modal 5jt dan 10jt dan 98 hari transaksi dalam 98 pekan … tabel ini jelas menggambarkan bahwa dalam 470 hari (CATATAN: BARIS YANG DIBERI WARNA HIJAU ADALAH TRANSAKSI PADA HARI KE 470 atau ke 94 untuk yang sekali sepekan)  dengan cara melakukan frekuensi yang lebih SERING (470 hari transaksi) tapi dengan GAIN lebih KECIL (1% per hari transaksi), maka imbal hasilnya LEBE GEDE daripada yang frekuensinya lebe SEDIKIT (94 hari transaksi) (ooopss, koreksi 98 hari seharusnya 94 hari …) dengan GAIN lebe gede (5% per hari transaksi) … lalu jika modalnya 10 juta maka 1 Milyar TERCAPAI dalam 470 hari 🙂  … nah supaya elo lebe mudah mencapai 1 M, maka gunakan FORMULIR RUMUS INVES TRADING GW YANG updated di file (yang bisa didownload/unduh) dari : https://sites.google.com/site/ekonomibanget/Selamat-Jumpa/ambil-file-rumus-inves-trading cari yang judulnya FORMULIR TRADING+INVES_1M_2TAON.xls (kalo bisa buka pake open office atau excel edisi 2000 atau yang lebe awal) atau versi excel 2003nya, lalu cari worksheet yang berjudul MENGEJAR 1M

… baca penjelasannya di tabel 3 (kutipan dari file tersebut di atas; worksheet berjudul PENJELASAN)  … kalo mo liat gambarnya dulu klik gambar tabel 3 di samping:  

Bapepam Dorong Percepatan Proses Transaksi Bursa
Senin, 31 Mei 2010 – 16:09 wib
Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Niat PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi bursa melalui metode continuous settlement mendapatkan dukungan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

“Bapepam berharap KPEI bisa mempercepat transaksi sehingga lebih efisien lagi ke depannya,” ujar Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Nurhaida kepada wartawan saat penandatanganan perjanjian fasilitas intraday untuk penyelesaian transaksi bursa, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Akan tetapi, lanjutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan KPEI, yakni memberikan sosialisasi kepada anggota kliring agar mereka mengetahui investasi ini dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kedua, KPEI harus membuat peraturan yang jelas ke mana saja fasilitas ini diberikan. Selain itu, Bapepam juga berharap, langkah CIMB Niaga dan PermataBank ke depannya dapat diikuti oleh bank lainnya dalam memberikan fasilitas intraday.

Dia juga berharap ke depannya rekening nasabah dapat sampai kepada sub-rekening. Sehingga akan memudahkan percepatan single-investor Id.(ade)

Price to Book Value
Senin, 24 Mei 2010 – 11:23 wibDalam kegiatan sehari-hari di pasar modal, kita seringkali mendengar istilah nilai buku (book value). Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan book value sering kali dilontarkan pelaku pasar atau investor ketika mendiskusikan tentang performance suatu perusahaan atau emiten.

Berapa sih book value perusahaan X, berapa book value perusahaan Y. Pertanyaan senada itu kerap terlontar di pasar. Lantas apa yang dimaksud dengan book value?

Per definisi book value diartikan sebagai total ekuitas dibagi dengan total saham yang beredar. Jika sebuah perusahaan PT ABC memiliki total ekuitas senilai Rp100 miliar dengan jumlah saham beredar 100 juta, maka nilai book value dari PT ABC berarti Rp1.000 per saham.

Definisi tersebut terlalu sederhana dan bersifat stagnan karena tidak memperhitungkan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Karena itu, pemahaman book value kini berkembang mengikuti perkembangan perusahaan, sehingga definisi nilai buku juga berkembang menjadi total aset dikurangi total utang dibagi total saham beredar.

Misalnya, PT ABC tadi memiliki total aset Rp500 miliar dan total utang Rp200 miliar, maka nilai buku dari PT ABC menjadi Rp3.000 per saham.

Nilai buku ini seringkali dijadikan tolok ukur untuk menilai tinggi rendah atau mahal murahnya saham perusahaan. Beberapa kasus, perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham (Initial Public Offering) seringkali menggunakan book value sebagai tolok ukur.

Misalnya, saham PT XYZ akan go public dan ditawarkan pada harga tiga kali book value. Dengan mengetahui book value dari PT XYZ, pelaku pasar bisa memprediksi berapa nilai jual yang akan ditawarkan oleh calon emiten tersebut.

Selain itu, nilai buku sering juga dimanfaatkan untuk mengukur apakah satu saham masih murah atau sudah jenuh beli (overbought) alias mahal. Caranya dengan membandingkan antara harga pasar dengan nilai bukunya sehingga muncullah apa yang disebut dengan price to book value (PBV).

Semakin besar nilai PBV berarti semakin mahal harga saham tersebut. Dengan begitu kita juga bisa menyimpulkan apakah saham tersebut overvalue atau undervalue.

Pertanyaan selanjutnya, apakah book value lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai pasar? Dalam realitas banyak sekali variasi tentang price to book value. Ini bisa dimaklumi mengingat harga pasar mencerminkan harga ekspektasi dari investor.

Jika ekspektasi investor terhadap satu jenis saham tinggi, maka permintaan terhadap saham tersebut juga tinggi sehingga harga di pasar juga relatif tinggi. Terhadap perusahaan seperti ini biasanya harga pasar memang lebih tinggi dari nilai buku. Harga pasar bisa dua kali, tiga kali bahkan lebih dari nilai bukunya.

Sebaliknya, harga pasar juga bisa saja lebih rendah dari nilai bukunya. Jika disimak cukup banyak emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang harga pasar sahamnya lebih rendah dari nilai buku.

Mengapa hal ini terjadi? Ada beberapa faktor yang ikut menentukan, seperti; likuiditas saham di pasar, jumlah floating share, dan lainnya. Bukan satu rahasia jika ada saham yang secara fundamental cukup bagus tetapi tidak likuid sehingga harga saham di pasar tidak mencerminkan nilai buku yang sebenarnya. Kemungkinan yang lain adalah bahwa harga pasar sama atau mendekati nilai buku.

Dari sini bisa diketahui bahwa harga saham yang berubah setiap saat di pasar tidak identik dengan nilai buku perusahaan. Harga saham itu bisa lebih rendah, lebih tinggi atau sama dengan nilai bukunya.

Nah, kondisi inilah yang mampu mengantarkan pada kesimpulan, apakah satu saham itu mahal atau murah dan masih layak beli? (Tim BEI)(//ade)

Sabtu, 22/05/2010 16:17 WIB
BEI akan Periksa Broker Yang Tak Transparan Pada Nasabah
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memanggil Perusahaan Efek (PE), jika terdapat perbedaan data saldo nasabah antara yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan kustudian yang bersangkutan.

Demikian disampaikan Direktur BEI Supandi saat ditemui di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (22/5/2010).

Menurutnya, dengan inovasi single id dalam AKSes, memungkinkan nasabah mengecek rekening mereka secara langsung. Jika ternyata, saat nasabah melakukan cek saldo, ditemukan ketidaksesuaian jumlah dana yang tercatat maka nasabah harus menanyakannya.

“Kalau demikian terjadi harusnya tanya ke Anggota Bursa yang bersangkutan. Kenapa bisa berbeda dengan yang ada di rekening KSEI. Kalau mereka tidak, kita akan panggil dan tanyakan,” ujar Supandi.

Selain itu nasabah juga harus segera melaporkan, jika broker tidak menanggapi permintaan nasabah untuk memenuhi AKses.

AKSes merupakan fasilitas yang diberikan KSEI kepada nasabah pasar modal. Dengan fasilitas ini, nasabah memiliki kesempatan mengecek secara langsung perubahan portofolio maupun aliran dana mereka. Tujuan dari diluncurkannya fasilitas ini adalah mencegah terjadinya penyelewengan portofolio maupun dana nasabah oleh oknum nakal di sekuritas (broker)

Hingga saat ini, jumlah pengguna AKSes yang tercatat di KSEI sebanyak 12.500 nasabah. Padahal, jumlah investor mencapai 388.000.
Lonjakan drastis pengguna fasilitas ini terjadi pada bulan April lalu, dimana ada sekitar 1.000 nasabah baru yang menggunakan fasilitas ini.

Direktur KSEI, Ananta Wiyogo menambahkan pencapaian itu masih jauh dari yang diharapkan. Hingga saat ini jumlah rekening sub-account yang tercatat di KSEI sebanyak 388.000, namun jumlah pengguna AKSes masih jauh dibawah itu. (wep/hen)
Investor Saham Lokal Baru 400 Ribu Orang
KAMIS, 20 MEI 2010 | 14:57 WIB

AP/Richard Drew

TEMPO Interaktif, Surakarta – Saat ini keterlibatan masyarakat di pasar modal dengan menjadi investor sangat minim atau baru sekitar 400 ribu investor. Padahal di negara-negara Asia seperti India, Malaysia, dan Singapura, investor pasar modal menembus angka jutaan.

“Masih sangat minim. Tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta,” kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi di sela pembukaan pojok Bursa Efek Indonesia di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/5).

Untuk itu pihaknya menargetkan pada 2012 jumlah investor minimal 1 persen dari jumlah penduduk saat ini atau sekitar 2,3 juta orang. Karenanya Bursa Efek berusaha menyebarluaskan informasi seputar investasi dan pasar modal melalui pembukaan pusat informasi pasar modal di daerah-daerah.

“Ada 12 pusat informasi. Sengaja kami bangun di kota-kota yang selama ini masyarakatnya masih jarang terlibat di pasar modal, seperti Pontianak dan Banjarmasin,” katanya. Menurut dia, jumlah investor belum seperti yang diharapkan karena tingkat pemahaman masyarakat seputar investasi dan pasar modal minim.

“Tingkat pengetahuan masyarakat masih minim,” katanya. Sehingga, menurut Friderica, diharapkan kehadiran pusat informasi di daerah akan membantu masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang pasar modal.

Saat ini sudah diberlakukan perdagangan secara online pasar modal dengan memanfaatkan Internet untuk mempermudah masyarakat yang ingin bertransaksi di pasar modal. Pihaknya juga rutin menyelenggarakan road show ke daerah dan membentuk komunitas perempuan dan investasi, agar semakin banyak orang yang berminat menjadi investor.

UKKY PRIMARTANTYO

Back Door Listing

Senin, 17 Mei 2010 – 09:15 wib

Go public, meskipun ada juga perusahaan dan pengusaha yang tidak menyukainya, tetapi bagi sebagian perusahaan dan pengusaha go public adalah sebuah cita-cita, sebuah keinginan yang harus diraih apapun latar belakang yang melandasinya. Bagi yang menjadikan go public sebagai cita-cita dapat dimaklumi.

Pasalnya banyak benefit yang dapat diraih melalui langkah go public. Beberapa benefit itu misalnya, perusahaan semakin transparan, akuntabel, dikelola lebih professional, lebih dikenal oleh masyarakat sehingga memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber pendanaan untuk kebutuhan ekspansi dan sebagainya.

Lazimnya, go public melalui sebuah proses dan persiapan yang cukup panjang. Setiap perusahaan membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk bisa menyandang status sebagai perusahaan publik. Ada yang butuh waktu satu tahun, tapi ada juga yang menghabiskan waktu tiga tahun belum juga berhasil go public. Bisa dimaklumi, mengingat syarat menjadi sebuah perusahaan publik tidaklah mudah.

Persiapan yang paling rumit adalah dari sisi kultur perusahaan. Bukan perkara gampang merubah kultur perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Dalam perusahaan tertutup, manajemen dapat berbuat apa saja sepanjang disetujui dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pendiri atau pemilik. Sedangkan di perusahaan terbuka, manajemen tidak dapat berbuat seenaknya.

Setiap langkah perusahaan harus disusun dengan rencana yang matang, dilaporkan dan meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk transaksi yang material dan selalu bersedia untuk bersikap terbuka. Sikap terbuka inilah yang tidak semua perusahaan dan pengusaha bisa melakukannya.

Itu baru persiapan di satu sisi. Di sisi lain, perusahaan harus menata ulang organisasi, struktur usaha dengan anak perusahaan dan sebagainya sehingga struktur organisasi maupun usaha lebih efisien, berdaya saing dan profesional.

Dari sisi proses, selain menghabiskan waktu yang cukup panjang, juga harus melewati prosedur birokrasi misalnya calon emiten, harus menyampaikan pernyataan pendaftaran ke Bapepam-LK. Di sini perusahaan yang akan go public tidak bisa menghindari proses birokrasi.

Masih dalam kaitan prosedur, calon emiten juga harus menyampaikan proses pencatatan awal atau pendahuluan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sini, calon emiten akan menjalani proses verifikasi apakah memang pantas dan layak tercatat di bursa atau tidak.

Bagi sebagian kecil pengusaha atau perusahaan, proses go public seperti di atas bisa jadi dinilai terlalu ribet dan panjang. Perusahaan seperti ini biasanya mencari sebuah jalan pintas yang bisa ditempuh dengan lebih ringkas, cepat tapi akuntabel, tidak melanggar aturan dan prosedur. Salah satu alternatif jalan yang sering ditempuh adalah melakukan strategi back door listing.

Secara terminologi saja bisa dikatakan bahwa back door listing adalah menjadi perusahaan publik melalui pintu belakang. Tidak sedikit perusahaan yang menempuh jalan pintas ini. Namun, perusahaan yang memilih cara back door listing biasanya perusahaan yang berukuran besar, dari sisi aset, modal dan juga jaringan.

Bagaimana caranya? Teknik yang dimainkan biasanya dalam bentuk merger dan atau akuisisi. Untuk menjalankan tehnik ini biasanya pengusaha mengakuisisi mayoritas saham perusahaan yang sudah berstatus publik. Setelah akuisisi kelar, langkah selanjutnya adalah memasukkan aset usaha lainnya ke perusahaan publik yang baru dibeli tersebut.

Teknik memasukkan aset ke perusahaan publik tadi bisa ditempuh melalui aksi korporasi berupa merger dan atau akuisisi. Sebelumnya, pengusaha sudah menentukan perusahaan yang akan back door listing.

Perusahaan inilah yang akan dijadikan target merger atau akuisisi oleh perusahaan publik yang mayoritas sahamnya sudah dikuasai oleh pengusaha tadi. Langkah selanjutnya jika dipandang perlu perusahaan publik yang menjadi sarana back door listing tadi akan berganti nama sesuai dengan yang dikehendaki.

Gambaran singkatnya begini. Perusahaan PT ABC Tbk, sebuah perusahaan kecil yang berstatus perusahaan publik. Di sisi lain ada PT XYZ, perusahaan besar yang ingin back door listing yang dimiliki pegusaha X. Untuk menjalankan niat back door listing, pengusaha X membeli terlebih dulu mayoritas saham PT ABC Tbk.

Selanjutnya PT ABC Tbk ini akan mengakuisisi PT XYZ. Dengan cara ini secara tidak langsung PT XYZ telah berubah menjadi perusahaan publik karena mayoritas sahamnya sudah dikuasai PT ABC Tbk. Langkah selanjutnya jika dipandang perlu, PT ABC Tbk bisa berganti baju, misalnya PT XYZ International Tbk.

Melalui fenomena ini jangan heran jika ada perusahaan sebesar semut bisa mencaplok perusahaan sebesar gajah. Asal sesuai prosedur dan tidak melanggar aturan, semua itu bisa dilakukan. (Tim BEI)(//ade)

14/05/2010 – 16:13
IHSG Anomali, Respon Penguatan Global Kemarin
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini berhasil ditutup menguat, di tengah koreksi bursa regional. Pasar merespon kenaikan bursa global yang kemarin ditutup naik.

Pada perdagangan Jumat (14/5), IHSG ditutup naik 10,763 poin (0,37%) ke level 2.858,385. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 menguat 2,285 poin (0,41%) ke level 550,998.

Setelah di awal perdagangan dibuka melemah 0,02% ke level 2.846, indeks berangsur-angsur pulih hingga pada sesi siang bertengger di 2.860. Namun, minimnya sentimen positif di pasar menahan laju indeks hinga akhirnya ditutup di 2.858.

Made Satya Guna, analis dari UOB Securites mengatakan, indeks saham hari ini berhasil naik tipis, setelah kemarin tutup karena libur nasional. “Pasar merespon penguatan yang dialami bursa Wall Street dan regional Asia, ketika IHSG libur kemarin,”ujarnya kepada INILAH.COM.

Penguatan bursa global pada Rabu (13/5) kemarin terjadi karena meredanya kekhawatiran pasar akan krisis finansial Eropa. Demikian juga masalah kebijakan pengetatan likuiditas di China berhasil luruh seiring membaiknya laporan keuangan sektor teknologi.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia terpantau cukup tipis, dimana volume transaksi 3,580 miliar lembar saham, senilai Rp 3,066 triliun dan frekuensi 70.253 kali. Sebanyak 87 saham naik, 106 saham turun dan 84 saham stagnan.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp205,05 miliar. Dimana nilai transaksi bersih mencapai Rp 1,067 triliun dan nilai transaksi jual sebesar Rp 862,521 miliar.

Beberapa emiten yang menguat antara lain Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 1.150 ke Rp 14.200, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 37.950, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 15.500, Goodyear (GDYR) naik Rp 350 ke Rp 14.350, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 8.450, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.250.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 21.100, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 18.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.350, Inco (INCO) turun Rp 125 ke Rp 4.375, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 42.600.

Bursa saham regional Asia sore ini ditutup melemah. Indeks Shanghai di China turun 0,5% ke level 2.696,63, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 1,36% ke 20.145,43, indeks Nikkei di Jepang turun 1,49% ke 10.462,51 dan indeks Strait Times Singapura melemah 0,48% ke 2.854,17. [mdr]
Saham Pilihan Akhir Pekan Ini
Pada transaksi hari ini, Jumat, indeks harga saham gabungan diproyeksikan bervariasi.
JUM’AT, 14 MEI 2010, 07:26 WIB
Arinto Tri Wibowo

VIVAnews – Setelah bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu 12 Mei 2010, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali mixed pada transaksi akhir pekan ini.

“Pada transaksi Rabu, setelah sempat melemah, IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat setelah bursa Eropa dibuka menguat pada sore hari,” kata analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono dalam ulasannya yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 14 Mei 2010.

Pada perdagangan Kamis 13 Mei 2010, bursa efek di dalam negeri libur terkait perayaan hari kenaikan Isa Almasih.

Meski demikian, dia menambahkan, seiring dengan kenaikan volatilitas indeks, investor disarankan untuk tetap waspada. “Kami memproyeksikan indeks hari ini akan bergerak bervariasi di kisaran support-resistance 2.820-2.876,” ujar dia.

Saham-saham yang masih dapat menjadi pilihan pemodal di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Pada transaksi Rabu, harga saham Bank Mandiri berada di level Rp 5.300 atau menguat Rp 100 (1,92 persen), Adaro naik Rp 50 (2,43 persen) menjadi Rp 2.100, dan Indocement terangkat Rp 350 (2,28 persen) ke posisi Rp 15.700.

Sementara itu, pada penutupan transaksi Kamis 13 Mei 2010 di bursa Wall Street, indeks Dow Jones melemah 113,96 poin (1,05 persen) ke level 10.782,95, Standard & Poor’s 500 turun 14,24 poin (1,22 persen) ke posisi 1.157,43, dan Nasdaq terkoreksi 30,66 poin (1,26 persen) menjadi 2.394,36. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
EKONOMI
14/05/2010 – 06:40
Rekomendasi Saham Hari Ini
‘Selective Buying’ Saham Unggulan
Natascha & Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan Jumat (14/5), bursa masih berpotensi menguat. Investor disarankan melakukan selective buying pada beberapa saham unggulan.

