maen SAHAM beneran (mulai : 210809) bacaan SEHAT bwat investor NEKAT

21 Desember 2009

ihsg rehat beneran … 211209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:20 pm

Sentimen Positif Minim
Koreksi IHSG Terburuk di Asia
Asteria

(inilah.com /Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Sejak awal perdagangan awal pekan ini, IHSG terus bergerak di bawah level 2.500. Saham unggulan, menyeret turun bursa ke level terburuk di kawasan regional Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (21/12) ditutup anjlok tajam 3,12% ke level 2.431,389. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ45 melemah 3,63% ke level 478,425 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,2% ke level 402,6.

Transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 0,84% pada level 2.488. Aksi jual investor terus berlanjut melanda bursa, sehingga IHSG pada sesi siang turun ke level 2.451 dan merosot hingga ditutup di 2.431. Koreksi ini adalah yang terburuk di kawasan regional Asia.

Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing mengatakan, IHSG berakhir turun akibat minimnya sentimen positif di dalam negeri. Sementara perkembangan politik terkait Century yang kian memanas, menambah ketidakpastian akan kondisi hukum di Indonesia.

“Variatifnya bursa Asia pun, tidak mampu mendongkrak minat beli investor di lantai bursa,” ujarnya. Investor memilih mengamankan investasi dan memegang uang tunai menjelang libur akhir tahun dan mengantisipasi fenomena ‘January Effect’. “Aksi profit taking pun merebak, apalagi sepanjang 2009, IHSG sudah naik sekitar 80%,” ujarnya.

Semua sektor tampak memerah, dengan infrastruktur memimpin penurunan sebesar 4,5%, disusul sektor industri dasar yang turun 3,7%, perkebunan 3,5%, tambang 3,2%, dan perdagangan 3,05%. Demikian pula sektor aneka industri dan manufaktur yang melemah 2,8%, finansial 2,5%, konsumsi 1,9% dan properti 1,8%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 4,358 miliar saham, senilai Rp 4,359 triliun dan frekuensi 73.761 kali. Sebanyak 25 saham naik, 186 saham turun dan 42 stagnan.

Beberapa emiten yang melemah terbesar antara lain saham PT Astra International (ASII) turun Rp1.100 ke Rp33.900, PT United Tractors (UNTR) melemah Rp800 ke Rp15.050, PT Telkom (TLKM) anjlok Rp600 ke Rp9.500, dan PT Indocement (INTP) tergelincir Rp950 ke Rp12.100.

Demikian pula saham PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp900 ke Rp22.700, PT London Sumatera (LSIP) melemah Rp500 ke Rp8.000, PT Indo Tambang (ITMG) terkoreksi Rp1.000 ke Rp 30.400, dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp150 ke Rp2.100.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Kentucky Fried Chicken (FAST) naik Rp500 ke Rp5.200, PT Astra Otoparts (AUTO) terangkat Rp100 ke Rp5.700, PT Jaya Konstruksi (JKON) menguat Rp100 ke Rp700, PT Bayan Resources (BYAN) naik Rp100 ke Rp5.700, PT AKR Corporindo (AKRA) terdongkrak Rp60 ke Rp1.130, dan PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp50 ke Rp19.850.

Adapun bursa regional bergerak variatif. Indeks Komposit Shanghai naik 9,09 poin (0,29%) ke level 3.122,97, indeks hang Seng turun 227,78 poin (1,08%) ke level 20.948,10. Kemudian indeks Nikkei-225 naik 41,42 poin (0,41%) ke level 10.183,47 dan Straits Times turun 10,05 poin (0,36%) ke posisi 2.792,54. [mdr]

pesta kecil tercicil sudah … 211209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:19 am

Senin, 21/12/2009 00:00 WIB

Window dressing meredup

oleh :

JAKARTA: Ekspektasi terjadinya lonjakan bursa saham menjelang akhir 2009 akibat sentimen window dressing, yang secara historis mendongkrak kenaikan bursa saham dunia diperkirakan surut menjelang liburan.

Window dressing adalah strategi manajer investasi pasar modal memoles laporan kinerja atau nilai portofolio yang dikelola dengan mendongkrak harganya di pasar. Aksi tersebut biasa dilakukan pengelola reksa dana saham, sekuritas, ataupun emiten.

