1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

LANGKAH PERTAMA 9 Agustus 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:11 am

SEBAR RISIKO: termasuk PADA YANG BERISIKO PALING TINGGI lah 🙂

ikon analisis gw

… posting ini PANJANG BANGET DAH dan SULIT DICERNA seh … TAPI KALO BENERAN MO BELAJAR SERIUS MAEN SAHAM BENERAN YANG BERLABA TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN, mau tidak mau MESTI DIBACA … tergantung kecepatan membaca dan mengolah isi bacaan ini, biasanya 15 menit saja : (m0ngg0)
… jika anda bener2 seorang investor pemula di portofolio saham, maka gw coba memberikan arahan luwes supaya anda bisa menjadi investor yang SEHAT tapi BERLABA BESAR … sebenarnya semuanya sudah ada di blog ini … tapi memang tetap SULIT DICERNA OLEH CALON INVESTOR … well, MEMANG RIMBA INVESTASI SAHAM ini sebuah RIMBA KEHIDUPAN YANG PENUH DINAMIKA … gw baru aja mendapatkan info bahwa seorang teman sudah menghentikan aktivitas maen saham karena kesulitan membagi waktu dan mengelola maen sahamnya … well, KEJADIAN INI gw sayangkan, TAPI JUGA SEKALIGUS MENYEDIHKAN, walau pun teman ini SUDAH SADAR SEJAK AWAL RISIKO YANG DIHADAPINYA, SEHINGGA SUDAH MELAKUKAN LANGKAH2 BERJAGA-JAGA, yaitu MODAL CEKAK, PILIH SAHAM BLUE-CHIPS, dan BERUSAHA BELAJAR dari berbagai sumber …
… ada satu hal lagi yang sulit dijelaskan pada saat maen saham dan berinvestasi portofolio yaitu KEBERUNTUNGAN … sejago apa pun KEBERUNTUNGAN mau dijelaskan, pasti tetap ada FAKTOR X yang tidak bisa dijelaskan … namun keberuntungan itu HANYA SALAH SATU FAKTOR KEBERHASILAN maen saham, sama seperti keberhasilan dalam bidang kehidupan yang laen …

… LANGKAH PERTAMA: IKUT-IKUTAN SAMA DENGAN TANGGUNG RISIKO SENDIRI … itu yang terjadi pada investor Century  dan Antaboga serta Optima … ikut-ikutan TANPA SERIUS MENELITI ILMU INVESTASI PORTOFOLIO DAN RISIKO INVESTASI … jadi JANGAN IKUT-IKUTAN … well baca tulisan ini :   http://yangvirtualyangnyata.wordpress.com/2010/06/02/investasi-saham-sebuah-ilusi-kesuksesan-materi/ yang berdasarkan tulisan dalam bahasa Inggris:   http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/06/02/geregetan-bukan-hanya-investor-amrik-indon-juga-020610/
… LANGKAH PERTAMA: JANGAN SERAKAH … kata serakah ini mesti diingat selalu … keserakahan yang BERLEBIHAN membawa KEBANGKRUTAN TOTAL … bila kebangkrutan total terjadi dalam maen saham akibat keserakahan, maka TIDAK ADA ORANG LAIN YANG BISA DIPERSALAHKAN … maen saham beneran adalah CARA UNTUK MERAIH LABA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI … berarti HARUS BERLANGSUNG TERUS MENERUS … itu artinya buat lah HASIL HARIAN YANG CUKUP UNTUK KEBUTUHAN … maen saham CUMA SEKALI SABET LANGSUNG RAKSASI, itu mah JANGAN BACA DI BLOG ini … gw ini uda lebih dari 12 bulan BERTAHAN DI MAEN SAHAM BENERAN … gw uda dapat hasil lumayan walau pun belum mencapai target, tapi gw tetap bertahan dari hari ke hari … itu sebabnya gw bikin formulir trading harian :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/17/akhirnya-formulir-itu-datang-juga-171209/ … itu bwat mencapai target tahunan lewat hasil target harian dan bulanan begitu lah … silakan juga baca PENGALAMAN PETER SONDAKH sang PEMAEN SAHAM INDON KELAS GLOBAL :    https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/08/hikmah-dari-investor-dewasa-jual-saat-euforia-080410/
… LANGKAH PERTAMA: Be Optimistic … tanpa ekspektasi LABA BESAR maka maen saham sama sekali tidak berguna … ekspektasi akan mendapatkan laba adalah AWAL BAGUS bwat seorang investor, tapi LABANYA HARUS BESAR, yaitu JAUH DI ATAS IMBAL HASIL DEPOSITO RUPIAH DI BANK … karena TUJUAN AKHIR seorang investor saham adalah MENJADI LEBIH BERDAYAGUNA DALAM HAL KEBERDAYAAN ASET … kalo investor menjadi LEBIH BERDAYAGUNA karena ASETNYA SEMAKIN BERDAYA TINGGI, ITU LAH TUJUAN UTAMA DAN AKHIR investasi saham … coba perhatikan bahwa dari selisih JUAL dan BELI satu saham bisa menghasilkan setidaknya 0,5% pada GAIN 1 POIN, yaitu pada saham trub, misalnya: 117 BELI dan 118 JUAL, berarti GAIN 0,8% … ITU JAUH LEBE GEDE DARI HASIL BUNGA DEPOSITO 1 BULAN khan … jadi ekspektasi hanya laba 1 poin saja sudah memberikan LABA LUMAYAN dah dari sudut persentase … NO WONDER YOU MUST BE OPTIMISTIC … for more in stocks trading 🙂 … coba baca posting ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/04/245-x-1-kalo-trading-cukup-ga-041109/ … bahkan saat PASAR TURUN (BEARISH) sekali pun gw TETAP FOKUS PADA LABA karena ada strateginya yaitu contrarian strategy:  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/contrarian-strategy/dan gw sudah menjalankan BERATUS-RATUS KALE di investasi trading saham yaitu :   https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/15/tren-turun-jadilah-pengecut-ooooppppsss-150110/

Liputan6.com, New York – Menjadi orang kaya tentu impian banyak orang. Untuk Membangun kekayaan untuk tujuh turunan tentu harus ada strategi khusus.

Caranya bisa dimulai dengan berinvestasi dan menabung sejak dini. Untuk menggambarkan bagaimana cara mencapai impian menjadi jutawan, laman CNBC melalui situs NerdWallet membuat bagan yang menunjukkan berapa banyak uang yang perlu Anda sisihkan setiap bulan demi mendapatkan $ 1 juta atau setara Rp 13,23 miliar pada saat Anda berusia 67 tahun.

BACA JUGA
10 Tips Berhemat yang Wajib Kamu Ketahui
5 Pelajaran Berharga dari Orang Terkaya di Dunia
Ingin Kaya di Usia Muda? Lakukan 5 Hal Ini
Bagan ini akan mengasumsikan Anda dengan memulai dengan investasi nol rupiah. Ini juga mengasumsikan hasil investasi tahunan yang rata-rata 6 persen.

Jumlah yang harus Anda hemat sangat bergantung pada seberapa awal Anda memulai. NerdWallet juga menyebutkan jumlah tabungan yang dibutuhkan untuk usia awal 23, 30, 35 dan 40 tahun.

Semakin cepat Anda mulai memasukkan uang untuk bekerja, semakin sedikit Anda harus menabung setiap bulannya, berkat kekuatan Bunga yang majemuk.

Di bawah ini disebutkan berapa banyak yang harus Anda hemat setiap bulannya ketika menabung di rentang usia berikut:

– 23 tahun: $ 415 atau Rp 5,49 juta (sekitar $ 14 atau setara Rp 185 ribuan per hari);

– 30 tahun: $ 651 atau Rp 8,13 jutaan (sekitar $ 21 atau setara Rp 278 ribu per hari);

– 35 tahun: $ 912 atau Rp 12,06 jutaan (sekitar $ 30 atau Rp 396 ribu per hari);

– 40 tahun: $ 1.300 atau Rp 17,19 juta (sekitar $ 42 atau Rp 555 ribuan per hari).

… LANGKAH PERTAMA: jadi lah ORANG BODOH YANG INGIN SELALU BELAJAR … investasi saham BUKAN PERMAINAN dan bukan PERMAINAN BIASA … investasi saham ITU AMAT SERIUS dan PERMAINAN KELAS TINGGI … permainan yang BUTUH KETRAMPILAN dan PENGETAHUAN tinggi … karena itu sebaiknya BELAJAR TERUS supaya EKSPEKTASI LABA BESAR BISA TERCAPAI MELALUI BERBAGAI STRATEGI … jika anda investor pemula maka anda harus menganggap diri anda seorang BODOH … tapi orang BODOH yang tidak mau BELAJAR sama dengan orang BODOH YANG CARI KEBANGKRUTAN TOTAL … nah BANYAK INVESTOR CERDAS dan CERMAT YANG BISA BERTAHAN BERTAHUN-TAHUN MAEN SAHAM BAHKAN TETAP UNTUNG :  http://sahambumi.wordpress.com/2009/06/28/neh-senior2-gw-2/

… LANGKAH PERTAMA: sebar lah risiko lewat serangkaian pengamanan aset … rumus umum seorang investor saham adalah mempunyai modal maksimum 20% dari aset total bergerak miliknya sendiri … namun jika merasa tidak cukup, anda bisa mencoba untuk meminjam modal dari pihak lain … untuk bagian ini, gw uda terlalu sering melakukan dari broker saham gw karena memang dimungkinkan (real margin ratio)  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/12/jual-beli-saham-sehari-hari-120410/… tapi tentu saja WAKTU PEMINJAMAN LEWAT SISTEM INI CUMA PENDEK SAJA (maksimum 3 hari sebelum akhirnya dipaksa dengan forced selling oleh broker jika peminjam tidak mengembalikan asetnya menjadi positif lage) … jika ingin tetap menggunakan dana yang lebih besar dari kocek anda sendiri, maka coba lah untuk berstrategi maen TIDAK LANGSUNG, yaitu melalui kerja profesional para manajer investasi yaitu dalam bentuk produk REKSA DANA SAHAM … sementara sisa aset yang tidak dimaenkan dalam saham bisa disimpan dalam bentuk tunai, tabungan, dan deposito guna kebutuhan sehari-hari dan bulanan serta tahunan … coba baca2 di blog gw ini :  http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/; cari untung sesaat juga bisa :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/cari-untung-sesaat/;  investasi reksa dana gw saat krisis :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/investasi-reksa-dana-di-indonesia-2008/ dan http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/
… risiko juga harus disebarkan lewat pemilihan saham … well ada sekira 400 saham di bursa efek Indonesia … secara umum biasanya investor MENYUKAI BLUE-CHIPS, yaitu saham2 berkapitalisasi RAKSASA dan bervolume transaksi BESAR, misalnya tlkm, asii, isat, bbca, bmri, bbri, bumi, dll … karena saham blue-chips mudah ditransaksikan sehingga tidak menghalangi PROSES PEMBENTUKAN LABA …
… di luar blue-chips ada yang disebut sebagai IPO, yaitu saham2 yang diperdagangkan pertama kalinya di bursa efek indonesia … saham2 ini punya ekspektasi RISIKO TINGGI dan IMBAL HASIL TINGGI … seperti bipi itu bisa melejit di atas 20% pada hari pertama penerbitan sahamnya di bei …
… saham2 bobo yang diindikasikan lewat data angka volume transaksi 0 (contoh lihat posting ini:

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/03/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-2-0-030110/ … jika volume transaksi harian zero selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, maka bisa saja satu ketika rumor ditiupkan demi menggerakkan transaksi saham tersebut … tapi tentu saja RISIKO DANA MENGANGGUR AKAN SANGAT MENGGANGGU INVESTOR BERMODAL CEKAK …
… jadi diversifikasi investasi saham bisa juga dengan mempunyai berbagai saham dalam koleksi anda … tujuan keberbagaian saham itu juga untuk MENGURANGI RISIKO dan MENINGKATKAN LABA BESAR … karena pergerakan setiap saham SELALU BERBEDA dari saham lainnya … pergerakan yang berbeda ini berimbas pada TINGKAT RISIKO dan TINGKAT IMBAL HASIL … bila modal anda cekak, maka pilih lah saham yang bervolume transaksi cukup besar dengan harga BELI YANG RELATIF MURAH, yaitu DI BAWAH 500 perak/saham … coba baca posting gw terbaru :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/19/diversifikasi-itu-penting-bo-180310/
… LANGKAH PERTAMA: sesuaikan profil elo dengan pola investasi … baca lage posting gw ini : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/14/gw-ngoceh2-neh-141009/ dan uji PROFIL elo:  https://transaksisaham.wordpress.com/pemalas-bodoh-ala-indon/

… LANGKAH PERTAMA: investasi terbaik ternyata adalah investasi BUNGA BERBUNGA, baca posting ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/03/gw-bobol-rahasia-investasi-edy-joenardi-030410/ dan https://transaksisaham.wordpress.com/2010/04/17/dasar-matematis-investasi-ala-edy-joenardi-170410/

reaction_1

… LANGKAH PERTAMA: konfirmasi atas pernyataan gw: JANGAN IKUT-IKUTAN … Rabu, 17 Maret 2010 | 08:49

ets-small

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia menilai pergerakan indeks harga saham gabungan saat ini semakin aktif dengan mencatatkan lebih dari 75% emiten yang ditransaksikan setiap harinya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan, saat ini lebih dari 75% saham emiten yang ditransaksikan setiap hari. Artinya, lebih dari 334 saham ditransaksikan.         “Ini buat saya bagus. Makin banyak saham ditransaksikan. Bagus aktif. Jadi makin banyak yang ditransaksikan. Ini baik. Kalau dulu hanya setengahnya, sekarang lebih dari 75%,” ujarnya, Senin (31/7) malam.