Pengamat pasar modal Valbury Securites Krishna Dwi Setiawan mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini masih berpeluang menguat. “Namun, pasar masih mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga China,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, masih ada kekhawatiran China harus menggunakan instrumen kenaikan suku bunga untuk meredam demand properti yang terus meningkat. Pasalnya, negara tirai bambu ini sudah 4 kali menaikkan giro wajib minimum (GWM), namun hingga April ini, harga properti masih saja meningkat. “Pasar pun mengantisipasi kenaikan suku bunga perbankan,” ujarnya.

China memang diekspektasikan akan menaikkan suku bunga, namun hal ini tidak mampu meredam konsumsi domestik. Apalagi imbasnya sudah sampai ke bursa Hong Kong. Sehingga investor tetap harus menunggu reaksi pasar selanjutnya.

Sementara di Eropa, pertumbuhan ekonomi (PDB) Jerman yang berada di atas ekspekstasi menunjukkan sentimen positif untuk proses pemulihan krisis di Eropa. Pasar Indonesia menurutnya masih akan mengalami aliran dana masuk dari Eropa yang belum pulih krisisnya, bahkan masih mengkhawatirkan. “Banyaknya data-data yang mixed, masih mewarnai pasar,” imbuhnya.

Di tengah kondisi ini, Krishna masih merekomendasikan selective buying terhadap beberapa saham unggulan yang belum rebound setelah terdiskon cukup besar. Seperti saham perbankan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Kemudian saham semen PT Indocement (INTP), saham properti PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dan saham tambang PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Fundamental emiten-emiten ini cukup solid dan belum ada pembalikan arah yang signifikan,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Irwan Ibrahim menilai, pasar masih akan mengalami rebound menuju level 2.900, seiring penguatan euro dan naiknya harga komoditas.

Ia merekomendasikan saham BUMN, terkait pembagian dividennya serta saham komoditas tambang dan energi, terkait harganya yang merambat naik. Beberapa emiten pilihannya antara lain PT TB Bukit Asam (PTBA), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).

Sedangkan saham swasta yang juga disarankan adalah PT Astra Argo Lestari (AALI) dan PT London Sumatra (LSIP).”Kalau emiten ini sudah naik, yang lain akan mengikuti,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (12/5), IHSG ditutup menguat 34,731 poin (1,23%%) ke level 2.847,622. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia hanya moderat, dimana volume transaksi tercatat sebanyak 3,687 miliar lembar saham, senilai Rp 3,182 triliun dan frekuensi 96.529 kali. Sebanyak 139 saham naik, 72 saham turun dan 74 saham stagnan. [mdr]
12/05/2010 – 04:00
Inilah Saham Pilihan Hari Ini

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pasar saham Rabu (12/5) diperkirakan mixed di kisaran 2.780-2.865. Saham pilihan ITMG, AGRO, AALI, POLY dan IKAI.

Menurut pengamat pasar modal, Satrio Utomo, pergerakkan saham masih susah ditebak meski cenderung mixed. “Kalau indeks tembus di level support 2.780 berarti menuju ke 2.600 tetapi kalau tembus level resistan 2.865 maka bisa ke 2.950 lagi,” katanya kepada INILAH.COM kemarin.

Sementara menurut analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi, saham masih kemungkinan terkoreksi tipis. Saham sektor manufaktur dan lapis kedua akan menjadi penggerak pasar yang sifatnya oneday trading. “Saham itu seperti POLY (Asia Pacific FIbers) dan IKAI (Intikeramik AlamSari Industri), tetapi saham komoditas CPO seperti AGRO (Bank Agro) dan AALI (Astra Agro Lestari) akan menggeliat,” katanya.

Saham AALI sedang diburu investor asing dan masih dapat menuju harga 23.000. Pada perdagangan kemarin, saham AALI ditutup naik Rp600 ke Rp21.400 dengan volume 5.114 unit saham senilai Rp55,03 miliar sebanyak 1.386 kali transaksi. [hid]
11/05/2010 – 09:35
IHSG Pagi Dibuka Hanya Lompat 1 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Berhasilnya Uni Eropa mengucurkan US$1 triliun untuk penyelamatan Yunani menggairahkan bursa Indonesia. IHSG pagi ini langsung dibuka loncat 1,29 poin (0,05%) ke level 12,851,72.

Nilai transaksi pun kembali bergairah dengan Rp286,987 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 26,268 juta lembar saham yang ditopang oleh 55 saham menguat, 16 saham koreksi dan 51 saham masih stagnan.

Indeks pendukung dan sektor di bursa pun dibuka bervariasi. Indeks JII dibuka naik 1,26 poin ke level 457,73,, namun indek LQ45 dibuka koreksi 0,10 poin ke level 549,31. Pagi ini, sektor tambang naik 9,17 poin ke level 2.437,61, begitu juga dengan sektor perkebunan pun dibuka naik 11 poin ke level 1.815,9. [san/cms]
Selasa, 11/05/2010 07:47 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Bakal Terus Melaju
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat tajam hingga 100 poin lebih. Paket penyelamatan krisis Uni Eropa yang mengangkat bursa-bursa regional lainnya membuat investor kembali percaya diri. Investor juga sudah mulai ‘sembuh’ dari efek mundurnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu.

Pada perdagangan Senin (10/5/2010), IHSG ditutup naik tajam 111,094 poin (4,05%) ke level 2.850,427. Indeks LQ 45 juga naik tajam 24,049 poin (4,57%) ke level 549,419.

Sentimen positif masih menaungi pergerakan saham pada Selasa (11/5/2010) ini. Investor masih mendapatkan dorongan dari penguatan bursa-bursa utama dunia setelah Uni Eropa dan IMF mengumumkan dana penanganan krisis hingga US$ 1.000 miliar.

Bursa Wall Street kemarin melonjak tajam mengikuti penguatan di bursa-bursa Eropa. Investor kembali mendapatkan kepercayaan dan yakin krisis tidak akan menjamur di Eropa.

Pada perdagangan Senin (10/5/2010), indeks Dow Jones melesat hingga 404,71 poin (3,90%) ke level 10.785,14. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 48,85 poin (4,40%) ke level 1.159,73 dan Nasdaq menguat 109,03 poin (4,81%) ke level 2.374,67.

Bursa Tokyo juga mengawali perdagangan dengan penguatan lebih dari 1%. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 112,54 poin (1,07%) ke level 10.643,24.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin rebound besar setelah pada pekan lalu anjlok terdorong oleh sentimen negatif dari krisis hutang Yunani dan mundurnya Menkeu Sri Mulyani. Meski demikian perlahan sentimen tersebut mulai menghilang pada awal pekan ini setelah negara Eropa menyepakati dana pinjaman darurat untuk Yunani. Selain itu, ditunjuknya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Sekertariat Bersama koalisi parpol juga menjadi sentimen positif saham Bakrie 7. Kami memproyeksikan indeks masih berpeluang untuk menguat pada hari ini meski pasar regional masih menunggu perkembangan krisis hutang Yunani. Kisaran support-resistance 2.824-2.900.

OSK Nusadana Securities Indonesia:

IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung bergerak naik dengan perkiraan resistance berikutnya di 2,891.44 dan support di 2,858.11.Dengan daily risk saat ini sekitar level 31.12 % cukup menunjang bagi IHSG untuk naik lagi.

Jika hari ini IHSG mampu bertahan minimal di kisaran 2,861.44 s/d 2,876.50 maka besar kemugkinan target terdekat di 2,940.45 dapat tercapai bahkan lebih dalam waktu dekat

Namun perlu dicermati untuk hari ini khususnya, dari indikator W%R Optimized yang relatif sensitif terhadap pergerakan harian mulai mendekati resistance, maka disarankan untuk sementara SOS jika terjadi kenaikan IHSG diatas 2,907.78 hari ini. Demikian juga pada indikator MACD DEMA juga hampir memperlihatkan kecenderungan yang sama sebagaimana yang diindikasikan oleh indikator W%R Optimized diatas.

Beberapa saham yang patut dicermati antara lain : ASII,INCO,PTBA dan TINS.

eTrading Securities:

Pada awal perdagangan pekan ini IHSG ditutup menguat 111 point (+4.06%) menuju level 2850 dikarenakan adanya berita dari euro dimana euro sedang membuat rescue package untuk negara2 euro yang dilanda krisis utang. Hal ini membuat IHSG dibuka menguat. IHSG membuat reversal pattern yaitu bullish engulfing sehingga kemungkinan besar besok kita masih mengalami penguatan dengan resistance terdapat pada level 2890, sehingga jika kita lihat IHSG pada hari ini akan berada pada kisaran 2816 – 2890.

(qom/qom)

RI economic fundamentals strong, investors shouldn’t worry
The Jakarta Post, Businesss | Mon, 05/10/2010 1:53 PM

(JP/P.J. Leo)
First quarter growth of 5.7 percent is an indicator that Indonesia economic fundamentals remain strong, and investors should not worry about economic prospects, says Danareksa Research Institute economist Purbaya Yudhi Sadewa.
“The GDP growth in the first quarter showed that economic fundamentals remain strong. Investors in the stock market should not panic despite the minister is replaced,” he said Monday.
Finance Minister Sri Mulyani Indrawati will move to the World Bank on June 1 as a managing director, the second-highest position in the bank, just under President Robert Zoellick.
JP Morgan analyst Sin Beng Ong said Indonesia’s economic fundamentals were “very strong” despite Mulyani’s departure. “Too early to say the reform is stopped. Indonesia is still in very good hands,” he said.
But “the market is taking a wait-and-see approach”, he added.

Efek Dividen
Senin, 10 Mei 2010 – 09:06 wibEFEK memiliki kata sinonim dengan dampak atau akibat. Efek dividen berarti dampak atau akibat dari pembayaran dividen. Pertanyaannya, dampak atau akibat apa yang ditimbulkan dan terhadap apa?

Pembayaran dividen dilihat dari kacamata perusahaan tergolong sebagai tindakan atau aksi korporasi (corporate action). Setiap aksi korporasi, apapun bentuknya selalu dibatasi oleh waktu, kapan dilakukan, mulai kapan dan sampai kapan. Jika perusahaan melakukan akuisisi, kapan dilakukan.

Jika emiten menggelar penawaran umum terbatas (right issue), kapan dilakukan, jika emiten melakukan pemecahan saham (stock split) juga dibatasi waktu kapan dilakukan. Begitu juga jika emiten akan membagikan dividen kapan hal itu dilakukan dan pemegang saham mana saja yang berhak atas dividen tersebut.

Terkait dengan pemegang saham mana yang berhak atas dividen memang perlu ditegaskan. Sebab, dalam aktifitas jual beli saham yang berlangsung setiap hari di bursa, jumlah dan siapa saja yang menjadi pemegang saham sebuah perusahaan publik selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Saat ini si A menjadi pemegang saham PT ABC karena baru saja membeli dari pasar, bisa saja esoknya sudah tidak tercatat sebagai pemegang saham karena sudah dijual kembali. Sebaliknya, hari ini si B belum tercatat sebagai pemegang saham, esok hari bisa saja B sudah tercatat sebagai pemegang saham PT ABC.

Karena itu soal batasan waktu dalam pembagian dividen ini menjadi sangat penting. Karena itu investor yang selalu memburu dividen harus tahu betul kapan cum date dividen dan kapan ex date dividen bagi pemegang saham. Cum date dividen berarti batas tanggal terakhir bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen. Sedangkan ex date dividen berarti batas bagi pemegang saham yang tidak berhak untuk menerima dividen.

Ilustrasinya begini. Dalam pengumuman yang dikeluarkan emiten misalnya tertera cum dividen 10 Mei 2010, dan ex date dividen 11 Mei 2010. Artinya investor yang membeli saham PT ABC pada 10 Mei masih berhak untuk mendapatkan dividen karena pada tanggal tersebut ia sudah tercatat sebagai pemegang saham. Sedangkan investor yang membeli saham PT ABC pada tanggal 11 Mei 2010 sudah tidak berhak atas pembagian dividen dari PT ABC. Dari sini jelas bahwa ada batas waktu bagi investor untuk bisa tercatat menjadi pemegang saham yang berhak atas dividen.

Pada batas waktu ini pula efek dividen terlihat nyata. Gambarannya begini. Jika PT ABC berencana akan membagi dividen sebesar Rp100 per saham dan pada saat cum date dividen harga saham perusahaaham PT ABC ditutup di Rp2.100, maka pada saat ex date dividen, biasanya harga saham PT ABC akan terkoreksi sebesar nilai dividen yang akan dibayarkan, yakni Rp100. Penurunan harga saham yang terjadi pada ex date dividen inilah yang disebut dengan efek (pembagian) dividen (dividen effect).

Bagaimana menjelaskan fenomena efek dividen ini? Jika ditelisik lebih jauh sebenarnya pembagian dividen oleh perusahaan ke pemegang saham merupakan transfer aset secara tunai dari perusahaan ke pemegang saham. Jika jumlah total saham yang menerima dividen 1 miliar lembar berarti nilai aset (current asset) yang ditransfer mencapai Rp100 miliar.

Nilai perusahaan berkurang sebesar Rp100 per saham, tapi aset pemegang saham bertambah sebesar Rp100 per saham. Karena itulah, harga saham saat ex date dividen mengalami koreksi sebesar nilai dividen yang dibayarkan.

Namun, logika di atas hanyalah logika di atas kertas, teoritis. Dalam fakta di pasar, logika itu tidak bisa berjalan kongruen. Jadi jangan heran, jika saat ex date dividen ternyata harga saham PT ABC justru naik (bukannya terkoreksi).

Jika ini yang terjadi, maka investor mendapat durian runtuh, dividen dapat dan capital gain-pun dapat. Namun begitu, jangan heran juga jika ternyata saat ex date dividen harga saham mengalami koreksi senilai di atas dividen yang dibagikan. Inilah pasar, fakta tidak selalu berjalan di atas kerangka teoritis. (Tim BEI)
(//rhs)

IHSG Menguat Lebih dari 2%

IHSG Menguat Lebih dari 2%
Senin, 10 Mei 2010 – 12:06 wib
Widi Agustian – Okezone
JAKARTA – Pasar saham nampaknya sudah berangsur kembali menguat. Jika pada awal perdagangan tadi indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melesat diatas satu persen, pada akhir sesi I perdagangan kali ini kenaikan IHSG sudah melewati angka dua persen.

Terlihat IHSG pada akhir sesi I, Senin (10/5/2010) menguat sebanyak 58,68 poin atau 2,14 persen ke 2.798,01. Sementara indeks LQ45 naik 13,62 poin ke 538,99 dan JII naik 11,79 ke 446,61.

Sektor tambang menguat hingga sebesar 63,47 poin, sekto rperbkebunan naik 37,4 poin, sektor manufaktur naik 12,11 poin, dan sektir infrakstruktur naik 11,92 poin.

Dimana nilai transaksi terlihat sebanyak Rp2,27 triliun dan volume perdagangan 2,59 miliar lembar saham. Sebanyak 167 saham menguat, 48 saham melemah, dan 44 saham tidak mengalami pergerakan harga.

Saham yang menguat (top gainer) antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.350 ke Rp35.650, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 ke Rp41.200, PT United Tractor Tbk (UNTR) naik Rp850 ke Rp17.800, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp650 ke Rp15.400.

Saham-saham yang melemah (top losser) adalah PT Merck Tbk (MERK) turun Rp2.500 ke Rp72.000, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp400 ke Rp14.000, PT Gudang Garam tbk (GRGM) turun Rp100 ke Rp27.900 dan PT Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk (BTPN) turun Rp100 ke Rp7.300.

Sementara di Asia, indeks Nikkei mengalami kenakan hingga 147,5 poin atau 1,42 persen ke 10.512,09, indeks Hang Seng naik 267,3 poin atau 1,34 persen ke 20.187,59 dan indeks Straits Times naik 11,19 poin atau 0,4 persen ke 2.832,3.(wdi)
IHSG Anjlok, Pemerintah Tak Perlu Intervensi!
Jum’at, 7 Mei 2010 – 16:24 wib

Andina Meryani – Okezone

JAKARTA – Penurunan sejumlah indeks di bursa saham dunia yang berimbas kepada penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebaiknya tidak dilihat sebagai respons negatif terhadap berbagai peristiwa dalam negeri.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai bahwa penurunan indeks saham tersebut memang berlaku global dan dipengaruhi oleh sentimen global salah satunya akibat dari pengaruh Yunani.

“Penurunan IHSG hari ini memang dipengaruhi seluruh dunia yang juga mengalami penurunan. Dow Jones tadi pagi turunnya besar. Sama seperti di dunia, kita juga melihat terus perkembangannya yang terpengaruh yunani,” ujarnya saat temu wartawan di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Meskipun dalam beberapa hari ini indeks dan rupiah mengalami pelemahan namun menurutnya pemerintah tidak perlu mengintervensi otoritas pasar modal, Bapepam LK, untuk menormalisasi pasar. Pasalnya Bapepam LK telah memiliki sistem yang baik untuk menghadapi gejolak di pasar sehingga tidak perlu intervensi.

“Saya meyakini Bapepam sistemnya sudah baik sehingga tidak perlu intervensi, pasar modal kita kredibel dan Bapepam punya sistem yang baik,” tandasnya.

Pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (7/5/2010), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebanyak 71,29 poin atau 2,54 persen keposisi 2.739,33. Indeks LQ45 anjlok 15,52 pioin ke 525,37, dan JII turun 14 poin ke 434,82.

Di Asia, indeks Nikkei anjlok hingga mencapai 331,1 poin atau 3,1 persen ke 10.364,59. Indeks Hang Seng turun 213,12 poin atau 1,06 persen ke 19.920,29, sementara indeks Straits Times juga turun 6,7 poin atau 0,59 persen ke 2.822,95.

Sementara indeks Dow Jones anjlok ke level 10.461,07, turun 407,05 poin atau 3,75 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, sedangkan Nasdaq turun 79,93 poin di level 2.322,36. Hal sama terjadi pada Indeks Standard & Poors 500 yang turun 41,90 poin ke posisi 1,124.(wdi)
Pasar tunggu menkeu baru
Sri Mulyani berlabuh ke Bank Dunia

JAKARTA: Sosok pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang mengundurkan diri untuk kemudian menjabat sebagai managing director Bank Dunia, akan menjadi salah satu hal penting yang ditunggu oleh para pelaku pasar modal dan investor asing.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk tidak membiarkan posisi menteri keuangan kosong dalam waktu yang lama, seperti yang terjadi pada posisi gubernur Bank Indonesia yang dibiarkan lowong hampir 1 tahun terakhir.

Adapun, saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers kemarin, Presiden sama sekali tidak menyinggung soal pengganti Sri Mulyani yang telah mengirimkan surat pengunduran diri kemarin.

Dia hanya menyebutkan pengganti Sri Mulyani harus melanjutkan apa yang telah dilakukan selama ini, terkait dengan reformasi perpajakan dan bea cukai, diplomasi di forum G20, serta mengamankan kebijakan pemerintah yang mengedepankan makroekonomi dan fiskal yang berhati-hati.

Presiden juga mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick yang telah menyampaikan permintaannya untuk memilih Sri Mulyani menjadi direktur pelaksana melalui surat resmi pada 25 April, pascarapat kerja di Istana Tampaksiring, Bali.

“Setelah saya pelajari, saya menganggap itu posisi strategis, penting, dan terhormat. Saya setujui setelah mendengarkan permohonan Ibu Sri Mulyani untuk menjabat managing director Bank Dunia. Dengan catatan, sebelum menempati posisi itu, menyelesaikan tugasnya di dalam negeri,” katanya.

Johanna Chua, analis Citigroup Global Markets Ltd, menilai kekosongan posisi menteri keuangan akan memperburuk sentimen pemodal, mengingat Indonesia juga hampir setahun ini belum memiliki gubernur Bank Indonesia.

“Lowongnya posisi di dua pos ekonomi nasional ini akan menimbulkan kekhawatiran terkait dengan kredibilitas kebijakan makro dan kelanjutan reformasi birokrasi,” tuturnya dalam laporan riset, kemarin.

Citigroup memperkirakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa akan bertindak sebagai menteri keuangan ad interim, hingga pemerintah menunjuk pengganti Sri Mulyani.