Window dressing adalah strategi manajer investasi pasar modal memoles laporan kinerja atau nilai portofolio yang dikelola dengan mendongkrak harganya di pasar. Aksi tersebut biasa dilakukan pengelola reksa dana saham, sekuritas, ataupun emiten.

Kecenderungan pemodal merealisasikan keuntungan menjelang libur panjang Natal diduga membuat sentimen tahunan tersebut tidak cukup melejitkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini.

Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi mengatakan momen akhir tahun mendekati liburan mulai menurunkan intensitas transaksi bursa, terutama di tengah ketegangan politik terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Bank Century versus Departemen Keuangan (Depkeu).

“Saya menduga energi window dressing sudah habis. Ini terlihat dari kecenderungan pasar bergerak menyamping [sideways] sepanjang Desember dengan nilai transaksi menipis,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sepanjang akhir pekan lalu, IHSG bergerak menyamping dan hanya membukukan kenaikan akumulatif sebesar 0,3% atau sekitar 8,5 poin ke level 2.509,58. Pada perdangan akhir pekan lalu, IHSG terkoreksi 0,51% (12,97 poin) ke level 2.509,576.

Hang Seng (-1,22%), Nikkei-225 (-0,13%), dan Kospi (-0,99%). Di tengah koreksi bursa Asia pekan lalu, indeks Dow Jones menutup perdagangan Jumat malam dengan kenaikan 0,2% ke level 10.329.

Analis riset PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menyebutkan kegagalan IHSG melanjutkan kenaikan pada akhir pekan lalu dipicu aksi jual terhadap saham PT Bumi Resources Tbk, menjelang momentum libur panjang. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

Senin, 21/12/2009 08:06 WIB
IHSG Semangat Sambut Akhir Tahun
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Kehadiran emiten baru PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang sempat menggairahkan pasar tetap gagal membawah IHSG ke teritori positif.

IHSG terus menerus dilanda kelesuan dan bergerak melemah dalam volume perdagangan yang tipis. Konflik penyelesaian kasus Bank Century yang berlarut-larut membuat investor memilih wait and see pada pekan-pekan terakhir di tahun 2009.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (14/12/2009), IHSG melemah 12,713 poin (0,50%) ke level 2.506,386.
Selasa (15/12/2009), IHSG turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737.
Rabu (16/12/2009), IHSG ditutup naik 27,808 poin (1,11%) ke level 2.522,545.
Kamis (17/12/2009), IHSG melemah 12,969 poin (0,51%) ke level 2.509,576.

Sementara bursa Wall Street menutup akhir pekan lalu dengan rebound tipis setelah sebelumnya sempat merosot tajam. Indeks Dow Jones pada perdagangan Jumat (18/12/2009) tercatat naik tipis 20,63 poin (0,20%) ke level 10.328,89.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin (21/12/2009) dibuka menguat. Indeks Nikkei-225 langsung menguat 62,61 poin (0,62%) ke level 10.204,66.

Gerak IHSG pada pekan ini diprediksi masih fluktuatif namun dengan kecenderungan menguat. Investor akan terus mempercantik portofolionya menjelang tutup tahun sehingga membuat IHSG hingga akhir tahun akan bertahan menguat.

Kasus Bank Century yang sempat berpengaruh pada awal-awal bulan Desember diharapkan akan semakin tidak memberikan pengaruh yang signifikan.

Pansus Bank Century memang sempat mengeluarkan imbauan non-aktif bagi Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Namun ketegasan presiden untuk tidak ada non-aktif bagi kedua pejabat tersebut membuat investor sedikit berlega hati.

“Pernyataan presiden yang mengatakan kalau Menkeu dan Wapres tidak perlu mundur, saya kira cukup untuk membuat pasar bersikap lebih rasional. Kelihatannya pasar saham akan aman-aman saja,” ujar Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan.

bisnis.com

20 Desember 2009

imink iming doank … (11): 201209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:32 pm

Minggu, 20/12/2009 17:44 WIB
IHSG Berpeluang Tutup Buku di Atas 2.500
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal tutup buku di atas level 2.500 pada akhir 2009. Kisruh Bank Century (sekarang Bank Mutiara) disinyalir sudah tidak memberi pengaruh besar pada pergerakan pasar menjelang tutup tahun.

“Saya kira IHSG cukup berpeluang tutup di level 2.500an,” ujar Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance , Minggu (20/12/2009).