Dia mengungkapkan, likuiditas juga masih bagus dengan pertumbuhan antara 20% hingga 24% dari tahun lalu. Sementara itu, value berada di atas Rp7,5 triliun dengan market cap antara Rp6.300 triliun hingga Rp6.400 triliun.

“Ini bagus. Jadi saya melihat aktivitas bagus, jumlah broker yang rugi berkurang,” ujarnya.

Kendati demikian, Tito menginginkan agar market cap pada tahun ini bisa menembus lebih dari Rp6.500 triliun. Oleh karena itu, dia optimistis dengan semakin banyaknya perusahaan yang listing, akan semakin meningkatkan market cap.

“Tapi dengan banyak yang listing, masih ada delapan yang queuing [antri], maka market cap kita bisa di atas Rp6.500 triliun akhir tahun ini,” katanya.

Pada perdagangan Selasa (1/8), IHSG melemah 0,61% ke level 5.805,2. Padahal, 3 hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, IHSG terus menguat.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Merdeka.com – ‘Hemat Pangkal Kaya’, mungkin itu adalah pepatah yang selalu diajarkan orang tua kepada anaknya sewaktu masih kecil. Uang jajan harus disisihkan untuk ditabung. Menyuruh anak menabung, para orang tua juga kerap mengajarkan pepatah ‘sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit’.

Di masa sekarang, sebagian orang masih percaya menyimpan uang, mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, memilih barang-barang berharga miring setara dengan memperbanyak pundi-pundi uang.

Meski demikian, pemahaman ini tidak sepenuhnya benar. Menabung dan berhemat saja tidak akan pernah membuat seseorang menjadi kaya raya.

Berikut 4 alasan menabung dan berhemat seumur hidup tak akan buat Anda kaya seperti dikutip dari hipwee.

Merdeka.com – Menabung adalah hal yang berusaha ditanamkan oleh orang tua dan guru di sekolah semenjak kecil. Menabung seakan jadi jalan keluar bagi seluruh permasalahan keuangan. Jika seseorang menabung, maka dia akan aman dari berbagai masalah keuangan.

Padahal, ini tidak sepenuhnya benar. Saran untuk menabung dan menyisihkan uang hanya relevan bagi satu atau dua generasi sebelum sekarang. Pada masa dulu, orang menyisihkan uang setiap bulan dari pendapatan, kemudian digunakan sebagai uang pensiun.

Jika hal itu dilakukan sekarang maka nominal yang didapat tidak akan memadai dan tidak mencukupi kebutuhan hidup. Menyisihkan uang dari pendapatan dan menabung memang akan membuat punya uang tambahan, tapi tidak akan berpengaruh secara signifikan untuk kesejahteraan jangka panjang.

Merdeka.com – Depresiasi nilai uang terus terjadi setiap hari. Hal ini tidak lepas dari sejarah bagaimana Amerika Serikat mengubah standar nilai uang yang dianutnya.

Pada tahun 1971 Presiden AS Richard Nixon memutuskan bahwa AS akan keluar dari penggunaan standar emas. Amerika kemudian menganut sistem currency mengambang, yang mendasarkan nilai mata uangnya pada nilai kredit dan kepercayaan publik.

Mulai saat itu, nilai uang sudah tidak lagi stabil karena tidak dijamin oleh komoditas apapun. Naik dan turunnya nilai uang ditentukan oleh kondisi pasar dan stabil atau tidaknya nilai kredit suatu negara. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Amerika semata. Karena posisi USD sebagai mata uang internasional, secara otomatis seluruh negara juga mengikuti sistem mata uang mengambang.

Saat ini, nilai mata uang termasuk Rupiah naik-turun secara fluktuatif sesuai dengan tingkat inflasi, situasi, dan kepercayaan pasar. Sejumlah uang yang bisa mencukupi kebutuhan saat ini belum tentu bisa membeli barang yang sama dalam beberapa tahun mendatang.

Uang kini bermusuhan dengan waktu. Semakin lama menabung memang akan bertambah banyak, tapi nilai simpanan itu sendiri bisa jadi malah bertambah turun.

Merdeka.com – Depresiasi nilai uang terus terjadi setiap hari. Hal ini tidak lepas dari sejarah bagaimana Amerika Serikat mengubah standar nilai uang yang dianutnya.

Pada tahun 1971 Presiden AS Richard Nixon memutuskan bahwa AS akan keluar dari penggunaan standar emas. Amerika kemudian menganut sistem currency mengambang, yang mendasarkan nilai mata uangnya pada nilai kredit dan kepercayaan publik.

Mulai saat itu, nilai uang sudah tidak lagi stabil karena tidak dijamin oleh komoditas apapun. Naik dan turunnya nilai uang ditentukan oleh kondisi pasar dan stabil atau tidaknya nilai kredit suatu negara. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Amerika semata. Karena posisi USD sebagai mata uang internasional, secara otomatis seluruh negara juga mengikuti sistem mata uang mengambang.

Saat ini, nilai mata uang termasuk Rupiah naik-turun secara fluktuatif sesuai dengan tingkat inflasi, situasi, dan kepercayaan pasar. Sejumlah uang yang bisa mencukupi kebutuhan saat ini belum tentu bisa membeli barang yang sama dalam beberapa tahun mendatang.

Uang kini bermusuhan dengan waktu. Semakin lama menabung memang akan bertambah banyak, tapi nilai simpanan itu sendiri bisa jadi malah bertambah turun.

TIP BERTRANSAKSI SAHAM ONLINE

Investor Dituntut Lebih Mandiri

JAKARTA. Fasilitas online trading adalah salah satu produk instan di pasar modal. Waktu dan biaya terpangkas, investor pun merasa nyaman dengan transaksi yang praktis dan efisien.

Pengamat pasar modal Goei Siauw Hong mengatakan, fasilitas transaksi saham secara online sangat bermanfaat bagi investor muda yang terbiasa menggunakan teknologi informasi seperti internet. “Yang pasti, biayanya lebih murah, eksekusi kontrak pun lebih mudah karena tidak ada risiko delay ketika menggunakan perantara,” ujarnya.

Namun, fasilitas ini juga punya kelemahan. Kehadiran online trading meminimalkan pertimbangan investor dalam membuat keputusan investasi. Investor dituntut bertransaksi tanpa kehadiran “penasihat” dan berusaha mencari informasi dan riset terkait saham yang hendak dijual ataupun dibelinya.

Untung saja, kini sajian informasi sudah lengkap. Selain dari media cetak maupun elektronik, sekarang juga marak forum diskusi investor. Hanya, masalah tak lantas habis. Investor harus cermat memilih broker yang menyediakan fasilitas online trading, di tengah-tengah persaingan bisnis sekuritas.

“Perusahaan tersebut harus bisa diandalkan, dengan infrastruktur dan organisasi yang lengkap,” ujar Hendra Julius S. Martono, VP Business Development Kim Eng Securities. Tak hanya itu, pilihlah perusahaan sekuritas yang punya tim analis yang lengkap. Sehingga, Anda tinggal melihat riset yang tersedia di broker sebelum bertransaksi.

Goei menyarankan agar investor memilih perusahaan sekuritas yang telah memiliki direktur kepatuhan sendiri. Kalau perlu, cari tahu reputasi pemilik perusahaan tersebut, agar Anda semakin yakin mempercayakan uang di perusahaan sekuritas itu. Selanjutnya, pilih sekuritas yang mematok biaya rendah.

Tetapi, transaksi saham secara online bakal lebih nyaman lagi apabila payung hukumnya sudah jelas. Makanya, Goei berharap otoritas pasar modal segera menuntaskan peraturan mengenai online trading.

Avanty Nurdiana, Ade Jun Firdaus
kontan
… OK GITU DULU, NANTE GW SAMBUNG LAGE (kaya guru aja :P)

okezone: SAHAM merupakan jenis investasi yang high risk dan high return. Skala perbandingan risiko baik untuk kerugian dan keuntungannya tidak lah jauh berbeda. Selain itu, tendensi turun dan naiknya nilai saham bisa berubah tidak lagi dalam hitungan hari bahkan bisa dalam hitungan jam. Akan tetapi godaan terhadap iming-iming keuntungan yang bisa diberikan dalam bermain saham, terkadang membuat orang banyak yang kurang berhati-hati dan akhirnya gagal dalam berinvestasi saham.

Pelaku di jenis investasi ini ada yang bertipe trader ada yang memang murni investor. Bedanya terletak pada saham yang dia miliki apakah mau dalam jangka panjang atau jangka pendek. Seorang trader cenderung transaksi dalam jangka pendek sedangkan jika disimpan dalam jangka panjang, berarti dia tipe investor.

Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, ada baiknya belajar dari kesalahan investor sebelumnya. Berikut ini tujuh kesalahan besar investor saham yang perlu Anda hindari:

1. Tidak Paham atau Tidak Peduli Sisi Fundamental

Fundamental perusahaan seharusnya menjadi analisa mendasar dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah saham. Sayangnya banyak investor lebih suka melihat tren sesaat dalam analisa teknikal. Hasrat ingin menghasilkan profit cepat di pasar modal, membuat investor saham cenderung mengabaikan fundamental perusahaan.

Padahal laba rugi perusahaan yang menjadi pemicu harga saham sangat tergantung fundamental perusahaan. Anda bisa bayangkan risiko yang mengancam investor jika sisi fundamental diabaikan.

2. Terjebak Saham Murah, Padahal Tidak Potensial

Sudah menjadi hukum bisnis, seorang investor ingin mendapatkan harga murah dan menjual saat harga tinggi. Tidak terkecuali di dunia saham. Sayangnya, banyak investor pemula salah memahami strategi investasi ini dengan mengambil saham dengan harga murah namun sejatinya memang saham tersebut berasal dari perusahaan yang tidak bagus.

Hal yang mendorong investor pemula membeli saham dengan harga murah adalah karena keterbatasan modal. Banyak investor pemula membeli banyak saham recehan dengan harapan dapat untung banyak, padahal aksi investasi seperti ini justru cenderung merugikan.

Return investasi Anda tidak bergantung pada berapa banyak jumlah lembar saham yang Anda pegang, melainkan dari masa depan perusahaan yang sahamnya ada di tangan Anda. Peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan bisa didapatkan apabila Anda membeli sedikit saham unggul ketimbang membeli ribuan saham recehan.