Dalam jangka pendek, dia menilai pasar merespons negatif kepindahan Sri Mulyani, terlebih karena kredibilitasnya yang kuat menjalankan reformasi birokrasi selama ini.

Sentimen negatif

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin anjlok 3,81% atau 112,78 poin ke level 2.846,24, terparah di antara bursa Asia Pasifik. Koreksi harian itu merupakan yang terparah 17 bulan terakhir.

David Cornelis, praktisi pasar modal, mengatakan pasar akan menunggu perkembangan selanjutnya untuk posisi menteri keuangan. “Kandidat yang diinginkan market adalah yang sevisi dan semisi dengan yang sudah dijalankan oleh Sri Mulyani.”

Namun, dia menilai penurunan IHSG kemarin tidak ada hubungannya dengan rencana pengunduran diri Sri Mulyani.

Sebaliknya, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan menilai belum adanya kepastian seputar pengganti Sri Mulyani, yang memiliki reputasi kuat mereformasi birokrasi, menimbulkan sentimen negatif di pasar.

“Sampai sekarang tidak ada kabar mengenai pengganti beliau. Penerusnya tidak hanya harus memiliki pemahaman mengenai kebijakan makroekonomi, tetapi lebih penting lagi berkomitmen menjalankan reformasi, meski sensitif di ranah politik.”

Dia memperkirakan sentimen negatif bisa berlanjut jika pemerintah tidak segera memberikan kepastian kepada pasar mengenai pengganti Sri Mulyani.

“Selama masa transisi ini [sebelum bertugas di Bank Dunia bulan depan], Sri Mulyani harus ikut meyakinkan pasar bahwa penerusnya juga akan market friendly,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia Airlangga Hartarto juga menyatakan kekhawatiran senada. “Saat ini, gubernur Bank Indonesia belum ada, dan menteri keuangan mengundurkan diri,” ujarnya. Dia berharap Presiden bisa menangani masalah tersebut dalam waktu dekat.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono bahkan menyebutkan bukan tidak mungkin investor, terutama asing, akan menunggu sosok menteri keuangan yang baru, sebagai bagian dari rencana investasi mereka.

“Menurut saya, merupakan tugas berat bagi Presiden untuk memilih menteri keuangan baru dengan kapasitas seperti dia,” katanya.

Tidak hanya dari sektor keuangan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa juga meminta Presiden untuk segera mencari pengganti Sri Mulyani. “Penggantinya perlu segera disiapkan karena posisi ini sangat penting di dalam kabinet.”

Awasi tiga kawasan

Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick kemarin mengumumkan secara resmi pengangkatan Sri Mulyani sebagai managing director Bank Dunia di Washington.

Sri Mulyani akan mengawasi tiga kawasan, yaitu Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta kawasan Asia Timur dan Pasifik. Dia juga akan mengawasi kelompok sistem informasi.

Sri Mulyani akan bergabung dengan Bank Dunia pada 1 Juni 2010 dan menggantikan Juan Jose Daboub yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

“Dia [Sri Mulyani] telah menjadi menteri keuangan yang luar biasa dengan pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu pembangunan dan peran Bank Dunia,” kata Zoellick dalam situs resmi Bank Dunia kemarin.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (Indef) Ahmad Erani menilai rencana pengunduran diri Sri Mulyani merupakan solusi terbaik di tengah tekanan politik mengenai kasus Bank Century.

Menurut Erani, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Sri Mulyani selama ini memang selaras dengan arah kebijakan yang dikeluarkan Bank Dunia. “Tak heran jika kemampuan dan keahliannya sangat berguna bagi Bank Dunia.”

Sri Mulyani hanya memberikan komentar singkat mengenai penunjukkan dirinya sebagai managing director Bank Dunia. “Berita itu benar dan saat ini saya masih akan tentu saja tergantung kepada persetujuan dan izin dari Bapak Presiden.”

Untuk sementara, lanjutnya, dia masih akan tetap menjalankan tugas selaku menteri keuangan.

Adapun, inisiator hak angket bailout Bank Century Akbar Faizal (Fraksi Hanura) menegaskan sebaiknya Sri Mulyani menyelesaikan terlebih dahulu penyelesaian kasusnya sehubungan bailout Century.

“Akan lebih terhormat dan namanya akan dikenang publik jika Sri Mulyani mau menyelesaikan dulu kasusnya di dalam negeri sebelum ke Amerika Serikat,” ujarnya. (08/10/A. Dadan Muhanda/ Achmad Aris/Agust Supriadi/Arif Gunawan S./Anugerah Perkasa/ Irsad Sati/ Yusran Yunus/Mulia Ginting Munthe /Neneng Herbawati/Linda T. Silitonga/John Andhi Oktaveri) (yeni.simanjuntak @bisnis. co.id)

Oleh Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia
05/05/2010 – 06:51
BoW Saham Infrastruktur, Alat Berat & Tambang
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Rabu (5/5) diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah. Buy on weakness (BoW) saham INTP, SMCB, UNTR, HEXA, PTBA dan ITMG.

Analis Valbury Nico Omer Jonckheere memprediksikan, bursa saham hari ini akan bergerak mixed. Potensi pelemahan ini disebabkan negatifnya bursa regional akibat situasi Eropa yang masih belum jelas dan penurunan harga minyak. “Selain bursa Dow Jones yang melemah akibat kecenderungan profit taking di Wall Street,” katanya ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (4/5) petang.

Menurutnya, investor mulai melakukan antisipasi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks pun akan kembali mencoba menembus level resistant 2.971. “Jika bisa tertembus hari ini, maka ada kemungkinan berlanjut ke 3.000,” paparnya.

Di tengah kondisi ini, Nico merekomendasikan sejumlah saham. Dari sektor semen, PT Indocement (INTP) dan PT Holcim (SMCB). Perusahaan alat berat seperti PT United Tractors (UNTR) dan PT Hexindo Adiperkasa (HEXA). Juga sektor batubara, PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Buy on weakness saham-saham ini, karena indeks kemungkinan koreksi,” lanjutnya.

Sektor semen dan batubara mendapat kekuatan dari program infrastruktur pemerintah. Kemudian juga karena industri properti yang mulai menggeliat. Hal ini membuat kebutuhan semen meningkat.

Sedangkan HEXA yang likuiditasnya di bawah UNTR, akan melakukan stock split yang bisa memperbesar likuiditas. Sehingga saham ini berpotensi naik. Juga karena penjualan tahun lalu yang masih baru. Ekspansi sektor pertambangan dan perkebunan membuat kebutuhan alat berat meningkat.

Hal ini tentunya menguntungkan bagi UNTR dan HEXA. Harga alat berat juga sudah mulai dinaikkan, meski seharusnya dilaksanakan tahun lalu. Namun tak bisa karena permintaan lemah. Saat ini permintaan kembali menguat, sehingga harga jual alat berat kemungkinan akan dinaikkan.

UNTR, merupakan kelompok Astra yang memang menjadi lokomotif indeks, terutama saat indeks berusaha menembus level 3.000. Apalagi, saat ini belum ada pergerakan yang berarti dari saham kelompok Bakrie. Maka Astra dan saham pertambangan batubara mengambil alih kemudi indeks.

Saham batubara yang direkomendasikan, PTBA dan ITMG, akan membagikan dividen yang besar. Ini membuat kedua emiten tersebut menarik di mata pasar.

Pada perdagangan Selasa (4/5), IHSG akhirnya ditutup melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 5.189 juta lembar saham, senilai Rp 3,865 triliun dengan frekuensi 100.063 kali. Sebanyak 66 saham naik, 141 saham turun dan 70 saham stagnan.

Pelemahan sektor saham mendominasi perdagangan, dimana sektor perkebunan dan aneka industri anjlok 1,9%. Disusul sektor properti yang turun 1,7%, tambang 0,8% dan industri dasar yang melemah 0,6%. Sedangkan beberapa sektor lain masih membukukan penguatan, seperti finansial perdagangan, manufaktur dan konsumsi. [ast/mdr]
Selasa, 04/05/2010 12:12 WIB
Sesi Siang
IHSG Makin Dekati 3.000
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir rekor tertingginya hingga sesi I. IHSG pun kini semakin dekat dengan level 3.000.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung menguat menciptakan rekor terbarunya. Selama sesi I, IHSG sempat menembus titik tertingginya di 2.996,419. Namun belum sempat mencapai 3.000, penguatan IHSG mulai tertebas.

Dan pada perdagangan Selasa (4/5/2010) sesi I, IHSG akhirnya ditutup menguat 29,855 poin (1,01%) ke level 2.990,750. Indeks LQ 45 juga menguat 6,424 poin (1,12%) ke level 578,956.

Ini berarti rekor tertinggi baru. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada 30 April, ketika IHSG secara intraday sempat menembus 2.972,916 sebelum akhirnya ditutup di level 2.971,25.

Bursa-bursa regional bergerak cukup variatif. Bursa Jepang dan Shanghai tercatat masih libur memperingati hari nasional.

Indeks Hang Seng naik 18,84 poin (0,09%) ke level 20.830,20.
Indeks Straits Times melemah 28,25 poin (0,96%) ke level 2.915,97.
Indeks Seoul turun 3,07 poin (0,16%) ke level 1.718,14.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 51.084 kali pada volume 2.431 juta lembar saham senilai Rp 1,598 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 85 saham turun dan 72 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya antara lain Astra International (ASII) naik Rp 450 menjadi Rp 46.850, BRI (BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 9.050, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 8.450, Unilever (UNVR) naik Rp 1.700 menjadi Rp 16.150.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 7.950, Indika Energy (INDY) turun Rp 25 menjadi Rp 3.000, International Nickel (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 4.950.

(qom/qom)

Selasa, 04/05/2010 07:21 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Punya Semangat Menguat
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup kemarin akhirnya ditutup melemah meski sempat menguat mencapai titik tertingginya di awal perdagangan. Bursa-bursa regional yang relatif sepi akhirnya membuat IHSG ikut terkulai.

Pada perdagangan Senin (3/5/2010), IHSG ditutup turun 10,357 poin (0,34%) ke level 2.960,895. Indeks LQ 45 juga 0,833 poin (0,14%) ke level 572,532.

Semangat untuk penguatan IHSG kembali hadir pada perdagangan Selasa (4/5/2010) ini. Penguatan yang cukup tajam di bursa Wall Street diharapkan bisa memberikan sentimen positif ke bursa Indonesia.

Namun investor menilai posisi saham-saham sebagian sudah terlalu mahal. Hal itu akan membuat IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tipis.

Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat tajam berkat data-data perekonomian yang positif. Sentimen positif juga datang dari jelasnya masalah krisis utang Yunani.

Pada perdagangan Senin (3/5/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup melonjak hingga 162,34 poin (1,47%) ke level 11.170,95. Indeks Standard & Poor’s 500 menguat 16,93 poin (1,43%) ke level 1.203,62 dan Nasdaq menguat 40,69 poin (1,65%) ke level 2.501,88.

Sementara Bursa Tokyo masih libur perdagangan hingga Rabu besok. Namun bursa-bursa regional lainnya diprediksi akan mengikuti jejak Wall Street.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan awal minggu ini IHSG ditutup melemah 10 point (-0.35%) dikarenakan sentimen regional dimana ketakukan akan krisis utang yunani dan kemungkinan kebijakan pengetatan kredit di china sehingga membawa IHSG dalam zona negatif, IHSG pada hari ini membentuk spinning top yang merupakan tanda reversal dan harus dikonfirmasi pada perdagangan hari ini. Asing pada hari senin masih melakukan pembelian sebesar 226 milliar. Sehingga untuk kisaran IHSG pada hari in berada dalam kisaran 2920 – 2996

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin bergerak melemah -0,34% didorong oleh sentimen negatif dari anjloknya bursa regional. Meski demikian, kami melihat terjadinya selective buy sebagai antisipasi laporan kinerja emiten K1-10. Hari ini kami melihat indeks masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.943-2.980.

(qom/qom)
[ Senin, 03 Mei 2010 ]
Bukan Mustahil IHSG Tembus Level 3.000
JAKARTA – Pergerakan agresif indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu membuat level 3.000 tidak lagi lagi di awang-awang. Di akhir sesi perdagangan Jumat (30/4), IHSG ditutup dengan rekor baru level 2.971.

”Masih cukup besar peluang IHSG akan menembus level 3.000 karena optimisme dan beberapa sentimen positif di pasar modal,” kata pengamat pasar modal asal Universitas Airlangga Leo Herlambang kemarin (2/5).

Menurut Leo, peluang masuknya kembali modal asing ke Indonesia semakin besar. Apalagi masih ada beberapa emiten yang akan melakukan rilis laporan keuangan yang positif pekan ini. ”Sebenarnya, IHSG cukup mengkhawatirkan karena telah melewati Indeks Bursa Shanghai dan sebentar lagi berpeluang melewati Indeks Bursa Singapura. Tetapi, tidak bisa disalahkan juga jika masih banyak orang yang yakin dengan kondisi saat ini dan melakukan pembelian saham,” jelasnya.

Leo menyarankan investor agar melakukan aksi pembelian bijak dengan berbagai pertimbangan. Yakni, melihat PE (price-to-earnings) rasio suatu saham atau rasio harga saham suatu perusahaan terhadap laba bersih per saham. ”Sebab, ada kemungkinan saham terebut buble jika PE ratio-nya lebih dari 20. Artinya, saham naik bukan karena kinerja perusahaan yang membaik, tetapi karena orang mencari peluang di saham tersebut dan melakukan pembelian untuk menaikkan harganya,” tegasnya.

Sementara, rupiah mungkin juga akan bergerak mendatar dan memiliki kemungkinan kecil untuk menembus level 8.900 per dolar AS. (luq/c1/kim)

IHSG Menjulang, Bursa Belum Revisi Target
Nilai kapitalisasi pasar saham BEI sampai awal April 2010 telah menembus Rp 2.423 triliun.
SENIN, 3 MEI 2010, 17:55 WIB
Hadi Suprapto, Purborini

VIVAnews – Bursa Efek Indonesia (BEI) belum akan merevisi target pencapaian nilai kapitalisasi pasar pada 2010. Nilai kapitalisasi pasar saham BEI sampai awal April 2010 telah menembus angka Rp 2.423 triliun. Angka ini telah naik 20 persen dari penutupan bursa 2009 sebesar Rp 2.019 triliun.

Sebelumnya, BEI menargetkan nilai kapitalisasi pasar hingga akhir 2010 sebesar Rp 2.700 triliun. Sementara itu, sampai 2012 kapitalisasi saham di BEI mencapai Rp 3.000 triliun.

“Untuk revisi saat ini belum waktunya, karena belum genap satu semester,” kata Direktur Pengembangan Usaha Bursa Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi, di Jakarta, Senin 3 Mei 2010.

Sementara itu, Vice President PT Valbury Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan, pencapaian nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 2.400 triliun merupakan hal yang wajar. Ia berpendapat, pertumbuhan nilai kapitalisasi saham BEI merupakan cerminan kondisi pasar yang terus membaik.

Hal ini ditunjukkan dengan revisi pertumbuhan ekonomi nasional dari 5,8 persen menjadi 6 persen pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010. “Selain itu, yield dan fundamental pasar modal juga kuat, sehingga mendorong kapitalisasi pasar terus naik,” ujar Nico.

Ia memprediksi penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terus berlanjut. “IHSG akan tembus di kisaran 3.000 hingga 3.150,” ujarnya.

Pada perdagangan 30 April 2010, IHSG ditutup pada level tertingginya dalam sejarah pasar modal Indonesia, yakni pada level 2.971,252, atau naik 436,896 poin (17,23 persen) dibanding posisi akhir 2009.

Nilai kapitalisasi pasar BEI pun telah menembus level Rp 2.423 triliun, naik Rp 404 triliun (20 persen) dari posisi akhir 2009 sebesar Rp 2.019 triliun. (art)

• VIVAnews
hari ini Senin 030510, imf dan eu SEPAKAT mem-BAIL-OUT YUkNANgI$ yunani dan ihsg langsung melonjak ke 2982 dari kemerosotan di bawah 2970 :  http://iaminvestor.wordpress.com/2010/05/03/geregetan-pemenangnya-adalah-pasar-030510/
Senin, 03/05/2010 12:06 WIB
Hijau Sendirian di Asia, IHSG Salip Indeks Strait Times
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I awal pekan ini bertahan di zona hijau sendirian dibanding seluruh bursa Asia lainnya yang mengalami koreksi. Posisi IHSG baru saja melewati indeks Strait Times di bursa saham Singapura.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.971,747 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.971,252. Namun seiring dengan pelemahan sebagian besar saham-saham unggulan, IHSG langsung jatuh 14 poin ke level 2.957,980.

Untungnya, penguatan saham-saham sektor konsumsi yang cukup tinggi, diiringi dengan penguatan saham Telkom (TLKM) yang membuat indeks saham infrastruktur naik hampir 1%, berhasil menggiring IHSG ke zona positif.

Kendati demikian, pelemahan saham-saham unggulan sektor pertambangan, perbankan serta saham Astra International (ASII) masih menjadi hambatan bagi IHSG. Tekanan jual pada 2 sektor ini cukup besar, sehingga menimbulkan gaya tarik menarik yang bisa membuat IHSG bertarung cukup keras untuk mempertahankan posisinya di zona hijau.

Sepertinya IHSG akan bergerak dalam rentang tipis sepanjang perdagangan hari ini, terutama jika tidak ada sentimen positif yang mampu membuat saham-saham pertambangan dan perbankan berbalik arah.

Namun keberhasilan IHSG menutup perdagangan sesi I di zona hijau menjadikan IHSG satu-satunya bursa di Asia yang mengalami penguatan, sedangkan seluruh bursa-bursa Asia lainnya mengalami koreksi lebih dari 1%.

IHSG juga berhasil membalap posisi indeks Strait Times di bursa saham Singapura.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli dengan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 179 miliar.

Pada perdagangan Senin (30/4/2010), IHSG ditutup menguat 4,529 poin (0,15%) ke level 2.975,781. Indeks LQ 45 juga menguat 1,949 poin (0,33%) ke level 575,314.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 55.890 kali pada volume 2,664 miliar lembar saham senilai Rp 2,189 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 128 saham turun dan 63 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi dengan rata-rata lebih dari 1%. Bursa China, Jepang, Thailand dan Filipina libur.
Indeks Hang Seng anjlok 313,41 poin (1,48%) ke level 20.795,18.
Indeks Straits Times turun 28,82 poin (0,97%) ke level 2.945,79.
Indeks KOSPI turun 25,35 poin (1,46%) ke level 1.716,21.
Indeks Taiwan turun 85,93 poin (1,07%) ke level 7.918,32.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 14.650, Indocement (INTP) naik Rp 650 ke Rp 16.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 27.800, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 8.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 22.300.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 750 ke Rp 13.700, Astra International (ASII) turun Rp 550 ke Rp 46.600, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 150 ke Rp 38.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 ke Rp 19.400.

(dro/qom)

Indeks Jajal Level 3.000!
Senin, 3 Mei 2010 – 07:00 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Optimisme kondisi ekonomi Indonesia nampaknya bakal menjadi energi positif bagi pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal menjajal level 3.000 pada pekan ini.

“Menguatnya indeks mengindikasikan optimisme pasar akan prospek perekonomian Indonesia,” kata analis saham Panin Sekuritas Purwoko Sartono kepada okezone di Jakarta.

Optimisme tersebut terlihat dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang optimis angka pertumbuhan ekonomi 5,8 persen bisa tercapai pada tahun 2010 ini. Bahkan, menurutnya realisasi angka pertumbuhan nantinya akan melebihi dari target tersebut.

Kondusifnya perekonomian juga terindikasi dari APBNP 2010 yang rencananya bakal disahkan hari ini, Senin (3/5/2010) dimana inflasi ditetapkan sebesar 5,3 persen, suku bunga sebesar 6,5 persen, nilai tukar Rp9.200 per USD, serta rasio pajak (tax ratio) sebesar 11,9 persen.