Menurutnya ada beberapa faktor positif yang bisa menjaga level IHSG tetap di atas level 2.500. Salah satunya adalah sikap pasar yang dinilai sudah lebih rasional dalam memandang kisruh seputar bail out Bank Century (sekarang Bank Mutiara).

“Pernyataan presiden yang mengatakan kalau Menkeu dan Wapres tidak perlu mundur, saya kira cukup untuk membuat pasar bersikap lebih rasional. Kelihatannya pasar saham akan aman-aman saja,” ujarnya.

Sebelumnya, memang banyak pelaku pasar menilai kisruh tersebut cukup mempengaruhi pergerakan pasar selama triwulan IV-2009, terutama memasuki bulan Desember 2009. Sampai-sampai, sejumlah pelaku pasar menggalang aksi unjuk rasa guna mendesak agar masalah bail out Century ini jangan berlarut-larut sehingga bisa mengganggu aktivitas pasar saham.

Pelaku pasar yang berunjuk rasa meminta agar pelaku pasar lainnya lebih bersikap rasional dalam memandang kisruh bail out Century, terlebih terkait desakan mundur Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono oleh Pansus Century DPR.

Namun menurut Fauzi, pernyataan dukungan Presiden SBY bakal menjadi acuan pasar dalam mengambil langkah investasinya selama akhir periode 2009 yang tinggal beberapa hari ke depan. Fauzi optimistis pasar akan mampu bersikap lebih rasional selama beberapa hari ke depan hingga tutup tahun.

Selain itu, faktor lain yang dinilai juga bakal menahan laju penurunan IHSG dalam menghadapi aksi ambil untung (profit taking ) rutin akhir tahun adalah tipisnya nilai transaksi harian selama Desember 2009.

“Transaksi Desember sangat tipis-tipis sekali. Saya kira ini juga memberikan peluang pada dorongan beli dalam menjaga penurunan akibat profit taking akhir tahun.

Lagipula banyak fund-fund asing sudah melakukan tutup buku, sehingga peluang IHSG bertahan di 2.500an cukup besar,” ujarnya.

Transaksi selama Desember 2009 memang cukum minimalis. Nilai transaksi tertinggi Desember 2009 hanya sebesar Rp 4,031 triliun pada 2 Desember 2009. Transaksi terendah terjadi pada 11 Desember 2009 sebesar Rp 2,454 triliun.

Kendati demikian, IHSG masih mampu terangkat hingga level 2.509,576 pada 17 Desember 2009 atau naik 57,075 poin (2,32%) dari level 2.452,501 pada 1 Desember 2009.

Jika dibandingkan dengan posisi IHSG pada penutupan akhir 2008 di level 1.355,408, artinya telah terjadi kenaikan sebesar 1.154,168 poin (85,15%) hingga 17 Desember 2009.

“Sejauh ini tidak ada tanda-tanda yang bisa membuat IHSG kembali turun drastis. Pergerakan rupiah, yang sangat berkaitan erat dengan pergerakan di pasar saham juga tidak signifikan. Rupiah kelihatannya akan ditutup di kisaran Rp 9.400-9.500 terhadap dolar AS. Rupiah yang cenderung tidak fluktuatif menunjukkan kalau arus keluar masuk dolar AS melambat. Itu artinya, dana investasi asing sebagian besar sudah tutup buku. Jadi IHSG juga akan cenderung stagnan hingga akhir tahun,” paparnya.

(dro/dro)

peran matematika dalam dunia keuangan … 201209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:11 am

2010 truz diteroponk, optimistik seh … 201209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:47 am

Membaca Arah yang Semakin Jelas
Kamis, 10 Desember 2009
Oleh : Harmanto Edy Djatmiko
Meski kondisi sosial politik terus berkecamuk, perekonomian dan bisnis negeri ini berjalan normal-normal saja. Bahkan, tahun depan diperkirakan lebih bagus lagi. Gejala apa ini?

Sepanjang tahun 2009 ini, kita disuguhi beragam tontonan yang mengaduk-aduk emosi. Mulai dari kasus Bibit-Chandra, skandal Bank Century, hingga kisah Nenek Minah, pencuri tiga butir kakao seharga Rp 2.000 yang sempat diancam hukuman 6 bulan penjara. Kejadian-kejadian “kecil” ini sebetulnya hanyalah gunung es yang mengindikasikan betapa masih memilukannya institusi pengawal penegakan hukum di negeri ini, khususnya lembaga kepolisian dan kejaksaan.