3. Terjebak Transaksi Jangka Pendek (Short Selling) yang Berisiko

Transaksi jangka pendek (short selling) memang menggiurkan. Anda bisa bayangkan jika punya modal besar hanya dalam beberapa menit saja bisa meraup keuntungan jutaan rupiah dengan sistem seperti ini.

Namun sejatinya, transaksi seperti ini sangat menguras waktu, energi dan emosi. Di luar itu, risiko yang mengancam juga relatif besar. Harga yang berfluktuasi dengan cepat menuntut kemampuan investor saham yang berpengalaman dan bisa mengontrol emosi untuk melakukan transaksi pada saat yang tepat. Meraih profit dalam waktu singkat dengan model transaksi seperti sangat berisiko.

Untuk hasil maksimal, pasar saham hampir selalu menghasilkan return prositif dalam jangka panjang, yaitu di kisaran tiga tahun atau lebih.

4. Tidak Peduli Portofolio

Ada kejadian investor yang membeli suatu perusahaan, dan sengaja membiarkannya dalam jangka panjang dan setelah beberapa tahun kemudian perusahaan itu sudah besar dan sahamnya profit. Sekilas investasi seperti ini menguntungkan, namun sejatinya bukan suatu cara berinvestasi yang bagus.

Berapapun portofolio saham yang Anda miliki, Anda harus memonitor secara berkala. Tujuannya adalah agar jika saham perusahaan yang Anda miliki semakin bagus kinerjanya, maka Anda bisa menambah portofolio sehingga potensi keuntungan semakin baik dan jika sahamnya turun Anda tidak terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya.

5. Terlalu Takut Rugi

Terlalu berani dan terlalu takut rugi dalam investasi saham sama berbahayanya. Salah satu kebiasaan investor saham yang keliru adalah gemar mencairkan profit kecil-kecilan, tetapi mereka seringkali enggan untuk menanggung rugi dengan cut loss pada saham-saham yang sedang “tenggelam”.

Celakanya lagi saat harga saham turun drastis, investor tersebut tetap saja terus memegang saham yang sedang jatuh itu tanpa mempedulikan fundamentalnya dengan harapan bahwa harganya akan kembali naik. Tindakan seperti ini justru semakin membuat investor rugi semakin besar.

6. Salah masuk pasar

Pasar saham sangat sensitif terhadap kondisi di luar yang dimasukkan oleh media, bisa saja naik ataupun turun drastis. Seringkali kepanikan pasar melahirkan harga saham yang over priced atau underpriced. Idealnya, harga saham harus proporsional dengan total kapital dan prospek pendapatan sebuah perusahaan.

Aksi ikut-ikutan beli saham saat kondisi pasar bullish, membuat investor terjebak membeli saham-saham yang over priced. Seringkali investor tersebut terlewat optimistis dan mengharapkan harga terus menanjak. Sebaliknya, di pasar bearish, investor berubah pesimistis dan berusaha menjual saham justru di saat-saat mereka seharusnya berusaha membeli.

Investor saham yang sukses selalu mendasarkan investasinya pada nilai intrinsik saham dan mengejar saham-saham yang murah dengan basis itu. Mereka akan membeli saham perusahaan dengan fundamental kuat saat harganya di pasar turun, lalu baru menjualnya saat harga lebih tinggi. Kuncinya, jangan mengambil keputusan ekstrim saat kondisi pasar sedang bullish (sangat fluktuatif)

7. Salah Ikut Tips Saham dari Sumber yang Tidak Jelas

Teknologi memudahkan kita dalam berkomunikasi, salah satunya dalam berbagi tips jual beli saham. Namun sayangnya, tidak semua tips berasal dari sumber yang terpercaya. Lagi pula, dalam investasi tidak bisa diprediksi 100% bisa sukses atau gagal. Pahami juga bahwa nama besar saja tidak menjamin masa depan suatu perusahaan.

Investor saham yang baik memiliki kestabilan emosi yang baik pula sehingga tidak mudah menerima tip maupun saran dari sumber yang tidak jelas dan tanpa dianalisa terlebih dahulu.

(dnb)

reaction_1

 

TREN TURUN … 150110_120815_ maen saham @warteg JO 3 Mei 2017

Filed under: Investasi Umum,Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:13 am

pasar PANIK 070815 ketidakpastian THE FED FUND RATE

strategi sederhana gw, beneran sederhana, MENJAGA SAHAM saat KRISIS

 

strategi sederhana gw, beneran sederhana, MENJAGA SAHAM saat KRISIS

catatan inves_trad ala warteg saham jo

ILUSTRASI FLDTT saham myor

catatan (lanjutan) inves_trad ala warteg saham jo

 

Inilah Rekomendasi Konyol di Bursa

Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Selasa, 4 Februari 2014 | 14:51 WIB

INILAH.COM, New York – Dalam dunia investasi di pasar keuangan dan pasar modal, dana kita tidak selalu mendatangkan untung. Tetapi bisa rugi dan stagnan.

Jadi investor harus mencermati rekomendasi sebelum memutuskan berinvestasi. Apalagi ada beberapa rekomendasi yang konyol dan menyesatkan investor. Apa sajakah itu?

Michael Sincere, analis investasi jangka panjang memiliki beberapa rekomendasi yang konyol seperti mengutip marketwatch.com. Berikut ulasannya:

-Indeks Selalu Naik
Padahal tidak selalu terjadi indeks mengalami kenaikan. Sebab saat suatu saham di kawasan tertentu naik maka ada yang mengalami penurunan.

Sebab pelemahan suatu saham merupakan siklus pasar. Jadi pelemahan tidak harus ditakuti atau diabaikan. Apabila saham atau indeks selalu naik maka akan bahaya dan tidak realistis.

-Investor Ritel Picu Indeks Jatuh
Saat indeks S&P jatuh 2,2% atau indeks serta saham turun, analis selalu ingin mencari kesalahan. Investor kecil atau investor ritel disalahkan karena tidak dapat menggerakkan indeks atau saham. Padahal investor kecil biasanya paling terakhir keluar dari indeks.

Saat tren indeks mengalami pelemahan maka investor besar atau institusi bergegas keluar.

-Saham Anda akan Balik Lagi
Jika saham Anda turun maka Anda harus membeli lebih banyak lagi. Jika saham Anda sedang naik maka harus membeli dalam jumlah banyak. Sebab akan kehilangan momentum bagus.Jika Anda berinvestasi secara ritel, maka harus abaikan saran konyol ini. Strategi yang baik adalah menjual saham setelah mereka menurun 7-8 persen.

-Saham Anda akan Balik Lagi
Jika saham Anda turun maka Anda harus membeli lebih banyak lagi. Jika saham Anda sedang naik maka harus membeli dalam jumlah banyak. Sebab akan kehilangan momentum bagus.

Jika Anda berinvestasi secara ritel, maka harus abaikan saran konyol ini. Strategi yang baik adalah menjual saham setelah mereka menurun 7-8 persen.

…. gw jelas pake prinsip INVESTASI itu JANGKA PANJANG, maka wajib berhati-hati, wajib PELAJARI emiten / saham dalam jangka waktu yang bervariasi 1 bulan s/d 4 taon (itu yang gw lakukan), baru lah gw melakukan FLDTT dalam berinvestasi jangka panjang … menurut gw INI CARA YANG TIDAK KONYOL SAMA SEKALE, karena uda terbukti 🙂

-Beli Saat Dip (saat anjlok)
Membeli pada saat dip dapat dilakukan saat saham atau indeks menguat. Tetapi jika membeli dip selama melemah atau bearish maka Ada akan dibantai. Lebih buruk lagi beberapa orang membeli pada dip semenara mereka berada di posisi yang melemah.

Tetapi yang benar, jangan pernah membeli saham tambahan saat saham turun terutama jika masih akan turun. Penurunan saham karena suatu alasan.

Sayangnya, membeli pada dip sering terulang. Baru-baru ini beberapa komentator menyarankan investor ritel unutk membeli di bursa pasar negara berkembang. Ini Konyol. Sebab bursa di pasar negara berkembang bisa tidak pulih lagi dalam waktu dekat.

Jadi saran membeli saham saat melemah adalah rekomendasi yang berbahaya, terutama di saham dan bursa yang rawan. Karena sebaiknya membeli saham saat sudah mengalami penurunan dan mulai memantul ke atas.

-Beli Saham Bisa Jadi Kaya Mendadak
Tidak ada buku yang lebih konyol dari buku yang menuliskan menjadi kaya di pasar saham. Mungkin bisa mengalami keuntungan, membangun kekayaan. Itu adalah trik supaya bukunya laris terjual.

Investasi saham tidak akan kaya terutama jika memulai dalam jumlah dana yang sedikit. Saat bursa saham menguat maka buku tersebut akan laris.

Beli di Harga Rendah dan Jual di Harga Tinggi
Pada awal ada pasar saham sudah ada saran membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi. Saran klise ini telah menyebabkan investor kehilangan dananya di pasar. Istilah harga murah dan harga tinggi sulit unutk didefinisikan. Sebab tidak ada yang tahu harga rendah dan harga tinggi sampai suatu saham menyentuh level tertentu.

Padahal sebaiknya, belilah saham yang berada di tren kenaikan. Juallah saham saat pasar atau indeks dalam bahaya. Investor sukses, Bernard Baruch menegaskan jangan mencoba membeli di harga rendah dan menjual di harga atas. Ini tidak bisa dilakukan kecuali dengan pembohong.

Dalam buku Memahami Saham atau Understanding Stocks karya Michael Sincere dalam memilih saham memerlukan indikator dan analisa untuk menentukan saham dalam tren melemah atau tren turun.
… well, gw MASEH BISA TER$ENYUM seh pake CARA FLDTT neh :
tren FLDTT warteg pascaeuforia 2013_291113

… bukti TREN HARGA SAHAM @warteg gw yang AMBRUK:
tren FLDTT warteg pascaeuforia 2013_291113 tabel

LES MAEN SAHAM SEDERHANA BERLABA TRANSAKSI HARIAN WARUNG TEGAR SAHAM gw

… neh gw LANGSUNG KASI STRATEGI (cara) gw MEMAENKAN SAHAM ENRG DEMI LABA:  http://sahambumicrash2009.blogdetik.com/2010/09/05/laba-enrg-bisaaaaaaaaaaaaa/ … well, semoga bermanfaat 🙂
http://www.pojoksaham.com/analisa-teknikal.html : ini dari situs tetangga BARU yang MENGAKU PALING DEPAN SOAL ANALISIS SAHAM … well, TERNYATA STRATEGI TRADING SANGAT MUDAH DAN “PEANUTS”, yaitu KABUR JAUH2 SAAT TREN SAHAM BEARISH/DOWNTREND/TURUN (ini tulisan di situsnya:  Kalau kami, sudah kabur begitu melihat chart seperti ini.  Saham downtrend seperti ini tidak layak berada di portofolio Anda.)