Masih terkait APBN, dari sisi target penerimaan, Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggejot penerimaan negara, yakni melalui penerimaan pajak maupun penerimaan cukai.

“Proyeksi Menkeu akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 6,3 persen pada 2011 juga menjadi sentimen positif bagi pasar,” jelasnya.

Selain itu, positifnya kinerja keuangan pada kuartal I-2010 juga menjadi vitamin bagi indeks saham. “Pergerakan indeks masih akan diwarnai oleh antisipasi pemodal atas keluarnya laporan keuangan Kuartal I-2010,” katanya.

Ditambah lagi dengan pengumuman inflasi yang bakal dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada siang hari ini. Dimana inflasi diproyeksikan masih akan berada pada level yang rendah.

Pekan ini, Purwoko memperkirakan indeks masih akan menguat menguji resistance area 2.980-3.000. Sementara untuk support berada di 2.880-2.920.

Sementara itu, Trimegah Securities menjelaskan jika tren positifnya indeks saham patut diwaspadai sebagai euforia sesaat. “Patut diwaspadai bahwa ini merupakan euforia semata,” jelas Trimegah.

Dia mengatakan jika terbitnya laporan keuangan kuartal pertama dari beberapa emiten menjadi katalis bagi penguatan IHSG. Hari ini, menurutnya indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran support resisitance 2.944-2.985, dengan saham pilihan PT Internasional Nickel Tbk (INCO) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Walau demikian, nampaknya akan ada sedikit halangan dari melemahnya Wall Street pad aakhir pekan lalu. Dimana rata-rata industri Dow Jones tercatat jatuh 158,71 poin atau 1,42 persen ke 11.008,61. Indeks 500 Standard & Poor’s merosot 20,09 poin atau 1,66 persen menjadi 1.186,69, sementara Nasdaq Composite Index turun 50,73 poin atau 2,02 persen ke 2.461,19.

Sebelumnya, IHSG Jumat (30/4/2010) sore ditutup melesat 44,39 poin atau 1,52 persen ke posisi 2.971,25. Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 6,87 poin ke posisi 474,8 dan indeks LQ45 naik 9,53 poin ke posisi 573,36.

Penguatan tersebut didukung oleh faktor dari seluruh sektor dalam negeri yang rata-rata mengalami penguatan tipis dan dipimpin dari sektor pertambangan dan sektor perkebunan.

Volume perdagangan ditutup sebanyak 5,83 miliar lembar, senilai Rp5,03 triliun. Saham yang ditutup menguat sebanyak 129 jenis saham, melemah 86 jenis saham, dan stagnan 86 jenis saham.(wdi)
03/05/2010 – 04:00
Cermati Saham BMRI, BBCA, ASII, INTP, PGAS, INDF
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – IHSG masih terus bergerak naik menuju batas atas dari kisaran target di 3.070. Namun yang perlu diperhatikan adalah jika terjadi reversal, maka reversalnya adalah reversal jangka menengah.

“Penolong IHSG antara lain adanya sentimen positif dari harga batubara newcastle serta pengumuman inflasi hari ini,” urai analis Trimegah Securities Satrio Utomo dalam risetnya, Minggu (2/5).

Yang menarik sebenarnya untuk dilakukan posisi spekulatif adalah saham-saham sektor terkait suku bunga (perbankan+otomotif) terkait dengan angka inflasi di bulan April yang akan diumumkan Senin. Meskipun demikian, posisinya sebaiknya hanya posisi nambah karena resistennya sudah tidak jauh lagi, yakni BBRI di 9.300, BMRI di 5.900, dan BBCA di 5.700.

Pada saham BBCA terlihat adanya pola pergerakan harga berbentuk triangle yang terbentuk pada periode Oktober 2009 hingga Mei 2010. Tinggi dari pola pergerakan harga ini adalah sebesar Rp 1200. Maka ketika harga menembus resisten dari triangle pada Maret 2010, maka potensi kenaikannya adalah sebesar tinggi dari pola triangle yang terbentuk sebelumnya. [san/cms]
01/05/2010 – 16:20
Yes! Perekonomian AS Tumbuh 3,2%

(IST)
INILAH.COM, Washington – Belanja konsumen AS tumbuh tercepat selama tiga tahun belakangan ini, pada kuartal pertama 2010. Hal ini menyebabkan pertumbuhan PDB AS mencapai 3,2%.

Laporan Kementerian Perdagangan AS ini sesuai dengan prediksi sejumlah media ekonomi AS seperti Bloomberg dan Market Watch. Pertumbuhan PDB pada empat kuartal terakhir berada pada 2,5%, akibat pelambatan ekonomi global pascakrisis.

“Laporan ini menggembirakan,” tulis seorang ekonom Barclays Capital, Peter Newland, Sabtu (1/5). Senada dengannya, ekonom PNC Financial, Stu Hoffman, mengatakan hal tersebut merefleksikan pertumbuhan meski masih setengah kecepatan semula.

PDB AS naik 5,6% pada kuartal empat 2009, terutama karena investor yang swing. Belanja konsumen tahunan mencapai 3,6% dan investasi bisnis peralatan dan piranti lunak naik 13,4%. Penjualan domestik meningkat 2,2%, naik dari 1,4% pada kuartal empat.

Dalam enam bulan terakhir, PDB negara adidaya ini naik 4,4%, lebih cepat ketimbang rata-rata 2,8% untuk 25 tahun terakhir. Namun, angka tersebut gagal naik 7-10% karena resesi. [vin/ast]
Jebakan Sebuah Sukses
Jum’at, 30 April 2010 – 09:18 wib:

Prof Dr Komaruddin Hidayat
SETIAP orang pasti menginginkan sukses dalam hidupnya. Hanya saja, setiap orang memiliki keinginandan ukuran berbeda-beda mengenai sebuah sukses.

Yang sering menjadi ukuran sukses biasanya merujuk pada titel kesarjanaan, jabatan tinggi, dan kekayaan melimpah. Satu pelajaran penting yang pantas kita renungkan adalah setiap sukses itu mengandung risiko dan jebakan. Semakin tinggi jabatan seseorang dan semakin melimpah kekayaannya, derajat risikonya juga semakin besar.

Berbagai kasus mantan bupati, anggota DPR, gubernur, dan menteri yang sekarang masuk penjara setelah usai menjabat karena terbukti korupsi adalah contoh nyata risiko dan kegagalan dari sebuah sukses. Mereka sukses ketika berjuang dan merangkak menapaki tangga sukses setapak demi setapak, tapi ternyata gagal menjaga momentum dan prestasi yang telah diraih.

Banyak orang yang tahan menderita, tetapi tidak tahan ketika sudah berhasil menjadi kaya raya. Saya sering melihat beberapa orang ternama yang sewaktu mahasiswa menderita, tetapi setelah sukses secara materi lalu berubah drastis perilakunya. Mereka dendam dengan masa lalunya. Alih-alih bersyukur, mereka bertingkah dan hidup berfoya-foya untuk membalas derita masa lalunya. Sukses model seperti ini adalah sukses semu dan sifatnya hanya sesaat.

Sebuah nasihat lama mengatakan, kegagalan adalah guru yang mengajarkan kedewasaan hidup, sehingga dengan demikian secara potensial kegagalan menjanjikan sukses di hari esok. Nasihat ini sesungguhnya mempunyai pesan ganda. Pesan lainnya ialah bahwa di balik kesuksesan selalu menyimpan potensi kegagalan. Ibarat orang memanjat pohon, semakin tinggi memanjat, semakin kencang tiupan angin dan semakin tinggi jarak untuk turun atau kemungkinan jatuhnya.

Nasihat serupa datang dari kearifan China, yin-yang, bahwa gerak kehidupan itu tidak selalu bergerak maju, tapi bagaikan putaran bola yang menggulir ke berbagai penjuru. Di sini yin-yang mengajak kita untuk melihat persoalan hidup secara dialektis dan komprehensif, bukannya linier-parsialistik. Sebuah penelitian sosial di Amerika Serikat (AS) menyebutkan, kehidupan yang serbalinier, mewah, dan selalu memperoleh proteksi dari orang tua ternyata bukannya meningkatkan kualitas hidup remaja, tapi malah merusak mental dan moral mereka.

Berbeda dari generasi orang tuanya yang penuh semangat juang, generasi muda AS yang dimanjakan oleh kemewahan materi sangat rendah rasa tanggung jawab sosialnya. Jadi, implikasi sosial dari pembangunan yang terlalu memihak pada peningkatan GNP tapi kurang memperhatikan prinsip-prinsip moralitas seperti keadilan, kejujuran, demokrasi, dan hak asasi manusia sama halnya dengan mendirikan tiang bangunan yang tinggi, tapi melupakan fondasinya.

Sudah bisa diduga maka bangunan tadi sangat rawan guncangan dan tidak tahan lama. Sejarah banyak merekam cerita sukses yang bersifat sementara dan semu ini. Perasaan sukses yang ternyata mengantarkan malapetaka ini pernah juga dialami oleh para ilmuwan. Ketika awal mula bom atom ditemukan, masyarakat ilmuwan bersorak kegirangan karena sukses yang mereka raih.

Tapi kebanggaan tadi luluh lantak menjadi ratapan dan duka sejarah yang amat dalam ketika akhirnya Hiroshima dan Nagasaki hangus olehnya. Di sini kita menemukan paradoks- paradoks kebudayaan. Bisa jadi kita kagum terhadap kemegahan bangunan Taj Mahal di India. Tetapi, akal kritis akan bertanya, berapa uang rakyat dikuras hanya untuk memenuhi ambisi sang raja? Berapa ribu korban jiwa ketika bangunan piramid di Mesir itu dibangun?

Benarkah Borobudur yang megah itu dibangun secara suka rela oleh rakyat? Pertanyaan-pertanyaan senada tentu saja bisa diperpanjang. Di situ ternyata apa yang oleh penguasa disebut sebagai sukses, bagi masyarakat mungkin dilihat sebaliknya. Seorang camat, misalnya, bisa jadi merasa gembira dan sukses ketika meresmikan sebuah jalan aspal yang menghubungkan kota dan desa.

Tetapi pernahkah pak camat melakukan penelitian secara serius, adakah jalan tadi benar-benar berfungsi meningkatkan ekonomi orang desa ataukah malah sebaliknya, yaitu memperlicin dominasi tengkulak kota atas petani desa? Dengan menyimak kembali lembaran sejarah politik dan kekuasaan, apa yang disebut kemenangan dan kesuksesan rezim penguasa tidak selalu identik dengan kemenangan akal sehat dan nurani rakyat.

Bagaikan gerak dalam fisika kuantum, gerak pendulum kehidupan tidaklah selalu bersifat teleologis dan deterministis. Hanya mereka yang bisa menghindari sindrom “posisi puncak” yang tak akan pernah jatuh, sebagaimana juga mereka yang bisa mengelak dari jeratan ”posisi bawah” maka tidak akan pernah khawatir terinjak. Dalam hal ini perjalanan hidup Rasulullah Muhammad menarik sekali dijadikan teladan.

Dia pernah dalam posisi yang amat menderita, dikejar-kejar dan disayembarakan hendak dibunuh, namun pernah juga sebagai raja diraja yang amat sukses disegani kawan dan lawan. Meski pendulum hidup Nabi berayun dari kutub ekstrem yang satu ke kutub ekstrem sebaliknya, pribadi dan perilakunya tidak berubah, selalu berada di titik tengah, pada garis moderat. (*)

PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT
Rektor UIN Syarif Hidayatullah
(//rhs)

 

Iklan
 

LANGKAH PERTAMA 9 Agustus 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:11 am

SEBAR RISIKO: termasuk PADA YANG BERISIKO PALING TINGGI lah 🙂

ikon analisis gw

… posting ini PANJANG BANGET DAH dan SULIT DICERNA seh … TAPI KALO BENERAN MO BELAJAR SERIUS MAEN SAHAM BENERAN YANG BERLABA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN, mau tidak mau MESTI DIBACA … tergantung kecepatan membaca dan mengolah isi bacaan ini, biasanya 15 menit saja : (m0ngg0)
… jika anda bener2 seorang investor pemula di portofolio saham, maka gw coba memberikan arahan luwes supaya anda bisa menjadi investor yang SEHAT tapi BERLABA BESAR … sebenarnya semuanya sudah ada di blog ini … tapi memang tetap SULIT DICERNA OLEH CALON INVESTOR … well, MEMANG RIMBA INVESTASI SAHAM ini sebuah RIMBA KEHIDUPAN YANG PENUH DINAMIKA … gw baru aja mendapatkan info bahwa seorang teman sudah menghentikan aktivitas maen saham karena kesulitan membagi waktu dan mengelola maen sahamnya … well, KEJADIAN INI gw sayangkan, TAPI JUGA SEKALIGUS MENYEDIHKAN, walau pun teman ini SUDAH SADAR SEJAK AWAL RISIKO YANG DIHADAPINYA, SEHINGGA SUDAH MELAKUKAN LANGKAH2 BERJAGA-JAGA, yaitu MODAL CEKAK, PILIH SAHAM BLUE-CHIPS, dan BERUSAHA BELAJAR dari berbagai sumber …
… ada satu hal lagi yang sulit dijelaskan pada saat maen saham dan berinvestasi portofolio yaitu KEBERUNTUNGAN … sejago apa pun KEBERUNTUNGAN mau dijelaskan, pasti tetap ada FAKTOR X yang tidak bisa dijelaskan … namun keberuntungan itu HANYA SALAH SATU FAKTOR KEBERHASILAN maen saham, sama seperti keberhasilan dalam bidang kehidupan yang laen …

… LANGKAH PERTAMA: IKUT-IKUTAN SAMA DENGAN TANGGUNG RISIKO SENDIRI … itu yang terjadi pada investor Century  dan Antaboga serta Optima … ikut-ikutan TANPA SERIUS MENELITI ILMU INVESTASI PORTOFOLIO DAN RISIKO INVESTASI … jadi JANGAN IKUT-IKUTAN … well baca tulisan ini :   http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/02/investasi-saham-sebuah-ilusi-kesuksesan-materi/ yang berdasarkan tulisan dalam bahasa Inggris:   http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/06/02/geregetan-bukan-hanya-investor-amrik-indon-juga-020610/
… LANGKAH PERTAMA: JANGAN SERAKAH … kata serakah ini mesti diingat selalu … keserakahan yang BERLEBIHAN membawa KEBANGKRUTAN TOTAL … bila kebangkrutan total terjadi dalam maen saham akibat keserakahan, maka TIDAK ADA ORANG LAIN YANG BISA DIPERSALAHKAN … maen saham beneran adalah CARA UNTUK MERAIH LABA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI … berarti HARUS BERLANGSUNG TERUS MENERUS … itu artinya buat lah HASIL HARIAN YANG CUKUP UNTUK KEBUTUHAN … maen saham CUMA SEKALI SABET LANGSUNG RAKSASI, itu mah JANGAN BACA DI BLOG ini … gw ini uda lebih dari 12 bulan BERTAHAN DI MAEN SAHAM BENERAN … gw uda dapat hasil lumayan walau pun belum mencapai target, tapi gw tetap bertahan dari hari ke hari … itu sebabnya gw bikin formulir trading harian :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/17/akhirnya-formulir-itu-datang-juga-171209/ … itu bwat mencapai target tahunan lewat hasil target harian dan bulanan begitu lah … silakan juga baca PENGALAMAN PETER SONDAKH sang PEMAEN SAHAM INDON KELAS GLOBAL :    https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/08/hikmah-dari-investor-dewasa-jual-saat-euforia-080410/
… LANGKAH PERTAMA: Be Optimistic … tanpa ekspektasi LABA BESAR maka maen saham sama sekali tidak berguna … ekspektasi akan mendapatkan laba adalah AWAL BAGUS bwat seorang investor, tapi LABANYA HARUS BESAR, yaitu JAUH DI ATAS IMBAL HASIL DEPOSITO RUPIAH DI BANK … karena TUJUAN AKHIR seorang investor saham adalah MENJADI LEBIH BERDAYAGUNA DALAM HAL KEBERDAYAAN ASET … kalo investor menjadi LEBIH BERDAYAGUNA karena ASETNYA SEMAKIN BERDAYA TINGGI, ITU LAH TUJUAN UTAMA DAN AKHIR investasi saham … coba perhatikan bahwa dari selisih JUAL dan BELI satu saham bisa menghasilkan setidaknya 0,5% pada GAIN 1 POIN, yaitu pada saham trub, misalnya: 117 BELI dan 118 JUAL, berarti GAIN 0,8% … ITU JAUH LEBE GEDE DARI HASIL BUNGA DEPOSITO 1 BULAN khan … jadi ekspektasi hanya laba 1 poin saja sudah memberikan LABA LUMAYAN dah dari sudut persentase … NO WONDER YOU MUST BE OPTIMISTIC … for more in stocks trading 🙂 … coba baca posting ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/245-x-1-kalo-trading-cukup-ga-041109/ … bahkan saat PASAR TURUN (BEARISH) sekali pun gw TETAP FOKUS PADA LABA karena ada strateginya yaitu contrarian strategy:  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/contrarian-strategy/dan gw sudah menjalankan BERATUS-RATUS KALE di investasi trading saham yaitu :   https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/15/tren-turun-jadilah-pengecut-ooooppppsss-150110/

Liputan6.com, New York – Menjadi orang kaya tentu impian banyak orang. Untuk Membangun kekayaan untuk tujuh turunan tentu harus ada strategi khusus.

Caranya bisa dimulai dengan berinvestasi dan menabung sejak dini. Untuk menggambarkan bagaimana cara mencapai impian menjadi jutawan, laman CNBC melalui situs NerdWallet membuat bagan yang menunjukkan berapa banyak uang yang perlu Anda sisihkan setiap bulan demi mendapatkan $ 1 juta atau setara Rp 13,23 miliar pada saat Anda berusia 67 tahun.

BACA JUGA
10 Tips Berhemat yang Wajib Kamu Ketahui
5 Pelajaran Berharga dari Orang Terkaya di Dunia
Ingin Kaya di Usia Muda? Lakukan 5 Hal Ini
Bagan ini akan mengasumsikan Anda dengan memulai dengan investasi nol rupiah. Ini juga mengasumsikan hasil investasi tahunan yang rata-rata 6 persen.

Jumlah yang harus Anda hemat sangat bergantung pada seberapa awal Anda memulai. NerdWallet juga menyebutkan jumlah tabungan yang dibutuhkan untuk usia awal 23, 30, 35 dan 40 tahun.

Semakin cepat Anda mulai memasukkan uang untuk bekerja, semakin sedikit Anda harus menabung setiap bulannya, berkat kekuatan Bunga yang majemuk.

Di bawah ini disebutkan berapa banyak yang harus Anda hemat setiap bulannya ketika menabung di rentang usia berikut:

– 23 tahun: $ 415 atau Rp 5,49 juta (sekitar $ 14 atau setara Rp 185 ribuan per hari);

– 30 tahun: $ 651 atau Rp 8,13 jutaan (sekitar $ 21 atau setara Rp 278 ribu per hari);

– 35 tahun: $ 912 atau Rp 12,06 jutaan (sekitar $ 30 atau Rp 396 ribu per hari);

– 40 tahun: $ 1.300 atau Rp 17,19 juta (sekitar $ 42 atau Rp 555 ribuan per hari).