Tak terlalu istimewa sebetulnya. Sejak dulu (zaman kolonial Belanda, penjajahan Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi), masyarakat Indonesia sudah sedemikian akrab dengan praktik-praktik tak terpuji di ranah hukum dan keadilan. Namun, karena kekerasan model begini sudah sedemikian terlembaga, sebagian besar anggota masyarakat tampaknya telah sampai pada tahap frustrasi dan akhirnya – tak ada pilihan lain – menerima saja, sebagian yang lain malah ikut arus. Johann Galtung, ahli perdamaian, menyebutnya sebagai proses berlangsungnya kekerasan struktural.

Melihat maraknya gejolak sosial akhir-akhir ini, sejumlah pakar (hukum, politik, sosial dan pakar lain yang relevan) sempat khawatir dan ramai angkat bicara. Intinya, kalau keadaan seperti sekarang dibiarkan terus, Indonesia bisa porak-poranda. Perekonomian hancur, pengangguran merebak, kemiskinan merajalela, dan rakyat hidup di bawah rezim penindasan. Singkat cerita, Indonesia bukan saja bisa bangkrut, lebih parah lagi berpotensi menjadi negara yang gagal.

Gambaran superseram itu ada benarnya juga, tentu saja jika di negeri ini sudah tidak ada satu pun lembaga lain yang berfungsi sebagaimana mestinya. Nyatanya, dengan segala kekurangannya, negeri ini masih memiliki sejumlah lembaga penting sebagai pilar demokratisasi seperti DPR, pemerintahan yang legitimated lewat pemilu, lembaga swadaya masyarakat, pers, organisasi keagamaan, berbagai organisasi profesi, hingga ratusan atau bahkan ribuan jenis komunitas yang terkoneksi lewat beragam media sosial. Energi, dinamika, tawar-menawar, proses perimbangan kekuatan, serta arah pergerakan pilar-pilar demokrasi ini sebetulnya sudah teramat jelas, yakni membangun masyarakat madani atau civil society.

Arah yang semakin jelas itulah, sangat boleh jadi, yang membuat para pelaku ekonomi tak risau akan masa depan negeri ini. Buktinya, meski situasi sosial dan politik tampak hiruk pikuk, kehidupan ekonomi dan bisnis di negeri ini berjalan normal-normal saja. Tahun ini ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 4,5% sementara negara-negara lain – kecuali Cina dan India – justru minus. Tahun depan (2010), ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3%. Angka ini lebih rendah dibanding Cina dan India yang masing-masing diperkirakan mencapai 10% dan 7,5%, tetapi masih di atas pertumbuhan ekonomi global yang tahun depan diprediksi paling tinggi 2,7% – 2010 memang diprediksi sebagai tahun pemulihan ekonomi global

Bahkan, Standard Chartered Bank, melalui Fokus Global bulanan yang dipublikasi 1 Desember 2009, berani menyimpulkan, bersama Cina dan India, Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi global pada 2010. Argumennya, ekonomi yang berbasis kebutuhan domestik seperti Cina, India dan Indonesia akan berada di garis terdepan dalam proses pemulihan ekonomi global.

Memang, bara optimisme tetap menyala di dada para pelaku bisnis negeri ini. Sebanyak 87 responden (terdiri dari pengusaha dan pemimpin perusahaan di Indonesia) yang disurvei SWA bekerja sama dengan lembaga riset independen Deka Research, semua (100%) menyatakan bahwa kondisi usaha Indonesia tahun depan (2010) akan lebih baik dibanding tahun ini. Sementara untuk kondisi perekonomian, 97,47% responden menyatakan 2010 bakal lebih baik, tetapi tak ada satu pun responden yang menyatakan bahwa kondisinya akan lebih buruk.

Demikian pula kondisi sosial politik, 83,54% responden menyatakan kondisinya bakal lebih baik. Untuk kondisi penegakan hukum, 63,29% responden menyatakan kondisinya juga bakal lebih baik. Lagi-lagi, untuk kedua variabel ini (sosial politik dan penegakan hukum), tak ada satu pun responden yang mengatakan kondisinya akan lebih buruk.