… well, gw mah BERBEDA SEKALE … tapi semua UP2U lah … gw punya cara tersendiri yaitu FOKUS LABA DALAM TREN TURUN, liat di link ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/01/fokus-laba-dalam-tren-turun-4-010110/

… CARA PENGECUT DARI SITUS TETANGGA ADALAH RASIONAL DAN BAIK … tapi CUT LOSS DOANK CARA KELUARNYA, itu berarti RUGI TANPA BISA MERAIH LABA SAMA SEKALI DI SAHAM YANG PALING DIKENAL INVESTOR tersebut …
… sementara CARA FOKUS LABA DALAM TREN TURUN TAMPAK SEPINTAS TIDAK RASIONAL DAN KURANG CANTIK … PADAHAL MENURUT ITUNG-ITUNGAN GW, CARA INI RASIONAL KARENA MUNGKIN TERJADI LABA DALAM PROSES KESELURUHANNYA … CARA FLDTT PUNYA BEBERAPA CIRI (mungkin juga sebagai KEKUATAN) yaitu TETAP BERSAMA SAHAM YANG PALING DIKENAL (BISNIS ADALAH JANGKA PANJANG sebagai CARA CERDAS dalam BERINVESTASI, liat : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/investor-inves-di-bei-jauh-lebe-banyak-jumlahnya-191209/ … ALASAN GW JUGA DIPERKUAT oleh FAKTA BAHWA TIDAK ADA TREN YANG ABADI … apalagi di SAHAM DAN BISNIS YANG PUNYA FUNDAMENTAL JANGKA PANJANG MASEH SEHAT … JADI TREN TURUN SELALU DISERTAI REBOUND/MANTUL NAEK JUGA, itulah SAAT UNTUK TRADING JUAL DAN RAIH LABA …  tapi UP2U LAH, KARENA CARA FLDTT ADALAH HARUS PUNYA PEMAHAMAN YANG LUAS, BAIK ITU FUNDAMENTAL GLOBAL, MAKRO, DAN BISNIS yang bersangkutan, ANALISIS TEKNIKAL, dan STRATEGI TRADING jangka PENDEK, MENENGAH, DAN PANJANG …

… fakta tambahan adalah GW PUNYA STRATEGI CONTRARIAN SAAT INVES REKSA DANA, semua jenis produk reksa dana TERUTAMA SAHAM, boleh liat2 di link ini :  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/contrarian-strategy/ dan TERUTAMA BACA POSTING INI:  http://ekonomitakserius.wordpress.com/category/cari-untung-sesaat/ bagian posting dengan judul CUS (cari untung sesaat ala reksa dana gw)

… fakta laen, gw pada 2009 maen saham bumi JUSTRU LABA SAAT TREN KOREKSI  DI SAHAM BUMI :  http://sahambumi.wordpress.com/2009/07/03/bearish-di-mana-mana-gw-nekat-dah/ yaitu jual di 1790 dan 1780 dengan harga jual rata2: 1785;  sementara beli di 1770 dan 1790, dengan harga beli rata2: 1780, berarti gw untung=1785-1780 … lalu baca posting ini : http://sahambumi.wordpress.com/2009/05/15/contrarian-works-beautifully-nice-job-gw-he3/

BUKTI FLDTT @ warteg saham OT B: keberhasilan strategi penurunan rerata harga BELI saham WIKA n KIJA dengan FLDTT

 

cuma bwat yang pintar : short selling … : 211009_030915 3 April 2017

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:01 am

Apa itu short selling, yang sempat membuat pasar heboh ketika harga saham turun drastis pada penghujung 2008 lalu? Untuk pelaku pasar saham, istilah itu sudah tidak asing lagi.

Tapi bagi para investor baru, ada baiknya untuk mengetahui apa sih short selling itu? Pada dasarnya transaksi short sell merupakan transaksi yang cukup unik. Disebut unik karena transaksi ini memiliki karakter khusus yakni pelaku short sell menjual saham dulu baru kemudian membeli, pelaku short sell menjual saham yang bukan miliknya, dan pelaku short sell akan meraih untung justru apabila harga saham turun.

Liputan6.com, Jakarta – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan sejumlah saham dalam daftar efek marjin dan short sell untuk April 2017.

Berdasarkan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/4/2017), ada 9 saham baru yang masuk dalam daftar efek yang dapat ditransaksikan dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek (secara marjin).

Saham-saham itu antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Tanah Laut Tbk (INDX).

Selain itu, PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI), PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

Selain itu, ada 6 saham baru yang masuk dalam daftar efek dengan pembiayaan penyelesaian transaksi efek bagi nasabah oleh perusahaan efek yang mengakibatkan posisi short (shortsell).

Saham-saham baru yang masuk ke dalam efek shortsell antara lain PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Bintang Oto Global Tbk, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA), PT Mas Murni Indonesia Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Star Petrochem Tbk (STAR).

BEI mencatat ada 11 saham yang keluar dari daftar efek marjin dan 8 saham yang keluar dari daftar efek shortsell. Saham yang keluar dari daftar efek marjin antara lain PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indospring Tbk (INDS), PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE).

Selain itu, ada saham PT Eureka Prima Tbk (LCGP), PT Nirwana Development Tbk (NIRO), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Semen Baturaha Tbk (SMBR), dan PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO).

Sedangkan saham yang keluar dari daftar efek shortsell adalah BRMS, PT Intraco Penta Tbk (INTA), PT Indosat Tbk (ISAT), JTPE,LCGP, NIRO, PYFA, dan PT Tipone Mobile Indonesia Tbk (TELE).

Bagi anggota bursa efek yang memiliki nilai Modal kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Rp 250 miliar atau lebih dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 183 saham. Sedangkan anggota bursa efek yang memiliki nilai MKBD kurang dari Rp 250 miliar dapat melakukan transaksi marjin atas efek marjin dari 45 saham sedangkan shortsell sekitar 140 saham.

Untuk daftar efek yang memenuhi kriteria dijadikan sebagai jaminan pembayaran atas transaksi marjin dan transaksi shortsell antara lain memenuhi persyaratan menjadi efek marjin dan surat berharga negara (SBN), obligasi korporasi yang diterbitkan di Indonesia, tercatat di bursa, dan sekurang-kurangnya memiliki rating A+ atau yang setara. Ada pun daftar efek itu mulai berlaku 3 April 2017.

ezgif.com-resize

INILAHCOM, Jakarta – Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melarang melakukan short selling mendapat respon positif dari broker.

Group Managing Direktur PT Reliance Capital Market, Jurgan Usman mengatakan peraturan tersebut demi menjaga indeks tidak turun lebih dalam yang berdampak negatif. “Short selling secara peraturan enggak boleh tapi di luar negeri boleh, ” ujar dia di Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Bagi dia emerging market termasuk Indonesia short selling kurang tepat mengingat kondisi masih bergejolak. Apalagi Yuan sudah didevaluasi dan pasar masih menunggu The Fed menjalankan aksi kenaikan suku bunga. “Buat market,negara berkembang belum secure, ” katanya.

Ia menilai langkah BEI yang akan menindak broker yang kedapatan melaksanakan short selling. Sanksi yang dipakai sampai suspensi. “Short selling diancam sama bursa. Tapi suatu saat boleh untuk memperbesar transaksi, ” katanya. [jin]
– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2234797/belum-saatnya-pasar-indonesia-short-selling#sthash.yT4aFDZE.dpuf

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menyalakan lampu hijau untuk transaksi short sell, transaksi ini sebenarnya sudah banyak dilakukan pelaku pasar secara diam-diam. Dengan menerapkan sistem netting, investor memang sangat dimungkinkan untuk melakukan short sell. Hanya saja ruang geraknya sangat terbatas. Short seller -pelaku short sell- harus melakukan buy back hari itu juga untuk saham yang sama dengan volume yang sama. Praktis, jika saham yang dijual harganya naik berarti short seller akan menderita rugi.

Ilustrasinya begini: Jika investor X melakukan transaksi short sell dengan menjual saham XYZ pada harga Rp6.600 sebanyak 20 lot, maka dengan pola penyelesaian secara netting, ia harus membeli lagi saham XYZ sebanyak 20 lot sehingga tidak ada selisih antara volume jual dengan volume beli. Jika harga XYZ turun dan X bisa membeli di bawah harga Rp6.600 maka ia akan mendapatkan untung. Sebaliknya jika XYZ naik dan X terpaksa harus membeli hari itu juga pada harga di atas Rp6.600, maka X akan menderita kerugian.

Inilah bahaya transaksi short. Jika pelaku short salah memprediksi arah pasar maka hampir pasti ia akan menderita kerugian. Karena itu, seorang short seller dituntut memiliki kemampuan yang tinggi dalam membaca arah pasar. Dengan memperhatikan informasi yang berkembang – baik indikator ekonomi makro maupun fundamental perusahaan seta sentimen pasar yang terbentuk – seorang short seller akan memutuskan apakah ia akan melakukan transaksi short atau tidak. Keputusan jual dan belipun harus dilakukan secara cepat. Transaksi ini termasuk jenis transaksi berisiko sehingga tidak sembarang investor mampu dan berani melakukannya.

Transaksi short sell sempat dilarang ketika pasar sedang mendapat tekanan berat akibat krisis keuangan global pada Oktober hingga Desember 2008. Kini transaksi short sell telah diperbolehkan kembali pada saham-saham tertentu yang sudah ditetapkan oleh otoritas. Dengan dinyalakannya lampu hijau untuk transaksi short sell, kalangan short seller tidak perlu buru-buru harus buy back saham hari itu juga. Sebab, ada mekanisme pinjam meminjam saham (lending end borrowing) yang akan dimainkan oleh PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (APEI).

Dengan pola ini investor bisa lebih leluasa melakukan transaksi short sell. Jika investor tidak bisa melakukan buy back pada hari yang sama, maka ia bisa menunggu hari berikutnya. Hanya saja, selama saham belum dibeli si investor akan dikenai kewajiban semacam bunga pinjaman. Nilainya bervariasi antara perusahaan broker yang satu dengan lainnya. Kisarannya antara 15 persen hingga 18 persen setahun.

Untuk bisa memenangkan transaksi short dibutuhkan kemampuan khusus. Transaksi short selling tidak bisa hanya dilakukan dengan mengandalkan felling semata. Alat bantu yang lebih banyak digunakan adalah teknikal analisis. Saham yang dibolehkan ditransaksikan secara short adalah saham-saham favorit dan likuid. (Tim BEI)(//rhs)

2015201520152015201520152015sssssssssssssssssssssss201520152015201520152015

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam menghentikan operasional sejumlah broker yang terbukti melanggar aturan transaksi short selling. BEI tengah memeriksa enam anggota bursa (AB) yang terindikasi melakukan pelanggaran.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, satu broker terbukti tak melanggar. Pasalnya, investor yang bersangkutan memiliki rekening yang sahamnya tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tetapi, lima broker lagi masih diperiksa intensif. Mayoritas broker asing yang tak punya izin transaksi margin dan short selling.  Jika broker itu terbukti melanggar, BEI akan menjatuhkan sanksi terberat. “Kami akan stop (operasional dan izin) mereka,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Di kalangan pelaku pasar modal, sendiri telah beredar nama broker-broker yang diduga terindikasi melakukan short sellingilegal. Tetapi, manajemen BEI enggan mengonfirmasi terkait nama-nama itu. “Tidak bisa kami sebutkan,” ujar Hamdi, Kamis (27/8/2015).

Sementara itu Mandiri Sekuritas menegaskan pihaknya tidak melakukan short selling. “Kami memastikan Mandiri Sekuritas tidak menyelenggarakan fasilitas short selling. Sehingga secara sistem dan kebijakan, transaksi tersebut tidak dapat dilakukan,” jelas Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto.

Short selling adalah transaksi penjualan efek, tapi efek itu tak dimiliki penjual saat transaksi. Penjual memasang posisi jual pada transaksi awal dengan harapan harga turun. Ketika harga turun, ia mengambil saham itu dengan selisih untung. Hal ini ditengarai membuat IHSG semakin jeblok beberapa hari lalu. Maklum, yang ditransaksikan adalah saham likuid berkapitalisasi besar alias blue chip.  (Amailia Putri Hasniawati, Dina Farisah)

 

 

emang ada rumor yang bener :P … 200110_150616 14 Juni 2016

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 4:47 pm

 

reaction_1LINK k posting gw JUGA @ RUMOR:

HUKUM RUMOR SAHAM neh

RUMOR NEGATIF apa imbasnya

RUMOR POSITIF apa imbasNYA

valentineEVERYsmall

rumor: harga saham BUMI mo digoreng s/d Rp700,- per saham dari Rp 76,- (Juni 2016)

Arman Boy
Associate Analyst Vibiz Research Centre
Mengukur Hubungan Volume Dengan Rumor ; Apakah Rumor Hanya Untuk Menggoreng Saham?Selasa, 12 Januari 2010 16:24 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Mungkin kita semua sudah tahu bahwa penggerak utama pergerakan harga saham di bursa adalah volume serta rumor yang beredar. Volume berhubungan dengan besarnya permintaan dan penawaran dari pasar. Sedangkan rumor berhubungan dengan sentimen atau ekspektasi positif atau negatif terhadap kondisi ekonomi makro, industri, atau perusahaan khususnya.