… LANGKAH PERTAMA: jadi lah ORANG BODOH YANG INGIN SELALU BELAJAR … investasi saham BUKAN PERMAINAN dan bukan PERMAINAN BIASA … investasi saham ITU AMAT SERIUS dan PERMAINAN KELAS TINGGI … permainan yang BUTUH KETRAMPILAN dan PENGETAHUAN tinggi … karena itu sebaiknya BELAJAR TERUS supaya EKSPEKTASI LABA BESAR BISA TERCAPAI MELALUI BERBAGAI STRATEGI … jika anda investor pemula maka anda harus menganggap diri anda seorang BODOH … tapi orang BODOH yang tidak mau BELAJAR sama dengan orang BODOH YANG CARI KEBANGKRUTAN TOTAL … nah BANYAK INVESTOR CERDAS dan CERMAT YANG BISA BERTAHAN BERTAHUN-TAHUN MAEN SAHAM BAHKAN TETAP UNTUNG :  http://sahambumi.wordpress.com/2009/06/28/neh-senior2-gw-2/

… LANGKAH PERTAMA: sebar lah risiko lewat serangkaian pengamanan aset … rumus umum seorang investor saham adalah mempunyai modal maksimum 20% dari aset total bergerak miliknya sendiri … namun jika merasa tidak cukup, anda bisa mencoba untuk meminjam modal dari pihak lain … untuk bagian ini, gw uda terlalu sering melakukan dari broker saham gw karena memang dimungkinkan (real margin ratio)  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/12/jual-beli-saham-sehari-hari-120410/… tapi tentu saja WAKTU PEMINJAMAN LEWAT SISTEM INI CUMA PENDEK SAJA (maksimum 3 hari sebelum akhirnya dipaksa dengan forced selling oleh broker jika peminjam tidak mengembalikan asetnya menjadi positif lage) … jika ingin tetap menggunakan dana yang lebih besar dari kocek anda sendiri, maka coba lah untuk berstrategi maen TIDAK LANGSUNG, yaitu melalui kerja profesional para manajer investasi yaitu dalam bentuk produk REKSA DANA SAHAM … sementara sisa aset yang tidak dimaenkan dalam saham bisa disimpan dalam bentuk tunai, tabungan, dan deposito guna kebutuhan sehari-hari dan bulanan serta tahunan … coba baca2 di blog gw ini :  http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/; cari untung sesaat juga bisa :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/cari-untung-sesaat/;  investasi reksa dana gw saat krisis :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/investasi-reksa-dana-di-indonesia-2008/ dan http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/
… risiko juga harus disebarkan lewat pemilihan saham … well ada sekira 400 saham di bursa efek Indonesia … secara umum biasanya investor MENYUKAI BLUE-CHIPS, yaitu saham2 berkapitalisasi RAKSASA dan bervolume transaksi BESAR, misalnya tlkm, asii, isat, bbca, bmri, bbri, bumi, dll … karena saham blue-chips mudah ditransaksikan sehingga tidak menghalangi PROSES PEMBENTUKAN LABA …
… di luar blue-chips ada yang disebut sebagai IPO, yaitu saham2 yang diperdagangkan pertama kalinya di bursa efek indonesia … saham2 ini punya ekspektasi RISIKO TINGGI dan IMBAL HASIL TINGGI … seperti bipi itu bisa melejit di atas 20% pada hari pertama penerbitan sahamnya di bei …
… saham2 bobo yang diindikasikan lewat data angka volume transaksi 0 (contoh lihat posting ini:

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/03/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-2-0-030110/ … jika volume transaksi harian zero selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, maka bisa saja satu ketika rumor ditiupkan demi menggerakkan transaksi saham tersebut … tapi tentu saja RISIKO DANA MENGANGGUR AKAN SANGAT MENGGANGGU INVESTOR BERMODAL CEKAK …
… jadi diversifikasi investasi saham bisa juga dengan mempunyai berbagai saham dalam koleksi anda … tujuan keberbagaian saham itu juga untuk MENGURANGI RISIKO dan MENINGKATKAN LABA BESAR … karena pergerakan setiap saham SELALU BERBEDA dari saham lainnya … pergerakan yang berbeda ini berimbas pada TINGKAT RISIKO dan TINGKAT IMBAL HASIL … bila modal anda cekak, maka pilih lah saham yang bervolume transaksi cukup besar dengan harga BELI YANG RELATIF MURAH, yaitu DI BAWAH 500 perak/saham … coba baca posting gw terbaru :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/19/diversifikasi-itu-penting-bo-180310/
… LANGKAH PERTAMA: sesuaikan profil elo dengan pola investasi … baca lage posting gw ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/14/gw-ngoceh2-neh-141009/ dan uji PROFIL elo:  https://transaksisaham.wordpress.com/pemalas-bodoh-ala-indon/

… LANGKAH PERTAMA: investasi terbaik ternyata adalah investasi BUNGA BERBUNGA, baca posting ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/03/gw-bobol-rahasia-investasi-edy-joenardi-030410/ dan https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/17/dasar-matematis-investasi-ala-edy-joenardi-170410/

reaction_1

… LANGKAH PERTAMA: konfirmasi atas pernyataan gw: JANGAN IKUT-IKUTAN … Rabu, 17 Maret 2010 | 08:49

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menilai pergerakan indeks harga saham gabungan saat ini semakin aktif dengan mencatatkan lebih dari 75% emiten yang ditransaksikan setiap harinya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, saat ini lebih dari 75% saham emiten yang ditransaksikan setiap hari. Artinya, lebih dari 334 saham ditransaksikan.         “Ini buat saya bagus. Makin banyak saham ditransaksikan. Bagus aktif. Jadi makin banyak yang ditransaksikan. Ini baik. Kalau dulu hanya setengahnya, sekarang lebih dari 75%,” ujarnya, Senin (31/7) malam.

Dia mengungkapkan, likuiditas juga masih bagus dengan pertumbuhan antara 20% hingga 24% dari tahun lalu. Sementara itu, value berada di atas Rp7,5 triliun dengan market cap antara Rp6.300 triliun hingga Rp6.400 triliun.

“Ini bagus. Jadi saya melihat aktivitas bagus, jumlah broker yang rugi berkurang,” ujarnya.

Kendati demikian, Tito menginginkan agar market cap pada tahun ini bisa menembus lebih dari Rp6.500 triliun. Oleh karena itu, dia optimistis dengan semakin banyaknya perusahaan yang listing, akan semakin meningkatkan market cap.

“Tapi dengan banyak yang listing, masih ada delapan yang queuing [antri], maka market cap kita bisa di atas Rp6.500 triliun akhir tahun ini,” katanya.

Pada perdagangan Selasa (1/8), IHSG melemah 0,61% ke level 5.805,2. Padahal, 3 hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG terus menguat.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Merdeka.com – ‘Hemat Pangkal Kaya’, mungkin itu adalah pepatah yang selalu diajarkan orang tua kepada anaknya sewaktu masih kecil. Uang jajan harus disisihkan untuk ditabung. Menyuruh anak menabung, para orang tua juga kerap mengajarkan pepatah ‘sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit’.

Di masa sekarang, sebagian orang masih percaya menyimpan uang, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, memilih barang-barang berharga miring setara dengan memperbanyak pundi-pundi uang.

Meski demikian, pemahaman ini tidak sepenuhnya benar. Menabung dan berhemat saja tidak akan pernah membuat seseorang menjadi kaya raya.

Berikut 4 alasan menabung dan berhemat seumur hidup tak akan buat Anda kaya seperti dikutip dari hipwee.

Merdeka.com – Menabung adalah hal yang berusaha ditanamkan oleh orang tua dan guru di sekolah semenjak kecil. Menabung seakan jadi jalan keluar bagi seluruh permasalahan keuangan. Jika seseorang menabung, maka dia akan aman dari berbagai masalah keuangan.

Padahal, ini tidak sepenuhnya benar. Saran untuk menabung dan menyisihkan uang hanya relevan bagi satu atau dua generasi sebelum sekarang. Pada masa dulu, orang menyisihkan uang setiap bulan dari pendapatan, kemudian digunakan sebagai uang pensiun.

Jika hal itu dilakukan sekarang maka nominal yang didapat tidak akan memadai dan tidak mencukupi kebutuhan hidup. Menyisihkan uang dari pendapatan dan menabung memang akan membuat punya uang tambahan, tapi tidak akan berpengaruh secara signifikan untuk kesejahteraan jangka panjang.

Merdeka.com – Depresiasi nilai uang terus terjadi setiap hari. Hal ini tidak lepas dari sejarah bagaimana Amerika Serikat mengubah standar nilai uang yang dianutnya.

Pada tahun 1971 Presiden AS Richard Nixon memutuskan bahwa AS akan keluar dari penggunaan standar emas. Amerika kemudian menganut sistem currency mengambang, yang mendasarkan nilai mata uangnya pada nilai kredit dan kepercayaan publik.

Mulai saat itu, nilai uang sudah tidak lagi stabil karena tidak dijamin oleh komoditas apapun. Naik dan turunnya nilai uang ditentukan oleh kondisi pasar dan stabil atau tidaknya nilai kredit suatu negara. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Amerika semata. Karena posisi USD sebagai mata uang internasional, secara otomatis seluruh negara juga mengikuti sistem mata uang mengambang.

Saat ini, nilai mata uang termasuk Rupiah naik-turun secara fluktuatif sesuai dengan tingkat inflasi, situasi, dan kepercayaan pasar. Sejumlah uang yang bisa mencukupi kebutuhan saat ini belum tentu bisa membeli barang yang sama dalam beberapa tahun mendatang.

Uang kini bermusuhan dengan waktu. Semakin lama menabung memang akan bertambah banyak, tapi nilai simpanan itu sendiri bisa jadi malah bertambah turun.

Merdeka.com – Depresiasi nilai uang terus terjadi setiap hari. Hal ini tidak lepas dari sejarah bagaimana Amerika Serikat mengubah standar nilai uang yang dianutnya.

Pada tahun 1971 Presiden AS Richard Nixon memutuskan bahwa AS akan keluar dari penggunaan standar emas. Amerika kemudian menganut sistem currency mengambang, yang mendasarkan nilai mata uangnya pada nilai kredit dan kepercayaan publik.

Mulai saat itu, nilai uang sudah tidak lagi stabil karena tidak dijamin oleh komoditas apapun. Naik dan turunnya nilai uang ditentukan oleh kondisi pasar dan stabil atau tidaknya nilai kredit suatu negara. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Amerika semata. Karena posisi USD sebagai mata uang internasional, secara otomatis seluruh negara juga mengikuti sistem mata uang mengambang.

Saat ini, nilai mata uang termasuk Rupiah naik-turun secara fluktuatif sesuai dengan tingkat inflasi, situasi, dan kepercayaan pasar. Sejumlah uang yang bisa mencukupi kebutuhan saat ini belum tentu bisa membeli barang yang sama dalam beberapa tahun mendatang.

Uang kini bermusuhan dengan waktu. Semakin lama menabung memang akan bertambah banyak, tapi nilai simpanan itu sendiri bisa jadi malah bertambah turun.

TIP BERTRANSAKSI SAHAM ONLINE

Investor Dituntut Lebih Mandiri

JAKARTA. Fasilitas online trading adalah salah satu produk instan di pasar modal. Waktu dan biaya terpangkas, investor pun merasa nyaman dengan transaksi yang praktis dan efisien.

Pengamat pasar modal Goei Siauw Hong mengatakan, fasilitas transaksi saham secara online sangat bermanfaat bagi investor muda yang terbiasa menggunakan teknologi informasi seperti internet. “Yang pasti, biayanya lebih murah, eksekusi kontrak pun lebih mudah karena tidak ada risiko delay ketika menggunakan perantara,” ujarnya.

Namun, fasilitas ini juga punya kelemahan. Kehadiran online trading meminimalkan pertimbangan investor dalam membuat keputusan investasi. Investor dituntut bertransaksi tanpa kehadiran “penasihat” dan berusaha mencari informasi dan riset terkait saham yang hendak dijual ataupun dibelinya.

Untung saja, kini sajian informasi sudah lengkap. Selain dari media cetak maupun elektronik, sekarang juga marak forum diskusi investor. Hanya, masalah tak lantas habis. Investor harus cermat memilih broker yang menyediakan fasilitas online trading, di tengah-tengah persaingan bisnis sekuritas.

“Perusahaan tersebut harus bisa diandalkan, dengan infrastruktur dan organisasi yang lengkap,” ujar Hendra Julius S. Martono, VP Business Development Kim Eng Securities. Tak hanya itu, pilihlah perusahaan sekuritas yang punya tim analis yang lengkap. Sehingga, Anda tinggal melihat riset yang tersedia di broker sebelum bertransaksi.

Goei menyarankan agar investor memilih perusahaan sekuritas yang telah memiliki direktur kepatuhan sendiri. Kalau perlu, cari tahu reputasi pemilik perusahaan tersebut, agar Anda semakin yakin mempercayakan uang di perusahaan sekuritas itu. Selanjutnya, pilih sekuritas yang mematok biaya rendah.

Tetapi, transaksi saham secara online bakal lebih nyaman lagi apabila payung hukumnya sudah jelas. Makanya, Goei berharap otoritas pasar modal segera menuntaskan peraturan mengenai online trading.

Avanty Nurdiana, Ade Jun Firdaus
kontan
… OK GITU DULU, NANTE GW SAMBUNG LAGE (kaya guru aja :P)

okezone: SAHAM merupakan jenis investasi yang high risk dan high return. Skala perbandingan risiko baik untuk kerugian dan keuntungannya tidak lah jauh berbeda. Selain itu, tendensi turun dan naiknya nilai saham bisa berubah tidak lagi dalam hitungan hari bahkan bisa dalam hitungan jam. Akan tetapi godaan terhadap iming-iming keuntungan yang bisa diberikan dalam bermain saham, terkadang membuat orang banyak yang kurang berhati-hati dan akhirnya gagal dalam berinvestasi saham.

Pelaku di jenis investasi ini ada yang bertipe trader ada yang memang murni investor. Bedanya terletak pada saham yang dia miliki apakah mau dalam jangka panjang atau jangka pendek. Seorang trader cenderung transaksi dalam jangka pendek sedangkan jika disimpan dalam jangka panjang, berarti dia tipe investor.

Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, ada baiknya belajar dari kesalahan investor sebelumnya. Berikut ini tujuh kesalahan besar investor saham yang perlu Anda hindari:

1. Tidak Paham atau Tidak Peduli Sisi Fundamental

Fundamental perusahaan seharusnya menjadi analisa mendasar dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah saham. Sayangnya banyak investor lebih suka melihat tren sesaat dalam analisa teknikal. Hasrat ingin menghasilkan profit cepat di pasar modal, membuat investor saham cenderung mengabaikan fundamental perusahaan.

Padahal laba rugi perusahaan yang menjadi pemicu harga saham sangat tergantung fundamental perusahaan. Anda bisa bayangkan risiko yang mengancam investor jika sisi fundamental diabaikan.

2. Terjebak Saham Murah, Padahal Tidak Potensial

Sudah menjadi hukum bisnis, seorang investor ingin mendapatkan harga murah dan menjual saat harga tinggi. Tidak terkecuali di dunia saham. Sayangnya, banyak investor pemula salah memahami strategi investasi ini dengan mengambil saham dengan harga murah namun sejatinya memang saham tersebut berasal dari perusahaan yang tidak bagus.

Hal yang mendorong investor pemula membeli saham dengan harga murah adalah karena keterbatasan modal. Banyak investor pemula membeli banyak saham recehan dengan harapan dapat untung banyak, padahal aksi investasi seperti ini justru cenderung merugikan.

Return investasi Anda tidak bergantung pada berapa banyak jumlah lembar saham yang Anda pegang, melainkan dari masa depan perusahaan yang sahamnya ada di tangan Anda. Peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan bisa didapatkan apabila Anda membeli sedikit saham unggul ketimbang membeli ribuan saham recehan.

3. Terjebak Transaksi Jangka Pendek (Short Selling) yang Berisiko

Transaksi jangka pendek (short selling) memang menggiurkan. Anda bisa bayangkan jika punya modal besar hanya dalam beberapa menit saja bisa meraup keuntungan jutaan rupiah dengan sistem seperti ini.

Namun sejatinya, transaksi seperti ini sangat menguras waktu, energi dan emosi. Di luar itu, risiko yang mengancam juga relatif besar. Harga yang berfluktuasi dengan cepat menuntut kemampuan investor saham yang berpengalaman dan bisa mengontrol emosi untuk melakukan transaksi pada saat yang tepat. Meraih profit dalam waktu singkat dengan model transaksi seperti sangat berisiko.

Untuk hasil maksimal, pasar saham hampir selalu menghasilkan return prositif dalam jangka panjang, yaitu di kisaran tiga tahun atau lebih.

4. Tidak Peduli Portofolio

Ada kejadian investor yang membeli suatu perusahaan, dan sengaja membiarkannya dalam jangka panjang dan setelah beberapa tahun kemudian perusahaan itu sudah besar dan sahamnya profit. Sekilas investasi seperti ini menguntungkan, namun sejatinya bukan suatu cara berinvestasi yang bagus.

Berapapun portofolio saham yang Anda miliki, Anda harus memonitor secara berkala. Tujuannya adalah agar jika saham perusahaan yang Anda miliki semakin bagus kinerjanya, maka Anda bisa menambah portofolio sehingga potensi keuntungan semakin baik dan jika sahamnya turun Anda tidak terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya.

5. Terlalu Takut Rugi

Terlalu berani dan terlalu takut rugi dalam investasi saham sama berbahayanya. Salah satu kebiasaan investor saham yang keliru adalah gemar mencairkan profit kecil-kecilan, tetapi mereka seringkali enggan untuk menanggung rugi dengan cut loss pada saham-saham yang sedang “tenggelam”.

Celakanya lagi saat harga saham turun drastis, investor tersebut tetap saja terus memegang saham yang sedang jatuh itu tanpa mempedulikan fundamentalnya dengan harapan bahwa harganya akan kembali naik. Tindakan seperti ini justru semakin membuat investor rugi semakin besar.

6. Salah masuk pasar

Pasar saham sangat sensitif terhadap kondisi di luar yang dimasukkan oleh media, bisa saja naik ataupun turun drastis. Seringkali kepanikan pasar melahirkan harga saham yang over priced atau underpriced. Idealnya, harga saham harus proporsional dengan total kapital dan prospek pendapatan sebuah perusahaan.

Aksi ikut-ikutan beli saham saat kondisi pasar bullish, membuat investor terjebak membeli saham-saham yang over priced. Seringkali investor tersebut terlewat optimistis dan mengharapkan harga terus menanjak. Sebaliknya, di pasar bearish, investor berubah pesimistis dan berusaha menjual saham justru di saat-saat mereka seharusnya berusaha membeli.

Investor saham yang sukses selalu mendasarkan investasinya pada nilai intrinsik saham dan mengejar saham-saham yang murah dengan basis itu. Mereka akan membeli saham perusahaan dengan fundamental kuat saat harganya di pasar turun, lalu baru menjualnya saat harga lebih tinggi. Kuncinya, jangan mengambil keputusan ekstrim saat kondisi pasar sedang bullish (sangat fluktuatif)

7. Salah Ikut Tips Saham dari Sumber yang Tidak Jelas

Teknologi memudahkan kita dalam berkomunikasi, salah satunya dalam berbagi tips jual beli saham. Namun sayangnya, tidak semua tips berasal dari sumber yang terpercaya. Lagi pula, dalam investasi tidak bisa diprediksi 100% bisa sukses atau gagal. Pahami juga bahwa nama besar saja tidak menjamin masa depan suatu perusahaan.

Investor saham yang baik memiliki kestabilan emosi yang baik pula sehingga tidak mudah menerima tip maupun saran dari sumber yang tidak jelas dan tanpa dianalisa terlebih dahulu.

(dnb)

reaction_1

 

TREN TURUN … 150110_120815_ maen saham @warteg JO 3 Mei 2017

Filed under: Investasi Umum,Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:13 am

pasar PANIK 070815 ketidakpastian THE FED FUND RATE

strategi sederhana gw, beneran sederhana, MENJAGA SAHAM saat KRISIS

 

strategi sederhana gw, beneran sederhana, MENJAGA SAHAM saat KRISIS

catatan inves_trad ala warteg saham jo

ILUSTRASI FLDTT saham myor

catatan (lanjutan) inves_trad ala warteg saham jo

 

Inilah Rekomendasi Konyol di Bursa

Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Selasa, 4 Februari 2014 | 14:51 WIB

INILAH.COM, New York – Dalam dunia investasi di pasar keuangan dan pasar modal, dana kita tidak selalu mendatangkan untung. Tetapi bisa rugi dan stagnan.