Berangkat dari optimisme seperti itulah para pelaku bisnis kita menyusun agenda dan strategi bisnis menyongsong 2010. Nah, jika sebesar itu optimisme yang melekat di dada mereka, bisa dipastikan 2010 bakal menjadi tahun penuh gairah bagi dunia ekonomi dan bisnis negeri ini. Apalagi, Pemerintah RI dengan kabinet barunya telah mencanangkan 6 sektor strategis yang akan segera dibenahi: infrastruktur, transportasi, energi, pangan, usaha kecil dan koperasi, serta industri jasa. Keenam sektor ini diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi sedikitnya 7% pada akhir 2014.

Di balik pembenahan keenam sektor vital tersebut, pastilah terhampar beragam peluang bisnis yang menggiurkan. Anda siap menubruknya?

19 Desember 2009

ihsg MEMANG HISTORIS, +80% itu KINCLONG full… 191209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:02 pm

… sepanjang ingatan gw sejak 2003, ihsg palingan naek s/d 50%an dalam setaon, ternyata PAS SAAT KRISFINALO, ihsg justru meroket … SEKALI LAGI PENDAPAT GW BAHWA KRISIS ITU SAAT PALING TEPAT BERINVESTASI TINGGI RISIKO yang TINGGI IMBAL HASIL … up2u lah … karena gw uda membuktikan ga cuma 1 kali, tapi berkali-kali bahkan saat gw maenin saham bumi dan trub yang pernah anjlok gila-gilaan, dan gw justru beli saat anjoknya …

19/12/2009 – 17:00
Kaledioskop IHSG
Hore..IHSG Menguat 86,11% YTD
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Saat ini IHSG di level 2.522,54 dengan penguatan 86,11% year to date. Hingga akhir 2009 diperkirakan masih akan bergerak dalam pola uptrend channel dengan perkiraan kisaran 2.380-2.648.

Demikian riset Reliance Securities Edisi 17 Desember 2009 kepada INILAH.COM.

Tim riset menguraikan mulai pada penutupan pedagangan Januari 2009, IHSG mengalami penurunan 1,68% lantaran sentimen dari bursa Asia yang mengalami pelemahan dan US Futures yang terkoreksi kerena diperkirakan bahwa resesi masih akan berlanjut.

Pada February 2009, ada Special Report Technical Analysis pada 11 Februari 2009, yaitu pada saat IHSG di level 1.332,13 memberikan prediksi pada semester 1 2009 IHSG diperkirakan bergerak dalam pola uptrend channe dengan titik resisten di level 1.855 dan titik support di elvel 1.098.

Pada Maret 2009, sentimen positif datan gdari penguatan bursa Asia dapat menderek penguatan IHSG di Maret menguat sebesar 11,56%. Laporan pertumbuhan China menjadi sentimen positif penguatan bursa Asia.

Pada April dan Mei 2009, IHSG yang bergerak dalam sebuah uptrend channel melalui volume yang besar cukup kuat untuk melakukan breakout dari uptrend channel. Hal tersebut terjadi pada April 2009 dengan membuat pola uptrend channel baru, sehingga pada Special Report Technical Analysis ada 6 Mei 2009 di saat IHSG di level 1.729,58 memperkirakan bahwa pergerakan IHSG hingga semester 1 2009, IHSG berpotensi mengalami penguatan sebesar 49,53% yang ditutup pada level 2.026,78.

Pada Agustus 2009, IHSG mengalami penguatan sebesar 0,8% dengan YTD (72,8%, September 2008, IHSG menguat 6% dengan YTD 83,2%. Sedangkan Oktober 2009 mengalami pelemahan sebesar 4,6%. Namun, November 2009 IHSG kembali mengalami penguatan sebesar 2% dari YTD 78,2%.

Sepanjang 2009 ini, saham-saham yang mengalami penguatan sekaligus menjadi trigger IHSG antara lain, AALI, UNSP, LSIP, SGRO, ANTM, DEWA, BUMI, PTBA, ITMG. TBLA, INCO, TINS, ADRO, PGAS, JSMR, TLKM, ASII, HEXA, UNTR, ENRG, BBNI, BBCA, BDMN, BBRI, BMRI, SMCB, SMGR, INTP, INDF, dan MEDC. [san/cms]

INVESTOR INVES DI BEI jauh lebe banyak jumlahnya dibandingkan trading … 191209

Diarsipkan di bawah: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 10:46 am