Dalam kasus yang pernah terjadi di BEI, biasanya ada 2 macam hubungan antara volume perdagangan dengan rumor. Yang pertama adalah: kasus dimana volume perdagangan yang sangat besar yang disertai dengan rumor di bursa. Sedangkan kasus kedua adalah : volume perdagangan besar yang tidak disertai dengan rumor. Untuk lebih jelas lagi, kita akan melihat contoh dari masing – masing kasus tersebut dibawah ini.

Volume Besar Disertai Dengan Rumor.

Grafik Harga Saham DOID Sepanjang 2009

Contoh kasus dapat kita lihat dari pergerakan saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) pada tahun 2009. Pada bulan Juni 2009, mulai beredar rumor bahwa perusahaan akan mengakusisi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma). Seiring dengan beredarnya rumor tersebut, volume perdagangan terhadap saham ini mulai meningkat, dan harga juga terkerek drastis ke atas.

Pada pertengahan bulan Juli ke Agustus, saham DOID terkerek sampai 50,89% dari Rp 1.120 per saham pada 19 Juli 2009 menjadi Rp 1.690 per saham pada 20 Agustus 2009. Hal tersebut juga disertai dengan volume transaksi harian yang sangat besar.

Bahkan harga saham sempat menyentuh level 2000 pada akhir Agustus 2009. Setelah adanya kepastian akan akuisisi dan sumber pendanaannya, harga saham kemudian perlahan-lahan terkoreksi hingga perdagangan hari(07/01/2010) di level Rp 1660. Northstar Tambang Persada Pte Ltd menghabiskan dana USD350 juta untuk membeli 40,05 persen saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Transaksi sendiri dilakukan pada 6 November 2009. Jadi untuk kasus ini, kita bisa simpulkan bahwa volume besar yang disertai rumor mampu menggerakkan harga saham dengan kuat.

Volume Besar yang Tidak Disertai Rumor


Grafik Harga Saham KARK Agustus 2009 – Desember 2009

Pada kasus tertentu, tidak semua volume yang besar pada perdagangan saham disertai dengan rumor pasar. Hal tersebut seperti yang terjadi pada saham PT Dayaindo Resources Tbk (KARK).

Pada perdagangan tanggal 1 Oktober 2009, saham dibuka pada harga Rp 81. Kemudian mengalami kenaikan saham selama 3 hari berturut-turut hingga mencapai Rp 173 atau naik lebih dari 100%. Kenaikan ini disertai oleh volume yang membesar tiba-tiba. Pada hari berikutnya, harga saham masih dikerek ke Rp 181 pada sesi pagi hari. Kemudian saham tiba-tiba dilepas pada sesi ke dua hingga harga penutupan berada pada Rp 121. Harga terus tergelincir ke level Rp 109 pada tanggal 13 September 2009.

Ini adalah tanda-tanda saham yang sedang digoreng. Saham yang biasanya tidur, langsung bergerak dengan aktif tanpa ada rumor. Saham gorengan ini biasanya adalah saham yang berharga recehan sehingga dana yang dibutuhkan oleh bandar tidak terlalu besar. Namun terkadang saham digoreng juga disertai dengan rumor yang terlebih dahulu dihembuskan ke pasar.

Kesimpulan

Akhirnya mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita, bagaimanakah caranya membedakan rumor yang benar atau rumor yang hanya sekedar membantu untuk menggoreng? Pertanyaan ini mungkin agak susah untuk dijawab. Tetapi berdasarkan pengalaman, kita bisa mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Saham yang murni digoreng, biasanya bernilai dibawah Rp 500. Kemudian periode kenaikan saham yang digoreng itu biasanya lebih singkat. Mungkin hanya dalam sekitar 2 atau 3 hari sebelum kemudian harga dibanting lagi ke bawah. Sedangkan saham yang rumornya tidak bertujuan untuk menggoreng, periode kenaikan biasanya lebih panjang. Mungkin bisa sampai sebulan atau lebih. Jadi dapat kita simpulkan bahwa rumor itu tidak selalu bertujuan untuk menggoreng saham. Tetapi dengan catatan bahwa rumor tersebut adalah benar.

Tetapi kembali kepada prinsip dasar dari investasi, “high risk, high return”. Saham gorengan itu memang menjanjikan capital gain yang tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi, potensi untuk loss juga sangat besar jika anda terlambat menjual saham gorengan tersebut. Bandar akan tertawa puas, anda hanya bisa menangis meratapi nasib. Apakah nyali anda cukup kuat untuk mencoba saham gorengan?

… ini posting gw sendiri :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ soal hukum rumor bursa

(Arman Boy/AB/vbn)

dollar small

JAKARTA neraca – Turun dan naiknya laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkadang berada di luar prediksi, menjadi risiko tersendiri berinvestasi saham di pasar modal.

Oleh karena itu, berinvestasi di pasar modal perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam setiap transaksinya, baik itu jual ataupun beli. Hal ini dilakukan untuk menekan kerugian lebih besar lagi.

Namun demikian, bergerak fluktuatifnya IHSG menjadi gambaran hidupnya transaksi dari likuiditas pasar modal dalam negeri. Hanya saja, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Nicky Hogan menegaskan, tidak ada yang bisa meramal secara pasti pergerakan harga saham di pasar modal.

Sehingga, tidak bisa dipastikan kapan saham tersebut akan naik atau turun.”Sejarahnya tidak ada seorang pun yang bisa memperkirakan secara pasti pergerakan harga saham. Tidak ada yang tahu besok, bulan depan ataupu tahun depan,” ujarnya di Jakarta.

Menurutnya, investor hanya bisa memperkirakan kinerja perusahaan terbuka atau emiten, meski bukan harga sahamnya. Apalagi, emiten sering merilis proyeksi kinerja hingga beberapa tahun ke depan. “Tapi perusahaan kinerja 5-10 tahun ke depan bisa dilakukan. Tentunya manajemen juga lakukan proyeksi,” tuturnya.

Nicky menambahkan, dalam berinvestasi tidak cocok dilihat dalam jangka waktu pendek apalagi harian. Namun, tidak dipungkiri ada beberapa investor yang bertindak seperti itu. “Kalau investasi tak valid lihat harga harian, tak lihat beli hari ini, jual hari ini atau minggu depan meski ada yang senang, namanya spekulasi,”tuturnya.

Terlepas soal plus dan minusnya menjadi investor jangka pendek di pasar modal, kata Nicky, berinvestasi di pasar modal mampu menyelamatkan aset dari inflasi yang terus membengkak. Tercatat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir rata-rata inflasi di tanah air mencapai 5,6 persen, sehingga publik yang tidak berinvestasi di pasar modal telah mengalami penyusutan aset akibat tren kenaikan indeks harga konsumen (IHK).

Kata Nicky Hogan, institusi maupun personal yang tidak melakukan investasi di pasar modal dipastikan akan mengalami penyusutan aset akibat laju inflasi. Maka dengan demikian, publik yang tidak menempatkan dana di pasar modal, asetnya mengalami kemerosotan sebesar 5,6 persen per tahun. “Berarti selama sepuluh tahun terakhir dimiskinkan 5,6 persen oleh inflasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, salah satu cara yang mampu menyelamatkan asset dari inflasi adalah investasi di pasar modal, baik di reksa dana maupun saham. Apalagi selama sepuluh tahun terakhir, return dari investasi di pasar modal mencapai 16,9 persen per tahun. Sehingga, keuntungan berinvestasi jauh lebih besar dari tren kenaikan inflasi.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher mengatakan, memulai investasi tidak perlu modal besar lagi. Karena, hanya dengan uang Rp100 ribu sudah bisa menjadi investor pasar modal, sehingga siapa pun termasuk mahasiswa bisa melakukannya.

(mrt)

 

Pengungkit 20 Februari 2016

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:35 am
 

SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk … 060910_270915 26 September 2015

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 1:15 am


… kalo mo tau dan maenin saham goreng2an, ini contoh yang boleh dipake … artinya satu hari ketika saham2 ini ditransaksikan lage, maka pergerakan harga akan mengikuti RUMOR … walau pun HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs … catatan: TGL YANG TERCANTUM DI BELAKANG HARGA ADALAH TANGGAL TERAKHIR TERJADI TRANSAKSI ATAS SAHAM YBS …. maseh banyak saham bobo dan gorenk2an laen, silakan cek di yahoo finance : http://finance.yahoo.com/q/cp?s=^JKSEα=C

HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs

… supaya YAKIN, KARENA BUKAN GW DOANK YANG NGOCEH2 SOAL GORENGAN YANG LAZIM DAN JAMAK DILAKUKAN DI BURSA : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/30/semacam-whistleblowing-neh-301209/

  Oleh Ryan Filbert
                                                  @RyanFilbert

KOMPAS.com
– Bila keuntungan sebuah perusahaan mencatatkan kenaikan keuntungan, apakah sahamnya serta-merta memiliki nilai yang sama baiknya dengan kinerja perusahaannya?

Jawabannya adalah tidak selalu. Bila ada perusahaan berkinerja baik dan memuaskan namun harga sahamnya tidak sebaik kinerja perusahaannya maka dalam analisa saham sering dikenal dengan saham yang undervalued.

Mengapa undervalued? Karena harga sahamnya tidak sesuai, alias kemurahan dibandingkan kinerja perusahaan yang meningkat dan baik. Itulah yang dikenal sebagai value investing, membeli saham seperti Warren Buffett, investor kelas dunia.

Namun kini, pernyataan dan pertanyaannya ingin saya balik. Apabila ada saham sebuah perusahaan yang sangat menguntungkan, yakni dalam 4 bulan membuat semua pemegang sahamnya mendapat durian runtuh, untung 100 persen, namun kontras dengan kinerja perusahaan yang justru menderita kerugian karena hutang menumpuk bahkan hingga gagal bayar, apakah hal ini terjadi dalam praktik sehari-hari di bursa?

Ternyata ada banyak saham yang tidak sinergis dengan kinerja perusahaannya! Lalu walaupun perusahaannya rugi, kenapa bisa harga sahamnya melejit naik?

Itu adalah sebuah kejadian yang perlu perhatian khusus dari semua pelaku dan yang baru mau mengenal dunia saham. Kenaikan harga saham yang tidak disebabkan oleh peningkatan kinerja perusahaan bisa terjadi oleh karena banyak hal. Hal yang paling mudah menaikkan harga saham adalah gosip panas atau rumor.

Ada sebuah cerita yang entah datangnya dari mana, yang menghembuskan informasi fiktif dan biasanya memiliki kepentingan agar harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Di saat informasi ditanggapi secara hangat oleh para pelaku pasar yang kurang teredukasi dan suka ikut-ikutan, banyak yang membeli dan menaikkan harga saham. Si pemberi rumor justru mengambil keuntungan.

Contohnya sebuah perusahaan berkinerja buruk dengan harga saham Rp 100, saya kumpulkan sahamnya, lalu saya informasikan atau membuat gosip bahwa perusahaan tersebut akan dibeli oleh perusahaan terkenal di Amerika Serikat dengan harga fantastis karena melihat masa depan cemerlang.

Karena cerita tersebut dianggap menarik, banyak orang ikut membeli saham perusahaan. Alhasil, harga bergerak menjadi Rp 200, dan saya sudah menjualnya ketika saham bergerak ke angka tersebut.

Penulisan artikel ini sebenarnya karena saya tergelitik setelah salah seorang rekan berkata bahwa ada beberapa perusahaan yang saat ini sedang booming dan terus menerus memberikan injeksi dana ke usahanya meskipun merugi. Ketika ditanya skema bisnis apa yang nantinya bisa menguntungkan perusahaan tersebut, apa kira-kira jawabannya?

Pemilik perusahaan tersebut memiliki dua exit plan strategy. Pertama adalah menunggu perusahaan itu dibeli oleh perusahaan lain yang lebih besar dan strategi lainnya adalah menerbitkan saham untuk dilepas ke publik (IPO atau initial public offering). Lah, kalau rugi nanti bagaimana nasib IPO-nya?