Jadi investor harus mencermati rekomendasi sebelum memutuskan berinvestasi. Apalagi ada beberapa rekomendasi yang konyol dan menyesatkan investor. Apa sajakah itu?

Michael Sincere, analis investasi jangka panjang memiliki beberapa rekomendasi yang konyol seperti mengutip marketwatch.com. Berikut ulasannya:

-Indeks Selalu Naik
Padahal tidak selalu terjadi indeks mengalami kenaikan. Sebab saat suatu saham di kawasan tertentu naik maka ada yang mengalami penurunan.

Sebab pelemahan suatu saham merupakan siklus pasar. Jadi pelemahan tidak harus ditakuti atau diabaikan. Apabila saham atau indeks selalu naik maka akan bahaya dan tidak realistis.

-Investor Ritel Picu Indeks Jatuh
Saat indeks S&P jatuh 2,2% atau indeks serta saham turun, analis selalu ingin mencari kesalahan. Investor kecil atau investor ritel disalahkan karena tidak dapat menggerakkan indeks atau saham. Padahal investor kecil biasanya paling terakhir keluar dari indeks.

Saat tren indeks mengalami pelemahan maka investor besar atau institusi bergegas keluar.

-Saham Anda akan Balik Lagi
Jika saham Anda turun maka Anda harus membeli lebih banyak lagi. Jika saham Anda sedang naik maka harus membeli dalam jumlah banyak. Sebab akan kehilangan momentum bagus.Jika Anda berinvestasi secara ritel, maka harus abaikan saran konyol ini. Strategi yang baik adalah menjual saham setelah mereka menurun 7-8 persen.

-Saham Anda akan Balik Lagi
Jika saham Anda turun maka Anda harus membeli lebih banyak lagi. Jika saham Anda sedang naik maka harus membeli dalam jumlah banyak. Sebab akan kehilangan momentum bagus.

Jika Anda berinvestasi secara ritel, maka harus abaikan saran konyol ini. Strategi yang baik adalah menjual saham setelah mereka menurun 7-8 persen.

…. gw jelas pake prinsip INVESTASI itu JANGKA PANJANG, maka wajib berhati-hati, wajib PELAJARI emiten / saham dalam jangka waktu yang bervariasi 1 bulan s/d 4 taon (itu yang gw lakukan), baru lah gw melakukan FLDTT dalam berinvestasi jangka panjang … menurut gw INI CARA YANG TIDAK KONYOL SAMA SEKALE, karena uda terbukti 🙂

-Beli Saat Dip (saat anjlok)
Membeli pada saat dip dapat dilakukan saat saham atau indeks menguat. Tetapi jika membeli dip selama melemah atau bearish maka Ada akan dibantai. Lebih buruk lagi beberapa orang membeli pada dip semenara mereka berada di posisi yang melemah.

Tetapi yang benar, jangan pernah membeli saham tambahan saat saham turun terutama jika masih akan turun. Penurunan saham karena suatu alasan.

Sayangnya, membeli pada dip sering terulang. Baru-baru ini beberapa komentator menyarankan investor ritel unutk membeli di bursa pasar negara berkembang. Ini Konyol. Sebab bursa di pasar negara berkembang bisa tidak pulih lagi dalam waktu dekat.

Jadi saran membeli saham saat melemah adalah rekomendasi yang berbahaya, terutama di saham dan bursa yang rawan. Karena sebaiknya membeli saham saat sudah mengalami penurunan dan mulai memantul ke atas.

-Beli Saham Bisa Jadi Kaya Mendadak
Tidak ada buku yang lebih konyol dari buku yang menuliskan menjadi kaya di pasar saham. Mungkin bisa mengalami keuntungan, membangun kekayaan. Itu adalah trik supaya bukunya laris terjual.

Investasi saham tidak akan kaya terutama jika memulai dalam jumlah dana yang sedikit. Saat bursa saham menguat maka buku tersebut akan laris.

Beli di Harga Rendah dan Jual di Harga Tinggi
Pada awal ada pasar saham sudah ada saran membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Saran klise ini telah menyebabkan investor kehilangan dananya di pasar. Istilah harga murah dan harga tinggi sulit unutk didefinisikan. Sebab tidak ada yang tahu harga rendah dan harga tinggi sampai suatu saham menyentuh level tertentu.

Padahal sebaiknya, belilah saham yang berada di tren kenaikan. Juallah saham saat pasar atau indeks dalam bahaya. Investor sukses, Bernard Baruch menegaskan jangan mencoba membeli di harga rendah dan menjual di harga atas. Ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan pembohong.

Dalam buku Memahami Saham atau Understanding Stocks karya Michael Sincere dalam memilih saham memerlukan indikator dan analisa untuk menentukan saham dalam tren melemah atau tren turun.
… well, gw MASEH BISA TER$ENYUM seh pake CARA FLDTT neh :
tren FLDTT warteg pascaeuforia 2013_291113

… bukti TREN HARGA SAHAM @warteg gw yang AMBRUK:
tren FLDTT warteg pascaeuforia 2013_291113 tabel

LES MAEN SAHAM SEDERHANA BERLABA TRANSAKSI HARIAN WARUNG TEGAR SAHAM gw

… neh gw LANGSUNG KASI STRATEGI (cara) gw MEMAENKAN SAHAM ENRG DEMI LABA:  http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/09/05/laba-enrg-bisaaaaaaaaaaaaa/ … well, semoga bermanfaat 🙂
http://www.pojoksaham.com/analisa-teknikal.html : ini dari situs tetangga BARU yang MENGAKU PALING DEPAN SOAL ANALISIS SAHAM … well, TERNYATA STRATEGI TRADING SANGAT MUDAH DAN “PEANUTS”, yaitu KABUR JAUH2 SAAT TREN SAHAM BEARISH/DOWNTREND/TURUN (ini tulisan di situsnya:  Kalau kami, sudah kabur begitu melihat chart seperti ini.  Saham downtrend seperti ini tidak layak berada di portofolio Anda.)

… well, gw mah BERBEDA SEKALE … tapi semua UP2U lah … gw punya cara tersendiri yaitu FOKUS LABA DALAM TREN TURUN, liat di link ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/01/fokus-laba-dalam-tren-turun-4-010110/

… CARA PENGECUT DARI SITUS TETANGGA ADALAH RASIONAL DAN BAIK … tapi CUT LOSS DOANK CARA KELUARNYA, itu berarti RUGI TANPA BISA MERAIH LABA SAMA SEKALI DI SAHAM YANG PALING DIKENAL INVESTOR tersebut …
… sementara CARA FOKUS LABA DALAM TREN TURUN TAMPAK SEPINTAS TIDAK RASIONAL DAN KURANG CANTIK … PADAHAL MENURUT ITUNG-ITUNGAN GW, CARA INI RASIONAL KARENA MUNGKIN TERJADI LABA DALAM PROSES KESELURUHANNYA … CARA FLDTT PUNYA BEBERAPA CIRI (mungkin juga sebagai KEKUATAN) yaitu TETAP BERSAMA SAHAM YANG PALING DIKENAL (BISNIS ADALAH JANGKA PANJANG sebagai CARA CERDAS dalam BERINVESTASI, liat : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/investor-inves-di-bei-jauh-lebe-banyak-jumlahnya-191209/ … ALASAN GW JUGA DIPERKUAT oleh FAKTA BAHWA TIDAK ADA TREN YANG ABADI … apalagi di SAHAM DAN BISNIS YANG PUNYA FUNDAMENTAL JANGKA PANJANG MASEH SEHAT … JADI TREN TURUN SELALU DISERTAI REBOUND/MANTUL NAEK JUGA, itulah SAAT UNTUK TRADING JUAL DAN RAIH LABA …  tapi UP2U LAH, KARENA CARA FLDTT ADALAH HARUS PUNYA PEMAHAMAN YANG LUAS, BAIK ITU FUNDAMENTAL GLOBAL, MAKRO, DAN BISNIS yang bersangkutan, ANALISIS TEKNIKAL, dan STRATEGI TRADING jangka PENDEK, MENENGAH, DAN PANJANG …

… fakta tambahan adalah GW PUNYA STRATEGI CONTRARIAN SAAT INVES REKSA DANA, semua jenis produk reksa dana TERUTAMA SAHAM, boleh liat2 di link ini :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/contrarian-strategy/ dan TERUTAMA BACA POSTING INI:  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/cari-untung-sesaat/ bagian posting dengan judul CUS (cari untung sesaat ala reksa dana gw)

… fakta laen, gw pada 2009 maen saham bumi JUSTRU LABA SAAT TREN KOREKSI  DI SAHAM BUMI :  http://sahambumi.wordpress.com/2009/07/03/bearish-di-mana-mana-gw-nekat-dah/ yaitu jual di 1790 dan 1780 dengan harga jual rata2: 1785;  sementara beli di 1770 dan 1790, dengan harga beli rata2: 1780, berarti gw untung=1785-1780 … lalu baca posting ini : http://sahambumi.wordpress.com/2009/05/15/contrarian-works-beautifully-nice-job-gw-he3/

BUKTI FLDTT @ warteg saham OT B: keberhasilan strategi penurunan rerata harga BELI saham WIKA n KIJA dengan FLDTT

 

cuma bwat yang pintar : short selling … : 211009_030915 3 April 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:01 am

Apa itu short selling, yang sempat membuat pasar heboh ketika harga saham turun drastis pada penghujung 2008 lalu? Untuk pelaku pasar saham, istilah itu sudah tidak asing lagi.

Tapi bagi para investor baru, ada baiknya untuk mengetahui apa sih short selling itu? Pada dasarnya transaksi short sell merupakan transaksi yang cukup unik. Disebut unik karena transaksi ini memiliki karakter khusus yakni pelaku short sell menjual saham dulu baru kemudian membeli, pelaku short sell menjual saham yang bukan miliknya, dan pelaku short sell akan meraih untung justru apabila harga saham turun.

Liputan6.com, Jakarta – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan sejumlah saham dalam daftar efek marjin dan short sell untuk April 2017.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/4/2017), ada 9 saham baru yang masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek (secara marjin).

Saham-saham itu antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Tanah Laut Tbk (INDX).

Selain itu, PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI), PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

Selain itu, ada 6 saham baru yang masuk dalam daftar efek dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek yang mengakibatkan posisi short (shortsell).

Saham-saham baru yang masuk ke dalam efek shortsell antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Bintang Oto Global Tbk, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), PT Mas Murni Indonesia Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

BEI mencatat ada 11 saham yang keluar dari daftar efek marjin dan 8 saham yang keluar dari daftar efek shortsell. Saham yang keluar dari daftar efek marjin antara lain PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indospring Tbk (INDS), PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE).

Selain itu, ada saham PT Eureka Prima Tbk (LCGP), PT Nirwana Development Tbk (NIRO), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Semen Baturaha Tbk (SMBR), dan PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO).

Sedangkan saham yang keluar dari daftar efek shortsell adalah BRMS, PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), JTPE,LCGP, NIRO, PYFA, dan PT Tipone Mobile Indonesia Tbk (TELE).

Bagi anggota bursa efek yang memiliki nilai Modal kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Rp 250 miliar atau lebih dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 183 saham. Sedangkan anggota bursa efek yang memiliki nilai MKBD kurang dari Rp 250 miliar dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 45 saham sedangkan shortsell sekitar 140 saham.

Untuk daftar efek yang memenuhi kriteria dijadikan sebagai jaminan pembayaran atas transaksi marjin dan transaksi shortsell antara lain memenuhi persyaratan menjadi efek marjin dan surat berharga negara (SBN), obligasi korporasi yang diterbitkan di Indonesia, tercatat di bursa, dan sekurang-kurangnya memiliki rating A+ atau yang setara. Ada pun daftar efek itu mulai berlaku 3 April 2017.

ezgif.com-resize

INILAHCOM, Jakarta – Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melarang melakukan short selling mendapat respon positif dari broker.

Group Managing Direktur PT Reliance Capital Market, Jurgan Usman mengatakan peraturan tersebut demi menjaga indeks tidak turun lebih dalam yang berdampak negatif. “Short selling secara peraturan enggak boleh tapi di luar negeri boleh, ” ujar dia di Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Bagi dia emerging market termasuk Indonesia short selling kurang tepat mengingat kondisi masih bergejolak. Apalagi Yuan sudah didevaluasi dan pasar masih menunggu The Fed menjalankan aksi kenaikan suku bunga. “Buat market,negara berkembang belum secure, ” katanya.

Ia menilai langkah BEI yang akan menindak broker yang kedapatan melaksanakan short selling. Sanksi yang dipakai sampai suspensi. “Short selling diancam sama bursa. Tapi suatu saat boleh untuk memperbesar transaksi, ” katanya. [jin]
– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2234797/belum-saatnya-pasar-indonesia-short-selling#sthash.yT4aFDZE.dpuf

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyalakan lampu hijau untuk transaksi short sell, transaksi ini sebenarnya sudah banyak dilakukan pelaku pasar secara diam-diam. Dengan menerapkan sistem netting, investor memang sangat dimungkinkan untuk melakukan short sell. Hanya saja ruang geraknya sangat terbatas. Short seller -pelaku short sell- harus melakukan buy back hari itu juga untuk saham yang sama dengan volume yang sama. Praktis, jika saham yang dijual harganya naik berarti short seller akan menderita rugi.

Ilustrasinya begini: Jika investor X melakukan transaksi short sell dengan menjual saham XYZ pada harga Rp6.600 sebanyak 20 lot, maka dengan pola penyelesaian secara netting, ia harus membeli lagi saham XYZ sebanyak 20 lot sehingga tidak ada selisih antara volume jual dengan volume beli. Jika harga XYZ turun dan X bisa membeli di bawah harga Rp6.600 maka ia akan mendapatkan untung. Sebaliknya jika XYZ naik dan X terpaksa harus membeli hari itu juga pada harga di atas Rp6.600, maka X akan menderita kerugian.

Inilah bahaya transaksi short. Jika pelaku short salah memprediksi arah pasar maka hampir pasti ia akan menderita kerugian. Karena itu, seorang short seller dituntut memiliki kemampuan yang tinggi dalam membaca arah pasar. Dengan memperhatikan informasi yang berkembang – baik indikator ekonomi makro maupun fundamental perusahaan seta sentimen pasar yang terbentuk – seorang short seller akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi short atau tidak. Keputusan jual dan belipun harus dilakukan secara cepat. Transaksi ini termasuk jenis transaksi berisiko sehingga tidak sembarang investor mampu dan berani melakukannya.

Transaksi short sell sempat dilarang ketika pasar sedang mendapat tekanan berat akibat krisis keuangan global pada Oktober hingga Desember 2008. Kini transaksi short sell telah diperbolehkan kembali pada saham-saham tertentu yang sudah ditetapkan oleh otoritas. Dengan dinyalakannya lampu hijau untuk transaksi short sell, kalangan short seller tidak perlu buru-buru harus buy back saham hari itu juga. Sebab, ada mekanisme pinjam meminjam saham (lending end borrowing) yang akan dimainkan oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (APEI).

Dengan pola ini investor bisa lebih leluasa melakukan transaksi short sell. Jika investor tidak bisa melakukan buy back pada hari yang sama, maka ia bisa menunggu hari berikutnya. Hanya saja, selama saham belum dibeli si investor akan dikenai kewajiban semacam bunga pinjaman. Nilainya bervariasi antara perusahaan broker yang satu dengan lainnya. Kisarannya antara 15 persen hingga 18 persen setahun.

Untuk bisa memenangkan transaksi short dibutuhkan kemampuan khusus. Transaksi short selling tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan felling semata. Alat bantu yang lebih banyak digunakan adalah teknikal analisis. Saham yang dibolehkan ditransaksikan secara short adalah saham-saham favorit dan likuid. (Tim BEI)(//rhs)

2015201520152015201520152015sssssssssssssssssssssss201520152015201520152015

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam menghentikan operasional sejumlah broker yang terbukti melanggar aturan transaksi short selling. BEI tengah memeriksa enam anggota bursa (AB) yang terindikasi melakukan pelanggaran.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, satu broker terbukti tak melanggar. Pasalnya, investor yang bersangkutan memiliki rekening yang sahamnya tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tetapi, lima broker lagi masih diperiksa intensif. Mayoritas broker asing yang tak punya izin transaksi margin dan short selling.  Jika broker itu terbukti melanggar, BEI akan menjatuhkan sanksi terberat. “Kami akan stop (operasional dan izin) mereka,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Di kalangan pelaku pasar modal, sendiri telah beredar nama broker-broker yang diduga terindikasi melakukan short sellingilegal. Tetapi, manajemen BEI enggan mengonfirmasi terkait nama-nama itu. “Tidak bisa kami sebutkan,” ujar Hamdi, Kamis (27/8/2015).

Sementara itu Mandiri Sekuritas menegaskan pihaknya tidak melakukan short selling. “Kami memastikan Mandiri Sekuritas tidak menyelenggarakan fasilitas short selling. Sehingga secara sistem dan kebijakan, transaksi tersebut tidak dapat dilakukan,” jelas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto.

Short selling adalah transaksi penjualan efek, tapi efek itu tak dimiliki penjual saat transaksi. Penjual memasang posisi jual pada transaksi awal dengan harapan harga turun. Ketika harga turun, ia mengambil saham itu dengan selisih untung. Hal ini ditengarai membuat IHSG semakin jeblok beberapa hari lalu. Maklum, yang ditransaksikan adalah saham likuid berkapitalisasi besar alias blue chip.  (Amailia Putri Hasniawati, Dina Farisah)

 

 

emang ada rumor yang bener :P … 200110_150616 14 Juni 2016

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 4:47 pm

 

reaction_1LINK k posting gw JUGA @ RUMOR:

HUKUM RUMOR SAHAM neh

RUMOR NEGATIF apa imbasnya

RUMOR POSITIF apa imbasNYA

valentineEVERYsmall

rumor: harga saham BUMI mo digoreng s/d Rp700,- per saham dari Rp 76,- (Juni 2016)

Arman Boy
Associate Analyst Vibiz Research Centre
Mengukur Hubungan Volume Dengan Rumor ; Apakah Rumor Hanya Untuk Menggoreng Saham?Selasa, 12 Januari 2010 16:24 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Mungkin kita semua sudah tahu bahwa penggerak utama pergerakan harga saham di bursa adalah volume serta rumor yang beredar. Volume berhubungan dengan besarnya permintaan dan penawaran dari pasar. Sedangkan rumor berhubungan dengan sentimen atau ekspektasi positif atau negatif terhadap kondisi ekonomi makro, industri, atau perusahaan khususnya.

Dalam kasus yang pernah terjadi di BEI, biasanya ada 2 macam hubungan antara volume perdagangan dengan rumor. Yang pertama adalah: kasus dimana volume perdagangan yang sangat besar yang disertai dengan rumor di bursa. Sedangkan kasus kedua adalah : volume perdagangan besar yang tidak disertai dengan rumor. Untuk lebih jelas lagi, kita akan melihat contoh dari masing – masing kasus tersebut dibawah ini.

Volume Besar Disertai Dengan Rumor.

Grafik Harga Saham DOID Sepanjang 2009

Contoh kasus dapat kita lihat dari pergerakan saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) pada tahun 2009. Pada bulan Juni 2009, mulai beredar rumor bahwa perusahaan akan mengakusisi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma). Seiring dengan beredarnya rumor tersebut, volume perdagangan terhadap saham ini mulai meningkat, dan harga juga terkerek drastis ke atas.

Pada pertengahan bulan Juli ke Agustus, saham DOID terkerek sampai 50,89% dari Rp 1.120 per saham pada 19 Juli 2009 menjadi Rp 1.690 per saham pada 20 Agustus 2009. Hal tersebut juga disertai dengan volume transaksi harian yang sangat besar.