… setelah gw amati pola traffic ke blog2 saham gw maka gw berkesimpulan sementara: INVESTOR DI BEI MAYORITAS ADALAH INVESTOR CARI LABA DI ATAS 100% DALAM WAKTU MAKSIMAL 1 TAON … artinya INVES JANGKA PENDEK, bukan JANGKA MENENGAH S/D 3 TAON … ini menunjukkan bahwa POLA INVESTOR DEPOSITO BANK DIPAKE DI INVESTASI SAHAM … BETAPA TOLOL DAN BODOHNYA CARA BERINVESTASI SEPERTI INI … KARENA AMAT SIGNIFIKAN PERBEDAAN ANTARA INVESTASI DI DEPOSITO BANK DAN INVESTASI SAHAM … PERBEDAAN YANG PALING UTAMA DAN MENDASAR: INVESTASI SAHAM ADALAH MINIMUM 3 TAON … itu artinya INVESTOR HARUS MASUK BLUE CHIPS, CONTOH: ASII, TLKM, ISAT, GGRM, HMSP, BBCA, BMRI, BBRI, dll … nah, dengan cara yang JITU SEPERTI INI, MAKA INVESTOR SEPERTI INI AKAN SELAMAT DAN NYAMAN, TAPI HARUS TUNGGU DALAM 3 TAON … kalo emang mujur, bisa aja 100% tercapai dalam beberapa bulan saja, tapi kejadian seperti ini AMAT LANGKA … (catatan khusus: bila TARGET 100% SUDAH TERCAPAI DALAM WAKTU KURANG DARI 3 TAON, YA DIREALISASIKAN AJA, cairin buru2, mumpung lom terjadi krisis ekonomi baru … soalnya situasi ekonomi global maseh tetap tidak akan menentu seh ) …

di blog maen saham beneran yang DISASAR ADALAH INVESTOR TRADING … sedangkan info fundamental di blog2 saham gw yang laen adalah untuk SEMUA INVESTOR, baek yang INVES CARA BODOH, INVES CARA JITU, DAN TRADING HARIAN … kalo gw seh mengkombinasikan 3 cara itu: INVES JANGKA 1 TAON, INVES MINIMUM 3 TAON, DAN TRADING HARIAN

… di blog maen saham beneran yang DISASAR ADALAH INVESTOR TRADING … sedangkan info fundamental di blog2 saham gw yang laen adalah untuk SEMUA INVESTOR, baek yang INVES CARA BODOH, INVES CARA JITU, DAN TRADING HARIAN … kalo gw kombinasi antara 3 cara itu: INVES JANGKA 1 TAON, INVES MINIMUM 3 TAON, DAN TRADING HARIAN …
… apa beda INVES JITU DAN INVES TOLOL: kenyamanan dan keamanan inves cara JITU JAUH LEBE TINGGI DARIPADA inves CARA GOBLOG … dengan maen di saham blue chips dalam jangka waktu minimum 3 taon, maka pola tidur dan pikiran sehari-hari akan TENANG DAN TENTRAM … sedangkan CARA GOBLOG AKAN MEMBUAT INVESTORNYA SUSAH TIDUR (INSOMNIA) dan CEMAS BERLEBIHAN (ANSIETAS) … up2u lah

SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk … 191209

Diarsipkan di bawah: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 10:15 am


… kalo mo tau dan maenin saham goreng2an, ini contoh yang boleh dipake … artinya satu hari ketika saham2 ini ditransaksikan lage, maka pergerakan harga akan mengikuti RUMOR … walau pun HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs … catatan: TGL YANG TERCANTUM DI BELAKANG HARGA ADALAH TANGGAL TERAKHIR TERJADI TRANSAKSI ATAS SAHAM YBS …. maseh banyak saham bobo dan gorenk2an laen, silakan cek di yahoo finance : http://finance.yahoo.com/q/cp?s=^JKSEα=C

HUKUM BURSA: RUMOR POSITIF BELUM TENTU (<50%) MENAEKKAN HARGA SAHAM YANG DIRUMORKAN, sedangkan rumor negatif nyaris selalu (>90%) MENURUNKAN HARGA SAHAM ybs

disuruh FDI, lha PORTOFOLIO lebe menjanjikan … 191209

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:29 am

18/12/2009 – 16:00
Investor Asing Sebaiknya Beralih Investasi
Susan Silaban

Erwin Aksa
(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Selama ini investor asing selalu menginvestasikan duitnya di pasar modal dengan membeli produk-produk pasar modal. Kini, saatnya investor sebaiknya beralih investasi.