Artinya, selain kita perlu berhati-hati memilih saham yang sudah ada untuk berinvestasi, kita juga dihadapkan bahwa perusahaan yang sedang tren tidak selalu nantinya akan menarik untuk diinvestasikan.

Cermatlah memilih, tidak ada nomor seri yang sama (kecuali uang palsu), uang dan harta Anda tanggung jawab Anda, bukan yang menawarkan maupun menyarankan investasi kepada Anda.

Salam investasi untuk Indonesia.

 

… gw UPDATE DATA HARGA SAHAM2 YG BOBO tersebut di tabel samping ini … kalo nama saham tidak ada berarti harganya bisa tetap, atau turun … ini adalah tabel update harga saham2 yang naek doank (per tgl 01 Desember 2010):

… lalu baca lage kejadian mutakhir soal PLIN :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/03/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-2-0-030110/

… baca posting dari situs vibiznews tentang rumor dan volume transaksi:  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/emang-ada-rumor-yang-bener-p-200110/ terkait KARK
… teori informasi di bursa juga bole dibaca neh : http://sahambumi.wordpress.com/2009/06/09/informasi-itu-abadi/

Pentingnya Informasi bagi Pasar
Senin, 8 Juni 2009 – 08:51 wib

Informasi adalah menu sehari-hari di pasar modal. Tanpa adanya suplai informasi pasar modal bisa jadi akan stagnan. Sebab, dengan tidak adanya infromasi berarti tidak ada faktor yang menggerakkan ekspektasi investor sehingga investor akan diam saja, tidak melakukan apa-apa. Berkat informasilah, ekspektasi investor terbentuk. Dari sana mengambil keputusan apakah ia akan menambah portofolionya atau sebaliknya mengurangi portofolionya.

Jenis informasi itu bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dari informasi seputar perusahaan hingga informasi yang bersifat makro, baik ekonomi maupun politik. Misalnya informasi tentang pergantian manajemen, penurunan kinerja, pembagian dividen, stock split, merger dan akuisisi, perubahan indeks di bursa luar negeri, perubahan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya. Informasi itu datang silih berganti, dari emiten satu ke emiten lainnya.

Contoh lain masih banyak. Informasi soal kenaikan harga (BBM), tentang harga minyak dunia, tentang inflasi, tentang suku bunga dan sebagainya membangunkan ekspektasi beragam di setiap benak investor. Banyak sekali contoh yang bisa dilihat, betapa informasi sangat menentukan dalam perubahan harga saham. Ketika beredar informasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2009 mencapai 4,4 persen, pasar langsung bereaksi positif.

Sulit untuk dibantah bahwa keberadaan informasi senantiasa berpengaruh besar terhadap perubahan harga saham. Informasi yang sifatnya negatif akan menurunkan harga saham, sebaliknya informasi yang positif akan mendongkrak minat beli pelaku pasar. Dalam setiap informasi itu selalu memiliki kekuatan yang memunculkan ekspektasi investor. Ekspektasi inilah yang menggerakkan minat beli dan minat jual sehingga mengakibatkan perubahan harga saham di pasar.

Untuk jenis informasi yang berkaitan dengan ekonomi makro ini relatif lebih mudah menyaringnya. Jarang sekali informasi yang bersifat makro muncul dalam bentuk rumor. Tapi untuk informasi yang berkaitan langsung dengan emiten seringkali tidak bisa ditelan begitu saja.

Yang jadi masalah bagaimana menyaring informasi tentang emiten yang mondar mandir di pasar, mendeteksi bahwa informasi itu benar, dan memanfaatkannya untuk meraih keuntungan di pasar? Bagaimana jika informasi yang beredar itu cuma sekadar rumor yang sengaja disebarkan pihak-pihak tertentu dalam rangka juga mencari keuntungan? Bagaimana menaklukkan rumor?

Seorang pakar investasi memberi resep bagaimana menangkal rumor di pasar. Alasannya rumor tidak bisa ditangkal, melainkan harus ditaklukkan. Dari diskusi dengan beberapa pelaku pasar, dikatakan dari sisi likuiditas pasar, keberadaan rumor sebenarnya cukup penting. Namun pemain harus pintar-pintar menyikapinya dan menangkalnya. Ada beberapa tips yang disampaikan kalangan pelaku sendiri, yakni :

1. Jangan terlalu cepat yakin terhadap informasi yang beredar jika tidak jelas asal-usul sumber beritanya. Kalau perlu lakukan cross chek tentang kebenaran informasi yang beredar tersebut dengan emiten langsung melalui corporate secretary atau cross chek dengan informasi keterbukaan yang diumumkan melalui website BEI yang beralamat di http://www.idx.co.id.

2. Tinggalkan kebiasaan buruk prilaku yang didasarkan pada sikap buy on the rumors, sell on the news. Istilah ini lahir karena banyak pelaku pasar yang sering terjebak melakukan pembelian saat rumor beredar, dan menjual ketika berita yang sebenarnya dipublikasikan. Sikap ini sangat berbahaya karena mengandung jebakan yang sewaktu-waktu bisa menggilas investor.

3. Jangan mengambil keputusan investasi yang gegabah hanya mendasarkan diri pada informasi yang sesaat. Selain harus mempertimbangkan soal kebenaran informasi, perhatikan juga apakah pergerakan harga saham sudah mencerminkan informasi yang ada atau belum.

4. Yang paling aman adalah jangan tinggalkan alat bantu analisis, baik yang fundamental maupun yang tehnikal. Rumor apapun, jika Anda tetap bersikukuh dengan dua alat bantu ini,Anda akan selamat. (Tim BEI)
(//rhs)

… mau yang lebe dalem :

https://transaksisaham.wordpress.com/2010/02/02/teori-wajib-baca-020210/

… neh baca juga isu ELSA :

http://sahamadaro.wordpress.com/2010/03/27/elsa-akhirnya-480-270310/

… akhirnya beks juga bergerak liar :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Feb 25, 2010 131.00 131.00 131.00 131.00 21,000 131.00
Feb 24, 2010 138.00 138.00 130.00 131.00 358,000 131.00
Feb 23, 2010 142.00 144.00 135.00 136.00 750,500 136.00
Feb 22, 2010 123.00 160.00 123.00 146.00 5,498,500 146.00
Feb 19, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 50,500 120.00
Feb 18, 2010 71.00 100.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 17, 2010 70.00 100.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 16, 2010 66.00 100.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 15, 2010 99.00 99.00 99.00 99.00 0 99.00
Feb 12, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 25,000 100.00
Feb 11, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Feb 10, 2010 100.00 100.00 100.00 100.00 0 100.00
Feb 9, 2010 64.00 100.00 64.00 64.00 0 64.00
Feb 8, 2010 62.00 62.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 5, 2010 62.00 90.00 62.00 62.00 0 62.00
Feb 4, 2010 69.00 117.00 69.00 69.00 0 69.00
Feb 3, 2010 63.00 100.00 63.00 63.00 0 63.00
Feb 2, 2010 65.00 95.00 65.00 65.00 0 65.00
Feb 1, 2010 62.00 100.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 28, 2010 105.00 105.00 105.00 105.00 0 105.00
Jan 26, 2010 90.00 90.00 90.00 90.00 0 90.00
Jan 25, 2010 120.00 120.00 120.00 120.00 0 120.00
Jan 22, 2010 62.00 108.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 21, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 20, 2010 62.00 110.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 19, 2010 63.00 105.00 63.00 63.00 0 63.00
Jan 18, 2010 115.00 115.00 115.00 115.00 0 115.00
Jan 15, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 13, 2010 62.00 120.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 12, 2010 62.00 92.00 62.00 62.00 0 62.00
Jan 11, 2010 81.00 105.00 81.00 81.00 0 81.00
Jan 8, 2010 75.00 111.00 75.00 75.00 0 75.00
Jan 7, 2010 95.00 95.00 95.00 95.00 0 95.00
Jan 6, 2010 80.00 114.00 80.00 80.00 0 80.00
Jan 5, 2010 101.00 101.00 101.00 101.00 0 101.00
Jan 4, 2010 80.00 101.00 80.00 80.00 0 80.00

… perhatikan juga btek, yang masuk wilayah UMA oleh bei :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Jun 1, 2010 280.00 310.00 275.00 295.00 14,834,000 295.00
May 31, 2010 250.00 280.00 250.00 275.00 6,039,500 275.00
May 27, 2010 260.00 260.00 250.00 255.00 2,425,500 255.00
May 26, 2010 250.00 265.00 250.00 260.00 3,943,500 260.00
May 25, 2010 260.00 270.00 220.00 245.00 9,140,000 245.00
May 24, 2010 260.00 290.00 255.00 260.00 18,699,500 260.00
May 21, 2010 230.00 280.00 230.00 255.00 21,492,000 255.00
May 20, 2010 230.00 260.00 230.00 230.00 64,417,000 230.00
May 19, 2010 215.00 255.00 210.00 215.00 14,419,000 215.00
May 18, 2010 180.00 220.00 180.00 215.00 8,432,000 215.00
May 17, 2010 190.00 190.00 175.00 180.00 170,000 180.00
Feb 22, 2010 70.00 97.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 19, 2010 72.00 99.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 18, 2010 80.00 93.00 80.00 80.00 0 80.00
Feb 17, 2010 76.00 99.00 76.00 76.00 0 76.00
Feb 16, 2010 70.00 95.00 70.00 70.00 0 70.00
Feb 15, 2010 67.00 95.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 12, 2010 66.00 95.00 66.00 66.00 0 66.00
Feb 11, 2010 67.00 97.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 10, 2010 72.00 98.00 72.00 72.00 0 72.00
Feb 9, 2010 67.00 94.00 67.00 67.00 0 67.00
Feb 8, 2010 71.00 94.00 71.00 71.00 0 71.00
Feb 5, 2010 86.00 93.00 86.00 93.00 2,000 93.00
Feb 4, 2010 86.00 94.00 86.00 94.00 8,000 94.00
Feb 3, 2010 99.00 99.00 88.00 94.00 160,000 94.00
Feb 2, 2010 98.00 98.00 91.00 91.00 257,500 91.00
Feb 1, 2010 97.00 99.00 91.00 91.00 27,000 91.00
Jan 29, 2010 96.00 96.00 96.00 96.00 69,000 96.00
Jan 28, 2010 97.00 97.00 97.00 97.00 25,000 97.00
Jan 27, 2010 98.00 99.00 97.00 99.00 102,500 99.00
Jan 26, 2010 97.00 101.00 97.00 97.00 533,000 97.00
Jan 25, 2010 98.00 102.00 98.00 98.00 272,500 98.00
Jan 22, 2010 96.00 104.00 95.00 100.00 727,500 100.00
Jan 21, 2010 99.00 99.00 97.00 97.00 122,000 97.00
Jan 20, 2010 101.00 101.00 97.00 100.00 266,500 100.00
Jan 19, 2010 98.00 99.00 97.00 97.00 380,000 97.00
Jan 18, 2010 98.00 99.00 98.00 99.00 25,500 99.00
Jan 15, 2010 99.00 99.00 95.00 99.00 222,000 99.00
Jan 14, 2010 101.00 101.00 99.00 100.00 468,000 100.00
Jan 13, 2010 107.00 107.00 101.00 106.00 367,500 106.00
Jan 12, 2010 98.00 107.00 98.00 107.00 5,226,500 107.00
Jan 11, 2010 90.00 102.00 90.00 100.00 3,873,500 100.00
Jan 8, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 819,500 90.00
Jan 7, 2010 91.00 93.00 90.00 90.00 746,000 90.00
Jan 6, 2010 90.00 91.00 90.00 90.00 1,113,500 90.00
Jan 5, 2010 91.00 91.00 89.00 89.00 389,500 89.00
Jan 4, 2010 88.00 91.00 87.00 91.00 1,570,500 91.00

Senin, 06/09/2010 18:41 WIB
Rupert Murdoch Dikabarkan Incar SCTV, Harga 3 Saham TV Melejit Tajam
Indro Bagus,Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Rumor penjualan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) kepada STAR milik Rupert Murdoch diduga memicu kenaikan tajam saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan SCMA naik tajam hari ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SCMA, pemilik stasiun televisi SCTV, ditutup naik 23,14% ke level Rp 3.325 dari penutupan sebelumnya Rp 2.700. Sedangkan saham EMTK, induk usaha SCMA, melejit 24,71% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 1.110 dari sebelumnya Rp 890.