Bahkan harga saham sempat menyentuh level 2000 pada akhir Agustus 2009. Setelah adanya kepastian akan akuisisi dan sumber pendanaannya, harga saham kemudian perlahan-lahan terkoreksi hingga perdagangan hari(07/01/2010) di level Rp 1660. Northstar Tambang Persada Pte Ltd menghabiskan dana USD350 juta untuk membeli 40,05 persen saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Transaksi sendiri dilakukan pada 6 November 2009. Jadi untuk kasus ini, kita bisa simpulkan bahwa volume besar yang disertai rumor mampu menggerakkan harga saham dengan kuat.

Volume Besar yang Tidak Disertai Rumor


Grafik Harga Saham KARK Agustus 2009 – Desember 2009

Pada kasus tertentu, tidak semua volume yang besar pada perdagangan saham disertai dengan rumor pasar. Hal tersebut seperti yang terjadi pada saham PT Dayaindo Resources Tbk (KARK).

Pada perdagangan tanggal 1 Oktober 2009, saham dibuka pada harga Rp 81. Kemudian mengalami kenaikan saham selama 3 hari berturut-turut hingga mencapai Rp 173 atau naik lebih dari 100%. Kenaikan ini disertai oleh volume yang membesar tiba-tiba. Pada hari berikutnya, harga saham masih dikerek ke Rp 181 pada sesi pagi hari. Kemudian saham tiba-tiba dilepas pada sesi ke dua hingga harga penutupan berada pada Rp 121. Harga terus tergelincir ke level Rp 109 pada tanggal 13 September 2009.

Ini adalah tanda-tanda saham yang sedang digoreng. Saham yang biasanya tidur, langsung bergerak dengan aktif tanpa ada rumor. Saham gorengan ini biasanya adalah saham yang berharga recehan sehingga dana yang dibutuhkan oleh bandar tidak terlalu besar. Namun terkadang saham digoreng juga disertai dengan rumor yang terlebih dahulu dihembuskan ke pasar.

Kesimpulan

Akhirnya mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita, bagaimanakah caranya membedakan rumor yang benar atau rumor yang hanya sekedar membantu untuk menggoreng? Pertanyaan ini mungkin agak susah untuk dijawab. Tetapi berdasarkan pengalaman, kita bisa mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Saham yang murni digoreng, biasanya bernilai dibawah Rp 500. Kemudian periode kenaikan saham yang digoreng itu biasanya lebih singkat. Mungkin hanya dalam sekitar 2 atau 3 hari sebelum kemudian harga dibanting lagi ke bawah. Sedangkan saham yang rumornya tidak bertujuan untuk menggoreng, periode kenaikan biasanya lebih panjang. Mungkin bisa sampai sebulan atau lebih. Jadi dapat kita simpulkan bahwa rumor itu tidak selalu bertujuan untuk menggoreng saham. Tetapi dengan catatan bahwa rumor tersebut adalah benar.

Tetapi kembali kepada prinsip dasar dari investasi, “high risk, high return”. Saham gorengan itu memang menjanjikan capital gain yang tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi, potensi untuk loss juga sangat besar jika anda terlambat menjual saham gorengan tersebut. Bandar akan tertawa puas, anda hanya bisa menangis meratapi nasib. Apakah nyali anda cukup kuat untuk mencoba saham gorengan?

… ini posting gw sendiri :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ soal hukum rumor bursa

(Arman Boy/AB/vbn)

dollar small

JAKARTA neraca – Turun dan naiknya laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkadang berada di luar prediksi, menjadi risiko tersendiri berinvestasi saham di pasar modal.

Oleh karena itu, berinvestasi di pasar modal perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam setiap transaksinya, baik itu jual ataupun beli. Hal ini dilakukan untuk menekan kerugian lebih besar lagi.

Namun demikian, bergerak fluktuatifnya IHSG menjadi gambaran hidupnya transaksi dari likuiditas pasar modal dalam negeri. Hanya saja, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Nicky Hogan menegaskan, tidak ada yang bisa meramal secara pasti pergerakan harga saham di pasar modal.

Sehingga, tidak bisa dipastikan kapan saham tersebut akan naik atau turun.”Sejarahnya tidak ada seorang pun yang bisa memperkirakan secara pasti pergerakan harga saham. Tidak ada yang tahu besok, bulan depan ataupu tahun depan,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, investor hanya bisa memperkirakan kinerja perusahaan terbuka atau emiten, meski bukan harga sahamnya. Apalagi, emiten sering merilis proyeksi kinerja hingga beberapa tahun ke depan. “Tapi perusahaan kinerja 5-10 tahun ke depan bisa dilakukan. Tentunya manajemen juga lakukan proyeksi,” tuturnya.

Nicky menambahkan, dalam berinvestasi tidak cocok dilihat dalam jangka waktu pendek apalagi harian. Namun, tidak dipungkiri ada beberapa investor yang bertindak seperti itu. “Kalau investasi tak valid lihat harga harian, tak lihat beli hari ini, jual hari ini atau minggu depan meski ada yang senang, namanya spekulasi,”tuturnya.

Terlepas soal plus dan minusnya menjadi investor jangka pendek di pasar modal, kata Nicky, berinvestasi di pasar modal mampu menyelamatkan aset dari inflasi yang terus membengkak. Tercatat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir rata-rata inflasi di tanah air mencapai 5,6 persen, sehingga publik yang tidak berinvestasi di pasar modal telah mengalami penyusutan aset akibat tren kenaikan indeks harga konsumen (IHK).

Kata Nicky Hogan, institusi maupun personal yang tidak melakukan investasi di pasar modal dipastikan akan mengalami penyusutan aset akibat laju inflasi. Maka dengan demikian, publik yang tidak menempatkan dana di pasar modal, asetnya mengalami kemerosotan sebesar 5,6 persen per tahun. “Berarti selama sepuluh tahun terakhir dimiskinkan 5,6 persen oleh inflasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, salah satu cara yang mampu menyelamatkan asset dari inflasi adalah investasi di pasar modal, baik di reksa dana maupun saham. Apalagi selama sepuluh tahun terakhir, return dari investasi di pasar modal mencapai 16,9 persen per tahun. Sehingga, keuntungan berinvestasi jauh lebih besar dari tren kenaikan inflasi.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher mengatakan, memulai investasi tidak perlu modal besar lagi. Karena, hanya dengan uang Rp100 ribu sudah bisa menjadi investor pasar modal, sehingga siapa pun termasuk mahasiswa bisa melakukannya.

(mrt)

 

Pengungkit 20 Februari 2016

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:35 am
 

SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk … 060910_270915 26 September 2015

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:15 am


… kalo mo tau dan maenin saham goreng2an, ini contoh yang boleh dipake … artinya satu hari ketika saham2 ini ditransaksikan lage, maka pergerakan harga akan mengikuti RUMOR … walau pun HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs … catatan: TGL YANG TERCANTUM DI BELAKANG HARGA ADALAH TANGGAL TERAKHIR TERJADI TRANSAKSI ATAS SAHAM YBS …. maseh banyak saham bobo dan gorenk2an laen, silakan cek di yahoo finance : http://finance.yahoo.com/q/cp?s=^JKSEα=C

HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs

… supaya YAKIN, KARENA BUKAN GW DOANK YANG NGOCEH2 SOAL GORENGAN YANG LAZIM DAN JAMAK DILAKUKAN DI BURSA : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/30/semacam-whistleblowing-neh-301209/

  Oleh Ryan Filbert
                                                  @RyanFilbert

KOMPAS.com
– Bila keuntungan sebuah perusahaan mencatatkan kenaikan keuntungan, apakah sahamnya serta-merta memiliki nilai yang sama baiknya dengan kinerja perusahaannya?

Jawabannya adalah tidak selalu. Bila ada perusahaan berkinerja baik dan memuaskan namun harga sahamnya tidak sebaik kinerja perusahaannya maka dalam analisa saham sering dikenal dengan saham yang undervalued.

Mengapa undervalued? Karena harga sahamnya tidak sesuai, alias kemurahan dibandingkan kinerja perusahaan yang meningkat dan baik. Itulah yang dikenal sebagai value investing, membeli saham seperti Warren Buffett, investor kelas dunia.

Namun kini, pernyataan dan pertanyaannya ingin saya balik. Apabila ada saham sebuah perusahaan yang sangat menguntungkan, yakni dalam 4 bulan membuat semua pemegang sahamnya mendapat durian runtuh, untung 100 persen, namun kontras dengan kinerja perusahaan yang justru menderita kerugian karena hutang menumpuk bahkan hingga gagal bayar, apakah hal ini terjadi dalam praktik sehari-hari di bursa?

Ternyata ada banyak saham yang tidak sinergis dengan kinerja perusahaannya! Lalu walaupun perusahaannya rugi, kenapa bisa harga sahamnya melejit naik?

Itu adalah sebuah kejadian yang perlu perhatian khusus dari semua pelaku dan yang baru mau mengenal dunia saham. Kenaikan harga saham yang tidak disebabkan oleh peningkatan kinerja perusahaan bisa terjadi oleh karena banyak hal. Hal yang paling mudah menaikkan harga saham adalah gosip panas atau rumor.

Ada sebuah cerita yang entah datangnya dari mana, yang menghembuskan informasi fiktif dan biasanya memiliki kepentingan agar harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Di saat informasi ditanggapi secara hangat oleh para pelaku pasar yang kurang teredukasi dan suka ikut-ikutan, banyak yang membeli dan menaikkan harga saham. Si pemberi rumor justru mengambil keuntungan.

Contohnya sebuah perusahaan berkinerja buruk dengan harga saham Rp 100, saya kumpulkan sahamnya, lalu saya informasikan atau membuat gosip bahwa perusahaan tersebut akan dibeli oleh perusahaan terkenal di Amerika Serikat dengan harga fantastis karena melihat masa depan cemerlang.

Karena cerita tersebut dianggap menarik, banyak orang ikut membeli saham perusahaan. Alhasil, harga bergerak menjadi Rp 200, dan saya sudah menjualnya ketika saham bergerak ke angka tersebut.

Penulisan artikel ini sebenarnya karena saya tergelitik setelah salah seorang rekan berkata bahwa ada beberapa perusahaan yang saat ini sedang booming dan terus menerus memberikan injeksi dana ke usahanya meskipun merugi. Ketika ditanya skema bisnis apa yang nantinya bisa menguntungkan perusahaan tersebut, apa kira-kira jawabannya?

Pemilik perusahaan tersebut memiliki dua exit plan strategy. Pertama adalah menunggu perusahaan itu dibeli oleh perusahaan lain yang lebih besar dan strategi lainnya adalah menerbitkan saham untuk dilepas ke publik (IPO atau initial public offering). Lah, kalau rugi nanti bagaimana nasib IPO-nya?

Artinya, selain kita perlu berhati-hati memilih saham yang sudah ada untuk berinvestasi, kita juga dihadapkan bahwa perusahaan yang sedang tren tidak selalu nantinya akan menarik untuk diinvestasikan.

Cermatlah memilih, tidak ada nomor seri yang sama (kecuali uang palsu), uang dan harta Anda tanggung jawab Anda, bukan yang menawarkan maupun menyarankan investasi kepada Anda.

Salam investasi untuk Indonesia.

 

… gw UPDATE DATA HARGA SAHAM2 YG BOBO tersebut di tabel samping ini … kalo nama saham tidak ada berarti harganya bisa tetap, atau turun … ini adalah tabel update harga saham2 yang naek doank (per tgl 01 Desember 2010):

… lalu baca lage kejadian mutakhir soal PLIN :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/03/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-2-0-030110/

… baca posting dari situs vibiznews tentang rumor dan volume transaksi:  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/emang-ada-rumor-yang-bener-p-200110/ terkait KARK
… teori informasi di bursa juga bole dibaca neh : http://sahambumi.wordpress.com/2009/06/09/informasi-itu-abadi/

Pentingnya Informasi bagi Pasar
Senin, 8 Juni 2009 – 08:51 wib

Informasi adalah menu sehari-hari di pasar modal. Tanpa adanya suplai informasi pasar modal bisa jadi akan stagnan. Sebab, dengan tidak adanya infromasi berarti tidak ada faktor yang menggerakkan ekspektasi investor sehingga investor akan diam saja, tidak melakukan apa-apa. Berkat informasilah, ekspektasi investor terbentuk. Dari sana mengambil keputusan apakah ia akan menambah portofolionya atau sebaliknya mengurangi portofolionya.

Jenis informasi itu bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dari informasi seputar perusahaan hingga informasi yang bersifat makro, baik ekonomi maupun politik. Misalnya informasi tentang pergantian manajemen, penurunan kinerja, pembagian dividen, stock split, merger dan akuisisi, perubahan indeks di bursa luar negeri, perubahan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya. Informasi itu datang silih berganti, dari emiten satu ke emiten lainnya.

Contoh lain masih banyak. Informasi soal kenaikan harga (BBM), tentang harga minyak dunia, tentang inflasi, tentang suku bunga dan sebagainya membangunkan ekspektasi beragam di setiap benak investor. Banyak sekali contoh yang bisa dilihat, betapa informasi sangat menentukan dalam perubahan harga saham. Ketika beredar informasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2009 mencapai 4,4 persen, pasar langsung bereaksi positif.

Sulit untuk dibantah bahwa keberadaan informasi senantiasa berpengaruh besar terhadap perubahan harga saham. Informasi yang sifatnya negatif akan menurunkan harga saham, sebaliknya informasi yang positif akan mendongkrak minat beli pelaku pasar. Dalam setiap informasi itu selalu memiliki kekuatan yang memunculkan ekspektasi investor. Ekspektasi inilah yang menggerakkan minat beli dan minat jual sehingga mengakibatkan perubahan harga saham di pasar.

Untuk jenis informasi yang berkaitan dengan ekonomi makro ini relatif lebih mudah menyaringnya. Jarang sekali informasi yang bersifat makro muncul dalam bentuk rumor. Tapi untuk informasi yang berkaitan langsung dengan emiten seringkali tidak bisa ditelan begitu saja.

Yang jadi masalah bagaimana menyaring informasi tentang emiten yang mondar mandir di pasar, mendeteksi bahwa informasi itu benar, dan memanfaatkannya untuk meraih keuntungan di pasar? Bagaimana jika informasi yang beredar itu cuma sekadar rumor yang sengaja disebarkan pihak-pihak tertentu dalam rangka juga mencari keuntungan? Bagaimana menaklukkan rumor?

Seorang pakar investasi memberi resep bagaimana menangkal rumor di pasar. Alasannya rumor tidak bisa ditangkal, melainkan harus ditaklukkan. Dari diskusi dengan beberapa pelaku pasar, dikatakan dari sisi likuiditas pasar, keberadaan rumor sebenarnya cukup penting. Namun pemain harus pintar-pintar menyikapinya dan menangkalnya. Ada beberapa tips yang disampaikan kalangan pelaku sendiri, yakni :

1. Jangan terlalu cepat yakin terhadap informasi yang beredar jika tidak jelas asal-usul sumber beritanya. Kalau perlu lakukan cross chek tentang kebenaran informasi yang beredar tersebut dengan emiten langsung melalui corporate secretary atau cross chek dengan informasi keterbukaan yang diumumkan melalui website BEI yang beralamat di http://www.idx.co.id.

2. Tinggalkan kebiasaan buruk prilaku yang didasarkan pada sikap buy on the rumors, sell on the news. Istilah ini lahir karena banyak pelaku pasar yang sering terjebak melakukan pembelian saat rumor beredar, dan menjual ketika berita yang sebenarnya dipublikasikan. Sikap ini sangat berbahaya karena mengandung jebakan yang sewaktu-waktu bisa menggilas investor.

3. Jangan mengambil keputusan investasi yang gegabah hanya mendasarkan diri pada informasi yang sesaat. Selain harus mempertimbangkan soal kebenaran informasi, perhatikan juga apakah pergerakan harga saham sudah mencerminkan informasi yang ada atau belum.

4. Yang paling aman adalah jangan tinggalkan alat bantu analisis, baik yang fundamental maupun yang tehnikal. Rumor apapun, jika Anda tetap bersikukuh dengan dua alat bantu ini,Anda akan selamat. (Tim BEI)
(//rhs)

… mau yang lebe dalem :

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/02/teori-wajib-baca-020210/

… neh baca juga isu ELSA :

http://sahamadaro.wordpress.com/2010/03/27/elsa-akhirnya-480-270310/

… akhirnya beks juga bergerak liar :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Feb 25, 2010 131.00 131.00 131.00 131.00 21,000 131.00
Feb 24, 2010 138.00 138.00 130.00 131.00 358,000 131.00
Feb 23, 2010 142.00 144.00 135.00 136.00 750,500 136.00
Feb 22, 2010 123.00 160.00 123.00 146.00 5,498,500 146.00
Feb 19, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 50,500 120.00
Feb 18, 2010 71.00 100.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 17, 2010 70.00 100.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 16, 2010 66.00 100.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 15, 2010 99.00 99.00 99.00 99.00 0 99.00
Feb 12, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 25,000 100.00
Feb 11, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Feb 10, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 0 100.00
Feb 9, 2010 64.00 100.00 64.00 64.00 0 64.00
Feb 8, 2010 62.00 62.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 5, 2010 62.00 90.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 4, 2010 69.00 117.00 69.00 69.00 0 69.00
Feb 3, 2010 63.00 100.00 63.00 63.00 0 63.00
Feb 2, 2010 65.00 95.00 65.00 65.00 0 65.00
Feb 1, 2010 62.00 100.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 28, 2010 105.00 105.00 105.00 105.00 0 105.00
Jan 26, 2010 90.00 90.00 90.00 90.00 0 90.00
Jan 25, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 0 120.00
Jan 22, 2010 62.00 108.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 21, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 20, 2010 62.00 110.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 19, 2010 63.00 105.00 63.00 63.00 0 63.00
Jan 18, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Jan 15, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 13, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 12, 2010 62.00 92.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 11, 2010 81.00 105.00 81.00 81.00 0 81.00
Jan 8, 2010 75.00 111.00 75.00 75.00 0 75.00
Jan 7, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 6, 2010 80.00 114.00 80.00 80.00 0 80.00
Jan 5, 2010 101.00 101.00 101.00 101.00 0 101.00
Jan 4, 2010 80.00 101.00 80.00 80.00 0 80.00

… perhatikan juga btek, yang masuk wilayah UMA oleh bei :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Jun 1, 2010 280.00 310.00 275.00 295.00 14,834,000 295.00
May 31, 2010 250.00 280.00 250.00 275.00 6,039,500 275.00
May 27, 2010 260.00 260.00 250.00 255.00 2,425,500 255.00
May 26, 2010 250.00 265.00 250.00 260.00 3,943,500 260.00
May 25, 2010 260.00 270.00 220.00 245.00 9,140,000 245.00
May 24, 2010 260.00 290.00 255.00 260.00 18,699,500 260.00
May 21, 2010 230.00 280.00 230.00 255.00 21,492,000 255.00
May 20, 2010 230.00 260.00 230.00 230.00 64,417,000 230.00
May 19, 2010 215.00 255.00 210.00 215.00 14,419,000 215.00
May 18, 2010 180.00 220.00 180.00 215.00 8,432,000 215.00
May 17, 2010 190.00 190.00 175.00 180.00 170,000 180.00
Feb 22, 2010 70.00 97.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 19, 2010 72.00 99.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 18, 2010 80.00 93.00 80.00 80.00 0 80.00
Feb 17, 2010 76.00 99.00 76.00 76.00 0 76.00
Feb 16, 2010 70.00 95.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 15, 2010 67.00 95.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 12, 2010 66.00 95.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 11, 2010 67.00 97.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 10, 2010 72.00 98.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 9, 2010 67.00 94.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 8, 2010 71.00 94.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 5, 2010 86.00 93.00 86.00 93.00 2,000 93.00
Feb 4, 2010 86.00 94.00 86.00 94.00 8,000 94.00
Feb 3, 2010 99.00 99.00 88.00 94.00 160,000 94.00
Feb 2, 2010 98.00 98.00 91.00 91.00 257,500 91.00
Feb 1, 2010 97.00 99.00 91.00 91.00 27,000 91.00
Jan 29, 2010 96.00 96.00 96.00 96.00 69,000 96.00
Jan 28, 2010 97.00 97.00 97.00 97.00 25,000 97.00
Jan 27, 2010 98.00 99.00 97.00 99.00 102,500 99.00
Jan 26, 2010 97.00 101.00 97.00 97.00 533,000 97.00
Jan 25, 2010 98.00 102.00 98.00 98.00 272,500 98.00
Jan 22, 2010 96.00 104.00 95.00 100.00 727,500 100.00
Jan 21, 2010 99.00 99.00 97.00 97.00 122,000 97.00
Jan 20, 2010 101.00 101.00 97.00 100.00 266,500 100.00
Jan 19, 2010 98.00 99.00 97.00 97.00 380,000 97.00
Jan 18, 2010 98.00 99.00 98.00 99.00 25,500 99.00
Jan 15, 2010 99.00 99.00 95.00 99.00 222,000 99.00
Jan 14, 2010 101.00 101.00 99.00 100.00 468,000 100.00
Jan 13, 2010 107.00 107.00 101.00 106.00 367,500 106.00
Jan 12, 2010 98.00 107.00 98.00 107.00 5,226,500 107.00
Jan 11, 2010 90.00 102.00 90.00 100.00 3,873,500 100.00
Jan 8, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 819,500 90.00
Jan 7, 2010 91.00 93.00 90.00 90.00 746,000 90.00
Jan 6, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 1,113,500 90.00
Jan 5, 2010 91.00 91.00 89.00 89.00 389,500 89.00
Jan 4, 2010 88.00 91.00 87.00 91.00 1,570,500 91.00

Senin, 06/09/2010 18:41 WIB
Rupert Murdoch Dikabarkan Incar SCTV, Harga 3 Saham TV Melejit Tajam
Indro Bagus,Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Rumor penjualan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) kepada STAR milik Rupert Murdoch diduga memicu kenaikan tajam saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan SCMA naik tajam hari ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SCMA, pemilik stasiun televisi SCTV, ditutup naik 23,14% ke level Rp 3.325 dari penutupan sebelumnya Rp 2.700. Sedangkan saham EMTK, induk usaha SCMA, melejit 24,71% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 1.110 dari sebelumnya Rp 890.