Hal ini dituturkan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa saat bincang-bincang dengan INILAH.COM, Jumat (18/12).

Ia melihat, investor memilih pasar modal lantaran ada peraturan yang pasti dengan kebijakannya, dapat bermain pendek shorterm, dan resiko pasar modal lebih bisa diukur. Contohnya saja, investor dapat membeli obligasi dan produk pasar modal yang terjamin keamanannya. “Saya sesalkan mengapa investor lebioh memilih invest di pasar modal, kan mereka bisa invest di investasi langsung,” kata Erwin Aksa.

Ia merekomendasikan, investor asing sebaiknya investasi di oil and gas dimana mereka bisa mengeksplorasi dengan menggunakan down stream, batubara, manufaktur dan consumer goods. “Kan dengan investasi langsung ini, investor lebih longterm dan memang adanya persoalan kebijakan di kita,” bebernya.

Namun, ia tidak menyarankan investor asing berinvestasi di sektor infrasturktur. Memang, investor asing pun cenderung tidak tertarik dengan sektor infrastruktur. “Biarlah infrastruktur itu tugasnya pemerintah,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, investor asing memilih berinvestasi di Indonesia lantaran ada potensi sumber daya alam dan potensi pasar Indonesia mendukung. [san/cms]

ihsg dalam arus kuat hot money inflow 2010 … watch out donk

Diarsipkan di bawah: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:31 am

18/12/2009 – 17:00
Emerging Market Tempat Menarik Investasi
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Emerging market masih menjadi tempat yang menarik bagi investor global untuk berinvetasi pada 2010. Namun, suku bunga dan inflasi serta hot money harus dicermati.

Hal itu disampaikan Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, Kamis (17/12) malam. Namun, Pardomuan mengingatkan, harga komoditi yang fluktuaktif, penyelesaian kasus Dubai World, inflasi dan suku bunga harus dicermati pada 2010.

Selain itu, arah The Fed akan tetap mempertahankan atau menaikkan suku bunga juga menjadi hal yang harus dicermati. “Ekonomi dengan bursa saham kadang-kadang anomali. Ke depan kita tinggal tunggu arah The Fed menaikkan suku bunga atau tidak,” ujar Pardomuan.

Ia mengatakan, bila pada triwulan ketiga 2010 The Fed akan menaikkan suku bunga dan BI Rate masih sekitar 6,5% maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan tetap sideaway. Pardomuan juga memprediksikan, IHSG akan berada di level 2.800. “Bila BI Rate dinaikkan dan The Fed dinaikkan maka akan ada gejolak di bursa saham,”tutur Pardomuan.

Pengamat pasar modal Ferry Latuhihin mengatakan, fundamental perekonomian Indonesia cukup bagus pada 2010. Saat ini Indonesia memiliki pemerintahan yang seirus karena ditangani oleh tim ekonomi yang bagus.

Ferry Optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,2% dan inflasi pun masih bisa tetap terjaga pada 2010.

Tetapi faktor dalam negeri seperti kasus Century dan pemerintah yang masih lamban menjalankan proyek infrastruktur bisa menghambat perekonomian. “Saya optimis perekonomian Indonesia ke depan tetapi kita

tetap berhati-hati khususnya pada hot money,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan, perekonomian global dan ekonomi AS akan tumbuh pada 2010. Namun, salah satu hal yang harus dicermati yaitu arah The Fed untuk menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga. “Bila The Fed memberikan signal akan menaikkan suku bunga maka berdampak terhadap ekonomi Indonesia karena Indonesia belum mempunyai penangkal hot money itu keluar dari Indonesia,” urainya.

Menurut Ferry, saat ini terjadi carry trade. Sehingga diharapkan hot money tidak mengacaukan perekonomian khususnya bursa saham Indonesia. Pemerintah sebaiknya memikirkan untuk menangkal hot money tersebut tidak keluar dari Indonesia.

Carry trade yaitu meminjam mata uang dolar kemudian berinvestasi salah satunya di emerging market. “Bila The Fed naikkan suku bunga, hot money reverse dan ada aksi profit taking maka indeks saham pun akan turun,” pungkasnya. [san/cms]

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.