Tak luput, saham IDKM yang memiliki stasiun televisi Indosiar pun ikutan menanjak drastis 23,80% menyentuh batas atas auto rejection ke level Rp 520 dari sebelumnya Rp 420.

Kenaikan tajam ketiganya diperkirakan karena dipicu adanya rumor rencana akuisisi saham SCMA oleh Satelite Television Asia Region (STAR) milik pengusaha raksasa media global, Ruport Murdoch. Kabar yang beredar mengatakan, STAR tengah melakukan due diligence dengan EMTK sebagai pengendali saham SCMA.

Rumor ini menimbulkan asumsi kalau EMTK bakal mendapatkan dana segar dari penjualan saham SCMA. Asumsi ini mendorong investor memburu saham EMTK dan SCMA. Rumor ini juga memicu asumsi kalau EMTK bakal menggunakan sebagian dana dari STAR untuk mengakuisisi IDKM, sehingga mendorong saham IDKM naik tajam.

Jauh sebelum ini, sudah santer terdengar kalau grup SCTV bakal membeli saham IDKM. Hingga saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

Tren kenaikan tajam 3 saham ini sudah terjadi sejak akhir Agustus 2010, namun puncaknya pada hari ini. Pada 26 Agustus 2010, harga saham SCMA masih di level Rp 1.760. Pada hari ini, SCMA telah mengalami kenaikan 88,92% ke level Rp 3.325.

Pada 24 Agustus 2010, saham EMTK masih di level Rp 630. Saat ini harga EMTK berada di level Rp 1.110, naik 76,19%. Sedangkan pada 25 Agustus 2010, harga IDKM masih di level Rp 285. Kini, IDKM dibanderol Rp 520, naik 82,45%.

Selain rumor rencana akuisisi STAR ke SCMA, juga terdapat kabar kalau pemilik Para Group, Chairul Tanjung meminati saham IDKM maupun SCMA. Dalam pernyataan sebelumnya, Chairul Tanjung memang berencana mengakuisisi stasiun TV, meski belum dijelaskan target maupuan rencana realisasinya.

Ketika dikonfirmasi detikFinance, Direktur EMTK, Wahyu Wijayadi membantahnya. “Info dari mana. Tidak benar, itu tidak benar,” papar Wahyu.

Sementara pihak Para Group, yang diwakili oleh Ishadi SK pun membantah kalau pihaknya ingin membeli SCTV, setelah sebelumnya tidak menemui kata sepakat untuk mengakuisisi Indosiar.

“Tidak mungkin lah, SCTV itu kuat. Kalau Indosiar memang nggak jadi. Mereka (manajemen Indosiar) juga sudah bilang kan,” tegas Ishadi kepada detikFinance. (dro/qom)

Rabu, 11 Agustus 2010 | 13:20

SAHAM DUTI

Setelah Sering Tidur, DUTI Masuk UMA

JAKARTA. Cukup aneh. Saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) mulai akhir Juli lalu sangat aktif diperdagangkan. Pada perdagangan kemarin (10/8), harga saham ini malah sudah ditutup di posisi Rp 1.650 per saham dengan volume 184.500 atau Rp 299,9 juta.

Padahal, saham ini masuk dalam kategori saham tidur alias saham yang jarang sekali bergerak. Makanya, wajar sekali jika Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham ini ke dalam unusual market activity (UMA) alias saham yang bergerak diluar kebiasaan.

Ito Warsito, Direktur Utama BEI, mengatakan agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Investor harus memperhatikan jawaban tertulis jika BEI sudah meminta penjelasan.

“Investor juga harus mengkaji kembali rencana aksi korporasi jika belum mendapatkan persetujuan pemegang saham,” katanya. Tak hanya itu, investor juga perlu memperhatikan kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi yang telah diberikannya.

Abdul Wahid Fauzie kontan
Jumat, 24/09/2010 15:15 WIB
Saham ADES, PLAS dan ULTJ Masuk UMA
Indro Bagus – detikFinance

(Ilustrasi Foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan 3 saham dalam kategori unusual market activity (UMA) lantaran terjadi kenaikan harga kumulatif secara signifikan selama beberapa hari perdagangan berturut-turut tanpa disertai aksi korporasi yang berarti.

Demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/9/2010).

Saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES), produsen air mineral kemasan ini naik tajam selama 3 hari berturut-turut. Pada perdagangan 21 September 2010, saham ADES masih di level Rp 780 per saham. Kini harga ADES telah melesat Rp 730 (93,58%) ke level Rp 1.510.

Saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS) naik kumulatif sebesar Rp 590 (85,50%) sejak penutupan 24 Agustus 2010 di level Rp 690 hingga 23 September 2010 di level Rp 1.280.

Sedangkan saham PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ) naik tajam selama 3 hari berturut-turut mencapai Rp 660 (73,33%) dari penutupan 21 September 2010 di level Rp 900 hingga 24 September 2010 di level Rp 1.560.

BEI tidak melihat adanya aksi korporasi yang mendukung kenaikan harga saham dan peningkatan transaksi pada 3 saham ini. Oleh sebab itu, BEI memasukkan 3 saham ini dalam kategori UMA dan meminta pelaku pasar memperhatikan keterangan dari masing-masing perseroan sebelum melakukan langkah investasi.

(dro/dnl)

Prices
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
Sep 22, 2010 900.00 1,030.00 900.00 1,010.00 1,816,000 1,010.00
Sep 21, 2010 920.00 920.00 860.00 900.00 266,000 900.00
Sep 20, 2010 920.00 970.00 910.00 920.00 529,000 920.00
Sep 17, 2010 970.00 970.00 900.00 920.00 522,000 920.00
Sep 16, 2010 1,000.00 1,020.00 960.00 970.00 540,500 970.00
Sep 15, 2010 1,000.00 1,140.00 960.00 990.00 1,918,500 990.00
Sep 7, 2010 730.00 950.00 730.00 950.00 4,060,500 950.00
Sep 6, 2010 750.00 830.00 750.00 760.00 1,724,000 760.00
Sep 3, 2010 710.00 750.00 710.00 750.00 47,500 750.00
Sep 2, 2010 680.00 720.00 670.00 720.00 116,500 720.00
Sep 1, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 1,500 680.00
Aug 31, 2010 680.00 720.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 30, 2010 720.00 720.00 710.00 710.00 30,000 710.00
Aug 27, 2010 720.00 740.00 720.00 740.00 5,500 740.00
Aug 26, 2010 760.00 770.00 720.00 730.00 223,000 730.00
Aug 25, 2010 690.00 750.00 690.00 750.00 168,000 750.00
Aug 24, 2010 700.00 740.00 700.00 700.00 0 700.00
Aug 23, 2010 740.00 750.00 730.00 740.00 3,000 740.00
Aug 20, 2010 740.00 760.00 710.00 740.00 277,500 740.00
Aug 19, 2010 710.00 740.00 700.00 740.00 215,500 740.00
Aug 18, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 70,000 710.00
Aug 16, 2010 650.00 680.00 650.00 670.00 94,000 670.00
Aug 13, 2010 670.00 680.00 660.00 660.00 12,000 660.00
Aug 12, 2010 680.00 680.00 670.00 670.00 27,500 670.00
Aug 11, 2010 680.00 680.00 680.00 680.00 25,000 680.00
Aug 10, 2010 700.00 720.00 700.00 700.00 145,000 700.00
Aug 9, 2010 680.00 700.00 680.00 680.00 0 680.00
Aug 6, 2010 700.00 700.00 680.00 700.00 3,000 700.00
Aug 5, 2010 680.00 700.00 670.00 700.00 303,500 700.00
Aug 4, 2010 710.00 720.00 680.00 680.00 16,000 680.00
Aug 3, 2010 710.00 730.00 690.00 690.00 231,500 690.00
Aug 2, 2010 660.00 720.00 650.00 720.00 121,000 720.00
Jul 30, 2010 710.00 710.00 670.00 670.00 43,500 670.00
Jul 29, 2010 700.00 770.00 700.00 710.00 786,000 710.00
Jul 28, 2010 670.00 700.00 660.00 700.00 133,500 700.00
Jul 27, 2010 720.00 720.00 670.00 690.00 294,000 690.00
Jul 26, 2010 630.00 700.00 620.00 700.00 346,500 700.00
Jul 23, 2010 630.00 650.00 630.00 640.00 15,000 640.00
Jul 22, 2010 640.00 650.00 640.00 640.00 30,000 640.00
Jul 21, 2010 640.00 660.00 640.00 640.00 0 640.00
Jul 20, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 11,500 650.00
Jul 19, 2010 650.00 650.00 650.00 650.00 17,500 650.00
Jul 16, 2010 630.00 660.00 630.00 660.00 43,500 660.00
Jul 15, 2010 640.00 640.00 640.00 640.00 2,000 640.00
Jul 14, 2010 640.00 660.00 640.00 650.00 209,000 650.00
Jul 13, 2010 670.00 680.00 640.00 650.00 728,500 650.00
Jul 12, 2010 680.00 710.00 680.00 710.00 3,000 710.00
Jul 9, 2010 680.00 710.00 680.00 680.00 0 680.00
Jul 8, 2010 690.00 710.00 690.00 690.00 0 690.00

Saham Tidur Belum Cerminkan Kinerja Buruk
Minggu, 20 Februari 2011 | 21:15
investor daily
JAKARTA – Kinerja perusahaan yang baik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), secara tidak langsung memberi efek terhadap pergerakan saham di BEI agar menjadi saham yang likuid dan tidak menjadi saham “tidur”.

Maka dari itu, perusahaan tercatat diharapkan lebih transparansi terhadap ekspansinya agar pelaku pasar dapat mempelajari prospek perusahaan ke depan yang secara tidak langsung berimbas pada pergerakan sahamnya ke depan, mengingat tidak semua saham yang “tidur” kinerja perusahaanya buruk.

Perusahaan yang baik, menurut analis pasar saham Ahmad Riyadi kepada pers di Jakarta, mengatakan perusahaan harus mampu mempromosikan atau membuat agenda kerja terhadap perusahaannya itu agar saham yang di lepas di BEI tetap aktif, likuid dan memberikan untung kepada investor.

Jika perusahaan kurang aktif mempublikasikan kinerjanya maka lambat laun sahamnya akan kurang dilirik oleh pelaku pasar.

Sebagai contoh, tiga perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di BEI pada awal 2011 ini, dapat saja kedepannya menjadi saham yang kurang likuid karena kurang publikasinya kinerja perusahaan itu.

Seperti contoh, PT Megapolitan Development (EMDE), PT Martina Berto (MBTO), dan PT Garuda Indonesia (GIAA) yang diawal perdagangan dibuka melemah. Salah satunya, kurang publikasinya prospek kinerja perusahaan ke depan, sehingga membuat image kurang baik terhadap perusahaan tersebut.

Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, mengatakan, kurang lebih 60 saham emiten dari 418 saham yang tercatat masih tergolong saham tidur. Saham-saham di sektor manufaktur dan jasa mendominasi saham-saham berkategori saham tidur atau tidak likuid diperdagangkan di bursa saham.

Saham sektor manufaktur jasa memang kurang perhatian dari analis. Hal ini menjadi katalis penyebab banyaknya saham-saham kurang aktif diperdagangkan dan sering juga disebut sebagai saham tidur, khususnya saham perusahaan menengah kecil.

Untuk membangkitkan pergerakkan saham yang tidur agar dilirik pasar, diharapkan para analis sekuritas atau Pemeringkat Efek Indonesia juga merilis laporan mengenai perusahaan-perusahaan menengah kecil itu.

Pasalnya, mereka kerap kali kurang mendapatkan perhatian dari analis pasar modal. Tanpa perhatian analis, perhatian investor kepada saham itu pun kecil.