Tak luput, saham IDKM yang memiliki stasiun televisi Indosiar pun ikutan menanjak drastis 23,80% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 520 dari sebelumnya Rp 420.

Kenaikan tajam ketiganya diperkirakan karena dipicu adanya rumor rencana akuisisi saham SCMA oleh Satelite Television Asia Region (STAR) milik pengusaha raksasa media global, Ruport Murdoch. Kabar yang beredar mengatakan, STAR tengah melakukan due diligence dengan EMTK sebagai pengendali saham SCMA.

Rumor ini menimbulkan asumsi kalau EMTK bakal mendapatkan dana segar dari penjualan saham SCMA. Asumsi ini mendorong investor memburu saham EMTK dan SCMA. Rumor ini juga memicu asumsi kalau EMTK bakal menggunakan sebagian dana dari STAR untuk mengakuisisi IDKM, sehingga mendorong saham IDKM naik tajam.

Jauh sebelum ini, sudah santer terdengar kalau grup SCTV bakal membeli saham IDKM. Hingga saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

Tren kenaikan tajam 3 saham ini sudah terjadi sejak akhir Agustus 2010, namun puncaknya pada hari ini. Pada 26 Agustus 2010, harga saham SCMA masih di level Rp 1.760. Pada hari ini, SCMA telah mengalami kenaikan 88,92% ke level Rp 3.325.

Pada 24 Agustus 2010, saham EMTK masih di level Rp 630. Saat ini harga EMTK berada di level Rp 1.110, naik 76,19%. Sedangkan pada 25 Agustus 2010, harga IDKM masih di level Rp 285. Kini, IDKM dibanderol Rp 520, naik 82,45%.

Selain rumor rencana akuisisi STAR ke SCMA, juga terdapat kabar kalau pemilik Para Group, Chairul Tanjung meminati saham IDKM maupun SCMA. Dalam pernyataan sebelumnya, Chairul Tanjung memang berencana mengakuisisi stasiun TV, meski belum dijelaskan target maupuan rencana realisasinya.

Ketika dikonfirmasi detikFinance, Direktur EMTK, Wahyu Wijayadi membantahnya. “Info dari mana. Tidak benar, itu tidak benar,” papar Wahyu.

Sementara pihak Para Group, yang diwakili oleh Ishadi SK pun membantah kalau pihaknya ingin membeli SCTV, setelah sebelumnya tidak menemui kata sepakat untuk mengakuisisi Indosiar.

“Tidak mungkin lah, SCTV itu kuat. Kalau Indosiar memang nggak jadi. Mereka (manajemen Indosiar) juga sudah bilang kan,” tegas Ishadi kepada detikFinance. (dro/qom)

Rabu, 11 Agustus 2010 | 13:20

SAHAM DUTI

Setelah Sering Tidur, DUTI Masuk UMA

JAKARTA. Cukup aneh. Saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) mulai akhir Juli lalu sangat aktif diperdagangkan. Pada perdagangan kemarin (10/8), harga saham ini malah sudah ditutup di posisi Rp 1.650 per saham dengan volume 184.500 atau Rp 299,9 juta.

Padahal, saham ini masuk dalam kategori saham tidur alias saham yang jarang sekali bergerak. Makanya, wajar sekali jika Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham ini ke dalam unusual market activity (UMA) alias saham yang bergerak diluar kebiasaan.

Ito Warsito, Direktur Utama BEI, mengatakan agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Investor harus memperhatikan jawaban tertulis jika BEI sudah meminta penjelasan.

“Investor juga harus mengkaji kembali rencana aksi korporasi jika belum mendapatkan persetujuan pemegang saham,” katanya. Tak hanya itu, investor juga perlu memperhatikan kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang telah diberikannya.

Abdul Wahid Fauzie kontan
Jumat, 24/09/2010 15:15 WIB
Saham ADES, PLAS dan ULTJ Masuk UMA
Indro Bagus – detikFinance

(Ilustrasi Foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan 3 saham dalam kategori unusual market activity (UMA) lantaran terjadi kenaikan harga kumulatif secara signifikan selama beberapa hari perdagangan berturut-turut tanpa disertai aksi korporasi yang berarti.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/9/2010).

Saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES), produsen air mineral kemasan ini naik tajam selama 3 hari berturut-turut. Pada perdagangan 21 September 2010, saham ADES masih di level Rp 780 per saham. Kini harga ADES telah melesat Rp 730 (93,58%) ke level Rp 1.510.

Saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS) naik kumulatif sebesar Rp 590 (85,50%) sejak penutupan 24 Agustus 2010 di level Rp 690 hingga 23 September 2010 di level Rp 1.280.

Sedangkan saham PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ) naik tajam selama 3 hari berturut-turut mencapai Rp 660 (73,33%) dari penutupan 21 September 2010 di level Rp 900 hingga 24 September 2010 di level Rp 1.560.

BEI tidak melihat adanya aksi korporasi yang mendukung kenaikan harga saham dan peningkatan transaksi pada 3 saham ini. Oleh sebab itu, BEI memasukkan 3 saham ini dalam kategori UMA dan meminta pelaku pasar memperhatikan keterangan dari masing-masing perseroan sebelum melakukan langkah investasi.

(dro/dnl)

Prices
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Sep 22, 2010 900.00 1,030.00 900.00 1,010.00 1,816,000 1,010.00
Sep 21, 2010 920.00 920.00 860.00 900.00 266,000 900.00
Sep 20, 2010 920.00 970.00 910.00 920.00 529,000 920.00
Sep 17, 2010 970.00 970.00 900.00 920.00 522,000 920.00
Sep 16, 2010 1,000.00 1,020.00 960.00 970.00 540,500 970.00
Sep 15, 2010 1,000.00 1,140.00 960.00 990.00 1,918,500 990.00
Sep 7, 2010 730.00 950.00 730.00 950.00 4,060,500 950.00
Sep 6, 2010 750.00 830.00 750.00 760.00 1,724,000 760.00
Sep 3, 2010 710.00 750.00 710.00 750.00 47,500 750.00
Sep 2, 2010 680.00 720.00 670.00 720.00 116,500 720.00
Sep 1, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 1,500 680.00
Aug 31, 2010 680.00 720.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 30, 2010 720.00 720.00 710.00 710.00 30,000 710.00
Aug 27, 2010 720.00 740.00 720.00 740.00 5,500 740.00
Aug 26, 2010 760.00 770.00 720.00 730.00 223,000 730.00
Aug 25, 2010 690.00 750.00 690.00 750.00 168,000 750.00
Aug 24, 2010 700.00 740.00 700.00 700.00 0 700.00
Aug 23, 2010 740.00 750.00 730.00 740.00 3,000 740.00
Aug 20, 2010 740.00 760.00 710.00 740.00 277,500 740.00
Aug 19, 2010 710.00 740.00 700.00 740.00 215,500 740.00
Aug 18, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 70,000 710.00
Aug 16, 2010 650.00 680.00 650.00 670.00 94,000 670.00
Aug 13, 2010 670.00 680.00 660.00 660.00 12,000 660.00
Aug 12, 2010 680.00 680.00 670.00 670.00 27,500 670.00
Aug 11, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 25,000 680.00
Aug 10, 2010 700.00 720.00 700.00 700.00 145,000 700.00
Aug 9, 2010 680.00 700.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 6, 2010 700.00 700.00 680.00 700.00 3,000 700.00
Aug 5, 2010 680.00 700.00 670.00 700.00 303,500 700.00
Aug 4, 2010 710.00 720.00 680.00 680.00 16,000 680.00
Aug 3, 2010 710.00 730.00 690.00 690.00 231,500 690.00
Aug 2, 2010 660.00 720.00 650.00 720.00 121,000 720.00
Jul 30, 2010 710.00 710.00 670.00 670.00 43,500 670.00
Jul 29, 2010 700.00 770.00 700.00 710.00 786,000 710.00
Jul 28, 2010 670.00 700.00 660.00 700.00 133,500 700.00
Jul 27, 2010 720.00 720.00 670.00 690.00 294,000 690.00
Jul 26, 2010 630.00 700.00 620.00 700.00 346,500 700.00
Jul 23, 2010 630.00 650.00 630.00 640.00 15,000 640.00
Jul 22, 2010 640.00 650.00 640.00 640.00 30,000 640.00
Jul 21, 2010 640.00 660.00 640.00 640.00 0 640.00
Jul 20, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 11,500 650.00
Jul 19, 2010 650.00 650.00 650.00 650.00 17,500 650.00
Jul 16, 2010 630.00 660.00 630.00 660.00 43,500 660.00
Jul 15, 2010 640.00 640.00 640.00 640.00 2,000 640.00
Jul 14, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 209,000 650.00
Jul 13, 2010 670.00 680.00 640.00 650.00 728,500 650.00
Jul 12, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 3,000 710.00
Jul 9, 2010 680.00 710.00 680.00 680.00 0 680.00
Jul 8, 2010 690.00 710.00 690.00 690.00 0 690.00

Saham Tidur Belum Cerminkan Kinerja Buruk
Minggu, 20 Februari 2011 | 21:15
investor daily
JAKARTA – Kinerja perusahaan yang baik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), secara tidak langsung memberi efek terhadap pergerakan saham di BEI agar menjadi saham yang likuid dan tidak menjadi saham “tidur”.

Maka dari itu, perusahaan tercatat diharapkan lebih transparansi terhadap ekspansinya agar pelaku pasar dapat mempelajari prospek perusahaan ke depan yang secara tidak langsung berimbas pada pergerakan sahamnya ke depan, mengingat tidak semua saham yang “tidur” kinerja perusahaanya buruk.

Perusahaan yang baik, menurut analis pasar saham Ahmad Riyadi kepada pers di Jakarta, mengatakan perusahaan harus mampu mempromosikan atau membuat agenda kerja terhadap perusahaannya itu agar saham yang di lepas di BEI tetap aktif, likuid dan memberikan untung kepada investor.

Jika perusahaan kurang aktif mempublikasikan kinerjanya maka lambat laun sahamnya akan kurang dilirik oleh pelaku pasar.

Sebagai contoh, tiga perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di BEI pada awal 2011 ini, dapat saja kedepannya menjadi saham yang kurang likuid karena kurang publikasinya kinerja perusahaan itu.

Seperti contoh, PT Megapolitan Development (EMDE), PT Martina Berto (MBTO), dan PT Garuda Indonesia (GIAA) yang diawal perdagangan dibuka melemah. Salah satunya, kurang publikasinya prospek kinerja perusahaan ke depan, sehingga membuat image kurang baik terhadap perusahaan tersebut.

Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, mengatakan, kurang lebih 60 saham emiten dari 418 saham yang tercatat masih tergolong saham tidur. Saham-saham di sektor manufaktur dan jasa mendominasi saham-saham berkategori saham tidur atau tidak likuid diperdagangkan di bursa saham.

Saham sektor manufaktur jasa memang kurang perhatian dari analis. Hal ini menjadi katalis penyebab banyaknya saham-saham kurang aktif diperdagangkan dan sering juga disebut sebagai saham tidur, khususnya saham perusahaan menengah kecil.

Untuk membangkitkan pergerakkan saham yang tidur agar dilirik pasar, diharapkan para analis sekuritas atau Pemeringkat Efek Indonesia juga merilis laporan mengenai perusahaan-perusahaan menengah kecil itu.

Pasalnya, mereka kerap kali kurang mendapatkan perhatian dari analis pasar modal. Tanpa perhatian analis, perhatian investor kepada saham itu pun kecil.

Dengan minimnya pengetahuan terhadap saham tidur membuat investor domestik maupun asing ragu untuk melakukan investasi di saham yang tergolong tidur tersebut, meskipun prospek perusahaan itu sebenarnya mempunyai kinerja yang baik.

Dengan adanya analisa dari pengamat saham tentang saham yang kurang dilirik itu, diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa saham tidur itu adalah saham yang tidak likuid.

Biasanya saham-saham kurang likuid ini, digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Entah itu emiten, pemegang saham mayoritas, atau pelaku pasar.

Kalangan pelaku pasar banyak yang berpendapat, berinvestasi pada saham yang tidur akan menyulitkan investor bila ingin mencairkan investasinya ketika mereka memerlukan dananya untuk kepentingan lain.

“Memiliki portofolio saham tidur sangat susah menjualnya, yang ada dana kita malah tertahan tidak dapat di apa-apa kan. Untuk investor diharapkan pelajari dahulu prospektus perusahaan sebelum mengambil langkah investasi,” ujar Ahmad Riyadi.

Selain itu, investor domestik juga masih banyak yang trauma dengan kasus-kasus di pasar modal yang menimbulkan kesan bahwa perlindungan terhadap dana investor tidak terlalu kuat.

Sangat disayangkan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang signifikan itu tidak dibarengi dengan terkikisnya jumlah saham tidur dan perlindungan terhadap investor yang kuat.

Menurut catatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pertumbuhan IHSG pada 2010 sebesar 46 persen menjadi 3.703 poin pada penutupan bursa 30 Desember 2010, dari 2.534 poin pada penutupan tahun 2009.

Pertumbuhan indeks saham dalam negeri ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bursa saham di Malaysia (KLCI) naik 19 persen dalam periode yang sama, Singapura indeks (STI) naik 10 persen, dan Thailand (SET) naik 40 persen.

Jadi, boleh dikatakan, saat ini bursa saham kita adalah bursa yang memiliki kenaikan harga tertinggi.

Kinerja IHSG yang mengalami pertumbuhan positif dari tahun ketahun belum memicu saham-saham yang tidur belum bergerak layaknya seperti saham-saham unggulan yang terdapat pada indeks kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ 45).

Jumlah Saham Beredar Minim

Minimnya jumlah saham emiten yang beredar di pasar juga menjadi salah satu pemicu tidurnya saham emiten tersebut. Seperti layaknya mayoritas saham tidur dimiliki oleh emiten kelas menengah dan kecil yang rata-rata melepas saham ke publik kurang dari 30 persen.

Hal itu adanya mispersepsi di kalangan manajemen perusahaan, pengendali harus memiliki jumlah saham yang terbesar.

Ito mengatakan, untuk menjadi mayoritas pengendali, sebenarnya saham yang harus dimiliki cukup 51 persen. contoh, di luar negeri, pemegang saham terbesar hanya memiliki 10 persen saham dan tetap dapat menjadi pengendali sahamnya.

Untuk menahan laju penambahan saham tidur diharapkan pihak bursa mendorong kepada perusahaan tercatat untuk menambah jumlah sahamnya dan mendesak emiten yang memiliki porsi saham beredar di bawah 30 persen untuk meningkatkan jumlah saham beredarnya demi mencegah peningkatan harga saham yang tidak wajar yang berpotensi merugikan investor.

“Minimnya jumlah saham yang beredar sangat mudah digerakkan atau digoreng oleh pasar meski volume transaksinya tidak signifikan,” kata pengamat pasar modal, Ahmad Riyadi, seraya menambahkan, sebut saja, saham Pudjiaji yang beredar di publik hanya 129,72 juta saham atau 12,86 persen.

Ia mengatakan, pihak Bursa selaku otoritas perdagangan dapat mendesak emiten untuk meningkatkan jumlah saham publiknya dengan mengadakan penerbitan saham baru (rights issue).

“Dengan aksi korporasi itu dapat membuat harga saham lebih likuid dan volume saham yang diperdagangkan akan membuat perdagangan bergairah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bursa Efek Indonesia menghimbau emiten yang sahamnya tak aktif di pasar modal untuk menambah porsi saham publiknya. Himbauan ini seyogianya ditindak lajnjuti dengan sebuah kebijakan yang memaksa perusaan publik menambah porsi sahamnya di pasar agar terhindar dari penghapusan saham (delisting). (Zubi Mahrofi)
… contoh mutakhir 2011:
Setelah dua kali suspensi, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan panggil manajemen PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) untuk meminta informasi material terkait kenaikan harga saham perseroan yang tidak wajar.

“Kalau tidak Rabu atau Kamis minggu ini kita panggil. Minggu ini kita panggil,” jelas Direktur Pengawasan Transaksi dan Anggota Bursa, BEI Uerip Budhi Prasetyo di kantornya, SCBD Jakarta, Senin (28/2/2011) malam.

Saham IGAR kemarin disuspen untuk kedua kali oleh Bursa. Pasalnya terjadi kenaikan 3 kali lipat dalam waktu singkat. IGAR tercatat naik Rp 387 (200%) dari harga penutupan sebesar Rp 193 per lembar saham pada 28 Januari 2011 menjadi Rp 580 per saham pada 25 Februari 2011.

“Suspensi ada suatu kenaikan yang tak wajar. Ada kenaikan lagi (setelah suspensi perdana), ada pergerakan. (Suspensi) agar cooling down, tidak bergejolak lagi,” tambahnya.

Hingga kini tidak ada informasi material signifikan yang menyertai peningkatan harga saham IGAR. Atas dasar itulah BEI segera melakukan investigasi.

“Tidak ada informasi material. Masih investigasi, pemeriksaan lebih lanjut. Artinya ada suatu anomali. Tidak ada berita yang material, baik naik atau turun,” Kata Uriep.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito juga menyebut, emiten yang saham meningkat dan berkategori tidak wajar, harus melakukan keterbukaan. Ini penting untuk memberi penjelasan kepada investor agar tidak terjadi misleading information.

“Saham IGAR disuspen lagi lebih transaksi. Mungkin karena gerakan terlalu ekspansif,” ucapnya.

“Suspensi tetap dilakukan kalau bisnisnya sendiri tidak ada yg jelas. Sekarang ini baru akan masukkan bisnis baru yaitu tambang. Kalau punya keseriusan, sebelum Mei secara legal dan fundamental terpenuhi sangat memungkinkan kita bisa buka (suspen),” imbuh Eddy.

Sumber: detikcom