Dengan minimnya pengetahuan terhadap saham tidur membuat investor domestik maupun asing ragu untuk melakukan investasi di saham yang tergolong tidur tersebut, meskipun prospek perusahaan itu sebenarnya mempunyai kinerja yang baik.

Dengan adanya analisa dari pengamat saham tentang saham yang kurang dilirik itu, diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa saham tidur itu adalah saham yang tidak likuid.

Biasanya saham-saham kurang likuid ini, digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. Entah itu emiten, pemegang saham mayoritas, atau pelaku pasar.

Kalangan pelaku pasar banyak yang berpendapat, berinvestasi pada saham yang tidur akan menyulitkan investor bila ingin mencairkan investasinya ketika mereka memerlukan dananya untuk kepentingan lain.

“Memiliki portofolio saham tidur sangat susah menjualnya, yang ada dana kita malah tertahan tidak dapat di apa-apa kan. Untuk investor diharapkan pelajari dahulu prospektus perusahaan sebelum mengambil langkah investasi,” ujar Ahmad Riyadi.

Selain itu, investor domestik juga masih banyak yang trauma dengan kasus-kasus di pasar modal yang menimbulkan kesan bahwa perlindungan terhadap dana investor tidak terlalu kuat.

Sangat disayangkan pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang signifikan itu tidak dibarengi dengan terkikisnya jumlah saham tidur dan perlindungan terhadap investor yang kuat.

Menurut catatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pertumbuhan IHSG pada 2010 sebesar 46 persen menjadi 3.703 poin pada penutupan bursa 30 Desember 2010, dari 2.534 poin pada penutupan tahun 2009.

Pertumbuhan indeks saham dalam negeri ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bursa saham di Malaysia (KLCI) naik 19 persen dalam periode yang sama, Singapura indeks (STI) naik 10 persen, dan Thailand (SET) naik 40 persen.

Jadi, boleh dikatakan, saat ini bursa saham kita adalah bursa yang memiliki kenaikan harga tertinggi.

Kinerja IHSG yang mengalami pertumbuhan positif dari tahun ketahun belum memicu saham-saham yang tidur belum bergerak layaknya seperti saham-saham unggulan yang terdapat pada indeks kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ 45).

Jumlah Saham Beredar Minim

Minimnya jumlah saham emiten yang beredar di pasar juga menjadi salah satu pemicu tidurnya saham emiten tersebut. Seperti layaknya mayoritas saham tidur dimiliki oleh emiten kelas menengah dan kecil yang rata-rata melepas saham ke publik kurang dari 30 persen.

Hal itu adanya mispersepsi di kalangan manajemen perusahaan, pengendali harus memiliki jumlah saham yang terbesar.

Ito mengatakan, untuk menjadi mayoritas pengendali, sebenarnya saham yang harus dimiliki cukup 51 persen. contoh, di luar negeri, pemegang saham terbesar hanya memiliki 10 persen saham dan tetap dapat menjadi pengendali sahamnya.

Untuk menahan laju penambahan saham tidur diharapkan pihak bursa mendorong kepada perusahaan tercatat untuk menambah jumlah sahamnya dan mendesak emiten yang memiliki porsi saham beredar di bawah 30 persen untuk meningkatkan jumlah saham beredarnya demi mencegah peningkatan harga saham yang tidak wajar yang berpotensi merugikan investor.

“Minimnya jumlah saham yang beredar sangat mudah digerakkan atau digoreng oleh pasar meski volume transaksinya tidak signifikan,” kata pengamat pasar modal, Ahmad Riyadi, seraya menambahkan, sebut saja, saham Pudjiaji yang beredar di publik hanya 129,72 juta saham atau 12,86 persen.

Ia mengatakan, pihak Bursa selaku otoritas perdagangan dapat mendesak emiten untuk meningkatkan jumlah saham publiknya dengan mengadakan penerbitan saham baru (rights issue).

“Dengan aksi korporasi itu dapat membuat harga saham lebih likuid dan volume saham yang diperdagangkan akan membuat perdagangan bergairah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bursa Efek Indonesia menghimbau emiten yang sahamnya tak aktif di pasar modal untuk menambah porsi saham publiknya. Himbauan ini seyogianya ditindak lajnjuti dengan sebuah kebijakan yang memaksa perusaan publik menambah porsi sahamnya di pasar agar terhindar dari penghapusan saham (delisting). (Zubi Mahrofi)
… contoh mutakhir 2011:
Setelah dua kali suspensi, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan panggil manajemen PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) untuk meminta informasi material terkait kenaikan harga saham perseroan yang tidak wajar.

“Kalau tidak Rabu atau Kamis minggu ini kita panggil. Minggu ini kita panggil,” jelas Direktur Pengawasan Transaksi dan Anggota Bursa, BEI Uerip Budhi Prasetyo di kantornya, SCBD Jakarta, Senin (28/2/2011) malam.

Saham IGAR kemarin disuspen untuk kedua kali oleh Bursa. Pasalnya terjadi kenaikan 3 kali lipat dalam waktu singkat. IGAR tercatat naik Rp 387 (200%) dari harga penutupan sebesar Rp 193 per lembar saham pada 28 Januari 2011 menjadi Rp 580 per saham pada 25 Februari 2011.

“Suspensi ada suatu kenaikan yang tak wajar. Ada kenaikan lagi (setelah suspensi perdana), ada pergerakan. (Suspensi) agar cooling down, tidak bergejolak lagi,” tambahnya.

Hingga kini tidak ada informasi material signifikan yang menyertai peningkatan harga saham IGAR. Atas dasar itulah BEI segera melakukan investigasi.

“Tidak ada informasi material. Masih investigasi, pemeriksaan lebih lanjut. Artinya ada suatu anomali. Tidak ada berita yang material, baik naik atau turun,” Kata Uriep.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito juga menyebut, emiten yang saham meningkat dan berkategori tidak wajar, harus melakukan keterbukaan. Ini penting untuk memberi penjelasan kepada investor agar tidak terjadi misleading information.

“Saham IGAR disuspen lagi lebih transaksi. Mungkin karena gerakan terlalu ekspansif,” ucapnya.

“Suspensi tetap dilakukan kalau bisnisnya sendiri tidak ada yg jelas. Sekarang ini baru akan masukkan bisnis baru yaitu tambang. Kalau punya keseriusan, sebelum Mei secara legal dan fundamental terpenuhi sangat memungkinkan kita bisa buka (suspen),” imbuh Eddy.

Sumber: detikcom

 

gw BOBOL RAHASIA INVESTASI edy joenardi … 030410_240915 24 September 2015

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 12:40 am

Edy Joen seorang INVESTOR yang CERD1K SEKALE @ BEI, raup Rp 5T dengan modal Rp 62 jt (+8 juta persen AZA): Edy Joen menurut MAJALAH SWA
http://www.bestcalculator.org/finance/interest-calculator.html?principal=62000000&years=5&interest=1000 … ternyata to the point, setiap hari TRADING EDY JOENARDI rata2 menghasilkan gain 0,946% per hari… itu artinya doi menggunakan cara MURNI TRADING atawa kombinasi MINORITAS INVES + MAYORITAS TRADING … itu kalo murni cuma maen saham bumi doank … kalo doi kombinasi macam2, misalnya ipo, short selling, margin trading, saham bobo, maka peluank rata2 gain harian 0,946% semakin BESAR EKSPEKTASInya …

perhatikan bahwa gw menggunakan kalkulator online di link di atas … perhatikan beberapa skenario yang gw lakukan:

initial principal = 62.000.000 (modal awal, ini sesuai kisah doi sendiri :   http://sahambumi.wordpress.com/2009/04/14/saham-bumi-adalah-peluang-saat-krisis/

number of years = 1200 years … bagian ini gw modifikasikan menjadi : number of days (jumlah hari) = 1200 days (hari)  … itung-itungan jumlah hari berdasarkan hari buka bursa th 2010 adalah 245 hari, maka kalo gw asumsikan dalam 5 taon rata2 per tahun ada 240 hari buka, maka total hari yang dibutuhkan Edy adalah 1200 hari

interest Rate = 0,946% per year … imbal hasil per tahun (“bunga” per tahun) … ini gw modif jadi : imbal hasil per hari =0,946%

calculate (di situsnya, klik link di atas dulu, lalu masukkan angka2 yang elo mau, trus klik calculate/hitung automatis): maka akan keluar hasilnya sekaligus yaitu:

results – compound interest (hasil bunga berbunga atawa bunga majemuk ) =

balance after 1200 years (hasil total setelah 1200 tahun) … gw modif jadi balance after 1200 days (hasil total setelah 1200 hari) = 5T

sementara kalo pake SIMPEL INTEREST (bunga biasa per hari, ingat modifikasi gw) maka setelah 1200 hari berinvestasi hasilnya adalah 765Jt … well tetap asyik seh

… nah gimana cara sederhananya Edy melakukannya … neh menurut gw seperti berikut:

hari pertama:

modal awal = Rp.62.000.000,-

gain = 0,946%

hasil trading total sehari = Rp. 586520

total aset hari ini setelah trading = Rp. 62. 586.520,-

hari kedua:

modal awal = Rp. 62586520,-

gain = 0,946%

hasil trading total sehari = Rp. 592068.4792

total aset hari kedua setelah trading = Rp. 63.178.588,-

dst s/d hari ke 1200 dah … PASTI TOP MARKO TOP aka SUPER MAKNYUS

nah gimana cara mendapatkan gain :

misalnya harga saham bumi pertama kali Edy maen: Rp.20,- per saham

gain 1 poin adalah Rp.1 yaitu = 1/20 = 5% berarti jauh sekali di atas gain sasaran sekira 0,95% … berarti sudah tercapai dah sasaran 1 harinya

misalnya di harga laen, maka setiap gain 1 poin berarti =

200 menjadi 205 =5/200=2,5% (sasaran maseh tercapai)

1000 menjadi 1010 = 10/1000=!% (sasaran maseh tercapai)

2000 menjadi 2025 = 25/2000=1,25% (sasaran tercapai)

5000 menjadi 5050 = 50/5000=1% (sasaran tercapai)

jadi rata2 gain 1 poin saja pada semua tingkat harga saham bumi pada saat tren bullish 2003-2008 maka EDI JOENARDY BENERAN BERHASIL MENCAPAI 5 T DENGAN MODAL 62 JT SAJA  🙂

… penjelasan tabel lainnya:

… number of years 60 itu maksud gw adalah dalam waktu 60 bulan aka 5 tahun X 12 bulan … berarti setiap bulan harus mencapai gain rata2 = 20,74%

… initial principal = 20 itu maksudnya harga saham bumi yang ditransaksikan … nah kalo gw itung pake cara bunga berbunga maka gain rata2 dalam setahun harus = 235% baru lah harga saham bumi mencapai Rp.8500

… kalo modal elo Rp.100.000,- dengan cara Edy, maka dalam 60 bulan transaksi yaitu 5 taon maen saham setiap hari (atawa hampir setiap hari) maka dibutuhkan gain = 20,74% per bulan

nah kalo dibandingkan dengan metode gw maka perbedaan utamanya adalah ATM HARIAN … kayanya doi hampir2 TIDAK MENYENTUH SAMA SEKALI ATM HARIANNYA karena doi MEMANG CUMA PAKE MODAL IDLE yaitu modal yang TIDAK DIGUNAKAN SAMA SEKALI … well, kalo gw mah emang butuh ATM HARIAN donk, walau pun modal gw juga emang idle seh (disposable assets) …
kalo mo liat rumus trading gw klik link ini :

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/17/akhirnya-formulir-itu-datang-juga-171209/ lalu kalo yang lebe praktis :  https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/08/rumus-strategi-trading-yang-lebe-sederhana-080110/ dan metode kombinasi inves dan trading : https://transaksisaham.wordpress.com/aksi-donk/ … kayanya elo uda dapat HAMPIR SEMUA CARA INVESTASI SAHAM YANG BIKIN ELO LEGA ABIS CUMA DALAM 5 TAON (believe it or not) 🙂